pengaruh penguasaan konsep matematika dan kreativitas belajar

advertisement
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
PENGARUH PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA DAN
KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP PERILAKU DISIPLIN
SERUNI
[email protected]
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Teknik, Matematika dan IPA,
Universitas Indraprasta PGRI
Abstrak. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis
secara empiris pengaruh penguasaan konsep matematika dan kreativitas belajar secara
bersama-sama terhadap perilaku disiplin. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah
mahasiswa program studi matematika semester IV regular pagi universitas Indraprasta
PGRI Jakarta Selatan. Sampel penelitian sebanyak 100 yang diperoleh melalui metode
multi stage random sampling. Rancangan penelitian yang digunakan melalui teknik
korelasi dengan tiga variabel yang terdiri dari dua variabel bebas, yaitu penguasaan
konsep matematika dan kreativitas belajar serta satu variabel terikat, yaitu perilaku
disiplin. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner (variabel kreativitas
belajar dan perilaku disiplin) dan teknik tes (variabel penguasaan konsep matematika).
Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik korelasi dan regresi
ganda. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan analisis statistik deskriptif dan
uji persyaratan data (uji normalitas, uji linearitas, dan uji multikolinieritas). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan konsep
matematika dan kreativitas belajar terhadap perilaku disiplin, dengan koefisien korelasi
sebesar 0,781 dan koefisien determinasi 0,610 atau 61 % penguasaan konsep matematika
dan kreativitas belajar secara bersama-sama mempengaruhi perilaku disiplin. Persamaan
regresi yang dihasilkan Ŷ = 42,693 + 0,279X1 + 0,505X2. Hal ini dapat diartikan bahwa
semakin tinggi penguasaan konsep matematika seseorang maka semakin baik pula
perilaku disiplinnya dan semakin tinggi kreativitas belajar maka semakin tinggi perilaku
disiplinnya.
Kata kunci: penguasaan konsep matematika, kreativitas belajar, perilaku disiplin
Abstract. The general objective of this research is to discover and analyze empirically the
influence of mastery learning math concepts and creativity together to discipline
behavior. Affordable population in this study was student of mathematics university
fourth semester regular morning Indraprasta PGRI South Jakarta. 100 samples are
obtained through a multi- stage random sampling method. The research design used
through correlation techniques with three variables consisting of two independent
variables, namely mastery of mathematical concepts and creativity in learning as well as
the dependent variable, namely behavioral discipline. Data was collected through
questionnaire techniques (variable learning creativity and disciplined behavior) and
engineering tests (variable mastery of mathematics concepts). The collected data were
then analyzed using correlation and multiple regression techniques. Before the data were
analyzed, first performed descriptive statistical analysis and test data requirements
(normality test, linearity, and multicollinearity test). The results showed that: there is a
significant influence mastery of mathematical concepts and creativity to learn the
discipline of behavior, with a correlation coefficient of 0.781 and 0.610 coefficient of
determination or 61 % mastery learning math concepts and creativity jointly influence
- 250 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
the behavior of the discipline. The resulting regression equation y = 42.693 + 0.279X1 +
0.505X2. This may imply that the higher a person's mastery of mathematical concepts the
better the behavior of the higher discipline and creativity to learn the higher discipline
behavio.
Keywords: mastery of mathematical concepts, creativity, learning, behavioral discipline
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan
kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya yang meliputi jasmani
dan rohani. Pendidikan akan mengarahkan manusia pada perubahan sikap dan tingkah
laku sebagai akibat dari pengalamannya. Pendidikan formal dimulai dari tingkat Taman
Kanak-Kanak hingga tingkat yang tertinggi yaitu Perguruan Tinggi. Masing-masing
tingkat pendidikan memiliki tujuan yang berbeda sehingga materi pelajaran, metode
pengajaran dan lain-lain juga akan berbeda. Akan tetapi pada setiap tingkatan pendidikan
tersebut tidak akan terlepas dari kegiatan pokoknya.
Bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi era globalisasi dan era informasi,
dimana kemajuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni sangat pesat. Bangsa Indonesia
dituntut untuk dapat mencapai keunggulan menuju tingkat produktivitas nasional. Oleh
karena itu, seluruh rakyat harus memenangkan persaingan ini, yakni dengan jalan
menguasai berbagai bidang ilmu dan teknologi, keterampilan dan keahlian professional.
