pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja sosial terhadap

advertisement
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA SOSIAL
TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN
Komang Agus Satria Anuraga, I Wayan Bagia, I Wayan Suwendra
Jurusan Manajemen
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: [email protected], [email protected], [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) kompensasi dan lingkungan kerja
sosial terhadap produktivitas karyawan, (2) kompensasi terhadap produktivitas karyawan, dan (3)
lingkungan kerja sosial terhadap produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan desain
kuantitatif kausal. Subjek penelitian adalah UD Sumber Harapan, dan objeknya adalah kompensasi,
lingkungan kerja sosial, dan produktivitas karyawan. Jenis data adalah data primer dan data
sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik kuesioner dan pencatatan dokumen, dan dianalisis
dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada
pengaruh positif signifikan dari kompensasi dan lingkungan kerja sosial terhadap produktivitas
karyawan dengan sumbangan pengaruh 83,3% (2) ada pengaruh positif signifikan dari kompensasi
terhadap produktivitas karyawan dengan sumbangan pengaruh 41,6%, dan (3) ada pengaruh positif
signifikan dari lingkungan kerja sosial terhadap produktivitas karyawan pada UD Sumber Harapan
dengan sumbangan pengaruh 29,7%.
Kata Kunci : kompensasi, lingkungan kerja sosial, dan produktivitas karyawan
Abstract
This study aimed to determine the effect of (1) compensation and sosial work environment to
employee productivity, (2) compensation to employee productivity, and (3) sosial work environment to
employee productivity. This study used a quantitative causal design. The subjects was Sejahtera
IndoBali Trada Singaraja, and the objects were the compensation, sosial work environment, and
employee productivity. The type of data is primary data anda secondary data. The data collected by
questionnaires and documentation technique, and it’s analyzed using multiple linear regression. The
results showed that (1) there is positive significant influences on the compensation and sosial work
environment to employee productivity by 83,3% contribution effect (2) there is a positive significant
influences on the compensation to employee productivity by 41,6% contribution effect, and ( 3) there
is a positive significant effect on the sosial work environment to employee productivity at UD Sumber
Harapan with 63% contribution effect with 29,7% contribution effect.
Keyword: compensation, sosial work environment, and employee productivity
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
PENDAHULUAN
Suatu
perusahaan
dalam
melaksanakan kegiatannya berusaha
untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan
berbagai aktivitas didalam perusahaan
dalam mencapai tujuan bukan hanya
tergantung
pada
pada
keunggulan
teknologi, dana operasi yang tersedia,
sarana ataupun prasarana yang dimiliki,
melainkan juga tergantung pada aspek
sumber daya manusia. Faktor sumber
daya manusia ini merupakan elemen yang
harus diperhatikan oleh perusahaan,
terutama bila mengingat bahwa era
perdagangan bebas akan segera dimulai,
yang berdampak iklim kompetisi yang
dihadapi akan sangat berbeda. Hal ini
memaksa setiap perusahaan harus dapat
bekerja dengan lebih efisien, efektif dan
produktif. Tingkat kompetisi yang tinggi
akan memacu tiap perusahaan untuk
dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya dengan memberikan perhatian
pada aspek sumber daya manusia. Jadi
manusia dapat dipandang sebagai faktor
penentu karena ditangan manusialah
segala inovasi akan direalisir dalam upaya
mewujudkan tujuan perusahaan
Tujuan setiap perusahaan berdiri
tidak lain adalah untuk mendapatkan
produktivitas
dalam
menjaga
keberlangsungan usaha tersebut. Hal ini
dipengaruhi oleh produktivitas karyawan,
karena semakin produktif karyawan maka
semakin tinggi produktivitas yang mampu
dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Oleh
karena
itu
perusahaan
harus
memperhatikan dan ikut menjaga tingkat
produktivitas karyawannya. Produktivitas
karyawan
dapat
dipengaruhi
oleh
kompensasi yang diberikan perusahaan
kepada karyawan, lingkungan kerja yang
mendukung untuk karyawan. Komaruddin
(1994:112) menyatakan bahwa: “Faktorfaktor
yang
mempengaruhi
tinggi
rendahnya produktivitas antara lain
besarnya pendapatan dan jaminan sosial,
kompensasi, tingkat pendidikan dan
latihan, sikap, disiplin, moral dan etika
kerja, motivasi, kesehatan, lingkungan
kerja,
hubungan
insani,
kepuasan,
teknologi, dan kebijaksanaan pemerintah”.
