10_TI UM JADI-edited - Teknik Elektro – UM

advertisement
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
PERANAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN
YANG EFEKTIF
Oleh: Aly Imron
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang
Abstract
Metode pembelajaran seringkali belum dimaksimalkan penggunaannya. Tujuan teknologi
komunikasi dan informasi ialah untuk meningkatkan hasil yang maksimal dan efektif. Metode yang
digunakan untuk pembelajaran yang efektif adalah pemanfaatan produk teknologi informasi dan
komunikasi yang meliputi audio, radio, internet dan bagian-bagiannya. Hasilnya menunjukkan
bahwa teknologi dan informasi dapat menjadikan proses pembelajaran semakin efektif dan
menarik karena kecepatan mengakses informasi
The use of teaching methodology is not maximized yet. The objective of information and
communication methodology is to increase the effective product. The method used in effective
learning is the utilization of product of information and communication technology covering the
audiovisual, radio, and internet in part. The product shows that the information and communication
technology can make the teaching and learning effective and interesting because of its speedy to
access information
seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan
sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak
hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi
juga dilakukan dengan menggunakan media-media
tersebut.
(http://ventidanokarsa.blogspot.com).
Marilah disimak beberapa uraian berikut ini:
Teknologi informasi memegang peranan
penting dalam upaya mencerdaskan dunia
pendidikan.anak bangsa. Tidak bisa kita pungkiri
bahwa
teknologi
informasi
terus
menerus
berkembang
seiring
dengan
perkembangan
teknologi itu sendiri. Sebagai konsekwensinya
teknologi ini merambah pada bidang pendidikan.
Kehadiran radio dan televise, misalnya, dulu
dianggap sangat besar jasanya untuk meningkatkan
kederdasan masyarakat bangsa, namun seiring
dengan berjalannya waktu, teknologi ini tergeser
oleh peranan teknologi informasi yang lainnya. Dari
kedua contoh diatas tentu penggunaan teknogi juga
akan memberikan dampak positif maupun negative
yang luar biasa terhadap peningkatan hasil yang
diperoleh selama proses pembelajaran dalam dunia
pendidikan. Hasil dari penggunaan teknologi ini
yang perlu disosialisakan supaya memberikan
pemahaman yang baik guna untuk diteruskan dan
dikembangkan sehingga menjadi sebuah kebutuhan
yang tak terelakkan. Pada sisi lain, hasil yang
negative bisa dihindari dan dibentengi baik secara
moral maupun perbuatan yang jauh menyimpang
dari sebuah makna yang lebih besar yakni hasil
pembelajaran yang berupa pendidikan.
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh
terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses
pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan
berkembangnya penggunaan TIK ada lima
pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1)
dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke
di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line”
atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan
kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan
dengan menggunakan media-media komunikasi
Pembelajaran Melalui Audio
Baik Audio maupun Radio, bagian dari
teknologi komunikasi dan informasi, dua-duanya
merupakan media pembelajaran yang berbasis
suara atau bunyi. Audio berasal dari kata audible,
yang artinya suara yang dapat didengarkan secara
wajar
oleh
telinga
manusia.
Kemampuan
mendengar telinga manusia berada pada daerah
frekuensi antara 20 sampai dengan 20.000 Hertz. Di
luar
itu,
manusia
tidak
mampu
lagi
mendengarkannya. Ketika temannya sedang
menyanyi dan membaca puisi, mereka bisa
mendengarkannya dengan baik, karena frekuensi
suara yang dikeluarkan oleh kedua temannya
tersebut masih berada pada daerah frekuensi antara
20 hingga 20.000 hertz. Sebailknya ketika melihat
sekawanan semut yang sedang berjalan mereka
tentu tidak bisa mendengarkan suara apa-apa,
padahal sebenarnya gerakan semut tersebut juga
mengeluarkan bunyi, hanya saja frekuensi bunyi
yang dikeluarkannya di bawah 20 hertz, sehingga
telinga kita tidak mampu mendengarkannya.
Demikian pula ketika diminta untuk mendengarkan
bunyi gerakan evolusi maupun revolusi bumi, telinga
kita juga tidak mampu mendengarkannya, hal ini
karena frekuensi suara yang dikeluarkannya
melebihi 20.000 hertz, sehingga kita tidak mampu
untuk menangkap bunyi dari gerakan bumi yang kita
tempati ini. Kaitannya
Audio sebagai media
pembelajaran, adalah suara-suara ataupun bunyi
B2-40
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
yang berkaitan dengan materi pembelajaran
direkam dengan menggunakan alat perekam suara,
kemudian hasil perekaman tersebut diperdengarkan
kembali kepada peserta didik dengan menggunakan
sebuah alat pemutarnya. Alat pemutar ini bisa
berupa radio tape, CD player, DVD Player, Ipod dan
lain-lain. (Waldopo, 2008).