Semua bisa tercapai dengan adanya perilaku disiplin yang sangat tinggi, karena
dengan perilaku disiplin semua orang dapat mewujudkan apapun yang mereka inginkan.
Tapi pada kenyataannya perilaku disiplin itu sangat sedikit sekali orang yang
memilikinya, pada umumnya mahasiswa lebih senang melakukan perilaku
ketidakdisiplinan dibandingkan melakukan perilaku disiplin karena menganggap dirinya
sudah besar.
Dalam hal ini, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku disiplin
tersebut. Diantaranya minat belajar mahasiswa, mahasiswa akan berperilaku disiplin jika
mahasiswa menyukai atau senang dengan mata kuliah tersebut dan dosen yang mereka
minati atau senangi. Tapi sebaliknya ketika mereka tidak menyukai mata kuliah dan
dosen yang mengajar mereka, mereka akan berperilaku tidak disiplin misalkan dengan
datang terlambat, jarang mengerjakan tugas yang diberikan, jika ada tugas
mengerjakannya dengan malas–malasan. Faktor lain yang mempengaruhi perilaku
disiplin adalah perilaku yang mereka dapatkan di lingkungan sekitar mereka (lingkungan
kampus, masyarakat, dan keluarga), kesadaran diri sendiri, dan lain–lain.
Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang amat
pesat baik materi maupun kegunaannya. Matematika yang berasal dari bahasa latin
manthanain atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Sedangkan dalam
Bahasa Belanda adalah wiskunde yang berarti ilmu pasti yang kesemuanya berkaitan
dengan penalaran. Dalam perguruan tinggi matematika juga sangat penting dan selalu ada
pada setiap program studi, walaupun kadarnya tidak terlalu banyak dibandingkan pada
program studi matematika itu sendiri.
Sejalan dengan perkembangan iptek sangat memungkinkan semua pihak dapat
memperoleh informasi dengan mudah, cepat, dari berbagai sumber dan tempat. Dengan
demikian mahasiswa perlu memiliki kemampuan memilih dan mengelola informasi untuk
bertahan pada keadaan yang selalu dengan cepat berubah dan kompetitif. Kemampuan ini
perlu membutuhkan pemikiran dan sikap yang kritis, sistimatis, logis, kreatif dan cerdas.
- 251 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
Mata kuliah matematika merupakan mata kuliah yang mengembangkan
kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol–simbol serta
ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan
permasalahan dalam kehidupan sehari–hari. Namun umumnya mahasiswa selain program
studi matematika menganggap bahwa matematika adalah salah satu mata kuliah yang
tidak penting dan hanya menyusahkan saja. Sehingga banyak mahasiswa yang
meremehkan mata kuliah ini dan agak bermalas–malasan dalam mengikuti mata kuliah
ini.
Pada dasarnya mahasiswa di UNINDRA ini lebih kesulitan dalam menguasai dan
memahami dalam menyelesaikan soal–soal matematika yang diberikan oleh dosen. Hal
ini dikarenakan mahasiswa tidak menguasai konsep–konsep matematika yang telah
diberikan oleh dosen dalam proses pembelajaran dan ketidak korelasian jurusan mereka
pada waktu sekolah menengah. Faktor lain yang diduga dapat mempengaruhi hasil belajar
bila dilihat dari segi persiapan dalam proses pembelajaran adalah tingkat kegemaran
membaca buku pelajaran sebelum proses pembelajaran kurang sehingga kurang siap
mengikuti proses pembelajaran, mahasiswa kurang melakukan pelatihan soal–soal latihan
yang diberikan oleh dosen, mahasiswa kurang membiasakan membuat rangkuman atau
ringkasan materi untuk mempermudah dalam belajar atau mengikuti proses pembelajaran
di kelas, mahasiswa kurang bahkan mungkin tidak biasa bertukar pikiran atau berdiskusi
kelompok di luar proses pembelajaran, sehingga saat proses pembelajaran tidak
mempunyai ide dan catatan–catatan tentang kesulitan dalam materi pelajaran matematika.
Selain Faktor tersebut, mahasiswa pada umumnya kurang mampu membagi waktu dan
memanfaatkan waktu luang di luar kampus untuk melakukan kegiatan belajar, sehingga
banyak waktu yang terbuang sia–sia, serta menggunakan waktu–waktu belajar yang
mungkin kurang sesuai dalam artian tidak efektif untuk belajar matematika.
