BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi 2.1.1 Pengertian

advertisement
 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Komunikasi
2.1.1 Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan penghubung antara manusia yang satu dengan
lainnya. Sekarang ini masyarakat semakin menyadari arti pentingnya komunikasi.
Komunikasi sudah menjadi salah satu bagian penting bagi kehidupan manusia dalam
bermasyarakat dan berorganisasi, karena komunikasi merupakan satu-satunya sarana
untuk berinteraksi antara sesama manusia.
Adapun kata komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy adalah
Komunikasi
berasal
perkataan
bahasa
Latin:
Communicatio
yang
berarti
“pemberitahuan” atau “pertukaraan pikiran”. Maka secara garis besar dalam suatu
proses komunikasi harus terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu
pikiran atau pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan
(penerima pesan).8 Jadi komunikasi merupakan suatu pertukaran pikiran antara
komunikator dengan komunikan sehingga tercapai kesamaan makna.
Sementara itu, menurut Rosady Ruslan: Proses komunikasi dapat diartikan
sebagai “transfer informasi” atau pesan-pesan (message) dari pengirim pesan sebagai
komunikator kepada penerima pesan sebagai komunikan. Tujuan dari proses
8
Onong Uchjana, Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis, Bandung: Remaja Rosdakarya,
2002, hal 3.
9 10 komunikasi tersebut adalah tercapainya saling pengertian (mutual understanding)
antara kedua belah pihak. Sebelum pesan-pesan tersebut dikirim kepada komunikan,
komunikator memberikan makna-makna dalam pesan tersebut (decode) yang
kemudian ditangkap oleh komunikan dan diberikan makna sesuai dengan konsep
yang dimilikinya (encode).9 Dalam hal ini proses komunikasi adalah suatu bentuk
transfer informasi/ pesan dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan utama
adalah tercapainya saling pengertian.
Dalam hubungannya dengan kehumasan, Freizer Moore merumuskan istilah
komunikasi adalah sebagai suatu proses yang mencakup suatu pertukaran fakta,
pandangan dan gagasan di antara organisasi dengan publik-publiknya untuk mencapai
saling pengertian. Ada tiga unsur yang dipertimbangkan: pertama, komunikasi harus
melibatkan dua orang atau lebih, kedua, komunikasi merupakan pertukaran informasi
yang bersifat dua arah, dan ketiganya, mengandung pemahaman.10
Jadi dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi
adalah sebuah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan baik
itu verbal maupun non verbal dengan tujuan agar terjadi pemahaman diantara
keduanya.
9
Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi, Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2005, hal 73.
10
H. Freizer Moore, Hubungan Masyarakat: Prinsip, Kasus dan Masalah. Bandung: Remaja
Rosdakarya, 1998, hal 79.
11 2.1.2 Tujuan Komunikasi
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerapkali dan selalu melakukan
interaksi sosial dengan masyarakat. Itulah makanya manusia acapkali disebut-sebut
sebagai makhluk yang bermasyarakat dan berbudaya. Intensitas interaksi sosial itu
tidak dapat dilepaskan dari ketergantungan mereka terhadap saling memberi dan
menerima informasi.
Scheidel yang dikutip oleh Mulyana menyatakan bahwa tujuan dasar dari
berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis.11
Zimmerman menambahkan bahwa tujuan komunikasi dapat dibagi menjadi
dua kategori besar:
1. Kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi
kebutuhan kita, memberi makan dan pakaian kepada diri sendiri, memuaskan
kepenasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup.
2.
Kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang
lain.12
Jadi komunikasi mempunyai 2 tujuan utama, yaitu menyelesaikan tugas-tugas
dalam upaya pemenuhan kebutuhan serta menciptakan dan membangun relationship
dengan orang lain.
11
12
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2008, hal.4
Ibid, hal.4
12 2.1.3
Fungsi Komunikasi
Komunikasi tidak saja berkutat pada persoalan pertukaran berita dan pesan,
akan tetapi juga melingkupi kegiatan individu dan kelompok terkait dengan tukar
menukar data, fakta dan ide. Bila dilihat dari makna ini, ada beberapa fungsi yang
melekat dalam proses komunikasi:
1. Informasi, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data,
gambar,
fakta, pesan, opini, dan komentar yang
di butuhkan
agar dapat
dimengerti dan beraksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain
agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
2. Sosialisasi (pemasyarakatan), penyedian sumber ilmu pengetahuan yang
memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang
efektif sehingga ia sadar akan fungsi sosialnya dan dapat aktif di dalam
masyarakat
3. Motivasi, menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka
panjang, mendorong orang untuk menentukan pilihan dan keinginannya,
mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang
akan di kejar.
4. Perdebatan dan diskusi, menyediakan dan saling menukar fakta yang di perlukan
untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat
mengenai masalah publik, menyediakan bukti-bukti relevan yang di perlukan
untuk kepentingan umum agar masyarakat lebih melibatkan diri dengan masalah
yang menyangkut kepentingan bersama.
13 5. Pendidikan, pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong perkembangan
intelektual, pembentukan watak, serta membentuk keterampilan dan kemahiran
yang di perlukan pada semua bidang kehidupan.
6. Memajukan kehidupan, menyebarkan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud
melestarikan
warisan
masa
lalu,
mengembangkan
kebudayaan
dengan
memperluas horizon seseorang serta membangun imajinasi dan mendorong
kreatifitas dan kebutuhan estetiknya.
7. Hiburan, penyebarluasan sinyal, simbol, suara, dan imaji dari drama, tari,
kesenian, kesusastraan, musik, olahraga, kesenangan, kelompok, dan individu.
8. Integrasi menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu kesempatan untuk
memperoleh berbagai pesan yang mereka perlukan agar mereka dapat saling
kenal dan mengerti serta menghargai kondisi pandangan dan keinginan orang
lain.13
Menurut Mudjito yang dikutip dalam Widjaya menyatakan bahwa fungsi
komunikasi itu meliputi;
1. Komunikasi merupakan alat suatu organisasi sehingga seluruh kegiatan organisasi
itu dapat diorganisasikan (dipersatukan) untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Komunikasi merupakan alat untuk mengubah perilaku para anggota dalam suatu
organisasi.
13
Widjaya, H.A.W, Komunikasi (Komunikasi Dan Hubungan Masyarakat), Jakarta: Bumi Aksara,
2000.
14 3. Komunikasi adalah alat agar informasi dapat di sampaikan kepada seluruh
anggota organisasi.14
Mulyana menyebutkan bahwa fungsi komunikasi ada empat bagian yaitu:
1. Komunikasi Sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa
komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk
kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan
ketegangan antar lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk
hubungan dengan orang lain.
2. Komunikasi Ekspresif
Erat kaitannya dengan komunikasi sosial adalah komunikasi ekspresif yang dapat
dilakukan baik sendirian ataupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak
otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh
komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan
(emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama di komunikasikan melalui
pesan-pesan nonverbal, perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih,
takut, prihatin dan benci dapat di ungkapkan melalui kata-kata namun terutama
lewat perilaku nonverbal.
