perbandingan struktur organisasi direktorat jenderal bina

advertisement
PERBANDINGAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT
JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
DEPARTEMEN KESEHATAN NOMOR
1575/MENKES/PER/IX/2005
DENGAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN NOMOR 02001/SK/KBPOM TAHUN 2001
DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
DEPARTEMEN KESEHATAN RI
TAHUN 2009
PERBANDINGAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DEPARTEMAN KESEHATAN NOMOR 1575/MENKES/PER/XI/2005
DENGAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 02001/SK/KBPOM TAHUN 2001
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan
I.
DASAR HUKUM
1.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 02001/SK/KBPOM tahun 2001
tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan
I.
DASAR HUKUM
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1984 Nomor 20, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3273);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun
1992 Nomor 100, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495);
3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996
Nomor 99, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3656);
4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1997 Nomor 10, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3671) ;
5. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1997 Nomor 67, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3698);
6. Undang-UndangN omor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
7. Sterwerkende Geneesmiddelen Ordonantie, Staatsblad 194 No.419;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan lklan Pangan (Lembaran Negara Republik
lndonesia Tahun 1999 Nomor 131, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3867);
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan
Organisasi, dan Tata K erja Kementerian Negara Republik Indonesia;
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I
Kementerian Negara Republik Indonesia.
II. TUGAS
1.
II.
Merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pembinaan kefarmasian dan alat
kesehatan.
III. FUNGSI
Melaksanakan tugas pemerintahan dibidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
III. FUNGSI
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bina penggunaan obat rasional, farmasi komunitas dan klinik,
obat publik dan perbekalan kesehatan, serta bina produksi dan distribusi alat kesehatan;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang bina penggunaan obat rasional, farmasi komunitas dan klinik, obat publik
dan perbekalan kesehatan, serta bina produksi dan distribusi alat kesehatan;
c. penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang bina penggunaan obat rasional,
farmasi komunitas dan klinik, obat publik dan perbekalan kesehatan, serta bina produksi dan distribusi alat
kesehatan;
d. perumusan kebijakan dan perizinan yang berkaitan dengan obat dan makanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
f.
pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.
IV. KEWENANGAN
BPOM menyelenggarakan fungsi:
a. pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan obat dan makanan;
b. pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang pengawasan obat dan makanan;
c. koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPOM;
d. pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang
pengawasan obat dan makanan;
e. penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum,
ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian,
perlengkapan, dan rumah tangga.
2.
3.
4.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);
Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi
sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54 Tambahan Lembaran Negara Nomor
3952);
Keputusan Presiden Nomor 166 tahun 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan
Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non departemen sebagaimana telah diubah dengan
Keputusan Presiden Nomor 173 tahun 2000;
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 178 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas
Lembaga Pemerintah Non Departemen;
TUGAS
IV. KEWENANGAN
BPOM mempunyai kewenangan:
a. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidang pengawasan obat dan makanan;
b. Perumusan kebijakan di bidang pengawasan obat dan makanan untuk mendukung pembangunan secara
makro;
c.
d.
V.
SUSUNAN ORGANISASI
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan terdiri dari;
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional;
c. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik;
d. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan;
e. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan.
SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL
Tugas:
Memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsure di lingkungan Direktorat Jenderal.
Fungsi:
a. Koordinasi dan penyusunan rencana, program, anggaran, penyediaan data dan informasi serta perizinan
yang berkaitan dengan obat dan makanan;
b. Pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan, rumah tangga, perlengkapan dan kepegawaian;
c. Pengelolaan urusan keuangan;
d. penyiapan bahan penataan organisasi dan jabatan fungsional;
e. penyiapan bahan urusan hukum dan hubungan masyarakat;
f.
evaluasi dan penyusunan laporan.
Sekretariat Direktorat jenderal terdiri dari;
a. Bagian Program dan Informasi
Tugas:
Melaksanakan penyusunan rencana program dan anggaran, penyediaan data dan informasi, serta evaluasi
dan penyusunan laporan, serta perijinan yang berkaitan dengan obat dan makanan.
Fungsi:
a.
penyusunan rencana program dan anggaran;
b. pengumpulan, pengolahan dan penyediaan data dan informasi;
c. perijinan yang berkaitan dengan obat dan makanan;
d. evaluasi dan penyusunan laporan.
e.
f.
V.
Penetapan system informasi di bidang pengawasan obat dan makanan;
Penetapan persyaratan penggunaan bahan tambahan (zat aditif) tertentu untuk makanan dan penetapan
pedoman pengawasan peredaran obat dan makanan;
Pemberian ijin dan pengawasan peredaran obat serta pengawasan industri farmasi;
Penetapan pedoman penggunaan, konservasi, pengembangan, dan pengawasan tanaman obat.
SUSUNAN ORGANISASI
BPOM terdiri dari:
a. Kepala;
b. Sekertariat Utama;
c. Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Narkotik, Psikotropik, dan Zat Adiktif;
d. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplimen;
e. Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya;
f.
Inspektorat;
g. Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional;
h. Pusat Penyidikan Obat dan Makanan;
i.
Pusat Riset Obat dan Makanan;
j.
Pusat Informasi Obat dan Makanan;
k. Unit Pelaksana Teknis BPOM.
Kepala mempunyai tugas:
a. Memimpin BPOM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Menyiapkan kebijakan nasional dan kebijakan umum sesuai dengan tugas BPOM;
c. Menetapkan kebijakan teknis pelaksanaan tugas BPOM yang menjadi tanggung jawabnya;
d. Membina dan melaksanakan kerja sama dengan instansi dan organisasi lain.
SEKRETARIAT UTAMA
Tugas:
Mengkoordinasi perencanaan, pembinaan, pengendalian terhadap program, administrasi, dan sumber daya di
lingkungan BPOM.
Fungsi:
a. Pengkoordinasian, sinkronisasi, dan integrasi perencanaan, penganggaran, penyusunan laporan,
pengembangan pegawai termasuk pendidikan dan pelatihan serta perumusan kebijakan teknis di
lingkungan BPOM.
b. Pengkoordinasi, sinkronisasi dan integrasi penyusunan peraturan perundang-undangan, kerjasama luar
negeri, hubungan antar lembaga, kemasyarakatan, dan bantuan hokum yang berkaitan dengan tugas
BPOM;
c. Pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian,
keuangan, kearsipan, perlengkapan dan rumah tangga;
d. Pembinaan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pusat-pusat dan unit-unit pelaksana teknis
di lingkungan BPOM;
e. Pengkoordinasi administrasi pelaksanaan tugas Deputi di lingkungan BPOM;
f.
Pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala, sesuai dengan bidang tugasnya.
Sekertariat utama terdiri dari:
a. Biro Perencanaan dan Keuangan
Tugas:
Melaksanakan koordinasi perumusan rencana strategis dan pengembangan organisasi, penyusunan
program dan anggaran, keuangan serta evaluasi dan pelaporan.
•
•
•
b.
•
•
•
Subbagian Tata Usaha dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan
kearsipan serta urusan gaji.
Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan
perlengkapan.
Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan
dan perencanaan pegawai, urusan mutasi pegawai serta pengisian jabatan.
•
•
Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perencanaan
dan pelaksanaan anggaran.
Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan
kebendaharaan, urusan tata usaha keuangan, tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi.
Subbagian verifikasi dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi,
pembukuan, dan akuntansi.
Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat
Tugas:
melaksanakan penyiapan bahan urusan hukum, penataan organisasi, dan hubungan masyarakat.
Fungsi:
a. penyiapan bahan urusan hukum;
b. penyiapan bahan penataan dan evaluasi organisasi, jabatan fungsional, serta ketatalaksanaan;
c. pelaksanaan hubunganmasyarakat.
•
•
Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan hukum.
Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penataan dan evaluasi
organisasi, jabatan fungsional, serta ketatalaksanaan.
Bagian Rencana Strategis dan Organisasi
Tugas:
Melaksanakan analisis dan perumusan strategis dan pengembangan organisasi dan tata kerja
di lingkungan BPOM.
Fungsi;
a. Pelaksanaan analisis dan perumusan rencana strategis;
b. Pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata kerja.
-
•
Bagian Keuangan
Tugas:
Melaksanakan pengelolaan urusan keuangan.
Fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi rencana pelaksanaan anggaran;
b. penyiapan bahan pembinaan kebendaharaan;
c. pelaksanaan urusan verifikasi dan akuntansi.
•
d.
Fungsi:
a. Pelaksanaan analisis dan perumusan rencana strategis dan pengembangan organisasi;
b. Pelaksanaan penyusunan program dan anggaran termasuk pinjaman luar negeri;
c. Pelaksanaan manajemen keuangan;
d. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan.
Bagian Umum dan Kepegawaian
Tugas:
Melaksanakan urusan tata persuratan dan kearsipan, gaji, rumah tangga, serta pengelolaan urusan
kepegawaian.
Fungsi:
a. Pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan;
b. Pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan;
c. Pengelolaan urusan kepegawaian.
•
c.
Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana program
dan anggaran, serta penyiapan bahan perizinan yang berkaitan dengan obat dan makanan.
Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, serta
penyajian data dan informasi.
Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan program.
Bagian Program dan Anggaran
Tugas:
Melaksanakan penyusunan program dan anggaran di lingkungan BPOM.
Fungsi:
a. Pelaksanaan penyusunan program jangka pendek dan jangka menengah serta petunjuk
pelaksanaan dan/atau pedoman operasional pelaksanaan program.
b. Pelaksanaan penyusunan anggaran serta petunjuk pelaksanaan dan/atau pedoman
operasional anggaran dan penerimaan negara bukan pajak, belanja rutin dan
pembangunan serta pinjaman luar negeri.
-
•
Subbagian Rencana Strategis mempunyai tugas mengumpulkan dan menyiapkan data
dan informasi, bahan dan kelengkapan pendukung serta melakukan analisis dan
perumusan rencana strategis
Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan pengembangan organisasi dan tata
kerja.
Subbagian Program mempunyai tugas mengumpulkan dan menyiapkan data informasi,
bahan dan kelengkapan pendukung serta melakukan penyusunan program.
Subbagian Anggaran mempunyai tugas mengumpulkan dan menyiapkan data dan
informasi, bahan dan kelengkapan pendukung serta melakukan penyusunan anggaran dan
penerimaan negara bukan pajak, belanja rutin dan pembangunan.
Bagian Keuangan
Tugas:
Melaksanakan kegiatan pengelolaan keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan verifikasi.
Fungsi:
a. Pelaksanaan urusan perbendaharaan dan akuntansi serta penyusunan petunjuk
pelaksanaan dan/atau pedoman operasional pelaksanaan perbendaharaan.
b. Pelaksanaan urusan verifikasi serta penyusunan petunjuk pelaksanaan dan/atau pedoman
operasional pelaksanaan verifikasi anggaran.
-
-
Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas mengumpulkan dan
menyiapkan data dan informasi, bahan dan kelengkapan pendukung serta melakukan
pengelolaan keuangan, urusan perbendaharaan dan akuntansi anggaran.
Subbagian Verifikasi mempunyai tugas mengumpulkan dan menyiapkan data dan
informasi, bahan dan kelengkapan pendukung serta melakukan urusan verifikasi anggaran.
•
e.
•
Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan
masyarakat
Kelompok Jabatan Fungsional.
Bagian Evaluasi dan Pelaporan
Tugas:
Melaksanakan Evaluasi dan pelaporan.
Fungsi:
a. Pelaksanaan penyusunan system dan mekanisme evaluasi serta pengolahan data dan
evaluasi program.
b. Pelaksanaan penyusunan system dan mekanisme pelaporan serta penyusunan laporan;
c. Pelaksanaan urusan ketatausahaan.
-
b.
Subbagian Data dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan
pengolahan data, menyusun system dan mekanisme evaluasi serta melakukan evaluasi
program.
Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan.
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatusahaan dan pelayanan
administrasi.
Biro Kerjasama Luar Negeri
Tugas:
Melaksanakan koordinasi kegiatan kerjasama internasional yang berkaitan dengan tugas BPOM
Fungsi:
a. Pelaksanaan kegiatan kerjasama bilateral dan multilateral;
b. Pelaksanaan kegiatan kerjasam regional;
c. Pelaksanaan kegiatan kerjasama organisasi internasional.
