Slide 1 - Blog UNPAD

advertisement
Egrang
Permainan egrang adalah salah satu dari permainan tradisional, yang pada saat sekarang sangat jarang ditemui
lagi. Selain dimainkan oleh masyarakat Jawa, permainan egrang juga dimainkan di berbagai daerah di Indonesia,
misalnya di daerah Sulawesi Tengah. Di sana ada satu suku yang bernama Kaili. Di kalangan mereka ada satu jenis
permainan yang disebut sebagai tilako (nama lain dari permainan egrang), yaitu sebuah permainan berjalan
menggunakan alat yang terbuat dari bambu dan pelepah sagu atau tempurung kelapa.
Permainan ini mengandaikan pemakai lebih tinggi dari posisi sebelumnya. Bahan yang dipakai sebagai egrang
adalah adalah dua batang bambu yang relatif lurus dan sudah tua dengan panjang masing-masing antara 1,5-3
meter, yang dibuat menyerupai tangga, tetapi tangganya hanya satu. Pemakai egrang naik di atas tangga, kemudian
berjalan layaknya seperti berjalan kaki. Permainan egrang ini tidak membutuhkan tempat yang khusus. Permainan
ini dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, permainan ini dapat dimainkan di tepi pantai, di
tanah lapang atau di jalan.
Apabila permainan egrang ini hanya berupa adu kecepatan (lomba lari), maka diawali dengan berdirinya pemain di
garis start sambil menaiki bambu masing-masing. Setelah mendengar aba-aba dimulainya permainan, para pemain
akan berlari menuju garis finish. Pemain yang lebih dahulu mencapai garis finish dinyatakan sebagai pemenangnya.
Sedangkan, apabila permainan bertujuan untuk mengadu bambu masing-masing pemain, maka diawali dengan
pemilihan dua orang pemain. Setelah itu, mereka akan berdiri berhadapan. Setelah mendengar aba-aba
dimulainya permainan, kedua pemain akan mulai mengadukan bambu-bambu yang mereka naiki. Pemain yang
dapat menjatuhkan lawan dari bambu yang dinaikinya dinyatakan sebagai pemenangnya.
Namun permainan tersebut sekarang jarang dimainkan lagi. Permainan tersebut telah tergantikan dengan berbagai
permainan modern yang mengandalkan media elektronik seperti play station, video game, dan lain-lain yang
kurang menimbulkan kreativitas, biaya yang mahal serta minimnya sosialisasi dengan teman-teman dan
lingkungannya. Proses membentuk kreativitas telah menemukan formula yang sama sekali lain. Kreativitas zaman
sekarang memerlukan instrumen yang tidak lagi sederhana dan sulit meninggalkan teknologi.
Padahal banyak sekali nilai-nilai yang terkandung dalam permainan ini seperti kerja keras, keuletan, dan sportivitas.
Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan lawannya. Nilai
keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan untuk berjalan yang memerlukan keuletan dan
ketekunan agar seimbang dan mudah digunakan untuk berjalan. Nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap
para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan
dengan lapang dada. Dari permainan egrang ini, barangkali kita bisa menapaki jenis permainan tradisional lainnya
yang sekarang hanya sekadar sebagai kenangan. Oleh karena itu perlu adanya kesadaran dari setiap anak bangsa di
negeri ini, untuk selalu mengajarkan dan memelihara warisan budaya luhur ini demi Indonesia Tercinta.
Download