BAB II TINJAUAN PUSTAKA

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Air
Air merupakan salah satu dari ketiga komponen yang membentuk bumi (zat
padat, cair, dan atmosfer). Bumi dilingkupi air sebanyak 70% sedangkan sisanya
30% berupa daratan (dilihat dari permukaan bumi). Udara mengandung zat cair
(uap air) sebanyak 15% dari tekanan atmosfer. (Gabriel, 2001)
Sumber air secara garis besar dapat dibagi menjadi :
1. Laut : Air laut
Air yang dijumpai di dalam alamberupa air laut sebanyak 80%,
sedangkan sisanya berupa air tanah/daratan, es, salju, dan hujan. Air
laut turut menentukan iklim dan kehidupan di bumi. Kadar garam dalam
air laut sangat bervariasi dari setiap tempat. Misalnya Laut hitam
memiliki kadar garam sagat tinggi dibandingkan degan kadar garam
pada samudra pasifik.
Laut memiliki banyak fungsi yaitu sebagai suatu keseimbangan
darat, laut, dan udara. Sebagai tempat hidup binatang dan tumbuhtumbuhan laut, sebagai sumber air hujan, sebagai ala transportasi,
sebagai sarana olahraga, sebagai sarana pariwisata, sebagai sumber
mata pencaharian nelayan, sebagai sumber devisa negara misalnya
melakukan budi daya mutiara dan lainya, dan sebagai bahan
desinfektan atau sebagai bahan pengobatan. Dilihat dari banyanya
fungsi yang mampu menunjang kelangsungan makhluk hidup di bumi,
7
8
penting untuk manusia memelihara dan menjaga laut. Namun seiring
berubahnya zaman, banyak bangunan yang dibangun dan industriindustri yang membuang limbah ke laut.
Air laut mendapatkan pencemaran dari 3 tempat, yaitu dari darat,
udara, dan laut. Dari darat ; hampir 90% bahan pencemar berasal dari
darat, melalui sungai, air rembesan yang belum disaring dengan baik,
melalui pipa WC. Dari udara ; bahan pencemar yang dibuang dari
pesawat terbang. Dari laut ; bahan ppencemar dibuang dari kapal laut
dan perahu nelayan.
Bahan cemaran laut berupa sampah keluarga, bahan kimia dari
industri (organik maupun non organik), dan yang paling berbahaya
adalah bahan sisa radioaktif. Oleh karena suatu kecelakaan, misalnya
tenggelamnya kapal tanker pembawa minyak bumi sehingga laut
dicemari baha tambang berupa minyak bumi. Hal ini sangat tidak
diharapkan karena sulit mengatasi cemaran tersebut.
Pengolahan air laut sebagai air minum di negara- negara di timur
tengah memanfaatkan bongkahan es sebagai air minum, selain itu
mengolah air laut menjadi air minum melalui teknologi modern.
2. Darat : Air Tanah
Air tanah disebut pula air tawar karena tidak terasa asin.
Berdasarkan Lokasi air maka air tanah dapat dibagi dalam 2 bagian iatu
air permukaan tanah dan air jauh dari permukaan tanah. Yang termasuk
air permukaan tanah adalah sungai, rawa-rawa, danau, waduk. Semua
itu sangat tergantung oleh curah hujan. Apabula hujan lebat, air sunga,
9
danau akan pasang. Dan untuk air jauh dari oermukaan atau disebut
pula air tertekan yaitu air yang tersimpan di dalam lapisan tanah. Yang
termasuk dalam air jauh dari permukaan adalah air sumur bor dan
sumur gali.
3. Udara : Air Hujan
Meurut Gabriel secara umum, terdapat 2 musim di indonesia, yaitu
musim panas dan musim penghujan. Tetapi sebenarnya tidaklah
demikian apabila dikaji lebih mendalam, misalnya:
a.
Musim hujan terjadi seitar pertengahan Nopember sampai dengan
pertengahan Maret (4 bulan).
b.
Musim panas terjadi mulai dengan pertengahan Maret sampai
dengan pertengahan Juli. Musim panas dibagi dalam 2 tahap yaitu
transisi (selama 2 bulan) ada hujan dan panas silih berganti dan
musim panas sebenarnya (selama 2 bulan).
c.
