SCM tugas 4

advertisement
Zaman shogun samurai
Shogun
Shogun (将軍 Shōgun?) adalah istilah bahasa Jepang yang berarti jenderal. Dalam
konteks sejarah Jepang, bila disebut pejabat shogun maka yang dimaksudkan adalah
Sei-i Taishōgun (征夷大将軍?) yang berarti Panglima Tertinggi Pasukan Ekspedisi
melawan Orang Biadab (istilah "Taishōgun" berarti panglima angkatan bersenjata).
Sei-i Taishōgun merupakan salah satu jabatan jenderal yang dibuat di luar sistem
Taihō Ritsuryō. Jabatan Sei-i Taishōgun dihapus sejak Restorasi Meiji. Walaupun
demikian, dalam bahasa Jepang, istilah shōgun yang berarti jenderal dalam
kemiliteran tetap digunakan hingga sekarang. Sejak zaman Nara hingga zaman Heian,
jenderal yang dikirim untuk menaklukkan wilayah bagian timur Jepang disebut Sei-i
Taishōgun, disingkat shogun. Jabatan yang lebih rendah dari Sei-i Taishōgun disebut
Seiteki Taishōgun (征狄大将軍 panglima penaklukan orang barbar?) dan Seisei
Taishōgun (征西大将軍 panglima penaklukan wilayah barat?). Gelar Sei-i Taishōgun
diberikan kepada panglima keshogunan (bakufu) sejak zaman Kamakura hingga
zaman Edo. Shogun adalah juga pejabat Tōryō (kepala klan samurai) yang
didapatkannya berdasarkan garis keturunan. Pejabat shogun diangkat dengan
perintah kaisar, dan dalam praktiknya berperan sebagai kepala
pemerintahan/penguasa Jepang. Negara asing mengganggap shogun sebagai "raja
Jepang", namun secara resmi shogun diperintah dari istana kaisar, dan bukan
penguasa yang sesungguhnya. Kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan Kaisar
Jepang.
Zaman nara dan zaman heian
Kata "Sei-i" dalam Sei-i Taishōgun berarti penaklukan suku Emishi yang tinggal di
wilayah timur Jepang. Suku Emishi dinyatakan sebagai orang barbar oleh orang
Jepang zaman dulu. Sei-i Taishōgun memimpin pasukan penyerang dari arah pesisir
Samudra Pasifik, dan di bawah komandonya terdapat Seiteki Taishōgun yang
memimpin pasukan penyerang dari arah pesisir Laut Jepang. Selain itu dikenal Seisei
Taishōgun yang memimpin pasukan penakluk wilayah Kyushu di bagian barat Jepang.
Dalam perkembangannya, istilah "Sei-i" (penaklukan suku Emishi) diganti pada
zaman Hōki menjadi "Sei-tō" (penaklukan wilayah Timur). Namun istilah
"penaklukan suku Emishi" (Sei-i) kembali digunakan sejak tahun 793. Istilah "Sei-i
Shōgun" (jenderal penaklukan suku Emishi) mulai dipakai dalam dokumen resmi sejak
tahun 720 (Yōrō tahun 4 bulan 9 hari 29) ketika Tajihi Agatamori diangkat sebagai Seii Shōgun. Istilah "Sei-tō Shōgun" (jenderal penaklukan wilayah timur) mulai dipakai
sejak tahun 788 seperti catatan sejarah yang ditulis Ki no Kosami (730-797) yang ikut
serta dalam ekspedisi ke wilayah timur.
Pada tahun 790, Ōtomo no Otomaro ditugaskan sebagai Sei-tō Taishi (Duta Besar
Penaklukan Wilayah Timur). Dua tahun kemudian, nama jabatan tersebut diganti
menjadi Sei-i Shi (征夷使?, Duta Penaklukan Wilayah Timur), atau bisa juga disebut
Sei-i Shōgun (Jenderal Penaklukan Wilayah Timur).
Sakanoue no Tamuramaro diangkat sebagai Sei-i Taishōgun pada tahun 797 setelah
sebelumnya menjabat Wakil Duta Penaklukan Wilayah Timur sekaligus Wakil Duta
Penaklukan Suku Emishi di bawah komando Ōtomo no Otomaro. Pemimpin Emishi
bernama Aterei yang bertempur pantang menyerah akhirnya berhasil ditangkap oleh
Tamuramaro dan dibawa ke ibu kota, sedangkan selebihnya berhasil ditaklukkan.
Pada praktiknya, Sakanoue no Tamuramaro adalah Sei-i Taishōgun yang pertama atas
jasanya menaklukkan suku Emishi.
Selanjutnya dalam rangka peperangan melawan Emishi, Funya no Watamaro diangkat
sebagai Sei-i Shogun (Jenderal Penaklukan Suku Emishi) pada tahun 811. Perang
dinyatakan berakhir pada tahun yang sama, dan wakil shogun bernama Mononobe no
Taritsugu naik pangkat sebagai Chinju Shōgun. Istilah "chinjufu" berarti pangkalan
militer yang terletak di Provinsi Mutsu. Setelah itu, jabatan Sei-i Shōgun kembali
dipulihkan sejak tahun 814.
Zaman kamakura
Minamoto no Yoritomo memulai karier militer sebagai Tōryō (kepala klan Minamoto)
di wilayah Kanto. Jabatan kepala klan bukan merupakan jabatan resmi di bawah
sistem hukum Ritsuryō, dan kedudukan Yoritomo tidak jauh berbeda dengan Taira no
Masakado atau pemimpin pemberontak lain di daerah.
Pada tahun 1190, Yoritomo diangkat sebagai jenderal pengawal kaisar (Ukone no
Taishō) yang merupakan posisi resmi dalam pemerintahan. Jabatan sebagai jenderal
pengawal kaisar mengharuskannya tinggal di ibu kota Kyoto. Jabatan ini tidak sesuai
bagi Yoritomo yang berambisi menguasai secara total wilayah Kanto. Yoritomo
mengundurkan diri dari jabatan jenderal pengawal kaisar, namun tetap
mempertahankan hak istimewa sebagai mantan jenderal tertinggi (Sakino-u Taishō).
Setelah mantan Kaisar Go-Shirakawa mangkat, Minamoto Yoritomo diangkat sebagai
Sei-i Taishōgun pada tanggal 21 Agustus 1192. Pemerintahan militer yang didirikan
Yoritomo di Kamakura dikenal sebagai Keshogunan Kamakura.
http://id.wikipedia.org/wiki/Shogun
Samurai
Samurai (侍?), atau dalam bahasa Jepang disebut bushi (武士?, [bu͍ꜜ.ɕi̥ ]) or buke
(武家?), adalah bangsawan militer abad pertengahan dan awal-modern Jepang.
