pengaruh pendidikan kesehatan tentang toilet

advertisement
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TOILET TRAINING
TODDLER TERHADAP PERILAKU IBU DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISLAM KARAKTER (PAUDIK) NURUL-QURAN
KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR
THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON TOILET TRAINING
TODDLER ON MOTHER’S BEHAVIOR IN EARLY CHILDHOOD
EDUCATION ISLAMIC CHARACTER (ECEIC ) NURUL – QURAN
DARUL IMARAH SUBDISTRICT – THE DISTRICTOF GREAT ACEH
Nurhayati*
Prodi D III Keperawatan Banda Aceh Poltekkes Kemenkes Aceh
Email: [email protected]
Abstrak: Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah PAUDIK Nurul Quran diketahui
bahwa sering ditemui murid yang bersembunyi, takut, ada yang menangis saat ingin
Buang Air Besar (BAB), ada beberapa anak yang masih suka ngompol ketika sedang
bermain. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang
toilet training todler terhadap perilaku ibu di PAUDIK Nurul Quran. Metode
penelitian adalah pre eksperiment dengan desain One group pre-post test. Penelitian
dilakukan dari Juni sampai dengan September 2015. Hasil penelitian didapatkan ada
pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu (p value=0,016=0,05),
ada pengaruh terhadap sikap ibu (p value= 0,000=0,05), dan tidak ada pengaruh
terhadap tindakan ibu (p value= 0,333>=0,05). Kepada ibu-ibu disarankan dapat
meningkatkan tindakan dalam mengajarkan toilet training pada anak-anak toddler
yang merupakan buah hati dalam keluarga.
Kata kunci : Pendidikan kesehatan, toilet training todler, perilaku ibu
Abstract: The result of the interview with the head master of the ECEIC Nurul Quran
known that often found out the pupils hid and felt afraid. There were some of then eho
cried when they wanted to defecate, there were also some of them who still prefered to
get wet on the their pants while playing. The aim of this research was to know the
influence of health education on the toilet training toddler on mother’s behavior in the
ECEIC Nurul Quran. The method of this research was pre experiment with the
design of one group pre-post test. The research was conducted from June to
September 2015. The result out that there was the influence of health education on
mother’s knowledge (p value= 0,016=0,05), there was the influence on mother’s
attitude (p value= 0,000=0,05), and there was not any influence on the mother's
actions (p value = 0.333 .> = 0.05), it was suggested that mother’s could improve
their action in dealing with toilet training by teaching the children as their sweet
heart in the family.
Keywords: Health education, toilet training toddlers, mother behavior
85
berkonsultasi kepada perawat untuk
PENDAHULUAN
Toddler
Masa
berada
pengkajian kesiapan toilet training. 1
dalam
rentang dari masa kanak-kanak mulai
Keberhasilan toilet training tidak
berjalan sendiri sampai mereka berjalan
hanya dari kemampuan fisik, psikologis
dan
yaitu
dan emosi anak itu sendiri tetapi juga
mendekati usia 12 sampai 36 bulan.
dari bagaimana perilaku orang tua atau
Toddler
berlari
dengan
tersebut
mudah
ditandai
dengan
ibu untuk mengajarkan toilet training
kemandirian
yang
secara baik dan benar, sehingga anak
diperkuat dengan kemampuan mobilitas
dapat melakukan dengan baik dan benar
fisik dan kognitif lebih besar. Toddler
hingga besar kelak. Keberhasilan toilet
terus
kewaspadaan
training tergantung pada kesiapan fisik,
terhadap kemampuan mereka untuk
intelektual, emosional dan motivasi
mengontrol
dengan
anak. Selain itu tergantung sikap orang
keberhasilan usaha ketrampilan baru.
tua/pengasuh dalam menerapkan toilet
Ketidakberhasilan
training pada anak. Orang tua atau
peningkatan
meningkatkan
dan
pengontrolan
perilaku
senang
usaha
dapat
negatif.
pada
menimbulkan
Perilaku
pengasuh
tersebut
yang
disiplin
dalam
menerapkan
toilet
paling sering terjadi pada saat orangtua
membantu
dalam
menghalangi tindakan mandiri pertama
pelaksanaan toilet training karena anak
kalinya pada anak. Orang tua melihat
akan
hal tersebut
control diri yang semakin matang. 2
sebagai perilaku yang
paling bermasalah selama usia toddler.
