BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

advertisement
51
BAB IV
GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI
IV.1 Kabupaten Serang
IV.1.1 Wilayah Administrasi
Kabupaten Serang terletak di ujung barat wilayah Propinsi Banten dan posisi 105º7’ 106º 22’ Bujur Timur serta 5º 50’ 6º 21’ Lintang Selatan dengan batas wilayah :
•
Sebelah utara
: Laut Jawa
•
Sebelah selatan
: Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang
•
Sebelah barat
: Kota Cilegon dan Selat Sunda
•
Sebelah timur
: Kabupaten Tangerang
Letak geografis yang demikian merupakan keuntungan bagi Kabupaten Serang.
Kabupaten Serang merupakan pintu gerbang atau transit perhubungan antar Pulau
Jawa dan Pulau Sumatera, juga sebagai daerah alternatif dan penyangga (hinterland)
Ibukota Negara, karena dari Kota Jakarta hanya berjarak sekitar 70 km.
Wilayah Kabupaten Serang sebagian besar adalah dataran rendah yang memiliki
ketinggian kurang dari 500 mdpl dan beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup
tinggi dan hari hujan banyak dengan rata-rata dalam sebulan 97,6 mm dan 14 hari
hujan. Sekitar 74,44 persen dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Serang
digunakan untuk lahan pertanian.
Berdasarkan luas daerah dan pembagian daerah administrasi di pemerintahan
Kabupaten Serang memiliki 34 kecamatan, sebagaimana Tabel IV.1 berikut.
Tabel IV.1 Luas Daerah dan Pembagian Daerah Adminstrasi di Kabupaten Serang
No
Kecamatan
Luas Area
Banyaknya
(Km2)
(%)
Desa
Kelurahan
1
Cinangka
111,47
6,43
13
-
2
Padarincang
99,12
5,71
13
-
3
Ciomas
48,53
2,80
10
-
4
Pabuaran
79,14
4,57
7
-
5
Gunungsari
48,60
2,80
7
-
52
Tabel IV.1 (lanjutan) Luas Daerah dan Pembagian Daerah Adminstrasi
di Kabupaten Serang
No
Kecamatan
Luas Area
Banyaknya
(Km2)
(%)
Desa
Kelurahan
6
Baros
44,07
2,54
14
-
7
Petir
46,94
2,71
12
-
8
Tanjung Teja
39,52
2,28
8
-
9
Curug
49,60
2,86
10
-
10
Cikeusal
88,25
5,09
15
-
11
Pamarayan
41,92
2,42
9
-
12
Bandung
25,18
1,45
8
-
13
Jawilan
38,95
2,25
9
-
14
Kopo
44,69
2,58
10
-
15
Cikande
50,53
2,91
12
-
16
Kibin
33,51
1,93
9
-
17
Kragilan
51,56
2,97
14
-
18
Walantaka
48,48
2,79
16
-
19
Cipocok Jaya
31,54
1,82
-
8
20
Serang
25,88
1,49
-
12
21
Taktakan
47,88
2,76
12
-
22
Waringinkurung
51,29
2,96
11
-
23
Mancak
74,03
4,27
13
-
24
Anyar
56,81
3,28
10
-
25
Bojonegara
30,30
1,75
10
-
26
Pulo Ampel
32,56
1,88
8
-
27
Kramatwatu
48,59
2,80
13
-
28
Kesemen
63,36
3,65
11
-
29
Ciruas
40,61
2,34
14
-
30
Pontang
64,85
3,74
15
-
31
Carenang
36,40
2,10
10
-
32
Binuang
26,17
1,51
7
-
33
Tirtayasa
64,46
3,72
14
-
34
Tanara
49,30
2,84
9
-
1.734,09
100
353
20
Total
Sumber : Pemerintah Kabupaten Serang
Pada tabel di atas terlihat bahwa luas wilayah Kabupaten Serang 1.734,09 km2,
dengan Kecamatan Cinangka memiliki wilayah terluas 111,47 km2 atau 6,43% luas
53
wilayah Kabupaten Serang dan wilayah Kecamatan Bandung mempunyai luas
wilayah terkecil dengan luas 25,18km2 atau 1,45% luas wilayah Kabupaten Serang.
VI.1.2 Sosio-Ekonomi
Jumlah penduduk di Kabupaten Serang pada tahun 2006 berdasarkan hasil Survei
Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) sebesar 1.915502 jiwa. Laju pertumbuhan selama
periode (2005-2006) sebesar 1,74 persen, rata-rata anggota rumah tangga di
Kabupaten Serang sebesar 3,89 orang per rumah tangga, dan tingkat kepadatan
penduduk mencapai sekitar 1.104 jiwa per kilometer persegi di mana sebagian besar
penduduknya mendiami daerah pedesaan.
Jumlah dan kepadatan penduduk menurut daerah administrasi di Kabupaten Serang
dapat dilihat pada Tabel IV.2.
