42 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan menguraikan

advertisement
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan menguraikan kesimpulan hipotesis dari analisis seperti yang
diuraikan pada bab sebelumnya dan saran. Pada bagian pertama akan dijelaskan
secara ringkas mengenai kesimpulan hasil hipotesis. Pada bagian berikutnya
adalah saran teoritis dan saran praktis. Keterbatasan penelitian merupakan bagian
khusus yang menjelaskan kendala-kendala yang membatasi penelitian ini.
5.1.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan yang positif antara self regulated learning dengan
psychological well being pada mahasiswa
pascasarjana di Jakarta. Berarti
hipotesis pada penelitian ini diterima.
5.2.
Diskusi
Berdasarkan hasil perhitungan statistik secara keseluruhan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara self regulated learning dengan psychological
well being. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dengan judul the role of
self regulated learning strategies in psychological well being condition of students
(Tavakolizadeh dkk, 2012) yang menunjukkan bahwa
learning
memiliki
hubungan
yang
signifikan
strategi self regulated
dengan
komponen
dari
psychological well being, self regulated learning merupakan proses mental
penting seperti kognitif dan motivasi serta memiliki hubungan dengan banyak
konsep seperti self efficacy, motivasi intrinsik, pengendalian diri, self monitoring,
42
http://digilib.mercubuana.ac.id/
emosi dan kognitif menejemen, pengorganisasian, pengendalian, dan lainnya dan
semuanya ini dapat memiliki hubungan dengan psychological well being. Faktor
lain yang mempengaruhi self regulated learning adalah faktor lingkungan dengan
memiliki strategi untuk menghadapi kesulitan dan
mampu
mengendalikan
situasi yang ada.
Penelitian sebelumnya juga dilakukan oleh Salami (2010) yang
mengatakan bahwa individu yang memiliki psychological well being yang tinggi
akan memiliki kepuasan terhadap dirinya, kebahagiaan, dan jauh dari perasaan
depresi. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Ryff (1989) pada beberapa
dimensi psychological well being bahwa individu yang memiliki tujuan, memiliki
kemampuan memotivasi diri yang baik, memiliki arah yang merasa hidup ini
memiliki makna, dan mampu mengendalikan dorongan hati. Pada mahasiswa
pascasarjana yang kuliah sambil bekerja atau juga sudah menikah yang mampu
memotivasi dirinya untuk tetap optimis dan berusaha untuk menghadapi setiap
tuntutan dan tanggung jawab mereka apapun bentuknya, mereka pasti memiliki
kepuasan terhadap dirinya dan perasaan bahagia dalam menjalani kehidupan. Jadi
ketika mahasiswa pascasarjana tersebut kuliah sambil bekerja dan mampu
memotivasi dirinya dengan baik serta memiliki tujuan maka mahasiswa tersebut
mampu mengarahkan dirinya dengan baik pula.
Selain motivasi, faktor yang mempengaruh proses belajar mahasiswa
pascasrjana dalam mencapai tujuan yang diinginkan yaitu adanya keyakinan diri.
Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Akhmadi (2011)
yang mengatakan bahwa mahasiswa yang memiliki keyakinan diri yaitu mereka
43
http://digilib.mercubuana.ac.id/
yang mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, dimana mahasiswa
memiliki kemampuan dalam memonitori kemampuan diri sendiri untuk membuat
perencanaan dan pemantauan terhadap hasil belajar terkait dengan tingkat
penguasaan materi pembelajaran dan keberhasilan dalam menyelesaikan tugastugas secara baik.
Menurut ryff dkk (2002) salah satu faktor yang mempengaruhi
psychological well being yaitu tingkat pendidikan, dimana individu yang memiliki
tingkat pendidikan yang lebih baik memiliki psychological well being yang baik
pula, dalam arti keyakinan diri individu dalam pencapaian proses belajar,
pekerjaan dan kesibukan-kesibukan diluar studi mereka akan dapat terealisasi
dengan baik sehingga mereka mencapai kesejahteraan psikologi dengan baik.
Selain itu Cobb (2003) juga mengatakan bahwa goal merupakan
penetapan tujuan apa yang hendak dicapai seseorang, dimana keberhasilan
mahasiswa dalam mencapai tujuan yang diinginkan yaitu dengan memiliki
kemauan belajar yang kuat dan penetapan tujuan belajar yang jelas, maka akan
memacu setiap mahasiswa pascasarjana untuk rajin belajar dan berusaha mencapai
tujuan target belajar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sesibuk apapun
mahasiswa pascasarjana dalam melakukan pekerjaan maupun melakukan
kegiatan-kegiatan diluar studinya, mereka tetap memiliki kemampuan dalam
memprioritaskan studi mereka dengan baik.
Dari kedua variabel, self regulated learning dan psychological well being
secara keseluruhan dapat dilihat bahwa strategi pembelajaran dan faktor dari self
regulated learning memiliki hubungan dengan psychological well being dimana
44
http://digilib.mercubuana.ac.id/
tujuan (goal), motivasi, keyakinan diri merupakan faktor dalam pencapaian studi
pascasarjana mereka.
5.3.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, masih
terdapat kekurangan, sehingga ada beberapa saran yang dapat diberikan untuk
selanjutnya dapat digunakan bagi yang menggunaan topik atau pendekatan yang
sama, maka diajukan saran-saran sebagai berikut:
5.2.1 Bagi Mahasiswa
Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana harus
meningkatkan kemampuan diri dalam membuat strategi-strategi pembelajaran
untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran serta meningkatkan kemampuan diri
dalam membina hubungan yang positif dengan lingkungan yang ada.
5.2.2 Bagi Penelitian Selanjutnya
Begi
penelitian
selanjutnya,
disarankan
untuk
meneliti
variabel
psychological well being dengan variabel lain, begitu juga self regulated learning
dengan variabel lain. Peneliti selanjutnya dapat meneliti kembai variabel-variabel
tersebut dengan sampel yang berbeda atau subjek penelitian lebih dispesifikkan
(S2 atau S3) sehingga penelitian akan lebih bervariasi.
45
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download