PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus

advertisement
PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI
ABSTRAK
Aksesi gulma E. crus-galli dari beberapa habitat padi sawah di Jawa Barat diduga
memiliki potensi yang berbeda dalam menurunkan pertumbuhan dan produksi
tanaman padi sawah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa
aksesi gulma E. crus-galli asal Jawa Barat terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman padi sawah pada percobaan pot di rumah kaca.
Percobaan dilakukan
dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor dan tiga
ulangan. Faktor yang dicobakan yaitu aksesi gulma E. crus-galli yang terdiri atas
5 aksesi terpilih (K3, K6, K9, Te3, Tf3) dan kontrol tanpa gulma. Satu satuan
percobaan berupa pot berukuran diameter 30 cm dan tinggi 45 cm. Setiap pot
ditanam 1 bibit padi dan 2 bibit gulma E. crus-galli. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa aksesi gulma E. crus-galli memiliki potensi yang berbeda
dalam menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Aksesi K6 (Karawang)
merupakan aksesi yang paling potensial dalam menurunkan pertumbuhan dan
produksi padi. Potensi aksesi K6 dalam menurunkan pertumbuhan dan produksi
tanaman padi sawah terkait dengan potensi alelopati dan karakter morfologinya
yaitu panjang daun panjang (>60 cm), lebar daun sempit (<0.7 cm), sudut daun
kecil (<16°), dan umur berbunga lambat (>16 MST).
Kata kunci : aksesi Echinochloa crus-galli, pertumbuhan, produksi, padi.
62
THE EFFECT OF Echinochloa crus-galli (L.) Beauv.
WEED ACCESSION ON GROWTH AND PRODUCTION
OF RICE PLANT
ABSTRACT
E. crus-galli weed accession from several habitats of lowland rice in West Java
supposedly has a potential different in reducing the growth and production of rice
plants. The research objective was to study the effect of some accessions of E.
crus-galli weed from West Java on the growth and production of rice plants in
greenhouse experiment. The experiments were conducted in randomized block
design with one factor and three replications. The accession of E. crus-galli weed
consisted of five elected accession (K3, K6, K9, Te3, TF3) and without weed as
control. The experiment unis was pots (diameter 30 cm and a height of 40 cm).
Each pot was planted one rice seedling and 2 E. crus-galli seedling. The results
showed that the E. crus-galli weed accession had potential different in reducing
growth and yield of rice plants. Accession K6 (Karawang) was the most potential
accession in decreasing the growth and production of rice. Decreasing of the rice
growth and production of K6 accession related to the allelophatic potential and
morphological character of K6 accession i.e. lenght leaf (> 60 cm), width leaf
(<0.7 cm), leaf angle (<16 °), and flowering age (> 16 MST).
Keywords: Echinochloa crus-galli accession, growth, production, rice.
63
Pendahuluan
Upaya untuk meningkatkan produksi padi dipengaruhi oleh beberapa hal
diantaranya luas lahan yang menurun akibat konversi lahan, menurunnya
kesuburan tanah dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu
OPT yang dapat menurunkan produksi tanaman padi yaitu gulma.
Kerugian
akibat gulma di negara yang sedang berkembang tidak saja tinggi, tetapi juga
mempengaruhi persediaan pangan dunia.
Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak
dikehendaki. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan dapat
menghambat pertumbuhan dan menekan hasil akhir. Salah satu jenis gulma utama
pada lahan sawah yang dapat menurunkan produksi tanaman padi adalah gulma
Echinochloa crus-galli (L.) Beauv. Gulma ini dapat menurunkan hasil padi
sampai 72% (Lubigan dan Vega dalam Suardi dan Pane 1983).
Gulma dapat menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman melalui
mekanisme kompetisi, alelopati, dan alelomediasi. Kompetisi dapat terjadi antara
gulma dengan tanaman padi dalam memperebutkan sumber daya yang terbatas,
yaitu air, unsur hara, dan sarana tumbuh lainnya. Mekanisme alelopati terjadi
dengan adanya zat alelopati yang bersifat menghambat yang dikeluarkan oleh
gulma ke dalam lingkungan dan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi
tanaman padi.
