PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan keuangan konsolidasian Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing – Masing Tidak Diaudit) PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK Daftar Isi Halaman Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ………………………………....……………………………. 1 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian ……....…………………... 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………...……….. 4 Laporan Arus Kas Konsolidasian ………………………………………………………………………… 5 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian ……………………………………………………….. 6 Informasi Tambahan – Laporan Keuangan Tersendiri : Laporan Posisi Keuangan (Entitas Induk) …...…….……………....……………………………...... Lampiran I Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain (Entitas Induk) …………………….… Lampiran II Laporan Perubahan Ekuitas (Entitas Induk) ……………………………………………………....... Lampiran III Laporan Arus Kas (Entitas Induk) ………………………………………………………………….... Lampiran IV Pengungkapan Lainnya .……………………………………………………………………….…….... Lampiran V *************************** PT. PELAYARAN NELLY DWI PUTRI TbK. Kantor Pusat : Jl. Majapahir No. 28 A (datam), Jakana I 0I 60 - indonesia Phone +62-21 385 9649 (Hunling),345 1632 Fsx +62-21 380 9280 SURAT PERNYATMN DIREKSI TENTANG TANGGUNGJAWAB ATAS LAPOMN KEUANGAN KONSOLIDASIAN P1D3i4l!.c_g.ll_1 M4qEI2016 (T|DAK DtAuDtT) DAN 31 DESEMBER 2015 (DtAuDtT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL.TANGGAL' 31 MARET 2016 (T|DAK D|AUD|T) DAN 2015 0|DAK D|AUD|T) PT. PELAYARAN NELLY DW PUTRI TbK. DAN ENTITAS ANAK Kami yang bertandalangan di bawah ini 1. Nama DR. TJAHYA TJUGIARTO Jalan liajapahit 28A (dalam) Jakarta 10160 Alamat Kanbr Alamat Domisilisesuai KTP No. Telepon Jabatan 2. : Jalan Kelapa NiasX PD4/14 RT.002 RW.018 Pengangsaan Dua Kelapa cading - Jakarta 021-3859649 Direklur Utama Nama BUDI TJAHJADI Alamat Kantor Jalan [rajapahit 28A (dalam) Jakada 10160 Mega Kebon Jeruk Blok E.5 No. 15 RTM.003/001 Alamat Domisili sesuai KIP Jakarta No. Telepon 021-3859649 Jabatan Direktur l\,lenyatakan bahwa i 1. Kamj bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsoli,Casian pT pelayaran Nelly Dwl Putri Tbk. ("Perusahaan") dan entiks anak; 2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak telah disusun dan disajikan sesuai dengan StandarAkuntansi Keuangan di lndonesia; 3. a) Semua informasi laporan keuangan konsolidasian perusahaan dan entitas anak telah dimuat secara lengkap dan benar; b) Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entilas anak tidak mengandung informasi atau fakta maleialyang tidak benardan tidak menghilangkan infomasiatau fakta mate al; 4. Kamib€.tanggung jawab atas sistem pengendalian intem dalam Perusahaan dan entitas anak. Demikian pemyataan ini dibuat dengan seb€namya. Jakada,27 April2016 PT Pdayann Nelly Dwi Putri Tbk. DR. TJAHYA TJUGIARTO Dircktur Utama Kintor CabAng : Jl. Bhayangkara No. I 7 E Talang Banjar - Jambi 361 42 Phorc +62-741 251 49, 755 3148 F^x +62- l41 251 46 Krntor P€rwakilan; PO. Box I l1 D€sa Barowa, K€c. Bua, Kab. Luwu Palopo Sul-Sel 91991 Phone +62411110 7355 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) ASET Catatan 31 Maret 2016 31 Desember 2015 3, 29, 30 4, 29, 30 28 44.131.707.840 34.236.899.622 11.305.041.712 21.782.272.295 13.839.365.323 21.666.177.749 5, 30 -4.218.816.119 11.227.654.787 754.291.260 1.584.761.006 27.500.000 9.068.680.860 11.404.708.206 782.388.219 1.411.189.092 95.004.545.019 92.436.909.071 324.179.508.598 656.063.155 94.667.279 329.046.919.897 652.731.130 94.667.279 324.930.239.032 329.794.318.306 419.934.784.051 422.231.227.377 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Berelasi Pihak Ketiga Aset Keuangan Lancar Lainnya Pihak Berelasi Pihak ketiga Persediaan Pajak Dibayar Dimuka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 6 27 7 Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap Aset Pajak Tangguhan Tagihan Pajak Kini 8 27.e 9, 27.a Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruha 1 2 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan 31 Maret 2016 31 Desember 2015 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang Usaha Pihak Berelasi Pihak Ketiga Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Utang Pajak Beban Akrual Pendapatan Diterima Dimuka Bagian Lancar atas Utang Bank Jangka Panjang 10, 29 28 11 27 12 13 949.266.250 6.322.264.549 115.000.000 1.449.021.820 2.619.027.066 952.675.713 941.648.040 2.366.890.570 335.000.000 1.326.108.636 2.122.781.202 741.175.713 14, 29 18.327.224.236 21.384.268.500 30.734.479.634 29.217.872.661 19.010.485.778 10.109.704.222 22.262.550.536 9.608.815.270 29.120.190.000 31.871.365.806 59.854.669.634 61.089.238.467 235.000.000.000 19.244.166.314 105.546.364.184 235.000.000.000 19.244.166.314 106.607.936.566 359.790.530.498 289.583.919 360.852.102.880 289.886.030 360.080.114.417 361.141.988.910 419.934.784.051 422.231.227.377 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang Bank Jangka Panjang Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 14, 29 15 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang JUMLAH LIABILITAS EKUITAS Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk : Modal Saham Modal Dasar – 8.000.000.000 saham - Nilai Nominal Rp 100 per saham Modal Ditempatkan dan Disetorkan Penuh – 2.350.000.000 saham Tambahan Modal Disetor – Bersih Saldo Laba 16 17 Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Kepentingan Nonpengendali 26 Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan 2 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Periode Tiga Bulan Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing – Masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Catatan PENDAPATAN 20, 28 BEBAN POKOK PENDAPATAN 21 LABA BRUTO Beban Usaha Penghasilan Bunga Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih 22 3 24 LABA USAHA Beban Keuangan Beban Pajak Final 23 27 LABA SEBELUM PAJAK Beban Pajak 27 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN PENGHASILAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti Pajak Penghasilan atas Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Nonpengendali 26 JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Nonpengendali LABA PER SAHAM : Dasar dan Dilusian, laba (rugi) tahun berjalan yang Diatribusikan kepada pemegang saham biasa Entitas induk 26 25 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan 3 31 Maret 2016 31 Maret 2015 31.906.631.192 45.446.264.339 (25.581.085.938) (33.607.081.895) 6.325.545.254 11.839.182.444 (6.471.880.119) 609.707.464 (40.909.437) (6.589.672.041) 438.427.016 (2.271.606.562) 422.463.162 3.416.330.857 (1.077.915.704) (308.903.555) (1.202.758.099) (476.116.253) (964.356.097) 1.737.456.505 (58.354.884) -- (1.022.710.981) 1.737.456.505 (42.495.537) -- 3.332.025 -- (1.061.874.493) 1.737.456.505 (1.023.382.152) 671.171 1.732.614.966 4.841.539 (1.022.710.981) 1.737.456.505 (1.062.445.703) 571.210 1.732.614.966 4.841.539 (1.061.874.493) 1.737.456.505 (0,44) 0,74 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan Tahun yang Berakhir 31 Desember 2015 (Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Catatan Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Tambahan Saldo Laba Jumlah Ekuitas yang Modal Disetor Yang Telah Yang belum Dapat Diatribusikan Bersih Ditentukan Ditentukan Kepada Pemilik Penggunaannya Entitas Induk Modal Saham Rp SALDO PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2014 Perubahan Ekuitas pada Tahun 2015 Dana Cadangan Umum Pembagian Dividen Jumlah Laba komprehensif Tahun Berjalan Rp 235.000.000.000 ---- . 19.244.166.314 ---- Rp Rp 425.000.000 ---- Rp Kepentingan Nonpengemdali Rp Jumlah Ekuitas Rp 82.675.791.315 337.344.957.629 222.039.657 337.566.997.286 --1.732.614.966 --1.732.614.966 --4.841.539 --1.737.456.505 SALDO PADA TANGGAL 31 MARET 2015 235.000.000.00 19.244.166.314 425.000.000 84.408.406.281 339.077.572.595 226.881.196 339.304.453.791 SALDO PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2015 235.000.000.000 19.244.166.314 450.000.000 106.157.936.566 360.852.102.880 289.886.030 361.141.988.910 --(1.061.572.382) --(1.061.572.382) --(302.111) --(1.061.874.493) 105.096.364.184 359.790.530.498 289.583.919 360.080.114.417 Perubahan Ekuitas pada Tahun 2016 Dana Cadangan Umum Pembagian Dividen Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan SALDO PADA TANGGAL 31 MARET 2016 ---235.000.000.000 ---19.244.166.314 ---450.000.000 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan 4 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Periode Tiga Bulan Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 Dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 31 Maret 2015 35.773.007.295 (9.737.499.999) (9.543.674.080) (733.909.191) 3.897.393.390 609.707.464 (1.092.646.321) 45.860.618.946 (23.001.569.178) (10.218.772.924) (1.771.294.340) -438.427.016 (1.231.282.400) 19.172.378.558 10.076.127.120 (3.113.633.879) -- (5.482.235.058) 53.766.250 (3.113.633.879) (5.428.468.808) (6.138.504.515) (13.604.672.420) (6.138.504.515) (13.604.672.420) 9.920.240.164 (8.957.014.108) (25.431.946) 112.815.632 KAS DAN SETARA KAS – AWAL PERIODE 34.236.899.622 33.534.308.488 KAS DAN SETARA KAS – AKHIR PERIODE 44.131.707.840 24.690.110.012 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran Kepada Pemasok Pembayaran kepada Karyawan Pembayaran Pajak Penghasilan Penerimaan Klaim Asuransi Penerimaan Bunga Pembayaran Bunga Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aset Tetap Pembelian Penjualan 8 Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Utang Jangka Panjang Pembayaran 14 Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK SELISIH KURS PADA KAS DAN SETARA KAS Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian Secara keseluruhan 5 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 1. Umum 1.a. Pendirian Perusahaan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 jo Undang-undang No.12 Tahun 1970 berdasarkan Akta Notaris Soetanto, S.H., No. 3 tanggal 5 Februari 1977 yang diubah dengan Akta No. 22 tanggal 22 April 1977. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. YA.5/189/19 tanggal 7 Mei 1977 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 10 Mei 2013. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., No. 2 tanggal 1 Mei 2012 mengenai perubahan anggaran dasar yang meliputi antara lain: (i) perubahan status Perusahaan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka; (ii) perubahan nilai nominal saham Perusahaan yang semula sebesar Rp 500 (lima ratus Rupiah) menjadi sebesar Rp 100 (seratus Rupiah); (iii) peningkatan modal dasar Perusahaan yang semula berjumlah Rp 200.000.000.000 menjadi sebesar Rp 800.000.000.000 dan modal ditempatkan dan modal disetor yang semula Rp 80.000.000.000 menjadi sebesar Rp 200.000.000.000 dimana sebesar Rp 120.000.000.000 dengan kapitalisasi laba Perusahaan; (iv) perubahan maksud dan tujuan Perusahaan; (v) perubahan susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan; (vi) pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perusahaan sebanyak-banyaknya 668.000.000 lembar saham melalui Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat melalui Pasar Modal; (vii) pelaksanaan program Management & Employee Stock Program dalam jumlah sebanyak-banyaknya 5% dari modal dan melaksanakan program Employee Stock Allocation dalam jumlah sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana saham-saham Perusahaan; dan (viii) perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat melalui Pasar Modal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di Pasar Modal. Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan AHU-24215.AH.01.02 Tahun 2012 tanggal 4 Mei 2012. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi pelayaran dalam negeri dan luar negeri, jasa pelayaran dan pengangkutan, jasa pengangkutan minyak dan gas, dan jasa penyewaan kapal laut. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 1977. Perusahaan berdomisil di Jakarta dengan kantor yang beralamat di Jalan Majapahit No. 28A (Dalam), Jakarta Pusat. Entitas induk Perusahaan adalah PT Haskojaya Abadi, sedangkan pemegang saham entitas induk meliputi beberapa orang pribadi dan entitas. 