3. Komunikasi Ritual
Erat kaitannya dengan komunikasi ekspresif adalah komunikasi ritual yang
biasanya di lakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara 14
Ibid, Widjaya
15 upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang di sebut para
antropolog sebagai rites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang
tahun, pertunangan, pernikahan dan masih banyak lagi. Dalam acara-acara itu
orang mengucapkan kata-kata atau menampilkan perilaku-perilaku tertentu yang
bersifat simbolik. Ritual-ritual lain seperti berdoa (sholat, sembahyang, misa),
membaca kitab suci, naik haji, upacara bendera, upacara wisuda, perayaan
lebaran, natal juga termasuk komunikasi ritual. Mereka yang berpartisipasi dalam
bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka kepada
tradisi keluarga, suku, bangsa, negara, ideologi atau agama mereka.
4. Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan,
mengajar, mendorong, mengubah sikap, dan keyakinan, dan mengubah perilaku,
atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur. Bila di ringkas maka
kesemua tujuan tersebut dapat di sebut membujuk (bersifat persuasif).
Komunikasi yang bersifat memberitahukan atau menerangkan (to inform)
mengandung muatan persuasif dalam arti bahwa pembicara menginginkan
pendengarnya mempercayai bahwa fakta atau informasi yang di sampaikannya
akurat dan layak untuk diketahui. Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita
gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk
menghancurkan hubungan tersebut. Studi komunikasi membuat kita peka
terhadap berbagai strategi yang dapat kita gunakan dalam komunikasi kita untuk
bekerja
lebih baik dengan orang lain demi keuntungan bersama. Komunikasi
16 berfungsi sebagai instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan.
Baik tujuan jangka pendek ataupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek
misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan yang baik, memperoleh
simpati dan sebagainya. Sedangkan jangka panjang dapat di raih lewat keahlian
komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing, ataupun
keahlian menulis. Kedua tujuan itu tentu saja berkaitan dalam arti bahwa
berbagai pengelolaan kesan itu secara kumulatif dapat di gunakan untuk
mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan dalam karier, misalnya
untuk memperoleh jabatan, kekuasaan, penghormatan sosial dan kekayaan.15
Menurut Rudolph F. Verderber yang dikutip oleh Mulyana mengemukakan
bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi sosial, yakni untuk tujuan
kesenangan, untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun dan
memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan
untuk melakukan atau tidak melakukaan sesuatu tertentu.16
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan komunikasi berfungsi
untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk
memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, mempengaruhi
orang lain, menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, keyakinan,
mengubah perilaku, atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur.
15
16
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008, hal 5-38
Ibid, hal 5
17 2.2
Corporate Communication
2.2.1
Pengertian Corporate Communication
Seiring perkembangan ilmu komunikasi dan perubahan pandangan mengenai
sebuah korporasi, sebuah perusahaan membutuhkan sebuah divisi/departamen/fungsi
yang mengurusi perihal komunikasi diantara stakeholdernya guna menarik customer,
investor, serta mengembangkan komunikasi baik internal maupun eksternal.
Menurut Joep Cornelissen,“Corporate Communication is a management
functions that offers a framework and vocabulary for the effective coordinations of all
means of communications with the overall purpose of establishing and maintaining
favourable reputations with stakeholder groups upon which the organization is
dependent.
17
Dari definisi diatas dijelakan bahwa komunikasi merupakan fungsi
manajemen yang menawarkan kerangka kerja untuk mengkoordinasikan kegiatan
komunikasi dengan tujuan akhir untuk membangun dan mempertahankan reputasi
baik perusahaan.
Menurut Van Riel yang dikutip oleh Alison Theaker menjelaskan, Corporate
Communication is an instrument of management by means of which all consciously
used forms of internal communications are harmonised as effectively as possible, so
as so create favourable basis for relationship with groups upon which the company is
dependent.18 Dari pengertian diatas dijelaskan bahwa Corporate Communciation
merupakan bagian dari manajemen yang melakukan kegiatan komunikasi internal
17
Joep Cornelissen, Coporate Communications Theory and Practice, London: Sage Publications,
2004, hal 23
18
Alison Theaker, 2001, The Public Relations Hand Book, Abingdon: Routledge, hal. 83.
18 agar tercipta komunikasi yang harmonis sehingga dapat menciptakan dasar hubungan
dengan stakeholder perusahaan lainnya.
Selanjutnya, Van Riel dan Formburn menambahkan, the term Corporate
Communication can be defined as the set of activities involved in managing and
orchestrating all internal and external communications aimed at creating favourable
starting points with stakeholders on which the company depends. Corporate
Communication consists of the dissemination of information by a variety of
specialists and generalists in organization, with the common goal of enhancing the
organization’s ability to retain to operate.19 Corporate Communication dapat
diartikan sebagai rangkaian kegiatan dalam pengelolaan komunikasi internal dan
eksternal dengan tujuan menguntungkan stakeholder. Corporate Communication juga
melakukan kegiatan komunikasi organisasi baik secara umum maupun spesifik
dengan tujuan meningkatkan kemampuan organisasi untuk beroperasi.
Dari
penjelasan
diatas
peneliti
menarik
kesimpulan,
Corporate
Communication adalah bagian dari manajemen/lembaga/organisasi baik itu
fungsi/divisi yang melakukan komunikasi kepada publiknya/stakeholder nya baik
internal maupun eksternal dengan tujuan menciptakan citra/reputasi baik di mata
stakeholdernya.
19
Van Riel C.B.M and Fombrun, Essential of Corporate Communication, Abingdon: Routledge,
2007.
19 2.2.2
Ciri-ciri Corporate Communication
Adapun cir-ciri dari Corporate Communication adalah sebagai berikut:
1. Sebagai fungsi manajemen yang memuat mengenai para pelaksanaan komunikasi
untuk melihat komunikasi tersebut secara keseluruhan dan sebagai jaringan
strategi dan objek dari Corporate Communication itu sendiri.
2. Sebagai rencana kerja secara managerial untuk mengatur komunikasi yang
digunakan oleh organisasi untuk membangun reputasi dan relasi dengan para
stakeholder dalam lingkupnya.
