RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018 i

advertisement
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
i
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah memberikan
arahan terhadap Strategi Pembangunan Indonesia di segala bidang,
amanatnya terutama adalah dalam pemenuhan hak dasar setiap
rakyat Indonesia. Salah satu dari hak dasar tersebut adalah hak
setiap rakyat Indonesia untuk memperoleh akses atas kebutuhan
kesehatan sehingga memperoleh derajat kesehatan yang setinggitingginya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, terdapat 26 bidang
urusan pemerintahan yang sebagian kewenangan pengurusannya
dilimpahkan menjadi urusan wajib Pemerintahan Daerah. Satu
diantaranya yang termasuk urusan wajib Pemerintah Daerah
adalah bidang urusan kesehatan. Dengan demikian pembangunan
bidang kesehatan menjadi tanggungjawab bersama Pemerintah,
Pemerintahan
Daerah
Provinsi
dan
Pemerintahan
Daerah
Kabupaten/Kota guna memenuhi amanat UUD 1945.
Rumah
Sakit
sebagai
salah
satu
fasilitas
pelayanan
masyarakat di bidang kesehatan memiliki peran yang sangat
strategis dimana rumah sakit diharapkan dapat berperan optimal
dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Peran tersebut dewasa ini semakin menonjol mengingat timbulnya
perubahan-perubahan
paradigma
dalam
kehidupan
sosial
kemasyarakatan maupun kebijakan – kebijakan pemerintah yang
sangat dipengaruhi oleh kondisi global, nasional, regional dan atau
lokal.
Pemerintah Kota Bandung dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018 dan dalam Renstra
Kota Bandung 2013-2018 telah menetapkan Visi ”Terwujudnya
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
1
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kota
Bandung
yang
Unggul,
Nyaman,dan
Sejahtera”
Untuk
pencapaian Visi tersebut telah menetapkan beberapa Misi, yaitu :
1.
Mewujudkan
Bandung
nyaman
melalui
perencanaan
tataruang, pembangunan infrastruktur serta pengendalian
pemanfaatan
ruang
yang
berkualitas
dan
berwawasan
lingkungan.
2.
Menghadirkan tata kelola pemerintah yang efektif, bersih dan
melayani.
3.
Membangun
masyarakat
yang
mandiri,
berkualitas
dan
berdaya saing.
4.
Membangun
perekonomian
yang
kokoh,
maju,
dan
berkeadilan.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung sebagai
Lembaga Teknis Daerah Kota Bandung di bidang pelayanan
kesehatan berkewajiban melaksanakan kegiatannya berdasarkan
Misi Kota Bandung ke 3 Membangun masyarakat yang mandiri,
berkualitas dan berdaya saing.
meningkatkan
derajat
memiliki peran strategis dalam
kesehatan
melalui
upaya
pelayanan
kesehatan yang diberikan kepada masyarakat khususnya di
wilayah Bandung Timur sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
RSUD Kota Bandung sebagai Institusi Pemerintah Daerah Kota
Bandung pemberi pelayanan kesehatan dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya perlu menetapkan Rencana Strategis yang
akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Program dan
Kegiatan selama periode tertentu dengan memperhitungkan dan
memberdayakan potensi sumberdaya, peluang dan kendala yang
ada atau timbul sehingga dapat secara realistis mengantisipasi
perkembangan masa depan.
RENSTRA Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Tahun
2013-2018 ini merupakan revisi yang menjabarkan visi, misi, dan
program RSUD Kota Bandung yang akan dilaksanakan dan
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
diwujudkan dalam suatu periode dan berpedoman pada RPJMD
Kota Bandung Tahun 2013-2018, serta memperhatikan Renstra
Kementrian Kesehatan dan Renstra Pemerintahan Daerah Provinsi
Jawa Barat.
Dokumen
RENSTRA
RSUD
Kota
Bandung
disusun
berdasarkan pada fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Bandung
sebagai
pendukung
penyelenggaraan
pembangunan
daerah dalam pelayanan publik dibidang pelayanan kesehatan
sehingga Agenda Prioritas Bandung Sehat dapat terwujud.
Penyusunan
melalui
RENSTRA
berbagai
primer/skunder
aktual/eksisting,
RSUD
tahapan,
Kota
mulai
(Eksternal/Internal),
rapat
koordinasi,
Bandung
2013-2018
pengumpulan
analisis
perumusan
data
kondisi
rancangan
RENSTRA, dan menyelaraskan hasil konsultasi mengenai Reviu
RENSTRA RSUD Kota Bandung dengan Kemenpan dan RB, dan
dijadikan sebagai masukan dalam penyusunan revisi RENSTRA ini.
Adapun proses penyusunan dapat dilihat pada gambar berikut :
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
3
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Gambar 1.1
Proses Penyusunan RENSTRA RSUD Kota Bandung
2013-2018
RPJMD Kota Bandung
2013-2018
Pengumpulan Data:
Data Primer (eksternal/internal)
Data Primer (eksternal/internal
Analisis kondisi aktual/eksisting
Rapat
Koordinasi
Perumusan
Rancangan RENSTRA
Konsultasi Reviu
RENSTRA
RENSTRA REVISI
Dengan disusunnya Rencana Strategis RSUD Kota Bandung
tahun
2013-2018
kesehatan
secara
mengutamakan
diharapkan
mampu
berdayaguna
dan
upaya
peningkatan
melaksanakan
berhasilguna
dan
pencegahan
upaya
dengan
serta
melaksanakan upaya rujukan, Sehingga Rumah Sakit Umum Daerah
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
4
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
(RSUD) Kota Bandung diharapkan pula dapat turut andil dalam
mewujudkan salah satu agenda prioritas Kota Bandung yaitu
Bandung Sehat.
Dalam
Rencana
Pembangunan
Jangka
Menengah
Daerah
(RPJMD) Kota Bandung tahun 2013 – 2018 pembangunan bidang
kesehatan terdapat dalam misi ke 3 yaitu “Membangun masyarakat
yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing”.
Adapun indikator bidang kesehatan yang ingin dicapai sesuai
RPJMD Kota Bandung tahun 2013-2018 adalah sebagai berikut:
1. Capaian indeks kesehatan 81,87
2. Angka harapan hidup 74,45
3. 90 % fasilitas kesehatan memenuhi SPM kesehatan
4. Angka kematian bayi 29/1000 kelahiran hidup
5. Menurunnya jumlah kematian ibu melahirkan 11 orang/tahun.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dalam Bab 1
pasal 1 ayat (11) Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja
Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan
Kerja
Perangkat
Daerah
(RENJA
SKPD)
adalah
dokumen
perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu)
tahun. Mengacu pada ayat (11) tersebut bahwa Rumah Sakit Umum
Daerah
(RSUD)
Pemerintah
Kota
Kota
Bandung
Bandung
merupakan
merupakan
Lembaga
bagian
Teknis
integral
dari
penyelenggaraan Pemerintah Kota Bandung tentunya mempunyai
kewajiban menyusun Program Kerja sebagai dokumen perencanaan
tahunan.
Berkaitan dengan hal tersebut RSUD Kota Bandung untuk setiap
tahunnya melaksanakan penyusunan Program Kerja yang mengacu
pada RENSTRA RSUD Kota Bandung 2013-2018 dan RPJMD Kota
Bandung 2013-2018 serta memperhatikan rancangan awal Rencana
Kerja Pemerintah Daerah Kota Bandung. Program Kerja RSUD juga
berintegrasi dengan Renstra Kementrian Kesehatan dan Renstra
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
5
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, yaitu dengan memasukan
Rencana Kerja dan Dana yang bersumber dari Pemerintah dan
Pemerintahan Daerah Provinsi.
1.2. Landasan Hukum
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003
tentang Keuangan Negara;
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004
tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004
tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah;
5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2008
tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 32 tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah;
6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
7. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan;
8. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
tentang Rumah Sakit;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007
tentang Organisasi Perangkat Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan,
Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
RPJMD;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 sebagai
pengganti Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengeloaan Keuangan Daerah;
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
6
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD);
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan RPJMD;
16. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1373/Menkes/ SK/XII
Tahun 1998, tentang Status Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Bandung sebagai Rumah Sakit Kelas C;
17. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit;
18. PMK No. 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana bagi hasil
Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi
Dana bagi Hasil Cukai hasil Tembakau;
19. Peraturan
Menteri
Keuangan
No.20/PMK.07/2009
tentang
Perubahan atas PMK No. 84/PMK.07/2008;
20. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 14 tahun 2007 tentang
Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah
di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
21. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 16 tahun 2007 tentang
Pembentukan dan Susunan RSUD Kota Bandung;
22. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota
Bandung Tahun 2005 – 2025;
23. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2014 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota
Bandung tahun 2013-2018;
24. Peraturan Walikota Bandung Nomor 075 Tahun 2011 tentang
Rincian Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas, dan Tata Kerja
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
7
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
25. Keputusan Walikota Bandung Nomor: 445/Kep.868-RSUD/2010
Tentang Penetapan RSUD Kota Bandung untuk Menerapkan Pola
Pengelolaan Keuangan BLUD; dengan status penuh.
1.3. Maksud dan Tujuan
1.3.1 Maksud
Sebagai arah dalam pengembangan Rumah Sakit Umum
Daerah Kota Bandung
”Terwujudnya Rumah Sakit Yang
Berkualitas Dan Nyaman”,
tahun kedepan. Sebagai
dalam kurun waktu 5 (lima)
Indikator kunci keberhasilan bagi
pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung
dalam melaksanakan fungsinya.
1.3.2 Tujuan
1. Tercapainya
persepsi
yang
sama
dalam
menyusun
kebijakan-kebijakan pelayanan kesehatan di lingkungan
RSUD Kota Bandung sehingga produk kebijakan dapat
dijadikan acuan dan/atau pedoman bagi seluruh unit
kegiatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat;
2. Sebagai Pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja
RSUD Kota Bandung;
3. Sebagai
tolok
ukur
dalam
penyusunan
Laporan
Pertanggungjawaban Kinerja RSUD Kota Bandung.
1.4. Sistematika Penulisan
I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
1.2.
Landasan Hukum
1.3.
Maksud dan Tujuan
1.4.
Sistematika Penulisan
II. GAMBARAN PELAYANAN RSUD KOTA BANDUNG
2.1.
Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi RSUD Kota
Bandung
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
8
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
2.2.
Sumber Daya RSUD Kota Bandung
2.3.
Kinerja Pelayanan RSUD Kota Bandung
2.4.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan RSUD
Kota Bandung
III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1.
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan RSUD Kota Bandung
3.2.
Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah Terpilih
3.3.
Telaahan Renstra Kementrian Kesehatan dan Renstra
Kota Bandung
3.4.
Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian
Lingkungan Hidup Strategis
3.5.
IV. VISI,
Penentuan Isu-isu Strategis
MISI,
TUJUAN
DAN
SASARAN,
STRATEGI
DAN
KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi RSUD Kota Bandung
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah RSUD Kota
Bandung
4.3. Strategi dan Kebijakan RSUD Kota Bandung
V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
5.1.
Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran
dan Pendanaan Indikatif
VI. INDIKATOR
KINERJA
RSUD
KOTA
BANDUNG
YANG
MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
6.1.
Indikator Kinerja RSUD Kota Bandung Yang Mengacu
Pada Sasaran RPJMD
VII. PENUTUP
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
9
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN RSUD KOTA BANDUNG
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi RSUD Kota Bandung
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit,
diamanatkan
bahwa
rumah
sakit
adalah
institusi
pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan
secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat
jalan, dan gawat darurat. Pelayanan kesehatan paripurna adalah
pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif.
RSUD Kota Bandung menyelenggarakan pelayanan kesehatan
dengan melayani masyarakat terutama dari wilayah Bandung Timur
dengan penduduk yang semakin berkembang sesuai pengembangan
pembangunan Kota Bandung.
Pelayanan RS disediakan sesuai kebutuhan masyarakat dengan
mempertimbangkan pola penyakit, data kependudukan seperti
kelompok penduduk berdasarkan umur dan data demografi lainnya.
Jangkauan pelayanan RSUD Kota Bandung berdasarkan zona
Sistem Rujukan Kota Bandung meliputi 11 Kecamatan ditambah
penduduk yang berasal dari Kabupaten Bandung dan Sumedang
yang berbatasan dengan Kota Bandung
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan
merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat
diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit mempunyai
karakteristik dan organisasai yang sangat kompleks.
Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat keilmuannya
masing-masing berinteraksi satu sama lain. Ilmu pengetahuan dan
teknologi kedokteran berkembang sangat pesat diikuti oleh tenaga
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
10
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu,
membuat semakin kompleksnya permasalahan dalam Rumah Sakit.
Rumah sakit berubah dari organisasi normative (organisasi
sosial) ke arah organisai utilitarian (organisasi sosial ekonomis),
namun fungsi sosial adalah fungsi yang tetap melekat pada institusi
rumah sakit apapun bentuk, orientasi dan pola kepemilikannya.
Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi RSUD Kota Bandung
diatur oleh Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 16 Tahun 2007
tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Kota Bandung.
2.1.1. Tugas
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung merupakan
Lembaga Teknis Daerah Kota Bandung yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mempunyai tugas :
Melaksanakan upaya kesehatan dibidang pelayanan
umum,
upaya
kesehatan
secara
berdayaguna
dan
berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan,
pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan
upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan
upaya rujukan.
2.1.2 Fungsi
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut
diatas, RSUD Kota Bandung, mempunyai fungsi :
1. Menyelenggarakan pelayanan umum;
2. Melaksanakan tugas teknis operasional bidang pelayanan
umum yang meliputi keuangan, pelayanan medis dan
keperawatan,
penunjang
medis
serta
program
dan
pemasaran;
3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
11
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Inti dari penyelenggaraan fungsi rumah sakit adalah mengelola
pasien. Manajemen strategis dirancang sesuai tugas, fungsi dan struktur
organisasi diperlukan agar pelayanan di rumah sakit dapat dilaksanakan
secara efektif dan efisien dengan menggunakan sumber-sumber yang
tersedia didalam maupun diluar organisasi melalui berbagai proses
manajemen.
Manajemen SDM
Struktur ini mengorganisir Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD
Kota Bandung yang berjumlah
510 orang dengan berbagai jenjang
pendidikan mulai dari SLTA sampai dengan jenjang S2 dan
jenis
pendidikan sesuai profesi yang dibutuhkan oleh rumah sakit dari
berbagai disiplin ilmu.
Manajemen
SDM
meliputi
kebijakan
yang
mengatur
SDM/karyawan dengan rumah sakit, rekruitmen, orientasi, rotasi,
mutasi, cuti, diklat, promosi dan lain lain.
Manajemen Keuangan/Pembiayaan
Manajemen
keuangan/pembiayaan
mulai
dari
menyusun
perencanaan pembiayaan sampai laporan pertanggungjawaban. RSUD
Kota Bandung memiliki sumber pembiayaan dari pendapatan operasional,
APBD, APBN dan pendapatan lain yang sah.
RSUD Kota Bandung telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah berdasarkan Surat Keputusan Walikota
Bandung No 445/Kep-868-RSUD/2010.
Pengelolaan keuangan dilaksanakan berdasarkan prinsip efisiensi,
efektifitas
dan
produktifitas
dengan
berazaskan
akuntabilitas
dan
transparansi. Dalam rangka penerapan prinsip dan azas tersebut maka
dalam penatausahaan keuangan diterapkan sistem akuntansi berbasis
akrual (SAK/Standar Akuntansi Keuangan) dan SAP/ Standar Akuntansi
Pemerintah).
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
12
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Dalam pengelolaan dengan PPK BLUD Rumah Sakit, untuk
menjamin
kelangsungan
penyelenggaraannya
masih
mendapatkan
subsidi pemerintah. Subsidi berupa biaya gaji, biaya pengadaan barang
modal, dan pengadaan barang jasa dapat bersumber dari APBD maupun
APBN.
Dalam pengelolaan PPK BLUD terdapat beberapa ketentuan yang
mengatur sebagai berikut:
1. Tarif Layanan
2. Pendapatan dan Biaya
3. Pengeluatan Biaya
4. Rencana Strategi dan Rencana Bisnis Anggaran
5. Pengelolaan Kas
6. Pengelolaan Utang Piutang
7. Investasi
8. Surplus dan Defisit Anggaran
9. Laporan Keuangan
10. Kerja Sama
11. Pengadaan Barang dan Jasa
Manajemen Lingkungan
RSUD Kota Bandung juga melaksanakan pengelolaan lingkungan dan
limbah rumah sakit, sistem remunerasi, sistem akuntabilitas dan
penilaian kinerja.
Penilaian kinerja didasarkan pada hasil capaian Standar Pelayanan
Minimal yang telah ditetapkan sebagi persyaratan penerapan PPK-BLUD.
Kebijakan yang mengatur pengelolaan lingkungan dan limbah rumah
sakit
diimplementasikan
berupa
pemantauan,
pemeriksaan
mutu
lingkungan dan pengelolaan rumah sakit.
Ruang lingkup pengelolaan lingkungan dan limbah rumah sakit terdiri
dari :
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
13
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
1. Penyehatan ruang bangunan dan halaman rumah sakit
2. Pengendalian serangga dan binatang pengganggu
3. Penyehatan air
4. Pengawasan dekontaminasi melalui desinfiksia & strerilisasi
5. Pengawasan pengamanan radiasi
6. Pengawasan pengelolaan makanan dan minuman
7. Pengawasan tempat pencucian umum/laundry
8. Peningkatan upaya promosi kesehatan lainnya
9. Limbah padat
10. Limbah cair
11. Limbah gas
12. Limbah B3
Manajemen Logistik dan Asset
Dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit perlu didukung
dengan logistik yang memadai.
