6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Analisi dan Sistem 2.1.1

advertisement
6
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Analisi dan Sistem
2.1.1 Definisi Analisi
Analisis adalah proses mengurai konsep kedalam bagian – bagian yang lebih
sederhana, sedemikian rupa sehingga struktur logisnya menjadi jelas.
(Sumber : http://zfirki.wordpress.com/2007/09/02/filsafat-umum-analisis konsep).
2.1.2 Definisi Sistem
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari proseudur – prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
(Sumber: http://www.media.diknas.go.id/media/dicument/1075.pdf).
2.1.3 Definisi Perancangan
Perancangan adalah tahap yang berawal dari proses pengenalan suatu masalah,
merumuskan suatu masalah, mengumpulkan data dan menganalisanya serta berakhir
dengan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah.
(Sumber : http://digilib.petra.ac.id).
7
2.2 Gateway
Dalam pengertian teknis, istilah ini mengacu pada pengaturan hardware maupun
software yang menerjemahkan antara dua protocol yang berbeda. Pengertian yang lebih
umum untuk istilah ini adalah sebuah mekanisme yang menyediakan akses ke sebuah
sistem lain yang terhubung dalam sebuah network. Host yang digunakan untuk
mengalihkan lalu lintas jaringan dari satu jaringan ke jaringan lain, juga digunakan
untuk melewatkan lalu lintas jaringan dari satu protokol ke protokol lain. Dipergunakan
untuk menghubungkan 2 jenis jaringan komputer yang arsitekturnya sama sekali
berbeda. Jadi gateway lebih kompleks dari pada bridge. Gateway dapat di aplikasikan
antara lain untuk menghubungkan IBM SNA dengan digital DNA, LAN (Local Area
Network) dengan WAN (Wide Area Network). Salah satu fungsi pokok gateway adalah
melakukan protokol converting, agar 2 arsitektur jaringan dapat berkomunikasi.
Gambar 2.1 Gateway.
8
2.3 Server
Server adalah komputer yang bertugas sebagai pelayan jaringan. Server
mengatur lalu lintas data dalam sebuah jaringan dan menyediakan resource yang dapat
dipakai oleh komputer lain yang terhubung dalam jaringannya. Server merupakan
piranti khusus dalam jaringan komputer yang menjadi tempat bagi semua nodes di
dalam jaringan untuk bisa melakukan resource sharing. Server melayani semua nodes,
jika nodes membutuhkan.
2.3.1 Macam – macam Server
1. FTP Server
FTP Server merupakan suatu server yang menyediakan layanan pengaksesan file
dengan format seperti pada DOS. Pada FTP Server terdapat beberapa direktori
yang setiap direktori berisi beberapa file.
2. Web Server
Web Server bertugas untuk menyediakan web yang berisi bermacam-macam file
untuk diakses oleh komputer-komputer yang berada dalam suatu jaringan.
3. Proxy Server
Layaknya sebuah pintu gerbang, server yang berisi program ini terletak antara
LAN dan koneksi ke internet atau jaringan yang lebih luas (WAN). Tugas server
ini adalah : proteksi alamat-alamat dan file-file tertentu yang ingin masuk ke
LAN, penyusunan alamat, cache server sistem.
9
4. Printer Server
Server ini bertugas untuk mengatur pemakaian printer bagi user pada sebuah
LAN, prinsip kerjanya berdasarkan antrian file yang datang dan lama atau
tidaknya pemakaian printer.
5. Email Server
Server ini bertugas untuk menerima surat-surat email yang masuk ke LAN,
seperti halnya dengan sebuah Post Office dan Mail Box bagi user.
2.4 Proxy Server
Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengah-tengah antara
kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai perantara, sedemikian
sehingga pihak pertama dan kedua tidak secara langsung berhubungan. Akan tetapi
masing-masing berhubungan dengan perantara, yaitu proxy.
Gambar 2.2 Proxy Server
10
Proxy server adalah program yang dapat mempercepat akses ke suatu web yang
sudah di akses oleh komputer lain karena sudah di simpan di dalam caching server.
Proxy server memungkinkan setiap permintaan HTTP dan FTP dari jaringan ke internet
akan di cache di server.