Musim pancaroba terjadi mulai pertengahan bulan juli sampai
dengan pertengahan bulan September. Pada bulan-bulan ini udara
terasa panas dan terdapat angin kencang yang berubah – ubah
arah.
d.
Musim dingin terjadi pertengahan bulan September sampai
denganpertengahan bulan Nopember. Pada musim ini siang hari
terasa sangat panas dan malam hari terasa dingin sekali.
Dengan mengetahui perubahan musim ini maka dapat ditelusuri
terjadinya hujan. Pada musim panas, matahari memanasi permukaan
bumi; seperti sungai, danau, air laut sehingga terjadi evaporasi
10
(penguapan), tumbuh-tumbuhan, hewan maupun manusia terjadi
proses transpirasi/penguapan pula.Uap air ini akan melambung naik ke
atas sampai suatu titik dimana suhu udara sekitarnya sama dengan suhu
uap air yang menguap, selanjutnya terjadi titik kondensasi dan terbentu
awan. Pada saat ini akan terjadi proses presipitasi (Proses turunnya
hujan).
Air merupakan sumber daya alam yang melimpah, dapat ditemukan disetiap
tempat di permukaan bumi, air juga merupakan sumber daya alam yang sangat
penting dan dibutuhkan setiap mahluk hidup. Bagi manusia kebutuhan air amat
mutlak, hampir semua aktifitas manusia memerlukan air, kebutuhan air bagi
manusia tidak saja untuk keperluan hidup seharihari seperti makan dan minum
tetapi juga sebagai alat transportasi, pembangkit tenaga, pertanian, peternakan dan
banyak lagi kepentingan dari air.
Air yang dimanfaatkan manusia untuk keperluan hidup sehari-hari adalah air
yang berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan oleh instansi/lembaga
dimana standar tersebut merupakan hasil riset mutakhir sesuai dengan ilmu dan
teknologi kesehatan yang berkembang saat ini sehingga dapat memberikan
jaminan kesehatan, namun air yang melimpah itu kualitasnya banyak yang tidak
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan itu sehingga diperlukan usaha untuk
memperbaikinya. (Sapparudin, 2010)
Air adalah suatu senyawa kimia berbentuk cairan yang tidak berwarna, tidak
berbau dan tak ada rasanya. Air mempunyai titik beku 0°C pada tekanan 1 atm,
3
titik didih 100°C dan kerapatan 1,0 g/cm pada suhu 4°C. Ukuran satu molekul air
sangat kecil, umumnya bergaris tengah sekitar 3 A (0,3 nm atau 3x10-8 cm).
11
Wujud air dapat berupa cairan, gas (uap air) dan padatan (es). Air yang berwujud
cairan merupakan elektrolit lemah, karena di dalamnya terkandung ion-ion
dengan reaksi kesetimbangan sebagai berikut:
2H2O
+
-
H3O + OH
Secara keseluruhan tubuh manusia mengandung 60-85 % air. Untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia, air dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti air
hujan (rain water), air permukaan (surface water), air tanah (ground water) dan air
laut (seawater). Air tersebut tidak dapat langsung dimanfaatkan, karena tercampur
dengan pengotor-pengotor tertentu yang berasal dari bermacam-macam sumber
pengotor (industri, rumah tangga, pertanian dan lain-lain).
2.2
Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah
permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air Selain air
sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting
terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk
kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.
Air tanah memiliki beberapa kerugian atau kelemahan dibanding sumber yang
lainnya karena air tanah mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi tinggi.
Zat-zat tersebut antara lain magnesium, kalsium, dan besi yang menyebabkan
kesadahan.
Berdasarkan Lokasi air tanah dibagi dalam 2 bagian yaitu:
12
1. Air Permukaan Tanah
Yang termasuk dalam air permukaan tanah adalah sungai, rawa-rawa,
danau, waduk (buatan). Jumlah air permukaan tanah ditentukan oleh
intensitas hujan. Dimana apabila terjadi hujan lebat, air permukaan akan
pasang. Beberapa keuntungan penggunaan air hujan sebagai salah satu
alternatif sumber air bersih adalah sebagai berikut :
(1) meminimalisasi dampak lingkungan ; Penggunaan instrumen yang
sudah ada (atap rumah, tempat parkir, taman, dan lain-lain) dapat
menghemat pengadaan instrumen baru dan meminimalisasi dampak
lingkungan.
