BAB II LANDASAN TEORI

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
Sebelum membuat sebuah alat, diperlukan landasan-landasan teori dari
setiap komponen yang akan dipergunakan sehingga dapat diketahui karakteristik
dari alat tersebut serta prinsip dari alat yang dipergunakan sehingga menghasilkan
keluaran sesuai
yang
diharapkan.
Pada bab ini menjelaskan teori komponen
yang digunakan pada rangkaian. Namun teori tersebut tidak dijelaskan secara
keseluruhan, melainkan hanya sebagian kecil yang berkaitan dengan rangkaian
yang dibuat. Di bawah ini merupakan penjelasan dari beberapa komponen
yang dipergunakan
dalam membuat “Rancang Bangun Alat Sistem Keamanan
Rumah Otomatis Dengan Identifikasi Password dan Webcam Berbasis Arduino”.
2.1
Sistem Kemanan
Sistem
keamanan
merupakan
sistem
perlindungan
bagi
warga
di
lingkungan dan sekitarnya dari gangguan kejahatan baik yang datang dari luar
lingkungan ataupun dari dalam lingkungan itu sendiri. Sistem keamanan yang
baik
harus dimulai dari lingkungan yang terkecil kemudian berlanjut dan
terintegrasi antar sistem keamanan lingkungan kecil dengan sistem keamanan
lingkungan yang lebih besar.
6
http://digilib.mercubuana.ac.id/
7
Sistem keamanan lingkungan yang terkecil adalah sistem keamanan pada
rumah. Sebuah sistem keamanan lingkungan akan baik, jika setiap rumah dalam
lingkungan tersebut telah memiliki sistem keamanan yang baik. Hal itu akan
memperkecil ruang gerak kejahatan pada lingkungan tersebut, sehingga setiap
kejahatan yang muncul dapat langsung dideteksi lebih awal. Sistem keamanan
pada sebuah rumah terbagi atas dua jenis, yaitu:
1. Sistem
keamanan
manual,
yaitu
sistem
keamanan
dimana
proses
pengamanan tidak melibatkan teknologi, seperti kegiatan ronda oleh
penghuni rumah, pemasangan gembok atau rantai dan lain sebagainya.
2. Sistem keamanan
otomatis,
yaitu
sistem keamanan
dimana proses
pengamanan menggunakan teknologi, seperti pemasangan sensor gerak,
pemasang sensor panas, alarm, pemasangan sensor infra merah dan lain
sebagainya.
Tujuan-tujuan keamanan dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama, yaitu:
a. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari
orang-orang yang tidak berhak.
b. Ketersediaan, Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem
Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem. pengolah data
menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu
alat bantu pengambilan keputusan. Tujuan CBIS adalah menyediakan
data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
c. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat
[1]
dari sistem fisik yang diwakilinya.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
8
2.2
Mikrokontroler
Mikrokontroler
merupakan sebuah processor yang digunakan untuk
kepentingan sistem kendali. Meskipun mempunyai bentuk yang jauh lebih kecil
dari suatu komputer pribadi, mikrokontroler dibangun dari elemen-elemen dasar
yang sama.
Seperti umumnya komputer,
mengerjakan
instruksi-instruksi
yang
mikrokontroler adalah alat yang
diberikan
kepadanya.
Artinya,
bagian
terpenting dan utama dari suatu sistem terkomputerisasi adalah program itu
sendiri yang dibuat oleh seorang programmer. Program ini menginstruksikan
komputer
untuk
programmer.
melakukan
tugas
yang
lebih
kompleks
yang
diinginkan
[2]
Beberapa fitur yang umumnya ada didalam mikrokontroler adalah sebagai
berikut:
1. RAM (Random Access Memory)
RAM
digunakan
oleh
mikrokontroler
untuk
penyimpanan
variable.
Memori ini bersifat volatile yang berarti akan kehilangan semua datanya
jika tidak mendapatkan catu daya.
2. ROM (Read Only Memory)
ROM seringkali disebut sebagai kode memori karena berfungsi untuk
penyimpanan program yang akan diberikan oleh user.
3. Register
Merupakan tempat penyimpanan nilai-nilai yang akan digunakan dalam
proses yang telah disediakan oleh mikrokontroler.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
9
4. Special Function Register
Merupakan register khusus yang berfungsi untuk mengatur jalannya
mikrokontroler. Register ini terletak pada RAM.
5. Input dan Output Pin
Pin input adalah bagian yang berfungsi sebagai penerima signal dari luar,
pin ini dapat dihubungkan ke berbagai media inputan seperti keypad,
sensor dan sebagainya. Pin output adalah bagian yang berfungsi untuk
mengeluarkan signal dari hasil proses algoritma mikrokontroler.
6. Interrupt
Interrupt bagian mikrokontroler yang berfungsi sebagai bagian yang dapat
melakukan interupsi, sehingga ketika program utama sedang berjalan,
program utama tersebut dapat diinterupsi dan menjalankan program
interupsi terlebih dahulu.
Beberapa interrupt pada umumnya adalah sebagai berikut :
a. Interrput External
Interrupt akan terjadi bila ada inputan dari pin interrupt.
b. Interrupt Timer
Interrupt akan terjadi bila waktu tertentu telah tercapai.
c. Interrupt Serial
Interrupt yang akan terjadi ketika ada penerimaan data dari
komunikasi serial.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
10
2.3
Pengertian Arduino
Arduino merupakan platform prototyping berbasis open source elektronik
yang mudah digunakan (fleksibel) baik dari perangkat keras (hardware) maupun
perangkat lunaknya (software). Arduino mempunyai input yang dapat menerima
input dari berbagai sensor dan outputnya sebagai pengendali seperti lampu,
buzzer, dan aktuator lainnya. Arduino board mikrokontroler dapat diprogram
menggunakan bahasa pemrograman arduino. Arduino dapat bekerja mandiri atau
dapat juga berkomunikasi dengan perangkat keras yang lain seperti komputer
melalui perangkat lunak seperti (flash, pengolahan, maxMSP).
Arduino memiliki beberapa jenis papan yang telah di sesuaikan dengan fungsi dan
tugasnya masing- masing, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Arduino USB : (Arduino Uno, Arduino Deumilanov, dan lain-lain)
b. Arduino Serial
c. Arduino Mega : (Arduino Mega dan Arduino Mega2560)
d. Arduino Lilypad : (Lilypad 00, Lilypad 01 dan lain-lain)
e. Arduino BT
f.
2.3.1
Arduino Nano : (Arduino Nano3.0, Arduino Nano2.0)
Arduino Mega2560
Arduino
Mega2560
adalah
papan
mikrokontroler
berbasiskan
ATmega2560. Arduino Mega2560 memiliki 54 pin digital input/output, dimana
15 pin dapat digunakan sebagai output PWM, 16 pin sebagai input analog, dan 4
pin sebagai UART (port serial hardware), 16 MHz kristal osilator, koneksi USB,
jack power, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk
http://digilib.mercubuana.ac.id/
11
mendukung mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer
melalui kabel USB atau power dihubungkan dengan adaptor AC-DC atau baterai
untuk mulai mengaktifkannya. Arduino Mega2560 kompatibel dengan sebagian
besar shield yang dirancang untuk Arduino Duemilanove atau Arduino Diecimila.
Arduino Mega2560 berbeda dari papan sebelumnya, karena versi terbaru
sudah tidak menggunakan chip driver FTDI USB-to-serial. Tapi, menggunakan
chip ATmega16U2 (ATmega8U2 pada papan Revisi 1 dan Revisi 2) yang
diprogram sebagai konverter USB-to-serial.
Arduino Mega2560 Revisi 2
memiliki resistor penarik jalur HWB 8U2 ke Ground, sehingga lebih mudah untuk
dimasukkan ke dalam mode DFU (Device Firmware Update).
Berikut pada Gambar 2.1 akan dijelaskan tentang Arduino Mega 2560.
Gambar 2.1 Arduino Mega2560
Arduino Mega2560 Revisi 3 memiliki fitur-fitur baru berikut :