Menurut penerjemah William Scott Wilson: "Di Cina, karakter 侍 adalah kata yang
berarti menunggu atau menemani seseorang di jajaran masyarakat, dan ini juga
sebenarnya dari istilah aslinya dalam bahasa Jepang, saburau. Di kedua negara
tersebut istilah tersebut biasanya berarti "mereka yang melayani hadir dekat dengan
kaum bangsawan," kemudian lafal tersebut berganti menjadi saburai. menurut Wilson,
referensi awal untuk kata "samurai" muncul di Kokin Wakashū (905-914), kekaisaran
pertama antologi puisi, selesai pada bagian pertama abad ke-10. Pada akhir abad ke-12,
samurai menjadi hampir seluruhnya identik dengan Bushi, dan kata itu terkait erat
dengan ksatria kelas menengah dan atas. Samurai mengikuti seperangkat aturan yang
kemudian dikenal sebagai Bushido. walaupun samaurai masih kurang dari 10% dari
populasi Jepang, ajaran mereka masih dapat ditemukan hingga hari ini baik dalam
kehidupan sehari - hari maupun dalam seni bela diri modern Jepang. Istilah yang lebih
tepat adalah bushi (武士) (harafiah: "orang bersenjata") yang digunakan semasa
zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari
kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki.
Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut
ronin (harafiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut
hanshi. Samurai harus sopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa
berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa,
samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang
mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19,
samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional
menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal
sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana
aspek cara hidup mereka yang lain.
Etimologi
Perkataan samurai berasal pada sebelum zaman Heian di Jepang di mana bila
seseorang disebut sebagai saburai, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau
pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada era Azuchi-Momoyama
dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan
saburai bertukar diganti dengan perkataan samurai. Bagaimanapun, pada masa itu,
artinya telah lama berubah.
Pada era pemerintahan samurai, istilah awal yumitori (“pemanah”) juga digunakan
sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang
telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (kyujutsu), masih berkaitan erat dengan
dewa perang Hachiman.
Berikut adalah beberapa istilah lain samurai.
-Buke (武家) – Ahli bela diri
-Kabukimono - Perkataan dari kabuku atau condong, ia merujuk kepada gaya samurai
berwarna-warni.
-Mononofu (もののふ) - Istilah silam yang berarti panglima.
-Musha (武者) - Bentuk ringkasan Bugeisha (武芸者), harafiah. pakar bela diri.
-Si (士) - Huruf kanji pengganti samurai.
-Tsuwamono (兵) - Istilah silam bagi tentara yang ditonjolkan oleh Matsuo Basho
dalam haiku terkemukanya. Arti harafiahnya adalah orang kuat.
Senjata
Samurai menggunakan beberapa macam jenis senjata, tetapi katana adalah senjata
yang identik dengan keberadaan mereka, Dalam Bushido diajarkan bahwa katana
adalah roh dari samurai dan kadang-kadang digambarkan bahwa seorang samurai
sangat tergantung pada katana dalam pertempuran. Mereka percaya bahwa katana
sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebutan
untuk katana tidak dikenal sampai massa Kamakura (1185–1333), sebelum masa itu
pedang Jepang lebih dikenal sebagai tachi dan uchigatana, Dan katana sendiri bukan
menjadi senjata utama sampai massa Edo.
Apabila seorang anak mancapai usia tiga belas tahun, ada upacara yang dikenali
sebagai Genpuku. Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah wakizashi
dan nama dewasa untuk menjadi samurai secara resmi. Ini dapat diartikan dia diberi
hak untuk mengenal katana walaupun biasanya diikat dengan benang untuk
menghindari katana terhunus dengan tidak sengaja. Pasangan katana dan wakizashi
dikenali sebagai Daisho, yang berarti besar dan kecil.
Senjata samurai yang lain adalah yumi atau busur komposit dan dipakai selama
beberapa abad sampai masa masuknya senapan pada abad ke-16. Busur komposit
model Jepang adalah senjata yang bagus. Bentuknya memungkinkan untuk digunakan
berbagai jenis anak panah, seperti panah berapi dan panah isyarat yang dapat
menjangkau sasaran pada jarak lebih dari 100 meter, bahkan bisa lebih dari 200 meter
bila ketepatan tidak lagi diperhitungkan, Senjata ini biasanya digunakan dengan cara
berdiri di belakang Tedate (手盾) yaitu perisai kayu yang besar, tetapi bisa juga
digunakan dengan menunggang kuda. Latihan memanah di belakang kuda menjadi
adat istiadat Shinto, Yabusame (流鏑馬). Dalam pertempuran melawan penjajah
Mongol, busur komposit menjadi senjata penentu kemenangan, Pasukan Mongol dan
Cina pada waktu itu memakai busur komposit dengan ukuran yang lebih kecil, apalagi
dengan keterbatasannya dalam pemakaian pasukan berkuda.
http://id.wikipedia.org/wiki/Samurai
Restorasi meiji
Restorasi Meiji (明治維新 Meiji-ishin?), dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin,
Revolusi Meiji, atau Pembaruan Meiji, adalah serangkaian kejadian yang berpuncak
pada pengembalian kekuasaan di Jepang kepada Kaisar pada tahun 1868. Restorasi ini
menyebabkan perubahan besar-besaran pada struktur politik dan sosial Jepang, dan
berlanjut hingga zaman Edo (sering juga disebut Akhir Keshogunan Tokugawa) dan
awal zaman Meiji. Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga tahun
yang mencakup akhir zaman Edo dan awal zaman Meiji. Restorasi ini diakibatkan oleh
Perjanjian Shimoda dan Perjanjian Towsen Harris yang dilakukan oleh Komodor
Matthew Perry dari Amerika Serikat.
Aliansi sat cho melawan keshogunan
Pembentukan [[Aliansi antara pemimpin Domain Satsuma dan Kido Takayoshi
pemimpin Domain Choshu merupakan titik awal restorasi Meiji. Keduanya
mendukung Kaisar Kōmei (ayah Kaisar Meiji). Aliansi ini dicetuskan oleh Sakamoto
Ryoma, dengan tujuan melawan Keshogunan Tokugawa dan mengembalikan
kekuasaan kepada Kaisar. Pada 3 Februari 1867, Kaisar Meiji naik tahta setelah
wafatnya Kaisar Kōmei pada 30 Januari 1867. Semasa Restorasi Meiji, feodalisme
Jepang secara perlahan-lahan digantikan oleh ekonomi pasar dan menjadikan Jepang
sebagai negara yang dipengaruhi negara-negara Barat hingga kini.
