TUGAS AKHIR

advertisement
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Komunikasi
Kata atau istilah “komunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal
dari
Bahasa
Latin
“communicatus”
atau
“communicatio”
atau
communicare yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Kata
komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang
bertujuan untuk mencapai kebersamaan.
Menurut Webster New Collogiate Dictionary komunikasi adalah “suatu
proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem
lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”.
Beberapa definisi tentang komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli
sebagai berikut:
1. Carl Hovland, Janis & Kelley
Komunikasi
adalah
suatu
proses
melalui
dimana
seseorang
(komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk katakata).
2. Berelson dan Steiner
Komunikasi adalah proses penyampaian, yaitu penyampaian informasi,
gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain.
3. Lasswell
Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai
commit to user
tujuan. (Riswandi, 2009: 2)
5
6
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Sedangkan komunikasi periklanan adalah penyampaian pesan mengenai
suatu produk, jasa atau ide kepada khalayak (konsumen) melalui media
massa dan media lainnya yang dibayar untuk mempengaruhi khalayak
sehingga menggunakan produk, jasa, atau ide yang ditawarkan. Proses
komunikasi periklanan adalah urutan peristiwa yang terjadi dalam
komunikasi periklanan. Berikut urutan proses komunikasi periklanan:
a. Source (Produk)
Sumber
komunikasi
adalah
produsen
yang
menjadi
pemilik
produk/jasa/ide yang akan ditawarkan. Produsen bermaksud supaya
produk/jasa/ide digunakan oleh konsumen. Produk/jasa/ide merupakan
sesuatu yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan
konsumen.
b. Message (Iklan)
Iklan adalah pesan-pesan penawaran yang dibuat untuk membantu menjual
produk/jasa/ide yang dimaksud. Proses perumusan pesan yang dapat
membantu penjualan meliputi isi, struktur, dan format yang paling baik
untuk kondisi produk/jasa/ide yang ditawarkan.
c. Channel (Saluran)
1. Media adalah perantara yang digunakan dalam menyalurkan pesan
kepada konsumen. Misalnya surat kabar, majalah, radio, televisi,
internet, billboard, bioskop, dll
2. Disini terjadi proses pemilihan media yang paling kuat pengaruhnya
untuk membantu menyalurkan pesan-pesan iklan.
commit to user
7
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
d. Receiver (Audiens)
1. Audiens orang yang menjadi sasaran penyampaian iklan.
2. Komunikasi dalam komunikasi periklanan sering disebut khalayak
konsumen
atau
calon
konsumen
yang
menjadi
pengguna
produk/jasa/ide yang ditawarkan.
3. Komunikasi menerima iklan dan mengolahnya sehingga menghasilkan
efek.
e. Effect (Efek)
Efek adalah tujuan yang diharapkan oleh komunikasi periklanan, dapat
berupa:
1. Kognitif : pengetahuan terhadap produk.
2. Afektif : menyukai.
3. Konatif : tindakan pembelian.
(Alo Liliweri, 2011: 551)
Channel merupakan saluran media dimana iklan merupakan suatu proses
komunikasi yang tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya media.
Salah satu tujuan iklan yaitu menyampaikan informasi dimana informasi
yang disampaikan tersebut bisa diketahui dan diterima oleh masyarakat
luas melalui media seperti misalnya melalui iklan yang ada di televisi,
koran ,radio, maupun media luar ruangan seperti baliho dan billboard.
Media merupakan alat untuk menyampaikan pesan yang juga merupakan
commit to user
8
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
bagian dari suatu proses komunikasi. Itu sebabnya media sangat penting
dalam proses komunikasi.
B. Periklanan
1. Pengertian Iklan
Periklanan merupakan elemen penting dari bauran komunikasi
pemasaran.iklan mengarahkan pesan agar dapat diakses oleh sejumlah
besar orang melalui media massa. Peranan iklan sangat penting bagi para
pemasang iklan karena melalui iklan, maka informasi tentang produk
dapat disebarluaskan kepada audiensi umum, artinya makin banyak orang
mengetahui kehadiran sebuah produk. Meskipun pemasang iklan
memaksutkan tujuan iklan untuk para target audiens, namun karena media
massa diakses oleh massa maka ada banyak orang yang mungkin
sebelumnya tidak mempunyai informasi tentang produk akan mencari
informasi tambahan tentang produk ini.
