Abstract - Universitas Semarang

advertisement
Kecemasan Wanita Menjelang Kelahiran Anak Pertama ditinjau dari
Kepercayaan Diri
Veri Puspita
Fakultas Psikologi Universitas Semarang
George Hardjanta
Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata
Anna Dian Savitri
Fakultas Psikologi Universitas Semarang
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara
kepercayaan diri dengan kecemasan wanita menjelang kelahiran anak pertama.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara
kepercayaan diri dengan kecemasan wanita menjelang kelahiran anak pertama.
Subjek dalam penelitian ini berjumlah 48 wanita yang mengandung anak pertama
dan usia kehamilan memasuki trimester III di Rumah Bersalin Bhakti Ibu
Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik incidental
sampling.
Data penelitian diumpulkan dengan menggunakan Skala Kecemasan Wanita
Menjelang Kelahiran Anak Pertama dan Skala Kepercayaan Diri. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan teknik Korelasi Product Moment. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan
antara kepercayaan diri dengan kecemasan wanita menjelang kelahiran anak
pertama yang ditunjukkan dengan nilai rxy = - 0,507 (p < 0,01), sehingga hipotesis
dalam penelitian ini diterima.
Kata Kunci : kecemasan wanita menjelang kelahiran anak pertama,
kepercayaan diri
Women’s Anxiety Prior to the First Child Birth Reviewed from a Stand Point of
Self Confidence
Abstract
This study aimed to empirically find the relationship between self
confidence and women’s anxiety prior to the first child birth. The hypothesis in
this study says that there is a negative relationship between self confidence and
women’s anxiety prior to the first child birth. Respondents in this study consisted
of 48 first pregnant women and the age of their gestational age were at the third
semester. This study was conducted at ‘Bhakti Ibu’ Maternity Hospital,
Semarang. Samples were taken by using an Incidental Sampling technique.
Data in this study were collected by using the scale of Women’s Anxiety
Prior to the First Child Birth and the Self-Confidence Scale. Data were analyzed
by using Product Moment Correlation techniques. The result of the study showed
that there was a very significant negative relationship between self confidence
and women’s anxiety prior to the first child birth., and it was indicated by a value
of 0,507 rxy = -(p <0.01), so the hypothesis in this study was received.
Keywords: Women’s anxiety prior to the first child birth, self confidence
190
Perkawinan merupakan langkah untuk
PENDAHULUAN
Kesuksesan
perkawinan bukan
hanya
membentuk
sebuah
keluarga
dengan
ditandai oleh berapa lama hubungan tersebut
melalui proses pernikahan yang sangat
terjalin dan intensitas perasaan yang dialami
sakral dan merupakan keinginan bagi
dua orang yang menjalin relasi perkawinan,
setiap individu. Seorang wanita akan
bukan juga ditentukan oleh siapa di antara
merasa bahagia apabila dipersunting oleh
kedua pasangan perkawinan tersebut yang
seorang laki-laki untuk menjadi pasangan
memenangkan
dalam
hidupnya. Pasangan yang melangsungkan
definisi
suatu pernikahan akan lebih bahagia
kesuksesan dalam pekerjaan yang bisa diukur
apabila segera dikarunia seorang anak yang
dari berapa jauh seseorang mampu meraih
ditandai dengan kehamilan istri. Wanita
jenjang tertinggi dari kariernya. Meskipun
yang sedang mengandung anak pertama
demikian, tidak berarti individu tidak dapat
akan merasa bahagia karena satu lagi
memberi
suatu
anugerah dari perkawinan akan segera
perkawinan. Individu dapat meletakkan sukses
diterimanya. Kebahagiaan tersebut dapat
suatu perkawinan dari sejauhmana pasangan
membawa
merasakan kepuasan hubungan perkawinan
menguntungkan
pada sebagian besar waktu yang dilalui dalam
mengandung anak pertama terlalu khawatir
ikatan perkawinan. Apakah kedua pasangan
akan keselamatan diri dan kandungannya.
perkawinan
dominasi.
berlainan
penilaian
Sukses
dengan
atas
sukses
merasa yakin dan percaya bahwa kebutuhan
dalam
dalam
tersebut
(Gunarsa,
2002:
dengan
17).
