8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi Komunikasi

advertisement
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi
Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan berkomunikasi
manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari hari di
rumah tangga, ditempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau dimana saja
manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam berkomunikasi.
Pentingnya komunikasi bagi manusia tidak dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi
suatu organisasi. Berbagai macam bentuk komunikasi diciptakan agar pesan yang
ingin disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh manusia lainnya sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai, yaitu timbulnya saling pengertian tidak ada manusia yang
dapat menghindari komunikasi, ini membuktikan bahwa komunikasi merupakan
kebutuhan manusia yang penting. Komunikasi telah diartikan oleh berbagai ahli
sesuai dengan sudut pandang yang berbeda beda :
Menurut Hovlan, Jannis dan Kelley :
“Communications is the proces by which an individual transmits stimully (usually
verbal) to modifi the bahavior of other individuals” artinya : Komunikasi adalah
proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk
mengubah tingkah laku orang lain. 1
1
Arni Muhamad, Komunikasi Organisasi, Bumi Aksara, 2009. hlm 2
9
Definisi komunikasi yang lain adalah definisi komunikasi yang diungkapkan oleh
Rosady Ruslan mendefinisikan bahwa komunikasi adalah : Interaksi antar manusia
yang bertujuan untuk menumbuhkan pengertian antara komunikator (penyebar pesan)
dengan komunikan (penerima pesan). 2
Komunikasi melibatkan 3 unsur: pengirim (sender), media komunikasi, dan
penerima (receiver). Keefektifan komunikasi bergantung pada ketiga unsur ini. Jika si
pengirim tidak kompeten atau pesan yang disampaikan tidak jelas, maka si penerima
tidak akan memahami makna dari tanda-tanda yang diberikan, dan proses komunikasi
itu pun gagal. 3
Menurut Katz dan Robert Kahn adalah :
Komunikasi adalah pertukaran informasi dan penyampaian makna yang merupakan
hal utama dari suatu sistem sosial atau organisasi. Jadi komunikasi sebagai suatu
proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain. 4
Dengan demikian dapat dikatakan pula komunikasi adalah :
sebagai suatu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan
cara langsung atau tidak langsung agar timbul saling pengertian diantara orang-orang
tersebut.
2.2 Komunikasi Organisasi
Dalam kehidupan sehari-hari interaksi manusia dapat terjadi apabila manusia
itu terjadi pada suatu lingkungan tertentu, secara tidak sadar lingkungan yang ada
2
Rosady Ruslan, Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations, Jakarta, Rajawali Pers 2003, hlm 18
H Frazier Moore, Humas. Remaja Rosdakarya, Bandung 2005, hlm .89
4
Rosady Ruslan, Manajemen PR dan Media Komunikasi, Rajawali Pers 2003, hlm 83
3
10
disekitar manusia dapat juga disebut organisasi, dari definisi para ahli mengatakan
organisasi adalah :
Menurut George R Terry adalah suatu susunan dengan bagian-bagian terpadu
sehingga hubungan mereka dipenuhi oleh hubungan secara keseluruhan. Sedangkan
menurut : Sondang Sigian, Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua
orang atau lebih yang berkerja sama secara formal terikat dalam rangka pencapain
dalam satu tujuan yang telah ditentukan, dimana terdapat alasan dan sekelompok
yang disebut bawahan. 5
Organisasi tidak mungkin berada tanpa komunikasi. Apabila tidak ada
komunikasi, para pegawai tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan rekan
sekerjanya, pimpinan tidak dapat menerima masukan informasi, dan para penyelia
tidak dapat memberikan instruksi, koordinasi kerja tidak mungkin dilakukan, dan
organisasi akan runtuh karena ketiadaan komunikasi. 6 Oleh karena itu, komunikasi
dalam organisasi memiliki peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan
organisasi.
Komunikasi organisasi menurut Goldhaber didefinisikan sebagai proses
menciptakan dan saling menukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling
tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang
5
JB. Wahyudi, Dasar-dasar Manajemen Penyiaran, By George R Terry dan Sondang Siagian, Jakarta,PT.