Pada
usia
3
tahun
ini
terbiasa
Blum
terjadi
training
keberhasilan
dengan
dan
akan
kemampuan
Taubman
dalam
3
Christophersen & VanScoyoc,
peningkatan ketrampilan daya gerak,
telah
kemampuan untuk melepaskan pakaian
empiris pada berbagai masalah toilet.
dan perkembangan kontrol sfingter
Salah satu studi mereka menyelidiki
memungkinkan
toilet
anak-anak yang bersembunyi pada saat
telah
ingin buang air besar. Para penulis
training
jika
anak
untuk
todler
menerbitkan
sejumlah
juga
studi
mengembangkan kemampuan kognitif
menyimpulkan
yang penting. Untuk maslah toilet
bersembunyi
training pada anak orangtua sering
penolakan bimbingan untuk buang air
besar,
85
karena
bahwa
perilaku
dikaitkan
dengan
sembelit,
dan
sulit
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Toilet Training Toddler … 86
memutuskan tinja. Penulis melaporkan
pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2015
bahwa menginstruksikan orang tua
pukul 08.30 pagi, penulis memperoleh
untuk menghindari asosiasi negatif
data jumlah anak-anak didik yang
ketika melatih toilet pada anak-anak
sedang belajar di PAUDIK Nurul
mereka. Instruksi tersebut memang
Quran adalah 16 orang. Sering ditemui
mengarah
pada
awal
anak-anak yang bersembunyi, takut, ada
pelatihan
toilet.
penelitian
yang menangis saat ingin Buang Air
menunjukkan bahwa orang tua harus
Besar (BAB), bahkan ada beberapa
dididik tentang tanda-tanda pelatihan
anak yang masih suka ngompol saat
toilet bermasalah (seperti bersembunyi,
sedang bermain. Hal itu sering terjadi
takut, nyeri
baik pada anak yang sedang belajar di
penyelesaian
Hasil
saat
buang air) dan
mengelola masalah jika mereka ingin
PAUD maupun di
buang air.
wawancara dengan guru-guru PAUD
Hasil penelitian tentang hubungan
Hasil
pada pukul 09.00 wib, mereka juga
pengetahuan dan sikap dengan tindakan
memberikan
ibu tentang toilet training pada anak
dengan Kepala Sekolah.
usia toddler (1-3 tahun) menunjukkan
TK A.
Hasil
gambaran
wawancara
yang
sama
dengan
5
bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang
orangtua toddler yang
toilet training yang baik 44 responden
anaknya di PAUDIK Nurul Quran,
atau
tingkat
didapatkan hasil 4 orang (80%) tidak
pengetahuan ibu tentang toilet training
mengerti dan tidak menerapkan toilet
46,8%,
yang
tidak
sedangkan
baik
responden(53,2%).
Andriyani
bahwa
(2014),
dari
31
4
terdapat
50
Hasil penelitian
5
menunjukkan
responden
yang
berpengetahuan kurang sebanyak 17
training
dengan
mengantar
berbagai
alasan.
Mereka menganggap bahwa BAK atau
BAB akan dapat di lakukan sendiri oleh
anak seiring dengan pertumbuhan dan
perkembangan
anak
yang
semakin
besar, tanpa harus ada latihan lebih
responden (54,8%) yang belum berhasil
dahulu,
melakukan toilet training pada anak-
mengerti dan sabar melatih anaknya
anak mereka.
tentang toilet training sejak anaknya
Melalui Studi pendahuluan yang
penulis
lakukan
melalui
metode
wawancara dengan Kepala Sekolah
hanya
20%
ibu-ibu
yang
mulai duduk atau mulai berjalan supaya
anaknya tidak mengompol jika sudah
besar.
87 Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes Vol. 9 No. 1, April 2016, 85-92
terikat adalah pengetahuan, sikap, dan
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian
tindakan ibu
analitik kuantitatif dengan rancangan
quasi experiment one group pre-post
HASIL PENELITIAN
test
Karakteristik Individu
design.
sebelum
Pengukuran
dan
setelah
dilakukan
diberikan
perlakuan berupa pendidikan kesehatan
tentang
toilet
training
Berdasarkan karakteristik responden,
diketahui
usia
responden
toddler.
mayaoritas berkisar antara usia >25-30
Rancangan ini dipilih karena penulis
tahun sebanyak 14 responden (87,5%),
tidak menggunakan kelompok kontrol.
pendidikan
Subyek penelitian dapat berupa benda
Pendidikan Tinggi (S1) sebanyak 10
hal atau orang dan merupakan sesuatu
responden
yang sangat penting kedudukannya
mayoritas
dalam
penelitian.
