SISTEM REKRUTMEN DAN PENGEMBANGAN

advertisement
SISTEM REKRUTMEN DAN PENGEMBANGAN GURU DI
SMP MANBA’UL ULUM PONDOK PESANTREN
ASSHIDDIQIYAH JAKARTA
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana
Pendidikan
Oleh:
Sholihat Nurfadillah
NIM. 1113018200035
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
ABSTRAK
Sholihat Nurfadillah, NIM: 1113018200035. Sistem Rekrutmen dan
Pengembangan Guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rekrutmen dan
pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem rekrutmen guru di SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta belum optimal karena
sistem rekrutmen yang digunakan lebih mengutamakan alumni pondok pesantren
Asshiddiqiyah sebagai calon guru. Metode rekrutmen guru yang digunakan lebih
kepada metode tertutup, karena informasi lowongan guru baru hanya
diinformasikan kepada guru SMP Manba’ul dan alumni saja yang menyebabkan
sekolah sulit mencari calon guru baru pada mata pelajaran tertentu seperti eksakta,
seni dan bimbingan konseling.
Kegiatan pengembangan guru yang dilaksanakan oleh SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta berupa seminar, arisan guru,
pembinaan oleh kepala sekolah dan yayasan, diskusi guru, pelatihan, sanggar
kebun jeruk, MGMP, rapat kerja, pengembangan bahasa di PARE, pendidikan
lanjut, workshop dan musyawarah melalui diskusi rumpun. Akan tetapi ada
beberapa kegiatan itu tidak rutin dan berlanjut karena keterbatasan dana dan
kemauan guru dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Kata kunci: Sistem Rekrutmen, Pengembangan, Guru, Pondok Pesantren
i
ABSTRACT
Sholihat Nurfadillah, NIM: 1113018200035. Teacher Recruitment and
Development System at Junior High School Manba'ul Ulum Asshiddiqiyah
Islamic Boarding School Jakarta.
This research aims to determine the system of recruitment and teacher
development in SMP Manba'ul Ulum Asshiddiqiyah Islamic Boarding School
Jakarta. The method that used in this research is the qualitative method. The data
collection techniques used of this study are observation techniques, interviews
and documentation. Data analysis technique that used in this research is data
reduction, data display and conclusion drawing or verification..
The results of this study indicate that the system of teacher recruitment in
SMP Manba'ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta are not optimal
because the recruitment system used prioritizes to alumna of Asshiddiqiyah
Islamic Boarding School as prospective teachers. The teacher recruitment method
is used more closely, because the vacancy information of new teacher is only
informed to SMP Manba'ul teachers and alumna that makes the school difficulty
to find a new teachers in certain subjects such as exact, art and counseling
subject.
Teacher development activities which are carried out by SMP Manba'ul
Ulum Asshiddiqiyah Islamic Boarding School Jakarta are seminars, teacher
gatherings, the guidance by the principals and foundations, teacher discussions,
training, Sanggar Kebon Jeruk, MGMP, language development at PARE, further
education, workshop and deliberations through discussion of clumps. However,
there are some activities that are not routine and they may continue because of
the limited funds and willingness of teachers to follow the activities
Keywords: Recruitment System, Development, Teacher, Islamic Boarding School
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur yang senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT
atas berkat Rahmat, Anugrah dan KaruniaNya kepada penulis, sehingga dapat
menyelesaikan penulisan skrispi ini sebagai syarat dalam mendapatkan gelar
Sarjana Pendidikan. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada
Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan umatnya hingga akhir zaman.
Selama proses penyelesaian skripsi ini penulis sadar banyak pihak yang telah
membantu dan membimbing penulis baik moral maupun materill kepada penulis.
Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1.
Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta;
2.
Dr. Hasyim Asy’ari, M.Pd. Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan dan Dosen
Pembimbing I, yang selalu meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam
membimbing dan mendukung dalam penulisan skripsi;
3.
Dr. H. Zainul Arifin Yusuf, M. Pd. Dosen Pembimbing II penulisan skripsi,
yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam membantu,
mengarahkan, mendukung, memotivasi dan membimbing penulis sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini;
4.
Seluruh Dosen dan Staff Program Studi Manajemen Pendidik yang telah
mendidik, membimbing dan memotivasi serta memberikan pelayanan yang
baik kepada penulis selama menjalani perkuliahan;
5.
KH.Noer Muhammad Iskandar, SQ. Selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta yang telah memberikan izin kepada penulis untuk
dapat melakukan penelitian, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi;
6.
Bapak H. Sadeli, M.Pd. Selaku Kepala Sekolah SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta yang telah memberikan izin kepada penulis
untuk dapat melakukan penelitian dan memberikan informasi untuk
melengkapi penulisan skripsi;
iii
7.
Guru-guru dan Staff Tata Usaha SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta yang telah bersedia meluangkan waktu untuk
memberikan informasi mengenai rekrutmen dan pengembangan guru serta
data sekolah;
8.
Kedua orang tua tercinta, Bapak Muhammad Iqbal dan Ibu Rakayah atas
segala doa, kasih sayang, motivasi, nasehat, dan dukungan moral maupun
materiil sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini;
9.
Adik tercinta Siti Fatimah Tuh’zahra, yang telah memberikan kasih sayang,
doa dan dukungan baik moral maupun materiil kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan skripsi ini;
10. Keluarga besar Alm. H. Suaib Hasan dan Alm. Waridah Hanim Sirait serta
Keluarga Besar Alm. H. Usman Anwar dan Hj. Safiah yang telah
memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan
skripsi;
11. Saudari-saudari Kakak Indah Miraz, Miftahul Jannah, Icha Chairunnisa dan
Kakak Murni yang memberikan doa, bantuan dan semangat kepada penulis
untuk menyelesaikan skripsi;
12. Sahabat Kampus (Ridha, Lael, Anggi, Ocha, Ovie, Eci, Atik, Anggi, Idah,
Nisa, Yulis, Yayah, NurHasanah dan Chacha) yang selalu mendukung,
membantu, memberi semangat dan membuat hari-hari menjadi lebih ramai,
ceria, dan penuh kenangan;
13. Teman-teman seperjuangan Manajemen Pendidikan 2013 khususnya kelas B
yang kompak, riang dan selalu memberikan semangat;
14. Sahabat tercinta Nurul Azmi, Salsabila alkatiri, Chyntia PS, Husnul KH, Iis
Rachma, Indika, Liya, Fira, Syita dan Ola yang selalu membantu dan support
penulis untuk menyelesaikan skripsi ini;
15. Teman-teman KKN Darmades tersayang Silvia dan Icha yang selalu
memberikan keceriaan dan semangat kepada penulis untuk menyeselaikan
skripsi ini;
16. Semua pihak yang telah membantu untuk menyelesaikan skripsi ini.
iv
DAFTAR ISI
ABSTRAK ...........................................................................................................i
ABSTRACT .........................................................................................................ii
KATA PENGANTAR .........................................................................................iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR ...........................................................................................viii
DAFTAR TABEL ...............................................................................................ix
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................x
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah .........................................................................1
B. Identifikasi Masalah. ...............................................................................5
C. Pembatasan Masalah ...............................................................................6
D. Rumusan Masalah ...................................................................................6
E. Tujuan Penelitian.....................................................................................7
F. Manfaat Peneltian ....................................................................................7
BAB II KAJIAN TEORI ....................................................................................8
A. Sistem Rekrutmen Guru ........................................................................8
1. Pengertian Sistem...............................................................................8
2. Pengertian Rekrutmen ........................................................................9
3. Sistem Rekrutmen ..............................................................................10
4. Tujuan Rekrutmen .............................................................................10
5. Alasan-alasan Dasar Rekrutmen ........................................................11
6. Sumber Rekrutmen ...........................................................................12
7. Metode Rekrutmen.............................................................................17
8. Proses Rekrutmen Guru .....................................................................18
9. Rekrutmen Efektif ..............................................................................23
10. Faktor yang Mempengaruhi Proses Rekrutmen ................................24
11. Hambatan Rekrutmen .......................................................................25
12. Evaluasi Rekrutmen ..........................................................................27
v
B. Pengembangan Guru ...............................................................................29
1. Pengertian Pengembangan ..................................................................29
2. Tujuan Pengembangan ........................................................................30
3. Pengembangan Profesi Guru...............................................................32
4. Proses Pengembangan Guru ...............................................................34
5. Metode Pengembangan .......................................................................36
6. Peserta Pengembangan........................................................................37
7. Fokus Pengembangan Guru ................................................................38
8. Jenis-jenis Kegiatan Pengembangan Guru..........................................40
9. Kegiatan dan Persyaratan Pengembangan Guru .................................41
10. Kendala-kendala Pengembangan ......................................................45
C. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................46
D. Kerangka Berfikir ...................................................................................49
BAB III METODOLOGI PENELITIAN .........................................................52
A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................52
B. Metode Penelitian ...................................................................................52
C. Sumber Data ............................................................................................53
D. Teknik Pengumpulan Data......................................................................54
E. Instrumen Pengumpulan Data .................................................................55
F. Uji Keabsahan Data .................................................................................56
G. Teknik Analisis Data ..............................................................................57
BAB IV HASIL PENELITIAN ..........................................................................58
A. Gambaran Umum SMP Manba’ul Ulum ................................................58
1. Sejarah Singkat SMP Manba’ul Ulum ................................................58
2. Profil SMP Manba’ul Ulum ................................................................60
3. Visi dan Misi SMP Manba’ul Ulum ...................................................61
4. Struktur Organisasi .............................................................................62
5. Sarana dan Prasarana SMP Manba’ul Ulum .......................................63
6. Program Kerja SMP Manba’ul Ulum .................................................64
7. Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Manba’ul Ulum ................67
8. Keadaan Siswa SMP Manba’ul Ulum .................................................69
vi
9. Tata Tertib Guru SMP Manba’ul Ulum ............................................70
B. Deskripsi dan Analisis Data ....................................................................73
C. Temuan....................................................................................................96
BAB V PENUTUP ...............................................................................................98
A. Kesimpulan .............................................................................................98
B. Saran........................................................................................................99
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................101
LAMPIRAN-LAMPIRAN ...............................................................................105
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Skema Kerangka Berfikir ..................................................................47
Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMP Manba’ul Ulum ........................................60
Gambar 4.2 Alur Kegiatan Rekrutmen Guru ........................................................82
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Keunggulan dan Kelemahan Rekrutmen Karyawan
Internal dan Eksternal .............................................................................16
Tabel 2.2 Pembinaan dan Pengembangan Keprofesian Guru ...............................40
Tabel 3.1 Rincian Kegiatan Penelitian ..................................................................50
Tabel 3.2 Pedoman Wawancara ............................................................................53
Tabel 3.3 Pedoman Studi Dokumentasi ................................................................54
Tabel 4.1 Sarana Prasarana SMP Manba’ul Ulum................................................61
Tabel 4.2 Tenaga Kependidikan SMP Manba’ul Ulum ........................................63
Tabel 4.3 Data Guru SMP Manba’ul Ulum ..........................................................66
Tabel 4.5 Data Jumlah Siswa Tiap Angkatan .......................................................67
Tabel4.6 Data Siswa Tiga Bulan Terakhir yang Melanjutkan
Ke Asshiddiqiyah ..................................................................................67
Tabel 4.7 Prestasi Siswa ........................................................................................67
Tabel 4.8 Aktivitas Pesantren ...............................................................................68
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Bimbingan Skripsi ..................................................................106
Lampiran 2 Surat Izin Penelitian.........................................................................107
Lampiran 3 Surat Balasan Penelitian ..................................................................108
Lampiran 4 Lembar Uji Referensi ......................................................................109
Lampiran 5 Instrumen Pedoman Wawancara .....................................................116
Lampiran 6 Hasil Wawancara .............................................................................128
Lampiran 7 Lamaran Pekerjaan .........................................................................182
Lampiran 8 Tes Akademik ..................................................................................188
Lampiran 9 Intrumen Rekrutmen Guru Microteaching Class ............................189
Lampiran 10 Surat Keputusan .............................................................................191
Lampiran 11 Ijazah SMP Manba’ul Ulum ..........................................................193
Lampiran 12 Sertifikat Hasil Ujian Nasional ......................................................195
Lampiran 13 Ijazah Pondok Pesantren Asshiddiqiyah........................................196
Lampiran 14 Sertifikat Diniyah Takmiliyah Manba’ul Ulum ............................198
Lampiran 15 Hasil Rapat Rumpun Mata Pelajaran.............................................200
Lampiran 16 Distribusi Jam Mengajar Guru ......................................................205
Lampiran 17 Dokumentasi ..................................................................................206
x
xi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas cita-cita bangsa dapat
terwujud. Pendidikan memiliki tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
dan membentuk karakter manusia kearah yang lebih baik. Seperti yang tertera
dalam Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 Pendidikan nasional berfungsi
Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.1
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, karena pendidikan merupakan cara untuk membentuk manusia yang
berakhlak, cerdas dan merupakan suatu proses pembentukan karakter. Sumber
daya manusia yang profesional sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
Karena dengan adanya sumber daya manusia yang profesional tujuan dari
pendidikan dapat tercapai. Sumber daya manusia yang profesional juga nantinya
dapat melahirkan peserta didik yang kompeten serta dapat mempengaruhi mutu
pendidikan.
Menurut mantan menteri pendidikan Indonesia Wardiman Djoyonegoro
dalam Mulyasa (2011:3), sedikitnya ada tiga syarat yang harus diperhatikan
dalam pembangunan pendidikan salah satunya adalah guru dan tenaga
kependidikan2
1
Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
2
Pahrudin, “Peningkatan Kinerja dan Pengembangan Profesionalitas Guru sebagai Upaya
Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia”, Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Ekonomi
&Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan Universitas Sebelas Maret, 2015.
1
2
Dunia pendidikan tak lepas dari campur tangan seorang guru, karena pada
dasarnya guru yang memegang andil besar dalam dunia pendidikan. Guru yang
professional mampu memajukan sekolah serta meningkatkan kecerdasan peserta
didik, dapat dengan cepat menerima perkembangan ilmu pengetahuan, yang
nantinya dapat diaplikasikan kepada peserta didik, dapat menjawab tantangan
baru dalam dunia pendidikan, masalah baru dalam pendidikan serta dapat
mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah tersedia.
Guru yang professional sangat diperlukan dalam meningkatkan mutu sekolah
dan menyiapkan peserta didik untuk menjadi manusia yang unggul dan
kompeten. Ketercapaian visi, misi serta tujuan sekolah juga tergantung
bagaimana guru yang ada di sekolah. Begitu besar dampak guru terhadap
perkembangan kecerdasan peserta didik, sangat disayangkan apabila potensi
peserta didik yang sangat baik tidak ditunjang dengan guru yang profesional.
Menurut Sonhadji, “dalam menghadapi persaingan global dewasa ini,
Indonesia memiliki daya saing yang masih rendah. Hal ini terletak pada
rendahnya kualitas SDM. Pendidikan merupakan upaya meningkatkan
kualitas SDM yang paling efektif. Demikian pula diungkapkan oleh
Sanusi, bahwa dewasa ini pendidikan tak salah lagi dikatakan sebagai
poros utama yang menjalankan fungsi pengembangan sumber daya
manusia3.
Pada zaman era globalisasi seperti sekarang ini, guru memiliki tanggung
jawab yang besar dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi informasi menuntut guru untuk
terus belajar dan mengikuti perkembangan zaman agar kualitas mengajar guru
menjadi lebih baik. Dengan kualitas mengajar guru yang baik, peserta didik
dapat menerima pelajaran dengan baik yang berdampak langsung terhadap
prestasi peserta didik dan mutu sekolah.
Tentunya untuk mendapatkan guru yang professional sekolah harus
mengoptimalkan sistem rekrutmen, karena rekrutmen adalah hal yang sangat
penting dan sebaiknya mendapatkan perhatian yang utama. Rekrutmen
merupakan tolak ukur sekolah untuk mendapatkan guru yang professional,
3
Almira Amir, Pengembangan Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran Melalui Model
Lesson Study , Pengembangan Profesionalisme Guru, Vol. 1, 2013, h. 131.
3
karena pada proses rekrutmen pihak sekolah dapat memilih calon guru yang
sesuai dengan kriteria dan tujuan sekolah.
Tentunya dalam melaksanakan kegiatan rekrutmen guru, sekolah harus
melihat terlebih dahulu kebutuhan yang diperlukan oleh sekolah khususnya
kebutuhan pengadaan guru baru atau analisis jabatan. Seperti yang tertera dalam
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 Tentang PokokPokok Kepegawaian bagian ketiga Formasi dan Pengadaan Pasal 15, “jumlah
dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan dalam formasi untuk
jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus
dilaksanakan.”4
Adapun kegunaan dari analisis jabatan adalah agar sekolah mendapatkan
guru sesuai dengan kebutuhan, beban kerja dan syarat yang telah ditentukan
sekolah. Apabila sekolah tidak melakukan analisis jabatan tentunya sekolah
tidak dapat mencapi tujuan dari rekrutmen guru itu sendiri dan terjadinya
kekeliruan dalam rekrutmen.
Kekeliruan dalam proses rekrutmen dapat berakibat tidak baik terhadap
keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang nantinya berdampak pada
prestasi peserta didik dan tujuan sekolah. Fungsi rekrutmen adalah untuk
mendapatkan guru yang professional, hendaknya rekrutmen dilakukan secara
optimal dan sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia di sekolah serta
memperhatikan kualifikasi guru dan latar belakang pendidikan agar sesuai dengan
mata pelajaran yang diajarkan.
Permasalahan yang sering terjadi dalam sistem rekrutmen guru pondok
pesantren adalah rekrutmen yang kurang memperhatikan latar belakang
pendidikan guru dan rekrutmen hanya diinformasikan kepada karyawan atau
orang tertentu saja. Seperti yang terjadi pada sistem rekrutmen guru di SMP
Manba’ul Ulum Pondok Asshiqiyah Jakarta yaitu rekrutmen guru hanya
diinformasikan kepada guru dan alumni saja, rekrutmen yang kurang
4
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok
Kepegawaian
4
memperhatikan latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang
diajarkan dan tidak adanya panitia rekrutmen guru.
Berdasarkan pengamatan penulis, mayoritas sistem rekrutmen sumber daya
manusia pada pondok pesantren hanya memberikan peluang kepada alumni dari
pondok pesantren. Hal ini berdampak pada kemajuan pondok pesantren, karena
yang direkrut hanya alumni atau yang berlatar belakang pendidikan pondok
pesantren membuat pondok pesantren tersebut terbatas dalam menerima atau
mengaplikasikan pembelajaran dan ilmu pengetahuan teknologi dari luar.
Disisi lain rekrutmen yang hanya diinformasikan kepada karyawan atau
orang tertentu di pondok pesantren juga memberikan dampak positif yaitu calon
guru mudah untuk beradaptasi dengan pondok pesantren karena pada dasarnya
mereka alumni pondok tersebut yang sudah terbiasa dengan program dan
kegiatan sekolah, melestarikan tradisi yang sudah melekat pada pondok
pesantren, membantu alumni pondok pesantren tersebut untuk mendapatkan
pekerjaan yaitu dengan mengajar di pondok pesantren itu kembali terutama
untuk guru agama. Tidak sedikit guru yang berasal dari pondok pesantren
memiliki kompetensi mengajar yang baik dan sesuai dengan persyaratan pondok
pesantren, hal ini tentunya dapat membantu untuk mencapai tujuan dari pondok
pesantren.
Untuk mendapatkan guru yang profesional tidak terhenti pada rekrutmen
saja, pihak pondok pesantren dan sekolah hendaknya melakukan kegiatan
pengembangan guru. Seperti yang tertera dalam Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-undang
Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Bagian keenam
Pendidikan dan Pelatihan Pasal 31 yaitu, “untuk mencapai daya guna dan hasil
guna yang sebesar-besarnya diadakan pengaturan dan pengelenggaraan
pendidikan dan pelatihan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang bertujuan untuk
meningkatkan pengabdian, mutu, keahlian, kemampuan dan keterampulan”.5
5
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian
5
Pada dasarnya pengembangan guru itu sendiri berfungsi untuk menambah
keilmuan guru, meningkatkan profesionalitas seorang guru, menambah
kemampuan mengajar guru yang nantinya berdampak pada kemajuan prestasi
belajar peserta didik, dan tercapainya tujuan dari pendidikan.
Salah satu strategi yang perlu dilakukan untuk tetap menjaga eksistensi
pondok pesantren adalah melalui pengembangan SDM. Pengembangan SDM
ini penting dilakukan dipondok pesantren untuk dapat memberikan jaminan
kualitas lulusan yang dihasilkan oleh pondok pesantren. Pengembangan SDM
harus mendapat perhatian sungguh-sungguh berdasarkan perencanaan
sistematik dan rinci yang mengacu kemasa depan (Hamalik, 2003).6
Manfaat yang dirasakan dengan adanya pengembangan guru tidak hanya
berdampak pada guru tersebut saja, tetapi berdampak positif pada pondok
pesantren karena dapat membuat pondok pesantren diterima dimasyarakat,
diakui keberadaannya dan melahirkan lulusan yang kompeten. Permasalah yang
sering dijumpai dalam pengembangan guru di pondok pesantren adalah
minimnya kegiatan pengembangan guru yang dilakukan, keterbatasan dana, dan
kemauan guru untuk melaksanakan kegiatan pengembangan. Seperti yang terjadi
pada kegiatan pengembangan guru di SMP Manba’ul ulum yaitu minimnya
kegiatan pengembangan guru yang dilaksanakan.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk
menjadikan bahan kajian penelitian skripsi dengan judul “Sistem Rekrutmen dan
Pengembangan Guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis mengidentifkasi
permasalahan sistem rekrutmen dan pengembangan guru pada bagian sistem
rekrutmen guru dan pengembangan guru.
1. Rekrutmen guru hanya diinformasikan kepada guru dan alumni SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
6
Haromain, Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pondok
Pesantren, Jurnal Pendidikan Humaniora, 2013, h. 137.
6
2. Rekrutmen yang kurang memperhatikan latar belakang pendidikan guru
dengan mata pelajaran yang diajarkan
3. Tidak adanya panitia rekrutmen
4. Minimnya pengembangan guru yang dilakukan oleh sekolah dan pondok
pesantren.
C. Pembatasan Masalah
Agar pembahasan yang dipaparkan lebih terfokus, penulis memberikan
batasan masalah yang akan diteliti pada sistem rekrutmen dan pengembangan
guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah ini dimaksudkan agar penelitian tidak melebar
permasalahannya, sehingga mudah memahami hasilnya. Adapun pokok
permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana sistem Rekrutmen dan
Pengembangan Guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta.
1. Sistem Rekrutmen Guru
a. Bagaimana sistem rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum
Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ?
b. Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon guru untuk dapat
menjadi guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta ?
c. Siapa saja yang terlibat dalam rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ?
d. Apa saja hambatan dalam melaksanakan rekrutmen guru di SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ?
e. Bagaimana solusi terhadap hambatan tersebut?
2. Sistem Pengembangan Guru
a. Bagaimana sistem pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta?
7
b. Apakah ada hambatan dalam pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta?
c. Bagaimana solusinya untuk menyelesaikan hambatan tersebut?
E. Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan atau aktivitas yang didasari pasti mempunyai tujuan yang
hendak dicapai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui sistem rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
2. Untuk mengetahui pengembangan guru SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
3. Memberikan masukan dan pertimbangan bagi kepala sekolah dalam
penyelenggaraan sistem rekrutmen dan pengembangan guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
F. Manfaat Penelitian
1. Untuk menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan bagi penulis
terutama dalam hal mempelajari masalah yang berkaitan dengan sistem
rekrutmen dan pembinaan guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta
2. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi kepala yayasan, kepala
sekolah, guru, pemerintah dan instansi yang berkaitan dengan sistem
rekrutmen dan pengembangan guru.
3. Memperbaiki sistem rekrutmen dan pengembangan guru di SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
4. Sebagai bahan acuan atau literatur bagi peneliti lain yang berkepentingan
dengan tema yang sama yaitu Rekrutmen dan pengembangan guru.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Sistem Rekrutmen Guru
1. Pengertian Sistem
Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani systema yang mempunyai
pengertian demikian:
a. Suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (whole
compounded of several parts -Shrode dan Voich, 1974:115).
b. Hubungan yang berlangsung di antara satuan-satuan atau komponen
secara teratur (an organized, functioning relationship among units or
components- Awad, 1979:4).
Jadi, dengan kata lain istilah systema itu mengandung arti
sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur
dan merupakan satu keseluruhan (a whole).7 Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, “sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling
berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas”.8 Sistem pada dasarnya
berarti suatu keseluruhan yang terdiri dari beberapa unsur yang saling
berkaitan dan saling pengaruh mempengaruhi. Setiap unsur tidak berdiri
sendiri, sehingga suatu sistem tidak sekedar terdiri dari penjumlahan unsurunsurnya. Setiap unsurnya mempunyai fungsi untuk mewujudkan sistem
sebagai suatu kesatuan/keseluruhan yang bermakna secara utuh.9
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem
merupakan komponen atau unsur yang saling berkaitan secara teratur dan
saling mempengaruhi, setiap unsur memiliki fungsi untuk mewujudkan
sistem secara keseluruhan yang nantinya dapat mencapai tujuan.
7
Tatang Amirin, Pokok-Pokok Teori Sistem, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011),
Cet. 10, h.1
8
Departemen Pendidikan, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, (Jakarta: Balai
Pustaka, 2007), h. 1076
9
Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif,
(Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011), Cet.8, h. 163
8
9
2.
Pengertian Rekrutmen
Rekrutmen merupakan proses menarik orang-orang atau pelamar yang
mempunyai minat dan kualifikasi yang tepat untuk mengisi posisi atau
jabatan tertentu.10 Menurut Veithzal Rivai (2009:1), “Rekrutmen pada
hakikatnya merupakan proses menentukan dan menarik pelamar, yang
mampu untuk bekerja dalam suatu perusahaan”. Menurut Yunarsih dan
Suwatno (2008:102), “Perekrutan merupakan kegiatan untuk mendapatkan
sejumlah tenaga kerja dari berbagai sumber, sesuai dengan kualifikasi
yang dibutuhkan, sehingga mereka mampu menjalankan misi organisasi
untuk merealisasikan visi dan tujuannya”.11
Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa rekrutmen
merupakan proses mendapatkan tenaga kerja, sesuai dengan persyaratan
kualifikasi yang dibutuhkan, yang mampu bekerja dalam suatu perusahaan
dan mampu menjalankan misi agar dapat mewujudkan visi dan tujuan dari
perusahaan.
Pengertian rekrutmen menurut Sulistiyani dan Rosidah (2009) adalah:
Rekrutmen sebagai proses mencari, menemukan dan menarik para
pelamar untuk menjadi pegawai pada dan oleh organisasi tertentu atau
sebagai aktivitas mencari dan memikat para pelamar kerja dengan
motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan
guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan
kepegawaian. 12
Berdasarkan pengertian rekrutmen di atas dapat disimpulkan bahwa
rekrutmen merupakan proses pencarian untuk menemukan pegawai yang
dibutuhkan oleh organisasi, atau serangkaian kegiatan mencari dan
mendorong para pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian dan
pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan yang mungkin
akan terjadi pada karyawan nantinya. Kegiatan rekrutmen merupakan hal
10
Heman Sofyandi, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008),
Cet. 1, h. 100
11
Suwatno dan Donni Juni Priansa, Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan
Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2013), Cet. 3, h. 62-63
12
Burhanuddin Yusuf, Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Keuangan
Syariah, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), Cet. 1, h. 94
10
yang penting karena untuk menanggulangi apabila kekurangan pegawai
yang memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh organisasi.
3.
Sistem Rekrutmen
Berdasarkan penjelasan tentang pengertian sistem dan rekrutmen,
dapat disimpulkan bahwa sistem rekrutmen adalah komponen atau unsur
yang saling berkaitan dan berhubungan untuk mendapatkan calon tenaga
kerja baru yang dibutuhkan oleh organisasi, sesuai dengan kriteria yang
dibutuhkan, yang mampu bekerja dalam suatu organisasi agar nantinya
dapat mewujudkan visi dan misi organisasi serta mencapai tujuan
organisasi.
4. Tujuan Rekrutmen
Tujuan umum rekrutmen adalah untuk menyiapkan sejumlah calon
tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas dan potensial bagi
sekolah. Tujuan rekrutmen secara spesifik adalah:
a.
Untuk menetapkan kebutuhan rekrutmen sekolah masa sekarang dan
yang akan datang hubungannya dengan perencanaan SDM dan Job
analysis
b.
Untuk
meningkatkan
sejumlah
calon
tenaga
pendidik
dan
kependidikan dengan biaya minimum.
c.
Untuk membantu meningkatkan angka keberhasilan dari proses
seleksi
dengan
menurunkan
sejumlah
tenaga
pendidik
dan
kependidikan yang bermutu rendah (underqualified) atau bermutu
terlalu tinggi (overqualified) dengan jelas
d.
Untuk membantu menurunkan kemungkinan tenaga pendidik dan
kependidikan yang setelah direkrut dan diseleksi, akan hengkang dari
sekolah setelah beberapa saat kemudian
e.
Untuk memenuhi tanggung jawab sekolah bagi program tindakan
persetujuan dan hukum lain serta kewajiban sosial yang berurusan
dengan komposisi tenaga pendidik dan kependidikan
11
f.
Untuk mengawali identifikasi dan menyiapkan tenaga pendidik dan
kependidikan potensial yang akan menjadi calon tenaga pendidik dan
kependidikan yang sesuai
g.
Untuk meningkatkan keefektifan sekolah dan individu dalam jangka
pendek dan panjang
h.
Untuk mengevaluasi keefektifan teknik dan pencarian rekrutmen yang
beragam dari semua jenis tenaga pendidik dan kependidikan.13
Khan (2008:124) the primary purpose of recruiting is identifying and
attracting potensial employees.14 (dengan terjemahan tujuan utama
perekrutan adalah mengidentifikasi dan menarik pekerja profesional). Pada
dasarnya tujuan utama dilaksanakannya kegiatan rekrutmen guru di
sekolah adalah untuk mendapatkan dan menarik guru yang profesional
sesuai dengan persyaratan yang telah dibuat sekolah.
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan
rekrutmen guru memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai oleh
sekolah. Tujuan dari kegiatan rekrutmen tentunya ingin mendapatkan guru
yang sesuai dengan persyaratan sekolah yang nantinya secara bersamasama mampu melaksanakan misi dari sekolah agar visi sekolah dapat
terlaksana serta meningkatkan kualitas sekolah dan prestasi peserta didik.
5. Alasan Dasar Rekrutmen
Dalam lingkup pendidikan, rekrutmen sumber daya manusia lebih
banyak difokuskan pada pengadaan guru di sekolah. Adapun alasan yang
melatarbelakangi perlunya kegiatan rekrutmen guru di sekolah:15
a. Perluasan sekolah, baik perluasan daya tampung siswa (pupil
enrollment)
13
maupun
perluasan
atau
pengembangan
program
Pendidikan dan Pelatihan, Manajemen Sumber Daya Tenaga Pendidik dan
Kependidikan Sekolah, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu
Pendidik dan Temaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008, h. 63-64
14
Vini Jane Koropit, A Study On Effectiveness Of Recruitment Process In PT. Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) Prisma Dana Manado, Jurnal EMBA, 2014, pp. 634-639
15
Nurul Ulfatin, Manajemen Sumber Daya Manusia Bidang Pendidikan, (Jakarta:
Rajawali Press, 2016), h. 50
12
pendidikan, sehingga memerlukan tambahan jumlah guru yang
relevan;
b. Keluarnya guru akibat ketidakpuasan kondisi kerja, gaji yang rendah,
dan faktor-faktor lain, sehingga mengakibatkan kekurangan guru;
c. Adanya mutasi atau pemindahan guru ke sekolah atau jabatan lain; dan
d. Pengadaan dan pendirian sekolah baru, sehingga diperlukan guru
sebagai prasyarat dapat diselenggarakan proses layanan pendidikan.16
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa,
rekrutmen tidak begitu saja terjadi, ada beberapa alasan seperti yang
diuraikan di atas yang melatarbelakangi harus diadakannya kegiatan
rekrutmen.
6. Sumber Rakrumen
Terdapat dua sumber rekrutmen yaitu sumber internal dan sumber
eksternal. Sumber internal lebih kepada sumber yang berasal dari dalam
organisasi sedangkan sumber eksternal sumber yang berasal dari luar
organisasi.
a. Sumber Internal (Dari Dalam Organisasi)
Untuk melakukan rekrutmen internal, kegiatan yang populer dan
banyak digunakan adalah rencana suksesi, pengisian jabatan dan
penempatan sementara. Rekrutmen tenaga kerja dari sumber internal
artinya mengisi kekosongan jabatan dari dalam organisasi atau
perusahaan itu sendiri. Suatu pertimbangan yang sering dikemukakan
adalah perhatian terlebih dahulu ditunjukan kepada orang dalam. Inilah
yang sering disebut dengan “the promotion from within”, yang berarti
kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka
masing-masing di jabatan yang baru atas dasar prestasi sebelumnya yang
sudah ditunjukkan. Keadaan inilah yang memungkinkan terciptanya “the
right man on the right place”. Selain itu biaya yang dikeluarkan relative
murah. Hanya saja terdapat kelemahan, yakni kesulitan yang dapat
16
Ibid., h. 51
13
timbul dalam menentukan dan memilih karyawan yang akan dipilih.
