Yang Perlu Diketahui Mengenai Serangan Jantung

advertisement
Yang Perlu Diketahui Mengenai Serangan Jantung
Serangan Jantung
Serangan jantung adalah kejadian
medis
yang
serius
dan
memerlukan
tindakan
darurat.
Serangan jantung terjadi apabila
aliran darah yang ke jantung
secara
tiba-tiba
terhalang,
biasanya akibat adanya bekuan
darah ataupun plak didalam
pembuluh darah.
Kurangnya pembuluh darah yang
menuju ke jantung tersebut dapat
menyebabkan
terjadinya
kerusakan pada jaringan otot
jantung, yang apabila tidak cepat
ditangani dapat membuat jaringan
otot jantung tersebut rusak dan
mati. Terminologi medis untuk
serangan
jantung
adalah
myocardial infarction.
Pembuluh
darah
yang
menyalurkan darah dan oksigen ke
jantung disebut dengan pembuluh
darah koroner. Oleh sebab itu, penyakit yang menyebabkan terjadinya penyempitan dan pengerasan pada
pembuluh darah koroner disebut juga dengan penyakit jantung koroner (PJK). Sebagian besar serangan
jantung terjadi pada orang yang mempunyai penyakit jantung koroner (PJK).
Gejala serangan jantung
Tidak semua serangan jantung diawali dengan sakit pada dada secara mendadak seperti yang terlihat di film
atau televisi . Pada sebuah penelitian misalnya, 1/3 dari pasien yang pernah mengalami serangan jantung
tidak merasakan sakit pada dadanya, pasien-pasien tersebut biasanya adalah pasien lanjut usia, wanita atau
yang menderita diabetes.
Tanda dan gejala terjadinya serangan jantung juga dapat berbeda pada setiap orang. Banyak serangan
jantung yang diawali dengan rasa tidak nyaman atau rasa sakit yang ringan, bahkan ada orang yang tidak
menunjukkan gejala sama sekali.
Berikut adalah gejala yang umum dirasakan saat terjadi serangan jantung, yang medicastore ambil dari
www.nhlbi.nih.gov :
1. Rasa sakit di dada
Gejala yang paling umum dirasakan saat terjadi serangan jantung adalah rasa sakit didada. Hal ini
termasuk rasa sakit yang baru dirasakan ataupun rasa sakit yang sering dirasakan tapi dengan pola
yang berbeda.
Sebagian besar saat serangan jantung terjadi, timbul rasa sakit di bagian tengah dada atau di bagian
kiri dada yang berlangsung selama beberapa menit atau hilang dan muncul kembali. Rasa sakit
tersebut dapat terasa seperti adanya tekanan, remasan atau nyeri didada, baik ringan ataupun berat.
Gejala dari angina dapat serupa dengan gejala serangan jantung. Angina adalah rasa sakit didada
yang terjadi pada orang yang mempunyai penyakit jantung koroner, biasanya terjadi ketika mereka
aktif beraktifitas. Rasa sakit karena angina, dapat terjadi selama beberapa menit dan akan
menghilang ketika mereka beristirahat.
Rasa sakit di dada yang tidak kunjung hilang bahkan setelah beristirahat, dapat menjadi pertanda
adanya serangan jantung. Sebaiknya setiap serangan jantung yang dirasakan diperiksakan ke dokter.
2. Gejala lain yang sering dirasakan pada saat sebelum ataupun saat terjadi serangan jantung
adalah :
o Rasa tidak nyaman di tubuh bagian atas, baik di lengan (bisa salah satu atau keduanya),
punggung, leher, dagu, atau perut bagian atas.Nafas pendek, dapat muncul sebelum ataupun
saat timbul rasa sakit didada.Mual, muntah, pusing mendadak dan timbul keringat dingin.
o Susah tidur, rasa lelah yang sangat atau kurang tenaga.
Sept 2011 - From: www.itokindo.org (free pdf: Manajemen Modern dan Kesehatan Masyarakat)
1
Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan gejala yang sama. Tetapi semakin
banyak gejala tersebut diatas yang dirasakan, maka semakin besar pula kemungkinan mengalami serangan
jantung.
Hidup setelah mengalami serangan jantung
Jika sebelumnya telah mengalami serangan jantung, maka maka bisa dibilang jantung tersebut sudah
mengalami kerusakan. Hal ini dapat mempengaruhi ritme jantung serta kekuatan untuk memompa dan
mengalirkan darah.
Orang yang telah mengalami serangan jantung juga beresiko untuk mengalami serangan jantung lagi ataupun
kondisi lain seperti stroke, masalah ginjal dan penyakit pembuluh darah perifer.
Tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko mengalami masalah kesehatan
tersebut. Misalnya dengan rehabilitasi jantung, yaitu program pemeliharan kesehatan dengan cara melakukan
perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan jantung dan kualitas hidup.
Perubahan yang dilakukan termasuk penggunaan obat-obatan, perubahan pola makan, meningkatkan
aktifitas fisik, berhenti merokok dan pengelolaan stres. Dokter juga akan memberikan saran mengenai
aktifitas sehari-hari yang dilakukan, termasuk pengaturan aktifitas kerja, bepergian, aktifitas seksual ataupun
olahraga.
Supaya tidak mengalami serangan jantung
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk mengalami serangan jantung. Faktor resiko
tersebut ada yang dapat kita kendalikan tetapi ada juga yang tidak dapat dikendalikan.
Faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan adalah :
• Usia
Resiko untuk mempunyai penyakit jantung akan meningkat pada pria setelah usia 45 tahun dan pada
wanita setelah usia 55 tahun (setelah menopause).
