BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman, persaingan dalam usahapun semakin keras antara pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidangnya masing-masing. Para pengusaha tersebut mengharapkan keuntungan yang maksimal dengan berbagai macam cara, terutama dalam memenuhi kebutuhan para konsumennya sehingga diharapkan konsumennya akan puas. Dalam hal ini peranan pemasaran menjadi sangat penting, sehingga para pemasar dituntut untuk memahami dengan baik apa yang harus dilakukan sebagai pemasar. Mulai dari memperhatikan kualitas pelayanan, kualitas produk dan harga yang diberikan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumennya dengan tujuan menghasilkan kepuasan pada konsumen. Pemasaran tidaklah sekedar bagaimana menyampaikan produk dari produsen ke tangan konsumen semata, akan tetapi juga bagaimana menyampaikan produk tersebut dengan harga dan mendapatkan kepuasan yang optimal. Dengan terpenuhinya kepuasan konsumen inilah perusahaan akan memperoleh laba, dari laba tersebut perusahaan dapat semakin berkembang dan dapat mempertahankan eksistensinya dalam dunia perdagangan. Begitu pula yang harus dilakukan PT Asuransi Tri Pakarta. Kotler (1997) memberikan arti dari kepuasan konsumen yaitu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan performansi (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Untuk dapat melakukan sesuatu yang bernilai lebih tidak cukup hanya dengan sekedar memberikan layanan, melainkan harus bisa memberikan kepuasan pada pelanggan. Layanan pelanggan ditetapkan oleh pemasok atau penyedia layanan, sedangkan kepuasan konsumen ditetapkan oleh konsumen. Meskipun kedua hal tersebut perbedaannya tipis, namun amatlah penting. Memang benar bahwa konsumen tidak selamanya benar, namun bagaimanapun konsumen tetaplah konsumen. Untuk itu memecahkan masalah seringkali lebih penting ketimbang menentukan siapa yang benar. Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja atau hasil dari sebuah produk yang di pikirkan terhadap kinerja atau hasil yang di harapkan (Kotler dan Keller 2009:138). Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya (Supranto 2006:233). PT Asuransi Tri Pakarta adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa asuransi kerugian merupakan bagian dari mesin industri asuransi yang berkembang di indonesia dan sekaligus merupakan dari bagian dari industri secara makro. PT Asuransi Tri Pakarta di dirikan di jl H. Juanda No 42 Bogor. Dengan cabang di Semarang di Jl Suari No 3-4 Semarang. Moto PT Asuransi Tri Pakarta adalah “kepuasan konsumen adalah orientasi utama kami”. PT Asuransi Tri Pakarta secara umum memberikan jasa asuransi kepada masyarakat umum secara personal dan korporasi seperti pemerintah, BUMN dan perusahaan swasta, dalam perluasan usaha PT Asuransi Tri Pakarta memiliki tugas pokok memberikan perlindungan asuransi atas asset atau harta kekayaan milik BNI dan milik nasabah yang menjadi agunan BNI. Kepuasan pengguna merupakan hal yang harus diutamakan oleh perusahaan demi keberlangsungan usahanya. Untuk memenuhi kepuasan pengguna asuransi selalu memperhatikan berbagai faktor seperti kualitas pelayanan, harga, dan kualitas produk yang di tawarkan agar dapat berkualitas. Menyadari akan peranan pengguna dan pengaruh kepuasan pengguna, PT Asuransi Tri Pakarta berupaya mencari cara yang dapat menciptakan kepuasan penggunanya. Oleh karena itu PT Asuransi Tri Pakarta dituntut secara terus-menerus untuk memperhatikan kinerjanya melalui kualitas produk, harga dan kualitas pelayanan agar dapat memberikan kepuasan kepada penggunanya. Hal ini juga ini dianggap penting oleh PT Asuransi Tri Pakarta sehingga perlu dievaluasi kembali tentang seberapa besar pengaruhnya terhadap para pengguna dan sebagai dasar dalam mencapai kemajuan usaha. Fenomena yang terjadi di perusahaan PT. Asuransi Tri Pakarta adalah Manager yang selalu menuntut karyawan yang bekerja lebih ekstra agar tidak terjadi penundaan klaim dari pelanggan asuransi. Tuntutan dari manager ini, seringkali membuat karyawan merasa terbebani dan berdampak pada banyaknya komplain yang terjadi pada para pelanggan asuransi. Berikut ini adalah data yang diperoleh PT Asuransi Tri Pakarta terkait dengan jumlah keluhan konsumen. TABEL 1.1 Data jumlah keluhan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta cabang Semarang Jenis Keluhan 2012 2013 2014 2015 2016 Penundaan Klaim 192 