PERANCANGAN VISUAL WEBSITE “KOMBUCAMP” SEBAGAI

advertisement
PERANCANGAN VISUAL WEBSITE
“KOMBUCAMP” SEBAGAI KAMPANYE
PENGENALAN TEH KOMBUCHA
Erwin Prasetya
Dibimbing oleh:
Harris Effendi, M.Ds
Dra. Dria Setiautami, M.Sn
New Media Program – Universitas Bina Nusantara
Jl. Bima Citra 6 no 10,
Perum Kota Legenda
Bekasi Timur
0812 10817871
[email protected]
ABSTRAK
Tujuan penelitian dalam pelaksanaan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sejauh mana
penerapan ilmu Desain Komunikasi Visual dapat membantu pembuatan visual website sebagai
kampanye pengenalan teh kombucha. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah
dengan melakukan riset ke pihak yang sudah berpengalaman dan membaca buku yang
berkaitan dengan teh kombucha untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tugas akhir ini. Hasil yang dicapai adalah penemuan perancangan komunikasi
visual website yang dapat memberikan informasi mengenai teh kombucha, yaitu dengan
memberi wawasan dan pengetahuan umum tentang teh kombucha dan ajakan untuk hidup
sehat dengan teh kombucha dengan dibantu oleh ilustrasi infografis yang mudah dipahami.
Kesimpulan ialah agar tujuan penelitian ini tercapai, maka diperlukan upaya perancangan visual
yang ditujukan untuk menunjang perancangan website “Kombucamp : A New Way To Be
Healthy”(E)
Kata Kunci : Website, Kombucha, Sehat, Gaya Hidup
PENDAHULUAN
Saat ini mulai muncul kebiasaan dimana masyarakat mulai memilih produk yang lebih aman
untuk kesehatan, dimana mengarah kepada bahan-bahan alami yang dinilai memiliki resiko lebih kecil
bagi kesehatan. Dan mulai bermunculannya komunitas lari, bersepeda, tren honeylemon shot di
Instagram, dimana orientasinya adalah tren yang menyehatkan diri dan tetap eksis di media sosial
sekarang ini sedang banyak dilakukan dan menjadi sebuah kebiasaan dan tren baru yang terjadi di
Indonesia saat ini.
Teh sendiri sudah dikenal luas sebagai minuman yang alami dan menyehatkan. Teh memiliki
kandungan senyawa yang baik untuk kesehatan. Manfaat teh dapat ditingkatkan lagi apabila
difermentasi menggunakan mikrorganisme yang menghasilkan suatu produk minuman yang disebut
dengan kombucha, yang dinilai banyak ahli sebagai produk minuman yang mampu meningkatkan
kesehatan kita karena memiliki senyawa aktif tambahan yang tidak terkandung pada teh biasa.
Nama "Kombucha" mungkin masih asing bagi sebagian orang. Padahal, minuman berbahan
teh manis yang sudah difermantasi dengan koloni jamur dan bakteri kombucha ini sudah digunakan
untuk terapi pengobatan sejak ribuan tahun yang lalu, terutama oleh bangsa Cina. Karena khasiatnya,
orang Cina bahkan menamainya "tea of immortality". Dan nyatanya kombucha sudah diketahui
mengandung berbagai senyawa yang berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal racun.
Dengan segudang zat berkhasiat tersebut, kombucha terbukti dapat menyembuhkan banyak jenis
penyakit. Dengan rasanya yang enak dan segar, minuman yang mudah dibuat ini juga bisa dikonsumsi
sehari-hari.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari yang telah teridentifikasi pada subbab sebelumnya ialah bagaimana
cara yang persuasif serta efektif dalam segi pemilihan elemen visual dan juga pemilihan kata-kata
yang digunakan serta fitur tambahan yang diperlukan dalam menyampaikan pesan yang bertujuan
untuk menginformasikan dan mempersuasi target sasaran terkait dengan teh kombucha itu sendiri. Hal
ini diharapkan dapat membuat target sasaran memahami permasalahan tersebut dengan jelas sehingga
dapat membuka perspektif baru untuk merubah kebiasaan sebelumnya serta merasa mendapatkan
suatu pengetahuan baru yang layak untuk dibagikan kepada orang - orang terdekat mereka.
Tujuan Perancangan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, poin-poin yang hendak dituju adalah:
1) Target sasaran tertarik dalam mempelajari fakta serta teh kombucha oleh karena strategi visual
yang diterapkan pada solusi visual.
2) Target sasaran dapat memahami pesan yang ingin disampaikan dengan baik dan mau mencoba
mempraktekannya dalam kehidupan target sasaran.
