walikota surabaya - BKPSDM | Kota Banda Aceh

advertisement
PERATURAN WALIKOTA BANDA ACEH
NOMOR 9 TAHUN 2012
TENTANG
REMUNERASI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN
PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH
WALIKOTA BANDA ACEH,
Menimbang : a.
b.
c.
Mengingat
: 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil di
lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh perlu dilakukan penataan
kembali tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil melalui pemberian
remunerasi;
bahwa berdasarkan Ketentuan Pasal 39 Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah ketiga kalinya dengan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 21 Tahun 2011, Pemerintah Daerah dapat memberikan
tambahan penghasilan kepada Pegawai Negeri Sipil berdasarkan
pertimbangan yang objektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan
daerah;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan
huruf b perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Remunerasi Pegawai
Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh;
Undang-Undang Nomor 8 (Drt) Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah
Otonom Kota-Kota Besar Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera
Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor
59,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1092);
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan
Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor
169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara
yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan
Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 172, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3893);
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
diubah kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008
tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4844);
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633);
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5234);
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1983 tentang Perubahan Batas
Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3247);
Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan
Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4018);
Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang
Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tahun 2003
tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009,
Nomor 164);
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai
Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135);
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah kedua kalinya
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006;
Qanun Kota Banda Aceh Nomor 2 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi
dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Banda Aceh (Lembaran Daerah
Kota Banda Aceh Tahun 2008 Nomor 2 Seri D Nomor 01);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA BANDA ACEH TENTANG REMUNERASI
PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA
BANDA ACEH.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
1. Kota adalah Kota Banda Aceh.
2. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Banda Aceh.
3. Walikota adalah Walikota Banda Aceh.
4. Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh yang selanjutnya disebut Sekretariat
Daerah adalah Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh.
5. Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh yang selanjutnya disebut Setda adalah
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh.
6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya singkat SKPD adalah
unsur pembantu Walikota dalam penyelenggaraan Pemerintahan Kota yang
terdiri dari sekretariat daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat kota,
Dinas, dan Lembaga Teknis Daerah.
7.
Remunerasi adalah imbalan secara proporsional, adil dan layak sesuai
dengan beban kerja, prestasi kerja dan kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil
sehingga mampu mendorong produktivitas kerja.
8. Sistem remunerasi adalah sistem imbalan pegawai secara proposional, adil
dan layak sesuai dengan beban kerja, prestasi kerja dan kedisiplinan
pegawai sehingga mampu mendorong produktivitas kerja.
9. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya singkat PNS adalah Pegawai Negeri
Sipil yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
10. Analisis Beban Kerja yang selanjutnya disingkat ABK adalah suatu teknik
manajemen yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi
mengenai tingkat efektifitas dan efisiensi kerja organisasi berdasarkan
volume kerja.
BAB II
AZAS DAN TUJUAN
Bagian Kesatu
Asas
Pasal 2
Pemberian remunerasi didasarkan pada azas :
a. adil;
b. proporsional;
c. layak;
d. transparan; dan
e. akuntabel.
Bagian Kedua
Tujuan
Pasal 3
Tujuan diberikan remunerasi adalah:
a. sebagai penghargaan kepada PNS;
b. peningkatan kesejahteraan PNS; dan
c. peningkatan kinerja PNS;
BAB III
RUANG LINGKUP
Pasal 4
Ruang lingkup pengaturan dalam Peraturan Walikota ini meliputi sebagai
berikut :
a. Program remunerasi;
b. Peserta Program Remunerasi;
c. Persyaratan program remunerasi;
d. Bentuk dan besaran Remunerasi;
e. Pembayaran Remunerasi;
f. Tanggung jawab atasan langsung;
g. Sanksi;
h. Tim verifikasi dan tim penilai; dan
i. Monitoring dan evaluasi.
BAB IV
PROGRAM REMUNERASI
Pasal 5
Pemberian remunerasi merupakan program Pemerintah Kota dalam rangka
penataan organisasi dan tambahan penghasilan bagi PNS dengan berbasis
kinerja.
