1 STRATEGI BISNIS USAHA IKAN HIAS AIR TAWAR DI ILMI FISH FARM TAJUR, KOTA BOGOR MUKTI KAMARULLAH DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2014 2 3 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul “Strategi Bisnis Usaha Ikan Hias Air Tawar Di Ilmi Fish Farm, Tajur, Kota Bogor” adalah benar karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor. Bogor, Juli 2014 Mukti Kamarullah H34104103 4 i ABSTRAK MUKTI KAMARULLAH. Strategi Binsis Usaha Ikan Hias Air Tawar di Ilmi Fish Farm, Tajur, Kota Bogor. Dibimbing oleh SUHARNO. Ilmi Fish Farm adalah salah satu organisasi bisnis ikan hias di Kota Bogor. Kegiatan usaha yang dilakukan adalah menjual dan mendeder ikan hias. Penelitian ini ditujukan untuk mencari strategi bisnis yang dapat dijalankan oleh Ilmi Fish Farm. Dari analisis matriks IE, Ilmi Fish Farm berada pada kuadran V yaitu menjaga dan mempertahankandengan strategi penetrasi psar dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT terdapat 4 alternatif strategi; (1) Menambah komoditas ikan hias, (2) menambah kuantitas aset untuk penampungan (3) menggunakan metode intensifikasi untuk menambah kepadatan jumlah ikan hias dan (4) menambah pemasok cacing sutera. Prioritas strategi yang didapat dari QSPM adalah metode intensifikasi untuk menambah kepadatan ikan hias dengan nilai STAS sebesar 3,56. Kata kunci: alternatif strategi, Ilmi Fish Farm, Matiks IE, Matriks SWOT, prioritas strategi, QSPM, ABSTRACT MUKTI KAMARULLAH. Business Strategies of Freshwater Ornamental Fish Business in Ilmi Fish Farm, at Tajur, Bogor City. Supervised by Suharno. Ilmi Fish Farm is one of the ornamental fish business organizations in Bogor city. The operations are selling and rearing of ornamental fish. From IE matrix analysis, the position of Ilmi Fish Farm is in quadrant V which is to hold and maintain with market penetration and product development. From the results of the SWOT analysis, there are 4 alternative strategies; (1) Adding more ornamental fish commodities, (2) increase the quantity of assets to be used as a shelter (3) using the method of intensification to increase the density ratio of ornamental fish and (4) adding supplier of silk worms. Priority strategy that receiveded from QSPM is intensification method to increase the density ratio of ornamental fish with STAS value of 3.56. Keywords: alternative strategies, Ilmi Fish Farm, IE Matrix, SWOT Matrix, QSPM, Strategy Priority. ii iii STRATEGI BISNIS USAHA IKAN HIAS AIR TAWAR DI ILMI FISH FARM TAJUR, KOTA BOGOR Mukti Kamarullah Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2014 iv v vi vii PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subahanu wa ta’ala atas segala rahmat dan karunia-Nya atas segala yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelsaikan karya ilmiah ini. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret hingga Juli 2014 judul Strategi Bisnis Usaha Ikan Hias Air Tawar di Ilmi Fish Farm, Tajur, Kota Bogor. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Penulis memberikan rasa hormat dan terimakasih kepada Bapak Dr. Ir. Suharno, M.Adev yang telah membimbing, mengoreksi dan memberikan saran hingga karya ilmiah ini dapat diselesaikan. Kepada Ibu Ir. Narni Farmayanti M.Sc selaku dosen evaluator yang telah memberikan banyak masukan kepada penulis, Bapak Dr. Ir. Wahyu Budi Priatna, M.Si selaku dosen komdik sidang dan Dr. Ir. Netti Tinaprilla, MM selaku dosen penguji utama sidang yang telah memberi banyak panduan untuk hasil akhir skripsi yang baik. Penulis mengucapkan terimakasih sebagai bentuk penghargaan terhadap kedua orang tua, adik dan rekan-rekan yang telah memberikan baik bantuan secara langsung ataupun motivasi dan do’a. Semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat kepada pihak manapun yang membaca Bogor, Juli 2014 Mukti Kamarullah viii DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian TINJAUAN PUSTAKA KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis Ikan Hias Fungsi Pemasaran Strategi Visi, Misi dan Sasaran Penilaian Internal Penilaian Eksternal Alternatif Pilihan Strategi Matriks IFE dan EFE Matriks IE Matriks SWOT Matriks QSPM Kerangka Pemikiran Operasional METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Jenis dan Sumber Data Metode Pegumpulan data Metode Pengambilan Responden Metode Analisis Data Analisis Deskriptif Lingkungan Eksternal dan Internal Pembobotan Variabel Faktor Eksternal dan Internal Matriks IFE dan EFE Matriks IE Matriks SWOT QSPM viii x x xi 1 1 3 4 4 4 4 7 7 7 8 8 9 9 10 12 16 16 17 17 17 19 19 19 19 19 19 19 19 20 21 22 23 ix GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah dan Perkembangan Letak dan Lokasi Visi, Misi dan Tujuan Struktur Organisasi Sumber Daya Perusahaan Sumber Daya Manusia Sumber Daya Fisik Sumber Daya Modal Kegiatan Operasional Perusahaan Fungsi Pemasaran Perusahaan ANALISIS LINGKUNGAN Lingkungan Internal Manajemen Pemasaran Operasional Keuangan Sumber Daya Manusia Penelitian dan Pengembangan Informasi Lingkungan Eksternal Ekonomi Sosial, Budaya, Demografi dan Lingkungan Politik, Pemerintah dan Hukum Teknologi Pemasok Pembeli Pesaing Faktor-Faktor Kekuatan dan Kelemahan Kekuatan Kelemahan Faktor-Faktor Peluang dan Ancaman Peluang Ancaman FORMULASI STRATEGI Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Matriks EFE (External Factor Evaluation) Matriks IE (Internal-External) Matriks SWOT (Strength-Weakness-Opportunity-Threat) Strategi S-O (Strength-Opportunity) 24 24 25 25 26 26 26 26 27 27 28 29 29 30 30 31 32 32 33 33 33 33 34 34 35 35 35 36 37 37 38 40 40 41 42 42 43 44 45 46 x Strategi W-O (Weakness-Opportunity) Strategi S-T (Strength-Threat) Strategi W-T (Strength-Threat) QSPM (Quantitative Strategic Planing Matrix) KESMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFRTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP 47 47 47 48 48 48 49 49 51 62 DAFTAR TABEL Tabel 1 Negara tujuan ekspor ikan hias Indonesia tahun 2011-2012 Tabel 2 Nilai ekspor ikan hias air tawar periode tahun 2008-2012 Tabel 3 Penelitian terdahulu Tabel 4 Penilaian bobot faktor-faktor eksternal perusahaan Tabel 5 Penilaian bobot faktor-faktor eksternal perusahaan Tabel 6 Matriks EFE Tabel 7 Matriks IFE Tabel 8 QSPM Tabel 9 Sumber daya manusia Ilmi Fish Farm Tabel 10 Aset (peralatan) Ilmi Fish Farm Tabel 11 Daftar harga jual beberapa jenis ikan hias di Ilmi Fish Farm Tabel 12 Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Tabel 13 Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) Tabel 14 Urutan alternatif strategi Ilmi Fish Farm 1 2 6 20 20 21 21 24 26 27 27 43 44 48 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Pemikiran Operasional Gambar 2 Matriks IE Gambar 3 Matriks SWOT Gambar 4 Matriks IE Ilmi Fish Farm Gambar 5 Matriks SWOT 18 22 23 45 46 xi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kuisioner penentuan faktor internal dan eksternal Lampiran 2 Kuisioner Penentuan Prioritas Strategi Lampiran 3 Pembobotan Faktor-Faktor Internal Lampiran 4 Pembobotan Faktor-Faktor Eksternal Lampiran 5 Penilaian Skor Bobot Faktor Internal Lampiran 6 Penilaian Skor bobot Eksternal Lampiran 7 Dokumentasi 51 55 56 57 58 59 61 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki kekayaan hayati yang besar dan memiliki banyak sektor yang dapat diandalkan untuk meningkatkan GNP maupun GDP. Pada salah satu sub sektor dari sektor perikanan,yaitu pada ikan hias. Kekayaan hayati Indonesia dapat dikatakan sangat mendukung kegiatan usaha ikan hias yang dapat dilihat dari jumlah jenis ikan hias yang dimiliki Indonesia, hampir setengah dari ikan hias yang diperdagangkan di manca negara berasal dari Indonesia, tepatnya sekitar 400 dari 1.100 jenis ikan hias air tawar 1. Sebagai perbandingan, Srilanka hanya memiliki165 jenis,Ethiopia 112 jenis, Filipina memiliki 109 jenis, Kenya 69 jenis, Hawaii memiliki 60 jenis dan Puerto Rico memiliki 49 jenis 2 . Selain kekayaan hayati, iklim tropis yang dimiliki Indonesia memungkinkan pelaku usaha ikan hias dapat tetap melakukan kegiatan usahanya sepanjang tahun. Menurut Kementrian Kelautan dan Perikanan, untuk realisasi nilai perdagangan ikan hias non konsumsi keseluruhan, sejak tahun 2011 sudah melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp. 565 miliar dari target sebesar Rp 350 miliar3. Dari segi kuantitas, pada tahun 2012, nilai realisasi jumlah ikan hias yang diekspor Indonesia juga melebihi target, yaitu 978 juta ekor dari target yang ditetapkan sebesar 850 juta ekor4. Tabel 1 Negara tujuan ekspor ikan hias Indonesia tahun 2011-2012 Negara Hongkong USA Japan Singapore Malaysia UK China Other Asia Germany Australia Other Total Nilai Ekspor (US $ Juta) 2011 2012 2,92 3,73 2,00 2,68 2,30 2,63 2,31 2,40 1,52 0,79 0,87 0,79 1,02 0,71 0,66 0,71 0,54 0,64 0,37 0,62 5,35 5,32 19,90 21,02 Perubahan (%) 25,88 34,05 14,64 3,68 -48,08 -9,09 -30,36 7,22 17,97 68,77 -0,54 5,63 Sumber: Kementrian Kelautan dan Perikanan (2013) 1 http://www.kkp.go.id/ikanhias/index.php/news/c/47/Mendongkrak-Devisa-Negara-Melalui-EksporIkan-Hias/?category_id=3 2 http://www.djpb.kkp.go.id/berita.php?id=509 3 http://www.kkp.go.id/ppn/index.php/arsip/c/251/Ikan-Hias-Sebagai-Komoditas-UnggulanBaru/?category_id=1 4 http://www.kkp.go.id/index.php/mobile/arsip/c/8997/PRODUKSI-IKAN-HIAS-TEMBUS-978JUTA-EKOR/?category_id=34 2 Indonesia memiliki peningkatan nilai ekspor ikan hias per tahun 2011 hingga 2012 sebesar 5,63 persen. Dari tabel tersebut diketahui Indonesia masih memiliki lebih banyak negara tujuan ekspor ikan hias dengan nilai ekspor yang meningkat dibandingkan dengan negara tujuan ekspor ikan hias dengan nilai ekspor yang menurun. Tabel 2 Nilai ekspor ikan hias air tawar periode tahun 2008-2012 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Nilai (US$) 2.852.226 5.644.033 9.413.181 9.051.652 11.123.987 Sumber: Badan Pusat Statistik (2013) Lebih jauh lagi, dari tabel dua dapat dilihat trend yang meningkat walaupun pada tahun 2010 hingga tahun 2011 terdapat penurunan nilai. Kegiatan ekspor Indonesia yang terus meningkat memberikan dampak riak (ripple effect). Dampak riak tersebut akan berpengaruh tidak hanya kepada pelaku kegiatan ekspor ikan hias, tapi hingga ke pembudidaya dan supplier ikan hias. Hal tersbut dikarenakan sebagian dari yang diproduksi oleh para pembudidaya juga akan disalurkan oleh supplier-supplier hingga ke para pengusaha eksportir yang berujung pada peningkatan pemasukkan devisa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bogor merupakan salah satu kota yang sudah dikenal sebagai kota yang memiliki keunggulan dalam perikanan, baik untuk komoditas perikanan konsumsi dan non konsumsi. Air merupakan inti dari usaha perikanan apapun, dan Kota Bogor memiliki ketersediaan air yang melimpah. Kondisi alam yang mendukung dan keberadaan lembaga-lembaga penunjang menjadi pendorong usaha ikan hias air tawar. Lembaga penunjang yang banyak berperan di sub sektor ikan hias diantaranya adalah Cibinong Raiser sebagai lembaga yang disediakan KKP untuk memfasilitasi pemberdayaan bagi pelaku usaha ikan hias, serta Institut Pertanian Bogor sebagai lembaga institusi pertanian, yang mencakup perikanan di dalamnya, sebagai salah satu institusi yang telah memiliki kredibilitas di dunia pertanian sebagai tempat penelitian, sosialisator dan aplikator di lapangan. Salah organisasi bisnis ikan hias di Kota Bogor adalah Ilmi Fish Farm. Pada awalnya, Ilmi Fish Farm bergerak pada kegiatan produksi (pembenihan). Kegiatan usaha dilakukan pada kondisi pasar yang belum tetap namun lambat laun berkembang. Aset-aset pun ditambah dan lokasi usaha diperluas. Selain itu, Ilmi Fish Farm mulai membudidayakan udang yang menjadi andalan hingga kegiatan usaha semakin berkembang. Namun sesuai keadaan pasar yang berubah, Ilmi Fish Farm mengubah kegiatan usaha dari pembudidaya menjadi pedagang ikan hias air tawar. Ilmi Fish Farm juga melakukan kegiatan pendederan atau melakukan penyetokan ikan hias. Beberapa jenis ikan hias yang dijual diantaranya adalah Cardinal, Tetra, Corydoras, Rainbow, Botia dan lain-lain. Saat ini Ilmi Fish Farm telah menjual ikan hias ke berbagai daerah seperti ke supplier ikan hias (agen lokal) Bogor, supplier Bandung dan supplier Surabaya dan supplier Bandung serta eksportir di Bogor. Penjualan kepada supplier-supplier tersebut menjadi 3 pemasukkan kepada Ilmi Fish Farm yaitu sekitar 70-80% dari pemasukan perbulannya, dengan omset total per bulan sekitar 30-60 juta rupiah. Perumusan Masalah Paparan sebelumnya memperlihatkan bahwa perkembangan perikanan khususnya ikan hias air tawar terus meningkat, bahkan nilai perdagangan ikan non-konsumsi selalu melebihi target dari tahun 2011 hingga kini. terdapat indikasi produksi dari sektor budidaya ikan hias yang meningkat seiring meningkatnya nilai perdagangan ekspor. Kegiatan ekspor ikan hias Indonesia tidak hanya mempengaruhi kegiatan usaha eksportir ikan hias saja, namun juga saluran pemasaran di bawahnya termasuk Ilmi Fish Farm, sehingga strategi bisnis jangka panjang layak dicari untuk Ilmi Fish Farm agar dengan permasalahan yang ada, Ilmi Fish Farm dapat tetap melakukan kegiatan bisnisnya. Sesuai apa yang diuarakan David (2009), strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang. Persaingan tidak hanya mengacu pada ada atau tidaknya pesaing yang pada saat bersamaan sedang menargetkan, mencoba atau telah merebut pasar, tapi juga kepada segala hal yang menimbulkan potensi direbutnya suatu pasar. Kotler dan Keller (2009) menyebutkan bahwa persaingan mencakup semua penawaran dan produk substitusi yang ditawarkan oleh pesaing, baik yang aktual maupun potensial. Jika mengacu pada pernyataan tersebut tidak ada alasan untuk mengatakan tidak ada persaingan dalam suatu usaha, terlepas dari persaingan tersebut dapat dikendalikan atau tidak. Ilmi Fish Farm menjual kepada eksportir (Bogor), setelah eksportir tersebut memberikan daftar nama-nama ikan hias diminta. Setelah itu pihak Ilmi Fish Farm menceklis nama-nama ikan hias yang sanggup untuk dikirim dan dijual. Sisa jenis-jenis ikan hias dari daftar tersebut yang tidak diceklis oleh Ilmi Fish Farm, akan diberikan kepada supplier atau pembudidaya ikan hias lain. Setiap pihak yang memasarkan ikan hias kepada eksportir tersebut men-supply jenis ikan hias yang berbeda pada sistem penjualan tersebut. Walau demikian potensi persaingan tetap ada karena Ilmi Fish Farm tidak mengetahui apakah jenis ikan hias yang biasa dijual ke eksportir tersebut dimiliki atau tidak oleh supplier lain yang menjual ikan hiasnya ke eksportir tersebut. Sama halnya dengan pelanggan yang Ilmi Fish Farm yang juga sesama pedagang, masing-masing pelanggan tersebut juga memiliki pemasok-pemasok lainnya yang tidak bisa dipastikan berpa jumlah dan lokasinya, sehingga dengan hal tersebut dapat dikatakan adanya persaingan yang dihadapi Ilmi Fish Farm. Masalah lainnya ada di Ilmi Fish Farm adalah terkait manajemen dan teknis. Permasalahan mengenai manajemen adalah tidak terdapatnya SOP yang jelas mengenai kegiatan operasional atau dalam kalimat lain hanya dilakukan dengan improvisasi. Permasalahan yang terkait dengan manajemen tersebut jika tidak ditangani maka akan memberikan dampak pada kegiatan operasional (teknis). Guna mencari strategi untuk kegiatan bisnisn Ilmi Fish Farm, dimana strategi menurut David (2009) adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang. Oleh karena itu, strategi yang didapatkan dapat memberikan kontribusi untuk jangka panjang terhadap Ilmi Fish Farm. Pencarian strategi tersebut dilakukan dengan pengkajian terhadap poin-poin yang menghasilkan alternatif 4 strategi yang mungkin diterapkan pada Ilmi Fish Farm serta prioritas strategi dari alternatif-alternatif tersebut. Poin-poin tersebut adalah: 1. 2. 3. Apa saja faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan bisnis pada Ilmi Fish Farm? Apa saja alternatif strategi yang dapat diterapkan pada kegiatan bisnis Ilmi Fish Farm? Bagaimana urutan prioritas dari alternatif strategi? Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas, tujuan di dalam penelitian ini adalah: 1. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan usaha di Ilmi Fish Farm 2. Menciptakan alternatif strategi yang dapat diterapkan pada kegiatan usaha di Ilmi Fish Farm 3. Menentukan prioritas strategi usaha untuk Ilmi Fish Farm Manfaat Penelitian 1. 2. 3. Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah: Sebagai proses pembelajaran terhadap penulis terutama dalam kemampuan menulis dan menganalisis permasalahan. Sebagai masukan kepada Ilmi Fish Farm dalam mengembangkan usahanya Kepada siapa pun yang membaca dan memiliki kepentingan terhadap penelitian ini. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian dilakukan di lokasi kegiatan usaha Ilmi Fish Farm, hanya mencakup kajian analisis strategi bisnis berdasarkan pertimbangan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Penerapan strategi yang didapat merupakan hak penuh pemilik kegiatan usaha, bukan peneliti. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian terdahulu dijadikan acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya sebagai pembanding. Pengkajian terhadap peneltitian terdahulu dapat membuka atau memberikan pemahaman tentang gambaran bagaimana penelitian akan dilakukan baik dari segi alat analisis, konsep, lingkup ataupun komoditas. Semua penelitian yang dijadikan acuan dalam penelitian ini merupakan penelitian dengan kajian strategi pada komoditas ikan hias. Penelitian-penelitian tersebut memiliki perbedaan pada jumlah alat analisis yang digunakan. Namun semua penelitian-penelitian tersebut menggunakan alat analisis SWOT (StrengthsWeaknesses-Opportunities-Treats). Hal ini didasarkan pada alasan bahwa SWOT 5 dapat memberikan alternatif strategi yang bersifat teknis, sistematis atau spesifik. Penelitian Susanto (2012) dengan judul Kajian Strategi Pemasaran Ikan Hias di Pasar Luar Negeri, penelitian Azizah (2011) dengan judul Strategi Usaha Budidaya Ikan Hias Air Tawar Kelompok Pembudidaya Ikan Curug Jaya Kota Depok Provinsi Jawa Barat, penelitian Kusniati (2007) dengan judul Strategi Bisnis Ikan Hias Air Tawar Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Hias Nusa Hias dan penelitian Salahuddin (1996) dengan judul Analisis Strategi Pemasaran Ekspor Ikan Hias di CV. Cahaya Baru Jakarta Selatan menggunakan analisis SWOT. Susanto (2012) dan Kusniati (2007) menggunakan alat analisis matriks IFE, matriks EFE, Matriks IE dan Matriks QSPM. Pada penelitian Susanto (2012) alat analisis yang digunakan lebih banyak yaitu menggunakan juga matriks ansoff dan BCG sebagai alat pencarian alternatif strategi. Pada Kusniati (2007), alat analisis lebih banyak dengan tambahan Matriks SPACE dan GS sebagai alat pencarian alternatif strategi. Hasil Penelitian Susanto (2012), dari analisis QSPM, diperoleh prioritas strategi dalam pemasaran ikan hias Indonesia di pasar luar negeri adalah peningkatan produksi nasional dengan mutu dapat bersaing di pasar global melalui pengembangan kawasan dan market driven, penguatan dan perluasan pasar tujuan dan penguatan branding dan promosi dan dari perhitungan analisis BCG, diperoleh gambaran bahwa Indonesia berada pada posisi Question Mark, sehingga strategi yang dijalankan oleh Indonesia adalah strategi intensif, melalui penetrasi pasar dan pengembangan pasar, atau pengembangan produk, serta memperhatikan kombinasi antara mutu dengan harga agar bersaing. Penelitian Azizah (2011) hanya menggunakan QSPM untuk mencari prioritas strategi, dan hasil urutan prioritas strategi tersebut adalah mempertahankan kesinambungan dan kuantitas serta mempertahankan kualitas, menambah jenis ikan hias, meningkatkan kapasitas produksi, mempertahankan dan meningkatkan hubungan baik dengan konsumen dengan pemberdayaan para pengurus dan sistem penjualan satu pintu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya dan administrasi, meningkatkan modal, memasarkan pada eksportir bertujuan selain Amerika dan Uni Eropa serta pada pasar lokal, dan ikut aktif dalam pameran ikan hias tahunan. Penelitian Kusniati (2007) menggunakan QSPM untuk mencari prioritas strategi, dimana urutan prioritas strategi tersebut adalah pengembangan pasar yang dilakukan dengan cara menambah areal usaha dan pemasaran, penetrasi pasar yang dilakukan dengan kemitraan, promosi dan peningkatan teknologi, serta pengembangan produk yang dilakukan dengan cara penambahan jenis produk, kualitas dan mutu. Berbeda dengan Susanto (2012), Azizah (2011) dan Kusniati (2007), penelitian Salahuddin (1996), hanya melakukan pembobotan dan perangkingan pada alternatif strategi untuk mendapatkan prioritas strategi, tanpa menggunakan QSPM, dimana hasilnya adalah, penetrasi pasar dengan mendorong pelanggan untuk membeli lebih bannyak dengan frekuensi tinggi, merekrut tenaga ahli pemasaran, melakukan promosi yang gencar dengan menyebarluaskan brosur untuk pengembangan pasa ke pengecer/konsumen, dan terakhirmembina kerja sama dengan pemasok melalui mitra kerja. Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian terdahulu yang dijadikan acuan oleh penulis yaitu dari segi komoditas yaitu ikan hias serta kajian penelitian yaitu kajian strategi. Penelitian ini dilakukan pada jenis usaha pedagang, 6 sedangkan penelitian Susanto (2012) lebih kepada pedagang ikan hias yang posisinya satu tingkat di atas yaitu eksportir sehingga cakupan penelitian Susanto (2012) lebih luas, karena memandang Indonesia sebgai pelaku usaha. Azizah (2011) melakukan penelitian pada kelompok pembudidaya. Salahuddin (1996) melakukan penelitian pada kegiatan produksi dan ekspor ikan hias, namun penelitian tersebut memperkecil cakupan penelitian hanya pada satu perusahaan. Penelitian Kusniati (2007), tidak dilakukan pada kegiatan budidaya pada satu perusahaan, tapi pada cakupan kelompok pembudidaya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu ialah penelitian ini ditujukan untuk mencari strategi untuk kegiatan usaha pada perusahaan yang bergerak sebagai trader/supplier/pedagang dan berfokus hanya pada perusahaan tersebut sebagai pelaku usaha, sehingga prioritas strategi yang akan dihasilkan diharapkan merepresentasikan strategi yang dapat untuk diterapkan lebih spesifik pada pengusaha trader/supplier/pedagang ikan hias air tawar. Tabel 3 Penelitian terdahulu Nama Hadi Susanto Annissa Milki Azizah Nia Kusniati Muhammad Zulham Salahuddin Judul Kajian Strategi Pemasaran Ikan Hias Di Pasar Luar Negeri Strategi Usaha Budidaya Ikan Hias Air Tawar Kelompok Pembudidaya Ikan Curug Jaya Kota Depok Provinsi Jawa Barat Strategi Bisnis Ikan Hias Air Tawar Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Hias Nusa Hias, Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya , Kabupaten Bogor Analisis Strategi Pemasaran Ekspor Ikan Hias CV. Cahaya Baru, Jakarta Selatan Alat Analisis Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, Matriks SWOT, Matriks BCG, Matriks Ansoff dan QSPM Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, Matriks SWOT, QSPM Tahun 2012 Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE,Matriks SWOT, Analisis SPACE, Analisis Grand Strategy, QSPM 2007 Matriks SWOT 1996 2011 7 KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis Ikan Hias Ikan hias adalah komoditas ikan yang nilai jualnya terdapat pada penampilannya. Sesuai dengan namanya ornamental fish maka nilai ornamen atau nilai hias yang menjadi daya tarik ikan hias (Lesmana: 2001). Sejak zaman Romawi Kuno, telah ada kegiatan memelihara ikan hias sebagai hobi, namun baru beberapa puluh tahun belakangan menjadi populer (Lesmana dan Deden: 2009). Menurut Sakurai et al dalam Darti dan Deden (2009), dari sudut pandang asal penyebaran, ikan hias dibagi menjadi beberapa kelompok: 1. Characoidea, tersebar di sebagian besar benua Amerika Tengah, sebagian besar benua Amerika Selatan dan sebagian besar benua Afrika 2. Cypirind, tersebar di sebagian besar benua Amerika Utara, sebagian besar benua Afrika dan sebagian besar benua Asia 3. Loaches/Cobtidae, tersebar di hampir seluruh benua Asia, kecuali bagian utara daerah Rusia dan Indonesia wilayah timur. 4. Cichlid, tersebar di Benua Amerika tengah, sebagian besar Benua Amerika Selatan dan sebagian besar benua Afrika 5. Anabantoidae dan Luciocephalidae, tersebar di sebagian benua Afrika, sebagian benua Asia selatan dan sebagian besar benua Asia Tenggara. 6. Livebearer/Poecilidae, tersebar di sebagian kecil benua Amerika Utara, sebagian besar benua Amerika Tengah dan sebagian benua Amerika Selatan. 7. Catfishes/Siluridae, tersebar merata di seluruh benua, terkecuali sebagian Benua Amerika Utara, sebagian kecil Benua Afrika, sebagian kecil benua Asia dan sebagian kecil benua Australia. 8. Rainbow dan Ikan Muara, hanya di Indonesia tepatnya di seluruh wilayah Papua, di Papua Nugini dan sebagian benua Australia. Menurut Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), 2011, ikan hias dibagi menjadi dua kelompok: 1. Ikan hias air laut 2. Ikan hias air tawar Dari situs http://www.ava.gov.sg/ dalam Annissa (2011), Ikan yang hidup di air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau, dengan salinitas kurang dari 0,05 persen. Menurut Lesmana (2002), daya tarik ikan hias terdiri dari: 1. Warna Warna ikan disebabkan adanya sel pigmen (kromatofora) yang terdapat dalam dermis pada sisik. Sel pigmen ini diklasifikasikan menjadi lima kategori warna dasar yaitu hitam (melanofora), kuning (xanthofora), merah atau oranye (erythrofora), sel refleksi atau kemilau (iridofora) dan putih (leukofora). Warna-warni pada ikan hias merupakan gabungan dari kelima unsur pembentuk warna tersebut. 2. Bentuk dan kelengkapan fisik Setiap ikan memiliki perbedaan bentuk yang menjadi daya tariknya sendiri. Bentuk ikan merupakan fungsi fisik bertahan di alam. Selain itu 8 3. 4. kelengkapan atribut-atribut fisik pada ikan menjadi pertimbangan nilai yang dimiliki, semakin bagus bentuk dan sempurna kelengkapan fisik ikan hias semakin bernilai di mata konsumennya. Perilaku Setiap jenis ikan hias memiliki perilaku gerak-gerik yang berbeda yang menjadi ciri khas, seperti gerakan ikan yang tenang, gesit, lemah lembut. Semakin sesuai perilaku ikan hias dengan gerakan alamiahnya semakin memiliki nilai jual Kesehatan atau stamina Kesehatan ikan hias relatif terlihat dari penampilan, keresponsifan serta gerakannya. Dari penampilan, ikan hias yang sehat akan terlihat berwarna cemerlang, sisik terlihat lebih licin. Fungsi Pemasaran Terdapat beberapa fungsi dalam kegiatan pemasaran. Fungsi-fungsi tersebut bisa saja lengkap hadir pada kegiatan suatu perusahaan ataupun hanya sebagian. Fungsi pemasaran pada penelitian ini bertujuan agar membantu penulis untuk lebih memahami seperti apa kegiatan bisnis Ilmi Fish Farm. Menurut Kotler (1997) terdapat 9 fungsi pemasaran. (1) Fungsi Informasi; adalah kegiatan pengumpulan dan penyebaran informasi riset pemasaran mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku, dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun yang potensial dalam lingkungan pemasaran.(2) Fungsi promosi; adalah kegiatan pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif yang dirancang untuk menarik pelanggan pada penawaran tersebut. (3) Fungsi negosiasi; adalah usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain sehingga transfer kepemilikian dapat diakukan. (4) Fungsi pemesanan; adalah kegiatan pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif yang dirancang untuk menarik pelanggan pada penawaran tersebut. (5) Fungsi pembiayanaan; adalah kegiatan untuk memperoleh dan mengalokasikan dana yang dibutuhkan untuk membiayai persediaan pada berbagai tingkat saluran pemasaran. (6) Fungsi pengambilan resiko; adalah proses penanggungan resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran tersebut. (7) Fungsi perubahan fisik; adalah kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir. (8) Fungsi pembayaran; proses pembayaran oleh pembeli dengan membayar ke penjual melalui bank dan institusi keuangan lainnya. (9) Fungsi hak milik; adalah berpindhanya kepemilikan sebenarnya dari satu organisasi atau orang ke organisasi atau orang lain. Strategi Strategi terkait erat dengan tujuan dari sebuah organisasi. Menurut David (2009) strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Sedangkan menurut Pearce dan Robinson (2009) dalam Azizah (2011), strategi diartikan oleh para manajer sebagai rencana berskala besar dan berorientasi masa depan yang diperuntukkan untuk berinteraksi dengan lingkungan persaingan guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan. 9 Visi, Misi dan Sasaran Visi adalah sudut pandang mengenai bagaimana semestinya suatu bisnis dijalankan. Menurut David (2009), “Ingin seperti apakah kita?” merupakan pertanyaan akan suatu visi perusahaan. Ketika visi adalah perusahaan yang “seperti ini”, misi adalah kami perusahaan “yang akan” atau “yang bertekad”. Misi perusahaan isi adalah refleksi dari visi perusahaan itu sendiri atau untuk apa perusahaan itu berdiri. Menurut Drucker dalam David (2009), pertanyaan “apakah bisnis kita?” sama dengan pernyataan “alasan tentang eksistensi” suatu perusahaan itu berdiri. Tujuan adalah hasil-hasil spesifik yang ingin diraih suatu organisasi terkait dengan misinya. Penilaian Internal Penilaian internal dilakukan untuk melihat sumberdaya yang dimiliki suatu perusahaan yang mampu mendukung kegiatan perusahaan tersebut dalam lingkup dalam perusahaan. Menurut David (2009) kekuatan dan kelemahan internal merupakan aktivitas terkontrol suatu organisasi yang mampu dijalankan dengan sangat baik atau buruk. 1. Aspek Manajemen Aspek manajemen terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemotivasian, penempatan dan pengontrolan. Perencanaan merupakan langkah yang pertamakali ditempuh sebelum suatu kegiatan dimulai. Dengan perencanaan, kemungkinan mendapatkan hasil sedikit setelah kerja keras dapat dihindari. Pengorganisasian merupakan cara yang terkoordinasi dengan cara menentukan tugas dalam dan hubungan otoritas. Pengorganisasian dilakukan dalam rangka memadukan setiap tindakan dalam tiap tanggung jawab dalam suatu organisasi. Pemotivasian adalah proses mempengaruhi orang untuk meraih tujuan tertentu. Dengan adanya motivasi, setiap individu yang terlibat dalam perusahaan akan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Kepemimpinan yang baik merupakan salah satu unsur untuk memotivasi setiap individu tersebut. Ketika manajer dan karyawan berjuang keras untuk mencapai target, artinya para pembuat keputusan strategi telah menjadi pemimpin yang baik. Penempatan staf, mencakup perekrutan, pewawancaraan, pengujian, penyeleksian, pengorientasian, pelatihan dan lain-lain yang berhubungan dengan penempatan individu sesuai dengan keriteria kemampuan yang dimiliki kepada tanggung jawab dan tugas yang sesuai (disarikan dari David, 2009). Pengendalian adalah kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan aktual sejalan dengan perencanaan. Tingkat efisiensi kinerja suatu organisasi dievaluasi dengan proses pengendalian. Menurut Umar manajemen adalah suatu proses yang berbeda terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumberdaya lainnya. 2. Aspek Pemasaran Bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari produk, harga, tempat/saluran distribusi dan promosi sangat terkait dengan pemasaran. McCarthy dalam Kotler dan Keller (2009), menyebutkan aktivitas pemasaran merupakan saran dari bauran pemasaran. 10 a. Produk Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan (Kotler, 1997). Produk memiliki baurannya sendiri yang terbagi atas; lebar produk yang mengacu kepada banyak macam lini produk, panjang produk yang mengacu pada jumlah unit produk dari setiap lini, kedalaman produk yang mengacu pada jumlah variasi produk dari tiap unit dan terakhir konsistensi produk yang mengacu kepada seberapa erat hubungan berbagai lini atau kesamaan setiap lini dalam hal penggunaan akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi atau lainnya (disarikan dari Kotler, 1997) b. Harga Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan dimana usnsur lainnya mengeluarkan biaya, dan harga itu sendiri menjadi elemen bauran pemasaran yang paling fleksibel dibanding elemen bauran pemasaran lainnya (Kotler, 1997). c. Tempat Pemasaran pasti terkait dengan lokasi usaha. Elemen tempat memiliki variabel-variabel saluran, cakupan, pilihan lokasi dan persediaan/sarana transportasi (disarikan dari Kotler dan Keller, 2009). d. Promosi Elemen promosi dalam bauran pemasaran terdiri dari promosi penjualan, periklanan tenaga penjualan, hubungan masyarakat dan pemasaran langsung (disarikan dari Kotler dan Keller, 2009). 3. Aspek Keuangan Keuangan merupakan isu sensitif, namun sangat penting untuk dikaji. Dalam David (2009), keuangan seringkali disebut sebgai ukuran tunggal terbaik posisi kompetitif perusahaan dan daya tariknya bagi investor. 4. Aspek Produksi/Operasional Fungsi produksi/operasional mencakup semua kegiatan yang mengubah input menjadi barang atau jasa (David, 2009). Selain itu kegiatan operasional juga mecakup penanganan dan penambahan nilai. 5. Penelitian dan Pengembangan Kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, mengembangkan produk-produk baru, efisiensi kegiatan produksi/operasional sehingga dapat meningkatkan pendapatan. 6. Aspek Informasi Informasi merupakan input penting dalam pengambilan keputusan, karena dengan infomasi sebuah organisasi dapat menilai dengan baik sumber daya yang dimiliki apakah cukup atau kurang dalam menjalankan kegiatan usaha. Dalam David (2009), Informasi merepresentasikan sumber penting kekuatan dan kelemahan manajemen kompetitif. Penilaian Eksternal Penilaian eksternal dilakukan untuk melihat segala sesuatu yang datang dari luar perusahaan namun akan mempengaruhi semua kegiatan perusahaan. Menurut David (2009) peluang dan ancaman eksternal merujuk pada berbagai tren dan 11 kejadian ekonomi, sosial, budaya, demografis, lingkungan hidup, politik, hukum, pemerintahan, teknologi dan kompetitif yang dapat secara signifikan menguntungkan atau merugikan sutu oreganisasi di masa yang akan datang. 1. Aspek Ekonomi Kegiatan usaha apapun pasti terpengaruh oleh kondisi ekonomi. Begitu juga dengan Ilmi Fish Farm dalam cost yang dikorbankan dalam menjalankan kegiatan usaha. Selain itu faktor ekonomi dapat pula menjadi tolak ukur daya beli konsumen. Kotler dan Keller (2009) menyatakan bahwa pemasar harus memperhatikan tren-tren yang mempengaruhi daya beli konsumen. 2. Aspek Sosial, Budaya, Demografi dan Lingkungan Kondisi sosial, budaya, demografi dan lingkungan suatu daerah membentuk karakter-karakter kelompok atau individu tershadap kegiatan apapun termasuk pula kegiatan bisnis. Karakter pihak-pihak yang terlibat mempengaruhi jalannya usaha. David (2009) menyatakan bahwa tren-tren sosial, budaya, demografis, dan lingkungan membentuk cara orang hidup, bekerja, memproduksi, dan mengonsumsi, Sehingga diamati bagaimana budaya bekerja di Ilmi Fish Farm dengan kondisi budaya, demografi dan lingkungan. 3. Aspek Politik, Pemerintah dan Hukum Terkait regulasi yang mengaturbaik secara langsung maupun tidak langsung terhadap jalannya kegiatan yang dilakukan oleh Ilmi Fish Farm. Menurut David (2009), pemerintah baik pusat maupun daerah merupakan pembuat regulasi, deregulasi, penyubsidi, pemberi kerja, dan konsumen utama organisasi. Oleh karenanya faktor-faktor tersebut dapat merepresentasikan peluang atau ancaman utama baik organisasi kecil maupun besar. 