UD Sumber Harapan merupakan
perusahaan
yang
bergerak
dalam
penjualan produk Semen. Perusahaan ini
beralamat
di
desa
Sumberkima
Kecamatan Gerokgak dan beroperasi
sejak tahun 2004.
Berdasarkan observasi awal yang
dilakukan pada UD Sumber Harapan
mendapatkan hasil bahwa produktivitas
karyawan UD Sumber Harapan masih
tergolong rendah. Hal tersebut diketahui
dari perbandingan antara target yang
diberikan perusahaan dengan pencapaian
karyawannya. Sebagian besar karyawan
yang menjadi responden masih belum
mencapai target yang ditentukan. Hal ini
diduga
disebabkan
oleh
tingkat
kompensasi yang diterima karyawan tidak
sesuai dengan upah yang harus diterima.
Niti Semito (1996), menyatakan
bahwa pengaruh kompensasi terhadap
produktivitas karyawan sangatah besar,
karena loyalitas dan semangat kerja
karyawan banyak dipengaruhi oleh
kompensasi. Hal tersebut diketahui juga
dari observasi awal yang dilakukan,
menghasilkan bahwa kompensasi yang
diterima karyawan UD. Sumber Harapan
masih di bawah UMK Kabupaten
Buleleng.
Selain
Kompensasi,
penurunan
produktivitas juga diduga dipengaruhi oleh
lingkungan
kerja
sosial
karyawan.
Berdasarkan hasil observasi awal yang
dilakukan dengan kuesioner, didapatkan
hasil bahwa lingkungan kerja sosial di UD
Sumber Harapan tergolong rendah.
Sehingga hal ini diduga mempengaruhi
rendahnya produkivitas. Wursanto (2009),
menyatakan bahwa lingkungan sosial
sebagaimana diuraikan bertujuan untuk
membentuk sikap pegawai, sikap yang
diharapkan tentunya adalah sikap positif
yang mendungkung terhadap pelaksanaan
kerja yang dapat menjamin pencapaian
produktivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh temuan eksplanatif yang
teruji tentang besar pengaruh (1) simultan
dari kompensasi dan lingkungan kerja
sosial terhadap produktivitas karyawan,
(2) parsial dari kompensasi terhadap
produktivitas karyawan, dan (3) parsial
dari lingkungan kerja sosial terhadap
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
produktivitas karyawan pada UD. Sumber
Harapan.
Dalam penelitian ini diharapkan akan
mempunyai manfaat, yaitu (1) manfaat
teoritis, Secara teoritis, hasil penelitian ini
diharapkan agar memberikan sumbangan
dalam
pengembangan
dalam
ilmu
manajemen
khususnya
manajemen
Sumber Daya Manusia (2) manfaat
praktis, Hasil penelitian ini diharapkan
dapat
memberikan
masukan
atau
sumbangan pengetahuan bagi UD.
Sumber
Harapan
terkait
dengan
penurunan produktivitas yang diduga
dipengaruhi
oleh
kompensasi
dan
lingkungan kerja sosial.
Hariandja
(2005:244),
bahwa:
”Kompensasi adalah keseluruhan balas
jasa yang diterima oleh pegawai sebagai
akibat dari pelaksanaan pekerjaan di
organisasi dalam bentuk uang atau
lainnya, yang dapat berupa gaji, upah,
bonus, insentif, dan tunjangan lainnya
seperti tunjangan hari raya, uang makan,
uang cuti, tunjangan kesehatan, dan lainlain”. Rivai (2004: 357), menyatakan
bahwa: ”Kompensasi merupakan sesuatu
yang
diterima
karyawan
sebagai
pengganti kontribusi jasa mereka pada
perusahaan”.