3) Target sasaran melakukan aksi penyebaran informasi kepada orang lain dengan bantuan media
sosial yang sedang populer dimasyarakat.
4) Memaksimalkan penggunaan workshop tentang teh kombucha, agar informasi bisa tersebar
melalui dunia digital (internet, sosial media, dll).
METODE PENELITIAN
Data-data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini akan
diambil dari berbagai sumber, diantaranya:
• Literatur : media cetak (buku), media elektronik (artikel di internet).
• Wawancara dengan pihak yang berpengalaman di bidang teh kombucha, dalam hal ini adalah
Bapak Arsenius Sutandio, pemilik website tentang infromasi teh kombucha terbesar di Indonesia.
Teh Kombucha Secara Umum
Teh kombucha merupakan minuman fungsional hasil fermentasi larutan teh manis dengan
menggunakan starter mikrobia kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis organisme tingkat
rendah) yang dikenal dengan singkatan scoby (simbiotic colony of bacteries and yeast) namun banyak
juga masyarakat yang menyebutnya dengan istilah jamur kombucha walaupun tidak ada satu pun
referensi yang mengatakan jamur (karena terdiri dari ragi dan bakteri). Yang kemudian difermentasi
selama 7-12 hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Saat proses fermentasi, bakteri akan
mengubah glukosa menjadi berbagai jenis asam, vitamin, dan alkohol yang berkhasiat bagi tubuh.
Pembentukan etanol dilakukan oleh organisme dan selulosa oleh Acetobacter xylinum, Glukosa
berfungsi sebagai substrat untuk pertumbuhan sel dan pembentukan produk (asam asetat).
Gambar 1. Teh Kombucha dalam gelas
(Sumber : http://indokombucha.wordpress.com)
HASIL DAN BAHASAN
Konsep Desain
Berangkat dari big idea ”kombucamp” dimana website ini merupakan pembuka wawasan
baru serta informasi tentang teh kombucha, dimana masih banyak yang belum mengetahui padahal,
kombucha bisa dijadikan alternatif baru untuk memulai atau menjaga hidup sehat. Website ini
ditujukan untuk usia 25 - 34 tahun, dimana pada usia tersebut kesehatan mulai lebih sering
diperhatikan, namun tetap aktif dalam aktifitas dan tetap open-minded tentang hal - hal baru, maka
diharapkan penyebaran informasi tentang kombucha bisa lebih cepat tersebar sehingga sesuai tujuan
website ini supaya banyak yang tahu dan mau mencoba meminum kombucha apalagi menjadikan
kombucha sebagai alternatif kesehatan mereka. Tentunya untuk menarik perhatian, elemen visual
dibuat menarik, dengan konten yang mudah dicerna dan diingat tapi tetap informatif dan terpercaya.
Penggunaan website ini juga bertujuan untuk memaksimalkan adanya kegiatan workshop sebagai
kampanye pengenalan teh kombucha, sehingga dibutuhkan sebuah desain yang informatif dan mudah
dipahami serta dengan penggunaan sosial media sebagai tindak lanjut dari kampanye ini (update
informasi terkini tentang teh kombucha).
Elemen vektor ilustrasi menjadi visual utama dalam website ini. Selain memudahkan
penjelasan, penggunaan vektor dinilai tidak akan memakan waktu loading lama dan masih mudah
diterima oleh masyarakat yang walaupun berumur 25 - 34 tahun. Navigasi website dibuat mudah agar
user bisa menggunakan website dengan nyaman.
Gaya Visual
Gaya desain visual yang vektor dan infografik digunakan untuk menjelaskan tentang
kombucha itu sendiri agar menarik. Sistem parallax scrolling kebawah, memunculkan grafik seperti
slideshow diharapkan akan membuat user lebih mudah dalam mempelajari konten yang disampaikan.
Serta penggunaan style yang menarik agar menarik perhatian.
Gambar 2. Gaya visual website “kombucamp”
Hasil Visual
Berikut ini merupakan hasil visual meliputi logo, tampilan website, serta semua media
pendukungnya.
Gambar 3. Logo website “Kombucamp”
Logo untuk website “Kombucamp” ini secara keseluruhan mengambil ini dari kombucha itu
sendiri, visual berbentuk SCOBY dimana merupakan starter untuk pembuatan kombucha. SCOBY
memiliki representasi yang tepat untuk kombucha karena merupakan awal untuk membuat kombucha.
Warna dibuat merepresentasikan warna SCOBY dimana warna ragi yang merupakan salah satu yang
terkandung di dalam SCOBY.
