BURSA VALUTA ASING

advertisement
• Definisi Valas
• Mekanisme Bursa
• Spot Rate & Spot
Market
• Forward Rate &
Forward Market
• C.F.M & C.O.M
• Eurocurrency
Market
Valuta Asing (Valas) :
“ Mata Uang Asing dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau
membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional dan mempunyai catatan kurs resmi
pada Bank Sentral ”
Hard Currency :
Mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung dalam
transaksi ekonomi dan keuangan internasional dinyatakan sebagai hard currency.
Sedangkan Hard currency diartikan sebagai “mata uang yang nilainya relatif stabil dan
kadang mengalami apresiasi atau kenaikan nilai dibandingkan dengan mata uang
lainnya.”
Soft Currency :
“ Mata uang lemah yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung
karena nilainya relatif tidak stabil dan sering mengalami depresiasi atau penurunan nilai
dibandingkan dengan mata uang lainnya.”
Contoh Mata Uang Hard Currency & Soft Currency
Mata uang Hard Currency biasanya berasal dari negara industri maju seperti :
NEGARA
MATA UANG
KETERANGAN
Amerika Serikat
USD
Dollar Amerika Serikat
Jepang
JPY
Yen Jepang
Jerman
DEM
Deutch-mark-Jerman
Inggris
GBP
Poundsterling Inggris
Perancis
FRF
Franc-Perancis
Australia
AUD
Australia Dollar
Swiss
SFR
Franc-Swiss
Mata uang Soft Currency biasanya berasal dari Negara Sedang Berkembang
(NSB) seperti :
NEGARA
MATA UANG
KETERANGAN
Indonesia
IDR
Indonesian rupiah
Philippines
PHP
Philipines-peso
Thailand
THB
Thailand-bath
India
INR
Indian-ruppe
Cadangan Devisa :
Total Valas yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta dari suatu negara termasuk
ke dalam Cadangan Devisa yang dapat diketahui dari posisi Balance of Payment
(BOP) atau neraca pembayaran internasionalnya.
Makin banyak valas atau devisa yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta suatu
negara bisa diartikan makin besar kemampuan negara tersebut melakukan
transaksi ekonomi dan keuangan internasional dan makin kuat pula nilai mata
uang negara tersebut.
Cadangan Devisa dapat dikelompokkan dalam :
Cadangan devisa resmi atau official forex reserve, yaitu cadangan devisa
milik negara yang dikelola, dikuasai, diurus dan ditatausahakan oleh bank
sentral atau Bank Indonesia.
Cadangan devisa nasional atau country forex reserve, yaitu seluruh devisa
yang dimiliki oleh perorangan, badan atau lembaga, terutama perbankan
yang secara moneter merupakan kekayaan nasional (termasuk miliki bank
umum nasional)
Bursa Valas (Pasar Valas) dapat diartikan sebagai suatu tempat
atau wadah atau sistem dimana perorangan, perusahaan dan
bank dapat melakukan transaksi keuangan internasional dengan
jalan melakukan pembelian atau permintaan (demand) dan
penjualan atau penawaran (supply) atas valuta asing tsb.
Tiga Prinsip Pokok dalam Bursa Valas adalah :
1. Pengertian Kurs Jual & Beli selalu dilihat dari sisi atau pihak
Bank atau money changer atau pedagang valas.
2. Kurs Jual selalui lebih tinggi daripada Kurs Beli atau sebaliknya.
3. Kurs Jual/Beli suatu mata uang (valas) adalah sama dengan
Kurs Beli/Jual mata uang (valas) lawannya. Dengan arti lain
Kurs Jual/Beli USD adalah sama dengan Kurs Beli/Jual Rupiah.
Gambaran tentang terjadinya permintaan (pembelian) dan penawaran (penjualan)
valas dapat dilihat pada gambar berikut ini :
MESIN
USD 10.000
USD
USD
IDR
IDR
Bank Indonesia
USD 10.00
GARMEN
Bank Devisa :
Bank umum pemerintah dan swasta yang ditetapkan
atau diizinkan oleh pemerintah untuk menjual,
membeli dan menyimpan serta menyelenggarakan lalu
lintas pembayaran internasional atau luar negeri.
Fungsi Bursa Valuta Asing :
Menyelenggarakan transaksi pembayaran
internasional.
Menyediakan fasilitas kredit jangka pendek untuk
pembayaran internasional
Memberikan fasilitas hedging, yaitu tindakan
pengusaha atau pedagang valas untuk menghindari
resiko kerugian atas fluktuasi kurs atau forex rate
yang dibahas dalam bab berikutnya.