Manajemen logistik mulai dari proses perencanaan, penentuan
kebutuhan pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan pemeliharaan
serta penghapusan material/alat kesehatan/unit.
Logistik rumah sakit meliputi dari cetakan, ATK, makanan pasien, gas
medis, obat dan perbekalan kesehatan termasuk linen dan bakan bakar
dll.
Aset rumah sakit perlu dikelola dengan baik mulai dari perencanaan,
pengelolaan, pendistribusian, pemeliharaan sampai dengan penghapusan
harus memenuhi standar, uji fungsi dan kalibrasi karena merupakan
pendukung terhadap mutu pelayanan yang diberikan.
Manajemen Informasi
Data dalam manajemen merupakan salah satu faktor penting yang
harus dikelola dengan baik. Dalam Undang-Undang Rumah Sakit wajib
memelihara rekam medis pasien termasuk kerahasiannya, penyimpanan
dan pengolahan dan pemusnahannya. Untuk itu seluruh data pasien,
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
14
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
data pelayanan, data administrasi dan keuangan yang terdapat di rumah
sakit sangat komplek sehingga perlu dikelola secara professional dan
terstruktur dan sudah tidak memungkinkan dikelola secara manual. Oleh
karena
itu
rumah
sakit
perlu
mengembangkan
Sistem
Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) yang baik.
Dalam rangka pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional RSUD
sedang
mempersiapkan
SIM
RS,
termasuk
melakukan
sosialisasi
kelengkapan catatan medis pasien menggunakan ICD X yang merupakan
Kode Diagnosa
Internasional dan ICD IX yaitu Kode Tindakan
Internasional yang dimulai sejak penerapan Jamkesmas.
Manajemen Mutu dan Patien Safety
Pelayanan rumah sakit objeknya adalah manusia sehingga mutu dan
keselamatan pasien harus diutamakan walaupun rumah sakit menganut
azas
efisiensi.
Keselamatan
pasien
merupakan
salah
satu
fokus
pelayanan karena pasien bukan hanya membutuhkan pengobatan tetapi
perlu dilindungi. Untuk melaksanakan upaya keamanan pasien dibentuk
Tim
Patien
Safety
yang
bertugas
menyusun
standar,
memantau
pelaksanaan, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi tindak lanjut
bagi manajemen tentang keselamatan pasien
Hal lain yang penting dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit
adalah manajemen mutu pelayanan yang mencakup mutu klinik, mutu
pembiayaan, dan mutu kinerja. RSUD Kota Bandung telah melaksanakan
manajemen mutu yang dilaksanakan dalam bentuk Akreditasi Rumah
Sakit.
Pada tahun 2012 RSUD Kota Bandung telah terakreditasi penuh
dalam 12 jenis pelayanan serta memperoleh sertifikasi ISO 9001-2008.
Akreditasi menunjukkan komitmen rumah sakit untuk meningkatkan
keselamatan dan kualitas asuhan pasien, memastikan lingkungan
pelayanan aman dan rumah sakit senantiasa berupaya mengurangi
resiko bagi para pasien dan staf rumah sakit.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
15
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Manajemen Pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan menggambarkan inti proses pelayanan
rumah sakit yang merupakan pengelolaan pelayanan tiap unit yang ada
di RSUD Kota Bandung terhadap pasien mulai masuk sampai keluar dari
rumah sakit.
Rumah sakit menetapkan alur pelayanan rawat jalan, rawat darurat,
rawat
inap
dan
pelayanan
penunjang
lainnya.
Menetapkan
jenis
pelayanan, struktur organisasi unit, kriteria tenaga dan kompetensi,
persyaratan umum dan persyaratan khusus sarana dan prasarana
termasuk sarana penunjang, memiliki program pelatihan, serta memiliki
standar operasional prosedur, standar peralatan dan standar tata ruang
dan lingkungan.
Undang-Undang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009 pasal 36
mengamanatkan
“Seluruh
rumah
sakit
harus
menyelenggarakan
Tatakelola Rumah Sakit dan Tatakelola Klinik yang baik” yang diatur
dalam Hospital by Laws dan Medical staf by Laws.
Peraturan
Internal
Rumah
Sakit
(hospital
by
laws)
mengatur
perbuatan para pihak rumah sakit, pemilik atau yang mewakili dengan
pengelola/direktur dan staf medis.
Sedangkan Tatakelola Klinik mengatur agar staf medis di rumah sakit
terjaga profesionalismenya melalui mekanisme kredensial, penjagaan
mutu profesi medis dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi medis.
Komite medis dibentuk dengan tujuan untuk menyelenggarakan tata
kelola klinis yang baik agar mutu pelayanan medis dan keselamatan
pasien lebih terjamin dan terlindungi.
2.1.3
Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor
16
Tahun
2007
tentang
Pembentukan
dan
Susunan
Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung; RSUD
Kota Bandung merupakan Lembaga Teknis Daerah Kota
Bandung di bidang pelayanan kesehatan, dipimpin oleh
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
16
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
seorang
kepala
dengan
sebutan
Direktur
yang
secara
adminstratif bertanggungjawab kepada Walikota Bandung
melalui Sekretaris Daerah Kota Bandung, dan secara teknis
operasional
dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kota
Bandung. Adapun Susunan Organisasinya sebagai berikut:
Unsur Pimpinan
: Direktur
Pembantu Pimpinan, terdiri dari :
a.
Kepala Bagian Umum Keuangan, membawahkan :
1) Ka.Sub.Bag. Umum dan Perlengkapan;
2) Ka.Sub.Bag. Pengembangan SDM;
3) Ka.Sub.Bag. Keuangan dan Anggaran.
b. Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan,
membawahkan :
1) Ka.Seksi Pelayanan Medis;
2) Ka.Seksi Pelayanan Keperawatan
c.
Kepala Bidang Penunjang Medis, membawahkan :
1) Ka.Seksi Penunjang Diagnostik dan Terapi;
2) Ka.Seksi Pemeliharaan dan Pemulasaraan.
d. Kepala
Bidang
Program
dan
Pemasaran,
membawahkan :
1) Ka.Seksi Pengendalian Program;
2) Ka.Seksi Mutu dan Pemasaran.
Selain dibantu oleh kelompok struktural, Direktur dibantu
pula
oleh
kelompok
fungsional
dan
unsur
pelaksana
pelayanan, yang terdiri dari :
a. Satuan Pengawas Intern;
b. Komite Medik;
c. Komite Keperawatan;
d. Panitia Rekam Medis;
e. Komite Pencegahan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit;
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
17
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
f.
Panitia Farmasi dan Terapi;
g. Tim Patient Safety;
h. Staff Medis Fungsional;
i.
Instalasi/Unit.
Unsur Pelaksana Pelayanan, terdiri dari
instalasi dan
unit, yaitu:
a. Rawat Jalan
b. Rawat Inap
c. Gawat Darurat
d. Kamar Besalin
e. ICU
f.
Rehabilitasi Medis & Fisioterapi
g. Unit Hemodialisa
h. Laboratorium
i.
Radiologi
j.
Kamar Bedah
k. Farmasi
l.
Gizi
m. Pemeliharaan Sarana RS (IPSRS)
n. Pemulasaraan Jenazah
o. CSSD
p. Kesling
q. Laundry
Unit terdiri dari :
a. Rekam Medis
b. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
c. Promosi Kesehatan Rumah Sakit
d. Mutu Rumah Sakit
e. Pemasaran & Kemitraan
f.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
18
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
g. Pendidikan dan Pelatihan
h. Akutansi
i.
PPATKRS
j.
Perbendaharaan
Kelompok Fungsional terdiri :
Staf Medis Fungsional jumlahnya sesuai dengan
Dokter/ Dokter Gigi
jenis
Spesialis (profesi) yang ada di RSUD
Kota Bandung, saat ini terdiri dari 17 Spesialistik dan
dokter/doker gigi umum, yaitu :
1.
Spesialis Penyakit Dalam
2.
Spesialis Bedah
3.
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
4.
Spesialis Anak
5.
Spesialis THT
6.
Spesialis Mata
7.
Spesialis Kulit Kelamin
8.
Spesialis Anesthesi
9.
Spesialis Pathologi Klinik
10.
Spesialis Pathologi Anatomi
11.
Spesialis Radiologi
12.
Spesialis Orthodonti
13.
Spesialis Syaraf
14.
Spesialis Rehabilitasi Medik
15.
Spesialis Bedah mulut
16.
Spesialis Jiwa
17.
Spesialis Orthopedi
18.
Dokter Umum
19.
Dokter Gigi
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
19
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Undang-Undang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009 Pasal 33
berbunyi : Setiap Rumah Sakit harus memiliki organisasi yang efektif,
efisien dan akuntabel. Organisasi rumah sakit disusun dengan tujuan
untuk mencapai visi dan misi rumah sakit dengan menjalankan
tatakelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan tata
kelola klinis yang baik (Good Clinical Governance).
Struktur Organinsai RSUD Kota Bandung disusun berdasarkan
Peraturan
Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
Nomor
1046/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di
Lingkungan Departemen Kesehatan, dengan klasifikasi kelas C dengan
jenis rumah sakit umum yang memberikan pelayanan kesehatan semua
bidang dan jenis penyakit.
Struktur organisasi berdasarkan azas organisasi hemat struktur dan
kaya fungsi, yang menggambarkan kewenangan, tanggung jawab dan
komunikasi dalam menyelenggarakan pelayananan, komunikasi antar
unit pelayanan serta manajemen “Cross fungsional and communication
management” atau dengan kata lain seluruh struktur merupakan
struktur kerja operasional bukan struktur kerja birokrasi yang kaku.
Komite medis terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Subkomite yang
terbagi menjadi subkomite kredensial, subkomite mutu dan subkomite
etika.
Direktur rumah sakit bekerjasama dengan komite medis untuk
menyusun pengaturan layanan medis agar pelayanan yang professional
terjamin mulai saat pasien masuk rumah sakit hingga keluar rumah
sakit.
Rumah sakit agar dapat memberikan pelayanan yang baik maka
dibutuhkan berbagai sumber daya yang harus diatur dengan proses
manajemen secara baik.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
20
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSUD Kota Bandung
DIREKTUR
KOMITE
MEDIK
SPI
SMF
SMF
BAGIAN UMUM &
KEUANGAN
SUB BAG UMUM &
PERLENGKAPAN.
SUB BAG
PENGEMBANGAN
. SDM
SUB BAG KEU.&
ANGGARAN
KETERANGAN :
- - - - - - - - - - - Garis Koordinasi
-------------------- Garis Komando
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
INSTALASI
&
BIDANG YAN MED &
KEPERAWATAN
BIDANG
PENJ.MEDIS
SEKSI
YAN MED
SEKSI
PENJ.DIAG.&
TERAPI
SEKSI PENG.
PROGRAM
SEKSI YAN
KEPERAWAT
AN
SEKSI PEMELIH.&
PEMULASARAAN
JENAZAH
SEKSI MUTU
& PEMASARN
BIDANG PROG.
PEMASARAN
UNIT
UNIT
21
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
2.2
Sumber Daya RSUD Kota Bandung
2.2.1. Sumber Daya Manusia
SDM RSUD Kota Bandung terus berkembang baik
jenis maupun jumlahnya seiring perkembangan jenis
pelayanan.
Meliputi
jenjang
pendidikan
tingkat
menengah setingkat SLTP sampai jenjang S2.
Total jumlah SDM pada tahun 2009
berjumlah
335 orang, pada tahun 2013 berkembang menajdi
504 orang terdiri dari PNS 336 orang dan tenaga
BLUD 168 orang.
Berdasarkan
terbanyak
jenjang
adalah
kelompok
pendidikan
D3
sedang
tenaga
jenis
pendidikan terbanyak adalah tenaga perawat.
Tabel 2.1
SDM Dokter Spesialis RSUD Kota Bandung
NO
I
JENIS TENAGA
JUMLAH
(Org)
STATUS PEGAWAI
Dokter Spesialis
1 Penyakit Dalam
3
PNS 2, Non PNS
(BLUD) 1
2 Anak
3
3 Kandungan Dan
3
Kebidanan
4 Bedah
3
PNS
PNS
PNS 2, Non PNS
(BLUD) 1
5 THT
2
PNS
6 Mata
2
PNS
7 Kulit dan Kelamin
2
PNS
8 Syaraf
2
PNS1, Non PNS
(BLUD) 1
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
22
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
9 Orthodonti
1
PNS
10 Orthopedi
2
Non PNS (BLUD) 2
11 Rehabilitasi Medik
1
PNS
12 Anestesi
1
PNS
13 Pathologi Klinik
2
PNS
14 Pathologi Anatomi
1
PNS
15 Jiwa
1
Non PNS (BLUD)
16 Bedah mulut
1
PNS
17 Radiologi
1
PNS
22
PNS, Fungsional 18,
II
Dokter/Dokter Gigi
1 Dokter Umum
srtukural 4
2 Dokter Gigi
4
PNS, 2 fungsional, 2
struktural
Tabel 2.2
Perkembangan Jenis Tenaga RSUD Kota Bandung
Tahun 2009-2013
Jenis
Tenaga
Dokter
Umum
Dokter Gigi
Dokter
Spesialis
Th.
2009
Th.
2010
Th.
2011
Th.
2012
Th.
2013
12
3
14
3
20
3
15
5
22
4
21
21
24
24
31
123
151
168
210
216
55
55
77
71
90
Non
Kesehatan
104
90
115
123
142
JUMLAH
318
336
409
450
505
Keperawatan
Non
Keperawatan
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
23
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
2.2.2. Aset dan Modal
1. Bangunan Rumah Sakit
Memiliki akses yang mudah dijangkau dengan
berbagai alat tranportasi roda 2 dan 4, dengan luas
lahan ± 10.028 M² dan luas bangunan 10.909 M²
dan terus dikembangkan secara vertikal maupun
horizontal.
Berdasarkan persyaratan RS Kelas C luas lahan
tersebut kurang memenuhi standar minimal 30.000
M², namun memiliki utilitas publik lainnya yang
memadai seperti air bersih, sumber listrik dengan
gardu tersendiri, jaringan telepon dan internet,
pembuangan
limbah
dengan
telah menerapkan
studi kelayakan dampak lingkungan dalam bentuk
implementasi Upaya Kesehatan lingkungan dan
Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL) yang
secara rutin di laporkan.
Melaksanakan
pengelolaan
limbah
padat
infeksius dan non infeksius walaupun fasilitas
pemusnahannya dilaksanakan oleh pihak ke III
yang
telah
mendapatkan
ijin
dari
Pemerintah
termasuk fasilitas pengelolaan limbah cair IPAL
Sewage Treatment Plant dan Hospital Waste Water
Treatment Plant, fasilitas pengelolaan
limbah cair
maupun padat dari Instalasi radiologi serta fasilitas
Pengolahan Air Bersih (Water Treatmen Plant),
pengolahan
air
Reverse
Osmosis
untuk
unit
Hemodialisa , Laboratorium, Gizi, CSSD dan lainlain.
Fasilitas rawat inap berlokasi di area belakang
cukup
mengurangi
dampak
kebisingan
dan
mendapatkan lingkungan yang tenang. Rancang
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
24
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
bangun
RSUD
Kota
Bandung
dilaksanakan
berdasarkan master plan serta studi kelayakan yang
telah
disusun
sebelumnya
walaupun
dalam
perjalanannya dapat saja dilakukan perubahan
sesuai kebutuhan yang mendesak.
Massa
bangunan
telah
mempertimbangkan
faktor keselamatan terhadap bahaya kebakaran
(termasuk pengadaan alat APAR dan pelatihan
penanggulangan kebakaran bagi seluruh petugas),
sirkulasi udara dan pencahayaan, kenyamanan,
keselarasan dan kenyamanan lingkungan, taman
dan halaman tetap tersedia.
Pembagian
area
zonasi
diupayakan
sesuai
dengan kondisi ruang yang ada, kebutuhan luas
lantai diupayakan mendekati ketentuan yaitu 80 M²
/tempat tidur (10.909 M²/151 TT).
Untuk pembagian area fasilitas rumah sakit
idealnya
mengacu
kepada
Pedoman
Teknis
Bangunan Rumah Sakit Kelas A, B, C yang
dikeluarkan oleh Dirjen Bina Pelayanan Penunjang
Medis tahun 2012 serta Undang-Undang Rumah
Sakit Nomor 44 Tahun 2009 tentang Bangunan
Gedung, menyebutkan bahwa bangunan gedung
penting
kegiatan,
sebagai
maka
tempat
perlu
manusia
melakukan
diperhatikan
keamanan,
keselamatan, kenyamanan dan kemudahan.
Undang-Undang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun
2009 menyatakan bahwa bangunan rumah sakit
paling sedikit terdiri atas ruang rawat jalan, ruang
rawat inap, ruang rawat darurat, ruang operasi,
ruang tenaga kesehatan, ruang radiologi, ruang
laboratorium,
ruang
sterilisasi,
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
ruang
farmasi,
25
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
ruang pendidikan dan latihan, ruang kantor dan
adminstrasi, ruang ibadah, ruang tunggu, ruang
menyusui, ruang mekanik, ruang dapur, laundry,
kamar jenazah, taman, pengolahan sampah dan
pelataran parkir yang mencukupi.
