BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perilaku konsumen

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perilaku konsumen merupakan suatu hal yang umum kita dapati di
kehidupan kita sehari-hari. Perilaku konsumen dapat dikatakan sebagai pelengkap
kegiatan ekonomi. Untuk itu, kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai
landasan utama untuk memahami konsumen tersebut dalam berperilaku, bertindak
dan berfikir. Perilaku konsumen memiliki berbagai macam pengertian. Salah
satunya defenisi perilaku konsumen menurut Schiffman dan Kanuk (2008:6)
yaitu: Perilaku konsumen menggambarkan cara individu mengambil keputusan
untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha)
guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi.
Kesimpulan yang peneliti tarik dari defenisi perilaku konsumen diatas
lebih merujuk kepada perilaku yang diperlihatkan oleh konsumen dalam hal
membeli dan mengkonsumsi suatu produk yang sesuai harapan konsumen dan
akan memuaskan kebutuhannya. Kegiatan membeli dan mengkonsumsi suatu
produk tersebut merupakan suatu hasil keputusan konsumen. Sebelum konsumen
mengambil sebuah keputusan, pasti ia terpengaruh oleh faktor-faktor yang
mempengaruhinya atas objek tersebut. Biasanya faktor-faktor tersebut berasal dari
internal maupun dari eksternal konsumen tersebut. Adapun beberapa faktor yang
terlibat dalam pengambilan keputusan pembelian yaitu situasi, produk dan
individu. Ketiga faktor tersebut memberi pengaruh pada konsumen dalam
berperilaku dan bertindak. Perbedaan dari masing-masing faktor menjadikan
Universitas Sumatera Utara
dampak bagi keputusan konsumen dalam membeli maupun mengkonsumsi. Oleh
karena itu, sumber-sumber faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian
tersebut perlu diteliti agar membantu atau mempermudah pemasar menyusun
strategi pemasaran dan operasionalisasi cara penjualan.
Situasi menurut Asseal (1998) adalah kondisi sesaat yang muncul pada
tempat dan waktu tertentu Kemunculan kondisi tersebut terpisah dari diri produk
maupun
konsumen.
Menurut
Peter
dan
Olson
(Sumarwan,
2004:273)
mengemukakan bahwa lebih mudah untuk melihat pengaruh lingkungan dalam
konteks situasi tertentu. Situasi bukanlah lingkungan fisik atau karakteristik
lingkungan sosial. Arti situasi didefenisikan oleh seorang konsumen yang
berperilaku di sebuah lingkungan untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu situasi
bagi seorang konsumen mungkin berlangsung singkat, lebih lama, atau sangat
lama.
Produk ( product ) menurut Kotler & Keller (2009:149) adalah suatu sifat
yang kompleks dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestasi perusahaan
dan pengecer yang diterima oleh pembelian untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen
atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan
organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, yang sesuai
dengan daya beli pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai
persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya.
Produk dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan
keputusan pembelian.
Universitas Sumatera Utara
Individu
merupakan
orang
yang
memutuskan
pembelian
dan
pengkonsumsian. Yang mempengaruhi perilaku mereka dalam hal membeli dan
mengkonsumsi suatu produk adalah karakteristik pribadi mereka masing-masing.
Dimana karakteristik individu menurut Rahman (2013:77) adalah ciri khas yang
menunjukkan perbedaan seseorang tentang motivasi, inisiatif, kemampuan untuk
tetap tegar menghadapi tugas sampai tuntas atau memecahkan masalah atau
bagaimana menyesuaikan perubahan yang terkait erat dengan lingkungan yang
mempengaruhi kinerja individu. Dari pendapat kedua ahli tersebut dapat
disimpulkan bahwa karakteristik individu itu adalah sifat dasar seorang individu
yang membedakannya dari orang lain. Dapat kita ketahui bahwa individu
menyangkut tentang kepribadian yang dimiliki individu itu sendiri. Menurut
Winardi (Rahman, 2013:77), karakteristik individu mencakup sifat-sifat berupa
kemampuan dan keterampilan; latar belakang keluarga, sosial, dan pengalaman,
umur, bangsa, jenis kelamin dan lainnya yang mencerminkan sifat demografis
tertentu; serta karakteristik psikologis yang terdiri dari persepsi, sikap,
kepribadian, belajar, dan motivasi.
Obat tradisional merupakan objek dari penelitian peneliti, dimana obat
atau tambar (dalam bahasa karo) yang terus berkembang dan mudah didapat dari
banyak sumber di Kota Medan. Adapun obat tradisional karo tersebut umumnya
diturunkan dari nenek moyang, dari mimpi dan dari hasil pengamatan sendiri
dalam kehidupan sehari-hari. Ada juga obat yang dituliskan oleh nenek moyang
dalam kulit atau lak-lak kayu yang disebut dengan pustaka lak-lak kayu atau
pustaka najati (Ginting E .P, 1999:52).