Alelomediasi terjadi karena tanaman padi menjadi inang bagi
hama dan penyakit tanaman padi sehingga menyebabkan penurunan pertumbuhan
dan produksi tanaman padi.
Aksesi gulma E. crus-galli dari beberapa habitat padi sawah di Jawa Barat
menunjukkan potensi alelopati yang berbeda dalam menghambat perkecambahan
tanaman padi yang ditunjukkan dengan perbedaan dalam penghambatan plumula
dan radikula.
Perbedaan potensi alelopati ini diduga menyebabkan tinggi
rendahnya penurunan pertumbuhan dan produksi tanaman padi.
Penelitian
bertujuan mempelajari pengaruh beberapa aksesi gulma E. crus-galli asal Jawa
Barat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah pada percobaan
pot di rumah kaca.
64
Bahan dan Metode
Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Kebun Percobaan IPB, Cikabayan,
Bogor mulai Februari 2007 hingga Desember 2007. Bahan tanaman berupa biji
aksesi E. crus-galli asal di Jawa Barat, benih padi varietas IR-64, pupuk Urea,
KCl, SP-36, furadan 3G, aquadest dan media tanah sawah jenis latosol. Alat yang
digunakan antara lain pot, peralatan tanam, timbangan analitik, dan oven.
Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok
dengan satu faktor dan tiga ulangan. Faktor yang dicobakan yaitu aksesi gulma E.
crus-galli yang terdiri atas 5 aksesi terpilih yaitu aksesi K3, K6, K9, Te3, Tf3 dan
kontrol tanpa gulma.
Satu satuan percobaan berupa pot berukuran 30-40
(diameter-tinggi). Setiap pot ditanam 1 bibit padi dan 2 bibit gulma E. crus-galli.
Media tanah sawah latosol darmaga dikeringanginkan dan dihaluskan
kemudian dimasukkan ke dalam pot sebanyak 9 kg per pot. Tanah dilumpurkan
dengan cara menyiramkan air hingga jenuh dan diaduk. Benih padi IR-64 dan biji
E. crus-galli disemai dalam bak semai.
Bibit padi dan gulma E. crus-galli
dipindahtanam ke dalam pot pada saat 2 minggu setelah semai.
Bibit padi
ditanam tepat di tengah-tengah pot sebanyak satu bibit per pot dan bibit gulma E.
crus-galli sebanyak dua bibit per pot yang ditanam di sisi kanan dan kiri tanaman
padi dengan jarak sekitar 7 cm dari tanaman padi.
Penyiraman tanaman dilakukan setiap dua hari sekali dengan ketinggian
genangan 5 cm. Pemupukan dilakukan pada saat 0, 4, dan 6 minggu setelah tanam
(MST) dengan dosis pupuk 1.88 g urea/pot, 1.25 g SP-36/pot, dan 1.25 g KCl/pot.
Pengendalian gulma dilakukan secara manual dengan cara mencabut gulma selain
gulma E. crus-galli yang tumbuh di dalam pot. Panen dilakukan pada saat 80 %
malai padi sudah menguning.
Peubah yang diamati antara lain tinggi tanaman, panjang dan lebar daun
ke-3 dari atas, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang dan
lebar daun bendera, panjang akar pada saat panen, panjang malai, kepadatan
malai, produksi gabah, bobot gabah isi dan hampa, dan persentase gabah hampa,
bobot biomassa akar dan tajuk, dan bobot 100 butir gabah kering. Data hasil
pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji lanjut Duncan’s
Multiple Range Test pada taraf 5%.