Dari beberapa definisi tersebut dapat
disimpulkan
bahwa
kompensasi
merupakan keseluruhan balas jasa yang
diterima oleh karyawan sebagai imbalan
dari pekerjaan yang dilakukan yang
berupa
gaji,
upah,
insentif
dan
kompensasi tidak langsung.
Menurut Sedarmayanti (2001:31)
Lingkungan kerja sosial adalah semua
keadaan yang terjadi yang berkaitan
dengan hubungan kerja, baik hubungan
dengan
atasan
maupun
hubungan
sesama rekan kerja. Nitisemito (2000:171173),
perusahaan
hendaknya
mencerminkan kondisi yang mendukung
kerjasama antara tingkat atasan, bawahan
maupun yang memiliki jabatan yang sama
di perusahaan. Sementara itu, Wursanto
(2009) menyebutnya sebagai lingkungan
kerja psikis yang didefinisikan sebagai
“sesuatu yang menyangkut segi psikis dari
lingkungan kerja”.
Berdasarkan pendapat dan uraian
tersebut, maka dapat dikatakan bahwa
lingkungan kerja sosial adalah lingkungan
tempat karyawan bekerja yang berkaitan
dengan hubungan-hubungan sesama
pekerja maupun dengan atasan.
Sinungan (2009:16), “Produktivitas
pada dasarnya adalah suatu sikap mental
yang selalu mempunyai pandangan
bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik
daripada kemarin, dan hari esok lebih baik
dari hari ini”. Sedangkan menurut
Hasibuan (2007) produktivitas kerja
adalah perbandingan antara output
dengan input, di mana output-nya harus
mempunyai nilai tambah dan teknik
pengerjaan yang lebih baik. T. Hani
Handoko (2000) produktivitas adalah
hubungan antara masukan-masukan dan
keluaran-keluaran suatu sistem produktif.
Dalam
setiap
usaha
baik
usaha
perorangan, usaha segolongan warga
negara maupun masyarakat selalu ada
kecenderungan
untuk
meningkatkan
produktivitas karyawan walupun motivasi
pendorong peningkatan produktivitas kerja
berbeda-beda antar perusahaan tersebut.
Dari beberapa pernyataan di atas dapat
diketahui bahwa produktivitas merupakan
perbandingan antara hasil yang diperoleh
dengan pengorbanan yang telah diberikan
METODE
Jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif kausal yaitu penelitian yang
menggambarkan suatu generalisasi atau
menjelaskan hubungan sebab-akibat dari
dua atau beberapa variabel. Adapun
variabel bebas dalam penelitian ini yaitu:
kompensasi (X1) dan lingkungan kerja
sosial (X2). Sedangkan variabel terikatnya
adalah produktivitas (Y).
Subjek dalam penelitian ini adalah
karyawan UD. Sumber Harapan. Sedangkan
objek dalam penelitian ini adalah kompensasi,
lingkungan kerja sosial, dan produktivitas pada
UD. Sumber Harapan.
Jenis dan sumber data yang
digunakan adalah data primer dan
sekunder. Data primer diperoleh dari hasil
pengisian kuisioner dan data skunder
diperoleh dari pencatatan dokumen.
Populasi penelitian adalah karyawan
UD Sumber Harapan yang berjumlah 40
orang..
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
Pengumpulan
data
dilakukan
dengan menggunakan kuisioner dan
pencatatan dokumen. Kuisioner adalah
metode pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberikan pertanyaanpertanyaan kepada responden dengan
panduan kuisioner. Kuisioner diberikan
langsung kepada responden dengan
melakukan penyebaran untuk mengukur
persepsi responden digunakan Skala
Likert..
Teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis regresi
linier berganda.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil analisis regresi linier berganda
dengan
bantuan
program
aplikasi
komputer Statistical Package For Social
Sience (SPSS) 16.0 for Windows, maka
diperoleh hasil penelitian seperti yang
nampak pada Tabel 1.