3. Sebuah acuan untuk konsep teknis dalam memahami dan mengatur komunikasi
antara organisasi dan para stakeholdernya.20
2.2.3
Fungsi Corporate Communication
Public Relations Week’s menyatakan bahwa fungsi dari Corporate
Communication adalah untuk mengawasi fungsi manajemen yang meliputi: media
relations, crisis management, employee relations, marketing communications,
government relations, customer relations, investor relations, community relations.21
Adapun fungsi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Media Relations
Media relations merupakan kegiatan membina hubungan antara perusahaan
dengan media massa. Frank Jefkins mengutarakan bahwa fungsi dari hubungan
20
Ibid, hal 23
Paul A. Argenti, Corporate Communication, New York: Mc Graw-Hill International Editions, 2003,
hal.45
21
20 antara media massa dengan perusahaan adalah untuk memperoleh penyiaran
secara maksimal tentang informasi Public Relations yang disampaikan untuk
memberikan pengetahuan dan menciptakan pengertian publiknya.22
Bentuk kegiatan dari media relations itu sendiri antara lain:
a. Konferensi Pers, yaitu bentuk kegiatan yang menyampaikan berita terbaru
perusahaan.
b. Pers briefing, rapat atau pertemuan regular dengan wartawan untuk
menyampaikan perkembangan perusahaan.
c. Pers Tour, yaitu kegiatan mengundang pers untuk mengunjungi suatu daerah
tertentu bersama para top management dari peusahaan.
d. Wawancara Eksklusif, wawancara mendalam mengenai perusahaan secara
ekslusif oleh media massa.23
2. Crisis Management
Corporate Communication mempunyai peranan penting dalam menangani masa
krisis, mengingat massa krisis dapat berdampak negatif terhadap perusahaan,
sehingga dapat dikatakan Corporate Communication sebagai fungsi manajemen
yang strategis.
Agar fungsi dapat berjalan dengan baik, Corporate Communication yang berada
di bawah pimpinan puncak memiliki kewenangan untuk menjalankan fungsi
tersebut.24
22
Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto, Dasar-dasar Public Relations, Bandung: Remaja Rosakarya,
2002, hal.122
23
Ibid, hal. 135
21 Hal-hal yang harus dilakukan dalam mengatasi krisis adalah:
a. Fact finding, mencari dan mengumpulkan data termasuk data penyebab
terjadinya krisis.
b. Membentuk pusat informasi.
c. Memilih juru bicara yang berpengalaman yang mendapatkan data informasi
yang sebenarnya.
d. Memberikan keterangan yang cukup jelas dan benar kepada pers.
e. Membuat dokumentasi mengenai kejadian tersebut baik berupa foto video dan
lain-lain.
f. Memperbaharui data-data pers dari waktu ke waktu.
g. Memberitahukan operator bahwa tidak ada seorang pun yang memberikan
keterangan selain juru bicara.
h. Permintaan pers untuk kepentingan informasi harus selalu dipenuhi. 25
3. Employee Relations
Employee Relations merupakan hubungan antara perusahaan dengan pegawai yang
dimana hubungan itu tidak berorientasi pada upah dan lingkungan kerja namun
pada komunikasi yang baik antara pegawai dengan perusahaan.26
Tujuan dari employee relations antara lain:
a. Komunikasi tatap muka dan komunikasi ke atas
b. Menyelesaikan kerumitan komunikasi manajemen pegawai
24
Ibid, hal 181
Ibid, hal 183
26
Frank Jefkins, Hubungan Masyarakat, Jakarta: Inter Nusa, 1992, hal.155
25
22 c. Menyampaikan kebijaksanaan dan cara kerja manajemen.
d. Menjelaskan laporan tahunan dan keuangan.
e. Mengintegrasikan staf baru.
f. Menjelaskan teknologi baru.
g. Keselamatan kerja.
h. Berita mengenai staf.
i. Struktur manajemen.
j. Saham dan emisi saham.
k. Pemasaran internasional.
l. Keuntungan-keuntungan pegawai.
m. Umpan balik dan hasil. 27
Hal-hal yang dilakukan untuk menjadi komunikasi dengan pegawai adalah:
a. Employee
gathering,
yaitu
pertemuan
seluruh
pegawai
dengan
top
management dengan melakukan serangkaian acara pada waktu tertentu seperti
ulang tahun perusahaan.
b. Rapat Anggota Tahunan, untuk menyampaikan laporan akhir tahun.
c. Family Gathering, yaitu komunikasi dengan keluarga pegawai.
d. Penerbitan media internal.28
27
28
Ibid, hal 163
Ibid, hal.164
23 4. Marketing Communication
Ted
Levin
mendefinisikan
pemasaran
sebagai
kegiatan
mencari
dan
mempertahankan pelanggan.29 American Marketing Association memperkuat
definisi tersebut dengan menambahkan bahwa pemasaran juga menyangkut halhal di bawah ini antara lain:
a. Suatu perencanaan dan pelaksanaan pembuatan konsep, penetapan harga,
promosi, serta distribusi ide, barang dan jasa untuk menciptakan suatu
pertukaran yang memenuhi tujuan individu serta organisasi.
b. Filosofi bisnis seorang pemilik merek, yang memprioritaskan pemenuhan
keinginan dan kebutuhan pelanggan sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan
pemilik merek. Artinya marketing sebagai budaya yang berorientasi pada
pelanggan dapat diterapkan baik untuk organisasi nirlaba ataupun bisnis.
c. Kegiatan yang dilakukan pemilik merek biasanya berupa pengembangan,
peluncuran produk, pengemasan, pemberian merek, penetapan harga, iklan,
promosi dan distribusi.
d. Sumber perolehan pendapatan.30
Dilihat dari fakta yang ada di dunia perekonomian tersebut dan semakin
berkembangnya peran Public Relations yang ada, maka terjadi pemisahan antara
Public Relations yang dilakukan organisasi yang dalam hal ini korporat dan produk
yang dihasilkan perusahaan tersebut dipasarkan ke konsumen.
29
30
Anne Gregory, Public Relations dalam Praktik, Jakarta: Erlangga, 2004, hal.17
Ibid, hal 17
24 Rhenald Kasali menguraikan lebih terperinci lagi tentang fungsi dari
Marketing Communications sebagai berikut:
a. Memposisikan perusahaan sebagai “leader” atau “expert”
b. Membangun kepercayaan (trust and confident) dari konsumen.
c. Memperkenalkan produk baru.
d. Menghapus, meluncurkan kembali (relaunch) produk-produk yang sudah dewasa
(mature).
e. Mengkomunikasikan keuntungan-keuntungan produk lama.
f. Mempromosikan cara-cara pemasaran baru atau produk-produk yang sudah
dikenal.
g. Melibatkan atau menggerakan masyarakat terhadap produk perusahan.
h. Menjangkau secondary markets.
i. Menekan pasar yang lemah.
j. Memperluas jangkauan iklan
k. Menyebarkan berita sebelum beriklan
l. Membuat iklan lebih berbunyi (menjadi bahan pembicaraan)
m. Menjelaskan produk story.
n. Memperoleh publisitas atas produk-produk yang tidak boleh diiklankan.
o. Memperoleh pemberitaan televisi atau iklan-iklan yang tabu diiklankan di
televisi.
p. Mengetes konsep pemasaran.
q. Mengidentifikasi produk (merek) dengan nama perusahaan.
