pertemuan 6 : resiko sumber daya manusia

advertisement
RESIKO INVESTASI DI PERUSAHAAN
Disampaikan oleh :
E#RVITA SAFITRI, M.Si
PENDAHULUAN

Jika perusahaan anda diajak untuk
begabung di perusahaan dengan membeli
sebagian saham atau mengakuisisi atau
merger, maka hendaklah anda melakukan
analisis yang tajam apakah perusahaan
tersebut memiliki prospek yang
menguntungkan.
MENILAI KINERJA PERUSAHAAN


Penilaian kinerja perusahaan dapat ditentukan dari
beberapa aspek. Semakin banyak aspek yang diteliti
secara tajam dan mendalam, semakin jelas pula
penentuan dan pengendalian resiko kerugian,
sehingga pengambilan keputusan untuk melakukan
investasi.
Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan beberapa
cara yaitu dengan melihat rasio keuangan, model
prediksi bangkrut dari altman (Z Skor), Penilaian
harga saham di Pasar Modal, Pemilihan Portofolio
Rasio Keuangan (1)





Rasio Likuiditas : kemampuan perusahaan dalam memenuhi
semua kewajiban yang segera akan jatuh tempo.
Rasio Efisiensi : digunakan untuk menentukan penilaian
efektivitas perusahaan menggunakan aktiva untuk menghasilkan
penjualan.
Rasio Laverage : berguna untuk menunjukkkan kualitas
kewajiban perusahaan serta seberapa besar perbandingan
antara kewajiban dengan aktiva
Rasio Profitabilitas : untuk mengukur kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba dari setiap penjualan yang dilakukan.
Rasio Deviden Payout : digunakan untuk mengukur seberapa
besar bagian dari laba bersih yang digunakan untuk deviden
Rasio Keuangan (2)
Rasio Likuiditas




Current ratio
Qiuck / Acid Test Ratio
Cash Ratio = (Kas + Deposito) / Kewajiban Lancar
Rasio Modal Kerja Bersih terhadap total aktiva =
(Aktiva Lancar – Kewajiban Lancar) / Total Aktiva
Rasio Keuangan (3)
Rasio Efisiensi :
 Rasio perputaran persediaan :
Harga Pokok Penjualan / Persediaan
 Rasio perputaran aktiva tetap :
Penjualan / Aktiva Tetap
 Rasio perputaran total aktiva :
Penjualan / Total Aktiva
 Rasio rata-rata periode pengumpulan piutang :
Piutang Dagang / 360 Hari
Rasio Keuangan (4)
Rasio Laverage :
 Rasio Hutang :
Total Kewajiban / Total Aktiva
 Rasio Kewajiban lancar terhadap total aktiva :
Kewajiban Lancar / Total Aktiva
 Rasio kewajiban jangka panjang terhadap total aktiva :
Kewajiban Jangka Panjang/ Total Aktiva
 Rasio modal terhadap kewajiban :
Modal / Total Kewajiban
 Times interest earned :
Laba Usaha / Beban Bunga
Rasio Keuangan (5)
Rasio Profitabilitas :
 Margin laba kotor :
Laba Kotor / Penjualan bersih
 Margin laba usaha :
Laba usaha / Penjualan bersih
 Margin laba bersih :
Laba Bersih / Penjualan bersih
 ROI :
Laba usaha / Total Aktiva
 Rasio laba ditahan terhadap total aktiva :
Laba Ditahan / Total Aktiva
Rasio Keuangan (1)
Rasio Deviden Payout :
 DPR :
Deviden per saham / Laba bersih per saham
Model Prediksi Bangkrut (Z Skor)



Z Skor ini digunakan untuk mengukur tingkat
kepailitan/kebangkrutan suatu perusahaan.
Rumus : Z = 1,2(X1) + 1,4(X2) + 3,3(X3) + 0,6(X4) +
0,999(X5)
dimana :
- X1 : rasio modal kerja terhadap total aktiva
- X2 : rasio laba ditahan terhadap total aktiva
- X3 : ROI
- X4 : rasio modal sendiri terhadap utang
- X5 : rasio penjualan terhadap total aktiva
Z Skor (2)
Kriteria :
 jika Z > 2,60 artinya perusahaan memiliki
peluang
untuk selamat dari ancaman
kepailitan.
 jika Z antara 1,10 – 2,60 artinya perusahaan
mempunyai peluang besar untuk berada
pada ambang kepailitan
 jika Z < 1,10 artinya perusahaan berpeluang
besar untuk segera mengalami kebangkrutan
RISIKO PERUSAHAAN PEMBIAYAAN
Risiko pada pembiayan yaitu Risiko Leasing
Leasing merupakan suatu kegiatan pembiayaan
perusahaan dalam bentuk penyediaan barangbarang modal untuk di gunakan oleh suatu
perusahaan ataupun perorangan dalam jangka
waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara
berkala disertai hak pilih (opsi) baginya untuk
membeli barang tersebut atau memperpanjang
jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang
telah disepakati
Perusahaan leasing menawarkan jasa dalam
bentuk penyediaan barang modal atau alat
produksi, penyewa (lessee) harus membayar
sejumlah uang dalam bentuk berkala yang
terdiri dari nilai penyusutan ditambah bunga,
biaya-biaya lain serta profit yang diharapkan
perusahaan (lessor)
Keuntungan Leasing bagi Lessee




Sifatnya lebih fleksibel dibandingkan dengan
meminjam di bank.
Mempunyai kesempatan untuk meminjam dana dari
lembaga lain karena credit standing-nya tidak
dipengaruhi oleh kontrak lease.
Jika terjadi inflasi, leasing dapat melindunginya
karena memang terdapat dalam kontrak.
Biaya sewa biasanya lebih besar dari biaya depresi
dan biaya bunga, jadi lesse dapat untung dari
penghematan pajak.
Kerugian Leasing bagi Lessee


Resiko keuangan dari peralatan jika terjadi
suatu yang tidak diharapkan ditanggung oleh
lessee.
Tanggung jawab kondisi peralatan,
pemeliharaan, keamanan, dan program
asuransinya juga oleh lessee.
Konsep Penentuan Tarif
Beberapa pola cara pembayaran leasing
adalah dengan metode Steady Principle
Reduction Schedule dan Steady Payment
Schedule
Contoh : Steady Principle Reduction
Schedule
Diketahui Cost of Equipment = US $ 10 Juta,
Lease Period = 4 Tahun, Interest = 10 %.
Penyelesaian
Tahun
Saldo Pembayaran
Cicilan Pokok
Bunga
Jml Pembayaran
1
10.000.000
2.500.000
1.000.000
3.500.000
2
7.500.000
2.500.000
750.000
3.250.000
3
5.000.000
2.500.000
500.000
3.000.000
4
2.500.000
2.500.000
250.000
2.750.000
10.000.000
2.500.000
12.500.000
.
Contoh : Steady Payment
Schedule
Contoh :
Diketahui Cost of Equipment = Rp. 10,000, Lease
Period = 4 Tahun, Interest = 4 %.
Nilai PV of Anuity (Tabel A-2)  (4 %, 4 tahun =
0,2755)
Penyelesaian
C
Jumlah Pembayaran =  (1  i ) n  1 
 i (1  i ) n 


10.000
Jumlah Pembayaran = ----------- = 2.754,67 = 2.755
3,6302
Tahun
Saldo
Pembayaran
Cicilan
Pokok
Bunga
Jumlah
Pembayaran
1
10.000
2.355
400
2.755
2
7.645
2.449
306
2.755
3
5.196
2.547
208
2.755
4
2649
2.649
106
2.755
10.000
1.020
11.020
Download