bab i pendahuluan

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara kepulauan yang didominasi oleh perairan,
sehingga Indonesia memiliki keanekaragaman biota laut yang tinggi. Indonesia
banyak memiliki sungai-sungai besar dan bagian hilir setiap sungai akan bermuara
di danau dan lautan, air sungai yang bermuara di lautan akan mengalami
terjadinya percampuran antara air laut dan air sungai menjadi suatu lokasi yang
dinamakan estuari.
Estuari adalah daerah transisi antara air sungai dan air laut. Air laut mengalir
ke daerah estuari pada kondisi pasang naik dan kembali ke laut pada kondisi surut
(Campbell, 2012, h. 342). Estuari merupakan tempat pertemuan air tawar dan air
asin, sehingga estuari memiliki kekhasan berupa perairan semi tertutup yang
terdapat di hilir sungai dan masih berhubungan dengan air laut sehingga
memungkinkan terjadinya pertemuan antara air tawar yang berasal dari sungai dan
air asin yang berasal dari air laut.
Perairan estuari merupakan jenis perairan yang memiliki karakteristik yang
khas, dan memiliki variasi yang tinggi jika dilihat dari faktor fisik, kimia,
biologis, dan habitat hewan yang ada di dalamnya. Hewan atau organisme yang
mendiami perairan estuari memiliki kemampuan osmoregulasi yang unik karena
mampu menyesuaikan dengan lingkungan estuari yang dapat berubah yang
dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
1
2
Salah satu perairan estuari yang terdapat di Jawa Barat adalah estuari
Cipatireman Pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah yang terdapat di
Kabupaten Tasikmalaya. Pantai Sindangkerta merupakan salah satu objek wisata
yang masih alami dan masih banyak terdapat terumbu karang dan biota laut
lainnya yang masih terjaga. Lokasi pantai Sindangkerta terletak di Desa
Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah. Pantai Sindangkerta memiliki titik kordinat
7°44,859'S 108°0,634'E. (Disparbud, 2011).
Salah satu dari berbagai jenis hewan yang mendiami perairan estuari adalah
dari jenis Gastropoda, karena sifat moluska terutama Gastropoda cenderung
menetap menyebabkan hewan tersebut menerima setiap perubahan lingkungannya
yang terjadi. (Pramudji 2000 dalam Hartoni dan Agussalim, 2013, h. 7)
Sekitar tiga-perempat dari spesies moluska adalah Gastropoda. Kebanyakan
Gastropoda hidup di laut dan perairan tawar, namun beberapa Gastropoda telah
beradaptasi di kehidupan darat, termasuk bekicot dan siput. (Campbell, 2012, h.
251). Adaptasi hewan Gastropoda diperlukan untuk dapat bertahan hidup di
lingkungan estuari yang mudah berubah. Adaptasi hewan Gastropoda mencakup
daya tahan Gastropoda terhadap kehilangan air, dan pemeliharaan keseimbangan
panas tubuh.
Sebagian besar Gastropoda memiliki cangkang dan berbentuk kerucut, bentuk
tubuhnya sesuai dengan bentuk cangkangnya. Namun adapula Gastropoda yang
tidak memiliki cangkang, sehingga sering disebut siput telanjang. Hewan ini
hidup di laut dan ada pula yang hidup di darat. Hewan Gastropoda yang hidup di
3
darat pernapasannya menggunakan paru-paru, sedangkan yang hidup di perairan
mengguanakan insang. (Rusyana, 2011, h. 90)
Banyak terdapat potensi hewan salah satunya hewan jenis Gastropoda yang
ada di lokasi estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta. Oleh karena itu perlu
dilakukan penelitian mengenai kelimpahan dan keanekaragaman Gastropoda di
estuari Cipatireman. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan
penelitian di estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah
Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Dengan judul “KELIMPAHAN DAN
KEANEKARAGAMAN
GASTROPODA
DI
ESTUARI
CIPATIREMAN
PANTAI SINDANGKERTA KECAMATAN CIPATUJAH KABUPATEN
TASIKMALAYA”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dapat diidentifikasi masalah
dalam penelitian ini yaitu:
1.
Belum ada data tertulis mengenai kelimpahan dan keanekaragaman
Gastropoda di estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah
Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.
2.
Perlunya data tertulis mengenai keadaan hewan Gastropoda di estuari
Cipatireman
Pantai
Sindangkerta
Tasikmalaya Jawa Barat.
Kecamatan
Cipatujah
Kabupaten
4
C. Rumusan Masalah
Bagaimana kelimpahan dan keanekaragaman
Gastropoda di estuari
Cipatireman Pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya?
D. Batasan Masalah
1.
Penelitian dilakukan di daerah Estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta
Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.
2.
Parameter yang diukur adalah kelimpahan dan keanekaragaman Gastropoda.
3.