Pertama adalah pinout : Ditambahkan pin SDA dan pin SCL yang dekat
dengan pin AREF dan dua pin baru lainnya ditempatkan dekat dengan pin
RESET, IOREF memungkinkan shield untuk beradaptasi dengan tegangan
http://digilib.mercubuana.ac.id/
12
yang tersedia pada papan. Di masa depan, shield akan kompatibel baik
dengan papan yang menggunakan AVR (Automatic Voltage Regulator)
yang beroperasi dengan 5 Volt dan dengan Arduino Due yang beroperasi
dengan tegangan 3.3 Volt. Dan ada dua pin yang tidak terhubung, yang
disediakan untuk tujuan masa depan.

Kedua adalah sirkuit RESET.

Ketiga adalah Chip ATmega16U2 menggantikan chip ATmega8U2.
2.3.2
Sumber Daya
Arduino Mega2560 dapat diaktifkan melalui koneksi USB atau dengan
catu daya eksternal. Sumber daya dipilih secara otomatis. Untuk sumber daya
eksternal (non-USB) dapat berasal baik dari adaptor AC-DC atau baterai. Adaptor
ini dapat dihubungkan dengan memasukkan 2.1mm jack DC ke port listrik papan.
Baterai dapat dimasukkan pada pin header Gnd dan Vin dari konektor daya.
Board dapat beroperasi pada pasokan eksternal dari 6 sampai 20 Volt.
Namun jika tegangan kurang dari 6 Volt kemungkinan tidak stabil pada perangkat
sangat besar. Jika menggunakan lebih dari 12 V regulator tegangan bisa panas dan
merusak papan. Rentang yang dianjurkan adalah 7 sampai 12 Volt.
Adapun pin listrik yang tersedia adalah sebagai berikut :

VIN. Input tegangan ke papan Arduino ketika menggunakan sumber daya
eksternal dapat disediakan melalui pin ini, atau jika menggunakan sumber
tegangan melalui colokan listrik.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
13

5 V. Pin ini merupakan output 5 V yang telah diatur oleh regulator papan
Arduino. Papan dapat diaktifkan dengan daya, baik dari colokan listrik DC
(7-12 V), konektor USB (5 V), atau pin VIN board (7-12 V). Jika tegangan
dimasukan melalui pin 5 V atau 3.3 V secara langsung (tanpa melewati
regulator) dapat merusak papan Arduino. Penulis tidak menyarankan itu.

Tegangan
pada pin 3.3 V dihasilkan oleh regulator on-board. Menyediakan
arus maksimum 50 mA.

GND. Pin untuk ground.

IOREF. Pin ini di papan Arduino memberikan tegangan referensi ketika
mikrokontroler beroperasi. Sebuah shield yang dikonfigurasi dengan benar
dapat membaca pin tegangan IOREF sehingga dapat memilih sumber daya
yang tepat agar dapat bekerja dengan 5 V atau 3.3 V.
Tabel 2.1 Data Spesifikasi Arduino Mega2560
Mikrokontroler
ATmega2560
Tegangan Operasi
5V
Input Voltage
7-12V (Rekomendasi)
Input Voltage
6-20V (limit)
Pin Digital I/O
54 (15 pin output PWM)
Pins Input Analog
16
Arus DC per pin I/O
40 mA
Arus DC untuk pin 3.3V
50 mA
Flash Memory
256 KB (8 KB bootloader)
SRAM
8 KB
EEPROM
4 KB
Clock Speed
16 MHz
http://digilib.mercubuana.ac.id/
14
2.3.3
Memori
Mikrokontroler ATmega2560 memiliki 256 KB flash memory untuk
menyimpan kode (8 KB bootloader), 8 KB SRAM dan 4 KB EEPROM (yang
dapat dibaca dan ditulis dengan library EEPROM).
2.3.4
Input dan Output
Masing-masing dari 54 digital pin pada Arduino Mega dapat digunakan
sebagai input atau output, menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite(), dan
digitalRead(). Arduino Mega2560 beroperasi pada tegangan 5 volt. Setiap pin
dapat memberikan atau menerima arus maksimum 40 mA dan memiliki resistor
pull-up internal (yang terputus secara default) sebesar 20-50 kOhms. Selain itu,
beberapa pin memiliki fungsi khusus, antara lain:

Serial : 0 (RX) dan 1 (TX); Serial 1 : 19 (RX) dan 18 (TX); Serial 2 : 17
(RX) dan 16 (TX); Serial 3 : 15 (RX) dan 14 (TX). Digunakan untuk
menerima (RX) dan mengirimkan (TX) data serial TTL. Pins 0 dan 1 juga
terhubung ke pin chip ATmega16U2 Serial USB-to-TTL.