PEMBELAJARAN VIA AUDIO
Yes, Sir!!!!
Mahasiswa
Dosen
Radio
B2-41
Media Radio
Ada beberapa kelebihan media radio antara
lain daya jangkauannya yang begitu luas hingga
mampu menembus seluruh pelosok tanah air.
Begitu dipancarkan, maka dalam waktu yang
bersamaan beribu-ribu bahkan berjuta-juta peserta
didik dapat memanfaatkannya sebagai sumber
belajar. Tidak seperti televisi, gelombang radio
mampu mengatasi hambatan yang berupa gunung,
pepohonan maupun tembok bangunan. Meskipun
terhalang gunung, tembok atau pepohonan jenis
gelombang radio tertentu dapat menembusnya,
sehingga siaran radio dapat dinikmati oleh peserta
didik yang tinggal di pelosok-pelosok sekalipun.
Harganya relatif murah sehingga pesawat radio
telah dimiliki oleh hampir setiap keluarga di
Indonesia. Jika di suatu daerah tidak ada saluran
listrik, maka ia bisa dioperasikan dengan batteray
yang harganya relatif terjangkau dan mudah
didapat. Karena sifatnya yang komunikatif, maka jika
didengarkan sendirian siaran radio laksana bisa
menjadi teman. Namun demikian perlu diingat
bahwa media radio merupakan media searah yang
mana bila ada hal-hal yang kurang jelas, maka
peserta didik tidak bisa bertanya, berdialog ataupun
berdiskusi dengan pendidiknya. Padahal dalam
kegiatan pembelajaran proses komunikasi harus
berlangsung dua arah. Oleh karena itu untuk
mengatasi kelemahan ini, secara periodik harus
diprogramkan adanya acara siaran jumpa pendidik
dengan peserta didiknya. Acara ini bisa dilakukan
melalui acara siaran jumpa pendidik dan peserta
didiknya. Komentar-komentar ataupun pertanyaanpertanyaan dapat disampaikan melalui telefon, email, SMS, surat menyurat atau bisa juga melalui
jumpa langsung dengan pendidik di tempat-tempat
yang telah ditentukan guna mendiskusikan
kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam memahami
materi pembelajaran yang disampaikan melalui
siaran.
Media Audio
Pada uraian sebelumnya telah dikemukakan
tentang manfaat (sisi positif) dari media audio.
Sebagaimana media Radio, media audio juga
merupakan media pembelajaran yang sifatnya
searah, sehingga jika ada sesuatu yang kurang jelas
peserta didik tidak bisa langsung bertanya. Namun
demikian, karena sifatnya rekaman, maka jika ada
sesuatu yang kurang jelas peserta didik dapat
memutarnya kembali secara berulang-ulang di mana
saja dan kapan saja, sampai akhirnya peserta didik
dapat memperoleh kejelasan tentang materi yang
sedang
mereka
pelajari.
Untuk
mengatasi
kelemahan ini maka perlu diperhatikan beberapa hal
sebagai berikut:
- Materi yang ada di progam audio maupun radio
hendaknya mampu memotivasi agar peserta
didik tertarik untuk mendengarkannya sampai
selesai. Sehubungan dengan hal ini unsur
menghibur perlu diperhatikan tentunya, agar
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
-
peserta didik tidak bosan dan senang
mendengarkannya sampai program selesai.
Adanya jadwal atau acara tatap muka. yaitu
pertemuan antara pendidik dengan peserta
didiknya guna mendiskusikan berbagai kesulitan
yang ditemui dalam mempelajari materi
pembelajaran yang dikemas dalam media audio.
Contoh pemberian tugas pembelajaran dengan
media audio :
Jika memungkinkan putarkan kepada siswa
program-program
audio
pembelajaran
yang
disimpan dalam berbagai bentuk file audio misalnya
piringan hitam, kaset, CD/DVD, MP3, USB (flash)
dan lain-lain. Setelah itu mintalah mereka untuk
menuliskan berbagai bentuk penyimpanan file Audio
berikut alat pemutarnya yang mereka ketahui pada
pada kertas lembar 1.