Selling rate & Buying rate
Selling rate (asking rate) :
Kurs yang berlaku diatas (Kurs Jual) untuk USD yaitu Rp.8.000,- / USD
yang akan sama dengan Kurs Beli (buying rate /bid rate) untuk rupiah,
yaitu USD 1/8.000 = USD 0.000125 / IDR.
Pada Gambar diatas tadi :
• BNI memerlukan jumlah valas yang banyak untuk memenuhi permintaan
nasabah Importir A, maka BNI dapat menghubungi bank devisa lainnya atau
Bank Indonesia untuk membeli valas berupa USD.
• Sebaliknya Eksportir D (Garmen, Jakarta), setelah menerima pembayaran
dari importir C (New York), tentu akan menjual USD-nya kepada bank
dimana mereka menjadi nasabah (BCA) untuk mendapatkan nilai lawannya
dalam rupiah yang mungkin akan digunakan untuk membayar gaji pegawai,
pajak, dll.
• Akibatnya BCA kebanyakan USD, maka BCA dapat menjualnya kepada Bank
Indonesia atau bank devisa lainnya untuk mendapatkan rupiah.
Buying rate (bid rate) :
Dalam hal ini kurs yang berlaku disebut sebagai kurs beli (buying rate
/bid rate) untuk USD, yaitu Rp.7.000 / USD yang akan sama dengan
kurs jual (Selling rate / asking rate) untuk rupiah, yaitu USD 1/7.000 =
USD 0.0001428 / USD
Spread :
Adalah selisih antara kurs jual dengan kurs beli valuta asing.
Kurs jual lebih tinggi dibandingkan kurs belinya, disebabkan pihak bank
atau pedagang valas berusaha memperoleh keuntungan dari selisih
penjualan dengan pembelian yang dikenal dengan biaya transaksi.
Forex Quotation :
Sistem penulisan yang menyatakan harga atau nilai suatu valas
yang dinyatakan dalam valas lainnya.
Didalam bursa valas terdapat 2 jenis sistem penulisannya :
1. Direct Quotation : adalah sistem yang menyatakan nilai mata
uang suatu negara (domestic currency) yang diperlukan atau
diperoleh untuk satu unit valas (foreign currency).
Penulisannya : dilakukan dengan menempatkan nilai domestic
currency didepan dan unit foreign currency-nya dibelakang.
2. Indirect Quotation : adalah sistem yang menyatakan nilai valas
(foreign currency) yang diperlukan atau diperoleh untuk satu
unit domestic currency.
Penulisannya : dilakukan dengan menempatkan nilai foreign
currency di depan dan unit domestic currency di belakang.
Contoh penulisan Direct & Indirect Quotation sbb:
Jakarta
Direct Quotation
Indirect Quotation
1 Juli 2014
IDR 12.000,00 / USD
USD 0.0000833 / IDR
IDR
JPY
80,00 / JPY
0.0125 / IDR
IDR 8.000,00 / DEM
DEM 0.000125 / IDR
IDR 8.500,00 / SGD
SGD 0.0001176 / IDR
IDR 3.400,00 / MYR
MYR 0.0002941 / IDR
Keterangan :
• Kurs valas atau forex rate untuk semua mata uang, kecuali JPY dan
ITL, biasanya ditulis dengan sistem empat desimal seperti ( JPY
0.0125 / Rp ).
• PIP merujuk pada angka kelima dibelakang koma ( 0.00001 ). Untuk
USD/JPY point merujuk angka desimal keenam dan angka desimal
ketujuh untuk USD/ITL.
Spot Rate
Bursa Valas dimana dilakukan transaksi jual dan beli valas dengan kurs spot
dengan cara immediate delivery atau dalam jangka waktu 2 X 24 jam.
Spot Market
Suatu Bursa Valas setempat, misalnya di Jakarta, Tokyo, New York, Paris,
Hongkong, Singapura dan tempat lain di mana berlaku spot rate.
{ ( t + 1 ) atau ( t + 2 ) }
Contoh Kasus :
• Tgl 1 Agustus 2014, Seorang Pengusaha di Jakarta perlu valas sebanyak USD 10.000
untuk anaknya yang akan sekolah di Amerika Serikat.
• Pengusaha tersebut adalah nasabah bank BNI, ia datang ke bank dan menanyakan spot
rate (kurs jual) USD pada tanggal 1 Agustus 2014 tersebut, ternyata Rp.12.000,00 / USD
• Bila Pengusaha dan bank tersebut ada kesepakatan akan spot rate tersebut, maka
pengusaha tersebut akan menyerahkan uang sejumlah : USD 10.000 x Rp.12.000,00 /
USD = Rp. 120.000.000,00.