Berakhirnya keshogunan
Keshogunan Tokugawa secara resmi berakhir pada 9 November 1867 ketika Shogun
Tokugawa ke-15, Tokugawa Yoshinobu "menyerahkan kekuasaan prerogatifnya
kepada Kaisar". Sepuluh hari kemudian Yoshinobu mengundurkan diri dari
jabatannya sebagai kepala negara. Peristiwa ini merupakan titik awal "restorasi"
kekuasaan kaisar (Taisei Hōkan), meskipun Yoshinobu masih tetap memiliki
kekuasaan yang signifikan. Tidak lama kemudian pada Januari 1868, pecah Perang
Boshin (Perang Tahun Naga) yang diawali dengan Pertempuran Toba-Fushimi. Dalam
pertempuran itu, tentara Domain Choshu dan tentara Domain Satsuma mengalahkan
tentara mantan keshogunan. Kekalahan tersebut memungkinkan Kaisar Meiji
mencopot semua kekuasaan yang dimiliki Yoshinobu, dan restorasi secara resmi dapat
dimulai. Pada 3 Januari 1869, Kaisar mengeluarkan deklarasi formal tentang
pengembalian kekuasaan ke tangannya:
Kaisar Jepang mengumumkan kepada semua kepala negara dari negara-negara asing
beserta tundukan mereka bahwa izin telah diberikan kepada Shogun Tokugawa
Yoshinobu untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah sesuai dengan permintaannya
sendiri. Mulai saat ini kami akan melaksanakan kekuasaan tertinggi untuk urusanurusan dalam dan luar negeri dari negara ini. Maka dari itu, semua penyebutan Taikun
dalam perjanjian-perjanjian yang telah dibuat harus diganti dengan perkataan Kaisar.
Para pejabat sedang ditunjuk oleh kami untuk melaksanakan urusan-urusan luar
negeri. Perwakilan-perwakilan dari negara-negara penandatangan traktat hendaknya
memaklumi pengumuman ini.
—3 Januari 1869 Mutsuhito, [1] Sejumlah petinggi keshogunan mengajak tentaranya
melarikan diri ke Hokkaido, dan mencoba mendirikan negara merdeka bernama
Republik Ezo. Namun tentara yang setia kepada kekaisaran mengakhiri upaya mereka
dalam Pertempuran Hakodate di Hokkaido, Mei 1869. Kekalahan tentara mantan
keshogunan yang dipimpin oleh Enomoto Takeaki dan Hijikata Toshizō menandai
tamatnya Keshogunan Tokugawa dan pemulihan sepenuhnya kekuasaan di tangan
Kaisar.
Penyebab
Penyebab Restorasi Meiji begitu banyak. Jepang baru menyadari betapa
terkebelakangnya mereka dibandingkan negara-negara lainnya di dunia setelah
datangnya Komodor Amerika Serikat Matthew C. Perry yang memaksa Jepang
membuka pelabuhan-pelabuhan untuk kapal-kapal asing yang ingin berdagang.
Komodor Perry datang ke Jepang menaiki kapal super besar yang dilengkapi
persenjataan dan teknologi yang jauh lebih superior dibandingkan milik Jepang saat
itu. Para pemimpin Restorasi Meiji bertindak atas nama pemulihan kekuasaan kaisar
untuk memperkuat Jepang terhadap ancaman kekuatan-kekuatan kolonial waktu itu.
Kata Meiji berarti kekuasaan pencerahan dan pemerintah waktu itu bertujuan
menggabungkan "kemajuan Barat" dengan nilai-nilai "Timur" tradisional.[2] Para
pemimpin utama, pembantu kaisar pada waktu itu di antaranya: Itō Hirobumi,
Matsukata Masayoshi, Kido Takayoshi, Itagaki Taisuke, Yamagata Aritomo, Mōri
Arinori, Ōkubo Toshimichi, and Yamaguchi Naoyoshi. Meskipun secara resmi
kekuasaan negara berada di tangan kaisar, kekuatan politik hanya bergeser dari
Keshogunan Tokugawa ke sebuah oligarki. Sebagian besar kekuasaan berada di tangan
pemimpin elite dari Provinsi Satsuma (Ōkubo Toshimichi, Saigō Takamori) dan
Provinsi Chōshū (Itō Hirobumi, Yamagata Aritomo, dan Kido Takayoshi). Mereka
mempertahankan praktik-praktik kekuasaan kaisar yang lebih tradisional, dan
menempatkan Kaisar Jepang sebagai satu-satunya otoritas spiritual negeri dan para
menteri yang memerintah atas nama kaisar.
Restorasi Meiji mengakselerasi industrialisasi di Jepang yang dijadikan modal untuk
kebangkitan Jepang sebagai kekuatan militer pada tahun 1905 di bawah slogan
"Negara Makmur, Militer Kuat" (富国強兵 fukoku kyōhei?)
Pemerintah Oligarki Meiji yang bertindak atas nama kekuasaan kaisar
memperkenalkan upaya-upaya mengonsolidasi kekuasaan untuk menghadapi sisa-sisa
pemerintahan zaman Edo, keshogunan, daimyo, dan kelas samurai.
Pada tahun 1868, semua tanah feodal milik Keshogunan Tokugawa disita dan dialihkan
di bawah "kendali kekaisaran". Tindakan ini sekaligus menempatkan mereka di bawah
kekuasaan pemerintahan baru Meiji. Pada tahun 1869, daimyo Domain Tosa, Domain
Hizen, Domain Satsuma, dan Domain Chōshū yang telah berjasa melawan kekuasaan
keshogunan, dibujuk untuk mau "mengembalikan domain mereka kepada kaisar."
Daimyo lainnya juga selanjutnya diperintahkan untuk melakukan hal yang sama.
Dengan adanya penghapusan wilayah domain, maka untuk pertama kalinya tercipta
pemerintahan Jepang yang terpusat dan berkuasa di semua wilayah negeri.
Pada tahun 1871, semua daimyo dan mantan daimyo dipanggil untuk menghadap
kaisar untuk menerima perintah pengembalian semua domain kepada kaisar. Sekitar
300 domain (han) diubah bentuknya menjadi prefektur yang dipimpin oleh gubernur
yang ditunjuk oleh negara. Pada tahun 1888, beberapa prefektur telah berhasil dilebur
menjadi satu sehingga jumlah prefektur menciut menjadi 75 prefektur. Kepada mantan
daimyo, pemerintah berjanji untuk menggaji mereka sebesar 1/10 dari pendapatan
bekas wilayah mereka sebagai penghasilan pribadi. Selanjutnya, utang-utang mereka
berikut pembayaran gaji serta tunjangan untuk samurai diambil alih oleh negara.
id.wikipedia.org/wiki/Restorasi_Meiji
PEMBAHASAN
2.1 PERANG DUNIA I (1914-1918).
Penyebab terjadinya Perang Dunia I ini dikelompokkan menjadi dua faktor yaitu
sebab-sebab secara umum dan sebab khusus yang menjadi pemicu meletusnya perang
dunia.