(2) lebih bersih: air hujan yang dikumpulkan relatif lebih bersih dan
kualitasnya memenuhi persyaratan sebagai air baku air bersih dengan
atau tanpa pengolahan lebih lanjut
(3) kondisi darurat: Air hujan sebagai cadangan air bersih sangat penting
penggunaannya pada saat darurat atau terdapat gangguan sistem
penyediaan air bersih, terutama pada saat terjadi bencana alam. Selain
itu air hujan bisa diperoleh di lokasi tanpa membutuhkan sistem
penyaluran air
(4) sebagai cadangan air bersih: permanenan air hujan dapat mengurangi
ketergantungan pada sistem penyediaan air bersih.
(5) sebagai salah satu upaya konservasi.
Air permukaan tanah biasanya dicemari oleh sampah keluarga, kotoran
hewan, dan limbah industri sehingga daalam mengkonsumsi air ini perlu
ekkstra hati – hati.
13
2. Air Jauh dari Permukaan Tanah
Air jauh dari permukaan tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan
tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan
salah satu sumber daya air Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga
mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga
keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah
tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Yang termasuk
dalam air jauh dari permukaan tanah yaitu :
1. Sumur Gali
Diameter dari sumur gali adalah antara 0,8-1 meter dan kedalaman
sumur gali tergantung dari lapisan tanah, ketinggian dari permukaan
laut, ada tidaknya air bebas di bawah lapisan tanah. Umumnya :
a. Tanah Sawah : sumur gali kedalaman cukup 3-5 meter telah
memperoleh air bebas.
b. Tanah Berpasir : sumur gali kedalaman cukup 6-8 meter telah
memperoleh air bebas.
c. Tanah Liat/Berpadas : kedalaman sumur gali ≥12 meter baru
mmeperoleh air bebas.
d. Tanah Kapur/Berbukit : umumnya sumur gali harus ≥40 meter
baru diperoleh air bebas.
Keadaan/sifat air sumur gali :
a.
Ketinggian air bebas umunya sekitar 1-3 meter dari dasar
sumur.
b.
Ketinggian air bebas bervariasi, tergantung jumlah air yang
diambil dan tergantung oleh musim.
14
c.
Rasa dan warna air tergantung jenis tanah yang ada. Tanah
sawah airnya kekuning-kuningan, tanah berpasir airnya jernih
dan rasanya sejuk, tanah liat/padas airnya terasa sedikit sepat,
dan tanah kapur airnya terasa sedikit sepat serta warnanya
kehijau hijauan.
d.
Mudah tercemar oleh karena kelalaian dalam menutup mulut
sumur.
e.
Mengandung algae dalam jumlah sedikit.
f.
Mengandung bakteri cukup banyak.
2. Sumur Bor
Sumur yang terbentuk melalui pengeboran disebut sumur bor. Menurut
Gabriel, 2001 Lubang sumur biasanya 4 dim atau 5 dim dan kedalaman
sumur tergantung lapisan tanah :
a. Tanah berpasir : kedalaman sumur bor antara 20-40 meter sudah
memperoleh air. Biasanya airnya naik 5-7 meter dari permukaan
tanah.
b. Tanah liat/padas : kedalaman sumur bor antara 40-60 meter
akan diperoleh air yang baik dan air akan naik mencapai 7 meter
dari permukaan tanah.
c. Tanah berkapur : biasanya sumur dibuat dengan kedalaman
diatas 60 meter kemungkinan baru mendapat air dan apabila ada
air, airnya sukar/tidak bisa naik ke atas dengan sendirinya.
d. Tanah berbukit : biasanya sumur dibuat diatas 100 meter atau
200 meter, kemungkinan tipis sekali untuk memperoleh air. Air
15
yang diperoleh sukar atau tidak bisa naik ke atas dengan
sendirinya.
Keadaan atau sifat air sumur bor :
a. Air jernih dan rasanya sejuk.
b. Percemara air kemungkinan tipis untuk terjadi.
c. Jumlah bakteri jauh lebih kecil dari sumur gali.
d. Jumlah algae di dalam sumur bor jauh lebih banyak
dibandingkan dengan air sumur gali.
