93 BAB V PENUTUP V.1. Kesimpulan Dari penelitian lapangan, uji

advertisement
BAB V
PENUTUP
V.1. Kesimpulan
Dari penelitian lapangan, uji laboratorium, dan analisa data pada endapan
lempung yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan batubata di daerah
Magelang, Kebumen, dan Gianyar, dapat disimpulkan bahwa:
1.
Endapan lempung yang digunakan sebagai bahan baku industri batubata di
ketiga daerah penelitian didominasi oleh mineral kaolinit. Namun pada
endapan lempung daerah Kebumen, selain kaolinit juga terdapat mineral
smektit.
2.
Daya kembang endapan lempung daerah Kebumen lebih besar dibandingkan
dengan daya kembang lempung daerah Magelang dan Gianyar. Endapan
lempung daerah Kebumen memiliki plastisitas yang sangat tinggi (very high
plasticity) dibandingkan dengan plastisitas lempung daerah Gianyar dan
Magelang yang berada pada kondisi plastis sedang (medium plasticity).
Keterdapatan mineral smektit pada endapan lempung Kebumen merupakan
penyebab endapan lempung pada daerah tersebut memiliki daya kembang
yang lebih besar dan plastisitas yang sangat tinggi.
3.
Mineral lempung di ketiga daerah penelitian cenderung berasal dari
pelapukan batuan dan pembentukan tanah. Batuan asal dari lempung yang
ada di daerah Gianyar diperkirakan berupa lahar, daerah Kebumen berupa
93
94
breksi porfiri andesit, sedangkan daerah Magelang diperkirakan berupa breksi
vulkanik.
V.2. Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada endapan lempung di daerah
Gianyar, Kebumen, dan Magelang dapat dikemukakan saran sebagai berikut:
1.
Endapan lempung daerah Gianyar selain digunakan sebagai bahan baku
pembuatan batubata, juga dapat digunakan sebagai lapisan penutup dalam
industri cat karena memiliki warna yang cerah.
2.
Untuk dapat mengetahui apakah endapan lempung di ketiga daerah penelitian
dapat digunakan dalam industri lainnya seperti industri pestisida, karet, dan
obat-obatan, perlu dilakukan analisis lain untuk mengetahui spesifikasi
khusus yang dibutuhkan oleh industri-industri tersebut.
Download