Eksternal Interupsi : Pin 2 (interrupt 0), pin 3 (interrupt 1), pin 18 (interrupt
5), pin 19 (interrupt 4), pin 20 (interrupt 3), dan pin 21 (interrupt 2). Pin ini
dapat dikonfigurasi untuk memicu sebuah interupsi pada nilai yang rendah,
meningkat atau menurun, atau perubah nilai.

SPI : Pin 50 (MISO), pin 51 (MOSI), pin 52 (SCK), pin 53 (SS). Pin ini
mendukung komunikasi SPI menggunakan library SPI. Pin SPI juga
http://digilib.mercubuana.ac.id/
15
terhubung dengan header ICSP, yang secara fisik kompatibel dengan
Arduino Uno, Arduino Duemilanove dan Arduino Diecimila.

LED : Pin 13. Tersedia secara built-in pada papan Arduino ATmega2560.
LED terhubung ke pin digital 13.

TWI : Pin 20 (SDA) dan pin 21 (SCL). Yang mendukung komunikasi TWI
menggunakan library Wire.
Arduino Mega2560 memiliki 16 pin sebagai analog input, yang masing-
masing menyediakan resolusi 10 bit (yaitu 1024 nilai yang berbeda). Secara
default pin ini dapat diukur/diatur dari mulai Ground sampai dengan 5 Volt, juga
memungkinkan untuk mengubah titik jangkauan tertinggi atau terendah mereka
menggunakan pin AREF dan fungsi analogReference(). Ada beberapa pin lainnya
yang tersedia, antara lain:

AREF : Referensi tegangan untuk input analog. Digunakan dengan fungsi
analogReference().

RESET : Jalur LOW ini digunakan untuk me-reset (menghidupkan ulang)
mikrokontroler. Jalur ini biasanya digunakan untuk menambahkan tombol
reset pada shield yang menghalangi papan utama Arduino.
2.3.5
Komunikasi
Arduino
Mega2560
memiliki sejumlah
fasilitas
untuk
berkomunikasi
dengan komputer, dengan Arduino lain, atau dengan mikrokontroler lainnya.
Arduino ATmega328 menyediakan 4 hardware komunikasi serial UART TTL (5
Volt). Sebuah chip ATmega16U2 (ATmega8U2 pada papan Revisi 1 dan Revisi
2) yang terdapat pada papan digunakan sebagai media komunikasi serial melalui
http://digilib.mercubuana.ac.id/
16
USB dan muncul sebagai COM Port Virtual (pada Device komputer) untuk
berkomunikasi dengan perangkat lunak pada komputer, untuk sistem operasi
Windows masih tetap memerlukan file inf, tetapi untuk sistem operasi OS X dan
Linux akan mengenali papan sebagai port COM secara otomatis. Perangkat lunak
Arduino
termasuk
didalamnya
serial monitor
memungkinkan
data
tekstual
sederhana dikirim ke dan dari papan Arduino. LED RX dan TX yang tersedia
pada papan akan berkedip ketika data sedang dikirim atau diterima melalui chip
USB-to-serial yang terhubung melalui USB komputer (tetapi tidak
untuk
komunikasi serial seperti pada pin 0 dan 1).
Sebuah library SoftwareSerial memungkinkan untuk komunikasi serial
pada salah satu pin digital Mega2560. ATmega2560 juga mendukung komunikasi
TWI dan SPI. Perangkat lunak Arduino termasuk library Wire digunakan untuk
menyederhanakan penggunaan bus TWI. Untuk komunikasi SPI, menggunakan
library SPI.
2.3.6
Perlindungan Arus USB (Universal Serial Bus)
Arduino Mega2560 memiliki polyfuse reset yang melindungi port pada
USB computer dari arus pendek atau berlebih. Meskipun kebanyakan computer
memberikan
perlindungan
internal
sendiri,
sekering
menyediakan
perlindungan tambahan. Jika lebih dari 500 mA, sekering otomatis bekerja.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
lapisan
17
2.3.7
Pemograman
Arduino Mega dapat diprogram dengan software. (Mengenai pembahasan
lebih rinci tentang perangkat lunak Arduino akan dibahas pada artikel terpisah).
ATmega2560 pada Arduino Mega sudah tersedia preburned dengan bootloader
yang memungkinkan Anda untuk meng-upload kode baru tanpa menggunakan
programmer
hardware
eksternal.
Hal ini karena komunikasi yang terjadi
menggunakan protokol asli STK500. Anda juga dapat melewati (bypass) bootloader
dan program mikrokontroler melalui pin header ICSP (In-Circuit Serial Programming).
Chip ATmega16U2 (atau 8U2 pada board Rev. 1 dan Rev. 2) source code
firmware tersedia pada repositori Arduino. ATmega16U2/8U2 dapat dimuat dengan
bootloader DFU, yang dapat diaktifkan melalui:
 Pada board Revisi 1 : Menghubungkan jumper solder di bagian belakang
papan (dekat dengan peta Italia) dan kemudian akan me-reset 8U2.