6
Adapun
responden
adalah
(62,5%),
bekerja
pekerjaan
15
responden
yang
(93,8%). Data hubungan responden
menjadi subjek dalam penelitian ini
dengan anak adalah anak kandung total
adalah seluruh ibu-ibu orang tua murid
16 responden (100%), mayoritas anak
PAUDIK Nurul-Qur’an di Kecamatan
pertama (ke 1) yaitu 12 responden
Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar
(75%), Jenis kelamin anak mayoritas
berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan
perempuan
menggunakan kuesioner pada tanggal 2
Status mengompol anak responden
Juni 2015 (pretes) dan pada tanggal 12
mayoritas masih mengompol sebanyak
September 2015 (postes).
9
Variabel
10
responden
responden
(56,3%),
(62,5%).
dan
Anak
bebas dalam penelitian ini adalah
responden minum susu sebelum tidur
pendidikan kesehatan tentang toilet
sebanyak 10 responden (62,5%) .
training toddler, sedangkan variable
A. Pengetahuan ibu tentang toilet training toddler.
Analisa Univariat
Tabel 1. Perbedaan Mean nilai Pengetahuan Ibu sebelum dan sesudah dilakukan
pendidikan kesehatan tentang Toilet Training Toddler (n=16)
Variabel
Pengetahuan
Waktu
f
Mean
Δ Mean
Sebelum
16
7,56
1, 07
Sesudah
16
8,63
Dari tabel diatas dapat diketahui
sebelum
dan
sesudah
dilakukan
bahwa terjadi peningkatan mean
pendidikan kesehatan dengan selisih
nilai pengetahuan responden dari
mean nilai yaitu 1,07.
Analisa Bivariat
Tabel 2. Pengaruh pendidikan kesehatan tentang toilet training toddler terhadap
Pengetahuan ibu (n=16).
Variabel
f
mean
sd
Thit
P
Pengetahuan
16
-1,063
1,569
-2,708
0,016
Berdasarkan
tabel
2,
dapat
menolak Ho, artinya ada pengaruh
diketahui hasil uji statistis dengan
menggunakan
paired
pendidikan
t-test
kesehatan
dalam
meningkatkan pengetahuan ibu dari
menunjukkan pengetahuan respon-
sebelum
den dengan p.value = 0,016 (<0,05).
pendidikan kesehatan tentang toilet
Keputusan
training toddler.
yang
diambil
adalah
dan
sesudah
diberikan
B. Sikap ibu terhadap toilet training toddler.
Analisa Univariat
Tabel 3. Perbedaan Mean nilai Sikap Ibu sebelum dan sesudah dilakukan
pendidikan kesehatan tentang Toilet Training Toddler (n=16).
Variabel
Sikap
Bedasarkan
Waktu
Sebelum
Sesudah
tabel
3,
dapat
f
16
16
Mean
30,50
40,44
sesudah
dilakukan
Δ Mean
9,94
pendidikan
diketahui bahwa terjadi peningkatan
kesehatan yaitu 40,44 dengan selisih
mean nilai pada variabel sikap
mean nilai 9,94.
Analisa Bivariat
Tabel 4. Pengaruh pendidikan kesehatan tentang toilet training toddler terhadap
Sikap ibu (n=16).
Variabel
Sikap
f
16
mean
-9,938
sd
6,628
85
Thit
-5,997
P
0,000
Berdasarkan
diketahui
tabel
hasil
4
pendidikan
kesehatan
dalam
statistis
meningkatkan sikap ibu dari sebelum
responden
dan sesudah diberikan pendidikan
dengan nilai p.value = 0,000 (<0,05).
kesehatan tentang toilet training
Keputusan yang diambil adalah Ho
toddler.
menunjukkan
ditolak,
uji
dapat
sikap
artinya
ada
pengaruh
C. Tindakan ibu terhadap toilet training toddler.
Analisa Univariat
Tabel 5. Perbedaan Mean nilai tindakan Ibu sebelum dan setelah dilakukan
pendidikan kesehatan tentang Toilet Training Toddler.
Variabel
Tindakan
Berdasarkan
table
Waktu
f
Mean
Sebelum
Sesudah
16
16
34,25
34,38
0,13
sesudah
dilakukan
pendidikan
5
dapat
Δ Mean
diketahui bahwa terjadi peningkatan
kesehatan yaitu 34,38 dengan selisih
mean nilai pada variabel sikap
mean nilai 0,13.
Analisa Bivariat
Tabel 6. Pengaruh pendidikan kesehatan tentang toilet training toddler terhadap
Tindakan ibu.