Tabel IV.2 Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Serang
Penduduk 2004
No
Kecamatan
Jumlah
Penduduk 2005
Kepadatan
2
(Jiwa/Km )
Jumlah
Penduduk 2006
Kepadatan
2
(Jiwa/Km )
Jumlah
Kepadatan
(Jiwa/Km2)
1
Cinangka
56.692
508,59
58.058
520,84
59.552
534,24
2
Padarincang
61.285
618,29
62.542
630,97
64.254
648,24
3
Ciomas
36.631
754,81
36.870
759,74
37.832
779,56
4
Pabuaran
35.698
451,07
37.205
458,01
38.545
487,05
5
Gunungsari
19.817
407,76
19.117
413,07
19.288
396,87
6
Baros
48.904
1.109,69
49.406
1.121,08
50.682
1.150,03
7
Petir
50.166
1.068,73
51.177
1.090,26
52.539
1.119,28
8
Tanjung Teja
39.241
992,94
39.939
1.010,60
40.964
1036,54
9
Curug
42.975
866,43
43.606
879,15
44.751
902,24
10
Cikeusal
63.272
716,96
64.482
730,67
66.113
749,16
11
Pamarayan
39.315
937,86
40.018
954,63
40.897
975,60
12
Bandung
39.111
1.553,26
39.252
1.558,86
40.362
1.602,94
13
Jawilan
45.381
1.165,11
45.774
1.175,20
46.927
1.204,80
14
Kopo
45.537
1.018,95
46.233
1.034,53
47.415
1.060,98
15
Cikande
82.090
1.624,58
83.703
1.656,50
85.976
1.701,48
16
Kibin
62.118
1,853,72
65.125
1.943,45
67.313
2.008,74
17
Kragilan
68.655
1.331,56
69.426
1.346,51
71.136
1.379,67
18
Walantaka
64.378
1.327,93
65.286
1.346,66
66.970
1.381,39
Sumber : BPS Kabupaten Serang
54
Tabel IV.2 (lanjutan) Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Serang
Penduduk 2004
No
Kecamatan
Jumlah
19
Cipocok Jaya
20
Serang
21
Penduduk 2005
Kepadatan
2
(Jiwa/Km )
Jumlah
Penduduk 2006
Kepadatan
2
(Jiwa/Km )
Jumlah
Kepadatan
(Jiwa/Km2)
53.668
1.701,59
54.339
1.722,86
55.725
1.766,80
186.298
7.198,53
190.743
7.370,29
196.063
7.575,85
Taktakan
65.208
1.361,90
65.479
1.367,56
67.104
1.401,50
22
Waringinkurung
37.396
729,11
37.752
736,05
38.697
754,47
23
Mancak
42.029
567,73
42.459
573,54
43.485
587,40
24
Anyar
47.616
838,16
48.766
858,41
50.028
880,62
25
Bojonegara
39.450
1.301,98
40.213
1.327,16
41.249
1.361,35
26
Pulo Ampel
29.901
918,34
30.516
937,22
31.302
961,36
27
Kramatwatu
87.685
1.804,59
88.941
1.830,44
91.326
1.879,52
28
Kesemen
81.214
1.281,79
82.109
1.295,91
84.188
1.328,72
29
Ciruas
62.579
1.540,98
63.371
1.560,48
64.957
1.599,53
30
Pontang
54.506
840,49
55.524
856,19
56.883
877,15
31
Carenang
41.861
1.150,03
42.773
1.175,08
43.873
1.205,30
32
Binuang
26.342
1.006,57
27.023
1.032,59
27.727
1.059,50
33
Tirtayasa
40.938
635.09
41.938
650,61
43.042
667,73
34
Tanara
36.557
741,52
37.347
757,55
38.337
777,63
1.834.514
1.057,91
1.866.512
1.076,36
1.915.502
1.104,62
Total
Sumber : BPS Kabupaten Serang
Ditinjau dari lapangan usaha utama bagi penduduk yang bekerja, sector pertanian
merupakan tempat bekerja utama bagi sebagian besar penduduk Kabupaten Serang.
Pada sektor ini 30,45 persen/190.325 orang menggantungkan hidupnya. Kemudian
diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (22,82 persen/142.685 orang).
Sementara penduduk Kabupaten Serang paling sedikit 0,31 persen atau 1.965 orang
bekerja pada sektor listrik, gas dan air bersih.
Salah satu indikator untuk mengukur tingkat kemajuan perekonomian suatu daerah
adalah Pendapatan Regional. Pendapatan Regional pada dasarnya merupakan Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dikurangi penyusutan, pajak tak langsung dan
ditambah pendapatan Netto yang mengalir dari daerah lain.
Ditinjau dari penghitungan atas dasar harga berlaku, PDRB Kabupaten Serang
meningkat 9.44 persen yaitu dari 11.192 miliar rupiah pada tahun 2005 menjadi
55
12.249 miliar rupiah pada tahun 2006. Sedangkan menurut penghitungan atas dasar
harga konstan 2000, PDRB Kabupaten Serang meningkat dengan laju pertumbuhan
PDRB sebesar 4,08 persen.
Untuk pendapatan perkapita yang merupakan indikator untuk menggambarkan tingkat
kemakmuran masyarakat secara makro yang dihitung dari PDRB atas dasar harga
berlaku, pada tahun 2006 menunjukkan peningkatan sebesar 6,64 persen yaitu dari
Rp. 5.996.438,- pada tahun 2005 menjadi Rp. 6.394.672,- pada tahun 2006.