Pada board Revisi 2 : Ada resistor yang menghubungkan jalur HWB
8U2/16U2 ke ground, sehingga lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam
mode DFU.
2.3.8
Perangkat Lunak
Lingkungan open-source Arduino memudahkan untuk menulis kode dan
meng-upload ke board Arduino. Hal ini dapat berjalan pada sistem operasi
Windows, Mac OS X, dan Linux. Berdasarkan pengolahan, avr-gcc, dan
perangkat lunak sumber terbuka lainnya.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
18
Gambar 2.2 Tampilan Framework Arduino Mega2560
2.3.9
Otomatis Software Reset
Arduino Mega2560 didesain dengan cara yang memungkinkan untuk me-
reset melalui perangkat lunak yang berjalan pada komputer yang terhubung. Salah
satu jalur kontrol hardware (DTR) mengalir dari ATmega8U2/16U2 dan
terhubung ke jalur reset dari ATmega2560 melalui kapasitor 100 nanofarad. Bila
jalur ini di-set rendah/low, jalur reset drop cukup lama untuk me-reset chip.
Perangkat lunak Arduino menggunakan kemampuan ini untuk memungkinkan
meng-upload kode dengan hanya menekan tombol upload pada perangkat lunak
Arduino. Ini berarti bahwa bootloader memiliki rentang waktu yang lebih pendek,
http://digilib.mercubuana.ac.id/
19
seperti menurunkan DTR dapat terkoordinasi (berjalan beriringan) dengan
dimulainya upload.
2.3.10 Karakteristik Fisik dan Kompabilitas Shield
Maksimum panjang dan lebar PCB Mega2560 adalah 4 x 2.1 inch (10,16 x
5,3 cm), dengan konektor USB dan jack power menonjol melampaui batas
dimensi. Empat lubang sekrup memungkinkan papan terpasang pada suatu
permukaan atau wadah. Perhatikan bahwa jarak antara pin digital 7 dan 8 adalah
160 mil (0.16”), tidak seperti pin lainnya dengan kelipatan genap berjarak 100
mil. Arduino Mega2560 dirancang agar kompatibel dengan sebagian shield yang
dirancang untuk Arduino Uno, Arduino Diecimila atau Arduino Duemilanove. Pin
Digital 0-13 (pin AREF berdekatan dan pin GND), input analog 0 sampai 5,
header power, dan header ICSP berada di lokasi yang ekuivalen. Selanjutnya
UART utama (port serial) terletak di pin yang sama (0 dan 1), seperti pin interupsi
eksternal 0 dan 1 (masing-masing pada pin 2 dan 3). SPI di kedua header ICSP
yaitu Mega2560 dan Duemilanove/Diecimila.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
20
2.4
GSM/GPRS Shield
Global System for Mobile Communication (GSM mulanya singkatan dari
Groupe Spécial Mobile) adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat
digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya
telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman
sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim
akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular
sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di
seluruh dunia.
Berikut pada Gambar 2.3 akan dijelaskan tentang arsitektur jaringan pada
teknologi GSM.
Gambar 2.3 Arsitektur Jaringan GSM
GSM Shield atau GPRS (General Packet Radio Service) Shield merupakan
produk untuk keperluan wireless Arduino. Beroperasi pada frekuensi GSM/GPRS
850/900/1800/1900MHz untuk keperluan pengiriman suara, SMS, dan data
dengan konsumsi data yang rendah.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
21
Shield GPRS ini dikendalikan menggunakan AT commands (GSM 07.07
,07.05 dan SIMCOM enhanced AT Commands). Kompatible dengan board
Arduino UNO, Duemilanove, Seeeduino, dan Mega2560.
Gambar 2.4 GSM/GPRS Shield
Beberapa fitur tambahan pada versi terbaru GPRS shield ini adalah adanya
soft reset yang memudahkan saat inisialisasi jaringan, sehingga on-off shield lebih
mudah.
Lalu tersedia slot baterai pada bagian belakang shield. Mohon menjadi
catatan saat membuat sketch, setting baud-rate tidak kompatible pada 19200, jadi
Anda dapat menggunakan pada baud-rate yang lain.
[3]
Perbedaan dengan versi sebelumnya adalah antenna yang dibuat compact,
sehingga tidak memerlukan ruang yang besar dan konsumsi daya yang sangat
rendah.
Spesifikasi dari GSM Shield :
1. Kompatible dengan Arduino UNO, DFRduino UNO, Seeeduino, Arduino
Mega, dll.
2. Interface dapat dipilih antara hardware serial port dan software serial port.
3. Quad band support: 850/900/1800/1900MHz.
4. Support TCP/UDP protocols.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
22
5. Full control via AT commands set: Standard - GSM 07.07 & 07.05 and
Enhanced - SIMCOM AT Command.
6. 2-in-1 headset jack.
7. Convenient external SIM card holder.
8. Low power consumption: 1.5mA(sleep mode).
2.5
Keypad Matrix
Keypad Matrix memang sangat akrab digunakan dalam aplikasi-aplikasi
mikrokontroler
karena
arsitekturnya
yang
sederhana dan
mudah
untuk
digabungkan dengan segala macam mikrokontroler. Keypad dengan metode
matrix memiliki berbagai jenis tipe, ada yang 4 x 4, ada yang 3 x 4 dan lain – lain
tipe tergantung dari kebutuhan pengguna. Pembuatan sebuah keypad matrix
umumnya sangat mudah. Seperti yang ditunjukkan
oleh
gambar
dibawah
dimana kita mempunyai tiga baris serta empat kolom sebagai tahapan awalnya.
Diantara setiap persimpangan baris dan kolom disana kita tempatkan sebuah
tombol.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
23
Gambar 2.5 Konfigurasi Matrix Keypad 3x4[4]
Rangkaian matrix keypad diatas terdiri dari 12 saklar push button dengan
konfigurasi 3 baris dan 4 kolom. 8 line yang terdiri dari 3 baris dan 4 kolom
tersebut dihubungkan dengan port
mikrokontrol 8 bit. Sisi baris dari matrix
keypad ditandai dengan nama Row1, Row2, Row3 dan Row4 kemudian sisi
kolom ditandai dengan nama Col1, Col2 dan Col3. Sisi input atau output dari
matrix keypad 3×4 ini tidak mengikat, dapat dikonfigurasikan kolom sebagi input
dan baris sebagai output atau sebaliknya tergantung programernya.
2.6
Motor Servo
Motor servo adalah sebuah motor dengan sistem umpan balik tertutup di
mana posisi dari motor akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang
ada di dalam motor servo. Motor ini terdiri dari sebuah motor DC, serangkaian
gear,
potensiometer
dan rangkaian kontrol.
Potensiometer berfungsi untuk
menentukan batas sudut dari putaran servo. Sedangkan sudut dari sumbu motor
http://digilib.mercubuana.ac.id/
24
servo diatur berdasarkan lebar pulsa yang dikirim melalui kaki sinyal dari kabel
motor. Untuk melihat bentuk fisik dari motor servo yang lebih jelas dapat dilihat
pada Gambar 2.6.
