Puguh Dwi Raharjo Analisis Karakteristik Fisik Lahan Kawasan

advertisement
Analisis Karakteristik Fisik Lahan Kawasan Cagar Alam Geologi
Karangsambung Dengan Menggunakan Data Penginderaan Jauh
Dan SIG
Puguh Dwi Raharjo
[email protected]
http://puguhdraharjo.wordpress.com/
Karangsambung is the geological preserve region where many there are assorted of
rocks. Matter related to the preserve cover natural resources, ecosystem, spatial
capability, and management of environment. In growth concerning management of
information natural resources of spasial very require, modelling and analyse data can be
assisted by remote sensing and GIS. Elementary in determining land physical
characteritic is the condition of geomorfological that happened. By using analysis of
GIS the situation of topography can identify. Topography in Karangsambung there are
sloping – surging with condition of runoff is tardy, rather hilly topography with
condition of runoff quickly and show erosion marking, steep topography with runoff
more quickly and result erosion, very steep topography very have opportunity to make
erosion. Morphology which Karangsambung are 3 types of landform that is landform
made by structural process (faults and folds), landform made by denudasional process
(remains hilly, insulation hill), and landform made by fluvial process ( floodplain, river
sandbank, point bar, cut off rivers and oxbow lake). Karangsambung is a hilly area with
quickly surface runoff and also unfavourable ground water potency. The pattern of
settlement still spread over to follow river so that can be ensured the society still very
base on existence of river in answering the demand everyday requirement.
Karangsambung merupakan Kawasan Cagar Alam Geologi dimana pada daerah tersebut
banyak tersinngkap berbagai macam batuan. Berbagai hal yang berhubungan dengan
cagar tercakup dalam sumberdaya alam, ekosistem, kemampuan keruangan, dan
manajemen lingkungan. Perkembangan mengenai informasi sumberdaya alam secara
keruangan sangat dibutuhkan, pemodelan dan analisis data dapat diperoleh melalui
penginderaan jauh dan SIG. Dasar dari karakteristik fisik lahan adalah kondisi
geomorfologi yang sedang berlangsung. Dengan menggunakan analisis SIG keadaan
topografi dapat di identifikasi. Karangsambung mempunyai topografi miring hingga
bergelombang mempunyai aliran permukaan yang sedang, topografi berbukit
memperlihatkan adanya erosi-erosi dengan sistem aliran permukaan cepat, setiap
perbedaan kemiringan memperlihatkan kemampuan erosi yang berbeda-beda.
Karangsambung mempunyai tiga tipe morfologi yaitu bentuklahan bentukan asal proses
struktural (patahan dan lipatan), bentuklahan bentukan proses denudasional (perbukitan
sisa, terisolir), dan bentuklahan bentukan asal proses fluvial (dataran banjir, daerah
pengendapan, poin bar, danau tapal kuda, gosong sungai). Secara umum wilayah
karangsambung merupakan daerah perbukitan dengan kondisi aliran permukaan cepat
dan juga potensii air tanah yang sedikit. Pola dari keberadaan pemukiman mengikuti
http://puguhdraharjo.wordpress.com/
jalur sungai sehingga menandakan bahwa masyarakat masih tergantung dengan
keberadaan sungai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kerusakan sumberdaya lahan dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan lahan
sehingga akan menyebabkan kerugian-kerugian dalam masyarakat, seperti misalnya
banjir, kekeringan, tanah longsor, pendangkalan sungai. Wilayah Karangsambung
merupakan wilayah yang fenomenal dimana daerah tersebut terdapat berbagai macam
jenis batuan, yaitu kelompok batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf yang
tersingkap di daerah ini. Iklim tropis dalam kawasan menyebabkan terjadinya pelapukan
yang intensif. Pada musim kemarau daerah ini sangat panas dan banyak partike-partikel
tanah yang terurai sehinga ketika terjadi musim penghujan partikel-partikel tanah
tersebut tererosi dan terendapkan di sungai Lukulo yang merupakan sungai utama di
kawasan ini.
