KORPRI PROFESIONAL, LAYANAN MASYARAKAT MAKSIMAL

advertisement
KORPRI PROFESIONAL,
LAYANAN MASYARAKAT MAKSIMAL
Oleh : waryoto
Keberadaan Kopri
Korpri adalah Korps profesi Pegawai ASN Republik Indonesia yang
keberadaannya merupakan amanat dari Pasal 126 Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Sebagai wadah dari
Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
sebenarnya Korpri adalah organisasi yang sudah lama berdiri. Sejarah
berdirinya Korpri dimulai sejak zaman penjajahan Belanda dimana
sebagian pegawai pemerintah Hindia Belanda berasal dari kaum
bumiputera yang dipekerjakan sebagai pegawai kelas bawah. Hal ini
berlanjut hingga zaman penjajahan Jepang, seluruh pegawai pemerintah
eks Hindia Belanda dipekerjakan pemerintah Jepang sebagai pegawai
pemerintah. Setelah Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus
1945 Pegawai yang dipekerjakan pemerintah Jepang secara otomatis
dijadikan Pegawai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Korpri secara
resmi dibentuk setelah Presiden Soeharto menetapkan Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korpri pada
tanggal 29 November 1971. Dimana disebutkan dalam Pasal 2 ayat 2
bahwa Korpri merupakan satu-satunya wadah untuk menghimpun dan
membina seluruh pegawai RI di luar kedinasan. Tujuan
pembentukan
Korps Pegawai adalah agar Pegawai Negeri Republik Indonesia ikut
memelihara dan memantapkan stabilitas politik dan sosial yang dinamis
dalam negara Republik Indonesia.
Isu-Isu Strategis
Korpri yang keberadannya sudah berumur 43 tahun merupakan
organiasi yang mengalami pasang surut. Pada masa Orde Baru Korpri
merupakan
organisasi
yang
dijadikan
1
alat
untuk
melanggengkan
kekuasaan. Korpri sebagai organisasi yang besar tentu akan banyak
kepentingan yang akan memanfaatkannya. Hal ini dikarenakan Korpri
mempunyai basis masa yang besar dan strategis.
Korpri mempunyai tantangan kedepan untuk menjadi organisasi
yang mandiri dan profesional.
Keberadaan Korpri tidak hanya menjadi
alat kekuasaan tapi harus menjadi organisasi profesi yang bersih,
kompeten dan melayani.
Korpri harus merubah orientasi dilayani menjadi pelayan masyarakat.
Hal ini menjadi penting karena perubahan orientasi ini akan berakibat bagi
program pengembangan Korpri. Korpri harus mampu menjadi wadah
naungan bagi anggotanya dan mampu melindungi anggotanya terhadap
permasalah yang ada dalam menjalani profesinya.
Kegiatan dan program kerja Korpri selain untuk meningkatkan
kesejahteraan anggotanya haruslah juga yang berhubungan dengan
pemberdayaan masyarakat. Selama ini ada anggapan di masyarakat
bahwa korpri hanyalah pelaku kegiatan-kegiatan seremonial belaka tidak
langsung mengena ke masyarakat. Anggapan seperti inilah yang harus
dirubah, tentu saja dengan perubahan yang harus dilakukan oleh Korpri
itu sendiri. Perubahan ini bisa dilakukan dengan banyak hal, misalnya
seiring dengan tuntutan zaman, perubahan AD/ART organisasi menjadi
sebuah keniscayaan. Korpri harus menjadi organisasi yang dinamis
sehingga pengalaman masa lalu yang terjebak dalam status quo tidak
dialami lagi. Organisasi yang dinamis adalah organisasi yang tidak
mandek, melainkan organisasi yang aktf yang mempunyai program kerja
yang jelas dan mampu melaksanakan apa yang sudah ditetapkan.
Korpri akan memberi kontribusi besar baik dalam penetapan
regulasi maupun dalam menyongsong reformasi birokrasi. Korpri akan
mampu menjadi organisasi yang tidak hanya secara de jure, tapi juga
secara de facto mampu memberikan manfaat, baik untuk pemerintah,
untuk anggotanya atau kepada masyarakat pada umumnya.
