manajemen keuangan ii

advertisement
MANAJEMEN KEUANGAN II
EKSPANSI
Disusun Oleh :
➢ Hasanar Rasyid
(5130015004)
➢ Dian Santana
(5130015011)
➢ Rosa Inayah
(5130015026)
➢ Zahratul Maqiyah
(5130015034)
➢ Anjar Dwi Lestari
(5130015014)
➢ Rimatul Jihan
(5130015043)
Dosen Pembimbing :
Ninnasi Muttaqin, S.MB., M.SM.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS NAHDLATUL KULAMA SURABAYA
TAHUN 2017
PEMBAHASAN
PEMBIAYAAN SAHAM BIASA
Pengertian Ekspansi
Ekspansi adalah aktivitas memperbesar atau memperluas usaha yang ditandai dengan penciptaan
pasar baru, perluasan fasilitas, perekrutan pegawai, dan lain-lain. Ekspansi dapat juga diartikan sebagai
peningkatan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha. Perluasan atau ekspansi bisnis diperlukan
oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan
keuntungan atau profit perusahaan.
Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni:
1. Merger atau Penggabungan
Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang
terpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap
mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang
dimilikinya. Jenis-jenis merger:
a. Vertical merger
Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh:
Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.
b. Horizontal merger
Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di level operasi yang sama. Contoh:
pabrik komputer bergabung dengan pabrik komputer.
c. Merger Konglomerasi
Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk
meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis. Contoh: perusahaan
pengobatan alternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.
2. Akuisisi
Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok
investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan
produk akan diserap oleh pasar. Contoh: Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola,
dan lain-lain.
3. Hostile Take Over atau Pengambil Alihan Secara Paksa
Hostile take over adalah suatu tindakan akuisisi yang dilakukan secara paksa yang biasanya
dilakukan dengan cara membuka penawaran atas saham perusahaan yang ingin dikuasai di pasar
modal dengan harga di atas harga pasar. Pengambil alihan secara paksa biasanya diikuti oleh
pemecatan karyawan dan manajer untuk diganti orang baru untuk melakukan efisiensi pada
operasional perusahaan.
4. Leverage Buyout
Leverage buy out adalah teknik pengusaan perusahaan dengan metode pinjaman atau utang
yang digunakan pihak manajemen untuk membeli perusahaan lain. Terkadang suatu perusahaan
target dapat dimiliki tanpa modal awal yang besar.
2.2. Motif Ekspansi
Berkembangnya atau makin besarnya perusahaan selalu menyangkut masalah pembelanjaan.
Perusahaan yang mengadakan ekspansi selalu membutuhkan tambahan modal. Kebutuhan modal untuk
keperluan ekspansi adalah berangsur-angsur semakin besar, karena sifat ekspansi perusahaan yang
dilakukan secara lambat dan berangsur-angsur.
Pada tingkat ekspansi ini hanya dibutuhkan tambahan modal kerja, karena perusahaan bekerja
dengan kapasitas produksi yang tersedia. Tetapi kemudian perusahaan harus menambah alat-alat produksi
tahan lama, mengadakan modernisasi dari pabrik yang lama, atau membangun pabrik baru, maka
kebutuhan modalnya akan bertambah dengan melonjak. Pada tingkat ekspansi ini selain dibutuhkan
tambahan modal kerja adalah juga tambahan modal tetap. Pengertian ekspansi menurut Bambang Riyanto,
menerangkan bahwa ekspansi dimaksudkan sebagai perluasan modal, baik perluasan modal kerja saja,
atau modal kerja dan modal tetap, yang digunakan secara tetap dan terus-menerus di dalam perusahaan.
Kemudian pendapat di atas menerangkan pula bahwa motif dilakukan ekspansi adalah motif
ekonomi dan motif psikologis. Mengenai kedua motif tersebut diuraikan sebagai berikut :
1.