Dasar kriteria apa yang akan digunakan? jasa, senioritas, pretasi atau
yang lainnya?17
Apabila kriteria senior akan dipilih, belum tentu yang berpredikat
senior itu akan lebih baikdan bermutu dari pada yang junior. Apabila
berdasarkan prestasi, maka harus seobjektif mungkin, jangan sampai
pilih kasih atau atas dasar emosi yang tentunya menjadi tidak wajar lagi.
Selain itu, cara promotion from within tersebut akan membatasi
kemungkinan masuknya ide-ide baru yang justru dari luar organisasi.
Untuk mengatasi kelemahan, organisasi harus mempunyai data yang
lengkap dan benar, baik tentang semua jabatan yang ada maupun tentang
karyawan dalam organisasi yang bersangkutan. Harus jelas kriteria yang
akan dipakai untuk memungkinkan suatu promosi.18
b. Sumber Eksternal (Dari Luar Organisasi)
Jika sumber dari dalam belum cukup atau sudah tidak mungkin
lagi, langkah lain untuk menarik tenaga kerja adalah dari sumber di luar
organisasi atau perusahaan. Tentu saja tenaga kerja tersebut harus
memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Sumber-sumber tenaga dari
luar organisasi dapat dimanfaatkan antara lain:19
1) Teman atau Anggota Keluarga Karyawan
Suatu rekomendasi tertentu dari karyawan dalam organisasi atau
perusahaan yang bersangkutan pada dasarnya merupakan screening
pendahuluan. Belum tentu yang bersangkutan memenuhi syarat,
namun paling tidak sudah ada jaminan bahwa rekomendasi tersebut
tidak sembarangan. Kelemahan adalah kemungkinan timbulnya
nepotisme dalam penentuan karyawan yang diterima.
17
Burhanuddin Yusuf, Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Keuangan Syariah,
(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), Cet. 1, h. 102
18
Ibid.
19
Ibid., h. 103
14
2) Lamaran yang Masuk Secara Kebetulan
Dapat pula terjadi, perusahaan tidak atau belum mengumumkan
suatu lowongan pekerjaan, tetapi ada lamaran yang dating. Pelamar
semacam ini kalau memang ternyata memenuhi syarat, mungkin saja
dapat diterima dalam perusahaan.20
3) Lembaga Pendidikan
Lulusan suatu lembaga pendidikan merupakan tenaga-tenaga yang
dapat dimanfaatkan untuk mengisi lowongan jabatan. Lowongan
tersebut diisi oleh mereka yang memenuhi persyaratan pendidikannya.
Dengan makin berkembangnya jabatan dalam perusahaan, maka
persyaratan yang timbul akan semakin kompleks dan teknis sehingga
memerlukan tenaga-tenaga lulusan sekolah-sekolah tinggi untuk
mempermudah memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan.21
4) Badan-badan Penempatan Kerja
a) Badan pencarian tenaga kerja yang dibentuk bersama oleh dua atau
lebih
perusahaan
yang
membutuhkan
tenaga
kerja
untuk
perusahaan itu sendiri.
b) Badan swasta yang khusus didirikan untuk mencari tenaga kerja.
Umumnya badan semacam ini mencari laba dan merupakan tempat
pendaftaran mereka yang menganggur atau sedang mencari
pekerjaan. Badan inilah yang nantinya akan menawarkan kepada
perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
c) Jawatan kantor tenaga atau suatu badan pemerintah yang khusus
didirikan untuk bertugas mencari tenaga kerja. 22
5) Iklan/Advertensi
Penggunaan iklan/advertensi dalam mencari tenaga kerja yang
dibutuhkan oleh suatu organisasi banyak dilakukan dalam praktiknya.
Rekrutmen tenaga kerja melalui iklan/advertensi merupakan hal yang
umum dilaksanakan di berbagai negara atau di manapun terjadi
20
Ibid.
Ibid., h. 104
22
Ibid.
21
15
kebutuhan tenaga kerja. Cara ini dianggap memudahkan memperoleh
calon tenaga kerja yang cukup banyak sehingga membuka
kemungkinan yang besar untuk memilih yang terbaik. Ada dua macam
iklan, yaitu:
a)
Blind Advertisement, yakni advertensi yang tidak menyebutkan
nama perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
b) Open
Advertisement,
yakni
advertensi
yang
jelas-jelas
menyebutkan nama perusahaan yang membutuhkan tenaga
kerja.23
6) Sumber-sumber Lain
a) Lingkungan pertanian (pada musim paceklik)
b) Imigran/Urbanisasi (dari luar negeri maupun dari desa ke kota)
c) Organisasi-organisasi tertentu (organisai buruh, veteran)24
7) Rekrutmen melalui Organisasi Profesi
Dapat dilakukan bila kita mencari tenaga-tenaga professional dan
spesialis tertentu melalui pendekatan langsung. Organisasi yang sudah
aktif di Indonesia antara lain:
a) Perhimpunan Manajemen SDM Indonesia
b) Indonesia Marketing Association (IMA)
c) IKATAN Akuntansi Indonesia (IAI) 25
8) Balai Latihan Keterampilan
Di Indonesia juga terdapat Balai Latihan Keterampilan (BLK),
yang
bertugas
membantu
pencari
kerja
untuk
memperoleh
keterampilan kerja tertentu. Dari balai ini dapat diperoleh sejumlah
calon yang direkomendasikan, namun jika jumlahnya melebihi
kebutuhan dapat dan perlu pula diseleksi melalui proses yang
obyektif.26
23
Ibid., h. 105
Ibid.
25
Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2009), Cet. 3, h. 53
26
Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif,
(Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011), Cet.8, h. 181
24
16
9) Leasing ( tenaga kerja honorer atau kerja kontrak)
10) Nepotisme27
Tabel 2.1
Keunggulan dan Kelemahan Rekrutmen Karyawan
Internal dan Eksternal
Rekrutmen Internal
Rekrutmen Eksternal
Keunggulan:
Keunggulan:
1. Karyawan
telah
familiar 1. Memiliki
dengan perusahaan
gagasan
pendekatan baru
2. Biaya rekrutmen dan pelatihan 2. Bekerja
lebih rendah
moral
dan
motivasi karyawan
4. Peluang
penilaian
mulai
lembaran
3. Meningkatkan
berhasil,
kemampuan
dan
dengan
bersih
memperhatikan
dan
spesifikasi
pengalaman
karena 3. Tingkat
dan
keahlian lebih tepat.
pengetahuan
dan
keahlian tidak tersedia dalam
perusahaan yang sekarang
Kelemahan:
Kelemahan:
1. Konflik politik promosi posisi
1. Keterbatasan keteraturan antara
2. Tidak berkembang
3. Masalah
dipromosikan
moral
karyawan dan perusahaan
tidak 2. Moral dan komitmen karyawan
rendah
3. Periode
penyesuaian
yang
28
lama
Berdasarkan uraian sumber tenaga kerja diatas, kebijakan yang
diambil oleh organisasi dalam merekrut tenaga kerja berasal dari dalam
organisasi itu sendiri membawa keuntungan dan kelemahan. Melihat dari
27
Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, (Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2008), Cet. 8, h. 176
28
Sjafri Mangkuprawita, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik, (Bogor: Ghalia
Indonesia, 2011), Cet. 1, h. 94
17
kelemahan-kelemahan yang terjadi, sebaiknya organisasi tidak hanya
melakukan rekrutmen dari dalam saja, akan tetapi dari luar juga, agar tidak
terjadinya pembatasan bakat yang sebenarnya tersedia bagi organisasi.
Dengan begitu
organisasi dapat mengembangkan serta memajukan
organisasi ke arah yang lebih baik.
Banyak sumber yang dapat dimanfaatkan untuk merekrut sumber
tenaga kerja dari luar organisasi. Tentunya sumber-sumber dari luar
tersebut juga memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing.
Organisasi juga harus tetap memperhatikan kekurangan dan kelebihan dari
beberapa sumber, agar nantinya dapat memilih sumber rekrutmen yang
baik untuk organisasi dan berdampak positif untuk kelangsungan
organisasi.
7. Metode Rekrutmen
Metode yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan
rekrutmen adalah sebagai berikut:
a. Metode Tertutup
Metode tertutup adalah ketika rekrutmen hanya diinformasikan
kepada para karyawan atau orang-orang tertentu saja. Akibatnya,
lamaran yang masuk relatif sedikit sehingga kesempatan untuk
mendapatkan karyawan yang baik sulit.
b. Metode terbuka
Metode terbuka adalah ketika rekrutmen diinformasikan secara
luas dengan memasang iklan pada media massa cetak maupun
elektronik, agar tersebat luas ke masyarakat. Dengan metode terbuka
diharapkan lamaran banyak masuk sehingga kesempatan untuk
mendapatkan karyawan yang qualified lebih besar.29
29
Melayu S.P Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT Bumi Aksara,
2012), Cet.16, h.44
18
Berdasarkan penjelasan metode rekrutmen di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa, ada dua metode rekrutmen yaitu metode tertutup
dimana rekrutmen hanya diinformasikan kepada karyawan tertentu saja.
Metode terbuka dimana rekrutmen diinformasikan secara luas dengan
media massa.
8. Proses Rekrutmen Guru
Proses rekrutmen merupakan hal yang sangat penting, karena pada
proses ini sekolah dapat menemukan guru yang sesuai dengan persyaratan
dan kebutuhan. Berikut adalah kegiatan-kegiatan dalam proses rekrutmen
guru:
a. Persiapan Rekrutmen Guru
1) Pembentukan panitia rekrutmen guru baru
2) Pengkajian berbagai undang-undang atau peraturan pemerintah,
peraturan yayasan yang berkenaan dengan peraturan penerimaan
guru, walaupun akhir-akhir ini telah diberlakukannya otonomi
daerah.
3) Penetapan persyaratan-persyaratan untuk melamar menjadi guru
baru.
4) Penetapan jadwal rekrutmen guru baru
5) Penyiapan fasilitas yang diperlukan dalam proses rekrutmen guru
baru, seperti media pengumuman guru baru, format rekapitulasi
pelamar, dan format rekapitulasi pelamar yang diterima
6) Penyiapan ruang atau tempat memasukan lamara guru baru
7) Penyiapan bahan ujian seleksi, pedoman pemeriksaan dan tempat
ujian.30
b. Penyebaran pengumuman penerimaan guru baru
Penyebaran pengumuman dengan media yang ada seperti brosur,
siaran radio, surat kabar dan sebagainya. Yang digunakan sebaiknya
30
Rohmatun Lukluk Isnaini, Implementasi Rekrutmen Guru di SD Ta’MiruL Islam
Surakarta (Kajian Sumber Daya Manusia di SD Islam), Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol.XII,
2015, h. 112
19
media yang dapat dengan muah dibaca dan didengar oleh masyarakat.
Pegumuman penerimaan guru baru yang baik berisi tentang waktu,
tempat, persyaratan dan prosedur mengajukan lamaran.
c. Penerimaan Lamaran Guru Baru
Mengetahui ada penerimaan guru baru, lalu masyarakat yang
berminat memasukkan lamarannya. Panitia pun mulai menerima
lamaran tersebut. Kegiatan yang harus dilakukan panitia meliputi:
1) Melayani masyarakat yang memasukkan lamaran kerja
2) Mengecek semua kelengkapan yang harus disertakan bersama surat
lamaran
3) Mengecek semua isian yang terdapat di dalam surat lamaran,
seperti nama pelamar, alamat pelamar.31
d. Merekap semua pelamar dalam format rekapitulasi pelamar
Untuk melamar, seseorang diharuskan mengajukan surat lamaran.
Surat lamaran tersebut harus dilengkapi dengan berbagai surat
keterangan,
seperti
ijazah,
surat
keterangan
kelahiran
yang
menunjukkan umur pelamar, surat keterangan warga Negara Indonesia
(WNI), surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian.
e. Seleksi Pelamar
Seleksi merupakan proses pembuatan perkiraan mengenai pelamar
yang mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam pekerjaan
setelah diangkat menjadi guru. Ada lima teknik dalam hal ini yaitu
wawancara, pemeriksaan badan, biografis, dan teknik tes.32
Berdasarkan uraian proses rekrutmen guru dapat diberi kesimpulan
bahwa setiap kegiatan proses rekrutmen guru harus sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dalam setiap prosesnya, agar sekolah secara
optimal mendapatkan guru yang sesuai dengan kualifikasi yang
dibutuhkan.
31
Ibid., h. 113
Ibid.
32
20
Proses rekrutmen sumber daya manusia tidak boleh diabaikan, hal ini
disebabkan untuk menjaga supaya tidak terjadi ketidaksesuaian antara apa
yang diinginkan dan apa yang didapat. Artinya, organisasi tersebut tidak
memperoleh karyawan yang tepat, dalam arti baik kualitas maupun
kuantitasnya. Apabila tidak terjadi sesuai yang diharapkan oleh organisasi
tersebut dapat dikatakan kemungkinan aktivitasnya kurang efektif dan
efisien, maka organisasi tersebut akan mengalami kegagalan. Agar dapat
memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas dan dengan jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan, dibutuhkan suatu metode rekrutmen yang
dapat digunakan dalam proses rekrutmen dengan dilandasi suatu
perencanaan yang benar-benar matang.33 Recruitment is a vital task for
any organization, but also a difficult one because prospective recruits
each hold private or “hidden” information, which may result in
mistaken selection (Shapiro 2005).34 (dengan terjemahan rekrutmen adalah
kegiatan penting bagi setiap organisasi, tetapi juga salah satu yang sulit
karena masing-masing anggotanya mempunyai pribadi atau informasi
yang tersembunyi, yang dapat mengakibatkan pilihan yang salah). Kriteria
keberhasilan proses rekrutmen dapat dilihat dari jumlah pelamar, jumlah
panggilan/penawaran, jumlah yang diterima dan jumlah penempatan yang
berhasil.35
Proses rekrutmen guru merupakan proses yang penting bagi setiap
sekolah oleh sebab itu proses rekrutmen harus diberi pengawasan, agar
sekolah mendapatkan guru yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan.
Agar dapat mendapatkan guru yang dibutuhkan oleh sekolah dan sesuai
persyaratan dibutuhkan metode yang digunakan dalam proses rekrutmen
guru dan dilandasi dengan perencanaan rekrutmen guru yang matang.
33
Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, ( Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2009), Cet. 3, h. 46
34
James A. Densley, Street Gang Recruitment Signaling, Screening, and
Selection, Street Gang Recruitment Oxford Jurnals, 2012, pp. 302-321
35
Herman Sofyandi, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008),
Cet. 1, h. 104
21
Dalam kegiatan rekrutmen perlu ditentukan secara umum jenis
kompetensi apakah yang perlu dipenuhi sebagai syarat agar seseorang
dapat diterima menjadi guru. Dengan adanya syarat sebagai kriteria
penerimaan calon guru, maka akan terdapat pedoman bagi administrator
dalam memilih mana guru yang diperlukan untuk satu sekolah. Asumsi
yang mendasari kriteria ini adalah bahwa setiap calon guru yang
memenuhi syarat tersebut, diharapkan atau diperkirakan bahwa guru
tersebut akan berhasil mengemban tugasnya selaku pengajar di sekolah.
Dengan demikian, pemilihan guru tidak didasarkan atas suka atau tidak
suka, atau karena alasan yang subjektif, melainkan atas dasar yang
objektif, yang berlaku secara umum untuk semua calon guru. 36
Menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pasal 8 bahwa guru
wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional. 37
Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005
tentang standar nasional pendidikan pasal 28:
(1) Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi
sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki
kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
(2) Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang
pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian
yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi:
a. Kompetensi pedagogik;
b. Kompetensi kepribadian;
c. Kompetensi profesional; dan
d. Kompetensi sosial.
36
Oemar Hamalik, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2002), Cet. 1, h. 35
37
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 Bab IV Pasal 8 Tentang Guru
dan Dosen, h. 6
22
(4) Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat
keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tetapi memiliki
keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi
pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan.
(5) Kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan (4)
dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri.
Dalam pasal 29 menyebutkan bahwa:
Pendidik SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat memiliki:
a. Kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau
sarjana (S1)
b. Latar pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan
mata pelajaran yang diajarkan, dan
c. Sertifikasi profesi guru SMP/MTs38
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 98 Tahun
2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Pasal 6, syarat yang harus
dipenuhi oleh setiap pelamar adalah:
a. Warga Negara Indonesia;
b. Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggitingginya 35 (tiga puluh lima) tahun;
c. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan keputusan
pengendalian yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena
melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
d. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri
atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, atau
diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
e. Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai Negeri;
f. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan keterampilan yang
diperlukan;
38
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Bab VI Pasal 28
Tentang Standar Nasional Pendidikan
23
g. Berkelakuan baik;
h. Sehat jasmani dan rohani;
i. Bersedia ditempatkan di Seluruh wilayah Negara Republik Indonesia atau
negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah; dan
j. Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan39
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap
pelamar harus memenuhi syarat yang telah ditentukan agar nantinya
pelamar tersebut dapat mengisi lowongan tersebut dan menjadi bagian dari
organisasi tersebut.
9. Rekrutmen Efektif
Rekrutmen yang efektif dipengaruhi oleh bagaimana organisasi dapat
melaksanakan sejumlah kegiatan ini dalam proses tersebut. Menurut
Stoner, berikut merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam proses
rekrutmen:
a. Menentukan dan membuat katagori kebutuhan sumber daya manusia
jangka pendek maupun jangka panjang
b. Selalu memperhatikan perubahan kondisi di dalam pasar kerja
c. Mengembangkan media (promosi) rekrutmen yang paling sesuai untuk
menarik para pelamar
d. Menyimpan data tentang jumlah dan kualitas peramal pekerja dari
setiap sumber
e. Menindaklanjuti dari setiap permohonan pelamar kerja untuk kemudia
melakukan evaluasi efektivitas dengan upaya rekrutmen yang telah
dilakukan.40
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk
mengefektifitaskan
kegiatan
rekrutmen
guru,
sekolah
harus
memperhatikan kegiatan-kegiatan seperti yang dijelaskan di atas.
39
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2000 Tentang Pengadaan
Pegawai Negeri Sipil
40
Iwan Kosasih, “Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Pendidik”, Seminar Aktual Masalahmasalah Pendidikan, Malang, 14 Mei 2010, h. 7
24
10. Faktor yang Mempengaruhi Proses Rekrutmen
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses rekrutmen adalah
sebagai berikut:
a. Kondisi ekonomi negara secara umum yang relatif sulit, maka
biasanya akan terjadi oversupply atau calon pekerja jauh lebih besar
dibanding jumlah permintaan. Jika hal ini terjadi, maka perusahaan
relatif lebih mudah untuk mencari karyawan baru, sebab para pelamar
kerja melimpah.
b. Ketersediaan tenaga kerja pada bidang yang dicari. Jika bidang yang
dicari merupakan bidang yang tergolong langka, maka perusahaan akan
lebih sulit dalam memenuhi kebutuhan karyawannya.
c. Reputasi perusahaan; Suatu perusahaan cenderung akan lebih mudah
mencari dan merekrut the best people, jika perusahaan memiliki
reputasi bagus, sehingga the best graduates berlomba-lomba bekerja
diperusahaan tersebut. 41
Because ease of entry, monetary compensation, working conditions, and
personal satisfaction.42 (dengan terjemahan alasan orang tertarik untuk
bergabung dalam sebuah organisasi adalah kompensasi, kondisi pekerjaan
dan kepuasan pribadi). Beberapa faktor lain yang membuat pelamar
tertarik untuk bergabung dalam sebuah organisasi adalah kompensasi yang
diberikan oleh perusahaan tersebut kepada karyawan, kondisi lingkungan
tempat bekerja dan kepuasan pribadi.
Berdasarkan tiga faktor yang mempengaruhi proses rekrutmen di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa alangkah baiknya sekolah mengetahui
faktor-faktor tersebut agar dapat mengatasi masalah yang mungkin terjadi
dalam proses rekrutmen.
41
Baiq Setiani, Kajian Sumber Daya Manusia dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja di
Perusahaan, Jurnal Ilmiah WIDYA Vol.I nomor 1, 2013, h. 41
42
Cassandra M. Guarino, Lucrecia Santibanez and Glenn A. Daley, Teacher Recruitmen
and Retention A Review of the Empirical Literature, Review of Educational Research Summer,
2006, pp. 173-208
25
11. Hambatan Rekrutmen
Hambatan-hambatan yang terjadi dalam kegiatan rekrutmen adalah
sebagai berikut:
a. Karakteristik Organisasional
Karakteristik
organisasional
mempengaruhi
desain
dan
implementasi sistem rekrutmen. Sebagai contoh, organisasi yang
menekankan pengambilan keputusan secara tersentralisasi lebih siap
menerima keputusan manajer seputar aktivitas rekrutmen dan pemlihan
kelompok pelamar.
b. Citra Organisasi
Pelamar kerja biasanya tidak berminat dalam mencari lapangan
kerja di dalam organisasi tertentu. Citra organisasi, dengan demikian,
hendaknya dipertimbangkan pula sebagai kendala potensial. Sekiranya
citra organisasi dianggap rendah, kemungkinan untuk memikat banyak
pelamar akan berkurang.43
c. Kebijakan Organisasional
Berbagai macam kebijakan yang dapat mempengaruhi perekrutan
adalah sebagai berikut:
1) Kebijakan
Promosi
Internal.
Kebijakan
promosi
dari
dalam
dimaksudkan untuk menawarkan kesempatan pertama atas lowongan
kerja kepada karyawan internal saat ini yanga ada.
2) Kebijakan kompensasi. Organisasi bersama dengan departemen
sumber daya manusia biasanya menetapkan kisaran gaji untuk
pekerjaan yang berbeda guna memastikan gaji dan upah yang adil.
Perekrut jarang mempunyai otoritas untuk melebihi kisaran gaji yang
sudah dipatok sebelumnya.
3) Kebijakan Status Kepegawaian. Beberapa perusahaan menganut
kebijakan pengangkatan karyawan paruh waktu dan karyawan
sementara.
43
Suwatno dan Donni Juni Priansa, Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis,
(Bandung: Alfabeta: 2013), h. 66
26
4) Kebijakan
Pengangkatan
Internasional.
Kebijakan
bisa
saja
menghendaki lowongan kerja asing harus diisi oleh karyawan lokal.
Meskipun demikian, penggunaan tenaga kerja lokal akan mengurangi
biaya relokasi bagi tenaga kerja asing, mengurangi kemungkinan
nasionalisasi
perusahaan,
dan
seandainya
manajemen
puncak
dipegang oleh staf lokal, akan meredam tudingan eksploitasi
ekonomi.44
d. Rencana Strategik dan Rencana Sumber Daya Manusia
Rencana strategik (strategic plans) menunjukan arah perusahaan
dan penetapan jenis tugas dan pekerjaan yang perlu dilaksanakan.
Rencana sumber daya manusia menguraikan pekerjaan mana yang akan
diisi secara internal.
e. Kebiasaan Perekrut
Kesuksesan perekrut di masa lalu dapat berubah menjadi
kebiasaan. Memang kebiasaan dapat menghilangkan keputusan yang
memakan waktu yang membutuhkan jawaban yang sama. Sekalipun
demikian, kebiasaan dapat pula meneruskan kesalahan di masa lalu atau
menghindari alternatif yang lebih efektif.
f. Kondisi Eksternal
Kondisi pasar tenaga kerja merupakan faktor utama dalam
lingkungan eksternal yang mempengaruhi rekrutmen. Batasan-batsan
dari pemerintah dan serikat pekerja juga mempengaruhi rekrutmen.
Contohnya upah minimum regional (UMR), anti diskriminasi, dan
larangan pekerjaan anak-anak di bawah umur.
g. Daya Tarik Pekerja
Seandainya posisi yang akan diisi bukanlah pekerjaan yang
menarik, perekrutan sejumlah pelamar yang berbobot akan menjadi
tugas yang sulit. Setiap pekerjaan yang dianggap membosankan,
berbahaya, menimbulkan kegelisahan, bergaji rendah, atau tidak
44
Ibid., h. 66-67
27
memiliki potensi promosi jarang yang mampu memikat banyak
pelamar. 45
h. Persyaratan Pekerjaan
Perusahaan menawarkan sebuah pekerjaan dengan imbalan dan
persyarakat tertentu, dan memiliki ekspektasi tertentu pula mengenai
tipe-tipe orang yang sedang dicari. Pelamar mempunyai kemampuan
dan minat yang ditawarkan serta mencari pekerjaan yang memenuhi
pengharapannya. Kecocokan terjadi manakala ada kaitan yang memadai
dari dua pengharapan ini (perusahaan dan pelamar). Proses rekrutmen
biasanya membutuhkan beberapa modifikasi dan kompromi di kedua
belah pihak.46
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, kegiatan
rekrutmen memiliki beberapa hambatan. Hambatan tersebut hendaknya
diketahui agar nantinya dapat dihindarkan dan menemukan solusi dari
setiap hambatan yang terjadi.
12. Evaluasi Rekrutmen
Beberapa evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui rekrutmen
berjalan dengan efektif adalah dengan mengevaluasi beberapa hal berikut:
a. Mengevaluasi Biaya dan Manfaat Rekrutmen
Karena aktivitas perekrutan adalah penting, biaya dan manfaat
yang berhubungan dengannya harus dianalisis. Ketika melakukan
sebuah analisis biaya-manfaat untuk mengevaluasi usaha-usaha
perekrutan, biaya-biaya dapat meliputi baik biaya langsung (periklanan,
gaji perekrut, perjalanan, biaya agen, telepon) maupun biaya tidak
langsung (keterlibatan dari manajer operasional, hubungan masyarakat,
citra). Informasi biaya-manfaat pada setiap sumber perekrutan dapat
dihitung. Membandingkan lamanya waktu para pelamar dari setiap
sumber kerja di dalam organisasi dengan biaya-biaya untuk
45
46
Ibid., h. 67
Ibid., h. 67-68
28
memperkerjakan dari sumber tersebut juga menawarkan sebuah
perspektif yang berguna.47
b. Mengevaluasi Waktu yang Diperlukan untuk Mengisi Lowongan
Lamanya waktu yang dihabiskan untuk mengisi lowongan adalah
satu dari tujuan paling umum dalam mengevaluasi usaha-usaha
perekrutan. Jika lowongan tidak diisi secara tepat dengan kandidatkandidat yang memenuhi syarat, kerja dan produktivitas organisasi akan
menurun. Biasanya, menghitung jumlah waktu rata-rata
yang
dibutuhkan dari mengontrak sampai memperkerjakan dari setiap
sumber pelamar adalah hal yang berguna, karena beberapa sumber
mungkin menghasilkan lebih cepat dari yang lain. 48
c. Mengevaluasi Kualitas dan Kuantitas Rekrutmen
1) Kuantitas dari pelamar: karena tujuan dari sebuah program
perekrutan yang baik adalah untuk menghasilkan sekelompok besar
pelamar dari mana akan dilakukan pemilihan, kuantitas adalah
tempat yang wajar untuk memulai evaluasi. Apakah kuantitas
tersebut mencukupi untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada?
2) Tujuan-tujuan EEO terpenuhi: program perekrutan adalah aktivitas
kunci yang digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan dalam
memperkerjakan individu-individu dari golongan yang dilindungi.
Hal ini sangat relevan ketika perusahaan diharuskan oleh tindakan
afirmatif untuk memenuhi tujuan tersebut. Apakah perekrutan
menyediakan pelamar yang memenuhi syarat dengan campuran
yang cukup ari individu golongan yang dilindungi?
3) Kualitas dari pelamar kerja: sebagai tambahan untuk kuantitas,
masalah timbul mengenai apakah kualifikasi dari kelompok
pelamar cukup baik untuk mengisi lowongan pekerjaan. Apakah
47
Robert L Mathis dan John H. Jackson, Manajemen Sumber Daya Manusia, Terj. Dari
Human Resource Management oleh Diana Angelica , (Jakarta: Salemba Empat, 2011), h. 251
48
Ibid.
29
para pelamar memenuhi spesifikasi pekerjaan, dan apakah mereka
mempunyai kinerja yang baik setelah dipekerjakan? 49
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, evaluasi
rekrutmen adalah hal yang sangat penting karena dengan mengevaluasi
organisasi dapat mengetahui kekurangan yang terjadi dalam rekrutmen.
Dengan evaluasi organisasi dapat melihat kegiatan rekrutmen sudah
berjalan
dengan
baik
atau
tidak,
sehingga
organisasi
dapat
mempelajarinya untuk kegiatan rekrutmen selanjutnya.
B. Pengembangan Guru
1. Pengertian Pengembangan
Pengembangan
merupakan
suatu
usaha
untuk
meningkatkan
kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan latihan.
Pengembangan
adalah
kesempatan
belajar
untuk
50
membantu
individu/pegawai dapat berkembang dalam jangka panjang.51Pengembangan
pegawai merupakan aktivitas memelihara dan meningkatkan kompetensi
pegawai guna mencapai efektivitas organisasi. Pengembangan karyawan
dapat diwujudkan melalui pengembangan karier, serta pendidikan dan
palatihan. 52 Pengembangan guru merupakan suatu usaha serta kegiatan atau
aktifitas untuk meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan kebutuhan
guru melalui pengembangan karir, pendidikan dan pelatihan.
Berdasarkan
uraian
pengertian
pengembangan
di
atas
dapat
disimpulkan bahwa pengembangan adalah usaha untuk meningkatkan
kompetensi atau kemampuan teknis, teoritis, konseptual, moral sesuai
49
Ibid., h. 251-252
Fatah Syukur, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan, (Semarang: Pustaka Rizki
Putra, 2012), Cet.1, h. 105
51
Sudarmanto, Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM, (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2009), Cet. 1, h. 229
52
Suwatno dan Donni Juni P, Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis,
(Bandung: Alfabeta, 2013), Cet.3, h. 105
50
30
dengan kebutuhan karyawan agar dapat memikul tanggung jawab dalam
organisasi guna mencapai efektivitas organisasi
2. Tujuan Pengembangan
Beberapa tujuan yang hendak dicapai dari diadakannya pengembangan
adalah sebagai berikut:
a. Produktifitas Kerja
Dengan adanya pengembangan karyawan dalam suatu perusahaan
berarti adanya peningkatan kemampuan teknis, kemampuan berpikir,
dan kemampuan manajerial, dapat meningkatkan produktivitas kerja
karyawan.53
b. Efisiensi
Efisiensi perusahaan sangatlah penting untuk meningkatkan daya
saing perusahaan di tengah persaingan dengan perusahaan lain.
Efisiensi dapat berupa tenaga, waktu, biaya, dan bahan baku serta
berkurangnya kerusakan dari mesin-mesin sehingga efisiensi dapat
dikatakan suatu tindakakan yang penting dan berguna bagi perusahaan.
c. Kerusakan
Kerusakan adalah tidak berfungsinya nilai barang atau alat.
Kerusakan disebabkan oleh kemampuan karyawan yang terbatas
sehingga cenderung menggunakan barang dan alat dengan cara yang
tidak baik. Dengan adanya pengembangan karyawan ini, kerusakan
barang dan alat dapat dikurangin atau ditekan. Setelah mendapatkan
pengembangan melalui pelatihan dan pendidikan, diharapkan karyawan
menjadi lebih ahli dan terampil dalam menjalankan pekerjaan yang
dilakukan.54
d. Kecelakaan
Kecelakaan mungkin terjadi karena karyawan kurang ahli dan
terampil dalam menjalankan pekerjaan. Sala satu tujuan diadakannya
53
Ibid., h. 105-106
54
Ibid., h. 106
31
pengembangan karyawan ialah mengurangi atau menekan tingkat
kecelakaan
karyawan
yang
terjadi
dalam
perusahaan
ketika
menjalankan kegiatan.
e. Pelayanan
Dengan adanya pengembangan, maka setiap karyawan diharapkan
mampu melayani pelanggan perusahaan dengan lebih baik.
f. Moral Karyawan
Dengan adanya pengembangan karyawan, maka moral karyawan
diharapkan akan lebih baik, dimana keahlian dan keterampilan serta
kemampuan yang dimiliki karyawan sesuai dengan pekerjaannya,
sehingga karyawan bekerja bersemangat dan antusias dalam
menyelesaikan setiap pekerjaan dengan hasil yang memuaskan.55
g. Karier
Dengan
adanya
pengembangan
maka
kesempatan
untuk
meningkatkan karier lebih besar, dimana pendidikan, keahlian dan
keterampilan dalam menjalankan pekerjaan lebih baik dari sebelum
mereka mendapatkan pengembangan. Dengan melihat keahlian,
kemampuan serta keterampilan yang dimiliki karyawan maka semua
itu dapat dijadikan suatu promosi untuk mendapatkan atau
mendudukin jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. 56
h. Kepemimpinan
Dengan adanya pengembangan tersebut, diharapkan seorang
pemimpin
keberhasilan
dapat
melakukan
ataupun
tugasnya
kegagalan
yang
secara
baik,
diperoleh
sehingga
perusahaan,
bergantung bagaimana pemimpin dalam mengatur, menjaga dan
menjalankan setiap rencana yang telah ditetapkan dengn adanya
komunikasi yang baik antara bawahan dan atasan.
