penggunaan masker pada asap kebakaran hutan

advertisement
30-10-2017
1/1
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Artikel ini diambil dari : www.depkes.go.id
PENGGUNAAN MASKER PADA ASAP KEBAKARAN HUTAN
DIPUBLIKASIKAN PADA : KAMIS, 15 OKTOBER 2015 00:00:00, DIBACA : 50.103 KALI
Jakarta, 15 Oktober 2015
Komponen asap kebakaran hutan terdiri atas gas, partikulat dan uap. Masing-masing dari
komponen asap tersebut memiliki dampak terhadap kesehatan. Sampai saat ini tidak ada
satupun jenis masker/ respirator yang dapat memproteksi terhadap semua komponen gas
dari asap kebakaran hutan.
Masker ataupun respirator didesain untuk mengurangi pajanan partikulet (PM).
Berdasarkan penelitian/ literatur, masker bedah didesain untuk memfilter partikel yang
besar tetapi tidak untuk partikel yang kecil, penetrasinya sekitar 60-70% partikel masih
dapat masuk ke saluran napas.
Sehubungan dengan penggunaan respirator, terdapat banyak jenis respirator yaitu air
purifying device dan air supplying device. Air purifying device memiliki beberapa jenis
seperti N100, N95, R100, P100 dan lainnya yang didasarkan pada kemampuannya memfiltrasi partikel.
Jenis masker N95 merupakan masker yang cukup baik karena dapat menghalangi 95% partikel yang masuk (terutama PM 10) jika digunakan dengan teknik dan
cara yang tepat (dibutuhkan individuality fit test). Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan masker N95 dan masker bedah tidak berbeda dari segi kejadian
ISPA akibat pajanan asap kebakaran hutan. Hal ini berhubungan dengan teknik penggunaan masker N95 yang tidak tepat. Sehingga manfaatnya hampir sama
dengan penggunaan masker bedah biasa. Jika digunakan dengan teknik dan cara yang benar, masker N95 dapat mengurangi gejala pernapasan yang timbul
akibat pajanan asap kebakaran. Penggunaan masker N95 mempunyai keterbatasan berupa ketidaknyamanan penggunanya dan penggunaannya terbatas, yaitu
maksimal hanya 8 jam (disposable). Berdasarkan literatur, penggunaan masker N95 direkomendasikan pada kondisi berikut ini, yaitu pada seseorang yang harus
berada diluar ruangan saat kondisi asap cukup pekat (dilihat dari kualitas udara PM 10 atau ISPU), dan syaratnya harus dengan individual fit test agar
kemampuan proteksinya terjamin dengan baik. Selain itu, penggunaan masker N95 tidak direkomendasikan pada anak-anak, Ibu hamil, Orang tua (lansia), Pasien
dengan penyakit kardiovaskuler, penyakit paru kronik serta untuk penggunaan di dalam rumah.
Sampai saat ini, penelitian tentang penggunaan berbagai jenis masker pada kondisi kebakaran hutan masih terus berjalan.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes
melalui nomor hotline 500-567; SMS 081281562620; faksimili: (021) 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id
1
Download