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
•
•
__________________________________________
_______________________
Sebagaimana biasa setelah selesai menuliskan
pendapatnya mereka diminta saling tukar-menukar
dengan
pendapat
teman-temannya
untuk
didiskusikan. Hasil diskusinya dituliskan pada kertas
lembar 2.
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
Sekarang mintalah siswa untuk mencocokkan hasil
diskusi dengan uraian berikut ini:
Berbagai jenis alat penyimpanan file audio
antara lain piringan hitam, kaset, CD, DVD,
Audio Digital (MP3, WAV), dan lain-lain.
• Piringan Hitam (PH).
Alat penyimpan file audio (modern) yang
pertama ditemukan adalah Piringan Hitam.
Ia memiliki pena bergetar yang berfungsi
untuk menghasilkan bunyi/suara dari
sebuah disc. Alat yang diperlukan untuk
memutar
piringan
hitam
adalah
Gramophone.
• Kaset
Kaset, adalah alat penyimpan file audio
yang berbentuk pita kaset. Setiap pita kaset
mampu menyimpan file audio yang
berdurasi sekitar 1 jam di setiap sisinya.
Kualitas suaranya cukup baik. Penurunan
•
B2-42
kualitas suara dapat terjadi jika pita kaset
rusak, jamuran, kotor dan lain-lain. Alat
untuk memutar kaset bisa berupa radio
tape, tape deck atau bisa juga diputar
dengan menggunakan walkman.
CD dan DVD
CD atau Compact Disc dan juga DVD atau
Digital Compact Disc adalah sebuah media
penyimpanan file audio yang dibuat untuk
merampingkan sistem penyimpanannya.
Selain
ramping,
keduanya
memiliki
kemampuan menyimpan file yang lebih
banyak jika dibandingkan dengan pita kaset.
Kualitas suara yang dihasilkan juga lebih
bagus. Kualitas suara akan menurun atau
bahkan hilang jika permukaan disc tergores,
kotor, berjamur atau mengalami kerusakan
lainnya.
Alat yang diperlukan untuk
memutar CD atau DVD audio adalah CD
player dan atau DVD Player.
(MP3)
MP3 merupakan salah satu bentuk (format)
penyimpanan file audio digital yang
dianggap popular saat iini. Disamping
ukuran filenya yang lebih kecil, MP3 juga
memberikan kualitas suara yang lebih
bagus jika dibandingkan dengan CD audio.
Alat untuk memutar MP3 adalah MP3
player. Selain itu MP3 juga bisa diputar
dengan iPod. iPod adalah salah satu merk
dari serangkaian alat pemutar media digital
yang
dirancang,
dikembangkan
dan
dipasarkan oleh Apple Computer.
Audio Digital (WAV)
WAV
atau Waveform audio format,
merupakan salah satu format penyimpanan
file
audio
yang
dirancang
dan
dikembangkan oleh microsoft dan IBM.
Perangkat yang diperlukan untuk memutar
WAV salah satunya adalah iPod.. iPod
merupakan salah satu merk sebuah alat
pemutar WAV yang dikeluarkan oleh Aplle
Computer . Microsoft juga mengeluarkan
produk sejenis yang bisa digunakan untuk
memutar WAV maupun MP3, dengan merk
Zune.
Seiring dengan perkembangan ICT yang
begitu pesat, maka dalam dunia siaran radio muncul
siaran radio yang berbasis internet. Model tersebut
dikenal dengan nama Radio Streaming. Melalui
Komputer atau Handphone putarkan kepada siswa
salah satu siaran radio yang bisa diakses melalui
internet
atau audio streaming, sementara itu
mintalah siswa untuk menyimaknya. Selanjutnya
mintalah siswa untuk menuliskan berbagai hal yang
mereka ketahui tentang radio streaming
pada
kertas lembar 3.
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
Sebagaimana biasa setelah selesai menuliskan
informasinya mereka diminta untuk saling tukarmenukar dengan pendapat teman-temannya untuk
didiskusikan. Hasil diskusinya dituliskan pada kertas
lembar 4.
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
______________________________________
___________________________
Radio dan Audio Streaming
Seiring dengan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi (ICT) yang berbasis radio,
disamping siaran radio yang sifatnya konvensional
seperti yang selama ini kita kenal dan kita
dengarkan sehari-hari,
kini berkembang radio
maupun audio streaming. Kalau dalam radio
konvensional materi pembelajaran dipancarkan
melalui stasiun pemancar radio dan kita tangkap
dengan menggunakan pesawat radio, maka dalam
radio streaming materi pembelajaran ditembakkan
ke dunia maya (internet). Melalui internet inilah
materi pembelajaran dipancarkan ke seluruh
belahan dunia. Melalui radio streaming kita dapat
mendengarkan materi siaran secara langsung (live)
dengan mengaksesnya via internet. Untuk
menangkap materi siaran
radio streaming
diperlukan peralatan Komputer. Selain melalui
komputer Siaran Radio Streaming juga dapat diikuti
dengan menggunakan Handphone (HP) atau bisa
juga diikuti dengan menggunakan Radio Satelit.