Tabel 1 Rangkuman Hasil Uji Statistik Regresi Berganda Pengaruh Kompensasi (X1) dan
Lingkungan Kerja Sosial (X2) terhadap Produktivitas Karyawan (Y).
Parameter
Koefisien p-value Alpha (α)
Keputusan
Simpulan
Ryx1x2
0,913
0,000
0,05
Menolak Ho Ada hubungan pengaruh
simultan dari kompensasi
dan
lingkungan kerja
sosial
terhadap
produktivitas karyawan.
R2yx1x2
0,833
0,000
0,05
Menolak Ho Besarnya
sumbangan
pengaruh simultan dari
kompensasi
dan
lingkungan kerja sosial
terhadap
produktivitas
karyawan adalah 83,3%.
Pyx1
0,645
0,000
0,05
Menolak Ho Ada hubungan pengaruh
parsial dari kompensasi
terhadap
produktivitas
karyawan.
P2yx1
0,416
0,000
0,05
Menolak Ho Besarnya
sumbangan
pengaruh secara parsial
dari kompensasi terhadap
produktivitas
karyawan
adalah 41,6%.
Pyx2
0,540
0,005
0,05
Menolak Ho Ada hubungan pengaruh
parsial dari lingkungan
kerja sosial
terhadap
produktivitas karyawan.
P2yx2
0,297
0,005
0,05
Menolak Ho Besarnya
sumbangan
pengaruh secara parsial
dari
lingkungan kerja
sosial
terhadap
produktivitas
karyawan
adalah 29,7%
Pyε
0,087
2
P yε
0,167
Sumber: Lampiran 6
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
Hasil penelitian menunjukan ada
pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja
sosial terhadap produktivitas karyawan
pada UD Sumber Harapan tahun 2015.
Berdasarkan hasil analisis data dengan
bantuan aplikasi SPSS 16.0 for Windows,
seperti yang tercantum pada Tabel 1 dapat
diungkapkan bahwa kompensasi dan
lingkungan kerja sosial secara bersamasama
memiliki
hubungan
pengaruh
terhadap produktivitas karyawan pada UD
Sumber Harapan. Hal tersebut ditunjukkan
hasil Ryx1x2= 0,913 dengan p-value 0,000 <
alpha (α) = 0,05. Keeratan hubungan
simultan dari kompensasi dan lingkungan
kerja
sosial
terhadap
produktivitas
karyawan adalah 91,3%, dan besar
sumbangan pengaruh simultan sebesar
0,833. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
sebesar 83,3% produktivitas karyawan
dipengaruhi
oleh
kompensasi
dan
lingkungan kerja sosial secara simultan,
sedangkan pengaruh dari variabel lain di
luar variabel kompensasi dan lingkungan
kerja sosial sebesar 16,7%.
Ada hubungan pengaruh kompensasi
terhadap produktivitas karyawan pada UD
Sumber Harapan Tahun 2015. Berdasarkan
Tabel 1 dapat diungkapkan bahwa ada
hubungan pengaruh kompensasi terhadap
produktivitas karyawan pada UD Sumber
Harapan. Keeratan hubungan sebesar
64,5% dan besar sumbangan pengaruh
sebesar 41,6%. Artinya kompensasi
berpengaruh secara parsial terhadap
produktivitas karyawan sebsesar 41,6%.
ada hubungan pengaruh lingkungan
kerja
sosial
terhadap
produktivitas
karyawan pada UD Sumber Harapan Tahun
2015. Pada Tabel 4.1 diungkapkan bahwa
ada hubungan pengaruh lingkungan kerja
sosial terhadap produktivitas karyawan
pada UD Sumber Harapan. Keeratan
hubungan pengaruh sebesar 50,4% dan
besar sumbangan pengaruh adalah 29,7%.
Artinya lingkungan kerja sosial berpengaruh
secara parsial terhadap produktivitas
karyawan sebsesar 29,7%.