Gambar 2.6 Motor Servo
Karena motor DC servo merupakan alat untuk mengubah energi listrik
menjadi energy mekanik, maka magnet permanen motor DC servolah yang
mengubah energi listrik ke dalam energi mekanik melalui interaksi dari dua
medan magnit. Salah satu medan dihasilkan oleh magnit permanent dan yang
satunya dihasilkan oleh arus yang mengalir dalam kumparan motor. Resultan dari
dua medan magnit tersebut menghasilkan torsi yang membangkitkan putaran
motor tersebut. Saat motor berputar, arus pada kumparan motor menghasilkan
torsi yang nilainya konstan.
Secara umum terdapat 2 jenis motor servo. Yaitu motor servo standard dan
motor servo Continous. Servo motor tipe standar hanya mampu berputar 180
derajat. Motor servo standard sering dipakai pada sistim robotika misalnya untuk
membuat “ Robot Arm” ( Robot Lengan ). sedangkan Servo motor continuous
dapat berputar sebesar 360 derajat. Motor servo Continous sering dipakai untuk
Mobile Robot. Pada badan servo tertulis tipe servo yang bersangkutan.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
25
Motor servo merupakan sebuah motor DC kecil yang diberi sistim gear
dan potensiometer sehingga dia dapat menempatkan Horn servo pada posisi yang
dikehendaki. Karena motor ini menggunakan sistim close loop sehingga posisi
Horn yang dikehendaki bisa dipertahanakan. Horn pada servo ada dua jenis. Yaitu
Horn “ X” dan Horn berbentuk bulat seperti pada Gambar 2.7.[5]
Gambar 2.7 Servo Dengan Horn Bulat dan Servo Dengan Horn X
Pengendalian gerakan batang motor servo
dapat dilakukan dengan
menggunakan metode PWM (Pulse Width Modulation). Teknik ini menggunakan
system lebar pulsa untuk mengemudikan putaran motor. Sudut dari sumbu motor
servo diatur berdasarkan lebar pulsa yang dikirim melalui kaki sinyal dari kabel
motor. Tampak pada gambar dengan pulsa 1.5 mS pada periode selebar 2 mS
maka sudut dari sumbu motor akan berada pada posisi tengah. Semakin lebar
pulsa OFF maka akan semakin besar gerakan sumbu ke arah jarum jam dan
semakin kecil pulsa OFF maka akan semakin besar gerakan sumbu ke arah yang
berlawanan dengan jarum jam.[6]
http://digilib.mercubuana.ac.id/
26
2.7
LED (Light Emiting Diode)
Light Emitting Diode (dioda pemancar cahaya), yang lebih dikenal
dengan kependekannya yaitu LED, menghasilkan cahaya ketika arus mengalir
melewatinya. Pada awalnya LED hanya dibuat dengan warna merah, namun
sekarang warna-warna jingga, kuning, hijau, biru dan putih juga tersedia di
pasaran. Terdapat pula LED inframerah yang menghasilkan cahaya inframerah,
alih-alih cahaya tampak. Sebuah LED yang tipikal memiliki kemasan berbentuk
kubah yang terbuat dari bahan plastik, dengan pinggiran yang menonjol ( rim )
pada bagian bawah kubah, terdapat dua kubah kaki terminal di bagian bawah
kubah. Biasanya, meskipun tidak selalu demikian, kaki katoda lebih pendek dari
kaki anoda. Cara lain untuk membedakan kaki katoda dengan kaki anoda adalah
dengan memperhatikan bagian rim (apabila LED yang bersangkutan memang
memilikinya). Rim dibuat berbentuk datar pada sisi yang berdekatan dengan kaki
katoda.
[7]
Gambar 2.8 Simbol LED
http://digilib.mercubuana.ac.id/
27
Sebuah LED membutuhkan arus sekitar 20 mA untuk memancarkan
cahaya dengan kecerahan maksimum, meskipun arus sekecil 5 mA pun masih
dapat menghasilkan cahaya yang jelas tampak. Untuk dapat membedakan
keterangan dari kaki LED dapat dilihat pada gambar 2.8 dan gambar 2.9. Sebuah
LED rata-rata adalah 1,5 V, sehingga pasokan tegangan 2 V dapat menyalakan
sebagian besar LED dengan kecerahan maksimum. Dengan level-level tegangan
yang lebih tinggi, LED dapat terbakar apabila tegangan maju yang diberikan
melebihi 2 V. Kita harus penting untuk menyambungkan resistor pembatas arus
secara seri kesebuah LED.
Gambar 2.9 Rangkaian dasar LED
2.8
Buzzer
Pada
Buzzer adalah
sebuah
komponen
elektronika
yang berfungsi
untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Berdasarkan Gambar 2.10
dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga
terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan
tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik
ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena
http://digilib.mercubuana.ac.id/
28
kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan
menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar
yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa
proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).
Gambar 2.10 Buzzer 12 volt DC
2.9
Solenoid Door Lock
Solenoid Door Lock adalah salah satu solenoid yang difungsikan khusus
sebagai solenoid untuk pengunci pintu secara elektronik. Solenoid ini mempunyai
dua sistem kerja, yaitu Normaly Close (NC) dan Normaly Open (NO). Cara kerja
solenoid NC apabila diberi tegangan, maka solenoid akan memanjang (tertutup).
Dan untuk cara kerja dari Solenoid NO adalah kebalikannya dari Solenoid NC.
Biasanya kebanyakan solenoid Door Lock membutuhkan input atau tegangan
kerja 12V DC.
Prinsip dari solenoid sendiri akan bekerja sebagai pengunci dan akan aktif
ketika diberikan tegangan sebesar 12V. Didalam solenoid terdapat kawat yang
melingkar pada inti besi. Ketika arus listrik mengalir melalui kawat ini, maka
http://digilib.mercubuana.ac.id/
29
terjadi medan magnet untuk menghasilkan energi yang akan menarik inti besi ke
dalam.
Gambar 2.11 Solenoid Door Lock
2.10
LCD (Liquid Crystal Display)
Liquid crystal display adalah suatu alat yang dapat menampilkan karakter
sehingga pengguna dapat menampilkan campuran huruf, simbol dan angka. Di
dalam LCD terdapat sebuah mikroprosesor yang mengendalikan tampilan,
pengguna hanya perlu membuat program untuk berkomunikasi. Untuk ukuran
LCD ada berbagai macam contohnya seperti LCD 16x2 (artinya 16 kolom dan 2
baris) seperti Gambar 2.12 dan Gambar 2.13. LCD memiliki sebuah perbedaan
yang terletak pada alamat karakter saja. Karakter yang ditampilkan oleh LCD
beraneka ragam tergantung dari jenis LCD yang digunakan. Untuk dapat melihat
karakter yang ditampilkan dan spesifikasi lebih jelas jika dapat melihat data
sheetnya.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
30
Gambar 2.12 LCD Display 16x2
Modul LCD mempunyai kontroler untuk menampilkan karakter, yaitu
HD44780 berukuran 8 karakter x 2 baris.
Berikut ini adalah inisialisasi LCD :