1.
Sebab umum perang dunia I
a.
Adanya pertentangan antara negara-negara eropa seperti antara Jerman
dengan Perancis, Jerman dengan Inggris dan Jerman dengan Rusia. Penyebab
pertentangan antara Jerman dengan Perancis karena Perancis ingin melakukan politik
kevanche, Perancis balas dendam terhadap Jerman atas kekalahannya pada perang
tahun 1870-1871. Sedangkan pertentangan antara Jerman dengan Inggris karena
Inggris merasa tersaingi oleh Jerman dalam bidang Industri, daerah jajahan dan
pembangunan Angkatan Laut yang dilakukan oleh Jerman.
Untuk penyebab pertentangan Jerman dan Rusia karena Jerman dianggap
menghalangi Politik Air Hangat Rusia yang akan menerobos ke laut tengah.
Dari penjelasan tersebut apakah Anda sudah paham ? kalau sudah memahami simak
penyebab perang berikutnya.
b.
Adanya politik persekutuan/System of Alliances politik persekutuan
tersebut terbentuk karena masing-masing negara di Eropa merasa terancam oleh
negara tertentu sehingga membentuk persekutuan yang memputai kesepakatan apabila
salah satu anggota persekutuan diserang, maka anggota yang lain harus
membantuinya. Politik persekutuan yang terbentuk adalah TRIPLE ALLIANTIE
tahun 1882 dengan anggotanya Jerman Austria dan Italia, sedangkan persekutuan
yang lain adalah TRIPLE ENTENE tahun 1907 yang beranggotakan Inggris, Rusia dan
Perancis. Sedangkan penyebab secara umum berikutnya adalah
c.
Perlombaan senjata yang timbul akibat adanya alliansi masing-masing
negara saling curiga mencurigai dan saling mempersenjatai diri.
2.
Sebab Khusus Perang Dunia I
Tahun 1914 tentara Austria mengadakan latihan perang di Bosnia. Bagi Serbia latihan
perang tersebut merupakan tindakan provokatif atau tantangan, karena Serbia ingin
menguasai Bosnia Herzegowna sebagai akibatnya putra mahkota Australia, yaitu Frans
Ferdinand yang mengunjungi latihan perang tersebut dibunuh Jerman untuk
mengumumkan perang kepada Rusia tgl 1 Agustus 1914, karena Rusia mendukung
Serbia. dan tgl 3 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada lagi terhadap
Jerman tgl 4 Agustus 1914.
3.
Pihak Yang Berperang
Pihak yang berperang dalam PD I adalah pihak sentral atau disebut Blok Jerman yang
terdiri dari empat negara yaitu, Jerman, Austria, Turki dan Bulgaria, sedangkan
lawannya adalah Blok Sekutu atau disebut Blok Perancis.
Blok Perancis terdiri dari 23 negara yaitu antara lain Perancis, Inggrism Rusia, Serbia,
Belgia dan Rumania. Italia masuk ke blok Perancis tahun 1915 setelah mengumumkan
perang terhadap Austria, karena ingin mendapatkan daerah Tirol selatan, Istria dan
Delmatia milik Austria. Amerika Serikat juga ikut Blok Perancis tahun 1917, karena
Jerman menenggelamkan kapal Lusitania milik Amerika Serikat.
Pada awalnya di berbagai Front Jerman dapat mengalahkan lawan-lawannya yaitu
sekutu, tetapi karena adanya blokade dari sekutu maka kehidupan di Jerman sangat
sulit menyebabkan timbulnya pemberontak di dalam negeri Jerman yang dilakukan
oleh kaum separatis (komunis) untuk menggulingkan pemerintah Jerman.
Hal ini menyebabkan Jerman harus mengakhiri perangnya dengan meletakkan senjata
pada tanggal 11- November 1918 di Compugne (sebelah utara Paris) Untuk menambah
ingatan Anda, silahkan Anda tulis pada tabel berikut ini sebab kekalahan Jerman
dalam Perang Dunia I.
Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan Jerman dilanjutkan dengan perjanjian
perdamaian antara negara yang kalah perang terhadap negara-negara sekutu yaitu
seperti Perjanjian Versailles antara Jerman dengan negara sekutu pada tanggal 28 Juni
1919 dimana dalam perjanjian tersebut Jerman harus menanggung semua beban biaya
perang.
Pemeran perjanjian Versailles adalah apa yang disebut sebagai the big four yang
terdiri dari Wilson (USA) Lioyd George (Inggris), Orlanda (Italia) dan Clemenceai
(Perancis).
Walaupun perjanjian peradamaian telah dilaksanakan sebagai akhir dari perang dunia
ini tetapi dampak dari perang tersebut sangat dirasakan oleh negara-negara di seluruh
dunia khususnya negara Eropa dan Amerika. Untuk lebih jelasnya pembahasan
terntang Dampak PD I silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
4.
DAMPAK/AKIBAT PERANG DUNIA I
Setelah Anda menyimak uraian materi tersebut di atas, tentu sedikit banyak Anda
memperoleh gambaran tentang akibat/dampak perang dunia I ini dalam berbagai
bidang kehidupan.
Perang Dunia I membawa dampak/akibat dalam berbagai kehidupan antara lain:
a.
Bidang Politik
Dampak/akibat yang ditimbulkan adalah adanya perubahan teritorial dan munculnya
paham-paham baru.
Perubahan teritorial terjadi karena tenggelamnya empat negara besar seperti Jerman,
Turki, Rusia dan Austria, dan munculnya negara-negara baru seperti Polandia,
Hongaria, Cekoslowakia, Yugoslavia dsb, serta adanya perubahan penguasaan
terhadap daerah jajahan yang disebabkan semua jajahan Jerman diambil alih oleh
Inggris, Perancis Jepang dan Australia.
Paham-paham politik baru yang muncul akibat PD I adalah Diktatorisme karena
demokrasi dianggap tidak mampu menyelesaikan kekacauan politik maupun ekonomi.
Diktatorisme yang muncul adalah Nazi di Jerman Fascisme di Italia, Nasionalisme di di
Turki dan Diktatorisme Proktariat di Rusia. Bagaimana jawaban Anda ? kalau sudah
seseuai simak uraian berikutnya
b.
Bidang Ekonomi
Akibat PD I yang ditimbulkan adalah adanya egoisme ekonomi yang merajalela
melalui penetapan perjanjian oleh negara-negara yang menang perang terhadap
negara yang kalah dan sebagai reaksinya. timbullah paham-paham politik ekonomi
seperti komunisme di Rusia, Fascisme di Italia, Nazi di Jerman.