212 265 243 278 Ketidak Cukupan Nilai Klaim 75 188 104 113 125 Penolakan Klaim 329 362 365 372 388 Sumber Data : PT ASURANSI TRIPAKARTA CABANG SEMARANG Dari data di atas menunjukan bahwa jumlah keluhan pemegang polis dari tahun ke tahun semakin meningkat hal ini mengindikasikan bahwa dalam penangganan klaim terjadi banyak penundaan yang dilakukan perusahan di karenakan jumlah klaim yang terlalu besar yang di lakukan oleh para konsumen dari PT Asuransi Tri Pakarta. Kepuasan konsumen tidak sesuai dengan harapan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya dari kualitas pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan konsumen, kualitas produk yang tidak baik dan kurangnya pemahaman konsumen terhadap produk asuransi serta harga yang terlalu tinggi untuk ditawarkan kepada konsumen. Faktor pertama kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan (Tjiptono 2008:59). Kualitas layanan adalah ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi pelanggan (Wijaya (2011:152). Fenomena yang terjadi di PT Asuransi Tri Pakarta adalah sering terjadinya kendala klaim di karenakan seperti pembayaran yang sering terlambat pada pemegang polis serta kurang kuatnya bukti survei yang dilakukan pihak asuransi terhadap klaim yang di ajukan oleh konsumen. Permasalahan tersebut membuat kualitas pelayanan menurun dimana hal tersebut didukung oleh Hasil penelitian Johannes Gerardo Runtunuwu (2014) tentang pengaruh kualitas produk, harga dan kualitas pelayanan terhadap kepuasaan pelanggan cafe dan resto cabang Manado menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengarauh positif terhadap kepuasaan konsumen. Faktor kedua kualitas produk adalah keseluruhan gabungan karakteristik produk yang dihasilkan dari pemasaran, rekayasa, produksi dan pemeliharaan yang membuat produk tersebut dapat digunakan memenuhi harapan pelanggan atau konsumen (Wijaya, 2011:11). Kualitas produk merupakan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau diimplikasikan (Kotler & Armstrong, 2008:272). Fenomena yang terjadi di PT Asuransi Tri Pakarta adalah Asuransi kendaraan bermotor dimana konsumen tidak memahami jumlah klaim yang diberikan oleh pihak asuransi misalnya mobil dari pelanggan mengalami kecelakaan yang tidak terlalu parah tetapi konsumen melakukan klaim yang tinggi sehingga perusahaan tidak dapat memberikan apa yang diharapkan oleh konsumen jadi di sini tentang pemahaman konsumen terhadap kualitas produk pada asuransi sangatlah kurang. Permasalahan tersebut membuat kualitas produk menurun dimana hal tersebut didukung oleh Hasil penelitian Dewi Wulan Retna (2013) tentang pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasaan pelanggan pada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menunjukan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasaan konsumen. Faktor ketiga harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa , atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa (Kotler & Armstrong, 2008: 345). Umar (2009: 21) menyatakan harga merupakan sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Fenomena yang terjadi di PT Asuransi Tri Pakarta adalah tingginya premi yang diberikan pihak asuransi karena premi untuk pihak asuransi mempunyai tingkat premi yang berbeda beda.Sehingga banyak pelanggan yang sering membandingkan premi pada setiap perusahaan disini perusahan juga sudah mengikuti harga yang diberikan oleh pihak asuransi lainnya. Permasalahan tersebut membuat harga menurun dimana hal tersebut didukung oleh Hasil penelitian Johannes Gerardo Runtunuwu (2014) tentang pengaruh kualitas produk, harga dan kualitas pelayanan terhadap kepuasaan konsumen cafe dan resto cabang Manado menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengarauh positif terhadap kepuasaan konsumen. Berdasarkan teori, fenomena dan didukung dengan hasil penelitian atau jurnal maka perlu dilakukan penelitian dengan judul : “ ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN ( Studi Kasus Pada Konsumen PT ASURANSI TRI PAKARTA Cabang SEMARANG ”. 1.2 Rumusan Masalah Dari uraian diatas maka masalah dalam penelitian ini adalah masih terdapatnya keluhan penanganan pelanggan PT Asuransi Tri Pakarta. Maka perumusan masalah untuk penelitian ini adalah bagaimana upaya PT Asuransi Tri Pakarta bisa mengurangi keluhan penanganan jumlah klaim sehingga kepuasan pelanggan dapat tercapai. Pertanyaan penilitian yang muncul adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta? 2. Bagaimana kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta? 3. Bagaimana harga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta? 