teori ilmu perundang-undangan

advertisement
KEPALA BIRO HUKUM
SETJEN, KPU
MATERI :
 Jenis Peraturan
 Pengertian Peraturan
 Dasar Hukum Pembentukan Peraturan
 Tata Urutan Peraturan
 Sistematika Peraturan
JENIS
PERATURAN
(TEORI)
MENURUT SIFATNYA :
1.
2.
PENGATURAN (REGELING)  KETENTUAN YG
BERSIFAT UMUM, ABSTRAK, MENGIKAT SEMUA ORANG
& BERLAKU TERUS MENERUS  PERATURAN
PENETAPAN (BESCHIKKING) KETENTUAN YG
BERSIFAT INDIVIDUAL, KONKRIT & FINAL 
KEPUTUSAN
MENURUT BENTUKNYA :
1. TERTULIS  PERATURAN YG DIBUAT SECARA TERTULIS
OLEH BADAN/LEMBAGA YG BERWENANG 
UU/PERPU, PP, PERPRES, PERDA
2. TIDAK TERTULIS PERATURAN YG TUMBUH DARI
KEBIASAN/ADAT/KONVENSI KETATANEGARAAN 
HUKUM ADAT
PENGERTIAN
Peraturan Perundang-undangan :
peraturan tertulis yang dibentuk
oleh lembaga negara atau pejabat
yang berwenang & mengikat
secara umum.
TATA URUTAN
PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN
1. UUD 1945
2. TAP MPR
3. UU/PERPU
4. PP
5. PERPRES
6. PERDA
+ Peraturan Lainnya
SISTEMATIKA KEPUTUSAN
A.
B.
C.
D.
E.
Judul
Pembukaan
Batang Tubuh
Penutup
Lampiran (jika diperlukan)
A. JUDUL


Judul harus singkat, jelas, dan mencerminkan hal yang
ditetapkan
Judul memuat keterangan mengenai jenis, nomor, tahun
penetapan dan nama Keputusan