• Dan bank BNI harus menyerahkan valas sebanyak USD 10.000 pada tanggal 1 Agustus
2014 (t+1) atau selambat-lambatnya pada tanggal 3 Agustus 2014 { max = 2 x 24 jam
atau (t+2)}
Cross Rate :
Tabel 2.1.
Daftar Kurs Valas tanggal 1 Agustus 2013
Bank Negara Indonesia (BNI ‘46)
Valas
Kurs Beli
Kurs Jual
(Kurs Notes)
(Kurs Notes)
USD
4.800,00
5.500,00
AUD
3.125,00
3.675,00
JPY
36,50
43,75
Dari daftar spot rate diatas dapat pula dihitung spot cross rate atau kurs silang yang
berlaku tgl 1 Agustus 2013, misalnya sbb:
Spot cross rate
JPY
/ Rp X
JPY
/ USD untuk kurs beli notes :
Rp
/ USD
=
JPY 1/
=
JPY 109,71
Rp.43,75
X Rp.4..800 / USD
/ USD
Perhitungan cross rate digunakan oleh para arbitrage (pedagang valas) untuk melakukan
international tringular arbitrage, yaitu tindakan untuk mencari keuntungan atas perbedaan spot
rate yang sedang berlaku denga cross rate di tiga tempat bursa valas yang berbeda.
Forward Market
Bursa Valas dimana dilakukan transaksi penjualan dan pembelian valas
dengan kurs forward yaitu kurs yang ditetapkan sekarang, tetapi
diberlakukan untuk waktu yang akan datang (future period) antara lebih
dari 2 x 24 jam hingga biasanya 12 bulan (1 tahun).
• Forward timbul karena adanya ketidakpastian dan fluktuasi kurs
valas, terutama semenjak berlakunya sistem kurs mengambang
(floating rate system).
• Semenjak berlakunya sistem kurs mengambang (floating rate system)
banyak perusahaan atau bank yang menggunakan kurs forward
market untuk mengadakan forward contract guna melindungi
transaksi perdagangan dan keuangan internasional dari resiko
kerugian serta para pedagang valas yang melakukan spekulasi untuk
tujuan mencari keuntungan dari fluktuasi forex rate.
Contoh Kasus:
•
•
•
Sebuah perusahaan di Indonesia butuh dana untuk membayar kontrak
pembelian bahan baku dari Singapura senilai SGD1.000.000 dalam jangka
waktu 90 hari atau 3 bulan. Spot rate saat itu, tgl 1 Agustus 1998 adalah
Rp.8.500,00 / SGD.
Karena fluktuasi kurs yang tidak menentu dan diperkirakan SGD akan
apresiasi terhadap IDR, maka pimpinan perusahaan melakukan forward
contract dengan bank atau money changer / dealer dengan kurs forward
untuk 90 hari Rp.9.000,00 / SGD.
Pada waktu jatuh tempo tgl 1 November 1998 maka pimpinan perusahaan
akan memperoleh dana sebesar SGD 1.000.000 dengan membayar kepada
bank atau money changer / dealer sebesar :
SGD 1.000.000 x Rp.9.000,00 / SGD = Rp. 9.000.000.000
Pembayaran ini dilakukan dengan forward premium sebesar :
= 9.000 – 8.500 x 360 x 100 % = 0,0588235 x 4 x 100 % = 23,5294 %
8.500
90
Perhitungan forward Premium /Discount dapat dihitung dengan
rumus sbb :
Keterangan:
- FR = Forward rate
- SR = Spot rate
- n = Hari untuk 360/n
- n = Bulan untuk 12 / n
CPM merupakan salah satu bentuk Bursa Valas. Di CPM dilakukan kontrak yang
sering digunakan oleh para pengusaha atau arbitrager (pedagang valas) untuk
mengcover atau melindungi posisi forex-nya atau untuk berspekulasi mencari
keuntungan terhadap fluktuasi forex rate.
CFM berawal dari lahirnya commodity futures exchange untuk memenuhi
kebutuhan petani, konsumen dan pedagang pertanian (agriculture) pada th 1919
di Chicago Merchantile Exchange (CME).
Thn 1972 CME mendirikan International Monetary Market (IMM) yang
memungkinkan perdagangan jangka pendek dari securities (surat berharga),
emas dan forex.