Air sumur yang berada di Desa Adat bualu dimanfaatkan sebagai
keperluan domestik dan industri. Dimana salah satunya adalah untuk
dikonsumsi. Air sumur yang dikonsumsi oleh masyarakat desa adat bualu
adalah dengan cara diminum langsung. Perilaku masyarakat tersebut tentu
saja dapat dikatakan kurang baik untuk kesehatan. Secara umum air sumur
hanya digunakan untuk air bersih. Namun masyarakat Desa Adat Bualu
meyakini air tersebut sudah bersih maka dari itu air sumur tersebut
dikonsumsi tanpa adanya proses sebelum dikonsumsi.
2.3
Kualitas Air Bersih dan Air Minum
Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air
menjadi beberapa golongan menurut peruntukannya. Nilai kualitas air
ditunjukkan berdasarkan masing-masing golongan. Adapun penggolongan air
menurut peruntukannya adalah sebagai berikut.
1. Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara
langsung, tanpa pengolahan terlebih dahulu.
16
2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air yang dapat
digunakan sebagai air baku air minum.
3. Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan
dan peternakan.
4. Golongan D yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian,
usaha di perkotaan, industri, dan pembangkit listrik tenaga air.
Syarat-Syarat Air Minum Menurut Sutrisno (2007), dari segi kualitas air
minum harus memenuhi:
1. Syarat Fisik
a. Air tidak boleh berbau
Air minum yang berbau selain tidak estetis juga tidak akan disukai oleh
masyarakat. Bau air dapat memberi petunjuk akan kualitas air. Misalnya,
bau amis dapat disebabkan oleh tumbuhnya Algae.
b. Air tidak boleh berasa
Air minum biasanya tidak memberi rasa/tawar. Air yang tidak tawar
dapat menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan
kesehatan. Rasa logam/amis, rasa pahit, asin, dan sebagainya. Efeknya
tergantung pada penyebab timbulnya bau tersebut.
c. Air tidak boleh berwarna
Air minum sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk
mencegah keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganisme
yang berwarna.
d. Kekeruhan
Kekeruhan air disebabkan oleh zat padat yang tersuspensi, baik yang
bersifat anorganik maupun organik. Zat anorganik, biasanya berasal dari
17
lapukan tanaman dan hewan. Buangan industri juga dapat menyebabkan
kekeruhan. Zat organik dapat menjadi makanan bakteri, sehingga
mendukung perkembang biakannya.
e. Suhu air hendaknya di bawah sela udara (sejuk ± 250C)
Suhu air hendaknya di bawah sela udara agar Tidak pelarutan kimia yang
ada
pada
saluran/pipa
Menghambat
yang
reaksi-reaksi
dapat
membahayakan
biokimia
didalam
kesehatan,
saluran/pipa,
Mikroorganisme patogen tidak mudah berkembang biak, Bila diminum
air dapat menghilangkan dahaga.
f. Jumlah zat padat terlarut (TDS)
TDS biasanya terdiri dari zat organik, garam anorganik dan gas terlarut.
Bila TDS bertambah maka kesadahan juga akan naik pula.
2. Syarat Kimia
Air minum tidak boleh mengandung racun, zat-zat mineral atau zat-zat kimia
tertentu dalam jumlah melampui batas yang telah ditentukan.
3. Syarat Bakteriologi.
Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri penyakit (patogen) dan
tidak boleh mengandung bakteri-bakteri golongan Coli melebihi batas-batas
yang telah ditentukan yaitu 0 Coli/100 ml air.
Bakteri golongan Coli ini berasal dari usus besar (feaces) dan tanah. Bakteri
patogen yang mungkin ada dalam air antara lain adalah:
a) Bakteri typshum
b) Vibrio colereae
c) Bakteri dysentriae
d) Entamoeba histolyhes
18
e) Bakteri enteritis (penyakit perut)
Air yang mengandung Coli dianggap telah terkontaminasi (tercemar)
dengan kotoran manusia.
Peraturan
Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
No.
492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum dimana untuk
Bakteriologi atau Mikrobiologi kadar maksimum yang diperbolehkan adalah 0 per
100 ml sample. Dan untuk Fluoridenya 1,5 mg/l.