Variabel
Tindakan
f
16
mean
-,125
sd
0,500
Berdasarkan tabel 5.8 dapat
kesehatan
Thit
-1,000
dalam
P
0,333
meningkatkan
diketahui hasil uji statistik variabel
tindakan ibu dari sebelum dan
tindakan menunjukkan nilai p value
sesudah
= 0,333 (>0,05) Keputusan yang
kesehatan tentang toilet training
diambil adalah Ho diterima, artinya
toddler.
tidak
ada
pengaruh
pendidikan
85
diberikan
pendidikan
sadar
PEMBAHASAN
Pendidikan
Kesehatan
yang
kesejahteraan
terhadap
diri,
masyarakat.
Pengetahuan ibu.
Berdasarkan
dan
tabel
1
dapat
mempengaruhi
keluarga,
Notoatmodjo
dan
9
menjelaskan bahwa tujuan pendidikan
dijelaskan bahwa setelah dilakukan
menanamkan
pendidikan
pendapat
dan
peningkatan mean nilai pengetahuan
mengubah
sikap
responden dengan selisih mean nilai
menanamkan tingkah laku/ kebiasaan
yaitu 1,07, dan hasil analisis statistik
baru, dan penyuluhan salah satu strategi
juga
untuk
kesehatan
terdapat
kesehatan
pengaruh
terhadap
terdapat
pendidikan
pengetahuan
pengetahuan/pengertian
konsep-konsep,
dan
meningkatkan
persepsi,
pengetahuan
adalah dengan pemberian informasi
responden tentang toilet training toddler
yang
yaitu p.value = 0,016 (<0,05). Hasil
penyuluhan. Metode penyuluhan dalam
penelitian ini sesuai teori Craven dan
pendidikan kesehatan ini merupakan
Hirnle (1996) dalam Mubarak
7
dapat
metode
adalah
pengetahuan responden tentang toilet
dan
training karena diberikan peluang untuk
kemampuan seseorang melalui teknik
bertanya tentang hal-hal yang belum
praktek belajar atau instruksi dengan
diketahui dan dipahami tentang toilet
tujuan mengingat kondisi nyata, dengan
training,
cara memberikan dorongan terhadap
meningkatkan pengetahuan responden
pengarahan diri, serta aktif memberikan
dapat tercapai dengan baik. Dalam
informasi-informasi. Lebih lanjut Joint
proses penyuluhan, diketahui responden
Committee on Terminology in Health
mempunyai motivasi yang tinggi untuk
Education of United States (1973)
mengetahui
kesehatan
penambahan
pengetahuan
dalam Maulana
8
pendidikan kesehatan
dapat
dengan
bahwa
pendidikan
yang
dilakukan
sehingga
hal-hal
meningkatkan
tujuan
yang
untuk
belum
dipahami tentang toilet training toddler.
merupakan
proses
yang
mencakup
Terbukti dari banyak pertanyaan yang
dimensi
dan
kegiatan-kegiatan
muncul pada saat sesi tanya jawab,
intelektual, psikologi dan sosial yang
diantaranya
diperlukan
mengenai
untuk
meningkatkan
responden
cara
bertanya
menghilangkan
pengetahuan serta kemampuan individu
kebiasaan anak memakai diapers pada
dalam mengambil keputusan secara
malam hari, cara menghadapi anak
85
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Toilet Training Toddler … 86
dengan karakteristik yang keras, dan
responden dapat diterima dengan baik.
cara melatih anak yang berkebutuhan
Kondisi tersebut dipengaruhi juga oleh
khusus seperti pada anak autis dan
usia responden yang mayoritas >25-30
retardasi mental. Pada saat peneliti
tahun sebanyak 14 responden (87,5%).
merespon
Hal ini dapat dibuktikan bahwa ibu-ibu
pertanyaan-pertanyaan
tersebut,
responden
terlihat
dengan usia dewasa awal mayoritas
untuk
mempunyai anak-anak usia tooddler
mendengar penjelasan peneliti terhadap
dengan jumlah anak anak mayoritas
hal-hal yang ditanyakan.
berkisar 1-2 orang. Menurut Azwar,
memusatkan
perhatian
Hasil penelitian ini sesuai dengan
Probowati,
10
semakin
cukup
umur
12
tingkat
memperoleh hasil uji
kematangan dan kekuatan seseorang
statistik yang sesuai dengan hasil
akan lebih matang dalam berfikir dan
penelitian ini, yaitu Berdasarkan hasil
bekerja.