• Riwayat keluarga
Resiko untuk mempunyai penyakit jantung juga akan meningkat bila mempunyai riwayat ayah atau
saudara laki-laki yang didiagnosa punya penyakit jantung sebelum usia 55 tahun ataupun ibu atau
saudara perempuan yang didiagnosa punya penyakit jantung sebelum usia 65 tahun.
• Pre-eklampsia
Mengalami pre-eklampsia juga meningkatkan resiko untuk mempunyai penyakit jantung. Preeklampsia adalah kondisi yang terjadi pada saat hamil, ditandai dengan kenaikan tekanan darah dan
adanya protein berlebih pada urin. Pre-eklampsia sering dikaitkan dengan resiko terjadinya berbagai
penyakit pada jantung, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, kegagalan pada jantung
dan tekanan darah yang tinggi.
Sedangkan faktor resiko yang dapat dikendalikan adalah:
• Merokok
• Tekanan darah yang tinggi
• Kadar kolesterol yang tinggi
• Kegemukan dan obesitas
• Pola makan yang tidak sehat (misalnya mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan garam,
lemak dan kolesterol)Kurang melakukan aktifitas fisik
• Kadar gula yang tinggi dalam darah akibat diabetes
Jadi jelas, bahwa satu-satunya cara untuk mencegah mengalami penyakit jantung dan serangan jantung
adalah dengan mengendalikan faktor-faktor resiko diatas.
Seperti berikut ini yang medicastore ambil dari www.nhs.uk :
• Berhenti merokok
Merokok merupakan penyebab utama berbagai penyakit seperti misalnya penyakit jantung dan
kanker paru-paru. Jadi jika saat ini termasuk salah satu orang yang merokok, berhenti merokok
merupakan cara terbaik untuk menghindari terjadinya serangan jantung.
• Melakukan olahraga secara rutin
Jika ingin menjaga kesehatan jantung, maka melakukan olahraga secara rutin sangat penting untuk
dilakukan. Olahraga akan memperbaiki aliran darah dan membantu menjaga jantung untuk bekerja
dengan efektif.
Untuk orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, olahraga sedang secara rutin selama
30 menit sehari setidaknya 5 kali seminggu sangat dianjurkan. Contoh olahraga tersebut adalah
berjalan cepat ataupun mendaki bukit.
Sept 2011 - From: www.itokindo.org (free pdf: Manajemen Modern dan Kesehatan Masyarakat)
2
•
Mengatur pola makan
Supaya jantung sehat, makanan yang rendah lemak dan kaya serat sangat dianjurkan, misalnya
gandum utuh ataupun beragam jenis sayur dan buah. Batasi juga konsumsi garam hingga tidak lebih
dari 6 gram (1 sendok teh) sehari. Terlalu banyak mengkonsumsi garam akan meningkatkan tekanan
darah.
Hindari juga mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak jenuhnya, karena dapat
meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Makanan yang termasuk tinggi kandungan lemak
jenuhnya adalah : daging, sosis, jerohan, mentega, krim, keju, kue dan biskuit serta makanan yang
mengandung minyak kelapa/kelapa sawit.
Untuk menurunkan kadar kolesterol, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak
tak jenuh, seperti : minyak ikan, alpukat, kacang-kacangan, minyak dari bunga matahari atau dari
buah zaitun.
•
Batasi konsumsi alkohol
Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan tekanan darah naik, demikian juga
dengan kadar kolesterol. Oleh karena itu, dengan tidak mengkonsumsi alkohol atau membatasi
konsumsi alkohol sesuai yang dianjurkan merupakan cara yang tepat untuk mengurangi resiko
mengalami tekanan darah yang tinggi ataupun serangan jantung.
Jumlah batas konsumsi alkohol yang direkomendasikan adalah : pada pria 3-4 unit/hari, sedangkan
pada wanita 2-3 unit/hari. 1 unit alkohol setara dengan 1 gelas kecil wine/anggur.
•
Mengurangi berat badan
Ada banyak keuntungan yang dikaitkan dengan penurunan berat badan. Jika dapat mencapai berat
badan yang ideal sesuai dengan tinggi badannya, maka dapat membantu menurunkan kadar
kolesterol dan tekanan darah. Dengan menurunkan berat badan, maka resiko untuk terkena penyakit
jantung juga akan menurun serta angka harapan hidup juga akan meningkat.
Salah satu cara yang cukup sukses untuk menurunkan berat badan adalah dengan melakukan
olahraga setidaknya 30 menit setiap hari, makan dalam jumlah yang lebih kecil dan mengkonsumsi
makanan ringan yang menyehatkan diantara waktu makan. Penurunan berat badan secara bertahap
sebanyak 0,5 kg /minggu sangat direkomendasikan.
•
Kondisi lain
Beberapa kondisi lain yang dapat meningkatkan resiko untuk terkena serangan jantung adalah
hipertensi dan diabetes. Artinya dengan menjaga supaya kondisi-kondisi tersebut selalu terkontrol
juga dapat membantu mengurangi resiko untuk terkena serangan jantung.
Hal ini termasuk, mengkonsumsi obat yang diberikan dokter secara rutin, melakukan diet yang sehat
dan kontrol ke dokter secara berkala.
Ayo, rubah gaya hidup kita untuk menjaga kesehatan jantung !!
Sumber :
1. www.nhs.uk
2. www.nhlbi.nih.gov
3. www.cdc.gov
http://medicastore.com/artikel/336/Yang_Perlu_Diketahui_Mengenai_Serangan_Jantung.html
Sept 2011 - From: www.itokindo.org (free pdf: Manajemen Modern dan Kesehatan Masyarakat)
3
Download