pasangannya
Perkawinan
apabila
yang
kurang
wanita
yang
Perasaan penuh tekanan yang muncul
fisik, emosional, dan psikologis terpenuhi
kebersamaan
konsekuensi
diri
wanita
akan
karena
semakin
kehamilan
terasa
ketika
yang
memasuki masa trimester ketiga (bulan ke
dianggap sah menurut hukum Indonesia
tujuh, delapan, sembilan) masa kehamilan.
dicantumkan dalam Undang-Undang No. 1
Pada masa trimester ketiga ini wanita yang
pasal 7 tahun 1974 yang menyebutkan bahwa
menunggu
perkawinan atau pernikahan hanya diijinkan
dapat
jika calon mempelai pria telah berusia 19
apakah
tahun dan mempelai wanita telah berusia 16
berjalan dengan lancar dan apakah berjalan
tahun. Individu pada usia tersebut dianggap
secara
telah dapat membuat keputusan sendiri dan
kemungkinan dapat menimbulkan tekanan-
telah dewasa dalam berpikir dan bertindak.
tekanan yang dapat mengakibatkan wanita
kelahiran anak pertamanya
mengalami
ketakutan-ketakutan
persalinannya
normal
ataukah
tersebut
caesar
191
akan
dan
yang menunggu kelahiran anak pertama
kecemasan
akan
menjadikan
mengalami kecemasan (Kusmiyati, 2008: 2).
mengalami
serangan
panik
individu
(episode
Kecemasan merupakan perasaan yang
ketakutan yang berat dan mendadak atau
dapat muncul pada setiap orang, baik itu anak-
teror). Selama serangan panik, individu
anak, remaja maupun dewasa, begitu juga
merasa
dengan
menunggu
menakutkan akan terjadi. Perasaan ini
menutup
biasanya disertai dengan gejala tertentu
wanita
kelahiran
anak
yang
sedang
pertama,
tidak
pasti
bahwa
seperti
Wiramihardja
menyatakan
napas, berkeringat, tremor, pingsan dan
gangguan
mual. Individu yang mengalami kecemasan
panik, phobia, posttraumatic stress disorder,
tidak mengetahui dengan jelas mengapa
generalized
individu
55)
gangguan kecemasan, meliputi
anxiety
disorder,
obsessive
merasa
berdebar-debar,
yang
kemungkinan untuk mengalami kecemasan.
(2011:
jantung
sesuatu
ketakutan.
sesak
Selama
compulsive disorder, gangguan kecemasan
serangan panik yang parah, individu
yang berhubungan dengan kondisi medis
merasa takut bahwa dirinya akan mati.
umum. Kecemasan dicetuskan oleh adanya
Menjelang hari persalinan, sebagian
situasi atau objek (dari luar individu) yang
besar ibu hamil akan dilanda kecemasan,
sebenarnya tidak membahayakan. Akibat dari
terutama
kecemasan adalah penghindaran terhadap
Kecemasan yang bisa dialami ibu hamil
situasi
menjelang
tersebut
Kecemasan
dengan
merupakan
rasa
terancam.
gangguan
yang
yang
kemungkinan
pertama
hari
kali
persalinan,
melahirkan
bayi
hamil.
seperti
tidak
dialami individu ketika dihadapkan pada
normal, tidak dapat menyusui karena
situasi
dapat
payudara kecil, persalinan akan mengotori
menimbulkan stres. Individu yang mengalami
diri, merasa bentuk tubuh terlalu kecil
kecemasan hidup tiap hari dalam ketegangan
untuk melahirkan secara normal, merasa
yang tinggi (Atkinson, dkk, 1999: 413).
tidak memiliki naluri keibuan, ataupun
Individu yang mengalami kecemasan biasanya
kecemasan ketuban pecah di tempat umum.
juga mengalami serangan panik. Kepanikan
Begitu banyaknya kecemasan ibu hamil
yang dialami oleh individu yang mengalami
menjelang hari persalinan, yang sering
kecemasan akan membuatnya berpikir bahwa
menyebabkan ibu hamil jadi susah tidur,
sesuatu yang menakutkan akan terjadi.
padahal ibu hamil harus cukup beristirahat
yang
Lukaningsih
mengancam
dan
Siti
atau
(2011:
108)
menyatakan bahwa dampak negatif dari
minimal 8 jam setiap hari (Ayahbunda,
2010).