1.b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Berdasarkan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H. notaris di Jakarta , No. 48 tanggal 14 Juli 2015 dan Akta No. 30 tanggal 10 Juni 2014, susunan dewan komisaris, direksi Perusahaan dan komite audit pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut: Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2016 adalah : Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Cynthia Sunarko Cindy Sunarko Amiruddin Arris 6 Final Draft/April 29, 2016 Paraf: PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Independen Komite Audit Ketua Anggota DR. Tjahya Tjugiarto Budi Tjahjadi Fredyanto Parlindungan Amiruddin Arris Siti Nurwahyuningsih Harahap Erwin Kurnia Winenda, SH Susunan Pengurus Perusahaan pada tangggal 31 Maret 2015: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Aris Sunarko Piniaty Liawanto Amiruddin Arris Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Tidak Terafiliasi DR. Tjahya Tjugiarto Fredyanto Parlindungan Budi Tjahjadi Komite Audit Ketua Anggota Amiruddin Arris Siti Nurwahyuningsih Harahap Andradiet I.J.Alis Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Maret 2015, jumlah karyawan Grup masing-masing sebanyak 172 orang dan 193 orang. (tidak diaudit) 1.c. Penawaran Umum Perdana Saham Penawaran Umum Perdana Pada tanggal 28 September 2012, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. S-11539/BL/2012 untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana sebanyak-banyaknya 350.000.000 lembar saham biasa kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 168 per saham. Selisih lebih jumlah yang diterima dari penerbitan saham terhadap nilai nominalnya adalah sebesar Rp 23.800.000.000, dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor - Bersih” setelah dikurangi jumlah biaya emisi saham sebesar Rp 2.560.127.251 (lihat Catatan 17). Seluruh saham Perusahaan tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Penggunaan dana hasil penawaran umum di atas untuk pembelian kapal tunda dan kapal tongkang serta modal kerja Perusahaan. 1.d. Struktur Entitas Anak Kepemilikan saham Perusahaan pada entitas anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut: 7 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Entitas Anak PT Permarta Barito Shipyard & engineering PT Nelly Energi Lestarindo Utama Pembuatan Pemeliharaan dan perbaikan Kapal tarik dan Tongkang Industri Pembangkit Listrik, Industri alat ukur, Industri Fabrikasi peralatan listrik Dan elektronik, Industri Pembangkit tenaga listrik Pembangkit tenaga alternative Dan industri pembangkit listrik Tenaga gas Domisili Banjarmasin Dimulainya Kegiatan Operasi Persentase Kepemilikan Total Aset Sebelum Eliminasi (dlm jutaan) 2016 % 2015 % 2016 Rp 2015 Rp 1991 99% 99% 53.496 53.051 - 99% 2.645 3.251 Jakarta Pusat 99% PT Nelly Energi Lestarindo didirikan berdasarkan akta No. 5 tanggal 7 Oktober 2015 yang dibuat di hadapan Rosdiana S.H., notaris di Bekasi. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No AHU-2460887.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 15 Oktober 2015. Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas anak secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”. 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan 2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik 2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset. Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Grup. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan mata uang fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional tersebut. 2.c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan Berikut adalah standar baru, perubahan atas standar dan interpretasi standar yang telah diterbitkan oleh DSAK-IAI dan berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015, yaitu: PSAK No. 1 (Revisi 2013) “Penyajian Laporan Keuangan” PSAK No. 4 (Revisi 2013) “Laporan Keuangan Tersendiri” 8 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) PSAK No. 15 (Revisi 2013) “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama” PSAK No. 24 (Revisi 2013) “Imbalan Kerja” PSAK No. 46 (Revisi 2013) “Pajak Penghasilan” PSAK No. 48 (Revisi 2014) “Penurunan Nilai Aset” PSAK No. 50 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan: Penyajian” PSAK No. 55 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” PSAK No. 60 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” PSAK No. 65 “Laporan Keuangan Konsolidasian” PSAK No. 66 “Pengaturan Bersama” PSAK No. 67 “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain” PSAK No. 68 “Pengukuran Nilai Wajar” ISAK No. 26 (Revisi 2014) “Penilaian Kembali Derivatif Melekat” Berikut ini adalah dampak atas perubahan standar akuntansi diatas yang relevan dan signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup: PSAK No. 1 (Revisi 2013) “Penyajian Laporan Keuangan”. PSAK No.1 (Revisi 2013) mengatur perubahan dalam format serta revisi judul laporan. Dampak signifikan dari perubahan dalam standar akuntansi ini terhadap Grup antara lain: - Perubahan nama laporan yang sebelumnya adalah “Laporan Laba Rugi Komprehensif” menjadi “Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain” - Adanya persyaratan penyajian penghasilan komprehensif lain yang dikelompokkan menjadi pospos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi; dan pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi. Standar ini berlaku retrospektif dan oleh karenanya informasi pembanding tertentu telah disajikan kembali. PSAK No. 4 (Revisi 2013) “Laporan Keuangan Tersendiri” PSAK No. 4 (Revisi 2009) “Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri” telah revisi dan diubah namanya menjadi PSAK No. 4 (Revisi 2013) “Laporan Keuangan Tersendiri” yang menjadi suatu standar yang hanya mengatur laporan keuangan tersendiri. Panduan yang telah ada untuk laporan keuangan tersendiri tetap tidak diubah. PSAK No. 24 (Revisi 2013) “Imbalan Kerja” PSAK ini mengubah beberapa ketentuan akuntansi terkait program imbalan pasti. Perubahan utama mencakup penghapusan “pendekatan koridor”, modifikasi akuntansi untuk pesangon dan penyempurnaan ketentuan mengenai pengakuan, penyajian dan pengakuan untuk program imbalan kerja imbalan pasti. Perubahan ketentuan yang berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup antara lain sebagai berikut: a. pengakuan keuntungan (kerugian) aktuaria melalui penghasilan komprehensif lain; b. semua biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara ketika amandemen/kurtailmen program terjadi atau ketika entitas mengakui biaya terkait restrukturisasi atau pesangon. Sehingga biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui sepanjang periode vesting; c. beban bunga dan imbal hasil aset program yang digunakan dalam PSAK No. 24 terdahulu diganti dengan konsep bunga neto, yang dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto liabilitas (aset) neto imbalan pasti yang ditentukan pada awal setiap periode pelaporan tahunan. Perubahan ini diterapkan secara retrospektif (kecuali perubahan nilai tercatat aset yang mencakup biaya imbalan kerja dalam nilai tercatatnya) dan dampak perubahan dari standar ini dijelaskan pada Catatan 15. 9 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) PSAK No. 46 (Revisi 2013) “Pajak Penghasilan” PSAK No. 46 (Revisi 2013) ini memberikan penekanan pada pengukuran pajak tangguhan atas aset yang diukur dengan nilai wajar, dengan mengasumsikan bahwa jumlah tercatat aset akan dipulihkan melalui penjualan. Selain itu, standar ini juga menghilangkan pengaturan tentang pajak final. Grup telah mereklasifikasi penyajian beban pajak penghasilan final dan informasi komparatif telah disajikan kembali (Catatan 35). PSAK No. 48 (Revisi 2014) “Penurunan Nilai Aset” Perubahan dalam PSAK No. 48 (Revisi 2014), terutama berkaitan dengan perubahan definisi dan pengaturan nilai wajar sebagaimana diatur dalam PSAK No. 68. Penerapan standar revisi ini tidak memberikan pengaruh material terhadap laporan keuangan konsolidasian. PSAK No. 50 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dan PSAK No. 60 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” Perubahan pada ketiga PSAK ini, terutama merupakan penyesuaian akibat diterbitkannya PSAK No. 68 mengenai nilai wajar. PSAK No. 50 (Revisi 2014) menghapus pengaturan pajak penghasilan yang terkait dengan dividen dan akan mengacu pada PSAK No. 46. Selain itu, PSAK No. 50 (Revisi 2014) memberikan pengaturan (pedoman aplikasi) yang lebih spesifik terkait kriteria untuk melakukan saling hapus dan penyelesaian neto aset dan liabilitas keuangan. Perubahan PSAK No. 55 (Revisi 2014) mengatur tentang pengukuran dan reklasifikasi derivatif melekat, pengaturan kriteria dan penghentian instrumen lindung nilai, serta pengaturan tanggal pencatatan instrumen keuangan. PSAK No. 60 (Revisi 2014) mengatur pengungkapan tambahan terkait nilai wajar, saling hapus aset dan liabilitas keuangan, serta pengalihan aset keuangan. Grup telah menerapkan PSAK-PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan pengungkapan yang diminta. PSAK No. 65 “Laporan Keuangan Konsolidasian” Standar ini mengganti semua pedoman mengenai pengendalian dan konsolidasi dalam PSAK No. 4 (Revisi 2009) dan ISAK No.7. Prinsip dasar bahwa suatu entitas konsolidasian menyajikan suatu induk dan entitas-entitas anaknya seolah-olah merupakan satu entitas ekonomi tunggal, beserta prosedur konsolidasinya, tidak berubah. PSAK 65 memperkenalkan suatu model konsolidasi tunggal yang menggunakan pengendalian sebagai dasar untuk mengkonsolidasikan seluruh jenis entitas, dimana pengendalian didasarkan pada apakah suatu investor memiliki kekuasaan atas investee, eksposur/hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee serta kemampuannya menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Standar baru ini juga mencakup pedoman mengenai hak partisipasi dan protektif serta mengenai hubungan prinsipal-agen. Penerapan PSAK No. 65 ini tidak memberikan pengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasian pada penerapan awal, karena lingkup konsolidasi tetap tidak berubah. 10 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) PSAK No. 67 “Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain” PSAK No. 67 menggabungkan, meningkatkan, dan menggantikan persyaratan pengungkapan untuk entitas anak, pengaturan bersama, entitas asosiasi, dan entitas terstruktur yang tidak dikonsolidasi. Standar ini mensyaratkan Grup untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan risiko yang terkait dengan kepentingannya dalam entitas lain dan dampak dari kepentingan tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup. Penerapan standar ini menyebabkan pengungkapan yang lebih ekstensif dalam laporan keuangan konsolidasian Grup. PSAK No. 68 “Pengukuran Nilai Wajar” PSAK No. 68 mendefinisikan nilai wajar, menetapkan satu kerangka tunggal untuk mengukur nilai wajar dan menetapkan pengungkapan mengenai pengukuran nilai wajar. PSAK No. 68 berlaku saat SAK lain mengharuskan dan mengizinkan pengukuran nilai wajar. Grup telah melengkapi persyaratan pengungkapan yang diminta sesuai standar ini. 2.d. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas anak seperti disebutkan pada Catatan 1.d. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee). Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan entitas lain. Laporan keuangan Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal pengendalian berakhir. Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam grup dieliminasi secara penuh. Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik dari entitas induk. Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup: a) Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya ketika pengendalian hilang; 11 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali); c) Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian; d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian; e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak; f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk. 2.e. Setara Kas Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya. 2.f. Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera. Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut: (i) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL). Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. (ii) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali: a) pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; b) pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual; atau c) pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman. 12 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. (iii) Investasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM) Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Grup mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. (iv) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (AFS) Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur pada biaya perolehan. Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut: (i) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL). Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. (ii) Liabilitas Keuangan Lainnya Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Grup secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset 13 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) atau liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Grup secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Grup mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika Grup secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup tetap mengakui aset keuangan tersebut. Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Berikut adalah bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai: a) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; b) Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; c) Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; d) Terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan gagal bayar. Untuk investasi pada instrumen ekuitas, penurunan yang signifikan atau penurunan jangka panjang dalam nilai wajar instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya merupakan bukti objektif terjadinya penurunan nilai. Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut dan diakui pada laba rugi. Jika penurunan dalam nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang direklasifikasi adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui dalam laba rugi. Metode Suku Bunga Efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen 14 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian takterpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain. Reklasifikasi Grup tidak mereklasifikasi derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama derivatif tersebut dimiliki atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan dari diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan oleh Grup sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Grup dapat mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam waktu dekat. Grup tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal. Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Grup, instrumen tersebut tidak tepat lagi diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajar. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali, terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal pembayaran atau telah diperoleh pelunasan dipercepat; atau terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar. Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar: (i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1) (ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2) (iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3) Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Grup pada akhir periode pelaporan dimana perpindahan terjadi. 15 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2.g. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode biaya masuk pertama keluar pertama. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. 2.h. Biaya Dibayar Dimuka Beban dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. 2.i. Aset Tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen. Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut. Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan. Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dan saldo menurun ganda untuk aset tetap bukan bangunan, dengan rincian sebagai berikut: Tahun Bangunan Tongkang Kapal tarik, kendaraan air dan crane kapal Mesin dan peralatan Instalasi listrik Kendaraan Inventaris kantor 20 20 8 - 20 8 8 8 4-8 Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam Konstruksi” dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain. Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi. 16 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis. Nilai kapal (tongkang, kapal tarik dan kendaraan air) termasuk biaya docking yang dikapitalisasi pada saat terjadinya dan akan diamortisasi dengan metode saldo menurun ganda sampai dengan jadwal docking berikutnya. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan selama masa pembangunan dan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Manajemen telah mengkaji ulang estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan. 2.j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Grup menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur. Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi. Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai. Kebijakan akuntansi ini biasanya digunakan untuk penurunan nilai aset non keuangan seperti aset tetap atau aset takberwujud, tetapi tidak boleh diterapkan untuk: persediaan; aset yang timbul dari kontrak konstruksi; aset yang timbul dari imbalan kerja; aset keuangan; properti investasi yang diukur pada nilai wajar; biaya akuisisi tangguhan, dan aset takberwujud, yang timbul dari hak kontraktual asuradur berdasarkan kontrak asuransi; dan aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. 2.k. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor, yang meliputi: a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau (iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. 17 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: (i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). (ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). (iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. (iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. (v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. (vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). (vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). 2.l. Imbalan Kerja Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif. Imbalan Pascakerja Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”). Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut. Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktif informal entitas. Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain. Pesangon Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara: (a) Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan (b) Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57 dan melibatkan pembayaran pesangon. Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja. 2.m. Pengakuan Pendapatan dan Beban 18 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Pendapatan dari pengangkutan laut diakui pada saat barang dimuat di atas kapal di pelabuhan muat. Pendapatan dari jasa pemeliharaan dan perbaikan kapal diukur dengan metode persentase penyelesaian. Jika hasil transaksi yang terkait dengan jasa dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan. Hasil transaksi dapat diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut ini dipenuhi: (a) Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal; (b) Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas; (c) Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan (d) Biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara andal. Tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periode pelaporan ditentukan dengan menggunakan metode survei pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pendapatan yang diakui atas pekerjaan yang masih dalam penyelesaian dan belum ditagih diklasifkasikan dalam aset lancar sebagai “Pendapatan yang belum ditagih”. Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual). 2.n. Pajak Penghasilan Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas. Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Untuk penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final, beban pajak dihitung sebesar 1,2% dari pendapatan final sewa dan pengoperasian kapal. Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan. Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: a) pengakuan awal goodwill; atau. b) pengakuan pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak 19 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Grup mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai. Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika: a) Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan b) aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas: (i) entitas kena pajak yang sama; atau (ii) entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan. Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, Grup: a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. 2.o. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam suatu periode. Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrument berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. 2.p. Transaksi dalam Mata Uang Asing Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”). Mata uang fungsional Perusahaan dan sebagian besar entitas anak adalah Rupiah Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, pos moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank Indonesia pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 sebagai berikut : 31 Maret 2016 Rp 1 US Dollar (USD) 1 Dollar Singapura (SGD) 13.276,00 9.830,08 31 Desember 2015 Rp 13.795,00 9.751,19 Selisih kurs yang timbul dari penyelesaian pos moneter dan dari penjabaran pos moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi. 2.q. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-ntitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan 20 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individual dalam Grup. Karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset ataupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan (dalam bentuk hukumnya) dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan. Entitas yang menerima bisnis, dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor. 2.r. Informasi Segmen Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmetasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal didalam Grup. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); b) hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. 2.s. Biaya Pinjaman Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan aset kualifikasian, dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga. Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat Grup telah melakukan aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya serta pengeluaran untuk aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya telah selesai. 2.t. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode/tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Group mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. i. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat 21 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan (Catatan 27). Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap Grup melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas (Catatan 2.i). Imbalan Pascakerja Penentuan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan entitas anak yang memiliki pengaruh lebih dari 10% kewajiban imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktuan dan perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih (Catatn 2.l). Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Grup mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 4. ii. Pertimbangan penting dalam penentuan kebijakan akuntansi Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 2.e. Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada neraca tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar. 22 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 3. Kas dan Setara Kas 31 Maret 2016 Rp Kas Bank – Pihak Ketiga Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank Central Asia Tbk Lain – lain 31 Desember 2015 Rp 49.827.945 28.661.287 4.939.507.406 906.691.569 894.638.523 728.502.888 1.606.951.477 1.749.601.463 914.518.030 649.908.437 Dolar AS PT Bank Danamon Indonesia Tbk ( 31 Maret 2016 : USD 7.502; 31 Desember 2015 : USD 7.500) PT Bank DBS Indonesia ( 31 Maret 2016 : USD 22.552; 31 Desember 2015 : USD 34.200) 99.603.078 103.470.522 299.398.095 471.797.828 Dolar Singapura PT Bank Danamon Indonesia Tbk ( 31 Maret 2016 : SGD 21.723; 31 Desember 2015 : SGD 21.739) Sub Total 213.538.336 8.081.879.895 211.990.578 5.708.238.335 Deposito Berjangka – Pihak Ketiga Rupiah PT Bank OCBC NISP Tbk PT BTPN Sub Jumlah Jumlah Kas dan Setara Kas 27.500.000.000 8.500.000.000 36.000.000.000 44.131.707.840 28.500.000.000 -28.500.000.000 34.236.899.622 Tingkat Bunga Deposito – Rupiah Periode Jatuh Tempo 7,75% – 9,00% 30 Hari 8,75% - 9,25% 30 Hari Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, tidak terdapat penempatan kas dan setara kas pada pihak berelasi. 23 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 4. Piutang Usaha Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan: 31 Maret 2016 Rp Pihak Berelasi (Catatan 27) 31 Desember 2015 Rp 11.305.041.712 13.839.365.323 9.560.480.793 2.635.515.566 1.913.014.380 1.279.488.000 1.195.547.520 1.064.666.667 610.402.398 572.794.879 508.547.085 10.526.971.547 3.507.858.503 1.987.800.044 -1.195.547.520 1.064.666.667 1.141.868.377 595.187.206 508.547.085 5.259.409.148 3.955.324.941 Sub Total Dikurangi : Cadangan Kerugian Penurunan Piutang 24.599.866.436 (2.817.594.141) 24.483.771.890 (2.817.594.141) Sub Total Pihak Ketiga 21.782.272.295 21.667.177.749 Jumlah Piutang Usaha – Bersih 33.087.314.007 35.505.543.072 Pihak Ketiga PT Riau Andalan Pulp and Paper PT Kutai Chip Mill PT Pelita Batulicin Bersujud PT Senantiasa Maju Bersama PT Indo Perdana Lyod PT Vinici Intilines PT Sofia Express intilines PT Via Dolorosa PT katingan Timber Celebas Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 500.000.000) Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Pihak Ketiga Saldo Awal Tahun Penambahan 2.817.594.141 -- 2.323.400.937 494.193.204 Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 2.817.594.141 2.817.594.141 Rincian piutang usaha menurut mata uang adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Rupiah Dolar AS Dolar Singapura 30.417.632.754 3.185.503.182 2.301.772.212 32.517.851.331 3.310.034.371 2.495.251.511 Jumlah Dikurangi : Cadangan Kerugian Penurunan Piutang 35.904.908.148 (2.817.591.141) 38.323.136.213 (2.817.591.141) Jumlah 33.087.317.007 35.505.543.072 Berdasarkan penelahaan manajemen atas saldo piutang usaha secara individu pada akhir periode pelaporan, piutang usaha tertentu mengalami penurunan nilai. Manajemen telah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kebijakan akuntansi Perusahaan (lihat Catatan 2.e). Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang. Piutang usaha dijadikan jaminan atas pinjaman bank (lihat Catatan 14). 24 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 5. Aset Keuangan Lancar Lainnya 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Pendapatan yang Belum Ditagih – Pihak Ketiga (catatan 20) Piutang Lain-lain Pihak Berelasi Pihak Ketiga 3.408.372.412 4.645.019.451 -810.443.707 27.500.000 4.423.661.409 Jumlah 4.218.816.119 9.096.180.860 Saldo piutang lain-lain pihak ketiga pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 terutama terdiri dari piutang klaim asuransi dari perusahaan asuransi (lihat Catatan 31.a dan 31.b). Seluruh aset keuangan lancar lainnya dalam mata uang Rupiah. 6. Persediaan 31 Maret 2016 Rp Suku Cadang dan Material Bahan Bakar Barang dalam perjalanan Jumlah 31 Desember 2015 Rp 5.209.654.847 5.908.787.940 109.212.000 5.232.150.869 6.171.657.337 900.000 11.227.654.787 11.404.708.206 Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik persediaan, manajemen Grup berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan tersebut dapat dipulihkan dan tidak perlu membentuk penyisihan penurunan nilai. Jumlah pokok persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing sebesar Rp 6.686.434.146 dan Rp 41.709.236.633 Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran, dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 3.000.000.000 tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi. 25 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 7. Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Uang Muka Operasi Kapal Lain-lain 333.084.583 476.896.801 189.046.283 95.933.354 Biaya Dibayar Dimuka Asuransi Kapal 774.779.622 1.126.209.455 1.584.761.006 1.411.189.092 Jumlah 8. Aset Tetap 2016 Saldo Awal 1 Januari 2016 Rp Penambahan Pengurangan Rp Rp Reklasifikasi dan Koreksi Rp Saldo Akhir 31 Maret 2016 Rp Biaya Perolehan Kepemilikan Langsung Tanah Bangunan Tongkang Kapal Tarik dan Kendaraan air Crane Kapal Mesin dan Peralatan Instalasi listrik Kendaraan Inventaris Kantor Aset Dalam Penyelesaian Bangunan (PBSE) 3.488.807.200 43.809.239.763 329.343.466.580 147.223.158.382 13.228.028.611 5.398.478.766 242.440.860 2.188.994.354 2.071.150.977 315.466.000 -844.223.873 1.398.400.371 ----3.440.000 ---------- -665.552.810 ---100.224.643 125.891.076 11.683.850 -- 3.804.273.200 44.474.792.573 330.187.690.453 148.621.558.753 13.228.028.611 5.498.703.409 368.331.936 2.200.678.204 2.074.590.977 2.236.079.098 552.103.635 -- (903.352.379) 1.884.830.354 Jumlah 549.229.844.591 3.113.633.879 -- -- 552.343.478.470 Akumulasi Penyusutan Kepemilikan Langsung Bangunan Tongkang Kapal Tarik dan Kendaraan air Crane Kapal Mesin dan Peralatan Instalasi listrik Kendaraan Inventaris Kantor 4.403.063.838 123.553.098.153 72.571.044.667 12.806.236.388 3.904.744.280 83.107.243 1.266.520.682 1.595.109.443 525.767.781 5.060.993.344 2.172.864.070 5.508.400 109.420.939 7.130.617 57.638.114 41.721.913 --------- --------- 4.928.831.619 128.614.091.497 74.743.908.737 12.811.744.788 4.014.165.219 90.237.860 1.324.158.796 1.636.831.356 Jumlah 220.182.924.694 7.981.045.178 -- -- 228.163.969.872 Nilai Tercatat 329.046.919.897 324.179.508.598 26 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 2015 Saldo Awal 1 Januari 2015 Rp Biaya Perolehan Kepemilikan Langsung Tanah Bangunan Tongkang Kapal Tarik dan Kendaraan air Crane Kapal Mesin dan Peralatan Instalasi listrik Kendaraan Inventaris Kantor Penambahan Pengurangan Rp Rp Reklasifikasi dan Koreksi Rp Saldo Akhir 31 Maret 2015 Rp 1.356.380.200 5.345.559.878 325.715.115.627 143.103.305.906 13.640.528.611 5.655.373.878 242.440.860 2.188.994.354 1.970.389.876 2.132.427.000 143.000.000 7.823.613.497 4.119.852.476 -13.699.998 --87.061.100 --4.195.262.544 -412.500.000 256.895.109 ---- -38.320.679.885 ---(13.700.001) --13.700.001 3.488.807.200 43.809.239.763 329.343.466.580 147.223.158.382 13.228.028.611 5.398.478.766 242.440.860 2.188.994.354 2.071.150.977 37.881.115.791 2.675.643.192 -- (38.320.679.885) 2.236.079.098 Jumlah 537.099.204.981 16.995.297.263 4.864.657.653 -- 549.229.844.591 Akumulasi Penyusutan Kepemilikan Langsung Bangunan Tongkang Kapal Tarik dan Kendaraan air Crane Kapal Mesin dan Peralatan Instalasi listrik Kendaraan Inventaris Kantor 3.208.932.776 105.916.793.463 63.269.810.884 12.844.575.177 3.682.806.800 65.403.511 963.012.024 1.384.397.260 1.194.131.062 20.103.575.932 9.301.233.783 374.161.211 472.476.317 17.703.732 303.508.658 210.712.183 -2.467.271.242 -412.500.000 250.538.837 ---- --------- 4.403.063.838 123.553.098.153 72.571.044.667 12.806.236.388 3.904.744.280 83.107.243 1.266.520.682 1.595.109.443 Jumlah 191.335.731.895 31.977.502.878 3.130.310.079 -- 220.182.924.694 Nilai Tercatat 345.763.473.086 Aset Dalam Penyelesaian Bangunan 329.046.919.897 Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp 31 Maret 2015 Rp Beban Pokok Pendapatan (Catatan 21) Beban Usaha (Catatan 22) 7.912.810.364 68.234.814 5.964.864.293 88.274.094 Jumlah 7.981.045.178 6.053.138.387 Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 aset tetap Grup, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap segala bentuk resiko kepada PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Purna Arthanugraha, PT ABDA, LCH Insurance, KSK Insurance dan PT Asuransi Adira Dinamika dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 384.090.915.000, USD 2.930.000 dan Rp 391.590.915.000, USD 2.930.000. Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Kerugian bersih dari aset tetap yang dihentikan pengakuannya adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp 4.864.657.653 (3.130.310.079) Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan --- Nilai Tercatat -- 1.734.347.574 Penerimaan dari Penjualan Klaim Asuransi --- 1.097.766.250 -- Total -- 1.097.766.250 Total Rugi Akibat Penghentian Pengakuan -- 636.581.324 27 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Jumlah tercatat aset tetap yang tidak dipakai sementara pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing adalah sebesar nihil. Jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing adalah sebesar nihil. Jumlah tercatat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing adalah sebesar nihil. Pada tanggal 31 Desember 2015, pengerjaan aset dalam penyelesaian pembangunan slipway baru dan kapal tarik. Pengerjaan atas slipway ini sudah selesai pada Juli 2015. Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset tetap pada tanggal 31 Maret 2016 adalah nihil dan 31 Desember 2015 Rp 1.418.805.335. Jumlah ini dikapitalisasi ke biaya perolehan slipway yang sedang dalam penyelesaian (Catatan 23). Aset tetap tertentu dijadikan jaminan atas pinjaman bank (Catatan 14). 9. Tagihan Pajak Kini Tagihan pajak kini Entitas Anak terdiri dari: 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Entitas Anak Tahun 2010 Tahun 2009 48.800.851 45.866.428 48.800.851 45.866.428 Total Tagihan Pajak Kini 94.667.279 94.667.279 10. Utang Usaha Rincian utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Pihak Berelasi (Catatan 28) 31 Desember 2015 Rp 949.266.250 941.648.040 Pihak Ketiga Supplier Lokal 6.322.264.549 2.366.890.570 Jumlah 7.271.530.799 3.308.538.610 28 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Rupiah Dolar Singapura 6.322.264.549 949.266.250 2.366.890.570 941.648.040 Jumlah 7.271.530.799 3.308.538.610 11. Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Saldo pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 terdiri dari deposit atas penyewaan kapal. Seluruh saldo liabilitas keuangan jangka pendek lainnya dalam mata uang Rupiah. 12. Beban Akrual 31 Maret 2016 Rp Gaji dan Jamsostek Bahan Bakar Minyak Asuransi Jasa Profesional Bunga Pinjaman Lain-lain Jumlah 31 Desember 2015 Rp 960.268.013 620.250.834 289.000.000 150.480.000 69.733.836 529.294.383 48.334.740 1.109.621.909 179.077.800 98.680.000 84.464.453 602.602.300 2.619.027.066 2.122.781.202 Bunga pinjaman merupakan bunga atas fasilitas pinjaman bank diperoleh Grup (Catatan14). Seluruh saldo beban akrual dalam mata uang Rupiah dan USD. 13. Pendapatan Diterima Dimuka Akun ini merupakan uang muka untuk jasa yang belum diserahkan kepada pelanggan pihak ketiga. 14. Utang Bank 31 Maret 2016 Rp Utang Bank – Pihak Ketiga Rupiah PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk 17.252.014.644 11.543.625.656 5.198.730.159 29 31 Desember 2015 Rp 19.781.467.569 12.699.001.050 5.671.341.992 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) USD PT Bank DBS Indonesia 3.343.339.555 5.495.008.425 37.337.710.014 43.646.819.036 (10.117.811.695) (2.975.625.656) (1.890.447.330) (10.117.811.695) (3.881.001.050) (1.890.447.330) Dolar AS PT Bank DBS Indonesia Bagian Jangka Pendek (3.343.339.555) (18.327.224.236) (5.495.008.425) (21.384.268.500) Bagian Jangka Panjang 19.010.485.778 22.262.550.536 Jumlah Utang Bank Dikurangi: Bagian Jangka Pendek Rupiah PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Pelayaran Nelly Dwi Putri (Perusahaan) Dolar AS PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) Berdasarkan Akta No. 10 tanggal 1 Mei 2007 dari Anriz Nazaruddin Halim, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana terakhir diubah melalui Akta No.5 tanggal 3 Januari 2011 dari Anriz Nazaruddin Halim, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit angsuran berjangka dari Bank Danamon untuk tujuan investasi kerja dengan rincian sebagai berikut: - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 4 ABF, non-revolving, sejumlah USD 1.125.000 (satu juta seratus dua puluh lima ribu Dollar Amerika Serikat); - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 5 ABF T&B, non-revolving, sejumlah USD.5.250.000 (lima juta dua ratus lima puluh ribu Dollar Amerika Serikat); - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 6 ABF T&B, non-revolving, USD 2.800.000,- (dua juta delapan ratus ribu Dollar Singapura); - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 7 ABF T&B, non revolving, USD 1.096.000,- (satu juta sembilan puluh enam ribu Dollar Amerika Serikat) - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 8 ABF T&B-Baru, non revolving, USD 3.000.000,- (tiga juta Dollar Amerika Serikat) - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 9 ABF T&B-Baru, non revolving, USD 1.264.000,- (satu juta dua ratus enam puluh empat ribu Dollar Amerika Serikat) Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 5,75% per tahun dengan jangka waktu sebagai berikut: - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 6 ABF T&B, mulai tanggal 6 Januari 2011 hingga 3 Februari 2015; - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 7 ABF T&B, mulai tanggal 28 Juli 2011 hingga 27 Oktober 2015; - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 8 ABF T&B, mulai tanggal 16 Mei 2012 hingga 16 Juni 2015; - Kredit Angsuran Berjangka (KAB) 9 ABF T&B, mulai 16 Mei 2012 hingga 16 Nopember 2016; Jaminan atas fasilitas pinjaman tersebut adalah, sebagai berikut: - Jaminan Perusahaan dari PT Haskojaya Abadi, pemegang saham Perusahaan; - Aset tetap tertentu milik Perusahaan (lihat Catatan 8): - Hak penagihan atas piutang yang dimiliki Perusahaan (lihat Catatan 4): Perusahaan juga harus memenuhi beberapa rasio keuangan sebagai berikut: - Debt Service Coverage Ratio minimal 1,25x 30 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) - Leverage maksimal 3,5x Selama periode fasilitas peminjaman, Perusahaan harus mematuhi syarat-syarat tertentu, antara lain: - Aset yang dijadikan jaminan pinjaman tidak cross collateral dengan fasilitas pinjaman lain; - Aset yang dijadikan jaminan harus diasuransikan. - Tanpa persetujuan dari Bank Danamon, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk, antara lain; (i) mengadakan perubahan dari sifat dan kegiatan usaha Perusahaan; (ii) mengubah susunan pengurus, susunan pemegang saham dan nilai saham Perusahaan; dan (iii) mengumumkan atau membagikan dividen Perusahaan Berdasarkan Perjanjian Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit No. B.0857/HK-MTR/0715 tanggal 8 Juli 2015 disepakati untuk melakukan pengalihan mata uang atas fasilitas Kredit Angsuran Berjangka 9 dalam US Dollar menjadi fasilitas dalam mata uang Rupiah. Pada 31 Desember 2015, jumlah utang Bank atas Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka 9 sebesar Rp 3.081.001.050. Jumlah pembayaran selama periode 2016 adalah sebesar Rp 1.155.375.394 Tidak ada penerimaan selama periode 2016. Jumlah pembayaran selama tahun 2015 adalah sebesar USD 842.000,33 atau setara dengan 10.917.177.149 dan Rp 1.540.500.525 Tidak ada penerimaan selama tahun 2015. Pada tanggal 31 Maret 2016 Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan utang bank seperti yang diungkapkan pada Catatan ini. PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS) Berdasarkan akta no. 11 dari Notaris Sulistyaningsih, S.H., tertanggal 11 November 2011, sebagaimana terakhir diubah berdasarkan surat dari bank DBS No. 273/PFPA-DBS1/VI/2012 tanggal 27 Agustus 2012,Perusahaan memperoleh fasilitas Amortizing term loan facility dengan tujuan investasi pembelian kapal dengan batas penggunaan maksimum sebesar USD 5.000.000. Fasilitas kredit ini berjangka waktu 56 bulan sejak tanggal penarikan fasilitas kredit yang pertama kali (termasuk grace period selama 8 Bulan.) dikenakan bunga 5.50% per tahun. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan beberapa kapal milik Perusahaan (lihat Catatan 8). Perusahaan juga harus memenuhi beberapa rasio keuangan tertentu seperti diatur dalam perjanjian sebagai berikut: - Debt Service Coverage Ratio minimal 1,25x - Gearing Ratio sebesar 2 x Selama periode fasilitas peminjaman, Perusahaan harus mematuhi syarat-syarat tertentu, antara lain: - Aset yang dijadikan jaminan harus diasuransikan; - Tanpa persetujuan tertulis dari Bank DBS, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk, antara lain: (i) Merubah susunan pengurus dan pemegang saham, mengubah jenis usaha perusahaan selain yang disebutkan dalam anggaran dasar Perusahaan, (ii) Mengikatkan diri sebagai penjamin (borg), (iii) Membuat perjanjian yang akan menguntungkan anggota direksi, komisaris atau pemegang saham, (iv) Menyetujui terjadinya pengeluaran modal, dan (v) Memberikan ijin untuk dibuatkan pengalihan Jaminan. Jumlah pembayaran selama periode 31 Maret 2016 adalah sebesar USD 146.500 atau setara dengan Rp 1.981.064.364. Tidak ada penerimaan selama tahun 2016. Jumlah pembayaran selama tahun 2015 adalah sebesar USD 586.700 atau setara dengan Rp 7.821.444.584 Tidak ada penerimaan selama tahun berjalan. Pada tanggal 31 Maret 2016 Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan utang bank seperti yang 31 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) diungkapkan pada Catatan ini. Rupiah PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP) Berdasarkan Akta Notaris No. 1 dan 2 dari Notaris Sulistyaningsih, S.H., tertanggal 1 Juli 2013 dan surat persetujuan fasilitas kredit dari Bank OCBC NISP, Perusahaan memperoleh fasilitas investment loan dari Bank OCBC NISP, Jakarta dengan jumlah nilai maksimum keseluruhan sebesar Rp 40.000.000.000. Fasilitas ini berjangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan sejak pengikatan kredit dengan tingkat bunga sebesar 10% per tahun. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan fidusia piutang dagang Perusahaan senilai Rp 7.750.000.000. (lihat Catatan 4) Perusahaan juga harus memenuhi beberapa rasio keuangan tertentu seperti diatur dalam perjanjian sebagai berikut: - Debt Service Coverage Ratio minimal 1,25x - Gearing Ratio sebesar 1 x Selama periode fasilitas peminjaman, Perusahaan harus mematuhi syarat-syarat tertentu, antara lain : - Pembiayaan maksimum sebesar 70% untuk kapal bekas yang telah dinilai oleh Konsultan Penilai Doli Siregar dan Rekan, dengan Nomor Laporan DSR-PST/A/FAV/III/12/00097A, dengan umur kapal maksimal tahun 2007; - Pengikatan hipotik atas kapal dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan kapal dengan availability Period selama 6 (enam) bulan; - Perusahaan wajib menyerahkan dokumen-dokumen pendukung kapal; - Pencairan Fasilitas Pinjaman ditujukan langsung ke rekening Perusahaan pada Bank; - Perusahaan wajib menyerahkan kontrak sewa kapal minimal sebesar Rp 900.000.000 - Aktifitas rekening Perusahaan pada Bank minimal 30% atau sesuai dengan porsi pembiayaan Bank terhadap total utang Perusahaan pada Bank; - Menyerahkan Sinking Fund minimal 1 (satu) kali angsuran (diblokir) sampai dengan aktifitas rekening Perusahaan pada Bank sudah sesuai dengan porsi pembiayaan Bank; - Menyerahkan perpanjangan kontrak kerja atau kontrak sewa kapal yang dibiayai Bank atau perubahan kontrak yang ada; - Penerimaan dari Bouwheer/Customer wajib ditujukan kepada rekening Perusahaan pada Bank. Jumlah pembayaran selama periode 31 Maret 2016 adalah sebesar Rp 2.529.452.924. Tidak ada penerimaan selama periode 2016. Jumlah pembayaran selama tahun 2015 adalah sebesar Rp 10.117.811.698. Tidak ada penerimaan selama tahun 215 Pada tanggal 31 Maret 2016 Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan utang bank seperti yang diungkapkan pada Catatan ini. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) Berdasarkan Akta Notaris No. 73 dari Notaris Sulistyaningsih, S.H., tertanggal 27 Juli 2015 Perusahaan memperoleh fasilitas kredit untuk tujuan investasi dengan jumlah sebesar Rp 21,000,000,000. Fasilitas kredit ini berjangka waktu 72 bulan masa angsuran dan availability period selama 6 bulan, dimulai pada tanggal 27 Juli 2015 sampai dengan tanggal 20 Februari 2022. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan menyerahkan kapal tugboat dan tongkang dengan pembuatan umur maksimal 2010 untuk tugboat dan 2011 untuk tongkang dengan maksimal hipotik sebesar Rp 35.000.000.000 atau senilai 166,76% dari Fasilitas. Pada 31 Maret 2016, Perusahaan belum menggunakan fasilitas kredit ini. 32 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) PT Permata Barito Shipyard and Engineering (Entitas anak) Rupiah PT Bank Central Asia (Bank BCA) Berdasarkan surat persetujuan fasilitas kredit dari Bank BCA No. 0121/SPPK/SLK-KOM/2015 tertanggal 10 Juni 2015, PBSE memperoleh perpanjangan fasilitas time loan revolving dan fasilitas kredit lokal dengan batas penggunaan maksimum masing-masing sebesar Rp 10.000.000.000 dan Rp 1.000.000.000. Fasilitas kredit lokal dan time loan revolving berjangka waktu 1 tahun dan dikenakan bunga masing-masing 12% dan 11,75% per tahun. Fasilitas pinjaman tersebut di atas dijamin dengan tanah dan bangunan tertentu milik PBSE dan jaminan perusahaan tidak terbatas dari Perusahaan (Catatan 8). PBSE juga harus memenuhi beberapa rasio keuangan tertentu seperti diatur dalam perjanjian sebagai berikut: - EBITDA/ (Interest + Principal) minimal 1x - Debt/ Equity maksimal 2x Selama periode fasilitas peminjaman, tanpa persetujuan tertulis dari Bank BCA, PBSE tidak diperbolehkan untuk melakukan perubahan susunan pengurus dan pemegang saham. Jumlah pembayaran selama periode 31 Maret 2016 adalah sebesar Rp 472.611.833. Tidak ada Penerimaan selama tahun 2016. Jumlah Pembayaran selama tahun 2015 adalah sebesar Rp 1.890.447.336. Tidak ada penerimaan selama tahun 2015. Pada tanggal 31 Maret 2016, PBSE telah memenuhi semua persyaratan utang bank seperti yang diungkapkan pada Catatan ini. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) Berdasarkan Surat Persetujuan Fasilitas Kredit dari Bank Danamon Nomor B.1338/HK-MTR/1015 tertanggal 20 Oktober 2015, PBSE memperoleh fasilitas kredit dengan batas penggunaan maksimum Rp 16.416.000.000 (Fasilitas A) dan Rp 9.617.999.999 (Fasilitas B). Fasilitas B berjangka waktu sejak 20 Oktober 2015 sampai dengan 12 Maret 2019 (dengan grace period 6 bulan) dan dikenakan bunga 12,5% per tahun. Fasilitas pinjaman tersebut di atas dijamin dengan beberapa kapal milik Entitas Induk dan Corporate Guarantee Perusahaan. Selama periode fasilitas peminjaman, Perusahaan harus mematuhi syarat-syarat tertentu, antara lain: Bunga Berjalan sampai dengan tanggal efektif restruktur, harus dibayar seluruhnya. Denda sampai dengan tanggal efektif restruktur (jika ada) dihapuskan. Penalty atas pelunasan dipercepat sebagian maupun seuruhnya, tidak kenakan. Syarat dan ketentuan dalam surat penawaran sebelumnya tetap berlaku sepanjang tidak dirubah, syarat dan ketentuan lainnya sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Kredit dan Perjanjian Jaminan. Pada tanggal 31 Maret 2016 PBSE telah memenuhi semua persyaratan utang bank seperti yang diungkapkan pada catatan ini. Jumlah pembayaran selama periode 2015 adalah sebesar Rp 4.433.333.333. Tidak ada penerimaan selama periode 2015. 33 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 15. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Imbalan Pascakerja – Program Imbalan Pasti Saldo liabilitas diestimasi atas imbalan pascakerja Grup pada tanggal 31 Desember 2015 dihitung oleh aktuaris independen PT QUATTRO ASIA Consulting No. 0373/LA-QAC/I/2016 dan No. 0406/LA-QAC/I/2016 yang laporannya masing-masing bertanggal 11 Januari 2016 dan 18 Januari 2016 sedangkan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014, dihitung oleh aktuaris independen PT QUATTRO ASIA Consulting No. 0163/LA-QAC/I/2015 dan No. 0169/LA-QAC/II/2015 dengan laporannya bertanggal 28 Januari 2015 dan 4 Februari 2015. Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: Usia Pensiun Normal Tingkat Proyeksi Kenaikan Gaji Tingkat Diskonto Tingkat Cacat Tingkat Pengunduran Diri : : : : : 55 tahun 10% per tahun 8,96% - 9,10% (2015: 8,96% - 9,10%) per tahun 10 % per tahun dari tingkat mortalitas Per tahun (linear): 18-29 tahun: 10%, 30-39 tahun: 5%, 40-44 tahun: 3%, 45-49 tahun: 2%, 50-54 tahun: 1% Mutasi liabilitas imbalan pascakerja yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Liabilitas Awal Tahun Beban Manfaat Karyawan yang Diakui di Tahun Berjalan Pengukuran Kembali Kewajbian Imbalan Kerja Pembayaran Imbalan 9.608.815.270 Liabilitas Akhir Tahun 31 Desember 2015 Rp 10.539.722.462 458.393.415 42.495.537 -- 1.982.049.139 (2.346.742.051) (566.214.280) 10.109.704.222 9.608.815.270 Rincian beban manfaat kerja karyawan yang diakui di tahun berjalan adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Beban Jasa Kini Beban Bunga 242.380.685 216.012.730 Jumlah 458.393.415 31 Maret 2015 Rp 1.120.568.326 861.480.813 1.982.049.139 Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti Awal Periode Beban Jasa Kini Beban Bunga Kewajiban Kini dari dampak Kurtailmen Pembayaran Imbalan Ekspektasi dari Kewajiban kini Akhir 9.608.815.270 242.380.685 216.012.730 --10.067.208.685 34 31 Desember 2015 Rp 10.539.722.462 1.120.568.326 861.480.813 -(566.214.280) 11.955.557.321 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Kerugian (Keuntungan) Aktuarial yang belum diakui 42.495.537 (2.346.742.051) Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti Akhir Periode 10.109.704.222 9.608.815.270 Akumulasi Keuntungan (Kerugian) aktuarial atas program imbalan pasti yang dicatat di penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Saldo Awal Program Imbalan Pasti Selama Tahun Berjalan Pajak Penghasilan Terkait 1.395.439.563 (42.495.537) 3.332.025 Akumulasi Program imbalan Pasti yang Diakui di Penghasilan Komprehensif Lainnya 1.356.276.051 31 Desember 2015 Rp (745.817.294) 2.346.742.051 (205.485.194) 1.395.439.563 Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga dan risiko gaji. Risiko Tingkat Bunga Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung menggunakan tingkat diskonto yang ditetapkan dengan mengacu pada imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi. Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program. Risiko Gaji Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan. Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan. Program Imbalan Pasti Rp Tingkat Diskonto Tingkat Diskonto +1% Tingkat Diskonto -1% (624.719.002) 708.428.870 Tingkat Kenaikan Gaji Tingkat Diskonto +1% Tingkat Diskonto -1% 666.172.247 (600.773.895) 16. Modal Saham Susunan Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut: Pemegang Saham PT Haskojaya Abadi Fredyanto Parlindungan (Direktur Independen) Masyarakat (Masing–masing dibawah 5%) Jumlah Saham Lembar Persentase Kepemilikan % Jumlah Modal Saham Rp 1.995.000.000 84,894 199.500.000.000 7.622.500 347.377.500 0,324 14,782 762.250.000 34.737.750.000 2.350.000.000 100,000 235.000.000.000 35 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Program Pemberian Kepemilikan Saham Kepada Manajemen (MSOP) Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 1 Mei 2012, pemegang saham telah menyetujui rencana Program Pemberian Kepemilikan Saham Kepada Manajemen (MSOP). Peserta yang dapat berpartisipasi dalam program MSOP adalah Dewan Komisaris (tidak termasuk Komisaris Independen) dan Direksi Grup yang tercatat 14 hari sebelum tanggal pendistribusian hak opsi pada setiap tahapan. Jumlah yang dapat diterbitkan untuk membeli saham sebanyak-banyaknya 5% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh dalam Perusahaan setelah Penawaran Umum Saham Perdana atau sekitar 117.500.000 saham. Pelaksanaan penerbitan hak opsi akan dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: - Tahap I Sebanyak-banyaknya 40% atau 47.000.000 saham dari total hak opsi akan didistribusikan pada tanggal pencatatan saham Perusahaan; - Tahap II Sebanyak-banyaknya 30% atau 32.250.000 saham dari total hak opsi akan didistribusikan pada ulang tahun pertama pencatatan saham Perusahaan; - Tahap III Sisa dari hak opsi yang belum didistribusikan akan didistribusikan dalam jangka waktu 12 bulan terhitung sejak tanggal penerbitannya. Manajemen menyatakan bahwa sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan tidak ada penetapan persyaratan dalam rencana pelaksanaan program MSOP, dengan demikian nilai wajar MSOP belum dapat ditentukan. 