Sistem Auditori - Universitas Mercu Buana

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
BIOPSIKOLOGI
Mekanisme-Mekanisme Persepsi
Fakultas
Program Studi
PSIKOLOGI
PSIKOLOGI
Tatap Muka
10
Kode MK
Disusun Oleh
MK61045
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Abstract
Kompetensi
Membahas tentang mekanisme mekanisme persepsi
Mampu menjelaskan mekanisme mekanisme persepsi : pendengaran,
perabaan, penciuman, pencecapan dan
atensi
Bab ini difokuskan pada empat diantara kelima exteroceptive sensory system (sistem
penginderaan eksteroseptif): sistem auditori (pendengaran), somatosensori (perabaan),
olfaktori (penciuman), dan gustatorik (pencecapan).
Prinsip-Prinsip Organisasi Sistem Sensori
Menurut konvensi, daerah-daerah sensori korteks dianggap terdiri atas tiga tipe yang
satu sama lain berbeda secara fundamental, yakni primer, sekunder, dan daerah korteks
sensori yang menerima sebagian besar inputnya secara langsung dari nuclei penghantar
talamik sistem tersebut. Korteks visual primer adalah daerah kortek serebral yang menerima
sebagian besar inputnya dari nucleus genikulat lateral thalamus. Korteks sensori sekunder
adalah sebuah sistem yang mencakup daerah-daerah korteks sensori yang menerima
sebagian besar inputnya dari korteks sensori primer sistem itu atau dari daerah-daerah lain
dalam korteks sensori sekunder sistem yang sama. Korteks asosiasi adalah semua daerah
korteks yang menerima input dari lebih dari satu sistem sensori. Sebagian besar di daerahdaerah korteks sensori. Sebagian besar input di daerah-daerah korteks asosiasi datang
melalui daerah-daerah korteks sensori sekunder.
Interaksi antara ketiga tipe korteks sensori dan diantara struktur-struktur sensori
lainnya ditandai oleh tiga prinsip utama organisasi hierarkis, segregasi fungsional, dan
pemrosesan parallel.
Organisasi Hierarkis
Sistem sensori ditandai oleh organisasi hierarkis. Hierarki adalah sebuah sistem
yang para anggotanya dapat ditempatkan ke tingkat atau peringkat tertentu dalam kaitannya
dengan anggota-anggotanya.
Organisasi hierarkis sistem sensori tampak jelas dari pembandingan efek-efek
kerusakan di berbagai tingkat. Semakin tinggi tingkat kerusakannya, maka semakin spesifik
dan semakin kompleks pula defisitnya. Sebagai contoh, destruksi reseptor sistem sensori
menghasilkan kehilangan total kemampuan untuk mempersepsi di modalitas sensori yang
bersangkutan misalnya (buta total atau tuli total). Sebaliknya, destruksi pada sebuah daerah
korteks sensori asosiasi atau korteks sensori sekunder biasanya menghasilkan deficit
sensori yang kompleks dan spesifik, dan membiarkan kemampuan sensori fundamentalnya
tetap utuh.
Dalam mengenali organisasi hierarkis sistem-sistem sensori, para psikolog kadangkadang membagi proses mempersepsi secara umum menjadi dua fase umum: sensasi dan
2016
2
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
persepsi. Sensation (sensasi atau penginderaan) adalah proses mendeteksi keberadaan
stimuli. Perception (persepsi) adalah proses yang lebih tinggi yakni mengintegrasikan,
mengenali, dan menginterpretasikan pola-pola lengkap sensasi.
Sistem Auditori
Sistem auditori adalah sel-sel sensorik di telinga dan koneksi pusat mereka di otak
yang terlibat dalam indera pendengaran. Fungsinya adalah memersepsi bunyi atau lebih
tepatnya persepsi tentang objek-objek dan kejadian-kejadian melalui bunyi yang mereka
timbulkan. Bunyi adalah vibrasi molekul udara yang menstimulasi sistem auditori. Manusia
hanya mendengar vibrasi molekuler antara sekitar 20-20.000 hertz (Hz)/putaran per detik.
Amplitudo, frekuensi dan kompleksitas vibrasi molekuler yang masing-masing paling erat
terkait dengan persepsi tentang loudness (keras-lembut), pitch (tinggi-rendah) dan timbre
(warna nada).
Telinga
Gelombang bunyi berjalan turun melalui auditory canal (kanal auditori) dan
menyebabkan tympanic membrane (membran/selaput timpanik atau eardrum (gendang
telinga) bergetar. Vibrasi inilah yang kemudian ditransfer ketiga ossicles (osikel). Tulangtukang kecil ditelinga tengah yakni: malleus (martil), incus (landasan), dan stapes
(sanggurdi). Vibrasi sanggurdi memicu vibrasi selaput yang disebut oval window (jendela
oval), yang pada gilirannya mentransfer vibrasi itu ke cairan cochlea (koklea atau rumah
siput; kokhlos berarti siput darat. Koklea adalah sebuah tube panjang melingkar-lingkar
dengan selaput internal yang mengalir hingga hampir keujungnya. Selaput internal adalah
yang merupakan organ reseptor auditori, organ of corti (organ corti).