•
Bagian Kerjasama Bilateral dan Multilateral
Tugas:
Melaksanakan kegiatan kerjasama bilateral dan multilateral.
Fungsi:
a. Pelaksanaan kegiatan kerjasama bilateral.
b. Pelaksanaan kerjasama multilateral.
-
•
Subbagian Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan kegiatan kerjasama
bilateral, seperti Memorandum of Understanding, kerjasama teknis, beasiswa dan lain-lain.
Subbagian Kerjasama Multilateral mempunyai tugas melakukan kegiatan kerjasama
multilateral, seperti World Trade Organization, World Bank, Asian Development Bank dan
lain-lain.
Bagian Kerjasama Regional
Tugas:
Melaksanakan kegiatan kerjasama regional.
Fungsi:
a. Pelaksanaan kegiatan kerjasama regional I.
b. Pelaksanaan kegiatan kerjasama regional II.
-
Subbagian Kerjasama Regional I mempunyai tugas melakukan kegiatan kerjasama
regional I meliputi negara-negara ASEAN plus Jepang, China, dan Korea
Subbagian Kerjasama Regional II mempunyai tugas melakukan kegiatan kerjasama
regional II meliputi APEC, ASEM dan lain-lain.
•
Bagian Kerjasama Organisasi Internasional
Tugas:
Melaksanakan kegiatan kerjasama dengan organisasi internasional
Fungsi:
a. Pelaksanaan kerjasama dengan organisasi internasional bidang produk terapetik dan
komplimen;
b. Pelaksanaan kerjasama dengan organisasi internasional bidang keamanan pangan;
c. Pelaksanaan kerjasama dengan organisasi internasional bidang narkotika, psikotropika,
zat adiktif dan bahan berbahaya.
-
c.
Subbagian Kerjasama Produk Terapetik dan Komplimen mempunyai tugas melakukan
kerjasama dengan organisasi internasional bidang produk terapetik dan produk komplimen.
Subbagian Kerjasama Keamanan Pangan mempunyai tugas melakukan kerjasama
dengan organisasi internasional bidang keamanan pangan;
Subbagian Kerjasama Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif dan Bahan Berbahaya
mempunyai tugas melakukan kerjasama dengan organisasi internasional bidang narkotika,
psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya.
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Tugas:
Melaksanakan koordinasi kegiatan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, bantuan
hukum, layanan pengaduan konsumen dan hubungan masyarakat.
Fungsi:
a. Pelaksanaan kegiatan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan;
b. Pelaksanaan bantuan hukum;
c. Pelaksanaan layanan pengaduan konsumen;
d. Pelaksanaan kegiatan hubungan masyarakat.
•
Bagian Peraturan Perundang-undangan
Tugas:
Melaksanakan kegiatan kerjasama bilateral dan multilateral.
Fungsi:
a. Pelaksanaan perumusan rancangan peraturan perundang-undangan.
b. Pelaksanaan dokumentasi hukum.
-
•
Subbagian Perumusan Peraturan perundang-undangan mempunyai tugas melakukan
perumusan rancangan peraturan perundang-undangan.
Subbagian Dokumentasi Hukum mempunyai tugas melakukan dokumentasi hukum.
Bagian Bantuan Hukum
Tugas:
Melaksanakan kegiatan pertimbangan hukum, layanan bantuan hukum dan penyuluhan hukum.
Fungsi:
a. Pelaksanaan pertimbangan hukum;
b. Pelaksanaan layanan bantuan hukum;
c. Pelaksanaan penyuluhan hukum.
-
Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas menyusun pertimbangan hukum.
Subbagian Layanan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan layanan bantuan
hukum;
•
Bagian Pengaduan Konsumen
Tugas:
Menyiapkan koordinasi dan melaksanakan kegiatan layanan pengaduan konsumen.
Fungsi:
a. Pelaksanaan layanan pengaduan konsumen;
b. Pelaksanaan pengolahan data dan evaluasi layanan pengaduan konsumen;
c. Pelaksanaan bimbingan layanan pengaduan konsumen.
-
•
Subbagian Layanan Pengaduan Konsumen mempunyai tugas melaksanakan layanan
pengaduan konsumen.
Subbagian Data dan Evaluasi Layanan Pengaduan Konsumen mempunyai tugas
melakukan pengolahan data dan evaluasi layanan pengaduan konsumen;
Subbagian Bimbingan Layanan Pengaduan Konsumen mempunyai tugas melakukan
bimbingan layanan pengaduan konsumen.
Bagian Hubungan Masyarakat
Tugas:
Melaksanakan urusan pemberitaan, hubungan pers dan media masa serta publikasi dan
dokumentasi.
Fungsi:
a. Pelaksanaan pengolahan dan penyajian data, public warning dan pendapat umum;
b. Pelaksanaan hubungan pers dan media massa;
c. Pelaksanaan publikasi dan dokumentasi.
-
d.
Subbagian Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melakukan penyuluhan hukum.
Subbagian Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengolahan dan penyajian berita,
public warning, dan pendapat umum.
Subbagian Media Massa mempunyai tugas melakukan kegiatan hubungan pers media
massa;
Subbagian Publikasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan publikasi dan
dokumentasi.
Biro Umum
Tugas:
Melaksanakan koordinasi urusan ketatausahaan pimpinan administrasi pegawai, pengembangan pegawai,
keuangan serta perlengkapan dan kerumahtanggaan.
Fungsi:
a. Pelaksanaan ketatausahaan pimpinan;
b. Pelaksanaan administrasi kepegawaian;
c. Pelaksanaan pengembangan pegawai;
d. Pelaksanaan perlengkapan dan kerumahtanggaan.
•
Bagian Tata Usaha Pimpinan.
Tugas:
Melaksanakan kegiatan ketatausahaan Kepala, Sekretaris Utama dan Deputi.
Fungsi:
a. Pelaksanaan tata usaha Kepala dan Keprotokolan.
b. Pelaksanaan tata usaha Sekretaris Utama.
c. Pelaksanaan tata usaha Deputi.
•
Bagian Administrasi Kepegawaian
Tugas:
Melaksanakan urusan mutasi dan kesejahteraan pegawai serta ketatausahan kepegawaian.
Fungsi:
a. Pelaksanaan mutasi pegawai;
b. Pelaksanaan kesejahteraan pegawai;
c. Pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian.
-
•
Subbagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan mutasi pegawai.
Subbagian Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan
pegawai;
Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha
kepegawaian.
Bagian Pengembangan Pegawai
Tugas:
Melaksanakan pengembangan pegawai.
Fungsi:
a. Pelaksanaan analisis kebutuhan dan perencanaan pegawai;
b. Pelaksanaan pengembangan jabatan fungsional;
c. Pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai.
-
•
Subbagian Tata Usaha Kepala mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala
dan keprotokolan.
Subbagian Tata Usaha Sekretaris Utama mempunyai tugas melakukan urusan tata
usaha Sekretaris Utama.
Subbagian Tata Usaha Deputi mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Deputi.
Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan analisis
kebutuhan dan perencanaan pegawai.
Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengembangan jabtan
fungsional;
Subbagian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan
pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai.
Bagian Perlengkapan Rumah Tangga
Tugas:
Melaksanakan urusan persuratan dan kearsipan, penggajian, perlengkapan dan
kerumahtanggaan.
Fungsi:
a. Pelaksanaan urusan persuratan, kearsipan, dan penggajian;
b. Pelaksanaan urusan perlengkapan;
c. Pelaksanaan urusan kerumahtanggaan.
-
Subbagian Persuratan dan Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan,
kearsipan dan pembayaran gaji.
Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan;
Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggan.
e. Kelompok Jabatan Fungsional.
DIREKTORAT BINA PENGGUNAAN OBAT RASIONAL
DEPUTI BIDANG PENGAWASAN PRODUK TERAPETIK DAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF
Tugas:
Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi, bimbingan teknis, dan pengendalian serta
evaluasi di bidang penggunaan obat rasional.
Fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang penggunaan obat rasional dan obat esensial nasional;
b. penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang penggunaan obat rasional dan obat
esensial nasional;
c. pemberian bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penggunaan obat rasional dan obat esensial
nasional;
d. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penggunaan obat rasional dan
obat esensial nasional;
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Tugas:
Melaksanakan perumusan kebijakan di bidang pengawasan produk terapetik, narkotika, psikotriopika, dan zat
adiktif.
Fungsi:
a. pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang pengawasan produk
terapetik dan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif;
b. penyusunan rencana pengawasan produk terapetik dan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif;
c. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian
pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang penilaian obat dan produk
biologi;
d. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian
pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang penilaian alat kesehatan,
produk diagnostic, dan perbekalan kesehatan rumah tangga;
e. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian
pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang standarisasi produk terapetik;
f.
perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian
pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang inspeksi dan sertifikasi produk
terapetik;
g. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian
pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang pengawasan narkotika,
psikotropika, dan zat adiktif;
h. pengawasan produk terapetik, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif;
i.
koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan produk terapetik dan
narkotika, psikotropika, dan zat adiktif;
j.
evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pengawasan produk terapetik dan narkotika, psikotropika, dan zat
adiktif;
k. pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala, sesuai dengan bidang tugasnya.
Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional terdiri dari:
a. Subdirektorat Standarisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur,
bimbingan teknis dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penggunaan obat rasional.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang penggunaan obat rasional;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang
penggunaan obat rasional;
c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang penggunaan obat rasional;
d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang
standardisasi dan bimbingan teknis penggunaan obat rasional.
Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif terdiri dari:
a. Direktorat Penilaian Obat dan produk Biologi;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian obat dan produk biologi.
Fungsi;
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian obat baru;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian obat copy dan produk biologi;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
evaluasi produk terapetik penggunaan khusus;
d. Penyusunan rencana dan program penilaian obat dan produk biologi.
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian obat dan produk
biologi;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian obat dan produk biologi;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
•
•
Seksi Standarisasi Penggunaan Obat rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan
prosedur di bidang penggunaan obat rasional.
Seksi Bimbingan dan Evaluasi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan bimbingan, pemantauan dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang
penggunaan obat rasional.
b.
Subdirektorat Promosi Penggunaan Obat Rasional;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman,
kriteria, prosedur, bimbingan teknis dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang promosi penggunaan
obat rasional.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang promosi penggunaan obat rasional;
b. penyiapan bahan serta pengumpulan dan pengolahan materi promosi penggunaan obat rasional ;
c. penyiapan bahan koordinasi bimbingan teknis dan pengendalian serta administrasi pelaksanaan
kerjasama di bidang promosi penggunaan obat rasional.
•
•
c.
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Seksi Materi Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan rumusan kebijakan teknis, serta pengumpulan dan pengolahan materi promosi
penggunaan obat rasional.
Seksi Kerjasama Promosi Penggunaan Obat Rasional mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi bimbingan teknis dan pengendalian,
serta administrasi pelaksanaan kerjasama di bidang promosi penggunaan obat rasional.
•
•
•
Seksi Standarisasi Obat Esensial Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di
bidang obat esensial nasional.
Seksi Bimbingan dan Evaluasi Obat Esensial Nasional mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan bimbingan, pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang
obat esensial nasional.
d.
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
e.
Kelompok Jabatan Fungsional.
Seksi Penilaian Obat Baru jalur I dan III mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penilaian Obat Baru Jalur I dan Obat Baru Jalur III.
Seksi Penilaian Obat Baru Jalur II mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian Obat
Baru Jalur I dan Obat Baru Jalur II.
Subdirektorat Penilaian Obat Copy dan Produk Biologi;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian obat copy dan produk biologi.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program penilaian obat copy dan produk biologi;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian Obat Copy.
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian produk biologi;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian obat copy dan produk biologi;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan Direktorat
-
Subdirektorat Bina Obat Esensial Nasional;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur,
bimbingan teknis dan pengendalian serta penyiapan evaluasi di bidang obat esensial nasional.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang obat esensial nasional;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang obat
esensial nasional;
c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang obat esensial nasional;
d. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang bina obat
esensial nasional.
Subdirektorat Penilaian Obat Baru;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian obat baru.
Fungsi:
a. Penyusunana rencana dan program penilaian obat baru;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian Obat Baru Jalur I dan Obat
Baru Jalur III;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian Obat Baru Jalur II;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian obat baru.