17. Tambahan Modal Disetor - Bersih Akun ini terdiri atas agio atas nilai nominal saham dari Penawaran Umum Saham Perdana, setelah dikurangi biaya emisi saham dan selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali. 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Agio Saham Sebagai Hasil Penawaran Umum Saham Perdana Biaya Emisi Saham Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Pengendali 23.800.000.000 23.800.000.000 (2.560.127.251) (2.560.127.251) (1.995.706.435) (1.995.706.435) Jumlah - Bersih 19.244.166.314 19.244.166.314 18. Selisih Nilai Transaksi Desngan Entitas Sepengendali Pada tahun 1998, Perusahaan membeli 99,00% saham PT Permata Barito Shipyard & Engineering dari pemegang saham lama yang merupakan entitas sepengendali. Atas transaksi ini, Perusahaan mencatat selisih antara nilai saham tercatat dengan harga beli sebesar Rp 1.995.706.435 sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”. Sejak 1 Januari 2013, Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali direklasifikasi ke akun Tambahan Modal Disetor akibat dari penerapan PSAK No. 38 (Revisi 2012). 36 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 19. Dividen dan Dana Cadangan Tahun 2015 Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sesuai Akta Notaris Leolin Jayayanti, SH No. 85 tanggal 19 Juni 2015 diputuskan antara lain pembagian dividen untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014 sebesar Rp 7.050.000.000 dan pembentukan dana cadangan umum sebesar Rp 25.000.000 dari saldo laba tahun 2014. 20. Pendapatan 31 Maret 2016 Rp Sewa Kapal: Pihak Berelasi (Catatan 28) Pihak Ketiga Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal: Pihak Ketiga Jumlah 31 Maret 2015 Rp 1.360.000.000 24.381.962.923 3.734.405.091 35.941.949.345 6.164.668.269 5.769.909.903 31.906.631.192 45.446.264.339 Nama pihak pelanggan dengan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% dari pendapatan adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp PT Riau Andalan Pulp & Paper PT Panca Usaha Palopo Plywood 19.059.722.852 1.360.000.000 31 Maret 2015 Rp 25.094.634.670 3.734.405.091 Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015, pendapatan yang belum ditagih masing-masing sebesar Rp 3.408.372.412 dan Rp 6.244.707.685. (Lihat Catatan 5). 21. Beban Pokok Pendapatan 31 Maret 2016 Rp 31 Maret 2015 Rp Operasional Kapal Penyusutan Kapal (Catatan 8) Beban Crew dan Tenaga Kerja Lainnya Pemeliharaan Pemakaian Suku Cadang dan Material Sewa Kapal Lain-lain 10.245.805.505 7.912.810.364 5.480.733.858 1.032.179.211 688.249.424 23.688.000 197.619.576 16.930.362.109 7.099.581.051 5.901.944.608 1.458.576.240 1.793.139.890 268.239.652 155.238.345 Jumlah 25.581.085.938 33.607.081.895 Tidak terdapat pemasok dan nilai penggunaan jasa yang melebihi 10% dari pendapatan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Maret 2015. 37 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 22. Beban Usaha 31 Maret 2016 Rp 31 Maret 2015 Rp Gaji dan Tunjangan Imbalan Pasca Kerja (Catatan 15) Perjalanan Dinas Telekomunikasi Perbaikan dan Pemeliharaan Penyusutan (Catatan 8) Jasa Profesional Administrasi Lain-lain 4.974.873.495 458.393.415 233.737.755 87.784.629 83.102.128 68.234.814 163.750.000 14.628.212 387.375.671 5.138.050.375 513.225.008 237.807.837 45.000.000 80.228.608 55.324.614 99.026.459 7.065.074 413.944.066 Jumlah 6.471.880.119 6.589.672.041 23. Beban Keuangan Akun ini merupakan beban bunga dan provisi atas pinjaman (lihat Catatan 14). Setelah dikurangi biaya pinjaman yang dikapitalisai ke aset tetap (lihat catatan 8). 24. Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih Akun Ini terdiri dari: 31 Maret 2016 Rp Keuntungan (Kerugian) Pelepasan Aset Tetap Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih Lain-lain - Bersih -34.190.136 (75.099.573) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain Bersih (40.909.437) 31 Maret 2015 Rp 51.883.774 (1.130.047.678) (1.193.442.658) (2.271.606.562) 25. Laba per Saham Perhitungan laba per saham dasar Grup adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 31 Maret 2015 Rp (1.023.382.152) 1.732.614.966 Jumlah Lembar Saham Beredar Awal Tahun 2.350.000.000 2.350.000.000 Rata-rata Tertimbang Saham Beredar 2.350.000.000 2.350.000.000 (0.44) 0,74 Laba per Saham 26. Kepentingan Nonpengendali Akun ini merupakan kepentingan nonpengendali atas aset bersih pada PT Permata Barito Shipyard & 38 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Engineering dan PT Nelly Energi Lestarindo, entitas anak. Rincian proporsi kepemilikan pemegang saham nonpengendali atas ekuitas dan laba entitas anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut: 31 Desember 2014 RP PT. Permata Barito Shipyard dan Engineering PT Nelly Energi Lestarindo Dibebankan (Dikreditkan) Pada Laporan laba Rugi Komprehensif Konslidasian RP 222.039.657 -222.039.657 Setoran Modal Entitas Anak RP 40.366.476 (20.103) 40.346.373 31 Desember 2015 Rp Dibebankan (Dikreditkan Pada) Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 31 Maret 2016 Rp Rp -- 262.406.133 777.364 263.183.497 27.500.000 27.479.897 (1.079.475) 26.400.422 27.500.000 289.886.030 (302.111) 289.583.919 27. Perpajakan a. Pajak Dibayar Dimuka 31 Maret 2016 Rp Perusahaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Entitas Anak Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 28 A Tahun 2014 Tahun 2015 Pajak Pertambahan Nilai Sub Jumlah 31 Desember 2015 Rp -- 266.124 12.206.594 -- 633.088.255 108.996.411 -- 633.088.255 108.996.411 40.037.429 754.291.260 782.122.095 754.291.260 782.388.219 b. Utang Pajak 31 Maret 2016 Rp Perusahaan Pajak Penghasilan Pasal 15 Pasal 21 Pasal 23 Pasal 4 (2) Pasal 29 Pajak Pertambahan Nilai Sub Jumlah Entitas Anak Pajak Penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Pasal 29 Pajak Pertambahan Nilai Sub Jumlah Jumlah Utang Pajak 39 31 Desember 2015 Rp 58.836.155 244.356.976 2.263.686 -121.233.344 631.815.620 7.058.510 426.616.725 1.506.420 1.545.400 121.233.344 684.021.823 1.058.505.781 1.241.982.222 33.512.267 7.104.769 58.354.885 291.544.118 78.151.147 5.975.267 --- 390.516.039 84.126.414 1.449.021.820 1.326.108.636 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) c. Beban Pajak Perhitungan atas pajak final sehubungan dengan pendapatan atas sewa kapal dan pengoperasian kapal untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut: Beban Pajak kini Manfaat pajak Tangguhan Perusahaan Rp Jumlah Beban Pajak ---- 2016 Entitas Anak Konsolidasian Rp Rp (58.354.884) (58.354.884) --(58.354.884) (58.354.884) Perusahaan Rp --- 2015 Entitas Anak Rp --- -- -- Konsolidasian Rp ---- Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, sebagaimana disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan estimasi laba kena pajak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp 31 Maret 2015 Rp (964.356.097) (125.471.989) (1.089.828.086) 1.245.264.988 484.153.885 1.729.418.873 (25.741.962.923) (39.676.354.436) 26.831.791.009 --- 37.946.935.563 --- Beban pajak Penghasilan Dihitung Berdasarkan Tarif Pajak yang Berlaku -- -- Dikurangi: Pajak Dibayar Dimuka PPh 23 -- -- Taksiran utang Pajak Penghasilan Badan Perusahaan -- -- Laba Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan Sesuai Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Rugi (Laba) Sebelum Pajak Penghasilan Entitas anak Laba Perusahaan Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan Koreksi Fiskal Pendapatan yang Dikenakan Pajak Penghasilan Final Beban Usaha atas Pendapatan yang Dikenakan Pajak Penghasilan Final Jumlah Penghasilan Kena Pajak (Rugi Fiskal) – Dibulatkan Perhitungan penghasilan kena pajak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 didasarkan pada perhitungan sementara. Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perkalian laba sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:: 31 Maret 2016 Rp Laba Sebelum Pajak Penghasilan Sesuai Laporan Laba Rugi Komprehensif Komprehensif Lain Konsolidasian Rugi (Laba) Sebelum Pajak Penghasilan Entitas anak Laba Perusahaan Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan 40 (964.356.097) (125.471.989) 31 Maret 2015 Rp 1.245.264.988 484.153.885 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) - Perusahaan Tarif Pajak Berlaku 25% Koreksi Fiskal Beban Penghasilan Pajak Perusahaan Pajak kini Beban Pajak Penghasilan Entitas Anak: Pajak kini Pajak Tangguhan (1.089.828.086) --- 1.729.418.873 432.354.718 432.354.718 -- -- (58.354.884) -- --- (58.354.884) -- Beban Pajak Penghasilan Konsolidasian d. Pajak Penghasilan Final Perhitungan atas pajak final sehubungan dengan pendapatan atas sewa kapal dan pengoperasian kapal untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Pendapatan yang Telah difakturkan Berhubungan Dengan Pengoperasian dan Persewaan kapal 31 Maret 2015 Rp 25.741.962.923 39.676.354.436 308.903.555 476.116.253 (283.738.116) 33.670.116 (420.871.253) (50.445.000) (250.067.400) (471.316.253) Beban Pajak Penghasilan Final Dikurangi: Pemotongan Selama tahun Berjalan Akrual Beban Pajak Penghasilan Final Yang Belum Dipotong 58.836.155 Perhitungan beban pajak penghasilan final di atas menggunakan tarif 1,2% dari pendapatan. e. Pajak Tangguhan 31 Desember 2015 RP Dikreditkan pada Penghasilan Komprehensif Lain RP Dikreditkan Pada Laba/Rugi RP 31 Maret 2016 Rp Aset Pajak Tangguhan Entitas Anak Imbalan Kerja Karyawan Aset Tetap 554.598.014 98.113.116 --- 3.332.025 -- 557.930.039 98.133.116 Jumlah Aset Pajak Tangguhan 652.731.130 -- 3.332.025 656.063.155 31 Desember 2014 RP Dikreditkan Pada Laba/Rugi RP Dikreditkan pada Penghasilan Komprehensif Lain RP 31 Maret 2015 Rp Aset Pajak Tangguhan Entitas Anak Imbalan Kerja Karyawan Aset Tetap 667.974.699 69.318.757 92.108.509 28.814.359 (205.485.194) -- 554.598.014 98.133.116 Jumlah Aset Pajak Tangguhan 737.293.456 120.922.868 (25.485.194) 652.731.130 41 4.800.000 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) f. Surat Ketetapan Pajak Pada tanggal 9 April 2015, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun 2011 dengan kurang bayar pokok sebesar Rp1.691.707.229 dan denda sebesar Rp812.019.470. Atas kurang bayar untuk pokok telah disetor ke kantor pajak dan dicatat sebagai beban lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian. Sementara, atas kurang bayar denda tersebut, Perusahaan mengajukan surat permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi ke kantor pajak berdasarkan prosedur yang diatur pada PMK No. 08/PMK.03/2013 pada tanggal 22 Mei 2015. Surat tersebut ditolak oleh kantor pajak pada tanggal 28 September 2015 berdasarkan PMK No. KEP-3164/WPJ.07/2015. Kemudian pada tanggal 23 Desember 2015, Perusahaan mengajukan permohonan pengurangan sanksi administrasi atas SKPKB yang terbit tahun 2015, berdasarkan PMK No. 197/PMK.03/2015 tanggal 2 November 2015. Sampai dengan penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan belum mendapat jawaban dari kantor pajak. Tanggal 26 Maret 2015, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (STP) atas denda PPN masa pajak Maret 2013 dan Maret 2014 masing-masing sebesar Rp 1.065.948.323 dan Rp 82.996.569. Atas kurang bayar ini, Perusahaan telah mengajukan surat permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi ke kantor pajak berdasarkan prosedur yang diatur pada PMK No. 91/PMK.03/2015 pada tanggal 21 Mei 2015. Surat tersebut dikembalikan kepada Perusahaan pada tanggal 2 November 2015 dengan alasan kelengkapan data dengan nomor surat S-6228/WPJ.07/2015 dan 6227/WPJ.07/2015. Kemudian pada tanggal 12 November 2015, Perusahaan mengajukan permohonan pengurangan sanksi administrasi PMK 91/PMK.03/2015 tanggal 2 November 2015 dengan melengkapi kelengkapan dokumen administrasi. Sampai dengan penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan belum mendapat jawaban dari kantor pajak. 28. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi a. Transaksi dan saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut : Persentase Terhadap Total Aset 31 Maret 2016 Rp Piutang Usaha PT Panca Usaha Palopo Plywood PT Putra Sumber Kimindo PT SLJ Global Tbk Jumlah 31 Desember 2015 Rp 31 Maret 2016 % 31 Desember 2015 % 8.060.414.535 2.544.933.254 699.693.923 10.353.536.669 2.758.781.526 727.047.128 1,92 0,61 0,17 2,45 0,65 0,17 11.305.041.712 13.839.365.323 2,70 3,27 -- 27.500.000 -- 0,01 Piutang Lain-lain PT Wahana Lestari Makmur Inderalaya Persentase Terhadap Total Liabilities 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp 31 Maret 2016 % 31 Desember 2015 % Utang Usaha Noah Shipping Pte Ltd Hasan Holding Pte Ltd 707.765.760 241.500.490 702.085.680 239.562.360 1,18 0,40 1,15 0,39 Jumlah 949.266.250 941.648.040 1,58 1,54 42 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Persentase Terhadap Jumlah Pendapatan 31 Maret 2016 Rp 31 Maret 2015 Rp 31 Maret 2016 % 31 Maret 2015 % Pendapatan Usaha PT Panca Usaha Palopo Plywood 1.360.000.000 3.734.405.091 4,26 8,22 Jumlah 1.360.000.000 3.734.405.091 4,26 8,22 Persentase Terhadap Jumlah Beban Usaha 31 Maret 2016 Rp 31 Maret 2015 Rp 31 Maret 2016 % 31 Maret 2015 % Beban Imbalan Jangka Pendek Perusahaan Dewan Komisaris Direksi 445.749.801 1.544.678.403 364.860.585 1.549.379.244 6,89 23,87 5,54 23,51 Jumlah 1.990.428.204 1.914.239.829 30,76 29,05 b. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Pihak Berelasi Hubungan Noah Shipping Pte Ltd PT Panca Usaha Palopo Plywood PT Putra Sumber Kimindo PT Putra Sumber Utama Timber PT SLJ Global Tbk Hasan Holding Pte Ltd Dewan Komisaris dan Direksi 29. Pemegang Saham Terdahulu Dibawah Pengendali yang Sama dengan Perusahaan Dibawah Pengendali yang Sama dengan Perusahaan Dibawah Pengendali yang Sama dengan Perusahaan Dibawah Pengendali yang Sama dengan Perusahaan Dibawah Pengendali yang Sama dengan Perusahaan Manajemen Kunci Transaksi Utang Usaha Piutang Usaha, Pendapatan Piutang Usaha, Pendapatan Piutang Usaha, Pendapatan Piutang Usaha, Pendapatan Utang Usaha Beban Imbalan Jangka Pendek Aset dan Liabilitas Keuangan dalam Mata Uang Asing 31 Maret 2016 USD Setara Rupiah USD SGD Setara Rupiah Kas dan Setara Kas Piutang Usaha 30.052 239.945 21.723 234.156 612.510.680 5.487.275.394 41.701 239.944 21.740 255.892 787.258.928 5.805.285.883 Jumlah Aset 269.997 255.879 6.099.786.074 281.645 277.632 6.592.544.811 Utang Usaha Utang Bank Akrual -251.833 918 96.568 --- 949.266.250 3.343.339.555 12.187.235 -398.333 1.201 96.567 --- 941.648.040 5.945.008.425 16.562.022 Jumlah Liabilitas 252.751 96.568 4.304.793.034 399.534 96.567 6.453.218.487 17.245 159.311 1.794.993.034 (117.889) 181.065 139.326.324 Jumlah aset (Libilitas) Dalam Mata Uang Asing - Bersih 30. SGD 31 Desember 2015 Instrumen Keuangan: Manajemen Risiko Keuangan a. Faktor-faktor dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Dalam menjalankan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, Grup menghadapi risiko keuangan yaitu risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar dan mendefinisikan risiko-risiko tersebut sebagai berikut: 43 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Risiko kredit: kemungkinan bahwa pelanggan tidak membayar semua atau sebagian piutang atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian Grup. Risiko likuiditas: Grup menetapkan risiko kolektibilitas dari piutang usaha seperti yang dijelaskan di atas, sehingga mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas yang terkait dengan liabilitas keuangan. Risiko pasar terdiri dari: (i) Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing. (ii) Risiko suku bunga atas nilai wajar adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar. (iii) Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar. Dalam rangka untuk mengelola risiko tersebut secara efektif, Grup memiliki beberapa strategi untuk pengelolaan risiko keuangan, yang sejalan dengan tujuan Grup. Pedoman ini menetapkan tujuan dan tindakan yang harus diambil dalam rangka mengelola risiko keuangan yang dihadapi Grup. Pedoman utama dari kebijakan ini adalah sebagai berikut: Meminimalkan risiko fluktuasi tingkat suku bunga, mata uang dan risiko pasar untuk semua jenis transaksi. Memaksimalkan penggunaan "lindung nilai alamiah" yang menguntungkan sebanyak mungkin offsetting alami antara penjualan dan biaya dan utang dan piutang dalam mata uang yang sama. Strategi yang sama ditempuh sehubungan dengan risiko suku bunga. Semua kegiatan manajemen risiko keuangan dilakukan dan dipantau. Semua kegiatan manajemen risiko keuangan dilakukan secara bijaksana dan konsisten dan mengikuti praktik pasar terbaik. Risiko Kredit Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko kredit terkait dengan simpanan dana di bank dan penempatan deposito berjangka dengan hanya menggunakan bank-bank yang memiliki reputasi dan predikat yang baik untuk mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank. Terkait dengan kredit yang diberikan kepada pelanggan, Perusahaan dan entitas anak mengendalikan eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit baru. Kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Dewan Direksi. Sebagai bagian dari proses dalam persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan jejak rekam pelanggan menjadi bahan pertimbangan. Saat ini, tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan. Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan dan entitas anak terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian. 44 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 Belum Jatuh Tempo/ Not Yet Due Rp Aset Keuangan Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Jatuh Tempo/ Due 31 - 90 hari/ days > 90 hari/ days Rp Rp 0 - 30 hari/ days Rp -- 44.131.707.840 6.497.763.210 Aset Keuangan Lancar Lainnya 7.180.037.624 4.218.816.119 Jumlah 55.530.561.583 6.497.763.210 Belum Jatuh Tempo/ Not Yet Due Rp Aset Keuangan Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Aset Keuangan Lancar Lainnya Jumlah -- 44.131.707.840 35.904.908.148 -- -- 4.218.816.119 4.295.395.117 17.931.712.197 84.255.432.107 9.096.180.860 -5.087.088.356 -- -3.745.289.128 -- 54.683.702.127 5.087.088.356 3.745.289.128 11.350.621.645 -17.931.712.197 31 Desember 2015 Jatuh Tempo/ Due 31 - 90 hari/ days > 90 hari/ days Rp Rp 0 - 30 hari/ days Rp 34.236.899.622 -4.295.395.117 Jumlah/ Total Rp -18.140.138.084 -18.140.138.084 Jumlah/ Total Rp 34.236.899.622 38.323.137.213 9.096.180.860 81.656.217.695 Kualitas Kredit Aset Keuangan Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko kredit yang terkait dengan simpanan di bank dan piutang dengan memonitor reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Untuk bank, hanya pihak-pihak independen dengan predikat baik yang diterima. Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur: a) Kas dan Setara Kas 31 Maret 2016 RP Bank – Pihak ketiga Dengan Pihak yang Memiliki Peringkat Kredit Eksternal PT. Fitch Indonesia AAA AA + AA - Pefindo AAA Deposito Berjangka pada Pihak Ketiga Dengan Pihak yang Memiliki Tingkat Kredit PT. Fitch Indonesia AAA AAA + AA Total 31 Desember 2015 RP 953.015.520 5.438.152.524 613.868.055 1.034.673.195 2.112.829.664 613.585.277 7.005.036.099 3.761.088.136 1.076.843.796 1.947.150.199 8.081.879.895 5.708.238.335 36.000.000.000 --36.000.000.000 28.500.000.000 --28.500.000.000 44.081.879.895 34.208.238.335 45 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) b) Piutang Usaha Seluruh pelanggan merupakan pelanggan yang sudah ada (lebih dari enam bulan) tidak ada kasus gagal bayar di masa terdahulu. Risiko Likuiditas Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. Grup mengelola risiko likuiditas dengan pengawasan proyeksi dari arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo dari liabilitas keuangan. Jumlah liabilitas keuangan yang pembayarannya diharapkan dalam satu tahun sejak 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah masingmasing sebesar Rp 28.332.782.101 dan Rp 27.150.588.312 serta liabilitas keuangan yang pembayarannya diharapkan lebih dari satu tahun sejak 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah masing-masing sebesar Rp 19.010.485.778 dan Rp 22.262.550.536. Risiko Pasar (i) Risiko Tingkat Bunga Grup terekspos risiko tingkat suku bunga terutama menyangkut liabilitas keuangan. Adapun liabilitas keuangan yang dimiliki Grup pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 dikenakan tingkat suku bunga tetap. Grup memonitor secara ketat pergerakan suku bunga di pasar dan apabila suku bunga mengalami kenaikan yang signifikan maka Grup akan menegosiasikan suku bunga tersebut dengan pemberi pinjaman, atau mempertimbangkan strategi lindung tingkat suku bunga. Tabel berikut menganalisis liabilitas keuangan berdasarkan jenis bunga: 31 Maret 2016 Rp 31 Desember 2015 Rp Liabilitas Keuangan Tanpa Bunga Bunga Mengambang 10.005.557.865 37.337.710.014 5.766.319.812 43.646.819.036 Jumlah Liabilitas Keuangan 47.343.267.879 49.413.138.848 Analisa sensivitas: Pada tanggal 31 Maret 2016, jika suku bunga mengambang lebih tinggi sebanyak 10 basis poin dengan semua variable lain tetap, maka Laba sebelum pajak akan lebih rendah sebesar Rp 10.779.157, Sebaliknya, jika pada tanggal 31 Maret 2016, suku bunga mengambang lebih rendah sebanyak 10 basis poin dengan semua variable lain tetap, maka laba sebelum pajak akan lebih tinggi sebesar Rp 10.779.157. (iii) Risiko Valuta Asing Grup terekspos risiko nilai tukar mata uang asing yang terutama timbul dari aset dan liabilitas moneter yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional entitas yang bersangkutan. Aset dan liabilitas keuangan dalam mata uang asing pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 berdasarkan jenis mata uang disajikan pada Catatan 29. Analisa sensivitas – USD: Pada tanggal 31 Maret 2016, jika Rupiah melemah 10% terhadap USD dengan semua variable lain tetap, 46 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) maka Kerugian sebelum pajak akan lebih rendah sebesar Rp 22.894.874 Pada tanggal 31 Maret 2016, jika Rupiah menguat 10% terhadap USD dengan semua variable lain tetap, maka Kerugian sebelum pajak akan lebih rendah sebesar Rp 22.894.874. (iii) Risiko Harga Grup tidak memiliki risiko harga pasar karena tidak memiliki aset atau liabilitas yang diperdagangkan di pasar. b. Nilai Wajar Instrumen Keuangan Jumlah tercatat untuk kelompok aset dan liabilitas keuangan jangka pendek maupun yang tidak ditentukan jatuh temponya, telah mencerminkan nilai wajarnya. 31. Perikatan dan Peristiwa Penting a. Klaim Asuransi – PT ACA Pada tanggal 27 Februari 2014, Tongkang Nelly II mengalami kecelakaan di lokasi Pemuatan Daerah Camp Waya. Atas pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk perbaikan kapal, Perusahaan akan mendapat ganti rugi dari PT ACA, jumlah yang akan ditagih kepada pihak asuransi adalah sejumlah Rp 2.191.849.000 yang dicatat sebagai Aset Keuangan Lancar Lainnya – Pihak Ketiga dalam laporan posisi keuangan (Catatan 5). Pada Bulan Oktober 2015, Perusahaan telah menerima pembayaran atas klaim tersebut. b. Klaim Asuransi – PT Adira Insurance Pada tanggal 5 April 2015, Tongkang Nelly 58 mengalami kecelakaan di Sungai Sesayap, Tarakan. Atas pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk perbaikan kapal, Perusahaan akan mendapat ganti rugi dari PT Adira Insurance, jumlah yang ditagihkan sebesar Rp 3.897.393.390 yang dicatat sebagai Aset Keuangan Lancar Lainnya – Pihak Ketiga dalam laporan posisi keuangan (Catatan 5). Pada tanggal 4 Maret 2016, Perusahaan telah menerima pembayaran atas klaim tersebut. c. Perjanjian Kerja Sama Operasional dengan PT Sofia Express Lines Pada tanggal 22 Desember 2014, Perusahaan dan PT Sofia Express Lines telah menandatangani perjanjian kerja sama operasional No. 01/KSO/SEL-PNDP/XII/2014 atas kapal tarik Nelly 51, tongkang Princess Sofia 3001, kapal tarik Nelly 61 dan tongkang Princess Sofia 3002, kapal tarik Sofia 03 dan tongkang Princess Sofia 3003, kapal tarik Sofia 05 dan tongkang Princess Sofia 3005 milik PT Sofia Express Lines untuk digunakan secara bersama dengan Perusahaan melalui Sistem Jasa Manajemen (Management Fee System). 