i PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI, DISIPLIN KERJA DAN

advertisement
i
PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI, DISIPLIN KERJA DAN
PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA
KESATUAN BISNIS MANDIRI INDUSTRI KAYU BRUMBUNG
PERUM PERHUTANI JAWA TENGAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Menyelesaikan Program Sarjana (S1)
Pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi
Universitas Dian Nuswantoro
Di Susun Oleh:
Luvita Tiara Dewi
B11.2009.01749
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2013
ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama
: Luvita Tiara Dewi
Nomor Induk Mahasiswa
: B11.2009.01749
Fakultas
: EKONOMI & BISNIS
Program Studi
: MANAJEMEN S1
Judul Skripsi
: PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI,
DISIPLIN KERJA DAN PENGEMBANGAN
KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PADA KESATUAN BISNIS MANDIRI
INDUSTRI KAYU BRUMBUNG PERUM
PERHUTANI JAWA TENGAH
Dosen Pembimbing
: Hertiana Ikasari, SE, Msi
Menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, dan apabila di
kemudian hari ditemukan adanya bukti plagiat, manipulasi dan / atau pemalsuan
data maupun bentuk kecurangan lain, saya bersedia menerima sanksi dari Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Semarang, September 2013
( Luvita Tiara Dewi )
iii
PENGESAHAN SKRIPSI
Nama
: Luvita Tiara Dewi
Nomor Induk Mahasiswa
: B11.2009.01749
Fakultas
: EKONOMI & BISNIS
Program Studi
: MANAJEMEN S1
Judul Skripsi
: PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI,
DISIPLIN KERJA DAN PENGEMBANGAN
KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PADA KESATUAN BISNIS MANDIRI
INDUSTRI KAYU BRUMBUNG PERUM
PERHUTANI JAWA TENGAH
Dosen Pembimbing
: Hertiana Ikasari, SE, Msi
Semarang,
September 2013
Mengetahui,
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Dosen Pembimbing
( Dr. Agus Prayitno )
( Hertiana Ikasari, SE, MSi)
iv
PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN SKRIPSI
Nama
: Luvita Tiara Dewi
Nomor Induk Mahasiswa
: B11.2009.01749
Fakultas
: EKONOMI & BISNIS
Program Studi
: MANAJEMEN S1
Judul Skripsi
: PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI,
DISIPLIN KERJA DAN PENGEMBANGAN
KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PADA KESATUAN BISNIS MANDIRI
INDUSTRI KAYU BRUMBUNG PERUM
PERHUTANI JAWA TENGAH
Dosen Pembimbing
: Hertiana Ikasari, SE, Msi
Telah dinyatakan lulus ujian pada tanggal
Tim Penguji :
1. Hertiana Ikasari, SE, Msi
( ................................ )
2. Dian Prawitasari, SE, MM
( ................................ )
3. Guruh Taufan H, SE, M.Kom
( ................................ )
v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
“ Hidup adalah pilihan, maka berfikirlah berjuta – juta kali
untuk mengambil sebuah keputusan “
PERSEMBAHAN
Karya ilmiah ini saya persembahkan kepada :
 Kedua orang tua ku
 Almameter ku
vi
ABSTRAK
Di era globalisasi dunia yang ditandai dengan terbukanya persaingan
independen
di
segala
bidang merupakan
tantangan
bagi
pelaksanaan
pembangunan bangsa Indonesia. Perusahaan-perusahaan di Indonesia perlu
meningkatkan kemampuan dan kualitas
sumber daya manusia, untuk
mengahadapi tantangan agar dapat bertahan bahkan memenangkan persaingan.
Perekonomian Indonesia sekarang
perusahaan-perusahaan
ini semakin
terbuka dan memaksa
Indonesia untuk bersaing
dengan perusahaan-
perusahaaan sejenis baik dalam negeri maupun luar negeri.
Adapun yang dijadikan sebagai populasi adalah seluruh karyawan KBM
IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah yang berjumlah 93 karyawan.
Sampel dalam penelitian ini adalah 93 karyawan KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa Kompensasi
berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan di KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah. Kompetensi berpengaruh signifikan
dan positif terhadap kinerja karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani
Jawa Tengah. Disiplin kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja
karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah. Pengembangan
karir berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan di KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah. Kompensasi, kompetensi, disiplin kerja
dan pengembangan karir berpengaruh signifikan dan positif secara bersama-sama
terhadap kinerja karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah.
Kata kunci : Kompensasi, kompetensi, disiplin kerja, pengembangan karir dan
kinerja karyawan
vii
ABSTRACT
In the era of globalization the world is marked by open competition in
every field independent is a challenge for the implementation of the Indonesian
nation . Company in Indonesia need to improve the ability and quality of human
resources , to confront challenges in order to survive and even win the
competition . Indonesia 's economy is now more open and forced the Indonesian
Company to compete with similar Company - firms both domestically and abroad
The population is made as are all employees of Perum Perhutani KBM
IK Brumbung Central Java totaling 93 employees . The samples in this study were
93 employees IK Brumbung Perum Perhutani KBM Central Java .
Based on the analysis conducted , it was concluded that the
Compensation significant and positive impact on employee performance in IK
Brumbung Perum Perhutani KBM Central Java . Competence significant and
positive impact on employee performance in Perum Perhutani KBM IK
Brumbung Central Java .
Labor discipline and a positive significant effect on
the performance of employees in IK Brumbung Perum Perhutani KBM Central
Java . Career development is significant and positive impact on employee
performance in Perum Perhutani KBM IK Brumbung Central Java .
Compensation , competencies , work discipline and career development of
significant and positive impact jointly on the performance of employees in IK
Brumbung
Perum
Perhutani
KBM
Central
Java
.
Keywords : Compensation , competence , work discipline , career development
and employee performance
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang
berjudul
“Pengaruh
Kompensasi,
Kompetensi,
Disiplin
Kerja
Dan
Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kesatuan Bisnis
Mandiri Industri Kayu Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah“ disusun
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) pada
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen di Universitas Dian
Nuswantoro Semarang.
Terselesaikan penulisan skripsi ini tidak lepas dari pihak yang dengan ikhlas
membantu baik secara meterial maupun spiritual. Maka pada kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahnya yang telah diberikan
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar
dari awal sampai akhir.
2. Bapak Dr. Ir, Edi Noersasongko, M.Kom selaku Rektor Universitas Dian
Nuswantoro Semarang.
3. Bapak Dr. Agus Prayitno selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Dian Nuswantoro.
4. Bapak Guruh Taufan H, S.E, M.Kom, selaku Ka.Progdi Manajemen.
5. Ibu Hertiana Ikasari ,SE, Msi selaku dosen pembimbing dan dosen wali
yang telah meluangkan waktu dan penuh kesabaran memberikan
penggarahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.
ix
6. Kepada Dosen Penguji Ibu Dian Prawitasari, SE,MM terimakasih untuk
bimbingan, arahan dan masukan yang diberikan penulis sehingga skripsi
ini terselesaikan dengan baik.
7. Kepada Dosen Penguji Bapak Guruh Taufan H, SE, M.Kom terimakasih
untuk bimbingan, arahan dan masukan yang diberikan penulis sehingga
skripsi ini terselesaikan dengan baik.
8. Dosen-dosen pengampu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian
Nuswantoro Semarang yang telah memberikan ilmu dan pengalamannya
masing-masing, sehingga penulis dapat mengimplementasikan ilmu yang
telah disampaikan.
9. Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah yang telah memberikan izin untuk meneliti perusahaannya.
10. Seluruh responden KBM IK Brumbung yang telah bersedia meluangkan
waktunya untuk mengisi kuesioner yang di ajukan penulis.
11. Kepada Papa dan Mama yang selalu memberi perhatian, doa, semangat,
dukungan dan dorongan untuk penulis agar segera menyelesaikan skripsi
ini dengan lancar dan baik walaupun molor.
12. Kepada Mba Diyan, Mas Kiki, Rafa yang ada di Kendari serta Mas Andi,
Mba Fika dan Nevan yang ada di Jakarta terimakasih atas doa, dukungan,
dan semangat kalian untuk segera menyelesaikan skripsi ini dengan lancar
dan baik.
x
13. Kepada seluruh keluarga besar Mbah Bedjo Poernomo terimakasih atas
doa dan dukungannya yang telah diberikan untuk penulis sehingga skripsi
ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
14. Kepada Masku Yudho Kristoko, S.Kom yang selalu memberikan kasih
sayang dan perhatian yang tak terhingga untuk penulis, selalu memberikan
semangat, dorongan, dan doa yang tulus peuntuk menyelesaikan skripsi ini
dengan lancar.
15. Untuk Orang Tua Mas Yudho Kristoko terimakasih Om dan Tante untuk
dukungan, doa dan semangat yang diberikan untuk penulis sehingga
skripsi ini bisa terselesaikan.
16. Kepada Bunda Dewi Kapsari, “six benalu” ( Reni, Linda, Rara, Nanik,
Gita, Yaya ), Putri, Dian, Indah, Muti, Anya, Lia, Cuplik, Dyah, Dui,
Paula, Nessa, Novi, Agus, Sinyo, Opel, Eddo, Mba Aya, Mba Novi, Kaji,
Anis dan semua teman-teman seperjuangan angkatan Manajemen 2009
yang tidak dapat disebutkan satu persatu terimakasih untuk sama sama
saling memberikan dukungan, semangat dan doa. Semoga kita bisa
menjadi orang yang sukses. Amien.
17. Untuk Mba Nana, Mbak Lina dan semua teman – teman Afganisme
Semarang terimakasih dukungan dan semangat yang diberikan untuk
penulis.
18. Untuk Alan terimakasih untuk dukungan dan doa yang telah diberikan
penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
xi
19. Kepada Bos Pak Pamul Setiadi yang selalu memberikan ijin bolos kerja
untuk menyelesaikan skripsi, staff kemitraan pak harsono, pak sis dan pak
yahmanto yang selalu memberikan semangat dan doa dan seluruh staff
KBM IK Brumbung Perum Perhutani yang tidak bisa penulis sebutkan
satu persatu terimakasih untuk doa dan dukunganya sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
20. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah
membantu dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini sampai
dengan selesai.
Penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Semoga
segala bantuan dan kebaikan tersebut mendapat limpahan balasan dari Allah
SWT. Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih tidak luput dari
kekurangan. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Semarang,
September 2013
Penulis
xii
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................................. i
Halaman Pernyataan Keaslian Skripsi ............................................................... ii
Halaman Pengesahan Skripsi ............................................................................iii
Halaman Pengesahan Kelulusan Ujian Skripsi ..................................................iv
Motto dan Persembahan .................................................................................... v
Abstraksi Indonesia............................................................................................vi
Abstract...................................................................................................................vii
Kata Pengantar...................................................................................................viii
Daftar Isi............................................................................................................xii
Daftar Tabel.......................................................................................................xiv
Daftar Gambar ...................................................................................................xv
BAB I
PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................... 9
1.3 Tujuan Penelitian ....................................................................... 9
1.4 Manfaat Penelitian ..................................................................... 10
1.5 Sistematika Penulisan ................................................................ 11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 12
2.1 Landasan Teori .......................................................................... 12
2.1.1 Pengertian Kinerja Karyawan ........................................... 12
2.1.2 Penilaian Kinerja ............................................................. 13
2.2 Kompensasi ................................................................................ 18
2.3 Kompentensi .............................................................................. 22
2.4 Disiplin Kerja ............................................................................ 24
2.5 Pengembangan Karir ................................................................... 28
2.6 Penelitian Terdahulu ................................................................... 32
2.7 Kerangka Pikir ............................................................................ 32
2.8 Hipotesis..................................................................................... 35
xiii
BAB III
METODE PENELITIAN.................................................................. 36
3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional .............................. 36
3.1.1 Variabel Penelitian ............................................................. 36
3.1.2 Definisi Operasional .......................................................... 36
3.2 Penentuan Populasi dan Sampel ................................................. 39
3.3 Jenis Data .................................................................................. 39
3.4 Sumber Data ............................................................................... 39
3.5 Metode Pengumpulan Data ......................................................... 40
3.6 Metode Analisis Data ................................................................. 40
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 49
4.1 Gambaran Umum Perusahaan .................................................... 49
4.2 Identitas Responden ................................................................... 72
4.3 Diskripsi Data ............................................................................. 75
4.4 Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................................... 82
4.5 Pengujian Asumsi klasik ............................................................ 85
4.6 Analisis Regresi Linier Berganda ............................................... 88
4.7 Analisis Koefisien Determinasi ................................................... 89
4.8 Pengujian Hipotesis .................................................................... 90
4.9 Pembahasan ............................................................................... 96
BAB V
PENUTUP........................................................................................ 101
5.1 Kesimpulan ................................................................................ 101
5.2 Saran ......................................................................................... 101
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Hasil Prasurvey terhadap Karyawan .................................................. 7
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ..........................................................................31
Tabel 4.1 Responden Karyawan. ........................................................................53
Tabel 4.2 Hasil Penyebaran Kuesioner. ..............................................................73
Tabel 4.3 Jenis Kelamin Responden ..................................................................73
Tabel 4.4 Umur Responden ...............................................................................74
Tabel 4.5 Pendidikan Responden ......................................................................75
Tabel 4.6 Tanggapan Responden terhadap Kinerja Karyawan ...........................76
Tabel 4.7 Tanggapan Responden terhadap Kompensasi .....................................77
Tabel 4.8 Tanggapan Responden terhadap Kompetensi ....................................78
Tabel 4.9 Tanggapan Responden terhadap Disiplin Kerja .................................80
Tabel 4.10 Tanggapan Responden terhadap Pengembangan Karir ......................81
Tabel 4.11 Uji Validitas ....................................................................................83
Tabel 4.12 Uji Reliabilitas ................................................................................84
Tabel 4.13 Uji Multikolinieritas .........................................................................87
Tabel 4.14 Hasil pengolahan Data ......................................................................88
Tabel 4.15 Koefisien Determinasi. .....................................................................90
Table 4.16 Hasil Uji F ........................................................................................96
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Pikir ...............................................................................34
Gambar 4.1 Struktur Organisasi KBM. ..............................................................52
Gambar 4.2 Normalitas Data ..............................................................................85
Gambar 4.3 Grafik Scatterplot ..........................................................................86
xvi
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di era globalisasi dunia yang ditandai dengan terbukanya persaingan
independen
di
segala
bidang merupakan
tantangan
bagi
pelaksanaan
pembangunan bangsa Indonesia. Perusahaan - perusahaan di Indonesia perlu
meningkatkan kemampuan dan kualitas
sumber daya manusia, untuk
mengahadapi tantangan agar dapat bertahan bahkan memenangkan persaingan.
Perekonomian Indonesia sekarang
perusahaan-perusahaan
ini semakin
terbuka dan memaksa
Indonesia untuk bersaing
dengan perusahaan-
perusahaaan sejenis baik dalam negeri maupun luar negeri. (Sutrisno, 2009)
Dalam
mempertahankan
kelangsungan
hidup
dan
pengembangan
perusahaan, perusahaan harus melaksanakan berbagai aktivitas pengelolaan
faktor
produksi
tersebut antara
lain: produksi, pemasaran, pembelanjaan,
personalia, pengembangan dan penelitian, sistem informasi manajemen dan
lainnya. Segala aktivitas perusahaan saling berinteraksi satu dengan yang lain
untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk dapat bertahan maka koordinasi di
dalam maupun di luar perusahaan harus dilaksanaakan dengan baik agar
mengarah pada pencapaian tujuan. (Mathis, 2008)
Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia,
orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka
kepada organisasi. Oleh karena itu, pegawai merupakan kunci penentu
keberhasilan perusahaan. Untuk itu setiap pegawai selain dituntut untuk
1
2
memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan, juga harus mempunyai
pengalaman, motivasi, disiplin diri, dan semangat kerja tinggi, sehingga jika
kinerja
pegawai perusahaan
baik maka
kinerja
perusahaan
juga
akan
meningkat yang menuju pada pencapaian tujuan perusahaan. Keberhasilan
perusahaan
dinilai
dari
suksesnya perusahaan dalam mencapai tujuan
perusahaan (Mathis, 2008).
Perkembangan industri furniture di Indonesia selama ini tidak lepas dari
berbagai kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah. Pemberian kemudahan dalam
berinvestasi dan perolehan bahan baku kayu log, mendorong industri furniture
semakin berkembang, bahkan industri-industri furniture yang sempat terpuruk
dimasa krisis kini mulai bangkit kembali. Sementara itu kebutuhan furniture di
dalam negeri juga terlihat cenderung meningkat, sejalan dengan mulai
membaiknya bisnis properti di Indonesia. Karena sebagaimana diketahui
kebutuhan akan rumah tinggal yang sehat juga terlihat semakin meningkat dan
secara tidak langsung kebutuhan akan perabotan rumah tangga pun akan
meningkat pula. Salah satu perlengkapan rumah tangga yang dibutuhkan antara
lain adalah furniture, baik berupa perlengkapan ruang tamu, perlengkapan ruang
tidur, perlengkapan ruang dapur dan perlengkapan ruang belajar.
Perlengkapan furniture yang dimanfaatkan untuk tempat tinggal umumnya
adalah terbuat dari bahan dasar kayu dimana jenis ini memang sudah lama
menjadi bahan dasar dalam pembuatan furniture di Indonesia. Sementara itu
pasaran ekspor furniture Indonesia, terlihat mulai membaik kembali, setelah tahun
lalu sempat mengalami penurunan. Tanda-tanda mulai membaiknya kembali pasar
3
ekspor tersebut antara lain terlihat dalam triwulan pertama tahun 2002 dimana
minat kalangan pembeli dari pasar lama, Eropa Barat dan Amerika Serikat
meningkat lagi setelah mengalami penurunan pada pasca tragedi di WTC 11
September tahun 2001 lalu.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor furniture Indonesia ke AS masih
meningkat 31, 55 %, yakni dari US$ 424,9 juta pada tahun 2000 menjadi US$
438.3 juta pada tahun 2001. Gambaran mulai membaiknya kembali bisnis
furniture di Indonesia, juga terlihat dari jumlah anggota ASMINDO yang pada
tahun 1998 lalu berjumlah 531 perusahaan dan pada tahun 2002 ini menjadi 800
perusahaan
Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK)
Brumbung merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang kehutanan
yang diberi kewenangan dalam pengolahan hasil hutan kayu menjadi produk kayu
baik berupa kayu gergajian (RST) maupun produk jadi (finish product) dengan
surat ijin BKPN nomor : B.79/A/SP/01/XI/1975 tanggal 2 Nopember 1975.
Tujuan dari pendirian industri saat itu diantaranya adalah untuk menciptakan
lapangan pekerjaan dan mendapatkan nilai tambah (added Value) (Perum
Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK) Brumbung, 2012)
Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK)
Brumbung adalah perusahaan negara yang seluruh atau sebagian kekayaannya
merupakan milik negara. Adapun kelebihan BUMN antara lain harga lebih murah
dibandingkan dengan swasta, kayu yang diproduksi legal dibandingkan swasta,
dekat dengan pelabuhan dan bandara sehingga lebih cepat untuk pengiriman
4
barang. (Wawancara terhadap GM KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah , 2013)
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
merupakan
pengalihan PGM Brumbung yang pengelolaannya dibawah KPH Semarang
namun pada bulan Agustus 1981 dipisahkan pengelolaannya menjadi Unit Usaha
Mandiri dengan nama IPK Brumbung. Dengan adanya Surat Keputusan Direksi
Perum Perhutani No. 554 / KPTS / Dir / 2005 tanggal 26 September 2005, mulai
tanggal 2 Januari 2006 IPK Brumbung berubah menjadi KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah
dibawah pimpinan seorang General Manager
(Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK) Brumbung,
2012)
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah merupakan salah satu
unit industri kayu dari Perum Perhutani yang inti usahanya adalah mengolah kayu
yang dihasilkan Perum Perhutani menjadi berbagai macam produk olahan kayu
dan bertujuan menambah added value dari kayu tersebut. KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah menghasilkan produk-produk antara lain :
1. Raw Saw Timber, terdiri dari RST Garden Furniture, RST Flooring, RST
Parquet Block, RST Parquet Stock, dan Reng
2. Finish Product, terdiri dari Garden Furniture, Housing Component, Finish
Flooring, Komponen GF, dan FJLB
Dari pengamatan awal penulis diketahui bahwa terjadi penurunan kinerja
karyawan dan pekerjaan di seksi yang tidak mempunyai staf dibantu oleh seksi
yang lain sehingga pencapaian kinerja tidak dapat dicapai secara maksimal.