192
Kecemasan
merupakan
bagian
dari
kehidupan manusia (Sundari, 2005: 50).
akan merasa khawatir, gelisah, dan resah
dalam menanti proses persalinan.
Kecemasan muncul karena ada situasi yang
Hasil
analisis
wawancara
yang
mengancam diri individu. Hal ini berarti
dilakukan peneliti pada tanggal 27-28 Mei
kecemasan tidak semata-mata muncul dengan
2011 dengan lima orang wanita yang
sendirinya,
yang
sedang mengandung anak pertama pada
menyebabkannya. Lebih lanjut, teori perilaku
usia kandungan trimester III, diketahui
menjelaskan
bahwa para wanita tersebut mengalami
tanpa
bahwa
ada
hal-hal
kecemasan
akan
memberikan dampak negatif jika seseorang
kecemasan
menjelang
kelahiran
mengembangkan respon terhadap kondisi
pertamanya tersebut. Kecemasan tersebut
yang dihadapinya, sehingga akan mengganggu
dapat terlihat dari pernyataan subjek yang
kemampuan individu untuk mencapai tujuan
menunjukkan dirinya mengalami perasaan
yang diinginkannya. Seorang wanita yang
gelisah dan gugup yang diikuti dengan
sedang mendambakan kelahiran anak pertama
meningkatnya detak jantung ketika teringat
apabila terjebak dalam situasi yang penuh
waktu kelahiran yang sudah semakin dekat,
ketegangan dan memberikan respon yang
sering terbangun di malam hari karena
negatif akan mengalami kecemasan dalam
teringat
menunggu kelahiran tersebut karena kelahiran
sesuatu yang buruk terjadi pada diri dan
dapat terjadi tidak selancar yang diharapkan.
anaknya.
kandungannya
Kecemasan
dan
anak
khawatir
tersebut
muncul
Individu yang mengalami kecemasan akan
sebagai bentuk kekhawatiran individu akan
merasa terancam keselamatannya dan sama
berbagai kemungkinan buruk yang dapat
sekali tidak mengetahui langkah dan cara yang
terjadi
harus diambil untuk menyelamatkan dirinya
pertamanya. Meskipun demikian, pada
(Sobur, 2003: 345). Kecemasan yang dialami
dasarnya
oleh wanita yang sedang mengandung anak
mengandung anak pertama tersebut telah
pertama pada trimester tiga akan merasa
memiliki keyakinan bahwa setiap usaha
bahwa proses persalinan yang akan dihadapi
yang
dapat
kelahiran, seperti pemeriksaan yang rutin
mengancam
keselamatan
jiwanya
selama
para
proses kelahiran anak
wanita
dilakukannya
Wanita
menghindarkan dari kemungkinan buruk
anak
pertama dan menghadapi proses persalinan
yang
sehat
proses
dan
sedang mengandung
makan
selama
sedang
maupun anak yang sedang dikandungnya.
yang
pola
yang
dapat
pada saat proses kelahiran.
193
Durand dan Barlow (2006: 165) bahwa
kecemasan
kerentanan
nyeri yang muncul karena kehamilan
psikologis merupakan kecenderungan yang
sebagai hal yang wajar. Wanita juga akan
mengarah kurang rasa percaya diri, self-
tetap dapat berpikir secara positif bahwa
esteem yang rendah, dan ketidakmampuan
proses persalinan akan dapat berjalan
mengatasi masalah. Kepercayaan diri adalah
dengan lancar.
sebentuk
dipengaruhi
keyakinan
oleh
perubahan dalam diri, menganggap rasa
kuat
pada
jiwa,
Hasil
analisis
wawancara
yang
kesepahaman dengan jiwa dan kemampuan
dilakukan terhadap wanita yang sedang
menguasai jiwa (Al-Uqsari, 2005: 13-14).