Dampak dari adanya kekacauan ekonomi dan nasinalisme seperti yang dilakukan oleh
negara-negara tersebut diatas, menyebabkan timbulnya bea masuk yang tinggi
sehingga menghentikan perdagangan internasional. Hal tersebut berakibat terjadinya
Over Produksi di beberapa negara seperti USA dan Canada, yang akhirnya terjadi
Malaise atau krisis ekonomi tahun 1923 dan 1929.
c.
Bidang Sosial
Akibat yang ditimbulkan PD I adalah kesengsaraan dan kemiskinan karena
kehancuran perang dan munculnya gerakan emansipasi wanita dimana selama perang
berlangsung wanita perannya sama dengan laki-laki yang banyak dibutuhkan digaris
depan. Pengalaman wanita-wanita ini memperkokoh perasaan sama antara wanita dan
pria.
d.
Bidang Kerohanian
Kesengsaraan yang ditimbulkan oleh peperangan menumbuhkan keinginan untuk
melenyapkan peperangan dan menciptakan perdamaian yang kekal bagi ummat
manusia. untuk itu munculnya gerakan perdamaian yang berkembang antara tahun
1920-`931 yang di sebut dengan LBB (Liga Bangsa-Bangsa).
2.2 Liga Bangsa Bangsa ( LBB)
Setelah berakhirnya perang dunia, maka cita-cita untuk menciptakan perdamaian yang
abadi dengan melenyapkan perang dari muka bumi, selalu timbul setelah orang
mengalami kengerian peperangan besar. Hal tersebutlah yang mendorong berdirinya
Liga Bangsa Bangsa (Leahue of Nations). Dimana LBB ini merupakan gagasan dari
presiden USA yaitu Woodrow Wilson. Beliau mengusulkan suatu konsep perdamaian
yang disebut dengan "Peace Without Victory".
Usul tersebut kemudian menjelma menjadi Wilson's Fourteen Poin (14 pasal
perdamaian Wilson). Pasal-pasal inilah yang akhirnya menjadi landasan lahirnya LBB
pada tanggal 10 Januari 1920.
Pada awal berdirinya LBB mempunyai anggota 24 negara selanjutnya berkembang
menjadi 60 negara dengan berkedudukan di Jenewa, Swiss.
Pada intinya LBB bertujuan menjamin perdamian dunia, melenyapkan perang,
mengadakan diplomasi terbuka dan menaati hukum internasional dan perjanjian
internasional
Dalam susunan organisasi, LBB mempunyai empat badan utama yaitu Sidang Umum
(the council), Sekretariat Tetap (the secretary), Dewan Khusus dan Mahkamah
Internasional (the world court).
Sedangkan sifat dari keanggotaan LBB adalah sukarela, tidak mengikat, walaupun ada
sangsi berupa boikot untuk negara-negara yang melanggar tetapi negara lain sukarela
menjalankan atau tidak. Maka dengan hal tersebut pada akhirnya LBB mengalami
kegagalan dan tidak mampu menciptakan perdamaian dikarenakan negara-negara
besar menggunakan LBB untuk kepentingan sendiri.
Disamping hal tersebut LBB tidak mempunyai alat kekuasaan yang nyata untuk
memaksa suatu negara yang menentangnya untuk tunduk kembali ke LBB. Dan hal
inilah tujuan LBB tergelincir dari soal-soal perdamaian menjadi soal politik belaka,
akibatnya LBB menjadi alat politik negara-negara besar.
Bukti-bukti adanya kegagalan LBB dapat ditunjukkan ketika Jepang menyerbu
Manchuria tahun 1931, tetapi LBB tidak berbuat apa-apa, demikian pula ketika Italia
menduduki Abbessynia tahun 1935. Seruan LBB juga tidak didengar oleh Italia. Hal
inilah yang menjdi salah satu sebab terjadinya perang dunia II.
2.3 PERANG DUNIA II (1940-1945)
Lahirnya Negara-Negara Fasis
Negara fasis adalah negara yang menjalankan kekuasaan pemerintahannya dengan
cara diktator sehingga rakyat tidak bebas mengeluarkan pendapat. Sejak semula,
fasisme sangat menentang komunisme, sosialisme, dan liberalisme. Fasisme ingin
membentuk negara otoriter-totaliter.
Dalam negara yang otoriter-totaliter, seluruh aspek ekonomi, sosial dan politik
ditentukan oleh satu partai penguasa. Kaum fasis sangat mengutamakan dan
mengagungkan perang dan disiplin militer. Selain itu, negara fasis mengembangkan
perasaan nasionalisme yang sangat berlebihan (ultra nasionalisme atau chauvinisme)
disertai dengan semangat heroisme di kalangan masyarakat luas. Oleh sebab itu,
negara-negara fasis sangat agresif. Hal ini merupakan salah satu penyebab pecahnya
Perang Dunia II. Adapun, negara-negara yang melambangkan paham fasisme, yaitu
Italia dibawah Mussolini, Jerman dibawah Hitler, dan Jepang dibawah Kaisar
Hirohito.
•
Fasisime Italia di bawah Mussolini
Tidak hanya negara yang kalah perang yang mengalami masalah ekonomidalam
negerinya, tetapi negara-negara yang merasa menang perang pun tidak luput dalam
krisis tersebut. Italia yang masuk dalam Blok Sekutu pada waktu Perang Dunia I
mengalami masalah di bidang ekonomi di dalam negerinya sehingga mendorong
timbulnya gerakan dari partai yang menentang Raja Victor Immanuel III dibawah
pimpinan Benito Mussolini melalui partai fasis.
Meskipun Mussolini memegang kekuasaan pemerintahan secara diktator setelah
merebutnya dari tangan Raja Victor Immanuel III, ia tidak berhasil memulihkan
keadaan ekonomi negara. Dengan demikian, pemerintah memutukan untuk
mengalihkan perhatian rakyat dengan perang ke luar negeri, yaitu dengan menyerbu
Abbesinia (Ethiopoa) pada 1934.
•
Naziisme Jerman di bawah Hitler
Sebagai negara yang kalah dalam Perang Dunia I, situasi dalam negeri Jerman
mengalami krisis ekonomi yang sangat hebat, situasi ekonomi yang sangat labil, inflasi
melonjak, dimana-mana pengangguran bertamabah banyak. Sementara itu, selain
tidak bisa mengatasi masalah ekonomi, pemerintah juga tidak mampu menmbayar
utang ganti rugi perang kepada pihak Sekutu.