Gramedia Pustaka Utama 1994, hlm 77
6
Keith Davis dan John W. Newstrom, Perilaku Dalam Organisasi (7th Edition), Erlangga, Jakarta,
1993, hlm. 151
11
saling berubah-ubah. 7 Komunikasi organisasi adalah proses penciptaan makna atas
interaksi yang menciptakan, memelihara, dan mengubah organisasi. 8 Komunikasi
dalam organisasi dapat menentukan jalannya proses suatu organisasi dalam mencapai
tujuannya.
Komunikasi akan selalu terjadi dalam setiap kegiatan organisasi dengan
tujuan untuk menciptakan saling pengertian dan kerjasama pada setiap anggota
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Roger: “
Komunikasi adalah darah kehidupan yang mengalir dalam organisasi. Komunikasi
meliputi seluruh kegiatan dalam organisasi yang dapat menghasilkan alat kerja yang
penting di mana akan timbul saling pengertian serta kerjasama di antara anggota
organisasi”. 9
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan pertunjukan dan penafsiran pesan
di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu.
Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan
hierarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu
lingkungan. 10 Salah satu tantangan besar dalam komunikasi organisasi adalah proses
yang berhubungan dengan aliran informasi.
Aliran informasi dapat membantu menentukan iklim dan moral organisasi,
yang pada gilirannya akan berpengaruh pada aliran informasi. Tantangan dalam
7
Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, Bumi Aksara, Jakarta, 2002, hlm. 67
Pace dan Faules, op.cit., hlm. 33
9
Roger, Communication in Organization, New York, 1976, hlm. 6
10
Pace dan Faules, op.cit, hlm. 31
8
12
komunikasi organisasi adalah bagaimana menyampaikan informasi keseluruhan
bagian organisasi dan bagaimana menerima informasi dari seluruh bagian
organisasi. 11 Untuk menjalankan dan mencapai tujuan tersebut maka dalam organisasi
terdapat empat arah formal aliran informasi dalam organisasi. Keempat aliran
informasi itu adalah:
a. Downward Communication (Komunikasi ke bawah), yaitu dalam sebuah organisasi
bahwa informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang
berotoritas lebih rendah. Biasanya kita beranggapan bahwa informasi bergerak dari
manajemen kepada para pegawai; namun, dalam organisasi kebanyakan hubungan
ada pada kelompok manajemen. 12
Komunikasi ini berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran
menejemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari
atas ke bawah ini adalah; pemberian atau penyampaian instruksi kerja (job
instruction); penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu
dilaksanakan (job retionnale); penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan
yang berlaku (procedures and practices); pemberian motivasi kepada karyawan untuk
bekerja lebih baik. 13
b. Upward Communication (Komunikasi ke atas), dalam sebuah organisasi bahwa
informasi mengalir dari tingkat yang lebih rendah (bawahan) ke tingkat yang lebih
11
Ibid., hlm. 170
Ibid., hlm. 184
13
Sendjaja S. Djuarsa, Teori Komunkasi, Pusat penerbitan Universitas Terbuka, Jakarta, 2002, hlm. 4.5
12
13
tinggi (penyelia). 14 Semua karyawan dalam perusahaan kecuali pimpinan mungkin
akan melakukan komunikasi ke atas. Meminta informasi kepada seseorang yang
memiliki otoritas lebih tinggi, memberikan permohonan atau komentar merupakan
alasan tujuan dari komunikasi ini. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini
adalah, penyampaian informasi tentang pekerjaan ataupun tugas yang sudah
dilaksanakan; penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun
tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan; penyampaian saran-saran
perbaikan dari bawahan; penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri
maupun pekerjaannya. 15
c. Komunikasi horisontal, komunikasi ini terdiri dari penyampaian informasi di antara
rekan-rekan sejawat dalam unit kerja yang sama. Unit kerja meliputi individuindividu yang ditempatkan pada tingkat otoritas yang sama dalam organisasi dan
mempunyai atasan yang sama. 16 Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah;
memperbaiki koordanasi tugas; upaya pemecahan masalah; saling berbagi informasi;
upaya memecahkan konflik; dan membina hubungan melalui kegiatan bersama.