Universitas Sumatera Utara
Adapun tanaman berkhasiat yang diracik menjadi obat tradisional karo
telah menjadi beberapa produk seperti kuning melas, tawar mbentar, minyak alun,
sembur beltek dan oukup atau mandi uap yang umumnya berasal dari akar,
batang, bunga, daun dan buah dan lain-lain. Beberapa diantara obat tradisional
karo tersebut akan dikaji secara mendalam di bab berikutnya.
Kuning melas adalah obat tradisional karo yang terbuat dari campuran
tepung dengan beberapa ramuan yang berkhasiat sebagai obat penyembuhan
penyakit dan perawatan kesehatan. Dikatakan kuning melas karena obat ini
bersifat melas atau panas yang terbuat dari campuran jahe, merica, kencur,
bawang merah dan bawang putih. Selain itu bahan tambahan yang biasanya
digunakan adalah tepung beras karena masyarakat karo memiliki keyakinan
bahwa tepung beras adalah sebagai simbol agar tetap sehat dan murah rejeki.
Campuran dari bahan-bahan tersebut digunakan untuk menghangatkan dan
mengembalikan kesegaran tubuh. Khusus bagi anak-anak, kuning melas juga
bermanfaat agar pulas tidur, serta mencegah agar tidak buang air kecil pada
malam hari.
Tawar mbentar (obat berwarna putih) adalah obat tradisional khas Karo
yang bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit ringan seperti
penyakit gatal-gatal, demam ringan, pegal-pegal, masuk angin, penyakit lambung,
dan penyakit ringan lainnya. Tawar mbentar sendiri terbuat dari bahan dasar
tepung beras yang dicampur dengan berbagai rempah-rempah.
Minak alun adalah minyak urut tradisional karo yang terbuat dari kelapa
hijau yang masih muda yang proses pembuatannya berkisar 3-4 hari. Pembuatan
minyak alun ini dibuat secara bertahap. Pertama, kelapa hijau yang masih muda
Universitas Sumatera Utara
diambil minyaknya secara terpisah, setelah minyak kelapa matang dicampurkan
dengan ramuan yang telah disediakan. Adapun ramuan-ramuan tersebut berasal
dari akar, batang dan daun-daunan.
Sembur beltek adalah salah satu obat tradisional yang dipergunakan oleh
suku Karo sejak lama untuk mengatasi berbagai penyakit, khususnya penyakit
yang berhubungan dengan perut atau lambung. Bahan dasar pembuatan sembur
terdiri dari beras, daun-daunan hutan, jahe, lada, kunyit, bawang merah,
temulawak yang semuanya digongseng dan kemudian ditumbuk tidak terlalu
halus.
Sebelumnya, manfaat obat herbal karo telah dirasakan oleh peneliti sejak
kecil, karena sejak kecil peneliti sudah dikenalkan oleh orang tua dengan cara
dilumuri ke seluruh tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Situasi ini
menyebabkan peneliti ingin melakukan penelitian terhadap konsumen yang
membeli dan mengkonsumsi produk untuk maksud dan tujuan tertentu. Apakah
dalam hal memutuskan pembelian obat tradisional karo yang disebutkan diatas
hanya karena situasi yang mendesak atau karena produknya sangat baik
digunakan atau karena kepentingan diri sendiri maupun orang lain.
Dari latar belakang yang dikemukakan maka penulis mencoba untuk
melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Situasi, Produk, dan Individu
Terhadap Keputusan Pembelian Obat Tradisional Karo”.
Universitas Sumatera Utara
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Seberapa besar pengaruh situasi terhadap keputusan pembelian obat
tradisional karo di Kota Medan?
2. Seberapa besar pengaruh produk terhadap keputusan pembelian obat
tradisional karo di Kota Medan?
3. Seberapa besar pengaruh individu terhadap keputusan pembelian obat
tradisional karo di Kota Medan?
4. Seberapa besar pengaruh situasi, produk dan individu terhadap keputusan
pembelian obat tradisional karo di Kota Medan?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui besar pengaruh situasi terhadap keputusan pembelian
obat tradisional karo di Kota Medan.
2. Untuk mengetahui besar pengaruh produk terhadap keputusan pembelian
obat tradisional karo di Kota Medan.
3. Untuk mengetahui besar pengaruh individu terhadap keputusan pembelian
obat tradisional karo di Kota Medan.
4. Untuk mengetahui besar pengaruh situasi, produk dan individu terhadap
keputusan pembelian obat tradisional karo di Kota Medan.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi penulis
pada khususnya dan bagi pengguna pada umumnya, diantaranya :
a. Secara Akademis. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi
keilmuan tentang perilaku konsumen dan dapat menjadi perbandingan bagi
Universitas Sumatera Utara
peneliti berikutnya serta menjadi referensi bagi Mahasiswa/i Program Studi
Ilmu Administrasi Bisnis di masa yang akan datang.
b. Secara Praktis. Hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan informasi,
masukan atau sumbangan pemikiran bagi peneliti berikutnya dan penjual obat
tradisional karo.
Universitas Sumatera Utara
Download