Disamping radio streaming, saat ini juga
berkembang audio streaming. (Waldopo, 2008).
Audio streaming Prinsipnya sama dengan radio
streaming.
Dalam
audio
streaming
materi
pembelajaran disimpan di dunia maya (internet).
Alat untuk memutar file audio streaming adalah
Komputer atau Handphone atau Radio Satelit.
Melalui audio streaming, peserta didik dapat
memutar
file
secara
langsung
dan
mendengarkannya tanpa harus mendownloadnya
terlebih dahulu.
Macam-macam audio streaming
ini misalnya Winamp, Real Audio dan Liquid Radio
(http://www.total.or.id/infophp?kk=audo streaming) .
Para operator telefon selular biasanya juga
memberikan layanan audio streaming pada
pelanggannya. Dengan mengirimkan SMS ke nomor
tertentu, maka para pelanggan akan memperoleh
layanan audio streaming, meskipun saat ini
kebanyakan pelanggan memanfaatkannya masih
sebatas untuk mendengarkan musik atau lagu-lagu.
B2-43
internet mengapa diperlukan untuk pembelajaran
adalah Internet telah menggunakan teks, grafik,
video dan juga audio secara bersamaan. Internet
juga dapat menjangkau learners (pembelajar)di
mana saja tanpa memperhatikan tempat dan waktu.
Internet dapat memberikan layanan video walaupun
tidak sebagus videotape, TV ataupun CD-ROM.
Internet dapat berinteraksi secara real time, tapi
tidak sebaik seperti telepon ataupun video
konverensi. Internet dapat memberikan informasi
secara tekstual, tetapi tidak selengkap buku atau
majalah. Tetapi mengapa saat ini Internet sangat
diperlukan?
Jawabannya
karena
Internet
mempunyai beberapa keunggulan dibandingan
media lain. Internet mengkombinasikan kelebihan
dari media lain sehingga penyampaian video dan
suara lebih baik dari buku, lebih interaktif dari
videotape dan seperti halnya CD-ROM, Internet
dapat menghubungkan orang dari berbagai tempat
dengan mudah dan cepat. Keuntungan yang lain,
Internet bukan hanya media penyampai tetapi juga
dapat sebagai content provider. Oleh karena itu
tidak dapat dipungkiri bahwa Internet merupakan
sumber informasi terbesar dan beragam saat ini.
Materi suatu pelajaran merupakan kombinasi dari
beberapa elemen, antara lain: textual materia,
simulation models, exercises, problems, feedback
information, etc.Tiap tipe dari materi tersebut dapat
dijelaskan dan disampaikan dalam beberapa cara.
Hal yang harus diperhatikan dalam penyampaian
suatu materi oleh penyelenggara adalah selengkap
apa materi yang diberikan ke siswa sehingga
menimbulkan respek kepada student terhadap
informasi tersebut dan seberapa jauh materi
tersebut dapat mensupport keinginan siswa untuk
menerima
atau
memahami
instruksi
yang
diharapkan? Menurut Riyana (2009) berikut adalah
beberapa hal yang dapat dilakukan dalam proses
belajar melalui Internet: Information servers
(manual,
buku,
expositions,
bibliographies,
programs, dll.). Distribusi materi pendidikan (texts,
programs),Kurikulum, bimbingan pelajaran dan
latihan dalam bentuk hypertext format, Implementasi
collaborative work (dynamic hypertext, conferencing
system, co-writing),Question & Answering. Dengan
demikian perkembangan teknologi informasi (TI)
sudah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan
masyarakat pada bidang Pendidikan, sehingga
muncul dampak dalam kegiatan belajar dan
mengajar yang dikenal dengan konsep e-Learning
dengan program aplikasi yang berbasis web yang
memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang
kelas” digital untuk mengakses materi-materi
pembelajaran. Dengan menggunakan metode ini,
kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis,
jurnal elektronik dan lain-lain.
Beberapa hal gambaran dan kelebihan
tentang sistem pembelajaran berbasis web, yaitu :
(http://pintar-board.blogspot.com/)
Pembelajaran Melalui Internet
•
Pemanfaatan Internet sebagai Sumber
Belajar sudah sedemikian pesatnya. Karakteristik
100% cocok untuk kelas online dan sama
baiknya dengan belajar tambahan yang
langsung berhadapan dengan dosen/guru.
