Klasifikasi genre musik menggunakan Learning

advertisement
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Genre musik adalah pengelompokan musik
sesuai dengan kemiripan satu dengan yang lain,
seperti kemiripan dalam hal frekuensi musik,
struktur ritmik, dan konten harmoni. Genre
musik merupakan hal yang penting bagi
masyarakat yang menyukai musik, karena
membuat
masyarakat
dengan
mudah
mengelompokan musik yang yang mereka
sukai.
Pada umumnya pengelompokan lagu
dilakukan secara manual yaitu dengan
mendengarakan lagu secara langsung kemudian
dikelompokkan bedasarkan genre lagu tersebut.
Metode ini mempunyai keunggulan yaitu
mempunyai tingkat akurasi yang tinggi, tetapi
kekurangan dari metode ini adalah sangat tidak
efisien untuk data berjumlah banyak, karena
harus didengarkan satu persatu. Pengelompokan
genre lagu secara otomatis mulai dikembangkan
untuk membantu mengelompokan lagu yang
berjumlah banyak. Proses ini mempunyai
keunggulan dalam jumlah data yang bisa
diporses namun kekurangan dari proses
otomatis adalah akurasi yang rendah.
Untuk dapat dikelompokkan data musik
harus melalui proses ekstraksi ciri yang
bertujuan mendapatkan ciri dari lagu tersebut.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah
Mel-frequency cepstral coefficient (MFCC).
MFCC mengekstraksi ciri suara berdasarkan
spektrum yang dihasilkan dari musik. Penelitian
yang menggunakan MFCC dalam proses
ekstraksi ciri antara lain, Prameswari (2010)
yang melakukan penelitian pengembangan
sistem pengenalan kata berbasis fonem dalam
bahasa Indonesia dengan metode resilent
backpropagation, dan Wisnudhisastra (2009)
tentang pengenalan chord gitar dengan teknik
ekstraksi ciri Mel-frequency cepstral coefficient
(MFCC).
Leaning Vector Quantization (LVQ)
merupakan salah satu contoh dari jaringan
syaraf tiruan yang digunakan untuk proses
klasifikasi. Metode LVQ sudah banyak
digunakan untuk penelitian, seperti penelitian
oleh Effedy et al (2008) mengenai deteksi
pornografi pada citra digital menggunakan
pengolahan citra dan jaringan syaraf tiruan,
Qur’ani & Rosmalinda (2010) yang meneliti
jaringan syaraf tiruan LVQ untuk aplikasi
pengenalan tanda tangan.
Klasifikasi genre musik telah dilakukan oleh
Talupur et al (2002). Pada penelitian ini genre
yang diklasifikasikan antara lain klasik, rock,
jazz dan country dengan akurasi tertinggi yang
dihasilkan sebesar 80 %. Berdasarkan penelitian
yang terkait, metode MFCC dan LVQ dapat
digunakan untuk klasifikasi genre musik.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah bagaimana membuat model klasifikasi
data audio menggunakan jaringan syaraf tiruan
LVQ.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada penelitian ini antara
lain:
1. Dalam penelitian ini, genre musik yang
diklasifikasikan dibatasi hanya genre rock,
klasik, jazz dan keroncong.
2. Musik yang diolah mempunyai durasi 5, 10,
20, dan 25 detik dengan format wav.
3. Data musik menggunakan chanel mono.
Tujuan
Tujuan
dari
penelitian
ini
adalah
mengembangkan model Learning Vector
Quantization untuk klasifikasi genre musik.
Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat melakukan
klasifikasi pada data musik menggunakan
Learning Vector Quantization agar dapat
membantu
peran
manusia dalam hal
menentukan genre musik, sehingga genre musik
tidak lagi bersifat relatif, tetapi dapat
dikelompokkan dengan standardisasi yang telah
ditentukan.
TINJAUAN PUSTAKA
Genre Musik
Genre musik adalah label yang dibuat dan
digunakan manusia untuk mengkategorikan dan
menggambarkan musik di dunia (Tzanekatis
2002). http://allmusic.com mengelompokan
genre musik ke dalam 11 genre utama, yaitu
pop/rock, jazz, r&b, rap, country, blues,
elektronik, latin, reggae, internasional, dan
klasik.
Digitalisasi Gelombang Audio
Gelombang audio merupakan gelombang
longitudinal yang merambat melalui medium
seperti medium padat, cair, atau gas.
Gelombang suara merupakan gelombang analog
yang apabila diolah menggunakan peralatan
elektronik, gelombang tersebut harus melalui
tahap digitalisasi sehingga gelombang tersebut
berupa data digital.
1
Download