Bangunan dan peralatan rumah sakit diatur
dalam
Buku
Pedoman
Sarana
dan
Prasarana
Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Pusat Sarana
Prasarana dan Peralatan Kesehatan, Sekretariat
Jendral, KEMKES-RI.
Berdasarkan standar RS Kelas C (4 Spesialis
dasar)
RSUD
Kota
Bandung
telah
memenuhi
standar, namun karena jumlah pelayanan spesialis
telah berkembang menjadi 17 Spesialistik beberapa
jenis peralatan masih harus dikembangkan antara
lain peralatan orthopedi, rehabilitasi medis, NICU
(Neonatal Intensive Care Unit) dan ICU (Intencive
Care
Unit)
penambahan
baik
pengadaan
kapasitas.
Saat
baru
ini
maupun
RSUD
Kota
Bandung memiliki jumlah tempat tidur 151 TT,
namun dengan bertambahnya jumlah pelayanan
spesialistik serta jumlah dokter spesialis maka
masik dibutuhkan penambahan TT.
Perkembangan
rumah
sakit
yang
pesat
menjadikan jumlah kunjungan yang meningkat pula
sehingga untuk kecepatan pelayanan administrasi
pasien
perlu
dibangun
sarana
informasi
yang
memadai termasuk untuk kebutuhan manajerial
yaitu
membangun
SIM
RS
(Sistem
Informasi
Manajemen Rumah Sakit).
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
26
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
2. Anggaran
Sumber keuangan RSUD Kota Bandung berasal
dari pendapatan operasional, APBD I, APBD II dan
APBN.
Grafik 2.1 TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN
OPERASIONAL RSUD KOTA BANDUNG TAHUN 2010-2013
Sejak
RSUD
Kota
Bandung
ditetapkan
menjadi
BLUD
pendapatan operasional RS terus meningkat namun belum
optimal karena beberapa kendala seperti perubahan tarif yang
tertunda
dari
tahun
2012
sampai
sekarang
sehingga
ada
perubahan penurunan target.
Sumber
keuangan
lainnya
adalah
APBD
dan
APBN
sebagaimana tergambar dalam table berikut :
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
27
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Tabel 2.3
Alokasi Anggaran APBD dan APBN RSUD Kota Bandung
Tahun 2010-2013
No
Sumber Dana
Tahun
APBD Kota
I
Bandung
2010
2011
2012
2013
1. Belanja
Langsung
9.662.315.773
9.975.976.000
10.768.250.855
29.602.035.042
12.432.213.259
15.059.284.094
17.042.883.405
19.415.306.274
22.094.529.032
25.035.260.094
27.811.134.260
49.017.341.316
0
0
0
2.000.000.000
0
0
0
4.000.000.000
0
0
0
123.683.040
0
0
0
6.123.683.040
0
0
4.000.000.000
0
2. Belanja Tidak
Langsung
Jumlah
II
APBD Provinsi
1. Alat Kedokteran
Bedah
2. Alat Kedokteran
Rehab Medik
3. Beasiswa Tugas
Belajar
Jumlah
III
APBN
1. Tugas
Perbantuan (TP)
2. Dana Alokasi
Khusus (DAK)
0
2.028.500.000
0
0
Jumlah
0
2.028.500.000
4.000.000.000
0
2.2.3 Unit Pelayanan Sebagai Unit Usaha
Penyelenggaraan
menggambarkan
pelayanan
pengelolaan
di
rumah
pelayanan
sakit
tiap
unit
terhadap pasien mulai masuk sampai keluar dari
rumah sakit.
Untuk memudahkan pengguna layanan, rumah sakit
menetapkan alur pelayanan baik secara umum maupun
pelayanan
khusus
per
unit
pelayanan
dengan
memperhatikan beberapa prinsip berdasarkan: cara
pasien datang (dikirim/dirujuk oleh fasilitas pelayanan
kesehatan lain/dokter/bidan praktek perorangan, atau
datang atas kemauan sendiri). Berdasarkan kecepatan
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
28
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
pelayanan
dapat
dibedakan
pasien
yang
dapat
menunggu (berobat jalan/tidak dalam keadaan gawat
darurat) dan pasien yang perlu pertolongan segera
(pasien gawat darurat) juga pasien yang membutuhkan
rawat inap.
Sedangkan berdasarkan jenis kedatangannya dapat
dibedakan pasien baru (baru pertama kali datang ke
rumah sakit umtuk keperluan pelayanan kesehatan
dan menerima nomor rekam medis) dan pasien lama
(pasien
yang
keperluan
pernah
kesehatan
datang
dan
sebelumnya
untuk
mempergunakan
nomor
rekam medis yang telah ada).
Pelayanan pasien yang diselenggarakan di RSUD
Kota Bandung sesuai dengan fasilitas dan jenis tenaga
medis yang tersedia serta penunjangnya.
Sesuai dengan rumah sakit kelas C RSUD Kota
Bandung telah mempunyai fasilitas dan kemampuan
pelayanan
medis
sekurang-kurangnya
4
(empat)
pelayanan spesialis dasar, namun telah berkembang
ditambah 4 (empat) spesialis penunjang medik dan 8
(delapan) spesialis lainnya, apabila mencukupi 2 (dua)
subspesialis dasar dan spesialis jantung dan paru
sudah dapat masuk kelompok rumah sakit kelas B.
Peralatan yang ada telah diupayakan memenuhi
standar minimal peralatan rumah sakit, persyaratan
umum dan khusus peralatan serta kapasitas pelayanan
termasuk pengembangan alat canggih seperti CT Scan,
fluoroskopi, laparoskopi, peralatan rehabilitasi medik,
laboratorium, set peralatan operasi baik jenis maupun
jumlahnya.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
29
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Rumah sakit menerima imbalan atas pelayanan yang
telah diberikan dalam bentuk tarif yang harus dibayar
oleh masyarakat.
Jenis pembayaran tarif layanan ada dalam betuk
tunai yaitu untuk pasien umum, ada pula dalam
bentuk jaminan seperti asuransi kesehatan (Askes,
Jamkesmas, Jamsostek, Asuransi Swasta atau yang
dijamin langsung oleh perusahaan/kontrak pelayanan).
Tarif layanan Rumah Sakit selama ini diatur oleh
Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2010 tentang
Retribusi Pelayanan Kesehatan Kota Bandung, namun
setelah ditetapkan menjadi BLUD maka tarif cukup
ditetapkan oleh Keputusan Kepala Daerah disampaikan
kepada DPRD.
2.3. Kinerja Pelayanan
Pelayanan Pasien Rawat Jalan
Pelayanan di rawat jalan diberikan kepada pasien yang
datang ke unit rawat jalan (poliklinik) di rumah sakit. Di unit
rawat jalan terdapat tenaga kesehatan dokter, dokter gigi dan
perawat serta tenaga pendukung untuk fungsi adminstratif
yang harus mampu bekerjasama dan berkoordinasi sebagai
tim kesehatan.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
30
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
GRAFIK 2.2 KUNJUNGAN RAWAT JALAN
RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
120000
94092
100000
84450
84129
98518
81344
80000
60000
40000
20000
0
0
2009
2010
2011
2012
2013
GRAFIK 2.3 KUNJUNGAN GAKIN DAN NON
GAKIN RAWAT JALAN RSUD KOTA BANDUNG
TAHUN 2009-2013
120000
94092
100000
84450
80000
67697
84129
66346
98518
81344
72288
71268
64437
KUNJUNGAN GAKIN
60000
KUNJUNGAN NON GAKIN
TOTAL
40000
20000
16753
17783
16907
21804
27250
0
2009
2010
2011
2012
2013
Kunjungan rawat jalan secara umum dalam kurun 5 tahun
terus mengalami peningkatan, namun terdapat kecenderungan
peningkatan
pada
pelayanan
keluarga
miskin
(Peserta
Jamkesmas, Jamkesda dan pasien tidak mampu).
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
31
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pola penyakit pada kunjungan rawat jalan 10 besar bervariasi
dari berbagai kelompok spesialistis.
2.4 10 BESAR PENYAKIT RAWAT JALAN
RSUD KOTA BANDUNG TAHUN 2013
diare 1556
vulnus laceratum 1439
8%
2%
cerument 1125
13%
18%
12%
gastritis 1170
dyspepsia 663
9%
10%
14%
5%
9%
stroke 1678
asma bronchiale 1273
TB paru 2293
hyperaemia pulpa 991
asthenopia 221
2.5 Kunjungan Pasien Rawat Jalan
RSUD Kota Bandung 2011-2013
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
32
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Gawat Darurat
Instalasi Gawat Darurat adalah unit pelayanan di rumah
sakit yang tersedia 24 jam untuk memberikan pelayanan
pertama
pada
pasien
dengan
ancaman
kematian
dan
kecacatan secara terpadu dengan melibatkan berbagai multi
disiplin.
Permenkes Nomor 111 tahun 2001 tentang Sistem
Penanggulangan Gawat Darurat yang terdiri dari unsur
pelayanan pra rumah sakit, pelayanan di rumah sakit, dan
pelayanan antar rumah sakit.
Sistem ini dibagi lagi menjadi Sistem Penanggulangan
Gawat
Darurat
Terpadu
Sehari-hari
(SPGDT-S)
yang
menangani kasus gawat darurat perorangan sehari-hari dan
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Bencana
(SPGDT-B) yang khusus dipakai saat kondisi bencana.
Pelayanan IGD RSUD Kota Bandung mengacu kepada
Standar Pelayanan Gawat Darurat Kepmenkes Nomor 856
atunh 2009 termasuk Pelayanan Instalasi Gawat Darurat
Level II sebagai standar minimal untuk RS Kelas C.
Dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
sebagai salah satu program Milenium Development Goals
(MDG’s) RSUD Kota Bandung mengembangkan Pelayanan
Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif bersama unit lain
terkait.
Saat
ini
memerlukan
kondisi
IGD
RSUD
pengembangan
agar
Kota
Bandung
sesuai
standar
masih
yang
ditentukan termasuk persyaratan SDM, persyaratan umum
maupun persyaratan khusus.
Tenaga
di IGD telah mengikuti kursus/pelatihan dan
mendapat serifikat gawat darurat, namun dokter spesialis 4
dasar belum on site (siaga di tempat dalam 24 jam) tetapi
masih on call, dokter umum
dengan kualifikasi tertentu,
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
33
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
memiliki
alat
transportasi
untuk
rujukan
dan
alat
komunikasi yang siaga 24 jam. Jumlah kunjungan IGD dari
tahun 2009-2013 terus mengalami peningkatan, demikian
pula dengan pelayanan Jamkesmas dan Jamkesda.
GRAFIK 2.6 KUNJUNGAN IGD
RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
30000
25835
25000
20000
22476
18616
19130
2009
2010
20255
15000
10000
5000
0
2011
2012
2013
GRAFIK 2.7 KUNJUNGAN GAKIN DAN NON
GAKIN IGD RSUD KOTA BANDUNG TAHUN
2009-2013
30000
25835
25000
20000
22476
18616
16190
19130
16726
20255
21399
19380
17200
GAKIN
15000
NON GAKIN
TOTAL
10000
5000
2426
2404
3055
3096
4436
0
2009
2010
2011
2012
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2013
34
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Rawat Inap
Pelayanan rawat inap diberikan kepada pasien yang
diindikasikan untuk rawat inap. Pasien rawat inap harus
melalui rawat jalan dan atau gawat darurat.
Pelayanan Rawat Inap mencakup pelayanan medik,
pelayanan keperawatan, pelayanan penunjang medik (gizi,
radiologi,
pengambilan
sample
laboratorium,
konsultasi
anestesi, farmasi depo/klinik), dan rehabilitasi medik.
RSUD Kota Bandung memiliki tipe rawat inap sebagai
berikut yaitu VIP, Kls I, Kls II, Kls III dan VVIP yang
dimodifikasi sesuai kondisi rumah sakit yaitu kelas Junior
Suite.
Untuk pasien-pasien tertentu harus dipisahkan seperti
pasien
menular,
pasien
dengan
pengobatan
yang
menimbulkan bau, pasien yang gaduh/gelisah pada ruangan
observasi atau isolasi.
Pelayanan rawat inap paling banyak membutuhkan
sumber daya baik tenaga (perawat 3 shif + shitf libur dan
shitf
lepas),
dokter,
tenaga
administrasi,
tenaga
POS
(pembantu orang sakit/housekeeping), dll.
Jumah pasien rawat inap terus meningkat seiring
dengan penambahan tempat tidur dari tahun 2009 berjumlah
110 TT menjadi 151 TT pada tahun 2013.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
35
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
GRAFIK 2.8 KUNJUNGAN RAWAT INAP RSUD
KOTA BANDUNG 2009-2013
16000
13189
14000
12000
10000
13893
13985
2011
2012
15083
9949
8000
6000
4000
2000
0
2009
2010
2013
GRAFIK 2.9 KUNJUNGAN GAKIN DAN NON
GAKIN RAWAT INAP RSUD KOTA BANDUNG
2009-2013
15083
16000
13189
14000
12000
10000
9949
8416
13985
13893
8582
9064
8000
6000
8360
6723
5645
4304
4773
5311
4921
GAKIN
NON GAKIN
TOTAL
4000
2000
0
2009
2010
2011
2012
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2013
36
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kunjungan pasien Gakin cenderung meningkat, karena
kapasitas relatif tetap mengakibatkan penurunan untuk pasien
umum.
Berikut adalah efektifitas dan efisiensi pemanfaatan rumah
sakit dapat dilihat dari indikator rumah sakit yang terdiri dari
BOR, LOS, TOI, BTO, NDR, GDR.
INDIKATOR BOR (BED
OCCUPANCY RATE )
RSUD KOTA BANDUNG
90
INDIKATOR LOS (
LENGTH OF STAY )
RSUD KOTA BANDUNG
2.7
88.53
88
86
85.39
2.68
2.65
84
2.55
82
2.5
80.51
80
2.63
2.6
85.68
2.49
2.45
78.36
78
2.53
2.42
2.4
76
2.35
74
2.3
2.25
72
2009
2010
2011
2012
2009 2010 2011 2012 2013
2013
INDIKATOR BTO ( BED
TURN OVER ) RSUD
KOTA BANDUNG
INDIKATOR TOI
( TURN OVER
INTERVAL )
RSUD KOTA BANDUNG
140
120
100
106.21
114.25
120.15
128.56
0.9
0.8
99.89
0.79
0.7
0.6
80
0.5
60
0.5
0.42
0.4
0.35
0.3
40
0.2
20
0.14
0.1
0
0
2009 2010 2011 2012 2013
2009
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2010
2011
2012
2013
37
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
INDIKATOR NDR (NET
DEATH RATE) RSUD
KOTA BANDUNG
IDIKATOR GDR
(GROSS DEATH RATE)
RSUD KOTA BANDUNG
10
25
8
7.52
6
7.37
5.95
8.15
6.75
21.58
20
17.01
15
4
10
2
5
0
18.54
15.5616.71
0
2009
2010
2011
2012
2013
2009 2010 2011 2012 2013
Standar nilai Bed Occupancy Rate (BOR) pada kisaran
75-
80%, Average Length Of Stay) (AvLOS)3-5 Hari, Turn Over Interval
(TOI) 1-3 hari, Bed Turn Over (BTO) 40-50 kali, Net Death Rate
(NDR) < 25‰, sedangkan Gross Death Rate (GDR)<45‰. BOR
pada kisaran 77-85 %, namun AvLOS, TOI dan BTO tidak sesuai
standar artinya RS masih kekurangan TT untuk memberikan
pelayanan yang bermutu terlihat dari lama perawatan yang
pendek, TOI yang singkat dan BTO yang tinggi. Sedangkan Angka
Kematian Kurang 48 jam NDR dan Angka Kematian Kasar (GDR)
masih dalam batas normal.
2.11 10 BESAR PENYAKIT RAWAT INAP
RSUD KOTA BANDUNGTAHUN 2013
diare 799
asfiksia 703
8%
8%
6%
dengue fever 451
22%
4% 1%
DHF 363
8%
10%
13%
20%
meconium plug syndrom
296
neonatal hyperbilirubinemia
286
BP (bronchopneumonia) 272
typoid 224
stroke infark 147
sepsis neonatorum 50
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
38
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Intensif
Merupakan pelayanan pasien dalam keadaan belum stabil
sehingga memerlukan pemantauan ketat secara intensif dan
tindakan
segera
dengan
pelayanan
komprehensif
dan
berkesinambungan selama 24 jam.
Pelayanan intensif di RSUD Kota Bandung berkapasitas 2
Tempat Tidur. Dengan jumlah tempat tidur rumah sakit 151
TT sekurang-kurangnya memiliki 3 TT ICU untuk memenuhi
persyaratan
standar
ICU
yang
memadai
baik
sarana
prasarana dan SDM.
Perawatan pelayanan intensif termasuk kategori full care
karena hampir 100 % pasien tergantung kepada perawat,
sehingga ratio tenaga dengan TT 1:1 belum termasuk kepala
ruangan, administrasi, POS, dll.
Membutuhkan banyak peralatan yang relatif canggih dan
mahal dan harus dipenuhi sesuai standar.
Tim pelayanan intensif adalah tim dipimpin oleh dokter
spesialis
anestesiologi,
dokter
spesialis
lain,
perawat
terapi
intensif
adalah
anestesi/perawat.
Pelayanan Anestesi.