BAB V
PESERTA PROGRAM REMUNERASI
Pasal 6
(1) PNS di lingkungan Pemerintah Kota berhak menjadi peserta program
remunerasi.
(2) Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berdinas pada SKPD
yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan ini
BAB VI
PERSYARATAN PROGRAM REMUNERASI
Bagian Kesatu
Persyaratan SKPD
Pasal 7
(1) Persyaratan bagi SKPD yang dapat mengikuti program remunerasi sebagai
berikut :
a. memiliki dokumen Analisis Jabatan;
b. memiliki dokumen Analisis Beban Kerja;
c. memiliki dokumen Renstra dan Renja SKPD.
d. memiliki dokumen Target Kinerja SKPD yang telah disesuaikan
dengan tupoksi dan Renja SKPD;
e. menggunakan sistem absensi elektronik;
f. melaksanakan apel pagi dan sore rutin setiap hari kerja;
g. memiliki nilai indek kumulatif Analisis Beban Kerja sebagaimana
dimaksud pada huruf b minimal “C”, yang telah diverifikasi oleh Tim
Penilai; dan
h. penyampaian laporan keuangan tepat waktu.
(2) Untuk ikut menjadi peserta program remunerasi pertama kali pada tahun
2012, Persyaratan absensi elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf e harus dimiliki oleh SKPD dalam dua tahun terakhir.
(3) Format persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dan huruf
h ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
(4) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan syarat
kumulatif yang harus diverifikasi dan mendapat persetujuan Tim Penilai
yang ditunjuk oleh Walikota.
Bagian Kedua
Persyaratan Bagi PNS
Pasal 8
(1) Persyaratan bagi PNS yang dapat dibayar remunerasi sebagai berikut:
a. tingkat kehadiran Apel pagi dan sore minimal 80% setiap bulan;
b. tingkat kehadiran absensi elekronik minimal 80 % dari jam kerja
normal setiap bulan;
c. memiliki output yang dapat di buktikan;
memiliki nilai prestasi kerja jabatan minimal “C”, yang telah
diverifikasi oleh Tim Penilai;
e. memiliki dokumen target kinerja PNS;
f. disiplin kerja dan berpakaian dinas; dan
g. memiliki sikap dan perilaku yang baik di lingkungan kerja.
(2) Terhadap PNS yang tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c dan huruf d, maka remunerasi yang dapat dibayar sebesar
40 % dari PNS yang mendapat nilai prestasi kerja jabatan C.
d.
BAB VII
BENTUK DAN BESARAN REMUNERASI
Pasal 9
(1) Setiap PNS yang memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
berhak mendapatkan remunerasi dalam bentuk insentif.
(2) Selain insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) PNS berhak
mendapatkan pula kesempatan untuk :
a. diklat teknis dan keterampilan;
b. tugas belajar; dan
c. study banding.
(3) PNS yang berhak mendapatkan kesempatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) hanya diberikan kepada yang memiliki prestasi kerja berdasarkan
prestasi kerja jabatan dalam jangka waktu tertentu.
Pasal 10
(1) Besaran insentif kepada PNS diberikan berdasarkan nilai prestasi kerja
jabatan, eselonering dan jabatan fungsional khusus dan fungsional umum.
(2) Besaran insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan
keputusan walikota.
BAB VIII
PEMBAYARAN REMUNERASI
Pasal 11
(1) Pembayaran remunerasi kepada PNS dalam bentuk insentif sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dilakukan setiap bulan.
(2) Pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada nilai
efektifitas jabatan dengan berbasis e-kinerja
(3) Nilai efektifitas jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagai
berikut:
a. norma waktu ≥ 108 jam perbulan sama dengan nilai prestasi kerja
jabatan A.
b. norma waktu ≥ 92 sampai dengan 107 jam 59 menit perbulan sama
dengan nilai prestasi kerja jabatan B; dan
c. norma waktu ≥ 76 sampai dengan 91 jam 59 menit perbulan sama
dengan nilai prestasi kerja jabatan C.