Faktor penunjang yang diukur adalah suhu air, pH air, Dissolved Oxygen
(DO) dan salinitas.
4.
Organisme yang dicuplik adalah hewan kelas Gastropoda yang terdapat di 18
kuadrat yang diamati.
E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.
Mengukur kelimpahan Gastropoda di daerah estuari Cipatireman Pantai
Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
2.
Mengukur keanekaragaman Gastropoda di daerah estuari Cipatireman Pantai
Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
5
F. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini yaitu:
1.
Data yang diperoleh dapat dijadikan sebagai informasi tentang kelimpahan
dan keanekaragaman Gastropoda di estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta
Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
2.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi sarta acuan untuk penelitian
selanjutnya.
3.
Bagi dunia pendidikan penelitian ini dapat dijadikan tambahan wawasan
siswa SMA kelas X pada Bab Invertebrata tentang kelas Gastropoda yang
dapat hidup di perairan estuari.
6
G. Kerangka Pemikiran
Terdapat kelimpahan
Gastropoda yang berpengaruh
pada keanekaragaman
Gastropoda.
Estuari Cipatireman
Pantai Sindangkerta
Kecamatan Cipatujah
Kabupaten
Tasikmalaya
Perlunya data mengenai
kelimpahan dan
keanekaragaman
Gastropoda di estuari
Data yang diperoleh dapat dijadikan
sebagai referensi atau acuan
mengenai kelimpahan dan
keanekaragaman Gastropoda di
estuari Cipatireman Pantai
Sindangkerta Kecamatan Cipatujah
Kabupaten Tasikmalaya
1. Sumber informasi tentang kelimpahan
dan keanekaragaman Gastropoda di
estuari Cipatireman Pantai
Sindangkerta kecamatan Cipatujah
Kabupaten Tasikmalaya.
2. Sumber pengembangan konservasi
alam dan keilmuan.
3. Sebagai referensi sarta acuan untuk
penelitian selanjutnya.
4. Menambah wawasan siswa SMA kelas
X pada Bab Invertebrata tentang kelas
Gastropoda.
Gambar 1.1. Kerangka Pemikiran
Belum adanya data
mengenai
kelimpahan dan
keanekaragaman
Gastropoda di
estuari
7
H. Definisi Operasional
Agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam mengartikan atau menafsirkan
mengenai makna atau arti yang terkandung dalam judul, maka penulis
memberikan definisi opeasional yang akan dijadikan landasan dalam penelitian,
yaitu sebagai berikut:
1.
Kelimpahan Gastropoda adalah jumlah individu dari jenis Gastropoda yang
dicuplik dengan hand sorting dan ekman grab yang mendiami atau
menempati lokasi estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta Kecamatan
Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
2.
Keanekaragaman Gastropoda adalah indeks keragaman spesies dari jenis
hewan Gastropoda yang dapat dibedakan dari segi morfologi tubuh yang
diperoleh dengan menggunakan hand sorting dan ekman grab di estuari
Cipatireman
Pantai
Sindangkerta
Kecamatan
Cipatujah
Kabupaten
Tasikmalaya.
3.
Gastropoda adalah salah satu dari kelas moluska yang bertubuh lunak dan
umumnya memiliki cangkang yang ditemukan di setiap kuadrat dengan hand
sorting dan ekman grab di estuari Cipatireman Pantai Sindangkerta
Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
8
I.
Struktur Organisasi Skripsi
Struktur organisasi skripsi berisi rincian tentang urutan penulisan dari setiap
bab dan bagian bab dalam skripsi. Struktur organisasi skripsi tersebut disusun
sebagai berikut:
1.
Bab I Pendahuluan
Bab ini merupakan bagian awal dari skripsi yang berisi penjelasan mengenai
latar belakang penelitian, identifikasi masalah, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka pemikiran, definisi
operasional, dan struktur organisasi skripsi.
2.
Bab II Kelimpahan dan Keanekaragaman Gastropoda di Estuari Cipatireman
Bab ini berisi tentang kajian teori yang terdiri dari kelimpahan dan
keanekaragaman, komunitas, populasi, ekosistem estuari, serta penjelasan hewan
dari jenis Gastropoda.
3.
Bab III Merode Penelitian
Bab ini mengemukakan tentang penjelasan dari metode yang digunakan,
desain penelitian, lokasi dan waktu penelitian, operasional variabel, prosedur
penelitian yang berisi tahapan penelitian, pengumpulan data dan instrumen, serta
analisi data.
4.
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab ini mengemukakan tentang hasil penelitian yang telah diakukan. Meliputi
pengolahan data serta analisis data dan pembahasannya.
9
5.
Bab V Kesimpulan dan Saran
Bab ini mengemukakan simpulan terhadap hasil analisis data yang diperoleh dari
penelitian dan saran penulis sebagai bentuk pemaknaan terhadap hasil analisis
data penelitian.
Download