Pelayanan
tindakan
anestesiologi
medis
yang
dan
dilakukan
oleh
dokter
spesialis
anestesiologi dalam keja sama tim meliputi penilaian pra
operatif
(pra
anesthesia),
intra
anesthesia
dan
pasca
anesthesia serta pelayana lain sesuai bidang anestestesiologi
antara
lain
terapi
intensif,
gawat
darurat
dan
penatalaksanaan nyeri.
Saat
ini
RSUD
Kota
Bandung
telah
melaksanakan
pelayanan anestesi untuk mendukung pelayanan intensif dan
pembedahan dengan sumberdaya 1 (satu) orang dokter
spesialis anestesi dan 5 orang penata anestesi.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
39
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Operasi
Ruang operasi adalah suatu unit yang berfungsi sebagai
tempat untuk melakukan tindakan pembedahan secara elektif
maupun akut, yang memebutuhkan kondisi streril dan
kondisi khusus lainnya. Memiliki persyaratan khusus sesuai
standar dengan faktor keselamatan yang tinggi. RSUD Kota
Bandung memiliki 3 kamar operasi yang digunakan untuk
pelayanan
bedah
umum,
orthopedi,
kebidanan
dan
kandungan, bedah mulut, THT, dan mata.
GRAFIK 2.12 JUMLAH PEMBEDAHAN
BERDASARKAN JENIS OPERASI
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
2500
2000
1612
1341
1500
1327
1023
1000
693
549
500
46
53
752
496
33
46
89
OPERASI KHUSUS
1227
1062
82
452
152 77
2012
2013
74
OPERASI BESAR
OPERASI SEDANG
484
444
56
1908
1702
OPERASI KECIL
TOTAL
0
2009
2010
2011
Pelayanan Kandungan dan Kebidanan
Meliputi pelayanan ante natal, persalinan, pelayanan
nifas, pelayanan KB, pelayanan tindakan operasi kebidanan,
dan pelayanan lain di bidang kebidanan. RSUD Kota Bandung
telah
menerapkan
Emergensi
terintegrasi
program
Obstetri
dan
dengan
kegawatdaruratan,
PONEK
Neonatal
pelayanan
intensif
care,
yaitu
pelayanan
Komprehensif
yang
lainnya
seperti
kamar
operasi,
NICU/perinatology.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
40
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
GRAFIK 2.13 PERSALINAN NORMAL DAN
KOMPLIKASI
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
2500
2121
1873
2000
1500
2293
2209
1939 1996
1798
1725
1265
1000
PERSALINAN NORMAL
730
KOMPLIKASI
500
0
2009
2010
2011
2012
2013
GRAFIK 2.14 PERSALINAN SECTIO
CAESARIA
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
1200
1089
1000
826
871
800
600
582
606
2009
2010
400
200
0
2011
2012
2013
Terjadi peningkatan pelayanan persalinan dengan komplikasi
yang dilayani sedangkan persalinan normal terjadi penurunan
sehingga fungsi rujukan sudah berjalan sesuai komptensi RS.
Namun terjadi peningkatan tindakan sectio caecaria (SC) sejalan
dengan meningkatnya persalinan dengan komplikasi. Ratio SC
dari tahun 2009-2013 adalah 22%, 17 %, 23 %, 20 % dan 32%
sedangkan SPM tindakan SC adalah ≤20%.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
41
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
GRAFIK 2.15 JUMLAH BAYI LAHIR
BERDASARKAN BERAT BADAN
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
4000
3500
3000
3508
2934
2915
2429
2500
3243
2889
3231
2679
2609
2314
KELAHIRAN HIDUP TOTAL
2000
< 2500
1500
>2500
1000
505
601
619
564
622
2009
2010
2011
2012
2013
500
0
Pelayanan Rehabilitasi Medik
Pelayanan
Rehabilitasi
medik
bertujuan
memberikan
tingkat pengembalian fungsi tubuh semaksimal mungkin
kepada
dan
pasien
sesudah
kemampuan
yang
kehilangan/berkurangnya
meliputi,
upaya
fungsi
pencegahan
/
penanggulangan, pengembalian fungsi dan mental pasien.
Sebagai upaya memberikan pelayanan paripurna RSUD
Kota Bandung sedang mengembangkan pelayanan rehabilitasi
medik dengan memenuhi standar baik SDM, sarana prasarana
dan lingkup pelayanan yang lengkap baru dimulai pada tahun
2013 dengan SDM terdiri dari 1 (satu) dokter spesialis
rehabilitasi medik ditunjang 2 (dua) tenaga fisioterapis dimana
pelayanannya telah berlangsung ± 2 tahun.
Tindakan fisioterapi yang dilaksanakan pada tahun 2013
sebanyak 4329 tindakan sedangakan latihan fisik sebanyak 24
latihan.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
42
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Hemodialisa
Merupakan pelayanan bagi pasien yang membutuhkan
fasilitas cuci darah akibat terjadinya gangguan pada ginjal.
RSUD Kota Bandung telah memiliki 4(empat) fasilitas mesin
pencuci darah dan mulai beroperasi pada tahun 2013 telah
melakukan cuci darah sebanyak 333 kali.
Pelayanan Radiologi
Rumah sakit menyelenggarakan pelayana radiologi sebagai
penunjang medis selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam
seminggu. Pelayanan radiologi telah memiliki persyaratan
perizinan dari institiusi yang berwenang untuk penyimpanan,
penggunaan sampai pembuangan radioaktif dengan sumber
daya yang dibutuhkan disesuaikan dengan jenis kegiatan yang
dilakukan.
RSUD Kota Bandung sedang mengembangkan pelayanan
radiodiagnostik
diagnosis
adalah
dengan
pelayanan
menggunakan
untuk
radiasi
menegakkan
pengion
yaitu
Computed Tomography Scan yang beroprasi mulai tahun 2014.
GRAFIK 2.16 JUMLAH PEMERIKSAAN
RADIOLOGI
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
20000
16233
15000
13296
12080
11532
8459
10000
5000
0
2009
2010
2011
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2012
2013
43
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Jiwa
RSUD Kota Bandung telah membuka pelayanan jiwa yang
meliputi pelayan di unit rawat jalan dan konsultasi termasuk
rawat inap, kebutuhan pengobatan maupun medical check up
yang dilayani oleh dokter spesialis jiwa.
Untuk pasien yang membutuhkan perawatan rawat inap
dengan kelainan jiwa karena belum memiliki sarana perawatan
maka di rujuk ke RS Jiwa yang ada di Kota Bandung.
Pelayanan Farmasi
Meliputi pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu,
pelayanan farmasi klinik dan konseling/pelayanan informasi
obat. Dilaksanakan di rawat jalan/apotik dan depo rawat inap
dengan standar obat sesuai formularium dan ketentuan
kefarmasian.
Penyelenggaraan pelayanan farmasi dibantu oleh Komite Farmasi
dan Terapi. Pengadan barang farmasi mengacu kepada formularium
yang ditetapkan secara Nasional.
GRAFIK 2.17 JUMLAH PELAYANAN RESEP
GENERIK DAN NON GENERIK DI RSUD KOTA
BANDUNG 2009-2013
232341
250000
200842
215760
100000
67549
230888
181939
200000
150000 133293
219851
153574
78767
133816
81944
155599
GENERIK
NON GENERIK
64252
50000
48949
TOTAL
0
2009
2010
2011
2012
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2013
44
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Laboratorium
Mampu melayani bidang keahlian yaitu pathologi klinik,
pathologi anatomi dari pasien rawat inap rawat jalan serta
rujukan dari fasilitas lain.
GRAFIK 2.18 JUMLAH PEMERIKSAAN
LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
350000
299551
300000
250000
214408
231495
204519
200000
184066
150000
100000
50000
0
2009
2010
2011
2012
2013
Pemeriksaan patologi klinik meliputi pemeriksan rutin darah,
faeces, urine dan cairan tubuh lain, pemeriksaan serologi, dan
kimia dengan peralatan Kimia Klinik, Imunoserologi, Coagulasi,
Sysmex CBC 5 Diff, Analisa Gas Darah.
GRAFIK 2.19 JUMLAH PEMERIKSAAN
PATOLOGI ANATOMI
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
1074
1100
1025
1050
1000
987
994
951
950
900
850
2009
2010
2011
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2012
2013
45
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Merupakan
pemeriksaan
histopathology
terhadap
jaringan
tubuh yang mengalami kelainan yang dilaksanakan oleh dokter
spesialis pathologi anatomi.
Bank Darah
Bank
Darah
Rumah
Sakit
merupakan
suatu
unit
pelayanan yang bertanggung jawab atas tersedianya darah
untuk transfusi yang aman, berkualitas dan dalam jumlah
yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah
sakit. Menerima darah dari UTD, menyimpan, memantau
persediaan,
melakukan
pemeriksaan
golongan
darah,
melakukan uji silang serasi darah donor dan resipien,
menyerahkan darah yang cocok dan melacak penyebab
terjadinya reaksi transfusi.
Bank darah baru mulai dibuka pada pertengahan 2013 dan
telah melayani 246 pasien dengan jumlah labu darah jenis
wholeblood berjumlah 6 labu, PRC 429 labu, trombosit 48 labu,
lainnya 38 labu darah.
Pelayanan Pemulasaraan Jenazah
Meliputi
penyimpanan
sementara,
memandikan
/dekontaminasi, dan pemulasaraan. Karena belum memiliki
ahli forensik maka belum melaksanakan otopsi jenzah.
GRAFIK 2.20 JUMLAH KUNJUNGAN
PEMULASARAAN JENAZAH DI RSUD KOTA
BANDUNG 2009-2013
445
500
400
317
300
354
277
297
200
100
0
2009
2010
2011
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
2012
2013
46
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Sterilisasai Pusat (CSSD)
Berfungsi
menerima,
memproses,
memproduksi,
mensterilkan, menyimpan serta mendisribusikan instrument
medis/linen/kasa pembalut yang telah disterilkan ke berbagai
ruangan di rumah sakit. Merupakan program pengendalian
infeksi yang melindungi pasien dari kejangkitan infeksi.
Pelayanan Gizi dan Dapur
Pelayanan gizi dan asuhan gizi merupakan pelayanan
asuhan kesehatan secara terpadu meliputi pelayanan gizi
promotif, preventif dan rehabilitatif dan berfungsi mengolah,
mengatur makanan pasien dan konsultasi gizi. Sistem dapur
dilaksanakan
tersentral
kecuali
untuk
pengolahan
susu
formula bayi.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
47
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
GRAFIK 2.22 JUMLAH KONSULTASI GIZI
RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP
DI RSUD KOTA BANDUNG 2009-2013
2000
1695
1475
1500
1157
1000
824871
790
1044
856
619
367
500
986
551493
549
437
2012
2013
RAWAT JALAN
RAWAT INAP
TOTAL
0
2009
2010
2011
Pencucian Linen/laundry
Laundry/binatu rumah sakit adalah tempat pencucian
linen yang dilengkapi dengan sarana penunjangnya berupa
mesin cuci, alat dan desinfektan, mesin uap, pengering, meja
dan
mesin
penerimaan,
setrika.
Meliputi
pencucian,
kegiatan
pengeringan,
pengumpulan,
penyetrikaan,
penyimpanan, distribusi dan pengangkutan dengan peralatan
khusus. Pelayanan dilaksanakan sendiri (tidak out sourching)
setiap hari sehingga tidak ada penumpukan linen kotor dan
persediaan tetap terpenuhi. Linen dapat sprei, sarung bantal,
pakaian set operasi, berbagai macam doek, popok, pernel, baju
pasien, dll yang berbahan tenun. Linen rumah sakit perlu
dikelola mulai dari perencanaan, pengadaan, pendistribusian,
pencatatan, penghapusan, pemeliharaan peralatan mesin cuci
maupun linen, pencucian, penyimpanan dan sebagainya
merupakan bagian dari logistik rumah sakit yang harus
dikelola dengan baik agar selalu siap sedia untuk kebutuhan
pelayanan.
Linen dikelompokkan kedalam jumlah maupun jenisnya.
Agar tidak terjadi penumpukan dan kekosongan persediaan
linen bersih dan siap pakai maka jam kerja unit laundry dibagi
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
48
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
kedalam shift sehingga membutuhkan tenaga yang sesuai.
Hasil kegiatan unit laundry dari sisi jumlah cucian sebagai
berikut
GRAFIK 2.23 JUMLAH KEGIATAN
PENGELOLAAN LINEN DI RSUD KOTA
BANDUNG TAHUN 2011-2013
140000
120000
120000
106256
93987
100000
80000
60000
40000
20000
0
Tahun 2011 (Buah)
Tahun 2012 (Buah)
Tahun 2013 (Buah)
Sanitasi
Meliputi penyediaan air bersih yang harus memenuhi
syarat tertentu, berasal dari sumber air bersih, dan dilakukan
pemeriksaan berkala mutu air. Dilengkapai peralatan fasilitas
air
panas
pada
unit
tertentu,
sistem
perpipaan
dan
kelengkapan untuk distribusi. Ketersediaan air pada rumah
sakit
sangat
penting
begitu
pula
dengan
kebersihan
lingkungan. Mengingat luasan bangunan dan gedung rumah
sakit yang harus dipelihara kebersihannya maka rumah sakit
bekerja
sama
dengan
pihak
ke
III
untuk
pelaksanaan
pekerjaan pemliharaan kebersihan.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
49
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
1821
(Untuk Artesis pada tahun 2013 jumlah pemakaian tidak signifikan
dikarenakan meterannya tidak berfingsi).
Limbah
Pengelolaan limbah rumah sakit dilaksanakan meliputi
pengelolaan limbah padat, cair dan gas yang bersifat infeksius,
bahan kimia beracun yang diolah secara terpisah dibedakan
menjadi
limbah
medis
dan
non
medis
serta
golongan
berdasarkan potensi bahaya yang terkandung di dalammnya.
Pengolahan limbah rumah sakit dilaksanakan bekerja sama
dengan pihak ketiga untuk limbah infeksius sedang limbah
non infeksius dikumpulkan setelah dilakukan pemisahan ke
TPS dan TPA bekerja sama denga Dinas Kebersihan.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
50
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
GRAFIK 2.25 JUMLAH LIMBAH MEDIS DI
RSUD KOTA BANDUNG
TH 2010 - 2013
Limbah Medis Padat ( Kg)
Limbah Medis Cair (Liter)
10000
8187
7799
8000
6000
6250
4912
4000
2000
105
154
72
61
0
2010
2011
2012
2013
Pemeliharaan Sarana.
Segala sesuatu benda fisik yang dapat tervisualisasi mata
maupun teraba oleh panca indera dan dapat dengan mudah
dikenali oleh pasien dan umum, merupakan bagian dari
gedung dan bangunan gedung itu sendiri disebut sarana.
Pemeliharaan sarana merupakan program untuk mencegah
resiko kerusakan peralatan yang digunakan untuk diagnose,
pengobatan, pemantauan dan perawatan pasien.
Program pemeliharaan meliputi daftar barang milik rumah
sakit,
peraturan
kerja,
lampiran
dan
catatan
mengenai
inspeksi pemeliharaan, catatan inspeksi seluruh kegiatan,
pengawasan
pemeliharaan
serta
perencanaan
servis
dan
pemeliharaan bangunan, perlengkapan dan peralatan.Tugas
pokok workshop adalah pemeliharaan dan perbaikan ringan
pada peralatan medis, penunjang medis, rumah tangga,
saluran dan perpipaan, listrik dan elektronik.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
51
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Pelayanan Administrasi dan Manajemen
Meliputi unsur direksi/ pimpinan tumah sakit dan staf,
unsur pelayanan medik dan penunjang medik, diklat ,
administrasi umum dan keuangan SDM, Komite Medik, Rekam
Medik, mutu, kemitraan, SIM RS, perpustakaan, gudang dll.
Rekam Medis
Pelayanan rekam medis merupakan bagian dari program
pengendalian rumah sakit memiliki prosedur tetap untuk
menilai kualitas pelayanan dan menanggulangi masalah yang
timbul.
Kegiatan
pencatatan
oleh
rekam
medis
pelaksana
mulai
dari
penomoran,
pelayanan,
pelaporan,
penyimpanan sampai pemusnahan.
Kebijakan dan prosedur pelayanan rekam medis harus
selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi mutakhir
termasuk Teknologi Informasi. Penyelenggaraan pelayanan
rekam medis dibantu oleh Panitia Rekam Medis.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
52
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan RSUD
Kota Bandung
Dalam analisis terhadap gambaran dan perkembangan
rumah sakit selama ini teridentifikasi peluang dan tantangan
sebagai berikut :
Peluang :
1. Diberlakukannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
/ Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
2. Pengembangan Pembangunan Pemerintah Kota Bandung
ke arah Bandung Timur membawa dampak terhadap
dinamika dan kegiatan penduduk sekitarnya.
3. Kebijakan Pemerintah Kota Bandung menjadi Bandung
Juara diberbagai bidang.
4. Adanya dukungan Stakeholder (Pemerintah dan DPRD)
untuk pengembangan menjadi RS kelas B.
5. Diterapkannya Sistem Rujukan berjenjang dari tingkat
dasar ke tingkat lanjutan.
6. Berlakunya Undang-Undang Rumah Sakit.
7. Adanya kebutuhan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan
oleh masyarakat yang cukup tinggi.
Tantangan :
1. Era pasar bebas Asia Tenggara dan China (Asean China
Free Trade Area = ACFTA) Tahun 2015 kemungkinan
masuknya tenaga kerja, modal dan fasilitas kesehatan
swasta asing.
