PETUNJUK PRAKTIKUM SISTEM DIGESTIVUS

advertisement
PETUNJUK PRAKTIKUM
SISTEM DIGESTIVUS
Kontributor :
dr. Arliek Rio Julia, MS
dr.Rita Rosita, M.Kes
dr.Hendri N, SpRad
dr.Indriati Dwi rahayu, M.Kes
System digestivus terdiri dari organ mulai cavum oris sampai anal canal, yang tersusun menjadi tractus
gastrointestinal.Bersama dengan pancreas, hepar, dan vesica felea, tractus gastrointestinal berfungsi dalam
pencernaan makanan, absorpsi dan metabolismenya.
Pada praktikum anatomi system digestivus ini, akan dipelajari mulai dinding anterior abdomen, cavum
peritonealis, dan organ serta struktur-struktur dalam organ yang berkaitan dengan fungsi dan korelasi klinis
yang sering terjadi pada system digestivus.
Learning Objective :
1. Mampu memahami anatomi superficial abdomen dan proyeksi system digestivus pada dinding
abdomen anterior yang berhubungan dengan pemeriksaan klinis abdomen
2. Mampu mengindentifikasi struktur dinding abdomen termasuk vaskularisasi dan inervasinya terkait
gejala dan tanda klinis pada system digestivus
3. Mampu memahami topografi organ GIT dan relasinya dengan organ lain dalam cavum peritoneum
4. Mampu mengidentifikasi struktur makroskopis dan mikroskopis dalam organ GIT dan dapat
merefleksikannya dalam fungsi sehari-hari system digestivus
5. Merefleksikan penguasaan keilmuan system digestivus ini dalam aspek sikap profesionalisme baik
sebagai mahasiswa maupun calon dokter
Instruksi :
1. Ikutilah dan kerjakanlah instruksi yang ada dalam petunjuk praktikum ini dengan teliti dan seksama
2. Bagilah mahasiswa menjaddi 3 kelompok besar (A, B,C), dan setiap kelompok besar dibagi lagi
menjadi 4 kelompok kecil (A1, A2, A3, A4, dst). Masing-masing kelompok besar akan dipandu oleh satu
orang pembimbing praktikum
3. Setiap kelompok kecil akan menempati 1 meja praktikum dan akan berotasi. Khusus kelompok C
berotasi ke ruang praktikum histology di lantai 2.
4. Pada setiap meja praktikum, terdapat preparat. Pembelajaran terhadap preparat mengikuti petunjuk
yang telah disediakan.
5. Pelajari dan kerjakan setiap petunjuk dan tugas yang tertera, diskusikan dalam kelompok, dan
tanyakan pada pembimbing bila perlu.
6. Di akhir dari praktikum akan diselenggarakan post test dan pembahasan/review dari keseluruhan
pembelajaran praktikum
Hal.1
Skenario :
Seorang mahasiswa ,laki-laki, 18 Tahun mengeluh sakit perut sejak 12-jam yang lalu di sekitar umbilikus nya,
tetapi kemudian nyeri bergeser ke kuadran kanan bawah dan sisi kanan. Ia menunjukkan bahwa ia telah
merasakan mual selama beberapa jam. Suhu tubuhnya adalah 37.9 derajat Celcius.
Pada pemeriksaan fisik, didapatkan kekakuan ringan pada perut dan nyeri tekan , terutama di region lumbar
kanan. Analisis laboratorium urin normal.
I.
ANATOMI SUPERFICIALIS
Anda adalah dokter yang akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien tersebut di atas.
Umpakan bahwa cadaver pada meja anda adalah pasien anda, inspeksi lah , tentukan batas –batas
abdomennya:
a. Batas superior :…………………………………………………………………………………………………………………..
b. Batas inferior :…………………………………………………………………………………………………………………..
Tentukan struktur-struktur pada abdomen yang dapat dijadikan penanda/marker pada cadaver anda, dan
sebutkan nama struktur tersebut. Tuliskan disamping gambar!
1. ………………………………………………..
2. ………………………………………………….
3. ………………………………………………
4. …………………………………………………
5. …………………………………………………..
6. ………………………………………………..
7. ……………………………………………….
8. ………………………………………………….
9. ………………………………………………..
10. …………………………………………….
11. …………………………………………….
12. …………………………………………….
13. …………………………………………….
14. …………………………………………….