Selain itu proxy server juga menguntungkan management client karena sistem
administrator tidak perlu lagi setup proxy di setiap browser komputer client karena
redirection dilakukan otomatis di sisi server. Fasilitas proxy server menggunakan
perantara (proxy) sebagai jembatan hubungan antara LAN dan internet / WAN. Jika
anda mengkonfigurasi web browser untuk menggunakan proxy, sebetulnya web browser
itu tidak langsung menghubungi situs web yang dicari.
Melainkan web browser tersebut menghubungi proxy server dan mengajukan
permohonan untuk mendapatkan alamat situs web anda. Jadi pada prinsipnya, proxy
server ini menyembunyikan identitas komputer-komputer yang berada di dalam jaringan
LAN sehingga tidak mudah untuk diakses dari pihak luar.
2.5 Mikrotik Router OS (Operating System)
Menurut Moch. Linto Herlambang, Mikrotik Router OS adalah versi mikrotik
dalam bentuk perangkat lunak yang dapat di install pada komputer rumahan (PC)
melalui CD. Dapat di download file imagenya dari website resmi mikrotik,
www.mikrotik.com. Namun file image ini merupakan versi trial mikrotik yang hanya
dapat digunakan dalam waktu 24 jam saja. Untuk dapat menggunakannya secra full
time, harus membeli lisensi key dengan catatan satu lisensi key hanya untuk satu
11
hardisk. Setelah file imagenya di download kemudian di extrak dan burn ke CD, itu
merupakan file ISO. Besar filenya sekitar 14.4 MB.
Gambar 2.3 Logo Mikrotik
Mikrotik merupakan system operasi linux base yang diperuntukan sebagai
network router. Didisain untuk memberikan kemudahan bagi
penggunanya.
Administrasi bisa dilakukan melalui windows application (WinBox). Selain itu instalasi
dapat dilakukan pada standart komputer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotik
pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standart, misalnya
hanya sebagi gateway dan proxy server. Untuk keperluan beban yang besar (network
yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan
resource PC yang memadai.
Menurut Moch. Linto Herlambang, fitur-fitur yang ada pada mikrotik antara lain
sebagai berikut :
12
1. Address List
Pengelompokan IP address berdasarkan nama.
2. Asynchronous
Mendukung serial PPP dial-in/dial-out, dengan otentikasi CHAP, PAP,
MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hinggs
128 ports.
3. Bonding
Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam
1 pipa pada koneksi yang cepat.
4. Bridge
Mendukung fungsi bridge spanning tree, multiple bridge interface, bridge
firewalling.
5. Data Rate Management
Qos berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue,
CIR, MIR, limit antara peer to peer.
6. DHCP
Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP relay; DHCP client, multiple
network DHCP; static and dynamic DHCP leases.
7. Firewall dan NAT
Medukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination
NAT. Maupun memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protokol
IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP flags dan MMS.
13
8. Hotspot
Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung limit date rate,
SSL, HTTPS.
9. IPSec
Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellman groups 1, 2, 5;
MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkripsi menggunakan DES,
3DES, AES-128, AES-192, AES-256, perfect forwading Secresy (PFs)
MODP groups 1, 2, 5.
10. ISDN
Mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP, CHAP,
MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128k bundle, Cisco
HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.
11. M3P
Mikrotik Protokol Packet Packer untuk wireless links dan ethernet.
12. MNDP
Mikrotik Discovery Neighbor Protokol, juga mendukung Cisco Discovery
Protokol (CDP).
13. Monitoring/Accounting
Laporan traffic IP, log, statistik graphs yang dapat diakses melalui HTTP.
14. NTP
Network Time Protokol untuk server dan client, sinkronisasi menggunakan
GPS.
14
15. Point to Point Tunneling Protokol
PPTP, PPPoE dan L2TP Access Concentrator; protokol otentikasi
menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2, otentikasi dan
laporan RADIUS; enkripsi MPPE; kompresi untuk PPoE; limit date rate.
16. Proxy
Cache untuk FTP dan HTTP proxy server; HTTPS proxy; transparent proxy
untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOKCS; mendukung parent
proxy; static DNS.
17. Routing
Routing static dan dynamic; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
18. SDSL
Mendukung single line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.
19. Simple Tunnel
Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).
20. SNMP
Mode akses read-only.
21. Synchronous
v.35, v.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC;
Frame Relay Line Protokol; ANSI-617d (ANDI atau annex D) dan Q933a
(CCITT atau annex A); Frame Relay Jenis LMI.
22. Tool
Ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer;
dynamic DNS update.