Pembahasan
Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan, penelitian maka diperoleh hasil
bahwa variabel kompensasi dan lingkungan
kerja sosial secara simultan berpengaruh
positif dan signifikant terhadap produktivitas
karyawan pada UD Sumber Harapan. Hasil
penelitian
ini
didukung
oleh
teori
Komaruddin (1994:112) yang menyatakan
bahwa “Faktor-faktor yang mempengaruhi
tinggi rendahnya produktivitas antara lain
besarnya pendapatan dan jaminan sosial,
kompensasi, tingkat pendidikan dan latihan,
sikap, disiplin, moral dan etika kerja,
motivasi, kesehatan, lingkungan kerja,
hubungan insani, kepuasan, teknologi, dan
kebijaksanaan pemerintah”.
Kompensasi
secara
parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
produktivitas karyawan pada UD Sumber
Harapan. Hasil penelitian ini sejalan dengan
teori yang dikemukakan oleh Niti Semito
(1996) bahwa pengaruh kompensasi
terhadap produktivitas karyawan sangatah
besar, karena loyalitas dan semangat kerja
karyawan
banyak
dipengaruhi
oleh
kompensasi. dari teori tersebut dapat
diketahui bahwa kompensasi berpengaruh
positif terhadap produktivitas karyawan.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil
kajian empirik yang dilakukan oleh
Nurhayati (2007) bahwa kompensasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
produktivitas karyawan.
Lingkungan kerja sosial secara parsial
berpengaruh
positif
dan
signifikan
produktivitas karyawan pada UD Sumber
Harapan. Hal ini sejalan dengan teori yang
dikemukakan oleh Wursanto (2009) yang
menyatakan bahwa lingkungan sosial
sebagaimana diuraikan bertujuan untuk
membentuk sikap pegawai, sikap yang
diharapkan tentunya adalah sikap positif
yang mendungkung terhadap pelaksanaan
kerja yang dapat menjamin pencapaian
produktivitas. Hasil penelitian ini juga
didukung oleh hasil kajian empirik yang
dilakukan oleh Wulan Retno Apriani (2011)
bahwa lingkungan kerja sosial berpengaruh
positif dan signifikan terhadap produktivitas
karyawan.
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
Keterbatasan pada penelitian ini
adalah meskipun peneliti telah berusaha
merancang dan mengembangkan penelitian
sedemikian rupa, namun masih terdapat
beberapa keterbatasan dalam penelitian ini
yaitu dimana dari model penelitian yang
digunakan, diketahui bahwa variabel
penelitian yang digunakan hanya dapat
menjelaskan sebesar 83,3% pengaruh
terhadap
produktivitas
karyawan
sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor
lain sebesar 16,7% yang tidak dimasukan
dalam penelitian ini. Sehingga variabel
penelitian
yang
digunakan
kurang
menjelaskan keseluruhan variabel yang
mempengaruhi produktivitas karyawan.
Variabel lain yang diduga mempengaruhi
produktivitas karyawan adalah kompetensi,
motivasi, dan komunikasi. Variabel lain
yang juga diduga terkait dan bisa
digunakan sebagai variabel terikat adalah
kinerja karyawan.
PENUTUP
Berdasarkan
hasil
penelitian
dan
pembahasan yang telah dilakukan, maka
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
(1) Kompensasi dan lingkungan kerja
sosial berpengaruh positif terhadap
produktivitas karyawan pada UD
Sumber Harapan.
(2) Kompensasi
berpengaruh
positif
terhadap produktivitas karyawan pada
UD Sumber Harapan.
(3) Lingkungan kerja sosial berpengaruh
positif terhadap produktivitas karyawan
pada UD Sumber Harapan.
Berdasarkan simpulan yang telah
dikemukakan,
maka
dapat
diajukan
beberapa saran sebagai berikut.