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pentingnya kualitas pelayanan, kualitas produk dan harga terhadap kepuasan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta dengan tujuan : 1. Untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta. 2. Untuk menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta. 3. Untuk menganalisis pengaruh harga terhadap kepuasan kepuasan PT Asuransi Tri Pakarta. 1.4 Manfaat Penelitian 1. Bagi perusahaan, penelitian ini berguna dalam memberikan masukan kepada perusahaan sebagai program tindak lanjut untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan konsumen PT Asuransi Tri Pakarta. 2. Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang pentingnya kualitas pelayanan, kualitas produk dan harga terhadap kepuasan konsumen. 3. Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi mengenai analisis pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk dan harga terhadap kepuasan konsumen. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian. Dari pengertian tersebut dijelaskan bahwa variabel penelitian adalah faktor-faktor yang berperan penting dalam peristiwa atau gejala yang diamati. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel penelitian yang digunakan yaitu : a. Variabel bebas (independent variable) Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah variabel kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga. b. Variabel terikat (dependent variable) Variabel terikat adalah variabel yang memberikan reaksi jika dihubungkan dengan variabel bebas atau nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah kepuasan konsumen. 3.1.2 Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel yaitu mengubah konsep-konsep yang masih berupa abstrak dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain berdasarkan variabelvariabel yang digunakan. Definisi operasional di bawah ini merupakan indikator dari masing-masing variabel yang digunakan untuk mengukur persepsi konsumen. Berikut tabel definisi operasional dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel dan Indikator Pengukuran No 1 Nama Variabel Kualitas Pelayanan Kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan (Tjiptono dan Diana, 1998) 2 Kualitas Produk Kualitas produk adalah salah satu faktor yang diandalkan oleh seorang pemasar dalam memasarkan suatu produk (Fandy Tjiptono, 2006) 3 Harga Harga merupakan penilaian pelanggan dan bentuk emosional yang terasosiasi mengenai apakah harga yang ditawarkan oleh penjual dan harga yang dibandingkan dengan pihak lain masuk diakal, dapat diterima atau dapt dijustifikasi. (Xia et al dalam Lee dan Lawson-Body, 2011) Kepuasan Pelanggan Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah 4 Indikator Kerapihan berpakaian karyawan Karyawan melayani pelanggan secara tepat Karyawan senantiasa membantu pelanggan Karyawan memiliki pengetahuan tentang produk Karyawan memiliki perhatian personal terhadap pelanggan Kinerja Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan Kesesuaian dengan spesifikasi Kualitas yang dipersepsikan Keterjangkauan harga Kesesuaian harga dengan kualitas produk Daya saing harga Kesesuaian harga dengan manfaat Potongan harga khusus Kualitas Produk Harga Kualitas pelayanan Sumber Edy Haryanto, 2013 Gretel Griselda, Tagor Muda Panjaitan, 2007 Dewi Wulan Retna, Angga Sulistiono, 2013 Lily Harjati dan Yurike Venesia, 2015 Johannes Gerardo Runtunuwu, Sem Oroh, Rita Taroreh, 2014 Johannes Gerardo Runtunuwu, Sem Oroh, Rita Taroreh, 2014 membandingkan kinerja atau Terpenuhnya harapan hasil dari sebuah produk yang pelanggan dipikirkan terhadap kinerja Sikap keinginan untuk atau hasil yang diharapkan menggunakan kembali (Kotler dan Keller, 2009) produk 3.2 Obyek Penelitian, Unit Sampel, Populasi, dan Penentuan Sampel 3.2.1 Obyek Penelitian dan Unit Sampel Obyek dalam penelitian ini adalah PT Asuransi Tri Pakarta yang bergerak di bidang asuransi, yang melayani berbagai maacam asuransi. Beralamat di jalan Suari No 3-4 Semarang. 3.2.2 Populasi dan Penentuan Sampel 3.2.2.1 Populasi Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga, atau dapat juga diartikan sebagai sekumpulan unsur-unsur yang menjadi objek penelitian. Adapun yang dijadikan sebagai populasi dalam penelitian ini adalah konsumen asuransi PT Asuransi Tri Pakarta. 