15
23. UPnP
Mendukung antarmuka universal Plug n Play.
24. VLAN
Mendukung virtual LAN IEEE802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless;
multiple VLAN; VLAN bridging.
25. VOIP
Mendukung aplikasi voice over IP.
26. VRRP
Mendukung Virtual Router Redudant Protokol.
2.6 Jaringan Komputer
Jaringan komputer yaitu kumpulan dari beberapa komputer,baik jaringan
komputer yang berskala kecil seperti rumah atau di kantor atau jaringan yang berskala
besar seperti antar kota dan provinsi, atau jaringan komputer yang mendunia
(internasional) seperti antar benua atau antar dunia, dimana komputer-komputer tersebut
saling berhubungan dan terorganisir (berintegrasi) antara komputer yang satu dengan
komputer yang lain yaitu antara komputer server dengan komputer client.
Jaringan komputer dapat dikelompokan berdasarkan luar area yang dapat di
jangkau atau dilayani. Secara umum jaringan komputer terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area
Network (WAN).
16
2.6.1 Local Area Network (LAN)
Menurut Moch. Linto Herlambang, adalah jaringan yang di batasi oleh area yang
relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah kantor pada sebuah
gedung atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah.
Gambar 2.4 LAN
2.6.2 Metropolitan Area Network
Menurut Wiharsono Kurniawan, sebuah MAN, biasanya meliputi area yang
lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini
jaringan MAN menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam
lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh jaringan kantor cabang sebuah bank
didalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya.
17
Gambar 2.5 MAN
2.6.3 Wide Area Network (WAN)
Menurut Moch. Linto Herlambang, WAN (Wide Area Network) adalah jaringan
yang ruang lingkupnya sudah menggunakan sarana satelit, wireless, ataupun kabel fiber
optic WAN memiliki jangkauan yang lebih luas hingga wilayah otoritas negara lain.
Menggunakan sarana WAN, sebuah perusahaan yang ada di indonesia bisa
menghubungi kantor pusat yang ada di jepang hanya dalam waktu beberapa menit.
18
Gambar 2.6 WAN
2.7 Topologi Jaringan Komputer
Menurut Nana Suarna, topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer
yang satu dengan komputer yang lain sehingga menmbentuk jaringan. Cara yang saat
ini banyak digunakan adalah bus, token ring, dan star. Masing-masing topologi ini
mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
2.7.1 Topologi Bus
Menurut Wiharsono Kurniawan, pada tipe jaringan topologi bus, masing-masing
server dan workstation dihubungkan pada sebuah kabel yang disebut bus. Kabel untuk
menghubungkan jaringan ini biasanya menggunakan kabel coaxial. Setiap server dan
workstation yang disambungkan pada bus menggunakan konektor T.
19
Gambar 2.7 Topologi Bus
2.7.2 Topologi Star
Menurut Wiharsono Kurniawan, pada tipe jaringan ini setiap workstation
dihubungkan ke server menggunakan suatu konsentrator. Masing-masing workstation
tidak saling berhubungan. Jadi setiap user yang terhubung ke server tidak akan dapat
berinteraksi dan melakukan apa-apa sebelum komputer server dihidupkan. Apabila
komputer server kita matikan, maka semua koneksi jaringan akan terputus.
20
Gambar 2.8 Topologi Star
2.7.3 Topologi Ring
Menurut Wiharsono Kurniawan, pada tipe jaringan topologi ring semua jaringan
yang terhubung dari satu komputer ke komputer lain berkeliling membentuk satu
lingkaran (loop). Pada topologi ini komputer server dapat kita letakkan dimana saja
sesuai dengan keinginan kita.
Gambar 2.9 Topologi Ring
21
2.8 Komponen Jaringan
2.8.1 Kabel
Setiap kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda. Beberapa
jenis kabel yng menjadi standar dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam
jaringan komputer adalah :
1. Kabel UTP
Menurut Wiharsono Kurniawan, kabel UTP merupakan suatu kabel yang
berintikan tembaga berukuran kecil. Pada masing-masing kabel berisikan 8 buah
tembaga kecil dengan warna yang berbeda antara yang satu dengan yang
lainnya. Perbedaan warna kabel bertujuan untuk mempermudah kita dalam
memasukkannya pada konektor RJ-45.