uji t diketahui bahwa nilai t-hitung
masyarakat,
sebesar 5,060 > ttabel (2,032) dengan
dewasa akan lebih dipercaya daripada
nilai p= 0,000 (< 0,05, hal ini berarti Ho
orang
ditolak maka ada pengaruh signifikan
kedewasaannya. Hasil penelitian ini
pendidikan
menggambarkan bahwa ibu-ibu toddler
kesehatan
pengetahuan
ibu,
terhadap
Dari
segi
seseorang
yang
cukup
tinggi
hasil
dengan
tidak
memahami dengan baik informasi yang
sesuai dengan penelitian ini, hasil
diberikan tentang toilet training. Faktor
analisis statistik bahwa tidak terdapat
lain yang mendukung yaitu faktor
perbedaan yang bermakna pengetahuan
pendidikan orang tua di PAUDIK Nurul
orangtua
sesudah
Quran Kecamatan Darul Imarah Aceh
diberikan pendidikan kesehatan toilet
Besar bahwa paling banyak tingkat
training toddler di PAUD Kelurahan
pendidikan ibu yaitu pada tingkat
Plaju Ulu dengan p value 0,50 >0,05
perguruan tinggi (S1) sebanyak 10
dan
Asumsi peneliti bahwa adanya
peningkatan mean nilai pengetahuan
responden
pada
menunjukkan
kesehatan
yang
penelitian
bahwa
ini
pendidikan
diberikan
kepada
awal
lebih
11
sebelum
dewasa
yang
sedangkan
penelitian Kusumaningrum
usia
belum
kepercayaan
dapat
orang (62,5%). Menurut Notoatmodjo,
13
Pendidikan
akan
mempengaruhi
kognitif seseorang dalam peningkatan
pengetahuan,
karena
pengetahuan
sebenarnya tidak dibentuk hanya satu
87 Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes Vol. 9 No. 1, April 2016, 85-92
sub saja yaitu pendidikan tetapi ada sub
kondisi yang memungkinkan terjadi,
bidang lain yang akan juga akan
seperti pengalaman dalam merawat
mempengaruhi pengetahuan seseorang
anak, faktor lingkungan, dan pengaruh
misalnya
orang lain. Hal tersebut sesuai dengan
pengalaman,
keperibadian
dan
informasi,
lainya,
pada
teori yang menjelaskan bahwa Sikap
umumnya makin tinggi pendidikan
merupakan reaksi atau respon yang
seseorang makin mudah menerima
masih tertutup dari seseorang terhadap
informasi,
berdampak
suatu stimulus dan objek. Sikap tidak
terhadap pengetahuan ibu. Ibu memiliki
dapat langsung dilihat, tetapi hanya
pengetahuan yang baik tentang toilet
dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari
training
perilaku tertutup. Sikap secara nyata
sehingga
toddler
setelah
dilakukan
pendidikan kesehatan.
menunjukkan
konotasi
adanya
kesesuaian reaksi terhadap stimulus
Pendidikan
Kesehatan
terhadap
Sikap Ibu
Hasil
hari merupakan reaksi yang bersifat
penelitian
menunjukkan
adanya peningkatan mean nilai sikap
dengan selisih mean nilai yaitu 9,94,
dan terdapatnya pengaruh pendidikan
kesehatan terhadap sikap ibu tentang
toilet training dengan nilai p.value =
0,000 (<0,05).
8
pendidikan
kesehatan merupakan suatu upaya atau
untuk
mengubah,
menumbuhkan atau mengembangkan
perilaku positif mereka, bersikap dan
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai
kesehatan, sedangkan menurut Azwar,
12
emosional terhadap stimulus sosial.
Newcomb,
salah
seorang
ahli
psikologis sosial, menyatakan bahwa
sikap itu merupakan kesiapan dan
kesediaan untuk bertindak dan bukan
merupakan pelaksanaan motif tertentu.