Ketidakmampuan pemerintah Jerman mengatasi krisis ekonomi mengakibatkan rakyat
tidak lagi mempercayai pemerintah sehingga mendorong timbulnya partai-partai baru
yang bersifat lebih keras, sperti Partai Spartacis (komunis), Partai Sosial Demokrat dan
Partai Sosialis Nasionalis. Parati terakhir ini disebut National Sozialistische Deutsche
Arbeiter Partie atau NAZI yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Kesengsaraan rakyat
menurut Hitler diakibatkan karena kalah perang. Orang komunis dan Yahudi disebut
sebagai pengacau ekonomi Jerman. Dalam bukunya Mein Kamf(Perjuanganku), Hitler
menyatakan bahwa dunia akan baik jika dipimpin oleh orang-orang Jerman sebab
orang Jerman ditakdirkan untuk menguasai negara-negara lain. Selama memimpin
Jerman, Hitler bertindak sangat diktator. Hitler bercita-cita melaksanakan
pemerintahan yang lebensraum(memperluas ruang hidup).
•
Militerisme Jepang dibawah Kaisar Hirohito
Pada masa Kekaisaran Hirohito, perindustrian Jepang semakin berkembang dan
kehidupan politik bertumpu dengan kuat pada pemerintahan parlementer. Akan tetapi,
kemunculan faktor-faktor baru pada masa itu dapat merusak dan menurunkan
wibawa dan pengaruh parati-partai politik, antara lain kehidupan perekonomian
bangsa Jepang semakin tdak menentu. Selain itu, kepercayaan rakyat terhadap partai
politik semakin merosot karena bebeapa skandal terbuka di muka umum. Keadaan ini
dimanfaatkan oleh kaum ekstrimis dan kaum militer sehingga memperburuk keadaan
Jepang saat itu. Bahkan, partai politik digabungkan dan rakyat dipaksa untuk
berperang melawan Cina.
Sejarah partai politik Jepang berakhir dengan dihapusnya seluruh partai politik dan
digantikan dengan sebuah gabungan partai nasional yang hanya formalitas saja. Sama
halnya dengan fungsi parlemen yang kurang mampu menyumbangkan gagasan atau
menyaring berbagai kebijakandari penguasa. Hal ini pula yang menyebabkan
timbulnya Perang Pasifik pada 1942.
Adapun penyebab Jepang menjadi imperium, antara lain:
o
kepadatan penduduk akibat kemajuan Jepang;
o
pembatasan imigrasi bangsa Jepang yang dilakukan bangsa lain;
o
kebutuhan bahan baku industri dan daerah pemasaran hasil-hasil industri;
o
Jepang selalu ingin menguasai dunia, sebagaimana yang dilakukan oleh negaranegar maju lainnya. Hal itu juga dilandasi oleh ajaran Shinto yang dianutnya tentang
Hakko Ichi U (dunia sebagai satu keluarga). Ajaran ini mengartikan bahwa dunia ini
disusun sebagai satu keluarga, dimana Jepang sebagai kepala keluarganya.
Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II
Keadaan damai di Benua Eropa pasca Perang Dunia I hanya berlansung tidak lebih dai
15 tahun. Pada periode 1930-an keadaan politik dunia kembali memanas menyerupai
kondisi politik pada 1900-1912, sebelum meletusnya Perang Dunia I. Maka negarnegara yang pernah terlibat dalam Perang Dunia I segera mempersiapkan diri untuk
menghadapi perang yang mungkin terjadi yang lebih dahsyat dari perang yang
sebelumnya.
Politik revanche ildea (semangat membalas) terus dikembangkan dan dihembuskan
oleh negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia I. Selain itu munculnya negara
fasis (totaliter), seperti Jerman, Italia, dan Jepang merupakan salah satu penyebab
meletusnya Perang Dunia II. Oleh karena itu, banyak orang mengatakan bahwa Perang
Dunia II merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I.
Pada hakikatnya, latar belakang Perang Dunia II sama dengan Perang Dunia I, yakni
terbagi atas sebab umum dan sebab khusus. Sebab umum melatarbelakangi
berkecemuknya politik dunia pasca Perang Dunia I.
•
Sebab umum
o
Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB)
LBB yang diharapkan dapat menjadi suatu lembaga yang dapat menciptakan
perdamaian dunia, ternyata tidak menjalankan peranannya dengan baik. Seperti pada
1935, ketika Italia melakukan agresi terhadap Ethiopia. LBB tidak dapat mncegah
agresi itu. Oleh karena itu, dalam waktu satu tahun, Italia dapat menguasai Ethiopia.
o
Perlombaan Senjata
Industri angkatan perang berkembang dengan pesat karena mendapat dukungan dari
keuangan negara. Sebagian besar anggaran belanja negara ditujukan untuk bidang
industri agar dapat membangun kembali industri yang telah hancur pada masa Perang
Dunia I.
Masing-masing negara berusaha saling mengungguli lawan-lawan mereka dengan
melengkapi persenjataannya. Curiga mencurigai diantara sesama negara Eropa sering
muncul sehingga menyebabkan masing-masing negara mempersiapkan diri untuk
menghadapi kemungkinan adanya serangan dari negara-negara lain atau untuk
menyerang negara lain.
o
Persekutuan dan Pertentangan Paham
Berkembangnya berbagai paham setelah Perang Dunia I telah menjadikan negaranegara Eropa membentuk persekutuan-persekutuan berdasarkan kepentingan ideologi
yang berkembang di negara masing-masing.
Menjelang Perang Dunia II, terdapat tiga paham yang saling bertentangan, yaitu
sebagai berikut:
Paham Komunis yang dipimpin Rusia (Blok Komunis),
Paham Fasis Totaliter dipimpin Jerman dan Italia (Blok Fasis),
Paham Demokrasi dan Liberalisme yang dipimpin Amerika Serikat, Inggris dan
Perancis (Blok Demokrasi).
Terjadinya blok-blok ini sebagai akibat dari timbulnya politik mencari kawan
yang sepaham dan seperjuangan (aliansi). Dari sinilah, mulai timbul saling mencurigai
antara satu negara (besar) dan negara (besar) lainnya.
Dunia Barat, termasuk Italia dan Jerman mulai mencurigai komunisme Rusia.
Selanjtnya, Rusia san Sekutunya mencurigai gerakan fasisme di Italia dan naziisme
yang berkembang pesat di Jerman. Ketegangan di antara negara-negara tersebut mulai
menghangat dan masing-masing pihak memperkuat dan mencari dukungan dari
negara lain.
•
Sebab Khusus
Sebab khusus yang memicu meletusnya Perang Dunia II adalah serangan Jerman atas
Polandia pada 1 Septemer 1939. Serangan yang dilancarkan Jerman ini telah
mengawali pertempuran dunia di front Eropa. Sedangkan sebab khusus yang
mengawali Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik adalah pemboman pangkalan
angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii oleh Jepang pada 7 Desember
1941. Pemboman ini telah mengawali berkobarnya Perang Pasifik atau Perang Asia
Timur Raya.