Banyak beberapa pengertian iklan sebagai “pengantar” untuk memahami
iklan dan periklanan sebagai suatu sistem dalam ranah “teknik
komunikasi”. Iklan yaitu:
a. Aktivitas untuk menarik perhatian publik terhadap suatu produk atau
bisnis tertentu melalui pengumuman yang dibayarkan kepada media
cetak, siaran, atau media elektronik.
b. Bisnis untuk merancang dan menulis iklan.
c. Tindakan atau profesi untuk mempromosikan sesuatu, sebagai produk:
promosi, publisitas.
commit to user
9
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
d. Informasi persuasif yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku dan
pikiran audiens. (Ibid., 535)
2. Tujuan Iklan
Para praktisi iklan selalu merumuskan tujuan iklan dari produsen
suatu produk atas tiga tujuan, yaitu: (a) mengirimkan informasi; (b)
mempersuasi; dan (c) mengingatkan audiens.
INFORM
ADVERTISING
GOAL S
REMIND
PERSUADE
a) Mengirimkan informasi
Pada umumnya ketika produsen untuk pertama kali memproduksi
suatu produk, maka dia akan melakukan tugas pertama yaitu,
“mengirimkan informasi” kepada khalayak bahwa telah hadir sebuah
produk baru. Disini tujuan periklanan yaitu mengirimkan informasi
tentang sebuah produk berisi nama produk, ciri-ciri fisik (besaran, warna,
dan lain-lain), nama dan alamat serta kualifikasi produsen, kegunaan
produk, keunggulan-keunggulan produk, siapa pemakainya, harga produk,
dan dimana produk dapat diperoleh.
b) Mempersuasi audiens
commit to user
10
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi persuasif, yaitu
komunikasi yang bertujuan untuk “membujuk” para penerima informasi.
Demikian pula komunikasi iklan selalu bertujuan untuk mempersuasi
audiens, calon konsumen atau pelanggan untuk membeli sebuah produk
sesuai dengan informasi yang mereka telah peroleh.
c) Mengingatkan audiens
Pada dasarnya setiap produsen tidak mau kehilangan pasar atas semua
hasil produksinya. Karena itu, perusahaan selalu menempuh berbagai cara
untuk mengingatkan audiens yang mungkin sudah mulai lupa terhadap
produk yang pernah mereka pakai, atau mengingatkan audiens agar segera
membeli produk yang sama dengan kemasan atau daya guna yang lebih
sempurna. (Ibid., 541)
3. Peran Periklanan
a) Periklanan merupakan bagian untuk memenuhi fungsi pemasaran.
b) Untuk dapat menjalankan fungsi pemasaran, maka periklanan tentu
saja tidak sekadar memberikan informasi kepada khalayak tetapi
juga ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan,
makna, kepercayaan, sikap, dan citra konsumen yang berkaitan
dengan suatu produk atau merek.
c) Citra produk yang terbaik biasanya tercipta melalui kegiatankegiatan periklanan.
commit to user
11
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Periklanan merupakan suatu proses jalannya suatu iklan. Penyampaian
pesan pada iklan yang nantinya bisa membangun citra produk tersebut.
Lewat media massa yang sekarang sudah mulai berkembang, suatu
produk yang diiklankan bisa meningkatkan penjualannya. Dengan
pemilihan media yang tepat pada sasarannya inilah yang nantinya bisa
meningkatkan penjualan dari produk itu sendiri. Seleksi media yang
tepat merupakan salah satu hal yang paling penting dalam periklanan.
C. Struktur Advertising Agency
1. General Manager
Secara umum general manager dikatakan sebagai pemimpin dari
sebuah perusahaan yang memiliki tugas bertanggung jawab dan
mengarahkan terhadap apa yang menjadi masa depan perusahaan.