3.2.2.2 Sampel Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan ketentuan menurut Roscoe, 1975 (dalam Sekaran, 2003, Hair dkk, Tabachic & Fidell) diperoleh pedoman umum yang dapat digunakan untuk menentukan besarnya sampel penelitian adalah dalam penelitian multivariate, besarnya sampel ditentukan sebanyak 25 kali variabel independen. Analisis regresi dengan 3 variabel independen membutuhkan kecukupan sampel sebanyak 75 sampel responden. (dikutip dalam buku Prof. Augusty Ferdinand, 2013:173). Berdasarkan ketentuan di atas maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 variabel independen dikali 25 sehingga menjadi 75 responden. Metode sampling yang digunakan yaitu random sampling. Random sampling adalah pengambilan sampel pengambilan sampel dimana semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen asurasni PT Asuransi Tri Pakarta Semarang. 3.3 Jenis dan Sumber Data 3.3.1 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner, wawancara langsung dengan responden dan observasi (Suharsimi Arikunto, 2002). b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung baik berupa struktur organisasi, sejarah dan perkembangan perusahaan, literatur, maupun studi pustaka dan jurnal ekonomi yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 2002). 3.3.2 Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Sumber Data Primer Sumber data diperoleh dari jawaban responden atas kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian. b. Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder berasal dari perusahaan yang menjadi objek penelitian, dalam hal ini adalah data perusahaan PT Asuransi Tri Pakarta Semarang. 3.4 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 3.4.1 Kuesioner (Angket) Merupakan suatu cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan respon atas dasar pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan dapat bersifat terbuka, jika jawaban tidak ditentukan sebelumnya, sedangkan bersifat tertutup jika alternatif-alternatif jawaban telah disediakan (Umar, 2002). 3.5 3.5.1 Metode Analisis Analisis Data Kualitatif Analisis data kualitatif merupakan analisis yang bersifat memberi keteranganketerangan dan penjelasan-penjelasan dari hasil kuesioner yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk memberikan saran-saran (Suharsimi Arikunto, 2002). 3.5.2 Analisis Data Kuantitatif Merupakan analisis yang dilakukan dengan angka-angka dan perhitungan secara matematis yang diuraikan dalam angka-angka atau rumus-rumus (Suharsimi Arikunto, 2002). Adapun teknik pengolahan data sebelum analisis dilakukan adalah sebagai berikut : a. Editing yaitu proses yang dilakukan setelah semua data terkumpul untuk melihat apakah jawaban pada kuesioner sudah terisi dengan lengkap atau belum. b. Coding yaitu pemberian kode tertentu terhadap aneka ragam jawaban dari kuesioner untuk dikelompokan ke dalam kategori yang sama, c. Skoring yaitu proses pemberian nilai atau harga yang berupa angkaangka pada jawaban untuk memperoleh data kuantitatif yang diperlukan. Untuk keperluan analisis secara kuantitatif ini maka jawaban diberi skor/nilai dengan skala Linkert sebagai berikut : 1) Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) 2) Skor 4 untuk jawaban Setuju (S) 3) Skor 3 untuk jawaban Cukup Setuju (CS) 4) Skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS) 5) Skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) d. Tabulasi yaitu langkah untuk mengelompokkan jawaban dengan teliti dan teratur, kemudian dihitung dan dijumlahkan sampai terwujud bentuk tabel yang sama.Dalam penelitian ini, analisis kuantitatif yang digunakan adalah : 3.5.2.1 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur kuesioner tersebut (Ghozali, 2011).Cara yang paling banyak dipakai untuk mengetahui validitas suatu alat pengukur adalah dengan cara mengkorelasikan skor yang diperoleh pada masingmasing item (pertanyaan atau pernyataan) dengan skor item dan skor total haruslah signifikan berdasarkan ukuran statistik tertentu. Untuk menguji validitas dari pertanyaan, dengan taraf signifikasi (α) = 5% digunakan rumus koefisien korelasi product moment dari Karl Person (Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi, 1995). Adapun rumus perhitungan tersebut adalah sebagai berikut : r n X n X i Yi X i Yi X i n Yi 2 i 2 Y ........................................ ( 1 ) 2 i di mana : r = angka korelasi product moment x = indikator setiap variabel (skor tiap pertanyaan) y = variabel (skor total) n = banyaknya responden α = 5% Menurut Suharsimi (dalam Umar, 2002), langkah-langkah menguji validitas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur. 2. Melakukan uji coba pengukur tersebut pada sejumlah responden. 3. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban. 4. Menghitung korelasi antara masing-masing persyaratan dengan skor total memakai rumus teknik korelasi product moment. Setelah perhitungan dilakukan (dalam hal ini proses perhitungan dibantu dengan program SPSS) kemudian nilai r yang diperoleh dibandingkan dengan nilai r tabel sesuai dengan baris n dan taraf signifikansi (α) = 5% dalam pengujian validitas kuesioner dikatakan valid apabila r hitung > r tabel. 3..5.2.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas sebenarnya adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011). Untuk menghitung tingkat reliabilitas suatu data yaitu dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Adapun rumus perhitungan tersebut adalah sebagai berikut : ................................................................................ ( 2 ) di mana : α = koefisien reliabilitas k = jumlah item per variabel X r = mean korelasi antar item Kuesioner dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,6 di mana pada pengujian reliabilitas ini menggunakan program SPSS. 3.5.2.3 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data ( titik ) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya (Ghozali, 2011). Dasar keputusannya adalah : a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Alat statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis : Ho : Data residual berdistribusi normal Ha : Data residual tidak berdistribusi normal Jika nilai Asymptotic Significant > 0,05 maka dapat dikatakan data terdistribusi normal. 2. Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Multikolonieritas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannnya (2) variance inflation factor (VIF). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10 (Ghozali, 2011). Jika variabel bebas memiliki VIF < 10 atau nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 maka tidak ada multikolonieritas antar variabel bebas. 3. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2011). Dasar analisis adalah: a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas. 3.5.2.4 Analisis Regresi Berganda Secara umum, analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan/atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Gujarati, 2003 dalam Ghozali, 2011). Susunan modelnya adalah sebagai berikut : Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e ......................................................... ( 3 ) Dimana : Y = kepuasan pelanggan X1 = kualitas pelayanan X2 = kualitas produk X3 = harga b1,b2,b3 = koefisien regresi e = error 3.5.2.5 Uji t Uji t merupakan suatu uji untuk menganalisis signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Uji t untuk mengetahui signifikansi dari hasil penelitian maka perlu dilakukan uji sebagai berikut : a. Menentukan formulasi hipotesis H0 dan Ha untuk variabel kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga. H0 : β = 0 (tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga secara parsial terhadap kepuasan pelanggan) Ha : β > 0 (ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga secara parsial terhadap kepuasan pelanggan) b. Level signifikan α = 0,05 sampel n t tabel = ( α , n-k) c. Cara menghitung t .................................................................................................( 4 ) Keterangan : β = koefisien regresi sb = standar kesalahan (error) masing-masing regresi Daerah penolakan Ho Daerah penerimaan Ho t tabel 0 Gambar 3.1 : Uji t Kesimpulan kepuasan : 1. Apabila t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga secara parsial terhadap kepuasan pelanggan. 2. Apabila t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga secara parsial terhadap kepuasan pelanggan. 3.5.2.6 Uji Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai adjusted R2yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabelvariabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011).