25 r. Mendapatkan dukungan konsumen dengan menjelaskan misi perusahaan.
s. Mendorong motivasi tenaga-tenaga penjual (sales forces)
t. Memperoleh dukungan dari para penyalur (pengecer).31
5. Goverment Relations
Goverment Relations merupakan hubungan antara Corporate Communication
dengan komunikasi dengan pemerintah. Fungsi dari Goverment Relations ini
adalah sebagai berikut:
a. Lobby
b. Mempercepat proses prosedur perijinan
c. Memperoleh dukungan-dukungan moril
d. Mempercepat ijin-ijin legal lainnya.32
6. Customer Relations
Terciptanya hubungan yang baik dengan pelanggan merupakan hal yang penting
dilaksanakan bagi suatu organiasi dalam menjalin komunikasi dan kerja sama
dengan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan sebaik-baiknya dan
pelanggan akan merasa dihargai.
Menurut Fraizier Moore, tujuan customer relations bagi organisasi adalah:
perwujudan customer relations yang baik harus memperhatikan faktor kepuasan
31
Rhenald Kasali, Manajemen Public Reltions – Konsep dan Aplikasinya di Indonesia, Jakarta:
Grafiti, 2005, hal.13
32
Ibid, hal 59
26 pelanggan.
Kepuasaan
pelanggan
sangat
bergantung
pada
produk
dan
pelayanannya.33
Dilihat dari tujuannya, customer relations merupakan hubungan antara
Corporate Communication dengan pelanggan untuk memuaskan pelanggan, hal ini
berkaitan dengan media yang digunakan oleh organisasi untuk dapat menyampaikan
pesan dan pelayanan sesuai sasaran dan mudah bagi pelanggan yang heterogen.
Media dengan konsumen itu meliputi:
a. Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan dengan pelanggan merupakan cara yang paling efektif untuk
menyampaikan fakta-fakta dan menciptakan pengertian mengenal kebijaksanaan
dan pelakasanaan organisasi.
b. Komunikasi Audiovisual
Siaran Televisi dan Radio merupakan media dasar komunikasi dengan pelanggan
dari kebanyakan perusahaan besar. Siaran pelanggan mungkin dilakukan dengan
sponsor secara komersial, atau dalam hal komunikasi melalui program tersebut
tidak mengandung aspek komersial, maka mereka menyiarkannya dengan cumacuma sebagai sarana pendidikan.
c. Komunikasi Cetak
Komunikasi cetak dipergunakan bersamaan dengan media komunikasi lisan.
Bentuk-bentuk dasarnya melalui publisitas, program kekeluargaan, materi untuk
33
Frazier Moore, Hubungan Masyarakat: Prinsip, Kasus dan Masalah, Bandung: Remaja Rosdakarya,
1988, hal 67.
27 studi kelompok, bahan rujukan pustaka, penerbitan, surat menyurat, dan
periklanan.
d. Peristiwa Khusus
Mengadakan peristiwa khusus (special event) mendidik dan menghibur kelompok
dengan minat khusus atau khalayak ramai sebagai salah satu media yang
penting.34
Mengadakan peristiwa khusus (special event) mendidik dan menghibur kelompok
dengan minat khusus atau khalayak ramai sebagai salah satu media yang
penting.35
7. Investor Relations
Investor relations merupajan hubungan antara Corporate Communication dengan
para investor. Fungsinya adalah untuk mempertahankan investor tersebur agar
tetap menanamkan modalnya pada perusahaan.36
Menurut Fraizer Moore tujuan dari investor relations adalah untuk
membangkitkan perhatian pemilik pada perusahaan, menciptakan suatu pengertian
yang lebih baik antara perusahaan dan para pemilik sahamnya dengan komunikasi
financial, membujuk para pemegang sahamnya untuk memakai dan menganjurkan
pembelian produk-produk perusahaan, mengurangi pergantian para pemegang saham
dan mempromosikan pemilikan saham sebagai suatu investasi jangka panjang,
34
Ibid, hal.177
36
Paul A Argenti, Corporate Communication, Newyork: Mc Graw-Hill International Editions, hal.49
28 mengurangi kritik pemegang saham dan oposisi yang diorganisir terhadap
manajemen, memantapkan pasaran untuk jaminan perusahaan, meningkatkan pretise
perusahaan dimana para pemilik mendapat kesetiaan para pemegang saham,
memperoleh dukungan para pemegang saham untuk proyek-proyek Public
Relations.37
Investor relations dapat dilakukan dengan memberikan laporan-laporan
mengenai perusahaan secara rutin, seperti laporan tahuna, laporan financial, laporan
produksi, laporan perusahaan, laporan personil pemegang saham.38
8. Community Relations
Community relations merupakan hubungan antara Corporate Communication
dengan komunitas di masyarakat. Hubungan ini berfungsi sebagai konsep untuk
menentukan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyrakat.39
Hubungan dengan komunitas ini antara lain seputar masalah polusi, keamanan
sosial dan fasilitas-fasiltas sosial.40
2.3
Public Relations
2.3.1
Pengetian Public Relations
Scott M Cutlip mengatakan hubungan masyarakat merupakan fungsi
manajemen yang membentuk dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan
37
Op cit, Fraizer Moore, hal 74
Ibid, hal 28
39
Anne Gregory, Public Relations Dalam Praktik, Jakarta: Erlangga, 2004, hal.102
40
Yosial Iriantara, Manajemen Strategi Public Relations, Jakarta:Ghalia Indonesai, 2004, hal.59
38
29 antara organisasi dan masyarakat yang menjadi sandaran keberhasilan atau
kegagalannya. Definisi konseptual ini menempatkan berbagai ragam aktivitas dan
tujuan dalam praktek hubungan masyarakat sebagai fungsi manajemen. Definisi ini
juga mendefinisikan pembentukan dan pemeliharaan hubungan yang saling
menguntungkan antara organisasi dan masyarakat sebagai dasar moral dan etika
profesi ini.41
Defleur dan Dennis yang dikutip oleh Cutlip menyatakan bahwa pada
dasarnya Public Relations merupakan proses komunikasi, dimana individu atau unitunit masyarakat berupaya untuk menjalin relasi yang terorganisasi dengan berbagai
kelompok atau publik untuk tujuan tertentu.
Definisi PR menurut Institute of Public Relations (IPR) di Inggris yang
dikutip oleh Anne Gregory, Praktik PR adalah usaha yang direncanakan serta
dilakukan secara continue untuk menciptakan dan menjaga nama baik organisasi
(goodwill) dan kesepahaman bersama antara organisasi dengan publiknya.
Selanjutnya, dijelaskan pula bahwa PR berkaitan dengan reputasi- hasil dari
apa yang anda lakukan, apa yang anda katakan dan apa yang dikatakan orang lain
tentang anda. Dan praktik PR adalah disiplin ilmu memelihara reputasi dengan tujuan
untuk mendapatkan kesepahaman dan dukungan serta untuk mempengaruhi opini
perilaku.42
41
Scott M Cutlip, et al, Effective Public Relations : Merancang dan Melaksanakan Kegiatan
Kehumasan dengan Sukses, Jakarta: PT. Indeks, 2005, hal 3-4.