PDRB dan Pendapatan Perkapita pada masing-masing tahun di Kabupaten Serang
periode 2004-2006 selengkapnya dapat dilihat pada Tabel IV.3 dan Tabel IV.4
berikut.
Tabel IV.3 PDRB Kabupaten Serang
PDRB Nilai Konstan 2000 (Juta Rupiah)
PDRB Nilai Berlaku (Juta Rupiah)
2004
2005
2006
2004
2005
2006
7.637.022
7.973.370
8.298.645
9.974.639
11.192.422
12.249.006
Sumber : BPS Kabupaten Serang
Tabel IV.4 PDRB Perkapita Kabupaten Serang
PDRB Perkapita Atas Dasar Nilai
Konstan 2000 (Rupiah)
2004
2005
2006
4.162.967
4.271.803
4.332.361
PDRB Perkapita Atas Dasar Nilai
Berlaku (Rupiah)
2004
2005
2006
5.437.211
5.996.438
6.394.672
Sumber : BPS Kabupaten Serang
VI.1.3 Prasarana dan Sarana Transportasi Wilayah
Panjang jalan di Kabupaten Serang pada akhir tahun 2006 adalah 1.048,34 km yang
dikelola oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten.
Menyimak panjang jalan, jika dirinci menurut pengelolaannya maka 8,01 persen
diantaranya adalah jalan Negara, 26,54 persen jalan propinsi dan sisanya 65,45 persen
jalan kabupaten. Jalan negara dan jalan propinsi seluruhnya telah diaspal, sedangkan
56
untuk jalan kabupaten yang telah diaspal hanya 58,37 persen, sisanya masih berupa
jenis permukaan kerikil dan tanah.
Selengkapnya data mengenai Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah yang
Berwenang , Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan (Km) dapat dilihat pada Tabel
IV.5.
Populasi kendaraan bermotor yang terdapat dalam data Samsat Kabupaten Serang
pada tahun 2006 sejumlah 99.860 buah, naik 17.96 persen dibandingkan keadaan
tahun 2005. Pada Tabel IV.6 berikut diperlihatkan Banyaknya Kendaraan Angkutan
Bermotor di Kabupaten Serang dari Tahun 2004-2006.
Tabel IV.6 Banyaknya Kendaraan Menurut Jenisnya di Kabupaten Serang
Tahun 2004-2006
No
Jenis Kendaraan
2004
2005
2006
1
Mobil Penumpang
6407
7512
11146
2
Bus
652
792
1225
3
Truk
2024
2685
4887
4
Sepeda Motor
64718
73660
82602
73801
84649
99860
Total
Sumber : Samsat Serang
Jalan sebagai prasarana perhubungan darat yang utama untuk melayani pergerakan
arus barang dan manusia apabila dikaitkan dengan perkembangan kendaraan sebagai
sarana perhubungan yang begitu pesat baik jumlah maupun jenisnya, tentunya
membawa konsekuensi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya,
baik yang disebabkan oleh faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, maupun
lingkungan alam/kondisi geografi.
Berdasarkan data dari Polres Serang, jumlah kecelakaan di Kabupaten Serang pada
tahun 2006 sebanyak 57 kejadian dengan jumlah korban terinci yang dapat dilihat
pada Tabel IV.7 berikut.
57
Tabel IV.7 Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Kabupaten Serang
Tahun
Korban (orang)
Jumlah Kecelakaan
Meninggal
Luka Berat
Luka Ringan
2004
29
31
16
25
2005
68
27
25
16
2006
57
31
21
18
IV.1.4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serang
Berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RUTR dan
RTRW) Kabupaten Serang, kawasan pengembangan wilayah andalan meliputi :
1. Kawasan Andalan Pertanian Lahan Basah, yang meliputi wilayah Kecamatan
Kramatwatu, Kasemen, Pontang, Tirtayasa, Kragilan, Carenang, Pamarayan dan
Kecamatan Kopo.
2. Kawasan Pengembangan Pertanian Lahan Kering, meliputi wilayah Kecamatan
Petir, Cikeusal, Walantaka, Baros, Pabuaran, Ciomas, Padarincang, Mancak,
Anyer dan Kecamatan Waringinkurung.
3. Kawasan Pengembangan Tanaman Tahunan dan Perkebunan, meliputi wilayah
Kecamatan Pabuaran, Waringinkurung, Mancak, Ciomas, Padarincang, Anyer dan
Cinangka.
4. Kawasan Pengembangan Peternakan yang meliputi wilayah Kecamatan Kopo,
Pamarayan, Cikeusal, Petir, Curug, Pabuaran, Walantaka dan Baros.
5. Kawasan Pengembangan Kehutanan yang meliputi wilayah Kecamatan Cinangka,
Padarincang, Ciomas, Waringinkurung, Pabuaran, Kramatwatu dan Bojonegara.
6. Kawasan Pengembangan Perikanan, meliputi wilayah Kecamatan Tirtayasa,
Kasemen dan Kramatwatu. Wilayah Pengembangan perikanan laut meliputi,
wilayah Serang Utara/Teluk Banten dan Pantai Barat/Selat Sunda.