Bentuk Komunikasi yang biasa digunakan dalam tiap periode adalah sebagai
berikut :
1) Metode Lisan
a. Rapat atau Diskusi
b. Inteview
14
Pace dan Faules, op.cit., hlm. 189
Djuarsa, op.cit, hal.45
16
Pace dan Faules, op.cit., hlm. 195
15
14
c. Kontak Interpesonal
d. Laporan lisan
2) Metode Tulisan
a. Surat
b. Memo
c. Lotus Note ( Intranet )
d. Majalah internal/ buletin kilasan internal/ surat kabar
e. Laporan tertulis
f. Pedoman kebijaksanaan
Organisasi sebagai kerangka kerja dari suatu manajemen yang menunjukkan
adanya pembagian tugas wewenang dan tanggung jawab yang jelas antara pimpinan
dan bawahan dalam suatu sistem manajemen yang diklarifikasikan kemampuannya
selaku pimpinan dan adapula yang bertindak sebagai bawahan.
2.3 Komunikasi Internal
Komunikasi internal didefinisikan oleh Lawrence D. Brennan yaitu : pertukaran
diantara administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan atau jawatan yang
menyebabkan terwujudnya perusahaan tersebut lengkap dengan struktur organisasi
dan pertukaran gagasan secara vertikal dan horizontal didalam perusahaan yang
menyebabkan perusahaan pekerjaan yang berlangsung.
Dimensi internal terdiri dari komunikasi vertikal dan horizontal yaitu :
15
1. Komunikasi Vertikal
Komunikasi yang terjadi dari atas kebawah (downard communications)
komunikasi ini terjadi dari pimpinan ke bawahan, dan dari bawah ke atas (upward
communications) komunikasi ini terjadi dari pegawai kepada pimpinannya secara
timbal balik (two way communications). Dalam hal ini pimpinan memberikan
instruksi-instruksi, petunjuk informasi, penjelasan kepada bawahannya, dan dari
bawahan memberikan laporan-laporan, saran-saran dan pengaduan-pengaduan ke
pimpinan.
2. Komunikasi Horizontal
Komunikasi terdiri dari penyampaian informasi diantara rekan-rekan sejawat
dalam unit kerja sama, unit kerja meliputi individu-individu yang ditempatkan pada
tingkat otoritas yang sama dalam organisasi dan mempunyai atasan yang sama,
komunikasi horizontal biasanya berlangsung non formal biasanya karyawan
berkomunikasi bukan pada jam kerja.
3. komunikasi Diagonal
Komunikasi yang deisebuit dengan komunikasi silang (cross communications)
atau lintas saluran adalah komunikasi antara pimpinan dengan pegawai seksi lainnya.
Komunikasi terjadi tidak formal keinginan pegawai berkomunikasi melewati batasbatas fungsional dan berkomunikasi dengan orang-orang yang mengawasi dan
diawasi bukan atasan atau bawahan mereka.
16
Komunikasi internal antara atasan atasan dan bawahan terjadi hubungan
posisional yang sangat umum dan paling penting untuk kerja organisasi efektif dan
efisiensi, didalam hubungan tersebut apakah dapat kualitas komunikasi atasan dan
bawahan merupakan suatu fungsi dari hubungan interpesonal yang dibangun.