42
Anne Gregory, Perencanaan dan Manajemen Kampanye Public Relations, Jakarta: Erlangga, 2004,
hal 3
30 Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa Public Relations adalah
fungsi manajemen yang bertujuan membangun pemahaman publik terhadap
organisasi sehingga dapat terbangun hubungan yang baik antara organisasi dengan
publiknya dan terpelihara pulalah citra organisasi tersebut.
2.3.2 Tujuan Public Relations
Public Relations merupakan fungsi manajemen dan dalam struktur organisasi
salah satu bagian atau divisi dari organisasi. Karena itu, tujuan Public Relations
sebagai bagian struktural organisasi tentu saja tidak bisa lepas dari tujuan
organisasinya. Inilah disebut sebagai salah satu prinsip Public Relations. Prinsip
tersebut menyatakan tujuan Public Relations jelas dan mutlak untuk memberikan
sumbangan pada objektif organisasi secara keseluruhan.
Tujuan kegiatan Public Relatios menurut Oxley yang dikutip oleh Yosal
Iriantara adalah mengupayakan dan memelihara saling pengertian antara organisasi
dan publiknya”. Bahkan secara tegas Oxley menyatakan, bahwa objektif Public
Relations itu tidak akan pernah terlepas dari objektif organisasi. Objektif Public
Relations tidak akan pernah merintangi pencapaian objektif penting apapun dari
organisasi.43
Frank Jefkins juga menambahkan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan
tujuan kegiatan humas sebuah perusahaan, beberapa di antara yang pokok adalah
sebagai berikut:
43
Loc cit, Yosal Iriantara, hal 56-57.
31 a. Untuk mengubah citra umum dimata khayalak sehubungan dengan adanya
kegiatan-kegiatan baru dilakukan oleh perusahaan.
b. Untuk meningkatkan bobot kualitas calon pegawai.
c. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan
kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
d. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka
pasar-pasar baru.
e. Untuk mempersiapkan dan menkondisikaan masyarakat bursa saham atau rencana
perusahaan untuk menertibkan saham baru atau saham tambahan.
f. Untuk memperbaiki hubungan antara perusahaan itu dengan khalayaknya,
sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan
kecemasan, kesangsian atau salah paham dikalangan terhadap niat baik
perusahaan.
g. Untuk mendidik para pengguna, atau konsumen agar mereka lebih efektif dan
memanfaatkan produk-produk.
h. Untuk menyakinkan khalayak bahwasanya perusahaan mampu bertahan atau
bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.
i. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi
resiko pengambilalihan (take over) oleh pihak-pihak lain.
j. Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
k. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktifitas dan partisipasi para
pemimpin perusahaan organisasi dalam kehidupan sehari-hari.
32 l. Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dalam suatu
acara.
m. Untuk memastikan bahwasanya para politisi benar-benar memahami kegiatankegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan
terhindar dari peraturan, Undang-undang dan kebijakan pemerintah yang
merugikan.
n. Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan perusahaan agar
masyarakat mengetahui betapa perusahaan mengutamakan kualitas dalam
berbagai hal.44
Dari penjelasan diatas, peneliti menarik kesimpulan bahwa Public Relations
bertujuan mengupayakan dan memelihara hubungan antara organisasi dengan
publiknya/stakeholder nya.
2.3.3
Ciri-ciri dan Fungsi Public Relations
Berfungsi atau tidaknya Humas dalam sebuah organisasi dapat diketahui oleh
ada tidaknya kegiatan yang menunjukan ciri-cirinya. Menurut Uchjana, ciri-ciri
mengenai fungsi humas secara eksplisit ditegaskan yakni : humas adalah kegiatan
komunikasi dalam suatu organisasi yang berlangsung dua arah secara timbal balik ;
Humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh manajemen
suatu organisasi; Publik yang menjadi sasaran kegiatan humas adalah publik ekstern
dan publik intern; Operasional Humas adalah membina hubungan yang harmonis
44
Frank Jefkins, Public Relations, Jakarta: Erlangga, 1992, hal 36-37.
33 secara organisasi dengan publik dan mencegah terjadinya rintangan psikologi, baik
yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak publik.45
Menurut Edward L Benny yang dikutip oleh Rosady Ruslan, terdapat 3 fungsi
utama Humas, yaitu: memberikan penerangan kepada masyarakat, melakukan
persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung dan
berupaya untuk mengintergasikan sikap dan perbuatan suatu badan/lembaga sesuai
dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya.46
Dari pemaparan definisi dan fungsi Public Relations tersebut diatas, Rosady
Ruslan juga menjelaskan bahwa ciri khas proses dan fungsi manajemen Public
Relations adalah: menunjukan kegiatan tertentu (action), kegiatan yang jelas
(activities), adanya perbedaan khas dengan kegiatan lain (different), terdapat suatu
kepentingan bersama (impression), adanya kepentingan bersama (common interest)
dan terdapat komunikasi dua arah timbal balik.47
Kemudian berdasarkan ciri khas kegiatan PR tersebut, menurut pakar Humas
Internasional, Cutlip & Center and Canfield yang dikutip oleh Rosady Ruslan fungsi
Public Relations dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Menunjang aktifitas yang harmonis dalam mencapai tujuan bersama (fungsi
melekat pada manajemen lembaga/organisasi
45
Onong Uchjana Effendy, Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikasi, Bandung : Remaja
Rosdakarya, 1998, hal. 18-19.
46
Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi (Konsepsi dan Aplikasi),
Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005, ha18
47
Ibid, Rosady Ruslan, hal. 18-19
34 2. Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan publiknya
yang merupakan khalayak sasaran.
3. Mengidentifikasikan segala sesuatu
4. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbangan saran kepada
pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat bersama.
5. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik, dan mengatur arus informasi,
publikasi serta pesan dari badan/organisasi ke publiknya atau sebaliknya, demi
tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.48
Berdasarkan pengertian diatas, peneliti menarik kesimpulan bahwa fungsi
Public Relations adalah menciptakan hubungan yang harmonis dan melakukan
komunikasi dengan para stakeholdernya guna mencapai pencitraan yang baik bagi
perusahaan/organisasi.
2.3.4 Peran dan Tugas Public Relations
Inti dari tanggung jawab Public Relations dalam melaksanakan kinerjanya
adalah menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dengan publiknya dan
menjaga citra perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut, maka Public Relations
mempunyai beberapa peranan. Keberadaan dari peran Public Relations dalam suatu
perusahaan dirasakan semakin dibutuhkan mengingat besarnya persaingan yang ada
pada masa sekarang ini. Public Relations sangat berperan dalam membangun citra
48
Ibid, hal 19
35 perusahaan. Peranan Public Relations di perusahaan akan mempengaruhi persepsi
publik terhadap perusahaan, sehingga dapat membangun reputasi yang baik.