Motif Ekonomi
Apabila ekspansi suatu perusahaan didasarkan pada pertimbangan untuk memperbesar atau
menstabilisir laba yang diperoleh. Hal ini terjadi misalnya karena semakin besarnya
permintaan terhadap produk atau jasa yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Makin luasnya
pasar bagi produksinya untuk mengimbangi tambahan permintaan atau tambahan luasnya
pasar bagi produknya. Makin besarnya jumlah produksi yang dapat dijual, berarti semakin
besar kemungkinan untuk mendapatkan laba yang lebih besar, dengan demikian setiap
pimpinan perusahaan mempunyai harapan dan keinginan untuk dapat selalu mengembangkan
dan meluaskan perusahaannya.
2.
Motif Psikologis
Yaitu ekspansi yang didasarkan pada “personal ambition” dari pemilik atau pimpinan
perusahaan untuk memperoleh prestige dan kekuasaan yang lebih besar.
Dengan demikian bahwa ekspansi merupakan suatu bentuk perluasan usaha baik dalam
meningkatkan komponen aktiva lancar, aktiva tetap atau lainnya guna sebagai motif yang
meningkatkan nilai ekonomi maupun personal ambition dari pimpinan perusahaan untuk
mencapai tujuan.
2.3.Arah Ekspansi Bisnis
Adapun hal yang ingin didapatkan setelah melakukan ekspansi bisnis diantaranya:
Pertama, pertumbuhan atau diversifikasi. Perusahaan yang menginginkan
pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha dapat
melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk
baru. Selain itu, dengan melakukan ekspansi bisnis, seperti merger atau akuisisi,
perusahaan Anda dapat mengurangi pesaing. Setelah pesaing berkurang, Anda dapat
lebih fokus menjalankan bisnis Anda.
Kedua, sinergi. Sinergi yang baik antara Anda dan perusahaan merger akan
menghasilkan tingkat skala ekonomi. Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan
biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan
perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan
merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan
dapat dihilangkan. Dengan kerja sama yang bagus dan komitmen, Anda dapat
melanjutkan bisnis dengan lebih percaya diri.
Ketiga, peningkatan dana. Anda dapat bergabung dengan perusahaan yang
memiliki likuiditas tinggi sehingga daya pinjam perusahaan Anda meningkat sementara
kewajiban keuangan menurun.
Keempat, menambah keterampilan manajemen atau teknologi. Dengan
berekspansi, Anda dapat menambah keterampilan manajemen perusahaan atau teknologi
dari perusahaan merger Anda. Hal ini juga berlaku terhadap para karyawan Anda
sehingga produktivitas kerja meningkat.
Kelima, pertimbangan pajak. Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai
lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang
memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang
menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini, perusahaan yang
mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan
mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi.
Bagaimanapun, merger tidak hanya karena keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari
tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.
Keenam, meningkatkan likuiditas pemilik. Merger antar perusahaan
memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih
besar, pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih
likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.
Ketujuh, melindungi diri dari pengambilalihan. Hal ini terjadi ketika sebuah
perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm
mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan utang. Karena
beban utang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh
bidding firm yang berminat.
2.4. Bentuk Kerja Sama dan Ekspansi Bisnis
Bentuk kerja sama bisnis merupakan aspek lain dalam pengembangan organisasi yang melakukan
kerja sama untuk mendapatkan tujuan tertentu. Sedangkan ekspansi bisnis merupakan bentuk
pengembangan organisasi untuk mendapatkan tujuan tertentu. Ekspansi bisnis adalah ekspansi yang
dijalankan tanpa mengakibatkan perubahan struktur modal. Dalam bentuk ekspansi ini perusahaan tidak
menambah alat-alat produksi tahan lama, tetapi hanya menambah modal kerja saja dengan menggunakan
kapasitas produsi yang tersedia di dalam perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan tidak menambah aktiva
tetap, maka tidaklah dibutuhkan tambahan modal jangka panjang sehingga tidak mengakibatkan
perubahan struktur modalnya. Kebutuhan modal untuk keperluan ekspansi ini adalah berangur-angsur
semakin besar, sehingga bentuk ekspansi ini sering pula disebut ekspansi yang berangsur-angsur.
Bentuk kerja sama dan ekspansi bisnis yang dapat dilakukan suatu organisasi, antara lain sebagai berikut:
1.
Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional atau Multi National Corporation (MNC) adalah perusahaan besar yang
mengembangkan anak perusahaannya di berbagai negara lain. Ciri khas dari perusahaan ini adalah di
setiap negara perusahaan-perusahaan tersebut memiliki bentuk sebagai Perseroan Terbatas, akan tetapi
kepemilikan sahamnya hampir seluruhnya dimiliki oleh perusahaan induk. Selain itu, saham dari
perusahaan ini tidak dijual di pasar modal lokal sehingga kebijakan operasi perusahaan ditentukan oleh
perusahaan induk.
Perusahaan multinasional semakin besar peranannya dalam berbagainegara sejak perang dunia II.
Awalnya MNC berasal dari AS yang mengembangkan usahanya ke Eropa dan Jepang, dan Australia serta
New Zealand. Sejak era 1960, MNC bukan saja dimonopoli oleh AS, tetapi juga dari Jepang dan Eropa,
serta mulai mengembangkan usaha ke negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. MNC merupakan
salah satu pendorong utama pertukaran budaya dan percepatan globalisasi.
2.
Join Venture
Join Venture merupakan dua atau beberapa perusahaan yang sepakat untuk mendirikan suatu perusahaan
baru dengan kepemilikan bersama sebagai perusahaan patungan. Biasanya perusahaan-perusahaan
tersebut akan menentukan besarnya modal yang akan ditanamkan oleh masing-masing pihak, di mana
besaran komposisi modal ini menentukan besarnya kendali masing-masing perusahaan pada perusahaan
patungan yang baru dibentuk ini. Usaha untuk melakukan kerja sama tersebut dapat merupakan usaha
yang permanen ataupun yang bersifat sementara. Usaha bersama yang bersifat permanen biasanya berlaku
di antara dua perusahaan yang berada di dua negara berbeda.
3.
Akuisisi/Pengambilalihan
Pengambilan adalah suatu tindakan perusahaan yang membeli perusahaan lain dengan cara membeli
saham perusahaan tersebut. Dengan memiliki sebagian besar saham dalam perusahaan lain tersebut maka
pengambilan ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan cara membayar saham perusahaan
yang dibeli secara tunai atau saham yang dibeli dibayar dengan saham yang berasal dari perusahaan yang
melakukan pengambilalihan. Kedua, setelah pengambilalihan, perusahaan yang dibeli akan tetap
beroperasi secara terpisah dari perusahaan yang melakukan pengambilalihan.
Terdapat dua faktor yang mendorong tindakan akuisisi. Faktor pertama, adalah keinginan untuk
memperbesar liputan bidang usaha sehingga kedudukan perusahaan menjadi semakin kokoh. Faktor
kedua, untuk mempertinggi efisiensi operasi kegiatan usaha. Apabila didasarkan pada tujuan seperti ini
maka terlihat bahwa kedua perusahaan, baik yang mengambil alih maupun yang diambil alih terikat
sangat erat satu sama lainnya.
4.
Employee Stock Ownership Plan (ESOP)
ESOP merupakan kesepakatan yang terjadi di mana suatu perusahaan menyediakan bagian dari sahamnya
untuk didistribusikan kepada karyawannya. Saat ini terdapat beberapa kecenderungan di mana terdapat
perusahaan besar yang menyediakan proporsi sahamnya untuk dibeli oleh karyawan mereka sendiri.
Karyawan secara berkala menerima kepemilikan, biasanya berdasarkan pertimbangan senioritas.
Keuntungan dari pendekatan kesepakatan ini adalah dapat menjamin stabilitas dan keloyalan karyawan.
5.
Privatisasi
Di mana pemerintah menjual perusahaan-perusahaan milik negara kepada pihak swasta. Langkah ini
banyak dilakukan di negara-negara maju, dan sejak era 1990-an mulai ditiru oleh negara-negara
berkembang. Tindakan ini selaras dengan perombakan sistem ekonomi dunia yang mengarah pada sistem
pasar bebas dan bertujuan untuk mendorong globalisasi.
Berdasarkan garis besarnya langkah privatisasi dapat dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu sebagai
berikut.
a.
Perusahaan menjadi sepenuhnya milik swasta, artinya pemerintah menjual seluruh sahamnya.
b.