-
-
•
Seksi Penilaian Obat Copy mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan
laporan, serta pelaksanaan penilaian obat copy
Seksi Penilaian Produk Biologi mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan
penyusunan laporan, serta pelaksanaan penilaian produk biologi.
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
Subdirektorat Evaluasi Produk Terapetik Penggunaan Khusus.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur,serta pelaksanaan evaluasi produk terapetik penggunaan khusus.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program evaluasi produk terapetik penggunaan khusus;
b.
c.
d.
-
-
b.
Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan evaluasi produk terapetik penggunaan
khusus termasuk produk uji klinik;
Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan surveilan efek samping obat dan alat
kesehatan;
Evaluasi dan penyusunan laporan evaluasi produk terapetik penggunaan khusus.
Seksi Evaluasi Produk Uji Klinik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan evaluasi produk
terapetik penggunaan khusus termasuk produk uji klinik.
Seksi Surveilan Efek Samping Obat dan Alat Kesehatan mempunyai tugas menyiapkan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan
pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta
melakukan surveilan efek samping obat dan alat kesehatan.
Direktorat Penilaian Alat Kesehatan, Produk Diagnostik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian alat kesehatan, produk diagnostik dan
perbekalan kesehatan rumah tangga.
Fungsi;
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian alat kesehatan non elektromedik;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian alat kesehatan elektromedik dan produk diagnostik;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga pestisida rumah tangga;
d. Penyusunan rencana dan program penilaian alat kesehatan, produk diagnostik dan perbekalan
kesehatan rumah tangga;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian alat kesehatan,
produk diagnostik dan perbekalan kesehatan rumah tangga;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian alat kesehatan, produk diagnostik dan perbekalan
kesehatan rumah tangga;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan Non Elektromedik;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian alat kesehatan non elektromedik.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program penilaian alat kesehatan non elektromedik;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian alat kesehatan non
elektromedik risiko rendah;
c.
d.
-
-
•
Seksi penilaian Alat Kesehatan Non Elektromedik Risiko Rendah mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan penilaian alat kesehatan non elektromedik risiko rendah.
Seksi penilaian Alat Kesehatan Non Elektromedik Risiko Tinggi mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan penilaian alat kesehatan non elektromedik risiko tinggi.
Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan Elektromedik dan Produk Diagnostik;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian alat kesehatan elektromedik dan
produk diagnostik.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program penilaian alat kesehatan elektromedik dan produk
diagnostik;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian alat kesehatan;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian produk diagnostik;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian alat kesehatan elektromedik dan produk
diagnostic;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan Direktorat.
-
-
•
Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian alat kesehatan non
elektromedik risiko tinggi;
Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian alat kesehatan non elektromedik.
Seksi Penilaian Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penilaian alat kesehatan elektromedik.
Seksi Penilaian Produk Diagnostik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian
produk diagnostic.
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
Subdirektorat Penilaian Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan Pestisida Rumah
Tangga.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian alat kesehatan perbekalan kesehatan
rumah tangga dan pestisida rumah tangga.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga dan
pestisida rumah tangga;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
c.
d.
-
-
c.
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian perbekalan kesehatan rumah
tangga;
Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian pestisida rumah tangga;
Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga dan
pestisida rumah tangga.
Seksi Penilaian Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas menyiapkan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan
pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta
melakukan penilaian perbekalan kesehatan rumah tangga.
Seksi Penilaian Pestisida Rumah Tangga mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penilaian pestisida rumah tangga.
Direktorat Standarisasi Produk Terapetik;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengaturan dan standarisasi produk terapetik.
Fungsi;
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan dan standarisasi produk terapetik I;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan dan standarisasi produk terapetik II dan perbekalan kesehatan rumah tangga;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan industri farmasi;
d. Penyusunan rencana dan program standarisasi produk terapetik;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang standarisasi produk terapetik;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi produk terapetik;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Subdirektorat Standarisasi produk Terapetik I;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk terapetik I.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program standarisasi produk terapetik I;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi obat;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk
biologi;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi Produk Terapetik I;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan direktorat.
-
-
•
Subdirektorat Standarisasi Produk Terapetik II dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk terapetik II
dan perbekalan kesehatan rumah tangga.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program standarisasi produk terapetik II dan perbekalan
kesehatan rumah tangga;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi alat
kesehatan elektromedik;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi alat
kesehatan non elektromedik, produk diagnostik dan perbekalan kesehatan rumah tangga;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi produk terapetik II dan perbekalan
kesehatan rumah tangga.
-
-
•
Seksi Standarisasi Obat mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan perngaturan dan
standarisasi obat.
Seksi Standarisasi Produk Biologi mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan perngaturan
dan standarisasi produk biologi;
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
Seksi Standarisasi Alat Kesehatan Elektromedik mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
perngaturan alat kesehatan elektromedik;
Seksi Standarisasi Alat Kesehatan Non Elektromedik, Produk Diagnostik dan
Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
perngaturan alat kesehatan non elektromedik produk diagnostik dan perbekalan kesehatan
rumah tangga.
Subdirektorat Bimbingan Industri Farmasi.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan bimbingan industri farmasi.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program bimbingan industri farmasi;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan bimbingan pengembangan industri;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan bimbingan pengembangan ekspor;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan bimbingan industri farmasi.
-
-
d.
Seksi Bimbingan Pengembangan Industri mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
bimbingan pengembangan industri;
Seksi Bimbingan Pengembangan Ekspor mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
bimbingan pengembangan ekspor.
Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Produk Terapetik;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi produk
terapetik serta sertifikasi produk terapetik, fasilitas produksi dan proses produksi.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
inspeksi sarana produksi dan distribusi produk terapetik I termasuk pengawasan penandaan dan
promosi, serta sertifikasi Produk Terapetik I, fasilitas produksi dan proses produksi;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
inspeksi sarana produksi dan distribusi produk terapetik II dan perbekalan kesehatan rumah tangga
termasuk pengawasan penandaan dan promosi, serta sertifikasi Produk Terapetik II dan perbekalan
kesehatan rumah tangga, fasilitas produksi dan proses produksi;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberiaan bimbingan dan pembinaan di bidang
analisis dan pemantauan harga obat;
d. Penyusunan rencana dan program inspeksi dan sertifikasi produk terapetik;
e. Pelaksanaan inspeksi dan sertifikasi produk terapetik;
f.
Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang inspeksi dan sertifikasi produk
terapetik;
g. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang inspeksi dan sertifikasi produk terapetik;
h. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Subdirektorat Inspeksi dan Sertifikasi Produk Terapetik I;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi produk
terapetik I termasuk pengawasan penandaan dan promosi, serta sertifikasi Produk Terapetik I,
fasilitas produksi dan proses produksi;
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program inspeksi dan sertifikasi produk terapetik I;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi
produk terapetik I termasuk pengawasan penandaan dan promosi Produk Terapetik I;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan sertifikasi Produk Terapetik I, fasilitas
produksi dan proses produksi;
d.
e.
Evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi dan sertifikasi produk terapetik I;
Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan direktorat.
-
Seksi Inspeksi Produk Terapetik I mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan inspeksi sarana
produksi dan distribusi, pengawasan penandaan dan promosi obat dan produk biologi.
Seksi Sertifikasi Produk Terapetik I mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan sertifikasi obat
dan produk biologi, fasilitas produksi dan proses produksi obat dan produk biologi.
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
-
•
Subdirektorat Inspeksi dan Sertifikasi Produk Terapetik II dan Perbekalan Kesehatan
Rumah Tangga;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi produk
terapetik II dan perbekalan kesehatan rumah tangga dan sertifikasi Produk Terapetik II dan
perbekalan kesehatan rumah tangga, fasilitas produksi dan proses produksi Produk Terapetik II
dan perbekalan kesehatan rumah tangga;
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program inspeksi dan sertifikasi Produk Terapetik II dan
perbekalan kesehatan rumah tangga;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi,
pengawasan penandaan dan promosi alat kesehatan, produk diagnostik dan perbekalan
kesehatan rumah tangga;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan sertifikasi alat kesehatan, produk
diagnostik dan perbekalan kesehatan rumah tangga, fasilitas produksi dan proses produksi
Produk Terapetik II dan perbekalan kesehatan rumah tangga;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi dan sertifikasi produk terapetik I Produk
Terapetik II dan perbekalan kesehatan rumah tangga.
-
-
Seksi Inspeksi Produk Terapetik II dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana
dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan
penyusunan laporan, serta melakukan inspeksi sarana produksi dan distribusi,
pengawasan penandaan dan promosi alat kesehatan, produk diagnostik dan perbekalan
kesehatan rumah tangga.
Seksi Sertifikasi Produk Terapetik II dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana
dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan
penyusunan laporan, serta melakukan sertifikasi alat kesehatan, produk diagnostik dan
perbekalan kesehatan rumah tangga, fasilitas produksi dan proses produksi alat
kesehatan, produk diagnostik dan perbekalan kesehatan rumah tangga.
•
Subdirektorat Analisis dan Pemantauan Harga Obat.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan analisis dan pemantauan harga obat;
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program analisis dan pemantauan harga obat;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan analisis harga obat;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pemantauan harga obat dan
pengendalian obat generik;
d. Evaluasi dan penyusunan analisis dan pemantauan harga obat.
-
-
e.
Seksi Analisis Harga Obat mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan analisis harga obat.
Seksi Pemantauan Harga Obat mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pemantauan
harga obat dan pengendalian obat generik.
Direktorat Pengawasan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
perizinan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
inspeksi narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif;
d. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengawasan rokok dan minuman beralkohol;
e. Penyusunan rencana dan program pengawasan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif;
f.
Pelaksanaan pengawasan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif;
g. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengawasan narkotika,
psikotropika, prekursor, dan zat adiktif;
h. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengawasan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat
adiktif;
i.
Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Subdirektorat Pengaturan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan pengaturan narkotika, psikotropika, prekursor,
dan zat adiktif.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program pengaturan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat
adiktif;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan narkotika, psikotropika,
prekursor, dan zat adiktif;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan alkohol, rokok dan zat adiktif
lain;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan pengaturan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat
adiktif.
-
-
•
Subdirektorat Perizinan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, serta pelaksanaan perizinan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat
adiktif.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program perizinan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat
adiktif;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan perizinan narkotika.
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan perizinan psikotropika dan zat adiktif lain;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan perizinan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan direktorat.
-
-
•
Seksi Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan
narkotika, psikotropika, dan prekursor.
Seksi Alkohol, Rokok dan Zat Adiktif Lain mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
pengaturan alkohol, rokok dan zat adiktif lain.
Seksi Narkotika mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis,
penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan perizinan narkotika.
Seksi Psikotropika dan Zat Adiktif Lain mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
perizinan psikotropika dan zat adiktif lain.
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
Subdirektorat Inspeksi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi
narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lain.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program inspeksi narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat
adiktif;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi narkotika.
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi psikotropika dan zat adiktif lain;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
-
-
•
Subdirektorat Pengawasan Rokok dan Minuman Beralkohol.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan pengawasan rokok dan penyalahgunaan
minuman beralkohol.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program pengawasan rokok dan minuman beralkohol;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengawasan rokok;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengawasan penyalahgunaan minuman
beralkohol;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan rokok dan minuman beralkohol.
-
-
f.
DIREKTORAT BINA FARMASI KOMUNITAS DAN KLINIK
Tugas:
Melaksanakan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis dan pengendalian serta evaluasi di bidang
farmasi komunitas dan klinik.
Seksi Inspeksi Narkotika mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan inspeksi narkotika dan
prekursor.
Seksi inspeksi Psikotropika dan Zat Adiktif Lain mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
inspeksi psikotropik,prekursor dan zat adiktif lain.
Seksi Pengawasan Rokok mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengawasan rokok.
Seksi Pengawasan Minuman Beralkohol mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
pengawasan penyalahgunaan minuman beralkohol.
Kelompok Jabatan Fungsional.
DEPUTI BIDANG PENGAWASAN OBAT TRADISIONAL, KOSMETIK, DAN PRODUK KOMPLIMEN
Tugas:
Melaksanakan perumusan kebijakan di bidang pengawasan obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen.
Fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan farmasi komunitas, farmasi klinik, serta kerjasama profesi;
b. penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang pelayanan farmasi komunitas,
farmasi klinik, serta kerjasama profesi;
c. bimbingan teknis dan pengendalian di bidang pelayanan farmasi komunitas, farmasi klinik, serta kerjasama
profesi;
d. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelayanan farmasi komunitas, farmasi klinik, serta
kerjasama profesi;
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Fungsi:
a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang pengawasan obat tradisional,
kosmetik, dan produk komplimen;
b. Penyusunan rencana pengawasan obat tradisional, kosmetik, dan produk komplimen;
c. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang penilaian obat tradisional, suplemen makanan
dan kosmetik;
d. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang pengaturan dan standarisasi obat tradisional,
kosmetik, dan produk komplimen;
e. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang inspeksi dan sertifikasi obat tradisional,
kosmetik, dan produk komplimen;
f.
perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang Obat Asli Indonesia;
g. pengawasan obat tradisional, kosmetik, dan produk komplimen;
h. koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan obat tradisional, kosmetik, dan
produk komplimen;
i.
evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pengawasan obat tradisional, kosmetik, dan produk komplimen;
j.
pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala, sesuai dengan bidang tugasnya.
Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik terdiri dari:
a. Subdirektorat Farmasi Komunitas;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur
dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang pelayanan farmasi komunitas.
Fungsi;
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan farmasi komunitas;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang pelayanan
farmasi komunitas;
c. penyiapan bimbingan teknis di bidang pelayanan farmasi komunitas;
d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelayanan farmasi komunitas.
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplimen terdiri dari;
a. Direktorat Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan, dan Kosmetik;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian obat tradisional, suplemen makanan dan
kosmetik.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian Produk I;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian Produk II;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
surveilan keamanan obat tradisional, suplemen makanan dan kosmetik;
d. Penyusunan rencana dan program penilaian obat tradisional, suplemen makanan, dan kosmetik;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian obat tradisional,
suplemen makanan dan kosmetik;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengawasan penilaian obat tradisional, suplemen
makanan dan kosmetik;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
•
b.
Seksi Standardisasi Pelayanan Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan
prosedur di bidang pelayanan farmasi komunitas.
Seksi Bimbingan dan Evaluasi Farmasi Komunitas penyiapan bahan bimbingan teknis dan
pemantauan dan evaluasi di bidang pelayanan Farmasi Komunitas
Subdirektorat Farmasi Klinik;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur
dan bimbingan teknis serta penyiapan evaluasi di bidang pelayanan farmasi klinik.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan farmasi klinik;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pelayanan
farmasi klinik;
c. penyiapan bimbingan teknis di bidang pelayanan farmasi klinik;
d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelayanan farmasi klinik.
•
Subdirektorat Penilaian Produk I;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan penilaian Produk I.
•
•
c.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program penilaian Produk I;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian obat tradisional;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian suplemen makanan dan
nutrasetikal;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian Produk I
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan direktorat.
Seksi Standardisasi Pelayanan Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di
bidang pelayanan farmasi klinik.
Seksi Bimbingan dan Evaluasi Farmasi Klinik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan farmasi klinik.
SubdirektoratKerjasama Profesi;
Tugas:
Mempunyai tugas menyiapkan koordinasi bimbingan teknis dan pengendalian, serta melakukan kerjasama
profesi bidang farmasi komunitas dan farmasi klinik.
Fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi bimbingan teknis dan pengendalian, serta kerjasama profesi di bidang
farmasi komunitas;
b. penyiapan bahan koordinasi bimbingan teknis dan pengendalian, serta kerjasama profesidi bidang
farmasi klinik;
c. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kerjasama di bidang farmasi komunitas dan farmasi klinik
•
•
Seksi Kerjasama Farmasi Komunitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
koordinasi bimbingan teknis dan pengendalian, serta kerjasama profesi di bidang farmasi
komunitas.
SeksiKerjasama FarmasiKlinik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bahan
koordinasi bimbingan teknis dan pengendalian, serta kerjasama profesi di bidang farmasi klinik.
d.
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat
e.
Kelompok Jabatan Fungsional.
Seksi Penilaian Obat Tradisional mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian obat
tradisional.
Seksi Penilaian Suplemen Makanan dan Nutrasetikal mempunyai tugas menyiapkan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan
pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta
melakukan penilaian suplemen makanan dan nutrasetikal;
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
Subdirektorat Penilaian Produk II;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan penilaian Produk II.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program penilaian Produk II;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian kosmetik dan kosmesetikal;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian kosmetik tradisional;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian Produk II.
-
•
-
-
•
Seksi Penilaian Kosmetik dan Kosmetikal mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penilaian kosmetik dan kosmesetikal;
Seksi Penilaian kosmetik Tradisional mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian
kosmetik tradisional.
Subdirektorat Surveilan Keamanan Obat Tradisional, Suplemen Makanan, dan Kosmetik.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan surveilan keamanan obat tradisional,
suplemen makanan dan kosmetik.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program surveilan keamanan obat tradisional, suplemen
makanan dan kosmetik;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan surveilan keamanan obat tradisional dan
c.
d.
-
-
b.
suplemen makanan;
Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan surveilan keamanan kosmetik;
Evaluasi dan penyusunan laporan surveilan keamanan obat tradisional, suplemen
makanan dan kosmetik.
Seksi Surveilan Keamanan Obat Tradisional dan Suplemen Makanan mempunyai
tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan surveilan keamanan obat tradisional dan suplemen makanan;
Seksi Surveilan Keamanan Kosmetik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan surveilan
keamanan kosmetik.
Direktorat Standarisasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplimen;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian dan standarisasi obat tradisional,
kosmetik, dan produk komplimen.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan dan standarisasi Produk I;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan dan standarisasi Produk II;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan dan standarisasi sarana produksi obat tradisional, kosmetik dan produk kompleman;
d. Penyusunan rencana dan program standarisasi obat tradisional, kosmetik dan produk kompleman;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengaturan dan standarisasi
obat tradisional, kosmetik dan produk kompleman;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pengaturan dan standarisasi obat tradisional, kosmetik
dan produk kompleman;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Subdirektorat Standarisasi Produk I;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk I.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program standarisasi produk I;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi obat
tradisional dan suplemen makanan;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi sediaan
galenik;
d.
e.
Evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi produk I;
Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan direktorat.
-
Seksi Standarisasi Obat Tradisional dan Suplemen Makanan mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan pengaturan dan standarisasi obat tradisional dan suplemen makanan;
Seksi Standarisasi Sediaan Galenik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan dan
standarisasi sediaan galenik;
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
-
•
Subdirektorat Standarisasi Produk II;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk II.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program standarisasi produk II;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi bahan
kosmetik;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi kosmetik;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi produk II;
-
-
•
Seksi Standarisasi Bahan Kosmetik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan dan
standarisasi bahan kosmetik;
Seksi Standarisasi Kosmetik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan dan
standarisasi kosmetik.
Subdirektorat Standarisasi Sarana Produksi.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi sarana produksi.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program standarisasi sarana produksi obat tradisional,
kosmetik, dan produk komplimen;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi sarana
produksi obat tradisional dan suplemen makanan;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi sarana
produksi kosmetik;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi sarana produksi obat tradisional, kosmetik,
dan produk komplimen.
-
-
c.
Seksi Standarisasi Sarana Produksi Obat tradisional dan Suplemen Makanan
mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana
dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan
penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan dan standarisasi sarana produksi obat
tradisional dan suplemen makanan.
Seksi Standarisasi Sarana Produksi Kosmetik mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
pengaturan dan standarisasi sarana produksi kosmetik.
Direktorat Inspeksi dan sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplimen;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang inspeksi sarana produksi dan distribusi serta
sertifikasi obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen, dan proses produksi obat tradisional, kosmetik
dan produk komplimen.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
inspeksi sarana produksi dan distribusi Produk I;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
inspeksi sarana produksi dan distribusi Produk II;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
sertifikasi obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen, dan proses produksi obat tradisional,
kosmetik dan produk komplimen;
d. Penyusunan rencana dan program inspeksi dan sertifikasi obat tradisional, kosmetik dan produk
komplimen;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang inspeksi dan sertifikasi obat
tradisional, kosmetik dan produk komplimen;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi dan sertifikasi obat tradisional, kosmetik dan produk
komplimen;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Subdirektorat Inspeksi Produk I;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi Produk
I;
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program inspeksi Produk I;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi
obat tradisional dan suplemen makanan;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penandaan dan promosi obat tradisional
dan suplemen makanan;
d.
Evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi Produk I.
-
Seksi Inspeksi Obat Tradisional dan Suplemen Makanan mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan inspeksi sarana produksidan sarana distribusi obat tradisional dan
suplemen makanan.
Seksi Pengawasan Penandaan dan Promosi Obat Tradisional dan Suplemen
Makanan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan
rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi
dan penyusunan laporan, serta melakukan pengawasan penandaan dan promosi obat
tradisional dan suplemen makanan.
-
•
Subdirektorat Inspeksi Produk II;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi serta pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi Produk
II;
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program inspeksi Produk II;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi sarana produksi dan distribusi
kosmetik;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengawasan penandaan dan promosi
kosmetik;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi Produk II.
-
-
•
Seksi Inspeksi Kosmetik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan inspeksi sarana produksi
dan sarana distribusi kosmetik.
Seksi Pengawasan Penandaan dan Promosi Kosmetik mempunyai tugas menyiapkan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan
pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta
melakukan pengawasan penandaan dan promosi kosmetik.
Subdirektorat Sertifikasi.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan sertifikasi obat tradisional, kosmetik, suplemen
makanan, fasilitas produksi dan proses produksi obat tradisional, kosmetik, dan suplemen
makanan.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program sertifikasi obat tradisional, kosmetik, suplemen
makanan;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan sertifikasi obat tradisional, fasilitas
produksi dan proses produksi obat tradisional.
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
d.
e.
-
-
d.
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan sertifikasi kosmetik dan suplemen
makanan, fasilitas produksi dan proses produksi kosmetik, dan suplemen makanan.
Evaluasi dan penyusunan laporan sertifikasi obat tradisional, kosmetik, suplemen
makanan;
Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan direktorat.
Seksi Sertifikasi Obat tradisional mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan sertifikasi obat
tradisional, fasilitas produksi dan proses produksi obat tradisional.
Seksi Sertifikasi Kosmetik dan Suplemen Makanan mempunyai tugas menyiapkan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan
pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta
melakukan sertifikasi kosmetik, dan suplemen makanan, fasilitas produksi dan proses
produksi kosmetik, dan suplemen makanan.
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
Direktorat Obat Asli Indonesia;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Obat Asli Indonesia.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
Etnofarmakognosi dan Budidaya;
b. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
keamanan dan kemanfaatn Obat Asli Indonesia;
c. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pemantauan dan bimbingan teknologi Obat Asli Indonesia;
d. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pemantauan dan bimbingan industri Obat Asli Indonesia;
e. Penyusunan rencana dan program pengembangan Obat Asli Indonesia;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan pengembangan Obat Asli Indonesia;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan Produk
Terapetik dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
•
Subdirektorat Etnofarmakognosi dan Budidaya;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan etnofarmakognosi dan budidaya.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program etnofarmakognosi dan budidaya;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inventarisasi Obat Asli Indonesia;
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengembangan agro medika dan bahan
Obat Asli Indonesia;
d. Evaluasi dan penyusunan laporan etnofarmakognosi dan budidaya;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan direktorat.
-
-
•
Subdirektorat Keamanan dan kemanfaatan Obat Asli Indonesia;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan kegiatan di bidang keamanan dan kemanfaatan
Obat Asli Indonesia.
Fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program keamanan dan kemanfaatan Obat Asli Indonesia.
b. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan kegiatan di bidang keamanan Obat Asli
Indonesia.
c. Pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan kegiatan di bidang kemanfaatan Obat
Asli Indonesia.
d. Evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan di bidang keamanan dan kemanfaatan Obat
Asli Indonesia.
-
-
•
Seksi Inventarisasi Obat Asli Indonesia mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
inventarisasi Obat Asli Indonesia
Seksi Pengembangan Agro Medika dan Bahan Obat Asli Indonesia mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan pengembangan agro medika dan bahan Obat Asli Indonesia;
Seksi Tata Operasional melaksanakan tata operasional di lingkungan Direktorat.