Cutlip, Center & Broman menjabarkan ada empat peranan besar hubungan
masyarakat yaitu Teknisi Komunikasi (Technician Communications), Penentu Ahli
(Expert Prescriber Communications), Fasilitator Komunikasi (Communications
Facilitator), dan Fasilitaor Pemecah Masalah (Problem Solving Facilitator).49
Menurut Frida Kusumawati, Peran petugas humas dapat dibedakan menjadi
dua, yakni peranan managerial (communications manager role) dan peranan teknis
(communications technician role).50
Selanjutnya, Frida Kusumastuti menjelaskan ada tiga tugas humas dalam
organisasi/lembaga yang berhubungan erat dengan tujuan dan fungsi humas. Ketiga
tugas tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menginterpretasikan, menganalisis dan mengevaluasi kecenderungan perilaku
publik, kemudian direkomendasikan kepada manajemen untuk merumuskan
kebijakan organisasi/lembaga.
2. Mempertemukan kepentingan organisasi/lembaga dengan kepentingan publik.
3. Mengevaluasi program-program organisasi/lembaga, khususnya yang berkaitan
dengan publik.51
49
Scott M Cutlip, Allen H Center dan Glen M. Brown, Effective Public Relations: Merancang dan
Melaksanakan Kegiatan Kehumasan dengan Sukses, Jakarta: Indeks, 2005, hal. 34-37
50
Frida Kusumastuti, Dasar-dasar Humas, Jakarta: Ghalia Indonesia & UMM Press, 2004, hal 24-25
51
Ibid, Frida Kusumastuti
36 Berdasarkan penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Public Relations
memiliki peran penting dalam sebuah organisasi yaitu sebagai Teknisi Komunikasi
(Technician Communications), Penentu Ahli (Expert Prescriber Communications),
Fasilitator Komunikasi (Communications Facilitator), dan Fasilitaor Pemecah
Masalah (Problem Solving Facilitator).
2.4
Internal dan Eksternal Stakeholders
Salah satu tugas Public Relations adalah membina hubungan yang baik
dengan pihak-pihak yang terkait dengan peusahaan melalui proses komunikasi.
Pihak-pihak tersebut adalah khalayak sasaran Public Relations dan disebut
stakeholder. Dalam manajemen Public Relations, keberhasilan perusahaan untuk
memperoleh kepuasan stakeholder dapat dijadikan indikator keberhasilan perusahaan.
Menurut Freeman yang dikutip Alison Theaker, The term stakeholder refers
to group or individuals who have an interest or stake in an entity such as
organization, community or country. In corporate terms a company’s stakeholders
typically include employees, suppliers, members of the local community and
customers. Each of these groups can effect or are affected by actions, decisions,
policies, practices, or goals of the organization.52 Dari definisi diatas dijelaskan
stakeholder
merupakan
suatu
kelompok
atau
individu
yang
memiliki
kepentingan/saham dalam entitas organisasi/komunitas/negara. Dalam sebuah
organisasi/perusahaan, stakeholder biasanya adalah karyawan, pemasok anggota
52
Alison Theaker, The Public Relations Hand Book, Abingdon:Routledge, 2001, hal. 83.
37 komunitas lokal dan customer. Masing-masing kelompok dapat mempengaruhi atau
dipengaruhi oleh tindakan oleh tindakan, keputusan, kebijakan, praktik atau tujuan
organisasi.
Rhenald Kasali menerangkan, stakeholder adalah setiap kelompok yang
berada didalam maupun luar perusahaan yang mempunyai peran dalam menentukan
keberhasilan perusahaan. Unsur itu dibedakan atas stakeholder internal dan
stakeholder eksternal. Unsur internal antara lain pemegang saham, manajer/top
eksekutif, karyawan beserta kerluarganya. Sedangkan yang masuk dalam stakeholder
eksternal anatara lain adalah konsumen, pemasok, penyalur, pesaing, konsumen,
bank, pemerintah, pers dan lembaga swadaya masyarakat.53
Dapat disimpulkan, stakeholder adalah kelompok atau individu yang memiliki
kepentingan baik yang berada didalam maupun diluar perusahaan yang mempunyai
peran dalam menentukan keberhasilan perusahaan/organisasi.
2.5
Publik Eksternal
2.5.1
Pengertian Publik Eksternal
Publik Relations sebagai interpreter publik, dalam hal ini bertujuan untuk
menemukan apa yang benar-benar publik pikirkan tentang organisasi atau perusahaan
53
Rhenald Kasali, Manajemen Public Relations: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia, Jakarta:
Pustaka Utama Grafiti, 2005, hal.81.
38 agar manajemen dengan segera dapat mengetahuinya atau Public Relations bekerja
guna mengantisipasi secara benar perasaan publiknya.54
Publik Public Relations selain internal, terdapat juga publik eksternal. Publik
eksternal merupakan sekelompok orang yang secara organik tidak berkaitan langsung
dengan organisasi.55
2.5.2
Jenis-jenis Publik Eksternal
Pada dasarnya bentuk-bentuk kegiatan Public Relations atau relasi yang
dibangun,dijaga, dan dikembangkan melalui kegiatan Public Relations adalah relasi
dengan para publik eksternalnya.56 Untuk itu dalam menjaga dan mengembangkan
huungan dengan publik eksternalnya, Public Relations harus mengenal jenis-jenis
public eksternal tersebut. Publik eksternal itu antara lain meliputi pers, pemerintah,
praktisi, pengamat, pelanggan, dan masyarakat luas.
Sementara itu, fungsi dari publik eksternal adalah sebagai sasaran kegiatan
publik relations terdiri atas orang-orang atau anggota masyarakat diluar organisasi
baik yang ada kaitannya dengan organisasi maupun yang diharapkan ada kaitannya
dengan organisasi.57
Dalam
penelitian
ini
difokuskan
pada
publik
eksternal,
yaitu
Pengusaha/Supervisor/Operator SPBU, Media dan Masyarakat.
54
Soleh Soemirat dan Elvinaro, Dasar-dasar Public Relations, Bandung: Remaja Rosdakarya: 2002,
hal. 15
55
Ibid, hal 15
56
Yosal Iriantara, Manajemen Strategis Public Relations, Jakarta:Ghalia Indonesia, 2004, hal 51
57
Ibid, hal 51
39 2.6
Strategi Komunikasi
2.6.1 Pengertian Strategi Komunikasi
Strategi komunikasi berperan penting dalam sebuah organisasi. Berhasil
tidaknya kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan oleh strategi
komunikasi.
Menurut Uchjana, Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning)
dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi, untuk
mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya
menunjukan satu arah saja, melainkan harus mampu menunjukan bagaimana sistem
operasionalnya. Demikian pula dengan strategi komunikasi dengan manajemen
komunikasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Strategi komunikasi harus
mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis harus dilakukan,
dalam arti setiap pendekatan bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung situasi dan
kondisi.58
Sedangkan Anwar Arifin memperkuat definisi strategi komunikasi sebagai
berikut: Strategi komunikasi merupakan perpaduan dan perencanaan komunikasi
(communication
planning)
dan
komunikasi
manajemen
(communication
management) untuk mencapai tujuan, dimana pendekatannya dilakukan tergantung
pada situasi dan kondisi.59
58
59
Onong Uchjana, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003, hal 300.