Hal.2
Untuk memudahkan area pemeriksaan abdomen, terdapat 9 regio, yang dibentuk oleh 2 garis vertical
dan 2 garis horizontal. Garis vertical ditarik melalui ……………………………………., sedangkan garis horizontal
ditarik melalui…………………………………….. dan………………………………………
9 regio tersebut adalah :
1………………………………………………..
2………………………………………………….
3…………………………………………………
4…………………………………………………
5…………………………………………………..
6…………………………………………………..
7………………………………………………….
8………………………………………………….
9…………………………………………………..
Untuk bisa mengetahui organ apakah yang terkena/ mengalami gangguan dan menimbulkan keluhan
tersebut pada pasien, seorang dokter harus dapat memperkirakan hubungan antara LOKASI nyeri
dengan ORGAN yang mengalami gangguan.
Untuk itu, PROYEKSIKANLAH ORGAN ABDOMEN cadaver di meja anda terhadap DINDING ANTERIOR
ABDOMEN.
Gambarlah dengan spidol, setelah selesai mohon dihapus kembali
Pada kasus pasien di atas, dimana terdapat nyeri di
regio iliaca dextra, organ apakah yang mungkin
terkena?.............................................................
Titik proyeksi organ tersebut disebut……………..
Gambarlah titik tersebut pada cadaver anda!
Hal.3
II.
DINDING ABDOMEN ANTERIOR
Anda akanmelakukan palpasi, dan perkusi pada abdomen pasien tersebut di atas. Palpasi membutuhkan
konsentrasi, kesabaran, latihan, pengalaman, dan yang paling penting pemahaman akan anatomi organ,
termasuk dinding abdomen yang menutupinya.
Ingatlah bahwa organ-organ dalam abdomen berada dalam cavum abdomen yang didindingi beberapa
lapisan.
Perhatikan lapisan dinding abdomen pada cadaver di meja anda mulai yang paling superficial sampai ke
profundus.
1. Kulit
2. Fascia superficialis :
a. FasciaCamperi (lemak subcutan,bila tebal, cukup menyulitkan pemeriksaan)
b. Fascia scarpae ( lapisan yang menjadi lamina basalis lemak)
3. M.obliquus abdominis externus
4. M.obliquus abdominis internus
Pada dinding anterolateral abdomen
5. M.transversus abdominis
6. M.rectus abdominis (Perhatikan batas lateralnya, dan proyeksinya ke superficial) pada dinding
anterior abdomen
Perhatikan arah serabut ototnya, dan origo-insersinya.
Carilah juga :
7.
8.
9.
10.
Linea alba
Linea semilunaris Spigelli (tepi lateral m.rectus abdominis)
Incriptiones tendinae
Linea arcuata ( di lihat dari permukaan dalam dinding abdomen, ¾ supereror dari m.rectus
abdominis)
Canalis Inguinalis
Perhatikan pada regio inguinalis, yang menghubungkan dinding abdomen inferior dengan regio
femoris.Regio ini merupakan tempat keluar masuknya struktur dari dan ke dalam abdomen, dan juga
menjadi LOCUS MINORIS/potential weakness terjadinya hernia, sehingga struktur anatomi pada regio ini
sering ditanyakan saat pemeriksaan klinis abdomen.
Carilah :
11. Lig.inguinalis, struktur penting yang menjadi penanda regio inguinalis, merupakan bagian inferior dari
aponeurosis ………………………………………..
12. Annulus inguinalis interna, point dimana funiculus spermaticus menembus fascia transversalis keluar
dari cavum abdomen, persis di bagian lateral dari a.epigastrica inferior
13. Annulus inguinalis externa, V-shaped defect pada apponeurosis m.o.e di bagian atas agak ke medial
dari tuberculum pubicum
Hal.4
14. Canalis inguinalis, terowongan sepanjang 4 cm yang dibentuk oleh:
Dinding anterior
Dinding Posterior
Dasar
Atap
Canalis inguinalis berisi………………………………………………pada wanita dan………………………………
……………..………………………….pada pria, dan…………………………………………….pada keduanya.
Sebutkan jenis-jenis hernia inguinalis dan lokasinya yang mungkin terjadi!
1. ………………….
2. …………………
3. …………………
Some how…….seorang Dokter Bedah harus melakukan operasi pada pasien tersebut, dan tentu saja akan
dilakukan incisi abdominal.