TINJAUAN PUSTAKA
Perilaku Disiplin
Prijodarminto (Tu’u, 2004:31) disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan
berbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan,
kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan keterikatan. Menurut Johar Permana, Nursisto
(1986:14), Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan
serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan,
keteraturan dan atau ketertiban
Maman Rachman (Tu’u, 2004:32) menyatakan disiplin sebagai upaya
mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan
kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan
kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. Gordon (1996:3-4) membedakan kata disiplin
dengan mendisiplin. Disiplin biasanya diartikan sebagai perilaku dan tata tertib yang
sesuai dengan peraturan dan ketetapan, atau perilaku yang diperoleh dari pelatihan,
seperti disiplin dalam kelas atau disiplin dalam tim bola basket yang baik. Sedangkan
kata mendisiplin didefinisikan sebagai menciptakan keadaan tertib dan patuh dengan
pelatihan dan pengawasan dan menghukum atau mengenakan denda, membetulkan,
menghukum demi kebiasaan.
Dari pengertian disiplin menurut para ahli di atas, maka perilaku disiplin dalam
penelitian ini adalah sikap atau tingkah laku mahasiswa yang taat dan patuh untuk dapat
menjalankan kewajibannya untuk belajar, baik belajar di kampus, belajar di rumah,
maupun di lingkungan masyarakat serta bertingkah laku sesuai dengan norma dan tata
tertib yang berlaku.
- 252 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
Penguasaan Konsep Matematika
Piaget berpendapat bahwa pada dasarnya setiap individu sejak kecilsudah
memiliki kemampuan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Mengkonstruksi
pengetahuan menurut Piaget dilakukan melalui proses asimilasi dan akomodasi terhadap
skema yang sudah ada. Skema adalah struktur kognitif yang terbentuk melalui proses
pengalaman (Sanjaya, 2006: 123-124). Menurut Jos (2001), konsep adalah gambaran
mental dari obyek, proses atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal
budi untuk memahami hal-hal lain. Sedangkan menurut Hudojo (2005:124), konsep
adalah suatu ide abstrak yang memungkinkan kita mengklasifikasikan objek-objek dan
peristiwa-peristiwa itu termasuk atau tidak ke dalam ide abstrak tersebut.
Penyajian konsep atau ide matematika yang baru harus didasarkan pada
pengalaman yang terdahulu karena mahasiswa akan ingat konsep-konsep yang baru lebih
baik bila konsep tersebut tidak bertentangan dengan konsep yang telah dikenal
sebelumnya (Hudojo, 2005:86). Dalam penguasaan konsep dan struktur matematika,
mahasiswa harus membentuk konsep atau struktur melalui pengalaman sebelumnya.
Konsep atau struktur baru haruslah bermakna bagi mahasiswa artinya konsep tersebut
cocok dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa serta relevan dengan kemampuan
kognitif (Hudojo, 2005:72).
Berdasarkan uraian diatas, penguasaan konsep matematika adalah produk dari
suatu kegiatan belajar seseorang untuk mengerti dan memahami suatu obyek-obyek atau
benda-benda melalui pengamatan dan pengalaman seseorang dalam menyelesaikan
masalah matematika.
Kreativitas Belajar
Istilah kreativitas di definisikan oleh para ahli secara berbeda-beda, sedemikian
beragam definisi tersebut sehingga pengertian kreativitas tergantung pada bagaimana
orang mendefinisikannya. Berdasarkan penekanannya, kreativitas adalah menghubungkan
dan menyusun suatu pengetahuan di dalam pikiran orang-orang yang berfikir fleksibel
untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Mungkin ide-ide yang surprise yang berguna.
Semiawan (1987:21) mengemukakan bahwa kreativitas adalah kemampuan
untuk membuat kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara, unsur data
atau hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Hurlock (1972:34) mengemukakan bahwa
kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi produk atau
gagasan baru yang penting atau ide-ide baru dan hal-hal yang belum diketahui
sebelumnya untuk diproduksi atau dihasilkan. Gulo dan Kartono (1987: 19)
mengemukakan bahwa kreativitas adalah (1) kapasitas khusus untuk memecahkan
masalah yang mungkin seseorang mencetuskan ide asli atau menghasilkan produk-produk
yang sesuai dan dapat dikembangkan penuh, (2) kemampuan mencapai pemecahan atau
jalan keluar yang sama sekali baru, asli dan imajinatif terhadap masalah yang bersifat
pemahaman, filosofis estetis ataupun yang lainnya.