4. Aspek Teknologi Teknologi memiliki pengaruh secara teknis maupun manajerial terhadap suatu organisasi dalam kegiatan bisnis. Menurut David (2009), kekuatan teknologi merepresentasikan peluang dan ancaman bear yang harus dipertimbangkan dalam perumusan strategi. Penelitian ini mengkaji sejauh mana penggunaan teknologi dalam kegiatan bisnis Ilmi Fish Farm terutama dalam kegiatan pemasaran. 5. Aspek Pemasok Hubungan dengan pemasok timbul karena organisasi dituntut untuk memenuhi permintaan dari konsumen, sehingga dengan adanya hubungan tersebut, organisasi dapat melakukan kegiatan pemasaran terhadap konsumen. Hal tersebut selanjutnya masuk ke dalam kajian posisi tawar organisasi dengan pemasok. Kebutuhan untuk menjaga hubungan yang baik dengan pemasok perlu dilakukan oleh pelaku usaha untuk tetap menjaga stabilitas usaha. Menurut David (2009), akan menguntungkan kepentingan baik pemasok maupun produsen (dalam kasus ini Ilmi Fish Farm tidak sebagai produsen/pembudidaya, namun sebagai trader/supplier/pedagang) untuk saling membantu dengan harga yang masuk akal, kualitas yang baik, pengembangan layanan baru, pengiriman yang tepat waktu dan biaya persediaan yang lebih rendah, sehingga meningkatkan profitabilitas dalam jangka waktu yang panjang. 12 6. 7. Aspek Pembeli Pembeli merupakan pihak yang memiliki permintaan yang menjadi sumber pemasukan terhadap kegiatan usaha. Kotler dan Keller (2009) mendefinisikan permintaan sebagai keinginan akan produk-produk tertentu yang didukung oleh kemampuan untuk membayar. Mempertahankan konsumen untuk tetap membeli adalah upaya organisasi tersebut yang sedang atau telah mempertahankan posisi tawar di hadapan konsumen. Menurut David (2009), disebutkan posisi tawar konsumen semakin tinggi jika : a. Konsumen dapat dengan mudah dan murah beralih ke merek atau pengganti pesaing. b. Konsumen menduduki tempat yang penting bagi penjual. c. Penjual menghadapi masalah menurunnya permintaan konsumen. d. Konsumen memegang informasi tentang produk, harga dan biaya penjual. e. Konsumen memegang kendali mengenai apa dan kapan mereka bias membeli produk. Aspek Pesaing Semua pihak yang secara aktual sedang merebut atau telah merebut pasar dan semua pihak yang memiliki kesempatan, berkemampuan atau berpotensi merebut pasar. Alternatif Pilihan Strategi Perusahaan akan bertindak sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki dalam menjalankan usahanya. Menurut David (2009), strategi adalah tindakan potensial yang membutuhkan keputusan manajemen tingkat atas dan sumberdaya perusahaan dalam jumlah besar. Alternatif-alternatif strategi tersebut adalah:. 1. Strategi Integrasi Strategi integrasi disebut juga strategi vertikal. Strategi ini dilakukan untuk mengendalikan pemasok, distributor, dan/atau pesaing. Strategi ini dibagi menjadi: a. Integrasi ke Depan Integrasi ke depan (forward integration) berkaitan dengan usaha untuk memperoleh kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas distributor atau peritel. Ada beberapa kondisi di mana strategi ini menjadi strategi yang sangat efektif, kondisi tersebut adalah; (1) ketika distributor organisasi saat ini menjadi sangat mahal, atau tidak dapat diandalkan, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan distribusi perusahaan. (2) Ketika ketersediaan distributor yang berkualitas begitu terbatas untuk menawarkan keunggulan kompetitif bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan integrasi ke depan. (3) Ketika sebuah organisasi berkompetisi di industri yang tengah tumbuh dan diharapkan akan terus berkembang pesat; ini menjadi sebuah faktor karena integrasi ke depan mengurangi kemampuan organisasi untuk mendiversifikasi industri dasarnya. (4) Ketika sebuah organisasi memiliki baik modal maupun sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola bisnnis baru pendistribusian produk-produknya sendiri. (5) Ketika 13 2. kuntungan dari produksi yang stabil sangat tinggi; ini menjadi pertimbangan karena organisasi dapat meningkatkan kemampuan memprediksi permintaan untuk outputnya melalui integrai ke depan b. Integrasi ke belakang Integrasi ke belakang (backward integration) adalah sebuah strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pemasok perusahaan. Beberapa kondisi di mana strategi ini sangat baik digunakan adalah; (1) ketika pemasok oraginasi saat ini menjadi sangat mahal, atau tidak dapat diandalkan, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan. (2) Ketika jumlah pemasok sedikit dan jumlah pesaing banyak. (3) Ketika perusahaan bersaing di sebuah industri yang berkembang pesat; ini merupakan faktor karena strategi jenis integratif (ke depan, ke belakang dan horizontal) mengurangi kemampuan organisasi untuk melakukan diversiffikasi di industri yang tengah mengalami kemerosotan. (4) Ketika organisasi memiliki banyak modal maupun sumber daya manusia untuk mengelola bisnis pemasokan bahan mentahnya sendiri yang baru. (5) Ketika keuntungan dari harga yang stabil sangat penting; ini menjadi faktor karena organisasi dapat menstabilkan biaya bahan mentahnya dan biaya-biaya lain yang terkait dengan produknya melalui integrasi ke belakang. (6) Ketika pemasok saat ini memiliki margin laba yang tinggi, yang menunjukan bahwa bisnis pemasokan produk atau jasa di suatu industri layak untuk dikembangkan. (7) Ketika organisasi perlu mengakuisisi atau memperoleh sumber daya yang dibutuhkannya secara tepat. c. Integrasi horizontal Integrasi horizontal mengacu pada strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pesaing perusahaan. Merger, akusisi dan ambil alih merupakan bagian dari strategi ini. Beberapa kondisi yang tepat untuk menjalankan strategi ini adalah; (1) Ketika organisasi dapat memperoleh karakteristik monopolistik di suatu wilayah atau kawasan tertentu tanpa bertentangan dengan aturan pemerintah yang melarang “penguasaan substansial” untuk menghambat persaingan. (2) Ketika perusahaan bersaing di sebuah industri yang sedang berkembang. (3) Ketika meningkatnya skala ekonomi memberikan keunggulan kompetitif yang besar. (4) Ketika organisasi memiliki baik modal maupun sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola dengan organisasi yang berekspansi. (5) Ketika pesaing melemah karena kurangnya keterampilan manajerial atau kebutuhan akan sumberdaya tertentu yang dimiliki sebuah organisasi; perhatikan bahwa integrasi horizontal tidak akan tepat jika pesaing mempunyai kinerja buruk, sebab dalam kasus ini penjualan industri keseluruhan telah merosot. Strategi Intensif Penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk kadang disebut sebagai strategi-strategi intensif sebab hal-hal tersebut mengharuskan adanya upaya-upaya intensif jika posisi kompetitif srbuah 14 3. perusahaan dengan produk yang ada saat ini ingin membaik. Strategi ini dibagi menjadi: a. Penetrasi Pasar Penetrasi pasar (market penetration) adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar. Kondisi di mana penetrasi pasar dapat digunakan sebagai strategi yang efektif adalah: (1) Ketika pasar saat ini belum jenuh dengan produk atau jasa tertentu. (2) Ketika tingkat pemakaian konsumen saat ini dapat dinaikkan secara signifikan. (3) Ketika pangsa pasar pesaing utama menurun sementara total penjualan industri meningkat. (4) Ketika kegiatan pemasaran mampu mempengaruhi perilaku pasar. (5) Ketika meningkatnya skala ekonomi memberikan keunggulan keompetitif yang besar. b. Pengembangan Pasar Pengembangan pasar (market development) meliputi pengenalan produk atau jasa yang ada saat ini ke wilayah-wilayah geografis yang baru. Kondisi di mana pengembangan pasar dapat dijadikan strategi yang efektif adalah: (1) Ketika saluran distribusi baru yang tersedia dapat diandalkan, tidak mahal dan berkualitas baik. (2) Ketika organisasi sangat berhasil dalam bisnis yang dijalankannya. (3) Ketika pasar baru yang belum dikembangkan dan belum jenuh muncul. (4) Ketika organisasi mempunyai modal dan sumnberdaya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola perluasan operasi. (5) Ketika organisasi memiliki kapasitas produksi yang berlebih. (6) Ketika industri dasar organisasi dengan cepat berkembang menjadi global dalam cakupannya c. Pengembangan Produk Pengembangan produk (product development) adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini. Kondisi di mana pengembangan pasar dapat dijadikan strategi yang efektif adalah: (1) Ketika organisasi memiliki produk-produk berhasil yang berada di tahap kematangan dari siklus hidup produk; gagasannya di sini adalah menarik konsumen yang terpuaskan untuk mencoba produk baru (yang lebih baik) sebagai hasil dari pengalaman positif mereka dengan produk atau jasa saat ini. (2) Ketika organisasi berkompetisi di industri yang ditandai oleh perkembangan teknologi yang cepat. (3) Ketika pesaing utama menawarkan produk berkualitas lebih baik dengan harga “bagus”. (4) Ketika organisasi bersaing dalam industri dengan tingkat pertumbuhan tinggi. (5) Ketika organisasi memiliki kapabilitas penelitian dan pengembangan yang sangat kuat. Strategi Diversifikasi Strategi ini dilakukan untuk menambah produk baru, baik yang terkait ataupu tidak terkait. Strategi diversifikasi terbagi menjadi: a. Diversifikasi Terkait 15 4. Diversifikasi terkait dapat diartikan sebagai tindakan menambah poduk baru namun masih berkaitan dengan produk yang sudah ada. Diversifikasi terkait diterapkan pada kondisi; (1) ketika organisasi berkompetensi di sebuah industri yang tidak mengalami pertumbuhan atau pertumbuhannya lambat. (2) Ketika menambahkan produk yang baru namun terkait akan secara signifikan mendongkrak penjualan saat ini. (3) Ketika produk yang baru namun terkait dapat ditawarkan dengan harga yang bersaing. (4) Ketika produk yang baru namun terkait memiliki tingkat penjualan musiman yang dapat mengimpangi puncak dan jurang penjualan yang ada saat ini di perusahaan. (5) Ketika produk organisasai yang ada saat ini sedang dalam tahap penurunan dari siklus hidup produk. (6) Ketika organisasi memiliki tim manajemen yang kuat. b. Diversifikasi Tidak Terkait Diversifikasi tidak terkait memberikan peluang portofolio usaha yang lebih luas karena tidak bergerak hanya pada satu jenis produk. Diversifikasi tidak terkait diterapkan pada kondisi; (1) Ketika pendapatan dari produk atau jasa yang saat ini dimiliki organisasi akan meningkat secara signifikan dengan penambahan produk baru yang tidak terkait. (2) Ketika organiasai bersaing di sebuah industri yang sangat kompetitif dan/atau tidak mengalami pertumbuhan sebagaimana diindikasikan oleh marjin laba dan pengembalian industri yang rendah. (3) Ketika saluran distribusi organisasi saat ini dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk baru kepada konsumen yang ada. (4) Ketika produk baru memiliki pola penjualan kontrasiklis bila dibandingkan dengan produk organisasi saat ini. (5) Ketika industri dasar suatu organisasi mengalami penurunan dalam penjualan dalam penjualan dan laba tahunan. (6) Ketika organisasi memilki modal dan talenta manajerial yang dibutuhkan untuk bersaing dengan biak di industri baru. (7) Ketika organisasi memiliki peluang untuk mebeli bisnis tak terkait yang menarik secara investasi. (8) Ketika ada sinergi finansial antara perusahaan yang diakuisisi dan mengakuisisi. (9) Ketika pasar yang ada sudah jenuh dengan produk organisasi saat ini. (10) Ketika aksi antitrust dapat didakwakan terhadap organisasi yang secara historis telah berkonsentrasi pada satu jenis industri. Strategi Defensif a. Penciutan Penciutan (retrenchment) dilakukan untuk membalikan keadaan dari penjualan dan laba yang menurun dengan cara mengurangi biaya dan aset. Beberapa kondisi yang menjadikan strategi penciutan menjadi efektif adalah: (1) Ketika sebuah organisasi memiliki kompetensi khusus yang jelas namun gagal untuk secara konsisten memenuhi maksud dan tujuannya dari waktu ke waktu. (2) Ketika organisasi merupakan salah satu pesaing terlemah di suatu industri tertentu. (3) Ketika organisasi ditandai oleh ketidakefisienan, profitabilitas yang rendah, semangat kerja karyawan yang buruk dan tekanan dari pemegang saham untuk memperbaiki kinerja organisasi. (4) Ketika 16 b. c. organisasi gagal untuk memanfaatkan peluang eksternal, meminimalkan ancaman eksternal, mengambil keuntungan dari kekuatan internal dan mengatasi kelemahan internal dari waktu ke waktu (dapat dikatakan dalam kondisi ini manajer strategis telah gagal). (5) Ketika organisasi tumbuh membesar terlampau cepat sehingga reorganisasi internal besar-besaran dibutuhkan. Divestasi Strategi yang dilakukan dengan ccara menjual satu atau bagian dari suatu organisasi. Strategi ini digunakan untuk mendapatkan modal guna akusisi atau investasi strategis yang lebih jauh. Kondisi dimana strategi ini baik untuk dijalankan adalah: (1) Ketika sebuah organissasi menjalankan strategi penciutan dan gagal untuk mencapai perbaikan yang diperlukan. (2) Ketika suatu divisi membutuhkan lebih banyak sumber daya agar lebih kompetitif dari yang dapat disediakan oleh perusahaan. (3) Ketika suatu diisi bertanggung jawab terhadap kinerja keseluruhan organisasi yang buruk. (4) Ketika suatu divisi tidak mampu menyesuaikan diri dengan bagian organisasi yang lain; ini bisa merupakan akibat dari pasar, konsumen, manajer, karyawan, nilai-nilai atau kebutuhan yang secara radikal berbeda. (5) Ketika sejumlah besar dana dibutuhkan dalam waktu dekat dan tidak dapat diperoleh dengan cara lain. (6) Ketika tindakan antitrust pemerintah mengancam sebuah organisasi. Likuidasi Menjual seluruh aset kekayaan perusahaan. Merupakan deklarasi kekalahan dan konsekuensinya menjadi keputusan yang sangat emosional. Kondisi yang menjadikan strategi ini dijalankan adalah; (1) Ketika sebuah organisasi menjalankan strategi penciutan dan divestasi, namun tidak berhasil. (2) Ketika hanya tersisa alternatif untuk menyatakan bangkrut. Merupakan cara yang paling sistematis untuk mendapatkan sumber daya dari penjualan asset perusahaan. (3) Ketika pemegang saham perusahaan dapat meminimalkan kerugian perusahaan mereka hanya dengan menjual asset organisasi Matriks IFE dan EFE Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) merupakan langkah dalam melaksanakan audit manajemen strategis internal, serta sebagai alat untuk meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam area-area fungsional bisnis, juga menjadi landasan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan di antara area tersebut (David 2009). Matriks EFE (External Internal Evaluation) merupakan sebuah alat perumusan strategi yang memungkan para penyusun strategi untuk meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografis, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi dan kompetitif (David 2009). Matriks IE Matriks IE (Internal-External) merupakan langkah untuk menentukan posisi strategi bisnis unit ke dalam matriks yang teerdiri dari 9 sel (kuadran) (Umar 17 2008). Input dari matriks IE adalah output dari matriks IFE dan EFE. Output dari matriks IE adalah alternatif strategi berdasarkan posisi strategi perusahaan stelah dipetakan ke dalam matriks, di mana terdapat 3 area dengan alternatif strategi yang berbeda. Kuadran I, II dan IV akan menghasilkan alternatif strategi tumbuh dan berkembang kuadran III, V dan VII akan menghasilkan strategi pertahankan dan pelihara, terakhir kuadran VI, VIIi dan IX akan menghasilkan strategi panen dan divestasi (David 2009) Matriks SWOT Dalam David (2009) disebutkan, matriks SWOT (Strengths-WeaknessesOpportunites-Threats) merupakan matriks yang membantu para manajer dalam mengembangkan empat jenis strategi, yaitu strategi SO (kekuatan-peluang), strategi WO (kelemahan-peluang) strategi ST (kekuatan-ancaman) dan stratei WT (kelemahan-ancaman). Strategi SO memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan atau kekuatan dari peluang eksternal. Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan dengan menangkap peluang eksternal yang ada. Strategi ST dilakukan untuk menghindari atau meminimalisir dampak dari ancaman eksternal dengan kekuatan yang dimiliki. Strategi WT merupakan strategi protektif atau defensif untuk melindungi kelemahan yang ada dari ancaman yang mungkin akan merugikan. Matriks QSPM Dengan didapatnya altenatif-alternatif strategi, langkah selanjutnya adalah menentukan strategi mana yang penjadi prioritas untuk diimplementasikan. Dalam David (2009) disebutkan, QSPM adalah alat yang memungkinkan para penyusun strategi mengevaluasi berbagai strategi alternatif secara objektif, berdasarkan faktor-faktor keberhasilan penting eksternal dan internal yang diidentifikasi sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan dengan menggunakan alat analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).Dengan kata lain menentukan strategi yang paling baik, secara objektif dengan QSPM. Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis perumusan strategi bisnis yang tepat untuk Ilmi Fish Farm di Tajur, Kota Bogor. Ilmi Fish Farm telah memiliki pasar dan merasa perlu melakukan kajian terhadap kegiatan pemasaran Perumusan strategi dimulai dari dengan mengidentifikasi visi, misi dan tujuan Ilmi Fish Farm. Setelah itu dilakukan analisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan bisnis Ilmi Fish Farm. Faktor internal yang akan dianalisis berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, dan faktor eksternal yang akan dianalisis berupa peluang dan ancaman.Analisis lingkungan internal mencakup organisasi, sumber daya manusia dan pemasaran.Analisis lingkungan eksternal terbagi dua, yaitu lingkungan eksternal makro dan lingkunagn eksternal mikro. Lingkungan eksternal makro terdiri atas faktor ekonomi, budaya, demografi, lingkungan, pemerintah dan hukum.Lingkungan eksternal mikro terdiri atas faktor teknologi, daya tawar pemasok dan daya tawar konsumen. 