Dengan meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat, pasien Anda mungkin akan menanyakan tahaptahap dalam proses pembedahan tersebut. Selain itu, dalam proses pendidikan, Anda melewati tahap
asistensi proses pembedahan abdomen. Dan sesuai dengan SKDI 2012, seorang dokter umum dituntut
memiliki kemampuan sebagai asisten di kamar operasi, termasuk di dalamnya kemampuan sebagai
asisten yang asertif.
Prinsip dari incisi abdomen adalah maximum acces terhadap organ yang akan dioperasi, dan minimal
damage pada OTOT dan SARAF dinding abdomen. Untuk pembuluh darah, selain menghindari pembuluh
darah besar, terpotongnya pembuluh darah kecil tidak terlalu bermakna klinis karena banyaknya
kolateral.
Untuk itu, anda harus mengetahui perjalanan nervus dan vasa yang menginervasi dan memvascularisasi
dinding abdomen, baik kulit maupun ototnya.
Carilah :
15. N. Thoracoabdominalis (T 7-11)
16. N. Subcostalis (T 12)
17. N. Ilioinguinalis (L 1)
Nervus ini berjalan dari superolateral menuju inferomedial, sebagai pedoman T7 berada di epigastrum
dan proc.xiphoid T7, T10 di area umbilicus, dan L1 agak superior dari Lig.inguinalis dan symphisis pubis. Di
lateral nervus ini berjalan paralel dengan serabut otot, sedangkan di medial nervus ini menembus
m.rectus abdominis dari dalam ke luar.
Hal.5
Gambarlah area dermatome pada abdomen !
Hal.6
Untuk memahami vascularisasi dinding abdomen, carilah :
18. A.epigastrica superior, cabang dari a.thoracica interna, yang berjalan turun dari thorax menuju
abdomen di dalam rectus sheath, yang kemudian beranastomose di tengah antara umbilicus dan
proc.xiphoid dengan :
19. A.epigastrica inferior, cabang a.iliaca externa yang berjalan ascendens di bagian posterior dari
m.rectus abdominis untuk kemudian masuk ke dalam rectus sheath pada linea arcuata. ( Lihat di
bagian dalam dinding abdomen
Pertanyaan
Incisi abdomen yang manakah yang dipakai untuk tindakan operasi kasus di atas?........................
III. TOPOGRAFI CAVUM PERITONEALIS DAN ORGAN ABDOMEN
Peritoneum adalah membrane serosa yang dilapisi sel mesothelial, yang terdiri dari :
……………………………………., yang melapisi dinding dalam cavum abdomen, dinervasi saraf somatic, dan
……………………………………., yang melapisi organ viscera dan dinervasi saraf viscera, tidak sensitive terhadap
nyeri. Ruangan yang dibentuk oleh kedua lapisan tersebut disebut cavum peritoneal, yang pada laki-laki
berupa ruangan tertutup, sedangkan pada wanita ditembus oleh tuba uterina
Terdapat beberapa peritoneal reflection, yang berfungsi menyokong organ viscera dengan menyuplai
neurovascular, CARILAH pada cadaver di meja anda:
1. Omentum majus, lapisan berwarna kuning seperti apron yang menggantung mulai curvatora
major gaster ke bawah, menutupi colon transversum dan organ abdomen lainnya
2. Omentum minus, lapisan yang menghubungkan hepar dan curvatora minor gaster dan pangkal
duodenum
3. Mesenterium
(mesentery proper), jaringan penggantung jejunum dan ileum, dang
menghubungkan dengan dinding posterior abdomen. Didalamnya terdapat a.mesenterica superior
dengan vena dan pembuluh limfatiknya.
4. Mesocolon transversum, penggantung colon transversum dan didalamnya terdapat a.colica
media dengan vena dan limfatiknya
5. Mesosigmoid
6. Mesoappendix, menghubungkan appendix dengan mesenterium ileum, dan terdapat
a.appendicularis
7. Lig. Falciforme
8. Lig. Teres hepatis
9. Lig.coronarius
10. Lig.venosum
Pada kasus kita, di mana terjadi nyeri periumbilical pada tahap awal, terjadi karena iritasi dan inflamasi
peritoneum viscera yang tidak sensitive terhadap nyeri, sehingga nyeri yang dirasakan difuse, setelah
beberapa lama, inflamasi mengenai peritoneum parietalis dengan saraf somatiknya sehingga nyeri
bersifat finger point pada titik Mc. Burney, yaitu di…………………………………………………
Hal.7
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Nyeri difuse akibat iritasi peritoneum visceralis akan dirasakan pada area epigastrium bila organ yang
inflamasi berasal dari foregut, di area umbilicus bila berasal dari midgut, dan di area infraumbilicalis bila
inflamasi terjadi pada organ yang secara embriologis berasal dari hindgut.
