PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI SMP

advertisement
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
Author : Chaidar Warianto
Publish : 24-05-2011 12:33:55
A.
Latar Belakang
Umumnya pembelajaran dilakukan dalam bentuk satu arah. Guru lebih banyak ceramah dihadapan siswa
sementara aktivitas siswa lebih banyak mendengarkan. Guru beranggapan tugasnya hanya mentransfer
pengetahuan yang dimiliki dengan target tersampaikannya topik-topik yang tertulis dalam dokumen
kurikulum. Pada umumnya guru tidak memberi inspirasi kepada siswa untuk berkreasi dan tidak melatih siswa
untuk hidup mandiri. Pelajaran yang disajikan guru kurang menantang siswa untuk berpikir. Akibatnya siswa
tidak menyenangi pelajaran.
Paradigma pembelajaran di kelas dewasa ini telah mengalami pergeseran orientasi. Semula, orientasi
pembelajaran itu tidak lebih sekedar penyampaian informasi kepada peserta didik. Namun sekarang,
pembelajaran lebih diutamakan untuk menggali potensi peserta didik, sehingga memancar daripadanya
pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilannya (psikomotor). Strategi yang digunakan pun tidak
lagi sekedar pemberian materi, tetapi juga menstimulasi peserta didik agar mampu merumuskan sendiri
konsep-konsep yang dipelajarinya.
Adanya pergeseran paradigma itu mejadikan peran guru di kelas berubah, dari peran yang hanya penyampai
informasi (transformator) kepada peran sebagai perantara (fasilitator dan mediator). Dengan kata lain,
pergeseran dari “teacher centered” ke “student centered“. Adanya pergeseran
paradigma tersebut, menuntut guru untuk lebih meningkatkan kompetensinya, baik sebagai seorang
profesionalisme maupun sebagai seorang craftmant (tenaga ahli dan terampil).
Untuk mengatasi hal-hal tersebut guru perlu melakukan lesson study, sehingga guru dapat melakukan review
terhadap kinerjanya yang selanjutnya dapat digunakan sebagai masukan untuk memperbaiki kinerjanya.
Dengan melaksanakan Lesson study, wawasan guru akan berkembang dan termotivasi untuk selalu berinovasi
yang selanjutnya akan menjadi guru yang profesional.
Lesson Study dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan keprofesionalan guru, yaitu dengan
menguraikan delapan pengalaman yang diberikan Lesson Study kepada guru sebagai berikut. Lesson Study
memungkinkan guru untuk:
memikirkan dengan cermat mengenai tujuan dari pembelajaran, materi pokok, dan bidang studi,
mengkaji dan mengembangkan pembelajaran terbaik yang dapat dikembangkan,
memperdalam pengetahuan mengenai mengenai materi pokok yang diajarkan,
memikirkan secara mendalam tujuan jangka panjang yang akan dicapai berkaitan dengan siswa,
merancang pembelajaran secara kolaboratif,
mengkaji secara cermat cara dan proses belajar serta tingkah laku siswa,
mengembangkan pengetahuan pedagogis yang kuat/penuh daya, dan
melihat
hasil pembelajaran sendiri melalui mata siswa dan kolega.
Lesson study mentargetkan pencapaian berbagai kualitas siswa yang mempengaruhi kegiatan belajar
mengajar. Kegiatan belajar adalah kebiasaan berpikir dan bersikap (the habbits of mind and heart that are
fundamental to success in school). Kebiasaan berpikir dan bersikap itu berupa ketekunan (peristence),
kerjasama (cooperation), tanggung jawab (responsibility), dan kemauan untuk bekerja keras (willingness to
work hard). Oleh karena itu, guru harus bekerja sama sebagai satu tim untuk menciptakan lingkungan belajar
yang baik.
Lesson Study bukan metoda atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan Lesson Study dapat menerapkan
berbagai metoda/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi
Page 1
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
guru. Lesson study dapat dilakukan oleh sejumlah guru dan pakar pembelajaran yang mencakup 3 (tiga) tahap
kegiatan, yaitu perencanaan (planning), implementasi (action) pembelajaran dan observasi serta refleksi
(reflection) terhadap perencanaan dan implementasi pembelajaran tersebut, dalam rangka meningkatkan
kualitas pembelajaran.
Lesson Study pada dasarnya adalah salah satu bentuk kegiatan pengembangan profesional guru yang
bercirikan guru membuka pelajaran yang dikelolanya untuk guru sejawat lainnya sebagai observer, sehingga
memungkinkan guru-guru dapat membagi pengalaman pembelajaran dengan sejawatnya. Lesson study
merupakan proses pelatihan guru yang bersiklus, diawali dengan seorang guru: 1) merencanakan pelajaran
melalui eksplorasi akademik terhadap materi ajar dan alat-alat pelajaran; 2) melakukan pembelajaran
berdasarkan rencana dan alat-alat pelajaran yang dibuat, mengundang sejawat untuk mengobservasi; 3)
melakukan refleksi terhadap pelajaran tadi melalui tukar pandangan, ulasan, dan diskusi dengan para observer.
Oleh karena itu, implementasi program lesson study perlu dimonitor dan dievaluasi sehingga akan diketahui
bagaimana keefektifan, keefesienan dan perolehan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Lesson study sebagai salah satu program kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas
pembelajaran dapat dikembangkan di sekolah sebagai studi untuk analisis atas suatu praktik pembelajaran
yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis riset untuk menemukan inovasi pembelajaran tertentu.