Pasal 12
(1) Dokumen kelengkapan persyaratan remunerasi disampaikan oleh Tim
Verifikasi SKPD kepada Tim Penilai paling lama pada tanggal 5 bulan
berikutnya.
(2) Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaikan dokumen
remunerasi kepada SKPD pembayar paling lambat tanggal 20 setiap bulan.
BAB IX
TANGGUNG JAWAB ATASAN LANGSUNG
Pasal 13
(1) Atasan langsung bertanggung jawab atas kebenaran dokumen sebagaimana
dimaksud dalam pasal 8 yang berada di bawah tanggung jawabnya.
(2) Terhadap dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setelah
diverifikasi oleh tim penilai ternyata tidak benar, maka insentif kepada
atasan langsung dan PNS yang bersangkutan tidak dibayarkan.
(3) Apabila kesalahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan selama
tiga bulan berturut-turut, maka atasan langsung dari PNS yang
bersangkutan dapat diberhentikan dari jabatannya.
BAB X
TIM VERIFIKASI DAN TIM PENILAI
Bagian Kesatu
Tim Verifikasi
Pasal 14
(1) Pada setiap SKPD dibentuk Tim Verifikasi SKPD yang ditetapkan dengan
Keputusan kepala SKPD.
(2) Tim Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diketuai oleh kepala
SKPD dan dibantu oleh seorang sekretaris merangkap anggota serta 3
orang anggota yang membidangi unsur kepegawaian dan unsur keuangan
dan/atau pegawai lain yang memiliki kompetensi.
(3) Tim verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas
sebagai berikut :
a. mempersiapkan dan memverifikasi dokumen usulan remunerasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 8; dan
b. memperbaiki dokumen remunerasi sesuai rekomendasi tim penilai.
(4) Untuk membantu Tim Verifikasi pada setiap SKPD dapat dibentuk Tim
Sekretariat dengan Keputusan Kepala SKPD.
Bagian Kedua
Tim Penilai
Pasal 15
(1) Untuk menilai dokumen remunerasi yang disampaikan oleh SKPD,
Pemerintah Kota membentuk Tim Penilai.
(2) Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari :
a. Sekretaris Daerah sebagai Ketua;
b. Unsur organisasi sebagai Sekretaris;
c. Asisten pemerintahan sebagai anggota;
d. Asisten Keistimewaan, ekonomi dan Pembangunan sebagai anggota;
e. Asisten Administrasi Umum sebagai anggota
f. Staf Ahli sebagai anggota;
g. Unsur kepegawaian sebagai anggota;
h. Unsur keuangan sebagai anggota;
i. Unsur hukum sebagai anggota;
j. Unsur pembangunan sebagai anggota; dan
k. Unsur lain yang memiliki kompetensi.
(3) Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan
Keputusan Walikota.
(4) Untuk membantu Tim Penilai dapat dibentuk Tim Sekretariat yang
ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
Pasal 16
(1) Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 mempunyai tugas
menilai kelengkapan dan kebenaran dokumen remunerasi sesuai
persyaratan remunerasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 dan pasal 8.
(2) Disamping tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Tim Penilai
berwenang memberikan rekomendasi atas dokumen remunerasi yang
disampaikan oleh SKPD.
(3) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berupa
persetujuan atau penolakan atau perbaikan.
BAB XI
SANKSI
Pasal 17
(1) Apabila SKPD yang mengikuti program remunerasi tidak mencapai nilai
prestasi jabatan unit kerja minimal C berdasarkan E kinerja selama tiga
bulan berturut-turut, maka pembayaran tambahan penghasilan berdasarkan
prestasi kerja, beban kerja, kondisi kerja dan kelangkaan profesi dihentikan
pembayarannya.
(2) Apabila pada bulan berikutnya nilai prestasi jabatan unit kerja SKPD telah
mencapai nilai minimal C maka remunerasi akan dibayarkan kembali
untuk bulan berikutnya.
(3) Apabila dalam waktu enam bulan berturut-turut bagi SKPD sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tidak mencapai Nilai prestasi jabatan unit kerja
minimal C, maka kepala SKPD dapat diberhentikan dari jabatannya.