Seksi Keamanan Obat Asli Indonesia mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan kegiatan di
bidang keamanan Obat Asli Indonesia.
Seksi Kemanfaatan Obat Asli Indonesia mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
kegiatan di bidang kemanfaatan Obat Asli Indonesia.
Subdirektorat Bimbingan Teknologi Obat Asli Indonesia;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan bimbingan teknologi Obat Asli Indonesia.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program bimbingan teknologi Obat Asli Indonesia.
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengembangan teknologi formulasi Obat
Asli Indonesia;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengembangan teknologi ekstrak;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan bimbingan teknologi Obat Asli Indonesia.
-
-
•
Subdirektorat Bimbingan Industri Obat Asli Indonesia.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan bimbingan industri Obat Asli Indonesia.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program bimbingan industri Obat Asli Indonesia.
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan bimbungan di bidang potensi pasar dan
ekspor obat Asli Indonesia;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan layanan teknologi dan manajemen mutu
Obat Asli Indonesia;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan bimbingan Obat Asli Indonesia.
-
-
e.
DIREKTORAT BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN
Tugas:
Melaksanakan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, penyediaan dan pengelolaan, serta
evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan.
Fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis di bidang penyediaan dan pengelolaan obat publik untuk pelayanan kesehatan
dasar, serta pengadaan perbekalan kesehatan;
b. penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang penyediaan dan pengelolaan obat
publik untuk pelayanan kesehatan dasar, serta pengadaan perbekalan kesehatan;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penyediaan dan pengelolaan obat publik
untuk pelayanan kesehatan dasar, serta pengadaan perbekalan kesehatan:
d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Seksi Teknologi Formulasi Obat Asli Indonesia; mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
pengembangan teknologi formulasi Obat Asli Indonesia.
Seksi Teknologi Ekstrak; mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengembangan teknologi
ekstrak.
Seksi Potensi Pasar dan Ekspor Obat Asli Indonesia; mempunyai tugas menyiapkan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan
pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta
melakukan bimbingan di bidang potensi pasar dan ekspor Obat Asli Indonesia.
Seksi Layanan Teknologi dan Manajemen Mutu Obat Asli Indonesia mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan layanan teknologi dan manjemen mutu Obat Asli Indonesia.
Kelompok Jabatan Fungsional.
DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DAN BAHAN BERBAHAYA
Tugas:
Melaksanakan perumusan kebijakan di bidang pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya.
Fungsi:
a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang pengawasan keamanan
pangan dan bahan berbahaya;
b. Penyusunan rencana pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;
c. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang penilaian keamanan pangan ;
d. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang standarisasi keamanan pangan;
e. perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang inspeksi dan sertifikasi pangan;
f.
perumusan kebijakan teknis, penetapan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, pengendalian pelaksanaan
kebijakan teknis, pemantauan, pemberian bimbingan di bidang surveilan dan penyuluhan keamanan pangan;
g.
h.
i.
j.
Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan terdiri dari:
a. Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, bimbingan teknis dan pengendalian, serta evaluasi di
bidang penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan
kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar;
b. penyiapan bimbingan teknis dan pengendalian di bidang penyediaan obat publik dan perbekalan
kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar;
c. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penyediaan obat publik dan
perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar.
•
•
b.
Seksi Perencanaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan perencanaan penyediaan obat publik dan perbekalan
kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar.
Seksi Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan dan perumusan kebijakan pengadaan obat publik dan perbekalan kesehatan
untuk pelayanan kesehatan dasar.
Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, dan bimbingan teknis di bidang pengelolaan obat publik
dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan
kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan
obat publik dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar;
c. penyiapan bimbingan teknis di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan untuk
pelayanan kesehatan dasar.
•
•
Seksi Standardisasi Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma,
pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan
untuk pelayanan kesehatan dasar.
Seksi Bimbingan Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengelolaan obat publik dan perbekalan
kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar.
pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;
koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan keamanan pangan dan bahan
berbahaya;
evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;
pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala, sesuai dengan bidang tugasnya.
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya terdiri dari;
a. Direktorat Penilaian Keamanan Pangan;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian keamanan pangan.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian makanan dan bahan tambahan pangan;
b. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
penilaian pangan khusus;
c. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pemantauan dan bimbingan dan pembinaan di bidang penilaian pangan olahan
tertentu;
d. Penyusunan rencana dan program penilaian keamanan pangan;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penilaian keamanan pangan;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan penilaian keamanan pangan;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan
Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya
•
Subdirektorat Penilaian Makanan dan Bahan Tambahan Pangan;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian makanan dan bahan tambahan
pangan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program penilaian makanan dan bahan tambahan pangan.
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian makanan;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian minuman, dan bahan
tambahan pangan;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan penilaian makanan dan bahan tambahan pangan;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan Direktorat
-
c.
Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan;
Tugas:
Menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan penyediaan dan pengelolaan obat
publik dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar.
Seksi Penilaian Makanan; mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian makanan;
Seksi Penilaian Minuman dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan penilaian minuman dan bahan tambahan pangan;
Fungsi:
a. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penyediaan dan pengelolaan
obat publik dan perbekalan kesehatan;
b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penyediaan dan pengelolaan obat
publik dan perbekalan kesehatan.
•
•
•
Seksi Pemantauan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan kebijakan penyediaan dan pengelolaan obat publik
dan perbekalan kesehatan.
Seksi Evaluasi Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan penyediaan dan pengelolaan obat publik dan
perbekalan kesehatan.
d.
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat
e.
Kelompok Jabatan Fungsional.
Subdirektorat Penilaian Pangan Khusus;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian pangan khusus.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program penilaian pangan khusus.
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian pangan hasil rekayasa genetika
(PHRG) dan iradiasi;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian produk pangan fungsional;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan penilaian pangan khusus.
-
-
•
Seksi Penilaian Pangan Hasil Rekayasa Genetika dan Iradiasi mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan penilaian pangan hasil rekayasa genetika (PHRG) dan iradiasi;
Seksi Penilaian Produk Pangan Fungsional mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penilaian produk pangan fungsional.
Subdirektorat Penilaian Pangan Olahan Tertentu.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penilaian pangan olahan tertentu.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program penilaian pangan olahan tertentu;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian bayi dan balita;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian makanan diet khusus;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan penilaian pangan olahan tertentu.
-
-
b.
Seksi Tata Operasional mempunyai tugas melakukan urusan tata operasional di
lingkungan Direktorat
Seksi Penilaian Makanan Bayi dan Balita mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penilaian makanan bayi dan balita;
Seksi Penilaian Makanan Diet Khusus mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penilaian
makanan diet khusus.
Direktorat Standarisasi Produk Pangan;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengaturan dan standarisasi produk pangan.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan dan standarisasi bahan baku dan bahan tambahan pangan;
b. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengaturan dan standarisasi pangan khusus;
c. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pemantauan dan bimbingan dan pembinaan di bidang pengaturandan standarisasi
pangan olahan;
d. Penyusunan rencana dan program standarisasi produk pangan;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di standarisasi produk pangan;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi produk pangan;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan
Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya
•
Subdirektorat Standarisasi Bahan Baku dan Bahan Tambahan Pangan;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan pengaturan dan standarisasi bahan baku dan
bahan tambahan pangan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program standarisasi bahan baku dan bahan tambahan pangan;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi bahan
baku;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi bahan
tambahan pangan;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi bahan baku dan bahan tambahan pangan.
-
-
•
Seksi Standarisasi Bahan Baku mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan dan
standarisasi bahan baku;
Seksi Standarisasi Bahan tambahan Pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
pengaturan dan standarisasi bahan tambahan pangan.
Subdirektorat Standarisasi Pangan Khusus;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan pengaturan dan standarisasi pangan khusus.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program standarisasi pangan khusus;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi pangan
hasil rekayasa genetika dan iradiasi;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
d.
-
-
•
Seksi Standarisasi Pangan Hasil Rekayasa Genetika dan Iradiasi; mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan pengaturan dan standarisasi pangan hasil rekayasa genetika dan iradiasi.
Seksi Standarisasi Kosmetik mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan dan
standarisasi produk pangan fungsional.
Subdirektorat Standarisasi Pangan Olahan.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan pengaturan dan standarisasi pangan olahan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program standarisasi pangan olahan;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk
pangan;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta penyusunan kodex pangan;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi pangan olahan;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan Direktorat
-
-
c.
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk
pangan fungsional;
evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi pangan khusus.
Seksi Standarisasi Produk Pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengaturan dan
standarisasi produk pangan;
Seksi Standarisasi Kodex Pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penyusunan
kodex pangan;
Seksi Tata Operasional mempunyai tugas melakukan urusan tata operasional di
lingkungan Direktorat
Direktorat Inspeksi dan sertifikasi Pangan;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang inspeksi dan pengaturan pangan.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
inspeksi produksi dan peredaran produk pangan;
b. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
inspeksi produk berlabel halal;
c. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
d.
e.
f.
g.
serta pelaksanaan pemantauan dan bimbingan dan pembinaan di bidang sertifikasi produk pangan,
sarana produksi dan proses produksi pangan;
Penyusunan rencana dan program inspeksi dan sertifikasi pangan;
Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang inspeksi dan sertifikasi
pangan;
Evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi dan sertifikasi pangan;
Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan
Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya
•
Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Peredaran Produk Pangan;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan inspeksi produksi dan peredaran produk
pangan
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program inspeksi produksi dan peredaran produk pangan;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi produksi pangan;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi peredaran pangan, termasuk
penandaan dan promosi produk pangan;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi produksi dan peredaran produk pangan.
-
-
•
Seksi Inspeksi Produk Pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan inspeksi produk
pangan;
Seksi Inspeksi Peredaran pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan pengawasan
peredaran pangan, termasukb penandaan dan promosi produk pangan.
Subdirektorat Inspeksi Produk Berlabel Halal;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan inspeksi produk berlabel halal.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program inspeksi produk berlabel halal;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi makanan berlabel halal;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan inspeksi minuman berlabel halal;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan inspeksi produk berlabel halal;
-
-
Seksi Inspeksi makanan Berlabel Halal mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
inspeksi makanan berlabel halal;
Seksi Inspeksi Minuman Berlabel Halal mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
inspeksi minuman berlabel halal.
•
Subdirektorat Sertifikasi Pangan.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan sertifikasi pangan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program sertifikasi pangan;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan sertifikasi sarana dan proses produksi
pangan;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan sertifikasi pangan;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan sertifikasi pangan;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan Direktorat
-
-
d.
Seksi Sertifikasi Sarana Produksi mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan sertifikasi
sarana produksi dan proses produksi pangan;
Seksi Sertifikasi Produk mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan sertifikasi produk pangan;
Seksi Tata Operasional mempunyai tugas melakukan urusan tata operasional di
lingkungan Direktorat.
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang surveilan dan penanggulangan keamanan pangan.
Fungsi:
a. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
surveilan dan penanggulangan keamanan pangan;
b. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
promosi keamanan pangan;
c. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pemantauan dan bimbingan dan pembinaan di bidang penyuluhan makanan siap
saji dan industri rumah tangga;
d. Penyusunan rencana dan program surveilan dan penyuluhan keamanan pangan;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang surveilan dan penyuluhan
keamanan pangan;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan surveilan dan penyuluhan keamanan pangan;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan
Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya
•
Subdirektorat Surveilan dan Penanggulangan Keamanan Pangan;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan surveilan dan penanggulangan keamanan
pangan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program surveilan dan penanggulangan keamanan pangan;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan surveilan keamanan pangan;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penanggulangan keamanan pangan;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan surveilan dan penanggulangan keamanan pangan;
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan Direktorat
-
-
•
Subdirektorat Promosi Keamanan Pangan;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan promosi keamanan pangan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program promosi keamanan pangan;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan komunikasi keamanan pangan;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan kegiatan informasi dan edukasi
konsumen;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan promosi keamanan pangan.
-
-
•
Seksi Surveilan Keamanan Pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan surveilan
keamanan pangan;
Seksi Penanggulangan Keamanan Pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penanggulangan keamanan pangan;
Seksi Tata Operasional mempunyai tugas melakukan urusan tata operasional di
lingkungan Direktorat.