Kekurangan yang sangat menonjol yaitu dalam hal kualitas siswa yang menjadi input. Seluruh siswa yang
melanjutkan ke SMP TUNAS AGRO berasal dari SDN yang ada di sekitar perkebunan yang kualitasnya
kurang baik. Kemampuan akademik anak-anak pada umumnya masih sangat terbatas sehingga perlu
pembinaan yang intensif dan terencana. Akibat terbatasnya informasi dan pergaulan, sebagian besar siswa
tidak memiliki wawasan yang luas dan baik tentang pentingnya pendidikan. Sebagian besar siswa kurang
menyadari pentingnya pendidikan bagi kehidupan mereka kelak. Akibatnya motivasi siswa untuk belajar dan
berprestasi juga rendah.
Perlunya penerapan lesson study berbasis sekolah dalam mengembangkan pembelajaran guru dalam
mengaktifkan siswa belajar di SMP Tunas Agro
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
Bagaimanakah penerapan lesson study berbasis sekolah di SMP Tunas Agro ?
Apa manfaat bagi guru setelah mengimplementasikan lesson study di SMP Tunas Agro ?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka beberapa tujuan sebagai berikut :
Mendeskripsikan pelaksanaan lesson study berbasis sekolah di SMP Tunas Agro
Mengetahui manfaat lesson study dalam mengembangkan pembelajaran guru mengaktifkan siswa belajar
1. Pengertian Lesson Study
Lesson Study yaitu suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara
kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun
komunitas belajar . Dengan demikian, Lesson Study bukan metoda atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan
Page 2
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
Lesson Study dapat menerapkan berbagai metoda/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi,
dan permasalahan yang dihadapi guru. Lesson study dapat dilakukan oleh sejumlah guru dan pakar
pembelajaran yang mencakup 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu perencanaan (planning), implementasi (action)
pembelajaran dan observasi serta refleksi (reflection) terhadap perencanaan dan implementasi pembelajaran
tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
Lesson Study pada dasarnya adalah salah satu bentuk kegiatan pengembangan profesional guru yang
bercirikan guru membuka pelajaran yang dikelolanya untuk guru sejawat lainnya sebagai observer, sehingga
memungkinkan guru-guru dapat membagi pengalaman pembelajaran dengan sejawatnya. Lesson study
merupakan proses pelatihan guru yang bersiklus, diawali dengan seorang guru: 1) merencanakan pelajaran
melalui eksplorasi akademik terhadap materi ajar dan alat-alat pelajaran; 2) melakukan pembelajaran
berdasarkan rencana dan alat-alat pelajaran yang dibuat, mengundang sejawat untuk mengobservasi; 3)
melakukan refleksi terhadap pelajaran tadi melalui tukar pandangan, ulasan, dan diskusi dengan para observer.
Oleh karena itu, implementasi program lesson study perlu dimonitor dan dievaluasi sehingga akan diketahui
bagaimana keefektifan, keefesienan dan perolehan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Lesson study sebagai salah satu program kegiatan untuk meningkatkan
kompetensi guru dan kualitas pembelajaran dapat dikembangkan di sekolah sebagai studi untuk analisis atas
suatu praktik pembelajaran yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis riset untuk menemukan
inovasi pembelajaran tertentu.
2. Pelaksanaan Lesson Study Berbasis Sekolah
Robinson (2006) mengusulkan ada delapan tahap berdasarkan pada banyaknya kegiatan yang diperlukan
dalam pelaksanaan lesson study, yakni:
Tahap 1: Pemilihan topik lesson study
Tahap 2: Melakukan reviu silabus untuk mendapatkan kejelasan tujuan pembelajaran untuk topik tersebut dan
mencari ide-ide dari materi yang ada dalam buku pelajaran. Selajutnya bekerja dalam kelompok untuk
menyusun rencana pembelajaran.
Tahap 3: Setiap tim yang telah menyusun rencana pembelajaran menyajikan atau mempresentasikan rencana
pembelajarannya, sementara kelompok lain memberi masukan, sampai akhirnya diperoleh rencana
pembelajaran yang lebih baik.
Tahap 4: Guru yang ditunjuk oleh kelompok menggunakan masukan-masukan tersebut untuk memperbaiki
rencana pembelajaran.
Tahap 5: Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan rencana pembelajarannya di depan semua anggota
kelompok lesson study untuk mendapatkan balikan.
Tahap 6: Guru yang ditunjuk tersebut memperbaiki kembali secara lebih detail rencana pembelajaran dan
mengirimkan pada semua guru anggota kelompok, agar mereka tahu bagaimana pembelajaran akan
dilaksanakan di kelas.
Tahap 7: Para guru dapat mempelajari kembali tentang rencana pembelajaran tersebut dan
mempertimbangkannya dari berbagai aspek pengalaman pembelajaran yang mereka miliki, khususnya
difokuskan pada hal-hal yang penting seperti : hal-hal yang akan dilakukan guru, pemahaman siswa, proses
pemecahan oleh murid, dan kemungkinan yang akan terjadi dalam implementasi pembelajarannya.
Tahap 8: Guru yang ditunjuk tersebut melaksanakan rencana pembelajaran di kelas, sementara guru yang lain
bersama dosen/pakar mengamati sesuai dengan tugas masing-masing untuk memberi masukan pada guru.
Pertemuan refleksi segera dilakukan secepatnya kegiatan pelaksanaan pembelajaran, untuk memperoleh
masukan dari guru observer, dan akhirnya komentar dari dosen atau pakar luar tentang keseluruhan proses
serta saran sebagai peningkatan pembelajaran, jika mereka mengulang di kelas masing-masing atau untuk
topik yang berbeda.
Dari delapan tahapan di atas tampak adanya upaya penyusunan dan perbaikan rencana pembelajaran yang
berulang-ulang untuk memperoleh rencana pembelajaran yang terbaik.
Dalam implementasi lesson study yang dilakukan oleh IMSTEP-JICA di Indonesia, Saito, dkk (2005)
Page 3
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
mengenalkan lesson study yang berorientasi pada
praktik. Lesson study yang dilaksanakan tersebut terdiri atas 3 tahap pokok, yakni:
1. Merencanakan pembelajaran dengan penggalian akademis pada topik dan alat-alat pembelajaran yang
digunakan, yang selanjutnya disebut tahap Plan.
2. Melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada rencana pembelajaran dan alat-alat yang disediakan, serta
mengundang rekan-rekan sejawat untuk mengamati. Kegiatan ini disebut tahap Do.
3. Melaksanakan refleksi melalui berbagai pendapat/tanggapan dan diskusi bersama pengamat/observer.
Kegiatan ini disebut tahap See.
a) Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah yang ada di kelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson
study dan perencanaan alternatif pemecahannya. Identifikasi masalah dalam rangka perencanaan pemecahan
masalah tersebut berkaitan dengan pokok bahasan (materi pelajaran) yang relevan dengan kelas dan jadwal
pelajaran, karakteristik siswa dan suasana kelas, metode/pendekatan pembelajaran, media, alat peraga, dan
evaluasi proses dan hasil belajar.
Dari hasil identifikasi tersebut didiskusikan (dalam kelompok lesson study)
tentang pemilihan materi pembelajaran, pemilihan metode dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa,
serta jenis evaluasi yang akan digunakan. Pada saat diskusi, akan muncul pendapat dan sumbang saran dari
para guru dan pakar dalam kelompok tersebut untuk menetapkan pilihan yang akan diterapkan. Pada tahap ini,
pakar dapat mengemukakan hal-hal penting/baru yang perlu diketahui dan diterapkan oleh para guru, seperti
pendekatan pembelajaran konstruktif, pendekatan pembelajaran yang memandirikan belajar siswa,
pembelajaran kontekstual, pengembangan life skill, Realistic Mathematics Education, pemutakhiran materi
ajar, atau lainnya yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan tersebut.
Hal yang penting pula untuk didiskusikan adalah penyusunan lembar observasi, terutama penentuan
aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam suatu proses pembelajaran dan indikator-indikatornya, terutama
dilihat dari segi tingkah laku siswa. Aspek-aspek proses pembelajaran dan indikator-indikator itu disusun
berdasarkan perangkat pembelajaran yang dibuat serta kompetensi dasar yang ditetapkan untuk dimiliki siswa
setelah mengikuti proses pembelajaran.
Dari hasil identifikasi masalah dan diskusi perencanaan pemecahannya, selanjutnya disusun dan dikemas
dalam suatu perangkat pembelajaran yang terdiri atas :
i. Rencana Pembelajaran (RP)
ii. Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran (Teaching Guide)
iii. Lembar Kerja Siswa (LKS)
iv. Media atau alat peraga pembelajaran
v. Instrumen penilaian proses dan hasil pembelajaran.
vi. Lembar observasi pembelajaran.
Penyusunan perangkat pembelajaran ini dapat dilakukan oleh seorang guru atau beberapa orang guru atas
dasar kesepakatan tentang aspek-aspek pembelajaran yang direncanakan sebagai hasil dari diskusi. Hasil
penyusunan perangkat pembelajaran tersebut perlu dikonsultasikan dengan dosen atau guru yang dipandang
pakar dalam kelompoknya untuk disempurnakan.
Perencanaan itu dapat juga diatur sebaliknya, yaitu seorang atau beberapa orang guru yang ditunjuk dalam
kelompok mengidentifikasi permasalahan dan membuat perencanaan pemecahannya yang berupa
perangkat-perangkat pembelajaran untuk suatu pokok bahasan dalam suatu mata pelajaran yang telah
ditetapkan dalam kelompok. Selanjutnya, hasil identifikasi masalah dan perangkat pembelajaran tersebut
didiskusikan untuk disempurnakan.
b) Implementasi dan Observasi
Pada tahap ini seorang guru yang telah ditunjuk (disepakati) oleh kelompoknya, melakukan implementasi
Page 4
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun tersebut, di kelas. Pakar dan guru lain melakukan
observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan dan perangkat lain yang diperlukan.
Para observer ini mencatat hal-hal positif dan negatif dalam proses pembelajaran, terutama dilihat dari segi
tingkah laku siswa. Selain itu (jika memungkinkan), dilakukan rekaman video (audio visual) yang
mengclose-up kejadian-kejadian khusus (pada guru atau siswa) selama pelaksanaan pembelajaran. Hasil
rekaman ini berguna nantinya sebagai bukti autentik kejadian-kejadian yang perlu didiskusikan dalam tahap
refleksi atau pada seminar hasil lesson study, di samping itu dapat digunakan sebagai bahan diseminasi kepada
khalayak yang lebih luas.
c. Refleksi
Selesai praktik pembelajaran, segera dilakukan refleksi. Pada tahap refleksi ini, guru yang tampil dan para
observer serta pakar mengadakan diskusi tentang pembelajaran yang baru saja dilakukan. Diskusi ini dipimpin
oleh Kepala Sekolah, Koordinator kelompok, atau guru yang ditunjuk oleh kelompok. Pertama guru yang
melakukan implementasi rencana pembelajaran diberi kesempatan untuk menyatakan kesan-kesannya selama
melaksanakan pembelajaran, baik terhadap dirinya maupun terhadap siswa yang dihadapi.
Selanjutnya observer (guru lain dan pakar) menyampaikan hasil analisis data observasinya, terutama yang
menyangkut kegiatan siswa selama berlangsung pembelajaran yang disertai dengan pemutaran video hasil
rekaman pembelajaran. Selanjutnya, guru yang melakukan implementasi tersebut akan memberikan tanggapan
balik atas komentar para observer. Hal yang penting pula dalam tahap refleksi ini adalah mempertimbangkan
kembali rencana pembelajaran yang telah disusun sebagai dasar untuk perbaikan rencana pembelajaran
berikutnya. Apakah rencana pembelajaran tersebut telah sesuai dan dapat meningkatkan performance
keaktifan belajar siswa. Jika belum ada kesesuaian, hal-hal apa saja yang belum sesuai, metode
pembelajarannya, materi dalam LKS, media atau alat peraga, atau lainnya. Pertimbangan-pertimbangan ini
digunakan untuk perbaikan rencana pembelajaran selanjutnya.