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
•
Sederhana, ringan, efisien, dan menggunakan
teknologi sederhana.
•
Mudah di install pada banyak program yang bisa
mendukung PHP. Hanya membutuhkan satu
database.
Menampilkan penjelasan dari pelajaran yang
ada dan Pelajaran tersebut dapat dibagi
kedalam beberapa kategori.
Dapat mendukung 1000 lebih pelajaran.
Mempunyai Kemanan yang kokoh. Formulir
pendaftaran untuk pelajar telah diperiksa
validitasnya dan mempunyai cookies yang
terenkripsi.
Paket bahasa disediakan penuh untuk berbagai
bahasa. Bahasa yang tersedia dapat diedit
dengan menggunakan editor yang telah
tersedia. Lebih dari 45 bahasa yang tersedia.
Termasuk Bahasa Indonesia. Mungkin “Bahasa
Indonesia” inilah menjadi kelebihan utamanya
sistem ini.
•
•
•
•
Setelah kita mengetahui banyak hal tentang
internet, guru dapat memberikan layanan tanpa
harus berhadapan langsung dengan siswa.
Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi
dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber
melalui cyber space atau ruang maya dengan
menggunakan komputer atau internet. Hal yang
paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang
disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya,
yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan
menggunakan internet. Istilah lain yang makin
popuper saat ini ialah e-learning yaitu satu model
pembelajaran
dengan
menggunakan
media
teknologi komunikasi dan informasi khususnya
internet. Atau pembelajaran model demikian ini
disebut dengan sistem pembelajaran elektronik atau
e-pembelajaran
(Inggris:
Electronic
learning
disingkat E-learning) yang merupakan cara baru
dalam proses belajar mengajar. E-learning
merupakan dasar dan konsekuensi logis dari
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid,
siswa) tidak perlu duduk dengan manis di ruang
kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang
guru secara langsung. E-learning juga dapat
mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran,
dan tentu saja menghemat biaya yang harus
dikeluarkan oleh sebuah program studi atau
program pendidikan. E-learning merupakan satu
penggunaan teknologi internet dalam penyampaian
pembelajaran
dalam
jangkauan
luas
yang
berlandaskan
tiga
kriteria
yaitu:
(1) E-learning merupakan jaringan dengan
kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan,
mendistribusi dan membagi materi ajar atau
informasi,
(2) Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui
komputer dengan menggunakan teknologi
B2-44
internet yang standar,
(3) Memfokuskan pada pandangan yang paling luas
tentang pembelajaran di balik paradigma
pembelajaran tradisional.(Rosenberg 2001)
Pada saat ini e-learning telah berkembang
dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis
TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI
(Computer Based Instruction), Distance Learning,
Distance Education, CLE (Cybernetic Learning
Environment), Desktop Videoconferencing, ILS
(Integrated Learning System), LCC (LearnerCentered Classroom), Teleconferencing, WBT
(Web-Based Training), dsb
Kelebihan sistem e-learning:
Hal positip yang diperoleh dari e-learning ini
ialah dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan
membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning
mempermudah interaksi antara siswa dengan
bahan/materi, siswa dengan pengajar maupun
sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi informasi
dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap
saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang
demikian itu siswa dapat lebih memantapkan
penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Malahan, dalam e-learning, faktor kehadiran
guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau
bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang
mengambil peran guru adalah komputer dan
panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh
"contents
writer",
designer
e-learning
dan
pemrogram komputer.Dengan adanya e-learning
para pengajar akan lebih mudah :
1. melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar
yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai
dengan
tuntutan
perkembangan
keilmuan yang mutakhir
2. mengembangkan diri atau melakukan penelitian
guna meningkatkan wawasannya
3. mengontrol kegiatan belajar siswa
Lebih lanjut ditambahkan bahwa
hubungan seseorang dengan yang lain dapat
berjalan lancar dengan adanya internet. Jarak
geograpis tidak bisa memisahkan hubungan
kerjasama yang letaknya berjauhan secara fisik.