Seksi Komunikasi Keamanan Pangan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan kegiatan
komunikasi keamanan pangan;
Seksi Informasi dan Edukasi Konsumen mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
kegiatan informasi dan edukasi konsumen.
Subdirektorat Penyuluhan Makanan Siap Saji dan Industri Rumah Tangga;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan penyuluhan makan siap saji dan industri rumah
tangga.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program siap saji dan industri rumah tangga;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penyuluhan makan siap saji;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penyuluhan industry rumah tangga;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan penyuluhan makanan siap saji dan industry rumah
tangga.
-
-
e.
Seksi Penyuluhan Makanan Siap Saji mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan
kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar,
kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan penyuluhan
makanan siap saji.
Seksi Penyuluhan Industri Rumah Tangga mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
penyuluhan industry rumah tangga.
Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya;
Tugas:
Penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan
pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan produk dan bahan berbahaya.
Fungsi:
a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, serta
pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
standarisasi produk dan bahan berbahaya;
b. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pengendalian, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan di bidang
pengamanan produk dan bahan berbahaya;
c. Penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur,
serta pelaksanaan pemantauan dan bimbingan dan pembinaan di bidang penyuluhan bahan
berbahaya;
d. Penyusunan rencana dan program pengawasan produk dan bahan berbahaya;
e. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengawasan produk dan
bahan berbahaya;
f.
Evaluasi dan penyusunan laporan pengawasan produk dan bahan berbahaya;
g. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Deputi Bidang Pengawasan
Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya
•
Subdirektorat Standarisasi Produk dan Bahan Berbahaya;
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan standarisasi produk dan bahan berbahaya.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengaturan dan standarisasi produk dan bahan
berbahaya;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengaturan dan standarisasi produk dan
c.
d.
-
-
•
Seksi Standarisasi Produk dan Bahan Berbahaya Kimia dan Non Kimia mempunyai
tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan pengaturan dan standarisasi produk dan bahan berbahaya kimia dan non
kimia;
Seksi Penilaian Risiko Produk dan Bahan Berbahaya mempunyai tugas menyiapkan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan
pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta
melakukan penilaian risiko produk dan bahan berbahaya.
Subdirektorat Pengamanan Produk dan Bahan Berbahaya
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan kegiatan pengamanan produk dan bahan
berbahaya.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengamanan produk dan bahan berbahaya;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan kegiatan listing dan pengawasan
penandaan produk dan bahan berbahaya;
c. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan surveilan produk dan bahan berbahaya;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan pengamanan produk dan bahan berbahaya.
e. Pelaksanaan urusan tata operasional di lingkungan Direktorat
-
-
•
bahan berbahaya kimia dan non kimia;
pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penilaian risiko produk dan bahan
berbahaya;
evaluasi dan penyusunan laporan standarisasi produk dan bahan berbahaya.
Seksi Listing dan Penandaan Produk dan Bahan Berbahaya mempunyai tugas
menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program,
penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan,
serta melakukan kegiatan listing dan pengawasan penandaan produk dan bahan
berbahaya.
Seksi Surveilan Produk dan Bahan Berbahaya mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
surveilan produk dan bahan berbahaya.
Seksi Tata Operasional mempunyai tugas melakukan urusan tata operasional di
lingkungan Direktorat.
Subdirektorat Penyuluhan Bahan Berbahaya.
Tugas:
Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, standar,
kriteria dan prosedur, evaluasi dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan bahan berbahaya.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program penyuluhan bahan berbahaya;
b. pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
c.
d.
-
-
f.
DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN
Tugas:
Melaksanakan perumusan kebijakan, standarisasi, dan sertifikasi di bidang bina produksi dan distribusi alat
kesehatan.
Fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan diagnostik dan reagensia, serta
perbekalan kesehatan rumah tangga;
b. penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang produksi dan distribusi alat
kesehatan diagnostik dan reagensia, serta perbekalan kesehatan rumah tangga;
c. penyiapan sertifikasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan diagnostik dan reagensia, serta
perbekalan kesehatan rumah tangga;
d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan terdiri dari:
a. Subdirektorat Alat Kesehatan Elektromedik;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur,
sertifikasi, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan elektromedik.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan
elektromedik;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur serta sertifikasi di
bidang produksi dan distribusi alat kesehatan elektromedik;
c. penyiapan bimbingan teknis pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan
elektromedik;
d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi alat
kesehatan elektromedik.
•
Seksi Alat Kesehatan Elektromedik Resiko Rendah mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur,
dan sertifikasi, serta bimbingan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produksi
dan distribisi alat kesehatan elektromedik resiko rendah
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan penyuluhan bahan berbahaya terhadap
institusi dan masyarakat;
pelaksanaan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman,
standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan kegiatan deiminasi informasi bahan
berbahaya;
evaluasi dan penyusunan laporan penyuluhan bahan berbahaya.
Seksi Penyuluhan Institusi dan Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan bahan
perumusan kebijakan teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman,
standar, kriteria, dan prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan
kegiatan penyuluhan bahan berbahaya terhadap institusi dan masyarakat;
Seksi Desiminasi Informasi mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan rencana dan program, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan
prosedur, evaluasi dan penyusunan laporan, serta melakukan kegiatan desiminasi
informasi bahan berbahaya.
Kelompok Jabatan Fungsional.
INSPEKTORAT
Tugas:
Melaksanakan pengawasan fungsional di lingkungan BPOM
Fungsi:
a. Penyiapan perumusan kebijakan, rencana dan program pengawasan fungsional
b. Pelaksanaan pengawasan fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
c. Pengusutan mengenai kebenaran laporan atau pengaduan tentang hambatan, penyimpangan atau
penyalahgunaan dalam pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh unsure atau unit terkait di linkungan BPOM
d. Pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat
Inspektorat terdiri dari:
a. Kelompok Jabatan Fungsional
b. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi di lingkungan
Inspektorat
•
b.
Subdirektorat AlatKesehatan Non Elektromedik;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur,
sertifikasi, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan non elektromedik
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan non
elektromedik;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur serta sertifikasi di
bidang produksi dan distribusi alat kesehatan non elektromedik;
c. penyiapan bimbingan teknis pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan
non elektromedik.
d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi alat
kesehatan non elektromedik
•
•
c.
SeksiAlat Kesehatan Non Elektromedik Resiko Rendah mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria,
prosedur, dan sertifikasi, serta bimbingan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang
produksi dan distribusi alat kesehatan non elektromedik resiko rendah.
Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik ResikoTinggi mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria,
prosedur, dan sertifikasi, serta bimbingan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang
produksidan distribusialat kesehatan non elektromedik resiko tinggi
Subdirektorat Produk Diagnostik dan Reagensia;
Tugas:
Mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman,
kriteria, prosedur, sertifikasi, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produk diagnostik dan reagensia.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang produk diagnostik dan reagensia;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang produk
diagnostik dan reagensia;
c.
penyiapan bimbingan teknis pelaksanaan kebijakan teknis di bidang diagnostik dan reagensia;
d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang diagnostik dan reagensia.
•
•
d.
Seksi Alat Kesehatan Elektromedik ResikoTinggi mempunyai tugas metakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan teknis,-penyusunin standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur,
dan sertifikasi, serta bimbingan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produksi
dan distribisi alat kesehatan elektromedik resiko tinggi.
Seksi Produk Diagnostik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur, dan sertifikasi, serta
bimbingan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produk diagnostik.
Seksi Produk Reagensia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur, dan sertifikasi, serta
bimbingan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produk reagensia.
Subdirektorat Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga;
Tugas:
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur,
sertifikasi, bimbingan teknis dan evaluasidi bidang produksi dan distribusi perbekalan kesehatan rumah
tangga.
Fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebryakan teknis di bidang produksi dan distribusi perbekalan kesehatan
rumah tangga pestisida dan nonpestisida;
b. penyiapan bahan penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang produksi
dan distribusi perbekalan kesehatan rumah tangga pestisida dan nonpestisida;
c. penyiapan bimbingan teknis pelaksanaan kebijakan di bidang produksi dan distribusi perbekalan
kesehatan rumah tangga pestisida dan non pestisida;
d. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi perbekalan
kesehatan rumah tangga pestisida dan nonpestisida.
•
•
Seksi Pestisida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur, dan sertifikasi, serta bimbingan dan
evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi perbekalan kesehatan
rumah tangga berkaitan dengan pestisida
Seksi Non Pestisida mempunyai tugas melakukan penyiapan banan perumusan kebijakan
teknis, penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, prosedur, dan sertifikasi, serta
bimbingan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang produksi dan distribusi
perbekalan kesehatan rumah tangga tidak berkaitan dengan pestisida.
e.
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
f.
Kelompok Jabatan Funqsional.
PUSAT PENGUJIAN OBAT DAN MAKANAN NASIONAL
Tugas:
Melaksanakan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk terapetik, narkotika,
psikotropika dan zat adiktif lain, alat kesehatan, obat tradisional, kosmetik, produk komplimen, pangan dan bahan
berbahaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta melaksanakan pembinaan mutu
laboratorium pengawasan obat dan makanan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengujian obat dan makanan;
b. pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk terapetik, narkotika,
psikotropika dan zat adiktif lain, alat kesehatan, obat tradisional, kosmetika, produk komplimen, pangan
dan bahan berbahaya;
c. pembinaan mutu laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional;
d. pelaksanaan sistem rujukan pengawasan obat dan makanan;
e. penyediiaan baku pembanding dan pengembangan metode analisa pengujian;
f.
pelatihan tenaga ahli di bidang pengujian obat dan makanan;
g. evaluasi dan penyusunan laporan pengujian obat dan makanan;
h. pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan Pusat.
Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional terdiri dari;
a. Bidang Produk Terapetik dan Bahan Berbahaya;
Tugas:
Melaksanakan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian produk terapetik dan bahan berbahaya.
Fungsi;
a. penyusunan rencana dan program pengujian produk terapetik dan bahan berbahaya;
b. pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
c.
d.
•
•
b.
•
Seksi Obat Tradisional dan Produk Komplimen mempunyai tugas melakukan pemeriksaan secara
laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian
obat tradisional dan produk komplimen.
Seksi Kosmetik mempunyai tugas melakukan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan
penilaian mutu, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian kosmetik.
Bidang Pangan;
Tugas:
Pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan pengembangan metode
analisa pengujian pangan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengujian pangan;
b. pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian nutrisi;
c. pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian keamanan pangan;
d. evaluasi dan penyusunan laporan pengujian pangan.
•
•
d.
Seksi Kimia Fisika Obat, Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melakukan pemeriksaan
secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan pengembangan metode analisa
pengujian obat, narkotika dan psikotropika secara kimia fisika.
Seksi Alat Kesehatan, Produk Diagnostik dan Bahan Berbahaya mempunyai tugas melakukan
pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan pengembangan
metode analisa pengujian alat kesehatan, produk diagnostik dan bahan berbahaya.
Bidang Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplimen;
Tugas:
Melaksanakan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengujian obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen;
b.
pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen;
c.
pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian kosmetik;
d. evaluasi dan penyusunan laporan pengujian obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen;
•
c.
pengembangan metode analisa pengujian obat, narkotika dan psikotropika secara kimia fisika;
pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian alat kesehatan, produk diagnostik dan bahan berbahaya;
evaluasi dan penyusunan laporan pengujian produk terapetik dan bahan berbahaya.
Seksi Nutrisi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan
penilaian, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian nutrisi.
Seksi Keamanan Pangan mempunyai tugas melakukan pemeriksaan secara laboratorium,
pengujian dan penilaian, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian keamanan pangan.
Bidang Produk Biologi;
Tugas:
Melaksanakan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian produk biologi.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengujian produk biologi;
b. pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan
pengembangan metode analisa pengujian vaksin;
c. pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pelatihan dan pengembangan metode analisa
pengujian secara toksikologi dan farmakologi;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan pengujian produk biologi
•
•
e.