(1) Bagi UD Sumber Harapan diharapkan
untuk
memperhatikan
timgkat
kompensasi yang diberikan kepada
karyawan,
karena besar kecilnya
kompensasi
yang
diterima
oleh
karyawan akan berdampak langsng
pada produktivitas karyawan itu sendiri.
Perusahaan juga harus memperhatikan
hubungan sosial atau lingkungan kerja
sosial
karyawan,
semakin
baik
lingkungan kerja sosial yang terjalin di
dalam perusahaan akan memperlancar
arus komunikasi dalam perusahaan itu
sendiri, hal tersebut akan sangat
mempengaruhi tingkat produktivitas
karyawan perusahaan. Perusahaan yang
baik harus memperhatikan dua hal
tersebut dalam langkahnya mencapai
tujuan, dengan menitik beratkan pada
tingkat produktivitas karyawan.
(2) Kepada peneliti lain khususnya yang
meneliti pengaruh kompensasi dan
lingkungan
kerja
sosial
terhadap
produktivitas
karyawan,
disarankan
untuk menggunakan penelitian ini
sebagai
referensi
tambahan
dan
menambah variabel lainnya baik itu
variabel bebas maupun variabel terikat.
Variabel bebas yang diduga kuat
memiliki pengaruh terhadap produktivitas
karyawan seperti kompetensi, pelatihan,
dan motivasi. Variabel terikat yang
diduga berhubungan dengan penelitian
ini yaitu kinerja karyawan.
DAFTAR RUJUKAN
AA. Anwar Prabu Mangkunegara, 2000.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya.
Alex
S. Nitisemito, 1996.
Personalia,
Jakarta
Indonesia.
Manajemen
:
Graha
Armstrong,
M.
1998.
Performance
Management. Clays, Ltd. St. Ives Ple,
England.
Augusty,
Ferdinand.
2006.
Metode
Penelitian Manajemen. Semarang:
Badan
Penerbit
Universitas
Diponegoro.
B.
Siswanto
Sastrohadiwiryo.
2002.
Manajemen Tenaga Kerja Indonesia
Pendekatan
Administrasi
dan
Operasional. Jakarta : Bumi Aksara.
Basu
Swastha Dharmmesta, T. Hani
Handoko,
2000,
Manajemen
Pemasaran
“
Analisa
perilaku
konsumen “, Edisi pertama cetakan
ketiga,
BPFE-Yogyakarta,
Yogyakarta.
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
Hasibuan, Malayu. 2007, Manajemen
Sumber Daya Manusia, edisi revisi,
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu. 2001. Manajemen
Sumber Daya Manusia:Pengertian
Dasar, Pengertian, dan Masalah.
Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.
Hastho Joko Nur Utomo dan Meilan
Sugiarto, 2007, Manajemen Sumber
Daya Manusia, cetakan pertama,
Yogyakarta: Ardana.
James L. Gibson. (1996). Organisasi:
Perilaku,
Struktur
dan Proses.
Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Komaruddin,
1994,
Manajemen, edisi
Aksara, Jakarta.
Esiklopedia
kesatu, Bumi
Marihot Tua Efendi Hariandja, 2005,
Manajemen Sumber Daya Manusia.
PT. Grasindo. Jakarta.
Martoyo, S. (2000), Manajemen Sumber
Daya Manusia, BPFE, Yogjakarta.
Nitisemito, Alex
Personalia.
Indonesia.
S. 2000.
Jakarta
Manajemen
:
Ghalia
Sedarmayanti. 2009. Tata Kerja dan
Produktivitas Kerja. Bandung : CV
Mandar Maju.
Sinungan, Muchdasyar. 2009, Produktivitas
Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bumi
Aksara.
Sugiyono.
(2013).
Statistika
Untuk
Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Supranto. (1997). Pengukuran tingkat
kepuasan
pelanggan
untuk
menaikkan pangsa pasar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Veithzal Rivai, 2004, Manajemen Sumber
Daya Manusia untuk Perusahaan,
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Wursanto, Ignasius. 2009. Dasar–Dasar
Ilmu
Organisasi.
Edisidua.
Yogyakarta: Andi
Download