55
56
Ibid., h. 106-107
Ibid., h. 107-108
32
i. Kompensasi
Dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki
seorang karyawan, akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi
pekerjaan, sehingga laba yang diperoleh perusahaan otomatis akan
meningkat. Peningkatan kompensasi itu berdasarkan kemampuan dan
keterampilan yang dimiliki oleh karyawan itu sendiri dan keuntungan
yang diperoleh perusahaan. 57
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, pada
dasarnya kegiatan pengembangan memiliki tujuan yang hendak dicapai.
Tujuan tersebut berdampak dan berpengaruh besar terhadap tenaga kerja
itu sendiri dan organisasi.
3.
Pengembangan Profesi Guru
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, melalui UU No. 14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 7 mengamanatkan bahwa
pemberdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri
yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan
bekelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai
keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi. Di
samping
itu,
menurut
pasal
20,
dalam
melaksanakan
tugas
keprofesionalan, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan
kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.58 Oleh sebab itu
guru berkewajiban melaksanakan pengembangan untuk meningkatkan
kemampuan mengajar yang nantinya berdampak pada prestasi peserta
didik.
Upaya
yang
dilakukan
oleh
guru
dalam
pengembangan
profesionalnya sebagai pendidik merupakan faktor yang amat penting,
57
Ibid., h. 108
Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar
Teori dan Praktik, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), Cet.1, h.10
58
33
karena hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi
pendidik/guru, yang nantinya akan dapat memperbaiki secara terusmenerus proses pembelajaran.
Pengembangan kinerja guru dilihat dari sudut manajemen kinerja
dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendekata berbasis
kompetensi (Competency Based Performance Management/CBMP) dan
pendekatan
berbasis
Management/PBMP).
kinerja
Pendekatan
(Performance
Based
berbasis
kompetensi
Performance
melakukan
pengembangan kinerja melalui peningkatan kemampuan pegawai/guru
untuk melakukan sesuatu pekerjaan sesuai dengan peran dan tugasnya,
sedangkan pendekatan berbasis kinerja melakukan pengembangan
pegawai/guru melalui implementasi praktik-praktik terbaik (best practice)
dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan tugasnya.59
Dari
penjelasan
diatas
dapat
diambil
kesimpulan
bahwa
pengembangan profesi guru sangatlah penting, karena dapat meningkatkan
kompetensi guru dan memperbaiki serta meningkatkan proses belajar.
Terdapat dua kualifikasi akademik guru yaitu kualifikasi akademik
guru melalui pendidikan formal dan kualifikasi akademik guru melalui uji
kelayakan dan kesetaraan. Kualifikasi Akademik Guru SMP/MTs Guru
pada SMP/MTs, atau bentuk lain yang sederajat, harus memiliki
kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau
sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang
diajarkan/diampu, dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi.
Kualifikasi Akademik Guru Melalui Uji Kelayakan dan Kesetaraan
Kualifikasi
akademik yang dipersyaratkan untuk dapat diangkat
sebagai guru dalam bidang-bidang khusus yang sangat diperlukan
tetapi belum dikembangkan di perguruan tinggi dapat diperoleh melalui
uji kelayakan dan kesetaraan. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi
59
Uhar Suharsaputra, Administrasi Pendidikan, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), Cet.
Pertama, h. 188-189
34
seseorang
yang
memiliki
keahlian
tanpa
ijazah
dilakukan
oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya.60
Berdasarkan uraian kualifikasi akademik guru SMP/MTs di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa ada dua kualifikasi yaitu melalui
pendidikan formal dan uji kelayakan dan kesetaraan. Kualifikasi tersebut
harus dimiliki oleh setiap guru agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai
dan guru dapat mengembangan kemampuan yang ada pada dirinya.
4.
Proses Pengembangan Guru
Beberapa proses yang dilakukan dalam pengembangan guru adalah
sebagai berikut:
a. Sasaran
Setiap pengembangan harus terlebih dahulu ditetapkan secara jelas
sasaran apa yang ingin dicapai. Apakah sasaran pengembangan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis mengerjakan
pekerjaan (technical skill) ataukah untuk meningkatkan kecakapan
memimpin (managerial skill) dalam organisasi pendidikan dan
conceptual skill.
b. Kurikulum
Kurikulum atau mata pelajaran yang akan diberikan harus
mendukung tercapainya sasaran dari pengembangan itu. Kerikulum
harus ditetapkan secara sistematis, jumlah jam pertemuan, metode
pengajaran, dan sistem evaluasinya arus jelas agar sasaran dari
pengembangan itu optimal.61
c. Sarana
Mempersiapkan tempat dan alat-alat yang akan digunakan dalam
pelaksanaan dan pengembangan. Penyediaan tempat dan alat-alat harus
60
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tanggal 4 Mei
2007, h. 1-2
61
Fatah Syukur, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan, (Semarang: Pustaka Rizki
Putra, 2012), Cet.1, h. 113
35
didasarkan pada prinsip ekonomi serta berpedoman pada sasaran
pengembangan yang ingin dicapai.
d. Peserta
Menetapkan syarat-syarat dan jumlah peserta yang dapat mengikuti
pengembangan. Misalnya, usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, dan
latar belakang pendidikannya.
e. Pelatih
Pengangkatan pelatih atau atau isntruktur harus berdasarkan
kemampuan objektif (teoritis dan praktis) bukan didasarkan kepada
kawan
atau
saudara.
Dengan
pelatihan
yang
qualified
akan
menghasilkan peserta pengembangan yang baik.
f. Pelaksanaan
Melaksanakan proses belajar mengajar artinya setiap pelatih
mengajarkan materi pelajaran kepada peserta pengembangan. Proses
belajar mengajar harus diakhiri dengan ujian atau evaluasi untuk
mengetahui sasaran pengembangan tercapai atau tidak. 62
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa proses
pengembangan bagi guru di awali dengan sasaran, karena pada dasarnya
setiap pengembangan harus terlebih dahulu ditetapkan secara jelas sasaran
apa yang ingin dicapai. Proses selanjutnya adalah kurikulum, sarana,
peserta, pelatih dan pelaksana. Setiap proses pengembangan guru tentunya
harus diperhatikan dan dilaksanakan secara baik agar proses dan sasaran
dari pengembangan dapat dicapai.
62
Ibid., h. 114
36
5. Metode Pengembangan
Metode yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pengembangan
adalah sebagai berikut:
a. On The Job
Dilakukan dengan cara guru dan karyawan ditempatkan langsung
di tempat kerjanya, misal di dalam kelas atau micro teaching. Metode
On The Job terdiri dari dua, yaitu:
1) Cara informal, pelatih menyuruh peserta untuk memperhatikan
orang lain yang sedang melakukan pekerjaan (mengajar), kemudian
ia diperintahkan untuk mempraktekkannya.
2) Cara Formal, peserta mempunyai pembimbing khusus, biasanya
ditunjuk seorang guru yang ahli atau senior, selanjutnya peserta
diperintahkan melakukan pekerjaan (mengajar) sesuai yang
dipraktekkan pelatihan tersebut. 63
b. Demonstrasi and Example
Dilakukan dengan cara peragaan dan penjelasan bagaimana caracara mengajar yang baik melalui contoh dengan media pembelajaran
yang telah disediakan yang kemudian didemonstrasikan. Biasanya
demonstrasi dilengkapi dengan gambar, teks, diskusi, video, dan lainlain.64
c. Classroom Medhods
Dilakukan pertemuan di dalam kelas, di antaranya:
1) Lecture (Pengajaran)
Metode kuliah yang banyak diberikan kepada peserta yang
banyak di dalam kelas. Dengan menitik beratkan pada penyajian
materi saja yang bersifat teori.
2) Conference (seminar)
Seminar dilakukan secara berkelompok, berisi diskusi yang
diawasi oleh pembimbing. Setelah diskusi selesai, pembimbing
63
Fatah Syukur, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan, (Semarang: Pustaka Rizki
Putra, 2012), Cet.1, h.111
64
Ibid.
37
menilai dan mengukur keseluruhan diskusi yang telah dilakukan
peserta
3) Programed Instruction (Intruksi Terprogram)
Pengembangan di dalam kelas dengan cara presentasi informasi
yang sudah menggunakan pola terprogram atau tertentu.
4) Role Playing (Bermain Peran)
Teknik metode ini, beberapa orang peserta ditunjuk untuk
memainkan suatu peran dalam sebuah organisasi, misalnya dalam
suatu organisasi pendidikan yaitu dengan interaksi guru dan murid
di dalam kelas maupun di luar kelas.65
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, pengembangan
memiliki beberapa metode, di setiap metode tersebut memiliki cara yang
berbeda-beda. Tentunya semua metode pengembangan sangat menarik
untuk diterapkan, tergantung dengan jenis pengembangan yang dilakukan.
6. Peserta Pengembangan
Peserta yang dapat mengikuti pengembangan adalah sebagai berikut:
a. Karyawan Baru, yaitu karyawan yang baru diterima bekerja pada
perusahaan. Mereka diberi pengembangan agar memahami, terampil
dan ahli dalam menyelesaikan pekerjaannya, sehingga para karyawan
dapat bekerja lebih efisien dan efektif pada jabatan/pekerjaannya.
b.
Karyawan Lama, yaitu karyawan lama oleh perusahaan ditugaskan
untuk mengikuti pengembangan seperti pada balai Pusat Latihan Kerja.
Pengembangan dilaksanakan karena tuntutan pekerjaan, jabatan, dan
perluasan
perusahaan.
Pengembangan
karyawan
lama
perlu
dilaksanakan agar para karyawan semakin memahami technical skill,
human skill, conceptual skill, dan managerial skill, supaya moral kerja
dan prestasi kerja meningkat.66
65
Ibid., h. 111-112
Melayu S.P Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002),
66
h. 73
38
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa, peserta yang
mengikuti pengembangan adalah karyawan baru yakni karyawan yang
baru diterima bekerja pada perusahaan. Karyawan lama yaitu karyawan
lama yang ditugaskan oleh organisasi untuk mengikuti pengembangan.
7. Fokus Pengembangan Guru
Guru dituntut menjalani profesionalisasi secara terus-menerus.
Pada fase awal, idealnya institusilah yang mengambil peran utama. Alasan
lain diperlukan pengembangan guru ialah karakteristik tugas yang terus
berkembang seirama dengan perkembangan ipteks, di samping reformasi
internal pendidikan itu sendiri. Secara umum kegiatan ini dibedakan
menjadi dua, yaitu metode praktis (on the job training and development)
dan teknik presentasi atau metode simulasi (0ff the job training and
development). Metode praktis terdiri dari pelatihan intruksi pekerjaan,
magang, internship, assistantship, atau penugasan sementara, rotasi
jabatan,
perencanaan
karier
pribadi,
pelatihan
eksekutif,
asisten
kepenyeliaan (pengarahan, konseling dan monitoring). Teknik presentasi
informasi dan metode simulasi meliputi metode kursus formal, pelatihan
oleh
diri
sendiri
(pengajaran
berprogram,
membaca,
kursus
korespondensi), pelatihan oleh pihak lain (ceramah dan kursus kelas),
simulasi (vestibule = pelatihan oleh pelatih khusus, management games,
pusat assessment), bermain peran, presentasi video, pelatihan laboratories,
dan metode konferensi.
67
In place are several policies to encourage in
service teacher to continually develop and upgrade themselves
profesisionally. There are also “milestone programmes” tp develop
teacher for leadership roles: scholarship and sponsorship, academies,
professional development communities, and multiple modes of learning.68
(dengan
67
terjemahan
terdapat
beberapa
program
penting
untuk
Sudarwan Danim, Pengembangan Profesi Guru: Dari Pra-Jabatan, Induksi, ke
Profesional Madani, (Jakarta: Prenada Media Group, 2011), Cet. 1, h. 85
68
Lee Chin Chew, Teacher Training And Contuining Professional Development: The
Singapore Model, Prosiding ICTTE FKIP UNS, 2016, pp. 957-958.
39
mengembangkan peran kepemimpinan guru yaitu beasiswa dan sponsorsif,
akamedik,
komunitas
pengembangan
profesional
dan
model
pembelajaran).
Pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi pembinaan
kompetensi pedagogis, kepribadian, profesional dan sosial. Pembinaan dan
pengembangan profesi guru dimaksud dilakukan melalui jabatan
fungsional. Dengan demikian, fokus pengembangan keprofesionalan guru
terkait dengan empat kompetensi utama yang harus dimilikinya. 69
Pertama, kompetensi pedagogik. Terdiri dari lima subkompetensi,
memahami peserta didik secara mendalam, merancang pembelajaran,
termasuk
memahami
landasan
pendidikan
untuk
kepentingan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, merancang dan melaksanakan
evaluasi
pembelajaran
dan mengembangkan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensinya. 70
Kedua, kompetensi kepribadian. Terdiri dari lima subkompetensi,
yaitu kepribadian yang mantap dan stabil, dewasa, arif, berwibawa dan
berakhlak mulia. 71
Ketiga, kompetensi profesional. Pertama, memahami konsep
materi ajar yang ada dalam kurikulum, hubungan konsep antar-pelajaran,
serta menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, berkeinginan kuat untuk selalu memperluas wawasan dan
memperdalam pengetahuan sesuai dengan bidang tugasnya. 72
Keempat, kompetensi sosial. Kompetensi ini memiliki tiga
subranah. Pertama, mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan peserta didik. Kedua, mampu bergaul dan berkomunikasi secara
efektif dengan atasan, teman sejawat, dan tenaga kependidikan secara
69
loc.cit.
Sudarwan Danim, Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru, (Bandung: Alfabeta, 2013),
Cet.3, h. 22
71
Ibid., h. 23
72
Jejen Musfah, Redesain Pendidikan Guru Teori, Kebijakan dan Praktik, (Jakarta:
Prenadamedia Group, 2015), Cet. 1, h. 57
70
40
efektif dalam lingkungan kerja. Kegita, mampu bergaul secara efektif
dengan orangtua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. 73
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa
setiap guru memerlukan pengembangan pada dirinya, hal ini di dasari oleh
perkembangan ilmu pengetahuan dan iptek yang semakin pesat. Kegiatan
pengembangan dibedakan menjadi dua, yaitu metode praktis dan teknik
presentasi atau metode simulasi. Pembinaan dan pengembangan profesi
guru meliputi pembinaan kompetensi pedagogis, kepribadian, profesional
dan sosial.
8. Jenis-jenis Kegiatan Pengembangan Guru
Beberapa jenis kegiatan pengembangan yang dapat dilakukan oleh guru
adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan dan pelatihan
1) In-house Training (IHT). Pelatihan dalam bentuk IHT adalah
pelatihan yang dilaksanakan secara internal di kelompok kerja guru,
sekolah, atau tempat lain.
2) Program magang, dilakukan di dunia kerja atau industry yang
relevan dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional guru. 74
3) Kemitraan sekolah, dilaksanakan antara sekolah yang baik dan
kurang baik, antara sekolah negeri dengan swasta.
4) Belajar jarak jauh, dilaksanakan tanpa menghadirkan instruksi dan
peserta pelatihan dalam suatu tempat tertentu
5) Pelatihan berjenjang dan khusus, dilaksanakan di lembaga pelatihan
yang diberi wewenang, program disusun secara berjenjang mulai
dari jenjang dasar, menengah, lanjut dan tinggi.
6) Kursus singkat di perguruan tinggu atau lembaga pendidikan. 75
73
Ibid.,
Sudarwan Danim, Pengembangan Profesi Guru: Dari Pra-Jabatan, Induksi, ke
Profesional Madani, (Jakarta: Prenada Media Group, 2011), Cet. 1, h. 94
75
Ibid., h. 95
74
41
7) Pembinaan internal oleh sekolah, dilaksanakan oleh kepala sekolah
dan guru yang memiliki kewenangan membina, melalui rapat dinas,
rotasi tugas mengajar, pemberian tugas internal tambahan, dan
sdiskusi dengan rekan sejawat76
8) Pendidikan lanjut, dilaksanakan dengan memberikan tugas baik
dalam maupun luar negeri bagi guru yang berprestasi. 77
b. Non-pendidikan dan pelatihan
1) diskusi masalah pendidikan
2) seminar
3) workshop
4) penelitian
5) penulisan buku/bahan ajar78
6) pembuatan media pembelajaran
7) pembuatan karya teknologi/karya seni79
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jenis
pengembangan guru terbagi menjadi dua yaitu pendidikan dan pelatihan
serta non-pendidikan dan pelatihan. Kedua jenis pengembangan itu dapat
dilaksanakan oleh guru yang memilki kemauan sendiri dan tugas dari
pihak sekolah.
9. Kegiatan dan Persyaratan Pengembangan Guru
Ranah pembinaan dan pengembangan keprofesian guru sesuai
dengan PP No. 74 Tahun 2008 tentang Guru dan Permenpan dan
Reformasi Birokrasi No.16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya. Berikut penjabaran kegiatan pembianaan dan
pengembangan keprofesian, wadah kegiatan dan persyaratannya. 80
76
Ibid., h. 95-96
Ibid., h. 96
78
Ibid.
79
Ibid., h.97
80
Sudarwan Danim, Pengembangan Profesi Guru: Dari Pra-Jabatan, Induksi, ke
Profesinala Madani, (Jakarta: Prenada Media Group, 2011), Cet. 1, h. 89
77
42
Tabel 2.2
Pembinaan dan Pengembangan Keprofesian Guru
No
1
Kegiatan Pembinaan
dan Pengembangan
Keprofesian
Aktivitas kolektif guru
yang meningkatkan
kompetensi dan
keprofesian
Wadah
Kegiatan
1. KKG
2. MGMP
3. Wadah lain
Persyaratan/Sifat
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Melembaga
3. Bukti fisik
2
Pendidikan dan
pelatihan
1.
2.
3.
4.
5.
LPMP
P4TK
LPTK/PT
Dinas Pendidika
Training
provider lain
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Bersifat melembaga
3. Terakreditasi/diakui
4. Bukti fisik
3
Pemagangan
1. Satuan
pendidikan
2. Dunia industry
3. Lembaga
pelatihan
4. Lembaga
internasional
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Bersifat melembaga
3. Terakreditasi/diakui
4. Bukti fisik
4
Publikasi ilmiah atas
hasil penelitian atau
gagasan inovatif
1. Jurnal
2. Majalah
3. Media massa
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Bersifat melembaga
3. Terakreditasi/diakui
4. Bukti fisik
5
Karya Inovatif
1. Individual
2. Laboraturiu
3. Dunia kerja
1. Bukti fisik
2. Deskripsi proses
43
lahirnya dan makna
kerja
3. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
6
Presentasi pada forum
ilmiah
1. Seminar
akademik dan
sejenisnya
2. Seminar hasil
penelitian
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Bersifat melembaga
3. Terakreditasi/diakui
4. Bukti fisik7
7
Publikasi buku teks
pelajaran yang lolos
penilaian oleh Badan
Standar Nasional
Pendidikan
1. Penerbit
internasiona
2. Penerbit
nasional
3. Penerbit milik
pemerintah
4. Penerbit
lokal/lembaga
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Ber-ISBN
3. Publikasi
Nasional/lembaga
4. Melembaga
5. Bukti fisik
8
Publikasi buku
pengayaan
1. Penerbit
nasional
2. Penerbit
lokal/lembaga
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Ber-ISBN
3. Publikasi
Nasional/lembaga
4. Melembaga
5. Bukti fisik
9
Publikasi buku
pedoman guru
1. Penerbit
nasional
2. Penerbit
lokal/lembaga
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
44
2. Ber-ISBN
3. Publikasi
Nasional/lembaga
4. Melembaga
5. Bukti fisik
10
Publikasi pengalaman
lapangan pada
pendidkan khusus dan
pendidikan layanan
khusus.
1. Penerbit
nasional
2. Penerbit
lokal/lembaga
1. Berfokus pada
kompetensi atau
menjunjung
2. Ber-ISBN
3. Publikasi
Nasional/lembaga
4. Melembaga
5. Bukti fisik
11
Penghargaan atas
prestasi atau dedikasi
sebagai guru yang
diberikan oleh
pemerintah atau
pemerintah daerah.
1. Lembaga
pemerintahan
2. Penyelenggara
pendidikan
3. Organisasi
kemasyarakatan
4. Organisasi
profesi
Kegiatan
dan
pembinaan
1. Bentuk fisik
penghargaan
2. Tingkat penghargaan
81
pengembangan
keprofesian
guru
memiliki wadah kegiatan dan persyaratannya masing-masing. Wadah
kegiatan dan persyaratan memiliki fungsi untuk menunjang kegiatan
pengembangan
guru,
dengan
wadah
dan
pesyaratan
kegiatan
pengembangan guru diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas guru
yang nantinya dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan
prestasi peserta didik.
81
Ibid, h. 89-91
45
10. Kendala-Kendala Pengembangan
Kendala dalam pengembangan yang dilaksanakan selalu ada dan
kita harus berusaha membenahi pengaruh kendala-kendala tersebut.
Kendala pengembangan pada dasarnya dapat menghabat jalannya
pelaksanaan latihan dan pendidikan, sehingga akan berpengaruh terhadap
sasaran yang hendak dicapai.
a.
Peserta
Peserta pengembangan mempunyai latar belakang yang tidak sama
atau heterogen, seperti pendidikan dasarnya, pengalaman kerjanya
dan usia. Hal ini dapat menghambat kelncaran pelaksanaan
pengembangan karena daya tangkap, persepsi dan daya nalar mereka
terhadap pelajaran yang diberikan berbeda
b. Pelatih dan Instruktur
Pelatih
dan instruktur yang ahli
dan cakap mentransfer
pengetahuannya kepada para peserta latihan dan pendidikan sulit
didapat. Akibatnya sasaran yang diinginkan tidak tercapai.82
c. Fasilitas Pengembangan
Fasilitas sarana dan prasarana pengembangan yang dibutuhkan
untuk latihan dan pendidikan sangat kurang atau tidak baik, hal ini
sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.
Dengan keterbatasan fasilitas yang tersedia dapat mempengaruhi
sasaran yang hendak dicapai.
d. Kurikulum
Kurikulum yang ditetapkan dan diajarkan kurang serasi atau
menyimpang, serta tidak sistematis untuk emndukung sasaran yang
diinginkan oleh pekerja atau jabatan peserta bersang
82
Melayu S.P Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi, (Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2002), h. 85
46
e. Dana Pengembangan
Dana yang tersedia untuk pengembangan sangat terbatas, sehingga
sering dilakukan secara terpaksa, bahkan pelatih maupun sarananya
kurang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. 83
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa
kendala-kendala pengembangan berkaitan dengan peserta, pelatih,
fasilitas,
kurikulum
dan
dana.
Kendala-kendala
tersebut
dapat
menghambat pelaksanaan pengembangan dan pencapaian sasaran yang
kurang maksimal. Oleh sebab itu, organisasi sebaiknya mengetahui
kendala apa yang mungkin terjadi dan dapat mengatasinya agar sasaran
dari pengembangan dapat terwujud.
C. Hasil Penelitian yang Relevan
Terdapat beberapa hasil penelitian terhadulu yang memiliki kesamaan
judul sehingga secara umum memberikan gambaran untuk peneliti. Penelitian
terdahulu tersebut di antaranya adalah:
1. Penelitian oleh Ika Mustikasari, Program Studi Manajemen Pendidikan
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2014, dengan skripsinya berjudul “Strategi Rekrutmen Guru di MAN
Insan Cendekia Serpong”. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa strategi
rekrutmen yang dilakukan oleh MAN Insan Cendekia Serpong sudah
berjalan dengan baik. Dilihat dari hasil rekrutmen yang diperoleh adalah
guruang berkualitas. Meskipun berstatus negeri, pihak sekolah secara
mandiri melaksanakan rekrutmen gurunya. Strategi yang di gunakan
sekolah adalah perencanaan kebutuhan guru, pengumuman adanya
lowongan baik internal/eksternal, seleksi administrasi, pengumuman
lolos administrasi dan pemanggilan guru yang lulus, tes akademik
tertulis, tes bahasa inggris, tes kemampuan agama selanjutnya
wawancara, micro teaching, tes praktikum bagi guru IPA. Pengumuman
83
Ibid., h. 86
47
lolos, psikotes dan tes kesehatan setelah itu pengumuman akhir dan
pembinaan sebelum mengajar.
2. Penelitian oleh Ayu Istiqomah, Program Studi Manajemen Pendidikan
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2014, dengan skripsinya yang berjudul “Strategi Rekrutmen Tenaga
Pendidik di SMP PARAMARTA UNGGULAN”. Hasil penelitian
menunjukan bahwa strategi perencanaan walaupun sudah direncanakan
dengan maksimal akan tetapi dalam pelaksanaan di sekolah masih
banyak kendala di antaranya guru belum terlibat secara langsung dalam
pembuatan strategi rekrutmen karena sekedar mampu menjelaskan dalam
microteaching maka dari itu masalah yang dialami oleh calon guru belum
diketahui seluruhnya oleh pihak sekolah, kemudia dalam penetapan
media informasi lowongan kerja masih terganggu oleh jaringan.
3. Penelitian oleh Ainur Rofiq, Program Studi Manajemen Pendidikan
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta 2012,
dengan tesisnya yang berjudul “Pengelolaan Rekrutmen Guru Di Sekolah
Dasar Islam Baitunnur Blora”. Hasil penelitian menunjukan bahwa
sekolah mengevaluasi kebutuhan guru baru. Selanjutnya sekolah
mengusulkan rekrutmen guru baru kepada pihak rekrutmen dan
persetujuan tersebut dilakukan dengan dibentuknya panitia rekrutmen.
Panitia rekrutmen guru baru akan mempersiapkan kebutuhan rekrutmen
dan
membuka
lowongan
kerja
kepada
masyarakat.
Sekolah
melaksanakan rekrutmen guru baru secara bertahap dan berkelanjutan.
Guru baru yang telah direkrut diberi tugas akademik sesuai dengan
kebutuhan sekolah dengan status sebagai guru tidak tetap yang menerima
kompensasi. Guru baru dilibatkan dalam kegiatan nonakademik
di
sekolah maupun pengambilan keputusan. Guru baru juga mendapatkan
pengarahan dari kepala sekolah dan mendapat bimbingan dari guru
senior.
4. Penelitian oleh Mochamad Guntur, Program Studi Manajemen
Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif
48
Hidayatullah Jakarta 2014, dengan skripsinya berjudul “Pengembangan
Sumber Daya Guru Madrasah Aliyah Miftahul Hudaa Depok”.
Pembinaan mutu guru atau upaya untuk meningkatkan kualitas guru
menjadi tanggung jawab pihak yayasan. Kegiatan pembinaan mutu guru
yang dilaksanakan di MA Miftaahul Hudaa mencakup tiga tahap,
diantaranya tahap perencaan, pelaksanaan dan evaluasi.
5. Penelitian oleh Muhammad Hambali, Program Studi Pendidikan Agama
Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Ibrahim
Malik Malang 2016, dengan jurnalnya yang berjudul “Manajemen
Pengembangan Kompetensi Guru PAI”. Kompetensi guru merupakan
dasar untuk mengukur keterampilan pembelajaran dan kepribadian.
Kedudukan guru mempunyai posisi penting dalam lembaga pendidikan
karena
kondisi
guru
mempunyai
hubungan
langsung
dengan
perkembangan pengetahuan peserta didik. Etos belajar peserta didik
dapat dipengaruhi kapasitas guru. Guru mempunyai makna penting pada
aspek pengajaran, pembinaan, pelatihan dan pengevaluasian yang
mempengaruhi kualitas peserta didik. Keahlian guru mesti dapat
dukungan sarana prasarana pembelajaran yang memadai.
49
D. Kerangka Berfikir
Gambar 2.1
Skema Kerangka Berfikir
Input
Proses
Output
Kondisi Nyata
1. Rekrutmen hanya
diinformasikan
kepada karyawan
dan orang tertentu
saja
2. Rekrutmen yang
kurang
memperhatikan
latar belakang
pendidikan guru
dengan mata
pelajaran yang
diajarkan
3. Tidak adanya
panitia rekrutmen
4. Minimnya
pengembangan
guru yang
dilakukan oleh
sekolah dan
pondok pesantren.
Masalah
Strategi
Hasil
Bagaimana
sistem
rekrutmen dan
pengembangan
guru di SMP
Manba’ul
Ulum Pondok
Pesantren
Asshiddiqiyah
Jakarta?
1. Melaksanakan
sistem rekrutmen
sesuai dengan
SOP
2. Pengawasan
langsung oleh
yayasan dan
kepala sekolah
pada saat proses
rekrutmen guru
3. Mengadakan
evaluasi
rekrutmen guru
4. Sekolah dan
pondok pesantren
mengadakan
program
pengembangan
untuk guru
5. Guru mengikuti
kegiatan
pengembangan
secara
berkesinambungan baik di dalam
maupun di luar
sekolah
6. Aktif dalam
kegiatan guru di
sekolah maupun
di luar sekolah
Terwujud dan
terlaksananya
sistem rekrutmen
dan
pengembangan
guru secara
optimal sehingga
Sekolah memiliki
guru yang
profesional
50
Rekrutmen guru merupakan proses untuk mendapatkan guru yang
dibutuhkan oleh sekolah sesuai dengan kriteria yang telah dibuat oleh sekolah.
Tentunya untuk mendapatkan guru yang sesuai dengan kriteria, sekolah harus
mengoptimalkan sistem yang ada pada rekrutmen. Sistem rekrutmen tersebut
diantaranya tujuan diadakannya rekrutmen guru, alasan yang mendasari
dilakukannya rekrutmen, sumber-sumber rekrutmen, metode rekrutmen, proses
rekrutmen, rekrutmen yang efektif, faktor yang mempengaruhi proses rekrutmen,
hambatan rekrutmen serta evaluasi dari rekrutmen. Tentunya untuk mendapatkan
guru yang dibutuhkan sekolah dan sesuai dengan kriteria tidak terhenti pada
rekrutmen saja, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan pengembangan guru.
Pengembangan
guru
itu
sendiri
memiliki
profesionalitas
guru.
Pengembangan
terdiri
tujuan
dari
untuk
tujuan
meningkatkan
pengembangan,
pengembangan profesi guru, proses pengembangan guru, metode pengembangan,
peserta pengembangan, fokus pengembangan guru, jenis kegiatan pengembangan
guru, kegiatan dan persyaratan pengembangan guru serta kendala dalam
pengembangan.
Namun pada kenyataannya masih banyak lembaga khususnya SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta yang masih belum
menerapkan sistem rekrutmen secara optimal untuk dapat memilih calon guru.
Rekrutmen hanya diinformasikan kepada karyawan dan orang tertentu saja,
rekrutmen yang kurang memperhatikan latar belakang pendidikan tinggi dengan program
pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan tidak adanya panitia
khusus rekrutmen guru. Pada pengembangan guru masalah yang terjadi adalah
minimnya kegiatan pengembangan guru.
Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah yang terjadi dan untuk mencapai
hasil yang diharapkan strategi yang digunakan dalam rekrutmen guru ialah
melaksanakan sistem rekrutmen sesuai dengan SOP, pengawasan langsung oleh
yayasan dan kepala sekolah pada proses rekrutmen serta mengadakan evaluasi
rekrutmen guru. Sedangkan strategi untuk meminimalisir masalah pada
pengembangan guru ialah sekolah dan pondok pesantren mengadakan program
pengembangan untuk guru, guru mengikuti kegiatan pengembangan secara
51
berkesinambungan baik di dalam maupun di luar sekolah serta aktif dalam
kegiatan guru di sekolah maupun di luar sekolah.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilaksanakan di SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta yang beralamat Jl. Panjang No.6 C Kedoya
Kebon Jeruk 11520 Jakarta Barat.
2. Waktu Penelitian
Tabel 3.1
Rincian Kegiatan Penelitian
No
Jenis
Kegiatan
Bulan
Des
1
2
3
4
5
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Observasi
Pendahuluan
Bimbingan dengan
dosen pembimbing
Pembuatan instrumen
penelitian
Wawancara dan
pengambilan data
lapangan
Pengolahan dan
analisi data
B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Kualitatif merupakan
suatu pendekatan dalam melakukan riset yang berorientasi pada fenomena atau
gejala yang bersifat alami. Sifatnya mendasar dan naturalis atau bersifat
52
Jul
53
kealamian, serta tidak bisa dilakukan di laboraturium, melainkan di lapangan.
Oleh sebab itu, riset semacam ini disebut inkuiri naturalistic (naturalistic
inquiry) atau studi lapangan (field study). 84
Bogdan dan Taylor (1975:5) mendefinisikan “metode kualitatif sebagai
prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis
atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”.85
Metode ini menggambarkan kondisi dan situasi obyek penelitian sesuai
dengan keadaan lapangan. Peneliti hanya akan mendeskripsikan keadaan dan
fenomena yang ada dengan metode pengumpulan data kualitatif.