18 Langkah selanjutnya yaitu memasukan faktor-faktor internal dan eksternal yang akan didapatkanke dalam SWOT.Pada matriks SWOT, dikelompokan faktor-faktor internal yang akan masuk ke dalam unsur kekuatan dan kelemahan, serta faktor-faktor eksternal yang akan dikelompokan ke unsur peluang dan ancaman. Setelah didapat alternatif-alternatif strategi, langkah terakhir adalah mencari strategi mana yang menjadi prioritas dengan menggunakan matriks QSPM. Ilmi Fish Farm Permasalahan: Manajerial tidak terstruktur Persaingan Formulasi strategi usaha Analisis Lingkungan Internal: Manajemen Pemasaran Keuangan Operasional Penelitian dan Pengembangan Sistem Informasi Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan Identifikasi kekuatan dan kelemahan Analisis Lingkungan Eksternal: Ekonomi Sosial, budaya, demografi, lingkungan Politik, pemerintah, hukum Teknologi Pemasok Pembeli Pesaing Identifikasi kekuatan dan kelemahan Matriks IFE Matriks EFE Matriks IE dan SWOT: Alternatif Strategi QSPM: Prioritas Strategi Gambar 1 Kerangka Pemikiran Operasional 19 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Ilmi Fish Farm, Tajur, Kota Bogor. Pemilihan tempat penelitian tersebut dilakukan dengan sengaja berdasarkan pertimbangan kemudahan mencari data. Penelitian dilakukan bulan Mei-Juli 2014. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari wawancara dan kuisioner dengan pemilik dan karyawan. Data sekunder didapat dari literatur buku dan internet, serta pihakpihak yang memiliki kompetensi di bidang ikan hias. Metode Pegumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yaitu proses tanya jawab. Diskusi yaitu wawancara namun dengan proses bertukar pikiran dan penyamaan persepsi. Pengamatan yaitu melihat dengan langsung kegiatan di lokasi penelitian. Kuisioner yaitu dengan memberikan daftar sejumlah pertanyaan akan mendukung proses pencarian alternatif dan prioritas strategi. Metode Pengambilan Responden Metode pengambilan responden dilakukan dengan sengaja. Responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah pemilik usaha dengan alasan hanya pemilik usaha yang memahami kegiatan usahanya dengan utuh. Metode Analisis Data Analisis Deskriptif Lingkungan Eksternal dan Internal Menganalisis secara deskriptif lingkungan eksternal dan internal yang ada pada perusahaan. Langkah membantu mendapatkan faktor-faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta faktor-faktor eksternal yaitu peluang dan ancaman. Pembobotan Variabel Faktor Eksternal dan Internal Selanjutnya dilakukan pembobotan pada poin-poin yang telah didapat dari analisis lingkungan internal dan eksternal. Menurut David (2009) bobot mengindikasikan signifikansi relatif dari suatu faktor terhadap keberhasilan perusahaan. Langkah pertama dilakukan dengan membandingkan faktor-faktor di dalam tabel secara vertikal dan horizontal, lalu faktor-faktor yang telah dimasukan pada kolom akan dibandingkan dengan yang terdapat dalam baris dengan menggunakan skala 1 sampai 3. Setelah itu nilai setiap variabel, dibagi dengan nilai keseluruhan variabel-variabel sehingga didapatkan bobot untuk setiap variabel eksternal atau internal. 20 Tabel 4 Penilaian bobot faktor-faktor eksternal perusahaan Faktor Eksternal A B C D Total Bobot A B C D Total Sumber : Kinnear dan Taylor (1991) dalam Saputro (2006) Tabel 5 Penilaian bobot faktor-faktor eksternal perusahaan Faktor Eksternal A B C D Total Bobot A B C D Total Sumber : Kinnear dan Taylor (1991) dalam Saputro (2006) 1 = Jika indikator horizontal kurang penting terhadap indikator vertikal 2 = jika indikator horizontal sama penting dengan indikator vertikal 3 = jika indikator horizontal lebih penting dibanding indikator vertikal Rumus yang digunakan adalah : Keterangan: Xi i n = bobot faktor-faktor eksternal ke-i = nilai faktor-faktor eksternal ke-i = 1, 2, 3, .... 10 = jumlah variabel Matriks IFE dan EFE Setelah didapat nilai bobot untuk faktor-faktor eksternal dan internal, dilakukan pemberian rating pada setiap faktor. Untuk faktor eksternal diberikan rating 1 hingga 4, dimana jika 1 = sangat lemah, 2 = lemah, 3 = kuat dan 4 = sangat kuat. Untuk faktor internal kekuatan diberikan rating 3 untuk kekuatan sedang atau 4 untuk kekuatan besar, dan untuk faktor internal kelemahan diberikan rating 1 untuk kelemahan kecil atau dua untuk kelemahan besar. Untuk mendapatkan skor bobot, bobot dan rating yang telah didapat dikalikan. 21 Tabel 6 Matriks EFE Faktor-faktor eksternal utama Peluang A B C D Ancaman A B C D Total Bobot Rating Skor Bobot Rating Skor Bobot Sumber : David (2009) Tabel 7 Matriks IFE Faktor-faktor internal utama Kekuatan A B C D Kelemahan A B C D Total Bobot Sumber : David (2009) Matriks IE Matriks IE digunakan untuk menunjukan posisi perusahaan pada kuadran sembilan sel, dimana posisi tersebut ditentukan titik potong yang dihasilkan oleh koordinat sumbu x yang merepresentasikan range total nilai tertimbang dari IFE dan koordinat sumbu y yang merepresentasikan range total nilai tertimbang dari EFE. 22 Skor Bobot Total IFE Tinggi Sedang 0.3 Skor bobot total EFE Tinggi Rendah 0.2 0.1 I II III IV V VI VII VIII IX 0.3 Sedang 0.2 Rendah 0.1 Gambar 2 Matriks IE Matriks SWOT Setelah faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang didapat dari penilaian internal dan eksternal didapat, faktor-faktor tersebut dikelompokan ke dalam matriks SWOT Untuk mendapatkan alternatif strategi yang lebih mempertimbangkan setiap faktor yang telah didapat. Langkah yang dilakukan dalam menyusun matriks SWOT adalah: 1. Cocokkan kekuatan-kekuatan internal dan peluang-peluang eksternal dan mencatat hasilnya dalam sel strategi SO 2. Cocokkan kelemahan-kelemahan internal dan peluang-peluang eksternal dan mencatat hasilnya dalam sel strategi WO 3. Cocokkan kekuatan-kekuatan internal dan ancaman-ancaman eksternal dan mencatat hasilnya dalam sel strategi ST 4. Cocokkan kelemahan-kelemahan internal dan ancaman-ancaman eksternal dan mencatat hasilnya dalam sel strategi WT 23 Kekuatan (Strength) 1…… 2…… 3…… Kelemahan (Weakness) 1…… 2…… 3…… Peluang (Opportunities) 1…… 2…… 3…… Strategi SO: Memanfaatkan kekuatan untuk mencari keuntungan dari peluang Strategi WO: Memperbaiki kelemahan dengan memanfaatkan peluang Ancaman (Threats) 1…… 2…… 3…… Strategi ST: Memanfaatkan kekuatan untuk menghindari peluang Strategi WT: Mengurangi kelemahan dengan menghindari ancaman Gambar 3 Matriks SWOT QSPM QSPM digunakan untuk menetukan prioritas strategi dari alternatif-alternatif strategi yang telah didapatkan sebelumnya. David (2009) menyebutkan QSPM adalah alat yang memungkinkan ahli strategi untuk mengevaluasi strategi alternatif secara obyektif, berdasarkan faktor-faktor keberhasilan penting eksternal dan internal yang diidentifikasi sebelumnya. Langkah-langkah menyusun QSPM adalah: 1. Buatlah daftar berbagai peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal utama di kolom kiri QSPM. 2. Berilah bobot pada setiap faktor eksternal dan internal utama tersebut sesuai dengan bobot paa matriks IFE dan EFE. 3. Masukkan strategi-strategi alternatif yang sudah ditemukan dan dipertimbangkan untuk diterapkan dalam organisasi 4. Tentukanlah skor daya tarik (AS – Attractiveness Score) dari masing-masing strategi untuk setiap faktor. Skor daya tarik adalah nilai numerik yang mengindikasikan daya tarik relatif dari setiap strategi di rangkaian alternatif tertentu. Secara khusus, skor daya tarik harus diberikan pada setiap strategi untuk menunjukkan daya tarik relatif suatu strategi atas strategi yang lain, dengan mempertimbangkan faktor tertentu. Kisaran skor dari 1 sampai „jumlah strategi yang dievaluasi‟ dan pemberian skor yang sama dalam satu baris harus dihindari. 5. Hitunglah skor daya tarik total. Skor daya tarik total didefinisikan sebagai hasil kali antara bobot dengan skor daya tarik di setiap baris. 6. Hitunglah jumlah keseluruhan daya tarik total. Jumlah keseluruhan daya tarik total menunjukkan strategi yang paling menarik di setiap rangkaian alternatif. 24 Faktor-faktor kunci Bobot Tabel 8 QSPM Alternatif Strategi Strategi 1 Strategi 2 AS TAS AS TAS Peluang A B C D Ancaman A B C D Kekuatan A B C D Kelebihan A B C D Jumlah total daya tarik Keterangan AS = Nilai daya tarik TAS = Total nilai daya tarik Sumber : David (2009) GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah dan Perkembangan Ilmi Fish Farm adalah sebuah organisasi bisnis yang bergerak sebagai pedagang ikan hias yang berlokasi di Wangun Cibalok RT04/RW06, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat, yang didirikan oleh Muykeu Febriana. Ilmi Fish Farm berdiri pada tahun 2007 dengan bermodalkan aset 30 akuarium dan peralatan pendukungnya pada lahan bangunan. Pada awalnya usaha dimulai dengan membudidayakan ikan hias Agamisis (Agamyxis pectinifrons) 25 yang kala itu terbilang jenis baru dengan harga Rp. 10.000,-/ekor ukuran satu inch. Setelah itu Ilmi Fish Farm menambah luas lahan usaha dengan membeli tanah seluas 72 m2, menambah aset yaitu sejumlah 50 akuarium dan 10 bak semen, dan mulai menambah komoditas ikan hias yang dibudidaya seperti Platidoras, Sinodontis dan Stenofoma. Setelah agak lama berjalan Ilmi Fish Farm mengalihkan komoditas andalan pada udang redbee, dengan negara pasar tujuan Jepang. Pada saat tersebut, indukan-indukan ikan hias dijual dan hanya tersisa indukan dan anakan udang. Pada tahun 2008 Jepang yang menjadi negara tujuan ekspor Ilmi Fish Farm dilanda bencana tsunami dan karena alasan tertentu Jepang berhenti beberapa waktu untuk mengimpor udang hias redbee yang mnjadi komoditas andalan Ilmi Fish Farm. Kondisi stok udang hias Ilmi Fish Farm saat itu menumpuk, sementara stok ikan hias kosong sama sekali, Ilmi Fish Farm berada pada kondisi usaha yang sulit. Untuk membalikkan keaadaan keadaan, Pemilik mencari selah usaha dengan mencari order penjualan ikan hias apapun yang dapat diusahakan ada dengan cara membeli. Lambat laun Ilmi Fish Farm dapat kembali merintis kegiatan usahanya. Kini dengan aset 130 akuarium ukuran standar (100cm x 50cm x 40cm), 44 akuarium ukuran kecil (25cm x 50cm 25cm), dan 20 bak semen (ukuran 1m x 1m) kegiatan usaha Ilmi Fish Farm sudah stabil dan sepenuhya menjadi pedagang ikan hias dengan target pasar eksportir dan pedagang ikan hias retail. Kini omset usaha Ilmi Fish Farm berkisar antara 30 hingga 60 juta rupiah dengan modal berkisar antara 23 – 53 juta rupiah per bulan Pemilik Ilmi Fish Farm juga tergabung pada kelompok tani ikan hias yang bernama Minakarya Bersama dengan kedudukan sebagai ketua kelompok dimana kelompok tersebut terdiri dari 9 anggota pembudidaya ikan hias (ketika kelompok tersebut berdiri, kegiatan usaha Ilmi Fish Farm masih sebagai pembudidaya). Letak dan Lokasi Lokasi penelitian dilakukan di Ilmi Fish Farm yang beralamat di Wangun Cibalok RT04/RW06, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat. Visi, Misi dan Tujuan Visi Ilmi Fish Farm adalah, memandang kegiatan usaha ikan hias kegiatan usaha yang dapat dilakukan dengan langkah mudah, sederhana yang tidak mempersulit baik diri sendiri ataupun pihak lain yang berkepentingan. Misi Ilmi Fish Farm adalah, memanfaatkan dan menggunakan celah ekonomi, sumberdaya dan link yang ada guna berjalannya kegiatan ekonomi, serta memperkuat kerjasama dengan menciptakan kenyamanan kerjasama, memberikan timbal balik dan kontribusi terhadap pihak-pihak yang terkait. Tujuan dari Ilmi Fish Farm adalah mencapai kesejahteraan ekonomi baik diri sendiri dan semua pihak yang dapat saling membantu dalam kegiatan ekonomi dalam hubungan bisnis jangka panjang yang didapat dari kenyamanan kerjasama. 26 Struktur Organisasi Struktur organisasi di Ilmi Fish Farm sangat sederhana yaitu. hanya pemilik, bagian pembukuan dan karyawan. Pemilik merangkap banyak tugas fungsi organisasi seperti, pemasaran, dokumentasi dan penjualan. Sumber Daya Perusahaan Sumber daya merupakan hal yang menjadikan suatu organisasi bisnis mampu melakukan kegiatan untuk mencari profit. Beberapa sumber daya tersebut adalah sumber daya manusia, sumberdaya fisik (aset) dan sumber daya modal. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting karena hanya dengan sumber daya manusialah sumber daya yang lain dapat dimanfaatkan. Menurut Madura (2007), sumber daya manusia adalah manusia yang mampu melakukan kegiatan bisnis. Dengan sumber daya manusia yang baik, kemungkinan penggunaan sumber daya tidak optimal semakin kecil. Ilmi Fish Farm memiliki sumber daya manusia yang kecil dari segi kuantitas. Sumber daya tersebut dapat dilihat pada tabel 9 di berikut Tabel 9 Sumber daya manusia Ilmi Fish Farm No Nama Jabatan (tugas) 1 Muykeu Febriana Pemilik Pemasaran Operasional 2 Hafni Aghnia Pembukuan keuangan 3 Ihsan Karyawan Sumber : Ilmi Fish Farm (2014) Sumber Daya Fisik Sumber daya fisik merupakan aset yang akan digunakan oleh organisasi secara umum dan digunakan oleh sumber daya manusia secara khusus dalam kegiatan bisnis. Ilmi Fish Farm memiliki luas lahan usaha sebesar 110 m2 ynag terbagi atas dua ruangan ruangan yang pertama seluas 70 m2 dan ruangan kedua seluas 40 m2. Sumber daya tersebut dapat dilihat pada tabel 10 di berikut. 27 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tabel 10 Aset (peralatan) Ilmi Fish Farm Nama Jumlah Akuarium besar 130 Akuarium Kecil 44 Bak semen 10 Kontainer (plastik) Blower Pompa air Tabung O2 Serokan Selang 2 3 3 2 3 3 Sumber : Ilmi Fish Farm (2014) Sumber Daya Modal Sumber daya modal adalah sumber daya yang digunakan oleh perushaan sehingga sumber daya manusia sanggup menggunakan sumber daya fisik sehingga tujuan untuk menjalankan bisnis dapat tercapai. Sumber daya modal Ilmi Fish Farm berasal dari dana pribadi pemilik perusahaan dan dana pinjaman dari bank. Kegiatan Operasional Perusahaan Ilmi Fish Farm melakukan kegiatan bisnis dengan cara membeli ikan hias dan menjual kembali. Pada kegiatannya, yang menjadi pemasok terhadap Ilmi Fish Farm adalah petani/pembudidaya dan sesama penjual/pengumpul/supplier ikan hias. Beberapa jenis ikan hias yang biasa dijual ditampilkan pada tabel berikut (tipe ukuran yang digunakan tidak selalu sama). Tabel 11 Daftar harga jual beberapa jenis ikan hias di Ilmi Fish Farm Nama Ikan Hias Ukuran Harga Jual Rainbow Balloon 2 inch Rp 3.500 Baby Dolphin 2 inch Rp 4.000 Platydoras 1 inch Rp 1.000 Agamyxis 1,5 inch Rp 2.250 Red Lizard 2 inch Rp 12.000 Guppy 1,5 inch Rp 700 Cardinal Tetra M-L (Medium-Large) Rp 1.300 Corydoras Panda 1 Inch Rp 900 Discuss Torquise 2 Inch Rp 10.000 Discuss Blue Diamond 2 Inch Rp 17.250 Ctenophoma 1,5 Inch Rp 2.000 Manfish Tri Colour M Rp 700 Manfish Red Eye M (Medium) Rp 900 Santa Claus 3 cm Rp 1.000 Snow White 1 Inch Rp 1.000 Pink Damio M Rp 400 Blue Eye M Rp 350 Sinodontis 1 Inch Rp 750 Leporinus 2 Inch Rp 12.000 Sumber : Ilmi Fish Farm (2014) 28 Pedagang/pengumpul ikan hias dan petani/pembudidaya memiliki kelebihan dan kekurangn masing. Petani menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pengumpul, namun varian stok ikan hias yang dimiliki kecil dan sebagian besar homogen. Pengumpul di pihak lain memiliki varian ikan hias yang beragam dibanding petani namun menawarkan harga yang lebih tinggi. Ilmi Fish Farm seringkali memprioritaskan sesama pedagang/pengumpul sebagai pemasok ikan hias dengan alasan keberagaman stok ikan hias yang dimiliki. Beberapa jenis ikan melalui proses penambahan nilai setelah dibeli oleh Ilmi Fish Farm untuk dijadikan stok ikan hias, sehingga dapat dikatakan Ilmi Fish Farm melakukan proses pendederan. Ikan hias lainnya dijual langsung tanpa melalui proses penambahan nilai atau menjadi stok di Ilmi Fish Farm. Proses pemilihan pembelian jenis ikan hias yang akan menjadi stok di Ilmi Fish Farm dilakukan berdasarkan pertimbangan jenis ikan tersebut jarang ada di pasaran, memberikan keuntungan pantas ketika dijual dan/atau telah ada permintaan yang konstan dari pelanggan. Jenis ikan hias yang biasa dibeli dan menjadi stok di Ilmi Fish Farm diantaranya Rainbow Balloon, Baby Dolphin, Leporinus, Agamyxis dan Guppy. Pembelian dilakukan dengan cara tunai dan kredit. Ikan hias yang dijadikan stok dilakukan dengan cara tuna ikan hias yang dibeli untuk langsung dijual sebagian besar dilakukan dengan pembelian kredit. Fungsi Pemasaran Perusahaan 9 fungsi pemasaran yang ada dijalankan seutuhnya pada kegiatan usaha Ilmi Fish Farm. Penjelasan untuk setiap fungsi pemasaran yang diterapkan adalah sebagai berikut: 1. Informasi Informasi yang dicari oleh Ilmi Fish Farm adalah, informasi mengenai jenis ikan apa yang sedang banyak beredar, dan jenis ikan apa yang dimiliki oleh pemasok (pembudidaya/petani dan pedagang), harga ikan hias (yang biasa didapat oleh pembeli, harga di pemasok 2. Promosi Promosi yang dilakukan secara langsung oleh Ilmi Fish Farm biasanya ketika ada pameran dan lomba ikan hias. Promosi lainnya dilakukan secara pasif, yaitu mengandalkan promosi yang dilakukan mulut ke mulut, atau rekomendasi oleh para pembelinya. 3. Negosiasi Ilmi Fish Farm melakukan fungsi negosiasi dengan cara; (1) pemilik menawarkan harga secara langsung pada pembeli, (2) Pemilik bertanya kepada pembeli tentang berapa harga yang biasa diterima oleh pembeli lalu menawarkan harga kepada pembeli dan (3) menerima harga yang ditawarkan pembeli baik secara langsung ataupun menawar kembali. Proses negosiasi biasanya berjalan dengan singkat (tidak berjalan alot). 4. Pemesanan Pemesanan dilakukan oleh Ilmi Fish Farm dengan mengkontak pemasok segera setelah ada pesanan pembelian dari pelanggan. Selain itu pemesanan ke pemasok juga dilakukan tanpa ada pesanan dari pelanggan. Hal tersebut dilakukan saat ikan hias yang dipesan dimaksudkan untuk menjadi stok ikan hias atau kegiatan pendederan. 29 5. 6. 7. 8. 