65
Hasil dan Pembahasan
Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi
Tinggi tanaman. Aksesi gulma E. crus-galli berpengaruh terhadap tinggi
tanaman padi, jumlah daun, panjang dan lebar daun, dan jumlah anakan pada saat
9 MST.
Tinggi tanaman padi pada semua perlakuan rata-rata meningkat
dibandingkan dengan kontrol (tanpa gulma E. crus-galli). Peningkatan tinggi
tanaman padi terendah ditunjukkan oleh perlakuan aksesi K6, sedangkan
peningkatan tinggi tanaman padi tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan aksesi K9
(Gambar 9). Dari Gambar 9 terlihat adanya sifat “mimikri” pada aksesi gulma
E. crus-galli, pada tanaman padi yang tingginya meningkat, gulma E. crus-galli
ikut meningkat pula tingginya.
Gulma E. crus-galli selalu lebih tinggi
Tinggi Tanaman (cm)
dibandingkan dengan tanaman padi.
Tinggi Padi
140
120
100
80
60
40
20
0
Kontrol
K3
Tinggi Gulma
K6
K9
Te3
Tf3
Asesi Gulma E. crus-galli
Gambar 9.
Pengaruh aksesi gulma E. crus-galli terhadap tinggi tanaman
padi
Jumlah daun dan ukuran daun. Aksesi gulma E. crus-galli berpengaruh
terhadap jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun tanaman padi.
Gulma
E. crus-galli aksesi K3, K6, K9, dan Te3 menurunkan jumlah daun tanaman padi,
sedangkan aksesi Tf3 tidak berbeda nyata dibandingkan terhadap kontrol.
Penurunan jumlah daun pada perlakuan aksesi K6 dan Te3 nyata lebih besar
dibandingkan dengan aksesi K9 dan K3, walaupun jumlah daun aksesi gulma
E. crus-galli tidak berbeda nyata antar aksesi (Tabel 21 dan Tabel 22).
66
Panjang daun tanaman padi pada perlakuan aksesi gulma menunjukkan
lebih panjang dibandingkan terhadap kontrol, kecuali pada perlakuan aksesi K6
yang menunjukkan panjang daun lebih pendek. Hal ini diduga sebagai respon
akibat ternaungi oleh daun gulma E. crus-galli (Tabel 21). Panjang daun aksesi
gulma K6 tidak berbeda nyata dibandingkan dengan aksesi K3, Tf9, dan Tf3,
namun panjang daun aksesi K6 cenderung lebih pendek dibandingkan terhadap
kontrol (Tabel 22)
Tabel 21.
Aksesi
K3
K6
K9
Te3
Tf3
Kontrol
Pengaruh aksesi gulma E. crus-galli terhadap pertumbuhan
vegetatif tanaman padi
Jumlah Daun
(helai)
10.0c
5.0d
15.0a
5.7d
13.7b
13.0b
Panjang Daun
(cm)
44.83b
23.83f
46.00a
35.00d
39.50c
29.67e
Lebar Daun
(cm)
0.7c
0.5d
0.8b
0.7c
0.7c
1.0a
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada
uji DMRT taraf 5%.
Semua aksesi gulma E. crus-galli nyata menurunkan lebar daun tanaman
padi. Perlakuan aksesi K6 menyebabkan penurunan lebar daun tanaman padi yang
paling tinggi dibandingkan dengan aksesi lainnya (Tabel 21), meskipun lebar daun
aksesi K6 menunjukkan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan aksesi
lainnya (Tabel 22). Hasil ini menunjukkan bahwa aksesi K6 memiliki derajat
kompetisi yang lebih kuat dibandingkan dengan aksesi lainnya.
Tabel 22. Pertumbuhan vegetatif aksesi gulma E. crus-galli
Aksesi
K3
K6
K9
Te3
Tf3
Jumlah Daun
(helai)
16.7a
12.0a
18.7a
8.0a
16.3a
Panjang Daun
(cm)
58.33a
44.87ab
61.87a
39.27b
52.13ab
Lebar Daun
(cm)
1.27ab
0.97b
1.47a
1.00b
1.10ab
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada
uji DMRT taraf 5%.
67
Jumlah anakan. Tiap aksesi gulma E. crus-galli menunjukkan jumlah
anakan yang tidak berbeda nyata, namun menunjukkan pengaruh yang berbeda
terhadap jumlah anakan padi.