Beberapa penerapan lesson study berbasis sekolah di SMP Tunas Agro adalah sebagai berikut :
Kegiatan Lesson Study Mata Pelajaran IPA – Fisika
Nama Pengajar
: Muhamad Iman Firmansyah, S.Pd.
Kelas Ajar
: IX – B
Materi Ajar
: Magnet
Kegiatan Lesson Study mata pelajaran IPA – Fisika yang pelaksanaannya memberikan pengalaman
yang sangat berharga.
bahwa untuk membuat sebuah pembelajaran yang dikatakan berhasil diperlukan perencanaan yang sangat
matang.
Untuk itulah, rencana pembelajaran yang akan dibuat harus dapat memprediksi dan membuat alternatif solusi
untuk semua kejadian yang mungkin akan terjadi selama kegiatan pembelajaran. Hal ini penting untuk
mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menghambat pembelajaran yang akan diperoleh siswa.
Beberapa hal yang dapat menghambat dan alternatif solusi yang disarankan, diantaranya :
a)
Ketidaksesuaian antara alokasi waktu dalam perencanaan dengan pelaksanaan kegiatan, biasanya hal
ini terjadi dikarenakan oleh adanya beberapa kegiatan yang muncul selama kegiatan pembelajaran.
Solusi : Mengarahkan setiap kegiatan yang tidak terprediksi ke kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan
agar alokasi waktu tetap sesuai dengan perencanaan.
b)
Bimbingan langsung untuk siswa yang belum paham diberikan dalam batasan waktu tertentu
sehingga semua siswa yang belum paham dapat terakomodasi.
Solusi : Membagi siswa dalam kelompok - kelompok kecil dengan kriteria tertentu semisal tingkat penerimaan
materi ajarnya, atau pun berdasarkan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan Lesson Study Mata Pelajaran IPA – Biologi
Page 5
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
Nama Pengajar
: Chaidar Warianto, M.Pd.
Kelas Ajar
: VII – A
Materi Ajar
: Sistem Ekskresi
Kegiatan Lesson Study IPA – Biologi, memberikan banyak masukan yang sangat berarti.
Dari kegiatan ini mendapatkan hal – hal sebagai berikut :
Kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan sangat baik jika dalam kegiatan pembelajaran disisipi dengan
candaan, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih menarik.
Evaluasi pembelajaran dapat dibuat semenarik mungkin, dari kegiatan ini penulis mendapatkan bahwa
evaluasi yang digunakan oleh guru mata pelajaran diberikan dengan sebuah permainan sehingga siswa lebih
nyaman dan lebih tertarik lagi untuk belajar.
Kegiatan pembelajaran akan berjalan lebih baik jika terdapat komunikasi dua arah sehingga ada proses timbal
balik baik dari siswa ataupun dari pengajarnya. Kegiatan pembelajaran yang menggunakan komunikasi satu
arah akan cenderung membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih monoton, dan membosankan.
Kegiatan Lesson Study Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Nama Pengajar : Muhammad Ihsannudin, S.Pd.I.
Kelas Ajar
: VII – B
Materi Ajar
: Shalat Jamak, Shalat Qasar dan Shalat Jamak – Qasar.
Kegiatan Lesson Study Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, bahwa sebuah kegiatan pembelajaran yang
nyaman adalah sebuah kegiatan pembelajaran yang penuh dengan kehangatan seorang guru. Penulis
mendapatkan bahwa belajar bukanlah dengan paksaan akan tetapi dengan kasih sayang, sehingga siswa
merasa bahwa belajar bukanlah sebuah paksaan akan tetapi sebuah kesenangan.
Kegiatan pembelajaran yang penuh dengan paksaan hanya akan membuat siswa tertekan dan pada akhirnya
tujuan akhir dari sebuah kegiatan pembelajaran yang diharapkan tidak dapat tercapai secara utuh.
2. Manfaat Lesson Study Berbasis Sekolah
Lesson study dipilih dan dimplementasikan karena beberapa alasan. Pertama, lesson study merupakan suatu
cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas belajar siswa.
Hal ini karena (1) pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil “sharing”
pengetahuan profesional yang berlandaskan pada praktik dan hasil pengajaran yang dilaksanakan para guru,
(2) penekanan mendasar pada pelaksanaan suatu lesson study adalah agar para siswa memiliki kualitas belajar,
(3) kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa, dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaran
di kelas, (4) berdasarkan pengalaman real di kelas, lesson study mampu menjadi landasan bagi pengembangan
pembelajaran, dan (5) lesson study akan menempatkan peran para guru sebagai peneliti pembelajaran (Lewis,
2002).
Kedua, lesson study yang didisain dengan baik akan menjadikan guru yang profesional dan inovatif. Dengan
melaksanakan lesson study para guru dapat (1) menentukan kompetensi yang perlu dimiliki siswa,
merencanakan dan melaksanakan pembelajaran (lesson) yang efektif; (2) mengkaji dan meningkatkan
pelajaran yang bermanfaat bagi siswa; (3) memperdalam pengetahuan tentang mata pelajaran yang disajikan
para guru; (4) menentukan standar kompetensi yang akan dicapai para siswa; (5) merencanakan pelajaran
secara kolaboratif; (6) mengkaji secara teliti belajar dan perilaku siswa; (7) mengembangkan pengetahuan
Page 6
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
pembelajaran yang dapat diandalkan; dan (8) melakukan refleksi terhadap pengajaran yang dilaksanakannya
berdasarkan pandangan siswa dan koleganya (Lewis, 2002).