9. Pembiayaan Pendapatan dari usaha ikan hias diputarkan lagi untuk kegiatan usaha, yaitu pembelian ke pemasok dan penjualan kepada pelanggan, walaupun demikian persentase pendapatan yang akan dialokasikan lagi pada kegiatan usaha tidak selalu sama. Hal tersebut selain bergantung pada keperluan kegiatan usaha, namun juga pada sejumlah dana dari pendapatan yang akan digunakan untuk keperluan pribadi pemiilik perusahaan. Pengambilan Resiko Ilmi Fish Farm melakukan fungsi pengambilan resiko khususnya ketika melakukan pembelian ikan hias untuk tujuan stok atau pendederan. Pada kegiatan menyimpan ikan hias, Ilmi Fish Farm menanggung resiko penanganan. Resiko yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan resiko-resiko yang biasa dihadapi oleh pembudidaya seperti resiko fluktuasi cuaca, kesehatan ikan, kematian ikan dan lain-lain. Pengambilan resiko juga dilakukan ketika melakukan pembelian utnuk langsung dijual lengsung kembali. Alasannya adalah, ketika Ilmi membeli ke pemasok dan ada masalah saat menjual seperti, kantong plastik bocor, perubahan cuaca yang ekstrim begitu pembelian ikan hias dilakukan sementara ikan tersebut belum sempat dijual, dan resiko saat pengiriman ikan hias, contohnya ketika ada ikan yang mati saat transportasi. Pertukaran/perubahan fisik Pada fungsi perubahan fisik terdapat proses pertambahan nilai yang akan menigkatkan harga jual. Fungsi ini ada pada Ilmi Fish Farm di kegiatan pendederan ikan hias. Pada kegiatan pendederan ukuran ikan hias akan bertambah sehingga meningkatkan harga jual. Selain pertambahan ukuran, penambahan nilai ikan hias juga ada pada kesehatan ikan hias yang membaik dan tampilan ikan hias seperti warna. Pembayaran Ilmi Fish Fam menerima pembayaran dengan cara transfer melalui rekening dari pada pembelinya. Pembayaran kepada para pemsaoknya, Ilmi Fish Farm tidak selalu melakukan pembayaran melaui transfer. Hak Milik Terlepas dari cara pembayaran tunai, hak kepemilikkan setiap ikan yang dijual berada pada Ilmi Fish Farm. Hal tersebut dikarenakan Ilmi Fish Farm tidaj melakukan penjualan dengan cara konsinyasi (penjualan dengan cara penitipan, di mana hak milik masih berada pada pihak yang menitipkan). ANALISIS LINGKUNGAN Lingkungan Internal Lingkungan yang akan dibahas adalah lingkungan yang mempengaruhi kegiatan usaha Ilmi Fish Farm, dimana lingkungan tersebut dapat dikendalikan oleh Ilmi Fish Farm sendiri. Lingkungan Internal didapat dari hasil wawancara melalui kuisioner yang telah disiapkan utnuk kepentingan penelitian. Lingkungan Internal Ilmi Fish Farm selanjutnya dijelaskan pada poin-poin di bawah. 30 Manajemen Ilmi Fish Farm memiliki struktur organisasi yang sederhana dimana hanya terdiri dari 3 orang, yaitu; (1) pemilik yang merangkap sebagai pemasaran dan operasional, (2) pencatat pembukuan keuangan dan (3) karyawan. Kondisi tersebut menyebabkan kegiatan manajerial pun menjadi lebih sederhana namun memiliki kompensasi pada pembagian waktu dan tenaga yang harus dikelola dengan baik. Planning (perencanaan) kegiatan usaha dilakukan oleh pemilik dengan pertimbangan kondisi keuangan yang ada dan kondisi farm (kepadatan ikan, stok varian ikan, kondisi kesehatan ikan, dan lain-lain) sehingga dalam perencanaan Pemilik berkoordinasi dengan bagian keuangan dan karyawan. Pengambilan keputusan dilakukan dengan waktu relatif singkat dikarenakan sederhananya struktur organisasi. Organizing (pengorganisasian) melingkupi dengan langkah apa yang harus diambil terkait pembagian tugas dan actuating (pelaksanaan) adalah upaya menggerakkan anggota dalam organisasi dalam kegiatan usaha. Kedua kegiatan tersebut dilakukkan oleh pemilik secara langsung dengan menjelaskan apa saja yang harus dilakukan, bagaimana dilakukan dan bagaimana menggerakkan dua anggota organisasi terutama karyawan dengan pertimbangan pemilik yang paling menguasai ilmu teknis di lapangan. Hal tersebut dilakukan berdasarkan perencanaan yang dilakukan di awal. Controlling (pengendalian) dilakukan setiap hari oleh pemilik dengan turun langsung pada kegiatan operasional. Kendala yang terdapat pada lingkungan manajemen adalah, pencatatan yang belum rapih. Hal tersebut dikarenakan pencatatan dilakukan dengan memasukkan data pada komputer (Microsoft Excel) dan penanganan ketika komputer bermasalah tidak dilakukan dengan baik, sehingga kadangkala ada data penjualan yang tidak tercatat atau tidak dapat diakses. Pemasaran 1. Product (Produk) Jenis Ikan Hias yang dipasarkan oleh Ilmi Fish Farm adalah Rainbow Balloon, Baby Dolphin, Platydoras, Agamyxis, Leporinus, Red Lizard, Guppy, Cardinal Tetra, Neon Tetra, Corydoras, Discuss, Ctenophoma, Pandagara, Palmas Endly Cherry, Black Ghost, Blue Electric, Denisonii dan lain-lain. Ilmi Fish Farm melakukan pembelian stok ikan hias untuk jenis-jenis yang memiliki permintaan rutin dari pembeli, atau berdasarkan pertimbangan ikan hias yang jarang ada di pasaran. Jenis-jenis ikan hias tersebut adalah Rainbow Balloon, Baby Dolphin, Platydoras, Agamyxis, Leporinus, guppy dan lain-lain. 2. Place (Tempat) Lokasi usaha Ilmi Fish Farm berada di Kotamadya Bogor Kecamatan Bogor Timur, dengan suhu rata-rata 24-27oC. Saluran pemasaran Ilmi Fish Farm sebagian besar kepada supplier atau pedagang, sisanya ke toko-toko ikan hias dan eksportir. Jangkauan saluran tidak hanya di dalam Kota Bogor, namun juga ke kota-kota lain yaitu Bandung, Malang dan Surabaya. 3. Price (Harga) Harga yang ditetapkan oleh Ilmi Fish Farm dibuat berdasarkan pertimbangan harga beli, harga yang ada di pasaran dan ketersediaan jenis ikan hias yang akan dijual kepada pembeli. Kesepakatan harga dilakukan dengan negosiasi dengan pembeli. Negosiasi dilakukan dengan beberapa cara seperti yang telah diejelaskan pada gambaran umum perusahaan, (1) pemilik menawarkan harga secara langsung pada pembeli, (2) Pemilik 31 4. bertanya kepada pembeli tentang berapa harga yang biasa diterima oleh pembeli lalu menawarkan harga kepada pembeli dan (3) menerima harga yang ditawarkan pembeli baik secara langsung ataupun menawar kembali. Beberapa contoh harga yang biasa ditawarkan untuk jenis ikan hias tertentu; Rainbow ukuran 2 inch seharga Rp 3.500, Dolphin ukuran 2 inch seharga Rp 4.000, Guppy ukuran 1,5 inch seharga Rp 700, Leporinus ukuran 2 inch seharga Rp 12.000, Agamyxis ukuran 1,5 inch seharga Rp 2.250. Promotion (Promosi) Promosi yang dilakukan Ilmi Fish Farm dilakukan dari mulut ke mulut. Ilmi Fish Farm mengandalkan promosi secara pasif yaitu dari rekomendasi dari pembeli lama kepada calon pembeli baru. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan pengalaman yang seringkali berhadapan dengan pembeli baru yang didapat bukan dari rekomendasi pembeli lama, yang cenderung komplain baik kepada fisik ikan hias dan komplain harga pada negosiasi yang alot. Ilmi Fish Farm juga melakukan promosi dengan mengikuti lomba-lomba, atau pameran ikan hias. Misal Ilmi Fish Farm bekerjasama dengan Dinas Pertanian sehingga informasi mengenai kegiatan pameran, lomba tersebut terbuka. Salah satu peluang yang didapat dari hal tersebut adalah kegiatan yang dilakukan selama dua minggu pada awal bulan Juni, yaitu mengikuti pameran ikan hias di Malang untuk mewakili Kota Bogor, yang menjadi sub acara PENAS (Pekan Nasional), yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sekretariat Badan koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Operasional Ilmi Fish Farm berperan sebagai pedagang ikan hias sehingga tidak ada budidaya pada kegiatan operasionalnya. Kegiatan operasional Ilmi Fish Farm adalah membeli ikan hias dari pemasok baik petani atau pedagang untuk dijual kembali. Namun selain kegiatan membeli dan menjual ikan hias, Ilmi Fish Farm juga melakukan kegiatan penambahan nilai kepada ikan yang dibeli untuk menjadi stok ikan hias. Pada kegiatan tersebut terdapat salah satu fungsi yang terdapat pada fungsi pemasaran yang telah dijelaskan, yaitu fungsi perubahan fisik. Hal tersebut dikarenakan ikan hias akan bertambah ukurannya selama menjadi stok perusahaan. Selain itu terdapat juga penambahan nilai pada atribut-atribut tertentu karena ikan hias yang menjadi stok di-treatment untuk mempertahankan atau menambah nilai atribut-atribut ikan hias seperti kesehatan, kelengkapan fisik, kecerahan warna, ukuran dan lain-lain. Karyawan bekerja dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Kegiatan yang dilakukan karyawan adalah memberi makan ikan, men-treatment ikan yang tidak sehat, mengatur kepadatan ikan hias (jika ukuran sudah bertambah dan atau kepadatan akuarium sudah tinggi), mengatur keadaan air seperti men-syphon (kebersihan air), mengatur ketinggian air, mengganti air dan lain-lain. Untuk kegiatan packing dilakukan pukul 18.30. Untuk ikan hias yang dibeli untuk langsung dijual, kegiatan tersebut disebut jug repacking atau Re-Ox karena dilakukan dengan cara membuka plastik (mengganti plastik packing jika terdapat kerusakan) dan memberi oksigen yang baru ke dalam plastik tersebut dan menutup kembali. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan pengawasan pemilik perusahaan yang bertempat tinggal 32 bersebelahan dengan lokasi (bangunan) usaha. Karyawan diarahkan baik sebelum bekerja atau saat sedang bekerja. pemilik mengatakan pada saat wawancara mengenai kendala perusahaan, bahwa sarana operasional Ilmi Fish Farm dirasa kurang mencukupi, terutama kuantitas akuarium. Hal tersebut dikarenakan karena luas bangunan yang ada belum dapat menampung bila jumlah akuarium ditambah. Selain itu karena sederhananya struktur organisasi, menyebabkan manajemen waktu dan tenaga sangat penting untuk diperhatikan. Keuangan Sumber keuangan Ilmi Fish Farm adalah uang pribadi pemilik perusahaan, dana pinjaman dari Bank dan waktu tertentu bantuan dari dinas terkait. Manajemen keuangan tidak dilakukan dengan langkah atau prosedur baku. Modal yang masuk pada kegiatan operasional digunakan hingga mendapatkan profit tertentu namun profit belum tentu didapat pada waktu bersamaan. Oleh karena itu manajemen keuangan hanya dilakukan dengan mengikuti jalannya operasional. pemilik mengatakan pada saat wawancara, bahwa pada saat ini kondisi keuangan Ilmi Fish Farm tidak dalam keadaan yang terlalu baik. Hal tersebut dikarenakan pemilik pernah meminjam sejumlah dana ke Bank di mana pencairan dana tersebut gagal dialokasikan kepada kegiatan operasional. Sumber Daya Manusia Pemilik Ilmi Fish Farm yang juga melakukan tugas pemasaran dan operasional, merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor jurusan Budidaya Perikanan. Sehingga ilmu untuk kegiatan operasional terkait teknis perawatan ikan dapat dikatakan mendukung. Sementara pemahaman tentang pemasaran dan manajemen perusahaan, pemilik mempelajari saat bekerja di farm ikan hias, di eksportir ikan hias sebagai manajemen produksi & marketing dan koperasi sebagai penyuluh petani. Bagian pembukuan/pencatatan keuangan di Ilmi Fish Farm sebelumnya juga pernah bekerja di koperasi yang sama di bagian keuangan, sehingga sudah dapat dikatakan terbiasa dengan pembukuan. Karyawan di Ilmi Fish Farm adalah lulusan SMA dan tidak memiliki dasar-dasar ilmi tentang penanganan ikan hias. Pemilik mengajarkan kepada karyawan mengenai hal-hal yang perlu untuk diketahui untuk kegiatan operasional. Perekrutan dilakukan pemilik secara pribadi karena karyawan adalah tetangga dari pemilik. Gaji pokok yang diterima karyawan adalah sebesar Rp 500.000 dengan bonus Rp 50.000 per pengiriman penjualan ikan hias. Pengawasan SDM dilakukan setiap hari di lokasi usaha, terutama karyawan. Dari wawancara, pemilik tidak menutup-nutupi ilmu terkait penanganan ikan hias, karena pemilik juga pernah bekerja ke pengusaha ikan hias, yang selain untuk mencari pemasukkan, saat itu pemilik juga mencari ilmu untuk merintis usaha ikan hias. Karyawan tidak hanya diajarkan mengenai cara penanganan ikan hias saja, ketika ada kesempatan, karyawan diikutsertakan pada pelatihan penanganan ikan hias. Kendala yang ada pada pada lingkungan SDM terkait dengan kendala yang ada pada lingkungan manajemen, yaitu sedikitnya kuantitas SDM. Hal tersebut menjadi kendala apabila, pemilik berkepentingan keluar kota dan karyawan bekerja tanpa ada pengawasan ataupun sebaliknya, karyawan bmemiliki keperluan pribadi yang menyebabkan tidak bisa masuk kerja, sehingga pemilik turun langsung ke lapangan dengan tugas-tugas lain yang harus dikerjakan dengan waktu hampir bersamaan seperti mengambil ikan dan lain-lain ataupun urusan pribadi keluarga sehari-hari. 33 Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan di Ilmi Fish Farm, diakui oleh pemilik tidak signifikan. Hal tersebut diartikan sebagai; kegiatan operasional cenderung tidak mengalami perubahan pada aspek teknologi pada proses operasional selama perusahaan berjalan sejauh ini, karena perusahaan hanya melakukan penambahan/penggantian sarana seperti akuarium dan blower untuk meningkatkan skala usaha. Informasi Aspek informasi yang telah dikaji pada penelitian ini merupakan informasi terkait kegiatan operasional Ilmi Fish Farm seperti kapan ikan hias pesanan dari petani akan dikirim, seberapa banyak ikan hias yang akan dikirim tersebut, kapan pasokan pakan cacing akan dikirim, seberapa banyak ikan yang tidak sehat, seberapa banyak akuarium yang dapat digunakan, berapa banyak jumlah yang dipesan oleh pembeli, dan lain-lain. Dari hasil wawancara dengan pemilik, informasi-informasi tersebut menjadi penentu vital pada kegiatan operasional terutama mengenai kapan pemilik harus memutuskan sesuatu dan seberapa cepat keputusan tersebut dapat diambil. Informasi yang masuk kepada pemilik (yang merangkap berbagai fungsi organisasi) cepat dan utuh. Lingkungan Eksternal Lingkungan eksternal Ilmi Fish Farm didapat dari hasil wawancara, dimana poin-poin tersebut didapat dari literatur yang pada ntinya mendefinisikan lingkungan eksternal sebagai lingkungan yang mempengaruhi kegiatan usaha namun tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan yang bersangkutan. Lingkungan eksternal Ilmi Fish Farm selanjutnya dijelaskan pada poin-poin di bawah Ekonomi Dengan pemberlakuan Asian Free Trade Area (AFTA), General Agreement on Trade (GATT), dan Chinese Asian Free Trade Area (CAFTA) diakui oleh pemilik Ilmi Fish Farm berimbas kepada industri ikan hias baik kepada eksportir, pembudidaya dan supplier atau pedagang. Pemberlakuan perjanjian-perjanjian dagang tersebut memang mempengaruhi secara langsung terhadap kegiatan ekspor ikan hias. Pembeli ikan hias Ilmi Fish Farm adalah terdiri dari satu Eksportir, dan sisanya sebagian besar adalah supplier (penyuplai atau pedagang). Walaupun demikian supplier-supplier tersebut juga menjual sebagian ikannya kepada eksportir. Sehingga dapat dikatakan perjanjian-perjanjian dagang tersebut berimbas terhadap industri ikan hias baik pada kegiatan ekspor atau kegiatan di dalam negeri. Tingkat suku bunga pinjaman Bank saat ini berpengaruh terhadap kegiatan yang berkaitan dengan agribisnis. Dari hasil wawancara dengan pemilik, kemungkinan untuk mencairkan dana dengan kisaran 10 juta hingga 20 juta saat ini sangat mudah dengan bunga yang kecil. Salah satunya adalah pencairan dana pinjaman ke Bank dengan agunan BPKB kendaraan. Hal tersebut sudah diketahui sejak lama walaupun pemilik belum pernah mencoba dengan alasan masih memiliki kewajiban membayar hutang. 34 Masih dari wawancara dengan pemilik, inflasi sejauh ini tidak terlalu mempengaruhi usahanya, karena dalam usahanya inflasi biasanya mempengaruhi harga barang-barang yang menjadi aset tetap seperti harga blower dan akuarium serta hal-hal non operasional seperti harga tanah dan harga barang-barang yang digunakan untuk mendirikan bangunan seperti semen, batu-bata dan lain-lain. Barang-barang tersebut bukan barang-barang yang rutin dibeli untuk kegiatan operasional sehingga pemilik mengatakan inflasi tidak terlalu mempengaruhi usahanya. Sosial, Budaya, Demografi dan Lingkungan Pada musim hujan, masyarakat Indonesia masih memiliki aktivitas yang relatif tidak berubah. Berbeda dengan masyrakat negara yang memiliki 4 musim, biasanya pada musim dingin,banyak kegiatan yang diliburkan. Di saat tersebut orang-orang lebih memilih untuk mengurangi aktifitas dan banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Ikan hias menjadi salah satu alternatif yang dapat memberikan nilai rekreasi di dalam rumah. Hobiis atau penghobi merupakan konsumen akhir ikan hias di dalam negeri. Indonesia yang beriklim tropis memiliki masyarakat dengan sudut pandang yang berbeda mengenai manfaat yang didapat dari pembelian ikan hias dengan masyarakt di negara yang memiliki 4 musim. Hobi adalah kesukaan terhadap suatu hal yang dapat memberikan kesenangan kepada penghobinya. Ilmi Fish Farm tidak memiliki toko yang menjual ikan hias kepada konsumen akhir serta tidak melakukan kegiatan ekspor. Namun jumlah hobiis ikan hias dalam negeri dan peminat ikan hias di mancanegara menjadi konsumen akhir dari mata rantai ikan hias yang dijual oleh pedagang ikan hias yang tidak melakukan kegiatan ekspor, tidak memiliki toko ikan hias (hanya bertindak sebagai supplier). Lingkungan geografis lokasi usaha Ilmi Fish Farm melembah dan diapit dengan dua sungai. Kondisi tersebut mendukung kegiatan usaha Ilmi Fish Farm karena secara geografis dengan kondisi tersebut sumber air melimpah. Suhu ratarata 24-27oC sangat cocok untuk kegiatan usaha ikan hias, namun kondisi cuaca Kota Bogor yang terkadang fluktuatif menjadi faktor yang tidak mendukung. Lokasi yang terletak di Kotamadya dan dekat dengan akses jalan tol (Ciawi) menjadi faktor yang mendukung saluran distribusi pemasaran Ilmi Fish Farm. Namun kekurangannya adalah jalan/gang menuju Ilmi Fish Farm sempit hanya dapat dialalui 1 mobil. Selain itu sedikitnya jumlah pembudidaya ikan hias di Kotamadya Bogor dibandingkan dengan wilayah Kabupaten diakui pemilik terkadang menjadi kendala dalam hal pasokan ikan hias. Politik, Pemerintah dan Hukum Ilmi Fish Farm memiliki Surat Keterangan (SK) dari Kelurahan yang tujuannya hanya untuk mengkonfirmasi keberadaan kegiatan usaha sehingga mempermudah untuk melakukan kerja sama dengan instansi terkait. Disimpulkan dari hasil wawancara dengan pemilik, faktor peran pemerintah mempengaruhi