Definisi Operasional Didasarkan pada Kriteria yang Dapat

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Metode Observasi
1. Merumuskan langkah-langkah
observasi
2. Membuat definisi operasional
Fakultas
Program Studi
Psikologi
Psikologi
Tatap Muka
06
Kode MK
Disusun Oleh
61014
Afdaliza, M. Psi. Psikolog
Abstract
Kompetensi
Menjelaskan bagaimana langkahlangkah dalam Observasi dan
bagaimana cara untuk merumuskan
definisi operasional variabel.
Mahasiswa memahami langkah-langkah
melakukan Observasi dan mampu
dalam merumuskan definisi operasional
sebuah vaiabel penelitiam
Merumuskan Definisi Operasional
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
Definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang
dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah konsepkonsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau
gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh
orang lain” (Young, dikutip oleh Koentjarangningrat, 1991;23). Penekanan
pengertian definisi operasional ialah pada kata “dapat diobservasi”.
Definisi Operasional Didasarkan pada Kriteria yang Dapat Diobservasi
Yang dimaksud dengan definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan
pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau
“mengubah
konsep-konsep
yang
berupa
konstruk
dengan
kata-kata
yang
menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan
ditentukan kebenarannya oleh orang lain” (Young, dikutip oleh Koentjarangningrat,
1991;23). Penekanan pengertian definisi operasional ialah pada kata “dapat
diobservasi”. Apabila seorang peneliti melakukan suatu observasi terhadap suatu
gejala atau obyek, maka peneliti lain juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu
mengidentifikasi apa yang telah didefinisikan oleh peneliti pertama.
Apabila seorang peneliti melakukan suatu observasi terhadap suatu gejala atau
obyek, maka peneliti lain juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu
mengidentifikasi apa yang telah didefinisikan oleh peneliti pertama. Sedangkan
definisi konseptual, definisi konseptual lebih bersifat hipotetikal dan “tidak dapat
diobservasi”. Karena definisi konseptual merupakan suatu konsep yang didefinisikan
dengan referensi konsep yang lain. Definisi konseptual bermanfaat untuk membuat
logika proses perumusan hipotesa. Contoh; Komponen Penyusunan Definisi
Operasional adalah;
1. Variabel
2014
2
Psikologi Kepribadian I
Afdaliza, M. Psi. Psikolog
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Definisi (Adalah suatu kondisi gangguan kesehatan pasien yeng telah
ditetapkan oleh dokter mengalami gangguan gagal ginjal).
3. Hasil Ukur (Hasil dari diagnosa medis terhadap pasien/ responden) dg kriteria
jawaban
Diagnosa medis pasien gagal ginjal =Ya. Diagnosa Medis Tidak gagal Ginjal=
Tidak
4. Skala Data (nominal)
5. Cara ukur (melalui Dokumen Status pasien)
Pentingnya Operasionalisasi Variabel
Variabel
harus
didefinisikan
secara
operasional
agar
lebih
mudah
dicari
hubungannya antara satu variable dengan lainnya dan pengukurannya. Tanpa
operasionalisasi variable, peneliti akan mengalami kesulitan dalam menentukan
pengukuran hubungan antar variable yang masih bersifat konseptual.
Operasionalisasi variable bermanfaat untuk: 1) mengidentifikasi criteria yang dapat
diobservasi yang sedang didefinisikan; 2) menunjukkan bahwa suatu konsep atau
objek mungkin mempunyai lebih dari satu definisi operasional; 3) mengetahui bahwa
definisi operasional bersifat unik dalam situasi dimana definisi tersebut harus
digunakan.
Merumuskan Definisi Operasional
Variabel-variabel penelitian sebenarnya merupakan kumpulan konsep mengenai
fenomena yang diteliti. Pada umumnya, karena rumusan variabel itu masih bersifat
konseptual, maka maknanya masih sangat abstrak walaupun mungkin secara intuitif
suda dapat dipahami maksudnya. Dalam pelaksanaan penelitian, batasan atau
definisi suatu variabel tidak dapat dibiarkan ambiguous, yakni memiliki makna
ganda, atau tidak menunjukkan indikator yang jelas. Hal ini disebabkan data
mengenai variabel yang bersangkutan akan diambil lewat suatu prosedur
pengukuran, sedangkan pengukuran yang valid hanya dapat dilakukan terhadap
atribut yang sudah didefinisikan secara tegas dan operasional. Variabel yang masih
berupa konsep teoritis, belum dapat diukur.
2014
3
Psikologi Kepribadian I
Afdaliza, M. Psi. Psikolog
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Contoh:
Bayangkan suatu konsep yang sudah sangat kita kenal, misalkan “miskin”. Setiap
orang boleh dikatakan mengetahui dengan baik apa yang dimaksud dengan
keadaan miskin dalam komunikasi sehari-hari. Seseorang yang mengatakan bahwa
si A adalah miskin langsung dapat kita pahami maksudnya, begitu pula orang yang
mengatakan bahwa si B tidak miskin. Masalahnya jadi lain apabila kemudian konsep
“miskin” tersebut kita bawa ke dalam penelitian ilmiah. Sewaktu kita akan
meletakkan seseorang ke dalam kategori miskin tentu kita tidak dapat mengikuti saja
pengakuannya atau perkiraan kita saja. Kita tidak dapat mengatakan seseorang itu
miskin hanya karena melihat ia berpakaian murah, karena pakaian murah dapat saja
menjadi indikator kesederhanaan. Kita juga tidak dapat mengatakan seseorang itu
miskin dengan mengetahui bahwa ia hanya membeli makan yang murah karena
membeli makan yang murah mungkin saja tanda bahwa ia seorang yang hemat atau
seorang yang kikir. Kalaupun kita mengetahui berapa banyak harta yang dimiliki oleh
seseorang maka konsep miskin (dan lawannya, yaitu tidak miskin) tidak langsung
dapat diterapkan pada kondisi orang tersebut. Mengapa? Karena miskin itu relatif
dan tergantung pada norma dan kriteria mana yang digunakan.