2. Tim kreatif
Tim kreatif adalah tim yang bekerja untuk mengubah proposisi
menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menarik bagi khalayak
sasaran. Tim kreatif memutuskan suatu „konsep kreatif dan hasilnya
dalam bentuk motivasi ide‟. Kata-kata yang mereka gunakan untuk
mengungkapkan konsep kreatif disebut copy. Foto, gambar, dan
diagram yang mereka ciptakan juga „desain‟ atau „tata letak, semuanya
disebut copy, mereka bekerja sama dengan para „desainer‟ dan
„copywriter‟.
commit to user
12
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
a) Copywriter : menghasilkan naskah atau tema iklan, dan membuat
naskah untuk surat penjualan, iklan radio, skrip, serta mendesain
jingle dan slogan.
b) Visualizer : bertugas menerjemahkan ide-ide copywriter ke dalam
bentuk visual. Mendesain iklan dalam bentuk sketsa atau gambar
kasar.
c) Layout-man : bertugas menyusun naskah iklan dan ilustrasi yang
dibuat copywriter dan visualizer dalam bentuk iklan.
3. Traffic and production team
Lalu lintas dan tim media yang bertanggung jawab kemajuan
pekerjaan-pekerjaan kreatif. Dalam biro iklan, produksi berarti
menyelesaikan bentuk final iklan berupa artwork dan memuatnya
dalam media. Termasuk dalam pekerjaannya adalah aspek-aspek
percetakan, setting naskah.
4. Account Executive (AE) adalah orang yang ditunjuk oleh perusahaan
jasa periklanan sebagai petugas penghubungdalam melayani klien. Ia
memberikan
saran-saran
untuk
klien
yang
ditanganinya
dan
mempelajari tuntutan yang dikehendaki klien terhadap iklannya.
5. Tim media
Tim media akan mengatur waktu dan penjadwalan kampanye
komunikasi pemasaran. Mereka yang merencanakan bagaimana suatu
media bekerja dan bagaimana media memasang iklan, mereka pula
yang memasang syarat-syarat bagi media dimana iklan akan dipasang.
commit to user
13
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Mereka juga membantu media menentukan berapa kali iklan harus
dimuat dalam surat kabar atau majalah, berapa kali iklan ini harus
ditampilkan di layar televisi atau di radio, dan lain-lain. Ada
duaketerampilanutamadaritim media, yaituperencanaan media dan
pembelian media.
commit to user
14
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
D. Perencanaan Media
Perencanaan media adalah proses pengarahan pesan periklanan ke
khalayak sasaran pada waktu dan tempat yang tepat serta menggunakan
saluran yang tepat.
Strategi media terdiri dari lima kelompok kegiatan yang saling terkait :
(1) memilih khalayak sasaran, (2) memerinci tujuan-tujuan media, (3)
memilih media dan sarana-sarananya, (4) pembelian media, serta (5)
menetapkan jadwal media.
1. Memilih khalayak sasaran
Khalayak sasaran adalah sekelompok orang yang menjadi target
promosi. Untuk mengidentifikasi sasaran ditentukan dari faktor
geografis, demografis, psikografis, dan gaya hidup.
2. Memerinci tujuan-tujuan media
Tujuan media sangat penting dalam perencanaan media. Lima
faktor penting dalam tujuan media yaitu : jangkauan, frekuensi,
bobot, kuantitas, dan biaya.
a. Jangkauan. Jangkauan merupakan persentase audiens
sasaran minimal satu kali selama jangka waktu tertentu.
Semakin banyak media yang digunakan, maka lebih banyak
orang yang akan dijangkau.
b. Frekuensi. Frekuensi merupakan banyak sedikitnya iklan
yang tayang selama satu periode tertentu.
commit to user
15
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
c. Bobot. Biasanya diekspresikan dalam GRPs (gross rating
points), dimana GRPs merupakan penjumlahan semua
rating dari seluruh program dalam jadwal televisi.
d. Kuantitas. Merupakan waktu pemasangan iklan. Dalam
pemasangan iklan ada 3 alternatif yaitu continuity, pulsing,
flighting.
e. Biaya. Para perencana berusaha mengalokasikan anggaran
iklan dengan cara yang eifisien. Salah satu indikator
efisiensi media yang digunakan adalah CPM. CPM
merupakan biaya yang digunakan pada suatu media.
Rumus dasar CPM adalah :
CPM = biaya unit media x 1.000
jumlah total kontak
Istilah kontak yang digunakan disini memiliki pengertian
umum yang menyertakan segala jenis khalayak periklanan
(pemirsa televisi, pendengar radio, pembaca koran atau
majalah, dan sebagainya).