Dalam currency future market (CFM), kontrak perdagangan valas atau currency
future contract (CFC) dilakukan dengan standar volume berikut ini :
Berikut ini Mata uang asing yang diperdagangkan di IMM
Mata uang asing yang diperdagangkan di International Monetery Market (IMM)
NO
CURRENCY
Unit/ IMM contract
1
AUD
100,000,-
2
GBP
62,500,-
3
CAD
100,000,-
4
FRF
250,000,-
5
DEM
125,000,-
6
JPY
12,500,000,-
7
CHF
125,000,-
Transaksi perdagangan CFC dilakukan dengan face to face di trading floor yang
disiapkan oleh IMM melalui broker yang berbeda dengan forward contract
yang dinegosiasikan melalui telepon.
Tanggal jatuh tempo currency futures contract selalu pada setiap hari Rabu ke-3
bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Sebagai ilustrasi diberikan contoh sbb:
Sebuah perusahaan AS tgl 2 Januari perlu dana sebesar DEM 575,00 untuk 40
hari yang akan datang (11 Februari).
Dalam hal ini perusahaan bisa melakukan 2 cara untuk melindungi posisi
forexnya :
1. Melakukan Currency Futures Contract (CFC).
Jika melakukan CFC, maka :
Pilihan IMM Contract paling dekat waktunya adalah Rabu ke-3 bulan Maret.
Untuk keperluan dana sebesar DEM 575,000 perusahaan punya 2 pilihan :
• Membeli 4 x DEM futures contract, yaitu : 4 x DEM 125,000 =
DEM 500,000
• Membeli 5 x DEM futures contract, yaitu : 5 x DEM 125,000 =
DEM 625,000
Dengan melakukan ini pengusaha tersebut akan terhindar dari kemungkinan
resiko kerugian akibat apresiasi DEM yang tinggi.
Di CFM, pedagang valas atau pengusaha lain juga bisa memperoleh keuntungan
dengan tindakan tertentu. Tindakan spekulator untuk memperoleh keuntungan
tsb dapat digambarkan sbb :
Perkiraan realisasi SR Apresiasi
Perkiraan realisasi SR Depresiasi
CFC
Kontrak Beli Harga Rendah
( USD 0,53 / DEM )
CFC
Kontrak Jual Harga Tinggi
( USD 0,52 / DEM )
Kontrak Beli < Penjualan SR
Keuntungan ( 125,000 x 0,03 )
Kontrak Jual < Pembelian SR
Keuntungan ( 125,000 x 0,02 )
( USD 0,56 / DEM )
( USD 0,50 / DEM )
COM merupakan suatu alternatif lain bagi pedagang valas
atau spekulator untuk melakukan kontrak sehingga
memperoleh hak untuk membeli (call option) atau hak
untuk menjual (put option) yang dapat dibatalkan (not
obligation) atas sejumlah unit valas pada harga dan jangka
waktu atau tanggal expired tertentu.
Sebagai Ilustrasi lihat tabel berikut ini :
Premium for GBP Option on April 8, 1991 ( USD cents per unit ).
Exercise /
Call Option
Put Option
(strike) Price
April
May
June
April
May
June
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
$ 1.7750
1.38c
-
3.64c
1.65c
3.68c
4.75c
$ 1.8000
.61c
1.79c
-
3.00c
-
-
$ 1.8500
.24c
.91c
-
-
8,15c
9.68c
Catatan :
•
Kolom (1) terdapat daftar nilai exercise atau strike price GBP option untuk call maupun put.
•
Kolom (2), (3) & (4) adalah premium atau option cost per unit pada bulan April, Mei & Juni dalam
USD cents untuk GBP Call Option.
Call Option
Call option bisa digunakan perusahaan untuk melindungi atau meng-cover
open position dari payable.
Contoh Kasus :
Sebuah perusahaan AS ikut tender proyek di Jerman senilai DEM 625,000 dalam
waktu 3 bulan. Maka perusahaan tersebut dapat melakukan kontrak untuk DEM call
option dengan asumsi :
Exercise / strike price = USD 0.50 / DEM
Call option premium = USD 0.02 / unit
Future spot rate
= USD 0.53 / DEM
Jawaban :
Standar unit kontrak currency option = ½ x currency futures
= ½ x 125,00
= 62,500 unit DEM
Jadi untuk meng-cover DEM 625,000 diperlukan 10 option contract ( 625,000 dibagi 62,500 = 10
option).