Pemerintah menjual sebagian sahamnya dan sebagian lagi yang merupakan porsi terbesar tetap
dimiliki oleh pemerintah.
Nasionalisasi merupakan langkah sebaliknya dari privatisasi. Nasionalisasi adalah tindakan pemerintah
suatu negara untuk mengambil alih beberapa perusahaan milik swasta. Contoh dari tindakan ini adalah
ketika pemerintah komunis di Rusia menasionalisasikan semua perusahaan swasta menjadi milik
pemerintah. Nasionalisasi dapat juga diberlakukan kepada perusahaan milik asing yang beroperasi di
suatu negara. Contohnya, ketika pemerintah Indonesia pada era tahun 1950-an melakukan
pengambilalihan kepemilikan perusahaan-perusahaan swasta milik Belanda dan beberapa perusahaan
milik asing lainnya.
5. Investasi Langsung (Direct Investment)
Investasi langsung berarti membeli atau mendirikan aset yang berwujud (tangible assets) di negara
lain. Investasi langsung biasanya dapat berupa pendirian kantor-kantor cabang, pembukaan pabrik
manufaktur yang melibatkan unit penelitian dan pengembangan.
Kebalikan dari investasi adalah divestasi, yaitu tindakan untuk menjual salah satu bidang operasi
perusahaan atau menjual salah satu unit usaha yang dimiliki perusahaan induk. Apabila suatu industri di
pembuatan kendaraan memutuskan tidak lagi menghasilkan kendaraan besar untuk umum dan menjual
unit yang menghasilkan produk ini maka langkah ini merupakan langkah divestasi. Beberapa perusahaan
di Indonesia yang melakukan divestasi, misalnya PT Astra International yang menjual Bank Permata
kepada Bank Mandiri pada tahun 2005.
7.
Franchising
Franchising adalah tindakan memberikan hak kepada seseorang atau suatu perusahaan untuk beroperasi
dan melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oleh perusahaan yang mengeluarkan franchise ini. Contoh
dari tindakan franchising ini, misalnya bisnis, seperti McDonald’s dan KFC. Di Indonesia bentuk usaha
seperti itu cukup banyak. Ini merupakan bentuk paling mudah dari pengembangan bisnis. Selain mudah
Franchise juga biasanya telah memilikisistem yang telah teruji dan para Franchisee (pihak yang
mendapatkan hak franchise) tinggal menerapkannya. Contoh franchise lokal yang sukses adalah Papa
Rons Pizza dan Rumah Makan Sederhana.
8.
Pemberian Lisensi (Licensing)
Selain franchising dikenal pula kerja sama yang mirip, namun dalam bentuk lisensi, yaitu penggunaan
suatu brand/merek produk yang telah terkenal dengan cara membeli hak penggunaan merek dari
organisasi atau individu yang memilikinya. Misalnya, perusahaan-perusahaan di luar negeri memasarkan
produk-produk mereka pada pasar tersebut. Perbedaan yang tampak menonjol dari lisensi dan franchise,
yaitu pada lisensi pemegang lisensi hanya membeli merek dan produk, tetapi belum tentu beroperasi dan
melakukan kegiatan, seperti perusahaan yang mengeluarkan franchise. Contoh pemberian lisensi antara
lain salah satu pengusaha terkenal di Indonesia memiliki hak eksklusif atas merek mobil Roll Royce, yaitu
dalam pemasarannya di Indonesia.
2.5. Merger dan Akuisisi
Pengertian Merger dan Akuisisi: Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana
perusahaan yang memerger mengambil/membeli semua aset dan kewajiban perusahaan yang dimerger,
dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang dimerger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di
perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Definisi merger yang lain yaitu sebagai
penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli
akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun
kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti
beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640).
Akuisisi adalah pengambilalihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset
perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).
DASAR PENILAIAN MERGER SECARA POTENSIAL
Didalam melakikan penilaian terhadap merger yang potensial, finansial manajer korporasi haris
mempertimbangkan pengaruh merger atas performa korporasi melalui hal-hal berikut ini.
·
Earning per share
·
Dividends pershare
·
Market price pershare
·
Resiko
Jenis-jenis Merger dan Akusisi
Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu:
a.