13
Menurut Maulana,
kegiatan
tertentu yang dalam kehidupan sehari-
suatu sikap belum tentu terwujud
dalam tindakan. Untuk terwujudnya
sikap menjadi suatu perbuatan nyata
maka diperlukan faktor pendukung atau
Hasil Penelitian ini sesuai dengan
Musfiroh,
menunjukkan
14
hasil
penelitian
setelah
diberikan
perlakuan mempunyai sikap baik dalam
memberikan
toilet
training
yaitu
(68,8%) Hasil analisis data diperoleh
nilai p = 0,005 (< 0,05) yang berarti ada
pengaruh penyuluhan terhadap sikap
ibu dalam memberikan toilet training
pada anak usia balita. Namun hasil
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Toilet Training Toddler … 88
penelitian ini tidak sesuai dengan
Kusumaningrum,
11
hasil
analisis
tentang toilet training pada ibu di
PAUDIK
Nurul
Quran
Kecamatan
statistik diperoleh kesimpulan tidak
Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar,
terdapat perbedaan yang bermakna
ibu menjadi sadar dan merasa bahwa
sikap orangtua sebelum dan sesudah
toilet training sangat penting bagi anak-
diberikan pendidikan kesehatan toilet
anak mereka.
training toddler dengan p value 0,68 >
Pendidikan
 0,05.
Peneliti
mean
berasumsi
nilai
pendidikan
dan
peningkatan
berpengaruhnya
kesehatan
tentang tolet
training terhadap sikap ibu dikarenakan
ibu telah memahami informasi yang
diberikan melalui pendidikan tentang
toilet
training
sehingga
secara
mayoritas ibu mengubah sikapnya dari
berpandangan
negatif
menjadi
berpandangan positif terhadap toilet
training pada anak toddler. Hal tersebut
disebabkan oleh pengetahuan yang
diperoleh membawa responden untuk
berpikir dan berusaha agar anak-anak
mereka dapat BAB dan BAK pada
tempatnya. Ibu-ibu sudah memahami
dan berkeyakin bahwa manfaat toilet
training pada anak akan berguna bagi
anak-anak mereka saat tumbuh menjadi
dewasa. Hal lain yang mendukung
bahwa keseluruhan responden dengan
anak toddler bertatus anak kandung
yaitu (100%). Oleh karena itu dengan
diberikannya
pendidikan
kesehatan
Kesehatan
terhadap
Tindakan Ibu.
Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa nilai p.value = 0,333 (>0,05)
artinya
tidak
pengaruh
pendidikan
kesehatan tentang toilet training toddler
terhadap tindakan responden dalam
melakukan
toilet
training
toddler,
sedangkan terhadap pengetahuan dan
sikap adalah berpengaruh. Dari hasil
tersebut peneliti dapat menjelaskan
bahwa hasil penelitian tentang tindakan
ini tidak sesuai dengan Notoatmodjo,
9
bahwa pengetahuan akan menentukan
apa yang seharusya seseorang lakukan,
semakin baik pengetahuan seseorang
maka akan semakin baik seseorang
dalam melakukan tindakan, sebaliknya
semakin kurang pengetahuan seseorang
maka akan semakin tidak memenuhi
syarat perilaku seseorang. Lebih lanjut
menurut teori Green (1980) dalam
Mubarak
7
seseorang
menjelaskan bahwa perilaku
atau
masyarakat
tentang
kesehatan ditentukan oleh pengetahuan,
89 Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes Vol. 9 No. 1, April 2016, 85-92
sikap, kepercayaan, keyakinan, dan
(mencerminkan
tradisi.
mandiri. Kedekatan interaksi orang tua-
Toilet
Training
adalah
tahap
keteraturan)
secara
anak dalam toilet training ini akan
perkembangan yang membuat stress
membuat
pada toddler dan frustasi pada orang tua
percaya diri. Kegagalan dalam toilet
karena hal ini merupakan langkah besar
training diantaranya yaitu kebiasaan
15
mengompol berkesinam-bungan (anak
dalam pembentukan otonomi anak.
Berdasarkan
teori
tersebut
dapat
yang
anak
merasa
aman
mempunyai
dan
kebiasaan
dijelaskan bahwa melatih anak dalam
mengompol sejak lahir dan diteruskan
melakukan toilet training baru dapat
hingga mereka menjadi berusia dewasa
dilakukan
dan kebiasaan membuang air besar
apabila
seorang
ibu
mempunyai kesempatan dan kesabaran
dalam melakukannya. Hasil penelitian
ini
sangat
terkait
dengan
status
(BAB) sembarangan.