menunggu proses persalinan anak pertama
Kepercayaan diri adalah berbuat dengan
pada
penuh keyakinan. Rasa percaya diri adalah
menunjukkan bahwa pada dasarnya merasa
kekuatan yang mendorong individu untuk
percaya diri mampu melewati proses
maju
selalu
persalinan yang semakin dekat, seperti
memperbaiki diri. Tanpa rasa percaya diri,
halnya dengan adanya sikap optimis bahwa
individu akan hidup di bawah bayang-bayang
persalinan akan berjalan lancar sesuai
orang lain. Individu akan selalu takut pada
dengan yang diharapkan. Wanita yang
kegagalan dan sesuatu yang tidak diketahui.
sedang menunggu proses persalinan anak
dan
berkembang,
serta
tanggal
27-28
Mei
2011
juga
Kepercayaan diri adalah keyakinan untuk
pertama juga berusaha melihat sesuatu
melakukan sesuatu pada diri individu sebagai
secara positif, seperti adanya penilaian
karakteristik
dalamnya
bahwa setiap usaha yang dilakukan untuk
terdapat keyakinan akan kemampuan diri,
menjaga kehamilannya akan mendatangkan
optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional,
hasil yang memuaskan, yaitu kelahiran
dan realistis. (dalam Ghufron dan Risnawita,
anak yang lancar. Wanita yang sedang
2010: 35). Individu dengan kepercayaan diri
menunggu proses persalinan anak pertama
mempunyai
memiliki penilaian bahwa rasa sakit yang
segala
pribadi
yang
kemampuan
sesuatu
untuk
mencapai
dan
akan dirasakan pada saat proses persalinan
mengembangkan kesadaran diri. Kepercayaan
adalah hal yang wajar dan mampu diatasi
diri pada wanita yang sedang menunggu
dengan baik. Selain itu, kepercayaan diri
proses persalinan anak pertama, diharapkan
pada wanita yang sedang menunggu proses
dapat menghindarkannya dari kecemasan.
persalinan anak pertama tampak dari
Wanita
adanya kesediaan untuk menerima berbagai
yang
yang
di
sedang
diinginkan
menunggu
proses
persalinan anak pertama akan dapat menerima
194
masukan dari orangtua agar persalinan dapat
orang lain. Gunarsa dan Gunarsa (2003:
berjalan dengan baik.
83) menyatakan bahwa kecemasan adalah
Tembong (2006: 57) bahwa ciri-ciri
ketakutan yang tidak jelas dan diperoleh
individu yang memiliki kepercayaan diri
dari
pengalaman
emosional
adalah bersedia dan mampu mempercayai dan
menimbulkan frustrasi.
yang
mewujudkan potensi-potensi dirinya secara
Berdasarkan uraian tersebut diketahui
mandiri serta berani menghadapi risiko akibat
bahwa kecemasan adalah perasaan tidak
keputusan-keputusan sendiri dengan penuh
menyenangkan
tanggung jawab. Kepercayaan diri pada
atau ketegangan yang berasal dari rasa
wanita menjelang kelahiran anak pertama
takut, suatu peningkatan yang berbahaya
diharapkan dapat membuatnya terhindar dari
dari perasaan tak berteman dan tak berdaya
kecemasan karena adanya perasaan takut akan
dalam dunia penuh ancaman.
adanya berbagai kemungkinan buruk yang
dapat
menimpa
ketika
proses
mengenai
kekhawatiran
Gejala kecemasan menurut Sundari
kelahiran
(2005: 51) menyatakan individu yang
berlangsung. Kepercayaan diri pada wanita
mengalami kecemasan ditandai dengan
menjelang kelahiran anak pertama akan
gejala-gejala, sebagai berikut:
menumbuhkan keyakinan dalam diri serta
a. Gejala fisik
sikap optimis yang dapat digunakan dalam
Jari-jari tangan dingin, detak jantung
mengelola setiap sumber kecemasan yang ada.
makin cepat, berkeringat dingin, kepala
Kenyataannya, wanita yang sedang hamil dan
pusing, nafsu makan berkurang, tidur
sedang menunggu kelahiran anak pertamanya
tidak nyenyak, dada terasa sesak.
masih saja mengalami kecemasan.
b. Gejala mental
Kecemasan Wanita Menjelang Kelahiran
Ditandai dengan adanya ketakutan,
Anak Pertama
merasa akan ditimpa bahaya, tidak
Kecemasan dapat berasal dari rasa takut,
suatu
peningkatan
yang
berbahaya
dari
dapat memusatkan perhatian, tidak
tenteram,
serta
perasaan tak berteman dan tak berdaya dalam
kenyataan.
dunia penuh ancaman (Alwisol, 2006: 161).