Wang-Iverson dan Yoshida (2005) mengatakan bahwa lesson study memiliki beberapa manfaat sebagai
berikut.
1). Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya)
2). Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya
3). Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan dan urutan materi dalam kurikulum.
4). Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar siswa.
5). Menciptakan terjadinya pertukaran pengetahuan tentang pemahaman berpikir dan belajar siswa
6). Meningkatkan kolaborasi pada sesama guru.
Beberapa manfaat yang di dapat setelah guru mengimplementasikan lesson study di SMP Tunas Agro
adalah sebagai berikut :
Guru
Bahasa Indonesia yang menyampaikan manfaat lesson study berbasis sekolah :
Ada beberapa hal yang saya pribadi rasakan mengenai kegiatan ini, diantaranya yaitu;
Kolektivitas.
Jika biasanya program perbaikan diupayakan oleh tiap individu, maka kegiatan Lesson Study justru
mensyaratkan kebersamaan. Kesuksesan peserta didik dan proses belajar mengajar di kelas menjadi tanggung
jawab bersama. Siklus ”plan see do” pada kegiatan Lesson Study merupakan hasil musyawarah
terbuka para guru.
Terpusat pada peserta didik dan proses belajar mengajar.
Kegiatan Lesson Study tidak menyasar hal kompleks seperti quo vadis sekolah, namun kegiatan ini tak kalah
penting fungsinya. Peserta didik dan proses belajar mengajar yang merupakan “hati” dari
sebuah sekolah benar-benar diperhatikan. Pertanyaan-pertanyaan seperti; Kapan siswa antusias? Kapan siswa
mengantuk? Bagian pelajaran mana yang menginspirasi? Tugas seperti apakah yang mudah namun kaya
makna? Dan apakah kerja perseorangan atau kelompok? Dapat terjawab dalam kegiatan ini.
Guru-guru yang berperan sebagai observer memiliki kesempatan untuk mempelajari banyak hal dari guru yang
melaksanakan proses belajar mengajar. Secara unik, kegiatan ini mewajibkan setiap observer untuk
menuliskan tiga nilai positif dari guru ketika mengajar.
Belajar dari rekan sejawat.
Belajar dari rekan sejawat Saya anggap lebih mudah tinimbang belajar pada pakar pendidikan yang
membagikan ilmunya pada kegiatan pelatihan atau seminar. Belajar dari rekan sejawat, tantangan kesenjangan
dari segi ilmu, pengalaman, budaya, dan usia lebih mudah disikapi. Kegiatan Lesson Study pun pada akhirnya
memupuk para guru melakukan kerja keras berupa refleksi, inovasi, dan konsistensi pelaksanaan pembelajaran
yang efektif. Rasanya malu bila tidak menyajikan yang terbaik pada siswa dan observer.
Berbasis sekolah atau mata pelajaran.
Intensitas program KKG atau MGMP tak mungkin dilaksanakan secara rutin di wilayah Kabupaten Seruyan.
Sebab utama adalah jarak dan waktu. Sebagai contoh, ada guru yang menempuh jarak sekira 400 km via darat
dan air untuk menghadiri forum KKG atau MGMP di Kuala Pembuang (Ibu kota kabupaten). Lesson Study
yang berbasis pada sekolah atau mata pelajaran membuat kegiatan ini mudah dan murah dari segi pelaksanaan.
Guru
Pendidikan Agama Islam menyampaikan manfaat lesson study berbasis sekolah :
Pengoptimalan pembelajaran pada peserta didik.
Dengan adanya Lesson study dapat terlihat bahwa guru dalam proses pembelajarannya lebih banyak
mengoptimalkan peserta didik. Peserta didik dipacu untuk selalu aktif dalam proses pembelajaran dikelas, baik
Page 7
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
dalam interaksi dalam kelompoknya maupun teman di kelas.
Banyak metode dan model pembelajaran yang diambil
Dengan dilaksanakan Lesson study di SMP tunas agro, maka guru dituntut untuk mengembangkan
model-model pembelajaran yang berkembang pada saat ini, sehingga guru yang lain dapat mengadopsi
model-model pembelajaran yang telah digunakan oleh guru yang bersangkutan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran di kelas.
Peerteaching
Pada dasarnya setiap guru mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dalam menyampaikan materi
pembelajaran di kelas.ada yang menyenangkan ada pula yang kurang menyenagkan. Hal ini terlihat dari
peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Dengan adanya lesson study maka guru dapat mengambil cara
yang digunakan oleh guru lain dalam mengajar agar pembelajaran di kelas lebih menyenangkan.
Pemanfaatn secara maksimal media pembelajaran.
Dengan adanya lesson study maka guru dituntut untuk membuat media pembelajaran yang dapat digunakan
dalam penyampaian materi kepada peserta didik di kelas. Diharapkan dengan adanya media pembelajaran
yang dibuat oleh guru, peserta didik dapat mengikuti pembelajaran di kelas dengan menyenangkan. Disisi lain
dengan adanya pembuatan media pemeblajaran ini juga memudahkan pendidik (guru) dalam menyampaikan
materi di kelas tanpa harus sering membuka buku teks pelajaran.
Guru
Matematika menyampaikan manfaat lesson study berbasis sekolah :
Dapat belajar dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) guru lain dan melakukan perbaikan dari
RPP yang telah kita buat sehingga dapat dikembangkan lebih variatif tentang metode pembelajaran,
langkah-langkah pembelajaran di kelas serta tentang pembuatan tabel penilaian siswa
Metode pembelajaran baru, seperti snowball yang telah diterapkan bidang studi biologi dan agama, yang telah
diterapkan oleh bidang studi agama, yang telah diterapkan bidang studi bahasa inggris, dll. Dengan ini
metode tersebut saya dapat belajar dari metode–metode baru sehingga pembelajaran matematika lebih
berwarna, sehingga siswa cenderung aktif dan pembelajaran di kelas lebih menyenangkan.