2. Banyaknya Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung yang
megikuti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
yang merupakan pesaing dalam meningkatkan kualitas
dan kuantitas pelayanan.
3. Pertambahan penduduk dan pola penyakit mulai dari
penyakit kronis sampai dengan degeneratif.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
53
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
4. Resiko
gangguan
keamanan
dan
ketertiban
yang
diakibatkan dari luar Rumah Sakit.
5. Pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan Sistem
Jaminan Kesehatan Nasional masih rendah.
6. Terbukanya era ICT (information, comunication dan technology)
sehingga masyarakat atau pelanggan mudah menyebarkan isuisu negatif pelayanan Rumah Sakit.
7. Tuntutan Hukum dari masyarakat atas pelayanan kesehatan
meningkat.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
54
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
2.3.
Kinerja Pelayanan RSUD Kota Bandung
Tabel 2.4
Pencapaian Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Indikator Kinerja
NO
sesuai Tugas dan
Target
Target
Fungsi RSUD Kota
SPM
IKK
3
2
1
Kemampuan
Indikator
Realisasi Capaian Renstra Tahun
Rasio Capaian pada
ke-
Tahun ke-
Target Renstra RSUD Tahun ke-
Lainnya
2011
2012
2013
2011
2012
2013
2011
2012
2013
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
100%
-
-
96%
98%
100%
92%
100%
95%
96%
>100%
95%
98%
-
-
94%
96%
98%
98%
100%
100%
>100
>100%
>100
Bandung
1
Target
Menangani Live Saving
anak dan dewasa
2
Waktu Tanggap
Pelayanan Petugas
%
%
Instalasi Gawat
Darurat maksimal 5
menit
3
Angka Kejadian Infeksi
100%
-
-
96%
98%
100%
97%
100%
100%
Tidak adanya
>100%
100%
100%
100%
%
Nosokomial ≤ 1.5%
4
>100
100%
-
-
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
kesalahan penyerahan
hasil pemeriksaan
laboratorium
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
55
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
5
Tidak adanya kejadian
100%
-
-
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
-
-
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
≤2%
-
-
< 2%
< 2%
< 2%
4.80%
4%
0.67%
60%
50%
100%
79%
-
76%
76%
79%
75.50%
75,97%
88.58%
100%
100%
113%
-
-
100.000
80.000
80.000
100.000
81.637
91.668
93.580
102 %
114%
93%
pasien
pasien
pasien
pasien
pasien
pasien
pasien
14.000
14.000
14.000
28.000
19.962
24.900
30.773
142%
178%
110%
pasien
pasien
pasien
pasien
pasien
pasien
pasien
salah tindakan pada
operasi
6
Tidak adanya kejadian
kesalahan pemberian
obat
7
Kejadian kegagalan
pelayanan rontgen
8
Kepuasan Pelanggan
9
Jumlah Kunjungan
Pasien ke Rumah
Sakit (IGD dan Rawat
Jalan)
10
Cakupan Pelayanan
Kesehatan Rujukan
-
-
Pasien Masyarakat
Miskin (IGD, Rawat
Jalan)
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
56
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
11
Bed Occupacy Rate
-
-
60%-85%
60%-85%
60%-85%
60%-85%
85.68%
95,02%
78.36%
(BOR) Rawat Inap
12
Length of Stay (LOS)
Turn Over Interal (TOI)
14
Bed Turn Over (BTO)
-
-
6-9 hari
6-9 hari
6-9 hari
Baku Mutu Limbah
93%
6-9 hari
2,49 hari
2,48 hari
2.63 hari
>100
>100%
>100
%
%
1-3 hari
1-3 hari
1-3 hari
1-3 hari
0,42 hari
0,14hari
0.79 hari
14%
5%
27%
40-50 kali
40-50
40-50 kali
40-50
120,15
128,56
99.89 kali
>100
>100%
>100
kali
kali
kali
100%
100%
100%
kali
15
>100%
%
Rawat Inap
13
>100
100%
100%
100%
%
75%
100%
%
100%
75%
Cair
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
57
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Tabel 2.5
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Bandung
Anggaran pada Tahun ke-
Uraian
Rasio antara Realisasi dan
Rata-rata
Anggaran Tahun ke-
Pertumbuhan
Realisasi Anggaran pada Tahun ke-
***)
(1)
Belanja
Langsung
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Anggaran
Realisasi
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
10.928.279.200
9.662.315.773
9.975.976.000
10.768.250.855
29.602.035.042
9.312.262.046
8.484.507.013
9.735.931.549
10.061.886.385
29.130.100.870
85.99
87.81
97.59
93.44
98.40
3.75
3.96
9.953.671.242
12.432.213.259
15.059.284.094
17.042.883.405
19.415.306.274
9.924.929.246
11.875.777.971
14.642.738.489
16.682.935.500
18.598.122.279
99.71
95.52
97.23
97.89
95.79
1.89
1.73
Belanja
Tidak
Langsung
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
58
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan RSUD Kota Bandung
Dari hasil dan kajian sertai analisis dan evaluasi
pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD Kota Bandung terdapat
beberapa permasalahan yang dinilai urgen untuk di analisis
lebih dalam untuk ditindak lanjuti pada masa yang akan
datang adalah sbb :

Kekuatan (Strengh)
1. Tersedianya Tenaga Medis Spesialis (PNS) tetap dan
didukung beberapa peralatan canggih.
2. Telah diperolehnya sertifikasi akreditasi RS tingkat
lanjutan
dengan
beberapa
12
(dua
pelayanan
belas)
telah
tersertifikasi
Manajemen Mutu Rumah Sakit
3. Sebagai
Rumah
Sakit
pelayanan
dan
Sistem
(ISO 9001:2008).
yang
menerapkan
Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
(PPK-BLUD).

Kelemahan (weakness)
1. Masih kurangnya ketersediaan lahan parkir, sarana,
prasarana yang sesuai dengan
standar pelayanan
Rumah Sakit.
2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS)
belum terintegrasi dengan baik.
3. Monitoring,
Kebijakan,
evaluasi
dan
analisis
Program-program,
Standar
terhadap
Pelayanan
Minimal (SPM), Standar Prosedur Operasional (SPO)
dan hasil kegiatan belum optimal.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
59
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung

Peluang (Opportunity)
1. Diterapkannya Sistem Rujukan berjenjang dari tingkat
dasar ke tingkat lanjutan.
2. Pengembangan
Pembangunan
Pemerintahan
Kota
Bandung kearah Bandung Timur membawa dampak
terhadap dinamika dan kegiatan penduduk sekitarnya.
3. Adanya
kebutuhan
dan
pemanfaatan
fasilitas
kesehatan oleh masyarakat yang cukup tinggi.

Ancaman (Threat)
1. Tuntutan Hukum dari masyarakat atas pelayanan
kesehatan meningkat
2. Banyaknya Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung
yang megikuti program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) yang merupakan pesaing dalam meningkatkan
kualitas dan kuantitas pelayanan.
3. Pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan Sistem
Jaminan Kesehatan Nasional masih rendah.
Hasil identifikasi permasalahan yang ada dilakukan
analisis
dan perumusan strategi dengan analisis SWOT
yang akan dilaksanakan sebagai dasar perencanaan dan
program untuk mencapai tujuan RSUD Kota Bandung.
Dengan analisis
SWOT yang telah dilakukan juga di
ketahui posisi Organisasi RSUD Kota Bandung berada pada
Quadran I artinya masih dalam posisi ofensif/progressif,
mempunyai kekuatan dan peluang untuk dikembangkan.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
60
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Strength
I
Offensive/Agressive
II
Deffensive
Opportunit
y
Threats
IV
Liquidation
III
Reconsiliation
1
Weaknesess
Strategi dapat disusun dengan mengintegrasikan faktor-faktor
internal dan eksternal yang menjadi faktor keberhasilan sebagai
berikut :
PERUMUSAN STRTEGI
Peluang (Opportunity)
1. Diterapkannya Sistem
Ancaman (Threat)
1 Tuntutan Hukum dari
Rujukan berjenjang dari
masyarakat atas
tingkat dasar ke tingkat
pelayanan kesehatan
lanjutan.
2. Pengembangan
meningkat.
2. Banyaknya Rumah Sakit
Pembangunan Pemerintahan
Swasta di Kota Bandung
Kota Bandung kearah
yang megikuti program
Bandung Timur membawa
Jaminan Kesehatan
dampak terhadap dinamika
Nasional (JKN) yang
dan kegiatan penduduk
merupakan pesaing dalam
sekitarnya.
meningkatkan kualitas
dan kuantitas pelayanan.
3. Adanya kebutuhan dan
3. Pemahaman masyarakat
pemanfaatan fasilitas
terhadap pelaksanaan
kesehatan oleh masyarakat
Sistem Jaminan Kesehatan
yang cukup tinggi.
Nasional masih rendah.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
61
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kekuatan (Strengh)
1. Tersedianya Tenaga
S-O
S-T
Mengoptimalkan pelayanan
Melaksanakan pelayanan
Medis Spesialis tetap
rujukan tingkat lanjut dalam
medis, dengan dilandasi Good
(PNS) dan didukung
memenuhi kebutuhan
Clinical Governance (Tatakelola
beberapa peralatan
masyarakat akan pelayanan
Klinis yang Baik) dan Good
canggih.
kesehatan dan arah
Governace (Tatakelola Rumah
pengembangan pembangunan
sakit yang Baik) dalam
sertifikasi akreditasi RS
Bandung Timur, didukung
menghadapi era JKN,
tingkat lanjutan dengan
tenaga medis, pelayanan medis,
persaingan dengan RS swata
12 (dua belas) pelayanan
peralatan medis yang bermutu
dan menghindari tuntutan
dan beberapa pelayanan
terakreditasi serta manajemen
hukum dari masyarakat.
telah tersertifikasi Sistem
RS yang menerapkan PPK BLUD.
2. Telah diperolehnya
Manajemen Mutu Rumah
Sakit (ISO 9001:2008).
3.Sebagai Rumah Sakit
yang menerapkan Pola
Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum
Daerah (PPK-BLUD).
Kelemahan (weakness)
1. Masih kurangnya
W-O
W-T
Mengembangkan sarana
Mengoptimalkan sarana
ketersediaan lahan
prasarana, SIM RS serta
prasarana, SIM RS, mone dan
parkir, sarana,
optimalisasai monev dan analisis
analisis serta pelaksanaan
prasarana yang sesuai
terhadap kebijakan, program,
SPM/SOP untuk
dengan standar
SPM/SOP yang ada untuk
meningkatkan daya saing,
pelayanan Rumah
mengembangkan pelayanan
memenuhi kebutuhan serta
Sakit.
rujukan tingkat lanjut serta
antisipasi tuntutan hukum
memenuhi kebutuhan
dari masyarakat.
2. Sistem Informasi
Manajemen Rumah
masyarakat sebagai dampak
Sakit (SIM RS) belum
pengembangan pembangunan ke
terintegrasi dengan
arah Bandung Timur.
baik.
3. Monitoring, evaluasi
dan analisis terhadap
Kebijakan, Programprogram, Standar
Pelayanan Minimal
(SPM), Standar
Prosedur Operasional
(SPO) dan hasil
kegiatan belum
optimal.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
62
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Hasil identifikasi permasalahan Berdasarkan Tugas dan
Fungsi Pelayanan RSUD Kota Bandung :
1. Monitoring,
evaluasi dan analisis
Program-program,
Standar
terhadap Kebijakan,
Pelayanan
Minimal
(SPM),
Standar Prosedur Operasional (SPO) dan hasil kegiatan
belum optimal.
2. Masih
kurangnya
ketersediaan
lahan
parkir,
sarana,
prasarana yang sesuai dengan standar pelayanan Rumah
Sakit.
3. Tata kelola keuangan PPK-BLUD belum optimal.
4. Belum semua SDM Rumah Sakit mempunyai komitmen
organisasi, budaya kerja dan kinerja yang baik.
5. Belum adanya tenaga sub spesialis medis untuk memenuhi
standar pelayanan RS menuju kelas B.
6. Sistem Reward dan Punishment belum efektif bagi Sumber
Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit.
7. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) belum
terintegrasi dengan baik.
8. Era pasar bebas Asia Tenggara dan China (Asean China Free
Trade Area = ACFTA) Tahun 2015, masuknya tenaga kerja,
modal dan fasilitas kesehatan swasta asing.
9. Banyaknya Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung yang
megikuti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang
merupakan
pesaing
dalam
meningkatkan
kualitas
dan
kuantitas pelayanan.
10. Pertambahan penduduk dan pola penyakit mulai dari
penyakit kronis sampai dengan degeneratif.
11. Resiko gangguan keamanan dan ketertiban yang diakibatkan
dari luar Rumah Sakit.
12. Pemahaman
masyarakat
terhadap
pelaksanaan
Sistem
Jaminan Kesehatan Nasional masih rendah.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
63
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
13. Terbukanya
era
ICT
(information,
comunication
dan
technology) sehingga masyarakat atau pelanggan mudah
menyebarkan isu-isu negatif pelayanan Rumah Sakit.
14. Ancaman tuntutan Hukum dari masyarakat atas pelayanan
kesehatan meningkat.
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah Terpilih
3.2.1. Visi
Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan
yang diinginkan pada akhir periode perencanaan yang
didalamnya berisi suatu gambaran yang menantang
tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin
diwujudkan, dibangun melalui proses refleksi dan
proyeksi yang digali dari nilai-nilai luhur yang dianut
oleh seluruh komponen stakeholders.
Berdasarkan kondisi masyarakat Kota Bandung
saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi di
masa depan, serta dengan memperhitungkan faktor
strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat,
pemangku
kepentingan,
serta
Pemerintah
Daerah,
mengacu kepada gambaran pelayanan dan kinerja serta
hasil kegiatan, isu-isu permasalahan dan hambatan,
faktor kunci keberhasilan dan posisi organisasai RSUD
Kota Bandung, maka visi RSUD Kota Bandung sudah
sangat
mendukung
pencapaian
visi
maupun
misi
Pemerintah Kota Bandung.
Demikian pula visi dan misi RSUD Kota Bandung
sangat menentukan arah tujuan keberadaan Kota
Bandung.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
64
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Renstra Pemerintah
RSUD Kota Bandung
Kota Bandung dan Renstra
berakhir pada tahun 2013,
untuk 5 tahun kedepan Pemerintah Kota Bandung
menetapkan visi dan misi Tahun 2013-2018 yaitu:
”Terwujudnya Kota Bandung yang Unggul, Nyaman,
dan Sejahtera”
Renstra Kota Bandung yang dijabarkan kedalam
Rencana Pembanguan Jangka Menengah Daerah Kota
Bandung serta hasil analisis perkembangan RSUD Kota
Bandung disusunlah visi dan misi RSUD Kota Bandung
tahun 2013-2018.
Sebagai
intitusi
pelayanan
kesehatan
tidak
terlepas dari kebijakan Pemerintah Indonesia dalam
Pembangunan Kesehatan. Program-program di bidang
Kesehatan
seperti
Indeks
Pembangunan
Manusia,
Millenium Development Goals dimana bidang kesehatan
turut berperan dalam pencapaiannya.
Program yang paling aktual pada 5 tahun
kedepan dalam bidang kesehatan adalah pelaksanaan
Undang-Undang Jaminan Sosial Nasional dan Undang–
Undang tentang Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial
Nasional,
Undang-Undang
Rumah
Sakit,
Standar
Akreditasi Rumah Sakit 2012, Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit, Peraturan Menter Kesehatan
tentang Sistem Rujukan Nasional
akan mewarnai
Program dan Kegiatan Rumah Sakit yang akan datang.
3.2.2 Misi
Misi merupakan rumusan umum mengenai upayaupaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
65
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan
tindakan nyata bagi segenap komponen penyelenggara
program dan kegiatan tanpa mengabaikan mandat yang
diberikannya.
Adapun misi Kota Bandung adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan
Bandung
nyaman
melalui
perencanaan tataruang, pembangunan infrastruktur
serta
pengendalian
pemanfaatan
ruang
yang
berkualitas dan berwawasan lingkungan;
2. Menghadirkan tata kelola pemerintah yang efektif,
bersih danmelayani;
3. Membangun masyarakat yang mandiri, berkualitas
dan berdaya saing;
4. Membangun perekonomian yang kokoh,maju, dan
berkeadilan.
3.3. Telaahan Renstra Kementrian Kesehatan
dan Renstra
Kota Bandung
RSUD Kota Bandung sebagai institusi pelayanan kesehatan
dalam melaksanakan tugas pokok mengacu kepada program
Pemerintah dalam pembangunan kesehatan.
Dalam Sistem Kesehatan Nasional dan Sistem Kesehatan
Kota Bandung rumah sakit berperan dalam menyediakan
pelayanan kesehatan rujukan/lanjutan dalam kegiatan teknis
operasional dikoordinir oleh Dinas kesehatan Kota Bandung.
Sehingga kegiatan RSUD Kota Bandung merupakan bagian
dari pelaksanaan program Pemerintah Pusat dan Daerah.
Perpres 72 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
(SKN) menyebutkan: SKN menjadi acuan dalam penyusunan
dan pelaksanaan pembangunan kesehatan yang dimulai dari
kegiatan perencanaan sampai dengan kegiatan monitoring dan
evaluasi; (Pasal 5).