Anwar Arifin, Sebuah Pengantar Ringkas Strategi Komunikasi, Bandung: Amico, 1994, hal. 10
40 Uchjana juga menambahkan, dalam strategi komunikasi, pendekatan
(approach) terhadap efek yang diharapkan dari suatu kegiatan komunikasi bisa
berjenis-jenis, yakni:
a. Menyebarkan informasi
b. Melakukan persuasi
c. Melaksanakan instruksi.60
2.6.2 Komponen-Komponen Strategi Komunikasi
Menurut Cutlip et al, strategi komunikasi yang dirancang haruslah menunggu
tindakan
(action)
sehinggan
dalam
merancang
strategi
komunikasi
harus
memperhatikan komponen-komponen pembentuknya.61
Menurut Efendy, komponen-komponen yang dijabarkan dalam strategi
komunikasi sebagai berikut:
1. Khalayak
Pengertian khalayak menurut Kasali sebagai berikut:
Khalayak adalah sasaran yang diituju dalam kegiatan Public Relations. Khalayak
dalam kegiataan PR dapat disebut juga stakeholder, yakni kumpulan dari pihakpihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.
60
61
Op cit, Onong Uchjana, hal.302
Cutlip et al, Effective Public Relations, New Jersey: Prentice Hall, 2000, hal.406
41 2. Pesan
Salah satu komponen strategi komunikasi yang menentukan dalam keberhasilan
kegiatan komunikasi ialah perancangan isi pesan komunikasi yang dilakukan
setelah mengenal masalah dan khalayak. Perancangan isi pesan ini dilakukan
dengan menentukan tema materi yang tepat untuk mempengaruhi khalayak, serta
membangkitkan perhatiannya dengan menerapkan teori A-A Procedure yaitu:
a.
Content (isi pesan)
b.
Clarity
c.
Continuity
3. Media
Pemilihan media merupakan komponen yang harus dilakukan pada kegiataan
komunikasi. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media
komunikasi antara lain:
1. Context
Public Relations harus dapat memilih media yang tepat untuk mendukung
maksud atau isi makna dan tujuan dari pesan yang ingin disampaikan sehingga
kegiatan komunikasi dapat diterima baik oleh khalayak.
Pernyataan tersebut didukung oleh Harold D Laswell yang mengemukakan
bahwa pemilihan media harus memperhatikan isi dari pesan yang dikomunikasikan.
Dalam penyampaian dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
a. Komunikasi tatap muka (face to face communications), dilakukan apabila
mengharapkan perubahan tingkah laku masyarakat.
42 b. Komunikasi bermedia (mediated communications), digunakan untuk memberikan
informal kepada khalayak, yang dibagi menjadi dua yaitu publik media dan media
massa.62
Media yang digunakan Public Relations antara lain:
a. Media Pers.
b. Audio Visual.
c. Media Elektronik.
d. Pameran.
e. Penerbitan Buku Khusus.
f. Surat Langsung.
g. Pesan-pesan lisan.
h. Pembicaraan sponsor.
i. Jurnal organisasi.63
2. Capability of the Audience
Dalam memilih media harus dilakukan dengan selektif dan sesuai kepada dan
kondisi juga situasi khalayak.64
4.
Metode (Method)
Pengertian dari metode menurut Mohr dan Nevin dijelaskan sebagai berikut:
“The medium of communications or modality is the method used to transmit
information. 65
62
Arifin Anwar, Op cit, hal 85
Frank Jefkins, Public Relations, Jakarta: 1996, hal. 61
64
Onong Uchjana Effendy, Dimensi-dimensi Komunikasi, Op cit, hal 61
63
43 Dapat dijelaskan media dari komunikasi adalah metode yang digunakan untuk
menyampaikan informasi kepada khalayak.
Dalam metode penyampaian pesan dapat dilihat berdasarkan pada dua aspek:
1. Cara pelaksanaan komunikasi:
a. Redundancy (Repetitions)
Cara untuk mempengaruhi khalayak dengan mengulang-ngulang pesan untuk
mengubah cara pandang.
b. Canalizing
Penyampaian tujuan dengan cara mengenal khalayak terlebih dahulu lalu
mengubah sikapnya sedikit demi sedikit.
2. Berdasarkan bentuk dan isi pesan:
a. Informatif, digunakan untuk memberikan penerangan dalam bentuk isi pesan
tertentu.
b. Persuasif, digunakan untuk mempengaruhi khalayak dengan cara membujuk
atau sugesti.
c. Edukatif,
mempengaruhi
khalayak
dengan
suatu
pernyataan
umum
berdasarkan pendapat, fakta, pengalaman.
d. Cursive, mempengaruhi khalayak dengan jalan memaksa.66
65
Mohr, Jakki, John R Nevin, Communications Strategies in Marketing Channel; A Teorical
Prespective, Jurnal of Marketing, Oktober 1990, hal 37
66
Onong Uchjana Effendy, Dimensi-dimensi Komunikasi, Op cit, ,hal 73
44 2.6.3
Tujuan Strategi Komunikasi
Pace, Paterson dan Burnett dalam Uchjana menyatakan bahwa tujuan sentral
kegiatan komunikasi terdiri atas tiga tujuan utama, yaitu: to secure, to establish, dan
to motivate action. To secure understanding, memastikan bahwa komunikan mengerti
pesan yang diterimanya. Apabila ia sudah dapat mengerti dan menerima, maka
penerimaanya itu harus dibina (to establish acceptance). Pada akhirnya kegiatan
dimotivasikan (to motivate).67
Sementara itu Cutlip et al menyatakan bahwa tujuan dari strategi komunikasi
adalah:
1. Memberikan informasi kepada khalayak internal dan eksternal untuk melakukan
tindakan yang diinginkan.
2. Mempengaruhi khalayak untuk mendukung dan menerima tindakan tersebut.
3. Menginstruksikan khalayak untuk mengubah keinginan menjadi tindakan
berdasarkan kemampuan.68
2.6.4
Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan keputusan mengenai jalan yang akan ditempuh
untuk mencapai apa yang sudah ditetapkan dalam sasaran. Berdasarkan analisis yang
dilakukan terhadap faktor-faktor lingkungan sosial, operasional dan internal,
kemudian dengan mempertimbangkan sasaran maka ditetapkan strategi untuk
67
68
Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya, hal.32
Cutlip et al, Op Cit, hal 406
45 mencapai sasaran tersebut. Pilihan strategi biasanya didasarkan pada peluang strategi
tersebut mampu mewujudkan sasaran. Ketika merumuskan strategi, tersedia banyak
alternative strategi untuk mencapai sasaran, namun harus dapat dipilih strategi mana
yang paling tepat dengan mempertimbangkan lingkungan sosial, operasional dan
internal organisasi. Menurut hari Lubis, ada jenis pendekatan yang bisa digunakan
untuk mengaitkan antara perumusan strategi dan analisis lingkungan, yakni:
1. Critical Question Analysis, yaitu kerangka dasar untuk menganalisis kondisi
umum organisasi dan merumuskan strategi yang sesuai dengan menjawab
pertanyaan.