Jalannya Perang Dunia II
Setelah Jerman melancarkan serangan ke Polandia pada 1 September 1939, tiga hari
kemudian, 3 September 1939 Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap
Jerman. Maka, dimulailah Perang Dunia II antara Blok AS (Poros) yang dipimpin
Jerman dengan Blok sekutu yang dipimpin Inggris, dengan politik lebensraum, pada 9
April 1940 Tentara Jerman dalam waktu singkat melakukan serangan secara besarbesaran ke wilayah utara dan berhasil menduduki Denmark dan Norwegia. Pada 10
Mei 1941, pasukan Jerman melakukan serangan pula ke wilayah barat, yaitu ke negeri
Luxemburg, Belanda, Belgia dan selanjutnya mengancam Prancis.
Pada 10 Juni 1940, Italia terjun ke kancah peperangan dengan memihak Jerman.
Akhirnya dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari Jerman dan italia
selama 12 hari, Perancis dapat ditaklukan pada 22 Juni 1940. Selanjutnya Jerman
mencoba untuk menguasai Inggris. Namun serangan -serangan Jerman, baik angkatan
udara maupun darat dapat dipatahkan oleh pasukan Inggris dibawah pimpinan
Perdana Menteri Winston Churchill
Jerman dan Italia kemudian menduduki daerah Balkan dan mendapat perlawanan
sengit dari pasukan partisan Yugoslavia dibawah pimpinan Josep Broz Tito.
Pada 22 Juni 1941, Jerman memulai serangan-serangan ke arah timur, yaitu Rusia.
Serangan-serangan tersebut berhasil dengan gemulang sehingga negara-negara sekutu
dalam posisi bertahan. Namun pada musim dingin 1944, pasukan Rusia dapat
memukul mundur pasukan Jerman dengan menerobos jauh ke arah Polandia,
Rumania, Yugoslavia, Hongaria seringga dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah
Balkan.
Di Pasifik, Jepang telah memulai Perang Asia Timur Raya dengan melakukan
pengeboman terhadapa pangkalan militer AS di Pearl Harbour, Hawai pada 7
Desember 1941. Keesokan harinya, AS menyatakan perang dengan Jepang dan negara
Poros lainnya. Dalam waktu 100 hari, Jepang berhasil merebut koloni Inggris di
Malaya dan Burma, koloni Amerika di Filipina, koloni Belanda di Indonesia, dan
sejumlah pulau di Pasifik.
Untuk membalas serangan Jepang, sekutu menyusun strategi dengan melakukan taktik
"Loncat Katak" (Jumping Frog). Stategi ini dipimpin oleh Jendral Douglas Mac
Arthur dan Laksamana Chester Nimittz.
Pada 7 Mei 1942, sekutu berhasi menghancurkan tentara Jepang di laut Karang dekat
Papua. Setelah itu, pada 1945, sekutu berhasil merebut Filipina dan Indo-Cina. Tentara
Jepang akhirnya menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945 setelah sebelumnya
Hiroshima dan Nagasaki dibom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Sebelumnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Montgomery pada 23 Oktober 1942
mendapat kemenangan dalam Perang El-Alamein di Afrika Utara. Disusul oleh
kemenangan AS di Aljazair, Inggris-AS di Sisilia dan Italia Utara. Adapun, di Italia
serangan Sekutu mendapat perlawanan sengit dari pasukan Jerman. Namun, pada 3
September 1943 Italia akhirnya dapat ditaklukkan.
Pada 6 Juni 1944, Jendral Eisenhower memimpin pasukan sekutu untuk menyerang
Jerman yang menguasai Perancis di Norwegia, Normandia, dan Perancis Selatan.
Serangan-serangan itu berhasil dilancarkan dengan direbutnya Perancis pada 24
September 1944.
Pada awal 1945, pasukan sekutu melancarkan serangan langsung ke wilayah Jerman
dengan menghancurkan pusat-pusat industri Jerman dan berhasil menduduki kota
Berlin. Pasukan Jerman terdesak. Pada 7 Mei 1945, Jerman akhirnya menyerah
kepada Sekutu.
Dengan menyerahnya Jerman dan Jepang kepada Sekutu, berakhirlah Perang Dunia
II. Kekalahan yang dialami pada Perang Dunia I terulang kembali oleh Jerman dan
Italia.
Akhir dari Perang Dunia II ialah dengan penandatanganan Perjanjian Potsdam antara
Jerman dan Sekutu pada 17 Juli -2 Agustus 1945 dan Perjanjian San Fransisco pada 8
September 1951 antara Jepang dan Sekutu. Pihak yang kalah perang diharuskan ganti
rugi perang, pembagian wilayah, pembagian daerah-daerah yang direbut pada masa
perang. Selain itu, mereka yang bertindak sebagi otak Perang Dunia II dinyatakan
sebagai penjahat perang dan diadili di depan Mahkamah Internasional.
Akibat Perang Dunia II
Perang Dunia II merupakan perang terbesar dan terdahsyat yang peranah terjadi
selama ini. Perang ini menelan korban yang sangat besar, yakni sekitar 40 juta orang.
Perang ini juga membawa akibat besar bagi dunia terutama terjadi perubahanperubahan di bidang ekonomi, politik dan sosial.
•
Bidang Politik
o
Munculnya dua kekuatan besar dunia (adikuasa atau super power), yakni
Amerika Serikat dengan ideologi Demokrasi Liberalnya (liberalisme), dan Uni Soviet
dengan ideologi komunisnya.
o
Terjadi persaingan di antara kedua ideologi yang berbeda berakibat munculnya
perang dingin (cold war). Namun perang dingin ini sudah pudar bahkan berakhir
setelah Uni Soviet terpecah pada 1991 menjadiCommonwealth of Independent State
(CIS). Pada masa perang dingin ini kedua kekuatan mencoba mempengaruhi negaranegara sepaham untuk membentuk aliansi (persekutuan), seperti North Atlantic Treaty
Organization (NATO), yaitu fakta pertahanan Amerika Serikat bersama negara-negara
Eropa Barat. Adapun aliansi bentukan Uni Soviet adalah Pakta Warsawa, yaitu
pertahanan Uni Soviet bersama negara- negara Eropa Timur,
o
Munculnya negara-negara merdeka di Asia, seperti Indonesia, Filipina, India,
Pakistan dan Srilanka.
•
Bidang Ekonomi
Setelah Perang Dunia II berakhir, perekonomian dunia mengalami kekacauan sehingga
Amerika Serikat katakutan pihak komunis akan mempengaruhi negara-negara yang
sedang kesulitan. Untuk itu, Amerika Serikat memberikan bantuan (kredit) bagi
negara-negara Eropa yang hancur akibat Perang Dunia II. Misalnya melalui program
Marshall Plan 1947. Akibatnya, paham komunis dapat dibendung di wilayah Eropa
Barat. Selain itu, negara Jerman dan Jepang muncul sebagai negara industri besar
setelah mendapat bantuan dari Amerika Serikat.