Secara psikoligis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan
tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. “belajar juga adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai
hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto, 2003: 2).
Ahli pendidikan modern merumuskan bahwa belajar adalah suatu bentuk
pertmbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara
bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Aqib, 2003: 42). Belajar
merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia dan
berlangsung seumur hidup (Rohadi, 2003: 4). Dengan demikian belajar merupakan usaha
- 253 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah
prilakunya, jadi hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perubahan prilaku yang relatif
permanen pada diri orang yang belajar.
Berdasarkan teori dan uraian tersebut, maka kreativitas belajar adalah suatu
upaya yang positif dari diri mahasiswa dalam kegiatan belajar dengan mengoptimalkan
segala kemampuan baik cara berfikir maupun tindakan atau sikap positif.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Matematika di
Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Dimana penelitian ini dilaksanakan selama empat
bulan pada bulan Mei–Agustus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan metode survey korelasional dengan desain penelitian di bawah ini:
X1
Y
X2
Gambar 1. Desain Penelitian
Keterangan:
X1
= Penguasaan Konsep Matematika
X2
= Kreativitas Belajar
Y
= Perilaku Disiplin
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang mahasiswa,
yang diambil dengan teknik multistage random sampling, yaitu dengan membagikan
undangan kepada 100 mahasiswa semester IV Prodi Matematika Pagi yang datang
terlebih dahulu. Instrumen yang digunakan adalah angket untuk variabel kreativitas
belajar dan variabel perilaku disiplin. Sedangkan untuk penguasaan konsep matematika
dengan menggunakan tes. Analisis pengujian hipotesis menggunakan teknik korelasi dan
regresi ganda. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan analisis statistik
deskriptif dan uji persyaratan data (uji normalitas, uji linieritas, dan multikolinieritas).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Statistik Deskriptif
Tabel 1. Hasil Perhitungan Statistik Deskriptif
Ukuran Deskriptif
Penguasaan Konsep
Kreativitas Belajar Perilaku Disiplin
Matematika
(X2)
(Y)
(X1)
Mean
56,17
95,08
106,33
Median
56
96
107
Modus
56
96
105
Simpangan baku
13,925
8,53
9,615
Varians
193,900
72,761
92,446
- 254 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
Pengujian Persyaratan Analisis Data
Uji Normalitas
Kriteria uji normalitas
Jika Sign. > 0,05, maka Data berdistribusi normal
Jika Sign. < 0,05, maka Data tidak berdistribusi normal
Tabel 2. Hasil Perhitungan Uji Normalitas
Uji Linieritas
Kriteria Uji Linearitas
Jika Sign. < 0,05, maka persamaan regresi linear
Jika Sign. > 0,05, maka persamaan regresi tidak linear
Tabel 3. Hasil Perhitungan Uji Linieritas Penguasaan Konsep Matematika terhadap
Perilaku Disiplin
Tabel 4. hasil Perhitungan Uji Linieritas Penguasaan Konsep Matematika terhadap
Perilaku Disiplin
- 255 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
Uji Multikolinieritas
Kriteria Uji Multikolinieritas
Jika VIF > 10 atau Tolerance menjauhi angka 1, maka terdapat masalah multikolinieritas.
Jika VIF < 10 atau Tolerance mendekati angka 1, maka tidak terdapat masalah
multikolinieritas.
Variabel
Penguasaan Konsep
Matematika &
Kreativitas Belajar
Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas
Tolerance
VIF
Keterangan
0,535
1,870 Karena 1,870 < 10 atau 0,535
mendekati angka 1, maka tidah
terdapat masala multikolinieritas.
Dengan demikian tidak terdapat
hubungan kuat antara variabel bebas
Pengujian Hipotesis
Tabel 6. Korelasi Penguasaan Konsep Matematika dan Kreativitas Belajar
Terhadap Perilaku Disiplin
Tabel 7. Signifikan Hubungan Penguasaan Konsep Matematika dan Kreativitas
Belajar Terhadap Perilaku Disiplin
Tabel 8. Uji Signifikan Koefisien Regresi Ganda
- 256 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
1. Hipotesis 1 (X1 dan X2 terhadap Y)
H0 = Tidak terdapat pengaruh penguasaan konsep matematika dan kreativitas belajar
terhadap perilaku disiplin
H1 = Terdapat pengaruh penguasaan konsep matematika dan kreativitas belajar
terhadap perilaku disiplin.
Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa secara bersama-sama setiap kenaikan 1
poin penguasaan konsep matematika dan mianat belajar secara bersama-sama
signifikan (Fh = 75,820 dan sig = 0,000 < dari 0,05), maka Ho ditolak dan H1 diterima.
Dengan demikian terdapat pengaruh pengaruh penguasaan konsep matematika dan
kreativitas belajar terhadap perilaku disiplin.
2. Hipotesis 2 (X1 terhadap Y)
H0 = tidak terdapat pengaruh penguasaan konsep matematika terhadap perilaku
disiplin
H1 = terdapat pengaruh penguasaan konsep matematika terhadap perilaku disiplin
Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 poin penguasaan
konsep matematika akan diikuti dengan kenaikan sebesar 0,279. Dengan melihat
tabel 8 maka dapat disimpulkan hipotesis nol (H0) ditolak karena t0 = 4,655 dan nilai
sig = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Maka terdapat pengaruh penguasaan konsep
matematika terhadap perilaku disiplin.
3. Hipotesis 3 (X2 terhadap Y)
H0 = Tidak terdapat pengaruh kreativitas belajar terhadap perilaku disiplin
H1 = Terdapat pengaruh kreativitas belajar terhadap perilaku disiplin
Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 poin kreativitas
belajar akan diikuti dengan kenaikan perilaku disiplin sebesar 0,505. Dengan melihat
tabel 8 maka dapat disimpulkan hipotesis nol (H0) ditolak karena t0 = 5,163 dan nilai
sig = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Maka terdapat pengaruh kreativitas belajar terhadap
perilaku disiplin.
Pembahasan
Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika dan Kreativitas Belajar Secara
Bersama–sama Terhadap Perilaku Disiplin
Penguasaan konsep matematika adalah produk dari suatu kegiatan belajar
seseorang untuk mengerti dan memahami suatu obyek-obyek atau benda-benda melalui
pengamatan dan pengalaman seseorang dalam menyelesaikan masalah matematika.
Kreativitas belajar adalah suatu upaya yang positif dari diri peserta didik dalam
kegiatan belajar dengan mengoptimalkan segala kemampuan baik cara berfikir maupun
tindakan atau sikap positif
Perilaku disiplin adalah sikap atau tingkah laku peserta didik yang taat dan patuh
untuk dapat menjalankan kewajibannya dalam hal apapun, baik di sekolah, di rumah,
maupun di lingkungan masyarakat serta bertingkahlaku sesuai dengan norma dan tata
tertib yang berlaku.
Penguasaan konsep matematika lebih cenderung menjadikan seseorang menjadi
lebih kreativ, karena ketika mahasiswa mengerjakan soal matematika maka di tuntut
kretivitasnya dalam mengerjakan soal tersebut, dan juga dituntut lebih kreativ dalam
belajarnya agar lebih mudah dalam memahami konsep–konsep yang diberikan. Dengan
demikian jika seseorang yang menguasai konsep matematika dengan baik mereka
berperilaku disiplin maka dengan sendirinya jika seseorang memiliki kreativitas belajar
yang tinggi dengan sendirinya maka orang tersebut pasti berperilaku disiplin. Dengan
kata lain jika seseorang orang menguasai konsep matematika dan kreativitas belajarnya
tinggi maka orang tersebut pasti berperilaku disiplin.
- 257 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika Terhadap Perilaku Disiplin
Penguasaan konsep matematika adalah produk dari suatu kegiatan belajar
seseorang untuk mengerti dan memahami suatu obyek-obyek atau benda-benda melalui
pengamatan dan pengalaman seseorang dalam menyelesaikan masalah matematika.
Perilaku disiplin adalah sikap atau tingkah laku peserta didik yang taat dan patuh
untuk dapat menjalankan kewajibannya dalam hal apapun, baik di sekolah, di rumah,
maupun di lingkungan masyarakat serta bertingkahlaku sesuai dengan norma dan tata
tertib yang berlaku.
Pada dasarnya seseorang yang menyukai matematika dan menguasai konsep
matematika adalah orang–orang yang hidupnya sangat teratur, orang–orang yang selalu
mendisplinkan apapun. Karena buat mereka kedisiplinan adalah keteraturan sama halnya
seperti mereka mengerjakan sebuah soal matematika, tidak pernah ada seseorang
mengerjakan soal matematika dengan langkah–langkah yang asal–asalan, tapi pasti
mereka mengerjakan soal matematika tersebut dengan langkah terurut atau teratur. Hal itu
yang membuktikan bahwa seorang matematikawan atau orang yang mampu menguasai
konsep matematika pasti selalu hidup dengan disiplin.
