Lecture and Workshop: Creating A Successful Digital Marketing Strategy USD | 30 November 2016 | 11:02 WIB Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan kuliah tamu dan workshop dengan topik Creating A Successful Digital Marketing Strategy yang dibawakan oleh Dr. Satya Prasad Chattopadhyay dari University of Scranton, Pennsylvania. Acara dihadiri oleh pimpinan Magister Manajemen USD, dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) USD, para dosen Magister Manajemen USD, mahasiswa Magister Manajemen USD, mahasiswa program studi Profesi Apoteker USD yang mengambil mata kuliah di Magister Manajemen, dan juga peserta umum. Dr. Satya Prasad Chattopadhyay merupakan seorang dosen di Kania School of Management, University of Scranton, USA. Beliau memiliki latar belakang pendidikan sebagai berikut: beliau mengambil gelar sarjana dalam bidang teknik mesin di India, kemudian untuk gelar-gelar selanjutnya beliau peroleh untuk bidang marketing di Negara Amerika serikat. Beliau berpesan agar para peserta kuliah tamu tidak ragu untuk mempelajari dan mendalami bidang yang sebelumnya belum pernah digeluti, seperti halnya beliau yang bahkan tidak pernah berkarya pada bidang engineering meskipun pernah belajar pada disiplin ilmu tersebut. Dr. Satya pada akhirnya memilih bidang pendidikan, dimana beliau dapat membagikan ilmunya bagi siapa saja dan juga dapat selalu mempelajari hal-hal baru. Beliau merasa sangat bahagia atas kesempatan yang diberikan oeh Magister Manajemen USD untuk memberikan kuliah tamu pada kesempatan ini. Dr. Satya sangat tertarik pada bidang distribusi. Latar belakang yang beliau ceritakan terkait distribusi barang adalah peristiwa kelaparan di India. Banyak sekali penduduk yang menderita kelaparan karena tidak memiliki makanan. Kunci masalah ini tidak terletak pada ketiadaan makanan. Makanan itu ada, hanya saja menumpuk di suatu tempat tertentu dan berada di bawah kekuasaan oknum tertentu, sehingga tidak sampai di tangan yang membutuhkan. Di dalam kuliah tamu ini, beliau memaparkan hal-hal penting terkait manajemen pemasaran. Manajemen pemasaran terkait erat dengan distribusi yang menjadi konsentrasi beliau. Beliau memulai dengan pemaparan hasil riset tentang konsumsi internet di Indonesia. Berdasarkan riset, dikemukakan bahwa pengguna internet aktif di Indonesia adalah 88,1 juta; pengguna media sosial aktif di Indonesia sebesar 79,0 juta; jumlah mobile connection 326,3 juta; pengguna mobile social aktif adalah 66,0 juta. Hal ini dapat dibandingkan dengan total populasi jiwa di Indonesia yang berjumlah 259,1 juta. Adapun pertumbuhan tahunan untuk penggunaan internet di Indonesia adalah: pertumbuhan pada jumlah pengguna internet aktif sebesar 15%, pertumbuhan pada jumlah pengguna media sosial aktif di Indonesia sebesar 10%, pertumbuhan pada jumlah mobile subscription (pendaftaran telepon seluler) sebesar 2%, dan pertumbuhan pada jumlah pengguna mobile social aktif sebesar 6%. Data diambil sejak Januari 2016. Beliau memaparkan data sebagai dasar penjelasan tentang digital marketing. Pemasaran secara digital dinilai semakin menjanjikan mengingat pengguna internet terus meningkat tiap tahunnya. Digital marketing dapat memberikan beberapa keuntungan jika diterapkan, diantaranya karena digital marketing lebih cost effective dibandingkan pemasaran secara tradisional (para konsumen dapat langsung 1/2 mengakses informasi mengenai produk-produk lewat gadget yang mereka miliki, sehingga tidak diperlukan biaya untuk promosi lewat media cetak) dapat ditujukan kepada konsumen yang semakin dinamis, yang dapat melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun, dan sebagai pemanfaatan fasilitas internet yang efektif. Lewat kuliah tamu ini, Dr. Satya berpesan bahwa bijaksanalah dalam menggunakan internet sebagai media pemasaran. Jangan sampai menodai kepercayaan konsumen, dengan selalu menyediakan konten-konten yang dapat dipercaya. Tetap jalankan bisnis sesuai dengan etika. Pergunakanlah internet untuk membuat produk-produk tersebar luas ke seluruh penjuru tanah air, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat turut merasakan manfaatnya. Kuliah tamu dan workshop dapat menjadi sarana transfer pengetahuan yang sangat bermanfaat, sebagai alternatif pembelajaran disamping aktivitas belajar-mengajar di kelas. Kuliah tamu dengan menghadirkan pembicara dari negara maju dapat menghadirkan pengetahuan baru yang diterapkan di Negara asalnya untuk kemudian didiskusikan bersama para peserta. Antusiasme peserta tergolong tinggi, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang didiskusikan pada sesi Tanya jawab. Semoga lewat kuliah tamu seperti ini, dapat semakin memacu civitas akademika Universitas Sanata Dharma untuk menjadi lebih baik lagi. (EEN) 2/2