Dapat belajar pembagian waktu dalam proses belajar mengajar, yang tetap harus disesuaikan dengan
pembelajaran matematika yang cenderung lebih banyak latihan daripada teorinya.
Dapat belajar cara mengajar guru lain, diantaranya pengelolaan kelas dan upaya guru untuk selalu
membuat siswa aktif dan mampu menyerap materi.
Guru
Bahasa Inggris menyampaikan manfaat lesson study berbasis sekolah :
Menurut saya pribadi, dengan adanya program ini, membuat saya menjadi pengajar yang lebih percaya
diri. Sebelum adanya program ini, saya tidak mengetahui kekurangan yang ada pada pembelajaran saya. Saya
cenderung mengajar secara aktif. Tidak mengikutsertakan anak didik untuk ikut aktif. Pembelajaran itu
cenderung satu arah. Di sini guru yang berperan banyak. Anak didik hanya terpaku pada penjelasan tentang
teori. Praktek hanya sedikit saja yang seharusnya porsi tersebut harus di tambah sehingga mengarahkan anak
didik menjadi lebih aktif. Mereka akan mencari sendiri penyelesaian dari tugas yang diberikan oleh guru dan
akan mempunyai waktu lebih banyak seandainya penjelasan tentang teori dikurangi porsinya. Dari Lesson
Study itulah saya jadi mengetahui kekurangan saya. Di sini guru harus membiarkan anak didik untuk ikut
aktif. Praktek ini akan saya pergunakan pada pembelajaran-pembelajaran berikutnya yang mengikutsertakan
anak didik untuk aktif.Hal lain yang menghambat kinerja saya sebagai pengajar yang handal yakni sulitnya
saya menerima kritikan. Ini semakin membuat saya tidak berkembang karena saya tidak pernah ingin
mengetahui kekurangan saya. Lesson study membuat saya sadar dan kemudian berusaha terus mencari
kekurangan saya dan berusaha tidak melakukan kesalahan dari kekurangan tersebut pada
Page 8
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
pembelajaran-pembelajaran berikutnya. Saya juga mengalami demam panggung sebelum saya mengenal
Lesson Study. Berbicara di depan umum, selain di depan anak didik, misalnya di depan rekan-rekan guru
sendiri, saya tidak bisa leluasa berbicara secara lancar karena takut salah. Tetapi setelah saya mengalami
sendiri program ini, saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri khususnya dan menjadi pengajar yang tidak
mudah tegang dan bisa mengeluarkan pendapat dan ide di depan rekan guru pada umumnya. Pengalaman ini
teramat panjang jika saya tuliskan pada kertas ini. Saya bisa mengetahui kekurangan-kekurangan itu dengan
adanya Lesson Study ini. Pada akhirnya kekurangan-kekurangan itu akan terus diperbaiki. Program ini telah
banyak membuat perubahan pada diri saya pribadi dan pembelajaran saya kepada anak didik. Tidak lupa saya
harus ucapkan terima kasih saya kepada rekan-rekan guru. Mereka mempunyai andil besar membangun rasa
percaya diri saya. Terus terang saya mempunyai masalah dengan rasa kepercayaan diri saya. Rekan-rekan
guru menjadi observer di Lesson Study Bahasa Inggris. Saya bisa menerima masukan mereka dari Lesson
Study yang saya lakukan. Masukan positive maupun negative sangat membantu supaya pengajar menjadi lebih
baik. Pada kenyataan saya banyak mengambil sisi positive dari masukan negative mereka. Sebaliknya saya
juga bisa bersyukur dan terus memperbarui kinerja saya dari masukan positive mereka. Saya banyak belajar
dengan saya menjadi observer pada Lesson Study rekan-rekan guru secara berurutan. Banyak hal positive dari
mereka yang saya adopsi untuk pembelajaran saya. Sebaliknya, hal negative yang saya dapatkan dari mereka
membuat saya tidak melakukan pengalaman yang sama. Pada akhirnya, Lesson Study menjadikan saya
sebagai pengajar yang handal
Guru
IPS Menyampaikan Manfaat Lesson Study berbasis sekolah :
Dapat mempelajari rencana pelaksanaan pembelajaran dari guru lain sehingga RPP kita dapat
dikembangkan lebih variatif dan menutupi kekurangan RPP yang kita buat seperti pada tujuan pembelajaran,
materi, dan pada proses penilaian terhadap anak
Dapat belajar metode-metode pembelajaran baru, seperti snowball, team work, team ahli, direct
instruction, dll. Dengan ini metode yang saya pakai dapat mengadopsi metode–metode baru sehingga
pembelajaran IPS tidak membosankan, dan anak-anak cenderung aktif dengan metode-metode seperti yang di
atas.
Dapat belajar pembagian waktu dalam proses belajar mengajar
Dapat belajar cara mengajar guru lain, semacam intonasi, sikap, kemampuan mengelola kelas,
pendampingan pada anak yang kurang kemampuannya.
Dapat mengetahui kekurangan saya ketika mengajar dan memperbaikinya.