Contoh lain, konsep mengenai “berani” merupakan satu karakter yang sangat kabur
kriterianya.
Kapan
kita
mengatakan
seseorang
berani
dan
kapan
kita
mengatakannya tidak? Setiap orang tentu memiliki kriteria subjektif masing-masing
sesuai dengan apa konsepnya mengenai karakter berani termaksud.
Penelitian ilmiah tentu tidak didasarkan pada konsep yang bermakna ganda, yang
terbuka pada penafsiran subjektif setiap orang. Sifat ilmiah menuntut pengertian
objektif yang paling tidak harus merupakan kesepakatan bersama mengenai makna
sesuatu.
Pada saat itulah kita memerlukan suatu definisi yang memeiliki arti tunggul dan
diterima secara objektif bilamana indikator variabel yang bersangkutan tersebut
tampak, yang dinamakan definisi operasional. Definisi operasional adalah suatu
definisi mengenai variabel yang dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik
variabel tersebut yang dapat diamati. Proses pengubahan definisi konseptual yang
2014
4
Psikologi Kepribadian I
Afdaliza, M. Psi. Psikolog
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
lebih menekankan kriteria hipotetik menjadi definisi operasional disebut dengan
operasionalisasi variabel penelitian.
Suatu konsep mengenai variabel yang sama dapat saja memiliki definisi operasional
yang lebih dari satu dan berbeda-beda antara penelitian yang satu dan yang lainnya.
Jadi, suatu definisi operasional haruslah memiliki keunikan. Penelitilah yang memilih
dan menentukan definisi operasional yang paling relevan bagi variabel yang
ditelitinya. Berikut, diuraikan beberapa di antara banyak cara untuk merumuskan
definisi operasional (Tuckman, 1978).
Definisi operasional dapat dirumuskan berdasarkan proses apa yang harus
dilakukan agar variabel yang didefinisikan itu terjadi. Sebagai contoh, variabel
“kecemasan” dapat dioperasionalkan sebagai suatu keadaan akibat subjek
dihadapkan pada ancaman keselamatan. Variabel “lapar” dioperasionalkan sebagai
suatu keadaan bilamana subjek tidak diperbolehkan makan apapun juga selama
lebih dari 10 jam. “Eksposisi yang lama terhadap film kekerasan” dioperasionalkan
sebagai situasi di mana subjek menonton hanya film-film kekerasan setiap hari untuk
jangka waktu lebih dari enam bulan.
Karena terbentuknya definisi operasional tergantung pada manipulasi atau proses
yang menyebabkan timbulnya variabel yang bersangkutan maka cara definisi tipe ini
sangat cocok untuk mengoperasionalkan variabel bebas.
Definisi operasional dibuat berdasarkan bagaimana cara kerja variabel yang
bersangkutan, yaitu apa yang menjadi sifat dinamikanya. Sifat dinamik manusia
diperlihatkan dalam bentuk perilaku, oleh karena itu operasionalisasi dengan cara ini
menggambarkan tipe manusia berdasarkan perilaku yang nyata dan dapat diamati
yang berkaitan dengan tipe atau keadaan orang yang bersangkutan. Sebagai
contoh, konsep mengenai orang “cerdas” dioperasionalkan sebagai orang yang
“berhasil menjawab lebih dari 75% soal pada suatu tes kemampuan umum”. Orang
yang “rajin” dioperasionalkan sebagai yang “datang kuliah dengan frekuensi bolos
tidak lebih daripada tiga kali dalam satu semester”.
2014
5
Psikologi Kepribadian I
Afdaliza, M. Psi. Psikolog
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dikarenakan cara pendifinisian variabel didasarkan pada sifat dinamis yang ada
pada subjeknya, maka cara operasionalisasi seperti ini sangat cocok untuk
mendefinisikan variabel tergantung.
Definisi operasional dibuat berdasarkan kriteria pengukuran yang diterapkan pada
variabel yang didefinisikan. Dalam hal ini angka atau skor pada alat ukur dianggap
representasi dari konsep mengenai variabel yang diukur. Sebagai contoh, variabel
“kecerdasan” yang secara konseptual memiliki banyak sekali definisi dapat
dioperasionalkan sebagai IQ pada skala WAIS, atau dioperasionalkan sebagai
angka yang diperoleh pada tes SPM.
Demikianlah cara melakukan identifikasi variabel dan merumuskan definisi
operasionalnya.
Daftar Pustaka
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karier). Yogyakarta : Penerbit
Andi.
Willis, Sofyan. 2012. Psikologi Pendidikan. Bandung : Penerbit Alfabeta
Saifuddin Azwar. 2007. Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Hal. 72-76)
2014
6
Psikologi Kepribadian I
Afdaliza, M. Psi. Psikolog
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2014
7
Psikologi Kepribadian I
Afdaliza, M. Psi. Psikolog
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download