2.4 Kepuasan Komunikasi
Kepuasan adalah ukuran untuk menunjuk tingkat organisasi untuk memenuhi
kebutuhan karyawannya. Kepuasan komunikasi organisasi berarti menunjukan
ukuran keberhasilan organisasi dalam memenuhi kebutuhan karyawannya dalam hal
berkomunikasi. Seorang ahli bernama Redding mengatakan bahwa :
“Kepuasan komunikasi adalah semua tingkat kepuasan karyawan mempresepsikan
lingkungan komunikasi secara keseluruhan”. 17
Istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan tingkat kepuasan
yang yang dirasakan oleh para karyawan dalam lingkungan totalitasnya, maksud
disini adalah karyawan merasa puas terhadap keseluruhan komunikasi yang terjadi
didalam organisasi.
Komunikasi yang terjadi didalam organisasi melalui beberapa arah aliran
informasi terdiri dari komunikasi kebawah (downward communications), komunikasi
ke atas (upward communications), komunikasi horizontal, komunikasi diagonal dan
komunikasi informal, aliran komunikasi secara keseluruhan didalam komunikasi
17
Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, Penerbit Bumi Aksara, 2001, hlm 81
17
organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh para karyawan, berarti
para karyawan mengalami kepuasan berkomunikasi di dalam organisasi atau
perusahaan.
Kepuasan adalah suatu konsep yang biasanya berkenaan dengan kenyamanan,
jadi kepuasan komunikasi dalam komunikasi berarti karyawan merasa nyaman
dengan pesan-pesan, media dan hubungan-hubungan dalam organisasi jika karyawan
membutuhkan informasi tertentu dan kemudia informasi dikomunikasikan sesuai
dengan keinginan karyawan, maka berarti karyawan akan mengalami kepuasan dalam
berkomunikasi.
Kepuasan komunikasi adalah suatu fungsi dari apa yang seorang dapatkan
sesuai dengan apa yang diharapkan, kepuasan komunikasi bukan dilihat dari
kefektifan pengungkapan pesan, tetapi bila pengalaman berkomunikasi memenuhi
keinginan seseorang hal itu lebih mungkin dipandang sebagai sesuatu memuaskan,
meskipun komunikasi tidak efektif menurut standar tertentu.
Menurut Down dan Hazen ada delapan dimensi untuk mengukur kepuasan
komunikasi yang stabil didalam perusahaan yaitu : 18
1. Sejauh mana komunikasi dalam organisasi memotivasi dan merangsang para
karyawan untuk memenuhi tujuan organisasi dan untuk berpihak kepada organisasi.
18
R.Wayne Pace. Don F. Faules, Komunikasi Organisasi IT, Rosda karya, Bandung, 2001, hlm.164-165
18
2. Sejauh mana para karyawan terbuka pada gagasan, mau mendengarkan dan
menawarkan bimbingan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan
dengan pekerjaan.
3. Sejauh mana para individu menerima informasi tentang lingkungan kerja saat itu.
4. Sejauh mana pertemuan-pertemuan diatur dengan baik, pengarahan tertulis singkat
dan jelas, dan jumlah komunikasi dalam organisasi cukup.
5. Sejauh mana terjadinya desas-desus dan komunikasi horizontal yang cermat dan
mengalir bebas.
6. Sejauh mana informasi tentang organisasi sebagai suatu keseluruhan yang memadai.
7.Sejauh mana para bawahan responsif terhadap komunikasi ke bawah dan
memperkirakan kebutuhan penyelia.
8. Sejauh mana karyawa merasa bahwa mereka mengetahui bagaimana mereka dinilai
dan bagaimana kinerja mereka dihargai.