Guru
Pendidikan Jasmani menyampaikan manfaat lesson study berbasis sekolah :
Sebuah hal yang baru bagi saya tentang sebuah proses belajar bagi seorang guru, banyak hal baik yang saya
bisa ambil dari kegiatan ini, bukan hanya sebagai ajang melihat proses pembelajaran, tapi juga tempat saya
bercermin dan melihat kembali cara menyampaikan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah di fahami
oleh siswa siswi dalam upaya untuk mencari metode dan teknik-teknik baru dalam menyampaikan materi
pelajaran, guna tercapainya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan anak bangsa yang
bermutu tinggi. Selain itu, dalam lesson study ini saya di tuntut untuk lebih memperhatikan langkah-langkah
dalam proses mengajar, mulai dari membuat RPP, mempresentasikan RPP pada teman-teman guru dan
mengharapkan kritik dan saran, sampai pada saat menyampaikan pembelajaran dan mengevaluasi hasil
pembelajaran bagi guru dan siswa-siswi, semua itu menjadi satu paket yang wajib di persiapkan sebelum kita
melakukan kegiat mengajar, sehingga akan lebih memudahkan kita dalam mengajar dan memfokuskan materi
yang akan di bahas. Tapi menurut saya yang paling berkesan dari kegiatan ini adalah kita bisa belajar dan
menemukan hal-hal baru tentang bagaimana cara mengambil perhatian anak-anak untuk tetap fokus pada
pelajaran, saya bisa meniru teman-teman yang lebih berpengalaman dalam mengajar, dan tahap selanjutnya
yang tidak kalah penting yang bisa meperkaya pengetahuan dan ilmu adalah saat evaluasi hasil pengamatan
Page 9
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
oleh teman-teman guru lain yang mengamati saya dan siswa-siswi yang belajar, nah pada saat inilah masukan,
kritik dan pujian terhadap cara mengajar kita benar-benar di permasalahkan, hal-hal yang semula mungkin
saya anggap biasa menjadi luar biasa menurut cara pandang para pengamat dalam hal ini adalah teman-teman
guru, sedangkan hal-hal atau teknik mengajar yang kita anggap luar biasa menjadi hal yang biasa saja, hal ini
mungkin wajar terjadi karena yang mengamati saya yang seorang guru olahraga, di amati dan di kritik oleh
guru-guru yang latar belakangnya berbeda, dan sudah pasti begitu juga sebaliknya, Kalau di atas saya menulis
tantang kelebihan dan manfaat lesson study, di paragarf ini saya ingin menulis kesan yang lain menurut saya,
mungkin yang pertama dan biasanya itu yang paling penting adalah saat saya dan teman-teman guru yang
berjumlah 12 (dua belas) orang masuk kedalam ruang kelas dan berdiri di hadapan mereka, dengan wajah
serius tanpa kata memegang kertas dan bolpoin dan sesekali menatap tajam segala gerak-gerik yang nakal dan
segera mencatatnya layaknya mandor buah sawit yang meulis hasil panen para pendodos (pemetik buah kelapa
sawit) kesan pertama yang saya tangkap dari suasana itu adalah ‘’palsu’’,
kenapa saya bilang demikian, karena semua terasa menjadi serba dibuat-buat, senyum manis yang
dibuat-buat, gerak-gerik yang dibuat-buat, siswa tenang dan memperhatikan yang dibuat-buat. mungkin
dugaan saya salah saat itu, tapi saya yakin kalu suasana jelas berbeda jika cuma ada seorang guru dan 13 (tiga
belas) guru sekaligus ada di satu ruang kelas, guru yang di amati pada saat itu pun terasa jauh lebih berwibawa
dan sangat manis, yang sudah berwibawa akan semakin jumawa, dan yang sudah manis akan semakin narsis.
Menurut saya masalahnya terletak pada bagaimana cara mehilangkan tekanan yang di timbulkan oleh
kehadiran guru-guru lain yang mengamati kerja kita, secara naluri kita akan menampilakan yang terbaik yang
saya punya, baik yang akan dilakukan siswa-siswi maupun guru yang di amati. Pengunaan camera dari
minimal dua sisi depan dan belakang mungkin akan sedikit mengurangi tekanan itu, dan kita tetap bisa
mengamati suasana belajar mengajar secara utuh dari ruangan dari televisi atau infokus dengan lebih tenang
dan tidak banyak menggangu, selain itu mungkin biarlah kaki tripot kamera itu yang pegal-pegal karna berdiri
tegak dua jam pelajaran. Demikian kesan selama mengikuti kegiatan lesson study di sekolah SMP Tunas
Agro, secara garis besar banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, menjadi penulis scenario, sutradara,
sekaligus pemeran utama dalam sebua pertujukan kelas yang berdurasi 80 menit, saya yakin tidak semua
pertujukan saya di dalam kelas maupun di luar kelas berjalan dengan baik, tapi yang jelas saya banyak
terbantu dengan adanya kegiatan ini.
Guru
-
Guru
Pendidikan Seni Menyampaikan Manfaat Lesson Study Berbasis Sekolah :
guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya,
guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya, dan
guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study.
Mengurangi keterasingan guru
Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya
Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan, dan urutan materi dalam kurikulum
Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar siswa
menciptakan terjadinya pertukaran pengetahuan tentang pemahaman berfikir dan belajar siswa
meningkatkan kolaborasi antar guru.
Bimbingan Konseling menyampaikan manfaat lesson study berbasis sekolah :
Melalui kegiatan lesson study saya dapat mempelajari banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan
dalam proses pembelajaran, bagaimana membuat pembelajaran yang atraktif rileks tapi bermakna , saya
menemukan banyak pendekatan yang dapat diterapkan untuk membantu siswa ‘ Khusus’ di
dalam setiap kelas. Dengan menyaksikan cara mengajar rekan yang lain dengan bidang studi yang diampunya
memotivasi saya untuk melakukan dan memberikan pengajaran yang lebih baik dan terencana dalam setiap
Page 10
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
pengajaran yang saya lakukan. Kegiatan lesson study yang dilakukan dengan memperhatikan tiga kelebihan
dan memberi saran untuk satu kelemahan yang dilakukan oleh si penyaji , membuat saya belajar bagaimana
pentingnya seorang guru memiliki kematangan emosi, dan kemampuan mengelola emosi-emosi saat
pembelajaran berlangsung. Saya menemukan keberhasilan peserta didik dalam proses belajarnya dipengaruhi
oleh hubungan interpersonal dan intrapersonal antara peserta didik dan si pendidik. Kesabaran, ketekuanan,
perhatian dan kasih sayang yang tulus yang ditunjukakan oleh gurunya dalam membimbing siswanya,
merupakan faktor yang sangat signifikan yang dapat menimbulkan motivasi dan minat yang sangat besar dari
peserta didik dalam mempelajari setiap bidang studi yang diajarkan. Saya belajar bahwa
kemampuan-kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan bagi setiap siswa dengan mempertimbangkan
kepribadian siswa yang unik membuat proses pembelajar lebih bermakna.