5
Kemungkinan bisa terjadi pendistribusian pekerjaan yang tidak merata diantara
para pegawai, beban kerja yang dilaksanakan oleh seorang pegawai yang
dipandang mampu oleh pimpinan jauh lebih berat daripada pegawai lainnya
karena dituntut pekerjaan harus segera selesai, sehingga tidak jarang pegawai
yang dipandang mampu oleh pimpinan bekerja overtime. Jelas pembagian kerja
seperti itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip the right man on the right places.
Adanya distribusi pekerjaan yang tidak merata, di satu sisi ada beberapa pegawai
yang selalu melaksanakan pekerjaan sampai overtime (lembur) tapi di sisi lain
terdapat pegawai yang tidak mempunyai pekerjaan (sangat santai).
Permasalahan kinerja pegawai dapat dilihat dari masih adanya pegawai
yang keluar kantor diwaktu jam kerja dengan kepentingan pribadinya. Rendahnya
disiplin pegawai dari hasil pengamatan awal dilapangan menunjukkan rendahnya
tingkat kedisiplinan pegawai terlihat dari pegawai yang masuk kerja siang (jam
07.00 WIB) dan pulangnya awal (sebelum jam 14.30 WIB) dari ketentuan masuk
kerja jam 07.00 WIB dan pulang jam 14.30 WIB. Disamping hal tersebut juga
menurunnya disiplin pegawai yang ditandai dengan absensi kehadiran apel pagi
dan siang. Pelaksanaan tugas rutin seperti apel pagi dan siang yang mengikuti
hanya sedikit dan orang tertentu, pulang kerja belum waktunya.
Menurut pengamatan awal penulis, ketrampilan, dan keahlian yang ada
saat ini belum bisa menyebar, sehingga dapat dikatakan bahwa birokrasi ringan di
atas dan berat di bawah, artinya bahwa banyak orang ahli dan terampil sehingga
segala persoalan berat bisa dipecahkan, sedangkan ditingkat KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah yang memiliki wilayah yang besar dan jumlah
6
pegawai yang banyak tidak didukung oleh pegawai yang mampu, ahli, dan
terampil tetapi harus melaksanakan kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah
Kota.
Pengembangan karir yang berkaitan dengan penelitian ini antara lain
pendidikan. Pendidikan yang jauh dari memadai tersebut berdampak pada kualitas
dan kompetensi yang ada saat ini. Masalah ini sebenarnya paling sering
dipersoalkan tapi penyelesaiannya tidak pernah ada. Masalah ketiga adalah
pengembangan kompetensi dan karir yang tidak berjalan sesuai tujuan. Banyak
karyawan yang telah lulus dari pendidikan tinggi justru malah menurun
kompetensinya. Untuk itu, standard kompetensi perlu disiapkan, dijaga dan
dibina.
Permasalahan lain yang dihadapi KBM IK Brumbung Perum Perhutani
Jawa Tengah adalah kurangnya SDM yang berkualitas sehingga kinerja karyawan
mengalami penurunan, serta permasalahan juga sering dihadapi pada karyawan
bagian keuangan atas pelaporan keuangan yang ditujukan ke pusat sering
mengalami keterlambatan yang seharusnya tanggal 6 (enam) untuk laporan per
bulan tetapi pada kenyataannya sampai pertenmgahn bulan laporan tersebut baru
diterima oleh pihak pusat.
Permasalahan dibidang produksi, KBM IK Brumbung Perum Perhutani
Jawa Tengah mentargetkan karyawan dalam pemotongan kayu perhari sebanyak
90 m3 tetapi dalam sehari karyawan tidak dapat mencapai target tersebut, hal ini
dikarenakan kurangnya mesin produksi pemotongan kayu yang dimiliki oleh
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah.
7
Selanjutnya pada bagian PPIC (Planning Product Inventory Control) atau
karyawan khusus yang menangani perencanaan produksi, sampai pengendalian
dan penjualan. Pada bagian ini menangani pemesanan atas order yang dipesan
sering terlambat hal ini dikarenakan stok bahan baku di gudang sering terlambat
sehingga banyak orderan atau pemesasan mengalami keterlambatan pengiriman.
Dari permasalahan-permasalahan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
kinerja karyawan mengalami penurunan. Serta dari data dan keterangan diatas
penelti juga melakukan prasurvey terhadap 30 karyawan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah dapat diketahui hasilnya sebagai berikut :
Tabel 1.1
Hasil prasurvey terhadap Karyawan
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
Tidak setuju
No.
Keterangan
1.
Kompensasi
a. Karyawan
puas
dengan
tunjangan-tunjangan
yang
diterima.
b. Gaji yang karyawan
terima
sesuai dengan harapan karyawan
2.
Kompetensi
a. Pendidikan
sesuai
dengan
pekerjaan karyawan
b. Adanya pelatihan kerja di
instansi
tempat
karyawan
bekerja
3.
Disiplin kerja
a. Karyawan bekerja tepat waktu
b. Karyawan terlambat masuk
kerja saat jam masuk siang
4.
Pengembangan karir
a. Adanya
peningkatan
karir
dalam perusahaan
Setuju
Jumlah
Persentase
Jumlah
Persentase
15
50
15
50
26
86,67
4
13,33
18
60
12
40
18
60
12
40
17
28
56,67
93,33
13
2
43,33
6,67
26
86,67
4
13,33
8
5.
6.
Lingkungan kerja
a. Ditempat saya bekerja dalam
organisasi
ini
karyawan
mencurahkan
seluruh
kemampuannya untuk bekerja
b. Ditempat saya bekerja seluruh
karyawan
bersikap
terbuka
kepada karaywan lainnya
Kepemimpinan
a. Pimpinan tempat saya bekerja
mempunyai kemampuan untuk
melihat peristiwa atau masalah
secara rasional impersonal dan
tidak bias
b. Pimpinan tempat saya bekerja
mempunyai kemampuan untuk
memilih atau menentukan mana
yang penting dan mana yang
tidak
Sumber : Hasil Prasurvey, 2012
11
36,67
19
63,33
9
30
21
70
7
23,33
23
76,67
5
16,67
25
83,33
Hal inilah yang mendorong peneliti melakukan penelitian mengenai kinerja
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah . Dapat dilihat dari tabel
diatas bahwa kompensasi sebagian besar menyatakan tidak setuju dengan
tunjangan-tunjangan yang diterima dan gaji yang karyawan terima belum sesuai
dengan harapan karyawan, pada variabel kompetensi juga sebagian besar
menyatakan tidak setuju mengenai pendidikan dan adanya pelatihan kerja di
instansi tempat karyawan bekerja, sedangkan pada variabel disiplin kerja dan
pengembangan karir juga menunjukkan hasil yang sama dan untuk variabel
kepemimpinan lingkungan kerja juga menyatakan tidak setuju dengan pernyataan
tersebut.
Mengingat pentingnya tuntutan peningkatan kinerja karyawan dalam suatu
organisasi, maka berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti
mengenai
Pengaruh
Kompensasi,
Kompetensi,
Disiplin
Kerja
dan
9
Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan Pada KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah .
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah ?
2. Bagaimanakah pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah ?
3. Bagaimanakah pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan KBM
IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
?
4. Bagaimanakah pengaruh pengembangan karir terhadap kinerja karyawan
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
1.3
?
Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisis pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
2. Untuk menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
3. Untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
4. Untuk menganalisis pengaruh pengembangan karir terhadap kinerja
karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
10
1.4
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Hasil
penelitian
diharapkan
dapat
memberikan
masukan
bagi
pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang ekonomi yang
berhubungan dengan ilmu manajemen sumber daya manusia.
2. Kegunaan Praktis
a.
Bagi peneliti
Untuk menambah ilmu pengetahuan dan menerapkan ilmu yang
diperoleh dari bangku ku liah didalam kehidupan bermasyarakat.
b. Bagi Pihak KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
Dapat menjadi masukan pihak manajemen terutama mengenai
kondisi dan keinginan karyawan.
c.
Bagi Universitas Dian Nuswantoro
Untuk menambah bahan kepustakaan bagi Universitas Dian
Nuswantoro Semarang dan penelitian yang sejenisnya
1.5
Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini akan disajikan dalam 5 bab dengan sistematika
sebagai berikut:
BAB I :
PENDAHULUAN
Bab ini berisi Latar belakang masalah, perumusan masalah,
manfaat, tujuan, dan sistematika penulisan.
BAB II :
METODE PENELITIAN
11
Bab ini berisi landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka
pikir, dan hipotesis.
BAB III :
METODE PENELITIAN
Bab ini berisi variable penelitian, definisi perasional,
penentuan sampel, jenis data, sumber data, metode
pengumpulan data, metode dan alat analisis.
BAB IV :
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi gambaran umum obyek penelitian, struktur
organisasi, job deskripsi obyek penelitian, analisis data, dan
pembahasan hasil penelitian.
BAB V :
PENUTUP
Pada bab terakhir berisi tentang kesimpulan, hasil
penelitian, dan saran diberikan berkaitan dengan hasil
penelitian.
12
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Kinerja Karyawan
Menurut Gibson (2008), kinerja ( performance ) adalah hasil yang
diinginkan dari perilaku. Dan kinerja individu adalah dasar kinerja
organisasi. Sedangkan menurut Murdijanto (2001) menyatakan bahwa
kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok
orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab
masing-masing
dalam
rangka
upaya
mencapai
tujuan
organisasi
bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral
maupun etika. Sedangkan menurut Maryoto, (2000), kinerja sumber daya
manusia adalah hasil kerja selama periode tertentu dibandingkan dengan
berbagai kemungkinan. Misal standar karyawan target/sasaran atau kriteria
yang telah disepakati bersama.
Seseorang akan selalu mendambakan penghargaan terhadap hasil
pekerjaannya dan mengharapkan imbalan yang adil. Penilaian kinerja
dilakukan seobyektif mungkin karena akan memotivasi karyawan dalam
melakukan kegiatannya. Disamping itu pula penilaian kinerja dapat
memberikan informasi untuk kepentingan pemberian kepemimpinan melihat
perilaku karyawan.
12
13
Berbagai ungkapan seperti output, kinerja (performance), efisiensi,
efektivitas mempunyai hubungan dengan kinerja. Secara umum, pengertian
kinerja dikemukakan orang dengan menunjukkan kepada rasio output
terhadap input. Ada yang melihat performance dengan memberikan
penekanan pada nilai efisiensi, efisiensi diukur sebagai rasio output terhadap
input. Dengan kata lain, pengukuran efisiensi menghendaki penentuan
output dan penentuan jumlah sumber daya yang dipakai untuk menghasilkan
output tersebut. Di sektor swasta dan banyak disektor publik, efisiensi dan
kinerja dianggap sinonim. Selain efisiensi, kinerja juga dikaitkan dengan
kualitas output, yang diukur berdasarkan standart yang telah ditetapkan
sebelumnya.
2.1.2 Penilaian Kinerja
Penetapan kinerja, merupakan masalah yang pokok dalam pengukuran
kinerja secara keseluruhan, sebab jika kita lihat secara umum kinerja
berkaitan dengan individu seseorang karyawan dan juga organisasi. Menurut
Murdijanto (2001) menyatakan bahwa kinerja meliputi antara lain: Kinerja
Individual dan Kinerja Organisasi.
Barangkali teknik paling tua yang digunakan oleh manajemen untuk
meningkatkan kinerja adalah penilaian (appraisal). Menurut Simamora
(2003), penilaian kinerja (Performance Appraisal) adalah proses dengan
organisasi mengevaluasi pelaksanaan kinerja individu. Lebih lanjut menurut
Mark C. Zweig dalam Simamora (2003) mengartikan penilaian kinerja
adalah proses penilaian hasil kerja yang akan digunakan pihak manajemen
14
untuk memberi informasi kepada karyawan secara individual, tentang mutu
hasil pekerjaannya dipandang karyawan dari sudut kepentingan perusahaan.
Menurut Martoyo (2004), penilaian kinerja adalah proses melalui
mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja
karyawan. Menurut Handoko (2003), penilaian hendaknya memberikan
suatu gambaran akurat mengenai kinerja karyawan. Untuk mencapai tujuan
ini, sistem sistem penilaian harus mempunyai hubungan dengan pekerjaan,
praktis, mempunyai standart-standart dan menggunakan berbagai ukuran
yang dapat diandalkan.
Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance
(prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang).
Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2004).
Kinerja juga bisa diartikan sebagai hasil pelaksanaan suatu pekerjaan
baik bersifat fisik atau material maupun bersifat Bagian Redaksi fisik atau
Bagian Redaksi material (Nawawi, 2005). Kinerja adalah suatu hasil kerja
yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu
organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing
dalam rangka upaya pencapaian tujuan organisasi bersangkutan secara legal,
tidak melanggar hukum dan sesuai degan moral maupun etika (Handoko,
2001).
15
Sebagai tampilan perilaku yang kompleks, kinerja seseorang dalam
melaksanakan suatu bidang pekerjaan dipengaruhi oleh beberapa faktor,
Gomes (2003) menyatakan bahwa untuk melakukan sesuatu dalam
melaksanakan pekerjaannya maka seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor
internal dan eksternal. Faktor internal adalah segala sesuatu yang berasal
dari diri sendiri yang dapat memberi tekanan atau dorongan untuk
mengerjakan sesuatu dengan gigih untuk mencapai kesuksesan. Faktor
eksternal adalah segala hal yang berasal dari pihak yang berpengaruh seperti
lingkungan misal orang tua, rekan kerja, atau pimpinan yang dapat
mempengaruhi seseorang untuk berupaya lebih keras untuk mencapai
sesuatu.
Dalam penjelasan yang lebih rinci, Stewart cit Sunarto (2001)
menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan
yaitu kecerdasan, stabilitas emosional, motivasi kerja, situasi keluarga,
pengalaman kerja serta pengaruh yang meliputi peraturan ketenaga kerjaan,
tekanan kosumen dan nilai-nilai sosial. Sedangkan menurut Gibson cit Ilyas
(2011) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah sebagai berikut:
1) Variabel individu
Dalam variabel individu yang mempengaruhi adalah kemampuan dan
ketrampilan, pendidikan, latar belakang (keluarga, tingkat sosial, dan
pengalaman) dan demografis (umur, etnis dan jenis kelamin).
16
2) Variabel organisasi
Dalam
variabel
organisasi
yang
mempengaruhi
adalah
seleksi,
kepemimpinan, imbalan/kompensasi, struktur dan desain pekerjaan.
3) Variabel psikologi
Dalam variabel psikologi yang mempengaruhi adalah persepsi, sikap,
kepribadian, belajar dan motivasi.
Menurut Mangkunegara (2004) faktor-faktor yang mempengaruhi
kinerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation).
Secara psikologis kemampuan karyawan terdiri dari kemampuan potensi (IQ)
dan kemampuan reality (knowledge dan skill). Sedangkan motivasi terdiri dari
sikap (attitude) seseorang dalam menghadapi situasi kerja.
Penilaian kinerja mempunyai peranan penting dalam meningkatkan
motivasi ditempat kerja. Penilaian kinerja ini (performance appraisal) pada
dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi
secara efektif dan efisien. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi
kedua, kinerja diartikan dengan sesuatu yang dicapai; prestasi yang
terlihatkan;kemampuan kerja.
Dalam konteks pemerintahan sebagai sektor publik menurut Mahsun
(2006) bahwa ada beberapa aspek yang dapat dinilai kinerjanya:
1. Kelompok Masukan (input).
2. Kelompok Proses (Proccess).
3. Kelompok Keluaran (Output).
4. Kelompok Hasil (Outcome).
17
5. Kelompok Manfaat (Benefit).
6. Kelompok Dampak (Impact)
Pada sebuah organisasi, kinerja organisasi lebih tergantung pada
kinerja individu tenaga kerja. Ada beberapa cara untuk memikirkan tentang
jenis kinerja yang dibutuhkan para tenaga kerja untuk organisasi agar dapat
berhasail namun yang banyak adalah produktifitas, kualitas dan pelayanan.
Terdapat beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh kinerja yang baik
jika criteria tersebut diharapakan akan berdampak pada penilaian kinerja.
Karakteristik penilaian tersebut antara lain:
1. Kriteria yang baik haruslah bisa membedakan individu sesuai dengan
kinerja mereka. Salah satu tujuannya adalah mengevaluasi kinerja
anggota organisasi.
2. Kriteria yang baik haruslah sensitive terhadap masukan dan tindakan
dari pemegang jabatan. Karena tujuan penilaian kinerja adalah untuk
menilai efektifitas individu anggota organisasi, kriteria efektifitas yang
dipakai dalam sistem tersebut harus terutama di bawah kebijakan
pengendalian orang yang sedang dinilai.
3. Kriteria yang baik haruslah dapat diterima oleh individu yang
mengetahui kinerjanya sedang dinilai. Sangatlah penting dan wajar agar
seseorang yang kinerjanya sedang diukur merasa bahwa kriteria yang
sedang digunakan memberikan petunjuk yang adil dan akurat dari
kinerja mereka.
18
Di dalam perbaikan kinerja baik secara individu maupun kelompok menjadi
pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi. SDM merupakan
faktor yang berperan aktif dalam menggerakkan organisasi dalam mencapai
tujuannya. Tercapainya tujuan perusahaan hanya di mungkinkan karena upaya
para pelaku yang terdapat dalam sebuah organisasi, untuk berkinerja dengan baik.
Kinerja
perorangan
(individual
performance)
dengan
kinerja
lembaga
(institutional performance) atau kinerja perusahaan (corporate performance)
mempunyai hubungan yang erat. Dengan kesimpulan bila kinerja pegawai baik
maka kemungkinan besar kinerja perusahaan juga baik. Kinerja seseorang akan
baik bila mempunyai keahlian (skill) yang tinggi, bersedia bekerja karena gaji
sesuai dengan perjanjian dan mempunyai harapan di masa depan yang lebih baik.
Jadi, kesimpulannya adalah kinerja merupakan suatu hasil yang telah
dikerjakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang dilaksanakan secara
legal, tidak melanggar hukum serta sesuai dengan moral dan tanggungjawab yang
dibebankan kepadanya.
2.2
Kompensasi
2.2.1 Pengertian Kompensasi
Pada dasarnya manusia bekerja juga ingin memperoleh uang untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah seorang karyawan mulai
menghargai kerja keras dan semakin menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan
dan karena itulah perusahaan memberikan penghargaan terhadap prestasi kerja
karyawan yaitu dengan jalan memberikan kompensasi. Salah satu cara manajemen
19
untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kinerja para
karyawan adalah melalui kompensasi (Mathis dan Jackson, 2000).
Kompensasi acapkali juga disebut penghargaan dan dapat didefinisikan
sebagai setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas
jasa atas kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi (Panggabean, 2002).
Menurut Hasibuan (2002) terdapat beberapa pengertian kompensasi dari beberapa
tokoh yaitu :
1.
Menurut William B. Werther dan Keith Davis kompensasi adalah apa yang
seorang pekerja terima sebagai balasan dari pekerjaan yang diberikannya.
Baik upah per jam ataupun gaji periodic didesain dan dikelola oleh bagian
personalia.
2.
Menurut Andrew F. Sikula kompensasi adalah segala sesuatu yang
dikonstitusikan atau dianggap segai suatu balas jasa atau ekuivalen.
3.
Menurut Bejo Siswanto (2003) kompensasi merupakan istilah luas yang
berkaitan dengan imbalan-imbalan finansial yang diterima oleh orang-orang
melalui hubungan kepegawaian mereka dengan organisasi.
2.2.2 Jenis-jenis Kompensasi
Menurut Dito (2010) kompensasi mempunyai tiga komponen sebagai
berikut:
1. Pembayaran uang secara langsung (direct financial payment) dalam
bentuk gaji, dan intensif atau bonus/komisi.
2. Pembayaran tidak langsung (indirect payment) dalam bentuk tunjangan
dan asuransi.