Website “Kombucamp” menggunakan system vertical scrolling guna membuat user dapat
menjalankan website dan menelusuri dengan mudah tanpa melakukan terlalu banyak navigasi. Website
“Kombucamp” dibagi menjadi 6 bagian bahasan yang digabungkan di dalam one-page website,
dimana website dapat ditelusuri hanya dalam satu halaman saja.
Hasil Visual Website
Gambar 4. Halaman Loading sebelum memasuki website “Kombucamp”
Gambar 5. Halaman Home (intro) website “Kombucamp”
Gambar 6. Halaman selanjutnya setelah di scroll website “Kombucamp”
Gambar 7. Halaman bagian pertama yang menunjukan kelanjutan bahasan
di bagian pertama website “Kombucamp”
Gambar 8. Halaman selanjutnya, memasuki tampilan baru pada website
Gambar 9. Bagian selanjutnya yang menjelaskan kandungan kombucha
Gambar 10. Bagian website tentang gaya hidup sehat bersama teh kombucha
Media Pendukung
Pada bagian ini berisi media pendukung website kampanye agar website “Kombucamp”
makin lebih dikenal di masyarakat Indonesia. Serta pendukung adanya workshop mengenai teh
kombucha, sehingga orang banyak makin mengetahui tentang teh kombucha.
Facebook Page (Sosial Media)
Gambar 11. Tampilan Facebook Fan Page yang dapat diitegrasikan
dengan social media lainnya
Poster dan Flyer
Gambar 12. Tampilan flyer “Kombucamp”
Gambar 13. Tampilan poster “Kombucamp”
X-banner
Gambar 14. Tampilan x-banner “Kombucamp”
Pin
Gambar 15. Tampilan pin “Kombucamp”
T-shirt
Gambar 16. Tampilan T-shirt “Kombucamp”
Mug
Gambar 17. Tampilan Mug “Kombucamp”
Sticker
Gambar 18. Tampilan sticker “Kombucamp”
SIMPULAN DAN SARAN
Teh Kombucha sudah ada sejak lama, banyak khasiat dan manfaat yang dihasilkan yang
sangat berguna bagi kebaikan tubuh kita. Selain itu, dengan kondisi masyarakat Indonesia yang
kebanyakan mulai membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat, seharusnya kombucha bisa menjadi
alternatif yang baik untuk mereka, karena selain khasiat, rasa kombucha sangat menyegarkan dan
dapat diminum kapan saja. Namun sayangnya, masih sedikit informasi dan peminat teh kombucha di
Indonesia,ditambah banyaknya pemikiran yang salah sehingga banyak yang menjadi ragu mencoba.
Adanya website “Kombucamp” ini adalah supaya menjadi sarana wawasan baru dan juga sebagai
ajakan untuk masyarakat untuk mulai minum teh kombucha.
Dengan adanya website “Kombucamp” ini, diharapkan adanya perubahan pemikiran tentang
kombucha dan menjadi awal untuk mulai meminum, melakukan gaya hidup sehat dengan kombucha
sebagai alternatif, serta jangan lupa untuk menyebarkan informasi ini kepada orang lain, agar pada
akhirnya, masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat teh kombucha.
REFERENENSI PENULIS
Buku :
Naland, H. (2008). Kombucha Teh dengan Seribu Khasiat. PT Agromedya Pustaka.
Setiawan, C. (2009). Efek Teratogenik Kombucha Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Galur
Wistar. http://core.ac.uk/download/pdf/12348280.pdf.
Tietze, H. W. (1995). Kombucha the Miracle Fungus. 6 th edition. Bermagui, NSW: Harald Tietze
Publications.
Safanayong, Yongky. (2006). Desain Komunikasi Visual Terpadu. Jakarta: Arte Intermedia.
Poynton, C. (2003). Digital Video and HDTV: Algorithms and Interfaces. Morgan Kauffmann.
Bosler, D. (2012). Mastering Type: The Essential Guide to Typography for Print and Web Design.
HOW Books.
Garrett, J. J. (2010). The Elements of User Experience: User-Centered Design for the Web and
Beyond. New Riders.
Morioka, Adam. (2006). Color Design Workbook. Rockport Publishers, Inc. Massachusets.
Lidwell, W. (2003). Universal Principles of Design. USA: Rockport Publishers.
Internet :
http://www.indokombucha.com/apa-itu-kombucha/ (diakses : 3 Maret 2015)
https://indokombucha.wordpress.com/cara-membuatiteh-kombucha/
(diakses : 4 Maret 2015)
http://www.kombu.de/anl-ind.htm (diakses : 4 Maret 2015)
RIWAYAT PENULIS
Erwin Prasetya lahir di Jakarta, 12 Januari 1993. Penulis menamatan pendidikan S1 Desain
Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara pada tahun 2015.
Download