Gejala-gejala
ingin
kecemasan
lari
dari
menurut
Lebih lanjut Alwisol (2006: 161) menyatakan
Durand dan Barlow (2006: 168), antara
bahwa
lain:
kecemasan
dasar
dibarengi
permusuhan dasar, berasal dari perasaan
a. Kegelisahan atau perasaan tegang
marah, suatu predisposisi untuk mencurigai
b. Menjadi mudah lelah
195
c. Sulit berkonsentrasi
seseorang dalam menilai diri maupun objek
d. Iritabilitas
sekitarnya sehingga individu mempunyai
e. Ketegangan otot
keyakinan akan kemampuan dirinya untuk
f. Gangguan tidur
dapat melakukan sesuatu sesuai dengan
Berdasarkan uraian tersebut diketahui
gejala-gejala
individu
yang
mengalami
kemampuannya.
Berdasarkan
uraian
tersebut
dapat
kecemasan, antara lain gejala fisik yang
ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan diri
meliputi jantung berdebar, sakit kepala, nafsu
merupakan keyakinan seseorang terhadap
makan berkurang, mengalami gangguan tidur,
segala aspek kelebihan yang dimilikinya
kelelahan dan berkeringat dingin serta gejala
untuk membuat suatu keputusan sendiri
psikis yang meliputi munculnya perasaan
dan untuk melakukan pilihannya sendiri.
takut, tidak tenang, tidak tentram, bingung,
Individu yang memiliki kepercayaan
sulit berkonsentrasi dan mengalami kesulitan
diri menurut Perry (2005: 3) menunjukkan
dalam mengambil keputusan.
ciri-ciri, sebagai berikut:
Kepercayaan Diri
a. Lantang, berani dan terbuka.
Perry
(2005:
bahwa
b. Mampu menangani berbagai masalah,
kepercayaan diri berarti merasa positif tentang
baik pribadi maupun pekerjaan tanpa
apa
banyak bicara tapi pasti.
yang
bisa
3)
menyatakan
dan
tidak
tidak
bisa
Menurut Tembong (2006: 57) ciri-ciri
dilakukan, tapi memiliki kemauan untuk
individu yang memiliki kepercayaan diri,
belajar.
antara lain:
mengkhawatirkan
dilakukan
apa
Kepercayaan
yang
diri
memperlancar
hubungan antara diri individu, kemampuan-
a. Bersedia dan mampu mempercayai dan
kemampuan, seperti bakat, keahlian, dan
mewujudkan potensi-potensi dirinya
potensi dan cara individu memanfaatkannya.
secara mandiri.
Widyarini
(2009:
100-102)
menyatakan
b. Berani
menghadapi
risiko
akibat
bahwa kepercayaan diri yang berlebihan (over
keputusan-keputusan sendiri dengan
confidence) membuat individu kebablasan,
penuh tanggung jawab.
membangun
terlalu
Lauster (dalam Ghufron dan Risnawita,
gembira atau terlalu optimis, dan menganggap
2010: 35-36) menyatakan bahwa individu
diri tak terkalahkan. Lebih lanjut Ghufron dan
yang memiliki kepercayaan diri memiliki
Risnawita (2010: 35) menyatakan bahwa
ciri-ciri sebagai berikut:
kepercayaan
berlebihan
diri
adalah
menjadi
sikap
mental
196
a. Keyakinan kemampuan diri
persalinan
Keyakinan kemampuan diri adalah sikap
positif seseorang tentang dirinya. Individu
dimana
terdapat
ketakutan
terhadap proses persalinan anak.