Aksesi gulma K6 dan Te3 dapat menurunkan
jumlah anakan padi, sedangkan aksesi lainnya menunjukkan jumlah anakan yang
tidak berbeda nyata dibandingkan terhadap kontrol.
Jumlah anakan terendah
ditunjukkan oleh perlakuan aksesi K6, yakni sebesar 3 anakan/rumpun
(Gambar 10).
Jumlah Anakan/rumpun
Anakan Padi
Anakan Gulma
8,0
7,0
6,0
5,0
4,0
3,0
2,0
1,0
0,0
Kontrol
K3
K6
K9
Te3
Tf3
Aksesi Gulma E. crus-galli
Gambar 10. Pengaruh aksesi gulma E. crus-galli terhadap jumlah anakan
tanaman padi
Panjang akar. Perlakuan aksesi gulma E. crus-galli menurunkan panjang
akar tanaman padi dibandingkan terhadap kontrol. Aksesi K6 merupakan aksesi
yang paling kuat dalam menurunkan panjang akar yang ditunjukkan dengan
panjang akar tanaman padi yang paling rendah dibandingkan dengan aksesi
lainnya (Gambar 11). Menurut Gibson et al. (1999), kompetisi di perakaran
memainkan peranan penting daripada kompetisi di tajuk dalam studi hubungan
antara gulma E. crus-galli dan padi. Hasil ini menunjukkan bahwa aksesi K6
sangat potensial dalam menurunkan pertumbuhan dan produksi padi sawah di
lapangan.
68
Panjang Akar (cm)
Panjang Akar Padi
Panjang Akar Gulma
50,0
40,0
30,0
20,0
10,0
0,0
Kontrol
Gambar 11.
K3
K6
K9
Te3
Asesi Gulma E. crus-galli
Tf3
Pengaruh aksesi gulma E. crus-galli terhadap panjang akar
tanaman padi
Bobot kering tajuk dan akar. Aksesi gulma E. crus-galli dapat menekan
bobot kering tajuk dan akar padi. Aksesi K6 mampu menekan bobot kering tajuk
dan akar padi dengan penekanan yang nyata lebih besar dibandingkan dengan
perlakuan aksesi lainnya (Gambar 12 dan Gambar 13). Terlihat bahwa proporsi
bobot kering tajuk tanaman padi pada perlakuan aksesi gulma menunjukkan lebih
rendah dibandingkan dengan bobot kering akar.
Eussen dan Zulfaldi (1981)
menyatakan bahwa tanaman padi yang ditanam dengan gulma pada seluruh siklus
Bobot Kering (g/pot)
pertumbuhannya, produksi bahan kering dari padi akan menurun.
Tajuk Padi
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
kontrol
K3
K6
Tajuk Gulma
K9
Te3
Tf3
Asesi Gulma E. crus-galli
Gambar 12.
Bobot tajuk tanaman padi pada perlakuan aksesi gulma
E. crus-galli
Bobot Kering (g/pot)
69
Akar Padi
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
kontrol
K3
K6
Akar Gulma
K9
Te3
Tf3
Asesi Gulma E. crus-galli
Gambar 13. Bobot kering akar tanaman padi pada perlakuan aksesi gulma
E. crus-galli
Pertumbuhan Generatif Tanaman Padi
Jumlah anakan produktif, panjang malai dan kepadatan malai. Aksesi
gulma K6 menekan jumlah anakan produktif padi sebesar 52.61% dibandingkan
terhadap kontrol. Aksesi K6 menunjukkan panjang malai dan kepadatan malai
terendah dibandingkan dengan aksesi lainnya. Aksesi K6 menekan panjang malai
padi sebesar 8.71% dibandingkan terhadap kontrol dan menurunkan kepadatan
malai sebesar 39.24% dibandingkan terhadap kontrol (Tabel 23).