C. Sumber Data
1. Data Primer
Data primer adalah sumber data pokok yang langsung dikumpulkan
peneliti dari objek penelitian.86 Dalam hal ini peneliti memperoleh data dari
wakil ketua yayasan, sekretaris umum yayasan, asisten pengasuh bidang
pendidikan dan pengajaran, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang
kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta mengenai sistem rekrutmen
dan pengembangan guru.
2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu sumber data tambahan yang menurut peneliti
menunjang data pokok.87 Dalam hal ini peneliti memperoleh data dokumen
mengenai Sistem Rekrutmen dan Pengembangan Guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
84
Mohammad Ali, Metodologi dan Aplikasi Riset Pendidikan, ( Bandung: Pustaka
Cendikia Utama, 2010), Cet. 1, h. 138
85
Lexy Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2013), Cet. 31, h. 4
86
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), Cet. 10, h.
152
87
Ibid.
54
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis
dari fenomena yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk menemukan data
dan informasi dari gejala atau fenomena secara sistematis dan didasarkan
pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan.88 Observasi yang
dilakukan dalam penelitian ini mengenai permasalahan yang terjadi pada
sistem rekrutmen dan pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
2. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan
pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-jawaban
responden.89 Dalam hal ini penulis melakukan wawancara dengan wakil
ketua yayasan, sekretaris umum yayasan, asisten pengasuh bidang
pendidikan dan pengajaran, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang
kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta. Penulis juga membuat kisikisi wawancara untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan yaitu
mengenai sistem rekrutmen dan pengembangan guru.
3. Studi Dokumen
Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak
langsung ditunjukan pada subjek penelitian, tetapi melalui dokumen.
Dokumen adalah catatan tertulis yang isinya pernyataan tertulis yang
disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu
peristiwa,
dan
berguna
bagi
sumber
data,
bukti
dan
informasi
kealamiahan.90
Dokumentasi ini ditunjukkan untuk memperoleh data tentang sejarah
sekolah, profil sekolah, visi dan misi, struktur organisasi, data guru, sarana
88
Ibid., h. 168
Ibid., h. 173
90
Ibid., h. 183
89
55
dan prasarana, program kerja, tata tertib guru, keadaan sisawa dan pedoman
pelaksanaan rekrutmen dan pengembangan guru.
E. Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan wakil ketua
yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, sekretaris umum yayasan, asisten
pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran, kepala sekolah SMP Manba’ul
Ulum, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang
kesiswaan putra, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan putri dan guru SMP
Manba’ul Ulum. Instrumen ini peneliti gunakan sebagai acuan untuk
memperoleh keterangan langsung pada pihak yang terlibat dalam rekrutmen
dan pengembangan guru. Berikut pedoman yang gunakan sebagai panduan
dalam melakukan wawancara.
Tabel 3.2
Pedoman Wawancara Sistem Rekrutmen dan Pengembangan Guru di
SMP Manba’ul Ulum
Fokus
Penelitian
Dimensi
a. Tujuan rekrutmen
b. Alasan dasar rekrutmen
c. Sumber rekrutmen
Rekrutmen
d. Metode rekrutmen
e. Proses rekrutmen
f. Hambatan rekrutmen
g. Evaluasi rekrutmen
a. Tujuan pengembangan
b. Metode pengembangan
c. Jenis Pengembangan
Pengembangan
d. Proses pengembangan
e. Kegiatan Pengembangan
f. Kendala Pengembangan
Responden
a. Wakil Ketua Yayasan
b. Sekertaris Umum
Yayasan
c. Asisten Pengasuh
Bidang Pendidikan
dan Pengajaran
d. Kepala Sekolah
e. Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kurikulum
f. Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kesiswaan
g. Guru SMP Manba’ul
Ulum
56
Tabel 3.3
Pedoman Studi Dokumentasi Sistem Rekrutmen dan
Pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum
No
Dokumentasi
1
Sejarah berdirinya SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta
2
Profil SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
3
Visi dan Misi SMP Manba’ul Ulum
4
Struktur Organisasi SMP Manba’ul Ulum
5
Sarana dan Prasarana SMP Manba’ul Ulum
6
Program Kerja SMP Manba’ul Ulum
7
Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Manba’ul Ulum
8
Data Guru dan Distribusi Jam SMP Manba’ul Ulum
9
Tata tertib Guru SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta ( Kewajiban, hak, larangan dan sanksi)
10 Keadaan Siswa SMP Manba’ul Ulum
11 Pedoman pelaksanaan rekrutmen guru SMP Manba’ul Ulum
12 Ijazah SMP dan Ijazah Pondok Pesantren
F. Uji Keabsahan Data
Triangulasi sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan
dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Peneliti mengecek data dengan teknik pengumpulan data dan sumber data. 91
Oleh karena itu yang ditriangulasi adalah hasil dari observasi, wawancara
dan studi dokumentasi sistem rekrutmen dan pengembangan guru. Observasi
untuk menemukan permasalahan sistem rekrutmen dan pengembangan guru.
Wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai sistem rekrutmen dan
pengembangan guru. Dokumen terkait dengan sistem rekrutmen dan
pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta.
91
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta,
2011), Cet. 11, h. 241
57
G. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki
lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan. Dalam penelitian
kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan
dengan pengumpulan data.92
Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, dan
conclusion drawing/verification.93
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Mereduksi data berarti memilih, merangkum hal-hal yang pokok,
memfokuskan pada hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan
demikian
dapat
memberikan
gambaran
yang
lebih
jelas,
dan
mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya,
dan mencarinya jika diperlukan. 94
2. Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, selanjutnya yang dilakukan adalah penyajian
data. Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan,
hubungan antar katagori. Yang paling sering digunakan dalam penelitian
kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.95
3. Conclusion Drawing/verification
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and
Huberman adalah rekrutmen kesimpulan dan verifikasi96. Peneliti menarik
kesimpulan sebagai hasil dari penelitian ini.
92
Ibid., h. 245
Ibid., h. 246
94
Ibid., h. 247
95
Ibid., h. 249
96
Ibid., h. 252
93
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta
1. Sejarah Berdirinya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada bulan Robiul
Awal 1406 H ( 1 Juli 1985 M ). Pondok Pesantren Asshiddiqiyah pertama
kali didirikan oleh KH.Noer Muhammad Iskandar, SQ, putra dari salah
satu kyai besar Jawa Timur yang berasal dari Banyuwangi yaitu KH.
Iskandar, di atas tanah yang diwakafkan oleh H. Abdul Ghoni Dja’ani
(Haji Oon ), putra dari KH. Abdul Shiddiq dikawasan Kelurahan Kedoya
Utara Kebon Jeruk yang saat itu dipenuhi rawa dan sawah. Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah diasuh oleh KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ.
Kurikulum yang digunakan oleh SMP Manba’ul Ulum adalah KTSP.
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua
pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa disekolah. Suatu
kurikulum diharapkan memberikan landasan isi dan menjadi pedoman bagi
pengembangan kemampuan siswa secara optimal dengan tuntutan dan
pengembangan masyarakat.
Kurikulum
yang
digunakan
di
SMP
Manba’ul
Ulum
Ashhiddiqiyah Pusat Jakarta Barat adalah Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun,
dikembangkan dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan
memperhatikan
standar
kompetensi
dan
kompetensi
dasar
yang
dikembangkan Badan Nasional Pendidikan (BSNP).
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diharapkan dapat
menampilkan
kekhasan
atau
keunggulan
masing-masing
satuan
pendidikan. KTSP sangat potensial untuk mendukung paradigma baru
manajemen
berbasis
sekolah
dalam
konteks
58
otonomi
daerah
59
dan desentralisasi pendidikan di Indonesia. Secara khusus tujuan
diterapkannya KTSP adalah untuk:
a. Meningkatkan mutu pendidikan kemadirian dan inisiatif sekolah dalam
mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber
daya yang tersedia.
b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam
mengembangkan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama
c. Meningkatkan kompensasi yang sehat antar satuan pendidikan yang
akan dicapai
d. Meskipun demikian, dalam mengembangannya Indonesia harus belajar
banyak dari pengalaman pelaksanaan kurikulum di Negara lain,
kemudia
memodifikasi,
mengadaptasi,
merumuskan
dan
mengembangkan model yang khas sesuai dengan karakteristik
masyarakat, situasi dan kondisi actual serta budaya sekolah yang
multicultural.
Selain memiliki kerangka umum pendidikan formal disatu sisi dan
kerangka khusus kurikulum kepesantrenan disisi lain, sesuai dengan
Trilogi Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang menjadi tujuan dasar
berdiri, yaitu;
a. Menguasai ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta membangun iman
dan taqwa secara lebih mendalam.
b. Berakhlakul Karimah, sebagai dasar dari peri kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bertanah air.
c. Menguasai bahasa asing, dalam hal ini yaitu bahasa arab dan bahasa
inggris seiring perkembangan jaman dengan tanpa meninggalkan sosok
guru dari pada dasar pendidikan islam.97
97
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Profil SMP Manbaul Ulum Asshiddiqiyah Jakarta,
2017, (http://www.asshiddiqiyah.com/2016/04/profil-smp-manbaul-ulumasshiddiqiyah.html#more).
60
2. Profil Sekolah
a. Nama Sekolah
: SMP MANBA’UL ULUM
b. Nomor Statistik Sekolah (NSS)
: 202016202020
c. NIS / NSM
: 200230
d. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) : 20106835
e. Nomor Data Sekolah (NDS)
: 2001030199
f. NPWP
: 03.047.141.1- 039.000
g. Nomor Akte Yayasan
: AHU – 713.AH.01.04
h. Nomor Izin Operasional
: 7749/1.851.58 Thn.2011
i. Nomor Akreditasi
: 003962/ Tgl : 19-12-17
j. Nomor IMB Yayasan
: 8436/IMB/1992
k. Nomor Izin Dari Gubernur
: 316 / 1984
l. Alamat Sekolah
: Jl.Panjang No 6C
: Kelurahan Kedoya Utara
: Kecamatan Kebon Jeruk
: Kota Jakarta Barat
: Provinsi DKI Jakarta
m. Telepon/Fax
: 021. 5632332
n. Nilai Akreditasi Sekolah
:A
o. Email
: [email protected]
98
Laporan Awal Tahun Pelajaran 2015/2016 SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta, h. 3
61
3. Visi dan Misi SMP Manba’ul Ulum
a. Visi
Mensuritauladani Akhlak Nabi
Unggul Dalam Prestasi
b. Misi
1) Menanamkan akhlaqul karimah yang dicontohkan Nabi Muhammad
SAW dalam kehidupan sehari-hari.
2) Melaksanakan pengajaran dan bimbingan bahasa Inggris dan Arab
sehari-hari secara aktif dengan menggunakan metode langsung
(Direct Methode)
3) Menumbuhkan semangat berkomunikasi bahasa resmi pesantren
kepada warga sekolah dalam pembinaan dan monitoring 24 jam.
4) Menyelenggarakan bimbingan belajar kepada siswa oleh guru yang
professional secara aktif dan efektif
5) Menyelenggarakan bimbingan belajar khusus diluar PBM (Proses
Belajar Mengajar) formal bagi kelas tiga dalam persiapan
menghadapi UAN
6) Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler dalam menyalurkan
minat dan bakat siswa
7) Menerapkan Manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh
warga sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang
nyaman, aman dan kekeluargaan99
c. Program Unggulan
1) Pengamalan Akhlaqul Karimah
2) Hafal Juz’amma dan Surat Yasin
3) Penerapan sholat berjamaah, tahajjud, dhuha dan puasa sunnah serta
istighosah
4) Bimbingan intensif kitab salaf, Bahasa arab dan inggris
5) Proses pembelajaran berbasis multiple intelligence system (MIS)
99
Ibid., h. 4
62
4. Struktur Organisasi
Gambar 4.1
Struktur Organisai SMP Manba’ul Ulum
YAYASAN PON PES
ASSHIDDIQIYAH
PENGASUH
KHODIMUL
MA’HAD
LURAH PONDOK
KOMITE SEKOLAH
ASPENG DIKJAR
SEKRETARIS
KEPESANTRENAN
KEPALA SEKOLAH
KOPERASI
Staff sarana & pras
Ka. Tata Usaha
Staff Tata Usaha
Wakil Kep.Sek
Bidang Kesiswaan
Wakil Kep.Sek
Bidang Kurikulum
B
i
d
.
Guru Mata
Pelajaran
Guru
Piket
Perpustakaan
B
i
d
.
Guru
Laboraturium
K
BP
IPA, Bahasa &
u
Komputer
r
L
i
a
k
b
.
u
SANTRI SMP
l
B
u
a
m
h
a
s
a
L
a
b
.
K
o
m
Wali
Kelas
Wali
Asuh
Pembina
KEkstrakulikuler
e
s
i
s
w
a
a
n
63
5. Saran dan Prasarana SMP Manba’ul Ulum
Sarana dan prasarana yang ada di SMP Manba’ul Ulum untuk
menunjang kegiatan belajar mengajar serta aktivitas kepesantrenan adalah
sebagai berikut:
Tabel 4.1
Sarana dan Prasarana SMP Manba’ul Ulum100
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Nama Bangunan
Kantor
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Guru
Ruang Belajar
Asrama
Gedung Serbaguna
Laboraturium
Ruang Komputer
Ruang Bahasa
Perpustakaan
Sarana Olahraga
Badminton
Jumlah
1 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
9 Ruang
17 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
Futsal
1 Lapangan
Masjid
Koperasi
Warnet
SQ Mart
Toilet
1 Buah
1 Ruang
1 Ruang
1 Ruang
15 Uangan
5. Program
Kerja
SMP
Manba’ul
2 Lapangan
Ulum
Pondok
Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta
Program kerja yang ada di SMP Manba’ul Ulum terdiri dari
program kerja kedalam dan keluar, berikut adalah uraian program kerja
kedalam dan keluar:
100
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Profil SMP Manbaul Ulum Asshiddiqiyah Jakarta,
2017, (http://www.asshiddiqiyah.com/2016/04/profil-smp-manbaul-ulumasshiddiqiyah.html#more).
64
a. Program Kedalam
1) Program Umum
a) Upacara bendera setiap hari senin dan hari besar nasional.
b) Menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan lingkungan SMP
c) Mengadakan kegiatan belajar mengajar dari pukul 07.30 – 12.30
WIB
d) Mengadakan reguler meeting dengan pimpinan pesantren (setiap
hari sabtu)
e) Menerima tamu SMP
f) Menyusun program tahunan
g) Rapat pleno guru dan staff SMP tiap awal bulan
h) Menyusun RAPBS tiap awal tahun.
i) Mengadakan pembinaan bagi guru dan staff
2) Program Bidang Kurikulum
a) Membuat jadwal mengajar guru
b) Mengontrol berlangsungnya KBM
c) Mengadakan kunjungan kelas
d) Mengadakan pembinaan terhadap guru dan staff SMP
e) Mengadakan kontrol mutholaah malam (bekerjasama dengan wali
asuh)
f) Mengumpulkan nilai harian dan nilai tugas dari guru bidang study
g) Mengadakan rapat pengisian raport tiap cawu
h) Mengadakan rapat kenaikan kelas di akhir tahun
i) Menyusun kalender pendidikan
j) Mengontrol ketertiban, kerapihan, dan kedisiplinan guru.
k) Mengontrol kelengkapan administrasi guru (absen, agenda guru,
RRP)
l) Menyelenggarakan ulangan umum semester, UN, US dan praktek
3) Program Bidang Kesiswaan
a) Mengontrol kerapihan, ketertiban dan kedisiplinan siswa
b) Mengontrol kelengkapan belajar siswa
65
c) Menindak siswa yang melanggar disiplin
d) Mengontrol SPP siswa
e) Menghubungi siswa yang tiga hari tidak masuk sekoah
f)
Menelusuri minat dan bakat siswa
g) Mendata siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
h) Menyusun kepenguruusan OSIS
i)
Mendata keluar masuknya siswa
j)
Mengontrol muthola’ah setiap malam
4) Program Bidang Ketatausahaan
a) Mendata kelengkapan administrasi siswa
b) Melengkapi administrasi sebagai berikut :
- Buku induk siswa
- Buku induk guru dan staff’
- Buku surat masuk dan keluar
- Buku klapper
- Buku inventaris
- Buku tamu
- Buku notulen rapat
- Membuat data 8355 diawal tahun
c) Mengendalikan ketertiban, keamanan dan kerapihan kantor TU
SMP
d) Membuat surat-surat yang berkenaan dengan SMP
e) Membuat laporan bulanan (Kandikdas, Sanggar 016, Yayasan,
Wakil Pengasuh)
5) Program Bidang Guru Piket
a) Mengisi papan kehadiran guru sebelum jam 07.30 WIB
b) Mengontrol kebersihan, ketertiban dan kerapihan kelas selama
KBM berlangsung (terutama pada sebelum kegiatan belajar
mengajar dimulai)
c) Mengontrol kehadiran guru tiap pergantian pelajaran.
d) Mengabsen kehadiran siswa tiap hari
66
e) Mengabsen guru setiap jam kehadiran.
f) Merekap absen kehadiran guru tiap awal bulan
g) Menggantikan guru dikelas yang berhalangan hadir
6) Program Bidang Guru BP
a) Menelusuri bakat dan minat siswa
b) Menangani siswa yang bermasalah
c) Melayani bimbingan konseling.
b. Program Keluar
1) Mengadakan hubungan dengan instansi terkait seperti (Kandikdas
DKI, Sanggar 016)
2) Mengadakan hubungan dengan wali santri
3) Menghadiri rapat dinas
4) Mengadakan hubungan dengan pemerintah setempat (RT, RW,
Lurah, Camat dan Walikota)
5) Mengadakan silaturrahmi dengan SMP lain
6) Mengurus izin dan status SMP101
Berdasarkan uraian program kerja SMP Manba’ul Ulum di atas dapat
diambil kesimpulan bahwa dengan adanya program kerja yang tersedia visi,
misi sekolah dapat tercapai dengan baik serta program unggulan yang
dicanangkan oleh sekolah dapat terlaksana. Program kerja tersebut juga
sebagai pengembangan guru yang nantinya berdampak pada ketercapaian
tujuan pendidikan.
101
Laporan Awal Tahun Pelajaran 2015/2016 SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta, h. 12
67
6. Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Berikut adalah data tenaga pendidik dan kependidikan di SMP
Manba’ul beserta dengan keterangan jenis kelamin, pendidikan terakhir,
masa kerja dan tugas guru.
Tabel 4.2
Tenaga Kependidikan SMP Manba’ul Ulum102
No
Jabatan
1.
Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah
Bid. Kurikulum
Wakil Kepala Sekolah
Bid. Kesiswaan Pa
Wakil Kepala Sekolah
Bid. Kesiswaan Pi
Kepala TU
Staff TU
Staff TU
Staff TU
Koodinator Guru Piket
Staf Piket
Staf Piket
Staff Piket (Ketertiban)
Guru BP Pi
Sarana dan Prasarana
Laboran IPA
Laboran Bahasa
Lab. Komputer
Pustakawan (Koordinator)
Staff Pustakawan
Staff Pustakawan
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
102
Ibid., h. 6
H.Sadeli, M.Pd
L
Pend.
Akhir
S2
Riski, S.Pd
L
S1
15
Hendriansyah, SE
L
S1
7
Nayla Fiyya, S.Pd.I
P
S1
6
Syamsudin
Rohmi Khoirunnisa, S.Pd.I
Hanifuddin, S.Pd.I
Nur Zam-zam
Abdul Rahman, S.Pd.I
Amir Saefudin
Siti Maslimah, S.Pd.I
Rahman Yasin
Nur Azizah, S.Pd.I
Syamsul Huda, S.Pd.I
Rohmi Khoirunnisa, S.Pd.I
Ridwan Syafii, S.S
Zainul Fata, SE
Siti Nur Kholidiyah, S.Pd.I
Abdul Kholiq
Rani Istiqomah
L
L
L
L
L
L
P
L
P
L
P
L
L
P
L
P
S1
S1
S1
MA
S1
MA
S1
MA
S1
S1
S1
S1
S1
S1
SMA
SMA
6
4
4
2
7
11
1
1
7
7
4
6
6
4
6
1
Nama
JK
Masa
Kerja
15
68
Tabel 4.3
Data Guru SMP Manba’ul Ulum
No
Nama
1
H. Sadeli, M.Pd
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
Luluk Masruroh, SH
Ahmad Saepul, SHI
Drs. H. Endang BR, M.Ag
Irmawatih, S.Pd
Maryati, S.S
Eka Fitri R, S.Sos
Samsudin, S. Pd
Nayla Fiyya, S.Pd.I
Annisa Dwi Mardhotillah, S.Pd
Ishak Iskandar, S.Pd
Listiyanti, S.Pd
Hesti Oktaviana, S.Pd
Riski, S.Pd
Tuty Fazriah, S.Pd
Nurhalimah Lubis, S.Pd.I
Aulia Kahfi, S.Pd
Rita Aprida, S.Pd
Asep Mulyadi, S.Pd
Zainul Fata, S.Pd
Evi Sulistyaningsih, S.Pd
Adha, S.Ag
Hendriyansyah, S.E
Nur Rahmat, S.Pd
Nur Azizah, S.Pd.I
Syamsul Huda, S.Pd.I
Abdur Rahman Malik, S.Pd
Husni Mubarok LC
Syafii, S.Pd.I
Syukri Ghozali, S.Pd.I
Amirudin, S,Pd.I
Iha Musliha, S.Pd.I
JK
Pend.
Akhir
S2
L
L
L
P
P
P
L
P
P
L
P
P
L
P
P
P
P
L
L
P
L
L
L
P
L
L
L
L
L
L
P
S1
S1
S2
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
S1
Tugas
Kepala Sekolah/ Guru
P
PPKn
Guru PPKn
Guru PAI
Guru PAI
Guru Bhs. Indonesia
Guru Bhs. Indonesia
Guru Bhs. Inggris
Guru Bhs. Inggris
Guru Bhs. Inggris
Guru Bhs. Inggris
Guru Matematika
Guru Matematika
Guru Matematika
Guru IPA
Guru IPA
Guru IPA
Guru Bahasa Inggris
Guru IPS Terpadu
Guru IPS Terpadu
Guru TIK
Guru SENI BUDAYA
Guru Al Qur'an/Penjas
Guru Penjaskes
Guru Penjaskes
Guru BP/BK/Aswaja
Guru BP/BK/Aswaja
Guru Bahasa Arab
Guru Bahasa Arab
Guru Kitab Salaf
Guru Kitab Salaf
Guru Kitab Salaf
Al Qur'an
Berdasarkan data guru di atas dapat diambil kesimpulan bahwa
guru di SMP Manba’ul Ulum sudah baik karena semunya telah memenuhi
peryaratan kualifikasi guru, akan tetapi terdapat beberapa guru yang
pendidikan terakhir tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan.
69
7. Keadaan Siswa SMP Manba’ul Ulum
Keadaan siswa SMP Manba’ul Ulum berdasarkan data jumlah
siswa tiap angkatan, data siswa tiga tahun terakhir yang melanjutkan ke
Asshiddiqiyah, prestasi siswa, prestasi siswa dan aktifitas pesantren.
Tabel 4.5
Data Jumlah Siswa Tiap Angkatan
NO
1
2
3
4
5
6
TAHUN
2010/2011
2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015
2015/2016
KELAS 7
101
134
139
138
171
122
KELAS 8
74
112
128
131
118
155
KELAS 9
80
72
102
115
114
113
JUMLAH
255
318
369
384
403
390
Tabel 4.6
Data Siswa Tiga Tahun Terakhir
yang Melanjutkan ke Asshiddiqiyah
NO
TAHUN
1
2
3
2012/2013
2013/2014
2014/2015
JUMLAH
SANTRI
102
115
114
AIC
PUSAT
33
40
53
AIC
SEKOLAH
CABANG
LUAR
2
67
1
74
2
59
Tabel 4.7
Prestasi Siswa
No
1
Tahun 2017 Se-JABODETABEK
Juara I Story Telling
2
Juara II Pidato Bahasa Arab
3
Juara II Puisi Bahasa Arab
4
Juara III Drama Bahasa Arab
5
Juara III Gravity
6
Juara III Spelling Bee
70
Tabel 4.8
Aktivitas Pesantren
Waktu
03.30-04.15
04.15-04.30
04:30-05:00
05:00-05:30
05:30-07:00
07:00-07:15
07:15-07:30
07:30-12:30
12:30-13:00
13:00-15:30
15:30-16:00
16:00-17:30
17:30-18:00
18:00-18:30
18:30-19:30
19:30-20:30
20:30-21:00
21:00-22:00
22:00-03:30
Kegiatan
Bangun tidur, tahajjud wirid fajar
Terapi kecerdasan
Sholat Shubuh berjama’ah
Daily Conversation
Sarapan pagi dan persiapan sekolah
Sholat Dhuha bersama di Mesjid
Tadarus Al-Qur’an di kelas
Proses Belajar Mengajar di kelas
Sholat Zhuhur dan Makan siang
Istirahat siang
Sholat Ashar berjamaah
Belajar materi kepesantrenan
Istighotsah menjelang Magrib
Sholat Magrib berjama’ah
Belajar Al-Qur’an
Makan malam dan Sholat isya berjama’ah
Pengajian tafsir Jalalain dan kitab Talim Muta’alim oleh
Bapak Pengasuh
Muthola’ah (belajar persiapan sekolah)
Istarahat/tidur malam
Berdasarkan tabel di atas, tertera jadwal kegiatan sehari-hari peserta
didik yang sudah terorganisir dengan baik. Dengan adanya jadwal aktivitas
sehari-hari ini peserta didik dapat disiplin waktu serta program unggulan
dari sekolah dalam terlaksana.
8.
Tata tertib Guru SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Tata tertib guru SMP Manba’ul Ulum terdiri dari kewajiban yang harus
dipenuhi oleh setiap guru, larangan-larangan bagi guru dan sanksi. Tata
tertib guru harus dilaksanakan oleh setiap guru, tata tertib ini juga sebagai
syarat untuk dapat menjadi guru di SMP Manba’ul Ulum dan merupakan
suatu pengembangan guru. Berikut ini adalah uraian tata tertib guru SMP
Manba’ul:
71
a. Kewajiban
1) Menjaga dan menjunjung tinggi Almamater Sekolah dan Pesantren
baik di dalam maupun di luar Pondok Pesantren.
2) Tunduk dan patuh terhadap peraturan dan tata tertib yang telah
ditetapkan sekolah dan pesantren.
3) Memakai pakaian yang rapi dan islami.
a) Untuk Guru Putra :
Senin dan Selasa
: Berkemeja, berdasi dan berpeci
Rabu dan Kamis
: Batik dan berpeci
Jum’at
: Berbaju koko dan berpeci
Sabtu
: Berpakaian bebas dan berpeci
b) Untuk Guru Putri
Berpakaian muslimah dengan jilbab yang rapih.
c) Bagi guru Putra dan Putri berkaos kaki dan bersepatu
4) Hadir setiap hari jam mengajar 15 menit sebelum jam mengajar
dimulai dan selesai mengajar setelah jam materi bersangkutan
selesai.
5) Mengikuti upacara hari Senin bagi guru yang mengajar pada jam
pertama di hari Senin.
6) Menyiapkan prota, proca, PSP, RP, daftar nilai dan daya serap.
7) RP dikumpulkan setiap minggu pada hari senin atau pada hari
pertama bertugas minggu itu.
8) Mengadakan ulangan harian dan tugas-tugas sekurang-kurangnya 3
(tiga) kali dalam setiap minggu
9) Mengisi agenda guru dan jurnal kelas setiap hari.
10) Memahami dan melaksanakan 12 (dua belas) langkah wali kelas bagi
guru yang menjadi wali kelas.
11) Meminta izin kepada Kepala Sekolah dan memberi tugas belajar
siswa secara tertulis bagi guru yang terpaksa tidak dapat hadir
mengajar.
72
12) Memberi suri tauladan yang baik kepada siswa baik di dalam
maupun di luar sekolah.
13) Menguasai dan mampu menyampaikan materi yang diajarkan
dengan menarik serta mudah dipahami siswa.
14) Melaksanakan tugas sesuai dengan pemberian tugas yang telah
ditentukan
15) Hadir setiap hari kerja mulai pukul 07.00 – 13.00 WIB
16) Melaksanakan tugas yang telah ditentukan dengan penuh tanggung
jawab, disiplin serta loyalitas yang tinggi.
17) Meminta izin kepada Kepala Sekolah jika terpaksa meninggalkan
tugas dan tidak dapat hadir
b. Larangan-larangan
1) Melanggar kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan
2) Menyalahgunakan wewenang/jabatan untuk kepentingan pribadi
3) Mengadakan pungutan uang kepada santri tanpa seizin Kepala
Sekolah
4) Meninggalkan tugas mengajar tanpa seizin petugas yang berwenang di
sekolah
5) Memulangkan santri sebelum jam sekolah berakhir.
6) Melimpahkan tugas kepada santri (seperti mencatat pada papan tulis,
memindahkan nilai kedalam nilai guru, memeriksa ulangan dan
sebagainya)
7) Membawa makanan dan minuman ketika proses mengajar sedang
berlangsung.
8) Merokok di kelas ketika kegiatan belajar sedang berlangsung.
9) Duduk di atas meja ketika kegiatan belajar sedang berlangsung.
10) Menjual buku pelajaran dan sejenisnya kepada santri tanpa seizin
Kepala Sekolah
11) Meninggalkan tugas/pekerjaan tanpa seizing petugas sekolah yang
berwenang.
73
c. Sanksi
1) Ditegur secara lisan
2) Surat Peringatan ke-1 (SP 1 )
3) Surat Peringatan Ke-2 (SP 2 )
4) Surat Peringatan ke-3 (SP 3 )
5) Diberhentikan103
B. Deskripsi dan Analisis Data
1. Rekrutmen Guru
a. Tujuan Rekrutmen
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki tujuan yang hendak
dicapai, begitu juga dengan kegiatan rekrutmen guru di SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta memiliki beberapa
tujuan yang hendak dicapai yaitu:
1) Untuk memenuhi kebutuhan sekolah, kegiatan rekrutmen ini
dilakukan apabila sekolah membutuhkan guru baru.104
2) Peningkatan kualitas guru, kegiatan rekrutmen dilakukan dalam
rangka meningkatkan kualitas guru seperti kualifikasi akademik
guru minimal harus strata I dan strata II. 105
Pada dasarnya kegiatan rekrutmen guru memiliki tujuan umum
yaitu untuk menarik dan mendapatkan calon guru profesional dan
sesuai persyaratan sekolah serta memiliki beberapa tujuan rekrutmen
secara spesifik. Akan tetapi pada kenyataannya di SMP Manba’ul
Ulum tujuan dilaksanakan rekrutmen hanya dua yaitu untuk
memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas guru.
103
Dokumen Tata Tertib Guru SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta
104
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah SMP Manba’ul Ulum Pondok
Peantren Asshiddiqiyah Jakarta, pada 29 Maret 2017
105
Hasil wawancara dengan Bapak Syaiful Rahman, Asisten Pengasuh Bidang
Pendidikan dan Pengajaran, pada 17 April 2017
74
b. Alasan Rekrutmen
Kegiatan rekrutmen di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta tidak begitu saja dilakukan. Ada beberapa
alasan yang melatarbelakangi kegiatan rekrutmen tersebut, alasanalasan tersebut adalah sebagai berikut:
1) Tambahan
beban
mata
pelajaran
di
sekolah
sehingga
dibutuhkannya guru baru
2) Terdapat guru yang tidak sesuai dengan persyaratan yang
ditentukan sekolah
3) Terdapat guru di sekolah yang pindah sehingga terjadinya
kekosongan dan kekurangan guru di sekolah106
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa alasan
dilakukannya kegiatan rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum adalah
tambahan beban mata pelajaran, adanya guru yang tidak sesuai dengan
persyaratan, dan adanya pemindahan guru ke sekolah atau jabatan
lain. Alangkah baiknya proses rekrutmen guru di sekolah deperbaiki
lagi dengan melihat lamaran guru sudah sesuai atau tidak dengan
persyaratan, wawancara yang dilaksanakan, hasil tes akademik dan
microteaching agar tidak terjadi lagi adanya guru yang tidak sesuai
dengan persyaratan yang ditentukan sekolah.
c. Sumber Rekrutmen
Sumber rekrutmen guru yang digunakan oleh SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta seperti yang dijelaskan oleh
Bapak Syaiful Rahman selaku asisten pengasuh bidang pendidikan dan
pengajaran adalah “alumni Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, keluarga
atau teman-teman yayasan dan guru saja”.107 Seperti yang dijelaskan
juga oleh Bapak Sadeli selaku kepala sekolah SMP Manba’ul Ulum,
sumber calon guru juga terdapat dari lamaran yang masuk secara
106
107
Ibid.,
Ibid.,
75
kebetulan kesekolah dan keyayasan.108 Dari hasil wawancara dengan
kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala
sekolah bidang kesiswaan putra dan putri mengatakan bahwa sumber
calon guru berasal dari alumni pondok pesantren itu sendiri dan temanteman dari guru yang mengajar di Pondok pesantren tersebut. Dari lima
guru yang diwawancarai juga mengatakan dapat mengetahui informasi
lowongan guru baru dari teman guru tersebut yang mengajar di SMP
Manba’ul Ulum.