Bidang Mikrobiologi;
Tugas:
Melaksanakan pemeriksaan laboratorium, pengujian dan penilaian mutu, pelatihan dan pengembangan
metode analisa pengujian produk terapetik, kosmetik, alat kesehatan, obat tradisional dan pangan secara
mikrobiologi.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pengujian secara mikrobiologi;
b. pelaksanaan pemeriksaan laboratorium, pengujian dan penilaian, pelatihan dan pengembangan
metode analisa pengujian potensi dan sterilitas produk terapetik dan pangan;
c.
pelaksanaan pemeriksaan laboratorium, pengujian dan penilaian, pelatihan dan pengembangan
metode analisa pengujian cemaran mikroba;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan pengujian secara mikrobiologi.
•
•
f.
Seksi Vaksin mempunyai tugas melakukan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan
penilaian mutu, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian vaksin.
Seksi Toksikologi dan Farmakologi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan secara
laboratorium, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian secara toksikologi dan
farmakologi.
Seksi Potensi dan Sterilitas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan laboratorium, pengujian
dan penilaian, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian potensi dan sterilitas produk
terapetik dan pangan.
Seksi Cemaran Mikroba mempunyai tugas melakukan pemeriksaan laboratorium, pengujian dan
penilaian, pelatihan dan pengembangan metode analisa pengujian cemaran mikroba secara
mikrobiologi.
Kelompok Jabatan Fungsional
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di lingkungan
Pusat.
PUSAT PENYIDIKAN OBAT DAN MAKANAN
g.
Tugas:
Melaksanakan kegiatan penyelidikan dan penyidikan terhadap perbuatan melawan hukum di bidang produk
terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif, obat tradisional, kosmetik dan produk komplimen dan makanan,
serta produk sejenis lainnya.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program penyelidikan dan penyidikan obat dan makanan;
b. pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan obat dan makanan;
c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan obat dan makanan.
Pusat Penyidikan Obat dan Makanan terdiri dari:
a. Bidang Penyidikan Produk Terapetik dan Obat Tradisional mempunyai tugas melaksanakan
penyusunan rencana dan program serta evaluasi pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan terhadap
perbuatan melawan hukum di bidang produk terapetik dan obat tradisional.
b. Bidang Penyidikan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program serta
evaluasi pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan terhadap perbuatan melawan hukum di bidang
makanan.
c. Bidang Penyidikan Narkotika dan Psikotropika mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana
dan program serta evaluasi pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan terhadap perbuatan melawan hukum
di bidang narkotika dan psikotropika.
d. Kelompok Jabatan Fungsional
e. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di lingkungan
Pusat.
PUSAT RISET OBAT DAN MAKANAN
Tugas:
Melaksanakan kegiatan di bidang riset toksikologi, keamanan pangan dan produk terapetik.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program riset obat dan makanan;
b. pelaksanaan riset obat dan makanan;
c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan riset obat dan makanan.
Pusat Riset Obat dan Makanan terdiri dari:
a. Bidang Toksikologi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program serta evaluasi
dan penyusunan laporan pelaksanaan riset toksikologi;
b. Bidang Keamanan Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program serta
evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan riset keamanan pangan.
c. Bidang Produk terapetik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program serta
evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan riset produk terapetik.
d. Kelompok Jabatan Fungsional
e. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di lingkungan
Pusat.
PUSAT INFORMASI OBAT DAN MAKANAN
Tugas:
Melaksanakan kegiatan di bidang pelayanan informasi obat, informasi keracunan dan teknologi informasi.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program kegiatan pelayanan informasi obat dan makanan;
b. pelaksanaan pelayanan informasi obat;
c. pelaksanaan pelayanan informasi keracunan;
d. pelaksanaan kegiatan di bidang teknologi informasi;
e. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pelayanan informasi obat dan makanan;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan Pusat;
Pusat Informasi Obat dan Makanan terdiri dari:
a. Bidang Informasi Obat;
Tugas:
Melaksanakan penyusunan rencana dan program serta evaluasi pelayanan informasi obat.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pelayanan informasi obat;
b.
c.
d.
•
•
b.
Subbidang Layanan Informasi Obat mempunyai tugas melakukan pelayanan informasi obat.
Subbidang Pengolahan Data Obat mempunyai tugas melakukan pengolahan data obat.
Bidang Informasi Keracunan;
Tugas:
Melaksanakan penyusunan rencana dan program serta evaluasi pelayanan informasi keracunan.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program pelayanan informasi keracunan;
b. pelaksanaan pelayanan informasi keracunan;
c. pelaksanaan toksikovigilans;
d.
evaluasi dan penyusunan laporan pelayanan informasi keracunan.
•
•
c.
pelaksanaan pelayanan informasi obat;
pelaksanaan pengolahan data obat;
evaluasi dan penyusunan laporan pelayanan informasi obat.
Subbidang Layanan Informasi Keracunan mempunyai tugas melakukan pelayanan informasi
keracunan.
Subbidang Toksikovigilans mempunyai tugas melakukan kegiatan toksikovigilans.
Bidang Teknologi Informasi;
Tugas:
Melaksanakan penyusunan rencana dan program serta evaluasi kegiatan teknologi informasi.
Fungsi:
a. penyusunan rencana dan program kegiatan teknologi informasi;
b. pelaksanaan penyusunan dan pembakuan sistem perangkat keras dan perangkat lunak di lingkungan
BPOM;
c. pelaksanaan penyusunan dan pembakuan program aplikasi dan sistem data dilingkungan BPOM;
d. evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan teknologi informasi.
•
•
Subbidang Sistem Perangkat Keras dan Perangkat Lunak mempunyai tugas melakukan
penyusunan dan pembakuan sistem perangkat keras dan perangkat lunak di lingkungan BPOM.
Subbidang Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyusunan dan pembakuan program aplikasi dan
sistem data di lingkungan BPOM.
d.
Kelompok Jabatan Fungsional;
e.
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di lingkungan
Pusat.
RINCIAN ESELONISASI ANTARA DIREKTORAT JENDERAL
BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DENGAN
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
DEPARTEMEN KESEHATAN RI
TAHUN 2009
RINCIAN ESELONISASI ANTARA DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DENGAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
JABATAN
ESELON
I
II
III
Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes
I
II
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes
III
•
Kepala Bagian Program dan Informasi
- Kepala Subbagian Program
- Kepala Subbagian Data dan Informasi
- Kepala Subbagian Evaluasi dan Pelaporan
III
•
Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Subbagian TataUsaha dan Gaji
- Kepala Subbagian Rumah Tangga
- Kepala Subbagian Kepegawaian
III
•
Kepala Bagian Keuangan
- Kepala Subbagian Anggaran
- Kepala Subbagian Perbendaharaan
- Kepala Subbagian Verifikasi dan Akuntansi
III
•
Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat
- Kepala Subbagian Hukum
- Kepala Subbagian Organisasi
- Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
JABATAN
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Sekretaris Utama
Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan
• Kepala Bagian Rencana Strategis dan Organisasi
Kepala Subbagian Rencana Strategis
Kepala Subbagian Organisasi
• Kepala Bagian Program dan Anggaran
Kepala Subbagian Program
Kepala Subbagian Anggaran
• Kepala Bagian Keuangan
Kepala Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi
Kepala Subbagian Verifikasi
• Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan
Kepala Subbagian Data dan Evaluasi
Kepala Subbagian Pelaporan
Kepala Subbagian Tata Usaha
Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri
• Kepala Bagian Kerjasama Bilateral dan Multilateral
Kepala Subbagian Kerjasama Bilateral
Kepala Subbagian Kerjasama Multilateral
• Kepala Bagian Kerjasama Regional
Kepala Subbagian regional I
Kepala Subbagian regional II
• Kepala Bagian Kerjasama Organisasi internasional
Kepala Subbagian Kerjasama Produk Terapetik dan Komplimen
Kepala Subbagian Kerjasama Keamanan Pangan
Kepala Subbagian Kerjasama Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif
dan Bahan Berbahaya
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
• Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan
Kepala Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan
Kepala Subbagian Dokumentasi Hukum
• Kepala Bagian Bantuan Hukum
Kepala Subbagian Pertimbangan Hukum
Kepala Subbagian Layanan Bantuan Hukum
Kepala Subbagian Penyuluhan Hukum
• Kepala Bagian Pengaduan Konsumen
Kepala Subbagian Layanan Pengaduan Konsumen
Kepala Subbagian Data dan Evaluasi Layanan Pengaduan
Konsumen
Kepala Subbagian Bimbingan Layanan Pengaduan Konsumen
• Kepala Bagian Hubungan Masyarakat
Kepala Subbagian Pemberitaan
Kepala Subbagian Media Massa
I
I
ESELON
II
III
IV
II
II
III
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
II
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
II
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
III
IV
IV
Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional
• Kepala Subdirektorat Standarisasi dan bimbingan Teknis
Penggunaan Obat Rasional
Kepala Seksi Standarisasi Penggunaan Obat Rasional
Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi Penggunaan Obat
Rasional
• Kepala Subdirektorat Promosi Penggunaan Obat Rasional
Kepala Seksi Materi Promosi Penggunaan Obat Rasional
Kepala Seksi Kerjasama Promosi Penggunaan Obat Rasional
• Kepala Subdirektorat Bina Obat Esensial Nasional
Kepala Seksi Standarisasi Obat Esensial Nasional
Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi Obat Esensial Nasional
• Kepala Subbagian Tata Usaha
II
III
IV
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
Kepala Subbagian Publikasi dan Dokumentasi
Kepala Biro Umum
• Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan
Kepala Subbagian Tata Usaha Kepala
Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretaris Utama
Kepala Subbagian Tata Usaha Deputi
• Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian
Kepala Subbagian Mutasi Pegawai
Kepala Subbagian Kesejahteraan Pegawai
Kepala Subbagian Tata Usaha Kepegawaian
• Kepala Bagian Pengembangan Pegawai
Kepala Subbagian Perencanaan Pegawai
Kepala Subbagian Jabatan Fungsional
Kepala Subbagian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan
• Kepala Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga
Kepala Subbagian Persuratan dan Kearsipan
Kepala Subbagian Perlengkapan
Kepala Subbagian Rumah Tangga
Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Narkotika, Psikotropika,
dan Zat Adiktif
Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi
• Kepala Subdirektorat Penilaian Obat Baru
Kepala Seksi Penilaian Obat Baru Jalur I dan III
Kepala Seksi Penilaian Obat Baru Jalur II
• Kepala Subdirektorat Penilaian Obat Copy dan Produk Biologi
Kepala Seksi Penilaian Obat Copy
Kepala Seksi Penilaian Produk Biologi
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Evaluasi Produk terapetik Penggunaan Khusus
Kepala Seksi Evaluasi Produk Uji Klinik
Kepala Seksi Surveilan Efek Samping Obat dan Alat Kesehatan
Direktur Penilaian Alat Kesehatan, Produk Diagnostik dan Perbekalan
Kesehatan Rumah Tangga
• Kepala Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan Non Elektromedik
Kepala Seksi Penilaian Alat Kesehatan Non Elektromedik Risiko
Rendah
Kepala Seksi Penilaian Alat Kesehatan Non Elektromedik Risiko
Tinggi
• Kepala Subdirektorat Penilaian Alat Kesehatan Elektromedik dan
Produk Diagnostik
Kepala Seksi Penilaian Alat Kesehatan Elektromedik
Kepala Seksi Penilaian Produk Diagnostik
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Penilaian Perbekalan Kesehatan rumah Tangga
dan pestisida Rumah Tangga
Kepala Seksi Penilaian Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
Kepala Seksi Penilaian Pestisida Rumah Tangga
Direktur Standarisasi Produk Terapetik
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Produk Terapetik I
IV
II
III
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
II
II
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
II
III
IV
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
II
III
Kepala Seksi Standarisasi Obat
Kepala Seksi Standarisasi Produk Biologi
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Produk Terapetik II dan
Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
Kepala Seksi Standarisasi Alat Kesehatan Elektromedik
Kepala Seksi Standarisasi Alat Kesehatan Non Elektromedik,
Produk Diagnostik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
• Kepala Subdirektorat Bimbingan Industri Farmasi
Kepala Seksi Bimbingan Pengembangan Industri
Kepala Seksi Bimbingan Pengembangan Ekspor
Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Produk Terapetik
• Kepala Subdirektorat Inspeksi dan Sertifikasi Produk Terapetik I
Kepala Seksi Inspeksi Produk Terapetik I
Kepala Seksi Sertifikasi Produk Terapetik I
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Inspeksi dan Sertifikasi Produk Terapetik II dan
Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
Kepala Seksi Inspeksi Produk Terapetik II dan Perbekalan
Kesehatan Rumah Tangga
Kepala Seksi Sertifikasi Produk Terapetik II dan Perbekalan
Kesehatan Rumah Tangga.