Tabel 2.4. 1
Sifat-sifat Kepuasan komunikasi dan Iklim Komunikasi
19
KEPUASAN
Pekerjaan
Kom. Individu
Mikro
(Konkret dan mudah ditentukan)
Tingkat Abstraksi
IKLIM
Organisasi
Kom. Organisasi
Makro
( Abstrak Gabungan )
Tingkat Analisis
Individu
Kelompok Besar
Tingkat Pengaruh
Mengevaluasi
Menjelaskan
Definisi
Evaluasi diri atau kondisi evenftif,internal Penjelasan Fenomena yang
reaksi efektif atas meningkatnya jumlah eksternal bagi individu suatu citra
hasil yang diinginkan orang-orang sebagai individu suatu citra gabungan atau
hasil pekerjaan mereka
entitas fenomena global organisasi
komunikasi
Sumber : Komunikasi Organisasi. R. Wayne Pace & Don. F. Faules. Rosda.2000. hlm 163
Tabel 2.4.2
Dimensi Kepuasan Komunikasi dan Iklim Komunikasi
Kepuasan Komunikasi
Informasi
yang
Iklim Komunikasi
berkaitan
dengan
Kepercayaan
pekerjaan
Pembuatan keputusan
Kecukupan Informasi
Kejujuran
Kemampuan
perbaikan
untuk
menyarankan
Keterbukaan
Mendengarkan dalam komunikasi
20
Efisiensi berbagai saluran
Memikirkan tujuan-tujuan
Kualitas media
berkinerja tinggi
Cara sejawat berkomunikasi
Informasi
tentang
organisasi
secara
keseluruhan
Integrasi Organisasi
Sumber : Buku Komunikasi Organisasi, R. Wayne & Don. F Faules.2000
Dari penjelasan tabel ( Tabel 1.2 dan tabel 2.2 ) dapat dijelaskan bahwa yang
dibahas dalam iklim komunikasi organisasi secara keseluruhan, persepsi-persepsi
anggota organisasi terhadap unsur-unsur yang ada di organisasi secara keseluruhan
(makro), dan sifat iklim komunikasi yaitu lebih menjelaskan tentang kepercayaan
diantara anggota-anggota organisasi, adanya keterbukaan keterlibatan karyawan
dalam mengambil keputusan sedangkan pada kepuasan komunikasi lebih menyoroti
kepuasan tingkat individu dalam menilai komunikasi yang berjalan didalam
organisasi dan apakah informasi-informasi yang ada didalam organisasi sesuai
dengan harapan karyawan atau tidak. Selain itu yang dibicarakan pada kepuasan
komunikasi adalah informasi-informasi yang menyangkut tentang pekerjaan didalam
organisasi.
Terkadang kepuasan komunikasi hampir sering disama artikan dengan iklim
komunikasi didalam organisasi, sebagai persepsi karyawan terhadap kualitas
21
hubungan komunikasi yang terjadi diorganisasi tempatnya berkerja berkenaan dengan
kenyamanan berkomunikasi dimana kepuasan sangat penting untuk kinerja
perusahaan. Faktor-faktor pencapaian kepuasan dalam berkomunikasi yaitu :
1. Dukungan Atasan
Persepsi karyawan terhadap hubungan dengan atasan mengenai ada atau tidaknya
dukungan yang diberikan atasan karyawan, bisa berupa :
a) Karyawan merasa atasan memberikan dorongan untuk dapat menyelesaikan masalah.
b) Karyawan memiliki perasaan kehadirannya diperlukan oleh perusahaan.
c) Karyawan merasa atasan sangat menyukai pekerjaan yang dipekerjakannya
d) Karyawan merasa atasan turut memperhatikan prestasi kerjanya.
e) Atasan sering memuji hasil pekerjaan yang telah dilakukan karyawan.
2. Keikutsertaan dalam pengambilan keputusan
Persepsi karyawan terhadap adanya kebebasan untuk ikut serta dalam proses
pengambilan keputusan didalam perusahaan, hal tersebut bisa berupa
a) Atasan melibatkan karyawan dalam rapat-rapat perusahaan.
b) Karywan merasa bebas melontarkan pendapat dalam rapat-rapat perusahaan.
c) Karyawan dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang bermanfaat bagi
perusahaan.
d) Karyawan merasa pendapatnya dihargai.
3. Keterbukaan dan Keterusterangan
22
Persepsi karyawan terhadap ada atau tidaknya keterbukaan dalam keterusterangan
dalam perusahaan. Adapun dalam bentuk hubungan secara vertical (upward dan
downward) atau horizontal. Hal tersebut bisa berupa :
a) Atasan mau memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh karyawan
secara terbuka.
b) Atasan bersedia memperbaiki kesalahn yang dilakukannya
c) Karyawan merasa atasan memberikan kesempatan pada karyawan untuk memberikan
kritik.
d) Karyawan merasa atasan mau mendengarkan masalah yang menggangu pikirannya.