Dari penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sumber
yang sering digunakan dalam kegiatan rekrutmen guru adalah sumber
eksternal dan internal. Sumber internal tersebut berupa alumni yang
lebih diutamakan dalam proses rekrutmen, dan sumber eksternal yaitu
teman atau anggota keluarga karyawan dan lamaran yang masuk secara
kebetulan.
Sumber eksternal tidak hanya teman atau anggota keluarga
karyawan dan lamaran yang masuk secara kebutulan, akan tetapi masih
ada sumber lain seperti balai pendidikan, badan-badan penempatan
kerja, media masa cetak dan elektronik, organisasi tertentu, organisasi
profesi dan balai latihan keterampilan. Alangkah baiknya dalam
pelaksanaan rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum menggunakan
sumber eksternal lainnya agar calon pelamar lebih banyak, sehingga
sekolah tidak sulit dalam mencari guru baru yang dibutuhkan oleh
sekolah, terlebih dalam mencari guru eksakta, guru bimbingan
konseling dan guru seni yang sulit didapatkan. Dengan menggunakan
sumber eksternal tersebut, yayasan dapat memfilter lamaran yang
masuk dan melaksanaan penerimaan guru baru sesuai kebutuhan dan
syarat yang ditentukan, walaupun bukan dari alumni pondok pesantren,
guru baru dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah dengan
mematuhi tata tertib guru yang ada.
108
Maret 2017
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah SMP Manba’ul ulum, pada 29
76
d. Metode Rekrutmen
Metode yang digunakan oleh SMP Manba’ul lebih kepada metode
tertutup, yaitu informasi hanya disampaikan kepada guru-guru dan
alumni pondok pesantren saja. Seperti yang dikatakan oleh Ibu Nayla
Fiyya selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan putri “metode
tertutup karena kami menginformasikan hanya kepada guru dan alumni
saja”. 109 Seperti yang dikatakan juga oleh Bapak Syaiful Rahman “akan
tetapi apabila kebutuhan guru belum terpenuhi, yayasan menggunakan
metode terbuka. Biasanya metode ini digunakan dalam mencari guru
mata pelajaran eksakta”.110
Dapat diambil kesimpulan bahwa metode yang digunakan dalam
kegiatan rekrutmen lebih kepada metode tertutup, dimana informasi
hanya diberitahukan kepada guru-guru pondok pesantren dan alumni
saja. Apabila kebutuhan guru baru belum terpenuhi pondok pesantren
menggunakan metode terbuka, tetapi hal ini jarang dilakukan seperti
yang dikatakan oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang
kurikulum dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan putra dan putri
metode rekrutmen guru lebih kepada metode tertutup. Alangkah baiknya,
metode yang digunakan tidak hanya metode tertutup tetapi juga
menggunakan metode terbuka yaitu lowongan diinformasikan secara
luas melalui media masa cetak dan elektronik, agar lamaran yang masuk
banyak dan yayasan dan sekolah berkesempatan mendapatkan guru
sesuai kebutuhan dan persyaratan yang telah ditentukan dengan
memfilter lamaran yang masuk ke sekolah maupun yayasan.
109
Hasil wawancara dengan Ibu Nayla Fiyya, Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kesiswaan Putri, pada 29 Maret 2017
110
Hasil Wawancara dengan Bapak Syaiful Rahman, Asisten Pengasuh Bidang
Pendidikan dan Pengajaran, pada 17 April 2017
77
e. Persyaratan
Dalam melaksanakan kegiatan rekrutmen guru terdapat syarat yang
harus dipenuhi. Syarat tersebut tentunya disesuaikan dengan visi dan
misi sekolah, seperti yang dikatakan oleh Bapak Rizki selaku wakil
kepala sekolah bidang kurikulum, “syarat dan kriteria calon guru
disesuaikan dengan visi dan misi sekolah agar guru yang diterima untuk
mengajar disini dapat secara bersama-sama membangun sekolah lebih
baik lagi dan menunjang ketercapaian visi dan misi sekolah”.111
Tentunya visi dan misi diberitahu kepada calon guru melalui proses
wawancara, agar tujuan mengajar calon guru dapat sesuai dengan visi
dan misi sekolah.112 Syarat yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah adalah, “aktif dan mau berusaha serta mengetahui
karakter pesantren, visi, misi dan trilogi pesantren”.113
Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh calon pelamar
berdasarkan wawancara yang dlakukan:
1) Muslim
2) Sehat jasmani dan rohani
3) Memiliki akhlak yang baik
4) Ahlu sunnah waljamaah agar tidak mengganggu program sekolah
5) Kualifikasi Strata 1
6) Mempunyai kemampuan dalam bidangnya
7) Latar belakang pendidikan sesuai dengan mata pelajaran yang
diajarkan
8) Menandatangani tata tertib guru SMP Manba’ul Ulum
9) Mampu membaca Al-Qur’an
10) Mengutamakan alumni
11) Pengalaman mengajar
111
Hasil wawancara dengan Bapak Rizki, Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kurikulum SMP Manba’ul Ulum, pada 29 Maret 2017
112
Hasil wawancara dengan Bapak Syaiful Rahman, Asisten Pengasuh Bidang
Pendidikan dan Pengajaran, pada 17 April 2017
113
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua
Yayasan, pada 29 April 2017
78
12) Siap dengan gaji yang diberikan oleh yayasan
Berikut ini adalah beberapa syarat lamaran yang harus di penuhi
oleh calon guru, apabila calon guru tidak dapat memenuhi syarat
lamaran tersebut maka calon guru tersebut dianggap gugur dalam
seleksi pemberkasan lamaran, karena kelengkapan pemberkasan dinilai
untuk memilah calon guru.
1) Ijazah terakhir
2) Surat lamaran
3) Daftar riwayat hidup
4) Transkip nilai114
Berkas lamaran dapat diberikan kepada asisten pengajar bidang
pendidikan dan pengajaran apabila calon pelamar siap ditempatkan
untuk menjadi guru di lembaga yang ada di Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah. Berkas lamaran juga dapat diberikan langsung kepada
kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMP
Manba’ul Ulum. Berkas-berkas lamaran yang masuk baik ke yayasan
maupun
kesekolah
akan
dilihat
dan
difilter
apabila
sekolah
membutuhkan calon guru baru dan melakukan pemanggilan kepada
pelamar
untuk
melaksanakan
wawancara,
tes
akademik
dan
microteaching.
Syarat yang diberikan oleh yayasan dan sekolah dianggap tidak
sulit dan mudah untuk dipenuhi, seperti yang dikatakan oleh Ibu Annisa
Dwi, “ persyaratan yang diberikan oleh sekolah tidak sulit, karena saya
dapat memenuhinya115.” Seperti yang dikatakan juga oleh Ibu
Irmawatih, “persyaratan tidak sulit karena saya sudah memiliki
pengalaman di sekolah lain”. 116
Dapat diambil kesimpulan bahwa persyaratan yang diberikan
kepada pelamat tidak sulit untuk dipenuhi, karena calon guru baru dapat
114
Hasil wawancara dengan Ibu Listiyanti, Guru Matematika, pada 10 April 2017
Hasil wawancara dengan Ibu Annisa Dwi M, Guru Bahasa Inggris, pada 10 April 2017
116
Hasil wawancara dengan Ibu Irmawatih, Guru Bahasa Indonesia, pada 10 April 2017
115
79
memenuhi persyaratan tersebut dan sudah memiliki pengalaman di
sekolah lain.
f. Proses Rekrutmen Guru
1) Persiapan
SMP Manba’ul Ulum dalam melaksanakan rekrutmen guru tidak
memiliki persiapan yang matang, karena rekrutmen guru dilakukan
pada saat sekolah membutuhkan guru baru saja, kegiatan rekrutmen
guru tidak memiliki jadwal yang pasti, semua dilaksanakan apabila
sekolah membutuhkan guru baru saja.
Dalam pelaksanaan persiapan kegiatan rekrutmen guru yayasan
dan sekolah tidak memiliki panitia khusus, seperti yang dikatakan
oleh Bapak Ahmad Mahrus Iskandar selaku wakil ketua yayasan,
“semua langsung kebagian asisten pengasuh bidang pendidikan dan
pengajaran”117. Dan dijelaskan juga oleh Bapak Syaiful Rahman
selaku asisten pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran, “yayasan
tidak memiliki panitia khusus rekrutmen, jadi kalau ada lamaran
masuk, saya tanya kepada sekolah butuh atau tidak tenaga didik baru,
kalau memang tidak membutuhkan ya sudah tidak ada penerimaan
guru baru”.118 SMP Manba’ul Ulum tidak memiliki panitia khusus
rekrutmen, karena pada dasarnya sudah pekerjaan dan kewajiban
sekolah itu untuk mengajukan permintaan diadakannya rekrutmen
guru sesuai kebutuhan sekolah kebagian pendidikan yayasan.119
Dapat diambil kesimpulan bahwa tidak adanya panitia rekrutmen
guru di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah dan lembaga pendidikan
SMP Manba’ul Ulum, jadi apabila sekolah membutuhkan guru baru
dapat mengajukan untuk diadakannya rekrutmen guru kepada asisten
117
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua
Yayasan, pada 29 April 2017
118
Hasil wawancara dengan Bapak Syaiful Rahman, Asisten Pengasuh Bidang
Pendidikan dan Pengajaran, pada 17 April 2017
119
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah SMP Manba’ul
ulum, pada 29 Maret 2017
80
pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran dan setelah itu
dilakukan rekrutmen guru dengan melihat lamaran yang masuk
secara kebutulan keyayasan dan melalui metode rekrutmen guru
yang digunakan oleh sekolah dan pondok pesantren.
Dalam kegiatan rekrutmen guru tidak dikenakan biaya, seperti
yang dikatakan oleh guru-guru SMP Manba’ul Ulum selama
kegiatan rekrutmen tidak dikenakan biaya administrasi dan biaya
apapun.
Informasi lamaran guru baru diinformasikan memalui media
telekomunikasi telepon genggang/handphone, karena informasi
lowongan hanya diinformasikan kepada alumni, teman dan keluarga
guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta.
Pelamar dapat menyerahkan lamaran keyayasan langsung yaitu
melalui penerima tamu yayasan dan lamaran akan diserahkan
keruangan asisten pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran.
Dapat juga menyerahkan lamaran ke SMP Manba’ul Ulum melalui
guru piket dan guru piket akan menyampaikan lamaran tersebut
kepada kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
Ruangan yang digunakan untuk proses wawancara dan tes
akademik disesuaikan oleh kondisi, biasanya menggunakan ruang
kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan
kantor yayasan serta ruang kelas digunakan dalam kegiatan
microteaching.
2) Pelaksanaan
Proses rekrutmen guru dilaksanakan apabila sekolah membutuhkan
guru baru dan apabila terdapat guru yang ingin resign dari sekolah.
Proses rekrutmen ini juga mendapatkan pengawasan langsung oleh
ketua yayasan dan Asisten Pengasuh Bidang Pendidikan dan
Pengajaran. Kepala sekolah SMP Manba’ul Ulum juga melakukan
pengawasan pada kegiatan rekrutmen guru.
81
Secara umum proses rekrutmen guru di Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta adalah seperti yang dijelaskan oleh Bapak
Ahmad Mahrus Iskandar selaku wakil ketua yayasan, “kita lihat
kebutuhan pesantren atau lembaga yang ada di pesantren melalui
rapat dan perundingan, penglihatan berkas lamaran dan ijazah
masuk, wawancara dan tes terhadap calon guru dan keputusan
diterima atau tidaknya guru”.120 Proses rekrutmen guru di SMP
Manba’ul Ulum yang pertama dari hasil rapat kita menentukan
kebutuhan guru baru setelah itu sekolah mengajukan ke yayasan
yaitu asisten pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran, setelah itu
merekrutmentasi guru dengan cara lamaran yang masuk ke sekolah,
informasi melalui alumni, melalui informasi guru baru dan temanteman guru selanjutnya dilakukan tes baik secara lisan maupun tes
akademik dan microteaching setelah itu barulah pengumuman
diterima atau tidak dan diberi jadwal jam mengajar.121 Dijelaskan
juga oleh Bapak Riski selaku wakil kepala sekolah bidang
kurikulum, proses pelaksaan rekrutmen guru terjadi apabila ada guru
yang ingin
resign
dan sekolah membutuhkan guru untuk
menggantikan. Sekolah meminta kepada guru yang ingin resign
untuk mencari pengganti, dan apabila guru tersebut tidak
menemukan gantinya, saya selaku wakil kepala sekolah bidang
kurikulum akan mencari guru baru melalui teman, pihak saudara dan
menampung dan memilah sesuai syarat dan kebutuhan guru
disekolah melalui lamaran yang masuk dengan sendirinya. Apabila
tidak menemukan juga, baru saya sebar melalui media masa. 122
Proses rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum diawali oleh
penentuan kebutuhan guru baru, setelah itu sekolah mengajukan
120
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua
Yayasan, pada 29 April 2017
121
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah, pada 29 Maret 2017
122
Hasil Wawancara dengan Bapak Riski, Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kesiswaan Putra, pada 29 Maret 2017
82
kepada
yayasan
akan
kebutuhan
guru
baru
dan
yayasan
melaksanakan kegiatan rekrutmen guru. Setelah mendapatkan calon
guru
baru,
dilakukannya
wawancara,
tes
akademik
dan
microteaching. Apabila calon guru baru tersebut sesuai dengan
syarat dan kebutuhan sekolah, sekolah melakukan penerimaan
dengan persetujuan asisten pengasuh bidang pendidikan dan
pengajaran serta persetujuan ketua yayasan.
3) Seleksi
Tahap seleksi yaitu tahap pemilihan pelamar yang sudah masuk
berkas lamarannya dan dilanjutkan dengan wawancara, tes akademik
dan microteaching. Wawancara itu sendiri dilakukan oleh wakil
ketua yayasan, asisten pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran,
kepala sekolah dan guru bidang studi. Adapun pertanyaanpertanyaan dalam wawancara tersebut adalah berupa daftar riwayat
hidup, lulusan, bidang studi, pengalaman mengajar, sikap terhadap
murid, metode dalam mengajar, kesiapan mengajar, peraturanperaturan guru SMP Manba’ul Ulum dan kesiapan untuk memakai
androk apabila diterima menjadi guru di pondok pesantren ini.
Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Aulia Kahfi selaku guru bahasa
Inggris,
wawancara dengan wakil ketua yayasan pertanyaannya berupa
alamat saya, sikap apa yang saya ambil dalam menghadapi
murid apabila melakukan kesalahan dan bermasalah, metode apa
yang digunakan dalam mengajar, seputar metode mengajar dan
menghadapi murid. Wawancara dengan kepala sekolah
pertanyaannya berupa daftar riwayat hidup, kesiapan mengajar,
pengalaman mengajar, peraturan-peraturan guru SMP dan siap
atau tidak untuk menggunakan androk apabila diterima menjadi
guru di SMP ini123
Beberapa pertanyaan wawancara yang diajukan oleh wakil ketua
yayasan berupa asal usul sekolah, mau atau tidak berjuang bersama
123
Hasil wawancara dengan Ibu Aulia Kahfi, Guru Bahasa Inggris, pada 10 April 2017
83
di pesantren dan penilaian kepribadian sehari-hari karena karakter
pesantren lebih kepada attitude124
Tes yang dilakukan untuk calon guru adalah berupa tes
kemampuan akademik sesuai latar belakang mata pelajaran yang
diajarkan.
Microteaching dilakukan dalam kegiatan rekrutmen guru dengan
berpacu pada instrumen Microteaching yang telah tersedia, adapun
yang terlibat dalam kegiatan penilaian Microteaching adalah wakil
kepala sekolah bidang kurikulum dan wakil kepala sekolah bidang
kesiswaan putra.
4) Pengumuman
Yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan penerimaan
guru adalah asisten pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran lalu
mengajukan kepada ketua yayasan untuk mendapatkan persetujuan
diterima atau tidaknya calon guru tersebut. Adapun cara calon guru
baru mengetahui hasil seleksi dengan diberitahu melalui telepon oleh
kepala sekolah.
Hasil rekrutmen diberitahu secara langsung di sekelolah setelah
wawancara apabila sekolah sedang membutuhkan guru baru secara
cepat dan langsung diberi amanah jam mengajar.
5) Guru Tetap
Setelah diterima menjadi guru, sekretaris umum yayasan
mengeluarkan surat keputusan kepada guru tersebut.125 Untuk
menjadi guru tetap pondok pesantren, guru tersebut diuji coba
mengajar selama tiga bulan mengajar dan mengajar selama dua
tahun, barulah setelah itu menjadi guru tetap dan dikeluarkan surat
keputusan pengangkatan guru tetap yayasan. Yang membedakan
124
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua Yayasan, pada
29 April 2017
125
Hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Bahaudin, Sekretaris Umum Yayasan,
pada 10 April 2017
84
guru tetap dengan guru tidak tetap adalah asrama untuk guru tetap,
gaji serta jam mengajar yang lebih banyak126
Berikut adalah alur kegiatan rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta:
Gambar 4.2
Alur Kegiatan Rekrutmen Guru
Menentukan
kebutuhan guru
Mengajukan ke
yayasan akan
kebutuhan guru baru
Pemberian jam
mengajar
Pengumuman
penerimaan guru
Guru Honor
Guru Tetap
Melaksanakan
rekrutmen guru
Seleksi
g. Hambatan Rekrutmen
Dalam setiap kegiatan yang dilakukan tentunya tak lepas dari
hambatan-hambatan
di
dalamnya,
dimana
hambatan
tersebut
mempengaruhi kegiatan dan tujuan dari kegiatan tersebut. Akan tetapi
hambatan tersebut dapat diatasi dengan solusi-solusi yang telah
disediakan. Hambatan-hambatan yang terjadi dalam kegiatan rekrutmen
guru di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah adalah minimnya penghasilan
yang didapat dan guru yang tidak menetap di pondok pesantren (pulangpergi), seperti yang dikatakan oleh wakil ketua yayasan, “karena
pesantren tidak bisa sebesar gaji sekolah lain, karena basisnya kita
126
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua Yayasan , pada
29 April 2017
85
adalah pengabdian, hambatan lainnya adalah guru pulang pergi
sedangkan pesantren butuh guru yang bisa tinggal di dalam pesantren
atau dekat dengan pesantren”.127 Hambatan lain yang dialami adalah
guru di pondok pesantren Asshiddiqiyah harus mau belajar bahasa
inggris dan bahasa arab.128
Dapat diambil kesimpulan bahwa hambatan rekrutmen guru di
pondok pesantren Asshiddiqiyah adalah berupa gaji, tempat tinggal dan
kemauan untuk belajar bahasa inggris dan bahasa arab.
Adapun hambatan yang dialami oleh SMP Manba’ul Ulum seperti
yang dijelaskan oleh Bapak Hendriansyah selaku wakil kepala sekolah
bidang kesiswaan putra, “hambatannya ketika mencari guru IPA,
matematika. Karena calon guru tersebut menginginkan gaji yang sesuai
dengan kemampuan ilmu yang dimiliki. Kami juga memaklumi dan
menghargai kemampuan dan ilmu yang dimiliki”.129 Hambatan lain yang
dialami oleh SMP Manba’ul Ulum adalah sulit mencari calon pelamar
dalam
bidang
studi
tertentu
seperti
kesenian
dan
Bimbingan
Konseling130
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hambatan rekrutmen
guru yang terjadi di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta adalah gaji, tempat tinggal guru, kemauan untuk
belajar bahasa arab dan inggris dan sulit mencari calon pelamar dalam
bidang studi tertentu seperti mata pelajaran IPA, Matematika, kesenian
dan Bimbingan Konseling.
127
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua Yayasan, pada
29 April 2017
128
Hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Bahaudin, Sekretaris Yayasan, pada 10
April 2017
129
Hasil wawancara dengan Bapak Hendriansyah, Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kesiswaan Putra, pada 29 Maret 2017
130
Hasil wawancara dengan Ibu Nayla Fiyya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Putri, pada 29 Maret 2017
86
Solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang
terjadi adalah:
1. Menyediakan rumah kecil untuk guru serta mendidik dan
membimbing kaderisasi karena pondok pesantren pada dasarnya
pengabdian
2. Setiap guru mendapatkan pelatihan dan pengembangan secara rutin
bahasa baik bahasa inggris ataupun bahasa arab
3. Sementara waktu mengandalkan guru mata pelajaran yang ada di
sekolah untuk memenuhi kebutuhan jam belajar
4. melakukan rekrutmen guru dengan menggunakan metode tertutup
dan terbuka.
h. Evaluasi Rekrutmen
Evaluasi rekrutmen guru diberikan kepada kepala sekolah, dan
kepala sekolah membuat pelaporan secara reguler. Ada laporan yang
sifatnya sebulan, tiga bulan, setiap semester, pertahun yang dilaporakan
kepada sekretaris yayasan. Setiap tahunnya ada tim kecil yang
melakukan evaluasi secara keseluruhan untuk menentukan posisi yang
akan ditempatkan oleh guru.131 Evaluasi dalam bentuk pelaporan kepada
yayasan mengenai kemampuan baik metedologi dan keilmuan guru
tersebut, setelah itu sekolah dan yayasan memberikan pembinaan.132
Evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah
bidang kurikulum adalah dengan mengevaluasi metode rekrutmen agar
mendapatkan guru yang dibutuhkan oleh sekolah133
Evaluasi rekrutmen guru dilakukan oleh kepala sekolah SMP
Manba’ul Ulum, setelah itu kepala sekolah membuat laporan mengenai
131
Hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Bahaudin, Sekretaris Umum Yayasan,
pada 10 April 2017
132
Hasil wawancara dengan Bapak Syaiful Rahman, Asisten Pengasuh Bidang Pengajaran
dan Pendidikan, pada 17 April 2017
133
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah SMP Manba’ul Ulum, pada 29
Maret 2017
87
kemampuan baik metedologi dan keilmuan guru tersebut secara reguler
dan diserahkan kepada pihak yayasan. Selain itu kepala sekolah dan
wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengevaluasi metode rekrutmen
yang digunakan agar kedepannya apabila sekolah membutuhkan guru
baru dapat mendapatkan yang sesuai dengan kebutuhan dan syarat yang
telah ditentukan. Setiap tahunnya terdapat tim kecil dari pihak yayasan
yang melakukan evaluasi secara keseluruhan untuk menentukan posisi
yang akan ditempatkan oleh guru.
Evaluasi rekrutmen merupakan hal yang penting, karena dengan
evaluasi rekrutmen guru sekolah dan yayasan dapat melihat kekurangan
dalam proses rekrutmen guru. Dengan evaluasi rekrutmen guru juga,
sekolah dan yayasan dapat melihat kegiatan sudah berjalan dengan baik
atau tidak sehingga yayasan dan sekolah dapat mempelajarinya untuk
kegiatan rekrutmen guru selanjutnya.
2. Pengembangan Guru
a. Tujuan Pengembangan
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki tujuan yang hendak
dicapai, seperti kegiatan pengembangan guru di SMP Manba’ul
Pondok
Pesantren
Asshiddiqiyah
Jakarta
melakukan
kegiatan
pengembangan guru dengan tujuan yaitu karena pada dasarnya kita
sebagai manusia harus terus bergerak maju, apalagi dalam sistem
pengajaran dan dalam bidang keilmuan harus terus maju, karena ilmu
tidak ada batasnya. Apabila kita berhenti disitu maka kita akan kalah
dengan perkembangan ilmu itu sendiri134 Seperti yang dikatakan oleh
Bapak Muhammad Bahaudin tujuan dari pengembangan, “dalam
rangka upgrade skill, baik penguasaan metedologi, teknologi, dan
knowledge”.135
134
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua Yayasan,
pada 29 April 2017
135
Hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Bahaudin, Sekretaris Umum Yayasan,
pada 10 April 2017
88
Seperti yang dikatakan oleh Ibu Irmawatih selaku guru Bahasa
Indonesia, “pengembangan pada guru itu perlu dilakukan agar tujuan
dari pendidikan tercapai, lebih megerti karakter peserta didik dan
tujuan dari pembelajaran terlaksana”.136 Dikatakan juga oleh Ibu Aulia
Kahfi selaku Guru bahasa inggris, “perubahan kurikulum dari KTSP
menjadi Kurikulum 2013 juga menjadi salah satu sebab guru harus
terus melakukan pengembangan”137
Tujuan dilakukannya pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta adalah untuk upgrading
kemampuan guru baik metedologi pengajaran, teknologi dan
pengetahuan, tujuan dari pendidikan dan pembelajaran dapat
terlaksana dengan adanya pengembangan guru dan juga perubahan
kurikulum dari KTSP mejadi kurikulum 2013.
Pada dasarnya setiap guru berkewajiban untuk melaksanakan
pengembangan pada dirinya agar kemampuan mengajar guru semakin
baik dan nantinya dapat berdampak pada prestasi peserta didik.
Pengembangan pada guru juga bertujuan agar meningkatkan
kompetensi pada guru, baik kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.
b. Metode Pengembangan
Metode pengembangan guru yang digunakan oleh SMP Manba’ul
ulum dan Pondok Pesantren berdasarkan hasil wawancara:
1) Seminar
2) Peragaan atau penjelasan bagaimana pengajaran yang baik melalui
contoh dengan media pembelajaran
3) Menunjuk guru senior yang ahli dalam bidangnya untuk
membimbing guru lain
136
Hasil wawancara dengan Ibu Irmawatih, Guru Bahasa Indonesia, pada senin 10 April
2017
137
2017
Hasil wawancara dengan Ibu Aulia Kafhi, Guru Bahasa Inggris, pada senin 10 April
89
4) Pelatihan RPP
5) Rapat reguler guru setiap bulannya
6) Microteaching
Dapat diambil kesimpulan bahwa metode yang digunakan berupa
metode in the job yaitu microteaching dan menunjuk guru senior yang
ahli dalam bidangnya untuk membimbing guru lain. Classroom
medhods yaitu berupa seminar. Demonstrasi and example yaitu
peragaan atau penjelasan bagaimana pengajaran yang baik melalui
contoh dengan media pembelajaran.
c. Jenis Pengembangan
Beberapa jenis pengembangan yang dilakukan oleh guru SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta berdasarkan
hasil wawancara:
1) Seminar
2) Arisan guru setiap bulan yang dimaksud untuk menyamakan lagi
visi misi secara bersama
3) Pembinaan di sekolah dan pondok pesantren
4) Kursus bahasa di PARE
5) Pendidikan lanjut
6) Diskusi
7) Pelatihan RPP
8) Sanggar Kebun Jeruk
9) Pengawasan oleh DIKNAS datang kesekolah setiap tiga bulan
sekali untuk memberikan pengarahan mengenai pengajaran
10) Training pengembangan metodologi pengajaran guru
11) MGMP sekolah
12) Rapat kerja sekolah setiap tahun
13) Workshop
14) Musyawarah melalui diskusi rumpun
90
Terdapat
dua
jenis
pengembangan
yang
dilakukan
yaitu
pengembangan pendidikan dan pelatihan serta non-pendidikan dan
pelatihan. Pendidikan dan pelatihan berupa Kursus bahasa di PARE,
Pendidikan lanjut, pelatihan RPP, sanggar Kebun Jeruk, pengawasan
oleh DIKNAS, Training pengembangan metodologi pengajaran guru,
MGMP, rapat kerja setiap tahun, musyawarah melalui diskusi rumpun
serta pembinaan di sekolah dan pondok pesantren. Non-pendidikan
dan pelatihan berupa seminar, arisan guru, diskusi dan workshop.
Tidak semua jenis pengembangan guru dilakukan secara rutin,
semua tergantung kebutuhan guru dan dana yang tersedia. Kegiatan
yang tidak rutin diantaranya adalah seminar, kursus bahasa di PARE,
pendidikan lanjut, training pengembangan metedologi pengajaran
guru dan workshop. Alangkah baiknya sekolah dan yayasan
melakukan kegiatan pengembangan guru secara rutin, agar guru dapat
mengembangkan kemampuannya dalam mengajar dan meningkatkan
kompetensi yang ada pada dirinya. Tentunya dengan pengembangan
yang dilakukan oleh guru juga dapat berdampak pada prestasi peserta
didik dan minat belajar yang ada dalam diri peserta didik.
d. Proses Pengembangan Guru
Dalam evaluasi yang dilakukan oleh yayasan dan lembaga
pendidikan pendidikan pesantren yaitu SMP Manba’ul Ulum dalam
waktu tiga bulan sekali kami melihat dahulu guru SMP butuh
pengembangan atau pelatihan tidak, jika butuh dibuat pengembangan
dengan menentukan sasarannya, kurikulumnya atau mata pelajarannya,
sarana pengembangannya, peserta, butuh pelatih dari luar sekolah atau
tidak dan pelaksanaan pengembangan guru. Setelah pelaksanaan,
dilihat pertanggung jawaban dari hasil kegiatan pengembangan guru138
138
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua
Yayasan, pada 29 April 2017
91
Pada dasarnya pengembangan untuk guru SMP kami berikan
kewenangan kepada kepala sekolah SMP. Prosesnya secara umum
ditentukan dahulu tujuan dari pengembangan, pembelajaran apa yang
akan dikaji dalam pengembangan tersebut, tenaga ahli dari luar atau
dari dalam Pondok ataupun sekolah sendiri dan pelaksanaan
pengembangan guru139
Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Sadeli selaku kepala sekolah
SMP Manba’ul Ulum proses pengembangan guru yang pertama adalah
dengan menentukan terlebih dahulu sasaran yang hendak dicapai,
kedua pelajaran apa yang akan diberikan tentunya harus mendukung
tercapainya sasaran dari pengembangan, sarana yang harus disiapkan
peserta, perlu mendatangkan pelatih atau ahli dari luar sekolah atau
memanfaatkan tenaga yang ada di dalam sekolah dan pelaksanaan
pengembangan guru 140
Dari penjelasan di atas dapat diuraikan beberapa proses yang
dilakukan dalam pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta:
1) Evaluasi
Dalam evaluasi yang dilakukan oleh pondok pesantren dan
SMP Manba’ul Ulum setiap tiga bulan sekali, pihak pondok
pesantren dan sekolah melihat apakah guru-guru membuhkan
pengembangan dan pelatihan atau tidak. Jika membutuhkan pihak
pondok pesantren dan SMP membuat kegiatan pengembangan
guru.
2) Sasaran
Sasaran
yang
hendak
dicapai
dengan
adanya
pengembangan guru sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan
139
Hasil wawancara dengan Bapak Syaiful Rahman, Asisten Pengasuh Bidang
Pengajaran dan Pendidikan, pada 17 April 2017
140
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah SMP Manba’ul
Ulum, pada Rabu 29 Maret 2017
92
oleh guru seperti kegiatan pengembangan pembuatan dan pelatihan
RPP, metode pengajaran dan cara mengajar.
141
3) Kurikulum
Menentukan
pengembangan
pembelajaran
guru
tersebut.
yang
Pada
akan
dikaji
dasarnya
dalam
kegiatan
pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum sudah sesuai dengan
kurikulum
karena sesuai dengan standar kompetensi
kompetensi inti pembelajaran.
dan
142
4) Sarana
Menyiapkan sarana yang dibutuhkan untuk kegiatan
pengembangan, sarana tersebut harus sesuai dengan sasaran yang
hendak dicapai dengan adanya pengembangan guru.
5) Peserta
Menentukan peserta dalam kegiatan pengembangan guru
dengan menetapkan syarat dan jumlah peserta yang dapat
mengikuti kegiatan pengembangan guru.
6) Pelatih atau Tenaga Ahli
Tenaga ahli dalam pengembangan guru disesuaikan apabila
sekolah memiliki guru yang mampu dalam bidangnya, sekolah
tidak perlu mendatangkan tenaga ahli dari luar sekolah dan pondok
pesantren.143
Tenaga ahli yang didatangkan sesuai kebutuhan, ada tenaga
ahli dari pondok pesantren ataupun sekolah dan dari luar melalui
kerja sama.144 Biasanya tenaga ahli yang didatangkan ke sekolah
untuk melaksanakan kegiatan pengembangan guru berasal dari
141
Hasil wawancara dengan Ibu irmawatih, Guru Bahasa Indonesia, paada 10
April 2017
142
Hasil wawancara dengan Ibu listiyanti, Guru Matematika, pada 10 April 2017
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah SMP Manba’ul
Ulum, pada Rabu 29 Maret 2017
144
Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Mahrus Iskandar, Wakil Ketua
Yayasan, pada 29 April 2017
143
93
praktisi pendidikan, pengawas dari Dinas Pendidikan dan guru dari
Amerika melalui jalan kerja sama dengan pondok pesantren.
