1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Barium

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Barium hexaferrite merupakan bahan magnet permanen yang banyak
dikenal. Barium hexaferrite memiliki rumus kimia BaFe12O19 (BaM) yang banyak
digunakan dalam media perekaman magnetik, perangkat microwave dan bidang
perisai elektromagnetik (Shams dkk, 2005). Barium hexaferrite secara ilmiah dan
teknologi sangat menarik, karena memiliki temperatur curie relatif tinggi, nilai
koersivitas tinggi dan medan anisotropi magnetik tinggi, serta memiliki stabilitas
kimia dan resistivitas korosi sangat baik (Ding dkk, 1998). Ferrite masih banyak
digunakan meskipun memiliki kekuatan magnetik kurang jika dibanding magnet
jenis lain. Karena sifat ini, banyak metode sintesis telah dikembangkan untuk
mendapatkan biaya produksi partikel serbuk barium ferit yang rendah. Barium
hexaferrite biasanya diproduksi dengan metode pencampuran konvensional
keramik oksida yang melibatkan kalsinasi campuran BaCO3 dan Fe2O3 pada suhu
900-1200oC. Baru-baru ini, telah banyak dikembangkan dengan prosess paduan
mekanik/mechanical alloying dengan energi yang sangat tinggi seperti yang
ditunjukkan Gambar 1.1.
Gambar 1.1 Proses mechanical alloying (Taguchi, 2004)
Kebutuhan magnet dari tahun ke tahun terus meningkat. Diperkirakan
kebutuhan magnet di Indonesia berkisar 1800 ton/tahun (Pramono, 2009),
sebagian besar kebutuhan magnet dipenuhi dari impor. Pemenuhan kebutuhan
1
2
dapat dipenuhi dari produk lokal, dimana di Indonesia bahan baku dasar magnet
tersedia dalam jumlah yang sangat besar. Untuk itu penting adanya penelitian
pengelolaan dan pemanfaatan bahan baku magnet untuk diolah secara mandiri
sehingga kebutuhan impor dapat dikurangi.
Pembuatan serbuk magnet dengan cara mechanical alloying saat ini masih
mahal karena besarnya enegi yang digunakan. Terdapat cara yang lebih mudah
yaitu dengan cara pencampuran konvensional namun dengan ukuran butir awal
yang lebih kecil sehingga kemungkinan terjadinya reaksi kimia antara senyawa
penyusun lebih besar. Perkembangan teknologi komposit saat ini banyak
menggunakan silika sebagai bahan aditif yang mampu memberikan sifat yang
berbeda pada suatu material yang ditambahkan. Penambahan bahan silika dalam
pembuatan material magnet digunakan untuk mengontrol pertumbuhan butir dan
juga meningkatkan kekuatan mekanik material. Selain itu penambahan material
silika diharapkan tidak akan mengurangi sifat magnet komposit.
1.2 Rumusan Masalah
Secara umum permasalahan dalam penelitian ini adalah :
a. Bagaimanakah pengaruh suhu sinter dan penambahan silika sebagai
penguat dalam pembuatan komposit berbasis BaFe12O19 terhadap sifat
mekanis komposit BaFe12O19/SiO2
b. Bagaimanakah pengaruh suhu sinter dan penambahan silika sebagai
penguat dalam pembuatan komposit berbasis BaFe12O19 terhadap sifat
magnet komposit BaFe12O19/SiO2.
c. Bagaimanakah pengaruh suhu sinter dan penambahan silika sebagai
penguat dalam pembuatan komposit berbasis BaFe12O19 terhadap
struktur mikro komposit BaFe12O19/SiO2
1.3 Asumsi dan Batasan Masalah
Dalam penelitian ini masalah dibatasi pada:
a. Suhu kalsinasi campuran Fe2O3 dan BaCO3 adalah 1050, 1100, 1150
dan 1200oC
3
b. Proses kompaksi pada pembentukan green body akan dilakukan
dengan tekanan kompaksi sebesar 23 MPa.
c. Ukuran serbuk awal Fe2O3 dan BaCO3 74
d. Komposisi silika adalah 0, 1, 2, 3 dan 4 wt.%
e. Temperatur sinter 1000, 1100 dan 1200°C dengan laju pemanasan
10˚C per menit ditahan selama 3 jam. Sintering dilakukan pada kondisi
atmosfir di dalam tungku pemanas.
f. Tidak ada pengaruh adanya O2 terhadap material saat kalsinasi
dikarenakan material sudah dalam bentuk oksida.
1.4 Tujuan Penelitian
a. Mengetahui pengaruh suhu sinter dan penambahan silika terhadap
densitas, kekerasan, kekuatan bending, ketangguhan,
b. Mengetahui pengaruh suhu sinter dan penambahan silika terhadap sifat
magnet komposit BaFe12O19/SiO2.
c. Mengetahui pengaruh suhu sinter dan penambahan silika terhadap struktur
mikro komposit BaFe12O19/SiO2.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini antara lain menambah ilmu pengetahuan
terutama dalam bidang material, komposit, keramik dan material magnet serta
pengembangan sebuah material baru yang terkait. Selain itu sebagai sumber
informasi baru bagi pihak-pihak yang ingin melakukan penelitian mengenai
komposit berbasis BaFe12O19 dengan penambahan material-material baru yang
lebih komplek dengan berbagai variasi, serta dapat digunakan sebagai bahan
referensi ilmiah dan sekaligus bisa bermanfaat bagi industri kecil dan menengah
yang berkembang di Indonesia.
1.6 Hipotesis
Penambahan silika sebagai penguat akan meningkatkan kekuatan mekanis
komposit BaFe12O19/SiO2 namun akan menurunkan sifat kemagnetan komposit
BaFe12O19/SiO2.
Download