2.4
Fluorida
2.4.1 Definisi Fluorida
Fluor merupakan unsur yang penting dalam pembentukan gigi dan
tulang. Fluor adalah mineral yang secara alamiah terdapat di semua
sumber air termasuk laut. Fluor tidak pernah ditemukan dalam bentuk
bebas di alam, ia bergabung dengan unsur lain membentuk
senyawa fluoride. Indikasi dari penggunaan fluor yaitu pasien anak di
bawah 5 tahun yang memiliki resiko karies karies sedang sampai tinggi,
gigi dengan permukaan akar yang terbuka, gigi yang sensitif, anak-anak
dengan kelainan motorik, sehingga sulit untuk membersihkan gigi
(contoh : down syndrome), dan pasien yang sedang dalam perawatan
orthodontik. Sedangkan kontraindikasi dari penggunaan fluor yaitu
pasien anak dengan resiko karies rendah, pasien yang tinggal dikawasan
dengan air minum yang mengandung kadar fluor tinggi, dan ada kavitas
besar yang terbuka.
19
2.4.2 Sumber Fluorida
Beberapa sumber-sumber fluor antara lain :
a. Fluor di lithosphere
Fluorine merupakan elemen kimia yang bersifat paling elektronegatif
karena itu tidak pernah ditemukan di alam dalam bentuk elemen
bebas. Fluorine hanya terdapat dalam bentuk ikatan kimiawi,
mempunyai urutan elemen ke-17 yang paling sering ditemukan dan
merupakan 0,06 - 0,9% dari keseluruhan kulit bumi. Fluor dalam batu
dan tanah ditemukan dalam berbagai minum. Seperti : fluor spar,
kriolit, apatit, mika, minum hitam (horn black) dan sejumlah
“pegmatif” seperti topaz dan tourmalin.
b. Fluor dalam air
Semua air mengandung fluor dalam konsentrasi yang berbeda-beda
sebagian besar tersedia untuk manusia berkaitan dengan siklus
hidrologis, yang berarti bahwa air berasal dari laut. Air laut
mempunyai kandungan fluor yang besar dengan konsentrasi 0,8 – 1,4
mg/liter. Kadar fluor air danau, sungai dan air sumur buatan umumnya
dibawah 0,5 mg/liter. Air yang tertahan dalam sedimen selama
pengendapannya serta air panas yang berasal dari gunung berapi dan
endapan minum epitermal biasanya mempunyai kadar fluor 3-6
mg/liter.
20
c. Fluor di udara
Fluor di udara berasal dari debu tanah yang mengandung fluor dari
limbah gas industri dari pembakaran batu bara domestik dan dari gas
yang dikeluarkan dari daerah gunung berapi.
d. Fluor dalam makanan dan minuman
Berbagai evaluasi terhadap makanan pembawa fluor memperlihatkan
bahwa fluor dalam makanan menunjukkan konsentrasi yang rendah
sebelum diproses (0,1 – 2,5 mg/kg). Tanaman teh mempunyai
konsentrasi fluor berkisar antara 3,2 – 4,00 mg/kg. Sementara
seduhannya mengandung fluor sampai dengan 8,6 mg/liter.
e. Fluor dalam garam
Sejumlah penelitian mengemukakan hasilnya bahwa garam berfluor
mempunyai pengaruh, yang besar dalam menghambat karies, sama
dengan fluor dalam air minum bilamana digunakan pada konsentrasi
dan pemakaian yang tepat.
2.4.3 Dampak Kekurangan Fluorida
Dampak Kekurangan Fluor dapat menyebabkan :
1. Kerusakan gigi yang berlebihan.
2. Kekurangan fluor ini akan mengakibatkan gigi menjadi rapuh.
3. Selain gigi menjadi rapuh, bila kekurangan flour ini dapat
menyebabkan gigi mudah terserang karies atau gigi gigis (caries
dentis).