7. Kawasan Pengembangan Industri, meliputi (1) wilayah Serang Barat, yaitu
Kecamatan Anyer, Kramatwatu dan Bojonegara dan (2) Serang Timur yang
meliputi Wilayah Kecamatan Cikande, Kopo, Kragilan, dan Walantaka.
8. Kawasan Pengembangan Pertambangan dan Penggalian, meliputi wilayah
Kecamatan Bojonegara dan Cikeusal. Potensi Pertambangan dan Galian yang
terdapat di Kabupaten Serang.
9. Kawasan Pengembangan Parawisata, meliputi :
58
a. Wisata Pantai di Kecamatan Anyer, Cinangka dan Bojonegara.
b. Wisata Bahari dan Kepulauan, terdiri atas Wisata Bahari Selat Sunda, Pulau
Sanghiang, Pulau Panjang dan Pulau Dua.
c. Wisata Pegunungan Wisata Air Panas Batukuwung di Padarincang dan Rawa
Dano di Kecamatan Mancak.
d. Wisata Purbakala berupa Kawasan Situs Banten Lama di Kecamatan
Kasemen.
e. Agro Wisata, yang terletak di Kecamatan Cinangka, Padarincang, Anyer,
Mancak dan Ciomas.
10. Pengembangan Kawasan Andalan Khusus yang meliputi Kawasan Perencanaan
Pelabuhan Bojonegara
Kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Serang ini diharapkan dapat
meningkatkan investasi dengan didukung oleh debirokratisasi perizinan dengan
membentuk Pelayanan Satu Atap. Kebijakan ini untuk meningkatkan efektifitas dan
efesiensi birokrasi, khususnya bidang perizinan dan memberikan kemudahan bagi
masyarakat dan investor dalam mengembangan usahanya. Dengan kebijakan
Pelayanan Perizinan Satu Atap, para investor diberikan penentuan tarif pemberian izin
usaha dan pembayaran yang transparan.
Untuk lebih jelasnya bagaimana jaringan jalan berikut statusnya, pada Gambar IV.1
dapat dilihat Peta Jaringan Ruas Jalan Kabupaten di Kabupaten Serang.
59
Gambar IV.1 Peta Jaringan Ruas Jalan Kabupaten di Kabupaten Serang
Sumber : Dinas Bina Marga Kab. Serang
60
Tabel IV.5 Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah yang Berwenang , Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan (Km) di Kabupaten Serang
Tahun 2004-2006
Status Jalan
Keadaan
Negara
Jumlah
Propinsi
Kabupaten
2004
2005
2006
2004
2005
2006
2004
2005
2006
2004
2005
2006
(1)
I. Jenis Permukaan
A. Diaspal
B. Kerikil
C. Tanah
D. Tidak dirinci
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
55,270
-
83,97
-
108,60
-
94,510
-
168,00
-
321,24
-
667,80
112,00
72,50
-
511,21
105,10
69,80
-
507,94
108,37
69,80
-
817,58
112,00
72,50
-
679,61
105,10
69,80
-
870,17
108,37
69,80
-
II Kondisi Jalan
A. Baik
B. Sedang
C. Rusak
D. Rusak Berat
33,217
14,998
7,055
-
-
-
53,923
39,825
0,762
-
64,00
92,70
7,60
3,70
217,21
92,70
7,60
3,70
114,92
217,88
132,20
387,30
151,35
126,98
93,58
314,20
176,93
145,93
115,65
247,60
202,06
272,703
140,017
387,30
215,35
219,68
101,18
317,90
394,14
238,63
123,25
251,30
III. Kelas Jalan
A. Kelas I
B. Kelas II
C. Kelas III
D. Kelas IIIA
E. Kelas IIIB
F. Kelas IIIC
G. Tidak dirinci
20,420
34,850
-
83,97
-
83,97
-
42,460
52,050
-
32,38
52,05
32,38
52,05
852,30
-
686,11
-
686,11
-
20,420
42,460
939,20
-
83,97
32,38
686,11
52,05
83,97
32,38
686,11
52,05
Keterangan :
(11) = (2) + (5) + (8)
(12) = (3) + (6) + (9)
(13) = (4) + (7) + (10)
61
IV.2 Kabupaten Pandeglang
IV.2.1 Wilayah Administrasi
Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten yang termasuk wilayah
Propinsi Banten, secara geografis terletak antara 60 21' - 70 10' Lintang Selatan dan
antara 1040 48 - 1060 11' Bujur Timur dengan luas daerah sebesar 274.689,91 ha atau
2.747 km2.
Kota Pandeglang sebagai Ibukota Kabupaten terletak pada jarak 26 km dari Ibukota
Propinsi Banten, dan 111 km dari Ibukota Negara, Jakarta. Batasan wilayah
administrasi daerah Kabupaten Pandeglang adalah :
•
Sebelah utara
: Kabupaten Serang
•
Sebelah selatan
: Samudera Indonesia
•
Sebelah barat
: Selat Sunda
•
Sebelah timur
: Kabupaten Lebak
Topografi wilayah Kabupaten Pandeglang memiliki dataran yang sebagian besar
merupakan dataran rendah, yakni di daerah bagian tengah dan selatan, dengan variasi
ketinggian antara 0 – 1.778 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 85,07%
dari keseluruhan luas kabupaten. Kedua daerah ini umumnya merupakan dataran
dengan ketinggian gunung-gunungnya yang relatif rendah yaitu Gunung Payung (480
m), Gunung Honje (623 m), Gunung Tilu (582 m) dan Gunung Raksa (320 m). Luas
kedua wilayah Tengah dan Selatan tersebut sekitar 85,07% dari luas kabupaten.