BAB XII
MONITORING DAN EVALUASI
Pasal 18
(1) Pemerintah Kota melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program
remunerasi setiap 6 bulan sekali.
(2) Monitoring dan evaluasi terhadap program remunerasi dilakukan oleh
Inspektorat Kota.
(3) Hasil monitoring dan evaluasi disampaikan kepada Walikota.
BAB XIII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 19
(1) Pelaksanaan program remunerasi untuk seluruh SKPD dilakukan secara
bertahap paling lambat pada tahun 2014.
(2) Penetapan SKPD yang diberikan remunerasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Walikota.
Pasal 20
Pada saat penerapan pelaksanaan remunerasi telah berjalan pada semua SKPD
sebagaimana dimaksud pada dalam Pasal 19 ayat (1) maka seluruh pembayaran
tambahan penghasilan berdasarkan prestasi kerja, beban kerja, kondisi kerja dan
kelangkaan profesi yang selama ini diterima akan dihentikan.
Pasal 21
Pelaksanaan remunerasi untuk jabatan fungsional khusus guru akan diatur lebih
lanjut dengan Peraturan Walikota.
Pasal 22
Pelaksanaan remunerasi bagi SKPD atau unit kerja pada SKPD yang telah
menerapkan PPK BLUD mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku.
BAB XIV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 23
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Banda Aceh.
Ditetapkan di Banda Aceh
pada tanggal 14 Februari 2012 M
22 Rabiul Awal 1433 H
WALIKOTA BANDA ACEH,
CAP/DTO
MAWARDY NURDIN
Diundangkan di Banda Aceh
pada tanggal 14 Februari 2012 M
22 Rabiul Awal 1433 H
SEKRETARIS DAERAH KOTA
BANDA ACEH,
CAP/DTO
T. SAIFUDDIN. TA
BERITA DAERAH KOTA BANDA ACEH TAHUN 2012 NOMOR 9
PENJELASAN
ATAS
PERATURAN WALIKOTA BANDA ACEH
NOMOR 9 TAHUN 2012
TENTANG
REMUNERASI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN
PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH
PENJELASAN UMUM
Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat khususnya
di kota Banda Aceh maka PNS perlu meningkatkan kinerja guna mendukung pelaksanaan
pemberian pelayanan kepada masyarakat. Untuk merangsang peningkatan kinerja PNS tersebut,
pemerintah kota melakukan penataan baik dalam organisasi dan tambahan penghasilan. Untuk
memenuhi maksud tersebut maka diperlukan regulasi dalam bentuk peraturan yang mengatur hal
tersebut.
PENJELASAN PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup jelas
Pasal 2
Yang dimaksud dengan Adil yaitu pemberian remunerasi tanpa membedakan golongan
ruang dan diberikan sesuai dengan hak dan kewajiban pegawai negeri sipil.
Yang dimaksud dengan Proporsional adalah pemberian remunerasi
memperhatiakan forsi kompetensi, prestasi dan beban kerja PNS
diberikan dengan
Yang dimaksud dengan Arti layak yaitu bahwa remunerasi diberikan sesuai dengan
kemampuan keuangan daerah dan layak yang diukur menurut person.
Yang dimaksud dengan Transparan berarti asas keterbukaan yang dibangun atas dasar
kebebasan arus informasi agar informasi secara langsung dapat diterima oleh yang
membutuhkan
Yang dimaksud dengan Akuntabel merupakan kejelasan dari system pemeberian
remunerasi dimana pelaksanaannya dapat dipertanggung- jawabkan pada semua pihak.
Pasal 3
Cukup jelas
Pasal 4
Cukup jelas
Pasal 5
Cukup jelas
Pasal 6
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 7
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 8
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (1)
Cukup jelas
Pasal 9
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 10
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 11
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 12
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 13
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 14
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 15
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 16
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 17
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 18
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 19
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 20
Cukup jelas
Pasal 21
Cukup jelas
Pasal 22
Cukup jelas
Pasal 23
Cukup jelas
Download