Setiap perubahan tekanan pada jendela oval berjalan di sepanjang organ corti
adalah sebagai sebuah gelombang. Organ corti terdiri atas dua selaput: selaput basilar dan
selaput tektorial. Reseptor-reseptor auditori, hair celss (sel-sel rambut), menempel di basilar
membrane (selaput basiler) dan tectorial membrane (selaput tektorial) bersandar pada selsel rambut. Jadi, refleksi terhadap organ corti di titik yang sama. Kekuatan ini menstimulasi
sel-sel rambut dan oleh karenanya memicu daya aksi di akson-akson saraf auditori (cabang
saraf cranial VIII) yaitu saraf auditori vestibular. Vibrasi cairan kokhlea disebarkan oleh rond
window (jendela bundar), sebuah selaput elastis di dalam dinding kokhlea.
Prinsip utama pengodean kokhlear adalah frekuensi yang berbeda menghasilkan
stimulasi maksimal terhadap sel-sel rambut di titik-titik yang berbeda disepanjang selaput
basiler. Jadi banyaknya frekuensi komponen yang menyusun setiap bunti kompleks akan
2016
3
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengaktifkan sel rambut dibanyak titik yang berbeda disepanjang selaput basilar,dan
banyaknya sinyal yang diciptakan oleh sebuah bunyi tunggal yang kompleks dibawa keluar
dari telinga oleh banyak neuron auditori yang berbeda. Seperti kokhlea, sebagian besar
struktur lain dalam sistem auditori tersusun menurut frekuensinya. Jadi, dengan cara yang
sama seperti organisasi dalam sistem visual yang disebut retinotopik, organisasi sistem
auditori pada pokoknya bersifat tonotopik.
Semicircularcanals (kanal-kanal semisirkuler) yaitu organ-organ reseptif system
vestibuler. Sistem vestibuler membawa informasi tentang arah dan intensitas gerakan
kepala yang membantu kita dalam mempertahankan keseimbangan.
Dari Telinga ke Korteks Auditori Primer
Akson masing-masing syaraf auditori bersinapsis di nuklei kokhlear ipsilateral, dari
mana banyak proyeksi menghasilkan superior olives dikedua sisi batang otak dilevel yang
sama. Akson neuron olivaria berproyeksi melalui lemniskus lateral ke kolikuli inferior tempat
mereka bersinapsis pada neuron yang berproyeksi ke nuclei genikulat medial dalam
talamus, yang pada gilirannya berproyeksi ke korteks auditori primer. Sinyal-sinyal dari
masing-masing telinga digabungkan di tingkat yang sangat rendah (dalam superior olives)
dan ditransmisikan ke korteks auditori ipsilateral maupun kontralateral.
Efek-Efek Kerusakan pada Sistem Auditori
Tuli Pada Manusia
Tuli pada manusia adalah disabilitas manusia yang paling menonjol. Ada dua
golongan hendaya pendengaran yang lazim dijumpai : hendaya yang terkait dengan
kerusakan pada osikel dan yang terkait dengan kerusakan pada kokhlea. Bila hanya bagian
kokhlea yang rusak,individu-individu dapat mengalami tuli-syaraf untuk frekuensi-frekuensi
tertentu, tetapi tidak untuk yang lain.
Kehilangan pendengaran kadang-kadang berhubungan dengan tinnitus (bunyi dering
di telinga). Bila hanya salah satu telinga yang rusak, dering itu dipersepsi berasal dari
telinga. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan pada sistem auditori sentral yang
disebabkan oleh ketulian penyebab tinnitus.
Sebagian orang yang mengalami tuli syaraf mendapatkan manfaat dari implantasi
kokhlear. Implant kokhlear mem-by-pass kerusakan pada sel rambut auditori dengan
mengonversikan bunyi-bunyi yang diambil oleh sebuah mikrofon ditelinga pasien menjadi
sinyal-sinyal elektrik, yang kemudia dibawa kedalam kokhlea oleh bundelan elektroda.
2016
4
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Meskipun implant kokhlea dapat memberikan manfaat besar tetapi tidak dapat memulihkan
pendengaran normal. Semakin cepat seseorang menerima implan kokhlear setelah menjadi
tuli, semakin besar kemungkinannya untuk mendapatkan manfaatnya, karena ketulian pada
akhirnya akan menyebabkan regenerasi pada jalur-jalur neural auditori.