Pengaruh Kreativitas Belajar Terhadap Perilaku Disiplin
Kreativitas berlaku untuk semua kegiatan dan semua bidang. Kreativitas secara
naluri terkandung pada setiap orang walaupun dengan derajat yang berbeda–beda. Tinggi
rendahnya kreativitas berbeda beda untuk setiap orang dan setiap bidang yang
dihadapinya dan dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan iyang dimiliki.
Adapun ciri kreativitas antara lain; mempunyai inisiatif, percaya pada diri sendiri,
keinginan untuk mendapatkan pengalaman baru dan berani menanggung risiko. Inisiatif
dapat menyebabkan siswa mampu untuk mencipakan hal–hal yang baru yang merupakan
hasil dari pikiran, baik berupa ide, gagasan maupun diwujudkan dalam benda konkret.
Keberhasilan dalam menciptakan hal–hal baru tersebut tidak terlepas dari sifat manusia
yang ingin mengaktualisasi dirinya, sehingga akan menimbulkan kepuasan dan
kepercayaan pada diri sendiri.
Perilaku disiplin seseorang juga melibatkan kreativitas dalam proses
pembentukannya, karena dalam kreativitas akan menimbulkan inisiatif dan pengalaman
baru yang akhirnya peserta didik dapat mengetahui konsekuensinya jika mereka tidak
berperilaku disiplin, sehingga mereka akan berlaku hati–hati dalam bersikap agar tidak
melanggar sebuah aturan.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan analisisnya, maka dapat dibuat kesimpulan
yaitu: pertama, terdapat pengaruh secara bersama–sama penguasaan konsep matematika
dan kreativitas belajar terhadap perilaku disiplin, yang artinya semakin tinggi penguasaan
konsep matematika dan semakin tinggi kreativitas belajar mahasiswa secara bersamasama maka akan semakin baik juga perilaku disiplinnya; kedua, terdapat pengaruh
penguasaan konsep matematika terhadap perilaku disiplin, yang diartikan semakin tinggi
penguasaan konsep matematika maka akan semakin baik juga perilaku disiplin; ketiga,
terdapat pengaruh kreativitas belajar terhadap perilaku disiplin, yang artinya semakin
mahasiswa berkreativitas dalam pelajaran matematika maka perilaku disiplinnya akan
semakin baik pula.
- 258 -
Jurnal Formatif 3(3): 250-259
ISSN: 2088-351X
Seruni – Pengaruh Penguasaan Konsep Matematika …
Saran
Mengingat pentingnya faktor penguasaan konsep matematika dan kreativitas
belajar untuk meningkatkan perilaku disiplin:
1. Bagi mahasiswa, mahasiswa hendaknya meningkatkan prestasi belajar yang
dilaksanakan oleh perguruan tinggi serta dapat meningkatkan penguasaan materi
kuliah dan ketrampilan–ketrampilan dalam memecahkan masalah, jangan mudah
putus asa untuk mencapai cita–cita di masa depan.
2. Bagi dosen, agar lebih meningkatkan dalam memberikan layanan pembelajaran di
perguruan tinggi, misalnya memberikan materi yang menarik seperti kiat sukses
dalam belajar dan juga memberikan simulasi–simulasi yang dapat membangkitkan
kreativitas belajar mahasiswa untuk dapat mencapai prestasi yang optimal.
3. Bagi orang tua, hendaknya senantiasa memperhatikan dan mengembangkan sikap
belajar anaknya kearahnya yang lebih baik, dengan sealu membina hubungan yang
harmonis dengan anaknya, artinya orang tua harus mengerti dan memahami
perbedaan individu maupun potensi yang dimiliki anaknya.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.
Gordon, T. 1996. Mengajar Anak Berdisiplin Diri di Rumah dan di Sekolah. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
Gulo, D dan Kartono, K. 1987. Kamus Psikologi. Bandung: Pionir Jaya.
Hudojo, H. 2005. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.
Malang: UM Press.
Hurlock, E. 1972. Child Development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha.
Rohadi, A. 2003. Media Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Semiawan, C, dkk. 1987. Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta: Gramedia.
Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta.
Tu’u, T. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.
- 259 -
Download