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan, maka beberapa yang dapat disimpulkan sebagai berikut :
Penerapan lesson study berbasis
sekolah di SMP Tunas Agro Kegiatan dilaksanakan oleh sekolah dengan
melibatkan seluruh guru sekolah tersebut tidak membedakan mata pelajaran
yang diampuh. Bila kegiatan
ini dapat berlangsung secara rutin dan
berkelanjutan dapat digunakan sebagai sarana komunikasi antara
pimpinan
sekolah dan guru terutama pada saat refleksi. Saat itulah akan muncul
ide-ide untuk
menyelesaikan masalah atau memperbaiki sekolah, lalu
ditindak lanjuti dengan program yang khusus untuk
memecahkan masalah
tersebut. Setidaknya ada forum kumunikasi antar pimpinan dan guru atas
masalah
yang ada di sekolah, walaupun bermula dari masalah pembelajaran di
kelas.
Tumbuhnya
semangat guru dalam mencari dan menerapkan berbagai metoda atau strategi
pembelajaran.
Hal ini dikarenakan setiap dilaksanakan implementasi Lesson
Study, guru dituntut untuk memilih metoda
atau strategi pembelajaran yang
lain dari yang pernah dipakai dalam implementasi-implementasi
sebelumnya.
Guru mendapat banyak pencerahan, selain dari
teman sejawat yang setiap pertemuan
selalu hadir untuk
memberikan dukungan, baik ketika melakukan Plan
(perencanaan), Do (Pelaksanaan/implementasi dan see
(refleksi)
lesson
study menjaga agar siswa selalu menjadi detak jantung kegiatan
pengembangan profesi guru.
Lesson study memberi kesempatan pada guru untuk
dengan cermat meneliti proses belajar serta
pemahaman siswa dengan cara
mengamati dan mendiskusikan praktik pembelajaran di kelas. Kesempatan
ini
juga memperkuat peran guru sebagai peneliti di dalam kelas. Guru membuat
hipotesis (misalnya, jika
kami mengajar dengan cara tertentu, anak-anak
akan belajar) dan mengujinya di dalam kelas bersama
siswanya. Kemudian
guru mengumpul-kan data ketika melakukan pengamatan terhadap siswa selama
berlangsungnya pelajaran dan menentukan apakah hipotesis itu terbukti atau
tidak di kelas.
Saran
Guru tidak berlebihan mempertahankan pendapat dan keyakinan atau kurang terbuka,
Guru dapat lebih mendengarkan peserta didik, terutama tentang aspirasi dan perasaannya,
Guru mau dan mampu menerima ide peserta didik yang inovatif, dan kreatif, bahkan ide yang sulit sekalipun,
Guru lebih meningkatkan perhatiannya terhadap hubungan dengan peserta didik seperti halnya terhadap
bahan pembelajaran,
Guru dapat menerima balikan (feedback), baik yang sifatnya positif maupun negatif, dan menerimanya
sebagai pandangan yang konstruktif terhadap diri dan perilakunya,
Guru toleransi terhadap kesalahan yang diperbuat peserta didik selama proses pembelajaran, dan
Guru menghargai prestasi peserta didik, meskipun biasanya mereka sudah tahu prestasi yang dicapainya.
Page 11
PENERAPAN LESSON STUDY BERBASIS
DAFTAR PUSTAKA
Garfield, J. 2006. Exploring the Impact of Lesson Study on Developing Effective Statistics Curriculum.
(Online): diambil tanggal 19-6-2006 dari: www.stat.auckland.ac.nz/-iase/publication/-11/Garfield.doc. akses
19 juni 2010
Lewis, Catherine C. 2002. Lesson study: A Handbook of Teacher-Led Instructional Change. Philadelphia, PA:
Research for Better Schools, Inc.
Robinson, Naomi. 2006. Lesson Study: An example of its adaptation to Israeli middle school teachers .
(Online): stwww.weizmann.ac.il/G-math/ICMI/ Robinson_proposal.doc . akses 19 juni 2010
Richardson, J. 2006. Lesson study: Teacher Learn How to Improve Instruction. Nasional Staff Development
Council . (Online): www.nsdc.org. 03/05/06. Akses 19 juni 2010
Saito, E., Imansyah, H. dan Ibrohim. 2005. Penerapan Studi Pembelajaran di Indonesia: Studi Kasus dari
IMSTEP . Jurnal Pendidikan “Mimbar Pendidikan”, No.3. Th. XXIV: 24-32.
Saito, E., 2006. Development of school based in-service teacher training under the Indonesian Mathematics
and Science Teacher Education Project . Improving Schools. Vol.9 (1): 47-59
Sumar Hendayana, et.al. 2006. Lesson Study: Pengalaman IMSTEP-JICA. Bandung UPI Press.
Takashi A. 2006. Implementing lesson study in North American schools and school (makalah yang
dipresentasikan pada seminar “APEC Internationa
Widhiartha, Putu Ashintya. Dwi Sudarmanto. Nining Ratnasingsih. 2008. Lesson Study Sebuah Upaya
Peningkatan Mutu Pendidik Pendidikan Non Formal. Surabaya: Prima Printing.
Yusak, Muchlas. 2008. Lesson Study: Pengembangan Profesi Guru Secara Berkelanjutan Berbasis Sekolah.
Semarang: LPMP Jawa Tengah.
Page 12
Download