BAB II - STMIK AKAKOM Yogyakarta

advertisement
4
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sejarah Singkat STMIK AKAKOM Yogyakarta
Dalam abad ke-20 ini dunia banyak diwarnai dengan berbagai kemajuan
secara menakjubkan yang telah dicapai oleh umat manusia, baik dibidang ilmu
maupun teknologi. Menanggapi kondisi jaman seperti tersebut di atas, pada
tanggal 30 Juni 1979 didirikan sebuah yayasan dengan nama Yayasan
Pendidikan Widya Bakti, yang bertujuan mengembangkan dan menyebarluaskan
informasi dan teknologi komputer dikalangan masyarakat Indonesia melalui
usaha pendidikan yang sistematis dan ilmiah. Yayasan tersebut mengelolah
sebuah akademi yang bernama Akademi Aplikasi Komputer, disingkat AKAKOM.
Terhitung mulai 1 Maret 1983, Akademi Aplikasi Komputer (AKAKOM),
diubah menjadi Akademi Komputer dan Informatika AKAKOM. Selanjutnya
terhitung mulai tanggal 2 Mei 1985, nama Akademi Komputer dan Informatika
AKAKOM diubah dan dibakukan menjadi Akadedmi Manajemen Informatika dan
Komputer (AMIK)AKAKOM.
Agar lembaga tersebut mampu menghasilkan tenaga-tenaga profesional
maupun akademik yang lebih berbobot dalam bidang informatika dan komputer,
maka sejak tanggal 8 Juni 1992, berdasarkan Surat Keputusan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor
262/DIKTI/Kep/1992, AMIK AKAKOM diubah bentuknya menjadi Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK)AKAKOM dengan status terdaftar
bagi program Sarjana dan status diakui bagi program diplomanya. Hingga saat
ini, program sarjana mempunyai program studi Teknik Informatika dan Sistem
5
Informasi dengan status akreditasi B’ dan pada program Diploma mempunyai 3
program studi yaitu Manajemen Informatika (status Disamakan), Teknik
Komputer (status Disamakan), dan Komputerisasi Akuntansi (status Terdaftar).
Pokok Bahasan di STMIK AKAKOM
Dalam melakukan proses belajar-mengajar di STMIK AKAKOM terdapat
2 acuan pokok bahasan yaitu Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP)
dan Satuan Acara Pengajaran. Adapun format dari GBPP dan SAP sebagai
berikut :
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
JUDUL MATA KULIAH
: ________________________
NOMOR KODE/SKS
: ________________________
DESKRIPSI SINGKAT
: ________________________
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM : ________________________
No. Tujuan
Instruksional
Pokok
Sub
Bahasan Bahasan
Pokok Daftar
Kepustakaan
Khusus
Gambar 2.1 Garis-garis Besar Program Pengajaran
6
SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)
Mata Kuliah
:
Kode Matakuliah
:
SKS
:
Waktu Pertemuan
:
Pertemuan Ke
:
jam/menit
A. Tujuan
1. TIU
:
2. TIK
:
B. Pokok Bahasan
C. Sub Pokok Bahasan
D. Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Kegiatan
Kegiatan
Kegiatan Mahasiswa
Pengajar
Pendahuluan
Penyajian
Praktek
Penutup
E. Evaluasi
F. Indikator
G. Referensi
Gambar 2.2 Satuan Acara Pengajaran
Media & Alat
Pengajaran
7
2.2 Konsep Dasar Sistem
Sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih
komponen subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Terdapat
dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu menekankan
pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponennya atau elemennya.
Pendekatan
sistem
yang
lebih
menekankan
pada
prosedur
mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangkan pendekatan
sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan
sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
Kedua kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang
berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan
kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistemsubsistem merupakan definisi yang lebih luas (Zaki, 1985). Definisi ini lebih
banyak diterima, karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa
subsistem atau sistem bagian.
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystems).
Sebagai contoh, sistem komputer dapat terdiri dari subsistem perangkat keras
dan subsistem perangkat lunak. Masing-masing subsistem dapat terdiri dari
subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen.
Subsistem perangkat keras (hardware) dapat terdiri dari alat masukan,
pemroses, alat keluaran, dan simpanan luar. Subsistem-subsistem saling
berinteraksi
dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan yang
8
terintegrasi (integrated), sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat
tercapai.
2.2.1 Karakterisik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu
mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary),
lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input),
keluaran (output), pengolah (process), sasaran (objectives) atau tujuan (goals).