Sementara daerah Utara memiliki luas sekitar 14,93% dari luas keseluruhan
kabupaten, dengan karakteristik utamanya sebagai dataran tinggi karena memiliki
gunung-gunung seperti Gunung Karang (1.778 m), Gunung Pulosari (1.346 m) dan
Gunung Aseupan (1.174 m).
Dari segi geomorfologi, wilayah Kabupaten Pandeglang termasuk ke dalam Zona
Bogor yang merupakan jalur perbukitan. Dari sisi sumber daya air, Kabupaten
Pandeglang memiliki relatif cukup banyak sumber air dalam bentuk daerah aliranaliran sungai yang dimiliki kabupaten ini.
Berdasarkan luas daerah dan pembagian daerah administrasi di pemerintahan
Kabupaten Pandeglang memiliki 31 kecamatan, sebagaimana Tabel IV.8 berikut.
62
Tabel IV.8 Luas Daerah dan Pembagian Daerah Adminstrasi
di Kabupaten Pandeglang
No
Kecamatan
Luas Area
(Km2)
(%)
1
Sumur
258,54
9,41
2
Cimanggu
259,73
9,46
3
Cibaliung
221,88
8,08
4
Cibitung
180,72
6,58
5
Cikeusik
322,76
11,75
6
Cigeulis
199,65
7,27
7
Panimbang
248,28
9,04
8
Munjul
75,25
2,74
9
Angsana
64,84
2,36
10
Sindangresmi
65,20
2,37
11
Picung
56,74
2,07
12
Bojong
50,72
1,85
13
Saketi
54,13
1,97
14
Cisata
44,81
1,63
15
Pagelaran
42,76
1,56
16
Patia
45,48
1,66
17
Sukaresmi
57,30
2,09
18
Labuan
15,66
0,57
19
Carita
41,87
1,52
20
Jiput
59,73
2,17
21
Cikedal
26,00
0,95
22
Menes
34,89
1,27
23
Mandalawangi
80,19
2,92
24
Cimanuk
23,64
0,86
25
Cipeucang
21,16
0,77
26
Banjar
30,50
1,11
27
Kaduhejo
33,57
1,22
28
Mekarjaya
31,34
1,14
29
Pandeglang
42,58
1,55
30
Cadasari
29,20
1,06
31
Karangtanjung
27,77
1,01
2.746,89
100
Total
Sumber : Pemerintah Kabupaten Pandeglang
63
Pada tabel di atas terlihat bahwa luas wilayah Kabupaten Pandeglang 2.746,89 km2,
dengan Kecamatan Cikeusik memiliki wilayah terluas 322,76 km2 atau 11,75% luas
wilayah Kabupaten Pandeglang dan wilayah Kecamatan Labuan mempunyai luas
wilayah terkecil dengan luas 15,66 km2 atau 0,57% luas wilayah Kabupaten
Pandeglang.
IV.2.2 Sosio-Ekonomi
Salah satu sumber data kependudukan adalah Sensus Penduduk yang dilakukan oleh
BPS aatas nama Pemerintah setiap sepukuh tahun sekali yang jatuh pada tahun yang
berakhiran dengan angka 0 (nol). Dasar hukum yang melandasinya adalah Undangundang No.6 Tahun 1960 yang selanjutnya diganti menjadi Undang-Undang No. 16
Tahun 1997 tentang Statistik. Sumber lain adalah registrasi penduduk dan survey
kependudukan.
Registrasi penduduk dilaksanakan oleh Kantor Desa/Kelurahan yang dikumpulkan
setiap bulan berdasarkan KEPRES Nomor: 52/1997. Dengan demikian data registrasi
penduduk
ini
memiliki
keterkaitan
dengan
tertib
administrasi
di
kantor
desa/kelurahan. Hingga kini data statistik yang dihasilkan melalui registrasi belum
dapat digunakan sebagai pembanding terhadap informasi yang diperoleh melalui
Sensus atau Survei secara baik. Walau demikian keterangan dari registrasi penduduk
ini tetap berguna untuk mengikuti perkembangan kependudukan yang diharapkan
muncul setiap tahun, sehingga informasi tersebut sangat berati pada tahun-tahun
antara dua Sensus Penduduk.