4. Kepercayaan dan Kredibilitas
Persepsi karyawan terhadap sumber pesan atau kegiatan komunikasi dalam
perusahaan dapat dipercaya, termasuk pula persepsi karyawan terhadap kredibilitas
atasannya, hal tersebut dapat dilihat dari :
a) Karyawan menganggap atasan memiliki kemampuan untuk memimpin mereka
b) Karyawan merasa atasannya telah menduduki jabatan yang tepat.
c) Karyawan merasa yakin kan kebenaran informasi yang disampaikan atasan.
d) Karyawan merasa percaya sumber yang menyampaikan pesan atau informasi yang
berkaitan dengan pekerjaan diperusahaan.
e) Karyawan merasa percaya sumber yang menyampaikan pesan atau informasi yang
berkaitan dengan pekerjaan diperussahaan.
f) Karyawan merasa dipercaya untuk menjalankan pekerjaannya.
23
5. Kejelasan tentang tujuan organisasi
Persepsi karayawan tentang jelas dan tidaknya tujuan dan sasaran prestasi perusahaan
yang dikomunikasikan kepada mereka, hal tersebut dapat dilihat dari ;
a) karywan mengetahui tentang tujuan usaha perusahaan.
b) Karyawan mengetahui struktur organisasi perusahaan secara jelas.
c) Karyawan .merasa atasan sudah menginformasikan aktifitas dan tujuan perusahaan
secara terbuka.
d) Karyawan diberitahukan oleh atasan tentang kemajuan perusahaan yang telah dicapai.
2.3 Kepuasan Kerja Karyawan
Definisi secara umum mengenai kepuasan mengandung arti sebagai suatu sikap
umum suatu individu terhadap pekerjaannya, dapat dipertegas lagi bahwa kepuasan
kerja merupakan seperangkat perasaan karyawantentang menyenangkan atau
tidaknya pekerjaan mereka. Pekerjaan disini sangat luas artinya, tidak hanya sekedar
melaksanakan suatu pekerjaan tetapi lebih dari itu yaitu berhubungan dengan rekan
kerja dan atasan, mengikuti aturan dan kebijakan organisasi, memenuhi standar
kinerja dan lingkungan kerja. 19
Hal-hal yang biasanya ditanyakan kepada karyawan untuk mengukur kepusan
kerja antara lain berhubungan dengan unsur-unsur utama pekerjaan yang meliputi :
19
Ibid hlm.148
24
sifat dasar pekerjaan, penyelia, upah, kesempatan promosi, hubungan dengan rekan
sekerja dan kebijakan yang dikeluarkan perusahaan.
Unsur-unsur utama yang sering dinyatakan kepada karyawan untuk mengukur
kepuasan kerja karyawan : 20
1. Sifat Dasar Pekerjaan
Merupakan sikap karyawan dalam menilai pekerjaan yang mereka kerjakan didalam
perusahaan, menyangkut apakah pekerja-pekerjaan mereka tersebut memberikan
kesempatan karyawan untuk menggunakan kemampuan mereka. Menawarkan
beragam tugas atau tantangan pekerjaan.
2. Supervisor ( Kepemimpinan )
Merupakan sikap karyawan dalam hal menilai kepemimpinan yang dijalankan oleh
atasannya, menyangkut apakah atasan dapat memimpin dengan baik dan adil,
mendengarkan pendapat karyawan dan memahami karyawan.
3. Kompensasi (Upah atau Gaji)
Merupakan sikap karyawan dalam menilai imbalan, gaji yang selama ini berjalan,
menyangkut apakah gaji yang diberikan sesuai dengan apa yang telah mereka
kerjakan.