Berdasarkan asumsi diatas, dana yang harus disediakan :
Strike price
Biaya premium
=
=
DEM 625,000 x USD 0.50
10 x 62,500 x USD 0.02
=
=
USD312,500
USD 2,500 +
USD325,000
Apabila asumsi future spot rate jadi kenyataan & perusahaan tidak meng-cover
open position dengan beli DEM call option, maka perusahaan bayar :
DEM 625,000 x USD 0.53/DEM =
USD 331,250
Dengan membeli DEM call option perusahaan untung sebesar :
•
USD 331,250 - USD 325,00 = USD 6,250
Catatan :
•
Break Event Point
Future Spot rate = strike price + call option
•
Makin tinggi apresiasi FSR terhadap SP (strike price), makin besar call option direalisasikan dengan
dapat keuntungan.
•
Makin rendah FSR terhadap SP (strike price), call option contract di expired-kan
Put Option
Put option bisa digunakan perusahaan untuk menghindari resiko
kerugian atau meng-cover open position dari receivable.
Contoh :
Perusahaan USA punya receivable : GBP 31,250 yang jatuh tempo 3
bulan dengan asumsi :
Strike price
=
Premium put option =
Future spot rate 3 bln=
USD 1.40 / GBP
USD 0.016 / unit
USD 1.30 / GBP
Karena GBP diperkirakan akan depresiasi, maka perusahaan menutup
kontrak put option untuk melindungi option position dengan perhitungan
sbb:
•
•
Strike price
=
31,250 x USD 1.40
Biaya Premium =
31,250 x USD 0.016
Net income dengan Put Option Contract
=
=
=
USD 43,750
USD
500 USD 43,250
Kalau tidak melakukan Put option contract akan menerima sebesar :
31,250 x USD 1.30
=
USD 40,625
Resiko kerugian yang bisa dihindari :
USD 43,260 - USD 40,625 = USD 2,625
Straddle
Yaitu melakukan sekaligus call option dan put option disebabkan tingkat
apresiasi atau depresiasi valas lebih tinggi dari total biaya premium yang
dikeluarkan untuk menutup kontrak call & put option.
Contoh :
• Strike price
• Call option premium
• Put option premium
• Total option premium
=
=
=
=
USD 1.50 / GBP
USD 0.03 / unit
USD 0.02 / unit
USD 0.05 / unit
Dalam hal ini straddle dapat dilakukan dan untung dalam hal :
• Bila kurs GBP naik $1.56 / GBP, maka spekulator merealisasikan call option
contract dan membiarkan put option contract-nya expired.
Maka akan untung : $ 0.01 / GBP
Karena Penjualan di Bursa Valas dinilai sebesar $ 1.56 / GBP
Belinya berdasarkan call option contract : $ 0.55 / GBP, yaitu :
SP + Tot. by. Premium
= $ 1.50 + $ 0.05
•
Bila kurs GBP turun $ 1.44 / GBP, maka spekulator merealisasikan put option
contract dan call option di expired-kan.
Maka akan untung : $ 0.01 / GBP
Karena di pasar valas nilainya : $ 1.44 / GBP
Penjualannya berdasarkan put option $ 1.45 /GBP yaitu dari $ 1.50 - $ 0.05 )
Merupakan pasar uang internasional yang kemudian dikenal sebagai Eurodollar
market yang mulai tumbuh dan berkembang pada awal tahun 1960.
Pelaku utama dalam Eurocurrency market adalah bank besar yang disebut dengan
Eurobank, yang menerima deposito dan memberikan pinjaman dalam berbagai
currency.
Faktor yang menyebabkan berkembangnya Eurodollar adalah sbb:
Adanya peraturan pemerintah yang membatasi pinjaman LN, menyebabkan MNC
USA hanya bisa pinjam USD di bank Eropa.
Tidak adanya ketentuan reserve requirement untuk deposito eurodollar
Adanya pembatasan tingkat bunga tertinggi dari deposito bank USA, sehingga
mendorong transfer USD ke Eurodollar market
Hal ini mendorong berkurangnya spread antara kewajiban membayar bunga
deposito dengan hasil yang diperoleh dari kredit oleh bank-bank di Eropa, namun
tetap dapat keuntungan yang wajar.
Interest rate :
USA bank loan
Euro bank loan
Eurodollar deposit
USA bank deposit
6%
5%
4%
3%
Basic interest untuk Eurodollar loan biasanya dikaitkan dengan London
Interbank Offer Rate (LIBOR), yaitu rate atau tingkat bunga pinjaman yang
berlaku antarbank di London yang dijadikan patokan dasar untuk menentukan
tingkat bunga pinjaman pada pasar internasional.
Selain LIBOR, untuk wilayah Asia dikenal dengan SIBOR (Singapore Interbank
Offer Rate), di Indonesia (Jakarta) dikenal juga istilah JIBOR (Jakarta
Interbank Offer Rate).
Download