Potensi dan Kekuatan Korpri
2
Korpri sebagai organisasi profesi yang tumbuh dan berkembang
ditengah
masyarakat
mempunyai
potensi
dan
kekuatan
yang
membedakan dengan organisasi profesi yang lainnya. Potensi dan
kekuatan Korpri di tingkat nasional maupun di tingkat daerah meliputi :
1. Organisasi yang syah
Keberadaan Korpri sebagai organisasi yang legal dan berdasar
hukum menjadi penting agar setiap program dan pelaksanaanya menjadi
legal dan formal.
2. Struktur organisasi
Struktur organisasi Korpri ada, mulai dari tingkat Pemerintah Pusat,
Pemerintah Provinsi sampai ke tingkat Kabupaten/Kota. Diinternal
Kepengurusan Korpri, misalnya Korpri di tingkat Kabupaten/Kota, struktur
organisasinya yang mulai dari level Penasehat sampai Ketua Bidang, di
duduki oleh orang-orang yang kompeten dan mempunyai jabatan di
instansi pemerintah. Ini
merupakan nilai lebih yang di punyai Korpri.
Korpri akan lebih mudah dalam menyusun program kerja sampai dengan
pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan para pengurus Korpri lebih
menguasai hal-hal yang sangat dibutuhkan anggotanya dan masyarakat
karena mempunyai data yang merupakan pekerjaan setiap harinya di
instansi
masing-masing.
Para
pengurus
Korpri
akan
mudah
menggerakkan anggotanya dan memberdayakan aset yang dipunyai
Korpri.
3. Pendanaan
Pendanaan dalam sebuah organisasi akan sangat menentukan
existensi organisasi tersebut. Korpri dalam hal ini mempunyai kelebihan
bahwa sektor penerimaan dana dari anggota yang jelas dan baik. Korpri
dapat menarik dana dari anggotanya. Hal ini akan sangat berguna dalam
menentukan pelaksaan kegiatan yang sudah direncanakan.
3
4. SKPD terkait
Pembagian struktur organisasi Korpri di tingkat Kabupaten
yang
terdiri dari beberapa Bidang akan lebih maksimal dalam pengembangan
organisasi jika diisi oleh para pejabat atau pemangku kebijakan dari SKPD
terkait. Hal ini akan mendorong Korpri lebih mengena dalam menjalankan
fungsinya dan dapat bekerja dengan profesional. Dalam struktur
organisasi Korpri yang baik akan mewujudkan pendelegasian wewewang
yang tepat dan cepat, hal ini akan sangat membantu agar Korpri sebagai
organisasi agar gerak lajunya dapat berjalan baik dan visi misi organisasi
dapat tercapai.
5. Keanggotaan Korpri yang besar dan terdidik
Korpri sebagai sebuah organisasi mempunyai anggota yang besar,
hal ini akan sangat berguna baik dalam hal pengerakan masa untuk
melibatkan masyarakat untuk kegiatan yang positfi juga berguna untuk
mencari ide-ide segar. Keanggotaan Korpri yang terdiri dari Pegawai
Negeri Sipi, Perangkat Desa, pegawai BUMN dan BUMD merupakan aset
dalam
mengembangkan
dan
mewujudkan
tujuan
organisasi.
Keanggotaan Korpri karena berasal dari instansi pemerintah maka secara
otomatis mereka mempunyai pengetahuan dan keilmuan yang sangat
berguna dalam ikut mengembangkan dan memberdayakan masyarakat
dari berbagai sektor.
Menuju Korpri yang Profesional
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara maka keberadaan Korpri diharapkan menjadi
organisasi profesi yang profesional. Korps profesi Pegawai ASN Republik
Indonesia memiliki tujuan untuk menjaga kode etik profesi dan standar
pelayanan profesi ASN serta mewujudkan jiwa korps ASN sebagai
pemersatu bangsa.