Tabel IV.9 Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Pandeglang Tahun 2004
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kecamatan
Sumur
Cimanggu
Cibaliung
Cibitung
Cikeusik
Cigeulis
Panimbang
Munjul
Angsana
Luas (Km2)
258,54
259,73
221,88
180,72
322,76
199,65
248,28
132,68
72,61
Jumlah
Penduduk
21.239
36.149
25.351
19.377
48.346
37.787
76.817
40.830
28.793
Kepadatan
Penduduk
(Jiwa/Km2)
82,15
139,18
114,26
107,22
149,79
189,27
309,40
307,73
396,54
64
Tabel IV.9 (lanjutan) Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Pandeglang
Tahun 2004
No
Kecamatan
Luas (Km2)
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
Picung
56,74
Bojong
50,72
Saketi
54,13
Cisata
44,81
Pagelaran
42,76
Patia
102,78
Labuan
15,66
Carita
41,87
Jiput
59,73
Cikedal
26,00
Menes
34,89
Mandalawangi
80,19
Cimanuk
40,06
Cipeucang
21,16
Banjar
45,42
Kaduhejo
33,57
Pandeglang
42,58
Cadasari
29,20
Karangtanjung
27,77
Jumlah
2.746,89
2003
2.746,89
2002
2.746,89
Sumber: BPS Kabupaten Pandeglang
Jumlah
Penduduk
Kepadatan
Penduduk
(Jiwa/Km2)
33.125
32.917
39.402
30.842
32.991
59.683
50.548
31.237
32.590
29.915
47.808
43.734
48.569
27.371
42.730
28.352
84.748
32.603
37.057
1.100.911
1.082.012
1.040.871
583,80
648,99
727,91
688,28
771,54
580,69
3227,84
746,05
545,62
1150,58
1370,25
545,38
1212,41
1293,53
940,77
844,56
1990,32
1116,54
1334,43
400,78
393,90
378,93
Pada tahun 2005 terjadi penambahan jumlah kecamatan sebanyak 3 buah, yaitu
Kecamatan Sindangresmi, Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Mekarjaya,
sehingga komposisi dari luas wilayah administrasi mengalami perubahan pula. Lebih
lengkapnya jumlah dan kepadatan penduduk Kabupaten Pandeglang pada tahun 20052006 dapat dilihat pada Tabel IV.10 berikut.
Tabel IV.10 Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Pandeglang
Tahun 2005-2006
No
Kecamatan
Penduduk 2005
Kepadatan
Jumlah
(Jiwa/Km2)
Penduduk 2006
Kepadatan
Jumlah
(Jiwa/Km2)
1
Sumur
21.354
82,59
21.469
83.04
2
Cimanggu
36.342
139,92
36.535
140.67
3
Cibaliung
25.486
114,86
25.621
115,47
4
Cibitung
19.484
107,81
19.591
108,41
5
Cikeusik
48.604
150,59
48.862
151,39
6
Cigeulis
37.987
190,27
38.187
191,27
65
Tabel IV.10 (lanjutan) Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Pandeglang
Tahun 2005-2006
Penduduk 2005
No
Kecamatan
Jumlah
Kepadatan
(Jiwa/Km2)
Penduduk 2006
Jumlah
Kepadatan
(Jiwa/Km2)
7
Panimbang
77.227
311,05
77.637
312,70
8
Munjul
22.355
297,08
22.421
297,95
9
Angsana
26.562
409,65
26.657
411,12
10
Sindangresmi
21.073
323,21
21.148
324,36
11
Picung
33.305
586,98
33.485
590,15
12
Bojong
33.094
652,48
33.271
655,97
13
Saketi
39.614
731,83
39.826
735,75
14
Cisata
31.007
691,97
31.172
695,65
15
Pagelaran
33.169
775,70
33.347
779,86
16
Patia
27.033
594,39
27.098
595,82
17
Sukaresmi
32.969
575,38
33.026
576,37
18
Labuan
50.814
3244,83
51.080
3261,81
19
Carita
31.408
750,13
31.579
754,22
20
Jiput
32.765
548,55
32.940
551,48
21
Cikedal
30.076
1156,77
30.237
1162,96
22
Menes
48.065
1377,62
48.322
1384,98
23
Mandalawangi
43.968
548,30
44.202
551,22
24
Cimanuk
36.951
1563,07
36.986
1564,55
25
Cipeucang
27.517
1300,43
27.663
1307,33
26
Banjar
29.831
978,07
29.869
979,31
27
Kaduhejo
33.169
988,05
34.021
1013,43
28
Mekarjaya
20.334
648,82
20.371
650,00
29
Pandeglang
85.197
2000,87
85.646
2011,41
30
Cadasari
32.775
1122,43
32.947
1128,32
31
Karangtanjung
37.253
1341,48
37.449
1348,54
1.106.788
Sumber: BPS Kabupaten Pandeglang
402,92
1.112.665
405,06
Jumlah
Berdasarkan data hasil registrasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, penduduk
Kabupaten Pandeglang pada tahun 2004 tercatat 1.100.911 orang. Pada tahun 2005
jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang meningkat menjadi 1.106.788 orang dan
berjumlah 1.112.665 orang di tahun 2006.
66
Berdasarkan data di atas, sebaran penduduk realtif tidak merata, Kecamatan dengan
penduduk terjarang yaitu Kecamatan Sumur dengan rata-rata sebanyak 83 jiwa/km2,
sementara wilayah yang terpadat adalah Kecamatan Labuan, yaitu sebanyak 3.261
jiwa/km2.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pandeglang tahun 2006 sesuai
hasil perhitungan atas dasar harga berlaku sebesar Rp. 5.465 miliar, sedangkan PDRB
atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2006 sebesar Rp. 3.521 miliar. Apabila
dibandingkan tahun sebelumnya, PDRB atas dasar harga berlaku meningkat sebesar
11,84% dan PDRB atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 4,6%. Secara
lengkap PDRB Kabupaten Pandeglang dari tahun 2004-2006 dapat dilihat pada
Tabel.IV.11.