Antarmuka 4 bit / 8 bit.

Jumlah baris display (1 baris atau 2 baris).

Ukuran karakter 5x7 atau 5x10 dot.

Display
Seperti Gambar 2.13 adalah Pin LCD M1632.
Gambar 2.13 Pin LCD M1632
http://digilib.mercubuana.ac.id/
31
2.11 Sensor PIR (Passive Infrared Receiver)
PIR (Passive Infrared Receiver) merupakan sebuah sensor berbasiskan
infrared. Tidak seperti sensor infrared kebanyakan yang terdiri dari IR LED dan
fototransistor. PIR tidak memancarkan apapun seperti IR LED. Sesuai dengan
namanya ‘Passive’, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar
inframerah pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya. Benda
yang bisa dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tubuh manusia.
Gambar 2.14 Sensor PIR
Sensor gerak
menggunakan modul PIR sangat simpel dan mudah
diaplikasikan karena modul PIR hanya membutuhkan tegangan input DC 5V
cukup efektif untuk mendeteksi gerakan hingga jarak 6 meter. Ketika tidak
mendeteksi gerakan, keluaran modul adalah LOW. Dan ketika mendeteksi adanya
gerakan, maka keluaran akan berubah menjadi HIGH. Adapun lebar pulsa HIGH
adalah ±0,5 detik. Sensitifitas Modul PIR yang mampu mendeteksi adanya
gerakan pada jarak 6 meter memungkinkan membuat alat pendeteksi gerak
dengan keberhasilan lebih besar.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
32
Dengan output yang hanya memberikan 2 logika High dan Low ini dapat
digunakan untuk aplikasi sensor gerak yang berfariatif. Misal jika ingin langsung
aplikasikan
pada
alarm,
kita
tinggal
membuat
rangkaian
driver
untuk
mengaktifkan alarm tersebut. Atau misal ingin digunakan untuk mengaktifkan
lampu, maka tinggal di buat driver untuk memberikan sumber tegangan ke lampu.
Modul sensor gerak PIR memiliki output yang langsung bisa di hubungkan
dengan komponen digital TTL atau CMOS dan juga dapat langsung dihubungkan
ke mikrokontroler.
Efektifitas
pendeteksian
gerakan
menggunakan
sensor
gerak
ini
dipengaruhi oleh faktor penempatan sensor gerak PIR tersebut. Posisi sensor
gerak harus diletakan pada lokasi yang dapat membaca semua gerakan yang ada
dalam ruangan atau daerah yang dimonitor oleh sensor gerak PIR.
Adapun spesifikasi dari PIR adalah sebagai berikut :
1. Working Current: 15uA
2. Input Voltage: 3.3 ~ 5V, 6V Maximum
3. Working Temperature: -20 ~ 85 ℃
4. Output Voltage: High 3V, low 0V
5. Output Delay Time(High Level): About 2.3 to 3 Seconds
6. Detection angle: 100 °
7. Detection distance: 7 meters
8. Output Indicator LED(When output HIGH, it will be ON)
9. Pin limit current: 100mA
10. Connection Interface: PH2.0-3
http://digilib.mercubuana.ac.id/
33
2.12
RTC (Real Time Clock) DS3231
Real-time clock disingkat RTC adalah jam di komputer yang umumnya
berupa sirkuit terpadu yang berfungsi sebagai pemelihara waktu. RTC umumnya
memiliki catu daya terpisah dari catu daya komputer (umumnya berupa baterai
litium) sehingga dapat tetap berfungsi ketika catu daya komputer terputus.
Kebanyakan RTC menggunakan oskilator kristal.
Gambar 2.15 RTC DS3231
RTC
tipe
DS3231
merupakan
jenis
pewaktu
yang
menggunakan
komunikasi serial untuk operasi tulis baca, dengan spesifikasi berikut ini:

Real-time clock (RTC) meyimpan data-data detik, menit, jam, tanggal,
bulan, hari dalam seminggu, dan tahun valid.

56-byte,
battery-backed,
RAM
nonvolatile
(NV)
RAM
untuk
penyimpanan.

Antarmuka serial Two-wire (I2C).

Sinyal
keluaran
gelombang
kotak
terprogram
(Programmable
squarewave).

Deteksi otomatis kegagalan daya (power-fail) dan rangkaian switch.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
34

Konsumsi daya kurang dari 500nA menggunakan mode baterai cadangan
dengan operasional osilator.

Tersedia fitur industri dengan ketahanan suhu: -40°C hingga +85°C.

Tersedia dalam kemasan 8-pin DIP atau SOI.
Blok diagram internal DS3231 adalah sebagai berikut :[8]
Gambar 2.16 Block Diagram RTC DS3231

Power Control merupakan catu daya yang mensuplay tegangan ke
DS3231, Vcc adalah daya luar sebesar 5V dan VBAT sebagai suplai input
dengan 3V lithium Cell. Tegangan baterai harus berada diantara batasan
minimum dan maksimum pengoperasian. Baterai lithium 48mAh atau
lebih dapat mempertahankan fungsi RTC selama 10 tahun.

Serial Bus Interface And Address Register merupakan jalur data serial dan
pengalamatan register DS3231 dengan akses pulsa melalui SCL dan SDA.
SCL (Serial Clock) berfungsi sebagai clock input I2 C dan digunakan untuk
sinkronisasi data serial. SDA (Serial Data) berfungsi sebagai data
input/output untuk I2 C serial, baik SCL dan SDA masih memerlukan pull
up eksternal.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
35

Control Logic merupakan pengendali data-data yang dibaca ataupun ditulis
melalui SCL dan SDA dengan pewaktu dari osilator kristal.

Buffer (7 bytes) adalah penyangga sementara sebelum data diterima atau
dikirim, berkisar 7 bytes (7 x 8 bit) sebagai transit pengalamatan register 8
bit detik-menit-jam-hari-tanggal-bulan-tahun.