20
3. Ganjaran non finansial (non financial rewards) seperti jam kerja yang
luwes dan kantor yang bergengsi.
2.2.3 Tujuan Diadakan Pemberian Kompensasi
Menurut Hasibuan (2002), tujuan pemberian kompensasi (balas jasa)
antara lain adalah:
1.
Ikatan Kerja Sama
Dengan pemberian kompensasi terjalinlah ikatan kerja sama formal antara
majikan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas-tugasnya
dengan baik, sedangkan pengusaha/majikan wajib membayar kompensasi
sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
2.
Kepuasan Kerja
Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan
fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari
jabatannya.
3.
Pengadaan Efektif
Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang
qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.
4.
Motivasi
Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi
bawahannya.
5.
Stabilitas Karyawan
21
Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal
konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena
turn-over relatif kecil.
6.
Disiplin
Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan
semakin baik. Mereka akan menyadari serta mentaati peraturan-peraturan
yang berlaku.
7.
Pengaruh Serikat Buruh
Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat
dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.
8.
Pengaruh Pemerintah
Jika program kompensasi sesuai dengan undang-undang perburuhan yang
berlaku (seperti batas upah minimum) maka intervensi pemerintah dapat
dihindarkan.
2.2.4 Sistem Kompensasi
Sistem pembayaran kompensasi yang umum diterapkan adalah:
1. Sistem Waktu
Dalam sistem waktu, besarnya kompensasi (gaji, upah) ditetapkan
berdasarkan standar karyawan waktu seperti jam, minggu, atau bulan.
2. Sistem Hasil (Output)
Dalam sistem hasil, besarnya kompensasi/upah ditetapkan atas kesatuan
unit yang dihasilkan pekerja, seperti per potong, meter, liter, dan kilogram.
22
3. Sistem Borongan
Sistem borongan adalah suatu cara pengupahan yang penetapan besarnya
jasa didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya.
2.3
Kompetensi
2.3.1 Pengertian Kompetensi
Kompetensi merupakan suatu karakteristik yang mendasar dari seseorang
individu, yaitu penyebab yang terkait dengan acuan kriteria tentang kinerja yang
efektif ”A competency is an underlying characteristic of an individual that is
causally related to criterion-referenced effective and/or superior performance in
a job or situation“ (Spencer & Spencer, 1993:9). Karakteristik yang mendasari
(underlying characteristic) berarti kompetensi merupakan bagian dari kepribadian
seseorang yang telah tertanam dan berlangsung lama dan dapat memprediksi
perilaku dalam berbagai tugas dan situasi kerja. Penyebab terkait (causally
related) berarti bahwa kompetensi menyebabkan atau memprediksi perilaku dan
kinerja (performance). Acuan kriteria (criterion-referenced) berarti bahwa
kompetensi secara aktual memprediksi siapa yang mengerjakan sesuatu dengan
baik atau buruk, sebagaimana diukur oleh kriteria spesifik atau standar.
Kompetensi (Competencies) dengan demikian merupakan sejumlah karakteristik
yang mendasari seseorang dan menunjukkan (indicate) cara-cara bertindak,
berpikir, atau menggeneralisasikan situasi secara layak dalam jangka panjang.
23
2.3.2 Tipe Kompetensi
Ada lima tipe karakteristik kompetensi, yaitu:
1. Motif-motif (motives), sesuatu yang secara konsisten dipikirkan dan
diinginkan, yang menyebabkan tindakan seseorang.
2. Ciri-ciri (traits), karakteristik fisik dan respon-respon yang konsisten
terhadap situasi atau informasi.
3. Konsep diri (self-concept), sikap-sikap, nilai-nilai atau gambaran tentang
diri sendiri seseorang.
4. Pengetahuan (knowledge), informasi yang dimiliki seseorang dalam area
spesifik tertentu.
5. Keterampilan (skill), kecakapan seseorang untuk menampilkan tugas fisik
atau tugas mental tertentu.
Level kompetensi seseorang terdiri dari dua bagian. Bagian yang dapat
dilihat dan dikembangkan, disebut permukaan (surface) seperti pengetahuan dan
keterampilan, dan bagian yang tidak dapat dilihat dan sulit dikembangkan disebut
sebagai sentral atau inti kepribadian (core personality), seperti sifat-sifat, motif,
sikap dan nilai-nilai. Menurut kriteria kinerja pekerjaan (job performance
criterion) yang diprediksi, kompetensi dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu
kompetensi permulaan atau ambang (threshold competencies) dan kompetensi
yang membedakan (differentiating competencies). Yang pertama (threshold
competencies)
merupakan karakteristik esensialminimal (biasanya adalah
pengetahuan dan keterampilan) yang dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat
berfungsi efektif dalam pekerjaannya akan tetapi tidak membedakan kinerja
24
pekerja yang superior dan kinerja pekerja yang biasa saja. Kompetensi kategori
kedua
adalah kompetensi
yang
membedakan
yaitu
faktor-faktor
yang
membedakan antara pekerja yang memiliki kinerja superior dan biasa-biasa saja
(rata-rata).
Kinerja profesional konselor sekolah merujuk pada sejumlah perilaku
nyata yang harus ditunjukkan pada saat melakukan tugas-tugas profesional
sebagai konselor sekolah sesuai dengan indikator yang ditetapkan di dalam
standar Kualifikasi Pendidikan dan Kompetensi Konselor SKPKK). “Mutu”
dalam studi ini merujuk pada ‘mutu sebenarnya’ (quality in fact) yang diartikan
sebagai pemenuhan spesifikasi sebagaimana yang telah ditetapkan (Sallis,1993).
2.4
Disiplin Kerja
2.4.1 Pengertian Disiplin Kerja
Disiplin cenderung diartikan sebagai hukuman dalam arti sempit, namun
sebenarnya disiplin memiliki arti yang lebih luas dari hukuman. Menurut
Moekijat (2005) “Disiplin adalah kesanggupan menguasai diri yang diatur”.
Disiplin berasal dari bahasa latin, yaitu diciplina yang berarti latihan atau
pendidikan, kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat. Disiplin
menitik beratkan pada bantuan kepada pegawai untuk mengembangkan sikap
yang baik terhadap pekerjaan. Disiplin pegawai yang baik akan mempercepat
tercapainya tujuan organisasi, sedangkan disiplin yang rendah akan menjadi
penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan organisasi.
Menurut Singodimedjo (2002) “Disiplin adalah sikap kesediaan dan
kerelaan seseorang untuk memahami dan mentaati norma-norma peraturan yang
25
berlaku disekitanya”. Dalam kaitannya dengan pekerjaan, Nitisemito (2001)
menyatakan bahwa “disiplin kerja merupakan suatu sikap, tingkah laku dan
perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak
tertulis”.
Menurut
Siswanto
(2006)
“Disiplin
kerja
sebagai
suatu
sikap
menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang
berlaku baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup
menjalankannya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar
tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya”.
Disiplin kerja dibutuhkan untuk menjaga agar prestasi kerja pegawai
meningkat. Terdapat dua jenis disiplin dalam organisasi, yaitu: 1) disiplin
preventif dan 2) disiplin korektif (Siagian, 2008).
1.
Disiplin Preventif
Disiplin yang bersifat preventif adalah tindakan yang mendorong para
pegawai untuk taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi
standar karyawan yang telah ditetapkan. Artinya melalui kejelasan dan
penjelasan tentang pola, sikap, tindakan dan perilaku yang diinginkan dari
setiap anggota organisasi diusahakan pencegahan jangan sampai para
pegawai berperilaku negatif. Keberhasilan penerapan disiplin preventif
terletak pada pribadi para anggota organisai. Agar disiplin pribadi tersebut
semakin kokoh, paling sedikit tiga hal perlu mendapatkan perhatian
manajemen yaitu:
26
a. Para anggota organisasi perlu didorong agara mempunyai rasa memiliki
organisasi, karena segala logika seorang tidak akan merusak sesuatu yang
menjadi miliknya.
b. Para pegawai perlu diberi penjelasan tentang berbagai ketentuan yang
wajib ditaati dan standar karyawan yang harus dipenuhi. Penjelasan
dimaksud seyogianya disertai informasi yang lengkap mengenai latar
belakang berbagi ketentuan yang bersifat normatif.
c. Para pegawai didorong menentukan sendiri cara-cara pendisiplinan diri
dalam rangka ketentuan-ketentuan yang berlaku umum bagi seluruh
anggota organisasi.
2.
Disiplin Korektif
Disiplinan yang bersifat korektif adalah jika pegawai yang nyata-nyata telah
melakukan pelanggaran atas ketentuan-ketentuan yang berlaku atau gagal
memenuhi standar karyawan yang telah ditetapkan, kepadanya dikenakan
sanksi disipliner. Berat atau ringannya suatu sanksi tentunya tergantung pada
bobot pelanggaran yang telah terjadi. Pengenaan sanksi biasanya mengikuti
prosedur yang sifatnya hirarki. Artinya pengenaan sanksi diprakarsai oleh
atasan langsung pegawai yang bersangkutan, diteruskan kepada pimpinan
yang lebih tinggi dan keputusan akhir pengenaan sanksi terrsebut diambil
oleh pejabat pimpinan yang berwenang untuk itu. Prosedur tersebut ditempuh
dengan dua maksud, yaitu bahwa pengenaan sanksi dilakukan secara objektif
dan sifat sanksi sesuai dengan bobot pelangaran yang dilakukan. Disamping
faktor objektivitas dan kesesuaian bobot hukuman dan pelanggaran,
27
pengenaan sanksi harus pula bersifat mendidik dalam arti agar terjadi
perubahan sikap dan perilaku di masa mendatang dan bukan terutama
menghukum seseorang karena tindakannya di masa lalu. Pengenaan sanksi
pun harus mempunyai nilai pelajaran dalam arti mencegah orang melakukan
pelanggaran yang serupa. Pihak manajemen harus mampu menerapkan
berbagai ketentuan yang berlaku secara efektif dan tidak hanya sekedar
merupakan pernyataan di atas kertas.
Menurut Siagian (2008), bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada
suasana:
1.
Tingginya rasa kepedulian pegawai terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
2.
Tingginya semangat dan gairah kerja dan inisiatif para pegawai dalam
melakukan pekerjaan.
3.
Besarnya rasa tanggung jawab para pegawai untuk melaksanakan tugas
dengan sebaik-baiknya.
4.
Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solidaritas yang tinggi di kalangan
pegawai.
5.
Meningkatkan efisiensi dan prestasi kerja pegawai.
2.4.2 Manfaat Disiplin Kerja
Disiplin kerja dapat dilihat sebagai sesuatu yang besar manfaatnya, baik
bagi kepentingan organisasi maupun bagi para pegawainya. Bagi organisasi
adanya disiplin kerja akan menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran
pelaksanaan tugas, sehingga diperoleh hasil yang optimal. Sedangkan bagi
pegawai akan diperoleh suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan
28
menambah semangat kerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan demikian,
pegawai dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh kesadaran serta dapat
mengembangkan tenaga dan pikirannya semaksimal mungkin demi terwujudnya
tujuan organisasi (Sutrisno, 2009).
2.4.3 Pelaksanaan Disiplin Kerja
Organisasi atau perusahaan yang baik harus berupaya menciptakan
peraturan atau tata tertib yang akan menjadi rambu-rambu yang harus dipenuhi
oleh seluruh pegawai dalam organisasi. Menurut Singodimedjo (2002). Peraturanperaturan yang berkaitan dengan disiplin antara lain:
1. Peraturan jam masuk, pulang dan jam istirahat.
2. Peraturan dasar tentang berpakaian dan bertingkah laku dalam pekerjaan
3. Peraturan cara-cara melakukan pekerjaan dan berhubungan dengan unit
kerja lain.
4. Peraturan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh
para pegawai selama dalam organisasi dan sebagainya.
2.5
Pengembangan Karir
2.5.1 Pengertian Pengembangan Karir
Suatu karir mencerminkan perkembangan para anggota organisasi
(karyawan) secara individu dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat
dicapai selama masa kerja dalam organisasi yang bersangkutan. Dengan demikian,
suatu karir menunjukkan orang-orang pada masing-masing peranan atau status
mereka. Karir pada dasarnya merupakan istilah teknis dalam admimistrasi
29
personalia. Menurut Hani Handoko (1991) suatu karir adalah semua pekerjaan
(jabatan) yang dipunyai (dipegang) selama kehidupan kerja seseorang.
Karir menunjukkan perkembangan para karyawan secara individual dalam
jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam
suatu organisasi. Pengembangan karir adalah suatu yang menunjukkan adanya
peningkatan-peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur
karir yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan (Robbins, 1996).
Bagaimanapun juga pengembangan karir masing-masing anggota dalam
organisasi tentunya tidak sama, karena amat tergantung dari berbagai faktor. Titik
sentral untuk meniti karir pada dasarnya terletak pada dua hal yaitu:
Faktor nasib adalah faktor yang sangat menentukan dalam suatu jenjang
karir seseorang, sebagai berikut:
1. Kemampuan intelektual.
2. Kemampuan dalam kepemimpinan.
3. Kemampuan manajerial.
Ketiga hal tersebut senantiasa dibina oleh setiap karyawan atau anggota
organisasi apapun, terutama mereka yang potensial kalau ingin maju dalam
karirnya. Pengembangan karir merupakan pendekatan formal yang dilakukan
organisasi untuk menjamin orang-orang dalam organisasi mempunyai kualifikasi
dan kemampuan serta pengalaman yang cocok ketika dibutuhkan. Oleh karena itu,
perusahaan perlu mengelola karir dan mengembangkannya dengan baik supaya
produktivitas karyawan tetap terjaga dan mampu mendorong karyawan untuk
selalu melakukan hal yang terbaik dan menghindari frustasi kerja yang berakibat
30
penurunan kinerja perusahaan. Pengelolaan dan pengembangan karir akan
meningkatkan efektifitas dan kreatifitas sumber daya manusia dalam upaya
mendukung perusahaan untuk mencapai tujuannya, (Robbins, 1996). Karir
merupakan keseluruhan jabatan atau posisi yang mungkin diduduki seseorang
dalam organisasi dalam kehidupan kerjanya, dan tujuan karir merupakan jabatan
tertinggi yang akan diduduki seseorang dalam suatu organisasi.
2.5.2 Pendekatan Pengembangan Karir
Menurut Andrew F. Dubrin seperti dikutip Mangkunegara (2000: 77)
mendefinisikan pengembangan karir adalah aktivitas kepegawaian yang
membantu pegawai-pegawai merencanakan karir masa depan mereka di
perusahaan
agar
perusahaan
dan
pegawai
yang
bersangkutan
dapat
mengembangkan diri secara maksimum. Sedangkan Rivai (2004: 290)
menjelaskan bahwa pengembangan karir adalah proses peningkatan kemampuan
kerja individu yang dicapai dalam rangka mencapai karir yang diinginkan.
Jadi dengan demikian, pengembangan karir merupakan tindakan seseorang
karyawan untuk mencapai rencana karirnya, yang disponsori baik oleh
departemen sumber daya manusia, manajer atau pun pihak lain. Ada sejumlah
prinsip yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan pengembangan karir.
Pertama, pekerjaan itu sendiri memiliki pengaruh paling besar terhadap
pengembangan karir, karena setiap kali muncuk tantangan yang berbeda, maka
apa yang dipelajari dari pekerjaan biasa jauh lebih penting daripada aktivitas
pengembangan yang direncanakan secara formal. Kedua, jenis keterampilan baru
yang akan dibutuhkan ditentukan oleh persyaratan jabatan yang spesifik. Ketiga,
31
pengembangan akan terjadi hanya bila seseorang belum memperoleh keterampilan
yang disyaratkan oleh suatu jabatan tertentu.
Pengembangan karir merupakan pendekatan formal yang dilakukan
organisasi untuk menjamin orang-orang dalam organisasi mempunyai kualifikasi
dan kemampuan serta pengalaman yang cocok ketika dibutuhkan. Oleh karena itu,
perusahaan perlu mengelola karir dan mengembangkannya dengan baik supaya
produktivitas karyawan tertap terjaga dan mampu mendorong karyawan untuk
selalu melakukan hal yang terbaik dan menghindari frustasi kerja yang berakibat
penurunan kinerja perusahaan.
Applebaum et, al (2001) dan Cianni dan Wnuck (1997) menyatakan bahwa
karyawan yang mempunyai kesempatan yang tinggi meningkatkan karirnya akan
merangsang motivasinya untuk bekerja lebih baik. Perusahaan yang mempunyai
model yang sistematis dalam pengembangan karir karyawannya akan mempunyai
kinerja yang baik. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir
yang baik yang diraih karyawan maka kinerjanya akan meningkat atau dengan
kata lain pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
2.6
Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
No.
1.
Judul
Penelitian
Kompensasi
kerja,
disiplin kerja guru, dan
Kinerja
Guru
SMP
Kristen BPK Penabur
Jakarta (Aritonang, 2005)
Variabel
Variabel independen :
Kompensasi
kerja,
disiplin kerja guru, dan
Kinerja Guru
Variabel dependen
Kinerja karyawan
:
Metode
analisis
Regresi
linier
berganda
Hasil
Terdapat pengaruh antara
kompensasi dan disiplin
kerja
terhadap
kinerja
karyawan baik secara parsial
maupun simultan
32
2.
Penerapan
Sistem
Manajemen
Kinerja,
Sistem
Pengembangan
Karir terhadap Komitmen
Organisasi dan Kinerja
Karyawan (M. Al Amin,
2010)
Variabel indepeden
Sistem
Manajemen
Kinerja
dan Sistem
Pengembangan Karir
Variabel dependen :
kinerja karyawan
Regresi
linier
berganda
3.
Pengaruh Disiplin Kerja
terhadap Kinerja Pegawai
Pada Kantor Badan pusat
Statistik
Kabupaten
Bogor Zesbendri dan
Ariyati (2010)
Pengaruh
kompetensi
terhadap kinerja karyawan
(Survey Pada PT Frisian
Plag Indonesia Wilayah
Jawa Barat) (Parlinda,
2008)
Variabel independen :
disiplin kerja
Regresi
linier
berganda
4.
2.7
Variabel dependen :
Kinerja karyawan
Variabel in dependen :
Kompetensi
Regresi
Linier
Berganda
Variabel dependen :
Kinerja karyawan
Penelitian ini membuktikan
bahwa penerapan system
manajemen kinerja dan
system pengembangan karir
karyawan
memang
dibutuhkan oleh perusahaan
dalam meningkatkan kinerja
karyawan perusahaan.
Terdapat pengaruh positif
dan sangat kuat antara
disiplin
kerja
terhadap
kinerja karyawan
Kompetensi yang meliputi
kompetensi
intelektual,
kompetensi
emosional,
kompetensi
sosial
berpengaruh terhadap kinerja
karyawan
Kerangka Pikir
Dalam
mempertahankan
kelangsungan
hidup
dan
pengembangan
perusahaan, perusahaan harus melaksanakan berbagai aktivitas pengelolaan
faktor
produksi tersebut antara lain: produksi, pemasaran, pembelanjaan,
personalia, pengembangan dan penelitian, sistem informasi manajemen dan
lainnya. Segala aktivitas perusahaan saling berinteraksi satu dengan yang lain
untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk dapat bertahan maka koordinasi di
dalam maupun di luar perusahaan harus dilaksanaakan dengan baik agar
mengarah pada pencapaian tujuan.
Menghadapi
tingkat nasional
persaingan
maupun
dengan
internasional
perusahaan-perusahaan
maka
perusahaan
lain
harus
baik
mampu
melakukan perubahan-perubahan ke arah perbaikan, perusahaan harus dapat
adaptif terhadap perubahan globalisasi dalam dunia perdagangan. Perubahan ini
33
juga mengacu pada perubahan atas keinginan pelanggan terhadap produk atau
jasa yang dihasilkan, seperti bermutu lebih baik, harga relatif murah, penyerahan
lebih cepat, simpel atau praktis. Oleh karena itu, perusahaan harus berusaha
untuk memenuhi tuntutan pelanggan tersebut dan melakukan perbaikan secara
terus menerus serta mengefektifkan sarana yang ada agar mencapai efisiensi
yang tinggi dan juga harus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki
perusahaan khusunya sumber daya manusia.
Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia,
orang - orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka
kepada organisasi (Handoko, 2008). Oleh karena itu, pegawai merupakan
kunci penentu keberhasilan perusahaan. Untuk itu setiap pegawai selain
dituntut untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan, juga
harus mempunyai pengalaman, motivasi, disiplin diri, dan semangat kerja
tinggi,
sehingga
perusahaan
juga
jika
kinerja
pegawai perusahaan
akan meningkat
yang menuju
baik maka
pada pencapaian
kinerja
tujuan
perusahaan. Keberhasilan perusahaan dinilai dari suksesnya perusahaan dalam
mencapai tujuan perusahaan.
Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja pegawai.
Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan
tugas sesuai tanggung jawab
yang
diberikan
kepadanya.
Faktor
yang
mempengaruhi kinerja adalah kemampuan dan faktor motivasi. Setiap organisasi
maupun perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan kinerja pegawai untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Berbagai cara ditempuh untuk
34
meningkatkan kinerja pegawai misalnya melalui pendidikan dan pelatihan,
pemberian kompensasi dan motivasi serta menciptakan lingkungan kerja yang
baik
Adapun kerangka pikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Kompensasi
H1
(X1)
Kompetensi
H2
(X2)
Disiplin kerja
(X3)
Kinerja
karyawan
H3
(Y)
H4
Pengembangan
karir (X4)
Gambar 2.1
Kerangka Pikir
2.8
Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kompensasi terhadap
kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kompetensi terhadap
kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel disiplin kerja
terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
35
Tengah
Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengembangan karir
terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah .
36
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
3.1.1 Variabel Penelitian
Sesuai dengan kerangka pemikiran maka penentuan variabel dalam
penelitian ini adalah :
1) Variabel dependen adalah sejumlah gejala dengan berbagai unsur atau
faktor didalamnya yang ada ditentukan dan dipengaruhi oleh adanya
variabel lain, yaitu kinerja karyawan.
2) Variabel independen adalah sejumlah gejala dengan berbagai unsur atau
faktor yang didalamnya menentukan dan mempengaruhi adanya variabelvariabel yang lain, yaitu : kompensasi, kompetensi, disiplin dan
pengembangan karir.
3.1.2 Definisi Operasional
Dengan adanya definisi operasional pada variabel yang dipilih dan
digunakan dalam penelitian maka akan mudah diukur. Variabel tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Kinerja karyawan (Y) adalah hasil kerja dari karyawan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah (Murdiyanto, 2008 : 19). Indikator pengukur
variabel ini adalah :
a.
Ketepatan waktu karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan
b.
Kuantitas kerja yang dihasilkan karyawan
36
37
c.
Kualitas kerja karyawan dalam pekerjaan
d.
Pengetahuan karyawan akan bidang pekerjaan
2. Kompensasi (X1)
Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima karyawan KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah sebagai balas jasa untuk kerja
mereka. Indikator yang digunakan adalah : Handoko (2001 : 155)
a.
Kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk non-finansial seperti
memberikan penghargaan
b.
Kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk finansial seperti
memberikan gaji, upah, bonus dan tunjangan
3. Kompetensi (X2)
Kompetensi merupakan keahlian dan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah. (Murdiyanto, 2008 : 19)
Indikator pengukur kompetensi
a. Minat dan kecakapan pegawai dalam berbagai bidang yaitu karyawan
memiliki minat dan kecakapan dalam melaksanakan tugas dari organisasi
b. Kemampuan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yaitu karyawan
memiliki kemampuan dalam melakukan setiap pekerjaan yang diberikan
c. Dalam bekerja pegawai selalu fleksibel dalam mengambil keputusan yaitu
karyawan dapat bekerja tanpa paksaan dari atasan
d. Dalam bekerja pegawai selalu menangani keahlian tanpa memandang
golongan dan jabatan yaitu karyawan dalam bekerja sesuai dengan
keahlian dan ketrampilan yang dimiliki
38
e. Kemampuan Teknik kerja pegawai sudah dapat dipertanggung jawabkan
yaitu karyawan memiliki kemampuan di bidang pekerjaan yang
dilaksanakan.
4. Disiplin Kerja (X3)
Disiplin kerja (X3) adalah kesadaran dan kesediaan karyawan KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah menaati semua peraturan
perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. (Hasibun, 2008 : 213).
Adapun indikator dari variabel ini adalah sebagai berikut :
a. Ketegasan perusahaan dalam memberikan sanksi kepada karyawan
b. Teladan pimpinan perusahaan
c. Keadilan akan pemberian sanksi hukuman pada karyawan
d. Norma dan peraturan yang berlaku di perusahaan
5. Pengembangan Karir (X4)
Pengembangan karir adalah peningkatan-peningkatan pribadi karyawan KBM
IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah yang dilakukan untuk mencapai
suatu rencana karir. Sutrisno (2009) Indikator dalam penelitian ini adalah :
1) Peningkatan pribadi
2) Peningkatan karir
3) Kenaikan jabatan
4) Kenaikan pangkat atau golongan
39
3.2
Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
1. Populasi
Populasi adalah jumlah dari semua objek atau individu yang akan
diteliti, dimana objek tersebut memiliki karakteristik tertentu, jelas dan
lengkap (Setiawan, 2005 : 140). Adapun yang dijadikan sebagai
populasi adalah seluruh karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani
Jawa Tengah yang berjumlah 93 karyawan.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
populasi tersebut (Sugiyono, 2009 : 73). Sampel dalam penelitian ini
adalah 93 karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Cluster Sampling yaitu teknik sampling yang digunakan untuk menentukan
sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat lurus (Sugiyono,
2001 : 76).
3.3
Jenis Data
Data primer adalah data yang berasa dari sumber data yang dikumpulkan
secara khusus dan berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti
(Cooper dan Emory, 1995).
3.4
Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder, data
primer merupakan data dan informasi yang diperoleh langsung dari sumbernya
40
melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah sebagai responden mengenai kompensasi, kompetensi,
disiplin dan pengembangan karir sedangkan data sekunder merupakan data yang
diperoleh dari pihak lain, misalnya dari perpustakaan serta literatur-literatur
lainnya.
3.5
Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang relevan objektif dan dapat dijadikan
landasan dalam proses analisis, maka diperlukan pengumpulan data dengan
metode :
1.
Metode kuesioner
Merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan daftar
pertanyaan kepada responden dengan beberapa alternatif jawaban yang sudah
disediakan.
2.
Observasi
Dilakukan dengan pengamatan dan pencatatan secara langsung ke objek
penelitian.
3.6
Metode dan Alat Analisis
Metode dan alat analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah,
sebagai berikut :
3.6.1 Metode Analisis
1. Analisis Kualitatif
41
Analisis kualitatif adalah analisis untuk menggambarkan atau
untuk menjelaskan hasil penelitian dan penjelasan tentang teori-teori
yang bersangkutan dengan uraian masalah yang diambil dalam
penelitian ini yang hanya dapat dijelaskan dengan kata-kata atau
kalimat.
Analisis kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari hasil jawaban
responden atas kuisioner yang telah disebar. Analisis dalam penelitian
ini berupa analisis terhadap masing-masing pertanyaan yang ada dalam
kuisioner, yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh persepsi
karyawan.
2. Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif adalah analisis data yang dilakukan dengan
angka-angka dan perhitungannya menggunakan alat bantu statistik yaitu
SPSS for Windows
3.6.2 Alat Analisis
Mengingat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner
maka kualitas kuisioner, kesungguhan responden dalam menjawab pertanyaan
merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian ini . Keabsahan suatu hasil
penelitian sangat ditentukan oleh alat ukur variabel yang diteliti apakah alat yang
akan digunakan dalam proses pengumpulan data yang tidak andal atau tidak dapat
dipercaya, maka hasil penelitian diperoleh tidak akan mampu menggambarkan
keadaan yang sebenarnya. Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan dilakukan uji
kesahihan dan uji keandalan untuk mengukur kualitas alat ukur.
42
Uji Instrumen
1.
Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner
mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut.
Jadi validitas ingin mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang
sudah kita buat betul- betul dapat mengukur apa yang hendak kita ukur
(Ghozali, 2005 : 45). Dalam uji validitas digunakan perhitungan koefisien
korelasi Product Moment Pearson, atau koefisien korelasi Pearson
(Arikunto, 2002)
Rumus :
R R xy 
NXY  (Y )
[ NX 2  (X 2 )][ NY 2 )]
Keterangan :
rXy.
: koefisien korelasi antar skor item dengan skor total
∑XY : jumlah perkalian antar skor item dengan skor total
∑X : jumlah skor masing- masing
∑Y : jumlah skor total
N : jumlah pertanyaan
Pengujian validitas dilakukan pada 93 kuesioner yang ditujukan
kepada 93 responden untuk menguji tingkat validitas dari setiap item
pertanyaan kuisioner. Uji signifikasi dilakukan dengan membandingkan
43
nilai r- hitung dengan nilai r- table untuk degree of freedom (d fl = n- 2
(Singarimbun :1995). Suatu data dikatakan valid jika R hitung lebih besar
dari r tabel.
Secara statistik, angka korelasi yang diperoleh harus dibandingkan
dengan angka kritis tabel korelasi r tabel. Jika angka korelasi suatu
pertanyaan berada diatas angka kritis, maka pertanyaan tersebut signifikan.
Hal ini berarti bahwa perhitungan tersebut mewakili validitas konstruk.
Sebaliknya jika angka korelasi pertanyaan berada dibawah angka kritis,
maka pertanyaan tersebut tidak signifikan yang berarti bahwa pertanyaan
tersebut tidak valid.
Untuk mempermudah analisis data, uji validitas akan dilakukan
dengan bantuan program SPSS ( Statistical Program For Science).
2. Pengujian Reliabilitas
Uji reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Adapun rumus
yang digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang berbentuk
kuesioner adalah rumus alpha ( Arikunto, 2002 ). Jadi dalam penelitian
ini, analisis yang digunakan untuk mencari reliabilitas adalah dengan
menggunakan rumus alpha. Rumusnya adalah sebagai berikut :
=
Kr
1  (K - 1) r
Keterangan :
r
: reliabilitas instrumen
44
k
: banyaknya butir pertanyaan
b 2
: jumlah varian butir
 12
:varians total
Indikator diangggap reliable jika r α > r tabel = 0,6 (Ghozali: 2005). Untuk
mempermudah analisis data, uji reliabilitas akan dilakukan dengan bantuan
program SPSS.
3.7
Pengujian Asumsi Klasik
3.7.1 Uji Multikolonieritas
Bertujuan untuk menguji model regresi ditemukan adanya korelasi antara
variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
korelasi diantara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka
variabel — variabel ini tidak orthogonal. Variabel ortogonal adalah variabel bebas
yang nilai korelasi antara sesama variabel bebas sama dengan nol. Menganalisis
matrik korelasi variabel — variabel bebas. Langkah menganalisis asumsi
multikoloneritas yaitu :

Jika nilai VIF lebih kecil dari angka 10 maka tidak terjadi problem
multikolonieritas.

Jika nilai VIF lebih dari angka 10 maka terjadi problem
multikolonieritas. (Santoso,2002)
3.7.2 Uji Heteroskedastisitas
Bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan
variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. jika variance
45
dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang tetap, maka disebut
Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas atau yang terjadi
Heteroskedatisitas
kebanyakan
data
cross
section
mengandung
situasi
Heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai
ukuran ( kecil , sedang , dan besar). cara menganalisis asumsi heteroskedastisitas
dengan melihat grafik scatter plot dimana :
-
Jika penyebaran data pada scatter plot teratur dan membentuk pola tertentu
(naik turun, mengelompok menjadi satu) maka dapat disimpulkan terjadi
problem heteroskedastisititas
-
Jika penyebaran data pada scatter plot tidak teratur dan tidak membentuk
pola tertentu (naik turun, mengelompok menjadi satu) maka dapat
disimpulkan tidak terjadi problem heteroskedastisitas. (Ghozali, 2005:
105)
3.7.3 Uji Normalitas
Bertujuan menguji apakah dalam model regresi , variabel terikat dan
variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. model
regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal .
caranya adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan
distribusi kumulatif dari distribusi normal . Distribusi normal akan membentuk
satu garis lurus diagonal . jika distribusi data adalah normal maka garis yang
menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonal . Adapun cara
analisis yang dilakukan adalah dengan menggunakan grafik normal plot , dimana :
- Jika penyebaran data mengikuti garis normal , maka data berdistribusi normal
46
- Jika penyebaran data tidak mengikuti garis normal , maka data distribusi tidak
normal . (Ghozali, 2005: 105 )
3.8
Analisis Regresi Linear Berganda
Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh
kompensasi, kompetensi, disiplin dan pengembangan karir terhadap kinerja
karyawan secara bersama-sama melalui suatu persamaan regresi linear berganda.
Adapun bentuk umum persamaan regresi linear berganda dengan dua variabel
bebas adalah sebagai berikut :
Y = bo +b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e
Dimana :
Y
= Kinerja Karyawan
bo
= Intercept / konstan
b1, b2, b3, b4
= Koefisien regresi
X1
= kompensasi
X2
= kompentensi
X3
= disiplin kerja
X4
= pengembangan karir
e
= Disturbance error ( Variabel Pengganggu)
3.9
Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas pada variabel
terikat perlu dilakukan pengujian signifikansi dari masing-masing koefisien
regresi yaitu dengan menggunakan Uji "t" dan uji "F".
47
a)
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, kompetensi, disiplin
dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan secara parsial
dengan
menggunakan cara sebagai berikut :
Dengan rumus :
b1
Sb1
t=
Keterangan :
t = hitung
b1 = koefisien regresi
Sb1
= standar koefisien regresi
Dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t table.
-
Jika t hitung < nilai t tabel, maka keputusanya menerima Ho yang
artinya variabel bebas x
(kompensasi, kompetensi, disiplin dan
pengembangan karir terhadap kinerja karyawan). Sebaliknya apabila t
hitung
>nilai t
variabel
table,
maka keputusanya adalah menolak Ho yang artinya
bebas
x
(kompensasi,
kompetensi,
disiplin
dan
pengembangan karir) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat y
(kinerja karyawan)
b) Uji F, Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh kompensasi,
kompetensi, disiplin dan pengembangan karir secara bersama-sama
(simultan) terhadap kinerja karyawan (Y).
Dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
a.
jika F hitung > F tabel variabel bebas mempunyai hubungan yang
signifikan terhadap variabel terikat.
48
b.
Jika F hitung < F tabel variabel bebas tidak mempunyai hubungan
yang signifikan terhadap variabel terikat.
3.10
Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali,
2005:83). Untuk mengetahui presentase seberapa jauh variabel Kompensasi,
Kompetensi, Disiplin Kerja dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan,
digunakan koefisien determinasi dengan rumus:
R2 = (r)2 x 100 %
Dimana :
R2
: koefisien determinasi
r
: koefisien korelasi
Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil
berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi
variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabelvariabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variabel-variabel dependen.
49
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1 Sejarah Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah
Perum Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
awalnya berada di bawah Departemen Kehutanan diberi tanggung jawab
mengelola hutan negara di Pulau Jawa khususnya di Provinsi Jawa Tengah dan
Provinsi Jawa Timur sejak tahun 1961 dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17
tahun 1961 tentang Badan Pimpinan Umum Perusahaan Kehutanan yang
kemudian digantikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 1972.
Wilayah Kerja Perum Perhutani selanjutnya diperluas pada tahun 1978
dengan masuknya kawasan hutan negara di Provinsi Jawa Barat berdasarkan PP
Nomor 2 tahun 1978.
Dalam perkembangan selanjutnya, penugasan Perum Perhutani mengalami
penyesuaian dengan ditetapkannya PP Nomor 36 Tahun 1986 tentang Perusahaan
Umum Kehutanan Negara dan disempurnakan pada tahun 1999 melalui penetapan
PP Nomor 53 Tahun 1999 tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum
Perhutani).
Pada tahun 2001 bentuk pengusahaan Perum Perhutani ditetapkan oleh
Pemerintah sebagai BUMN berbentuk Perseroan Terbatas (PT) Perhutani melalui
PP Nomor 14 Tahun 2001. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tanggung
49
50
jawab sosial dan lingkungan yang dimiliki PT. Perhutani (Persero), bentuk
pengusahaan PT. Perhutani tersebut kembali menjadi BUMN dengan bentuk
Perum berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 2003.Selanjutnya PP Nomor 30 Tahun
2003 digantikan dengan PP Nomor 72 Tahun 2010 tentang Perusahaan Umum
(Perum) Kehutanan Negara, yang menjadikan babak baru pengelolaan hutan di
Pulau Jawa dan Madura, dimana Pemerintah melanjutkan penugasan kepada
Perum Perhutani untuk melakukan Pengelolaan Hutan Negara yang berada di
wilayah kerjanya, serta memberikan kecakapan bertindak yang lebih luas dan
beragam kepada Perum Perhutani guna menyelenggarakan kegiatan usaha lain di
luar bisnis inti (corebusiness )-nya.
Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK)
Brumbung merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang kehutanan
yang diberi kewenangan dalam pengolahan hasil hutan kayu menjadi produk kayu
baik berupa kayu gergajian (RST) maupun produk jadi (finish product) dengan
surat ijin BKPN nomor : B.79/A/SP/01/XI/1975 tanggal 2 Nopember 1975.
Tujuan dari pendirian industri saat itu diantaranya adalah untuk menciptakan
lapangan pekerjaan dan mendapatkan nilai tambah (added Value).
KBM IK Brumbung merupakan pengalihan PGM Brumbung yang
pengelolaannya dibawah KPH Semarang namun pada bulan Agustus 1981
dipisahkan pengelolaannya menjadi Unit Usaha Mandiri dengan nama IPK
Brumbung. Dengan adanya Surat Keputusan Direksi Perum Perhutani No. 554 /
KPTS / Dir / 2005 tanggal 26 September 2005, mulai tanggal 2 Januari 2006 IPK
51
Brumbung berubah menjadi KBM IK Brumbung dibawah pimpinan seorang
General Manager.
Sebagaimana Surat Keputusan Direksi Nomor.554/KPTS/DIR/2005
tanggal 26 September 2005 bahwa Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu
Brumbung adalah suatu unit organisasi dibawah Kantor Unit yang diberi
kewenangan penyelenggaraan pengelolaan usaha bisnis perusahaan secara mandiri
dibidang industri pengolahan kayu dan pemasarannya dengan harapan dapat
meningkatkan nilai tambah sesuai yang diharapan perusahaan.
Mengingat
pentingnya
peran
industri
kayu
dalam
mendukung
kelangsungan perusahaan, maka Industri Kayu Brumbung menyusun Rencana
Jangka Panjang (RJP) Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu
(KBM IK) Brumbung tahun 2010 - 2014 sebagai acuan dalam upaya mewujudkan
visi, misi, tujuan, dan sasaran yang akan dicapai Kesatuan Bisnis Mandiri Industri
kayu Brumbung.
4.1.2 Struktur Organisasi
Dalam suatu perusahaan struktur organisasi sangatlah penting. Dimana
struktur organisasi sangat membantu pimpinan untuk mengawasi pelaksanaan
kegiatan perusahaan. Melalui struktur organisasi tugas, wewenang dan tanggung
jawab setiap pejabat dan staff karyawan dapat diketahui dengan jelas.