Tabel 23. Pengaruh aksesi gulma E. crus-galli terhadap jumlah anakan
produktif, panjang malai, dan kepadatan malai padi
Aksesi Gulma
K3
K6
K9
Te3
Tf3
Kontrol
Jumlah Anakan
Produktif
6.00a
3.00c
6.67a
4.33b
6.00a
6.33a
Panjang Malai
(cm)
22.15a
19.17d
20.03c
22.18a
21.77a
21.00b
Kepadatan Malai
(butir/cm)
5.99e
4.80f
6.19d
7.23c
8.10a
7.90b
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada
uji DMRT taraf 5%.
Panjang dan lebar daun bendera.
Aksesi gulma E. crus-galli
berpengaruh terhadap lebar daun bendera padi, tetapi tidak berpengaruh terhadap
panjang daun bendera padi. Aksesi gulma E. crus-galli K3 dan K9 menurunkan
70
lebar daun bendera, sedangkan aksesi lainnya menunjukkan lebar daun bendera
yang tidak berbeda nyata dibandingkan terhadap kontrol (Tabel 24).
Tabel 24.
Pengaruh aksesi gulma E. crus-galli terhadap panjang dan
lebar daun bendera tanaman padi
Aksesi Gulma
K3
K6
K9
Te3
Tf3
Kontrol
Panjang Daun Bendera
(cm)
30.25a
27.68a
27.88a
25.93a
30.94a
27.94a
Lebar Daun Bendera
(cm)
1.09c
1.15bc
1.10c
1.13bc
1.24a
1.18ab
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada
uji lanjut DMRT taraf 5%.
Produksi gabah dan mutu hasil. Aksesi gulma E. crus-galli berpengaruh
terhadap bobot gabah kering total, bobot gabah isi, dan bobot gabah hampa.
Aksesi K6 menurunkan bobot gabah total, gabah isi dan gabah hampa padi
berturut-turut sebesar 78.69%, 81.91% dan 66.27% dibandingkan terhadap
kontrol. Aksesi gulma E. crus-galli tidak berpengaruh terhadap bobot 100 butir
gabah padi (Tabel 25).
Tabel 25.
Aksesi
K3
K6
K9
Te3
Tf3
Kontrol
Pengaruh aksesi gulma E. crus-galli terhadap bobot gabah
total, bobot gabah isi, bobot gabah hampa, dan bobot 100 butir
Total
4.88d
2.61f
6.47c
7.84b
4.40e
12.25a
Bobot Gabah (g/pot)
Isi
3.70d
1.76e
5.25c
6.48b
3.67d
9.73a
Hampa
1.18d
0.85e
1.22c
1.37b
0.73f
2.52a
Bobot 100 Butir
(g)
1.96a
1.58a
2.03a
1.87a
1.63a
1.63a
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada
uji lanjut DMRT taraf 5%.
Pembahasan
Aksesi gulma E. crus-galli asal Jawa Barat memiliki potensi yang berbeda
dalam menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi di dalam pot pada
percobaan rumah kaca. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aksesi gulma
E.
crus-galli menyebabkan etiolasi pada tanaman padi sehingga tinggi tanaman padi
71
meningkat jika dibandingkan dengan tanaman padi tanpa gulma (Gambar 9).
Aksesi gulma E. crus-galli menyebabkan penurunan jumlah daun dan ukuran
daun tanaman padi (Tabel 21) yang diikuti dengan penurunan jumlah anakan
(Gambar 10) dan bobot tajuk tanaman padi (Gambar 12). Aksesi gulma E. crusgalli juga menyebabkan penurunan panjang akar (Gambar 11) dan bobot akar
tanaman padi (Gambar 13).
Aksesi gulma E. crus-galli menurunkan jumlah
anakan produktif, panjang malai, dan kepadatan malai (Tabel 23), serta
menurunkan produksi gabah (Tabel 25).
Perbedaan penurunan pertumbuhan dan produksi padi oleh aksesi gulma
diduga terkait dengan potensi alelopati tiap aksesi gulma E. crus-galli dan searah
dengan penghambatan plumula dan radikula.