• Kepala Subdirektorat Analisis dan Pemantauan Harga Obat
Kepala Seksi Analisis Harga Obat
Kepala Seksi Pemantauan Harga Obat.
Direktur Pengawasan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif
• Kepala Subdirektorat Pengaturan Narkotika, Psikotropika, dan Zat
Aditif
Kepala Seksi Narkotika dan Psikotropika
Kepala Seksi Alkohol, Rokok dan Zat Adiktif.
• Kepala Subdirektorat Perijinan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif
Kepala Seksi Narkotika
Kepala Seksi Psikotropika dan Zat Adiktif Lain
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Inspeksi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif
Kepala Seksi Inspeksi Narkotika
Kepala Seksi inspeksi Psikotropika dan Zat Adiktif Lain
• Kepala Subdirektorat Pengawasan Rokok dan Minuman Beralkohol
Kepala Seksi Pengawasan Rokok
Kepala Seksi Pengawasan Minuman Beralkohol.
Direktur Bina Farmasi Komunitas dan Klinik
• Kepala Subdirektorat Farmasi Komunitas
Kepala Seksi Standarisasi Pelayanan Farmasi Komunitas
Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi Farmasi Komunitas
• Kepala Subdirektorat Farmasi Klinik
Kepala Seksi Standarisasi Pelayanan Farmasi Klinik
Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi Farmasi Klinik
• Kepala Subdirektorat Kerjasama Profesi
Kepala Seksi Kerjasama Farmasi Komunitas
II
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisioanl, Kosmetik, dan Produk
Komplimen
Direktur Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik
• Kepala Subdirektorat Penilaian Produk I
Kepala Seksi Penilaian Obat Tradisional
Kepala Seksi Penilaian Suplemen Makanan dan Nutrasetikal
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Penilaian Produk II
Kepala Seksi Penilaian Kosmetik dan Kosmetikal
IV
IV
IV
III
IV
IV
III
IV
IV
II
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
III
IV
IV
II
III
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
II
II
III
III
IV
IV
IV
IV
•
Kepala Seksi Kerjasama Farmasi Klinik
Kepala Subbagian Tata Usaha
IV
IV
Kepala Seksi Penilaian kosmetik Tradisional.
Kepala Subdirektorat Surveilan Keamanan Obat tradisional,
Suplemen Makanan dan Kosmetik
Kepala Seksi Surveilan Keamanan Obat Tradisional dan
Suplemen Makanan
Kepala Seksi Surveilan Keamanan Kosmetik.
Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplimen
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Produk I
Kepala Seksi Standarisasi Obat Tradisional dan Suplemen
Makanan
Kepala Seksi Standarisasi Sediaan Galenik
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Produk II
Kepala Seksi Standarisasi Bahan Kosmetik
Kepala Seksi Standarisasi Kosmetik
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Sarana Produksi
Kepala Seksi Standarisasi Sarana Produksi Obat tradisional dan
Suplemen Makanan
Kepala Seksi Standarisasi Sarana Produksi Kosmetik
Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat tradisional, Kosmetik, dan Produk
Komplimen
• Kepala Subdirektorat Inspeksi Produk I
Kepala Seksi Inspeksi Obat Tradisional dan Suplemen Makanan
Kepala Seksi Pengawasan Penandaan Obat Tradisional dan
Suplemen Makanan
• Kepala Subdirektorat Inspeksi Produk II
Kepala Seksi Inspeksi Kosmetik
Kepala Seksi Pengawasan Penandaan dan Promosi Kosmetik
• Kepala Subdirektorat Sertifikasi
Kepala Seksi Sertifikasi Obat tradisional
Kepala Seksi Sertifikasi Kosmetik dan Suplemen Makanan
Kepala Seksi Tata Operasional.
Direktur Obat Asli Indonesia
• Kepala Subdirektorat Etnofarmakognosi dan Budidaya
Kepala Seksi Inventarisasi Obat Asli Indonesia
Kepala Seksi Pengembangan Agro Medika dan Bahan Obat Asli
Indonesia
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Keamanan dan Kemanfaatan Obat Asli
Indonesia
Kepala Seksi Keamanan Obat Asli Indonesia
Kepala Seksi Kemanfaatan Obat Asli Indonesia.
• Kepala Subdirektorat Bimbingan Teknologi Obat Asli Indonesia
Kepala Seksi Teknologi Formulasi Obat Asli Indonesia;
Kepala Seksi Teknologi Ekstrak
• Kepala Subdirektorat Bimbingan Industri Obat Asli Indonesia
Kepala Seksi Potensi Pasar dan Ekspor Obat Asli Indonesia
Kepala Seksi Layanan Teknologi dan Manajemen Mutu Obat
Asli Indonesia
•
III
IV
IV
IV
II
III
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
II
III
IV
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
II
III
IV
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
III
IV
IV
Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
• Kepala Subdirektorat Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan
Kepala Seksi Perencanaan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan
Kepala Seksi Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan
• Kepala Subdirektorat Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan
Kepala Seksi Standarisasi Pengelolaan Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan
Kepala Seksi Bimbingan Pengelolaan Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan
• Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan
Kepala Seksi Pemantauan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan
Kepala Seksi Evaluasi Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
• Kepala Subbagian Tata Usaha
II
III
IV
IV
III
IV
IV
III
IV
IV
IV
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya
Direktur Penilaian Keamanan Pangan
• Kepala Subdirektorat Penilaian Makanan dan Bahan Tambahan
Pangan
Kepala Seksi Penilaian Makanan
Kepala Seksi Penilaian Minuman dan Bahan Tambahan Pangan
(BTP)
Kepala Seksi Tata Operasional.
• Kepala Subdirektorat Penilaian Pangan Khusus
Kepala Seksi Penilaian Pangan Hasil Rekayasa Genetika dan
Iradiasi
Kepala Seksi Penilaian Produk Pangan Fungsional
• Kepala Subdirektorat Penilaian Pangan Olahan Tertentu
Kepala Seksi Penilaian Makanan Bayi dan Balita
Kepala Seksi Penilaian Makanan Diet Khusus
Direktur Standarisasi Produk Pangan
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Bahan Baku dan Bahan
Tambahan Pangan
Kepala Seksi Standarisasi Bahan Baku;
Kepala Seksi Standarisasi Bahan tambahan Pangan
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Pangan Khusus
Kepala Seksi Standarisasi Pangan Hasil Rekayasa Genetika dan
Iradiasi
Kepala Seksi Standarisasi Kosmetik
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Pangan Olahan
Kepala Seksi Standarisasi Produk Makanan
Kepala Seksi Standarisasi Kodex Pangan
Kepal Seksi Tata Operasional
Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan
• Kepala Subdirektorat Inspeksi Produksi dan Peredaran Produk
Pangan
Kepala Seksi Inspeksi Produk Pangan
Kepala Seksi Inspeksi Peredaran pangan
• Kepala Subdirektorat Inspeksi Produk Berlabel Halal
Kepala Seksi Inspeksi makanan Berlabel Halal
Kepala Seksi Inspeksi Minuman Berlabel Halal;
• Kepala Subdirektorat Sertifikasi Pangan
Kepala Seksi Sertifikasi Sarana Produksi
Kepala Seksi Sertifikasi Produk
Kepala Seksi Tata Operasional
Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
• Kepala Subdirektorat Surveilan dan Penanggulangan Keamanan
Pangan
Kepala Seksi Surveilan Keamanan Pangan
Kepala Seksi Penanggulangan Keamanan Pangan
Kepala Seksi Tata Operasional
• Kepala Subdirektorat Promosi Keamanan Pangan
Kepala Seksi Komunikasi Keamanan Pangan
Kepala Seksi Informasi dan Edukasi Konsumen
II
II
III
IV
IV
IV
III
IV
IV
III
IV
IV
II
III
IV
IV
III
IV
IV
III
IV
IV
IV
II
III
IV
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
II
III
IV
IV
IV
III
IV
IV
•
III
Kepala Subdirektorat Penyuluhan Makanan Siap Saji dan Industri
Rumah Tangga
Kepala Seksi Penyuluhan Makanan Siap Saji
Kepala Seksi Penyuluhan Industri Rumah Tangga
Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya
• Kepala Subdirektorat Standarisasi Produk dan Bahan Berbahaya
Kepala Seksi Standarisasi Produk dan Bahan Berbahaya Kimia
dan Non Kimia
Kepala Seksi Penilaian Risiko Produk dan Bahan Berbahaya
• Kepala Subdirektorat Pengamanan Produk dan Bahan Berbahaya
Kepala Seksi Listing dan Penandaan Produk dan Bahan
Berbahaya
Kepala Seksi Surveilan Produk dan Bahan Berbahaya
Kepala Seksi Tata Operasional
II
III
IV
III
Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan
• Kepala Subdirektorat Alat Kesehatan Elektromedik
Kepala Seksi Alat Kesehatan Elektromedik Resiko Rendah
Kepala Seksi Alat Kesehatan Elektromedik Resiko Tinggi
• Kepala Subdirektorat Alat Kesehatan Non Elektromedik
Kepala Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Resiko Rendah
Kepala Seksi Alat Kesehatan Non Elektromedik Resiko Tinggi
• Kepala Subdirektorat Produk Diagnostik dan Reagensia
Kepala Seksi Produk Diagnostik
Kepala Seksi Produk Reagensia
• Kepala subdirektorat Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
Kepala Seksi Pestisida
Kepala Seksi Non Pestisida
• Kepala Subbagian Tata Usaha
II
III
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
IV
III
•
Kepala Subdirektorat Penyuluhan Bahan Berbahaya
Kepala Seksi Penyuluhan Institusi dan Masyarakat
Kepala Seksi Desiminasi Informasi
Inspektur Badan Pengawas Obat dan Makanan
Kepala Subbagian Tata Usaha Inspektorat
IV
IV
IV
IV
I
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
IV
Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional
• Kepala Bidang Produk Terapetik dan Bahan Berbahaya
Kepala Seksi Kimia Fisika Obat, Narkotika, dan Psikotropika
Kepala Seksi Alat Kesehatan, Produk Diagnostik dan Bahan
Berbahaya
• Kepala Bidang Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplimen
Kepala Seksi Obat Tradisisonal dan Produk Komplimen
Kepala Seksi Kosmetik
• Kepala Bidang Pangan
Kepala Seksi Nutrisi
Kepala Seksi Keamanan Pangan
• Kepala Bidang Produk Biologi
Kepala Seksi Vaksin
Kepala Seksi Toksikologi dan Farmakologi
• Kepala Bidang Mikrobiologi
Kepala Seksi Potensi dan Sterilitas
Kepala Seksi Cemaran Mikroba
II
III
IV
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
III
III
IV
IV
IV
IV
JUMLAH
1
5
17
42
• Kepala Subbagian Tata Usaha
Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan
• Kepala Bidang Penyidikan Produk Terapetik dan Obat tradisional
• Kepala Bidang Penyidikan Makanan
• Kepala Bidang Penyidikan Narkotika dan Psikotropika
• Kepala Subbagian Tata Usaha
Kepala Pusat Riset Obat dan Makanan
• Kepala Bidang Toksikologi
• Kepala Bidang Keamanan Pangan
• Kepala Bidang Produk Terapetik
• Kepala Subbagian Tata Usaha
Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan
• Kepala Bidang Informasi Obat
Kepala Subbidang Layanan Informasi Obat
Kepala Subbidang Pengolahan Data Obat
• Kepala Bidang Informasi Keracunan
Kepala Subbidang Layanan Informasi Keracunan
Kepala Subbidang Toksikovigilans
• Kepala Bidang Teknologi Informasi
Kepala Subbidang Sistem Perangkat Keras dan Perangkat
Lunak
Kepala Subbidang Aplikasi
• Kepala Subbagian Tata Usaha
JUMLAH
IV
II
III
III
III
IV
II
III
III
III
IV
II
III
III
III
IV
IV
IV
IV
IV
2
26
33
IV
IV
162
Download