BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam

advertisement
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam pendirian perusahaan, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan
nilai pemegang saham. Nilai pemegang saham akan meningkat apabila nilai
perusahaan meningkat yang ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang
tinggi pada pemegang saham. Menurut Taswan dan Soliha (2002), nilai
perusahaan yang tinggi menjadi keinginan pemilik perusahaan, sebab dengan nilai
perusahaan yang tinggi menunjukan kemakmuran pemegang saham juga tinggi.
Untuk mencapai tujuan perusahaan, manajer membuat keputusan investasi yang
menghasilkan net present value positif.
Menurut Bangun dan Wati (2007), dalam melakukan investasi, investor akan
mempertimbangkan profit dari perusahaan mana yang akan memberikan return
tinggi. Profitabilitas memberikan nilai yang objektif mengenai nilai investasi pada
sebuah perusahaan. Oleh karena itu profit sebuah perusahaan merupakan harapan
bagi investor, tetapi investor juga harus berhati-hati dalam menentukan keputusan
investasi karena jika tidak tepat, investor tidak hanya kehilangan return tetapi
semua modal awal yang diinvestasikannya juga akan hilang. Oleh karena itu,
investor juga perlu mengumpulkan informasi yang lengkap dan tepat mengenai
perusahaan yang akan di pilih sebagai tempat investasinya.
Perusahaan yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik. Salah
satunya, pandangan nilai perusahaan bagi pihak kreditur. Bagi pihak kreditur nilai
1
perusahaan berkaitan dengan liquiditas perusahaan, yaitu perusahaan dinilai
mampu atau tidaknya mengembalikan pinjaman yang diberikan oleh pihak
kreditur. Apabila nilai perusahaan tersirat tidak baik maka investor akan menilai
perusahaan dengan nilai rendah. Nilai perusahaan yang telah go public dari harga
saham yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut (Suharli, 2006).
Peningkatan nilai perusahaan bisa dicapai apabila manajemen perusahaan
mampu menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain di dalam membuat
keputusan-keputusan keuangan. Pihak lain tersebut diantaranya meliputi
shareholder dan stakeholder. Apabila tindakan yang dilakukan manajer dan pihak
lain tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka permasalahan tidak akan
terjadi di antara kedua belah pihak tersebut. Akan tetapi pada kondisi yang
sesungguhnya, penyatuan kepentingan antara kedua belah pihak tersebut sering
kali menemui masalah (Febrianti, 2010).
Pemilihan rasio profitabilitas didasarkan pada alasan bahwa rasio
profitabilitas menunjukan efektifitas atau kinerja perusahaan dalam menghasilkan
tingkat keuntungan dengan menggunakan aset yang dimilikinya. Rasio ini
mencerminkan seberapa efektif perusahaan dikelola dan mencerminkan hasil
bersih dari serangkaian kebijakan pengelolaan aset perusahaan. Profitabilitas
merupakan daya tarik utama bagi pemilik perusahaan (pemegang saham) karena
profitabilitas adalah hasil yang diperoleh melalui usaha manajemen atas dana
yang di investasikan para pemegang saham dan juga mencerminkan pembagian
laba yang menjadi haknya yaitu seberapa banyak yang di investasikan kembali
dan seberapa banyak yang dibayarkan sebagai dividen tunai ataupun dividen
saham kepada mereka.
Menurut Halim (2009:93), semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka
kecenderungan menggunakan modal asing juga akan semakin besar. Hal ini
disebabkan karena perusahaan besar membutuhkan dana yang besar pula untuk
menunjang operasionalnya dan salah satu alternatif pemenuhannya adalah dengan
modal asing apabila modal sendiri tidak mencukupi. Dari referensi-referensi
diatas, dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya ukuran perusahaan akan
berpengaruh pada struktur modal dengan didasarkan pada kenyataan bahwa pada
perusahaan besar dapat membiayai investasinya dengan mudah lewat pasar modal
karena mempunyai tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi dan kecilnya
informasi asimetris terjadi.
Peningkatan leverage bisa memberi dua macam signal, yaitu berita baik
(good news) sekaligus berita buruk (bad news). Peningkatan leverage
menunjukkan berita baik (good news) jika peningkatan tersebut merefleksi
kemampuan manajemen untuk meningkatkan nilai. Sebaliknya, hal tersebut
menunjukkan berita buruk (bad news) jika manajer melakukan peningkatan
leverage karena terpaksa dan bukan karena alasan efisiensi (Novaes, 2002). Rasio
hutang dalam penelitian ini diproksi menjadi Debt to Equity Ratio (DER) yang
merupakan perbandingan jumlah pinjaman jangka panjang yang dimiliki
perusahaan dengan jumlah modal sendiri. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan
salah satu rasio keuangan yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan
melunasi hutang dengan modal yang dimiliki (Husnan, 2009:70). Semakin besar
Debt to Equity Ratio (DER), maka akan semakin kecil laba yang akan dibagikan
kepada pemegang saham, sehingga dapat menurunkan harga saham yang
bersangkutan. Semakin rendah tingkat Debt to Equity Ratio (DER), maka
kemungkinan nilai perusahaan akan semakin tinggi dan perusahaan akan
mendapat kepercayaan dari investor.
Meningkatnya kemakmuran pemegang saham secara tidak langsung
perusahaan harus berusaha agar dapat meningkatkan harga saham perusahaan.
Banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah
size, growth, kebijakan dividen, pendanaan, kebijakan hutang, struktur modal,
profitabilitas, dan struktur kepemilikan. Studi empiris yang pernah dilakukan
menyimpulkan hasil yang bervariasi terhadap pengaruh nilai perusahaan.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka penelitian ini mengambil
judul: “Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Leverage Terhadap
Nilai Perusahaan Transportasi di BEI”.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
2. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
3. Apakah leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
1.3
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan yang diharapkan dapat dicapai
dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menguji pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
2. Untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan
3. Untuk menguji pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.
1.4
Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain :
1. Kontribusi Praktis
Memberikan sumbangan pemikiran pada analisis, investor dan para pemegang
saham serta manajemen investasi dalam menentukan keputusan serta strategi
keuangan. Bagi pihak manajemen perusahaan dan manajer investasi, dari hasil
penelitian ini dapat memberi masukan serta memberikan informasi mengenai
pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan dan leverage, terhadap nilai
perusahaan pada perusahaan transportasi di Bursa Efek Indonesia.
2. Kontribusi Teoritis
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan penegasan dan pembuktian
terhadap analisis profitabilitas, ukuran perusahaan dan leverage, terhadap nilai
perusahaan, dan nilai perusahaan terdapat pengaruh atau tidaknya sehingga
bagi penelitian selanjutnya dapat memperluas, mengembangkan dan
menyempurnakan penelitian.
1.5
Ruang Lingkup Penelitian
Agar arah dalam penelitian ini tidak mengalami kesalah pahaman, untuk
menghindari meluasnya pembahasan dan lebih mengarah terhadap permasalahan
agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam pembahasan, maka penulis membatasi
pada masalah analisis pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan dan leverage
terhadap nilai perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI. Objek yang akan
diteliti adalah perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI tahun 2011-2014.
Download