Untuk lebih lengkapnya gambaran mengenai struktur organisasi KBM IK
Brumbung Perhutani Jawa Tengah dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut ini :
52
GENERAL
MANAGER
MANAGER
PEMASARAN & KEMITRAAN
MANAGER
PENGOLAHAN
ASMAN PPIC
ASMAN
PERSEDIAAN
KAUR RENCANA
PRODUKSI
KAUR TPK
INPUT
KAUR INVENTORY
& CONTROL
KAUR TPK
OUTPUT
ASMAN
PEMASARAN
KAUR PERENCANAAN
EXPORT
ASMAN
PENGUJI TK I
KAUR PENGUJI
TK II
ASMAN PGM
KAUR PRODUKSI
ASMAN MOULDING
KAUR PENGUJI
TK II
KAUR MOULDING
KAUR PENGUJI
TK II
KAUR KD & FJL
ASMAN TEKHNIK
KAUR PENGASAHAN
KAUR DOKUMEN
& PENGAPALAN
ASMAN
KEMITRAAN
KAUR
PEMELIHARAAN
ASMAN KEUANGAN
KAUR KEUANGAN
KAUR SDM
KAUR HUMAS &
UMUM
Gambar 4.1
Struktur Organisasi KBM IK Brumbung Perum Perhutani
Jawa Tengah
53
Dari gambar 4.1 dijelaskan bahwa di KBM IK Brumbung Perum Perhutani
Jawa Tengah memiliki 93 karyawan tetap, yang akan dijelaskan pada tabel 4.1
berikut ini :
Tabel 4.1
Responden Karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
Strata
General Manager
Manager
Asistem Manager
Kepala Urusan
Staff TPK Input
Staff TPK Output
Staff Pemasaran
Staff Kemitraan
Staff PPIC
Staff PGM
Staff Moulding
Staff Tekhnik
Staff Keuangan
Staff SDM
Staff Humas & Umum
Jumlah
Anggota Populasi
1
2
9
17
4
4
3
3
2
16
13
7
4
2
6
93
4.1.3 Job Deskripsi
Berdasarkan struktur organisasi pada gambar 4.1, maka job deskripsi dari
masing
masing jabatan yang ada di Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah adalah sebagai berikut :
1. General Manager
Tugas Pokok :
a.
Memimpin secara professional penyelenggaraan usaha bisnis masingmasing KBM yang dipimpinnya dengan tujuan untuk meningkatkan
pendapatan perusahaan.
54
b. Melakukan koordinasi dengan KPH dan instansi terkait
c.
Melaksanakan pembinaan Sumberdaya Manusia KBM
2. Manager Pengolahan
Tugas Pokok : Membantu General Manager dalam menyelenggarakan
ketatalaksanaan perusahaan dibidang industry penggergajian dalam produk
Garden Furniture / Finger Jointed Laminating berdasarkan rencana
operasional dan kebijakan yang telah ditentukan untuk mencapai daya dan
hasil guna yang optimal.
Fungsi :
a. Merencanakaan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pemenuhan
kebutuhan kayu penghara atas dasar program yang disesuaikan dengan
kapasitas PGM ( Penggrajian Mesin ) dan program Garden Furniture /
Finger Jointed Laminating.
b. Mengarahkan langkah – langkah operasional berdasarkan sasaran
produksi dan prinsip – prinsip Perusahaan.
c.
Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan monitoring kemajuan
pemenuhan program produksi kayu gergajian dan fineshed product
Garden Furniture / Finger Jointed Laminating.
d. Pengawasan atas seluruh kekayaan dan kelancaran operasional PGM,
Garden Furniture / Finger Jointed Laminating mengambil langkah /
mengkoordinasikan kegiatan pengamanan seluruh asset.
e.
Memberikan pembinaan dan perlindungan termasuk petunjuk teknis
dan administratif kepada personil dilingkungan KBM IK Brumbung.
55
f.
Meneliti dan menghimpun laporan baku ( produksi, keuangan, tehnik
dan tenaga kerja ) untuk disampaikan kepada pimpinan /
Administratur.
g. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan General Manager.
3. Manager Pemasaran & Kemitraan
Tugas Pokok : Membantu General Manager dalam terselenggaranya
fungsi – fungsi Pemasaran dan Kemitraan, proses Ekspor dan dokumen
serta membantu pencapaian pendapatan Perusahaan disamping mencari
Buyer sesuai dengan Rencana pendapatan yang telah ditetapkan.
Fungsi :
a.
Membantu terselenggaranya fungsi – fungsi pemasaran.
b.
Membantu tercapainya nilai tambahan dan marjin pemasaran,
kemitraan yang optimal bagi barang dan jasa yang dipasarkan.
c.
Mengendalikan mekanisme pasar yang sehat
d.
Peningkatan peran lembaga ekonomi masyarakat dalam bidang
Pemasaran
e.
Tercapainya kepuasan pelanggan yang optimal
f.
Bertanggung jawab kepada General Manager.
4. Asman PPIC
Tugas Pokok :
Membantu
Manager
Pengolahan
dalam
bidang
ketatalaksanaan Perusahaan dibidang Perencanaan dan pengawasan
56
produksi berdasarkan rencana operasional dan kebijakan yang telah
ditentukan untuk mencapai daya dan hasil guna yang optimal.
Fungsi :
a.
Membuat perhitungan fisik dan biaya tentang kebutuhan bahan baku
masing-masing jenis produksi secara efektif dan efisien.
b.
Menyusun tata waktu penyelesaian masing-masing jenis produksi.
c.
Menerbitkan order masing-masing jenis produksi.
d.
Melakukan pemantauan dan evaluasi penyiapan bahan baku Industri,
kemajuan proses produksi.
e.
Membuat perhitungan harga pokok/ biaya produksi masing-masing
jenis produksi.
f.
Membuat rancang bangun jenis-jenis produksi yang ada maupun
pengembangannya.
g.
Menghimpun, menganalisa dan menyajikan laporan produksi dan
menyampaikan saran kepada Pimpinan.
h.
Melaksanakan penelitian dan pengembangan.
i.
Mengambil
langkah/
mengkoordinasikan kegiatan pengamanan
seluruh asset Perusahaan.
j.
Menyajikan laporan kemajuan pekerjaan, melaporkan setiap kejadian
dan melakukan evaluasi serta memberikan saran kepada pimpinan.
k.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
5. Kepala Urusan Perencanaan Produksi
57
Tugas Pokok : Membantu Asman PPIC dalam pelaksanaan Proses
Produksi sesuai dengan PO yang sudah ada disamping dengan pelaporan –
pelaporan ke Unit I
Fungsi :
a.
Merencanakan proses produksi sesuai dengan PO
b.
Melaporkan hasil produksi ke Unit I
c.
Dengan adanya proses produksi dapat diketahui hasil yang dicapai
KBM
d.
Melaporkan Data kemajuan Pekerjaan ke Kantor Unit
e.
Melaporkan laporan bulanan, Tri Wulan dan Tahunan
f.
Melaksanakan perintah atasan langsunganya
6. Kepala Urusan Inventory Control
Tugas Pokok : Membantu Asman PPIC dalam pengamatan proses
prooduksi sesuai dengan PO yang ada.
Fungsi :
a. Melaksanakan pengamatan proses produksi agar tidak terjadi
penyimpangan
b. Melaksanakan perintah atasan langsungnya
7. Asman PGM
Tugas Pokok :
Membantu/
melaksanakan
ketatalaksanaan
PGM/
Pengeringan sesuai program yang telah ditentukan termasuk pembinaan
personil yang diperbantukan kepadanya.
Fungsi :
58
a.
Merencanakan pemilihan kayu penghara yang sesuai dengan program
produksi dan kapasitas pabrik.
b.
Melaksanakan
pengeringan
penjabaran
sebagai
program
pegangan
produksi
masing-masing
kayu
gergajian/
Kepala
Ploeg/
Pengarah produksi/ Operator.
c.
Memimpin dan bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan
operasional penggergajian/ pengeringan.
d.
Melaksanakan pembinaan dan perlindungan kepada bawahannya baik
segi tehnik maupun administrasi, disiplin kerja, kesehatan dan
keselamatan kerja.
e.
Menyajikan laporan kemajuan pekerjaan dan melakukan evaluasi
pelaksanaan serta memberikan saran kepada Pimpinan.
f.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan
8. Kepala Urusan Produksi
Tugas Pokok : Memimpin, melakukan dan bertanggung jawab atas
pelaksanaan proses pembuatan bahan baku Industri/ RST dalam Ploeg/
regu kerja sesuai dengan produksi yang telah ditentukan.
Fungsi :
a.
Memimpin pelaksanaan dan bertanggung jawab atas kelancaran
operasional pengolahan kayu didalam regu ploeg/ regu kerjanya sesuai
dengan program produksi yang telah ditentukan.
b.
Menyediakan kayu kebutuhan bahan baku Industri/ RST yang sesuai
dengan program produksi.
59
c.
Membimbing, mengatur dan mengawasi langsung tehnis produksi.
d.
Menyajikan data kegiatan produksi harian.
e.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
9. Asman Moulding / FJL
Tugas Pokok : Melaksanakan ketatalaksanaan perusahaan dibidang
Garden Furniture/ Finger Jointed Laminating berdasarkan rencana
operasional dan kebijakan yang telah ditentukan untuk mencapai daya dan
hasil guna yang ditentukan.
Fungsi :
a.
Merencanakan pemilihan bahan baku Industri/ RST yang sesuai
dengan program produksi dan kapasitas produksi.
b.
Melaksanakan penjabaran program produksi Garden Furniture/
Finger Jointed Laminating sebagai pedoman Kepala Ploeg.
c.
Memimpin dan bertanggung jawab atas kelancaran operasional proses
produksi dan finished product GF/ FJL.
d.
Melaksanakan pembinaan dan perlindungan kepada bawahan baik
segi tehnis maupun administrasi, disiplin kerja, kesehatan dan
keselamatan kerja.
e.
Menyajikan laporan kemajuan pekerjaan dan melakukan evaluasi
pelaksanaan serta memberikan saran kepada Pimpinan.
f.
Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
10. Kepala Urusan Moulding
60
Tugas Pokok : Melakukan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan
proses pembuatan Garden Furniture, Meubelair, Kusen dan Pintu dalam
Ploeg/ regu kerja sesuai dengan produksi yang telah ditentukan.
Fungsi
a.
:
Melaksanakan dan bertanggung jawab atas kelancaran operasional
pengolahan kayu didalam regu Ploeg/ regu kerjanya sesuai dengan
program produksi yang telah ditentukan.
b.
Menyediakan kayu kebutuhan bahan baku Industri/ RST yang sesuai
dengan program produksi.
c.
Membimbing, mengatur dan mengawasi langsung tehnis produksi
d.
Menyajikan data kegiatan produksi harian.
e.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
11. Kepala Urusan FJL & Kyln Dry
Tugas Pokok : Melakukan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan
proses pembuatan Finger Jointed Laminating dalam Ploeg/ regu kerja
sesuai dengan produksi yang telah ditentukan.
Fungsi :
a.
Melaksanakan dan bertanggung jawab atas kelancaran operasional
pengolahan kayu didalam regu ploeg/ regu kerjanya sesuai dengan
program produksi yang telah ditentukan.
b.
Menyediakan kayu kebutuhan bahan baku Industri/ RST yang sesuai
dengan program produksi.
c.
Membimbing, mengatur dan mengawasi langsung tehnis produksi.
61
d.
Menyajikan data kegiatan produksi harian.
e.
Memimpin melaksanakan tehnis penumpukan kayu yang akan
dikeringkan.
f.
Melakukan
pengamatan
secara
berkala
terhadap
bekerjanya
instrument pengeringan kayu.
g.
Melakukan pengamatan kadar air sesuai ketentuan.
h.
Membantu penerimaan kayu yang akan dikeringkan dan menyerahkan
kayu yang telah dikeringkan.
i.
Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan Pimpinan
12. Asman Tekhnik
Tugas Pokok : Melaksanakan ketatausahaan perusahaan dibidang tehnik
mesin, Instalasi dan sipil sesuai rencana kerja dan kebijakan daya guna dan
hasil guna yang optimal.
Fungsi :
a.
Menyusun rencana kerja, memimpin dan mengawasi pelaksanaan
pemeliharaan terhadap semua mesin, instalasi dan hubungan sipil.
b.
Memimpin dan mengawasi pelaksanaan pembangunan/ perbaikan
terhadap mesin, instalasi dan bangunan tehnik sipil.
c.
Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan
operasional mesin-mesin dan instalasi.
d.
Mempertanggung jawabkan kelancaran operasional mesin dan
instalasi serta mutu bangunan tehnik sipil.
62
e.
Mengambil
langkah/
mengkoordinasikan kegiatan pengamanan
seluruh asset perusahaan.
f.
Menyajikan laporan kemajuan pekerjaan dan melakukan evaluasi
pelaksanaan serta memberikan saran kepada Pimpinan.
g.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
13. Kepala Urusan Pengasahan
Tugas Pokok : Memimpin, melakukan dan bertanggung jawab atas
pelaksanaan kegiatan mesin-mesin Unit produksi berdasarkan rencana
kerja yang telah ditetapkan secara berdaya guna dan berhasil guna.
Fungsi :
a.
Memimpin dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan mesin-mesin
dalam keadaan siap pakai untuk mendukung kelancaran Unit
Produksi.
b.
Menyusun rencana kebutuhan bahan pembantu/ penolong bidang
pengasahan.
c.
Mempertanggung jawabkan mutu hasil pemeliharaan dan perbaikan
pekerjaan dibidang pengasahan.
d.
Melaksanakan
pembinaan
dan
perlindungan
personil
yang
diperbantukan kepadanya baik segi tehnik maupun administrasi,
disiplin kerja, kesehatan dan keselamatan kerja.
e.
Mengambil langkah/ mengkoordinasikan pengamanan seluruh asset
perusahaan.
63
f.
Menyajikan laporan kemajuan pekerjaan, melaporkan setiap kejadian
dam melakukan evaluasi dan memberikan saran kepada Pimpinan.
g.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
14. Kepala Urusan Pemeliharaan
Tugas Pokok : Memimpin, melakukan dan bertanggung jawab atas
pelaksanaan kegiatan mesin-mesin Unit produksi berdasarkan rencana
kerja yang telah ditetapkan secara berdaya guna dan berhasil guna.
Fungsi :
a.
Memimpin dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan mesin-mesin
dalam keadaan siap pakai untuk mendukung kelancaran Unit
produksi.
b.
Menyusun rencana kebutuhan bahan pembantu/ penolong bidang
mekanik dan isntalasi.
c.
Mempertanggung jawabkan mutu hasil pemeliharaan dan perbaikan
pekerjaan dibidang tehnik, mesin dan instalasi.
d.
Melaksanakan
pembinaan
dan
perlindungan
personil
yang
diperbantukan kepadanya baik segi tehnik maupun administrasi,
disiplin kerja, kesehatan dan keselamatan kerja.
e.
Mengambil langkah/ mengkoordinasikan pengamanan seluruh asset
Perusahaan.
f.
Menyajikan laporan kemajuan pekerjaan dan melakukan evaluasi
pelaksanaan serta memberikan saran kepada Pimpinan.
g.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
64
15. Asman Persediaan
Tugas Pokok
: Membantu Manager Pemasaran & Kemitraan dalam
mengatur
menyelenggarakan
dan
penerimaan,
penyimpanan
dan
penumpukan serta pengamanan kayu-kayu bahan baku Industri dan hasil
hutan lainnya sesuai dengan petunjuk tehnik yang ada di TPK
bersangkutan.
Fungsi :
a.
Mengatur penimbunan/ penyimpanan kayu-kayu bahan baku Industri
dan hasil hutan lainnya yang diterima di TPK termasuk upaya
keamanan dan pengamanannya.
b.
Mengerjakan buku-buku persediaan kayu dan hasil hutan lainnya di
TPK.
c.
Menyelenggarakan administrasi persediaan kayu bahan baku industri
dan hasil hutan lainnya di TPK yang meliputi :
- Invoice untuk kayu ekspor
- Lelang besar dan penjualan langsung lainnya untuk kayu-kayu dan
hasil hutan produk Garden Furniture/ Finger Jointed laminating.
d.
Mengadakan pengecekan ukuran kubikasi, mutasi dan penerimaan
hasil hutan.
e.
Menyelenggarakan administrasi penambahan dan pengurangan hasil
hutan.
f.
Membuat SKSHH angkutan hasil hutan beserta lampiran dan
registernya.
65
g.
Menyelenggarakan pengadministrasian kayu-kayu dan hasil hutan
untuk EG.
h.
Melaksanakan pembinaan dan perlindungan personil dari segi tehnik,
administrasi, disiplin kerja, kesehatan dan keselamatan kerja.
i.
Sebagai pembantu bendaharawan materiil hail hutan bertanggung
jawab atas penerimaan pengeluaran kayu, produk GF/ FJL dan hasil
hutan lainnya yang menjadi persediaan di TPK yang bersangkutan.
j.
Mengambil
langkah/
mengkoordinasikan kegiatan pengamanan
terhadap seluruh kekayaan Perusahaan.
k. Bertanggung jawab atas ketertiban, kelancaran pekerjaan, keamanan,
pengamanan di TPK Persediaan.
l.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan.
16. Kepala Urusan TPK. Input/ Out Put
Tugas Pokok : Melaksanakan ketatalaksanaan perusahaan dibidang TPK
Input/ Out put berdasarkan rencana kerja dan kebijakan yang telah
ditentukan untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang optimal.
Fungsi :
a.
Menyusun rencana kerja dan memimpin pelaksanaan operasional TPK
Input serta pengawasannya untuk menunjang kelancaran pemasokan
penghara (log)
b.
Mempertanggung jawabkan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan
dan pemasokan penghara (log)
66
c.
Melaksanakan penerimaan bahan baku dari KPH Suplies (Log) dan
menyerahkan kepada PGM sesuai dengan kebutuhan.
d.
Menyusun rencana kerja dan memimpin pelaksanaan operasional TPK
Input serta pengawasannya untuk menunjang kelancaran pemasokan
penghara (Log)
e.
Mempertanggung jawabkan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan
dan pemasokan penghara (Log)
f.
Melaksanakan penerimaan bahan baku dari KPH Suplies (Log) dan
menyerahkan kepada PGM sesuai dengan kebutuhan.
g.
Menyusun rencana kerja dan memimpin pelaksanaan operasional TPK
Out Put serta pengawasannya.
h.
Mempertanggung jawabkan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan
dan pemasaran/ penyerahan hasil produksi.
i.
Melaksanakan penerimaan BBI dari PGM dan hasil hutan lainnya dan
menyerahkan hasil produksi kepada bagian pengapalan (KPE) KSP
dan Pihak Ketiga dalam kemasan/ order yang telah ditentukan.
j.
Mengambil langkah/ mengkoordinir kegiatan pengamanan seluruh
asset Perusahaan.
k.
Menyajikan laporan kemajuan pekerjaan dan melakukan evaluasi
pelaksanaan serta memberikan saran kepada Pimpinan
l.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Pimpinan.
67
17. Asman Kemitraan
Tugas Pokok :
Membantu
Pimpinan
dalam
melaksanakan
ketatalaksanaan Perusahaan dibidang kemitraan sesuai ketentuan yang
berlaku berdasarkan azas saling menguntungkan.
Fungsi :
a.
Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KPH Supplies bahan
baku, guna kelancaran produksinya.
b.
Melakukan bimbingan dan pengawasan kepada Mitra agar kemitraan
dapat berjalan dengan baik dan saling menguntungkan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
c.
Melaporkan kepada Pimpinan secara periodic pelaksanaan dan hasil
kemitraan.
d.
Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan.
e.
Dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Manager
Pemasaran dan Kemitraan.
18. Asman Pemasaran
Tugas Pokok : Membantu tugas Manager Pemasaran dan Kemitraan dalam
melaksanakan tugas-tugas dibidang eksport demi kelancaran pekerjaan
Fungsi :
a.
Menyiapkan dokumen ekspor sesuai dengan Program Ekspor mulai
L/C diterima.
b.
Melaksanakan negosiasi dokumen sampai dengan pencairan WE
Eksport.
68
c.
Melaporkan Realisasi Eksport Harian dan bulanan.
d.
Market untuk Pemasaran Luar Negeri dan Dalam Negeri.
e.
Program Eksport terhadap Rencana Eksport dengan KSP.
f.
Penanganan Piutang terhadap Mitra Kerja.
g.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan.
19. Kepala Urusan Rencana Eksport
Tugas Pokok : Membantu tugas Asman Eksport dari pelaksanaan staping
sampai dengan pendistribusian serta pelaporan.
Fungsi :
a.
Membantu tugas Asman Eksport dari pelaksanaan penghitungan
Analisa laba rugi
b.
Sampai penerbitan COS
c.
Membuat laporan realisasi COS
20. Kepala Urusan Dokumen dan Pelayaran
Tugas Pokok : Membantu tugas Asman Eksport dari pelaksanaan staping
sampai dengan Negosiasi dokumen Eksport dan pendistribusian serta
pelaporan.
Fungsi :
a.