secara langsung dan tidak langsung terhadap kegiatan usaha Ilmi Fish Farm. Peran pemerintah secara langsung yaitu seperti pelatihan dan pemberian dana. Salah satu contoh bantuan langsung dari pemerintah adalah ketika Kelompok 35 Tani yang diketuai oleh pemilik Ilmi Fish Farm pernah mendapat dana sebesar 65 juta untuk sepuluh anggota (termasuk Ilmi Fish Farm) dari program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP PB) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Selain itu bantuan pelatihan dengan nama progam TEMATIK untuk karyawan Ilmi Fish Farm selama dua hari dari Dinas Pertanian. Peran pemerintah secara tidak langsung terhadap kegiatan usaha Ilmi Fish Farm salah satunya adalah upaya pemerintah dalam memotong mata rantai ekspor ikan hias Indonesia promosi dengan cara pameran-pameran ikan hias di mancanegara, terutama negara-negara yang berpotensi menjadi tujuan ekspor ikan hias Indonesia, sehingga peserta pameran memiliki kesempatan untuk mendapat akses langsung kepada pihak calon pembeli. Dengan hal tersebut, harapannya adalah Indonesia dapat mengekspor ke negara-negara yang menjadi pembeli akhir dari ikan hias produksi dalam negeri dan tidak selalu harus mengekspor ke Singapura (notabene banyak mengimpor ikan hias dari Indonesia) yang saat ini menjadi salah satu eksportir ikan hias terbesar di dunia. Dampaknya Indonesia akan dapat bersaing harga dengan negara pengekspor ikan hias lainnya. Menurut wawancara dengan pemilik kendala yang dihadapi Indonesia dalam bersaing harga adalah masih banyaknya pungli (pungutan liar) karantina untuk ekspor, sehingga biaya pungli tersebut dibebankan pada harga jual. Teknologi Perkembangan teknologi pada kegiatan operasional ikan hias cenderung datar atau tidak banyak berubah. Dimana teknologi yang tersedia seperti penggunaan filter untuk menjaga kualitas air, blower untuk aerasi, heater untuk menjaga suhu dan penggunaan genset untuk menjaga kestabilan suplai listrik, hampir tidak memerlukan keahlian karyawan untuk dapat dioperasikan. Selain itu untuk sangat mudah untuk mendapatkan peralatan tersebut. Pemasok Ilmi Fish Farm memiliki sejumlah pemasok yang terdiri dari tujuh supplier/ pedagang ikan hias dan tiga puluhan pembudidaya ikan hias. Dalam pembelian ikan hias, Ilmi Fish Farm terlebih dahulu mencari ikan hias kepada pedagang dengan alasan ketersediaan ikan hias dengan varian yang banyak sedangkan petani memiliki komoditas ikan hias yang homogen (satu orang pembudidaya memiliki hanya satu jenis. Selain itu jika memesan ikan hias kepada pedagang, ikan hias yang dipesan akan diantarkan sedangkan petani harus didatangi. Namun keunggulan yang dimiliki oleh petani adalah dapat menawarkan harga yang lebih murah. Sistem pembayaran yang dilakukan oleh Ilmi Fish Farm adalah tunai dan kredit. Ilmi Fish Farm biasanya melakukan pembayaran tunai untuk ikan hias yang dibeli untuk dijadikan stok khususnya kepada petani. Di antara Ilmi Fish Farm dan pemasoknya tidak ada kesepakatan yang mengharuskan pemasok untuk menjual ikan hiasnya kepada Ilmi Fish Farm. Pembeli Penjualan dilakukan oleh Ilmi Fish Farm kepada beberapa pembeli yang berlokasi di Bogor, Bandung, Malang dan Surabaya. Pembeli di Bogor terdiri atas 1 eksportir, 7 pedagang ikan hias dan 8 toko ikan hias. Pembeli di Bandung terdiri atas 36 3 pedagang ikan hias. Pembeli di Malang terdiri atas 1 pedagang ikan hias yang juga memiliki 1 toko ikan hias. Pembeli Surabaya terdiri atas 3 pedagang yang masingmasing memiliki 1 toko ikan hias dan terakhir ke 1 toko ikan hias. Selain para pembeli tersebut, pemasok Ilmi Fish Farm dikategorikan sebagai supplier/pedagang juga dapat bertindak sebagai pembeli Ilmi Fish Farm. Daya tawar Ilmi Fish Farm dinilai dari poin-poin yang telah dijelaskan sebelumnya pada metodologi penelitian, yaitu; (1) konsumen dapat dengan mudah dan murah beralih ke merek atau pengganti pesaing, (2) konsumen menduduki tempat yang penting bagi penjual, (3) penjual menghadapi masalah menurunnya permintaan konsumen, (4) konsumen memegang informasi tentang produk, harga dan biaya penjual, dan terakhir (5) konsumen memegang kendali mengenai apa dan kapan mereka bias membeli produk. Poin pertama, pelanggan Ilmi Fish Farm di Bogor (eksportir) memiliki kerjasama dalam manajemen operasional yang dilkaukan dengan cara; Pemilik Ilmi Fish Farm membawa beberapa orang untuk melakukan packing dan pemilik menghitung kembali jumlah ikan yang ada. Hal tersebut dapat dilkukan karena, Ilmi Fish Farm merupakan pemasok lokasinya paling dekat ke eksportir tersebut. Dapat dikatakan hubungan bisnis tersebut tidak hanya penting untuk Ilmi Fish Farm namun untuk eksportir yang dipasok juga. Untuk pembeli di kota lain, Ilmi Fish Farm tidak mematok harga yang terbilang tinggi untuk para pembeli tersebut. Dari wawancara yang dilakukan, pemilik mementingkan kerjasama yang panjang, sehingga harga jual dapat menyesuaikan selama masih ada marjin yang masuk akal. Poin kedua, pemilik mengatakan para pembeli memiliki posisi yang penting dari segi hubungan bisnis, namun tidak dapat dikatakan posisi yang penting dalam konteks seperti atasan dan bawahan, dengan alasan selama ini tidak ada pembeli yang dapat menekan Ilmi Fish untuk menjual ikan hiasnya. Untuk poin ketiga, disimpulkan dari wawancara dengan pemilik, Ilmi Fish Farm jarang sekali mengalami kondisi penurunan permintan. Untuk poin keempat, untuk pemasok-pemasok non petani (supplier/pedagang) yang juga pembeli, mereka mengetahui harga, tempat masing masing pemasok (supplier lainnya), dan biaya penjual. Terakhir poin kelima, karena pembeli membeli dengan sistem pemesanan, Ilmi Fish Farm menjual jenis ikan hias yang diinginkan oleh pembeli sesuai ketersediaan di farm atau di pemasok. Untuk kapan dapat membeli, pembeli dan Ilmi Fish Farm saling mengkomunikasikan kapan pembeli menginginkan adanya ikan hias dan kapan Ilmi Fish Farm dapat mengirim ikan hias. Namun sejauh ini kedua belah pihak lebih sering sepakat mengenai hal tersebut. Pesaing Pesaing Ilmi Fish Farm dalam kegiatannya meyuplai ke eksportir di Bogor ada dua pihak selain Ilmi Fish Farm yang diketahui. Untuk setiap pemasok Ilmi Fish Farm yang bukan petani juga merupakan pesaing karena, setiap pemasok tersebut dan Ilmi Fish Farm saling menjual ikan hiasnya satu sama lain, terkadang membeli atau menjual. Untuk kegiatan menyuplai ke supplier-supplier/pedagang-pedagang di Bandung, Malang dan Surabaya, Ilmi Fish Farm tidak mengetahui jumlah masingmasing pesaing di saluran pemasaran tersebut. 37 Faktor-Faktor Kekuatan dan Kelemahan Dari analisis lingkungan internal yang dilakukan sebelumnya, faktor-faktor yang ada dikelompokkan menjadi faktor-faktor kekuatan dan faktor-faktor kelemahan yang ada pada Ilmi Fish Farm. Faktor-faktor tersebut selanjutnya dijelaskan pada poin-poin di bawah, Kekuatan 1. Kecepatan Arus dan Keutuhan Informasi Internal Operasional Kecepatan arus dan keutuhan informasi internal Ilmi Fish Farm dipengaruhi oleh sederhananya struktur organisasi. Pemilik merangkap berbagai tugas seperti mencari ikan hias, mengambil ikan dari pemasok, mengirim ikan pada pembeli, membantu karyawan di hatchery, packing ikan hias dan lainlain. Oleh karena itu arus informasi internal perusahaan mengenai kegiatan teknis, pemasaran, harga dan lain-lain menjadi utuh dan cepat ditangkap oleh pemilik. 2. Kecepatan Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan perusahaan seperti melakukan pembelian ikan hias, untuk menjual dengan harga berapa, menjual ke siapa saja, kapan membeli stok obat-obatan, membeli pakan, men-treatmen ikan yang kondisinya tidak sehat dan lain-lain dilakukan dengan waktu yang cenderung cepat. Hal tersebut terkait faktor sebelumnya yaitu arus informasi internal yang utuh dan cepat ditangkap. 3. Manajemen Ikan Keluar-Masuk Menurut pemilik dengan keterbatasan jumlah akuarium, manajemen ikan yang akan dibeli dan dijual harus dilakukan dengan baik. Pembelian harus direncanakan sesuai dengan ketersediaan akuarium yang dapat dijadikan ikan sementara (jika ikan tidak bisa dijual segera setelah ikan yang diantar datang pada proses pembelian) sekitar 1-2 hari. Harus direncanakan dengan cermat juga kapan ikan yang dideder untuk dijual pada ukuran berapa. Halhal tersebu dipelajari pemilik seiringan dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Manajemen ikan keluar masuk dapat diterapkan dengan baik karena pemilik mengawasi kegiatan operasional setiap hari. Manajemen tersebut juga tidak selalu melibatkan akuarium, ketika memang tidak bisa menampung lagi namun pembelian dilakukan sesuai dengan waktu pengiriman. Sehingga yang dilakukan adalah repacking. 4. Kepercayaan Bisnis Pembeli Mennjaga kepercayaan pembeli merupakan hal penting ketika menjalankan kegiatan bisnis. Menurut pemilik, selama ini kegiatan bisnis Ilmi Fish Farm diusahakan sebisa mungkin berjalan dengan tidak kehilangan kepercayaan pembeli. Ilmi Fish Farm memprroritaskan pelanggan lama ketika ada dua pelanggan yang memesan di saat yang bersamaan. Cara lainnya adalah memberitahukan harga pasaran ikan hias di Bogor ketika pelanggan yang berlokasi di luar Bogor bertanya, karena dikhawatirkan ketika pelanggan tersebut bertanya harga pasaran suatu jenis ikan hias di Bogor, lalu pemilik memberitahukan harga yang tidak sesuai, dan entah dengan suatu cara pelanggan tersebut mengetahui harga tersebut tidak sesuai, kepercayaan pelanggan akan hilang. 38 5. 6. 7. Kompetensi Pemilik Penguasaan ilmu dan pengetahuan yang dimaksud adalah yang bersifat teknis atau yang terkait dengan cara menangani ikan hias. Pemilik sendiri adalah lulusan Institut Pertanian Bogor Jurusan Budidaya Perikanan tahun 2001. Selain itu pemilik memang memiliki hobi memelihara ikan hias, serta pernah bekerja di tempat pembudidaya/petani ikan hias, eksportir ikan hias dan koperasi ikan hias. Kompetensi Karyawan Karyawan Ilmi Fish Farm adalah salah satu dari warga sekitar, lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas). Karyawan tidak memiliki ilmu dasar-dasar yang terkait dengan penanganan ikan hias. Namun poin ini dimasukkan ke dalam kategori faktor kekuatan karena berdasarkan wawancara pemilik, karyawan yang memang belum genap setahun tersebut dapat menyesuaikan dengan cepat bagaimana bekerja di usaha ikan hias. Dari wawancara dengan pemilik, karyawannya memang menaruh minat pada ikan hias, sehingga menurutnya hal tersebut yang mungkin menjadi motivasi karyawan untuk bekerja sambil mencari ilmu untuk menangani ikan hias. Kekurangan yang ada pada karyawan tesebut adalah penggunaan bahasa-bahasa ilmiah dan hal tersebut relatif tidak mengganggu Kompetensi pencatat pembukuan Bagian pembukuan Ilmi Fish Farm adalah istri dari pemilik perusahaan yang pernah bekerja juga di bagian keuangan di koperasi yang sama di tempat pemilik pernah bekerja. Oleh karena itu, pencatat keuangan dianggap memiliki kompetensi dalam hal kerapihan pencatatan. Kelemahan 1. Pencatatan Pencatatan dilakukan yang dilakukan oleh Ilmi Fish Farm dilakukan dengan menginput data ke komputer menggunakan Microsoft Excel, berdasarkan bon-bon yang ada dari hasil transaksi. Pemilik mengatakan, fungsinya melakukan pencatatan adalah untuk mengetahui harga jenis-jenis ikan hias yang fluktuatif atau harga jenis-jenis ikan hias yang jarang dijual. Pencatatan tidak dilakukan ketika, komputer bermasalah seperti terserang virus, kerusakan pada operating system, dan masalah-masalah teknis lainnya. Pemilik mengatakan seringkali enggan untuk menangani masalah tersebut sehingga beberapa waktu pencatatan tidak dilakukan. Sehingga dapat dikatakan kelemahan pencatatan yang ada pada Ilmi Fish Farm tidak terkait kompetensi pencatatan pembukuan keuangan, namun lebih ke sarana pencatatan yaitu komputer yang dimiliki seringkali bermasalah. 2. Pembagian Tenaga dan Waktu Pembagian tenaga terkait dengan sederhanya struktur organisasi. Hal tersebut dikarenakan pemilik hampir melakukan semua tugas kecuali sebagian besar tugas teknis karyawan dan sebagian besar tugas pencatatan. Pemilik yang merangkap melakukan beberapa tugas kadangkala kesulitan membagi waktu, misalnya pada contoh kasus pegawai yang sedang ada keperluan atau pelatihan, di waktu yang hampir berdekatan pemilik harus 39 3. 4. 5. 6. 7. 8. ikut membantu packing dan mengambil ikan di petani. Hal-hal tersebut dapat membatasi kegiatan jika tidak dilakukan dengan cermat. Pemanfaatan Teknologi Informatika (IT) sebagai sarana promosi Pemilik mengatakan jarang sekali memanfaatkan tekonologi informasi untuk kepentingan usahanya terutama untuk kegiatan promosi. Walaupun sebenarnya Ilmi Fish Farm memang tidak begitu memfokuskan untuk mempromosikan komoditas ikan hiasnya melalui saluran IT (web, blog, social media dan lain-lain), pemilik mengakui hal tersebut sebagai salah satu kekurangan Ilmi Fish Farm. Kuantitas Aset Mengenai masalah kuantitas aset khususnya jumlah akuarium, diakui pemilik sebagai kekurangan perusahaannya. Hal tersebut tentu saja terkait dengan luasan lahan usaha. Oleh karena itu kuantitas aset dikategorikan sebagai kelemahan karena untuk menambah aset, Ilmi Fish Farm harus menambah bangunan baru dengan biaya yang tidak murah. Utang Utang yang dimiliki oleh Ilmi Fish Farm kepada Bank, benar-benar menjadi kelemahan yang Ilmi Fish Farm. Dari wawancara dengan pemilik, pada awalnya pemilik meminjam sejumlah dana untuk kegiatan operasionalnya, dengan harapan usahanya dapat berkembang drastis. Namun Ilmi Fish Farm mengalami kejadian tidak terduga yaitu dinding salah satu bangunan farmnya runtuh sehingga dana pinjaman tersebut digunakan untuk memperbaiki bangunan tersebut dan hanya teralokasikan sedikit sekali kepada kegiatan operasionalnya. Hingga saat ini pemilik masih harus membayar cicilan dari pinjamannya setiap bulan sementara pinjaman tersebut tidak terlalu mempengaruhi kegiatan operasionalnya, walaupun faktor tak terduga yaitu runtuhnya bangunan farm dapat diatasi. Kondisi Keuangan Ilmi Fish Farm Kondisi Keuangan Ilmi Fish Farm menjadi kelemahan perusahaan karena faktor kelemahan kelima yaitu utang kepada Bank yang mengurangi pemasukan, serta kuantitas aset yang belum bertambah membuat kondisi keuangan Ilmi Fish Farm dalam kondisi yang tidak baik. Dari hasil wawancara, menurut pemilik sendiri salah satu indikasi kondisi keuangannya kurang baik yaitu usahanya hingga saat ini memang berjalan lancar, namun jarang ada bagian dari pemasukkan yang didapat untuk melakukan saving. Manajerial Perusahaan Manajerial perusahaan dikatakan sebagai salah satu kelemahan karena, belum adanya SOP baku mengenai kegiatan apa saja yang harus dilakukan dan siapa saja yang harus melakukan. Hal-hal yang seperti jadwal kerja karyawan, kapan pemilik membantu packing, apa yang harus dilakukan ketika karyawan berhalangan masuk, ketika ada hal tak terduga dihadapi karyawan pada kegiatan operasional di saat pemilik tidak ada di farm, kapan dilakukan pencatatan dan lain-lain masih dilakukan dengan cara improvisasi. Penelitian dan Pengembangan (R&D) Dari hasil wawancara, selama ini R&D relatif tidak dilakukan atau dalam kalimat lain, cenderung tidak ada perubahan pada kegiatan operasional yang 40 disebabkan oleh dilakukannya penelitian. Kalaupun ada, hanya penambahan jumlah akuarium dan bangunan dari awal Ilmi Fish Farm berkembang, hal tersebut oleh pemilik dikatakan hal yang wajar untuk siapa pun yang melakukan kegiatan usaha, sehingga R&D di Ilmi Fish Farm merupakan suatu kelemahan. Faktor-Faktor Peluang dan Ancaman Faktor-faktor peluang dan ancaman didapat dari analisis lingkungan eksternal Ilmi Fish Farm, dimana faktor-faktor tersebut berjalan di luar kendali perusahaan. Faktor-faktor tersebut selanjutnya dijelaskan pada poin-poin di bawah Peluang 1. Kegiatan Ekspor Ikan Hias Indonesia Kesepakatan dagang seperti Asian Free Trade Area (AFTA), General Agreement on Trade (GATT), dan Chinese Asian Free Trade Area (CAFTA) menjadi faktor peluang untuk kegiatan usaha Ilmi Fish Farm. Kesepakatan-kesepakatan dagang tersebut memberikan dampak riak (ripple effect) sehingga mempengaruhi jenis utama terutama ekspor-impor yang selanjutnya mempengaruhi saluran pemasaraan di bawahnya seperti pengumpul, pedagang dan produsen/petani. Beberapa tahun terakhir ini nilai ekspor ikan hias terus meningkat. Sebagai contoh Data United Nation Commodity Trade Statistics Database menyebutkan bahwa ekspor ikan hias Indonesia pada 2012 meningkat 21,015 juta dolar AS atau 8,12% dari total nilai ekspor ikan hias secara global. Ilmi Fish Farm sebagai salah satu saluran pemasaran di bawah eksportir terkena dampak positif tersebut. Menurut pemilk hal tersebut dikarenakan, walaupun Ilmi Fish Farm bukan eksportir ikan hias, namun sebagian besar pembelinya yang sesama supplier juga menjual ikan hias kepada eksportir. 2. Potensi Lingkungan dan Lokasi Usaha Ilmi Fish Farm berlokasi di Kota Bogor dengan kondisi alam yang mendukung kegiatan bisnis ikan hias dari segi cuaca, curah hujan dan ketersediaan air. Lokasi Ilmi Fish Farm dari segi geografis agak melembah dan diapit dua sungai yaitu sungai Cibalok dan Sungai Seuseupan sehingga sumber air melimpah. Lokasi usaha berada di Kotamadya dengan kedekatan akses jalan tol yang memudahkan untuk mendistribusikan ikan hias yang dijual. 3. Jarak ke Pemasok (Pembudidaya) Ilmi Fish Farm memiliki sekitar 30-an pemasok, sebagian besar berada di daerah Kotamadya Bogor Timur, seperti Tajur, Ciawi dan Gadog. Biasanya jika membeli ikan hias kepada pembudidaya, pemilik yang mendatangi pembudidaya-pembudidaya ikan hias tersebut. Oleh karena itu, pemilik mengatakan jarak antara pemasok-pemasok pembudidaya yang berdekatan membantu kegiatan operasional Ilmi Fish Farm. 4. Teknologi operasional Teknologi yang digunakan untuk kegiatan ikan hias mudah untuk ditangani, biaya teknologi terbilang terjangkau serta pembaharuan teknologi tersebut terbilang datar dari tahun ke tahun. Dengan pertimbangan siapa pun dapat 41 5. 