Aksesi K6 dengan tingkat
penghambatan plumula tinggi dan tingkat penghambatan radikula sedang
menyebabkan penurunan jumlah daun, panjang dan lebar daun, panjang akar,
bobot tajuk dan bobot akar yang lebih besar dibandingkan dengan aksesi lainnya.
Aksesi K3 yang memiliki potensi penghambatan plumula tinggi dan
penghambatan radikula rendah menyebabkan penurunan bobot tajuk yang hampir
sama dengan aksesi K6, tetapi penurunan bobot akar lebih rendah dibandingkan
dengan aksesi K6. Aksesi Tf3 dengan potensi penghambatan plumula rendah dan
penghambatan radikula sedang serta aksesi K9 dan Te3 dengan tingkat
penghambatan plumula sedang dan tingkat penghambatan radikula rendah
menunjukkan penurunan pertumbuhan dan produksi padi yang lebih rendah
dibandingkan dengan aksesi K6.
Potensi penurunan pertumbuhan dan produksi tanaman padi lebih
disebabkan oleh sifat genetik dari aksesi gulma E. crus-galli dibandingkan dengan
asal aksesi. Dalam kasus aksesi K3, K6, dan Tf3, aksesi tersebut secara genetik
berbeda dan lokasi asal aksesi berbeda. Ketiga aksesi tersebut memiliki potensi
penghambatan plumula dan radikula yang berbeda dan menyebabkan penurunan
pertumbuhan dan produksi padi juga berbeda. Aksesi K9 dan Te3 walaupun asal
lokasi berbeda, tetapi secara genetik sama. Aksesi K9 dan Te3 memiliki potensi
penghambatan plumula dan radikula yang sama sehingga menyebabkan
penurunan pertumbuhan dan produksi padi yang tidak berbeda.
72
Penurunan pertumbuhan dan produksi tanaman padi selain disebabkan
oleh potensi alelopati aksesi gulma E. crus-galli diduga juga terkait dengan
karakter morfologinya. Aksesi K6 dengan karakter panjang daun yang panjang
(tidak berbeda dengan aksesi lainnya), daun sempit (<0.7 cm), sudut daun kecil
(<16°), dan umur berbunga lambat diduga memiliki daya kompetisi di atas tanah
yang kuat. Daun tidak saling menaungi, sehingga proses fotosintesis lebih baik.
Selain itu, dengan masa vegetatif yang lebih panjang, maka masa kompetisi
dengan tanaman padi lebih lama. Apabila dikaitkan dengan lokasi Karawang
yang intensif dalam praktek budidaya tanaman padi, diduga aksesi ini memiliki
kemampuan adaptasi dan plastisitas fenotipik pada kondisi lingkungan yang
berbeda, sehingga memiliki kemampuan yang kuat dalam menurunkan
pertumbuhan dan produksi tanaman padi.
Kesimpulan
Aksesi gulma E. crus-galli menunjukkan potensi yang berbeda dalam
menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi.
Perbedaan penurunan
pertumbuhan dan produksi padi disebabkan oleh perbedaan potensi alelopati
aksesi gulma E. crus-galli yang disebabkan perbedaan faktor genetik.
Aksesi K6 (Karawang) merupakan aksesi yang paling potensial dalam
menurunkan pertumbuhan dan produksi padi. Aksesi K6 yang memiliki potensi
penghambatan plumula tinggi dan penghambatan radikula sedang menyebabkan
penurunan jumlah daun, panjang dan lebar daun, jumlah anakan, panjang akar,
bobot kering tajuk dan akar, jumlah anakan produktif, panjang dan kepadatan
malai, bobot gabah total dan gabah isi yang lebih tinggi dibandingkan dengan
aksesi lainnya.
Potensi aksesi K6 dalam menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman
padi sawah juga terkait dengan karakter morfologi aksesi K6 yaitu panjang daun
panjang (>60 cm), lebar daun sempit (<0.7 cm), sudut daun kecil (<16°), dan
umur berbunga lambat (>16 MST).
Download