3. Memilih Media & Sarananya
Media adalah saluran komunikasi yang menyampaikan pesanpesan pengiklan ke khalayaknya. Pemilihan media dan sarananya
merupakan hal penting dalam perencanaan media. Agar dalam
to usersasaran. Setiap media dan setiap
pemasangan mediacommit
bisa tepat
16
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
sarana memiliki sekumpulan karakteristik dan keunggulan. Para
pengiklan
berupaya
memilih
media
dan
sarana
yang
karakteristiknya paling sesuai dengan merek yang diiklankan
dalam menjangkau khalayak sasaran dan menyampaikan pesan
yang dimaksud.
(Monle Lee & Carla Johson, 2007: 225)
Dalam hal ini, anggaran selalu mempengaruhi pemilihan strategi
media, dan karena banyak pilihan media yang tersedia, maka
keputusan akhir mengenai media apa yang akan digunakan sering
kali dipengaruhi oleh anggaran. Untuk menentukan media yang
paling tepat namun dengan harga yang paling efisien untuk
menyampaikan pesan produk diperlukan pemahaman mendalam
terhadap setiap media dan juga biaya yang harus dikeluarkan.
Selain itu, dibutuhkan pemahaman menyeluruh mengenai target
audiensi
masing-masing
media.
Seperti
telah
dijelaskan
sebelumnya, setiap media memiliki kekuatan dan kelemahannya
masing-masing. Berikut macam-macam karakteristik media dilihat
dari kekuatan dan kelemahannya masing-masing:
1. Televisi
a. Kekuatannya :
1) Daya jangkau luas
commit to user
17
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Daya jangkau siaran yang semakin luas menyebabkan banyak
orang sudah dapat menikmati siaran televisi. Siaran televisi
saat ini sudah dinikmati oleh berbagai kelompok masyarakat.
Daya jangkau siaran yang luas ini memungkinkan pemasar
memperkenalkan dan mempromosikan produk barunya
secara serentak.
2) Selektivitas dan fleksibilitas
Televisi dapat menjangkau audiensi tertentu karena adanya
variasi komposisi audiensi sebagai hasil dari isi program,
waktu siaran, dan cakupan geografis siaran televisi.
3) Fokus perhatian
Siaran iklan televisi akan selalu menjadi pusat perhatian
audiensi pada saat iklan itu ditayangkan. Jika audiensi tidak
menekan remote control-nya untuk melihat program stasiun
televisi lain, maka ia harus menyaksikan tayangan iklan
televisi itu satu per satu. Perhatian audiensi akan tertuju
hanya kepada siaran iklan dimaksud ketika iklan itu muncul
di layar televisi, tidak kepada hal-hal lain.
4) Kreativitas dan efek
Televisi merupakan media iklan yang paling efektif karena
dapat menunjukkan cara bekerja suatu produk pada saat
digunakan.
commit to user
18
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
5) Waktu tertentu
Suatu produk dapat diiklankan di televisi pada waktu-waktu
tertentu ketika pembeli potensialnya berada di depan televisi.
Dengan demikian pemasang iklan akan menghindari waktuwaktu tertentu pada saat target konsumen mereka tidak
menonton televisi.
b. Kelemahannya :
1) Biaya mahal
Walaupun televisi diakui sebagai media yang efisien dalam
menjangkau audiensi dalam jumlah besar namun televisi
merupakan media paling mahal untuk berikan. Biaya yang
dikenakan
kepada
pemasang
iklan
televisi
dihitung
berdasarkan detik tetapi juga biaya produksi iklan berkualitas
yang juga mahal.
2) Informasi terbatas
Dengan durasi iklan yang rata-rata hanya 30 detik dalam
sekali tayang, maka pemasang iklan tidak memiliki cukup
waktu untuk secara leluasa memberikan informasi yang
lengkap.
3) Selektivitas terbatas
Walaupun televisi menyediakan selektivitas audiensi melalui
program-program yang ditayangkannya dan juga melalui
commit to user
19
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
waktu siarannya namun iklan televisi bukanlah pilihan yang
paling tepat bagi pemasang iklan yang ingin membidik
konsumen yang sangat khusus atau spesifik yang jumlahnya
relatif sedikit.
4) Penghindaran
Kelemahan lain siaran iklan televisi adalah kecenderungan
audiensi untuk menghindari pada saat iklan ditayangkan.
5) Tempat terbatas
Tidak seperti media cetak, stasiun televisi tidak dapat
seenaknya memperpanjang waktu siaran iklan dalam suatu
program karena dapat mengganggu waktu penayangan
program.