6. 7. 8. 9. menggunakan teknolgi tersebut, pada saat wawancara, pemilik mengatakan teknologi untuk usaha ikan hias yang ada saat ini menjadi peluang. Perkembangan Teknologi Informatika (IT) Seperti yang sudah dijelaskan pada faktor internal, kegiatan mengakses teknologi informatika yang dilakukan Ilmi Fish Farm dikategorikan sebagai kelemahan, namun terlepas dari hal tersebut, perkembangan IT yang pesat saat ini memang memudahkan siapa pun untuk mengakses informasi apapun dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Oleh karena itu perkembangan teknologi informatika dikateorikan sebagai faktor eksternal peluang pada kegiatan usaha Ilmi Fish Farm. Biasanya teknologi IT yang ada dimanfaatkan pemilik ketika sudah tidak memiliki solusi untuk jenis ikan hias terutama yang jarang dijual oleh Ilmi Fish Farm. Kerjasama dengan Instansi Terkait Manfaat yang didapat dari faktor peluang ini adalah bantuan langsung dari pemerintah seperti yang sudah dijelaskan pada analisis lingkungan eksternal, program pelatihan serta kegiatan promosi dari pameran dan ikan hias. Selain itu menurut pemilik, terbukanya peluang sebagai percontohan pengusaha ikan hias dan pengajuan kerjasama untuk menjadi mentor program pelatihan ikan hias. Jumlah Pemasok (Pembudidaya) Jumlah petani yang menjadi pemasok Ilmi Fish Farm saat ini berjumlah tiga puluh enam. Banyaknya pemasok yang ada di Ilmi Fish Farm menurut pemilik membantu kegiatan usaha Ilmi Fish Farm yang sudah berjalan sejauh ini, walaupun kadang ada kendala ketersediaan pasokkan. Banyaknya jumlah pemasok tersebut juga menurut pemilik memberikan kebebasan untuk membeli dengan pilihan komoditas ikan hias yang cukup banyak. Jumlah Pemasok (Pedagang) Jumlah pemasok non petani yang dimiliki oleh Ilmi Fish Farm saat ini berjumlah tujuh. Menurut pemilik, jumlah pemasok non petani yang dimiliki Ilmi Fish Farm dikategorikan sebagai peluang karena jumlah pemasok non petani tersebut mengimbangi jumlah pemasok petani yang memiliki komoditas ikan hias yang homogen atau dapat dikatakan adanya tujuh pemosk non petani tersebut membantu kegiatan usaha Ilmi Fish Farm dalam hal pasokkan ikan hias baik yang menjadi stok atau langsung dijual. Walau demikian Jumlah Pembeli Dari hasil wawancara, jumlah pembeli ikan hias Ilmi Fish Farm sudah mencukupi dilihat dari skala usaha Ilmi Fish Farm. Yang dilihat dalam penelitian ini dari jumlah petani adalah intensitas pembeli. Hal tersebut diindikasikan dari kegiatan operasional dimana ikan hias yang ada tidak pernah ditampung lama hingga kelebihan stok. Ancaman 1. Harga Pakan Pelet Harga pakan pelet dalam setahun bisa mengalami beberapa kali mengalami kenaikan. Hal tersebut karena sebagian besar perusahaan produsen pakan pelet membeli bahan baku dengan cara impor. 2. Harga Obat 42 3. 4. 5. 6. Harga obat yang dibahas pada poin ini adalah obat yang digunakan untuk packing saat akan mengirim ikan. Harga obat tersebut satu botol (250 ml) adalah 200 ribu rupiah dan digunakan untuk sepuluh kali pengiriman. Menurut pemilik harga obat tersebut naik drastis terakhir kali naik yaitu dari harga 100 ribu rupiah sekitar 3 bulan yang lalu. Ketersediaan pakan cacing Pertimbangan cacing sutera sebagai pakan ikan hias adalah selain karena memang sebgaian besar ikan hias berukuran kecil, cacing sutera tidak mengotori air dibandingkan pakan pelet. Harga cacing sutera per satu taker (0,8-1 L) adalah Rp 8.000. harga cacing memang lebih mahal dari pelet, namun relatif jarang mengalami kenaikan dengan frekuensi dan tingkat yang tinggi. Penjual cacing sutera mengandalkan dari tangkapan alam untuk bisa menjual. Cacing sutera biasanya didapat dari sungai dan irigasi sawah. Oleh karena itu ketersediaan cacing sutera sangat dipengaruhi oleh cuaca. Cuaca hujan akan menyulitkan pencari cacing untuk mencari cacing di sungai karena dengan cuaca hujan, arus sungai semakin deras dan sebagian besar cacing hanyut akan terbawa arus. Jarak Lokasi Pemasok (pedagang) Sebagian besar pemasok non petani Ilmi Fish Farm berada agak jauh dari Ilmi Fish Farm yaitu sebagian besar berada di Kabupaten Cibinong. Jumlah Pesaing Jumlah pesaing tidak dapat dipastikan secara spesifik berapa jumlahnya oleh pemilik Ilmi Fish Farm, namun para pembelinya memiliki skala usaha besar, sehingga masing-masing pembeli memiliki pemasok yang tidak sedikit. Jarak Pembeli Sebagian besar pembeli ikan hias Ilmi Fish Farm berada di luar Kota Bogor. Hal tersebut menjadi ancaman jika pembeli-pembeli tersebut mendapatkan pemasok lain selain Ilmi Fish Farm, yang berjarak lebih dekat dan lebih dapat dikontrol. FORMULASI STRATEGI Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Pembandingan berpasangan (paired comparison) dilakukan terlebih dahulu sebelum menyusun Matriks IFE, yang dilakukan dengan cara membandingkan tiap faktor internal dengan faktor internal lainnya, untuk mendapatkan bobot untuk setiap faktor tersebut dengan cara membandingkan faktor mana yang lebih penting, kurang atau sama penting pada tiap faktor. Penentuan bobot dan rating pada faktor-faktor internal dilakukan oleh Bapak Muykeu Febriana selaku pemilik Ilmi Fish Farm. Perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut 43 Tabel 12 Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) No Kekuatan 1 Keutuhan informasi manajemen 2 Kecepatan pengambilan keputusan 3 Management ikan keluar masuk 4 Keprcayaan bisnis dengan pembeli 5 Kompetensi Pemilik 6 Kompetensi Karyawan 7 Kompetensi Pembukuan Kelemahan 8 Sarana Pencatatan 9 Pembagian tenaga dan waktu tidak teratur 10 Kegiatan mengakses teknologi informatika 11 Kuantitas aset 12 Utang 13 Kondisi keuangan Ilmi Fish Farm 14 Penelitian dan pengembangan Total IFE Bobot Rating Skor 0,063 0,065 0,079 0,038 0,052 0,082 0,068 4 4 4 4 4 3 3 0,252 0,263 0,318 0,153 0,208 0,247 0,206 0,087 0,096 0,101 0,068 0,046 0,049 0,098 1 2 2 2 1 2 2 0,087 0,192 0,203 0,137 0,046 0,098 0,197 2,61 Tabel di atas menunjukan nilai faktor kekuatan yang memiliki skor tertinggi adalah faktor manajemen ikan keluar masuk Ilmi Fish Farm dengan skor sebesar 0,31. Dengan jumlah permintaan ikan yang tidak selalu diimbangi oleh kuantitas aset yang dimiliki, manajemen ikan keluar masuk menjadi prioritas dalam kegiatan operasional Ilmi Fish Farm. Sebenarnya faktor tersebut berkaitan erat dengan faktor dengan nilai skor kedua terbesar yaitu, kecepatan pengambilan keputusan dengan skor sebesar 0,26. Sedangkan kelemahan terbesar Ilmi Fish Farm adalah utang yang dimiliki dengan skor sebesar 0,04. Utang tersebut berupa cicilan kepada Bank yang harus dibayar setiap bulan selama 2 tahun. Tahun 2014 sudah tahun kedua berjalan. Faktor tidak terduga yaitu runtuhnya salah satu dinding bangunan usaha menjadikan dana pinjaman dialokasikan bukan pada kegiatan operasional. Adanya cicilan yang harus dibayarkan tersebut mengurangi pemasukan setiap bulannya, sehingga sekitar selama satu tahun terakhir mengurangi pemasukkan Ilmi Fish Farm sementara kegiatan operasional relatif tidak bertambah. Nilai total skor IFE yang didapat yaitu sebesar 2,61. Matriks EFE (External Factor Evaluation) Langkah untuk menyusun matriks EFE sama seperti langkah untuk menyusun matriks IFE, hanya saja faktor eksternal yang menjadi input untuk dievaluasi. Penentuan bobot dan rating pada faktor-faktor internal dilakukan oleh Bapak Muykeu Febriana selaku pemilik Ilmi Fish Farm. Perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut 44 Tabel 13 Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) No Peluang 1 Kegiatan ekspor indonesia 2 Potensi lingkungan dan lokasi usaha 3 Jarak ke pemasok (Pembudidaya) 4 Teknologi operasional 5 Perkembangan teknologi informatika 6 Kerjasama dengan dinas/instansi terkait 7 Jumlah pemasok (pembudidaya) 8 Jumlah pemasok (non-petani) 9 Jumlah pembeli Ancaman 10 Harga pakan 11 Harga obat 12 Ketersediaan cacing 13 Jarak ke pemasok (non petani) 14 Jumlah Pesaing 15 Jarak pembeli Total EFE Bobot Rating Skor 0,033 0,047 0,073 0,085 0,088 0,052 0,050 0,050 0,050 4 4 3 3 2 4 4 2 4 0,133 0,190 0,220 0,263 0,180 0,209 0,199 0,099 0,199 0,095 0,090 0,083 0,073 0,050 0,050 2 3 3 3 2 1 0,095 0,175 0,249 0,147 0,149 0,076 2,58 Tabel di atas menunjukan nilai faktor peluang yang memiliki skor tertinggi adalah faktor Teknologi operasional dengan skor sebesar 0,26. Perkembangan yang cenderung datar pada teknologi-teknologi ikan hias yang tersedia menyebabkan kemudahan untuk mengakses, menggunakan serta membeli. Peluang Ilmi Fish Farm untuk memanfaatkan teknologi yang ada masih terbuka luas, seperti penggunaan genset atau memanfaatkan teknologi yang masih tersedia dengan mempertimbangkan biaya dan pemasukkan yang akan didapat. Ancaman yang paling besar pada kegiatan usaha Ilmi Fish Farm adalah ketersediaan cacing dengan skor 0,24. Ketersediaan cacing yang terganggu akan menyebabkan kondisi ikan tidak sehat. Masalah biasanya datang pada musim hujan dimana ketersediaan cacing berkurang. Hal tersebut dikarenakan habitat hidup cacing sutera berada di sungai yang pada saat musim hujan arus semakin deras dan akan menghanyutkan sebagian besar cacing sutera. Selain berdampak pada kegiatan operasional Ilmi Fish Farm, ketersediaan cacing yang berkurang di musim hujan juga berbanding lurus dengan jumlah ikan hias yang dipasok terutama oleh pembudidaya yang juga sangat bergantung pada cacing sutera. Nilai total skor EFE yang didapat adalah sebesar 2,58. Matriks IE (Internal-External) Input untuk analisis matriks IE adalah skor total dari matriks IFE dan EFE. Terdapat 9 kuadran pada matriks IE yang didasarkan oleh nilai skor total EFE pada sumbu vertikal dan nilai skor total IFE pada sumbu hrizontal. Titik potong keduanya menentukan posisi perusahaan berada pada kuadran yang ada pada mtriks IE. Ilmi Fish Farm dengan skor total IFE sebesar 2,61 dan skor total EFE sebesar 2,58 berada pada kuadran V matriks IE. 45 Skor Bobot Total IFE Tinggi Sedang 0.3 Rendah 0.2 0.1 (2,61) Skor bobot total EFE Tinggi I II III IV V VI VII VIII IX 0.3 Sedang (2,58) 0.2 Rendah 0.1 Gambar 4 Matriks IE Ilmi Fish Farm Strategi yang dapat diterapkan pada kuadran V matriks IE adalah strategi menjaga dan mempertahankan (hold and maintain) yang diterapkan dengan cara penetrasi pasar dan pengembangan produk. Penetrasi pasar adalah upaya untuk meningkatkan pangsa pasar di untuk produk yang ada di pasar saat ini. Upaya yang dapat dilakukan adalah mulai mencari pasar baru dari baik dari jaringan langganan yang sudah lama ataupun media teknologi seperti Internet. Pengembangan produk dapat dilakukan dengan menambah jenis ikan hias yang akan dijual. Matriks SWOT (Strength-Weakness-Opportunity-Threat) Data yang digunakan sebagai input untuk penyusunan Matriks SWOT adalah data matriks IFE dan EFE, analisis matriks SWOT dapat dilakukan. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada Ilmi Fish Farm selanjutnya disusun atau dikombinasikan sehingga menghasilkan beberapa jenis strategi. 46 Peluang : 1. Kegiatan ekspor Indonesia 2. Potensi Lingkungan dan lokasi usaha 3. Jarak ke pemasok (pembudidaya) 4. Teknologi operasional 5. Perkembangan teknologi Infornatika (IT) 6. Kerjasama dengan dinas/instansi terkait 7. Jumlah pemasok (pembudidaya) 8. Jumlah pemasok (nonpetani) 9. Jumlah pembeli Ancaman 1. Harga pakan 2. Harga obat 3. Ketersediaan cacing 4. Jarak ke pemasok (pembudidaya) 5. Jumlah pesaing 6. Jarak pembeli Kekuatan: 1. Keutuhan informasi manajemen 2. Kecepatan pengambilan keputussan 3. Manajemen ikan keluar masuk 4. Kepercayaan bisnis dengan pembeli 5. Kompetensi pemilik 6. Kompetensi karyawan 7. Kompetensi pembukuan Strategi S-O: Menambah komoditas ikan hias yang dijual (S5, O1, O4, O7) Kelemahan: 1. Sarana pencatatan 2. Pembagian tenaga dan waktu 3. Kegiatan mengakses teknologi informatika 4. Kuantitas aset 5. Utang 6. Kondisi keuangan 7. Penelitian dan pengembangan Strategi S-T Mencari tahu karakterisktik pesaing (S3, S4, S5) Strategi W-T Mencari tambahan suplai cacing (W2, O3) Strategi W-O Intensifikasi pemeliharaan (W4, W6, O1) Gambar 5 Matriks SWOT Strategi S-O (Strength-Opportunity) Strategi S-O dilakukan dengan menambah komoditas ikan hias yang dijual, khususnya jenis-jenis ikan hias yang memiliki harga tinggi atau jenis-jenis ikan hias yang jarang ditemui di Bogor namun banyak dicari oleh para pembeli Ilmi Fish Farm. Strategi ini diciptakan berdasarkan faktor kekuatan kompetensi pemilik dalam menangani ikan hias untuk menangkap peluang potensi permintaan yang terus meningkat dipengaruhi kegiatan ekspor Indonesia, peluang kemudahan penggunaan teknologi operasional ikan hias yang ada dan peluang jumlah pembudidaya pemasok yang dimiliki. Tambahan jenis-jenis ikan hias yang mungkin dijual Ilmi Fish Farm seperti, Panamense, Barbatum, Duboise, atau udang hias redbee. Strategi ini dapat mulai dijalankan dengan cara mencarikan indukan jenis ikan-ikan hias yang akan ditambah untuk dijual atau dipinjamkan kepada pembudidaya-pembudidaya ikan hias yang menjadi pemasok Ilmi Fish Farm. Setelah pembudidaya-pembudidaya sudah berhasil menernakan ikan-ikan 47 tersebut, Ilmi Fish Farm membeli baik secara tunai ataupun kredit dan menjual kepada pelanggannya. Menambah jenis ikan hias baru dengan mencari indukan untuk selanjutnya dijual atau dipinjamkan kepada petani pemasok dan membeli kembali hasil ternaknya, masih lebih masuk akal (diterima/diterapkan oleh Ilmi Fish Farm) karena masih dapat dilakukan dengan biaya yang lebih murah dibandingakan menernakan sendiri indukan-indukan tersebut. Ilmi Fish Farm dapat lebih mempertahankan/meningkatkan posisi tawar dan daya saing dengan menawarkan semakin banyak jenis ikan hias kepada pelanggannya. Strategi W-O (Weakness-Opportunity) Strategi yang didapatkan dari pertimbangan adalah intensifikasi pemeliharaan yang diartikan sebagai kegiatan pemeliharaan dengan memodifikasi teknik pemeliharaan tersebut seperti meningkatkan pemberian pakan, menambah intensitas penyifonan (membersihkan kotoran dalam akuarium) dan menambah intensitas pergantian air yang bertujuan untuk menambah padat tebar ikan hias pada akuarium. Strategi ini disusun berdasarkan pertimbangan adanya kesempatan untuk menutupi kelemahan yaitu kuantitas aset yang dimiliki dan kondisi keuangan Ilmi Fish Farm dengan peluang jumlah pembeli yang ada dan permintaan ikan hias yang tidak pernah turun akibat dampak yang ditimbulkan dari kegiatan ekspor Indonesia. Dengan pemeliharaan intensif, Ilmi fish Farm dapat menambah jumlah ikan hias yang dijual dengan biaya yang masih terjangkau dibandingkan dengan harus menambah kuantitas aset untuk menambah jumlah ikan hias yang akan dijual. Tujuan akhirnya adalah kemampuan bersaing Ilmi Fish Farm dapat lebih dipertahankan dan bertambah. Strategi S-T (Strength-Threat) Strategi ini dapat dilakukan dengan mencari tahu jumlah pesaing secara spesifik, serta karakteristik pesaing seperti, komoditas yang biasa dijual, skala usaha dan harga yang biasa ditetapkan. Strategi ini didasarkan pada faktor kelemahan jumlah pesaing dan kekuatan arus manjemen ikan keluar masuk, kepercayaan bisnis dengan pembeli dan faktor kelemahan jumlah pesaing. Strategi ini diharapkan membuat Ilmi Fish Farm dapat menyesuaikan manajemen ikan keluar masuk dengan kebiasaan permintaan jenis ikan hias pembeli namun juga dengan kebiasaan pesaing. Dengan hal tersebut diharapkan para pesaing yang ada tidak menggeser kedudukkan Ilmi Fish Farm pada pasar yang sudah ada di mata pembeli dan nilai kepercayaan bisnis semakin tinggi. Strategi W-T (Strength-Threat) Strategi ini dilakukan dengan mencari tambahan suplai cacing sutera dengan pertimbangan selama ini Ilmi Fish Farm memiliki ancaman pasokan cacing karena hanya memiliki satu orang pedagang cacing sutera untuk pasokan pakan cacing yang dilakukan dengan cara mengantar ke Ilmi Fish Farm. Masalah timbul ketika pedagang tersebut tidak dapat atau hanya bisa memberikan sedikit suplai cacing, sehingga pemilik harus keluar mencari pedagang cacing satu persatu. Hal tersebut memberatkan kegiatan operasional terutama faktor kelemahan pembagian tenaga dan waktu. 48 QSPM (Quantitative Strategic Planing Matrix) Keempat strategi yang didapat dari matriks SWOT menjadi input untuk menyusun QSPM dimana dimasukan juga faktor-faktor intenal dan eksternal pada baris (beserta bobot masing-masing yang didapat dari IFE dan EFE) dan alternatif strategi yang didapat pada kolom. Kemudian alternatif-alternatif strategi tersebut dibandingkan dengan faktor-faktor yang telah dimasukkan dan ketika terdapat pengaruh faktor terhadap strategi yang dibuat, diberikan nilai daya tarik (attractive Score) dari 1 hingga 4, dan ketika tidak ada maka cell dikosongkan. Setelah didapat nial AS, masing-masing nilai AS tersebut dikalikan dengan bobot yang telah dimasukkan sehingga didapat nialai daya tarik total (Total Attractive Scores). Terakhir, nilai TAS tersebut dijumlahkan ke sehingga didapatkan nilai keseluruhan total daya tarik (Sum of Total Attractive Score) yang merepresentasikan urutan alternatif strategi, dimana semakin besar nilai STAS, semakin diprioritaskan strategi tersebut. Urutan prioritas strategi pada Ilmi Fish Farm dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 14 Urutan alternatif strategi Ilmi Fish Farm Alternatif strategi S-O W-O S-T W-T STAS Urutan Prioritas Strategi 3,21 4,05 2,51 1,83 II I III IV Berdasarkan hasil perhitungan QSPM yang diperlihatkan pada tabel 13, alternatif strategi yang menjadi prioritas Ilmi Fish Farm adalah: 1. Intensifikasi pada kegiatan penampungan atau pemeliharaan/pendederan untuk meningkatkan kepadatan ikan hias dengan STAS sebesar 4,05 2. Menambah komoditas ikan hias yang dijual dengan STAS sebesar 3,21 3. Mencari informasi karakteristik pesaing STAS sebesar 2,51 4. Menambah pemasok cacing untuk operasional dengan STAS sebesar 1,83 KESMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditarik kesimpulan diantaranya adalah; 1. Dari analisis faktor internal didapatkan faktor-faktor kekuatan dan kelemahan. Faktor-faktor kekuatan yang didapat yaitu; kecepatan arus & keutuhan informasi manajemen/operasional, kecepatan pengambilan keputusan, manajemen ikan keluar masuk, kepercayaan bisnis dengan pembeli, kompetensi pemilik, kompetensi karyawan dan kompetensi pencatat pembukuan. Faktor-faktor kelemahan yang didapat yaitu; pencatatan, pembagian tenaga & waktu, kegiatan mengakses teknologi informasi, 49 2. 