Resiko perdarahan dalam proses operasi, dapat berasal dari sistem vaskularisasi organ-organ
intaabdomen. Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui sistem vaskularisasi organ-organ
intraabdomen.
Vascularisasi organ berkaitan dengan asal organ tersebut secara embriologis.
Carilah :
Blood supplies : Branch of Aorta abdominalis
11. A. coeliaca ( Tripus Halleri ) :  Foregut
i. A. gastrica sinistra
ii. A. hepatica communis
iii. A. lienalis
12. A. mesenterica superior :  Midgut
i. A. pancreatico-duodenalis inferior
ii. A. ileo-jejunalis
iii. A. ileo-colica
iv. A. colica dextra
v. A. colica media
13. A. mesenterica inferior :  Hindgut
i. A. colica sinistra
ii. A. sigmoidalis
iii. A. rectalis superior
Perhatikan pula pada cadaver di meja anda, LETAK organ in toto pada cavum abdomen, dan hubungan
antar organ abdomen.
Singkat cerita, pasien tersebut didiagnosa dengan APPENDICITIS ACUTA dengan perforasi.
Sekilas PATHOGENESIS APPENDICITIS (Harrison’s Principles of internal medicine)
Appendicitis is believed to occur as a result of appendiceal luminal obstruction. Obstruction is most
commonly caused by a fecalith, which results from accumulation and inspissation of fecal matter around
vegetable fibers.
Enlarged lymphoid follicles associated with viral infections (e.g., measles), inspissated barium, worms
(e.g., pinworms, Ascaris, and Taenia), and tumors (e.g., carcinoid or carcinoma) may also obstruct the
lumen. Other common pathological findings include appendiceal ulceration. The cause of the ulceration is
unknown, although a viral etiology has been postulated.
Luminal bacteria multiply and invade the appendiceal wallas venous engorgement and subsequent
arterial compromise result from the high intraluminal pressures. Finally, gangrene and perforation occur.
If the process evolves slowly, adjacent organs such as the terminal ileum, cecum, and omentum may wall
off the appendicealarea so that a localized abscess will develop, whereas rapid progressionof vascular
impairment may cause perforation with free access to theperitoneal cavity. Subsequent rupture of
Hal.8
primary appendiceal abscesses may produce fistulas between the appendix and bladder, small intestine,
sigmoid, or cecum.
Untuk memahami pathogenesis secara komprehensif, penting untuk mengetahui struktur dari appendix
itu sendiri, baik secara mikroskopis, maupun makroskopis (termasuk kaitannya dengan organ lain)
Pelajari struktur histologisAppendix !
Zoom in view :
(TRIVIA) Dapatkah Anda menunjukkan pembuluh darah di appendix?
Hal.9
IV. ORGAN DAN STRUKTUR DALAM ORGAN
Untuk bisa memahami bagaimana system digestivus bekerja, maka anda harus mengenal organ GIT dan
mengindentifikasi struktur yang ada dalam organ, CARI DAN PELAJARI :
1. Esophagus
2. Gaster :
iv. Curvatora major
v. Curvatora minor
vi. Fundus
vii. Cardia
viii. Corpus
ix. Pylorus
x. Sphincter pylori
xi. Rugae gastrica
xii. Canalis gastrica/ Maagenstraase
3. Duodenum :
xiii. Part of duodenum : Pars superior, pars descendens, pars horizontal, pars
ascendens
xiv. Plica circularis Kerkringi
xv. Papilla vateri
xvi. Ductus choledochus
xvii. Ductus pancreaticus major
xviii. Ligamentum suspensorium duodeni/Treitz
4. Jejuno-ileum :
xix. Bandingkan jejunum dan ileum!
xx. Plica semicircularis Kerkringi
5. Colon
xxi.
xxii.
xxiii.
xxiv.
Ileocaecal junction
Caecum
Appendix vermiformis
Part of colon :
1. colon ascendens,
2. colon transversum,
3. colon descendens
4. sigmoid
5. rectum
xxv. Taenia coli
xxvi. Haustra coli
xxvii. Appendices epiploica
6. Hepar :
xxviii. Aspectus anterior :
1. Lobus dextra
2. Lobus sinistra
3. Lig. Teres hepatis
4. Lig. Falciforme hepatis
5. Vesica felea
xxix. Aspectus posterior :
1. Lobus dextra ss
Hal.10
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Lobus sinistra
Lobus quadratus
Lobus caudatus
Fissura sagitalis dextra
Fissura sagitalis sinistra
Lig. venosum
V.cava inferior
Porta hepatis
a. Ductus hepaticus communis
b. A. hepatica propria
c. V. porta
10. Vesica felea :Ductus cysticus
11. Ductus choledochus
7. Pancreas :
xxx. Part of pancreas : caput, corpus, cauda
xxxi. Ductus pancreaticus major/minor
V.
RADIOLOGY IMAGING OF THE GASTROINTESTINAL TRACT
Method of imaging of the gastrointestinal tract :
1. Plain film.
2. Barium swallow
3. Barium meal.
4. Barium follow-through.
5. Small bowel enema.
6. Barium enema.
7. Ultrasound
 Transcutaneous
 Endosonography
8. Radionuclide imaging
 Gastro-esophageal reflux
 Gastric emptying
 Bile reflux study
 Meckel’s scan
 Radionuclide gastrointestinal scan
9. Angiography.
10. CT.
Conventional Radiology:
a. Plain abdominal radiograph, preparation (-) : lavement & fasting
(BOF = Buiek Oversich Film)
b. Plain abdominal radiograph, preparation (+) :lavement &fasting
(BNO = Buiek Nier Oversich, KUB = Kidney Urinary Bladder)
c. Abdominal radiograph with contrast media :
(Oesophagography, Gastroduodenography, enteroclysis,barium followthrought,Colon in loop/Barium
enema,lopography, Appendicogram)
Hal.11
Plain Abdominal radiograph
Purpose to evaluate :
1. Pre peritoneal fat line
2. Anatomical intra abdominal organs
3. Anatomical & gas present in the gaster, duodenum, small bowel , colon
4. Air & fluid free appearance
5. Calsification
BNO examination
Purpose :
1. to see radiopaque abnormality : stone, calsification
. 95% : Ca phosphat, Ca oxalat & magnesium amonium phosphat hexahidrate
. 4 % : uric acid stone, radioluscent
2. Preview photo for barium enema & IVU examination
Schematic image of abdominal plain film
Hal.12
Plain abdominal Film/Radiograph
Colon
Hal.13
Pemeriksaan colon konvensional dg barium enema/colon in loop menggunakan kontras barium sulfat
(BaSO4) yang dimasukkan kedalam lumen colon mulai dari rectum hingga cecum dg bantuan kateter yang
dimasukkan kedalam lumen rectum/anus.
Variasi normal colon:
1. Redudancy (berkelok-kelok) dari colon descenden dan sigmoid
2. Increased mobility caecum
3. Variasi pada haustral pattern dari colon
Barium enema kontras ganda (udara dan barium sulfat)
Hal.14
VI. MIKROSKOPIS ORGAN SISTEM DIGESTIVUS
1. LABIUM ORIS
Pelajari struktur histologis Labium orisPars cutanea :
- Struktur seperti kulit tipis/ ep. Squamous complex Dermis, didalamnya didapatkan folikel rambut, kelenjar
sebacea, kelenjar sudorifera.
- Juga didapatkan M. arector pili , pembuluh darah dan syaraf
Pars marginalis :
- Ep. Squamous complex dengan sedikit cornifikasi dengan sedikit kornifikasi dimana sel basalnya
mengandung sedikit pigmen
- Dermis dengan papilla corii lebih banyak dan pendek.
Pars rubra :
- Ep. Squamous complex dengan sedikit kornifikasi, dimana sel basal tidak mengandung pigmen
- Dermis : banyak dijumpai pembuluh darah yang menyebabkan warna merah bibir, tidak terdapat folikel
rambut
Pars mucosa :
- Ep. Squamous complex non kornifikasi
- Lamina propria terdapat glandula labialis yang bersifat mucous
- Submucosa terdiri dari jaringan ikat longgar
- Stratum muscularis terdiri dari otot bergaris ( M.Orbicularils oris ) yang terdapat di bagian central
Cobalah untuk mengamati dengan pembesaran mikroskop yang lebih besar! (ZOOM IN mode)
Hal.15
2. LINGUA
Permukaan lidah bagian atas/ dorsal ditutupi eoeh ep. Squamous complex dengan sedikit cornifikasi .Disini
didapatkan papilla-papilla lidah yang merupakan tonjolan mucosa.Sebagian besar adalah papilla filiformis yang
berbentuk lancip dengan kornifikasi dan diantaranya terdapat papilla fungiformis yang non kornifikasi. Dibagian
samping terdapat papilla foliate dimana pada manusia rudimenter dan sulit dilihat. Papilla ini mulai berkurang di
bagian samping dan akhirnya menghilang di bagian ventral lidah.
Korpus lingua dibentuk oleh otot-otot intrinsic yang terdiri dari otot seran lintang dengan arah longitudinal,
tranversal dan oblique sehingga karena susunan otot inilah lidah bisa digerakkan kesegala arah.
Otot ini sebagian besar melekat pada septum lingua yang tersusun dari jaringan ikat fibrosa dan berjalan vertical
ditengah lidah . Pada pertengahan lidah dekat apeks tertanam dalam otot kelenjar campuran serous dan mucous
yang merupakan bagian dari kelenjar lingualis anterior do,ama ductus excretoriusnya bermuara dalam permukaan
ventral lidah.
CARILAH :
-
Papilla filiformis
Papilla fungiformis, taste bud ( dipermukaan atas )
Otot lidah (longitudinal, tranversal dan oblique )
Hal.16
3. PAPILLA CIRCUMVALATA
Secara makroskopis papilla ini sudah terlihat didepan sulcus terminalis.
Papilla ini tidak menonjol , disekitarnya terdapat sulcus circularis .
Dilapisi oleh epithel squamous complex tanpa cornifikasi.Tampak papilla corrii tinggi.
Pada potongan melintang pada bagian lateral/sulcus circularis tampak adanya taste bud.
Diantara otot-otot intrinsic terdapat kelenjar serosa von Ebner yang berbentuk tubule alveolar, yang terletak pada
dasar sulcus circularis dan bermuara pada sulcus tsb.
CARILAH :
- Papilla circumvalata
- Sulcus circularis
- Taste bud
- Kelenjar von Ebner
Hal.17
4. OESOPHAGUS
Dinding oesophagus dari dalam terdiri dari :
1. Tunica mucosa, terdiri dari :
a. Epithel. Squamous complex non cornifikasi
b. Lamina propria : jaringan ikat longgar dengan banyak pembuluh darah, fibroblast, limfosit
C. Muscularis mucosa yang terdiri dari otot polos
2. Tunica submucosa yang terdiri dari jaringan ikat longgar dengam pembuluh darah yang agak besar,
syaraf, sel-sel dan jaringan lemak . Terdapat kelenjar submucosa/ kelenjar oesophageal yang
berbentuk tubule-alveolar dan menghasilkan sekresi yang bersifat mucous. Ductus kelenjar ini
bermuara ke lumen oesophagus
3. Tunica muscularis, terdiri dari 2 lapisan :
- Lapisan dalam ( stratum circulare)
- Lapisan luar ( stratum longitudinal ) : 1/3 atas terdiri dari otot bergaris, 1/3 bagian tengah terdiri dari
otot polos dan otot bergaris, 1/3 bawah terdiri dari otot polos.
4. Tunica adventitia :
- Terdiri dari jaringan ikat longgar tanpa mesothelium. Banyak pembuluh darah, syaraf, lemak.
CARILAH :
1. Lapisan epithel
4. Submucosa, Kelenjar oesophageal
2. Lamina propria
5. Muscularis ( Circular dan longitudinal )
3. Muscularis mucosa
6. Adventitia
1.
2.
3.
4.
………………………………………..
………………………………………..
………………………………………..
………………………………………..
5.
6.
7.
8.
………………………………………..
………………………………………..
………………………………………..
………………………………………..