2.2.1.1 Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Suatu sistem tidak
peduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau
subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk
menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara
keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang
disebut dengan supra system.
2.2.1.2 Batas Sistem
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara
suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas
suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
9
2.2.1.3 Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun di luar
batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem
dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem
tersebut. Lingkungan yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan
harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan yang merugikan harus ditahan dan
dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari
sistem.
2.2.1.4 Penghubung Sistem
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu
subsistem
dengan
subsistem
yang
lainnya.
Melalui
penghubung
ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem
yang lainnya. Keluaran (ouput) dari satu sistem akan menjadi masukan (input)
untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung
satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem lainnya membentuk satu
kesatuan.
2.2.1.5 Masukan Sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem.
Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan
sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi dimasukkan supaya sistem
tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk
didapatkan keluaran.
10
2.2.1.6 Keluaran Sistem
Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasi
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat
merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra system.
2.2.1.7 Pengelolaan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan
merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah
masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran
berupa barang jadi. Sistem akan mengolah data-data transaksi menjadi keluaran
berupa barang jadi.
2.2.1.8 Sasaran Sistem
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan
sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan
berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
2.2.2 Klasifikasi Sistem
Sistem diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah
sebagai berikut :
1. Sistem diklasifikasikan sebgai sistem abstrak (abstract system), yakni sistem
yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem
fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem alamiah (natural system), yakni sistem yang terjadi melalui proses
alam, tidak dibuat manusia. Dan sistem buatan manusia (human made
system), yakni sistem yang dirancang manusia.
11
3. Sistem tertentu (deterministic system) adalah sistem yang beroperasi dengan
tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi di antara bagianbagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat
diramalkan. Sistem tak tentu (probabilistic system) adalah sistem yang
kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilitas .
4. Sistem tertutup (closed system) merupakan sistem yang tidak berhubungan
dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara
otomatis tanpa ada turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis
sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benarbenar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (relatif tertutup,
tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka (open system) adalah sistem
yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini
menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau
subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh
oleh lingkungan luarnya maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem
pengendali yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa,
sehingga secara relatif tertutup (Davis, 1986) karena sistem tertutup akan
bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.
2.3 Konsep Dasar Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan
lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data. Data
merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah
kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
12
2.3.1 Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum bisa bercerita
banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk
dihasilkan informasi.
Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu
model proses tertentu. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi,
penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan
melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang
akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai
input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu
siklus. Siklus ini disebut dengan siklus informasi/information cycle( John,1986).
Siklus ini juga disebut siklus pengolahan data (data processing cycles).
Gambar 2.3 Siklus informasi.
13
2.3.2 Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga
hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat pada waktunya (timeliness) dan
relevan (relevance).
Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan
maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke
penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat
merubah atau merusak informasi tersebut.
Tepat waktunya, artinya informasi yang datang pada penerima tidak boleh
terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa ini mahalnya
nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut diperoleh, sehingga
diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan
mengirimkannya.
Relevan, artinya informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya.
Relevansi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
2.3.3 Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu
manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai
bila manfaatnya lebih efektif dibandingan dengan biaya mendapatkannya. Akan
tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem
informasi pada umumya digunakan untuk beberapa kegunaan, sehingga tidak
memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada
suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya karena
14
sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak dalam
perusahaan. Lebih lanjut sebagian besar informasi tidak dapat persis ditaksir
keuntungannya dengan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Pengukuran nilai informasi basanya dihubungkan dengan analisis cost
effectiveness atau cost benefit.
2.4 Konsep Dasar Sistem Informasi
Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (information system) atau
disebut juga dengan processing system atau information processing system atau
information generating system. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam
suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan(Leitch, 1989).
2.4.1 Komponen Sistem Informasi
Sistem
informasi
terdiri
dari
komponen-komponen
yang
saling
berinteraksi membentuk kesatuan untuk mencapai sasaran(Burch,1989). Sistem
informasi sendiri terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah
blok bangunan (building block), yaitu: blok masukan (input block), blok model
(model block), blok keluaran (output block), blok basis data (database block),
blok teknologi (technology block) dan blok kendali (control block) (jhon, 1986).
Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi
satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai
sasarannya.
15
2.5 Internet
Internet merupakan suatu media informasi komputer bersifat global, yang
telah terhubung dengan suatu jaringan.