Merger
Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang
saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm
dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan
menjadi bagian dari bidding firm.
b.
Konsolidasi
Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua belah pihak
menerima saham baru di perusahaan ini.
c.
Tender offer
Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan
manajemen target firm, dan disebut tender offer karena merupakan hostile takeover. Target firm akan tetap
bertahan selama tetap ada penolakan terhadap penawaran. Banyak tender offer yang kemudian berubah
menjadi merger karena bidding firm berhasil mengambil alih kontrol target firm.
d. Acquisistion of assets
Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target firm. (p.
835).
Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut Ross, Westerfield, dan Jaffe 2002. Menurut mereka hanya
ada tiga cara untuk melakukan akuisisi, yaitu :
➢ Merger atau konsolidasi
Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain. Bidding firm tetap berdiri dengan
identitas dan namanya, dan memperoleh semua aset dan kewajiban milik target firm. Setelah merger target
firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm. Konsolidasi sama dengan merger kecuali
terbentuknya perusahaan baru. Kedua perusahaan sama-sama menghilangkan keberadaan perusahaan
secara hukum dan menjadi bagian dari perusahaan baru itu, dan antara perusahaan yang dimerger atau
yang memerger tidak dibedakan.
➢ Acquisition of stock
Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan, dapat dengan cara membeli
secara tunai, saham, atau surat berharga lain. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan mengajukan
penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain, dan pada beberapa kasus, penawaran
diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual. Hal ini dapat disesuaikan dengan
melakukan tender offer. Tender offer adalah penawaran kepada publik untuk membeli saham target firm,
diajukan dari sebuah perusahaan langsung kepada pemilik perusahaan lain.
➢ Acquisition of assets
Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli semua asetnya. Pada jenis ini,
dibutuhkan suara pemegang saham target firm sehingga tidak terdapat halangan dari pemegang saham
minoritas, seperti yang terdapat pada acquisition of stock (p.817-818).
Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger atau akuisisi dapat dibedakan :
a.
Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri yang
sama bergabung.
b. Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau customernya.
c. Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam garis bisnis
yang sama dengan supplier atau customernya. Keuntungannya adalah perusahaan dapat menggunakan
penjualan dan distribusi yang sama.
d. Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan merger.
Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. (Gitman, 2003, p.717).
Kelebihan dan Kekurangan Merger
·
Kelebihan Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan yang lain
(Harianto dan Sudomo, 2001, p.641)
·
Kekurangan Merger
Dibandingkan akuisisi, merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu harus ada persetujuan dari para
pemegang saham masing-masing perusahaan, sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut
diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)
Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi
·
Kelebihan Akuisisi
Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut:
a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika
pemegang saham tidak menyukai tawaran bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak
menjual kepada pihak bidding firm.
b. Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham
perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen
perusahaan.
c.
Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat
digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover).
d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang
saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika
mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644).
·
Kekurangan Akuisisi
Kerugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut :
a. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka
akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga
(sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.
c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama sehingga
menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643
DAFTAR PUSTAKA
http://bahasaformal.blogspot.com/2012/08/pengertian-ekspansi.html
http://eprints.uny.ac.id/8656/2/BAB%201%20-08408144009.pdf
http://evianthyblog.blogspot.com/2012/10/mergerkonsolidasi-perusahaan-lippo-bank.html
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/merger-dan-akuisisi-pengertian-jenis.html?m=1
http://maindakon.blogspot.com/2012/06/merger-perusahaan-cimb-niaga-merger.html
http://mdr-manajemen.blogspot.com/2013/10/bentuk-kerja-sama-dan-ekspansi-bisnis.html?m=1
http://ovtakecesayangibu.blogspot.com/2013/06/akuisisi-pt-aqua-golden-mississippi.html
http://sriyhulandari19.wordpress.com/2012/10/15/jenis-jenis-ekspansi-bisnis-2/
http://syifa-ilmu.blogspot.com/2010/11/pengertian-ekspansi-bisnis.html
http://ubanzholic.blogspot.com/2009/12/motif-melakukan-merger-dan-akuisisi.html
Download