Hasil
penelitian
ini
belakang dengan Supartini,
bertolak
17
bahwa
pekerjaan ibu yaitu status ibu bekerja
dalam perkembangan anak usia 18-36
sebanyak
(93,8%)
bulan harus dapat perhatian orang tua
mungkin
ibu-ibu
adalah latihan BAB dan BAK. Pada
toddler
kurang
tahapan usia 18-36 bulan kemampuan
untuk
sfingter ani untuk mengontrol rasa
berinteraksi dan membimbing anak
ingin defekasi mulai berkembang dan
untuk latihan ke toilet saat akan BAB
biasanya sejalan dengan anak mampu
dan BAK, sehingga walaupun hasil
berjalan,
pengetahuan dan sikap sudah baik,
semakin mampu untuk mengontrol rasa
namun dalam tindakan tidak terdapat
ingin
peningkatan mean nilai yang signifikan.
kebiasan BAB dan BAK yang baik dan
Hal ini didukung oleh Wolly and
teratur pada anak merupakan kegiatan
15
sehingga
dengan
responden
sangat
anak
mempunyai
kesempatan
Wong,
16
toilet
training
bagaimana
keinginan
usia
menyatakan bahwa melalui
anak
mereka
untuk
akan
kedua
BAB
dan
sfingter
BAK.
tersebut
Mengatur
yang harus dilakukan orang tua sejak
belajar
usia 18-36 bulan., karena apabila hal
mengendalikan
tersebut terabaikan maka kemungkinan
buang
air
yang
anak
akan
menjalankan
kebiasaan
selanjutnya akan menjadikan mereka
buruk yang selama ini dilakukan seperti
terbiasa
mengompol dan ketergantungan dengan
menggunakan
toilet
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Toilet Training Toddler … 90
18
dipengaruhi oleh kesibukan orang tua.
bahwa kebiasaan yang salah dalam
Kesibukan mengakibatkan ibu tidak
mengontrol
mempedulikan
pampers. Didukung oleh Handayani,
BAB
dan
BAK
akan
tentang
penggunaan
menimbulkan hal-hal yang buruk pada
diapers yang sudah saatnya di ganti
anak
sehingga
dimasa
menyebabkan
mendatang.
anak
tidak
Dapat
disiplin,
manja, dan yang terpenting adalah pada
saatnya nanti anak akan mengalami
anak
gelisah,
menangis
sampai popoknya kotor sebanyak 23
responden (52,27%) dari 44 responden.
Peneliti berasumsi bahwa tidak
terdapat
berbeda dan tidak dapat secara mandiri
tindakan ibu dengan p value=0,333>
mengontrol buang air besar dan buang
(0,05),
air kecil. Sebagaimana penelitian Mota
kurangnya kesempatan orang tua dalam
& Barros
19
peningkatan
mean
masalah psikologi, anak akan merasa
dapat
disebabkan
nilai
karena
yang menjelaskan bahwa
memberikan perhatian dan bimbingan
anak-anak yang belum dilatih dengan
toilet training pada anak, karena ibu-ibu
benar
infeksi
sibuk bekerja mulai dari pagi sampai
saluran kemih, disfungsi berkemih,
sore hari. Kondisi bekerja seharian juga
sembelit, encopresis dan penolakan
dapat membuat ibu menjadi lelah yang
untuk pergi ke toilet lebih sering.
mengakibatkan ibu tidak sanggup untuk
Pelatihan yang salah bisa menjadi
melakukan
faktor penyebab untuk kandung kemih
penanganan khusus pada anak-anak
dan
pada
mereka seperti melatih anak BAB dan
gilirannya menimbulkan masalah bagi
BAK ke toilet secara teratur. Hal itu
anak-anak dan keluarga mereka.
bisa terjadi karena seorang ibu yang
mengalami
gangguan
Penelitian
enuresis,
usus,
yang
Kusumaningrum,
11
bekerja
hal-hal
mempunyai
yang
butuh
keterbatasan
menunjukkan hasil analisis statistik
kemampuan,
bahwa tidak terdapat perbedaan yang
kesempatan dalam menjalani fungsinya
bermakna tindakan orangtua sebelum
sebagai ibu.
dan
sesudah
diberikan
p value 0,68 >0,05. Hasil penelitian
20
dan
pendidikan
kesehatan toilet training toddler dengan
lain yaitu Istiqomah,
kesabaran,
KESIMPULAN
Ada pengaruh pendidikan kesehatan
menunjukkan
dalam meningkatkan pengetahuan ibu
bahwa penggunaan diapers atau popok
tentang toilet training toddler, ada
91 Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes Vol. 9 No. 1, April 2016, 85-92
pengaruh pendidikan kesehatan dalam
Keperawatan
meningkatkan sikap ibu tentang toilet
Aceh, Kepala Sekolah PAUDIK Nurul
training toddler dan tidak ada pengaruh
Quran
pendidikan
dalam
Kabupaten Aceh Besar dan kepada
meningkatkan tindakan ibu terhadap
seluruh responden yang telah ikut
toilet training toddler.
berpartisipasi
kesehatan
Poltekkes
Kecamatan.
aktif
Kemenkes
Baiturrahman
dalam
kegiatan
penelitian ini.