Teknik
pengambilan
sampel
yang
mampu secara sungguh-sungguh akan apa
digunakan dalam penelitian ini yaitu
yang dilakukannya.
incidental
b. Optimis
sampling.
Penelitian
ini
menggunakan skala yaitu Skala Kecemasan
Optimis adalah sikap positif yang dimiliki
Wanita
seseorang yang selalu berpandangan baik
Pertama dan Skala Kepercayaan Diri.
dalam menghadapi segala hal tntang diri
dan kemampuannya.
Menjelang
Kelahiran
Anak
Teknik analisis data yang digunakan
untuk menguji hubungan kepercayaan diri
c. Objektif
sebagai variabel bebas dengan kecemasan
Individu memandang permasalahan atau
wanita menjelang kelahiran anak pertama
sesuatu sesuai dengan kebenaran yang
sebagai
tergantung,
dengan
semestinya, bukan menurut kebenaran
menggunakan teknik korelasi
Product
pribadi atau menurut dirinya sendiri.
Moment dari Pearson.
variabel
d. Bertanggung jawab
Bertanggung
jawab
adalah
kesediaan
orang untuk menanggung segala sesuatu
yang telah menjadi konsekuensinya.
Rasional dan realistis adalah analisis
terhadap suatu masalah, sesuatu hal, dan
kejadian
dengan
menggunakan
pemikiran yang dapat diterima oleh akal
dan sesuai dengan kenyataan.
Batasan populasi dalam penelitian ini
wanita
yang
DAN
PEMBAHASAN
Hasil
penelitian
ini
menunjukkan
usia
signifikan antara kepercayaan diri dengan
kecemasan wanita menjelang kelahiran
anak
pertama.
Hasil
penelitian
ini
mendukung pendapat yang diutarakan oleh
Durand dan Barlow (2006: 165) bahwa
kecemasan dipengaruhi oleh kerentanan
METODE PENELITIAN
adalah
PENELITIAN
bahwa ada hubungan negatif yang sangat
e. Rasional dan realistis
suatu
HASIL
kehamilannya
memasuki masa kandungan pada trimester III
di Rumah Bersalin Bhakti Ibu Semarang,
karena masa ini telah mendekati masa
psikologis merupakan kecenderungan yang
mengarah kurang rasa percaya diri, selfesteem yang rendah, dan ketidakmampuan
mengatasi masalah. Perspektif kognitif
menjelaskan bahwa salah satu faktor yang
mempengaruhi
timbulnya
kecemasan
197
adalah kurangnya kepercayaan diri atau
sedang menunggu proses persalinan anak
kurang realistik dan rasionalnya individu
pertama dapat menghindarkannya dari
memandang dirinya.
kecemasan.
Individu yang kepercayaan dirinya kurang
Kepercayaan diri yang tinggi dalam
akan mendorong berpikir dan bertindak
penelitian
belum
dengan apa adanya, sehingga hasilnya juga
kecemasan
pada
akan kecil. Hal ini membuat efek terhadap
pertama trimester III. Kondisi tersebut
kepercayaan individu kurang. Besar kecilnya
kemungkinan disebabkan karena terdapat
keberhasilan individu sangat ditentukan oleh
faktor lain yang lebih dominan dalam
besar kecilnya kepercayaan diri individu
memengaruhi
terhadap apa yang dipikirkan dan dilakukan
hamil. Hal tersebut terlihat dari sumbangan
(Wiyono, 2004: 124). Kepercayaan diri pada
efektif variabel kepercayaan diri terhadap
wanita menjelang kelahiran anak pertama
kecemasan wanita menjelang kelahiran
diharapkan dapat membuatnya terhindar dari
anak
kecemasan karena adanya perasaan takut akan
sebesar 74,3% dari variabel lain seperti
adanya berbagai kemungkinan buruk yang
faktor
dapat
kontribusi biologis, kontribusi psikologis,
menimpa
ketika
proses
kelahiran
berlangsung.
individu.
wanita
kecemasan
pertama
hanya
frustrasi,
menurunkan
hamil
pada
25,7%.
konflik,
anak
wanita
Sisanya
ancaman,
serta internal locus of control.