Selain faktor fisik kerusakan lahan juga disebabkan oleh faktor sosial budaya
masyarakat, ketika masyarakat sudah terbentur dengan kebutuhan maka sumberdaya
alam yang ada (bahan galian) di eksploitasi baik penambangan batuan ataupun
penambangan-penambangan dari material endapan sungai. Desakan kondisi sosial
masyarakat juga mempengaruhi desakan lahan, salah satunya ditujukan adanya
perubahan peruntukkan penggunaan lahan yang berkaitan dengan vegetasi. Semakin
lama kerapatan vegetasi semakin berkurang sehingga akan menyebabkan peningkatan
aliran permukaan dan penurunan air tanah. Dengan menggunakan analisis penginderaan
jauh (remote sensing) dan SIG (Sistem Informasi Geografis) maka keterbatasanketerbatasan mengenai lahan dapat dilakukan pengkajian. Dirasa perlu dilakukan suatu
penelitian atau pengkajian mengenai karakteristik fisik lahan daerah Karangsambung
sehingga dapat diketahui kondisi wilayah secara terintegrasi dan saling berhubungan.
http://puguhdraharjo.wordpress.com/
Kemiringan lereng dihitung dengan menggunakan analisis SIG, setiap kelerengan lahan
berdasarkan pada garis konturnya, yang pada penelitian ini CI (countur interval) sebesar
12,5 meter. Dari pengolahan griding untuk menghasilkan peta kemiringan lereng, maka
pada kawasan ini didapatkan 5 kelas kemiringan lereng berdasarkan metode Horn
dengan satuan degrees. Untuk kelas Kemiringan pertama yaitu 0 – 17 yang memunyai
luasan yang paling tinggi, kelas ini hampir tersebar merata dalam kawasan baik di
bentuk lahan asal struktural, bentuk lahan asal denudasional, maupun bentuk lahan asal
fluvial. Kemiringan kelas kedua yaitu antara 17 – 34 banyak terdapat di daerah formasi
melange dan formasi waturanda yang merupakan bentuk lahan asal struktural dan
sedikit ditemukan di daerah bentuk lahan asal denudasional. Kelas yang ketiga yaitu
berkisar antara 34 – 51, pada kelas kemiringan ini masih banyak ditemukan di daerah
formasi melange dan formasi waturanda akan tetapi hanya daerah atas/puncak
perbukitannya. Kelas yang keempat yaitu berkisar antara 51 – 68 dengan jumlah yang
sangat sedikit seperti halnya kelas kemiringan yang kelima (68 – 85). Kedua kelas
kemiringan ini ditemukan pada lokasi-lokasi yang hampir sama yaitu daerah di sekitar
koordinat UTM 349641 mT 9175657 mU, 352389 mT 9176353 mU, 345060 mT
9165836 mU, dan 348657 mT 9157847 mU.
Untuk melakukan identifikasi mengenai kenampakan morfologi permukaan maka
diperlukan suatu model 3 dimensional guna mendapatkan gambaran secara umum
fisiografis permukaan. Pengolahan dalam pembuatan model 3 dimensional ini
menggunakan SIG serta dapat di analisis lebih lanjut. Pada daerah penelitian
kenampakan morfologi dapat dikategorikan menjadi tiga satuan bentukan lahan, yang
pertama yaitu bentukan lahan asal proses struktural (endogen) yang meliputi daerah
patahan dan daerah lipatan, bentukan lahan asal denudasional yang meliputi daerahdaerah perbukitan sisa, bukit tersiolasi, daerah-daerah longor, serta adalah bentuklahan
asal fluvial yang meliputi daerah dataran aluvial, gosong sungai, point bar, sungaisungai mati dan danau tapal kuda (oxbow lake).