Konektor kabel yang digunakan adalah RJ-45. Kecepatan transfer data
adalah berkisar 10-100Mbps. Panjang kabel maksimum adalah 100m, jika
sebuah jaringan kabel UTP melebihi jarak maksimal maka akan terjadi
pelemahan signal data sehingga menyebabkan data tersebut rusak.
Gambar 2.10 Kabel UTP
22
Tampak pada gambar contoh sebuah kabel Unshielded Twisted Pair
(UTP) yang baur dibuka. Untuk penyambungannya dibutuhkan sebuah konektor
RJ-11 atau RJ-45 dengan bantuan peralatan kripting.
Gambar 2.11 Konektor RJ-45
Pengurutan kabel UTP dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu berdasarkan
hubungan crossover dan hubungan straight.
Hubungan crossover adalah hubungan Pc – Pc, Hub – Hub, Switch – Switch,
Router – Router.
Gambar 2.12 Hubungan dan Urutan Kabel Crossover
23
Hubungan straight adalah PC – Hub, PC – Switch, Switch – Router, PC – Access Point.
Gambar 2.13 Hubungan dan Urutan Kabel Straight
2. Kabel Coaxial
Menurut Nana Suarna, kabel coaxial digunakan untuk instalasi jaringan
ethernet dan ArcNet. Kabel ini terbuat dari tembaga yang dibungkus oleh
anyaman tembaga halus, dimana diantara keduanya terdapat isolasi. Jenis media
ini paling banyak digunakan karena disamping harganya yang murah, juga cara
instalasinya yang mudah.
24
Gambar 2.14 Kabel Coaxial
3. Kabel Fiber Optik
Menurut Nana Suarna, kabel fiber optik yaitu media terbaik untuk
jaringan LAN, karena dalam mentransfer datanya menggunakan pulsa cahaya.
Selain itu juga dapat digunakan untuk mensinyalkan bit 0 dan mempunyai frekuensi
kurang lebih 108 Mhz dan kecepatan data mencapai 565 Mbps.
Gambar 2.15 Kabel Fiber Optik
25
2.8.2 Network Interface Card (NIC)
Kartu jaringan merupakan perangkat paling utama yang harus terpasang dalam
komputer kita. Setiap komputer dapat dihubungkan dengan suatu jaringan melalui kartu
jaringan. Dengan adanya kartu jaringan proses tukar-menukar data antara satu komputer
dengan komputer lainnya dapat terjadi.
Gambar 2.16 NIC
2.8.3 Switch (Concentrator)
Menurut Moch. Linto Herlambang, concentrator adalah perangkat untuk
menyatukan kabel-kabel jaringan dari tiap workstation, server atau perangkat lainnya.
Concentrator biasa dipakai pada topologi star. Hub dan switch pada umumnya
mempunyai port RJ-45 sebagai tempat menghubungkan komputer. Perbedaannya,
switch merupakan concentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafik data lebih
baik dibandingkan hub.
Gambar 2.17 Switch
26
2.8.4 Repeater
Menurut Moch. Linto Herlambang, repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal
dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel lalu memancarkan kembali sinyal
tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain. Dengan
demikian, jarak antara kabel dapar diperpanjang.
Gambar 2.18 Repeater
2.8.5 Router
Menurut Moch. Linto Herlambang, router merupakan perangkat yang
dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih jaringan yang terhubung
melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan
dari paket yang melewatinya dan memutuskan route yang akan dilewati paket tersebut
untuk sampai ke tujuan. Router mengetahui alamat masing-masing komputer di
lingkungan jaringan lokalnya.
Gambar 2.19 Router
27
2.9 Teori Router
Router adalah sebuah komputer khusus, router mempunyai komponenkomponen dasar yang sama dengan PC desktop, Router mempunyai CPU, memori,
sistem bus, dan banyak interface input/output. Router didisain untuk melakukan tugas
khusus yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Contoh, router menghubungkan dan
mengijinkan komunikasi antara dua jaringan dan menentukan jalur data yang melalui
koneksi jaringan.