Contohnya seperti Bapak Munif yang didatangkan dalam
pelaksanaan pengembangan guru di sekolah untuk melaksanakan
pengembangan dan pelatihan pembuatan RPP dan cara mengajar
yang baik145. Pengawas Pendidikan dari DIKNAS datang
memberikan arahan mengelola nilai dan pengajaran.146
7) Pelaksanaan
Pelaksanaan
kegiatan
pengembangan
guru,
setelah
pelaksanaan dilihat pertanggungjawaban dari hasil kegiatan
pengembangan guru tersebut. Tentunya dalam pelaksanaan
kegiatan pengembangan guru pihak yayasan yaitu asisten pengasuh
bidang pendidikan dan pengajaran bersama kepala sekolah SMP
Manba’ul Ulum dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum
melakukan pengawasan dengan membuka, memberi sambutan dan
ikut serta dalam kegiatan pengembangan guru tersebut.
e. Kegiatan Pengembangan
Wadah kegiatan pengembangan guru SMP Manba’ul Ulum yang
dilakukan di luar sekolah adalah sebagai berikut:
1) Universitas, yaitu mengutus guru untuk melanjutkan sekolah S2 di
Mesir, Kairo dan Yaman. Tidak semua guru juga berkesempatan
untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri, hanya beberapa
guru pilihan yang diutus yayasan untuk melanjutkan pendidikannya
ke luar negeri, mengingat biaya yang dikeluarkan tidak sedikit dan
kemauan guru tersebut sendiri untuk melanjutkan pendidikan di
luar negeri. Setelah melanjutkan pendidikan di luar negeri, guru
tersebut berkewajiban untuk mengajar di Pondok Pesantren
145
Hasil wawancara dengan Bapak Rizki, Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kurikulum, pada 29 Maret 2017
146
Hasil wawancara dengan Bapak Hendriansyah, Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kesiswaan Putra, pada 29 Maret 2017
94
Asshiddiqiyah dan mengaplikasikan serta mengajarkan ilmu yang
didapatkan kepada peserta didik.
2) PARE, yaitu dengan mengutus beberapa guru secara bergantian
untuk melaksanakan pengembangan bahasa inggris.147 Akan tetapi,
tidak semua guru melaksanakan kegiatan pengembangan bahasa
inggris di PARE karena keterbatasan biaya dan beban jam
mengajar di sekolah yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi yayasan
melihat dahulu kebutuhan guru dan dana yang tersedia. Kegiatan
pengembangan bahasa di PARE dilaksanakan secara bergantian,
apabila satu guru telah selesai melaksanakan pengembangan,
yayasan mengutus guru yang lain untuk belajar di PARE begitupun
selanjutnya sesuai kebutuhan dan dana yang tersedia.
3) MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), hampir semua guru
SMP Manba’ul Ulum melaksanakan kegiatan MGMP sekolah dan
MGMP di kecamatan setempat, kegiatan MGMP tersebut berupa
diskusi mata pelajaran terkait, pelatihan RPP dan metedologi
pembelajaran
4) Sanggar Kebun Jeruk, hampir semua guru di SMP Manba’ul Ulum
mengikuti kegiatan di sanggar Kebun Jeruk. Kegiatan tersebut
berupa pelatihan-pelatihan kepada guru serta diskusi mengenai
pendidikan.148
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan
pengembangan guru SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta yang dilakukan di luar sekolah berupa
mengutus beberapa guru untuk melanjutkan pendidikan yang lebih
tinggi, mengutus guru untuk belajar di PARE, MGMP dan Sanggar
Kebun Jeruk. Alangkah baiknya setiap guru di SMP Manba’ul Ulum
melakukan kegiatan pengembangan guru di luar sekolah, baik
147
Hasil wawancara dengan Bapak Syaiful Rahman, Asisten Pengasuh Bidang
Pengajaran dan Pendidikan, pada 17 April 2017
148
Hasil wawancara dengan Bapak Sadeli, Kepala Sekolah SMP Manba’ul
Ulum, pada 29 Maret 2017
95
kegiatan KKG, LPMP, P4TK, lembaga pelatihan dan training
provider
lain.
Agar
guru
di
SMP
Manba’ul
Ulum
dapat
mengembangkan kompetensi yang ada pada dirinya, baik kompetensi
pedagogis, kepribadian, profesional dan sosial.
f. Kendala Pengembangan
Setiap kegiatan yang dilakukan pastinya memiliki kendala. Dimana
kendala tersebut nantinya akan mempengaruhi tujuan dilakukannya
pengembangan guru. Adapun kendala-kendala dalam pelaksanaan
pengembangan guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan:
1) Waktu kegiatan pengembangan yang bersamaan dengan jam
mengajar
2) Jarak lokasi pengembangan yang cukup jauh
3) Dalam
mengutus
guru
untuk
melaksanakan
kegiatan
pengembangan bukan mengutus guru bidang studi yang dimaksud
dan mengutus guru bidang studi yang lain
4) Keinginan
guru
itu
sendiri
untuk
melaksanakan
kegiatan
pengembangan guru
5) Kemampuan guru yang tidak sesuai standard dan ketika mengikuti
kegiatan pengembangan tidak sampai sesuai target yang diinginkan
pesantren
6) Dana untuk melaksanakan kegiatan pengembangan.
Solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru adalah dengan mengatur jadwal antara jam
mengajar di kelas dengan kegiatan mengembangan guru sebaik
mungkin, apabila tetap bersamaan sebaiknya guru memberikan tugas
kepada peserta didik melalui guru piket agar kegiatan belajar mengajar
tetap berjalan dan tidak terbengkalai. Dalam mengutus guru untuk
melaksanakan kegiatan pengembangan di luar sekolah atau pondok
sebaiknya dilakukan secara bergantian dan dilakukan pemilihan mana
96
guru yang benar-benar membutuhkan pengembangan agar tidak
mengeluarkan dana yang banyak dan tepat sasaran.
C. Temuan Penelitian
Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis data di atas, berikut ini adalah
beberapa temuan hasil penelitian terkait sistem rekrutmen dan pengembangan
guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta:
1. Sumber rekrutmen guru yang digunakan oleh SMP Manba’ul Ulum adalah
alumni pondok pesantren, keluarga dan teman-teman dari guru di yayasan
saja.
2. Metode yang digunakan dalam rekrutmen guru lebih kepada metode
tertutup, yaitu informasi hanya diberitahukan kepada guru-guru dan alumni
saja, hal ini membuat sekolah kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah yaitu
mencari guru baru pada mata pelajaran tertentu seperti eksakta, seni dan
bimbingan konseling.
3. Syarat yang harus dipenuhi oleh calon pelamar berupa muslim, sehat
jasmani dan rohani, memiliki akhlak yang baik, ahlu sunnah wal jamaah
agar tidak mengganggu program sekolah, kualifikasi S1, mempunyai
kemampuan dalam bidangnya, latar belakang pendidikan sesuai dengan
mata pelajaran yang diajarkan, menandatangani tata tertib guru SMP
Manba’ul Ulum, mampu membaca Al-Qur’an, mengutamakan alumni dan
pengalaman mengajar. Adapun berkas lamaran berupa ijazah terakhir, surat
lamaran, daftar riwayat hidup dan transkip nilai.
4. Alur kegiatan rekrutmen guru diawali oleh menentukan kebutuhan guru,
mengajukan ke yayasan akan kebutuhan guru baru, melaksanakan
rekrutmen guru, seleksi, pengumuman penerimaan guru, pemberian jam
mengajar, guru honor dan guru tetap.
5. Jenis pengembangan yang dilakukan oleh guru di SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta berupa seminar, arisan guru setiap
bulan, pembinaan di sekolah dan yayasan, kursus bahasa di PARE,
pendidikan lanjut, sanggar Kebun Jeruk, pengawasan oleh DIKNAS,
97
training pengembangan metedologi pengajran guru, MGMP sekolah, rapat
kerja sekolah setiap tahun, workshop, dan musyawarah melalui diskusi
rumpun.
6. Proses
pelaksanaan pengembangan
guru diawali
dengan evaluasi,
menentukan sasaran yang hendak dicapai, menentukan kurikulum yang
digunakan, sarana yang digunakan dalam kegiatan, peserta kegiatan, pelatih
dan tenaga ahli, dan pelaksaan kegiatan pengembangan guru.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Sistem rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum Pondok Pesantren
Asshiddiqiyah Jakarta belum optimal karena sistem rekrutmen yang
digunakan lebih mengutamakan alumni pondok pesantren Asshiddiqiyah
sebagai calon guru. Metode rekrutmen guru yang digunakan lebih kepada
metode tertutup, karena informasi lowongan guru hanya diinformasikan
kepada guru SMP Manba’ul dan alumni saja yang menyebabkan sekolah
sulit mencari calon guru baru pada mata pelajaran tertentu seperti eksakta,
seni dan bimbingan konseling.
2. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon guru adalah berupa ijazah
terakhir, surat lamaran, daftar riwayat hidup dan transkip nilai, muslim, ahlu
sunnah waljamaah, akhlak baik, sehat jasmani rohani, kualifikasi strata 1,
mempunyai kemampuan dalam bidangnya, menandatangani tata tertib guru,
mampu membaca Al-Qur’an, menngutamakan alumni,
pengalaman
mengajar dan siap dengan gaji yang diberikan yayasan.
3. Proses rekrutmen guru di SMP Manba’ul Ulum diawali oleh penentuan
kebutuhan guru baru, setelah itu sekolah mengajukan kepada yayasan akan
kebutuhan guru baru dan yayasan melaksanakan kegiatan rekrutmen guru.
Setelah mendapatkan calon guru baru, dilakukannya wawancara, tes
akademik dan microteaching. Apabila calon guru baru tersebut sesuai
dengan syarat dan kebutuhan sekolah, sekolah melakukan penerimaan
dengan persetujuan asisten pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran
serta persetujuan ketua yayasan.
4. Hambatan rekrutmen guru yang terdapat di SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta adalah gaji guru dan sulit mencari calon
guru dalam bidang studi tertentu seperti, IPA, Matematika, kesenian dan
Bimbingan Konseling karena metode yang digunakan dalam rekrutmen guru
lebih kepada metode tertutup dimana informasi lowongan guru hanya diberi
98
99
tahu kepada alumni dan teman serta keluarga dari guru- guru si SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta. Evaluasi
rekrutmen guru dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kurikulum.
5. Kegiatan pengembangan guru yang dilaksanakan oleh SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta berupa seminar, arisan guru,
pembinaan oleh kepala sekolah dan yayasan, diskusi guru, pelatihan,
sanggar kebun jeruk, MGMP, rapat kerja, workshop, musyawarah melalui
diskusi rumpun. Akan tetapi ada beberapa kegiatan tersebut yang tidak rutin
dan tidak berlanjut, karena keterbatasan dana dan kemauan guru dalam
mengikuti kegiatan tersebut.
6. Proses pengembangan guru yang dilakukan ialah diawali dengan evaluasi,
selanjutnya menentukan sasaran, kurikulum, sarana yang dibutuhkan,
peserta dalam kegiatan, pelatih atau tenaga ahli yang disediakan dan
pelaksanaan kegiatan pengembangan.
7. Kendala-kendala pengembangan guru yang dialami berupa waktu kegiatan
pengembangan guru yang bersamaan dengan waktu mengajar di kelas, jarak
lokasi kegiatan pengembangan yang cukup jauh, mengutus guru yang tidak
tepat sasaran dalam kegiatan pengembangan, keinginan guru dalam
mengikuti kegiatan pengembangan, kemampuan guru yang tidak sesuai
dengan standar kegiatan pengembangan guru dan dana untuk melaksanakan
kegiatan pengembangan guru.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka penulis memberikan
saran-saran berupa:
1. Sebaiknya rekrutmen guru direncanakan sesuai kebutuhan sekolah agar
sekolah dapat memenuhi kebutuhan dan mendapatkan guru sesuai dengan
persyaratan yang telah ditentukan
2. Sekolah dan yayasan sebaiknya membentuk panitia rekrutmen guru dan
membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) rekrutmen guru, agar
100
kegiatan rekrutmen guru lebih objektif dan sesuai dengan kebututuhan
sekolah
3. Sebaiknya metode yang digunakan dalam sistem rekrutmen guru tidak
hanya metode tertutup yaitu hanya mengandalkan alumni dan rekan serta
saudara dari guru SMP Manba’ul saja, tetapi menggunakan metode
terbuka dimana informasi lowongan calon guru baru diberi tahu kepada
masyarakat luas melalui media cetak dan media elektronik agar nantinya
calon pelamar yang datang lebih beragam dan tentunya memiliki
persyaratan yang dibutuhkan dan juga profesional pada bidangnya
sehingga sekolah tidak kesulitan dalam mencari guru pada bidang studi
tertentu karena lowongan yang masuk ke sekolah beragam, tinggal
bagaimana sekolah dan yayasan memilah lamaran yang masuk.
4. Sebaiknya sekolah dan yayasan mengadakan kegiatan pengembangan guru
lebih beragam lagi sesuai kebutuhan guru
5. Sebaiknya sekolah melaksanakan kegiatan pengembangan guru secara
rutin agar guru terus dapat menambah metodologi pembelajaran dan
meningkatkan kompetensi yang ada pada dirinya
6. Mengutus beberapa guru untuk melaksanakan kegiatan pengembangan
guru di luar sekolah secara rutin dan membuat laporan hasil kegiatan
pengembangan di luar sekolah
7. Membuat jadwal kegiatan (kalender kegiatan) pengembangan guru agar
kegiatan dapat dilaksanakan dengan menyesuaikan antara jam mengajar di
kelas dengan kegiatan pengembangan guru.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad. Metodologi dan Aplikasi Riset Pendidikan. Bandung: Pustaka
Cendikia Utama, 2010.
Amirin, Tatang. Pokok-Pokok Teori Sistem. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,
2011.
Amir, Almira. Pengembangan Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran Melalui
Model Lesson Study. Pengembangan Profesionalisme Guru. Vol. 1, 2013
Chew, Lee Chin. Teacher Training And Contuining Professional Development:
The Singapore Model. Prosiding ICTTE FKIP UNS, 2016.
Danim, Sudarwan. Pengembangan Profesi Guru: Dari Pra-Jabatan, Induksi, ke
Profesional Madani. Jakarta: Prenada Media Group, 2011.
Danim, Sudarwan. Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Bandung: Alfabeta,
2013.
Densley, James A. Street Gang Recruitment Signaling, Screening, and
Selection. Street Gang Recruitment Oxford Jurnals, 2012.
Departemen Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta:
Balai Pustaka, 2007.
Guarino, Cassandra M. Santibanez, Lucrecia and Glenn A. Daley. Teacher
Recruitmen and Retention A Review of the Empirical Literature. Review
of Educational Research Summer. 2006.
Hamalik, Oemar. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2002.
Haromain. Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pondok
Pesantren. Jurnal Pendidikan Humaniora, 2013.
Hasibuan, Melayu S.P. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2002.
Isnaini, Rohmatun Lukluk. Implementasi Rekrutmen Guru di SD Ta’MiruL Islam
Surakarta (Kajian Sumber Daya Manusia di SD Islam), Jurnal Pendidikan
Agama Islam. Vol.XII, 2015.
101
102
Koropit, Vini Jane. A Study On Effectiveness Of Recruitment Process In PT.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Prisma Dana Manado. Jurnal EMBA,
2014.
Kosasih, Iwan. Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Pendidik. Seminar Aktual
Masalah-masalah Pendidikan, 2010.
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 Tahun 2007 tanggal 4
Mei 2007
Laporan Awal Tahun Pelajaran 2015/2016 SMP Manba’ul Ulum Pondok
Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2011.
Mangkuprawita, Sjafri. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Bogor:
Ghalia Indonesia, 2011.
Mathis, Robert L dan Jackson, John H. Manajemen Sumber Daya Manusia, Terj.
Dari Human Resource Management oleh Diana Angelica. Jakarta:
Salemba Empat, 2011.
Melong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2013.
Mulyono. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Jogjakarta: ArRuzz Media, 2008.
Musfah, Jejen. Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber
Belajar Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.
Musfah, Jejen. Redesain Pendidikan Guru Teori, Kebijakan dan Praktik. Jakarta:
Prenadamedia Group, 2015.
Nawawi, Hadari. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang
Kompetitif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011.
Pahrudin. Peningkatan Kinerja dan Pengembangan Profesionalitas Guru sebagai
Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. Prosiding Seminar
Nasional Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret, 2015.
Pendidikan dan Pelatihan. Manajemen Sumber Daya Tenaga Pendidik dan
103
Kependidikan Sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat
Jenderal
Peningkatan
Departemen
Mutu
Pendidik
dan
Tenaga
Kependidikan
Pendidikan Nasional tahun, 2008.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Bab VI Pasal 28
Tentang Standar Nasional Pendidikan
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. “Profil SMP Manbaul Ulum Asshiddiqiyah
Jakarta”, www.asshiddiqiyah.com, 18 April 2017
Setiani, Baiq. Kajian Sumber Daya Manusia dalam Proses Rekrutmen Tenaga
Kerja di Perusahaan, Jurnal Ilmiah WIDYA. Vol.I nomor 1, 2013.
Sofyandi, Heman. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu,
2008.
Sudarmanto. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2009.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta,
2011.
Suharsaputra, Uhar. Administrasi Pendidikan. Bandung: PT Refika Aditama,
2010.
Sutrisno, Edy. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group, 2009.
Suwatno dan Priansa, Donni Juni. Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan
Bisnis. Bandung: Alfabeta, 2013.
Syukur, Fatah. Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan. Semarang:
Pustaka Rizki Putra, 2012.
Ulfatin, Nurul. Manajemen Sumber Daya Manusia Bidang Pendidikan. Jakarta:
Rajawali Press, 2016.
Undang-Undang Republik Indonesia nom0r 8 tahun 1974 Tentang Pokok-pokok
Kepegawaian
Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 Bab IV Pasal 8
Tentang Guru dan Dosen
104
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 43 tahun 1999 Tentang Perubahan
Atas Undang-undang nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok-pokok
Kepegawaian
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 98 tahun 2000 Tentang Pengadaan
Pegawai Negeri Sipil
Yusuf, Burhanuddin. Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Keuangan
Syariah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
105
Lampiran I
106
Lampiran II
107
Lampiran III
108
Lampiran IV
DAFTAR REFERENSI
Nama
: Sholihat Nurfadillah
NIM
: 1112018200035
Judul Penelitian
: Sistem Rekrutmen dan Pengembangan Guru di SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Jakarta
: 1. Dr. Hasyim Asy’ari, M.Pd
Penguji
2. Dr. H. Zainul Arifin Yusuf, M.Pd
No
Referensi
Nomor
Footnote
Halaman
Skripsi
Halaman
Referensi
BAB I
1
Undang-undang Republik
Indonesia nomor 20 tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
1
1
2
Pahrudin, “Peningkatan Kinerja
dan Pengembangan
Profesionalitas Guru sebagai
Upaya Peningkatan Mutu
Pendidikan di Indonesia”,
Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan Ekonomi &Bisnis,
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidkan Universitas Sebelas
Maret, 2015.
2
1
3
Almira Amir, Pengembangan
Profesionalisme Guru dalam
Pembelajaran Melalui Model
Lesson Study, Pengembangan
Profesionalisme Guru, Vol. 1,
2013.
3
2
109
131
Paraf
Pembimbing
1
2
Lampiran IV
4
Undang-undang Republik
Indonesia nomor 8 tahun 1974
tentang Pokok-pokok
Kepegawaian
1
3
5
Undang-undang Republik
Indonesia nomor 43 Tahun 1999
Tentang Perubahan Atas Undangundang nomor 8 Tahun 1974
tentang Pokok-pokok
Kepegawaian
5
4
6
Haromain, Manajemen
Pengembangan Sumber Daya
Manusia (SDM) Pondok
Pesantren, Jurnal Pendidikan
Humaniora, 2013
6
5
137
BAB II
7
Tatang Amirin, Pokok-Pokok
Teori Sistem, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 2011), Cet. 10.
7
8
1
8
Departemen Pendidikan, Kamus
Besar Bahasa Indonesia Edisi
Ketiga, (Jakarta: Balai Pustaka,
2007)
8
8
1076
9
Hadari Nawawi, Manajemen
Sumber Daya Manusia untuk
Bisnis
yang
Kompetitif,
(Yogyakarta:
Gadjah
Mada
University Press, 2011), Cet.8
9,26
8,15
163,181
10
Heman Sofyandi, Manajemen
Sumber Daya Manusia,
(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008),
Cet. 1
10, 35
9,20
100,104
110
Lampiran IV
11
Suwatno
dan
Donni
Juni 11,43,44,
Priansa,Manajemen SDM dalam 45,46,52,
Organisasi Publik dan Bisnis, 53,54,55,
(Bandung: Alfabeta, 2013), Cet. 3
56,57
9,25,26,27
,29,30,31,
32
62-63, 66,
67,68,
105,106,
107,108
12
Burhanuddin Yusuf, Manajemen
Sumber Daya Manusia di 12,17,18,
Lembaga Keuangan
Syariah, 19,20,21,
(Jakarta: PT Raja Grafindo 22,23,24
Persada, 2015), Cet. 1
9,13,14,15
94,102,
103,104,
105
13
11
63-64
14
11
634-639
15,16
11,12
50, 51
16
Edy Sutrisno, Manajemen Sumber
Daya Manusia, (Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, 2009),
Cet. 3
25,33
15,20
53,46
17
Mulyono, Manajemen
Administrasi dan Organisasi
Pendidikan, (Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2008), Cet. 8
27
16
176
13
14
15
Pendidikan dan Pelatihan,
Manajemen Sumber Daya Tenaga
Pendidik dan Kependidikan
Sekolah, Direktorat Tenaga
Kependidikan Direktorat Jenderal
Peningkatan Mutu Pendidik dan
Temaga Kependidikan
Departemen Pendidikan Nasional
tahun 2008
Vini Jane Koropit, A Study On
Effectiveness Of Recruitment
Process In PT. Bank Perkreditan
Rakyat (BPR) Prisma Dana
Manado, Jurnal EMBA, 2014, pp.
634-639
Nurul
Ulfatin,
Manajemen
Sumber Daya Manusia Bidang
Pendidikan, (Jakarta: Rajawali
Press, 2016)
111
Lampiran IV
18
Sjafri Mangkuprawita,
Manajemen
Sumber
Daya
Manusia Strategik,(Bogor: Ghalia
Indonesia, 2011), Cet. 1, h. 94
19
Melayu S.P Hasibuan,Manajemen
29,66,82,
Sumber Daya Manusia, (Jakarta:
83
PT Bumi Aksara, 2012), Cet.16
20
Rohmatun
Lukluk
Isnaini,
Implementasi Rekrutmen Guru di
SD Ta’MiruL Islam Surakarta
(Kajian Sumber Daya Manusia di
SD Islam), Jurnal Pendidikan
Agama Islam Vol.XII, 2015
28
16
94
17,45,46
44,73,85,
86
30,31,32
18,19
112,113
21
James A. Densley, Street Gang
Recruitment Signaling,
Screening, and Selection, Street
Gang Recruitment Oxford
Jurnals, 2012, pp. 302-321
34
20
302-321
22
Oemar Hamalik, Pendidikan
Guru Berdasarkan Pendekatan
Kompetensi, (Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2002), Cet. 1
36
21
35
23
Undang-Undang Republik
Indonesia nomor 14 tahun 2005
Bab IV Pasal 8 Tentang Guru dan
Dosen
37
21
6
24
Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 Tahun 2005
Bab VI Pasal 28 Tentang Standar
Nasional Pendidikan
38
22
112
Lampiran IV
25
Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 98 Tahun 2000
Tentang Pengadaan Pegawai
Negeri Sipil
39
23
26
Iwan Kosasih, “Rekrutmen dan
Penempatan Tenaga Pendidik”,
Seminar Aktual Masalahmasalah Pendidikan, Malang, 14
Mei 2010
40
23
7
27
Baiq Setiani, Kajian Sumber Daya
Manusia dalam Proses Rekrutmen
Tenaga Kerja di Perusahaan,
Jurnal Ilmiah WIDYA Vol.I
nomor 1, 2013
41
24
41
42
24
173-208
47,48,49
28,29
251, 252
29,34,35,
36,37
105,113,
114,111,
112
29
229
28
29
Cassandra M. Guarino,
Lucrecia Santibanez and Glenn A.
Daley, Teacher Recruitmen and
Retention A Review of the
Empirical Literature, Review of
Educational Research Summer,
2006, pp. 173-208
Robert L Mathis dan John H.
Jackson,Manajemen Sumber Daya
Manusia, Terj. Dari Human
Resource Management oleh Diana
Angelica , (Jakarta: Salemba
Empat, 2011)
30
Fatah Syukur,
Manajemen
Sumber
Daya 50,61,62,
Manusia Pendidikan, (Semarang: 63,64,65
Pustaka Rizki Putra, 2012), Cet.1
31
Sudarmanto,
Kinerja
dan
Pengembangan Kompetensi SDM,
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2009), Cet. 1
51
113
Lampiran IV
32
Jejen Musfah,
Peningkatan Kompetensi Guru:
Melalui Pelatihan dan Sumber
Belajar Teori dan Praktik,
(Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2011), Cet.1
58
32
10
33
Uhar Suharsaputra, Administrasi
Pendidikan, (Bandung: PT Refika
Aditama, 2010), Cet. Pertama
59
33
188-189
34
Sudarwan Danim, Pengembangan
67,70,71,
Profesi Guru: Dari Pra-Jabatan,
74,75,76,
Induksi, ke Profesional Madani,
77,78,79,
(Jakarta: Prenada Media Group,
80
2011), Cet. 1
38,39,30,
40,41,42
85,89,91,
94,95,96,
97
35
Lee Chin Chew, Teacher Training
And Contuining Professional
Development: The Singapore
Model, Prosiding ICTTE FKIP
UNS, 2016, pp. 957-958.
68
38
957-958
36
Sudarwan Danim,
Profesionalisasi dan Etika
Profesi Guru,
(Bandung: Alfabeta, 2013), Cet.3
70,71
39
22,23
37
Jejen Musfah,
Redesain Pendidikan Guru Teori,
Kebijakan dan Praktik, (Jakarta:
Prenadamedia Group, 2015),
Cet. 1
72,73
39,40
57
53
138
BAB III
38
Mohammad Ali,
Metodologi dan Aplikasi Riset
Pendidikan, (Bandung: Pustaka
Cendikia Utama, 2010), Cet. 1
84
114
Lampiran IV
39
Lexy
Meleong,
Metodologi
Penelitian Kualitatif, (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2013),
Cet. 31
40
Mahmud, Metode Penelitian
86,87,88,
Pendidikan, (Bandung: Pustaka
89,90
Setia, 2011), Cet. 10
41
Sugiyono, Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 91,92,93,
(Bandung: Alfabeta, 2011),
94,95,96
Cet. 11
85
53
4
53,54
152,168,
173,183
56,57
241,245,
256,247,
249,252
Jakarta, 14 Juli 2017
Pembimbing I
Dr. Hasyim Asy’ari, M.Pd
NIP. 19661009 199303 1 004
Pembimbing II
Dr. H. Zainul Arifin Yusuf, M.Pd
NIP. 19560712 198103 1 003
115
Lampiran V
Instrumen Wawancara Rekrutmen
( Wakil Ketua Yayasan)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Bagaimana cara yayasan memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
6.
Apakah yayasan memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
8.
Apakah ketua yayasan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen
guru? Jelaskan!
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
10. Apakah pihak yayasan terlibat langsung dalam proses wawancara pada calon
pelamar?
11. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan rekrutmen guru?
12. Bagaimana kontrak pengajar untuk menjadi guru tetap?
13. Apa pembeda guru tetap dengan guru tidak tetap?
14. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
rekrutmen guru?
15. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut?
16. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Instrumen Wawancara Rekrutmen
( Sekretaris Umum Yayasan)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Bagaimana cara yayasan memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
6.
Apakah yayasan memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
7.
Apakah sekretaris yayasan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen
guru? Jelaskan!
8.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
10. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan rekrutmen guru?
11. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
rekrutmen guru?
12. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut?
13. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
117
Instrumen Wawancara Rekrutmen
( Asisten Pengasuh Bidang Pendidikan dan Pengajaran)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Bagaimana cara yayasan memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
6.
Apakah yayasan memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
8.
Apakah yayasan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen guru?
Jelaskan!
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
10. Apakah kriteria dan pesryaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi dan misi?
11. Apakah pihak yayasan terlibat langsung dalam proses wawancara pada calon
pelamar?
12. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan rekrutmen guru?
13. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
rekrutmen guru?
14. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut?
15. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
118
Instrumen Wawancara Rekrutmen
(Kepala Sekolah)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Bagaimana cara kepala sekolah memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
6.
Apakah sekolah memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
8.
Apakah kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen?
Jelaskan!
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
10. Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi dan tujuan sekolah?
11. Apakah kepala sekolah terlibat langsung dalam proses wawancara?
12. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan rekrutmen guru?
13. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan rekrutmen
guru?
14. Bagaimana teknik-teknik dalam melaksanakan rekrutmen guru?
15. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
119
Instrumen Wawancaran Rekrutmen
(Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Bagaimana cara sekolah memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
6.
Apakah sekolah memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
8.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap
proses rekrutmen yang dilakukan oleh panitia rekrutmen sekolah?
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
10. Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi dan tujuan sekolah?
11. Apakah bapak/ibu terlibat dalam wawancara dalam proses rekrutmen?
12. Metode apa yang digunakan sekolah dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
13. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan rekrutmen
guru?
14. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut ?
15. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
120
Instrumen Wawancara Rekrutmen
(Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Bagaimana cara sekolah memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
5.
Apakah yayasan memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
6.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
7.
Apakah yayasan dan kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap proses
rekrutmen guru?
8.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
9.
Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi sekolah?
10. Apakah ibu/bapak terlibat langsung dalam wawancara proses rekrutmen?
11. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan rekrutmen
guru?
12. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut ?
121
Instrument Wawancara Rekrutmen
(Guru)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Dari mana bapak/ibu guru mendapatkan informasi tentang adanya rekrutmen
guru?
2.
Apakah dalam proses rekrutmen ibu/bapak dikenakan biaya?
3.
Apakah ibu/bapak mendapatkan prosedur pengarahan rekrutmen?
4.
Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi bapak/ibu guru untuk mengikuti
rekrutmen guru?
5.
Apakah persyaratan yang diberikan sekolah sulit?Jelaskan!
6.
Apa saja tes yang dilakukan oleh sekolah kepada bapak/ibu?
7.
Pertanyaan apa saja yang diberikan oleh pihak sekolah kepada ibu/bapak pada
saat wawancara?Jelaskan!
8.
Bagaimana cara ibu/bapak mengetahui hasil rekrutmen?
9.
Apakah ibu/bapak ditempatkan sebagai guru mata pelajaran sesuai dengan
latar belakang pendidikan yang ibu/bapak miliki?
10. Apakah ada hambatan yang ibu/bapak rasakan selama pelaksanaan
rekrutmen?
122
Instrumen Wawancara Pengembangan
(Yayasan)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
2.
Apakah yayasan membuat pengembangan khusus untuk guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh yayasan untuk guru?
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang yayasan berikan untuk guru?
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
8.
Apakah yayasan melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan
guru?
9.
Apa hasil yang diharapkan yayasan dengan adanya pengembangan pada
guru?
10. Apakah yayasan mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
pengembangan guru?
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
123
Instrumen Wawancara Pengembangan
(Kepala Sekolah)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
2.
Apakah kepala sekolah membuat pengembangan khusus untuk guru SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh sekolah untuk guru?
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk guru?
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
8.
Apakah kepala sekolah dan wakil kepala sekolah melakukan pengawasan
terhadap proses pengembangan guru?
9.
Apa hasil yang diharapkan sekolah dengan adanya pengembangan pada guru?
10. Apakah sekolah mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan
pengembangan guru?
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
124
Instrumen Wawancara Pengembangan
(Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh sekolah untuk guru?
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk guru?
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
8.
Apakah wakil kepalas sekolah bidang kurikulum melakukan pengawasan
terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
9.
Apa hasil yang diharapkan sekolah dengan adanya pengembangan pada guru?
10. Apakah sekolah mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan
pengembangan guru?
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
125
Instrumen Wawancara Pengembangan
(Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
2.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh sekolah untuk guru?
3.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk guru?
4.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
8.
Apakah wakil kepalas sekolah bidang kesiswaan melakukan pengawasan
terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
9.
Apa hasil yang diharapkan sekolah dengan adanya pengembangan pada guru?
10. Apakah sekolah mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan
pengembangan guru?
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
126
Instrumen Wawancara Pengembangan
(GURU)
Nama
:
Jabatan
:
Tempat
:
Hari/Tanggal :
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
3.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
4.
Apakah pengembangan yang ibu/bapak lakukan sudah sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan oleh guru?Jelaskan!
5.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk
ibu/bapak guru?
6.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
7.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah
melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
8.
Apakah bapak/ibu guru pernah melakukan kegiatan pengembangan di luar
sekolah?
9.
Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang ibu/bapak lakukan di luar
sekolah?
10. Hambatan apa saja yang dialami oleh ibu/bapak guru dalam melaksanakan
pengembangan guru?
11. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut?