4
Untuk mewujudkan tujuan yang telah diamanatkan undang-undang
tersebut, maka Korpri harus melaksanakan fungsinya yang meliputi :
1.
pembinaan dan pengembangan profesi ASN;
2.
memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota
korps profesi ASN Republik Indonesia terhadap dugaan pelanggaran
Sistem Merit dan mengalami masalah hukum dalam melaksanakan
tugas;
3.
memberikan rekomendasi kepada majelis kode etik Instansi
Pemerintah terhadap pelanggaran kode etik profesi dan kode
perilaku profesi; dan
4.
menyelenggarakan usaha untuk peningkatan kesejahteraan anggota
korps profesi ASN Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Peran Pegawai ASN yang tertampung dalam wadah Korpri haruslah
bertindak
sebagai
perencana,
pelaksana,
dan
pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional
melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional,
bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme.
Untuk menuju kepada pelayanan yang profesional, Korpri harus
menyusun dan menetapkan kode etik untuk disepakati dan dilaksanakan
secara bersama-sama, karena tujuan utama Korpri adalah menjaga kode
etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN. Kode Etik adalah suatu
tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat
tertentu. Korpri harus mampu mengawasi dan menjaga kode etik ini agar
selalu menjadi pedoman tingkah laku para anggotanya. Kode etik ini jika
semua anggota Korpri menjalankannya dan tidak melanggarnya maka
Kopri akan mampu menjadi profesianal dan pada akhirnya tugas
pelayanan publik akan lebih baik.
Selain untuk menjaga kode etik juga yang harus dilakukan adalah
menjaga standar pelayanan profesi ASN. Korpri adalah wadah dari
5
pegawai ASN yang mempunyai tujas menjalankan tugas negara dan
mempertanggungjawabkannya kepada publik. Standar pelayanan profesi
ASN merupakan salah satu agenda dalam program reformasi birokrasi.
Korpri harus mampu memberikan kontribusi kepada pemerintah sebagai
pengambil kebijakan terhadap penetapan standar pelayanan ini. Dalam
peningkatan pelayanan publik, penyusunan dan penetapan Standar
Operasional Prosedur menjadi hal yang mutlak. Korpri harus mengawal
Standar Operasional yang sudah ditetapkan ini melalui sosialisasi dan
himbauan yang terus menerus kepada anggota Korpri.
Pembinaan dan pengembangan profesi ASN dapat dilakukan
Korpri dengan pengadaan program kerja Korpri yang berbasis pelayanan
masyarakat dan pemberdayaan anggota Korpri dan masyarakat. Untuk
Korpri tingkat Kabupaten/Kota kegiatan pelayanan sosial, olah raga,dan
pendidikan, kegiatan keagamaan mutlak dilakukan dalam kegiatan setiap
tahunnya.
Dalam hal pemberdayaan masyarakat Korpri bisa mendirikan
koperasi dan menjalin kerjasama dengan UMKM. Pelatihan dan kursuskursus yang bersifat untuk mendirikan usaha kecil dan pengembangannya
menjadi hal yang harus dilakukan Korpri jika akan memberdayakan
anggota khususnya dan masyarakat umumnya..
Program kerja Korpri haruslah melibatkan anggota dan masyarakat
dan berorientasi pada pelayanan masyarakat dan pemberdayaan anggota
dan masyarakat. Paradigma ini mulai dari level pengurus paling tinggi
sampai level anggota haruslah di jadikan dasar baik sebagai anggota
Korpri maupun sebagai pegawai ASN.
Korpri akan menjadi profesional, jika Kopri sendiri sebagai sebuah
organisasi profesi, mampu menyalurkan aspirasi anggotanya. Korpri
profesional, anggota senang, masyarakat terpuaskan.
_______________
6
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Waryoto
Alamat
: Kalimalang Rt 05/02 Metoyudan Magelang 56172
Pekerjaan
: Pegawai Negeri Sipil
Di Kantor Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi
Kota Magelang
Jl. Kartini No 04 Kota Magelang
Telpon Kantor
: (0293) 360188
Nmr Handphone
: 085743933255
Kategori
: Masyarakat Umum
JUDUL ARTIKEL
“KORPRI PROFESIONAL, LAYANAN MASYARAKAT MAKSIMAL”
7
8
Download