Penutupan PEB s/d kel;uar B/L, membuku kegiatan ekspor harian
menurut Cos dan L/C tiap hari untuk dilaporkan ke pimpinan (setiap
saat)
b.
Melaksanakan negosiasi dokumen sampai dengan pencairan WE
Ekspor.
69
c.
Melaporkan Realisasi Ekspor Harian dan bulanan.
d.
Menyiapkan kelengkapan dokumen Invoice, Packing List Weight List.
e.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.
21. Penguji Tingkat I
Tugas :
a. Melaksanakan
pembinaan
dan
pengawasan
terhadap
hasil
pengujian penguji kayu Tk II di TPK
b. Memberikan arahan dan pembinaan secara rutin kepada segenap
mandor pengolahan di pabrik – pabrik, agar mutu produksi sesuai
peraturan yang berlaku ( SNI, dll ) yang di tetapkan managemen
Kantor Unit
c. Bertanggung jawab terhadap kwalitas produksi hasil Industri
dengan bukti membubuhkan tanda tangan setiap daftar kapling (
DK 308 )
d. Bertanggung jawab secara administrasi kepada General Manager (
GM ), sedang secara tehnis kepada Wakil Kepala Seksi Pengawas
Pengujian dan Kepala Seksi Pengawas Pengujian
22. Penguji Tingkat II
Tugas :
a. Melaksanakan Pengujian hasil Industri ( Out Put ) kayu dan non
kayu, memberikan arahan dan pembinaan secara rutin kepada
segenap mandor penerimaan dan mandor kapling tentang tata cara
penerimaan dan pengaplingan sesuai peraturan yang berlaku
70
b. Bertanggung jawab terhadap kwalitas hasil hutan kayu dan non
kayu yang telah dilakukan pengujian dengan bukti membubuhkan
tanda tangan pada setiap Daftar Angkutan ( DK 304 ) yang telah di
koreksi dan Daftar Kapling ( DK 308 )
c. Bertanggung jawab langsung kepada penguji TK I
23. Asman Keuangan dan Kepala Urusan Keuangan
Tugas Pokok : Melaksanakan, mengatur dan melakukan koordinasi Urusan
Keuangan.
Fungsi :
a.
Membantu menyusun RAPB, RO dan Cash Flow
b.
Melaksanakan koreksi surat-surat bukti, pembukuan, pengajuan/
permintaan uang kerja, laporan dari bagian-bagian.
c.
Menyusun laporan pokok keuangan yang terdiri dari : Neraca, laporan
rugi laba, analisa keuangan dan pengamatan anggaran.
d.
Menyusun laporan pendukung antara lain :
Utang piutang, pengamatan barang gudang, mutasi persediaan hasil
hutan, perpajakan, IHH, BPPHH, laporan pelaksanaan pembangunan
dsb.
e.
Membantu menyusun laporan manajemen Keuangan
f.
Membantu menyusun petunjuk teknis pembukuan, perbendaharaan,
perpajakan.
g.
Melakukan bimbingan, pembinaan, pengawasan dan penilaian
terhadap bawahannya.
71
h.
Menyimpan dan mengarsipkan bukti-bukti Keuangan
i.
Melaksanakan tata usaha pengoperan hasil hutan
j.
Menyediakan bahan laporan untuk menyusun data dan informasi
k.
Membuat laporan pertanggungjawaban hasil hutan (Perni 39) dan
pertanggunan jawab HH (Perni 40b)
l.
Mengerjakan pembukuan dan administrasi penjualan hasil hutan
m. Melaksanakan pungutan retribusi lelang kecil, iuran Hasil Hutan
(IHH) dan biaya pengukuran pengujian Hasil Hutan (BPPHH)
n.
Melakukan bimbingan, pembinaan, Pengawasan dan penilaian
terhadap bawahannya
o.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan
24. Kepala Urusan SDM
Tugas Pokok :
Melaksanakan, mengatur dan melakukan koordinasi urusan SDM.
Fungsi :
a.
Membuat RO urusan SDM
b.
Mengerjakan surat-surat keputusan, daftar gaji, upah, tunjangantungangan, cuti, SPJ dinas, daftar keluarga dan restitusi pengobatan.
c.
Membuat usulan pensiun, mutasi/promosi dan penghargaan
d.
Mengurusi
asuransi,
taspen,
pajak
pendapatan
pegawai
dan
perlindungan tenaga kerja.
e.
Mengatur, menyimpan surat-surat rahasia, berkas kepegawaian, dan
daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP.3)
72
f.
Membuat laporan bidang kepegawaian, daftar nominative dan daftar
urut kepangkatan (DUK)
g.
Mengatur pelaksanaan ketertiban dan pembinaan pegawai
h.
Melakukan bimbingan, pembinaan, pengawasan dan penilaian
terhadap bawahannya
i.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan
25. Kepala Urusan Humas & Umum
Tugas Pokok :
Melaksanakan, mengatur dan melakukan koordinasi pekerjaan Umum dan
Gudang
Fungsi :
a.
Membuat RO urusan Humas dan Umum.
b.
Melaksanakan pekerjaan surat menyurat.
c.
Mengatur keperluan ATK dan Inventaris.
d.
Mengelola barang-barang inventaris, barang gudang dan aktiva tetap.
e.
Mengurus, memelihara dan mengatur pemakaian kendaraan dinas dan
alat-alat komunikasi.
4.2
f.
Melaksanakan pekerjaan urusan rumah tangga.
g.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan.
Indentitas Responden
Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian mengenai pengaruh
kompensasi, kompetensi, disiplin kerja, pengembangan karir terhadap kinerja
73
karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah dapat di lihat pada
tabel 4.2 penyebaran kuesioner berikut ini :
Tabel 4.2
Hasil Penyebaran Kuesioner
Keterangan
Kuesioner di sebar
Kuesioner kembali
Kuesioner rusak
Kuesioner diolah
Prosentase Kuesioner yang layak diolah
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Jumlah
93
93
93
100 %
Hasil penyebaran kuesioner memperlihatkan bahwa dari 93 kuesioner
yang di sebar kepada responden, semua kembali dan terisi dengan lengkap dan
baik. Maka dari hasil tersebut jumlah responden penelitian ini berjumlah 93 orang
responden.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan gambaran identitas responden
dilihat dari jenis kelamin, umur responden, pendidikan yang dapat diuraikan
sebagai berikut :
a.
Jenis Kelamin
Berdasarkan penelitian, maka gambaran mengenai jenis kelamin
responden dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini :
Tabel 4.3
Jenis Kelamin Responden
Jenis kelamin
Jumlah
Pria
88
Wanita
5
Jumlah
93
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Persentase
94,62 %
5,38 %
100 %
74
Berdasarkan tabel 4.3, dapat dilihat bahwa sebanyak 88 responden
atau 94,62 persen adalah pria, dan sebanyak 5 responden atau 5,38 persen
adalah wanita. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah adalah laki-laki.
b.
Umur Responden
Berdasarkan hasil penelitian, gambaran mengenai umur responden
dapat dilihat pada tabel 4.4 :
Tabel 4.4
Umur Responden
Usia
37-40
41-45
46-50
>50
Jumlah
2
8
24
59
Jumlah
93
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Persentase
2,15 %
8,60 %
25,81 %
63,44 %
100 %
Berdasarkan data 4.4 menunjukkan bahwa sebagian besar
responden adalah usia 37-40 tahun yaitu 2 responden atau 2,15 persen
kemudian responden yang berusia 41-45 tahun yaitu sebesar 8 responden
atau 8,60 persen kemudian responden 46-50 yaitu sebanyak 24 orang atau
25,81 persen, responden >50 yaitu sebanyak 59 orang atau 63,44 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagain besar responden KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah berusia lebih dari 50 tahun.
c.
Pendidikan Responden
Berdasarkan hasil penelitian, gambaran mengenai pendidikan
responden dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut
75
Tabel 4.5
Pendidikan Responden
Pendidikan
Jumlah
SD
4
SMP
15
SLTA
69
Diploma (D3)
1
Sarjana (S1)
4
Jumlah
93
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Persentase
4,30 %
16,13 %
74,19 %
1,08 %
4,30 %
100 %
Berdasarkan data pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa responden
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah berpendidikan SD
sebanyak 4 responden atau 4,30 persen sedangkan responden yang
berpendidikan SLTA sebanyak 69 responden atau 74,19
persen
sedangkan responden yang berpendidikan D3 sebanyak 1 responden atau
1,08 persen, responden yang berpendidikan S1 sebanyak 4 responden atau
4,30 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah berpendidikan SLTA.
4.3
Diskripsi Data
Berdasarkan hasil tanggapan 93 orang responden akan menguraikan secara
rinci jawaban responden yang dikelompokkan dalam kategori sebagai berikut :
STS
atau “Sangat Tidak Setuju”
diberi skor
=
1
TS
atau “Tidak Setuju”
diberi skor
=
2
N
atau “Netral”
diberi skor
=
3
S
atau “Setuju”
diberi skor
=
4
SS
atau “Sangat Setuju”
diberi skor
=
5
76
Selanjutnya dicari rata-rata dari setiap jawaban responden, untuk
memudahkan penilaian dari rata-rata tersebut maka digunakan interval untuk
menentukan panjang interval.
I=
=
R
K
5 1
 0,8
5
Maka interval dari kriteria rata-rata dapat diinterprestasikan sebagai berikut :
Sangat tidak baik
: 1,00 – 1,79
Tidak baik
: 1,80 – 2,59
Cukup baik
: 2,60 – 3,39
Baik
: 3,40 – 4,19
Sangat baik
: 4,20 – 5,00
a.
Tanggapan Responden terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Untuk mengetahui tanggapan responden pada KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah dapat dilihat dalam tabel 4.6 :
Tabel 4.6
Tanggapan Responden Terhadap Kinerja Karyawan
Indikator
F
STS
Skor
F
TS
Skor
F
N
Skor
Ketepatan waktu karyawan
dalam
menyelesaikan - 9
27
pekerjaan
Kuantitas
kerja
yang
- 11
33
dihasilkan karyawan
Kualitas kerja karyawan
- 14
42
dalam pekerjaan
Pengetahuan
karyawan
- 16
48
akan bidang pekerjaan
Nilai rerata variabel Kinerja karyawan
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
F
S
Skor
F
SS
Skor
Rerata
67
268
17
85
4,08
50
200
32
160
4,22
53
212
26
130
4,12
54
216
23
115
4,07
4,12
77
Berdasarkan data yang diperoleh dari jawaban responden pada kuesioner,
secara keseluruhan karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
memiliki persepsi yang baik mengenai kinerja karyawan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah, tercermin pada besarnya nilai rata-rata total
sebesar 4,12 (interval 3,40 – 4,19).
Kinerja karyawan diukur dengan waktu karyawan dalam menyelesaikan
pekerjaan, kuantitas kerja yang dihasilkan karyawan, kualitas kerja karyawan
dalam pekerjaan, pengetahuan karyawan akan bidang pekerjaan. Dalam indikator
tersebut dapat dilihat bahwa persepsi paling tinggi kuantitas kerja karyawan dalam
pekerjaan yaitu sebesar 4,22 yang berkategori sangat baik, sedangkan indikator
yang persespsinya paling rendah pengetahuan karyawan akan bidang pekerjaan
yang berkategori baik yaitu sebesar 4,07.
b.
Tanggapan Responden terhadap Kompensasi (X1)
Untuk mengetahui tanggapan responden pada KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah dapat dilihat dalam tabel 4.7 berikut ini:
Tabel 4.7
Tanggapan Responden Terhadap Kompensasi
Indikator
STS
F
Skor
Kompensasi
yang
diterima
karyawan
dalam bentuk nonfinansial
seperti
memberikan
penghargaan
Kompensasi
yang
diterima
karyawan
dalam bentuk finansial seperti
memberikan
gaji, upah, bonus dan
-
-
TS
F Skor
F
N
Skor
-
-
S
F
Skor
SS
F
Skor
-
16
48
42
168
35
175
4,19
-
17
51
40
160
36
180
4,20
Rerata
78
tunjangan
Nilai rerata variabel Kompensasi
4,20
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Berdasarkan data yang diperoleh dari jawaban responden pada kuesioner,
secara keseluruhan karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
memiliki persepsi yang baik mengenai kompensasi, tercermin pada besarnya nilai
rata-rata total sebesar 4,20 (interval 3,40 – 4,19). Hal ini dapat diartikan bahwa
kompensasi dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Kompensasi diukur dengan Kompensasi yang diterima karyawan dalam
bentuk non-finansial seperti memberikan penghargaan, Kompensasi yang diterima
karyawan dalam bentuk finansial seperti memberikan gaji, upah, bonus dan
tunjangan. Dalam indikator tersebut dapat dilihat bahwa persepsi paling tinggi
kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk finansial seperti memberikan
gaji, upah, bonus dan tunjangan yaitu sebesar 4,20 yang berkategori sangat baik,
sedangkan persepsi paling kecil adalah Kompensasi yang diterima karyawan
dalam bentuk non-finansial seperti memberikan penghargaan yang berkategori
baik yaitu sebesar 4,19.
c.
Tanggapan Responden terhadap Kompetensi (X2)
Untuk mengetahui tanggapan responden mengenai Kompetensi (X2) dapat
dilihat dalam tabel 4.8 :
Tabel 4.8
Tanggapan Responden Terhadap Kompetensi
Indikator
Minat
dan
STS
F
Skor
kecakapan -
TS
F
Skor
-
N
F
Skor
24
72
S
F
Skor
42 168
SS
F
Skor
27 135
Rerata
4.03
79
pegawai dalam berbagai
bidang yaitu karyawan
memiliki
minat
dan
kecakapan
dalam
melaksanakan tugas dari
organisasi
Kemampuan
pegawai
dalam
melaksanakan
pekerjaan yaitu karyawan
memiliki
kemampuan
dalam melakukan setiap
pekerjaan yang diberikan
Dalam bekerja pegawai
selalu
fleksibel
dalam
mengambil keputusan yaitu karyawan dapat bekerja
tanpa paksaan dari atasan
Dalam bekerja pegawai
selalu menangani keahlian
tanpa memandang golongan dan jabatan.
Kemampuan teknik kerja
pegawai
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
20
60
53
212
20
100
4,00
24
72
50
200
19
95
3,94
29
87
53
212
11
55
5
15
57
228
31
155
Nilai rerata variabel Kompetensi
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Berdasarkan data yang diperoleh dari jawaban responden pada kuesioner,
secara keseluruhan karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
memiliki persepsi yang baik mengenai kompetensi , tercermin pada besarnya nilai
rata-rata total sebesar 4,00 (interval 3,80 – 4,27). Hal ini dapat diartikan bahwa
kompetensi dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Kompetensi diukur dengan Minat dan kecakapan pegawai dalam berbagai
bidang yaitu karyawan memiliki minat dan kecakapan dalam melaksanakan tugas
dari organisasi, kemampuan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yaitu
karyawan memiliki kemampuan dalam melakukan setiap pekerjaan yang
diberikan, dalam bekerja pegawai selalu fleksibel dalam mengambil keputusan
yaitu karyawan dapat bekerja tanpa paksaan dari atasan dan dalam bekerja
3.80
4,27
4,00
80
pegawai selalu menangani keahlian tanpa memandang golongan dan jabatan yaitu
karyawan dalam bekerja sesuai dengan keahlian dan ketrampilan yang dimiliki.
Dalam indikator tersebut dapat dilihat bahwa persepsi paling tinggi karyawan
memiliki kemampuan di bidang pekerjaan yang bernilai 4,27 yang berkategori
sangat baik, sedangkan persepsi paling kecil adalah dalam bekerja pegawai selalu
menangani keahlian tanpa memandang golongan dan jabatan yaitu karyawan bekerja
sesuai dengan keahlian dan ketrampilan yang dimiliki yang berkategori baik sebesar
3,80.
d.
Tanggapan Responden terhadap Disiplin Kerja (X3)
Untuk mengetahui tanggapan responden mengenai Disiplin kerja(X3)
dapat dilihat dalam tabel 4.9 berikut ini :
Tabel 4.9
Tanggapan Responden Terhadap Disiplin Kerja
Indikator
STS
Skor
F
Ketegasan
perusahaan
dalam memberikan sanksi
kepada karyawan
Teladan
pimpinan
perusahaan
Keadilan akan pemberian
sanksi hukuman pada
karyawan
Norma dan peraturan
yang
berlaku
di
perusahaan
TS
Skor
F
F
N
Skor
F
S
Skor
F
SS
Skor
Rerata
-
-
-
-
21
63
42
168
30
150
4,09
-
-
-
-
12
36
52
208
29
145
4.18
-
-
-
-
15
45
51
204
27
135
4.12
-
-
-
-
17
51
46
184
30
150
4,13
Nilai rerata variabel Disiplin Kerja
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Berdasarkan data yang diperoleh dari jawaban responden pada kuesioner,
secara keseluruhan karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
memiliki persepsi yang baik mengenai disiplin kerja, tercermin pada besarnya
4,13
81
nilai rata-rata total sebesar 4,13 (interval 4,09– 4,18). Hal ini dapat diartikan
bahwa disiplin kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Disiplin kerja diukur dengan Ketegasan perusahaan dalam memberikan
sanksi kepada karyawan, teladan pimpinan perusahaan, keadilan akan pemberian
sanksi hukuman pada karyawan dan norma dan peraturan yang berlaku di
perusahaan. Dalam indikator tersebut dapat dilihat bahwa persepsi paling tinggi
kemampuan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yaitu teladan pimpinan
perusahaan yaitu sebesar 4,18 yang berkategori baik, sedangkan persepsi paling
kecil adalah ketegasan perusahaan dalam memberikan sanksi kepada karyawan
yang berkategori baik yaitu sebesar 4,09.
e.
Tanggapan Responden terhadap Pengembangan karir (X4)
Untuk mengetahui tanggapan responden mengenai Pengembangan karir
(X4) dapat dilihat dalam tabel 4.10 berikut ini :
Tabel 4.10
Tanggapan Responden Terhadap Pengembangan Karir
Indikator
F
STS
Skor
-
F
TS
Skor
-
F
9
21
16
N
Skor
27
63
48
S
F
52
51
44
Peningkatan pribadi
Peningkatan karir
Kenaikan jabatan
Kenaikan pangkat atau
15
45
49
golongan
Nilai rerata variabel Pengembangan Karir
Skor
208
204
176
F
32
21
33
SS
Skor
160
105
165
196
29
145
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Berdasarkan data yang diperoleh dari jawaban responden pada kuesioner,
secara keseluruhan karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
memiliki persepsi yang baik mengenai pengembangan karir, tercermin pada
Rerata
4,24
4,00
4,18
4,15
4,14
82
besarnya nilai rata-rata total sebesar 4,14 (interval 4,00 – 4,24). Hal ini dapat
diartikan bahwa pengembangan karir dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Pengembangan karir diukur dengan peningkatan pribadi, peningkatan
karir, kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat atau golongan. Dalam indikator
tersebut dapat dilihat bahwa persepsi paling tinggi kemampuan pegawai dalam
melaksanakan pekerjaan yaitu peningkatan pribadi yaitu sebesar 4,24 yang
berkategori sangat baik, sedangkan persepsi paling kecil adalah peningkatan karir
yang berkategori baik sebesar 4,00.
4.4
Uji Validitas dan Reliabilitas
4.4.1 Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk mengukur keabsahan pertanyaan didalam
kuesioner. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r
tabel untuk degree of freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel.
Besar (df) = 93-2 maka didapat angka 91, dan alpha = 0,05 didapat r tabel 0,2039,
analisanya menggunakan program SPSS dan outputnya bernama corrected item
total ketentuanya apabila nilai r hitung lebih besar dibanding r tabel maka
indikator/kuesioner valid. Berdasarkan tabel 4.4 dibawah ini menunjukkan bahwa
pada pegujian validitas untuk masing-masing variabel kompensasi, kompetensi,
disiplin kerja dan Pengembangan karir terhadap Kinerja karyawan Adapun hasil
dari pengujian validitas pada tabel 4.11 ditetapkan antara lain :
83
Tabel 4.11
Uji Validitas
Variabel
Kinerja karyawan
(Y)
Indikator
a.
b.
c.
d.
Kompensasi (X1)
a.
b.