127
Lampiran VI
Lembar Pengesahan Hasil Wawancara terkait Sistem Rekrutmen
dan Pengembangan Guru di SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Nama Peneliti : Sholihat Nurfadillah
Fak/Jurusan
: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/Manajemen Pendidikan
Semester
: VIII (Delapan)
NIM
: 1113018200035
Nama
NO
Jabatan
Narasumber
Tangan
KH. Ahmad Mahrus
1
Wakil Ketua Yayasan
Iskandar, B.Cs
Ir. Muhammad
2
Sekretaris Umum Yayasan
Bahaudin, S.Pd.I
Drs. H. Syaiful
Asisten Pengasuh Bidang
Rahman
Pendidikan dan Pengajaran
3
Kepala Sekolah SMP
4
Sadeli, M.Pd
Manba’ul Ulum
Wakil Kepala Sekolah
5
Riski, S.Pd
Bidang Kurikulum
Wakil Kepala Sekolah
6
Hendriansyah, SE
Bidang Kesiswaan Putra
Wakil Kepala Sekolah
7
Tanda
Nayla Fiyya, S.Pd.I
Bidang Kesiswaan Putri
Guru
8
Listiyanti, S.Pd
Matematika
Annisa Dwi
Guru
Mardhotillah, S.Pd
Bahasa Inggris
9
Guru
10
Irmawatih, S.Pd
Bahasa Indonesia
Guru
11
Ishak Iskandar, S.Pd
Matematika
Guru
12
Aulia Kahfi, S.Pd
Bahasa Inggris
129
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: KH. Ahmad Mahrus Iskandar, B.Cs
Jabatan
: Wakil Ketua Yayasan
Tempat
: Tempat Tinggal Ketua Yayasan
Hari/Tanggal : Sabtu, 29 April 2017
1.
Bagaimana cara yayasan memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
Jawab: dengan melakukan rekrutmen yayasan
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: peningkatan kualitas dan pembahuruan kualitas guru
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: kebutuhan guru baru dan pembaharuan guru
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
Jawab: kaderisasi dari murid pesantren sendiri, kerabat atau keluarga yayasan
dan minta bantuan yayasan lain
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
Jawab: metode tertutup, akan tetapi apabila kebutuhan guru belum terpenuhi
menggunakan metode terbuka
6.
Apakah yayasan memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak, semua langsung kebagian Asisten pengasuh bagian pendidikan
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
Jawab: kita lihat kebutuhan pesantren atau lembaga yang ada di pesantren
melalui rapat dan perundingan, penglihatan berkas lamaran dan ijazah yang
masuk, wawancara dan tes terhadap calon guru dan putusan diterima atau
tidaknya guru
8.
Apakah ketua yayasan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen
yang dilakukan oleh sekolah?
Jawab: iya melakukan pengawasan, biasanya dari masing-masing lembaga
lalu ke asisten pengasuh bidang pendidikan dan ke ketua yayasan
130
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
Jawab: aktiv dan mau berusaha serta mengetahui karakter pesantren, visi,
misi dan trilogy pesantren, muslim, sehat jasmani dan rohani serta semua
sesua kebutuhan, untuk guru mengaji kitab tidak harus strata 1 hanya dilihat
dari kemampuan dan ma uterus untuk belajar dan berusaha
10. Apakah pihak yayasan terlibat langsung dalam proses wawancara pada calon
pelamar?
Jawab: terlibat langsung, yang menjadi pertanyaan dalam proses wawancara
calon guru adalah asal usul sekolah, mau apa tidak berjuang bersama di
pesantren dan penmilaian kepribadian sehari-hari karena karakter pesantren
lebih kepada attitude.
11. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan penerimaan guru?
Jawab: yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan penerimaan
guru adalah apabila asisten pengasuh bidang pendidikan telah menyetujui
baru ke ketua yayasan untuk mengambil keputusan diterima atau tidak
12. Bagaimana kontrak pengajar untuk menjadi guru tetap?
Jawab: kontrak pengajar untuk menjadi guru tetap adalah dengan uji coba
selama 3 bulan mengajar, setelah itu harus mengajar selama dua tahun dan
barulah menjadi guru tetap
13. Apa pembeda guru tetap dengan guru tidak tetap?
Jawab: pembedanya adalah asrama untuk guru tetap, gaji dan jadwal
mengajar lebih banyak
14. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
rekrutmen guru?
Jawab: hambatannya adalah gaji, karena pesantren tidak bisa sebesar guru
gaji sekolah lain karena basisnya kita adalah pengabdian. Hambatan lainnya
adalah guru pulang pergi sedangkan pesantren butuh guru yang bisa tinggal di
dalam pesantren ata dekat dengan pesantren
15. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut?
131
Jawab: solusinya menyediakan rumah kecil untuk guru dan mendidik dan
membimbing kaderisasi yang ada
16. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: evaluasi tidak tetap, jika dibutuhkan atau tidak dibutuhkan, karena
rekrutmen dilakukan sesuai kebutuhan
132
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Ir. Muhammad Bahaudin, S.Pd.I
Jabatan
: Sekertaris Umum Yayasan
Tempat
: Kantor Yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1. Bagaimana cara yayasan memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
Jawab: permintaan dari kepala sekolah, lalu di cek sesuai kurikulum, mata
pelajaran dan jumlah jam mengajar barulah ketahuan mengenai jumlah guru
yang diperlukan untuk itu apabila ada kekurangan atau ada yang tidak
memenuhi syarat maka ada pengajuan kepada asisten pengasuh bidang
pendidikan dan pengajaran. Ada dua pola, pertama kepala sekolah
mengajukan calon guru dan kedua dari yayasan mengajukan calon guru pula.
Dan dilakuka tes oleh asisten pengasuh pendidikan dan pengajaran dan
terakhir dihadapkan kepada ketua yayasan
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: tujuannya adalah memenuhi kebutuhan guru
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: alasannya karena kekurangan guru atau guru yang tidak sesuai syarat
dan tambahan beban mata pelajaran
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
Jawab: alumni, teman dari guru dan jaringan pondok pesantren seperti
Gontor, Lirboyo dan Banyuwangi
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
Jawab: metode tertutup karena kami memberitahu hanya kepada orang
tertentu saja seperti alumni
6.
Apakah yayasan memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak ada, jadi apabila ada lamaran masuk semua langsung ke asisten
pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran
133
7.
Apakah sekertaris yayasan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen
yang dilakukan oleh panitia rekrutmen sekolah?
Jawab: tidak, saya hanya mengeluarkan surat keputusan calon guru yang telah
disetujui menjadi guru
8.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
Jawab: lamaran masuk ke bagian pengasuh bidang pendidikan dan pengajaran
setalah itu lamaran di filter sesuai kebutuhan, dan dilakukannya wawancara,
tes dan mendapatkan beban jam ngajar
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
Jawab: memiliki akhlak yang baik dan menguasai materi sesuai mata
pelajaran
10. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan rekrutmen guru?
Jawab: ketua yayasan
11. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
rekrutmen guru?
Jawab: ketika jumlah siswa bertambah signifikan, dibutuhkan pelajaran yang
sifatnya khusus, mau tidak mau sekolah harus mencari calon guru yang
kualifikasi dan latar pendidikan yang sesuai dengan pelajaran tersebut dan
pengajar disini minimal harus mau belajar bahsa inggris dan arab
12. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut?
Jawab: solusinya guru harus mau belajar bahasa inggris dan arab
13. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: otonomi kepala sekolah untuk melaksanakan evaluasi, dan kepala
sekolah membuat pelaporan secara reguler. Ada laporan yang sifatnya
sebulan, tiga bulan, empat bulan, setiap semester, pertahun yang dilaporkan
kepada sekertaris yayasan. Setiap tahunnya ada tim kecil yang melakukan
evaluasi secara keseluruhan untuk menentukan posisi yang akan ditempatkan
oleh guru
134
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Drs. H. Syaiful Rahman
Jabatan
Tempat
: Asisten Pengasuh Bidang Pendidikan dan Pengajaran
: Kantor Yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Hari/Tanggal : Senin, 17 April 2017
1. Bagaimana cara yayasan memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
Jawab: tidak pernah dipublikasikan, kita memberitahu kebanyakan kepada
alumni, teman atau keluarga yayasan dan dari mulut ke mulut, lamaran yang
masuk dengan sendirinya, alumni pesantren lain dan kalau butuh guru eksak
baru kami mencari dari luar pondok pesantren
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: tujuannya adalah kebutuhan dalam rangka meningkatkan kualitas guru
dan apabila kita membutuhkan guru yang perlu diganti seperti contohnya
sekarang guru harus minimal S1 dan S2
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: dilakukan rekrutmen guru apabila terdapat guru yang pindah/resign,
tambahan beban mata pelajaran dan terdapat guru yang tidak sesuai
persyaratan
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
Jawab: alumni, keluarga atau teman yayasan dan guru saja
berhenti
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
Jawab: metode tertutup yaitu pencarian guru hanya kami informasikan kepada
alumni dan keluarga dari yayasan, akan tetapi apabila kebutuhan guru belum
terpenuhi menggunakan metode terbuka biasanya ini digunakan dalam
mencari guru eksak.
135
6.
Apakah yayasan memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak memiliki panitia khusus, jadi kalau ada lamaran masuk, saya
Tanya kepada kepala sekolah butuh atau tidak tenaga baru kalau tidak butuh
ya sudah tidak ada penerimaan guru baru
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
Jawab: lamaran masuk, apabila membutuhkan guru, saya panggil dan
melakukan wawancara setelah itu tes. Apabila guru bahasa, tes dengan
lembaga bahasa pondok pesantren. Apabila guru kitab, tes oleh pengasuh
pondok pesantren dan tes baca Al-Qur’an
8.
Apakah yayasan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen yang
dilakukan oleh panitia rekrutmen sekolah?
Jawab: iya melakukan pengawasan oleh wakil ketua yayasan
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
Jawab: muslim, ijazah formal, Ahlu Sunnah Waljamaah agar tidak
mengganggu program sekolah, Strata 1 dan Strata 2 alangkah lebih baik dan
siap tinggal di dalam pesantren karena kami butuh guru 24 jam
10. Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi dan tujuan sekolah?
Jawab: iya, saat wawancara kita jelaskan visi misi pesantren agar sesuai
dengan tujuan dia sendiri untuk menjadi guru di ponpes Asshiddiqiyah
11. Apakah pihak yayasan terlibat langsung dalam wawancara pada calon guru?
Jawab: iya saya sendiri terlibat dalam proses wawancara begitupun ketua
yayasan dan wakil ketua yayasan terlibat langsung dalam wawancara
12. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan rekrutmen guru?
Jawab: ketua yayasan dan wakil ketua yayasan
13. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
rekrutmen guru?
Jawab: hambatannya adalah ketika merekrut guru-guru IPA, banyak pelamar
guru IPA yang kurang dalam bahasa inggris dan bahasa arab, sedangkan
pondok pesantren menerapkan untuk bisa berbahasa baik inggris dan arab
136
14. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut?
Jawab: diterima menjadi guru, akan tetapi ada pembinaan bahasa oleh
lembaga bahasa
15. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: evaluasi diberi kewenangan kepada kepala lembaga (kepala sekolah
SMP). Tugas kepala sekolah melaporkan kepada yayasan mengenai
kemampuan baik metedologi dan keilmuan guru tersebut, barulah sekolah dan
yayasan memberikan pembinaan
137
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Sadeli, M.Pd
Jabatan
: Kepala Sekolah SMP Manba’ul Ulum
Tempat
: Ruang Kepala Sekolah SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1. Bagaimana cara kepala sekolah memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
Jawab: sekolah mengusulkan kepada yayasan bahwa di tahun pelajaran baru
butuh guru mata pelajaran apa, kalau sisawa bertambah dan pembagian jam
mengajarnya guru kurang, berarti sekolah butuh guru lagi dan didata kita
butuhnya guru apa saja. Setelah hasil evaluasi di lapangan butuh guru sekian,
tetapi bukan kepala sekolah yang menindaklanjuti, sekolah menyampaikan
kepada yayasan bagian Pendidikan. Nanti yayasan bagian pendidikan itulah
yang mencari atau merekrumentasi guru tersebut.
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan
peningkatan kualitas guru
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: Kebutuhan dari sekolah
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
Jawab: alumni Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, teman-teman dari guru, dan
lamaran masuk sendiri atau ada beberapa calon guru sengaja melamar\
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
Jawab: lebih kepada metode tertutup
6.
Apakah sekolah memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak ada panitia, karena sudah pekerjaan dan kewajiban sekolah itu
untuk mengajukan permintaan diadakannya rekrutmen sesuai kebutuhan
sekolah ke bagian pendidikan yayasan.
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
138
Jawab: dari hasil rapat butuh guru baru setelah itu sekolah mengajukan ke
yayasan bagian bidang pendidikan selanjutnya merekrutmentasi guru dengan
cara pelamar masuk sendiri, informasi melalui alumni, melalui informasi guru
dan teman-teman guru selanjutnya dilakukan tes baik secara lisan maupun tes
akademik dan microteaching setelah itu barulah pengumuman di terima atau
tidak dan diberi jadwal jam mengajar.
8.
Apakah kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen?
Jelaskan!
Jawab: pasti, karena sudah menjadi tanggung jawab kepala sekolah untuk
mengawasi setiap kegiatan sekolah
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
Jawab: sehat jasmani rohani, muslim, ahlu sunnah waljamaah (aswaja),
kualifikasi S1, mempunyai kemampuan dalam bidangnya dan
menandatangani tata tertib.
10. Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi sekolah?
Jawab: iya disesuaikan agar tujuan dari sekolah serta visi-misi sekolah dapat
berjalan dengan baik.
11. Apakah kepala sekolah terlibat langsung dalam proses wawancara?
Jawab: iya, diminta dalam rangka wawancara kemampuan dasar
12. Siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan rekrutmen guru?
Jawab: yayasan, asisten pengasuh bidang pendidikan yang kemudia diajukan
kepada ketua yayasan dan disetujui oleh ketua yayasan.
13. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan rekrutmen
guru?
Jawab: hambatannya itu lamaran masuk ke sekolah tidak sesuai dengan
kebutuhan sekolah
14. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut?
139
Jawab: mencari lagi apabila kebutuhan guru harus segera dipenuhi. Dan
apabila tidak terpenuhi, sekolah menggunakan guru yang ada di sekolah yang
latar belakang pendidikannya dianggap dapat memenuhi kebutuhan sekolah
sementara waktu.
15. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: ada, seperti memperbaiki metode agar mendapat guru yang
dibutuhkan
140
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Riski, S.Pd
Jabatan
: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
Tempat
: Ruang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1.
Bagaimana cara sekolah memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
Jawab: yang pertama sampaikan ke internal sekolah, sampaikan ke guru-guru
SMP punya teman yang mungkin bisa diajak bergabung ke SMP, contoh guru
IPA, minta tolong cariin guru IPA
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: untuk memenuhi kebutuhan guru
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: alasannya adalah kebutuhan dan ada guru yang resign
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
Jawab: alumni Pondok Pesantren Asshiddiqiyah dan teman dari guru-guru di
SMP
5.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
Jawab: lebih kepada metode tertutup, karena sekolah menginformasikan
hanya kepada guru dan alumni saja
6.
Apakah sekolah memiliki panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak ada panitia khusus
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
Jawab: apabila ada guru yang mau resign datang ke saya dan saya meminta
kepada guru yang mau resign untuk mencari gantinya, dan apabila tidak ada
gantinya. Saya mencari lewat teman, saudarayang ingin melamar dan menjadi
guru sesuai kebutuhan sekolah, dan apabila tidak dapat juga, baru saya sebar
lewat media masa. Dan apabila ada lamaran masuk langsung ke saya atau
terkadang ada lamaran yang masuk dengan sendirinya. Lamaran tersebut saya
141
tampung dan apabila sekolah membutuhkan baru saya periksa lamaranlamaran yang masuk. Apabila ada lamaran yang masuk sesuai kebutuhan baru
saya hubungi
8.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap
proses rekrutmen sekolah?
Jawab: iya melakukan pengawasan
9.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
Jawab: islam, sehat jasmani dan rohani, strata 1, latar belakang pendidikan
sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan mampu membaca Al-Qur’an
10. Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi dan tujuan sekolah?
Jawab: iya disesuaikan agar guru yang diterima mengajar disini dapat secara
bersama-sama membangun sekolah lebih baik lagi sesuai dengan misi sekolah
11. Apakah bapak/ibu terlibat dalam wawancara dalam proses rekrutmen?
Jawab: saya terlibat dalam microteaching
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan rekrutmen
guru?
Jawab: hambatannya adalah kesulitan dalam mencari pelamar yang berlatar
belakang pendidikan IPA
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut ?
Jawab: mencari lewat teman-teman terdekat baik teman dari guru-guru
sekolah dan apabila tidak ada guru pengganti, sekolah menggunakan guru
senior yang ada untuk mengisi kekosongan sementara waktu
14. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: ada, seperti memperbaiki metode rekrutmen agar mendapat guru yang
dibutuhkan
142
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Hendriansyah, SE
Jabatan
: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Putra
Tempat
: Ruang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1.
Bagaimana cara sekolah memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
Jawab: dari guru tersebut. Contohnya sekolah butuh guru IPS, jadi guru itu
sendiri mencari calon guru IPS yang nantinya diajukan ke sekolah dan
yayasan
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan kebutuhan akreditasi sekolah
juga, karena guru tidak hanya bisa mengajar, akan tetapi guru harus sesuai
antara lulusan dan mata pelajaran yang diajar
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: alasannya karena kebutuhan akan guru baru di sekolah
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
Jawab: alumni dan teman dari guru SMP
5.
Apakah ada panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak ada, paling hanya wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan
yayasan yang menangani
6.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
Jawab: apabila ada guru yang ingin resign harus member tahu dua bulan
sebelum resign, jadi pihak sekolah bisa mencari calon guru lewat temanteman guru yang ada
7.
Apakah yayasan dan kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap proses
rekrutmen guru?
Jawab: iya kepala sekolah melakukan pengawasan
143
8.
Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
Jawab: muslim, strata 1, pengalaman mengajar, mengutamakan alumni,
lulusan sesuai dengan mata pelajaran yang diajar dan siap dengan gaji yang
diberikan oleh yayasan
9.
Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi dan tujuan sekolah?
Jawab: iya disesuaikan agar dapat menunjang tercapainya visi misi sekolah
10. Apakah ibu/bapak terlibat langsung dalam wawancara proses rekrutmen?
Jawab: iya saya terlibat dalam menilai microteaching
11. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan rekrutmen
guru?
Jawab: hambatannya ketika mencari guru IPA, matematika. Karena calon
guru tersebut mengiginkan gaji yang sesuai dengan kemampuan ilmu. Kami
juga memaklumi dan menghargai kemampuan dan ilmu yang dimiliki
12. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut ?
Jawab: solusinya kami terus mencari calon guru tersebut dan apabila belum
dapat dan tidak ada lamaran masuk sesuai kebutuhan yaitu guru eksak, kami
menggunakan guru yang ada di sekolah yang latar belakang pendidikannya
sesuai untuk memenuhi kebutuhan sementara waktu
13. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: evaluasi pertahun oleh kurikulum dengan melihat cara mengajar setiap
guru dan absensi kehadiran guru setiap tahun
144
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Nayla Fiyya, S.Pd.I
Jabatan
: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Putri
Tempat
: Ruang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1. Bagaimana cara sekolah memberi tahu adanya lowongan calon guru di
sekolah?
Jawab: memberi tahu kepada guru bidang studi yang sekolah punya, misalkan
mau merekrut guru IPA yang baru, kita ambil dari dalam pesantren dulu, jika
memang tidak ada sekolah member tahu guru mata pelajaran lain barang kali
memiliki teman sesuai kebutuhan sekolah dan di usulkan ke yayasan guru
yang kita dapat
2.
Apakah tujuan dari dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan kebutuhan peningkatan mutu
sekolah
3.
Apa saja alasan dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: karena kebutuhan guru baru di sekolah
4.
Dari mana saja sumber calon guru?
Jawab: alumni dan teman dari guru SMP
5.
Apakah ada panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak ada,
6.
Metode apa yang digunakan dalam rekrutmen guru? Jelaskan!
Jawab: metode tertutup karena kami menginformasikan hanya kepada guru
dan alumni saja
7.
Bagaimanakan proses pelaksanaan rekrutmen guru?
Jawab: pertama, kita melihat lamaran yang masuk, lulusan dari mana,
ijazahnya setelah mendapatkan sesuai kriteria dan kebutuhan sekolah kita
hubungi dan melakukan wawancara serta microteaching
145
8.
Apakah ada panitia khusus rekrutmen guru?
Jawab: tidak ada panitia khusus rekrutmen guru
9.
Apakah yayasan dan kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap proses
rekrutmen guru?
Jawab: iya kepala sekolah melakukan pengawasan. Dalam hal pertimbangan
misalkan sudah mendapatkan calon guru melalui lamaran yang masuk sendiri
dan calon guru yang diajukan oleh guru bidang studi, dalam hal ini kepala
sekolah melihat CV masing-masing dari pelamar
10. Apa saja persyaratan atau kriteria yang dibutuhkan oleh calon guru untuk bisa
bekerja sebagai guru di sekolah tersebut?
Jawab: muslim, kompeten di bidangnya kalau bisa sarjana pendidikan, sudah
memiliki pengalaman mengajar, mengutamakan alumni, menerima gaji yang
diberikan yayasan dan menerima keadaan murid
11. Apakah kriteria dan persyaratan calon guru di sekolah disesuaikan dengan
visi-misi dan tujuan sekolah?
Jawab: iya disesuaikan agar dapat menunjang tercapainya visi, misi dan
tujuan sekolah
12. Apakah ibu/bapak terlibat langsung dalam wawancara proses rekrutmen?
Jawab: terlibat apabila guru yang direkrut sesuai bidang saya, yaitu bahasa,
baik bahasa arab dan bahasa inggris.
13. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan rekrutmen
guru?
Jawab: belum terlihat betul hambatan yang ada, hanya saja sulit untuk
mencari calon pelamar dalam bidang studi tertentu seperti kesenian dan
Bimbingan Konseling
14. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
rekrutmen guru tersebut ?
Jawab: mengandalkan guru BK yang ada dan mencari alumni yang lulusan
pendidikan BK
15. Apakah ada evaluasi setelah dilakukannya rekrutmen guru?
Jawab: evaluasi dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum
146
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Annisa Dwi Mardhotillah, S.Pd
Jabatan
: Guru Bahasa Inggris
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1.
Dari mana bapak/ibu guru mendapatkan informasi tentang adanya rekrutmen
guru?
Jawab: dari teman saya
2.
Apakah dalam proses rekrutmen ibu/bapak dikenakan biaya?
Jawab: tidak dikenakan biaya
3.
Apakah ibu/bapak mendapatkan prosedur pengarahan rekrutmen?
Jawab: iya saya mendapatkan pengarahan
4.
Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi bapak/ibu guru untuk mengikuti
rekrutmen guru?
Jawab: surat lamaran, daftar riwayat hidup, photocopy ijazah dan transkip
nilai
5.
Apakah persyaratan yang diberikan sekolah sulit?Jelaskan!
Jawab: tidak, karena saya dapat memenuhinya
6.
Apa saja tes yang dilakukan oleh sekolah kepada bapak/ibu?
Jawab: interview, tes bahasa dan micro teaching
7.
Pertanyaan apa saja yang diberikan oleh pihak sekolah kepada ibu/bapak pada
saat wawancara?Jelaskan!
Jawab: biodata, lulusan dari mana dan pengalaman yang dimiliki
8.
Bagaimana cara ibu/bapak mengetahui hasil rekrutmen?
Jawab: menunggu hasil keputusan, dan dikabarkan lewat telepon
9.
Apakah ibu/bapak ditempatkan sebagai guru mata pelajaran sesuai dengan
latar belakang pendidikan yang ibu/bapak miliki?
Jawab: iya sesuai
147
10. Apakah ada hambatan yang ibu/bapak rasakan selama pelaksanaan
rekrutmen?
Jawab: tidak ada semua lancar
148
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Listiyanti, S.Pd
Jabatan
: Guru Matematika
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1.
Dari mana bapak/ibu guru mendapatkan informasi tentang adanya rekrutmen
guru?
Jawab: dari teman saya
2.
Apakah dalam proses rekrutmen ibu/bapak dikenakan biaya?
Jawab: tidak ada biaya yang dipungut oleh pihak sekolah dalam rekrutmen
guru
3.
Apakah ibu/bapak mendapatkan prosedur pengarahan rekrutmen?
Jawab: iya mendapatkan dengan beberapa tahap
4.
Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi bapak/ibu guru untuk mengikuti
rekrutmen guru?
Jawab: ijazah, daftar riwayat hidup, transkip nilai, dan membuat RPP
5.
Apakah persyaratan yang diberikan sekolah sulit?Jelaskan!
Jawab: tidak karena saya bisa memenuhinya
6.
Apa saja tes yang dilakukan oleh sekolah kepada bapak/ibu?
Jawab: tes kemampuan diri dan micro teaching
7.
Pertanyaan apa saja yang diberikan oleh pihak sekolah kepada ibu/bapak pada
saat wawancara?Jelaskan!
Jawab: apakah bisa membaca Al-Qur’an?
Bagaimana cara menghadapi anak yang nakal?
Pengalaman mengajar dan bidata diri.
8.
Bagaimana cara ibu/bapak mengetahui hasil rekrutmen?
Jawab: melalui telepon oleh kepala sekolah
149
9.
Apakah ibu/bapak ditempatkan sebagai guru mata pelajaran sesuai dengan
latar belakang pendidikan yang ibu/bapak miliki?
Jawab: iya sesuai .
10. Apakah ada hambatan yang ibu/bapak rasakan selama pelaksanaan
rekrutmen?
Jawab: tidak ada semua lancer
150
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Irmawatih, S.Pd
Jabatan
: Guru Bahasa Indonesia
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1.
Dari mana bapak/ibu guru mendapatkan informasi tentang adanya rekrutmen
guru?
Jawab: dari teman kuliah yang menginformasikan ke saya dan memang saya
menggantikan posisi beliau yang resign dari SMP ini.
2.
Apakah dalam proses rekrutmen ibu/bapak dikenakan biaya?
Jawab: tidak dikenakan biaya
3.
Apakah ibu/bapak mendapatkan prosedur pengarahan rekrutmen?
Jawab: iya saya mendapatkan prosedur dari teman saya yang mau resign.
Prosedurnya yaitu bawa lamaran dan datang ke kepala sekolah
4.
Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi bapak/ibu guru untuk mengikuti
rekrutmen guru?
Jawab: daftar riwayat hidup dan ijazah terakhir
5.
Apakah persyaratan yang diberikan sekolah sulit?Jelaskan!
Jawab: tidak, karena saya sudah memiliki pengalaman di sekolah lain.
6.
Apa saja tes yang dilakukan oleh sekolah kepada bapak/ibu?
Jawab: tesnya itu berupa wawancara saja
7.
Pertanyaan apa saja yang diberikan oleh pihak sekolah kepada ibu/bapak pada
saat wawancara?Jelaskan!
Jawab: nama, alamat, lulusan dari mana, bidang studi apa. Waktu itu posisi
saya menggantikan jadi tidak rumit karna sekolah butuh guru cepat.
8.
Bagaimana cara ibu/bapak mengetahui hasil rekrutmen?
Jawab: karena sekolah lagi butuh guru cepat, jadi saya di beritahu secara
langsung di sekolah setelah wawancara dan langsung diberi amanah mengajar
sesuai jadwal jam pelajaran.
151
9.
Apakah ibu/bapak ditempatkan sebagai guru mata pelajaran sesuai dengan
latar belakang pendidikan yang ibu/bapak miliki?
Jawab: iya sesuai, saya lulusan pendidikan Bahasa Indonesia dan saya di
tempatkan sebagai guru Bahasa Indonesia.
10. Apakah ada hambatan yang ibu/bapak rasakan selama pelaksanaan
rekrutmen?
Jawab: tidak ada hambatan dalam rekrutmen guru.
152
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Aulia Kahfi, S.Pd
Jabatan
: Guru Bahasa Inggris
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1.
Dari mana bapak/ibu guru mendapatkan informasi tentang adanya rekrutmen
guru?
Jawab: saya tahu dari rekomendasi guru yang mengajar di SMP ini
2.
Apakah dalam proses rekrutmen ibu/bapak dikenakan biaya?
Jawab: tidak dikenakan biaya
3.
Apakah ibu/bapak mendapatkan prosedur pengarahan rekrutmen?
Jawab: iya saya mendapatkan prosedur dari guru yang merekomendasikan
saya untuk melamar disini. Prosedurnya yaitu bawa lamaran dan datang ke
kepala sekolah
4.
Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi bapak/ibu guru untuk mengikuti
rekrutmen guru?
Jawab: daftar riwayat hidup dan ijazah terakhir
5.
Apakah persyaratan yang diberikan sekolah sulit?Jelaskan!
Jawab: tidak, karena saya dapat memenuhinya
6.
Apa saja tes yang dilakukan oleh sekolah kepada bapak/ibu?
Jawab: tesnya itu berupa wawancara dan micro teaching
7.
Pertanyaan apa saja yang diberikan oleh pihak sekolah kepada ibu/bapak pada
saat wawancara?Jelaskan!
Jawab: wawancara dengan wakil ketua yayasan pertanyaannya berupa alamat
saya, sikap apa yang saya ambil dalam menghadapi murid apabila melakukan
kesalahan dan bermasalah, metode apa yang digunakan dalam mengajar,
seputar metode mengajar dan menghadapi murid. Wawancara dengan kepala
sekolah pertanyaannya berupa daftar riwayat hidup, kesiapan mengajar,
153
pengalaman mengajar, peraturan-peraturan guru SMP dan siap atau tidak
untuk menggunakan androk apabila diterima menjadi guru di SMP ini
8.
Bagaimana cara ibu/bapak mengetahui hasil rekrutmen?
Jawab: saya dihubungi untuk kesekolah menemui kepala sekolah dan hasil
rekrutmen diberi tahu langsung oleh kepala sekolah
9.
Apakah ibu/bapak ditempatkan sebagai guru mata pelajaran sesuai dengan
latar belakang pendidikan yang ibu/bapak miliki?
Jawab: iya sesuai, saya lulusan pendidikan Bahasa Inggris dan saya di
tempatkan sebagai guru Bahasa Inggris
10. Apakah ada hambatan yang ibu/bapak rasakan selama pelaksanaan
rekrutmen?
Jawab: tidak ada hambatan dalam rekrutmen guru.
154
Hasil Wawancara Rekrutmen
Nama
: Ishak Iskandar, S.Pd
Jabatan
: Guru Matematika
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1.
Dari mana bapak/ibu guru mendapatkan informasi tentang adanya rekrutmen
guru?
Jawab: saya mendapatkan informasi dari teman saya yang mengajar di SMP
127 dan beliau memiliki teman di SMP Manba’ul Ulum
2.
Apakah dalam proses rekrutmen ibu/bapak dikenakan biaya?
Jawab: tidak dikenakan biaya sama sekali
3.
Apakah ibu/bapak mendapatkan prosedur pengarahan rekrutmen?
Jawab: iya mendapatkan dari teman saya yang merekomendasikan saya untuk
mengajar di SMP ini
4.
Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi bapak/ibu guru untuk mengikuti
rekrutmen guru?
Jawab: CV lamaran, strata 1 dan pengalaman mengajar
5.
Apakah persyaratan yang diberikan sekolah sulit?Jelaskan!
Jawab: tidak, karena sesuai dengan kemampuan dan keinginan saya
6.
Apa saja tes yang dilakukan oleh sekolah kepada bapak/ibu?
Jawab: micro teaching, tes kemampuan mengajar, dan wawancara
7.
Pertanyaan apa saja yang diberikan oleh pihak sekolah kepada ibu/bapak pada
saat wawancara?Jelaskan!
Jawab: pengalaman mengajar dan prestasi saya, saya menjawab saya
memiliki rumus-rumus cepat hitung matematika
8.
Bagaimana cara ibu/bapak mengetahui hasil rekrutmen?
Jawab: diberitahu langsung oleh kepala sekolah pada saat saya diminta untuk
kesekolah
155
9.
Apakah ibu/bapak ditempatkan sebagai guru mata pelajaran sesuai dengan
latar belakang pendidikan yang ibu/bapak miliki?
Jawab: iya sesuai, saya berlatar belakang pendidikan matematika dan saya
mengajar matematika.
10. Apakah ada hambatan yang ibu/bapak rasakan selama pelaksanaan
rekrutmen?
Jawab: tidak ada hambatan
156
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: KH. Ahmad Mahrus Iskandar, B.Cs
Jabatan
: Wakil Ketua Yayasan
Tempat
: Tempat Tinggal Ketua Yayasan
Hari/Tanggal : Sabtu, 29 April 2017
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu, karena kita dasarnya sebagai manusia harus terus bergerak
maju, apalagi dalam sistem pengajaran dan dalam bidang keilmuan harus
terus maju, karena ilmu tidak ada batasnya. Jika kita berhenti disitu maka kita
kalah dengan berkembangan ilmu itu sendiri
2. Apakah yayasan membuat pengembangan khusus untuk guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab:
membuat
seperti
pelatihan,
pengembangan
karakter
dan
pengembangan pembelajaran. Yayasan meminta guru untuk ikut kegiatan
pengembangan sesuai kebutuhan dan ada usulan dari SMP serta undangan
pengembangan dari luar
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh yayasan untuk guru?
Jawab: seminar dan peragaan atau penjelasan bagaimana pengajaran yang
baik melalui contoh dengan media pembelajaran
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang yayasan berikan untuk guru?