Sama dengan PC, router membutuhkan operating system untuk menjalankan
fungsinya, yaitu Internetwork Operating system (IOS) software untuk menjalankan filefile konfigurasi ini berisi perintah-perintah dan parameter yang mengontrol aliran trafik
yang masuk dan keluar dari router. Router menggunakan protokol routing untuk
menentukan jalur terbaik.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol
TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi
AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan
contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat
digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih
besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke
dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah
manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk dua buah jaringan yang
menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya
selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga
28
mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur
jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan
telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line
(DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased
line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang
digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga
dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall
untuk melakukan penepisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket
tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur
penepisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya
memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah
adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
Gambar 2.20 Router Port
29
Router biasanya mengerjakan hal-hal sebagai berikut :
1. Mengatur lalu lintas data antara dua atau lebih jaringan yang berbeda
2. Packet Filtering atau pembatasan lalu lintas paket data dari atau ke beberapa
jaringan yang berbeda
3. NAT (Network Address Translatio), sebuah proses pengubahan alamat asal
menjadi seolah-olah peket tersebut dikirimkan dari alamat yang berbeda
4. Sebagai BooTP atau DHCP Server yang memberikan alamat IP dan konfigurasi
lainnya untuk seluruh atau sebagian komputer yang ada dalam sebuah jaringan
2.9.1 Router Statis
Router statis adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset
secara manual oleh para administrator jaringan.
2.9.2 Router Dinamis
Router dinamis adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing
dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan
dengan router lainnya.
2.10
Teori Proxy Server
Proxy server adalah program yang dapat mempercepat akses ke suatu web yang
sudah diakses oleh komputer lain karena sudah di simpan di dalam caching server.
Proxy server memungkinkan setiap permintaan HTTP dan FTP dari jaringan ke internet
akan di cache di server.
30
Hal ini memungkinkan suatu page sama yang diakses oleh user berbeda akan
diambil cukup sekali saja dari internet sehingga secara signifikan akan mempercepat
akses ke page dan menghemat bandwidth karena kebanyakan akses terjadi secara lokal.
Selain itu proxy server juga menguntungkan management client karena sistem
administrator tidak perlu lagi setup proxy di setiap browser komputer client karena
redirection dilakukan otomatis di sisi server. Fasilitas proxy server menggunakan
perantara ( proxy ) sebagai jembatan hubungan antara LAN dan internet / WAN. Jika
anda mengkonfigurasi web browser untuk menggunakan proxy, sebetulnya web browser
itu tidak langsung menghubungi situs web yang dicari.
Melainkan web browser tersebut menghubungi proxy server dan mengajukan
permohonan untuk mendapatkan alamat situs web anda. Jadi pada prinsipnya, proxy
server ini menyembunyikan identitas komputer – komputer yang berada di dalam
jaringan LAN sehingga tidak mudah untuk diakses oleh pihak luar.
2.10.1 Cara Kerja Proxy Server
Proxy bekerja dengan mendengarkan request dari client internal dan mengirim
request tersebut ke jaringan eksternal seolah-olah proxy server itu sendiri yang menjadi
client. Pada waktu proxy server menerima respon dari server publik, ia memberikan
respon tersebut ke client yang asli seolah-olah ia publik server.
Proxy server bekerja seperti berikut :
1. Menyembunyikan Client
Fitur keamanan utama proxy server adalah menyembunyikan client. Seperti
Network Address Translation, proxy server dapat membuat seluruh jaringan internal
31
muncul sebagai satu mesin dari Internet karena hanya satu mesin yang melewatkan
request ke Internet.
Seperti Network Address Translatation, proxy server mencegah host eksternal
untuk mengakses layanan pada mesin internal. Pada proxy server, tidak ada routing
ke client karena domain alamat jaringan internal dan eksternal bisa saja tidak
kompatibel dan karena transport layer routing tidak ada di antara kedua jaringan.
Proxy melakukan fitur ini dengan memperbarui request, bukan mengganti dan
menghitung ulang header alamat. Sebagai contoh, pada waktu client membuat
request melalui proxy server, proxy server menerima request tersebut seolah-olah
web server tujuan pada jaringan internal. Ia kemudian memperbarui request ke
jaringan eksternal seolah web browser biasa. Pada waktu proxy menerima respon
dari web server yang sebenarnya, ia memberikan respon tersebut kepada client
internalnya. Hanya HTTP yang dilewatkan melalui proxy, bukan TCP atau IP.
TCP/IP (dan protokol low-level lainnya) diperbarui oleh proxy; mereka tidak akan
dilewatkan melalui proxy.