Clock, Calender and Control Register atau CR berisi informasi clock dan
kalender
serta
register
pengendali
untuk
mengontrol pengoperasian
SQW/OUT.
2.13
Webcam
Menurut Materi Ajar Pengantar Multimedia oleh Wahyu Hidayat (2010)
Webcam
yaitu suatu piranti dalam perlengkapan lensa yang secara optik mekanik
atau elektronik merekam gerakan sebuah obyek sebagai tujuan, kamera berasal
dari bahasa latin yang artinya lompatan.
Webcam (singkatan dari Web Camera) adalah salah satu bagian perangkat
multimedia yang terdiri dalam kamera digital yang didukung guna untuk
melakukan manajemen sebuah gambar serta suara sehingga mampu melaksanakan
proses video view, video capture dan video save. Webcam yaitu sebutan di
kamera real-time (keadaan pada saat ini juga) yang gambarnya dapat diakses atau
disaksikan lewat World Wide Web, program instant messaging atau aplikasi video
call. Istilah webcam juga merujuk kepada jenis kamera yang digunakan untuk
keperluan ini. Ada berbagai macam merek dari webcam salah satunya LogiTech.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
36
Webcam pada umumnya, memiliki resolusi 352x288 piksel atau 640x480
piksel dan pada webcam ini memiliki video capture hingga 1024x768 pixels
maupun photo hingga 5 megafixels.[9]
Gambar 2.17. Webcam Logitech
2.14
Relay 1 Channel
Relay adalah saklar (switch) yang dioperasikan secara listrik dan
merupakan komponen electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2
bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak
Saklar/Switch).
Relay
menggunakan
prinsip
elektromagnetik
untuk
menggerakkan kontak saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power)
dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh,
dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu
menggerakan
Armature
Relay
(yang
berfungsi
sebagai
menghantarkan listrik 220V 2A.[10]
http://digilib.mercubuana.ac.id/
saklarnya)
untuk
37
Gambar 2.18. Relay NO dan Relay NC
Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu :
1.
Electromagnet (Coil)
2.
Armature
3.
Switch Contact Point (Saklar)
4.
Spring
Berikut ini merupakan gambar dari bagian-bagian Relay :
Gambar 2.19. Struktur Relay Sederhana
http://digilib.mercubuana.ac.id/
38
Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :

Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu
berada di posisi CLOSE (tertutup)

Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu
berada di posisi OPEN (terbuka)
Sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil yang
berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan
arus listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik
Armature untuk berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO)
sehingga menjadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya
(NO). Posisi dimana Armature tersebut berada sebelumnya (NC) akan menjadi
OPEN atau tidak terhubung. Pada saat tidak dialiri arus listrik, Armature akan
kembali lagi ke posisi Awal (NC). Coil yang digunakan oleh Relay untuk menarik
Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya hanya membutuhkan arus listrik
yang relatif kecil.
Gambar 2.20. Relay 1 Channel
http://digilib.mercubuana.ac.id/
39
2.15
Magnetic Door Switch
Sensor Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan
terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada
keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh
adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk
kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap.
Electromagnetic door switch merupakan switch yang bekerja berdasarkan
ada tidaknya medan magnet yang mempengaruhi switch. Switch ini didalamnya
mempunyai dua buah lempengan logam yang terbuat dari nikel dan besi (NiFe)
dimana secara umum keadaan electromagnetic door switch ini adalah normaly
open. Ketika magnet diletakkan di dekat Electromagnetic door switch maka dua
lempengan logam akan menempel dan switch ini akan tersambung sehingga
keadaanya adalah normally closed. Ketika magnet dijauhkan dari switch ini, maka
reed switch akan kembali ke posisi semula yaitu normally open.
Gambar 2.21. Magnetic Door Switch
http://digilib.mercubuana.ac.id/
40
2.16 Power Supply
Power Supply atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Catu Daya
adalah suatu alat listrik yang dapat menyediakan energi listrik untuk perangkat
listrik ataupun elektronika lainnya. Pada dasarnya Power Supply atau Catu daya
ini memerlukan sumber energi listrik yang kemudian mengubahnya menjadi
energi listrik yang dibutuhkan oleh perangkat elektronika lainnya. Oleh karena itu,
Power Supply kadang-kadang disebut juga dengan istilah Electric Power
Converter.
a. Power Supply Berdasarkan Fungsi (Functional)
Berdasarkan fungsinya, Power supply dapat dibedakan menjadi Regulated
Power Supply, Unregulated Power Supply dan Adjustable Power Supply.

Regulated Power Supply
Power Supply yang dapat menjaga kestabilan tegangan dan arus listrik
meskipun terdapat perubahaan atau variasi pada beban atau sumber
listrik (Tegangan dan Arus Input).

Unregulated Power Supply
Power Supply tegangan ataupun arus listriknya dapat berubah ketika
beban berubah atau sumber listriknya mengalami perubahan.

Adjustable Power Supply
Power Supply yang tegangan atau Arusnya dapat diatur sesuai
kebutuhan dengan menggunakan Knob Mekanik. Terdapat 2 jenis
http://digilib.mercubuana.ac.id/
41
Adjustable Power Supply yaitu Regulated Adjustable Power Supply dan
Unregulated Adjustable Power Supply.
b. Power Supply Berdasarkan Bentuknya
Untuk peralatan Elektronika seperti Televisi, Monitor Komputer, Komputer
Desktop maupun DVD Player, Power Supply biasanya ditempatkan di dalam
atau menyatu ke dalam perangkat-perangkat tersebut sehingga kita sebagai
konsumen tidak dapat melihatnya secara langsung. Jadi hanya sebuah kabel
listrik yang dapat kita lihat dari luar. Power Supply ini disebut dengan Power
Supply Internal (Built in). Namun ada juga Power Supply yang berdiri sendiri
(stand alone) dan berada diluar perangkat elektronika yang kita gunakan
seperti Charger Handphone dan Adaptor Laptop. Ada juga Power Supply
stand alone yang bentuknya besar dan dapat disetel tegangannya sesuai
dengan kebutuhan kita.
c. Power Supply Berdasarkan Metode Konversinya
Berdasarkan Metode Konversinya, Power supply dapat dibedakan menjadi
Power Supply Linier yang mengkonversi tegangan listrik secara langsung
dari Inputnya dan Power Supply Switching yang harus mengkonversi
tegangan input ke pulsa AC atau DC terlebih dahulu.
Selain pengklasifikasian diatas, Power Supply juga dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah DC Power Supply, AC Power Supply,
Switch Mode Power Supply, Programmable Power Supply, Uninterruptible Power
Supply, High Voltage Power Supply. Berikut ini adalah penjelasan singkat
mengenai jenis-jenis Power Supply.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
42

DC Power Supply
Pencatu daya yang menyediakan tegangan maupun arus listrik dalam
bentuk DC (Direct Current) dan memiliki Polaritas yang tetap yaitu Positif
dan Negatif untuk bebannya. AC to DC Power Supply, yang mengubah
sumber tegangan listrik AC menjadi tegangan DC yang dibutuhkan oleh
peralatan Elektronika. AC to DC Power Supply pada umumnya memiliki
sebuah
Transformator
yang
menurunkan
tegangan,
Dioda
sebagai
Penyearah dan Kapasitor sebagai Penyaring (Filter).