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
66
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua
komponen bangsa, baik Pemerintah, Pemerintah Daerah,
dan/atau masyarakat termasuk badan hukum, badan usaha,
dan lembaga swasta secara sinergis, berhasil guna dan berdaya
guna, sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi - tingginya. (Butir 96 Lampiran).
Rumah sakit masuk kedalam Sub Sistem Upaya Kesehatan
Upaya Kesehatan Perorangan diselenggarakan oleh Pemerintah
(termasuk
TNI
dan
POLRI),
provinsi/kabupaten/kota,
dan/atau
pemerintah
daerah
masyarakat/swasta
melalui upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit,
pengobatan, dan pemulihan kesehatan, dan fasilitas pelayanan
kesehatan dan fasilitas kesehatan.
Rencana Strategis Kementrian Kesehatan 2010-2014 yang
berkaitan dengan pelayanan rumah sakit adalah :
1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita ;
Rumah
Sakit melaksanakan program pelayanan PONEK pelayanan
kesehatan Ibu dan Anak, Pelayanan Rawat Inap Rawat
Jalan Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana;
2. Perbaikan status gizi masyarakat; melaksanakan pelayanan
gizi rawat jalan dan rawat inap;
3. Pengendalian
menular,
penyakit
diikuti
menular
penyehatan
serta
penyakit
lingkungan;
tidak
meliputi
pelayanan spesialistik dan non spesialistik. Khusus terkait
program
MDGS
program
penanggulangan
HIV
AIDs,
Program TB, Program PONEK, dan Malaria. Penyakit yang
dapat dicegah dengan Imunisasi termasuk penyakit Kejadia
Luar Biasa (KLB);
4. Pemenuhan,
pengembangan,
kesehatan; Pengadaan
SDM
dan
baik
pemberdayaan
secara
kualitas
SDM
dan
kuantitas melalui pengadaan dan Diklat;
5. Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan,
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
67
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
keamanan, mutu dan penggunaan obat serta pengawasan
obat dan makanan; Penerapan formularium Nasional,
penggunaan obat generik, penyediaan obat dan perbekalan
kesehatan;
6. Pengembangan sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat
(Jamkesmas);
7. Melaksanakan pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat
Jampersal dan Jamkesda;
8. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana
dan
krisis
kesehatan;
melalaui
promosi
kesehatan
masyarakat rumah sakit (PKMRS);
9. Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan
tersier,
meliputi
pengembangan
pelayanan
sekunder
dengan sumberdayanya.
Faktor
yang
menghambat
dan
permasalahan
yang
mempengaruhi pencapaian Renstra RSUD Kota Bandung yang
sudah teridentifikasi anatara lain :
Beberapa faktor internal meliputi SDM terutama budaya
dan etos kerja masik perlu dioptimalkan, kuantitas SDM belum
ideal terutama pada pelayanan keperawatan, sarana prasarana
termasuk
SIM
RS
masih
perlu
dikembangkan,
proses
pelayanan termasuk SOP dan kebijakan-kebijakan operasional
dan manjemen pelayanan perlu ditingkatkan penataannya,
sehingga pencapaian output pelayanan baik yang diinginkan
oleh pihak ekternal (masyarakat maupun pemilik/pemerintah)
dapat tercapai dan terealisasikan.
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian
Lingkungan Hidup Strategis
Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor
penghambat
dan
pendorong
dari
pelayanan
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
SKPD
yang
68
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari
implikasi RTRW dan KLHS.
Lokasi Rumah Sakit di Wilayah Bandung Timur sangat
berpengaruh
terhadap
kebutuhan
masyarakat
terhadap
fasilitas pelayanan kesehatan.
Akses yang mudah dijangkau menjadikan RSUD Kota
Bandung meningkat terus kunjungannya sehingga antara
kapasitas yang tersedia dengan kebutuhan pelayanan tidak
seimbang.
Oleh karena itu penambahan fasilitas pelayanan baik
jenis maupun jumlahnya terus diupayakan. Namun demikian
ada keterbatasan fisik lahan yang tidak sesuai dengan
kebutuhan sehingga berdampak pada kenyamanan pelayanan
dan sarana penunjang seperti lahan parkir, zonasi serta alur
pelayanan, pengolahan limbah, kesehatan lingkungan (polusi,
tingkat kebisingan, sumber air bersih, dll).
Dalam zona wilayah rujukan Bandung Timur untuk
tingkat pelayanan lanjutan terdapat 2 RS Swasta, dokter
prakte
swasta,
klinik
dan
rumah
bersalin,
serta
UPT
Puskesmas 11 buah namun yang memiliki rawat inap hanya 1
masih banyak pelayanan tingkat pertama masih dilakukan di
RSUD Kota Bandung. RSUD Kota Bandung berada pada
wilayah industri yang berpengaruh terhadap pola penyakit
serta pembiayaan kesehatan.
Pengembangan RS menuju kelas B sedang berjalan untuk
memenuhi
kebutuhan
masyarakat
diwilayah
ini
namun
kendala terbesar adalah keterbatasan lahan dikarenakan
bangunan rumah sakit saat ini awalnya adalah puskesmas
ditingkatkan menjadi rumah dakit kelas D, seiring kebutuhan
pelayanan dilakukan penambahan fasilitas. Sehingga anatara
lahan yang tersedia dengan bangunan dan jenis pelayanan
yang bertambah sudah tidak sesuai standar.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
69
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Faktor-faktor dari pelayanan RSUD Kota Bandung yang
mempengaruhi permasalahan pelayanan RS ditinjau dari:
1. Kondisi pelayanan RSUD Kota Bandung
Pelayanan RSUD Kota Bandung sudah jauh melampaui
status Kelas RS saat ini yaitu kelas C dimana standarnya
adalah
terdapat
sedangkan
saat
4
ini
(empat)
sudah
pelayanan
memiliki
17
spesialistis,
pelayanan
spesialistis; 1 pelayanan kedokteran umum dan kedokteran
gigi. Namun kebutuhan rawat inap masih kurang dengan
kapasitas kamar rawat inap 151 TT dibanding jumlah
pelayanan spesialis dan kategori pasien berdasarkan usia
(bayi, anak, dewasa) dan jenis kelamin (laki-laki dan
perempuan yang harus dipisahkan).
Kebutuhan minimal untuk RS kelas B adalah kamar
yang dapat menampung 200 TT.
Disamping itu penambahan tempat tidur diikuti sarana
dan SDM lainnya yang membutuhkan ruang lahan pula.
Sehingga sarana fisik bangunan RSUD Kota Bandung
secara luasannya masih menjadi permasalahan.
2. Sasaran jangka mencengah pada Renstra RSUD Kota
Bandung
beberapa
masih
belum
tercapai
karena
dipengaruhi faktor lain yang saling berkaitan. Diantaranya
capaian SPM baik dari sisi input proses maupun outputnya
yang harus dipenuhi.
3. Sasaran jangka menengah dari Renstra Kota.
4. Implikasi RTRW bagi pelayanan RSUD Kota Bandung
terutama pada permintaan masyarakat menjadi tinggi
sedangkan kapasitas rumah sakit terbatas (masih banyak
pasien yang dirujuk untuk pelayanan ICU, NICU).
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
70
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
5. Implikasi KLHS bagi pelayanan RSUD Kota Bandung
terutama kualitas air bersih, udara yang berdampak pada
infeksi nosocomial.
Dari berbagai permasalahan yang berkaitan dengan RTRW
lingkungan
RSUD
Kota
Bandung
idealnya
untuk
mendapatkan RS yang sesuia standar kelas B diperlukan
relokasi,
namun
tentunya
membutuhkan
waktu
dan
sumber daya yang tidak sedikit. Sehingga kondisi yang ada
sekarang
harus
tetap
dioptimalkan
sehingga
tetap
berfungsi melayanan masyarakat dengan nyaman dan
aman.
3.5
Penentuan Isu-isu Strategis
Metoda
penentuan
isu-isu
strategis
dan
hasil
penentuan isu-isu strategis dilakukan dimulai dengan
kajian hasil kegiatan, identifikasi faktor internal berupa
kekuatan dan kelemahan organisasai, identifikasi faktor
eksternal
beruapa
peluan
dan
ancaman.
Selanjutnya
melalui Focus Group Discusion (FGD) dilakukan penilaian
faktor
urgensi
yang
bisa
diangkat
menjadi
prioritas
permasalahan.
Isu-isu yang teridentifikasi dilakukan analisis dengan
Teknik Analis Manajemen LAN dengan metode SWOT.
Dengan demikian, pada bagian ini diperoleh informasi
tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui
Renstra 2013-2018 yaitu:
1. Belum optimalnya pelayanan rujukan tingkat lanjut
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan
kesehatan.
2. Pelaksanaan pelayanan medis belum secara optimal
dilandasi Good Clinical Governance (Tatakelola Klinis
yang Baik) dan Good Governace (Tatakelola Rumah sakit
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
71
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
yang Baik) dalam menghadapi era JKN dan persaingan
dengan RS swasta.
3. Belum optimalnya pengembangan sumber daya rumah
sakit
untuk
rujukan
menunjang
tingkat
lanjut
pengembangan
serta
memenuhi
pelayanan
kebutuhan
masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan.
4. Belum optimalnya pemeliharaan/pengelolaan kualitas
kesehatan lingkungan rumah sakit untuk memberikan
kenyamanan kepada masyarakat.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
72
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi RSUD Kota Bandung
4.1.1 Visi :
”Terwujudnya Rumah Sakit Yang Berkualitas Dan Nyaman”
Penjabaran Visi diatas adalah sebagai berikut :
Rumah
sakit
sebagai
salah
satu
fasilitas
pelayanan
kesehatan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan
yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan
upaya kesehatan.
Berkualitas : sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan
Standar Akreditasi Rumah Sakit.
Nyaman : terciptanya kondisi kualitas lingkungan rumah
sakit terpelihara dengan baik, serta dapat memberikan
kesegaran
dan
kesejukan
bagi
pengunjung
dan
penyelenggara.
4.1.2 Misi :
“Melakukan
upaya
pelayanan
kesehatan
lanjutan
yang
berkualitas kepada masyarakat”.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
73
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
4.2 Misi, Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah RSUD Kota
Bandung :
Misi
1. Melakukan upaya
Tujuan
1. Terwujudnya
Sasaran
1. Meningkatnya
pelayanan
Pelayanan
kualitas
kesehatan
Kesehatan
pelayanan
lanjutan yang
Lanjutan yang
kesehatan
berkualitas
berkualitas
rumah sakit
kepada
kepada
masyarakat
Masyarakat
2. Meningkatnya
Akuntabilitas
Kinerja
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
74
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan RSUD Kota Bandung
Visi
NO.
: Terwujudnya Rumah Sakit Yang Berkualitas dan Nyaman
TUJUAN
SASARAN
SASARAN
(1)
(2)
MISI 1
TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-
INDIKATOR
(3)
(4)
2014
2015
2016
2017
2018
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
: Melakukan upaya pelayanan kesehatan lanjutan yang berkualitas kepada masyarakat
Rata-rata Indeks
Kepuasan
75
80
81
82
83
60%
75%
78%
80%
83%
Masyarakat (IKM)
Pencapaian Standar
Pelayanan Minimal
Rumah sakit
Meningkatnya
Pencapaian
kualitas
Akreditasi Rumah
Terwujudnya pelayanan
1
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
60
76
78
80
82
100%
100%
100%
100%
100%
sakit
Pelayanan
kesehatan
Prosentase
Kesehatan
rumah sakit
pelayanan terhadap
Lanjutan
pasien keluarga
yang
miskin yang datang
berkualitas
ke rumah sakit
kepada
Prosentase
Masyarakat
pengaduan
pelayanan rumah
sakit yang
ditindaklanjuti
Nilai evaluasi AKIP
Meningkatnya
Prosentase Temuan
akuntabilitas
Pengelolaan
kinerja
Anggaran BPK/
Inspektorat yang
ditindaklanjuti
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
75
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
4.3
Strategi dan Kebijakan RSUD Kota Bandung
Strategi dan Kebijakan RSUD Kota Bandung Sebagaimana
pada tabel 4.2 di bawah ini :
Tabel 4.2
Strategi dan Kebijakan RSUD Kota Bandung 2013-2018
Visi : Terwujudnya Rumah Sakit Yang Berkualitas dan Nyaman
NO.
SASARAN
STRATEGI
KEBIJAKAN
(1)
(2)
(3)
(4)
MISI 1
:
KEBIJAKAN TAHUNAN
2014 2015 2016 2017 2018
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
Melakukan upaya pelayanan kesehatan lanjutan yang berkualitas
kepada masyarakat
Pengadaan
Peralatan dan
Perlengkapan
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Kantor sesuai
Meningkatnya
kualitas
pelayanan
1
kesehatan
rumah sakit
Meningkatkan
kebutuhan
kualitas dan
Ketersediaan
kuantitas
Tenaga dokter
sumberdaya
PTT dan Bidan
penunjang
PTT
pelayanan
kesehatan
rumah sakit
Ketersediaan
obat dan
perbekalan
kesehatan
sesuai
kebutuhan
Jumlah
kunjungan
pasien ke RS
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
76
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
NO.
SASARAN
STRATEGI
KEBIJAKAN
(1)
(2)
(3)
(4)
Meningkatkan
Rumah sakit
standarisasi
yang
rumah sakit
terakreditasi
KEBIJAKAN TAHUNAN
2014 2015 2016 2017 2018
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
versi 2012
Pengadaan
pakaian khusus
hari-hari
Meningkatkan
tertentu
profesionalisme Penyelenggaraan
dan disiplin
pendidikan dan
sumber daya
pelatihan
manusia
pegawai rumah
rumah sakit
sakit.
Penyelenggaraan
pembinaan
pegawai rumah
√
√
√
sakit
Meningkatkan
pemeliharaan,
pengembangan,
dan
pembangunan
sarana dan
prasarana
Ketersediaan
perlengkapan
√
√
√
√
√
√
√
√
gedung kantor
rumah sakit
yang memadai
Ketersediaan
fasilitas
perawatan
√
kesehatan bagi
penderita akibat
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
77
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
NO.
SASARAN
STRATEGI
KEBIJAKAN
(1)
(2)
(3)
(4)
KEBIJAKAN TAHUNAN
2014 2015 2016 2017 2018
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
dampak asap
rokok
Pembangunan
gedung rumah
sakit
Pembangunan
ruang laundry
dan CSSD
√
rumah sakit
Pembangunan
gudang obat
√
Pembangunan
ruang OK
√
rumah sakit
Ketersediaan
peralatan
kesehatan
sesuai
kebutuhan
Promosi
Penyelenggaraan
kesehatan
penyuluhan
lingkungan
kesehatan
rumah sakit
rumah sakit
Meningkatnya Meningkatkan
2
akuntabilitas
kinerja Rumah
kinerja
Sakit
Penyusunan
LKIP
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
78
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
NO.
SASARAN
STRATEGI
KEBIJAKAN
(1)
(2)
(3)
(4)
KEBIJAKAN TAHUNAN
2014 2015 2016 2017 2018
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
√
√
√
√
Menindaklanjuti
hasil temuan
√
BPK/Inspektorat
Sebagai implementasi dari kebijakan RSUD Kota Bandung
tahun 2013 – 2018 maka disusunlah rencana operasional dalam
mewujudkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai sampai akhir
tahun 2018 dengan cara mengoptimalkan semua sumber daya
(Tenaga, sarana, prasarana, peralatan, peraturan-peraturan yang
mendukung/terkait serta majemen rumah sakit dalam rangka
memenuhi
kebutuhan
dan
keinginan
masyarakat/pelanggan
terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit, yaitu
dengan
salah
pelayanan
satunya
Badan
melaksanakan
Layanan
Umum
program
Daerah
peningkatan
(BLUD),
dengan
kegiatan pokok sebagai berikut :
Tabel 4.3
Program peningkatan pelayanan Badan Layanan Umum Daerah
(BLUD) RSUD Kota Bandung 2013-2018
Rencana Operasional Tahunan
Kegiatan Pelayanan:
1. Penambahan 30 tempat
tidur
2. Penataan ruangan
rehabilitasi medis
3. Peningkatan program
MDGs
4. Pengembangan poliklinik
jantung dan urologi
5. Pengembangan NICU 3
2014
2015
2016
2017
2018
Penanggung jawab
kegiatan
Bidang Pelayanan
√
Medis dan
Keperawatan
Bidang Pelayanan
√
Medis dan
Keperawatan
Bidang Pelayanan
√
√
√
√
√
Medis dan
Keperawatan
Bidang Pelayanan
√
Medis dan
Keperawatan
√
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
Bidang Pelayanan
79
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
bed, ICU 4 bed,
Medis dan
perinatologi
Keperawatan
Bidang Pelayanan
6. Penambahan pelayanan
√
kamar operasi
Medis dan
Keperawatan
7. Pengembangan
Bidang Pelayanan
Medis dan
√
pelayanan Hemodialisa
Keperawatan
(HD) menjadi 4 bed
Bidang Pelayanan
8. Pengembangan instalasi
√
Rehabilitasi Medis (RM)
Medis dan
Keperawatan
Bidang Pelayanan
9. Penambahan 20 tempat
√
tidur
Medis dan
Keperawatan
10. Penambahan poliklinik
Bidang Pelayanan
Medis dan
√
spesialis prostodonti,
Keperawatan
konservasi, periodonti
11. Pengembangan
Bidang Pelayanan
Medis dan
√
pelayanan Hemodialisa
Keperawatan
(HD) menjadi 20 bed
12. Pengembangan gedung
rawat inap anak, ICU,
Bidang Pelayanan
Medis dan
√
Keperawatan
dan OK
13. Penambahan peralatan
kesehatan
√
√
√
14. Penambahan IPAL
kapasitas 10 m3/jam dan
Medis
Bidang Penunjang
Medis
kapasitas 10m3/jam,
WTP/sumur dalam
Bidang Penunjang
√
generator set kapasitas
350 kva
15. Pengembangan gedung
laboratorium
Bidang Penunjang
√
Medis
16. Penambahan peralatan
Bidang Penunjang
√
kesehatan dan non
Medis
√
kesehatan
17. Pengembangan gedung
CSSD, laundry, gudang
Bidang Penunjang
Medis
√
obat dan gudang umum
18. Penambahan tenaga
medis subspesialis
19. Penambahan tenaga
Bagian Umum dan
√
√
Keuangan
√
√
√
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
√
Bagian Umum dan
Keuangan
80
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
medis dan non medis
20. Diklat pegawai
√
√
√
√
21. Penambahan dokter
√
√
spesialis jaga onsite
22. Terintegrasinya sistem
Bagian Umum dan
Keuangan
Bagian Umum dan
Keuangan
Bidang Program
informasi untuk seluruh
√
√
√
√
√
√
√
√
dan Pemasaran
pelayanan rumah sakit
23. Pendaftaran sistem online
24. Website atau blog rumah
sakit
25. Kajian organisasi RS
menjadi type B
Bidang Program
dan Pemasaran
Bidang Program
√
dan Pemasaran
Bagian Umum dan
√
Keuangan
26. Realisasi rumah sakit
Bagian Umum dan
√
menjadi type B
Keuangan
27. Menyusun, menjalankan,
Bagian Umum dan
Keuangan
monitoring dan evaluasi
tata kelola organisasi
√
√
√
rumah sakit yang sehat,
efektif dan efisien
28. Evaluasi hasil survey
kepuasan pelanggan
29. Penyusunan LAKIP
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Bidang Program
dan Pemasaran
Bidang Program
dan Pemasaran
Standar Pelayanan Minimal bidang rumah sakit pada RSUD
Kota Bandung meliputi jenis pelayanan, indikator dan standar
pencapaian kinerja pelayanan rumah sakit, jenis pelayanan rumah
sakit yang wajib disediakan oleh rumah sakit, yang meliputi :
1.