•
Bidang Sosial
Munculnya keinginan yang kuat dari sebagian negara di dunia untuk menciptakan
perdamaian abadi. Dari tekad inilah muncul lembaga internasional yang berwibawa
dalam melakukan perdamaian, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun
1945. Adapun para pelopor pendiri PBB ialah Franklin Delano Roosevelt (AS), Winston
Churchill (Inggris) dan Josef Stalin (Uni Soviet).
simpulan
Dari uraian tersebut di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa selain akibat negatif
yang muncul, Perang Dunia juga membawa akibat positif. Dampak positif yang lahir
sebagai akibat Perang Dunia tersebut adalah lahirnya oraganisasi-organisai
perdamaian dunia.
http://historia-rockgill.blogspot.com/2011/12/perang-dunia-i-dan-ii_7863.html
bom atom di hiroshima dan nagasaki
Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama Perang
Dunia II terhadap kekaisaran Jepang oleh Amerika Serikat atas perintah Presiden
Amerika Serikat Harry S. Truman. Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang
lainnya, senjata nuklir "Little Boy" dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6
Agustus 1945, diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkan bom nuklir "Fat
Man" di atas Nagasaki. Kedua tanggal tersebut adalah satu-satunya serangan nuklir
yang pernah terjadi.
Bom atom ini membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki
pada akhir tahun 1945.[1] Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang
berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom.[2] Pada kedua kota,
mayoritas yang tewas adalah penduduk.
Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang
mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, menandatangani
instrumen menyerah pada tanggal 2 September, yang secara resmi mengakhiri Perang
Pasifik dan Perang Dunia II. (Jerman sudah menandatangani menyerah pada tanggal 7
Mei 1945, mengakhiri teater Eropa.) Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang
mengadopsi Three Non-Nuclear Principles, melarang negara itu memiliki senjata
nuklir.[3]
http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki
posting era modern setelah abad xx sekarang
Pada 31 Maret 1854, kedatangan Komodor Matthew Perry dan "Kapal Hitam"
Angkatan Laut Amerika Serikat memaksa Jepang untuk membuka diri terhadap
Dunia Barat melalui Persetujuan Kanagawa. Persetujuan-persetujuan selanjutnya
dengan negara-negara Barat pada masa Bakumatsu membawa Jepang ke dalam krisis
ekonomi dan politik. Kalangan samurai menganggap Keshogunan Tokugawa sudah
melemah, dan mengadakan pemberontakan hingga pecah Perang Boshin tahun 18671868. Setelah Keshogunan Tokugawa ditumbangkan, kekuasaan dikembalikan ke
tangan kaisar (Restorasi Meiji) dan sistem domain dihapus. Semasa Restorasi Meiji,
Jepang mengadopsi sistem politik, hukum, dan militer dari Dunia Barat. Kabinet
Jepang mengatur Dewan Penasihat Kaisar, menyusun Konstitusi Meiji, dan
membentuk Parlemen Kekaisaran. Restorasi Meiji mengubah Kekaisaran Jepang
menjadi negara industri modern dan sekaligus kekuatan militer dunia yang
menimbulkan konflik militer ketika berusaha memperluas pengaruh teritorial di Asia.
Setelah mengalahkan Cina dalam Perang Sino-Jepang dan Rusia dalam Perang RusiaJepang, Jepang menguasai Taiwan, separuh dari Sakhalin, dan Korea.[22]
Pada awal abad ke-20, Jepang mengalami "demokrasi Taisho" yang dibayang-bayangi
bangkitnya ekspansionisme dan militerisme Jepang. Semasa Perang Dunia I, Jepang
berada di pihak Sekutu yang menang, sehingga Jepang dapat memperluas pengaruh
dan wilayah kekuasaan. Jepang terus menjalankan politik ekspansionis dengan
menduduki Manchuria pada tahun 1931. Dua tahun kemudian, Jepang keluar dari
Liga Bangsa-Bangsa setelah mendapat kecaman internasional atas pendudukan
Manchuria. Pada tahun 1936, Jepang menandatangani Pakta Anti-Komintern dengan
Jerman Nazi, dan bergabung bergabung bersama Jerman dan Italia membentuk Blok
Poros pada tahun 1941[23]
Pada tahun 1937, invasi Jepang ke Manchuria memicu terjadinya Perang Sino-Jepang
Kedua (1937-1945) yang membuat Jepang dikenakan embargo minyak oleh Amerika
Serikat[24] Pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut
Amerika Serikat di Pearl Harbor, dan menyatakan perang terhadap Amerika Serikat,
Inggris, dan Belanda. Serangan Pearl Harbor menyeret AS ke dalam Perang Dunia II.
Setelah kampanye militer yang panjang di Samudra Pasifik, Jepang kehilangan
wilayah-wilayah yang dimilikinya pada awal perang. Amerika Serikat melakukan
pengeboman strategis terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota besar lainnya. Setelah AS
menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah tanpa
syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 (Hari Kemenangan atas Jepang).[25]
Perang membawa penderitaan bagi rakyat Jepang dan rakyat di wilayah jajahan
Jepang. Berjuta-juta orang tewas di negara-negara Asia yang diduduki Jepang di
bawah slogan Kemakmuran Bersama Asia. Hampir semua industri dan infrastruktur
di Jepang hancur akibat perang. Pihak Sekutu melakukan repatriasi besar-besaran
etnik Jepang dari negara-negara Asia yang pernah diduduki Jepang.[26] Pengadilan
Militer Internasional untuk Timur Jauh yang diselenggarakan pihak Sekutu mulai 3
Mei 1946 berakhir dengan dijatuhkannya hukuman bagi sejumlah pemimpin Jepang
yang terbukti bersalah melakukan kejahatan perang.
Pada tahun 1947, Jepang memberlakukan Konstitusi Jepang yang baru. Berdasarkan
konstitusi baru, Jepang ditetapkan sebagai negara yang menganut paham pasifisme
dan mengutamakan praktik demokrasi liberal. Pendudukan AS terhadap Jepang
secara resmi berakhir pada tahun 1952 dengan ditandatanganinya Perjanjian San
Francisco.[27] Walaupun demikian, pasukan AS tetap mempertahankan pangkalanpangkalan penting di Jepang, khususnya di Okinawa. Perserikatan Bangsa-Bangsa
secara secara resmi menerima Jepang sebagai anggota pada tahun 1956.
Seusai Perang Dunia II, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan
menempatkan Jepang sebagai kekuatan ekonomi terbesar nomor dua di dunia, dengan
rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 10% per tahun selama empat
dekade. Pesatnya pertumbuhan ekonomi Jepang berakhir pada awal tahun 1990-an
setelah jatuhnya ekonomi gelembung.[28]
http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang#Zaman_Modern
Download