OPINI PUBLIK P - Universitas Mercu Buana

advertisement
KAPITA SELEKTA KOMUNIKASI :
OPINI PUBLIK
Pengantar
Opini publik, atau beberapa ilmuwan menyebutnya sebagai pendapat umum,
dikenal dalam ranah komunikasi politik sebagai salah satu bentuk partisipasi
politik. Sebaliknya, salah satu tujuan komunikasi politik juga adalah untuk
membentuk dan membina pendapat umum. Namun, opini public tidak hanya
merupakan bagian dari komunikasi politik, tetapi juga merupakan kajian tersendiri.
Di Indonesia, ungkap Prof. Anwar Arifin, opini public merupakan suatu kekuatan
politik yang penting. Indonesia merupakan negara demokrasi. Sejarah mencatat
bahwa tanpa dukungan opini publik, suatu kekuasaan tidak akan bertahan1.
Istilah ‘opini publik’ telah berumur sangat lama (Blake dan Haroldsen, 1979:98).
Machiavelli, seorang negarawan Italia pada abad ke-16, berpetuah bahwa
‘seorang yang bijak tidak akan mengabaikan opini publik’. De Tocqueville,
seorang filsuf social dari Prancis, mengadakan survey tentang penduduk
Amerika dan hasilnya diterbitkan di Paris tahun 1835.
Tahun 1922, Walter Lippman membuat batasan konsep opini public, mengamati
bahwa suatu pola stereotip secara umum menentukan cara pendang dan bobot
suatu masyarakat dalam menilai sesuatu. Lippman menyimpulkan bahwa opini
publik merupakan versi lain dari prakonsepsi yang diserap dan dikodifikasi suatu
masyarakat.
Pada awalnya, para ilmuwan tidak memusatkan perhatian pada definisi opini
publik. Mereka sibuk mempermasalahkan asal-usul opini publik yang misterius
1
Pernyataan ini ditujukan pada masa pemerintahan Soekarno, Soeharto, B. J. Habibie,
dan Abdurrahman Wahid. Seperti telah diketahui, masing-masing harus turun dari kursi
kepresidenannya karena kehilangan dukungan dari mayoritas anggota legislative,
tekanan masyarakat—terutama kalangan terdidik—dan menghadapi perpecahan dalam
kelompok pemerintahannya sendiri.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Eli Jamilah Mihardja, S.Sos, M.Si
KAPITA SELEKTA
dan sulit dimengerti. Masing-masing cenderung untuk membuat definisi
berdasarkan selera dan pandangannya sehingga menjadi sangat beragam.
Definisi modern cenderung memilah definisi opini publik ke dalam dimensidimensi berikut. Pertama, apakah opini publik berfokus pada suatu isu public.
Kedua, apakah suatu opini itu akan menjadi opini publik hanya jika diungkapkan
(manifest) atau juga latent. Ketiga, derajat kesepakatan yang dibutuhkan, atau
jumlah individu yang terlibat sehingga suatu opini bisa menjadi opini publik.
Keempat, apakah suatu opini akan menjadi opini publik dengan keharusan
menghasilkan efek. Kelima, apakah istilah opini itu sama dengan keyakinan dan
nilai.
Beberapa Definisi Opini Publik
Blake dan Haroldsen kemudian, menyepakati pendapat Best, mengungkapkan
bahwa opini publik merupakan fenomena individual dan massa. Sebagai
fenomena individual, opini publik adalah ungkapan opini seseorang tentang
suatu masalah publik. Ekspresi atau ungkapan tersebut membantu seseorang
beradaptasi atau mengelola lingkungannya. Hal ini lebih merupakan suatu kajian
psikologi dan dianggap tidak signifikan terhadap kemasyarakatan, pemerintah,
atau suatu entitas lain yang besar.
Opini publik dipandang sebagai fenomena massa diartikan sebagai agregasi
(paduan) dan ekspresi opini individual tentang suatu masalah public,
diungkapkan dengan suatu cara yang menarik perhatian pembuat kebijakan.
Pandangan ini dirasakan sesuai dengan kajian sosiologi, ilmu politik, pemerintah,
jurnalis, dan pihak lain yang menaruh minat pada fungsi kelompok sosial dan
demokrasi.
Sebagai fenomena massa, Hennessy mengemukakan bahwa opini publik adalah
‘the prevailing frame of mind—most often from an array of differing opinions—
publicly expressed by a significant number of persons on an issue of public
concern’.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Eli Jamilah Mihardja, S.Sos, M.Si
KAPITA SELEKTA
Suatu kerangka pikir yang tersebar dipahami sebagai sejumlah opini pribadi yang
mungkin saja berbeda. Sebagian besar berasal dari susunan opini yang berbeda
mengindikasikan bahwa suatu isu apapun akan mengundang dua atau lebih
perbedaan tergantung dari titik pandang yang digunakan. Diungkapkan secara
umum berarti opini dikomunikasikan melalui suatu prosedur yang akan
mempengaruhi atau akan diperhatikan oleh pembuat kebijakan.
Sejumlah
individu mensyaratkan bahwa harus ada beberapa orang dan dengan intensitas
yang cukup untuk mendukung suatu opini publik berpengaruh. Suatu masalah
(isu) publik adalah situasi kontemporer yang menjadi perhatian banyak orang2.
Istilah opini publik, dari bahasa Inggris, diterjemahkan sebagai pendapat umum.
Istilah ‘umum’ diartikan sebagai ‘orang banyak’. Namun, beberapa ahli lebih
merasa tepat menerjemahkannya sebagai opini publik saja. Pertimbangannya,
istilah umum kurang merujuk pada pengertian publik secara ilmiah.