Dengan adanya internet kondisi semacam ini dapat
dilakukan dengan lebih mudah antar pakar dan juga
dengan mahasiswa. Bandingkan tempo dulu,
seorang mahasiswa, misalnya, ingin berkonsultasi
dengan dosen harus menempuh puluhan kilo atau
puluhan jam untuk menemui seorang pakar untuk
mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini
dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan
email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan
dengan saling tukar menukar data melalui Internet,
via
email,
ataupun
dengan
menggunakan
mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan
apabila seorang mahasiswa dari Papua berdiskusi
masalah
tesisnya
dengan
seorang
pakar
pembimbingnya dengan seorang dosennya di
universitas terkemuka di Jakarta. Mahasiswa
dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar
atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
dunia sekalipun tanpa dibatasi oleh letak geografis.
Demikianlah penggunaan yang canggih saat ini
yang bisa digunakan untuk keperluan proses belajar
mengajar.
Yang membangggakan, sekarang muncul
sebuah aplikasi baru bagi Internet yaitu Virtual
university. Virtual university memiliki karakteristik
yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan
yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan
hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah
orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas?
Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 - 50
orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa
saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual
University ini adalah www.ibuteledukasi.com .
Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya
belum efektif karena teknologi yang masih minim.
Namun diharapkan di masa depan Virtual University
ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal
semisal Video Streaming yang dimasa mendatang
akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta
suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang
diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia
Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk
hadir pada jangka waktu satu dasawarsa kedepan.
Manfaat-manfaat yang disebutkan di atas
sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk
menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang
pendidikan di Indonesia. Untuk memberikan manfaat
yang maksimal dari Internet bagi bidang pendidikan
di Indonesia adalah akses-akses :
1. Perpustakaan;
2. Pakar;
3. Kegiatan kuliah dilakukan secara online;
4. Tersedianya layanan informasi akademik suatu
institusi pendidikan;
5. Tersedianya fasilitas mesin pencari data;
6. Tersedianya fasilitas diskusi;
7. Tersedianya fasilitas direktori alumni dan sekolah;
8. Tersedianya fasilitas kerjasama;
Kelemahan Sistem e-learning:
Kehadiran guru sebagai makhluk hidup
yang dapat berinteraksi secara langsung dengan
para murid telah menghilang dari ruang-ruang
elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri
khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus.
Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri
dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka
sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Sisi lain kelemahan teknologi komunikasi di
internet ini juga sama dengan teknologi lain yang
hadir di muka bumi ini dengan segala dialektikanya.
Selain membawa banyak potensi manfaat,
kehadiran TI juga dapat membawa masalah.
Khususnya Internet, penyebaran informasi yang
tidak mungkin terkendalikan telah membuka akses
terhadap informasi yang tidak bermanfaat dan
merusak moral. Karenanya, penyiapan etika siswa
juga perlu dilakukan. Etika yang terinternalinasi
dalam jiwa siswa adalah firewall terkuat dalam
menghadang
berguna.
B2-45
serangan
informasi
yang
tidak
Internet dan Pengajaran Bahasa
Penggunaan internet dalam pengajaran
bahasa, khususnya bahasa Inggris, sudah
merupakan
kebutuhan
dan
tuntutan
guna
meningkatkan kualitas belajar mengajar. Beberapa
prasyarat misalnya akses computer, koneksi
internet, akun internet, dan alamat email sangat
memerlukan internet dalam pengajaran bahasa.
Penggunaan internet dalam pengajaran bahasa
tidak hanya mencipakan proses belajar mengajar
efektif, tetapi para siswa mendapatkan pengalaman
belajar lebih bermakna dan berguna. Ada lima (5)
alasan kenapa penggunaan internet dapat
mentrarformasi dari sebuah proses belajar mengajar
yang konvensional menjadi sebuah proses belajar
mengajar yang lebih dinamis, bermakna, dan
kontektual:
1. Otentik: sebuah proses belajar mengajar dapat
dikatakan berhasil apabila kontek yang diberikan
berkaitan erat dengan dunianya. Internet merupakan
salah satu sarana yang mempunyai kapasitas untuk
memberikan pembelajar bahasa dengan akses yang
tidak terbatas untuk mendapatkan teks yang otentik.
2. Melekhurup: kecakapan membaca, menulis,
mendengar, berbicara dan presentasi adalah
beberapa kecakapan yang wajib dimiliki oleh siswa
dalam dunia global. Otonomi untuk mendapatkan
materi relevan dan otentik seluas-luasnya akan
memfasilitasi siswa untuk mendapatkan segala
sesuatu tentang pembelajaran guna memperoleh
kecakapan berbahasa.
3. Kekuatan: internet dapat menjadikan motivasi
yang tinggi bagi pembelajar karena internet
berfungsi sebagai media yang fleksibel, berubah
secara tetap, dan sangat berhubungan dengan
dunia nyata.