47 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 32. Informasi Segmen Segmen Operasi: 31 Maret 2016 Jasa Penyewaan Jasa Lainnya Kapal (Shipyard & (Charter) Engineering) Rp Pendapatan Usaha Hasil Segmen Beban Operasional Rp Lainnya Eliminasi Rp Konsolidasian Rp Rp 25.741.962.923 6.667.313.959 -- (502.645.690) 31.906.631.192 4.252.440.540 2.073.104.714 -- -- 6.325.545.254 (5.064.090.476) (1.299.567.743) (108.221.900) -- (6.471.880.119) Beban Keuangan (610.108.218) (467.807.486) -- -- (1.077.915.704) Beban Pajak Final (308.903.555) -- -- -- (308.903.555) 707.279.557 (72.309.949) 274.352 (66.445.933) 568.798.027 (1.023.382.152) 233.419.536 (107.947.548) (66.445.933) (964.356.097) -- (58.354.884) -- -- (58.354.884) (1.023.382.152) 175.064.652 (107.947.548) (66.445.933) (1.022.710.981) (1.023.382.152) 175.064.652 (107.947.548) (67.117.104) (1.023.382.152) -- -- -- 671.171 671.171 (1.023.382.152) 175.064.652 (107.947.548) (66.445.933) (1.022.710.981) 389.401.626.199 53.496.508.341 2.645.168.118 (25.608.517.607) 419.934.784.051 40.129.354.114 27.178.158.555 5.125.000 (7.457.968.035) 59.854.669.634 7.793.326.815 690.364.054 -- (502.645.691) 7.981.045.178 Penghasilan (Beban) Lain-lain bersih Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Laba Periode Berjalan Laba (rugi) yang Dapat Diatribusikan Kepada : Pemilik Entitas Induk Kepentingan Nonpengendali Aset Segmen Liabilitas Segmen Penyusutan Arus Kas dari Aktivitas Operasi Penerimaan dari Pelanggan 30.458.896.459 12.772.078.836 -- (7.457.968.000) 35.773.007.295 Pembayaran Kepada Pemasok (8.839.276.808) (8.356.191.191) -- 7.457.968.000 (9.737.499.999) Penerimaan (Pembayaran) (2.991.576.398) (3.918.847.892) 523.135.552 (475.840.000) (6.863.128.738) 18.628.043.253 497.039.753 523.135.552 (475.840.000) 19.172.378.558 (2.242.624.246) (555.543.633) 315.466.000 -- (3.113.633.879) (2.242.624.246) (555.543.633) 315.466.000 -- (3.113.633.879) (5.665.892.682) (472.611.833) -- -- (6.138.504.515) (5.665.892.682) (472.611.833) -- -- (6.138.504.515) Arus Kas dari Aktivitas Investasi Perolehan Aset Tetap Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Utang Jangka Panjang Pembayaran 48 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2015 Jasa Penyewaan Jasa Lainnya Kapal (Shipyard & (Charter) Engineering) Rp Rp Lainnya Eliminasi Rp Konsolidasian Rp Rp Pendapatan Usaha 39.676.354.436 6.956.041.735 -- (1.186.131.832) 45.446.264.339 Hasil Segmen 10.156.757.169 1.682.425.276 -- -- 11.839.182.445 Beban Operasional (5.340.886.968) (1.248.785.074) -- -- (6.589.672.042) Beban Bunga dan Keuangan (1.202.757.648) (451) -- -- (1.202.758.099) (476.116.253) -- -- -- (476.116.253) (1.404.381.334) 50.514.134 -- (479.312.346) (1.833.179.546) 1.732.614.966 484.153.885 -- (479.312.346) 1.737.456.505 -- -- -- -- 1.732.614.966 484.153.885 -- (479.312.346) 1.737.456.505 1.732.614.966 484.153.885 -- (484.153.885) 1.732.614.966 4.841.539 4.841.539 (479.312.346) 1.737.456.505 Beban Pajak Final Penghasilan (Beban) Lain-lain bersih Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Laba Periode Berjalan Laba (rugi) yang Dapat Diatribusikan Kepada : Pemilik Entitas Induk Kepentingan Nonpengendali Aset Segmen Liabilitas Segmen Penyusutan -1.732.614.966 484.153.885 -- 401.182.200.820 54.874.219.412 -- (22.151.490.157) 433.904.930.075 67.769.329.670 32.181.378.390 -- (6.732.440.550) 93.218.267.510 8.114.882.524 251.058.967 -- (1.186.131.832) 7.179.809.659 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Penerimaan dari Pelanggan 40.091.049.080 12.493.010.416 -- (6.723.440.550) 45.860.618.946 (21.217.043.844) (8.507.965.884) -- 6.723.440.550 (23.001.569.178) (9.604.216.810) (3.178.705.838) -- -- (12.782.922.648) 9.269.788.426 806.338.694 -- -- 10.076.127.120 Perolehan Aset Tetap (5.091.914.098) (390.320.960) -- -- (5.482.235.058) Penjualan Aset Tetap -- 53.766.250 -- 53.766.250 (5.091.914.098) (336.554.710) -- -- (5.428.468.808) Pembayaran Kepada Pemasok Penerimaan (Pembayaran) Aktivitas Operasi Lainnya – Bersih Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Utang Jangka Panjang Penerimaan -- -- -- -- Pembayaran (11.802.060.594) (1.802.611.826) -- -- -- (13.604.672.420) (11.802.060.594) (1.802.611.826) -- -- (13.604.672.420) 49 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 33. Pengelolaan Permodalan Tujuan Grup ketika mengelola modal adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup serta memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Grup secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola struktur permodalan untuk memastikan struktur modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Grup, profitabilitas masa sekarang dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis. Dalam rangka mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Grup dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham, mengeluarkan saham baru atau menjual aset untuk mengurangi utang. Grup memonitor modal berdasarkan rasio gearing konsolidasian. Rasio gearing dihitung dengan membagi pinjaman dengan jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Rasio gearing pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut: 31 Maret 2016 Rp Jumlah Pinjaman Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 37.337.710.014 43.646.819.036 359.796.396.553 360.858.861.544 0.10 0.12 Rasio Gearing Konsolidasian 34. 31 Desember 2015 Rp Transaksi Nonkas Berikut aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi arus kas: 31 Maret 2016 Rp Penambahan Aset Tetap Melalui Kapitalisai Biaya Pinjaman 35. 31 Desember 2015 Rp -- 1.418.805.335 Standar dan Interpretasi Telah Diterbitkan Namun Belum Diterapkan Standar dan penyesuaian standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: Standar PSAK No. 110 (revisi 2015): Akuntansi Sukuk Penyesuaian PSAK No. 5: Segmen Operasi PSAK No. 7: Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi PSAK No. 13: Properti Investasi 50 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) PSAK No. 16: Aset Tetap PSAK No. 19: Aset Tak berwujud PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan, PSAK No. 53: Pembayaran Berbasis Saham PSAK No. 68: Pengukuran Nilai Wajar Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan secara retrospektif yaitu: PSAK No. 4: Laporan Keuangan Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri, PSAK No. 15: Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi, PSAK No. 24: Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja, PSAK No. 65: Laporan Keuangan Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi, PSAK No. 67: Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi, dan ISAK No. 30: Pungutan. Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan secara prospektif yaitu: PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi, PSAK No. 19: Aset Takberwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi dan PSAK No. 66: Pengaturan Bersama tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama. Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu amandemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan dan ISAK No 31: Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK No. 13: Properti Investasi. Standar dan amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu PSAK No. 69: Agrikultur dan amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Agrikultur: Tanaman Produktif. 36. Tambahan Informasi Informasi keuangan Perusahaan (entitas induk) terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2015, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut, dan informasi penjelasan lainnya (secara kolektif disebut sebagai “Informasi Keuangan Entitas Induk”) yang disajikan sebagai informasi tambahan terhadap laporan keuangan konsolidasian, disajikan untuk tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian dari laporan keuangan konsolidasian yang diharuskan menurut Standar Akuntasi Keuangan di Indonesia. Informasi Keuangan Entitas Induk merupakan tanggung jawab manajemen serta dihasilkan dari dan berkaitan secara langsung dengan catatan akuntansi dan catatan lainnya yang mendasarinya yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian. 37. Tanggung Jawab dan Penerbitan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi pada tanggal 51 PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 27 April 2016. 52 Lampiran I PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk (Entitas Induk) LAPORAN POSISI KEUANGAN Pada Tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing – Masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Berelasi Pihak Ketiga Aset Keuangan Lancar lainnya Pihak Ketiga Persediaan Pajak Dibayar di Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap Investasi pada Entitas Anak Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET 31 Maret 2016 31 Desember 2015 43.231.622.772 33.040.174.085 11.305.041.712 18.996.475.067 13.839.365.323 20.062.514.967 10.945.250.382 7.805.027.316 -1.414.609.015 15.404.651.730 8.048.443.522 266.124 1.367.531.893 93.698.026.264 91.762.947.644 279.122.089.935 16.581.510.000 284.170.146.184 16.581.510.000 295.703.599.935 300.751.656.814 389.401.626.199 392.514.604.458 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang Usaha Pihak Berelasi Pihak Ketiga Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Utang Pajak Beban Akrual Pendapatan Diterima Dimuka Bagian Lancar atas Utang Bank Jangka Pajakng Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang Bank Jangka Panjang Liablitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Jumlah Liabilitas Jangka Panjang JUMLAH LIABILITAS EKUITAS Modal Saham Modal Dasar – 8.000.000.000 saham Nilai Nominal – Rp 100 per saham Modal Ditempatkan dan Disetorkan Penuh – 2.350.000.000 saham Tambahan Modal Disetor – Bersih Saldo Laba Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS nal Draft/April 29, 2016 949.266.250. 4.667.109.563 115.000.000 1.058.505.781 2.333.261.353 745.736.213 941.648.040 836.628.877 810.840.000 1.241.982.222 2.098.601.208 445.736.213 15.386.776.906 18.693.821.170 25.255.656.066 25.069.257.730 7.134.202.950 7.739.495.064 9.663.655.874 7.390.423.212 14.873.698.014 17.054.079.086 40.129.354.080 42.123.336.816 235.000.000.000 19.244.166.314 95.028.105.805 235.000.000.000 19.244.166.314 96.147.101.328 349.272.272.119 350.391.267.642 389.401.626.199 392.514.604.458 Paraf: Lampiran II PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk (Entitas Induk) LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit). (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 PENDAPATAN 31 Maret 2015 25.741.962.923 39.676.354.436 (21.489.522.383) (29.519.597.267) 4.252.440.540 10.156.757.169 (5.064.090.476) 606.643.487 34.190.136 (5.340.886.968) 435.724.938 (2.319.418.618) LABA (RUGI) USAHA (170.816.313) 2.932.176.521 Beban Keuangan Beban Pajak Final (610.108.218) (308.903.555) (1.202.757.648) (476.116.253) (1.089.828.086) 1.253.302.620 -- -- (1.089.828.086) 1.253.302.620 BEBAN POKOK PENDAPATAN LABA BRUTO Beban Usaha Penghasilan Bunga Pendapatan (beban) Lain-lain – Bersih LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK Beban Pajak LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN PENGHASILAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Final Draft/April 29, 2016 (29.167.437) -- (1.118.995.523) 1.253.302.620 Paraf: Lampiran III PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI Tbk (Entitas Induk) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak Diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) Catatan Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Selisih nilai Tambahan Saldo Laba Transaksi Modal Disetor Yang Telah Yang belum Restrukturisasi Bersih Ditentukan Ditentukan Entitas Penggunaannya Penggunaannya Sepengendali Rp. Rp. Rp. Rp. Modal Saham Rp. SALDO PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2014 Perubahan Ekuitas pada Tahun 2014 Dana Cadangan Umum Pembagian Dividen Jumlah Laba komprehensif Tahun Berjalan 235.000.000.000 ---- -- 19.244.166.314 ---- ---- 425.000.000 ---- Jumlah Ekuitas Rp. 76.209.246.993 330.878.413.307 --1.253.302.620 --1.253.302.620 SALDO PADA TANGGAL 31 MARET 2015 235.000.000.000 -- 19.244.166.314 450.000.000 77.462.549.613 332.131.715.927 SALDO PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2015 235.000.000.000 -- 19.244.166.314 450.000.000 95.697.101.328 350.391.267.642 ---- ---- --(1.118.995.523) --(1.118.995.523) -- 19.244.166.314 94.578.105.805 349.272.272.119 Perubahan Ekuitas pada Tahun 2016 Dana Cadangan Umum Pembagian Dividen Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan SALDO PADA TANGGAL 31 MARET 2016 Final Draft/April 29, 2016 ---235.000.000.000 ---450.000.000 Paraf: Lampiran IV PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI (Entitas Induk) LAPORAN ARUS KAS Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masingTidak Diaudit). (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran Kepada Pemasok Pembayaran Pajak Penghasilan Pembayaran kepada Karyawan Penerimaan Klaim Asuransi Penerimaan Bunga Pembayaran Bunga 31 Maret 2015 30.458.896.459 (8.839.276.808) (492.113.872) (6.463.125.022) 3.897.393.390 606.643.487 (540.374.382) 40.091.049.080 (21.217.043.844) (1.734.901.168) (7.073.758.631) -435.724.938 (1.231.281.949) 18.628.043.252 9.269.788.426 (2.745.269.937) (6.278.045.930) (2.745.269.937) (6.278.045.930) (5.665.892.682) (11.802.060.594) Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (5.665.892.682) (11.802.060.594) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 10.216.880.633 (8.810.318.098) (25.431.946) 112.815.632 KAS DAN SETARA KAS – AWAL PERIODE 33.040.174.085 33.144.148.929 KAS DAN SETARA KAS – AKHIR PERIODE 43.231.622.772 24.446.646.463 Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aset Tetap Pembelian Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Utang Jangka Panjang Pembayaran DAMPAK SELISIH KURS PADA KAS DAN SETARA KAS Final Draft/April 29, 2016 Paraf: Lampiran V PT PELAYARAN NELLY DWI PUTRI (Entitas Induk) PENGUNGKAPAN LAINNYA 31 Maret 2016 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) serta untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Maret 2016 dan 2015 (Masing-masing Tidak diaudit) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) 1. Laporan Keuangan Tersendiri Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas Entitas Induk adalah laporan keuangan tersendiri yang merupakan informasi tambahan atas laporan keuangan konsolidasian. 2. Daftar Investasi pada Entitas Anak Entitas Anak PT Permata Barito Shipyard & Engineering PT Nelly Energi Lestarindo 3. Domisili Banjarmasin Jakarta Pusat Persentase Kepemilikan 99,00% 99,00% Metode Pencatatan Investasi Investasi pada entitas anak sebagaimana disebutkan dalam laporan keuangan entitas induk dicatat menggunakan metode biaya perolehan. Final Draft/April 29, 2016 Paraf: