Penghuni Laut yang Bercahaya

advertisement
Artikel Oase Qalbu - halaman 1/2
Penghuni Laut yang Bercahaya
*****
Banyak makhluk bawah laut memiliki sistem untuk menghasilkan cahaya, seperti kunang-kunang.
Umumnya, mereka menggunakan kemampuan ini untuk mengelabui atau menakuti
musuh-musuh mereka. Ubur-ubur jengger (Ctenophore) adalah makhluk lembut yang mirip
dengan ubur-ubur dan anemon laut. Mereka umumnya memakan tanaman mikroskopis dan
hewan-hewan laut kecil. Sebagian menangkap mangsa mereka menggunakan tentakel (organ
menyerupai belalai) yang lengket dan dapat bergerak di air seperti tali alat memancing. Varietas
lainnya memiliki mulut yang sangat lebar dan dapat menelan berbagai makhluk, termasuk
ubur-ubur jengger lain. Ubur-ubur jengger memiliki rambut-rambut kecil di tubuh mereka yang
digunakan untuk bergerak maju di dalam air. Selain itu, hampir semua ubur-ubur jengger memiliki
sel penghasil cahaya khusus di sepanjang punggung tubuh mereka yang berlipit. Beberapa
spesies masing-masing memiliki ciri tersendiri yang menarik. Misalnya, ubur-ubur jengger yang
berwarna merah bisa bersinar bila disentuh. Pada saat yang sama ubur-ubur ini mengalirkan
partikel-partikel bercahaya ke dalam air sebagai cara perlindungan untuk mengusir
musuh-musuhnya.
Makhluk-makhluk seperti bintang laut, landak laut (bulu babi), dan bintang ular (featherstar)
disebut “echinodermis.” Sebagian besar permukaan kulitnya ditutupi dengan duri besar tajam
yang dapat mereka gunakan untuk pertahanan diri. Mereka hidup pada pantai laut di antara batu
karang dan di dasar laut. Makhluk-makhluk ini menghasilkan cahaya sendiri untuk melindungi diri
dari musuh-musuh mereka. Mereka bisa memiliki lengan-lengan atau duri bercahaya atau
sanggup memancarkan awan cahaya ke dalam air saat diserang oleh pemangsa.
Kita dapat menyebutkan satu spesies bintang laut sebagai contoh lain dari makhluk yang
menghasilkan cahaya untuk pertahanan diri. Bintang laut ini tinggal 1000 meter (3280 ft) di
bawah permukaan laut. Ujung lengannya bersinar dengan cahaya yang berwarna biru kehijauan.
Dengan peringatan bercahaya ini, dia memberi tahu pemangsa yang mungkin mengincarnya,
bahwa rasanya tidak enak. Bintang-rapuh (brittlestar), hewan laut bercahaya lainnya, bersinar
http://www.oaseqalbu.web.id/article.php?sid=677 didownload pada Senin, 30 Oktober 2017
Artikel Oase Qalbu - halaman 2/2
cerah saat diserang dan dapat membuang ujung salah satu lengannya untuk mengusir
pemangsa. Ini merupakan taktik pertahanan yang penting. Karena ujung lengan terus bersinar,
hal itu menarik perhatian pemangsa, sehingga memberikan kesempatan bagi brittlestar untuk
kabur.
Seperti terlihat di atas, mekanisme untuk menghasilkan cahaya pada makhluk-makhluk juga
merupakan contoh dari kecemerlangan dalam ciptaan Allah. Allah adalah Pencipta dari asal
mula, yang tidak ada bandingannya.
Harun Yahya
http://www.oaseqalbu.web.id/article.php?sid=677 didownload pada Senin, 30 Oktober 2017
Download