2. Radio
a. Kekuatannya :
1) Biaya iklan murah
Salah satu kekuatan utama radio sebagai media untuk
beriklan adalah biayanya yang murah karena produksi iklan
radio sangat mudah dilakukan. Biaya iklan radio yang murah
ini memberikan peluang kepada pemasang iklan untuk lebih
meningkatkan frekuensi dan jangkauan iklannya.
commit to user
2) Selektivitas
20
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Kekuatan lain dari radio adalah tersedianya audiensi yang
sangat selektif yang muncul dari berbagai format siaran dan
cakupan atau geografis siaran yang dimiliki setiap stasiun
penyiaran radio.
3) Fleksibilitas
Radio merupakan media untuk beriklan yang paling fleksibel
dibandingkan media lainnya karena pemasang iklan dapat
mengajukan materi iklan atau melakukan perubahan terhadap
materi iklan hanya dalam periode beberapa menit sebelum
ditayangkan.
b. Kelemahannya :
1) Kreativitas terbatas
Kelemahan radio sebagai media untuk beriklan adalah
tidak menyediakan gambar visual. Audiensi tidak dapat
melihat produk suatu iklan dan pemasang iklan tidak
dapat menunjukkan atau mendemonstrasikan cara kerja
suatu produk.
2) Perhatian terbatas
Masalah lain yang menjadi kelemahan radio adalah
commit to user
kesulitan media ini untuk mendapatkan perhatian
21
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
audiensi terhadap iklan. Mendengarkan radio biasanya
menjadi kegiatan selingan yang dilakukan sambil
mengerjakan pekerjaan lain.
3) Persaingan
Pemasang iklan di radio harus bersaing dengan berbagai
iklan lainnya untuk mendapatkan perhatian audiensi.
Stasiun radio menayangkan iklan dengan durasi ratarata 10 menit setiap jamnya. Pemasang iklan harus dapat
menciptakan
iklan
radio
yang
menarik
atau
menayangkan iklan bersangkutan berulang kali agar
mampu meraih perhatian pendengar.
(Morissan, 2010: 240)
3. Majalah
a. Kekuatannya :
1) Selektivitas
Kemampuan
media
untuk
menjangkau
khalayak
audiensi secara selektif. Kebanyakan majalah diterbitkan
untuk khalayak tertentu yaitu kelompok khalayak yang
memiliki minat khusus terhadap suatu hal.
2) Kualitas produksi tinggi
Majalah pada umumnya dicetak diatas kertas berkualitas
tinggi
to user
dan commit
menggunakan
proses
percetakan
yang
22
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
memungkinkan reproduksi yang sangat bagus, baik
dalam
hitam
putih
ataupun
berwarna.
Kualitas
reproduksi menjadi faktor penting karena majalah
merupakan media visual dimana ilustrasi iklan sering
kali menjadi faktor dominan suatu iklan.
3) Kreativitas fleksibel
Majalah memiliki keunggulan dalam hal kreativitas penyajian
iklan. Majalah menawarkan pemasang iklan fleksibilitas
besar dalam tipe, ukuran, dan penempatan materi iklan.
4) Permanen
Majalah biasanya dibaca dalam periode beberapa hari dan
sering kali disimpan untuk digunakan sebagai referensi di
masa datang.
b. Kelemahannya :
1) Biaya iklan yang cukup mahal
Biaya pemasangan iklan di majalah bervariasi antara satu
majalah dengan majalah lainnya bergantung pada jumlah
audiensi pembaca yang dimiliki dan kemampuan majalah
dalam melakukan selektivitas pembaca.
2) Jangkauan dan frekuensi terbatas
commit to user
23
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Majalah pada umumnya tidak seefektif media lain dalam hal
jangkauan dan frekuensi, terlebih jika audiensi memiliki
tingkat konsumsi yang tinggi terhadap majalah artinya
audiensi membaca lebih dari satu judul majalah setiap
bulannya.
3) Pemasangan iklan lama.
Proses pemuatan iklan yang membutuhkan waktu relative
lebih lama dibandingkan media lainnya. Pemasang iklan
harus melakukan pemesanan terlebih dahulu kepada majalah
dalam periode waktu yang cukup lama.