Kepercayaan diri tidak begitu saja melekat
pada
dapat
Kepercayaan
diri
bukan
Kelemahan dalam penelitian ini adalah
penggunaan
skala
kecemasan
wanita
merupakan bawaan lahir atau keturunan,
menjelang kelahiran anak pertama hanya
melainkan suatu proses belajar bagaimana
menggunakan gejala-gejala dari kecemasan
merespon berbagai rangsangan dari luar
secara umum, sehingga dikhawatirkan
dirinya melalui interaksi dengan lingkungan
kurang dapat mengungkap kondisi yang
(Surya, 2007: 2). Kepercayaan diri membawa
sesungguhnya
kekuatan dalam mengatur langkah individu
Kelemahan lain dalam penelitian ini adalah
Proses menunggu persalinan pada wanita yang
pada Skala Kepercayaan Diri yang tidak
mengandung anak
kemungkinan
berdistribusi normal. Hal ini kemungkinan
dapat menjadi merupakan sumber stressor
dikarenakan item-item dalam skala yang
tersendiri apabila wanita mengalami perasaan
memiliki social desirability.
pertama
dari
subjek
penelitian.
takut dan terancam dalam menghadapinya.
Kepercayaan diri yang dimiliki wanita yang
198
Gunarsa, S. D. 2002. Asas-Asas Psikologi
Keluarga Idaman. Jakarta: Gunung
Mulia.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat
diambil simpulan bahwa ada hubungan negatif
antara kepercayaan diri dengan kecemasan
wanita menjelang kelahiran anak pertama.
Semakin
tinggi
kepercayaan
diri
maka
semakin rendah kecemasan wanita menjelang
kelahiran anak pertama, dan sebaliknya. Hal
ini
menunjukkan
bahwa
hipotesis
yang
diajukan dalam penelitian ini diterima.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Uqsari, Y. 2005. Percaya Diri Pasti!
Jakarta: Gema Insani.
Alwisol. 2006. Psikologi
Malang: UMM Press.
Gunarsa, S. D., dan Gunarsa, S. D. 2003.
Psikologi Perawatan. Jakarta: Gunung
Mulia.
Kusmiyati. 2008. Kecemasan Menjelang
Kelahiran. www.google.com. (15 Mei
2011).
Lukaningsih, Z. L., dan Siti, B. 2011.
Psikologi Kesehatan. Yogyakarta:
Nuha Medika.
Sobur, A. 2003. Psikologi
Bandung: Pustaka Setia.
Umum.
Perry, M. 2005. Confidence Boosters:
Pendongkrak Kepercayaan Diri. Alih
Bahasa: Aditya Suharmoko. Jakarta:
Erlangga.
Kepribadian.
Atkinson, R. L., Atkinson, R, C dan Smith, E,
Bem, D, J. 1999. Pengantar Psikologi.
Jilid Dua. Alih Bahasa: Widjaja Kusuma.
Batam: Interaksara.
Ayahbunda. 2010. Kecemasan Ibu Hamil
Menjelang
Persalinan.
http://www.ibudankeluarga.com. (Senin,
20 Februari 2012).
Durand, V. M. dan Barlow, D. H. 2006.
Psikologi Abnormal. Alih Bahasa:
Linggawati
Haryanto.
Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Ghufron, M. N., dan Risnawita, R. S. 2010.
Teori-teori Psikologi. Jakarta: PT.
Gramedia.
Sundari, S. 2005. Kesehatan Mental dalam
Kehidupan. Jakarta: Rineka Cipta.
Surya, H. 2007. Percaya Diri Itu Penting.
Jakarta: PT. Gramedia.
Tembong, G. P. 2006. Smart Parenting.
Jakarta: PT. Gramedia.
Widyarini, N. M. 2009. Membangun
Hubungan Antar Manusia. Jakarta: PT.
Elex Media Komputindo.
Wiramihardja, S. A. 2011. Pengantar
Psikologi Klinis. Bandung: Alfabeta.
Wiyono, S. 2004. Manajemen Potensi Diri.
Jakarta: Grasindo.
199
Download