Internet menghubungakan jaringan komputer regional dengan jaringan-jaringan
komputer di seluruh dunia. Dengan adanya internet perkembangan teknologi
informasi menjadi semakin pesat sehingga ruang gerak komunikasi menjadi tak
terbatas.
Konsep dasar internet yaitu terdapat web server, database server dan
internet yang saling terhubung. Web server berfungsi untuk merespon perintah
HTTP yang berisi tag-tag HTML. Jaringan komputer diperlukan untuk
menghubungkan sejumlah komputer sehingga dapat saling bertukar informasi.
Untuk
menghubungkannya
diperlukan
alat
transmisi
seperti kawat
tembaga, serat optik, gelombang mikro dan satelit komunikasi.
Untuk menghubungkan berbagai jaringan menjadi jaringan global berbasis
internet diperlukan model referensi TCP/IP, alamat IP dan kemampuan untuk
mengirim paket IP ke seluruh komputer yang terhubung di internet. Transfer file
pada internet memungkinkan pengguna untuk menyalin file dari suatu mesin
internet ke mesin lainnya. Dengan transfer file sejumlah informasi seperti artikel,
database dan informasi lainnya dapat diperoleh.
World wide web (WWW) merupakan salah satu layanan yang didapat oleh
pemakai komputer yang terhubung ke internet. Web pada awalnya adalah ruang
informasi dalam internet, dengan menggunakan teknologi hyperteks, pemakai
dituntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan
dalam dokumen web yang ditampilkan dalam browser web (Betha,2002).
16
Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web sebagai
standard interface pada layanan-layanan yang ada di internet. Situs-situs web
menampilkan informasi apapun yang ada di belahan dunia tidak peduli
seberapapun jauhnya. Sebagai contoh informasi mulai dari sains dan teknologi,
berita perang, hasil pertandingan olah raga, bahkan hingga informasi yang
sifatnya pribadi sekalipun sangat mudah didapatkan disini.
Web memudahkan pengguna komputer untuk berinteraksi dengan pelaku
internet lainnya dan menelusuri informasi di internet, bahkan web telah diadopsi
oleh perusahaan sebagai sebagian dari strategi teknologi informasinya, karena
beberapa alasan,

Akses informasi mudah

Setup server lebih mudah

Informasi mudah didistribusikan

Bebas platform; informasi dapat disajikan oleh browser web pada
sistem operasi mana saja karena adanya standar dokumen sebagai
tipe data dapat disajikan
(Betha,2002)
Bukannya tidak beralasan kalau manusia saat ini cenderung memilih web
sebagai agen pemberi informasi. Dengan web, seseorang bisa mendapatkan
informasi yang dia butuhkan dengan mudah, cepat dan murah. Web juga
menjadi sarana komunikasi yang disukai karena sifatnya yang mendunia (world wide) dan menjadi ajang tukar pendapat bagi penggunanya.
Karena hal-hal seperti diatas, maka perkembangan web menjadi
sedemikian
cepat.
Saat
ini
web
tidak
semata-mata
digunakan
untuk
menampilkan sekedar informasi saja, namun fungsi web semakin meluas. Web
17
mulai digunakan untuk aplikasi yang banyak membutuhkan interaksi dari user.
Belakangan ini bahkan muncul istilah e-commerce. Dengan e-commerce, web
tidak saja dipakai untuk memasarkan produk barang atau jasa, melainkan juga
untuk melakukan transaksi secara on-line.
Dengan kebutuhan yang semakin kompleks ini, tidak lagi menjadi mudah
untuk membuat situs web yang menarik dan informatif dengan hanya
menggunakan Hypertext Markup Language (HTML). Diperlukan sesuatu yang
lebih agar interaksi user dapat dipakai sebagai pengendali datangnya informasi.
Lebih ke depan lagi agar situs web mampu lebih bersahabat dengan user.
Jaringan interaksi yang timbal balik inilah yang dikenal dengan sebutan aplikasi
web.
Untuk membuat aplikasi web, beberapa perusahaan pembuat perangkat
lunak berlomba-lomba menawarkan teknologi, bahasa, script, ekstensi, sampai
dengan wizard untuk membuat situs web lebih menarik.Teknologi yang dipakai
web ini secara umum dibedakan menjadi 2, yaitu server side dan client side
(Andy, 2000).