PDRB per kapita Kabupaten Pandeglang tahun 2006 atas dasar harga berlaku sebesar
Rp. 4.923.369 per tahun per orang, dengan laju PDRB per kapita atas dasar harga
konstan 2000 sebesar 4,2%. Hal ini disajikan pada Tabel.IV.12.
Tabel IV.11 PDRB Kabupaten Pandeglang
PDRB Nilai Konstan 2000 (Juta Rupiah)
PDRB Nilai Berlaku (Juta Rupiah)
2004
2005
2006
2004
2005
2006
3.211.069
3.366.087
3.521.105
4.308.923
4.887.396
5.465.869
Sumber : BPS Kabupaten Pandeglang
Tabel IV.12 PDRB Perkapita Kabupaten Pandeglang
PDRB Per Kapita Atas Dasar Nilai Konstan
2000 (Rupiah)
2004
2005
2006
2.914.184
3.042.078
3.169.972
PDRB Per Kapita Atas Dasar Nilai Berlaku
(Rupiah)
2004
2005
2006
3.910.533
4.416.951
4.923.369
Sumber : BPS Kabupaten Pandeglang
VI.2.3 Prasarana dan Sarana Transportasi Wilayah
Perhubungan darat merupakan salah satu sektor yang cukup besar peranannya dalam
pembangunan karena kontribusinya untuk menembus isolasi daerah. Pembangunan
67
akan semakin meningkat kalau lalu lintas perhubungan darat tidak mengalami
hambatan, terutama dalam membawa hasil produksi dan bahan baku.
Di Kabupaten Pandeglang peranan perhubungan darat cukup dominan terutama untuk
transportasi dan menyalurkan produk ekonomi daerah. Panjang jalan otonom daerah
di Kabupaten Pandeglang pada akhir tahun 2006 adalah 434,6 Km. Bila dirinci
menurut jenis permukaan maka sebesar 85,41% merupakan jalan beraspal, kerikil
4,99% dan tanah 9,59%. Kondisi jalan di Kabupaten Pandeglang cukup
memprihatinkan. Dari seluruh jalan yang ada hanya terdapat 20% dalam kondisi baik
dan 60% dalam kondisi sedang, sementara selebihnya dalam keadaan rusak dan rusak
berat. Hal ini berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan pemakai jalan.
Selengkapnya data mengenai Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah yang
Berwenang , Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan (Km) dapat dilihat pada Tabel
IV.13.
Populasi kendaraan bermotor yang terdapat dalam data Samsat Kabupaten
Pandeglang pada tahun 2006 sejumlah 50.289 buah, naik 19,36 persen dibandingkan
keadaan tahun 2005. Pada Tabel IV.14 berikut diperlihatkan Banyaknya Kendaraan
Angkutan Bermotor di Kabupaten Pandeglang dari Tahun 2004-2006.
Tabel IV.14 Banyaknya Kendaraan Menurut Jenisnya di Kabupaten Pandeglang
Tahun 2004-2006
No
Jenis Kendaraan
2004
2005
2006
1
Mobil Pribadi
1901
2185
3793
2
Bus
685
680
674
3
Truk
618
773
1272
4
Sepeda Motor
32436
38493
44550
Total
35640
42131
50289
Sumber : Samsat Pandeglang
Jalan sebagai prasarana perhubungan darat yang utama untuk melayani pergerakan
arus barang dan manusia apabila dikaitkan dengan perkembangan kendaraan sebagai
sarana perhubungan yang begitu pesat baik jumlah maupun jenisnya, tentunya
68
membawa konsekuensi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya,
baik yang disebabkan oleh faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, maupun
lingkungan alam/kondisi geografi.
Berdasarkan data dari Polres Pandeglang, jumlah kecelakaan di Kabupaten
Pandeglang pada tahun 2006 sebanyak 33 kejadian dengan jumlah korban terinci yang
dapat dilihat pada Tabel IV.15 berikut.
Tabel IV.15 Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Kabupaten Pandeglang
Tahun
Jumlah Kecelakaan
Korban (orang)
Meninggal
Luka Berat
Luka Ringan
2004
16
19
10
15
2005
40
16
15
9
2006
33
18
12
10
IV.2.4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pandeglang
Berdasarkan Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RUTR dan
RTRW) Kabupaten Pandeglang, sebaran rencana alokasi pemanfaatan ruang wilayah
Kabupaten Pandeglang pada pokoknya terdiri dari rencana alokasi kawasan lindung,
dan alokasi kawasan budidaya. Rencana alokasi ruang wilayah Kabupaten Pandeglang
disajikan pada Tabel IV.16 , pada tabel tersebut dikemukakan beberapa Rencana
Alokasi ruang mulai dari Kawasan lindung, kawasan budidaya pertanian dan kawasan
budidaya non pertanian.