4. Interaksi: interaksi merupakan aspek terbesar
untuk mendapatkan sebuah bahasa secara otomatis
dan lancar. Internet dapat memberikan kesempatan
bagi para siswa untuk berinteraksi selama 24 jam
dengan penutur asli maupun bukan di seluruh duna.
5. Kewenangan: penguasaan untuk menggunakan
dan mengoperasikan internet menjadikan guru dan
siswa mempunyai kewenangan untuk belajar
sepanjang masa.
Setelah diklasikasi sebagai provider
komunikasi yang tak terbatas, internet digolongkan
pada
asynchronous
computer-mediated
communication, synchronous computer-mediated
communication, and hypertext. Computer-mediated
communication (CMC) adalah sebuah komunikasi
yang terjadi lewat jaringan computer. Asynchronous
CMC merupakan CMC yang tidak memerlukan
orang untuk diajak berkomunikasi di komputer pada
saat yang sama. Tetapi, komunikasi ini ditunda
untuk dibaca di kemudian waktu. Contoh dari
asynchronous CMC adalah email dan bulletin board.
Namun, synchronous CMC mensyaratkan semua
partisipan untuk duduk di komputer pada waktu
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
yang sama. Pesan akan disampaikan secepatnya
pada waktu yang sama sewaktu orang sedang
melakukan komunikasi. Jadi, komunikasi berjalan
dengan lancar. Contoh dari synchronous CMC ialah
chat rooms, online discussion forum, instant
messaging, and videoconferencing. Kategori ke tiga
sebuah komunikasi lewat internet adalah hypertext
dimana internet berisi oleh sebuah tempat
penyimpanan dokumen multimedia.
Electronic (online) merupakan contoh
synchronous dan asynchronous CMS dimana
forum diskusi dilakukan online berisi teks atau
informasi yang dapat disimpan dan siap dibuka
kapanpun juga. Dalam proses belajar dan mengajar
bahasa, forum diskusi electronic (online) sering
digunakan sebagai media interaksi antara guru dan
siswa dimana guru harus menyusun kebutuhan
pembelajaran secara tepat. Disamping itu seorang
guru harus aktif dan tidak mendominasi kegiatan.
Apabila terdapat kesalahan dalam forum diskusi
lewat electronik, pembetulan kesalahan langsung
harus dihindari. Terakhir, apabila menginginkan
penggabungan diskusi elektronik ini, seorang guru
harus bisa menggabungkan dengan aktifitas lainnya
didalam kelas.
Hubungan Guru & Siswa
Di dalam proses belajar-mengajar tentunya
ada subjek dan objek yang berperan secara aktif,
dinamik dan interaktif di dalam ruang belajar, baik di
dalam kelas maupun di luar kelas. Guru & Siswa
sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar
dan proses transfer of knowledge-nya berjalan
menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh
karena itu penataan peran Guru & Siswa di dalam
kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam
pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan
sebaik-baiknya.
Kini di era pendidikan berbasis TIK, peran
Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun
sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor,
pelatih, pengarah dan teman belajar bagi Siswa.
Karenanya Guru dapat memberikan pilihan dan
tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk
mengalami peristiwa belajar. Dengan peran Guru
sebagaimana dimaksud, maka peran Siswa pun
mengalami perubahan, dari partisipan pasif menjadi
partisipan aktif yang banyak menghasilkan dan
berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta
berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana
layaknya seorang ahli. Disisi lain siswa juga dapat
belajar secara individu, sebagaimana halnya juga
kolaboratif dengan siswa lain.
Untuk mendukung proses integrasi TIK di
dalam pembelajaran, maka Manajemen Sekolah,
Guru dan Siswa harus memahami 9 (sembilan)
prinsip integrasi TIK dalam pembelajaran yang
terdiri atas prinsip-prinsip:
1. Aktif: memungkinkan siswa dapat terlibat aktif
oleh adanya proses belajar yang menarik dan
bermakna.
B2-46
2. Konstruktif: memungkinkan siswa dapat
menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan
yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami
makna atau keinginantahuan dan keraguan yang
selama ini ada dalam benaknya.
3. Kolaboratif: memungkinkan siswa dalam suatu
kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama,
berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati
dan memberi masukan untuk sesama anggota
kelompoknya.
4. Antusiastik: memungkinkan siswa dapat secara
aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan
yang diinginkan.
5. Dialogis: memungkinkan proses belajar secara
inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis
dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses
komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar
sekolah.