Kompetensi (X2)
a.
b.
c.
d.
e.
Disiplin (X3)
a.
b.
c.
d.

Ketepatan waktu karyawan 0,05
dalam menyelesaikan pekerjaan
Kuantitas kerja yang dihasilkan 0,05
karyawan
Kualitas kerja karyawan dalam 0,05
pekerjaan
Pengetahuan karyawan akan 0,05
bidang pekerjaan
Kompensasi
yang
diterima 0,05
karyawan dalam bentuk nonfinansial seperti memberikan
penghargaan
Kompensasi yang diterima
karyawan
dalam
bentuk 0,05
finansial seperti memberikan
gaji, upah, bonus dan tunjangan
Minat dan kecakapan pegawai 0,05
dalam berbagai bidang yaitu
karyawan memiliki minat dan
kecakapan dalam melaksanakan
tugas dari organisasi
Kemampuan pegawai dalam 0,05
melaksanakan pekerjaan yaitu
karyawan memiliki kemampuan
dalam
melakukan
setiap
pekerjaan yang diberikan
Dalam bekerja pegawai selalu 0,05
fleksibel
dalam mengambil
keputusan yaitu karyawan dapat
bekerja tanpa paksaan dari atasan
Dalam bekerja pegawai selalu
menangani
keahlian
tanpa 0,05
memandang
golongan
dan
jabatan yaitu karyawan dalam
bekerja sesuai dengan keahlian
dan ketrampilan yang dimiliki
Kemampuan
Teknik
kerja
pegawai
sudah
dapat 0,05
dipertanggung jawabkan yaitu
karyawan memiliki kemampuan
di bidang pekerjaan yang
dilaksanakan
Ketegasan perusahaan dalam 0,05
memberikan
sanksi
kepada
karyawan
Teladan pimpinan perusahaan
0,05
Keadilan akan pemberian sanksi
hukuman pada karyawan
0,05
Norma dan peraturan yang
R
tabel
0,2039
Ket
r
Hitung
0,526
Valid
0,2039
0,660
Valid
0,2039
0,594
Valid
0,2039
0,719
Valid
0,2039
0,460
Valid
0,2039
0,460
Valid
0,2039
0,704
Valid
0,2039
0,440
Valid
0,2039
0,594
Valid
0,2039
0,664
Valid
0,2039
0,550
Valid
0,2039
0,648
Valid
0,2039
0,618
Valid
0,2039
0,677
Valid
84
Pengembangan
karir (X4)
a.
b.
c.
d.
berlaku di perusahaan
Peningkatan pribadi
Peningkatan karir
Kenaikan jabatan
Kenaikan
pangkat
golongan
atau
0,05
0,05
0,05
0,05
0,05
0,2039
0,2039
0,2039
0,2039
0,2039
0,360
0,584
0,666
0,654
0,534
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
Dapat dilihat dari tabel 4.11 dapat ketahui bahwa nilai r hitung lebih besar
dari 0,2039, sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap item pertanyaan dalam
kuesioner dinyatakan valid.
4.4.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk melihat tingkat konsistensi jawaban
didalam kuesioner. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai cronbach’s
alpha variabel dengan standar reliabilitas sebesar 0,600, yaitu apabila nilai
cronbach’s alpha  0,60 maka indikator/kuesioner yang dinyatakan reliabel.
Berikut hasil pengujian reliabilitas yang dilakukan terhadap variabel Kompensasi
(x1), kompetensi
(x2), disiplin kerja(x3), pengembangan karir (x4) dan kinerja
karyawan (Y)
Tabel 4.12
Uji Relibilitas Indikator Variabel
cronbach’s
alpha
1. Kompensasi
0,630
2. Kompetensi
0,803
3. Disiplin kerja
0,767
4. Pengembangan karir
0,797
5. Kinerja karyawan
0,806
Sumber : Data primer yang diolah, 2013
No
Variabel
Keterangan
Reliabel
Reliabel
Reliabel
Reliabel
Reliabel
Berdasarkan tabel 4.12 dapat diketahui bahwa masing-masing variabel
yaitu kompensasi, kompetensi, disiplin kerja, pengembangan karir dan kinerja
85
karyawan. Dengan demikian, hasil uji reliabilitas terhadap keseluruhan variabel
adalah reliabel.
Pengujian Asumsi Klasik
a) Pengujian Normalitas Data
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel
dalam penelitian ini telah terdistribusi secara normal.Model yang baik
adalah yang memiliki ditribusi data yang normal atau mendekati normal
(Ghozali, 2005).Hasil uji normalitas data dengan menggunakan analisis
grafik yaitu grafik normal P-plot menunjukkan titik-titik menyebar
disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis
diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal. Analisis grafik dapat
dilihat pada gambar 4.2 berikut ini :
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Dependent Variable: KINERJA
1.0
0.8
Expected Cum Prob
4.5
0.6
0.4
0.2
0.0
0.0
0.2
0.4
0.6
Observed Cum Prob
Gambar 4.2
P-Plot Normalitas Data
0.8
1.0
86
b) Pengujian Heterokedastisitas
Pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi apakah kesalahan
pengganggu dari model yang diamati tidak memiliki varians yang konstan
dari satu observasi-keobservasi lainnya. Untuk mengetahui ada tidaknya
gejala heteroskedetisitas dapat dilakukan dengan menggunakan grafik
heteroskesdasitas untuk memprediksi nilai variabel dependen dengan
variabel independen. Dari scatterplots terlihat titik-titik yang menyebar
secara acak serta tersebar diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y.
Terdapat gambar 4.3 heterokedastisitas :
Scatterplot
Dependent Variable: KINERJA
Regression Studentized Residual
2
1
0
-1
-2
-3
-4
-2
-1
0
1
Regression Standardized Predicted Value
Gambar 4.3
Uji Heterokedastisitas
2
87
Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan tidak terdapat
pola yang jelas dari titik-titik tersebut dan titik – titik menyebar diatas
maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa
model regresi yang digunakan dalam penelitian ini tidak memiliki gejala
adanya heteroskedastisitas, yang berarti bahwa tidak ada gangguan yang
berarti dalam model regresi ini.
c) Pengujian Multikolinearitas
Untuk mendeteksi gejala Multikolinearitas dilakukan dengan cara
melihat nilai (VIF) Variance Inflation Factor (Ghozali, 2005). Pada
perhitungan ini tidak ada satupun variabel independen yang memiliki VIF
lebih dari 10, maka data ini bebas dari Multikolinearitas. Sedangkan
berdasarkan nilai tolerance tidak ada satupun variabel independen yang
memiliki tolerance lebih dari 0,1. Untuk hasil selengkapnya dapat dilihat
dari tabel 4.13
Tabel 4.13
Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
1
KOMPENSASI
Tolerance
.752
VIF
1.330
KOMPETENSI
.637
1.571
DISIPLIN
.652
1.534
PENGEMBANGAN
.936
1.069
a. Dependent Variable: KINERJA
Sumber : Hasil Output data, 2013
88
Nilai VIF untuk masing-masing variabel independen dalam
persamaan memiliki nilai kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih besar
dari 0,10 maka semua variabel dalam model tidak terkena masalah
multikolinearitas.
4.6
Analisis Regresi Linier Berganda
Berikut hasil perhitungan regresi linier berganda antara variabel
kepemimpinan, kompetensi ,disiplin kerja , pengembangan karir terhadap Kinerja
karyawan (Y). Melalui proses perhitungan SPSS dapat diperoleh hasil pada tabel
4.14 sebagai berikut :
Tabel 4.14
Hasil Pengolahan Data Regresi Linier Berganda
Coefficients a
Model
1
(Constant)
KOMPENSASI
KOMPETENSI
DISIPLIN
PENGEMBANGAN
Unstandardized
Coefficients
B
Std. Error
.331
1.440
.336
.123
.183
.065
.362
.077
.223
.062
Standardized
Coefficients
Beta
.211
.236
.388
.250
t
.230
2.734
2.812
4.681
3.611
Sig.
.819
.008
.006
.000
.001
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
.752
.637
.652
.936
1.330
1.571
1.534
1.069
a. Dependent Variable: KINERJA
Sehingga dari persamaan rumus regresi linier berganda dapat diperoleh
hasil sebagai berikut :
Y =0,331 + 0,336 X1 + 0,183 X2 + 0,362 X3 + 0,223 X4
Hasil persamaan regresi berganda tersebut diatas memberikan pengertian
bahwa :
a.
Nilai konstanta 0,331 mempunyai arti bahwa apabila variabel-variabel bebas
yaitu kompensasi, kompetensi ,disiplin kerja , pengembangan karir itu
konstan atau tidak berubah maka perubahan kinerja karyawan positif.
89
b.
b1 (nilai koefisien regresi X1 )0,336 mempunyai arti bahwa jika kompensasi
(X1) KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah lebih ditingkatkan
sedangkan variabel lain adalah tetap (konstan) maka Kinerja karyawan juga
akan meningkat.
c.
b2 (nilai koefisien regresi X2) 0,183 mempunyai arti bahwa jika kompetensi
(X2) lebih ditingkatkan sedangkan variabel lain adalah tetap (konstan) maka
kinerja karyawan juga akan meningkat
d.
b3 (nilai koefisien regresi X3 ) 0,362 mempunyai arti bahwa jika disiplin
kerja (X3) lebih ditingkatkan sedangkan variabel lain adalah tetap (konstan)
maka Kinerja karyawan juga akan meningkat.
e.
b4 (nilai koefisien regresi X4 ) 0,223 mempunyai arti bahwa jika
pengembangan karir (X4) lebih ditingkatkan sedangkan variabel lain adalah
tetap (konstan) maka kinerja karyawan juga akan meningkat.
4.7
Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar
variabilitas variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen yang
ditunjukkan oleh nilai Adjusted R square (R2 ) yaitu sebesar 0,587 artinya
variabilitas variabel kompensasi, kompetensi, disiplin kerja, pengembangan karir
mampu menjelaskan kinerja karyawan (Y) sebesar 58,7 %, sedangkan sisanya
sebesar 41,3% dijelaskan oleh variabilitas variabel lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini. Hasil Output SPSS dari Koefisien determinasi dapat dilihat pada
tabel 4.15 sebagai berikut :
90
Tabel 4.15
Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model
1
R
R Square
.778a
.605
Adjusted
R Square
.587
Std. Error of
the Estimate
1.263
a. Predictors: (Constant), PENGEMBANGAN ,
KOMPENSASI, DISIPLIN, KOMPETENSI
b. Dependent Variable: KINERJA
Sumber : Hasil Output SPSS, 2013
4.8 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah persamaan regresi
yang diperoleh tersebut dapat dipertanggung jawabkan atau tidak. Bila hasil
analisis nanti menunjukkan bahwa persamaan regresi yang bersangkutan adalah
signifikan atau dapat dipertanggung jawabkan, maka persamaan regresi tersebut
dapat digunakan untuk meramalkan variabel Y dan sekaligus untuk membuktikan
hipotesis yang diajukan.
1.
Pengujian Hipotesis Secara Parsial (uji t)
Pengujian
hipotesis
secara
parsial
ini
dilakukan
dengan
menggunakan 5 langkah meliputi :
a.
Pengujian Hipotesis Kompensasi terhadap Kinerja karyawan
1)
Menentukan hipotesis
Ho
:
 1 = 0 Tidak ada pengaruh yang signifikan antara
kompensasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y)
Ha
:
 1  0 Ada pengaruh yang signifikan antara
kompensasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y).
91
2)
Mencari nilai kritis (  = 0,05 )
df = n-k-1
df = 93 – 4 – 1 = 88, diketahui nilai t tabel 1,9873
t tabel = t (  = 0,05/2 = 0,025 )
3)
Perhitungan untuk t hitung
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung
untuk kompensasi
adalah 2,734 dengan signifikansinya
sebesar 0,008, sedangkan pada taraf signifikansi sebesar 0,025
dengan df sebesar = 88 diperoleh nilai t tabel sebesar
1,9873sehingga nilai t hitung = 2,734> nilai t tabel = 1,9873.
Dengan demikian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang
signifikan antara kompensasi (X1) terhadap kinerja karyawan
(Y).
4)
Gambar
Daerah
penolakan Ho
Daera h
peneri maan
-1,9873
5)
Daerah
penolakan Ho
1,9873
2,734
Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu bahwa Ho ditolak dan Ha diterima
diartinya ada pengaruh antara kompensasi
terhadap kinerja
karyawan sehingga dugaan yang menyatakan tidak adanya
92
pengaruh signifikan antara kompensasi (X1) terhadap Kinerja
karyawan (Y) dapat diterima.
b.
Pengujian Hipotesis Kompetensi terhadap Kinerja karyawan .
1) Menentukan hipotesis
Ho
:  2=0 Tidak ada pengaruh yang signifikan diantara
kompetensi (X2) terhadap Kinerja karyawan (Y)
Ha
:  20
Ada
pengaruh
yang
signifikan
diantara
kompetensi (X2) terhadap Kinerja karyawan (Y)
2) Mencari nilai kritis (  = 0,05 )
df = n-k-1
df = 93 – 4 – 1 = 88, diketahui nilai t tabel 1,9873
t tabel = t (  = 0,05/2 = 0,025 )
3) Perhitungan untuk t hitung
Hasil
pengujian
hipotesis
dengan
menggunakan
SPSS
diperoleh nilai t hitung untuk kompetensi adalah 2,812 dengan
signifikansinya sebesar 0,006, sedangkan nilai t tabel diketahui
sebesar 1,9873sehingga nilai t hitung = 2,812> nilai t tabel =
1,9873. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
signifikan antara kompetensi (X2) terhadap kinerja karyawan
(Y).
4) Gambar
Daerah
penolakan Ho
-1,9873
Daera h
peneri maan
Daerah
penolakan Ho
1,9873
2,812
93
5) Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu bahwa Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya terdapat pengaruh antara kompetensi terhadap Kinerja
karyawan sehingga dugaan adanya pengaruh signifikan antara
kompetensi
(X2) terhadap kinerja karyawan
(Y) dapat
diterima.
c.
Pengujian Hipotesis Disiplin Kerja terhadap kinerja karyawan
1)
Menentukan hipotesis
Ho
:3=0 Tidak ada pengaruh yang signifikan antara
disiplin kerja (X3) terhadap kinerja karyawan (Y)
Ha
:30 Ada pengaruh yang signifikan antara disiplin
kerja (X3) terhadap kinerja karyawan (Y).
2)
Mencari nilai kritis (  = 0,05)
df = n-k-1
df = 93 – 4 – 1 = 88, diketahui nilai t tabel 1,9873
t tabel = t (  = 0,05/2 = 0,025 )
3)
Perhitungan untuk t hitung
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung
untuk disiplin kerja adalah 4,681 dengan signifikansinya
sebesar 0,000 sedangkan pada taraf sebesar 0,025 dengan df
sebesar = 88 diperoleh nilai t tabel sebesar 1,9873 sehingga
nilai t hitung = 4,681> nilai t tabel = 1,9873. Dengan demikian
94
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara
kompensasi kerja(X3) terhadap kinerja karyawan (Y).
4)
Gambar
Daerah
penolakan Ho
Daerah
penolakan Ho
Daera h
peneri maan
-1,9873
5)
1,9873
4,681
Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu bahwa Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya terdapat pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja
karyawan
sehingga dugaan yang menyatakan adanya
pengaruh signifikan antara Disiplin Kerja (X3) terhadap
kinerja karyawan (Y) dapat diterima.
d. Pengujian Hipotesis Pengembangan Karir terhadap Kinerja
karyawan
1)
Menentukan hipotesis
Ho :4=0 Tidak ada pengaruh yang signifikan antara
Pengembangan karir (X4) terhadap
kinerja
karyawan (Y)
Ha :40
Ada
pengaruh
Pengembangan
karyawan (Y).
karir
yang
(X4)
signifikan
antara
terhadap
kinerja
95
2)
Mencari nilai kritis (  = 0,05 )
df = n-k-1
df = 93-4-1 = 88, diketahui nilai t tabel 1,9873
t tabel = t (  = 0,05/2 = 0,025 )
3)
Perhitungan untuk t hitung
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung
untuk
pengembangan
karir
adalah
3,661
dengan
signifikansinya sebesar 0,001 sedangkan pada taraf sebesar
5% dengan df sebesar = 88 diperoleh nilai t tabel sebesar
1,9873sehingga nilai t hitung = 3,661> nilai t tabel = 1,9873.
Dengan demikian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
signifikan antara pengembangan karir (X4) terhadap kinerja
karyawan (Y).
4)
Gambar
Daerah
penolakan Ho
-1,9873
5)
Daera h
peneri maan
Daerah
penolakan Ho
1,9873
3,661
Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu bahwa Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya terdapat pengaruh antara pengembangan karir terhadap
Kinerja karyawan sehingga dugaan yang menyatakan adanya
96
pengaruh signifikan antara pengembangan karir (X4) terhadap
Kinerja karyawan (Y) dapat diterima.
2.
Pengujian Hipotesis Secara Simultan (uji F)
Uji F ini digunakan untuk membuktikan adanya pengaruh yang
signifikan antara pengembagan, kompensasi, disiplin, da kompetensi
terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah. Hasil uji F diperoleh hasil pada tabel 4.16 sebagai berikut :
Tabel 4.16
Hasil Uji F
ANOVAb
Model
1
Regression
Residual
Total
Sum of
Squares
214.904
140.322
355.226
df
4
88
92
Mean Square
53.726
1.595
F
33.693
Sig.
.000a
a. Predictors: (Constant), PENGEMBANGAN , KOMPENSASI, DISIPLIN, KOMPETENSI
b. Dependent Variable: KINERJA
Pengaruh secara bersama-sama antara kompensasi, kompetensi, disiplin
kerja dan pengembangan karir adalah sebesar 33,693 dengan sig. 0,000 < α =
0,05. Nilai sig. yang lebih kecil α = 0,05 menunjukkan diterimanya hipotesis
yang menyatakan pengembangan, kompensasi, disiplin, dan kompetensi
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah secara bersama-sama atau simultan.
4.9
Pembahasan
Penelitian mengenai pengaruh kompensasi, kompetensi, disiplin kerja dan
pengembangan karir terhadap kinerja karyawan pada KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah mengungkpkan hasil – hasil sebagai berikut :
97
4.9.1 Pengaruh antara Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan
Kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah. Hal ini dapat dilihat dari uji-t sebesar 2,734
dengan sig. 0,008 < α = 0,05.
Dengan adanya kompensasi yang diberikan perusahaan terhadap
karyawan, maka kinerja karyawan tersebut akan meningkat. Hal ini dibuktikan
pada penelitian di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah bahwa
responden yang menyatakan kompensasi yang diterima karyawan berupa finansial
seperti gaji, upah,bonus dan tunjangan rata – rata sebesar 4,20, serta kompensasi
yang diterima karyawan dalam bentuk finansial rata – rata 4,19. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa perusahaan memberikan kompensasi finansial bagi karyawan
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah yang kinerjanya baik sebagai
konstribusi yang mereka berikan kepada perusahaan. Maka kinerja karyawan akan
lebih baik karena mereka mendapatkan kompensasi finansial dari perusahaan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Aritonang
(2006) yang menyatakan kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
4.9.2 Pengaruh antara Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan
Kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah. Hal ini dapat dilihat dari uji-t sebesar 2,812
dengan sig. 0,06 < α = 0,05.
Ada lima karteristik kompetensi yaitu motif, ciri-ciri, konsep diri,
pengetahuan, dan ketrampilan. Jika karyawan semakin mempunyai pengetahuan
dan ketrampilan maka karyawan akan semakin berkompenten dalam menjalankan
98
pekerjaanya. Pada penelitian KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
terlihat bahwa responden menyatakan minat dan kecakapan pegawai dalam
berbagai bidang rata – rata 4,03, kemampuan pegawai dalam melaksanakan
pekerjaan rata – rata 4,00, dalam bekerja pegawai selalu fleksibel rata – rata 3,94,
dalam bekerja pegawai selalu menangani keahlian tanpa memandang golongan
dan jabatan rata – rata 3,80 serta karyawan memiliki kemampuan di bidang
pekerjaan yang dilaksanakan rata – rata 4,27. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah yang berkompenten
atau bekerja sesuai dengan kemamapuan di bidangnya maka karyawan dalam
menjalankan tugasnya semakin meningkat kinerjanya. Hasil penelitian ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Parlinda (2008) yang menyatakan
kompetensi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
4.9.3 Pengaruh antara Disiplin kerja terhadap Kinerja Karyawan
Disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah. Hal ini dapat dilihat dari dari uji- t sebesar 4,681
dengan sig. 0,00 < α = 0,05.