Pelayanan gawat darurat;
2.
Pelayanan intensif care unit;
3.
Pelayanan laundry;
4.
Pelayanan rawat inap;
5.
Pelayanan rawat jalan;
6.
Pelayanan pengelolaan limbah;
7.
Pelayanan laboratorium;
8.
Pelayanan bedah central;
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
81
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
9.
Pelayanan farmasi;
10. Pelayanan gizi;
11. Pelayanan pemulasaraan jenazah;
12. Pelayanan pemeliharaan sarana rumah sakit;
13. Pelayanan radiologi;
14. Pelayanan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI);
15. Pelayanan persalinan dan perinatologi;
16. Pelayanan administrasi manajemen;
17. Pelayanan rekam medis;
18. Pelayanan ambulance;
19. Pelayanan transfuse darah;
20. Pelayanan keluarga miskin;
21. Pelayanan rehabilitasi medik;
Tabel 4.4
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan
RSUD Kota Bandung
Visi : Terwujudnya Rumah Sakit Yang Berkualitas dan Nyaman
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Indikator
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Akhir
RPJMD
1
1.
2
Periode
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
3
4
5
6
7
8
9
90
92
94
96
99
100
100
69
75
81
87
93
100
100
<5menit
<5menit
<5menit
<5menit
<5menit
<5menit
<5menit
RPJMD
Pelayanan Gawat Darurat
1.
Kemampuan menangani
Life saving anak dan
dewasa
2.
Pemberi pelayanan
kegawatdaruratan yang
bersertifikat
BLS/PPGD/GELS/ACLS/A
TLS
3.
Waktu tanggap pelayanan
petugas instalasi gawat
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
82
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Indikator
Akhir
RPJMD
1
Periode
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
3
4
5
6
7
8
9
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
75
76
77
78
79
80
80
<2/1000
<2/1000
<2/1000
<2/1000
<2/1000
<2/1000
<2/1000
100
100
100
100
100
100
100
<3%
<3%
<3%
<3%
<3%
<3%
<3%
unit
100
100
100
100
100
100
100
unit
100
100
100
100
100
100
100
unit
40
52
64
76
88
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
1,7
<1,5
<1,5
<1,5
<1,5
<1,5
<1,5
2
RPJMD
darurat maksimal 5 menit
4.
Jam buka pelayanan gawat
darurat 24 jam terus
menerus
5.
Ketersediaan tim
penanggulangan bencana 1
(satu) tim
6.
Kepuasan pelanggan
7.
Kematian pasien kurang
daru sama dengan 24 jam
kurang dari 2 per seribu
8.
Tidak adanya pasien yang
diharuskan membayar uang
muka
2.
Pelayanan Intensive Care Unit
1.
Rata-rata
pasien
kembali
ke
yang
perawatan
intensif dengan kasus yang
sama <72 jam
2.
Pemberi
pelayanan
intensif dokter spesialis
3.
Pemberi
pelayanan
intensif perawat D3
4.
Pemberi
pelayanan
intensif perawat D3 dengan
sertifikat mahir ICU/setara
3.
Laundry
1.
Kesesuaian
linen
pengambilan
ke
berdasarkan
ruangan
jumlah
dan
jenisnya
2.
Ketepatan
penyediaan
waktu
linen
untuk
ruangan maksimal 48 jam
4.
Pelayanan Rawat Inap
1.
Pemberi pelayanan di rawat
inap adalah dokter spesialis
2.
Pemberi pelayanan di rawat
inap adalah perawat dengan
minimal pendidikan D3
3.
Angka
kejadian
infeksi
nosokomial kurang dari 1,5
%
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
83
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Indikator
Akhir
RPJMD
1
2
4.
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
Periode
RPJMD
3
4
5
6
7
8
9
100
100
100
100
100
100
100
pelayanan
100
100
100
100
100
100
100
Jam visite dokter spesialis
100
100
100
100
100
100
100
0.9
1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
100
100
100
100
100
100
100
<0.86
<0,24
<0,24
<0,24
<0,24
<0,24
<0,24
<1.8
<5
<5
<5
<5
<5
<5
90
90
90
90
90
90
90
22
25
43
61
79
97
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
47 menit
60 menit
60 menit
60 menit
60 menit
60 menit
60 menit
86
87
88
89
90
90
90
87
89
91
93
96
100
100
cair
75
100
100
100
100
100
100
medis
100
100
100
100
100
100
100
Dokter penanggung jawab
pasien rawat inap
5.
Ketersediaan
rawat inap
6.
pkl. 08.00 s.d 14.00 setiap
hari kerja
7.
Kejadian
infeksi
pasca
operasi kurang dari 1.5 %
8.
Tidak
adanya
kejadian
pasien jatuh yang berakibat
kecacatan/kematian
9.
Kematian pasien > 48 jam
10. Kejadian pulang paksa
11. Kepuasan pelanggan
12. Rawat inap TB :
a.
Penegakan
diagnosa
TB
melalui
pemeriksanaan
mikroskopis TB
b.
Terlaksananya
kegiatan
pencatatan
dan pelaporan TB di
rumah sakit
5.
Pelayanan Rawat Jalan
1.
Dokter pemberi pelayanan
di
Poliklinik
Spesialis
adalah dokter spesialis
2.
Jam buka pelayanan Pkl
08.00 s.d 13.00 WIB setiap
hari
kerja,
kecuali
hari
Jum’at pkl 08.00 s.d 11.00
WIB
3.
Waktu
tunggu
di
rawat
jalan 60 menit
4.
Kepuasan pelanggan
5.
Pasien
rawat
jalan
tubercolosis yang ditangani
dengan strategis DOTs
6.
Pengolahan Limbah
1.
Baku
mutu
limbah
CCD BOD
2.
Pengolahan
limbah
padat sesuai dengan aturan
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
84
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Indikator
Akhir
RPJMD
1
7.
2
Periode
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
3
4
5
6
7
8
9
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
RPJMD
Laboratorium Patologi Klinik
1.
Pelayanan
laboratorium
patologi klinik buka 24 jam
2.
Tidak
adanya
kesalahan
penyerahan
hasil
pemeriksaan laboratorium
3.
Kepuasan pelanggan
4.
Pelaksana
ekspertise
oleh
93
80
80
80
80
80
80
65
100
100
100
100
100
100
<140menit
<140menit
<140menit
<140menit
<140me
<140menit
<140menit
dokter Sp.PK
5.
Waktu tunggu hasil pelayanan
laboratorium <140 menit (kimia
nit
darah dan darah rutin)
8.
Bedah Central
1.
Waktu
tunggu
operasi
≤14 hari
≤14 hari
≤14 hari
≤14 hari
≤14 hari
≤14 hari
≤14 hari
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
0
<1%
<1%
<1%
<1%
<1%
<1%
≤21.16 menit
≤30 menit
≤30
≤30 menit
≤30
≤30 menit
≤30 menit
≤60 menit
≤60 menit
100
100
elektif maksimal 14 hari
2.
Tidak
adanya
kejadian
operasi salah sisi/sayatan
operasi
3.
Tidak
adanya
kejadian
salah tindakan pada operasi
4.
Tidak
adanya
tertinggalnya
kejadian
benda
asing
pada tubuh pasien setelah
operasi
5.
Monitoring
pasien
pre,
durante, dan post anasthesi
6.
Tidak
adanya
operasi salah
7.
kejadian
orang
Kejadian kematian di meja
operasi
9.
Farmasi
1.
Waktu
tunggu
pelayanan
obat :
a.
Waktu
tunggu
pelayanan
obat
jadi
menit
menit
maksimal 30 menit
b.
Waktu
tunggu
pelayanan
≤40.63 menit
≤60 menit
obat
≤60
≤60 menit
menit
≤60
menit
racikan 60 menit
2.
Tidak
adanya
kejadian
100
100
100
100
100
kesalahan pemberian obat
3.
Kepuasan pelanggan
4.
Penulis
resep
sesuai
76
77
78
79
80
80
80
100
100
100
100
100
100
100
formularium
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
85
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Indikator
Akhir
RPJMD
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
3
4
5
6
7
8
9
78
80
82
84
86
90
90
100
100
100
100
100
100
100
<32
<20
<20
<20
<20
<20
<20
100
98
98
98
99
100
100
100
100
100
100
100
100
100
waktu
98
99
100
100
100
100
100
Peralatan laboratorium dan
51
61
71
81
91
100
100
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
86
100
100
100
100
100
100
<1.5
<2
<2
<2
<2
<2
<2
97
80
80
80
80
80
80
19
30
41
52
63
75
75
setiap
≥60
≥60
≥60
≥60
≥60
≥60
≥60
dan
100
100
100
100
100
100
100
1
10.
Periode
2
RPJMD
Gizi
1.
Ketepatan waktu pemberian
makanan kepada pasien
2.
Tidak
adanya
kesalahan
dalam pemberian diet
3.
Sisa makanan yang tidak
termakan oleh pasien
11.
Pemulasaraan Jenazah
1.
Waktu
tanggap
pelayanan
pemulasaraan
jenazah
maksimal 15 menit
12.
Pemeliharaan
sarana
rumah
sakit / IPSRS
1.
Kecepatan
waktu
menanggapi kerusakan alat
2.
Ketepatan
pemeliharaan alat
3.
alat ukur yang digunakan
dalam
pelayanan
terkalibrasi
tepat
waktu
sesuai dengan ketentuan
13.
Radiologi
1.
Waktu
pelayanan
tunggu
hasil
foto
rontgen
maksimal 24 jam
2.
Pelaksana
expertise
hasil
pemeriksaan rontgen
3.
Kejadian
kegagalan
pelayanan rontgen
4.
14.
Kepuasan pelanggan
Pencegahan Dan Pengendalian
Infeksi (PPI)
1.
Tersedia tim PPI RS yang
terlatih
2.
Tersedia
APD
di
instalasi
3.
Kegiatan
pencatatan
pelaporan
infeksi
nosokomial /HAI (Healthcare
Associated Infection) di RS
(min 1 parameter)
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
86
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Indikator
Akhir
RPJMD
1
15.
2
Persalinan
Dan
Periode
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
3
4
5
6
7
8
9
100
100
100
100
100
100
100
74
80
85
90
95
100
100
RPJMD
Perinatologi
(Kecuali Rumah Sakit Khusus
Di Luar Rumah Sakit Ibu Dan
Anak)
1.
Pemberi
pelayanan
persalinan
normal
oleh
dokter terlatih atau bidan
2.
Kemampuan
menangani
BBLR 1500 gr 2500 gr tanpa
penyulit
3.
Kejadian
kematian
ibu
karena persalinan :
4.
a.
Pendarahan
<0.7
<1
<1
<1
<1
<1
<1
b.
Preeklampsi
<0
<30
<30
<30
<30
<30
<30
c.
Sepsis
Pemberi
pelayanan
<0
<0,2
<0,2
<0,2
<0,2
<0,2
<0,2
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
<15
<20
<20
<20
<20
<20
<20
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
80
80
80
80
80
80
80
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
96
80
85
90
95
100
100
persalinan dengan penyulit
oleh
Tim
PONEK
yang
terlatih
5.
Pemberi
pelayanan
persalinan dengan tindakan
operasi oleh dokter spesialis
Obgyn, anak dan anestesi
6.
Pertolongan
persalinan
memalui seksio cesaria
7.
Keluarga berencana :
a.
Presentase
KB
(vasektomi
&
tubektomi)
yang
dilakukan oleh tenaga
kompeten
dr.
SpB,
dr.
SpOG,
dr.
SpU,
dokter umum terlatih
b.
Presentase peserta KB
mantap yang mendapat
konseling KB mantap
oleh bidan terlatih
8.
16.
Kepuasan pelanggan
Administrasi Dan Manajemen
1.
Tindak lanjut penyelesaian
hasil
pertemuan/rapat
direksi
2.
Kelengkapan
laporan
akuntabilitas kinerja RS
3.
Ketepatan
waktu
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
87
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Indikator
Akhir
RPJMD
1
2
penyelesaian
Periode
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
3
4
5
6
7
8
9
96
100
100
100
100
100
100
92
94
96
98
100
100
100
57
59
61
64
66
70
70
93
94
95
96
97
98
100
69
70
70
70
70
70
70
-
<2 jam
<2 jam
<2 jam
<2 jam
<2 jam
<2 jam
68
76
80
92
100
100
93
100
100
100
100
100
100
4.05 menit
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
6 menit
15 menit
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
96
95
96
97
98
99
100
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
24 jam
100
100
100
100
100
100
100
RPJMD
kenaikan
pangkat pilihan
4.
Ketepatan
waktu
penyelesaian
kenaikan
pangkat reguler
5.
Ketepatan waktu penerbitan
SK kenaikan gaji berkala
6.
Karyawan
yang
mendapat/terpapar
pelatihan
minimal
1
kali
setahun
7.
Ketepatan
waktu
penyusunan
laporan
keuangan
8.
Ketepatan waktu penyetoran
penerima tinai
9.
Kecepatan waktu pemberian
informasi
tentang
tagihan
pasien rawat inap <2 jam
60
10. Ketepatan waktu pemberian
imbalan
(insentif)
sesuai
kesepakatan waktu
17.
Rekam Medis
1.
Kelengkapan
informed
concent
setelah
mendapatkan
informasi
yang jelas
2.
Waktu penyediaan dokumen
rekam
medis
pelayanan
rawat jalan maksimal 10
menit
3.
Waktu penyediaan dokumen
rekam
rawat
medis
inap
pelayanan
maksimal
10
menit
4.
Kelengkapan
pengisian
rekam medis 24 jam setelah
selesai pelayanan
18.
Pelayanan Ambulance
1.
Waktu
buka
pelayanan
ambulance/kereta
jenazah
24 jam
2.
Kecepatan
memberikan
/
ketanggapan
pelayanan
ambulance / kereta jenazah
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
88
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Kondisi
Kondisi
Kinerja
Pada Awal
No
Kinerja
Target Capaian Setiap tahun
Pada
Periode
Indikator
Akhir
RPJMD
1
2
Periode
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
2013
2014
2015
2016
2017
2018
3
4
5
6
7
8
9
97
100
100
100
100
100
100
<0,013
<0,01
<0,01
<0,01
<0,01
<0,01
<0,01
100
100
100
100
100
100
100
<27
<50
<50
<50
<50
<50
<50
100
100
100
100
100
100
100
80
80
80
80
80
80
80
RPJMD
di rumah sakit <30 menit
19.
Pelayanan Transfusi Darah
1.
Kebutuhan
darah
bagi
setiap pelayanan transfusi
2.
20.
Kejadian reaksi transfusi
Pelayanan Keluarga Miskin
1.
Pelayanan terhadap pasien
GAKIN yang datang ke RS
pada setiap unit pelayanan
21.
Pelayanan Rehabilitasi Medik
1.
Kejadian Drop Out pasien
terhadap
pelayanan
rehabilitasi
medik
yang
direncanakan
2.
Tidak
adanya
kesalahan
kejadian
tindakan
rehabilitasi medis
3.
Kepuasan pelanggan
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
89
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Untuk mewujudkan Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan kebijakan
serta memperhatikan posisi organisasi hasil analisis lingkungan,
maka strategi dikembangkan dengan 9 program dan kegiatannya.