Sistem Somatosensori : Perabaan dan Rasa Sakit
Sensasi-sensasi dari badan Anda disebut somatosensations (somatosensasi). Sistem yang
memediasi sensasi-sensasi badaniah yaitu sistem somatosensori yang pada kenyataannya
adalah tiga sistem yang terpisah tetapi saling berinteraksi yakni : (1) sebuah sistem
eksteroreseptif, yang mengindera stimuli eksternal yang diterapkan pada kulit, (2) sebuah
sistem proprioseptif, yang memonitor informasi tentang posisi tubuh yang datang dari
reseptor-reseptor di otot, sendi, dan organ-organ keseimbangan, dan (3) sebuah sistem
interoseptif yang memberikan informasi umum tentang kondisi-kondisi dalam tubuh
(misalnya temperature dan tekanan darah). Sistem eksteroseptif yang terdiri atas tiga divisi
yang berbeda: sebuah divisi untuk mempersepsi stimuli mekanik (perabaan), sebuah divisi
untuk stimuli thermal (temperatur), dan sebuah divisi untuk stimuli nosiseptif (rasa sakit).
Reseptor-Reseptor Kutaneus
Ada banyak macam reseptor di kulit, empat diantaranya adalah :
1. Cutaneous receptor (reseptor kutaneus) paling sederhana adalah free nerve endings
(ujung-ujung saraf bebas/ujung-ujung neuron tanpa struktur terspesialisasi) yang sangat
sensitive terhadap perubahan suhu dan rasa sakit.
2. Pacinian corpuscles (korpuskel pacinian) yaitu reseptor terbesar dan terdalam. Bentuk
reseptor ini mirip dengan bawang karena mereka beradaptasi dengan cepat dan
merespons pemindahan mendadak pada kulit.
3. Merkel’s disks
4. Ruffini endings
Merkel’s disks dan ruffini endings keduanya beradaptasi dengan lamban dan masingmasing merespons dengan paling kuat pada indensasi gradual kulit dan peregangan
gradual kulit.
2016
5
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Identifikasi objek dengan sentuhan disebut strereognosis. Dengan demikian
sebagian reseptor yang beradaptasi dengan cepat dan sebagian lainnya beradaptasi
dengan lambat memberikan informasi tentang kualitas-kualitas dinamis maupun statis dari
berbagai stimuli aktual.
Dermatoma
Serabut-serabut neural yang membawa informasi dari reseptor-reseptor kutaneus
dan reseptor-reseptor somatosensori lainnya berkumpul di saraf dan memasuki sumsum
tulang belakang melalui dorsal roots (akar dorsal). Daerah tubuh yang dirangsang oleh akar
dorsal kiri dan kanan di sebuah segmen sumsum tulang belakang tertentu disebut
dermatome (dermatoma).
Agnosia Somatosensori
Ada dua tipe utama somatosensori. Yang pertama adalah astereognosia
(ketidakmampuan
asomatognosia
untuk
mengenali
(ketidakmampuan
objek-objek
untuk
melalui
mengenali
sentuhan).
bagian-bagian
Kedua
tubuh
yaitu
sendiri).
Asomatognosia biasanya unilateral, hanya mempengaruhi sisi kiri tubuh dan biasanya
berhubungan
Asomatognosia
dengan
kerusakan
sering
disertai
ekstensif
dengan
pada
lobus
anosognosia
neuropsikologis untuk mengenali gejalanya sendiri).
2016
6
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
parietal
posterior
kanan.
(ketidakmampuan
pasien
Persepsi Kesakitan
Sakit adalah respons terhadap berbagai macam stimulasi apapun yang secara
potensial membahayakan.
Daerah korteks yang paling sering dikaitkan dengan pengalaman rasa sakit adalah
Anterior Cingulate Cortex (Korteks Singulat Anterior yaitu korteks dari Girus Singulat
Anterior). Bagian ini terlibat dalam reaksi emosional terhadap rasa sakit dari pada persepsi
rasa sakit itu sendiri.
Descending Pain Control
Orang yang terluka dalam situasi yang mengancam jiwa seringkali tidak merasakan
sakit hingga ancaman tersebut terdahulu.
Melzack dan Wall (1965) mengajukan gate-control theory, yaitu teori yang
menyatakan bahwa faktor kognisi dan emosi dapat memblokir rasa sakit dan mempengaruhi
sinyal dari otak yang akan disampaikan ke sumsum tulang belakang. Sinyal tersebut akan
menimbulkan jaringan neural penjaga (gating circuit) yang memblokir reseptor rasa sakit.
Rasa Sakit Neuropatik
Rasa sakit kronis berat tanpa adanya stimulus penyebab kesakitan tersebut.
Biasanya berkembang pasca kecelakaan, luka-luka sudah sembuh dan tampaknya sudah
tidak ada lagi alasan untuk merasa sakit, tetapi pasien mengalami rasa sakit yang sangat
menyiksa.