Judul ditulis seluruhnya dengan huruf kapital yang
diletakkan di tengah marjin tanpa diakhiri tanda baca
A. JUDUL
Contoh :
(lanjutan …)
KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM
NOMOR : 535/Kpts/KPU/TAHUN 2014
TENTANG
PENETAPAN REKAPITULASI HASIL
PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA
DAN HASIL PEMILIHAN UMUM
PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
TAHUN 2014
B. PEMBUKAAN
1.
2.
3.
4.
Jabatan Pembuat Keputusan
Konsiderans  Menimbang
Dasar Hukum  Mengingat
Diktum
B.
PEMBUKAAN
1. Jabatan …
Jabatan pembuat Keputusan:
 ditulis seluruhnya dengan huruf kapital
diletakkan di tengah marjin
diakhiri tanda baca koma
Contoh :
KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM
NOMOR : 535/Kpts/KPU/TAHUN 2014
TENTANG
PENETAPAN REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGANPEROLEHAN
SUARA DAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN TAHUN 2014
KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,
B. PEMBUKAAN
2. Konsiderans …
Konsiderans diawali dengan kata Menimbang
 memuat uraian singkat mengenai pokok-pokok pikiran
yang menjadi latar belakang & alasan pembuatan keputusan
 Pokok-pokok pikiran dalam Konsiderans memuat unsur
filosofis, yuridis dan sosiologis yang menjadi latar belakang
pembuatannya.
B. PEMBUKAAN
2. Konsideran … (lanj. )
Pokok pikiran Konsiderans :
1. Filosofis
Produk hukum yg dibuat haruslah berlandaskan pada
kebenaran & keadilan serta ditujukan untuk kesejahteraan
masyarakat, kelestarian ekosistem dan supremasi hukum.
2. Sosiologis
Produk hukum yg dibuat muncul dari harapan, aspirasi &
sesuai dengan konteks kebutuhan sosial masyarakat setempat.
3. Yuridis
Produk hukum yg dibuat menjunjung tinggi supremasi &
kepastian hukum serta tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan.
B. PEMBUKAAN
2. Konsideran … (lanj. )
 Jika Konsiderans memuat lebih dari 1 pokok pikiran, tiap-tiap pokok
pikiran dirumuskan dalam rangkaian kalimat yg merupakan kesatuan
pengertian.
 Tiap-tiap pokok pikiran diawali dengan huruf abjad, & dirumuskan dlm
1 kalimat yg diawali dengan kata bahwa & diakhiri tanda baca titik
koma.
B. PEMBUKAAN
2. Konsideran … (lanj. )
 Jika Konsiderans memuat lebih dari 1 pertimbangan, rumusan butir pertimbangan
terakhir berbunyi sebagai berikut :
Contoh :
Menimbang: a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 158 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan
Presiden dan Wakil Presiden serta Pasal 70 ayat (1) dan ayat
(2) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 21 Tahun 2014
tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan
Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil
Presiden Terpilih Tahun 2014 sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 31 Tahun
2014, perlu menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan
perolehan suara dan penetapan hasil Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Komisi
Pemilihan Umum tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014;
B. PEMBUKAAN
3. Dasar Hukum…
Dasar Hukum dimulai dengan kata Mengingat :
 Memuat dasar kewenangan pembuatan Keputusan & Peraturan
Perundang-undangan yg memerintahkan pembuatan Keputusan
 Peraturan Perundang-undangan yg digunakan sebagai dasar hukum
hanya Peraturan Perundang-undangan yg tingkatannya lebih tinggi atau
sama.
 Keputusanyg akan dicabut dengan Keputusan yg akan dibentuk atau
belum resmi berlaku tidak boleh dijadikan dasar hukum.
 Apabila lebih dari satu, urutan pencantuman memerhatikan tata urutan
Peraturan Perundang-undangan & jika tingkatannya sama disusun
secara kronologis berdasarkan saat pengundangan atau penetapannya.
B. PEMBUKAAN
3. Dasar …(lanj.)
 Dasar Hukum yg diambil dari UUD 1945 ditulis dengan menyebutkan Pasal-
pasal tersebut.
 Dasar Hukum yg bukan dari UUD 1945 tidak perlu mencantumkan Pasalnya,
tetapi cukup mencantumkan nama Peraturan Perundang-undangan.
Contoh :
Mengingat
:
1. Pasal 18, Pasal 18A, dan Pasal 18B, Pasal 20,
Pasal 20A, Pasal 21, Pasal 23, Pasal 23C, Pasal 33,
Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17
Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor
47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4287);
B.
PEMBUKAAN
4. Diktum …
Diktum terdiri dari atas :
a. Kata Memutuskan;
b. Kata Menetapkan;
c. Nama Keputusan.
Contoh :
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM
TENTANG PENETAPAN REKAPITULASI HASIL
PENGHITUNGANPEROLEHAN SUARA DAN HASIL
PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN TAHUN 2014.
.
C. BATANG TUBUH
Materi Pokok yang ditetapkan;
2. Ketentuan Penutup.
1.
BATANG TUBUH
 Bagian batang tubuh Keputusan memuat isi kebijakan
yang
ditetapkan
dicantumkan
setelah
kata
“Menetapkan”. Isi Keputusan diuraikan dengan
bilangan
bertingkat/diktum
KESATU,
KEDUA,
KETIGA, dan seterusnya.
 Format
1. Batang Tubuh; atau
2. Batang Tubuh dan Lampiran
 Pada Diktum wajib dicantumkan jam penetapan
hasil Pemilihan
C.
BATANG TUBUH
1. Materi Pokok …
 Bagian batang tubuh Keputusan memuat isi kebijakan
yang
ditetapkan
dicantumkan
setelah
kata
“Menetapkan”.
 Isi
Keputusan
diuraikan
dengan
bilangan
bertingkat/diktum KESATU, KEDUA, KETIGA, dan
seterusnya.
 Format
1. Batang Tubuh; atau
2. Batang Tubuh dan Lampiran
 Pada Diktum wajib dicantumkan tanggal dan jam
penetapan hasil Pemilihan
C.
BATANG TUBUH
2. Ket. Penutup …
Memuat ketentuan mengenai
Saat mulainya berlaku Keputusan.
D. PENUTUP
Bagian penutup Keputusan ditempatkan di sebelah kanan
bawah, yang terdiri dari:
 tempat dan tanggal penetapan Keputusan;
 nama jabatan pejabat yang menetapkan Keputusan (KPU
Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota), ditulis
dengan huruf kapital, dan diakhiri dengan tanda baca koma
(,);
 tanda tangan Pejabat yg menetapkan (Ketua KPU
Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota;) dan
 nama lengkap Pejabat (Ketua KPU Provinsi/KIP Aceh, atau
KPU/KIP Kabupaten/Kota) yang ditulis dengan huruf
kapital, tanpa mencantumkan gelar serta cap dinas.
D.
PENUTUP
lanj…
Memuat :
1. Tempat & tanggal penetapan;
2. Nama jabatan;
3. Tanda tangan pejabat; dan
4. Nama lengkap pejabat tsb. tanpa gelar & pangkat.
Contoh :
ditetapkan di Jakarta
pada tanggal
KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,
ttd.
HUSNI KAMIL MANIK
F. LAMPIRAN
 Dalam hal Keputusan memerlukan Lampiran, hal tsb.
harus dinyatakan dalam Batang Tubuh &
pernyataan bahwa Lampiran tsb. merupakan
bagian yg tidak terpisahkan dari Keputusan ybs.
 Pada akhir Lampiran harus dicantumkan nama &
tanda tangan pejabat yg menetapkan Peraturan
tsb.
Contoh :
KESATU :
Menetapkan Rekapitulasi Hasil
Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil
Presiden Tahun 2014 yang dituangkan
dalam Model DD1 PPWP sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Keputusan ini
yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Keputusan ini.
TERIMA KASIH
Download