Cobalah untuk mengamati dengan pembesaran mikroskop yang lebih besar! (ZOOM IN
mode)
Hal.18
5. GASTER PARS FUNDICA
CARILAH :
a. Mucosa :-Epithel columnar simplex
- foveola gastric ( gastric pit) yang masuk kira2 ¼ tebal mucosa
- lamina propria didapatkan kelenjar fundica yang berbentuk tubulus bercabang
yang terdiri dari :
1. Principle cell/ chief cell/zymogenic cell
2. Parietal cell
3. Mucous neck cell
4. Argentaffin cell( sulit dilihat pada pengecatan HE )
- muscularis mucosa terdiri dari 3 lapisan
b. Submucosa : terdiri dari jaringan ikat longgar
c. Muscularis : terdiri dari 3 lapisan otot (dari dalam oblique-circular-longitudinal )
Diantara lapisan circulare dan longitudinal terdapat jaringan dimana didapatkan ganglion
otonom/ plexus myentericus Auerbach
d. Adventitia : dilapisi oleh mesothelium
Manakah yang dimaksud dengan GASTRIC PIT?
Kemudian amati dengan pembesaran mikroskop yang lebih besar! (ZOOM IN mode).
Identifikasi sel-sel di kelenjar fundica ! (TUNJUKKAN PADA GAMBAR BERIKUT !)
Hal.19
8. BATAS PYLORUS-DUODENUM
Tujuan : melihat perubahan susunan mikroskopis pylorus dan duodenum
PYLORUS
Mucosa : Epithel columnar simplex
Foveola gastrica ( + )
Lamina propria : kelenjar pylorica ( + )
Submucosa : Jaringan ikat longgar
Muscularis : 3 lapis
DUODENUM
Epithel columnar simplex dg sel goblet
Villi ( + ) terdiri dari epithel & lamina propria
Kelenjar intestinalis /Lieberhun ( + )
Kelenjar Brunner, bentuk tubular bercabang
2 lapis
Manakah kelenjar PYLORICA?
Hal.20
1.
2.
3.
4.
……………….
……………….
……………….
……………….
5. ……………….
6. ……………….
7. ……………….
☺ Cobalah untuk mengamati dengan pembesaran mikroskop yang lebih besar! (ZOOM IN mode)
☺ Cobalah untuk mengamati dengan pembesaran mikroskop yang lebih kecil, sehingga nampak
jelas PERALIHAN PYLORUS - DUODENUM! (ZOOM OUTmode)
10. JEJUNUM
CARILAH :
1. Epithel columnar simplex dengan goblet cell
2. Villi, terdiri dari epithel dan lamina propria
3. Plica semicircularis Kerckringi ( tdd mucosa dan submucosa)
4. Lamina propria : Kelenjar Lieberkuhn
5. Tunica submucosa
6. Tunica muscularis
Hal.21
☺ Cobalah untuk mengamati dengan pembesaran mikroskop yang lebih besar! (ZOOM IN mode)
11. ILEUM
Tujuan : melihat susunan mikroskopis ileum
CARILAH :
1. Epithel columnar simplex dengan goblet cell
2. Villi
3. Lamina propria : Kelenjar Lieberkuhn
4. Tunica submucosa
5. Limfonoduli/ Patches of Peyer
6. Tunica muscularis
7. Adventitia/serosa
Hal.22
( challenge : Dapatkah Anda membedakan duodenum – jejunum – ileum
dalam waktu kurang dari 15 detik? )
12. APPENDIX
Tujuan : Melihat susunan mikroskopis appendix.
CARILAH :
1. Epithel columnar simplex dengan goblet cell
3. Lamina propria : - Kelenjar Lieberkuhn
4. Tunica submucosa
5. Limfonoduli
6. Tunica muscularis ( 2 lapis )
7. Adventitia/serosa
(lihat bahasan di atas)
Hal.23
13. COLON
CARILAH :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Epithel columnar simplex dengan goblet cell
Lamina propria : - Kelenjar Lieberkuhn
Tunica submucosa.
Limfonoduli
Tunica muscularis ( 2 lapis )
Adventitia/serosa
Cobalah amati dengan pembesaran mikroskop yang lebih besar! (ZOOM IN mode)
Dapatkah Anda membedakan colon dengan gaster?
Hal.24
14. BATAS RECTUM ANUS
Struktur rectum sama dengan colon. Batas rectum anus tampak jelas pada lapisan mucosa yang semula
dilapisi epithel columnar simplex, mendadak berubah menjadi epithel squamous complex non cornifikasi
dan selanjutnya mengalami cornifikasi pada anus.Muscularis mucosa dan kelenjar intestinalis berakhir di
anal valve. Pada lapisan submucosa rectum banyak didapatkan pembuluh darah vena/ plexus venosus
yang disebut plexus hemorrhoidalis internus . Submucosa rectum akhirnya bersatu dengan lamina
propria di anus, sehingga di anus tidak didapatkan
lagi lapisan submucosa.