4. Promosi
20
Stephen P. Robin, Prilaku Organisasi, PT. Prenhalindo, Jakarta, 2001, hlm 50
25
Merupakan sikap karyawan dalam menilai jenjang karir dan penghargaan yang
diberikan perusahaan yang menyangkut adanya promosi yang adil, pasti tidak
meragukan dan sesuai dengan harapan mereka.
5. Hubungan Interpesonal
Merupakan sikap karyawan dalam menilai hubungan yang terjadi antar karyawan
ditempat kerja, menyangkut adanya keakraban dengan rekan sekerja, rekan sekerja
yang ramah dan saling mendukung.
6. Kebijakan Atasan dan Perusahaan
Merupakan sikap karyawan dalam menilai setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh
atasan maupun perusahaan, seperti kebijakan tentang promosi jabatan, kenaikan gaji
dan sebagainya.
Kepuasan kerja karyawan yang tinggi tentunya dapat mencerminkan citra internal
perusahaan yang positif, seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukan
sikap kerja yang positif terhadap pekerjaannya menunjukan sikap yang negatif.
Sering terjadi ketidakpuasan kerja karyawan biasanya disebabkan oleh adanya
atasan yang ingin mengetahui kebutuhan akan bawahannya, hal tersebut dapat terjadi
karena yang dilakukan atasan sangat berbeda dengan yang diinginkan atau harapan
bawahannya.
2.4 Peran Humas didalam Organisasi
Didalam organisasi atau perusahaan Humas mempunyai peran penting didalam
merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan perusahaan. Humas
26
merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi atau
perusahaan. Humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan
suatu organisasi atau perusahaan secara positif. Seorang praktisi humas dituntut harus
mampu mengerjakan banyak hal, bisa menjadi seorang penasehat.
Kedudukan seorang humas didalam perusahaan adalah sebagai jembatan
komunikasi antara suatu organisasi, lembaga atau perusahaan dengan berbagai
publiknya, Irving Smith Kogam, dalam artikel Public Relations mengatakan bahwa
fungsi pokok Public Relations antara lain adalah fungsi manajemen sebagai peneliti
dan penilai. Menyelaraskan kibijakan organisasi dan kepentingan umum, serta
merumuskan dan melaksanakan suatu program kerja untuk mendapatkan dukungan
dan kepercayaan masyarakat. 21
Dan fungsi dapat disimpulkan bahwa fungsi dapat disimpulkan bahwa fungsi
utama adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik organisasi dengan
publik internal maupun eksternal dalam rangka menanamkan pengertian dan
menumbuhkan motivasi, partisipasi, publik dalam upaya menciptakan hubungan baik
yang harmonis dan menguntungkan.
Tugas humas didalam organisasi atau perusahaan, menyampaikan pesan atau
informasi dari perusahaan secara lisan tertulis atau visual kepada karyawan lainnya
sehingga memperoleh pengertian yang benar dan tepat mengenai kondisi perusahaan,
21
F.Rachmadi, Public Relations dalam Teori dan praktek, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1996,hlm 9
27
tujuan dan kegiatannya, untuk bisa memperlancar penyebaran informasi. Humas
mempunyai tugas-tugas antara lain :
1.Menciptakan dan memelihara suatu citra yang baik dan tepat asa organisasinya, baik
itu yang berkenaan dengan kebijakan, produk jasa maupun dengan personelnya.
2. Memantau pendapat umum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan citra
keinginan, reputasi maupun kepentingan-kepentingan organisasi dan menyampaikan
setiap informasi yang penting langsung kepada pihak manajemen atau pimpinan
puncak untuk ditanggapi atau ditindaklanjuti.
3. Memberikan nasehat atau masukan kepada pihak manajemen mengenai berbagai
masalah komunikasi yang penting
4. Menyediakan berbagai informasi kepada khalayak perihal kebijakan organisasi,
kegiatan produk jasa dan personalia selengkap mungkin dalam menjangkau
pengertian khalayak. 22
22
Ibid hlm 10
Download