4. Terjadi perubahan warna pada gigi anak.
5. Dapat terjadi penipisan tulang.
21
2.4.4
Dampak Kelebihan Fluorida
Tingginya kandungan fluor pada air minum mengakibatkan
kerusakan pada gigi. Semua zat bila digunakan tidak semestinya atau
berlebihan maka akan menyebabkan masalah atau berbahaya bagi
kesehatan. Konsumsi 2 ppm fluor dapat menyebabkan mottled enamel, 5
ppm dapat menyebabkan osteosklerosis, 50 ppm dapat menyebabkan
kelainan kalenjar tiroid, 120 ppm dapat menyebabkan retardasi mental,
125 ppm dapat menyebabkan penyakit ginjal, dan 2,5 gram sampai 5
gram dapat menyebabkan dosis akut dan kematian. Kelebihan flour dapat
mengakibatkan kelainan tulang dan gigi. Flour dalam tubuh separuhnya
akan disimpan dalam tulang dan terus bertambah sesuai umur, akibatnya
tulang menjadi mudah patah karena terjadi flourosis pada tulang.
Pemerintah telah menetapkan batasan kandungan fluoride dalam air minum
melalui
Peraturan
Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
No.
492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Dalam aturan
tersebut, air minum tidak boleh mengandung lebih dari 1,5 mg per liter. Batasan
yang sama juga ditetapkan oleh World Health Organization (WHO, 2011) sebesar
1,5 mg per liter. Batasan yang lebih ketat bahkan ditetapkan dalam SNI 01-35532006 tentang Air Minum dalam Kemasan bahwa kandungan fluoride dalam air
mineral tidak boleh melebihi 1 mg per liter. Akan tetapi untuk hasil penelitian ini
peraturan yang akan dibandingkan adalah Peraturan Gubernur Bali No. 8 Tahun
2007 tentang kadar fluoride berdasarkan kelas.
Gejala keracunan fluorida akut hampir sama dengan penyakit umum lainnya
(misalnya, sakit perut, mual, flu), 80 % insiden keracunan fluorida terjadi pada
anak usia 6 tahun dengan kadar fluorida 5mg/kgBB. Sebagaimana dicatat dalam
22
Journal of Public Health Dentistry : "Memperkirakan kejadian eksposur fluorida
beracun nasional juga diperumit oleh adanya bias. Orang tua atau pengasuh
mungkin tidak menyadari gejala yang terkait dengan toksisitas fluorida ringan
seperti kolik atau gastroenteritis, terutama jika mereka tidak melihat anak menelan
fluorida. Demikian pula, karena sifat spesifik dari gejala ringan sampai sedang,
dokter tidak mungkin untuk memasukkan toksisitas fluorida tanpa riwayat
konsumsi fluorida." Meskipun insiden kejadian tertelan nya pasta gigi pada anak
banyak yang tidak terdiagnosis, jumlah laporan ke Poison Control Center di AS
mengalami peningkatan sejak Food and Drugs Administration (FDA)
mengeluarkan peringatan bahaya racun Flourida. Memang, di awal 1990-an
(sebelum peringatan FDA), ada sekitar 1.000 laporan keracunan setiap tahun dari
pasta gigi fluoride. Saat ini, terdapat peningkatan 20 kali lipat sejak FDA
menambahkan peringatan. (Savirah, 2014)
2.5
Bakteriologi
Air sumur pada umumnya lebih bersih daripada air permukaan, karena air
yang merembes ke dalam tanah itu telah difiltrasi (disaring) oleh lapisan tanah
yang dilewatinya, namun kebersihan air secara kasat mata belum tentu
mengindikasikan terbebasnya air tersebut dari kontaminasi bakteri, kebersihan
dan kontaminasi bakteri pada air sumur sangat berkaitan erat dengan lingkungan
sekitar sumur (Nurdin, 2007).
Bakteri coliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim
digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk
menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.
Berdasarkan penelitian, bakteri Coliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat
menyebabkan kanker. Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi
23
bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan
penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh (Pracoyo, 2006).
Pencemaran air yang disebabkan oleh kontaminasi limbah toilet (fecal
contamination) merupakan permasalahan yang cukup serius, dikarenakan adanya
potensi penularan penyakit oleh patogen (organisme penyebab penyakit).
Seringkali konsentrasi patogen yang berasal dari kontaminasi limbah toilet
terdapat dalam jumlah yang relatif kecil, namun demikian besar kemungkinan
adanya patogen lain yang terikut pada saat terjadi kontaminasi. Hal tersebut
menyebabkan pengujian patogen dalam setiap sampel air yang diambil menjadi
tidak praktis dan efisien. Pengamatan keberadaan patogen secara praktis dapat
dilakukan dengan melakukan pengujian keberadaan organisme indikator
pencemaran seperti bakteri Koliform. Bakteri tersebut berasal dari sumber yang
sama dengan organisme patogenik. Bakteri Koliform cukup mudah diidentifikasi
dan pada umumnya terdapat dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan
dengan patogen yang lebih berbahaya. Selain itu, karakteristik cara penanganan
bakteri coliform di lingkungan, instalasi pengolahan limbah serta instalasi
pengolahan air memiliki banyak kesamaan dengan banyak patogen. Oleh karena
itu, pengujian keberadaan bakteri coliform merupakan metode yang rasional
sebagai indikasi keberadaan bakteri patogen lain di lingkungan.
Adanya bakteri coliform di dalam makanan atau minuman menunjukan
kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifat enteropatogenik dan atau
toksigenik yang berbahaya bagi kesehatan. Bakteri coliform dapat di bedakan
menjadi dua golongan yaitu ;
1. Bakteri coliform golongan fekal misalnya Escherichia coli
2. Bakteri coliform golongan non fekal.misalnya Enterobakter aerogenes
24
E. Coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak
dapat membahayakan kesehatan. Walaupun E. Coli merupakan bagian dari
mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur
tertentu mampu menyebabkan gastroenteritis taraf sedang hingga parah pada
manusia dan hewan. Sehingga, air yang akan digunakan untuk keperluan seharihari berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit infeksius (Suriaman, 2008).
Indonesia sejak tahun 1968 E.coli lebih banyak diperhatikan sebagai
penyebab diare pada bayi atas dasar hasil yang diperoleh pada tahun tersebut di
Bandung oleh Soeprapti Thaib dkk.(1968) yaitu 41,9% (88 dari 210 tinja) pada
bayi yang berumur 0-6 bulan dan 35,3% (45 dari 136 tinja) pada bayi umur 6-12
bulan, Ono Dewanoto dkk.(1969) melaporkan 36,2% (163 dari 448 tinja) untuk
bayi berumur 0-24 bulan dan Gracey dkk.(1973) melaporkan angka 35,0% (7 dari
20 tinja bayi 0-24 bulan yang dirawat di Bangsal Gastroenterologi Anak
RSCK/FKUI Jakarta) pada tahun 1973. Sejak tahun 1975, perhatian terhadap
penyakit diare akut beralih dari E.Coli enteropatogenik (EPEC) ke E.coli
enterotoksigenik (ETEC) disamping Rotavirus dan Salmonella Oranienburg. E.
coli enteroinvasif (enteroinvasive E.coli (EIEC)). Beberapa E.coli dapat
menyebabkan diare berdarah dan berinvasi ke usus besar. Strain ini terdiri dari
sejumlah kecil serogrup yang dapat dibedakan dari E.coli Enterotoksegenik dan
E.coli enteropatogenik dan disebut E.coli enteroinvasif. Strain ini seperti
organisme lain yang bersifat invasif, sering juga terdapat dalam tinja yang penuh
dengan leukosit dan eritrosit (Suharyono, 2008).
Dampak kesehatan yang menurun juga dirasakan oleh orang Dewasa.
Dimana juga mengkonsumsi air yang mengandung banyak ecoli akan
menyebabkan diare. Meski orang Dewasa sudah memiliki kekebalan yang lebih
25
tinggi daripada bayi, namun e.coli juga dapat berakibat terganggunya aktifitas
sehari-hari bagi orang Dewasa.
Ciri ciri dari kelompok bakteri coliform adalah Semua bakteri yang
berbentuk
batang,
Gram
negative,
Tidak
membentuk
spora,
mampu
memfermentasi laktosa dengan memproduksi gas dan asam pada suhu 37 derajat
dalam waktu kurang lebih 48 jam, dapat menghasilkan senyawa indole yang
terkandung di air pepton yang mengandung asam amino triptofan, tidak dapat
menggunakan natrium sitrat sebagai satu satunya sumber karbon, Fekal Coliform,
seperti bakteri lainnya, biasanya dapat dihambat pertumbuhannya dengan air
mendidih atau dengan memperlakukan dengan klorin. Mencuci bersih dengan
sabun setelah kontak dengan air yang tercemar juga dapat membantu mencegah
infeksi.
Download