Tabel IV.16 Rencana Alokasi Ruang Wilayah Kabupaten Pandeglang
JENIS PEMANFAATAN
Kawasan Lindung
LOKASI
A.
Hutan Lindung
B.
Kawasan Resapan Air
C.
Sempadan Pantai
Kecamatan Labuan, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Cibaliung
dan Cikeusik
D.
Sempadan Sungai
Kecamatan Pandeglang, Cimanuk, Cisata, Jiput, Labuan,
Pagelaran, Panimbang Cikeusik, Picung, Cimanggu dan
Sumur
Kecamatan Mandalawangi, Jiput dan Labuan
Gunung Karang, Gunung Pulosari dan Gunung Aseupan
69
Tabel IV.16 (lanjutan) Rencana Alokasi Ruang Wilayah Kabupaten Pandeglang
JENIS PEMANFAATAN
E.
TN Ujung Kulon
Kawasan Budidaya
LOKASI
Pantai pesisir barat dan selatan.
(1) Hutan Produksi
Kecamatan Labuan, Bojong, Picung, Munjul, Angsana,
Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu, Sumur dan Cikeusik
(2) Tanaman Pangan Lahan Basah
Kecamatan Karangtanjung, Cadasari, Pandeglang, Banjar,
Cimanuk, Mandalawangi, Jiput, Cipeucang, Pagelaran,
Panimbang, Cikeusik, Saketi, Cisata, Cikedal dan Menes.
(3) Tanaman Pangan Lahan Kering
Kecamatan Cadasari, Kaduhejo, Mandalawangi, Jiput,
Menes, Saketi, Bojong, Picung, Munjul, Angsana, Cibaliung,
Cigeulis, Cimanggu, Sumur dan Cikeusik.
(4) Tanaman Perkebunan
Kecamatan Bojong, Picung, Munjul, Cikeusik, Cibaliung dan
Cimanggu.
(5) Tanaman Hortikultura
Kecamatan, Kaduhejo, Mandalawangi, Cimanuk, Jiput,
Menes
(6) Agrowisata
Kecamatan Menes, Pagelaran, Cigeulis, Panimbang,
Mandalawangi dan Labuan
(7) Peternakan
(8) Perikanan Laut
(9) Perikanan Tambak
(10) Kawasan Pariwisata
(11) Kawasan Militer
(12) Pemukiman Perkotaan
(13) Pemukiman Pedesaan
Sumber : RTRW Kabupaten Pandeglang
Kecamatan Bojong, Munjul, Angsana dan Cibaliung.
Kecamatan Labuan, Panimbang, Pagelaran, Patia, Sumur dan
Cikeusik
Kecamatan Labuan, Cikeusik dan Cimanggu.
Kecamatan Labuan, Cimanuk, Cikedal, Mandalawangi,
Panimbang, Sumur, Pandeglang, Saketi, Jiput, Banjar,
Pagelaran, Patia, Cigeulis, Cimanggu dan Cikeusik
Kecamatan Pagelaran dan Cimanggu.
Di setiap Ibu Kota Kecamatan.
Di seluruh Kecamatan.
70
Tabel IV.13 Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah yang Berwenang , Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan (Km)
di Kabupaten Pandeglang Tahun 2004-2006
Status Jalan
Keadaan
Negara
Jumlah
Propinsi
Kabupaten
2004
2005
2006
2004
2005
2006
2004
2005
2006
2004
2005
2006
(1)
I. Jenis Permukaan
E. Diaspal
F. Kerikil
G. Tanah
H. Tidak dirinci
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
169,260
-
169,260
-
200,593
-
85,900
-
85,900
-
151,267
-
433,250
80,780
17,270
-
433,250
80,780
17,270
-
371,200
21,700
41,700
-
688,410
80,780
17,270
-
688,410
80,780
17,270
-
691,727
21,700
41,700
-
II Kondisi Jalan
E. Baik
F. Sedang
G. Rusak
H. Rusak Berat
101,725
45,929
21,606
-
101,725
45,929
21,606
-
101,725
77,262
21,606
-
49,011
36,197
0,692
-
49,011
36,197
0,692
-
49,011
101,564
0,692
-
102,919
250,224
90,950
87,207
108,060
262,740
108,610
51,890
86,920
260,760
65,190
21,730
253,655
332,350
113,248
87,207
258,796
344,866
130,908
51,890
237,656
439,586
87,488
21,730
III. Kelas Jalan
H. Kelas I
I. Kelas II
J. Kelas III
K. Kelas IIIA
L. Kelas IIIB
M. Kelas IIIC
N. Tidak dirinci
17,900
151,360
-
17,900
151,360
-
17,900
182.683
-
3,610
82,290
-
3,610
82,290
-
3,610
147,657
-
531,300
-
531,300
-
434,600
-
21,510
764,950
-
21,510
764,950
-
21,510
764,940
-
Keterangan :
(11) = (2) + (5) + (8)
(12) = (3) + (6) + (9)
(13) = (4) + (7) + (10)
71
Gambar IV.2 Peta Jaringan Jalan Kabupaten Pandeglang
Sumber : Dinas Bina Marga Kab. Pandeglang
Download