Program-program tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut
menjadi kegiatan yang akan dilaksanakan setiap tahunnya. Untuk
mengukur
tingkat
keberhasilan
program,
maka
diperlukan
parameter / indikator kinerja setiap program, kelompok sasaran
dan pendanaan indikatif. Rincian program dan kegiatan dapat
diuraikan dibawah ini :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
b. Kegiatan penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi
perkantoran/teknis perkantoran
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana.Aparatur
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan Pengadaan perlengkapan gedung kantor
3. Program peningkatan disiplin aparatur
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu
4. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur.
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan pendidikan dan pelatihan formal
b. Kegiatan pembinaan kinerja aparatur
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
90
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
5. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan.
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan pengadaan obat dan perbekalan kesehatan
6.Program Peningkatan Pelayanan Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD).
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan Pelayanan
7. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan penyuluhan masyarakat pola hidup sehat
8.Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana
Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru/Rumah
Sakit Mata.
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan Pembangunan gedung rumah sakit
b. Kegiatan Pembangunan gudang obat
c. Kegiatan Pengadaan alat kesehatan
9. Program Standarisasi pelayanan kesehatan.
Program ini dicapai dengan kegiatan :
a. Kegiatan Akreditasi Rumah Sakit.
Rencana program dan kegaitan, indikator kinerja, kelompok
sasaran dan pendanaan indikatif dapat dilihat dalam Tabel 5.1.
Rencana strategis ini akan dilaksanakan secara bertahap
setiap tahun dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 untuk
mendapatkan kondisi yang diharapkan sesuai dengan yang
tertuang dalam visi misi Rumah Sakit.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
91
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Tabel 5.1
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif RSUD Kota Bandung
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Tujuan
1
Sasaran
2
Indikator
Sasaran
Meningkatny
a kualitas
pelayanan
kesehatan
rumah sakit;
5
6
7
0
1
Program
pelayanan
administrasi
perkantoran
Cakupan
pelayanana
dministrasi
perkantoran
100%
1.328.000.000
100%
1.570.800.000
100%
1.727.880.000
100%
1.900.668.000
100%
2.090.734.800
100%
8.613.082.800
0
1
1
3
Kegiatan
penyediaan
peralatan dan
perlengkapan
kantor
Tersedianya
peralatan
dan
perlengkapa
n kantor
sesuai
kebutuhan
100%
500.000.000
100%
660.000.000
100%
646.000.000
100%
718.600.000
100%
790.460.000
100%
3.310.060.000
1
9
Kegiatan
penyediaan
jasa tenaga
pendukung
administrasi
perkantoran/te
knis
perkantoran
Tersedianya
tenaga
dokter PTT
dan bidan
PTT
1 tahun
828.000.000
1 tahun
910.800.000
1 tahun
1 tahun
5.303.022.800
Program
dan
Kegiatan
4
1
Pencapaia
n Standar
Pelayanan
Minimal
Rumah
sakit
Data
Capaia
n pada
Tahun
Awal
Perenc
anaan
Kode
3
Terwujudnya
Pelayanan
Kesehatan
Lanjutan
yang
berkualitas
kepada
Masyarakat
Indikator
Kinerja
Program
(Outcome
) dan
Kegiatan
(Output)
1
1
0
2
0
2
0
2
1
1
1
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
1
2014
2015
2016
2017
Kondisi Kinerja pada akhir
periode Renstra SKPD
2018
target
Rp
target
Rp
target
Rp
target
Rp
target
Rp
target
Rp
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
1.081.880.000
1 tahun
1.182.068.000
1 tahun
1.300.274.800
91
Unit
Kerja
SKPD
Penanggungjawab
Loka
si
20
21
RSUD
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Program
Obat dan
Perbekalan
Kesehatan
1
1
Meningkat
nya
pelaksana
an standar
pelayanan
rumah
sakit
0
2
0
2
1
1
0
2
0
2
0
2
0
2
1
5
1
5
1
0
2
1
0
2
0
3
3
3
1
0
2
1
0
2
0
3
3
3
1
0
2
1
0
2
0
2
2
3
0
1
Program
peningkata
n
pelayanan
kesehatan
Badan
Layanan
Umum
Daerah
(BLUD)
0
1
Pencapaia
n
akreditasi
rumah
sakit
1
0
2
1
0
2
0
2
2
3
Pengadaan
obat dan
perbekalan
kesehatan
0
7
Cakupan
ketersedia
an obat
dan
perbekala
n
kesehatan
sesuai
kebutuha
n
Tersediany
a obat dan
perbekalan
kesehatan
sesuai
kebutuhan
Cakupan
pelayanan
RS
100%
1.000.000.000
100%
2.500.000.000
100%
2.563.469.048
100%
2.819.815.953
100%
3.101.797.548
100%
11.985.082.549
100%
1.000.000.000
100%
2.500.000.000
100%
2.563.469.048
100%
2.819.815.953
100%
3.101.797.548
100%
11.985.082.549
100%
40.000.000.000
100%
44.000.000.000
100%
47.952.415.987
100%
52.747.657.585
100%
58.022.427.344
100%
242.722.496.915
40.000.000.000
Peningka
tan
kunjunga
n (3%)
44.000.000.000
Peningka
tan
kunjunga
n (3%)
47.952.415.987
Peningka
tan
kunjunga
n (3%)
52.747.657.585
Peningka
tan
kunjunga
n (3%)
58.022.427.344
Peningka
tan
kunjunga
n (3%)
242.722.496.915
Kegiatan
Pelayanan
Jumlah
kunjungan
pasien ke
RS
Peningka
tan
kunjunga
n (3%)
Program
Standarisa
si
pelayanan
kesehatan
Prosentas
e
pelayanan
kesehatan
memenuh
i standar
100%
100.000.000
100%
150.000.000
100%
165.000.000
100%
181.500.000
100%
199.650.000
100%
647.850.000
Kegiatan
akreditasi
rumah sakit
Rumah
sakit
Terakredit
asi Versi
2012
100%
100.000.000
Tk.
Madya
150.000.000
Tk.
Madya
165.000.000
Tk.
Madya
181.500.000
Tk.
Utama
199.650.000
Tk.
Utama
647.850.000
Terakre
ditasi
penuh
12
pelayan
an
(versi
2007)
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
92
RSUD
RSUD
RSUD
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Cakupan
pegawai
yang
kompeten
Terwujudn
ya Sumber
Daya
Manusia
rumah
sakit yang
profesional
Terwujudn
ya Sarana
dan
Prasarana
rumah
sakit yang
Memadai
dan
berkualitas
Meningkat
nya
kualitas
dan
kuantitas
sumber
daya
manusia
rumah
sakit
Meningkat
nya
pemelihara
an,
pengemba
ngan, dan
pembangu
nan
sarana
dan
prasarana
1
0
2
1
0
2
0
2
0
3
1
0
2
1
0
2
0
2
0
3
1
Cakupan
ketersedia
an sarana
dan
prasarana
yang
memadai
0
2
1
0
1
1
0
2
1
0
2
1
0
2
0
2
0
5
0
5
Program
peningkata
n disiplin
aparatur
Pelanggar
an disiplin
pegawai
0%
251.300.000
0%
276.430.000
0%
304.073.000
0%
334.480.300
0%
367.928.330
0%
1.534.211.630
Kegiatan
pengadaan
pakaian
khusus harihari tertentu
Tersediany
a pakaian
khusus
hari-hari
tertentu
100%
251.300.000
100%
276.430.000
100%
304.073.000
100%
334.480.300
100%
367.928.330
100%
1.534.211.630
Program
peningkata
n kapasitas
sumber
daya
aparatur
Presentas
e sumber
daya
aparatur
memiliki
kompeten
si sesuai
bidangny
a
100%
850.000.000
100%
750.000.000
100%
825.000.000
100%
907.500.000
100%
998.250.000
100%
4.330.750.000
100%
600.000.000
100%
750.000.000
100%
575.000.000
100%
907.500.000
100%
648.250.000
100%
3.480.750.000
100%
250.000.000
100%
250.000.000
100%
350.000.000
100%
850.000.000
100%
137.500.000
100%
166.375.000
100%
560.125.000
1
0
2
0
2
0
5
0
1
Pendidikan
dan
pelatihan
formal
Presentas
e jumlah
pegawai
yang
mengikuti
pendidikan
dan
pelatihan
1
0
2
0
2
0
5
0
4
Pembinaan
kinerja
aparatur
Presentas
e jumlah
pegawai
yang
mengikuti
pembinaan
Program
peningkata
n sarana
dan
prasarana
aparatur
Cakupan
sarana
dan
prasarana
aparatur
1
0
2
0
2
0
2
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
100%
125.000.000
100%
151.250.000
93
RSUD
RSUD
RSUD
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
rumah
sakit yang
memadai
1
1
1
1
0
2
0
2
0
2
0
2
1
1
1
1
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
Kegiatan
Pengadaan
perlengkap
an gedung
kantor
Tersediany
a sarana
dan
prasarana
gedung
kantor
2
1
Program
Pengemba
ngan
Lingkunga
n Sehat
Cakupan
ketersedia
an sarana
dan
prasarana
kesehatan
akibat
dampak
asap
rokok
100%
2
1
Kegiatan
peningkatan
derajat
kesehatan
masyarakat
dengan
penyediaan
fasilitas
perawatan
kesehatan
bagi
penderita
akibat
dampak
asap rokok
Tersediany
a alat-alat
kedokteran
/kesehatan
sesuai
kebutuhan
Program
Pengadaan
Peningkata
n Sarana
dan
Prasarana
Rumah
Sakit/Ruma
h Sakit
Jiwa/Ruma
h Sakit
Paru/Ruma
h Sakit
Mata
Cakupan
ketersedia
an sarana
prasarana
rumah
sakit yang
memadai
0
2
2
6
0
7
0
6
80%
100%
125.000.000
100%
137.500.000
100%
151.250.000
100%
166.375.000
100%
560.125.000
1.346.000.000
100%
1.346.000.000
100%
1.480.600.000
100%
1.628.660.000
100%
1.791.526.000
100%
7.592.786.000
RSUD
100%
1.346.000.000
100%
1.346.000.000
100%
1.480.600.000
100%
1.628.660.000
100%
1.791.526.000
100%
7.592.786.000
RSUD
3 Paket,
100%
21.442.300.000
1 unit,
100%
28.000.000.000
1 unit,
100%
30.352.415.987
1 unit,
100%
33.387.657.585
1 unit,
100%
36.726.423.344
3 Paket,
2 Unit,
100%
149.908.796.916
RSUD
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
94
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
1
1
1
1
Terwujudn
ya
lingkungan
rumah
sakit yang
bersih,
sehat dan
nyaman.
Meningkat
nya
kualitas
kesehatan
lingkungan
rumah
sakit
0
2
0
2
0
2
0
2
1
1
1
1
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
2
0
1
Kegiatan
pembangu
nan
gedung
rumah
sakit
Tersediany
a
bangunan
baru
rumah
sakit
sesuai
persyarata
n kelas
rumah
sakit
2 PAKET
3.426.400.000
0
3
Kegiatan
Pembangu
nan
gudang
obat
Tersediany
a
bangunan
gudang
obat yang
memadai
1 PAKET
1.513.200.000
1
8
Kegiatan
pengadaan
alat
kesehatan
Tersediany
a
peralatan
kesehatan
sesuai
kebutuhan
100%
16.502.700.000
100%
25.000.000.000
1
9
Program
promosi
kesehatan
dan
pemberday
aan
masyaraka
t
Tingkat
promosi
kesehatan
rumah
sakit
100%
50.000.000
100%
55.000.000
100%
60.500.000
100%
66.550.000
1
9
Kegiatan
Penyuluhan
masyarakat
pola hidup
sehat
Terlaksana
nya
penyuluha
n
kesehatan
pada
pengunjun
g rumah
sakit
100%
50.000.000
100%
55.000.000
100%
60.500.000
100%
66.550.000
2
6
2
6
2
6
Presentas
e tingkat
kenyaman
an
lingkungan
rumah
sakit
1
0
2
1
0
2
0
2
0
2
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
1 unit
3.000.000.000
1 unit
30.352.415.987
1 unit
33.387.657.585
2 Paket,
2 unit
100.892.896.916
1 PAKET
1.513.200.000
6.000.000.000
100%
47.502.700.000
100%
73.205.000
100%
305.255.000
100%
73.205.000
100%
305.255.000
1 unit
30.726.423.344
95
RSUD
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
BAB VI
INDIKATOR KINERJA RSUD KOTA BANDUNG YANG MENGACU
PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Penetapan indikator kinerja atau ukuran kinerja akan
digunakan untuk mengukur kinerja atau keberhasilan organisasi
dan merupakan syarat penting untuk menetapkan rencana kinerja
sebagai penjabaran dari RPJMD.
Secara umum indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh
RSUD Kota Bandung mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD
Kota Bandung. Adapun tujuan dan sasaran RPJMD Kota Bandung
yang terkait dengan urusan kesehatan terdapat dalam misi 3
“Membangun Masyarakat yang mandiri, berkualitas dan berdaya
saing” adalah :
a. Tujuan : Peningkatan taraf kesehatan
masyarakat secara
berkelanjutan.
b. Sasaran :
1. Meningkatnya akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan
bagi masyarakat yang bermutu, merata, dan terjangkau.
2. Meningkatnya kesadaran individu, keluarga dan masyarakat
melalui promosi, pemberdayaan dan penyehatan lingkungan.
6.1.
Tujuan
Tujuan RSUD Kota Bandung yaitu :
“
Terwujudnya
Pelayanan
Kesehatan
Lanjutan
yang
berkualitas kepada Masyarakat ”.
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
96
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
6.2 Sasaran
Makna penetapan sasaran RSUD Kota Bandung dalam
penyelenggaran pelayanan kesehatan yaitu meningkatnya
pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bandung sebagai
Rumah Sakit yang berkualitas dan nyaman.
Berdasarkan makna penetapan sasaran tersebut maka,
untuk tahun 2013-2018 Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Bandung menetapkan sasaran dengan rincian sebagai
berikut :
1. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit
2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja
6.3.
Indikator Kinerja
Perumusan indikator kinerja RSUD Kota Bandung dalam
Rencana Strategis ini mengacu pada tujuan dan sasaran
RPJMD,
dan
disesuaikan
dengan
Peraturan
Walikota
Bandung Nomor 193 tahun 2013 tentang Standar Pelayanan
Minimal
Rumah Sakit
Umum
Daerah
Kota
Bandung.
Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan tentang jenis
dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib
daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.
Indikator Kinerja
RSUD Kota Bandung yang mengacu
pada tujuan dan sasaran RPJMD disajikan dalam tabel 6.3
berikut ini :
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
97
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
Tabel 6.1
Indikator Kinerja RSUD Kota Bandung Yang Mengacu Pada
Tujuan dan Sasaran RPJMD
NO.
TUJUAN
SASARAN
(1)
(2)
(3)
Meningkatnya
kualitas
pelayanan
kesehatan
Terwujudnya rumah sakit
pelayanan
kesehatan
lanjutan
yang
berkualitas
kepada
masyarakat
Meningkatnya
akuntabilitas
kinerja
TARGET KINERJA SASARAN PADA
INDIKATOR
SASARAN
(4)
TAHUN KE2014
2015
2016
2017
2018
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
Pencapaian
Standar
Pelayanan
Minimal
Rumah sakit
60%
75%
78%
80%
83%
Rata-rata
Indeks
Kepuasan
Masyarakat
(IKM)
75
80
81
82
83
Pencapaian
Akreditasi
Rumah Sakit
100%
100%
100%
100%
100%
Nilai evaluasi
LAKIP
60
76
78
80
82
100%
100%
100%
100%
100%
Prosentase
Temuan
Pengelolaan
AnggaranBPK
/ Inspektorat
yang
ditindaklanjuti
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
98
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung
BAB VII
PENUTUP
Dokumen Rencana Strategis Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Bandung 2013 - 2018 revisi ini mengacu pada Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013 – 2018
dan didasarkan pada hasil pengamatan dan telaahan dengan melakukan
analisis lingkungan (SWOT) serta hasil penyelarasan yang merupakan
upaya stratejik dalam menghadapi situasi yang cepat berubah sehingga
manajemen rumah sakit berkemampuan untuk menyesuaikan segala
perubahan tersebut.
Pencapaian program dan kegiatan, serta indikator kinerja sesuai
SPM RSUD Kota Bandung ditargetkan secara bertahap selama 5 (lima)
tahun, dan evaluasi dilakukan setiap periode tertentu (triwulanan,
semester,
tahunan)
disesuaikan
dengan
kebutuhan
dari
unit
operasional tertentu. Hasil evaluasi dipakai sebagai dasar untuk
menentukan langkah-langkah berikutnya.
Dalam upaya pengenalan dan pengembangan RSUD Kota Bandung,
serta untuk mendukung upaya kesehatan masyarakat maka perlu
dilakukan promosi secara pro aktif dengan menawarkan produk layanan
yang berkualitas dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
Demikianlah Rencana Strategis ini disusun sebagai arah dan
pedoman dalam menyusun pengembangan program yang tertuang dalam
Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Bisnis Anggaran sehingga setiap
kegiatan
dan
program
di
setiap
unit
kegiatan
dapat
dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaannya.
*****
RENSTRA RSUD Kota Bandung Tahun 2013-2018
99
Download