2016
7
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Rasa sakit Neuropatik belum diketahui penyebabnya, tetapi tampaknya disebabkan
oleh perubahan patologis dalam sistem syaraf yang entah bagaimana terinduksi oleh cidera
aslinya. Sumbernya biasanya adalah akitifitas dalam sistem syaraf pusat.
Indera Kimiawi : Penciuman dan Pencecapan
Penciuman adalah respons sistem olfaktori terhadap bahan-bahan kimia yang ada di
udara, yang ditarik dengan menghirup napas melalui reseptor-reseptor dalam saluransaluran nasal. Sedangkan, pencecapan adalah respons sistem gustatorik terhadap bahan
kimia dalam larutan di rongga mulut.
Olfaction (penciuman) dan gustation (pencecapan) disebut indra kimiawi karena
fungsi keduanya
adalah untuk memantau kandungan kimia lingkungan. Olfaction
(penciuman) dan gustation (pencecapan) sling berkaitan, sebagai contoh adalah ketika
manusia makan, penciuman dan pencecapan bekerja secara serempak. Molekul-molekul
makanan
membangkitkan
reseptor-reseptor
penciuman
dan
pencecapan
dana
menghasilkan sebuah kesan sensori terintegrasi yang disebut flavor (rasa).
Pada manusia, peran adaptif utama indra kimiawi adalah pengenalan rasa. Akan
tetapi, di banyak spesies lainnya, indra kimiawi juga berperan signifikan dalam meregulasi
interaksi social. Para anggota banyak spesies melepaskan pheromones (feromon) bahan
kimia yang mempengaruhi fisiologi dan perilaku conspecifics (anggota lain dari spesies yang
sama).
Sistem Olfaktori
Reseptor-reseptor olfaktori berlokasi dibagian atas hidung, melekat pada lapisan
jaringan tertutup lendir yang sering disebut dengan olfactory mucosa (mukosa olfaktori).
Dendrit-dendrit mereka berlokasi di saluran-saluran nasal dan akson-aksonnya melalui
sebuah bagian porus di tulang tengkorak (cribriform plate) dan memasuki olfactory bulbs
(bulbus olfaktori), yang bersinapsis pada neuron-neuron yang berproyeksi melalui traktus
alfaktori ke otak.
Sistem Gustatori
Reseptor-reseptor pencecapan ditemukan di atas lidah dan di berbagai bagian
rongga mulut. Mereka tampak dalam bentuk klaster yang terdiri atas sekitar 50 reseptor
2016
8
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang disebut taste buds. Taste buds berlokasi di sekitar protoberance kecil yang disebut
paplillae (bentuk tunggalnya adalah papilla). Reseptor-reseptor pencecapan tidak memiliki
akson-aksonnya sendiri. Setiap neuron yang membawa impuls dari sebuah taste bud
menerima input dari banyak reseptor.
Ada 4 pencecapan primer yaitu manis, asam, pahit dan asin. Empat macam reseptor
pencecapan, satu untuk setiap rasa primer. Reseptor untuk rasa apapun diasumsikan
sebagai produk dari jumlah relatif aktivitas yang dihasilkan di keempat macam reseptor
tersebut. Gambar dibawah ini menerangkan rasa pada bagian lidah.
Kerusakan Otak dan Indera-Indera Kimiawi
Ketidakmampuan untuk mencium disebut anosmia.
Ketidakmampuan untuk mencecap disebut ageusia.
Penyebab neurologis paling lazim anosmia adalah pukulan di kepala yang
menyebabkan displacement (pemidahan) otak dalam tengkorak dan memotong saraf-saraf
olfaktori yang berjalan melalui cribiform plate (pelat sribriform).
Atensi Selektif
Selektif attention (atensi/perhatian selektif) adalah proses mempersepsi secara sadar
sejumlah kecil subset dari banyak stimuli yang membangkitkan organ-organ sensori pada
suatu saat dan mengabaikan sisanya.
Dua ciri-ciri dari atensi selektif:
1.
Meningkatkan persepsi terhadap stimuli yang menjadi fokusnya
2.
Menginterferensi persepsi stimuli yang tidak menjadi fokusnya
2016
9
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Contohnya, jika anda memfokuskan perhatian pada pengumuman yang terdengar
penting di bandara yang bising, peluang anda untuk memahaminya meningkat; tetapi
peluang anda untuk memahami komentar simultan dari sesama penumpang menjadi
berkurang.
Sebuah gangguan atensi disebut dengan simultanagnosia.
2016
10
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Pinel, John P.J. (2009). Biopsikologi 7th ed. (terjemahan). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Catatan :
Materi telah dipinjam dan memberikan pembaca informasi yang diperlukan untuk
mendapatkan sumber materinya.
2016
11
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download