AC Power Supply
Power Supply yang mengubah suatu taraf tegangan AC ke taraf tegangan
lainnya. Contohnya AC Power Supply yang menurunkan tegangan AC
220V ke 110V untuk peralatan yang membutuhkan tegangan 110VAC.
Atau sebaliknya dari tegangan AC 110V ke 220V.

Switch-Mode Power Supply
Switch-Mode Power Supply (SMPS) adalah jenis Power Supply yang
langsung menyearahkan (rectify) dan menyaring (filter) tegangan Input
AC untuk mendapatkan tegangan DC. Tegangan DC tersebut kemudian diswitch ON dan OFF pada frekuensi tinggi dengan sirkuit frekuensi tinggi
sehingga menghasilkan arus AC yang dapat melewati Transformator
Frekuensi Tinggi.

Programmable Power Supply
Programmable
Power
Supply
adalah
jenis
pengoperasiannya dapat dikendalikan oleh
http://digilib.mercubuana.ac.id/
power
supply
yang
Remote Control melalui
43
antarmuka (interface) Input Analog maupun digital seperti RS232 dan
GPIB.

Uninterruptible Power Supply (UPS)
Uninterruptible Power Supply atau sering disebut dengan UPS adalah
Power Supply yang memiliki 2 sumber listrik yaitu arus listrik yang
langsung berasal dari tegangan input AC dan Baterai yang terdapat
didalamnya. Saat listrik normal, tegangan Input akan secara simultan
mengisi Baterai dan menyediakan arus listrik untuk beban (peralatan
listrik). Tetapi jika terjadi kegagalan pada sumber tegangan AC seperti
matinya listrik, maka Baterai akan mengambil alih untuk menyediakan
Tegangan untuk peralatan listrik/elektronika yang bersangkutan.

High Voltage Power Supply
High
Voltage
Power
Supply
adalah
power supply
yang dapat
menghasilkan Tegangan tinggi hingga ratusan bahkan ribuan volt. High
Voltage Power Supply biasanya digunakan pada mesin X-ray ataupun alatalat yang memerlukan tegangan tinggi.[11]
http://digilib.mercubuana.ac.id/
44
Gambar 2.22 Power Supply 12V
2.17
Processing
Processing adalah bahasa pemrograman open source dan lingkungan
pengembangan terpadu (IDE) yang dibangun untuk seni elektronik dan komunitas
desain visual dengan tujuan mengajar dasar-dasar pemrograman komputer dalam
konteks visual,
dan untuk
melayani sebagai landasan untuk buku sketsa
elektronik.
Processing adalah suatu projek terbuka yang diinisiasi oleh Ben Fry dan
Casey Reas. Berkembang dari ide-ide yang dieksplorasi di Aesthetics and
Computation Group (ACG) di MIT Media Lab. Projek ini kini terus diperbaiki
dan dikelola oleh sejumlah kecil tim voluntir. Processing mengaitkan konsep
software pada prinsip-prinsip bentuk rupa, gerak, dan interaksi. Processing
mengintegrasikan suatu bahasa pemrograman,
lingkungan pemrograman, dan
metodologi pengajaran ke dalam sistem terpadu.[12]
http://digilib.mercubuana.ac.id/
45
Gambar 2.23 Tampilan Framework Processing
2.17.1 Konsep Dasar Processing
Processing memiliki beberapa konsep dasar. Berikut ini dijelaskan mengenai
beberapa konsep dasar processing.
1.
Model pemrograman terdapat 3 model pemrograman sketch yaitu: Basic,
Continous, dan Java.

Basic
: adalah mode yang paling sederhana, setiap perintah di tulis
langsung di teks editor tampa memerlukan fungsi atau prosedure.

continous : merupakan mode yang menggunakan struktur setup() dipanggil
saat pertama kali program di jalankan dan draw() dipanggil berulang ulang
secara internal.

java : mode yang paling fleksible karena kita dapat menulis program java
secara lengkap.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
46
2.
Sistem Koordinat
Processing menggunakan sistem koordinat Cartesian dengan titik (0,0) berada
di pojok kiri sebelah atas. selain itu processing juga dapat menggambar 3 dimensi
dengan sumbu z mengarah ke dalam layar.
3.
Mode Render
Mode render menentukan bagaimana processing menggambar di layar. di
tentukan dengan fungsi size(), ada 3 macam mode render:

Java 2D : merupakan mode default processing, size (lebar , tinggi) atau
size (lebar,tinggi,javaD).

Pustak P3D : merupakan mode 3 dimensi dengan mendukung 2D
size(lebar, tinggi, P3D).

OpnGL : memungkinkan processing untuk menggunakan kemampuan
kartu grafis yang mendukung OpenGL, size(lebar,tinggi , OpenGL)
4.
Model Warna
Processing menyediakan 2 warna yaitu Model RGB(Red,Green,Blue). warna
merupakan dari warna dasar RGB, setiap komponen warna dinyatakan dengan
nilai integer dari 0-255. nilai 0 menyatakan komponen warna tidak di gunakan
dan 255, menyatakan komponen warna digunakan secara penuh.contoh (255,0,0)
menyatakn warna merah. Model HSB ( Hue, Saturation, Brightness) warna setiap
titik ditentukan berdasarkan hue yaitu nilai dasar, saturation yaitu besarnya
pengaruh warna putih, brightness yaitu tingkat kecerahan warna.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
47
5.
Layar
Layar program dalam 2D Disiapkan dengan perintah : Size (lebar , tinggi).
Secara default processing menggunakan warna abu-abu sebagai latar belakang.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download