Didaerah ini didapatkan kelenjar circum analis yang merupakan derivate kelenjar keringat yang bersifat
apokrin. Pada tepi anus didapatkan plexus hemorrhoidalis externus .
Lapisan
circularis
muscularis externa ( otot polos ) membentuk sphincter ani internus. Dibagian otot polos diganti dengan
otot bergaris yang membentuk sphincter ani externus .
CARILAH :
Rectum : 1. Epithel columnar simplex dengan goblet cell
2. Lamina propria : - Kelenjar Lieberkuhn
3. Muscularis mucosa
4. Tunica submucosa.
5. Tunica muscularis ( 2 lapis )
Anus : 1. Epithel squamous complex non cornifikasi  cornifikasi
2. Plexus venosus
3.
Dapatkah Anda membedakan anus dengan esophagus?
Hal.25
15. HEPAR I
Tujuan : - melihat lobules hepar secara menyeluruh
-melihat area portal dengan komponen yang ada didalamnya
CARILAH :
- Lobulus anatomi : - batas jaringan ikat tipis/ jaringan ikat interlobular
- Sel-sel hepar yang tersusun radier, bentuk polygonal, nucleus bulat besar dan
centris. Diantara deretan sel-sel hepar tampak rongga yang disebut sinusoid
- Vena centralis ( pusat dari lobules anatomi )
- Area portal /triad portal/ segitiga Kiernan: pertemuan sudut beberapa lobuli hepar.
Isi nya adalah :
a. Arteri dan vena interlobularis. Cirinya sama dengan arteri , vena kecil, lumen
dilapisi oleh endothel
b. Ductus biliaris , lumen dilapisi oleh epithel selapis cuboid/ columnar rendah
c. Ductus lymphaticus, dindingnya tipis dan collaps mirip vena. Lumen dilapisi oleh epithel
selapis pipih
16. HEPAR II
Tujuan :- Melihat sinusoid
- Melihat struktur sel-sel di hepar
CARILAH :
a. Sinusoid : berisi darah campuran dari arteri interlobularis (cabang arteri hepatica) dan vena
interlobularis (cabang vena porta ). Dindingnya terdiri dari sel endothel & Kupffer
b. Sel endothel : sel pipih, nucleus gelap, sitoplasma sedikit
c. Sel Kuppfer : sel besar, nucleus besar dan mempunyai tonjolan2 .
Hal.26
17. VESICA FELEA
Dindingnya terdiri dari : lapisan mucosa, muscularis / perimuscular
CARILAH :
a. Mucosa : - Epithel columnar simplex
- Lamina propria
- Diverticulum ( bila masuk lap. Muscular/ perimuscular disebut sinus Rockitansky Aschoff)
- Muscularis mucosa ( - )
b. Tunica muscularis
c. Adventitia
Cobalah amati dengan pembesaran mikroskop yang lebih besar! (ZOOM IN mode)
Hal.27
18. PANCREAS
Tujuan melihat bagian exocrine ( acini ) dan bagian endocrine pancreas (P. Langerhans )
P.Langerhans dibatasi oleh jaringan reticular tipis
CARILAH :
a. Sel-sel acini ; Bentuk pyramid, nucleus bulat letak dibasal . Cytoplasma penuh butir2 zymogen
terutama pada bagian apex
b. Sel centroacinar
c. Ductus intercalates, Ductus intralobularis, Ductus interlobularis
d. P. Langerhans dg pengecatan HE : Sel alfa merah
Sel beta pucat, ukuran lebih besar, jumlah lebih banyak
(lebih detil pada Blok Endokrin)
Cobalah amati dengan pembesaran mikroskop yang lebih kecil! (ZOOM OUT mode).
Hal.28
20. KELENJAR PAROTIS lihat praktikum jaringan epithel
20. KELENJAR CAMPURAN (SUBMANDIBULARIS & SUBLINGUALIS)–->lihat praktikum jaringan epithel
Cobalah amati dengan pembesaran mikroskop yang lebih kecil! (ZOOM OUT mode).
Hal.29
Download