Disiplin pegawai yang baik akan mempercepat tercapainya tujuan
organisasi, sedangkan disiplin yang rendah akan menjadi penghalang dan
memperlambat pencapaian tujuan organisasi. Menurut Siagian (2008) disiplin
kerja dibutuhkan untuk menjaga agar prestasi pegawai meningkat.
Pada penelitian di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
terlihat bahwa responden yang menyatakan ketegasan perusahaan dalam
memberikan sanksi kepada karyawan rata – rata 4,09, teladan pimpinan
99
perusahaan rata – rata 4,18, keadilan akan pemberian sanksi hukuman pada
karyawan rata – rata 4,12 serta norma dan peraturan yang berlaku di perusahaan
rata – rata 4,13. Hasil tersebut menunujukkan bahwa teladan pimpinan perusahaan
di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah dalam memberikan contoh
kepada karyawannya dapat meningkatkan kinerja karyawan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah. Karyawan yang dapat mencontoh kinerja
pimpinanya maka hasil pekerjaanya akan semakin meningkat. Hasil penelitian ini
sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Zesbendri dan Ariyati (2010) yang
menyatakan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
4.9.4 Pengaruh antara Pengembangan karir terhadap Kinerja Karyawan
Pengembangan karir berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan KBM
IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah. Hal ini dapat dilihat di uji-t sebesar
3,611 dengan sig. 0,001 < α = 0,05.
Karir menunjukkan perkembangan pada karyawan secara individual dalam
jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam
suatu organisasi. Pengembangan karir adalah suatu yang menunjukkan adanya
peningkatan-peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur
karir yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan.
Pada penelitian di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah
terlihat bahwa responden yang menyatakan peningkatan pribadi rata-rata 4,24,
penignkatan karir rata- rata 4,00, kenaikan jabatan rata- rata 4,18 serta kenaikan
pangkat dan golongan rata – rata 4,15. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa
peningkatan pribadi dapat menentukan jenjang karir setiap individu, karena
100
pengembangan karir setiap individu berbeda tidak sama sebab ada beberapa faktor
yang menentukan jenjang karir sesorang yaitu kemampuan intelektual,
kemampuan dalam kepemimpinan dan kemampuan manajerial. Ketiga hal
tersebut senantiasa dibina oleh setiap karyawan, terutama mereka yang potensial
kalau ingin maju dalam karirnya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh M. Al
Amin (2010) yang menyatakan pengembangan karir berpengaruh terhadap kinerja
karyawan.
101
BAB V
PENUTUP
5.1
Simpulan
Berdasarkan penjelasan dan uraian yang ada di bab sebelumnya maka
dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
Kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja
karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah.
2.
Kompetensi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja
karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah.
3.
Disiplin kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja
karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah.
4.
Pengembangan karir berpengaruh signifikan dan positif terhadap
kinerja karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah.
5.
Kompensasi, kompetensi, disiplin kerja dan pengembangan karir
berpengaruh signifikan dan positif secara bersama-sama terhadap
kinerja karyawan di Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah.
5.2
Saran
Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka saran-saran yang dapat
penulis berikan adalah sebagai berikut :
101
102
1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja paling berpengaruh
terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah. Disiplin kerja diukur dengan ketegasan perusahaan dalam
memberikan sanksi kepada karyawan, teladan pimpinan perusahaan, keadilan
akan pemberian sanksi hukuman pada karyawan dan norma dan peraturan
yang berlaku di perusahaan. Dalam indikator tersebut dapat dilihat bahwa
indikator paling kecil adalah ketegasan perusahaan dalam memberikan sanksi
kepada karyawan yaitu sebesar 4,09 yang berkategori baik. Hal ini harus
menjadi perhatian bagi perusahaan karena ketegasan perusahaan dalam
memberikan sanksi kepada karyawan yang melanggar peraturan perusahaan
belum memadai. Maka dari itu perusahaan memberikan penghargaan berupa
kompensasi untuk karyawan yang selama satu bulan datang tepat waktu
dengan adanya hal tersebut maka karyawan akan termotivasi untuk lebih
disiplin, contohnya datang ke kantor lebih awal, akan tetapi jika karyawan
selama satu bulan penuh tidak datang tepat waktu maka harus diberikan surat
peringatan atau karyawan tersebut di mutasi bagian. Dan pimpinan juga harus
memberikan contoh kepada karyawannya agar datang ke kantor lebih awal.
2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap
kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah.
Kompensasi diukur dengan kompensasi yang diterima karyawan dalam
bentuk non-finansial seperti memberikan penghargaan, kompensasi yang
diterima karyawan dalam bentuk finansial seperti memberikan gaji, upah,
bonus dan tunjangan. Dalam indikator tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh
103
paling kecil adalah kompensasi yang diterima karyawan dalam bentuk nonfinansial seperti memberikan penghargaan yaitu sebesar 4,19 berkategori
baik. Hal ini harus menjadi perhatian bagi KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah karena kompensasi yang diterima karyawan dalam
bentuk non-finansial seperti memberikan penghargaan KBM IK Brumbung
Perum Perhutani Jawa Tengah belum memadai. Agar karyawan dapat
memperoleh kompensasi non finansial yang memadai maka perusahaan
memberikan fasiilitas liburan gratis kepada karyawan beserta keluarganya
yang memiliki prestasi kerja yang baik dan kenaikan golongan atau status
serta mendapatkan sertifikat karyawan terbaik bagi karyawan yang
berprestasi.
3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir berpengaruh
terhadap kinerja karyawan KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa
Tengah.
Pengembangan
karir
diukur
dengan
Peningkatan
pribadi,
peningkatan karir, kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat atau golongan.
Dalam indikator tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh paling besar adalah
kemampuan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yaitu peningkatan
pribadi yaitu sebesar 4,24 yang berkategori sangat baik, sedangkan indikator
paling kecil adalah Peningkatan karir yaitu sebesar 4,00 yang berkategori
baik. Hal ini harus menjadi perhatian bagi KBM IK Brumbung Perum
Perhutani Jawa Tengah karena peningkatan karir karyawan KBM IK
Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah belum memadai.
104
Maka perusahaan harus mengadakan seleksi karyawan untuk meningkatkan
golongan status karyawan dengan promosi jabatan sesuai dengan kriteria
perusahaan dan perusahaan memberikan pendidikan gratis bagi karyawan
yang kinerjanya baik, maka dari itu jika pendidikan karyawan semakin tinggi
maka peningkatan karirnya pun juga akan meningkat.
4.
Berdasarkan penelitian bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja
karyawan di KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah. Kompetensi
diukur dengan minat dan kecakapan pegawai dalam berbagai bidang yaitu
karyawan memiliki minat dan kecakapan dalam melaksanakan tugas dari
organisasi, kemampuan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yaitu
karyawan memiliki kemampuan dalam melakukan setiap pekerjaan yang
diberikan, dalam bekerja pegawai selalu fleksibel dalam mengambil
keputusan yaitu karyawan dapat bekerja tanpa paksaan dari atasan dan dalam
bekerja pegawai selalu menangani keahlian tanpa memandang golongan dan
jabatan yaitu karyawan dalam bekerja sesuai dengan keahlian dan
ketrampilan yang dimiliki. Dalam indikator tersebut dapat dilihat bahwa
pengaruh paling besar adalah kemampuan pegawai dalam melaksanakan
pekerjaan yaitu karyawan memiliki kemampuan dalam melakukan setiap
pekerjaan yang diberikan yaitu sebesar 4,27 yang berkategori sangat baik,
sedangkan indikator paling kecil adalah dalam bekerja pegawai selalu
menangani keahlian tanpa memandang golongan dan jabatan yaitu karyawan
dalam bekerja sesuai dengan keahlian dan ketrampilan yang dimiliki yaitu
sebesar 3,80 yang berkategori baik. Hal ini harus menjadi perhatian bagi
105
KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah karena dalam bekerja
pegawai selalu menangani keahlian tanpa memandang golongan dan jabatan
yaitu karyawan dalam bekerja sesuai dengan keahlian dan ketrampilan yang
dimiliki KBM IK Brumbung Perum Perhutani Jawa Tengah belum memadai.
Maka dari itu perusahaan harus memberikan pelatihan – pelatihan sesuai
dengan pekerjaan yang di kerjakan sekarang sehingga jika karyawan itu
semakin berkompetensi dalam pekerjaanya maka kinerjanya akan semakin
meningkat.
106
DAFTAR PUSTAKA
Alex. S. Nitisemito, 2001, Manajemen Personalia. Edisi Revisi, Penerbit Ghalia
Indonesia.
Anwar Prabu Mangkunegara. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan. PT. Refika Aditama. Bandung
Arikunto, Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian, Edisi Revisi VI, PT. Rineka
Cipta, Jakarta.
Applebaum, H Steven, Heather Ayre and Barbara T Shapiro, (2001), “Career
Management in Information Technology: A Case Study,” Career
DevelopmentInternational 7/3, 142-158
Dito. 2010. Human Resources Management. PT. Prenhalindo. Jakarta.
Faustino Cardosa Gomez. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Andi Offset.
Yogyakarta.
Gibson, 2008. “Perilaku organisasi”. Jakarta: Rineka Cipta.
Ghozali, Imam 2005, Aplikasi Analisis Multivariate SPSS, Edisi I, Badan Penerbit
Universitas Diponegoro, Semarang.
Hadari Nawawi. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. Jakarta
Hasibuan, Malayu. 2002. Organisasi dan Motivasi. Cetakan Keempat. Bumi
Aksara. Jakarta.
Hasibuan, Malayu. 2008. Organisasi dan Motivasi. Cetakan Keempat. Bumi
Aksara. Jakarta.
Handoko, Hani. 1991. Manajemen Personalia. BPFE Yogyakarta : Yogyakarta.
Handoko, Hani. 2001. Manajemen Personalia. BPFE Yogyakarta : Yogyakarta
Handoko, Hani. 2003. Manajemen Personalia. BPFE Yogyakarta : Yogyakarta.
Handoko, Hani. 2008. Manajemen Personalia. BPFE Yogyakarta : Yogyakarta.
Henry Simamora. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Ke-3. STIE
YKPN. Yogyakarta
107
James A. F. Mathis. Alfonsus Jackson, 2000, Manajemen Jilid I, Edisi 8,
Erlangga, Jakarta.
James A. F. Mathis. Alfonsus Jackson, 2008, Manajemen Jilid I, Edisi 8,
Erlangga, Jakarta.
Mahsun, M, 2006 , Pengukuran Kinerja Sektor Publik, BPFE Yogyakarta,
Yogyakarta
Manullang, 1989, Dasar — Dasar Manajemen, PT. Ghalia Indonesia, Jakarta.
Maryoto, Susilo, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
UGM.
Martoyo, Andi. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Erlangga : Jakarta.
Murdjianto. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bina Atmaja :
Bandung.
Moekijat. 2005. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. CV Mandar
Maju. Bandung
Murdijanto. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Gramedia : Jakarta.
Murdjianto. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bina Atmaja : Bandung.
Panggabean, Mutiara S. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan
Kedua. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Robbin, Steven. 1996. Perilaku Organisasi. Salemba Empat : Jakarta
Rivai Veithzal, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan, PT.
Grafindo Persada. Jakarta.
Sallis, Edward. 1993, Total Quality Management in Education. London: Kogan
Page Educational Series.
Setiawan, 2005, Metode Penelitian Bisnis ,STIE Widya Manggala , Semarang
Singarimbun, Masri.1995.Metode Penelitian Survei. LP3S, Jakarta
Singgih Santoso.2002.SPSS Versi II.5 Cetakan Kedua, Gramedia. Jakarta
Singodimedjo, Markum, 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia, SMMAS :
Surabaya
108
Siswanto. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia. Jakarta.
Sondang P Siagian. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara.
Jakarta.
Spencer LM & Spencer SM.1993. Competence at work Jhon Wiley & Sons
Sunarto. 2001. Asas – Asas Manajemen Sumber Daya Manusia.CV.Suc Press.
Bandung
Sutrisno, Edy 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Prenada Media Group,
Jakarta.
Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=l&submit.x=0&submit.y=0&qual=high
&f name=/j iunkpe/sl/eman/2008/j iunkpe-ns-s1-2008-31403361-9052anurdachapter2.pdf
109
KUESIONER
Nama saya Luvita Tiara Dewi mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro
Semarang yang sedang melakukan Skripsi. Pada saat ini kami sedang melakukan
penelitian
mengenai
PENGARUH
DISIPLIN
KERJA
KINERJA
KARYAWAN
DAN
KOMPENSASI,
PENGEMBANGAN
PADA
KOMPETENSI,
KARIR
KESATUAN
TERHADAP
BISNIS
MANDIRI
INDUSTRI KAYU BRUMBUNG PERUM PERHUTANI JAWA TENGAH.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara karena telah
memberi waktu luangnya untuk membantu penelitian kami.
Dibawah
ini
adalah
pertanyaan-pertanyaan
mengenai
pendapat
Bapak/Ibu/Saudara. Untuk pertanyaan di bawah ini, berilah tanda (X) pada butir
jawaban yang telah tersedia. Pilihlah jawaban yang paling sesuai menurut Anda.
Pernyataan (Skala 1-5)
Beri tanda (x) bila jawaban saudara sesuai dengan jawaban di bawah ini :
SS = Sangat setuju
TS
= Tidak Setuju.
S = Setuju
STS
= Sangat Tidak Setuju.
N = Netral
Identitas Responden
Nama
:
Jenis Kelamin
: Laki-laki / perempuan
Umur
: .......................Tahun
Status Marital
: Menikah / Belum Menikah
Pendidikan Terakhir :
a. SD
b. SMP
c. SLTA
d. Diploma ( D3 )
e. Sarjana ( S1 )
110
Variabel Kompensasi
No
Pernyataan
1.
Kompensasi yang diterima karyawan dalam
bentuk non-finansial
STS
TS
N
S
SS
STS
TS
N
S
SS
seperti memberikan
penghargaan selama ini sudah memadai
2.
Kompensasi yang diterima karyawan dalam
bentuk finansial seperti memberikan gaji,
upah, bonus dan tunjangan selama ini sudah
memadai
Variabel Kompetensi
No
Pernyataan
1.
Karyawan memiliki minat dan kecakapan
dalam melaksanakan tugas dari organisasi
2.
Karyawan
memiliki
kemampuan
dalam
melakukan setiap pekerjaan yang diberikan
3.
Dalam bekerja pegawai selalu fleksibel dalam
mengambil keputusan yaitu karyawan dapat
bekerja tanpa paksaan dari atasan
4.
Dalam bekerja pegawai selalu menangani
keahlian tanpa memandang golongan dan
jabatan yaitu karyawan dalam bekerja sesuai
dengan
keahlian
dan
ketrampilan
yang
dimiliki
5.
Karyawan memiliki kemampuan di bidang
111
pekerjaan yang dilaksanakan.
Variabel Disiplin Kerja
No
Pernyataan
1.
Perusahaan selalu memberikan sanksi yang
STS
TS
N
S
STS
TS
N
S
SS
tegas kepada karyawan yang melakukan
pelanggaran
2.
Pimpinan saya dapat menjadi teladan saya
untuk
melakukan
tindakan
disiplin
di
organisasi dimana saya bekerja
3.
Organisasi dalam memberikan sanksi selama
ini dilakukan dengan adil
4.
Karyawan
selalu
menaati
norma
dan
peraturan yang berlaku di organisasi
Variabel Pengembangan Karir
No
Pernyataan
1.
Tahapan karir yang ditetapkan perusahaan
selama ini sudah sesuai
2.
Kesempatan promosi jabatan yang diberikan
pada setiap karyawan selama ini sudah
memadai
3.
penyebaran informasi seputar kesempatan
promosi jabatan selama ini sudah merata
SS
112
4.
Instansi memberikan umpan balik terhadap
kemajuan karier karyawan
Variabel Kinerja Karyawan
No
Pernyataan
STS
1.
Saya selalu melaksanakan pekerjaan tepat
waktu sesuai dengan yang ditetapkan
2.
Kuantitas kerja saya
melebihi rata-rata
karyawan lain
3.
Kualitas kerja saya jauh lebih baik dari pada
karyawan lain
4.
Pengetahuan
saya
berkaitan
pekerjaan saya adalah baik
dengan
TS
N
S
SS
113
Reliability
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.806
N of Items
4
Item-Total Statistics
Scale Mean if
Item Deleted
12.43
12.29
12.39
12.44
Y1
Y2
Y3
Y4
Scale
Variance if
Item Deleted
2.683
2.187
2.283
2.097
Corrected
Item-Total
Correlation
.526
.660
.594
.719
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.800
.738
.771
.707
Reliability
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.630
N of Items
2
Item-Total Statistics
X1.1
X1.2
Scale Mean if
Item Deleted
4.20
4.20
Scale
Variance if
Item Deleted
.534
.512
Corrected
Item-Total
Correlation
.460
.460
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.a
.a
a. The value is negative due to a negative average covariance
among items. This violates reliability model assumptions. You
may want to check item codings.
Reliability
114
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.803
N of Items
5
Item-Total Statistics
X2.1
X2.2
X2.3
X2.4
X2.5
Scale Mean if
Item Deleted
16.27
16.17
16.23
16.13
15.89
Scale
Variance if
Item Deleted
3.894
4.731
4.285
3.896
4.771
Corrected
Item-Total
Correlation
.704
.440
.594
.664
.550
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.726
.808
.763
.740
.778
Reliability
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.767
N of Items
4
Item-Total Statistics
X3.1
X3.2
X3.3
X3.4
Scale Mean if
Item Deleted
12.42
12.45
12.37
12.41
Scale
Variance if
Item Deleted
2.616
2.468
2.626
3.070
Reliability
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
.797
N of Items
4
Corrected
Item-Total
Correlation
.648
.618
.677
.360
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.670
.684
.657
.818
115
Item-Total Statistics
X4.1
X4.2
X4.3
X4.4
Scale Mean if
Item Deleted
12.47
12.29
12.33
12.32
Scale
Variance if
Item Deleted
3.013
2.773
2.725
3.112
Corrected
Item-Total
Correlation
.584
.666
.654
.534
Cronbach's
Alpha if Item
Deleted
.759
.718
.723
.782
Regression
Model Summaryb
Model
1
R
R Square
.778a
.605
Adjusted
R Square
.587
Std. Error of
the Estimate
1.263
a. Predictors: (Constant), PENGEMBANGAN ,
KOMPENSASI, DISIPLIN, KOMPETENSI
b. Dependent Variable: KINERJA
ANOVAb
Model
1
Regression
Residual
Total
Sum of
Squares
214.904
140.322
355.226
df
4
88
92
Mean Square
53.726
1.595
F
33.693
Sig.
.000a
a. Predictors: (Constant), PENGEMBANGAN , KOMPENSASI, DISIPLIN, KOMPETENSI
b. Dependent Variable: KINERJA
a
Coefficients
Unstandardized Standardized
Coefficients
Coefficients
Model
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
.331
1.440
KOMPENSASI .336
.123
.211
KOMPETENSI
.183
.065
.236
DISIPLIN
.362
.077
.388
PENGEMBANGAN.223
.062
.250
a.Dependent Variable: KINERJA
t
.230
2.734
2.812
4.681
3.611
Collinearity Statistics
Sig. Tolerance VIF
.819
.008
.752
1.330
.006
.637
1.571
.000
.652
1.534
.001
.936
1.069
116
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Dependent Variable: KINERJA
1.0
Expected Cum Prob
0.8
0.6
0.4
0.2
0.0
0.0
0.2
0.4
0.6
Observed Cum Prob
0.8
1.0
117
Scatterplot
Dependent Variable: KINERJA
Regression Studentized Residual
2
1
0
-1
-2
-3
-4
-2
-1
0
1
Regression Standardized Predicted Value
2
Download