Jawab: pelatihan, seminar dan arisan guru setiap bulan yang dimaksudkan
untuk menyamakan lagi visi, misi secara bersama
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: dalam evaluasi yang dilakukan oleh yayasan dan lembaga pendidiksn
pesantren (SMP) dalam waktu tiga bulan sekali kita lihat guru SMP butuh
pengembangan atau pelatihan tidak, jika butuh dibuat pengembangan dengan
menentukan sasarannya, kurikulumnya atau mata pelajarannya, sarana
pengembangannya, peserta, butuh pelatih dari luar sekolah atau tidak dan
157
pelaksanaan pengembangan guru. Setelah pelaksanaan pengembangan guru
dilihat pertanggung jawaban dari hasil kegiatan pengembangan guru
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: kalau rapat yayasan dengan SMP dilakukan 3 bulan sekali. Kegiatan
pengembangan dilihat dari kebutuhan guru dan sisi jenuh guru seperti apa
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
yayasan
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru sekolah?
Jawab: semua sesuai kebutuhan, ada tenaga ahli dari dalam pondok pesantren
sendiri dan ada dari luar melalui kerja sama
8.
Apakah yayasan melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan
guru?
Jawab: iya, yang melakukan pengawasan asisten pengasuh bidang pendidikan
9.
Apa hasil yang diharapkan yayasan dengan adanya pengembangan pada
guru?
Jawab: dapat memahami, mengikuti dan mengembangkan trilogy pesantren,
memperbaiki pembelajaran di kelas dan meningkatkan kemampuan mengajar
guru
10. Apakah yayasan mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
Jawab: iya mengutus guru
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
Jawab: MGMP, seminar dan sosialisasi pendidikan
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: jadwal guru yang padat, keinginan guru itu sendiri, kemampuan guru
karena banyak kemampuan guru yang tidak sesuai dengan standard dan
ketika mengikuti kegiatan pengembangan tidak sampai sesuai target yang
diinginkan pesantren
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
158
Jawab: pilah pilih jadwal yang sesuai agar tidak bemtrok, pihak sekolah
memberi semangat kepada guru-guru agar termotivasi dalam mengikuti
pengembanmgan guru dan merekrut guru baru
159
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Ir. Muhammad Bahaudin, S.Pd.I
Jabatan
: Sekretaris Umum Yayasan
Tempat
: Kantor Yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1. Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: iya perlu, bagi kami guru adalah asset, dan asset itu harus selalu
ditingkatkan. Dan ilmu itu berkembang sesuai zaman, untuk itu perlu ada
pengembangan guru dalam rangka mengupgrade skill, baik penguasaan
metedologi, teknologi dan knowlegde
2. Apakah yayasan membuat pengembangan khusus untuk guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: iya, seperti pelatihan, rapat dengan pimpinan seminggu sekali setiap
hari selasa dalam rangka mengevaluasi, rencana kerja serta rapat internal
lembaga dan pengawasan dari yayasan
3. Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh yayasan untuk guru?
Jawab: seminar dan pelatihan-pelatihan
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang yayasan berikan untuk guru?
Jawab: pembinaan guru dan pembinaan bahasa arab serta inggris
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: menentukan dulu sasaran yang hendak dicapai dengan adanya
pengembangan, pelajaran apa yang akan diberikan tentunya harus mendukung
tercapainya sasaran dari pengembangan, perlu mendatangkan pelatih atau ahli
dari luar sekolah atau memanfaatkan tenaga yang ada di dalam sekolah dan
pelaksaan pengembangan guru
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: iya, seperti rapat dengan pimpinan yang dilaksanakan setiap hari
selasa
160
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengerumbangan guru?
Jawab: tenaga ahli diserahkan kepada asisten pengasuh bidang pendidikan
dan pengajaran
8.
Apakah yayasan melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan
guru?
Jawab: iya melakukan pengawasan
9.
Apa hasil yang diharapkan yayasan dengan adanya pengembangan pada
guru?
Jawab: lebih baik dalam hal pengajaran dan dapat mengembangkan diri untuk
lebih kreatif dalam mengajar
10. Apakah yayasan mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
Jawab: iya mengutus beberapa guru untuk ke Pare dalam rangka penguasaan
bahasa inggris
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
Jawab: wadahnya itu pare tempat belajar bahasa inggris
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: masalah pendanaan
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
Jawab: solusinya untuk mengirim beberapa guru ke Pare perlu melakukan
filter, mana guru yang benar-benar harus mendapatkan pengembangan bahasa
161
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Drs. H. Syaiful Rahman
Jabatan
: Asisten Pengasuh Bidang Pendidikan dan Pengajaran
Tempat
: Kantor Yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Hari/Tanggal : Senin, 17 April 2017
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: sangat perlu, karena kurikulum berubah terus, kalau tidak ada
pengembangan akan tertinggal.
2.
Apakah yayasan membuat pengembangan khusus untuk guru SMP Manba’ul
Ulum Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: iya dalam bentuk pengembangan, pelatihan, penataran, pengajian oleh
ketua yayasan dan rapat pimpinan
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh yayasan untuk guru?
Jawab: dengan menunjuk guru senior yang ahli dalam bidangnya untuk
membimbing guru lain dan senimar
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang yayasan berikan untuk guru?
Jawab: pelatihan, pembinaan, kursus bahasa di PARE, pendidikan lanjut,
diskusi dan seminar
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: pada dasarnya pengembangan untuk guru SMP kami kasih
kewenangan kepada kepala sekolah SMP. Prosesnya secara umum ditentukan
dahulu tujuan dari pengembangan, pembelajaran apa yang akan dikaji dalam
pengembangan tersebut, tenaga ahli dari luar atau dari dalam pondok atau
sekolah sendiri dan pelaksanaan
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: rutin, seperti setiap senin malampengajian oleh ketua yayasan, selasa
rapat pimpinan secara rutin oleh yayasan dan kepala sekolah untuk
162
menampung aspirasi dan evaluasi karena setiap hari ditemukan murid yang
bermasalah
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
Jawab: ada, seperti dinas pendidikan, akademisi dan guru dari Amerika
memberi pengembangan
8.
Apakah yayasan melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan
guru?
Jawaban: iya melakukan pengawasan
9.
Apa hasil yang diharapkan yayasan dengan adanya pengembangan pada
guru?
Jawab: agar ada peningkatan kualitas pengajaran tidak monoton, agar trilogy
dari Asshiddiqiyah dapat terealisasikan lewat pengembangan guru, dan
mampu berbahasa dengan baik
10. Apakah yayasan mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
Jawab: iya, seperti mengutus untuk melanjutkan sekolah S2 di Mesir, Kairo
dan Yaman dan pengembangan bahasa ke Pare
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
Jawab: universitas dan lembaga pengembangan bahasa Pare
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh yayasan dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: hambatan tidak terlalu ada, hanya terkadang guru yang berkeluarga,
jadi susah untuk di mutasi ke cabang Asshiddiqiyah lain untuk melaksanakan
pengembangan guru
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
Jawab: solusinya ada pernyataan saja
163
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Sadeli, M.Pd
Jabatan
: Kepala Sekolah SMP Manba’ul Ulum
Tempat
: Ruang Kepala Sekolah SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu, guru itu harus terus berkembang karena pemikiran murid juga
berkembang
2.
Apakah kepala sekolah membuat pengembangan khusus untuk guru SMP
Manba’ul Ulum Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: pengembangannya seperti rapat rutin sebulan sekali, pembinaan guru
atau training pengajaran silaturahmi dan pengajian guru
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh sekolah untuk guru?
Jawab: metode on the job seperti microteaching
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk guru?
Jawab: jenis kegiatan seperti rapat, pembinaan guru dan training
pengembangan metedologi pengajaran guru
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: pertama menentukan dulu sasaran yang hendak dicapai dengan adanya
pengembangan, kedua pelajaran apa yang akan diberikan tentunya harus
mendukung tercapainya sasaran dari pengembangan, sarana yang harus
dipersiapkan, pesertanya siapa saja, perlu mendatangkan pelatih atau ahli dari
luar sekolah atau memanfaatkan tenaga yang ada di dalam sekolah dan
pelaksaan pengembangan guru
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru dilakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: iya seperti rapat regular guru sebulan sekali
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
pengembangan guru?
164
dalam
pelaksanaan
Jawab: disesuaikan, apabila ada guru di sekolah yang mampu dalam
bidangnya tidak perlu memanggil tenaga dari luar sekolah. Biasanya itu
pengawas dari dinas pendidikan
8.
Apakah kepala sekolah dan wakil kepala sekolah melakukan pengawasan
terhadap kegitan pengembangan guru?
Jawab: iya kepala sekolah melalukan pengawasan
9.
Apa hasil yang diharapkan sekolah dengan adanya pengembangan pada guru?
Jawab: agar guru prpfesional dalam melaksanakan tugasnya dan terus
mengikuti perkembangan serta komunikatif dalam mengajar
10. Apakah sekolah mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
Jawab: iya
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
Jawab: MGMP sekolah dan sanggar Kebun Jeruk
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: jam mengajar guru dengan kegiatan pengembangan guru yang
bersamaan
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
Jawab: dengan mengatur jadwal antara mengajar di kelas dan pengembangan
guru sebaik mungkin
165
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Riski, S.Pd
Jabatan
: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
Tempat
: Ruang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu, karena ilmu harus terus dicari
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa?
Jawab: sudah hampir mendekati
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh sekolah untuk guru?
Jawab: seminar dan pelatihan
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk guru?
Jawab: seminar, pelatihan RPP dan sanggar Kebon Jeruk
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: menentukan tujuan dari pengembangan atau sasaran yang hendak
dicapai, menentukan pembelajan yang akan diberikan, menentukan pelatih
atau tenaga ahli dan terakhir pelaksanaan pengembangan
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: rutin, seperti rapat guru sebulan sekali, MGMP dan sanggar Kebun
Jeruk
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
Jawab: ada, instruktur dari luar yang diundang oleh sekolah untuk
melaksanakan pengembangan untuk guru. Contohnya itu Pak Munif Hakim
yang kita datangkan ke sekolah untuk pengembangan dan pelatihan membuat
RPP dan cara mengajar yang baik
166
8.
Apakah wakil kepala sekolah bidang kurikulum/kesiswaan melakukan
pengawasan terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
Jawab: iya ketika perencanaan, pelaksanaan pelatihan RPP dan evaluasi
9.
Apa hasil yang diharapkan sekolah dengan adanya pengembangan pada guru?
Jawab: ada peningkatan kualitas dari segi siswa nilai meningkat. Kalau dari
segi guru kemampuan guru dalam mengajar menjadi lebih baik lagi. Dan
dengan adanya pengembangan dapat berdampak kepada mutu sekolah yang
nantinya murid di sekolah dapat bertambah
10. Apakah sekolah mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
Jawab: iya mengutus, seperti mengutus guru ke sanggar dan MGMP
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
Jawab: MGMP dan sanggar
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: biaya dan waktu antara jam mengajar guru dengan kegiatan
pengembangan guru yang bersamaan
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
Jawab:
solusinya
adalah
ketika
waktu
mengajar
dengan
kegiatan
pengembangan bersamaan guru dapat menitipkan tugas untuk murid ke guru
piket
167
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Hendriansyah, SE
Jabatan
: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Putra
Tempat
: Ruang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu karena metode pembelajaran itu berkembang, jadi dengan
adanya pengembangan guru dapat lebih kreatif dalam mengajar
2.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh sekolah untuk guru?
Jawab: seminar dan pelatihan
3.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk guru?
Jawab: rapat dan pelatihan
4.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
Jawab: pada dasarnya sudah mengacu dengan kurikulum
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: menentukan sasaran pengembangan yang hendak dicapai, menentukan
pembelajan yang akan diberikan, menentukan pelatih atau tenaga ahli dan
terakhir pelaksanaan pengembangan
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: rutin seperti rapat guru sebulan sekali dan tiga bulan sekali pengawas
dari Diknas datang ke sekolah memberi arahan pengenai pengajaran
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
Jawab: ada, seperti tiga bulan sekali pengawas dari Diknas datang memberi
arahan mengelola nilai dan pengajaran
8.
Apakah wakil kepalas sekolah bidang kesiswaan melakukan pengawasan
terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
168
Jawab: tidak, saya hanya melihat perkembangan perilaku siswa
9.
Apa hasil yang diharapkan sekolah dengan adanya pengembangan pada guru?
Jawab: agar guru lebih memahami murid dan pengajaran guru lebih aktif
10. Apakah sekolah mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
Jawab: iya mengutus, seperti MGMP sekolah dan sanggar Kebon Jeruk
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
Jawab:MGMP dan sanggar
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: hambatannya seperti jadwal pengembangan guru dengan jadwal
mengajar guru di kelas bersamaan
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
Jawab: lebih mengutamakan kewajiban
169
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Nayla Fiyya, S.Pd.I
Jabatan
: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Putri
Tempat
: Ruang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Maret 2017
1. Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu, karena perkembangan zaman semakin maju dan ilmu juga
semakin maju, jadi guru harus melakukan pengembangan ilmunya agar dapat
menghadapi siswa yang semakin aktif dan menambah metedologi
pembelajaran
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
Jawab: pada dasarnya sudah mengacu dengan kurikulum dan kebutuhan siswa
3.
Metode pengembangan seperti apa yang dilakukan oleh sekolah untuk guru?
Jawab: seminar dan pelatihan
4.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk guru?
Jawab: rapat dan pelatihan
5.
Bagaimana proses pengembangan guru khususnya SMP Manba’ul Ulum
Pondok Pesantren Asshiddiyah Jakarta?
Jawab: menentukan sasaran pengembangan yang ingin dicapai, menentukan
pembelajan yang akan diberikan, menentukan pelatih atau tenaga ahli dan
terakhir pelaksanaan pengembangan
6.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: rutin seperti rapat guru sebulan sekali dan tiga bulan sekali pengawas
dari Diknas datang ke sekolah memberi arahan pengenai pengajaran dan
enam bulan sekali dengan mengutus guru dan mendatangkan tenaga ahli atau
guru senior
7.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
pengembangan guru?
170
dalam
pelaksanaan
Jawab: ada, seperti kerja sama dengan Sampoerna University yaitu
pengembangan lesson pland dan cara menarik perhatian anak untuk tertarik
belajar
8.
Apakah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan melakukan pengawasan
terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
Jawab: iya dengan mengevaluasi pengembangan dengan kepela sekolah
9.
Apa hasil yang diharapkan sekolah dengan adanya pengembangan pada guru?
Jawab: guru ada inovasi baru dalam mengajar dan siswa belajarnya lebih
semangat
10. Apakah sekolah mengutus guru untuk melakukan kegiatan pengembangan di
luar sekolah?
Jawab: iya mengutus, seperti undangan dari Diknas terkait sosialisasi
kurikulum baru dan dari Rayon
11. Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang dilakukan guru di luar
sekolah?
Jawab:MGMP dan Dinas Pendidikan
12. Hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: apabila kegiatan diwaktu libur, banyak guru yang tidak bisa mengikuti
dan mengutus guru dalam melaksanakan pengembangan guru bukan guru
bidang studi yang dimaksud dan malah guru bidang studi yang lain
13. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut ?
Jawab: guru bidang studi yang melakukan pengembangan sharing dengan
guru bidang studi yang diundang dalam pengembangan guru
171
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Ishak Iskandar, S.Pd
Jabatan
: Guru Matematika
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1. Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu, karena setiap tahunnya keunikan dari setiap siswa berbeda,
kalau ilmu kita disitu-situ saja, nanti tidak bisa menghadapi murid.
2. Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
Jawab: sudah sesuai, karena pada dasarnya setiap murid itu memiliki karakter
yang berbeda-beda dan dengan adanya pengembangan kita dapat mengayomi
murid serta lebih mengetahui teknik-teknik dalam menghadapi murid.
3.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: rutin, dalam satu bulan ada 3 kali akan tetapi karena keterbatasan
biaya jadi seadanya saja dan raker sekolah setiap tahunnya
4.
Apakah pengembangan yang ibu/bapak lakukan sudah sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan oleh guru?Jelaskan!
Jawab: secara teori sudah bermuara kesana.
5.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk
ibu/bapak guru?
Jawab: MGMP sekolah, seminar di dalam maupun di luar sekolah, raker
sekolah setiap tahunnya
6.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
Jawab: ada yaitu orang yang ahli dalam pendidikan
7.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah
melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan guru?
Jawab: iya melakukan pengawasan
172
8.
Apakah bapak/ibu guru pernah melakukan kegiatan pengembangan di luar
sekolah?
Jawab: pernah, tetapi bukan utusan dari SMP melainkan dari lembaga lain
yaitu primagama.
9.
Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang ibu/bapak lakukan di luar
sekolah?
Jawab: MGMP sekolah dan training provider lain
10. Hambatan apa saja yang dialami oleh ibu/bapak guru dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: hambatannya relatif, karena kegiatan di sekolah ini padat jadi kegiatan
pengembangan dengan jam mengajar suka bersamaan waktunya dan kita juga
masih memanage kurikulum pemerintah yang ada dengan kurikulum pondok
pesantren tidak berbenturan
173
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Listiyanti, S.Pd
Jabatan
: Guru Matematika
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1. Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu, agar kemampuan guru dalam mengajar meningkat
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
Jawab: sudah, karena sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi inti
3.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: disesuaikan dengan jam mengajar
4.
Apakah pengembangan yang ibu/bapak lakukan sudah sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan oleh guru?Jelaskan!
Jawab: sudah sesuai, karena mengacu pada SK dan KI
5.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk
ibu/bapak guru?
Jawab: MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)
6.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
Jawab: ada, praktisi pendidikan
7.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah
melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
Jawab: iya dengan ikut serta dalam kegiatan pengembangan
8.
Apakah bapak/ibu guru pernah melakukan kegiatan pengembangan di luar
sekolah?
Jawab: Pernah, MGMP tingkat Kecamatan
9.
Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang ibu/bapak lakukan di luar
sekolah?
174
Jawab: MGMP
10. Hambatan apa saja yang dialami oleh ibu/bapak guru dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: jadwal kegiatan suka bersamaan dengan jam mengajar
11. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut?
Jawab: menyesuaikan saja dengan jam mengajar, jika tidak ada jam mengajar
baru saya ikut MGMP
175
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Annisa Dwi Mardhotillah, S.Pd
Jabatan
: Guru Bahasa Inggris
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1. Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: iya perlu, karena guru harus mengembangkan ilmu dan teknik
mengajar, karena pada dasarnya setiap tahun perkembangan info atau
teknologi berkembang sehingga guru mampu mendidik peserta didik dengan
baik.
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa? Jelaskan!
Jawab: iya sudah sesuai
3.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: iya rutin
4.
Apakah pengembangan yang ibu/bapak lakukan sudah sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan oleh guru?Jelaskan!
Jawab; iya sudah sesuai
5.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk
ibu/bapak guru?
Jawab: pelatihan RPP
6.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
Jawab: ada, yaitu ahli pendidikan
7.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah
melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
Jawab: Iya, dengan melihat RPP yang dibuat
8.
Apakah bapak/ibu pernah melakukan kegiatan pengembangan di luar
sekolah?
176
Jawb: iya, mengikuti MGMP di SMP N 75
9.
Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang ibu/bapak lakukan di luar
sekolah?
Jawab: MGMP
10. Hambatan apa saja yang dialami oleh ibu/bapak guru dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: waktu kegiatan pengembangan yang bersamaan dengan waktu jam
mengajar
11. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut?
Jawab: menyesuaikan antara jam mengajar dengan kegiatan pengembangan
tersebut dan mencari informasi perkembangan dengan teman melalui telepon
dan BBM Group
177
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Irmawatih, S.Pd
Jabatan
: Guru Bahasa Indonesia
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu, agar tercapainya tujuan dari pendidikan, lebih mengerti karakter
peserta didik, dan tujuan dari pembelajaran terlaksana
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa?
Jawab: sudah sesuai
3.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: setiap tahun pasti ada
4.
Apakah pengembangan yang ibu/bapak lakukan sudah sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan oleh guru?Jelaskan!
Jawab: sesuai, seperti RPP, metode dan cara mengajar
5.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk
ibu/bapak guru?
Jawab: rapat sekolah dan pelatihan-pelatihan
6.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
dalam
pelaksanaan
pengembangan guru?
Jawab: ada, praktisi pendidikan
7.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah
melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
Jawab: iya melakukan pengawasan
8.
Apakah bapak/ibu pernah melakukan kegiatan pengembangan guru di luar
sekolah?
Jawab: pernah yaitu MGMP dan pelatihan-pelatihan
178
9.
Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang ibu/bapak lakukan di luar
sekolah?
Jawab: MGMP, pelatihan kurikulum dan metode pengajaran
10. Hambatan apa saja yang dialami oleh ibu/bapak guru dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab: tidak ada hambatan
11. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut?
Jawab: hambatannya tidak ada ya untuk saya, tetapi saya tetap berusaha
mengikuti kegiatan pengembangan yang diselenggarakan oleh sekolah
maupun di luar sekolah
\
179
Hasil Wawancara Pengembangan
Nama
: Aulia Kahfi, S.Pd
Jabatan
: Guru Bahasa Inggris
Tempat
: Ruang Guru SMP Manba’ul Ulum
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
1.
Apakah menurut bapak/ibu pengembangan guru itu perlu dilakukan?Jelaskan!
Jawab: perlu sekali karena setiap kita mengajar tiap jenjang akan menghadapi
murid yang berbeda, kondisi kelas yang beda, dan karakter murid yang beda,
oleh sebab itu guru harus terus melakukan pengembangan. Perubahan
kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 juga menjadi salah satu sebab
guru harus terus melakukan pengembangan. Metode pembelajaran yang terus
berkembang juga salah satu alasan guru harus terus mengembangkan dirinya
agar dapat menjadi lebih baik lagi dan mengerti kondisi pendidikan
2.
Apakah pengembangan guru dilakukan sudah sesuai dengan kurikulum
pembelajaran dan kebutuhan siswa?
Jawab: sudah sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa
3.
Apakah kegiatan pengembangan guru di lakukan secara rutin?Jelaskan!
Jawab: setiap tahun pasti ada kegiatan pengembangan guru yaitu workshop
upgrading guru dan diskusi rumpun ilmu yang dilakukan oleh guru bahasa
dengan guru bahasa, guru eksak dengan guru eksak yang didalam rumpun
tersebut bermusyawarah dan evaluasi
4.
Apakah pengembangan yang ibu/bapak lakukan sudah sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan oleh guru?Jelaskan!
Jawab: sesuai, seperti memperbaharui lagi metode pengajaran
5.
Jenis kegiatan pengembangan seperti apa yang sekolah berikan untuk
ibu/bapak guru?
Jawab: rapat sekolah, workshop, dan musyawarah melalui diskusi rumpun
6.
Adakah
tenaga
ahli
yang
diberikan
sekolah
pengembangan guru?
180
dalam
pelaksanaan
Jawab: ada, yaitu tenaga ahli dari Dinas dan Pengawas
7.
Apakah pihak yayasan dan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah
melakukan pengawasan terhadap proses pengembangan guru?Jelaskan!
Jawab: iya melakukan pengawasan dengan cara membuka kegiatan
mengembangan dengan memberi sambutan
8.
Apakah bapak/ibu pernah melakukan kegiatan pengembangan guru di luar
sekolah?
Jawab: pernah yaitu saya belajar di Pare selama Sembilan bulan
9.
Wadah kegiatan pengembangan seperti apa yang ibu/bapak lakukan di luar
sekolah?
Jawab: pare kampung inggris
10. Hambatan apa saja yang dialami oleh ibu/bapak guru dalam melaksanakan
pengembangan guru?
Jawab:
hambatannya
ialah
ketika
jam
mengajar
dengan
kegiatan
pengembangan bersamaan serta jarak lokasi kegiatan pengembangan yang
cukup jauh
11. Bagaimana solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dalam
pengembangan guru tersebut?
Jawab: solusinya saya memberikan tugas kepada siswa apabila saya
melakukan kegiatan pengembangan
181
Lampiran VII
182
183
184
185
186
187
Lampiran VIII
188
Lampiran IX
189
190
Lampiran X
191
192
Lampiran XI
193
194
Lampiran XII
195
Lampiran XIII
196
197
Lampiran XIV
198
199
Lampiran XV
HASIL RAPAT RUMPUN MATA PELAJARAN
PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH JAKARTA
Poin – Poin bahasan Rapat :
1. Lebih di intensifkan komunikasi 2 arah untuk memperlancar program
pembelajaran
2. Menyederhanakan pokok pokok mata pelajaran yang diajarkan dan
menghindari pengulangan pokok pokok pelajaran yang sudah diajarkan ke
santri
3. Meningkatkan kreatifitas siswa
4. Program Pelajaran – Pelajaran UN diselesaikan sampai semester 4
5. Semester 5 dan 6 dikhususkan untuk Dril Soal soal Ujian Akhir untuk
mendapatkan nilai UN yang memuaskan
Bahasan Diskusi Kelompok
A. Rumpun Sosial :
1. Ketua
: Pak Syahfuddin
2. Wakil
: Bu Rita
3. Anggota
: Hasanudin, Wiwit Widiarti, Muha Fadullah, Luluk
Masruroh, Ruslan Efendy, M. Ubaidillah
B. Pokok bahasan :
1. Komunikasi
a. Meningkatkan komunikasi 2 arah (antar Guru Sosial SMP dan MA)
dalam setiap aktivitas pembelajaran
b. Komunikasi 2 arah dan pelaporan hasil Perkembangan Pembelajaran
antara Guru Sosial dengan Kepala sekolah
c. Pertemuan rutin MGMP : Hari Selasa Minggu Pertama pukul 13.00 –
14.00
2. Standar Proses Pembelajaran
200
a. Belajar Kelompok yang berkesinambungan, misalnya santri yang
berprestasi dibidang social dari tingkat SMP dilanjutkan kejenjang MA
b. Diversifikasi Metode Pembelajaran, misalnya :
1) Memaksimalkan Pemanfaatan Media Belajar yang tersedia di
lingkungan pesantren
2) Pembelajaran Luar Kelas: Bursa Efek, Bank Indonesia, Tempat
Pelelangan, TempatSejarah, tempat Industri, gedung DPR/MPR,
MK, KPK, LP.
3) Mengadakan Remedial Bagi santri yang belum mencapai nilai KKM
4) Uji Coba / Try Out Soal – Soal USBN, UNBK dan Ujian Masuk
Perguruan Tinggi
3. Strategi Pembelajaran
a. Membuat Sarana Penunjang Pembelajaran Rumpun Sosial
1) Alat Peraga misalnya : Batu-batuan, Jenis-Jenis Tanah,
2) Mini Bank dan Pasar Saham
3) Dokumentasi Sejarah
b. Kunjungan ke Bank dan Pasar Modal Membuat Portofolio atau
Dokumentasi Mata Pelajaran
1) Presentasi / Diskusi materi pembelajaran
2) Mengikuti Olimpiade Sosial
3) Study Komparatif Santri dan Guru ke Perguruan Tinggi atau
SekolahUnggulan
4) Mengikuti Workshop Upgrading Guru
5) Membuat Klub Belajar Mata Pelajaran Sosial
6) Pembuatan Bank Soal
7) Strategi Ilahiah
4. Target Pembelajaran
a. SAntri di terima di PErguruan Tinggi Negeri
b. PeningkatanNilaiUjianAkhir
c. Minimal nilaiujianakhir yang dicapai pembelajaran adalahB
d. Santri SMP melanjutkanKe MAAsshiddiqiyah 85%
201
e. Mampuberkiprah di tengahtengahMasyarakat
f. Sampai Semester 4 , Semester 5 & 6
g. PEndalaman dan Penguatan MAteri Ujian Akhir dan Ujian Masuk
PErguruan Tinggi
A. Rumpun Bahasa Indonesia
1.
Ketua
: Ibu Hj. Heriningsih
2.
Wakil
: Maryati
3.
Anggota : Nurjannah, Irma
B. Pokok Bahasan
1. Komunikasi 2 arah
a. Penyampaian informasi – informasi penting tentang berbagai hal
mengenai kegiatan di sekolah
b. Bagi anak yang remedial atau tugas / Ulangan susulan ada tempat
yang otentik / jelas dimana meletakkan tugas itu untuk menghindari
masalah mengkambinghitamkan ust/petugas yang selama ini
memegang amanah
c. Jalur komunikasi yang jelas untuk kegiatan atau lomba ekskul yang
berhubungan dengan materi bidang study sekolah kepada guru
yang bersangkutan atau kepala sekolah sehingga dapat mencapai
hasil yang maksimal
d. Sekolah menyampaikan KKM setiap materi pembelajaran kepada
guru, walikelas, siswa dan orang tua siswa
e. Sekolah wajib mengadakan pertemuan rutin yang mebahas tentang
berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran siswa di sekolah
dan pondok pesantren
f. Sekolah tidak hanya meminta nilai tetapi juga mempertimbangkan
menyiapkan waktu proses penilaian bagi anak – anak bermasalah
2. Strategi Pembelajaran dalam rangka memenuhi strategi eksposituris
dimana mengusahakan siswa agar mendapatkan pembelajaran yang
optimal
202
a. Menyiapkan perangkat multimedia siap pakai untuk SMP dan MA :
LCD Proyektor, Mic, Screen Proyektor dan tim perawatan alat
(sangat penting)
b. Berdasarkan kebijakan kepesantrenan disediakan stop kontak /
Kelas untuk kepentingan proses pembelajaran yang berhubungan
multimedia
c. Menyediakan ruangan semacam lab. Untuk materi pembelajaran
praktek : drama, pidato, puisi, musikalisasi puisi, bercerita /
dongeng, pembawa acara dan pembaca berita
d. Perpustakaan menyiapkan buku-buku dengan sampul transparan
agar siswa dapa tmendapatkan infromasi buku tersebut, buku
meliputi :
1) Buku sastra (dongeng, Puisi, Cerpendan Novel)
2) Kamus
3) Buku Ensiklopedia
3. Kunjungan yang berhubungan dengan pembelajaran misalnya melihat
pertunjukan teater secara langsung, membuat puisi dan cerita
4. Kunjungan keperpustakaan lain untuk materi yang berhubungan dengan
materi pengetahuan
5. Mengadakan uji kompetensi serempak secara berkala semisal ulangan
harian dengan memperlihatkan hasil berdasarkan tingkatan secara
keseluruhan (dengan grade dari tertinggi – terendah)
6. Menyesuaikan standar KKM sekolah dengan standar KKM nasional
sekolah wajib menyiapkan waktu khusus untuk remedial
7. Khusus kelas 9 dan 12 pendalaman materi UN selain menyampaikan
cara jitu menyelesaikan soal, sekolah bekerjasama dengan guru bidang
study atau pihak luar untuk lebih banyak lagi mengadakan try out
materi UN berbasis computer secara berkala selain try out manual
8. Penilaian
a. Menetapkan standar KKM
203
Nasional yang mendukung siswa mendapatkan nilai tertinggi
(Kelas 9) Lolos SNMPTN (Kelas 12)
b. Memaksimalkan Try out materi UN untuk kelas 9 dan 12 baik
berbasis computer maupun manual
c. Lulus KKM untuk setiap tingkatan dan dapat melanjutkan
ketingkatan berikutnya
A. Rumpun Eksact
1. MAteri 6 Semester disampaikan 4 Semester
2. Pembelajaran diprioritaskan KD (Kompetensi DAsar) sesuai SKL
3. Materi PEgangan guru BukuPanduan UN (Bebas)
4. Untuk Kelas 7 dan Kelas 10 Empat Minggu pertama tahun ajaran baru
(Juli + Agustus) Drill materi Hitungan (Tambah, Kali, Bagi, Pangkat,
Pecahan )
5. Agar tidak terjadi tumpangtin dihantara materi tingkat SMP dan MA,
dalam praktek maka dibuat draft materi pembagian praktikum
6. Program ini berlaku mulai kelas 7 tahun pelajaran 2017 / 2018
7. Untuk kelas 9 dan kelas 12 materi semester 5 + 6 di tuntaskan pada
semester 5
8. Kelas 8 dan Kelas 11 materi semester 3, 4 dan 5 di selesaikan dalam 1
tahun
9. Bagi siswa yang minat materi eksakta di wadahi dengan Klub MTK dan
Klub IPA dan bimbingan dengan biayaRp. 50.000 / Siswa
204
Lampiran XVI
205
Lampiran XVII
DOKUMENTASI
206
BIODATA PENULIS
Sholihat Nurfadillah NIM 1113018200035
Mahasiswi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan.
Penulis lahir di Jakarta, 07 Januari 1995.
Anak
pertama
Muhammad
dari
Iqbal
dan
dua
Ibu
bersaudara
Bapak
Rukayah.
Penulis
bertempat tinggal di Jl. Petamburan V RT 005/ RW
008 No.08 Gang Mulia Jakarta Pusat.
Penulis menempuh Pendidikan TK Al-Hijrah, SDN Slipi 03 Pagi Jakarta
Barat Tahun 2007, SMP N 40 Jakarta Tahun 2010, MAN 22 Jakarta Tahun 2013
dan Perguruan Tinggi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Semoga dengan adanya karya ini dapat memberikan manfaat kepada dunia
pendidikan. Aamiin
Motto: Jangan takut salah, karena salah itu belajar.
Download