3. kuantitas aset, utang, kondisi keuangan, manajemen organisasi dan penelitian & pengembangan. Dari analisis faktor eksternal didapatkan faktor-faktor peluang dan ancaman. Faktor-faktor peluang yang didapat yaitu; kegiatan ekspor Indonesia, potensi lingkungan & lokasi usaha, jarak ke pemasok (pembudidaya), teknologi operasional, perkembangan teknologi informasi, kerjasama dengan dinas & instansi terkait, jumlah pemasok (pembudidaya), jumlah pemasok (nonpetani) dan jumlah pembeli. Faktor-faktor ancaman yang didapat yaitu; harga pakan pelet, harga obat, ketersediaan cacing, jarak ke pemasok (non-petani), jumlah pesaing dan jarak pembeli. Berdasarkan matriks IE Ilmi Fish Farm berada pada kuadran V dimana strategi yang baik untuk diterapkan adalah menjaga dan mempertahankan (hold and maintain) yang dilakukan dengan cara penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT, ada 4 alternatif strategi yang dapat dijalankan, yaitu (1) Intensifikasi pada kegiatan penampungan atau pemeliharaan/pendederan untuk meningkatkan kepadatan ikan hias per akuarium, (2) Menambah komoditas ikan hias yang dijual, (3) Mencari informasi karakteristik pesaing dan (4) menambah pemasok cacing untuk operasional. Dari hasil QSPM strategi terbaik untuk diterapkan adalah; intensifikasi pada kegiatan penampungan atau pemeliharaan/pendederan untuk meningkatkan kepadatan ikan hias dengan STAS sebesar 4,05. Saran 1. 2. Agar Ilmi Fish Farm menyusun SOP operasional yang diharapakan dapat menjadi panduan kegiatan operasional Ilmi Fish Farm yang memiliki struktur organisasi sederhana dan dapat membantu menerapkan prioritas strategi yang didapat dari QSPM. Ilmi Fish Farm perlu mencermati biaya yang akan dikeluarkan atas pertimbangan kondisi keuangan Ilmi Fish Farm yang kurang stabil, karena akan ada integrasi yang harus kuat ke belakang dan ke depan untuk menerapkan prioritas strategi yang didapat. DAFRTAR PUSTAKA Azizah, A.M. 2011. Strategi Usaha Budidaya Ikan Hias Air Tawar Kelompok Pembudidaya Ikan Hias Curug Jaya Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Badan Pusat Statistik. 2014. Ekspor Ikan Hias Indonesia 1999-2013. Jakarta. David, F.R. 2009. Manajemen Strategis: Konsep. Edisi 12. Salemba Empat. Jakarta. Husein, Umar. 2008. Strategic Management in Action. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 50 Komar, D.Y. Mendongkrak Devisa Negara Melalui Ekspor Ikan Hias [Internet]. [Diakses pada 29 Desember 2012]. Tersedia pada: http://www.kkp.go.id/ikanhias/index.php/news/c/47/Mendongkrak-DevisaNegara-Melalui-Ekspor-Ikan-Hias/?category_id=3 Kotler, Philip dan Keller, K.L. 2009. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol. Jilid 1. Edisi 13. Erlangga. Jakarta. Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol. Jilid 2. Edisi 9. Prenhalindo. Jakarta. Kusniati, Nia. 2007. Strategi Bisnis Ikan Hias Air Tawar Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Hias Nusa Hias, Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Lesmana, D.S. 2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Penebar Swadaya. Jakarta. Lesmana, D.S. dan Daelami, Deden. 2009. Panduan Lengkap Ikan Hias Air Tawar Populer. Penebar Swadaya. Jakarta. Madura, Jeff. 2007. Pengantar Bisnis. Edisi 4. Buku 1. Salemba Empat. Jakarta Perter, M.E.1991. Strategi bersaing. PT Gelora Aksara Pratama. Jakarta Salahuddin, M.Z. 1996. Analisis Strategi Pemasaran Ekspor Ikan Hias CV. Cahaya Baru, Jakarta Selatan. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Susanto, Hadi. 2012. Kajian Strategi Pemasaran Ikan Hias di Pasar Luar Negeri [Tesis]. Bogor: Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. 51 LAMPIRAN Lampiran 1 Kuisioner penentuan faktor internal dan eksternal 1. Profil, Sejarah dan Gambaran Umum Kelompok Ilmi Fish Farm a. Bagaimana sejarah Ilmi Fish Farm berdiri? b. Apa visi, misi dan tujuan Ilmi Fish Farm? c. Bagaimana struktur organisasi? 2. Analisis Lingkungan Internal a. Aspek Manajemen: Seperti apa manajemen yang diterapkan? Seperti apa perencanaan dilakukkan dalam kegiatan usaha? Seperti apa pengorganisasian diterapkan? Apakah kegiatan manajemen tersebut berjalan baik? Kendala apa saja yang terdapat pada aspek manajemen? b. Aspek Pemasaran Seperti apa kegiatan pemasaran yang dilakukan? Saluran distribusi dalam pemasaran? Strategi atau langkah apa yang saat ini dijalankan? Tujuan apa yang hendak dicapai dalam kegiatan pemasaran? Apakah ada promosi mengenai produk ? Jika ada, seperti apa kegiatan promosi tersebut? Apakah kegiatan pemasaran berjalan dengan baik? Kendala apa saja yang terdapat dalam kegiatan pemasaran? c. Produksi (Operasional) Bagaimana ketersediaan sarana operasional? Bagaimana proses operasional dilakukan? Kendala operasional apa yang dihadapi Ilmi Fish Farm? d. Keuangan Dari mana sumber modal untuk kegiatan usaha? Bagaiman sistem manajemen keuangan dijalankan? Sudah efektifkah pengelolaan keuangan yang dijalankan? e. Sumberdaya Manusia Berapa jumlah SDM (pemilik, manajemen, karyawan dll) pada kegiatan usaha Ilmi Fish Farm? Bagaimana tingkat keterampilan setiap individu yang terlibat dalam kegiatan usaha? Bagaimana penanganan dan pengelolaan SDM? f. Penelitian dan Pengembangan Apakah ada inovasi terbaru dalam kegiatan operasional, pemasaran atau manajmen? 3. Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan a. Aspek Ekonomi 52 b. c. d. e. f. g. Bagaimana keadaan ekonomi mempengaruhi kegiatan usaha Ilmi Fish Farm? Adakah perubahan harga bahan baku? Apakah perubahan bahan baku memberikan dampak yang terasa pada kegiatan usaha Ilmi Fish Farm? Aspek Sosial, Budaya, Demografi dan Lingkungan Pernahkah perusahaan melakukan kegiatan sosial? Adakah bentuk tanggung jawab sosial pada masyarakat? Bagaimana pekerjaan penduduk di sekitar perusahaan? Jumlah penduduk di sekitar perusahaan yang bekerja? Kondisi penduduk di sekitar perusahaan? Apakah gaya hidup masyarakat mempengaruhi kegiatan usaha? Bagaimana kondisi lingkungan (geografis) Ilmi Fish Farm? Bagaimana lingkungan geografis dari pihak-pihak yang terkait (pemasok, pembeli, dll)? Adakah permasalahan terkait sosial, budaya, demografi, lingkungan terhadap kegiatan usaha Ilmi Fish Farm? Aspek Teknologi Berapa besar biaya untuk memenuhi kebutuhan teknologi? Sejauh mana teknologi diterapkan? Bagaimana kemampuan dalam mengakses informasi? Adakah permasalahan terkait aspek teknologi? Aspek Pemerintah, Hukum dan Politik Apakah ada aturan tentang pendirian usaha? Adakah instansi atau dinas pemerintah yang terkait atau melakukan kerjasama? Jika ada, seperti apa pengaruh keterkaitan atau kerjasama tersebut terhadap kegiatan usaha? Seperti apa pengaruh pemerintah, hukum dan politik terhadap kegiatan usaha? Adakah permasalahan terkait pemerintah, hukum dan politik? Pemasok Berapa jumlah pemasok ikan hias Ilmi Fish Farm Fish Farm terhadap pemasok? Kendala apa yang ada pada hubungan dengan pemasok? Apakah pemasok terikat untuk menjual kepada Ilmi Fish Farm? Pembeli Berapa pembeli ikan hias Ilmi Fish Farm? Kendala apa yang ada pada hubungan dengan pembeli? Apakah Ilmi Fish Farm terikat untuk menjual kepada pembeli (tertentu)? Pesaing Berapa jumlah pesaing? Kendala apa yang ada pada hubungan dengan pesaing? 53 4. Penentuan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) Tabel 1 Analisis faktor internal perusahaan No Faktor Internal Kekuatan Kelemahan Rating 1 2 3 4 1. 2. 3. 4. ..... Tujuan : Mengelompokan variabel-variabel yang terdapat pada faktor-faktor internal kepada kekuatan dan kelemahan. Petunjuk pengisian : 1. Beri tanda ceklis (√) pada kolom kekuatan jika variabel tersebut dikategorikan sebagai kekuatan perusahaan, atau pada kolom kelemahan jika variabel tersebut dikategorikan sebagai kelemahan perusahaan. 2. Beri tanda ceklis (√) pada kolom angka untuk rating. Beri nilai 1 atau 2 untuk kelemahan dengan nilai 1 jika kelemahan termasuk kelemahan terbesar dan nilai 2 untuk kelemahan kecil. Beri nilai 3 atau untuk kekuatan dengan nilai 3 untuk kekuatan kecil dan 4 untuk kekuatan besar. 5. Penentuan faktor eksternal (Peluang dan Ancaman) Tabel 2 Analisis faktor eksternal perusahaan No Faktor Eksternal Peluang Ancaman Rating 1 2 3 4 1. 2. 3. 4. ..... Tujuan : Mengelompokan variabel-variabel yang terdapat pada faktor-faktor internal kepada kekuatan dan kelemahan. Petunjuk pengisian : 1. Beri tanda ceklis (√) pada kolom peluang jika variabel tersebut dikategorikan sebagai peluang bagi perusahaan, atau pada kolom ancaman jika variabel tersebut dikategorikan sebagai ancaman bagi perusahaan. 2. Beri tanda ceklis (√) pada kolom angka untuk rating. Pada angka 1 jika; faktor tersebut berpengaruh sangat lemah, pada angka 2 jika; faktor tersebut berpengaruh lemah, pada angka 3 jika; faktor tersebut berpengaruh kuat dan pada angka 4; jika faktor tersebut berpengaruh sangat kuat. 54 6. Pembobotan variabel-variabel faktor internal Tabel 2 Penilaian bobot faktor-faktor eksternal perusahaan Faktor internal 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. Total Total Bobot Tujuan : Mencari bobot untuk setiap variabel-variabel yang termasuk ke dalam faktor eksternal perusahaan. Petunjuk pengisian : Berikan nilai 1 hingga 3 pada sel dengan petunjuk: 1 = Jika indikator horizontal kurang penting terhadap indikator vertikal 2 = jika indikator horizontal sama penting dengan indikator vertikal 3 = jika indikator horizontal lebih penting dibanding indikator vertikal 7. Pembobotan variabel-variabel faktor eksternal Tabel 3 Penilaian bobot faktor-faktor eksternal perusahaan Faktor eksternal 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. Total Total Bobot Tujuan : Mencari bobot untuk setiap variabel-variabel yang termasuk ke dalam faktor internal perusahaan. Petunjuk pengisian: Berikan nilai 1 hingga 3 pada sel dengan petunjuk: 1 = Jika indikator horizontal kurang penting terhadap indikator vertikal 2 = jika indikator horizontal sama penting dengan indikator vertikal 3 = jika indikator horizontal lebih penting dibanding indikator vertikal 55 Lampiran 2 Kuisioner Penentuan Prioritas Strategi Faktor-faktor kunci Bobot Alternatif Strategi Strategi 1 Strategi 2 AS TAS AS TAS Peluang A B C Ancaman A B C Kekuatan A B C Kelebihan A B C Jumlah total daya tarik Tujuan : Penentuan alternatif strategi dengan QSPM dilakukan untuk menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi berdasarkan seberapa jauh faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal dimanfaatkan atau diperbaiki. QSPM secara objektif akan mengindikasikan alternatif strategi mana yang terbaik untuk dilakukan. Petunjuk Pengisian : Tentukan Attractive Score (AS) atau daya tarik masing-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternatif strategi pengembangan yang sudah ada diatas.Mengajukan pertanyaan, apakah faktor sukses kritis ini mempengaruhi pilihan strategi yang dibuat. Jika jawabannya “tidak”, maka kolom AS tidak perlu diisi, Jika jawabannya “Ya” maka kolom AS diisi dengan : 1 = Jika alternatif strategi tidak menarik dibandingkan relatif dengan alternatif lain 2 = Jika alternatif strategi agak menarik dibandingkan relatif dengan alternatif lain 3 = Jika alternatif strategi cukup menarik dibandingkan relatif dengan alternatif lain 4 = Jika alternatif strategi sangat menarik dibandingkan relatif dengan alternatif lain 56 Lampiran 3 Pembobotan Faktor-Faktor Internal Faktor Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 2 3 4 5 6 7 8 0 3 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 0 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 1 2 3 3 0 2 2 3 1 1 1 1 3 3 3 3 3 3 2 0 3 3 1 2 1 1 2 2 2 3 2 3 2 1 0 3 1 2 1 1 1 2 1 3 1 2 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 2 3 3 3 1 3 3 3 2 3 2 3 3 0 1 3 0 3 1 3 1 2 1 3 3 3 3 3 3 Total 9 10 11 12 13 14 total 3 3 3 3 3 3 1 3 0 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 2 0 2 3 2 3 3 3 1 2 3 3 2 3 2 2 0 3 3 3 3 3 1 2 2 3 1 1 1 1 1 0 1 2 3 3 1 2 3 3 1 1 1 2 1 3 0 3 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 0 32 35 23 24 29 37 14 25 17 18 19 30 25 36 364 bobot 0,087912088 0,096153846 0,063186813 0,065934066 0,07967033 0,101648352 0,038461538 0,068681319 0,046703297 0,049450549 0,052197802 0,082417582 0,068681319 0,098901099 1 57 Lampiran 4 Pembobotan Faktor-Faktor Eksternal Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 total Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 0 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 0 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 0 1 2 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 0 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 1 1 3 3 3 3 2 2 1 1 0 2 2 0 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 Total 1 3 2 2 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 1 2 0 1 1 1 1 1 2 1 3 3 3 1 3 3 3 3 0 2 2 2 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 0 2 2 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 0 2 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 0 2 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 0 3 1 3 3 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 0 14 40 37 35 20 31 31 37 38 22 21 21 21 21 32 421 bobot 0,033254157 0,095011876 0,087885986 0,083135392 0,047505938 0,073634204 0,073634204 0,087885986 0,090261283 0,052256532 0,049881235 0,049881235 0,049881235 0,049881235 0,076009501 1 58 Lampiran 5 Penilaian Skor Bobot Faktor Internal Kekuatan 1 2 3 4 5 6 7 keutuhan informasi manajemen kecepatan pengambilan keputusan management ikan keluar masuk keprcayaan bisnis dengan pembeli penguasaan ilmu (pemilik) penguasaan ilmu (karyawan) penguasaan ilmu (pencatatan keuangan) Kelemahan 1 pencatatan 2 pembagian tenaga 3 kegiatan mengakses teknologi informasi 4 kuantitas aset 5 utang (bank) 6 kondisi keuangan 7 penelitian dan pengembangan Total skor bobot 0,252747253 0,263736264 0,318681319 0,153846154 0,208791209 0,247252747 0,206043956 0,087912088 0,192307692 0,203296703 0,137362637 0,046703297 0,098901099 0,197802198 2,615384615 59 Lampiran 6 Penilaian Skor bobot Eksternal Peluang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ancaman 1 2 3 4 5 6 kondisi ekonomi Lokasi Usaha Jarak ke pemasok (petani) harga teknologi operasional (peralatan) perkembangan teknologi informasi kerjasama instansi/dinas terkait jumlah pemasok (petani) jumlah pemasok (setingkat) jumlah pembeli harga pakan (pelet) harga obat ketersediaan cacing Jarak ke pemasok (setingkat) jumlah pesaing jarak pembeli total Skor Bobot 0,133016627 0,190023753 0,220902613 0,263657957 0,180522565 0,209026128 0,199524941 0,09976247 0,199524941 0,095011876 0,175771971 0,249406176 0,147268409 0,149643705 0,076009501 2,589073634 60 Faktor-faktor bobot AS PELUANG kondisi ekonomi Lokasi Usaha Jarak ke pemasok (petani) harga teknologi operasional (peralatan) perkembangan teknologi informasi kerjasama instansi/dinas terkait jumlah pemasok (petani) jumlah pemasok (setingkat) jumlah pembeli ANCAMAN harga pakan (pelet) harga obat ketersediaan cacing Jarak ke pemasok (setingkat) jumlah pesaing jarak pembeli KEKUATAN keutuhan informasi manajemen kecepatan pengambilan keputusan management ikan keluar masuk keprcayaan bisnis dengan pembeli penguasaan ilmu (pemilik) penguasaan ilmu (karyawan) penguasaan ilmu (pencatatan keuangan) KELEMAHAN pencatatan pembagian tenaga kegiatan mengakses teknologi informasi kuantitas aset utang (bank) kondisi keuangan penelitian dan pengembangan 0,033254157 0,047505938 0,073634204 0,087885986 0,090261283 0,052256532 0,049881235 0,049881235 0,049881235 0,095011876 0,087885986 0,083135392 0,073634204 0,049881235 0,076009501 0,063186813 0,065934066 0,07967033 0,038461538 0,052197802 0,082417582 0,068681319 0,087912088 0,096153846 0,101648352 0,068681319 0,046703297 0,049450549 0,098901099 AS W-O TAS AS S-T TAS 4 3 2 3 0,133017 0,142518 0,147268 0,263658 4 4 2 4 0,133017 0,190024 0,147268 0,351544 4 0,199525 4 0,199525 4 4 4 0,199525 0,199525 0,199525 2 4 0,175772 0,332542 2 0,175772 3 0,149644 3 0,149644 4 4 0,199525 0,304038 3 2 4 4 4 2 0,18956 4 4 4 4 4 3 0,252747 0,263736 0,318681 0,153846 0,208791 0,247253 3 3 2 4 4 2 0,18956 0,197802 0,159341 0,153846 0,208791 0,164835 2 3 2 2 S-O TAS 0,318681 0,153846 0,208791 0,164835 0,093407 0,148352 0,197802 3,218743 4 3 3 3 0,274725 0,14011 0,148352 0,296703 4,050788 AS W-T TAS 4 0,190024 2 0,095012 4 4 4 0,199525 0,199525 0,199525 3 3 3 0,149644 0,149644 0,149644 4 0,332542 4 0,252747 4 0,318681 4 0,384615 3 0,148352 2,514689 1,832529 61 Lampiran 7 Dokumentasi 62 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Indianapolis, Lafayette, USA pada 03 September 1989. Penulis adalah putera dari pasangan Ir. Endang Setiawan, MSF dan Enok Rohani Kartiana BScF. Penulis merupakkan anak pertama dengan adik bernama Rosalin Nur Ajani. Penulis menyelesaikan pendidikan pada tahun 2001 di SD Negeri Panaragan 2 Kota Bogor. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 7 Bogor dan lulus pada tahun 2004. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMS Negeri 9 Bogor hingga lulus pada tahun 2007. Pada tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor Program Diploma dengan Program Keahlian Supervisr Jaminan Mutu Pangan dan lulus pada tahun 2010. Terakhir penulis melanjutkan pendidikan di Program Alih Jenis Institut Pertanian Bogor jurusan Agribisnis pada tahun 2010.