Bentukan lahan asal struktural (endogen) pada kawasan ini meliputi 2 macam yaitu
berupa daerah lipatan dan daerah patahan. Daerah lipatan berupa suatu antiklinal yang
telah mengalami erosi dan berubah menjadi lembah antiklin yang memiliki material
berupa batuan sedimen yaitu batu pasir dan breksi. Daerah patahan terdapat di sebelah
utara yang merupakan daerah melange, material yang terdapat pada daerah tersebut
meliputi antara lain sekis, filit, grewake, serpentinit, gabro, batu gamping, basalt
Bentuklahan denudasional merupakan suatu bentukan lahan dipermukaan yang telah
mengalami/terkena tenaga dari proses eksogen. Pelapukan yang terjadi mengakibatkan
proses gradasi dan agrasi permukaan. Pada kawasan ini proses erosi sangat mudah
terjadi walaupun dalam ruang lingkup yang kecil, seperti pada daerah Waturanda
perlapisan batuan sangat kentara dan tanah yang terjadi masih relatif tipis berada diatas
bidang batuan yang padu, ketika terjadi hujan maka longsoran-longsoran tanah kerap
terjadi. Pada daerah perbukitan terisolasi terjadi pula longsoran tanah yang
mengakibatkan wilayah disekitarnya tertimbun material longsoran. Kebanyakan proses
pelapukan ini merupakan pelapukan fisika dan menyebabkan longsor akibat adanya
tenaga grafitasi oleh beban air pada waktu hujan.
http://puguhdraharjo.wordpress.com/
Bentuklahan fluvial pada kawasan hanya sebagian kecil saja yaitu hanya disekitar
sungai. Bentuklahan fluvial dipengaruhi oleh adanya tenaga air yang mengalir sehingga
proses erosi, transportasi dan sedimentasi dari material-material permukaan di proses
pada zona ini. Bentuklahan fluvial di kawasan meliputi daerah dataran aluvial yang
secara material penyusun merupakan daerah yang subur akan tetapi daerah yang sering
terkena dampak banjir pada saat sungai meluap. Gosong sungai adalah dasar dari sungai
tersebut, sungai yang melewati kawasan karangsambung ini merupakan sungai meander
sehingga banyak ditemukan poin bar-poin bar yang merupakan material yang
terendapkan oleh transportasi air. Proses hydrolic action yang berupa menumbuk,
menggerus dan menggendapkan sangat intensif terjadi. Selain banyak terdapat endapan
akibat hydrolic action tersebut maka semakin lama sungai semakin tidak terkontrol,
meandering yang terjadi semakin besar dan akan memotong sungai mencari jalur yang
lebih pendek. Daerah yang dinggalkan akan membentuk seperti danau yang mirip
dengan tapal kuda dan juga terdapat sungai mati.
Permukaan lahan digunakan sebagai dasar untuk melakukan aktifitas masyarakat.
Daerah dengan kondisi topografi yang landai, mempunyai tingkat kesuburan yang
tinggi, air tanah yang melimpah serta sistem pengaliran air permukaan yang baik maka
masyarakat akan lebih banyak dan terkonsentrasi di daerah tersebut. Kesesuaian
penggunaan lahan sangat menentukan kenyamanan dalam bermukim, dengan
menggunakan citra satelit tutupan lahan dapat diketahui keberadaan serta
luasannya.Proses geomorfologis yang ada pada kawasan ini meliputi bentuklahan
struktural, bentuklahan denudasional, serta bentuklahan fluvial. Secara garis besar
kawasan ini merupakan suatu daerah perbukitan dengan pengatusan aliran permukaan
yang cepat serta potensi air tanah yang kurang baik. pola penggunaan lahan
permukiman masih tersebar mengikuti sungai sehingga dapat dipastikan bahwa
masyarakat masih sangat bergantung pada keberadaan sungai dalam mencukupi
kebutuhan sehari-hari.
***
http://puguhdraharjo.wordpress.com/
Download