Analisis SWOT, yaitu dengan menganalisis kondisi organisasi (kekuatan,
kelemahan, kesempatan dan ancaman) lalu menyeimbangkan antara kekuatan dan
kekurangan pada lingkungan internal, kesempatan dan ancaman pada lingkungan
eksternal.69
Begitulah pendekatan perumusan strategi yang mana merupakan bagian yang
paling sulit dan memakan waktu lama dalam merumuskannya.
Menurut Anwar Arifin, dalam merumuskan strategi komunikasi terdapat
beberapa tahapan yang digunakan untuk dapat menetapkan strategi yang akan
digunakan. Tahapan tersebut antara lain:
1. Mengenal khalayak
2. Menyusun pesan
3. Menetapkan metode yang akan digunakan
69
Iriantara Yosal, Manajemen Strategi Public Relations, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004, hal. 29
46 4. Seleksi dan penggunaan media.70
2.6.5
Implementasi Strategi
Implementasi strategi merupakan keseluruhan kegiatan dan pilihan yang
diperlukan untuk menjalankan sebuah rencana strategis. Ini merupakan proses untuk
menjalankan strategi dan kebijakan melalui pengembangan program, anggaran dan
prosedur setelah proses perumusan strategi. Walaupun implementasi strategi
merupakan langkah berikut setelah perumusan strategi, tidak berarti proses
perumusan strategi sudah selesai.71
Tak jarang organisasi memiliki perumusan yang matang namun dalam
mengimplementasiikannya kurang sekali ataupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan
setelah proses perumusan tidak diaplikasikan dalam proses implementasi sehingga
tidak ada penyempurnaan perumusan.
Keberhasilan dalam manajemen strategis ditentukan dari perumusan dan
implementasi strategi yang baik, dan setelah itu dilakukanlah proses evaluasi dan
control dari hasil perumusan dan implementasi strategi organisasi.
Dalam mengimplementasikan strategi yang telah dirumuskan terdapat
beberapa tahapan pula. Menurut Shuler dan S.E. Jackson tahapan tersebut antara
lain:
70
71
Anwar Arifin, Sebuah Pengantar Ringkas Strategi Komunikasi, Bandung: Armico, 1994, hal. 58
Ibid, hal.35
47 1. Menganalisis struktur formal dan informal, dimaksudkan disini lebih menjelaskan
kembali secara jelas siapa yang akan menjalankan rencana strategis.
2. Analisis kultur organisasi untuk mengetahui apa yang akan dilakukan.
3. Memilih pendekatan yang paling sesuai untuk mengimplementasikan strategi
dengan tujuan untuk melihat bagaimana orang yang merencanakan strategi
tersebut melakukan apa yang diperlukan.
4. Mengimplementasikan strategi.72
2.6.6
Evaluasi Strategi
Menurut Rhenald Kasali, evaluasi merupakan suatu proses untuk melakukan
control dan sebagai input dalam pengambilan keputusan di masa depan.73
Secara sederhana proses ini dijalankan untuk memastikan apakah perusahaan
sudah mencapai apa yang sudah ditetapkan. Untuk itu evaluasi strategi penting sekali
untuk mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan dari setiap tindakan dan umpan
balik dapat memperbaiki strategi yang diambil berikutnya.
Untuk itu dalam proses evaluasi terdapat beberapa tahapan. Whoelen dan
Hunger menjelaskan masing-masing tahapan evaluasi strategi sebagai berikut:
1. Menetapkan apa yang hendak dievaluasi
2. Menetapkan standar kinerja
3. Ukuran kinerja aktual
72
Ibid, hal 37
Soleh Soemirat & Elvinaro Ardianto, Dasar-dasar Public Relations, Bandung: Remaja Rosdakarya,
2002, hal. 92
73
48 4. Membandingkan kinerja aktual dengan standar
5. Mengambil langkah korektif.74
2.7
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi merupakan salah satu fungsi komunikasi yang berperan penting
dalam pola tingkah laku seseorang di tengah-tengah masyarakat. Sosisalisasi juga
merupakan salah satu proses belajar dari anggota masyarakat dan hubungan dalam
interaksi individu-individu di sekelilingnya. Proses sosialisasi ini dapat berjalan
dengan lancar melalui interaksi sosial, yaitu hubungan antar manusia yang
menghasilkan suatu proses pengaruh-mempengaruhi. Dalam proses pendewasaan
manusia berdasarkan pengalamannya sendiri selalu akan terbentuk suatu sistem
perilaku yang juga ikut ditentukan oleh watak pribadinya, yaitu bagaimana dia akan
memberi reaksi terhadap suatu peengalaman. Akhirnya sistem perilaku inilah yang
akan menentukan dan membentuk sikapnya terhadap sesuatu.
Menurut Peter L. Berger yang dikutip oleh Sunarto (1993:27), sosialisasi adalah
“a process by which a child learns to be a participant member of society”
Untuk mencapai keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi
program Public Relations, maka dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Tentukan tujuan yang hendak dicapai
b. Tentukan target
c. Tentukan ruang lingkup
74
Iriantara Yosal, Manajemen Strategis Public Relations, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004, hal.41
49 d. Tentukan jangka waktu
e. Tentukan publik sasaran
f. Tentukan tema, topik, atau isu dari kampanye tersebut.
g. Tentukan efek yang diinginkan dalam suatu kampanye
h. Tentukan fasilitas, perlengkapan atau sarana yang menunjang suatu kampanye
i. Pembentukan team work yang solid dan professional.75
Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam melakukan proses
sosialisasi, yang oleh F Rachmadi lebih sering disebut filsafat Public Relations, yaitu:
a. The Manipulative Approach, yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk
merubah pendapat-pendapat dan mengelolanya, sehingga menjadi pendapat yang
menguntungkan organisasi.
b. The Promotional Approach, kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan
perhatian dan minat terhadap adanya organisasi dengan kegiatan-kegiatannya,
serta barang atau jasa yang dihasilkannya.
c. The Educational Approach, kegiatan yang dilakukan untuk memberikan
pengertian dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan,
skill dan partisipasi.
d. The Missionary Approach, kegiatan yang dilancarkan dengan misi atau pesanpesan tertentu, yang pada umumnya bersifat ethical, atau sesuatu yang memiliki
nilai-nilai luhur dan didambakan.76
75
Rosady Ruslan, Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi (Konsepsi dan Aplikasi), Jakarta:
Raja Grafindo Persada, 2002, hal 74-75
50 Jadi, sosialisasi adalah proses atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari
satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.
76
Soenarko Setyodarmodjo, Public Relations: Pengertian, Fungsi, dan Peranannya. Surabaya:
Papyrus, 2003.
Download