2. Pemblokiran URL
Pemblokiran URL memungkinkan administrator untuk menolak situs tertentu
berdasarkan URL mereka. Secara teori, ini akan menjauhkan pegawai Anda dari
situs web yang tidak boleh mereka akses. Fungsi ini mudah diimplementasikan.
Proxy mengecek setiap request dengan daftar halaman yang ditolak sebelum ia
memperbarui request tersebut. Jika URL diblokir, proxy tidak akan meminta atau
memberikan halaman tersebut.
32
Namun, pemblokiran URL mudah diatasi, karena situs web bisa ditulis dengan
menggunakan alamat IP atau bahkan keseluruhan nomor alamat. User dapat
mengetik apa saja dalam web browser mereka untuk mengakses halaman yang
sama, namun URL blocker Anda mungkin hanya akan mengecek alamat lengkap
URL.
Masalah lain dengan pemblokiran URL adalah memperbarui situs yang diblokir.
Situs seperti hacking, pornografi, dan situs game mempunyai masa hidup yang
singkat, mereka dapat muncul dan hilang dengan cepat. Sulit rasanya untuk
memblokir mereka dengan database pemblokiran URL Anda.
3. Pemfilteran Content
Karena proxy memperbarui semua muatan protokol dan protokol spesifik, proxy
dapat digunakan untuk mencari muatan content yang mencurigakan. Ini berarti
Anda dapat mengkonfigurasi layanan proxy HTTP untuk meniadakan kontrol
ActiveX, applet Java, atau bahkan gambar berukuran besar jika Anda rasa mereka
bisa menyebabkan masalah keamanan. Anda juga bisa menggunakan proxy SMTP
utuk mempreteli attachment berupa file executable dan file arsip zip jika Anda rasa
mereka menyebabkan masalah.
Pemfilteran content juga dapat digunakan untuk mengecek halaman web akan
adanya kata atau kalimat tertentu, seperti merk dagang kompetitor Anda atau
sejumlah berita hangat. Anda harus memfilter control ActiveX, applet Java, dan file
executable dalam e-mail karena mereka dapat digunakan untuk menginstalasi Trojan
horse.
33
4. Caching
Fungsi dasar yang ketiga dan sangat penting dari suatu proxy server adalah
caching. Proxy server memiliki mekanisme penyimpanan obyek-obyek yang sudah
pernah diminta dari server-server di internet, biasa disebut caching. Karena itu,
proxy server yang juga melakukan proses caching juga biasa disebut cache server.
Mekanisme caching akan menyimpan obyek-obyek yang merupakan hasil
permintaan dari dari para pengguna, yang didapat dari internet. Karena proxy server
bertindak sebagai perantara, maka proxy server mendapatkan obyek-obyek tersebut
lebih dahulu dari sumbernya untuk kemudian diteruskan kepada peminta yang
sesungguhnya. Dalam proses tersebut, proxy server juga sekaligus menyimpan
obyek-obyek tersebut untuk dirinya sendiri dalam ruang disk yang disediakan
(cache).
Dengan demikian, bila suatu saat ada pengguna yang meminta suatu layanan ke
internet yang mengandung obyek-obyek yang sama dengan yang sudah pernah
diminta sebelumnya, yaitu yang sudah ada dalam cache, maka proxy server akan
dapat langsung memberikan obyek dari cache yang diminta kepada pengguna, tanpa
harus meminta ulang ke server aslinya di internet. Bila permintaan tersebut tidak
dapat ditemukan dalam cache di proxy server, baru kemudian proxy server
meneruskan atau memintakannya ke server aslinya di internet.
Proses caching ini juga tidak kelihatan bagi pengguna (transparan), karena bagi
pengguna tidak tampak siapa sebenarnya yang yang memberikan obyek yang
dimintanya, apakah proxy server yang mengambil dari cache-nya atau server asli di
34
internet. Dari sisi pengguna, semua akan nampak sebagai balasan langsung dari
internet.
2.11
Model Referensi OSI (Open System Interconnection)
Menurut Wiharsono Kurniawan, OSI sangat berperan dalam mengidentifikasi
sistem komputer untuk melaksanakan pengolahan dan penyaluran data. Struktur model
OSI dibagi atas tujuh lapis (layer). Masing – masing lapisan mempunyai fungsi dan
aturan tersendiri. Tujuan pembagian lapisan adalah mempermudah pelaksanaan aturan
standar secara praktis. Pembagian ini juga untuk memungkinkan fleksibilitas, artinya
perubahan pada salah satu lapisan maka tidak akan berpengaruh pada lapisan yang lain.