SARAN
Diharapkan
orangtua
kepada
toddler
ibu-ibu
untuk
dapat
Daftar Pustaka
1
Potter & Perry, 2005, Fundamental
Keperawatan, Edisi 4, Jakarta,
EGC
2
Hildayani, Rini. 2005. Trik Sukses
Toilet Training. Majalah Ayah
Bunda Edisi Nomor 9. Jakarta :
PT. Aspirasi Pemuda.
3
Christophersen,ER and VanScoyoc, S.,
2008, Toilet Training and
Toileting Problems: How DoWe
Advise Parents?, AAP Section on
Developmental and Behavioral
Pediatrics Newsletter.
4
Lestari,
P.,
2013,
Hubungan
Pengetahuan dan Sikap dengan
Tindakan Ibu tentang Toilet
Training pada Anak Usia Toddler
(1-3 tahun) di Posyandu Dusun
Grogol
desa
Mojorembun
kecamatan Rejoso kabupaten
Nganjuk.
5
Andriyani,S., 2014, Analisis FaktorFaktor yang berhubungan Toilet
Training pada Anak Prasekolah,
Jurnal Vol.2 No.3 Desember 2014
6
Notoatmodjo,S, 2007. Prosedur
Penelitian suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: Rineka. Aksara.
meluangkan waktu untuk mengajarkan/
melatih
toilet
training
pada
anak
sehingga anak berhasil melakukan BAB
dan BAK ke toilet dengan baik dan
tidak mengalami kebiasaan yang kurang
baik dimasa mendatang.
Untuk menambah satu karakter
yang Islami di sekolah PAUD IKNQ
maka kepada pimpinan dan guru-guru
dapat menerapkan dan membiasakan
murid-murid untuk selalu BAB dan
BAK pada tempatnya (toilet) agar
suasana sekolah tetap terjaga bersih
dengan cara memperhatikan keinginan
berkemih dan buang air besar pada
setiap murid.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih yang tak terhingga
kepada : Direktur Poltekkes Kemenkes
Aceh. Kepala Unit Penelitian Poltekkes
Kemenkes
Aceh,
Ketua
Jurusan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Toilet Training Toddler … 92
7
Mubarak, 2012, Promosi Kesehatan,
Yogyakarta,
Graha
Ilmu
8
Maulana.
2009.
Promosi
Kesehatan, Jakarta, EGC.
18
Handayani. 2006. Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Penerapan Toilet
Training. Jurnal keperawatan.
UNDIP: Semarang
9
Notoatmodjo,S., 2007, Kesehatan
Masyarakat Ilmu dan Seni,
Jakarta : Rineka Cipta
19
Mota, DM., dan Barros AJ., 2008,
Toilet
Training:
Methods,
Parental
Expectations
and
Associated Dysfunctions, Jornal
de Pediatria, Vol. 84 No.1
20
Istiqomah, 2010. Hubungan Tingkat
Pengetahuan Ibu Asuh dengan
Pelaksanaan Toilet Training
Secara Mandiri Pada Anak Usia
Toddler di TPA Citra RSU
Rajawali Citra Bantul.
10
Probowati, R.,W. 2014, Pengaruh
Pendidikan Kesehatan tentang
Toilet Training Anak Usia 1-3
Tahun terhadap Pengetahuan Ibu
di desa Sambon Banyudono
Boyolali, Naskah Publikasi
11
Kusumaninggrum, A., Natosba, J.,
Julia, EL., 2011, Pengaruh
Pendidikan Kesehatan Terhadap
Perilaku Orang Tua Dalam Toilet
Training
Toddler,
Artikel
penelitian.
12
Azwar,
Saifuddin.2009.
Sikap
Manusia
Teori
Dan
Pengukuranya. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar
13
Notoatmodjo, S., 2012, Pendidikan
dan Prilaku Kesehatan, Jakarta :
Rineka Cipta.
14
Musfiroh, M., Wisudaningtyas., BL,
(2014), Penyuluhan terhadap
Sikap Ibu dalam Memberikan
Toilet Training pada Anak, jurnal
Vol 9, No 2.
15
Sylvia. 2007. Patofisiologi. Edisi 6.
Jakarta : EGC
16
Wong. 2000. Pedoman Klinis
Keperawatan Pediatrik, Jakarta:
EGC
17
Supartini. Yupi. 2004. Buku Ajar
Konsep
Keperawatan
Anak.
Jakarta: EGC
Download