Pada server side, proses akan dilakukan di web server. Sedangkan client
(web browser) hanya akan menerima hasilnya dalam bentuk HTML. Kunci utama
dalam membangun aplikasi web adalah meletakkan sesuai dengan proporsinya.
Artinya web developer harus pintar dalam memilah-milah mana yang harus
diproses di server dan mana yang harus diproses di client.
Server
side
digunakan
untuk
memproses
segala
sesuatu
yang
berhubungan dengan server, seperti environmental dari server side atau
manipulasi data pada database.
Contoh penggunaan server side adalah :
18
a.
Server hendak membatasi waktu pakai dari client, 10 menit per hari.
b.
Server hendak menentukan waktu time out dari sebuah aplikasi.
c.
User meminta informasi daftar buku tertentu yang tersedia di sebuah
toko buku virtual. Dalam hal ini user hanya akan menerima daftar
buku tersebut dalam format HTML Sedangkan proses pencarian buku
tersebut dikerjakan di server.
Client side digunakan untuk mengadakan interaksi dengan user yang
frekuensinya tinggi, namun ada yang diperlukan relative sedikit atau telah
tersedia sebelumnya. Contoh penggunaan client side adalah
a.
Aplikasi yang dibuat memerlukan interaksi yang banyak dengan user,
misalkan aplikasi web untuk permainan kartu, catur, aplikasi
kalkulator, dan sebagainya.
b.
Pemeriksaan event pada browser, misalkan pemeriksaan pada saat
tombol klik kanan dari mouse ditekan, atau pada saat kombinasi
tombol pada keyboard ditekan.
Tidak dianjurkan menggunakan client side pada aplikasi web yang
membutuhkan
data
yang
banyak
dan
selalu
berubah-ubah
atau
menggunakannya untuk keperluan verifikasi user dan password.
2.6 Basis data dan Manajemen Basis Data
Basis Data adalah himpunan kelompok data yang saling berhubungan
yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali
dengan cepat dan mudah
Sistem Basis Data adalah komponen yang mendukung Basis Data agar
informasi tersedia dengan cepat dan akurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
19
Sistem Manajemen Basis Data/ Database Management System (DBMS)
adalah sebuah perangkat lunak yang mengelola basis data secara fisik, yang
akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil
kembali.
Tenik Normalisasi
Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis
data, teknik pengelompokkan atribut dari suatu relasi sehungga membentuk
struktur relasi yang baik tanpa redudansi.
Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada
kesulitan pada saat menambah/ insert, menghapus/ delete, mengubah/ update,
membaca/ retrieve pada satu database.
2.7 MySQL
MySQL
adalah
multiuser
database
yang
menggunakan
bahasa
Structured Query Lannguage (SQL). MySQL dalam operasi Client-Server
melibatkan Server daemon MySQL di sisi server dan berbegai macam program
serta library yang berjalan di sisi client. MySQL mampu menangani data yang
sangat besar.
SQL (Structured Query Lannguage) adalah bahasa yang digunakan untuk
mengakses dan memanipulasi data dalam basis data. Dalam tugas akhir ini
digunakan SQL untuk mengakses basis data server (server database). SQL
server merupakan sebuah program yang berfungsi untuk melayani permintaan
antrian basis data (Query database), yang salah satu contohnya adalah MySQL.
20
2. 8 Upload file/Pengiriman file
Pada saat browsing di Internet tentunya kita sering jumpai sebuah
website di mana kita dapat mengirimkan sebuah file balik berupa program
maupun gambar menuju server penyedia website.
Upload dapat diartikan mengirim file atau meletakkan file dari komputer
lokal menuju komputer server penyedia layanan. Dalam aplikasi web tingkat
tinggi, kita sering menjumpai aplikasi ini pada sebuah file manager penyedia web
hosting. Halaman ini disediakan bagi pelanggan untuk meletakkan file-file
webnya ke dalam komputer server.
Adapun langkah-langkah meng_upload file :
1. Setelah kita melakukan Count/mendaftar nomor seperti : User/
password/ database_name, maka selanjutnya dilakukan dump
pada file tersebut.
2. Lakukan pengaksesan alamat http : //mySQL.lab.akakom.
3. Kemudian masukkan user name dan password.
4. Cari dan pilih database anda dengan nama “db_the56”.
5. Pilih ‘SQL’
6. Cari db script anda (tipe teks/dump) kemudian browse dan Go.
Maka dilakukanlah peng_upload_an file.
Download