OSI memberikan 7 lapisan sebagai berikut :
Gambar 2.21 Arsitektur Jaringan Model OSI
35
1. Lapisan 1
Physical Layer (lapisan fisik) berkomunikasi secara langsung dengan media
komunikasi, dan mempunyai dua tanggung jawab: mengirim dan menerima bit-bit.
Lapisan ini hanya menggambarkan pola bit yang akan digunakan, tetapi tidak
mendefinisikan medianya.
Contoh : Repeater, Hub, Protokol ISDN
2. Lapisan 2
Data Link Layer (lapisan penghubung data) secara fungsional dan prosedural
membuka dan menutup hubungan antar simbol. Data yang diterima dari lapisan 3
(network layer) akan dibungkus dan dikirim ke lapisan 1 sebagai frame. Lapisan ini
berhubungan langsung dengan network interface card, melakukan data buffering,
mendeteksi kolisi dan synchronisasi transmisi.
Contoh : Bridge, Switch, Protokol 802.3 CSMA/CD (Ethernet).
3. Lapisan 3
Network Layer (lapisan jaringan) bertugas menyiapkan hubungan virtual dengan
partner yang akan dituju. Lapisan ini membangun hubungan, menjaga kelancaran
hubungan dan memutuskan hubungan. Untuk membangun hubungan tentunya
diperlukan identitas dari si pengirim dan si penerima melalui Network Address.
Contoh : Router, Cable Tester, Protokol IPX
4. Lapisan 4
Transport Layer bertanggung jawab atas pengiriman data antar 2 simpul (node)
dan menjaga bahwa data yang dikirim sampai ke tempat tujuan sepenuhnya.
Contoh : Gateway, Cable Tester, Protokol TCP
36
5. Lapisan 5
Session Layer membangun dan menutup sesi dari dialog, data exchange, alur
informasi (satu atau dua arah).
Contoh : Gateway, Protokol NetBIOS
6. Lapisan 6
Pressention Layer bertugas merepresentasikan informasi dengan semantik yang
sama walaupun mungkin berbeda syntax. Sebagai contoh adalah format data,
encryption/ descryption.
Contoh : Gateway, Redirector
7. Lapisan 7
Pada layer inilah proxy server bekerja maka dari itu proxy server dapat berjalan
pada banyak aplikasi antara lain HTTP proxy, web proxy, dan FTP proxy.
Application layer memberikan layanan langsung kepada pemakainya, misalnya
transfer data, remote login dan lainnya.
Contoh : Gateway, DNS, proxy server
2.12
IP Address
IP address merupakan pengenalan yang digunakan untuk memberikan alamat
pada tiap - tiap komputer dalam jaringan. Alamat IP merupakan representasi dari 32 bit
bilangan biner yang ditampilkan dalam bentuk desimal dengan dipisah tanda titik. IP
address terdiri atas network ID dan host ID. Network ID (NetID) menujukan nomor
jaringan sedangkan host ID mengidentifikasikan host dalam satu jaringan. Contoh valid
dari alamat IP adalah 10.150.0.2.
37
IP address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol (IP) untuk
mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host(komputer) yang
terhubung ke internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP
Address sebagai alat pengenal host pada network. IP Address harus bersifat unik untuk
seluruh dunia, tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang
berbeda.
IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4
segmen. Setiap segman atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. IP
Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network(bit-bit network) dan
bagian host(bit-bit host). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari
network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu
network. Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan
kelas C. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
1.
Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A.
Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24
bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas
A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx(xxx adalah
variabel, nilainya dari 0 sampai dengan 255).
2. Jika 2 bit pertama dari IP address adalah 1 0, address merupakan kelas network
kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit
network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian
terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B, yakni dari network 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx.
38
3. Jika bit pertama dari IP Address adalah 1 1 0, address merupakan network kelas
C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya(24 bit pertama) merupakan bit network
sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih
dari 2 juta network kelas C, yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai
223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256
host.
Selain ketiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditunjukkan untuk pemakaian
khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1 1 1 0, IP Address
merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer
yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network addresss
yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network).
Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di internet
adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari 2 host
(multipoint), menggunakan multicast backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E
(4 bit pertama adalah 1 1 1 1 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan
untuk kegiatan eksperimental.
Download