Oemi Abdurahman mengartikan publik adalah sekelompok individu, besar atau
kecil, yang memiliki kepentingan, perhatian, dan minat yang sama pada suatu hal.
Opini disebut Albig sebagai ‘any expression on a controversial topic’. Opini
merupakan expressed statement, yang biasanya diucapkan dengan kata-kata
atau dengan isyarat dan cara-cara lain yang mengandung arti dan dapat
dipahami maksudnya. Bahwa opini publik juga merupakan ‘result from the
interaction of persons upon one another in any type of group’.
Opini publik pada dasarnya adalah pendapat rata-rata individu dalam masyarakat
sebagai hasil diskusi tidak langsung yang dilakukan untuk memecahkan
persoalan social, terutama yang dilontarkan oleh media.
TSG Mulia dan KA Hidding menguraikan bahwa opini publik adalah sikap atau
perasaan bersama bagi segolongan orang mengenai sesuatu hal (kejadian
tertentu).
2
Istilah isu menyediakan kemungkinan adanya penilaian alternative, opini masih
terbentuk, dan permasalahan belum ditetapkan.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Eli Jamilah Mihardja, S.Sos, M.Si
KAPITA SELEKTA
Emily Bogardus memaparkan bahwa opini publik adalah hasil pengintegrasian
pendapat berdasarkan diskusi yang ada dalam masyarakat demokratis. Sejalan
dengan itu, King menulis bahwa opini publik adalah penilaian social mengenai
sesuatu hal yang penting dan berarti berdasarkan pertukaran pikiran secara
sadar dan rasional dan dilakukan oleh publiknya.
Whyte menyebutkan pendapat umum sebagai sikap dari rakyat mengenai suatu
masalah yang menyangkut kepentingan umum. Opini publik juga menunjukkan
sikap orang-orang yang menjadi anggota dari suatu golongan social terhadap
suatu soal.
Anwar Arifin menyimpulan paparan tentang definisi Opini Publik dalam poin-poin
sebagai berikut :
1. Opini publik adalah pendapat, sikap, perasaan, ramalan, pendirian, dan
harapan rata-rata individu dalam kelompok dalam masyarakat tentang
suatu hal yang berhubungan dengan kepentingan umum atau persoalanpersoalan social.
2. Opini publik adalah hasil interaksi, diskusi, atau penilaian social
antarindividu tersebut yang berdasarkan pertukaran pikiran secara sadar
dan rasional yang dinyatakan baik lisan maupun tulisan
3. Isu atau masalah yang didiskusikan itu adalah hasil paparan media
4. Opini publik hanya dapat berkembang di negara-negara yang menganut
paham demokrasi
Unsur-unsur Opini Publik
1. Harus ada isu yang actual dan tidak biasa yang menyangkut kepentingan
umum
2. Harus ada sejumlah orang yang mendiskusikan isu tersebut, yang
kemudian menghasilkan kata sepakat mengenai sikap, pendapat, dan
pandangan mereka
3. Opini tersebut harus diekspresikan3
3
Mengenai ekspresi atau pengungkapan opini, Helena Olii menegaskan bahwa yang
disebut opini itu harus dinyatakan (diungkapkan atau diekspresikan) secara lisan maupun
tulisan. Opini yang belum diungkapkan adalah sikap (attitude)
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Eli Jamilah Mihardja, S.Sos, M.Si
KAPITA SELEKTA
Diskusi!
Dalam realitas sehari-hari yang paling aktual, bagaimana
mengekspresikan opini publik seperti yang tersebut di atas?
caranya
Karakteristik Opini Publik
1. Opini public dapat memperkuat undang-undang
2. Opini public merupakan pendukung morel dalam masyarakat
3. Opini public dapat menjadi pendukung eksistensi lembaga-lembaga social
4. Opini public sangat peka terhadap peristiwa-peristiwa penting
5. Peristiwa yang sangat penting dapat mengubah opini public dengan
seketika dari satu ekstemasi ke ekstremasi lainnya, dan akan menjadi
stabil jika peristiwa tersebut memperlihatkan garis-garis besar yang jelas.
6. Secara psikologis, opini pada dasarnya ditentukan oleh kepentingan
pribadi
7. Pada saat kritis, rakyat akan lebih peka pada kemampuan pemimpinnya.
Jika
mereka mempercayai pemimpinnya, mereka akan memberikan
tanggung jawab lebih besar. Sebaliknya, jika mereka tidak mempercayai
sang pemimpin, mereka akan sulit bertoleransi. Opini public akan menjadi
suatu pendirian yang tahan uji jika rakyat dalam suatu masyarakat
demokratis diberi kesempatan besar untuk memperoleh akses informasi
yang luas.
8. Opini public tidak menetap lama, kecuali jika orang merasa bahwa opini
tersebut berkaitan dengan kepentingan pribadinya.
Syarat untuk tumbuhnya opini public yang sehat dan baik
1. Harus ada kebebasan berpikir dan mengeluarkan pendapat/perasaan
serta kebebasan pers
2. Kebebasan pers
3. Minat rakyat terhadap soal pemerintahan cukup besar
4. Pendidikan politik yang cukup tinggi
5. Kesediaan masyarakat untuk mengutamakan kehendak dan kepentingan
bersama
6. Tersedia media massa yang sehat dan objektif
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
Eli Jamilah Mihardja, S.Sos, M.Si
KAPITA SELEKTA
Download