6. Kontekstual: memungkinkan situasi belajar
diarahkan pada proses belajar yang bermakna (realworld) melalui pendekatan "problem-based atau
case-based learning"
7.
Reflektif:
memungkinkan
siswa
dapat
menyadari apa yang telah ia pelajari serta
merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai
bagian dari proses belajar itu sendiri.
8. Multisensory: memungkinkan pembelajaran
dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar
(multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik
.
9.
High
order
thinking
skills
training:
memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir
tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan
keputusan, dll.) serta secara tidak langsung juga
meningkatkan "ICT & media literacy".
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Silabus merupakan suatu perangkat dalam
mempersiapkan
proses
belajar
mengajar.
Keberadaannya sudah merupakan kewajiban dalam
suatu proses belajar mengajar. Disamping itu,
silabus harus dijabarkan kedalam rencana
pelaksanaan pembelajaran supaya memudahkan
bagi satu guru dengan guru yang lainnya dalam
memonitor sejauh mana materi pembelajaran sudah
berlangsung.
Oleh
karena
itu,
bukti
otentik
terjadinya
pembelajaran berbasis TIK dapat kita cermati dari
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
disusun dan implementasinya yang dilaksanakan
oleh setiap guru mata pelajaran di sekolah. RPP
yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran
dapat disusun melalui 2 (dua) pendekatan, yaitu
pendekatan idealis dan pendekatan pragmatis.
Pertama, Pendekatan Idealis dapat dimulai dengan
menentukan topik, kemudian menentukan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai; dan menentukan
aktifitas pembelajaran dengan memanfaatkan TIK
(seperti modul, LKS, program audio, VCD/DVD, CDROM, bahan belajar on-line di internet, atau alat
komunikasi sinkronous dan asinkronous lainnya)
yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran
tersebut. Kedua, Pendekatan Pragmatis dapat
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT’S EDUCATIONS 2009
diawali dengan mengidentifikasi TIK (seperti buku,
modul, LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM,
bahan belajar on-line di internet, atau alat
komunikasi sinkronous dan asinkronous lainnya)
yang ada atau mungkin bisa dilakukan atau
digunakan, kemudian memilih topik-topik apa yang
bisa didukung oleh keberadaan TIK tersebut, dan
diakhiri
dengan
merencanakan
strategi
pembelajaran yang relevan untuk mencapai
kompetensi dasar dan indikator capaian hasil belajar
dari topik pelajaran tersebut. Adapun strategi yang
dapat dipilih sesuai dengan kedua pendekatan
tersebut adalah strategi: Resources-based learning
(pembelajaran
berbasis
sumber
daya),
Case/problem-based
learning
(pembelajaran
berbasis
permasalahan/kasus
sehari-hari),
Simulation-based learning (pembelajaran berbasis
simulasi),
dan
Colaborative-based
learning
(pembelajaran berbasis kolaborasi)
Penutup
Dalam
pembelajaran
seharusnya
memanfaatkan media teknologi dan informasi,
misalnya audio, radio dan internet. Masing-masing
mempunyai kelebihan dan kekurangannya sebagai
sesuatu yang tak terelakkan. Para pengajar
haruslah mampu menggunakan media tersebut
sebagai media pembelajaran di kelas agar
pembelajarannya berjalan efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Adimphrana, Kwarta. 1999. Strategi Pengembangan
Pembelajaran Berbasis TIK.
Riyana, Cepi.2009.Peranan
Pembelajaran.
Teknologi
dalam
Waldopo.2008. Pemanfaatan Media Audio Dan
Radio Untuk Pembelajaran.
Jakarta: Pusat Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Pendidikan
Departemen Pendidikan Nasional.
Resenberg.2001.
Peranan-Teknologi
Informasi
Dalam Pembelajaran.
Paul G Geisert,dkk, 1999. Teacher, Computers and
Curriculum :Micro computer in the classroom,
Needham, Library of Congress Cataloging in
publication Data.
http://www.perpustakaanonline.blogspot.com/2008/05/pentingnyateknologi-informasi-dalam.html
http://www.Pembelajaran_elektronik.html
http://pintar-board.blogspot.com/
http://ventidanokarsa.blogspot.com/2009/05/peranan
-teknologi-informasi-dalam.html
B2-47
http://www.umich.edu/~ed626/Gerlach_Ely/ge_main.
htm
http://www.smansagaranten.sch.id/index.php?option
=com_content&view=article&id=169:a&catid=95:
artikel-umum&Itemid=99
http://www.cepiriyana.blogspot.com
Download