4. Surat kabar
a. Kekuatannya :
1) Jangkauan ekstensif
Surat kabar memberikan peluang sangat bagus kepada
pemasang iklan untuk menjangkau seluruh segmen populasi
dengan pesannya.
2) Fleksibilitas
Surat kabar bersifat fleksibel dalam hal persyaratan untuk
memproduksi dan menayangkan iklan.
commit to user
24
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
3) Seleksi geografis
Surat kabar pada umumnya menawarkan pemasang iklan
lebih banyak pilihan dalam hal geografis atau wilayah yang
menjadi target iklan dibandingkan dengan media lainnya.
4) Penerimaan pembaca
Banyak pembaca yang membeli surat kabar karena iklan
yang termuat di dalamnya. Konsumen mengacu pada iklan
untuk mengetahui harga dan ketersediaan suatu produk serta
menggunakan surat kabar untuk mencari tahu dimana suatu
produk dijual dengan potongan harga atau diskon.
b. Kelemahannya :
1) Kualitas produksi rendah
Kualitas produksinya yang relatif rendah dibandingkan
dengan media cetak lainnya khususnya majalah.
2) Waktu hidup singkat
Surat kabar harian biasanya sudah tidak diperlukan lagi jika
sudah melebihi waktu satu hari.
3) Pilihan terbatas
Kebanyakan surat kabar menjangkau kelompok masyarakat
yang sangat luas dan beragam sehingga tidak mudah untuk
membidik segmen pasar pembaca yang sempit dan terbatas.
commit to user
(Ibid., 312)
25
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
5. Internet
a. Kekuatannya :
1) Target konsumen khusus
Kemampuan media ini secara efektif untuk membidik target
konsumen yang spesifik atau khusus tanpa menimbulkan
pemborosan media.
2) Pesan khusus
Sebagai hasil dari mendapatkan target konsumen yang
terarah.
3) Kemampuan interaktif
Kemampuan internet untuk melakukan komunikasi interaktif
memungkinkan konsumen untuk lebih terlibat dengan
produk yang ditawarkan perusahaan.
4) Akses informasi
Keuntungan
terbesar
internet
sebagai
media
adalah
kemampuannya untuk menyediakan informasi kepada
penggunanya. Para pengguna internet dapat menemukan
informasi dalam jumlah besar mengenai topik apa saja yang
diinginkannya dengan melakukan pencarian melalui mesin
pencari (search engine) semacam Google atau Yahoo.
5) Ekspos luas commit to user
26
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Melalui internet perusahaan akan mendapatkan perhatian
dari konsumen nasional bahkan internasional dalam waktu
yang sangat cepat.
6) Kecepatan
Bagi masyarakat konsumen yang membutuhkan informasi
mengenai suatu perusahaan atau barang dan jasa yang
ditawarkan, internet adalah instrument paling cepat untuk
mendapatkan informasi tersbut.
b. Kelemahannya :
1) Proses lambat
Proses membuka situs web untuk mendapatkan informasi
(download) terkadang berjalan lambat.
2) Penipuan
Saat ini internet belum menjadi media yang sepenuhnya
aman terhadap kemungkinan penipuan. Kasus lain yang
kerap
merugikan
pengguna
internet
adalah
terkait
penggunaan kartu kredit serta penggunaan data konsumen
tanpa izin pihak bersangkutan.
3) Biaya
Jika perusahaan menginginkan situs web yang menarik dan
dapat menimbulkan persepsi positif di mata khalayak ongkos
yang dibutuhkan untuk membangun dan memelihara situs
commit to user
27
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
yang bagus dan menarik cenderung semakin mahal. (Ibid.,
327)
4. Pembelian Media
Pemilihan sebuah media dan sarana-sarana media spesifik
bergantung pada ketersediaan riset media dan informasi yang
diberikan kepada para perencana media dan para pembeli tentang
ukuran dan profil khalayak serta biaya-biaya ruang atau waktu
dalam media. Pembelian dan penjualan media bukan lagi
merupakan proses lugas sebagaimana sebelumnya.
5. Menetapkan Jadwal Media
Praktisi pemasaran tentu saja menginginkan agar iklan dari produk
yang dipasarkannya selalu muncul setiap saat di media massa
sehingga konsumen dapat selalu mengingat produk bersangkutan.
Namun pada kenyataannya promosi terus-menerus ini tidak dapat
dilakukan karena berbagai alasan, utamanya adalah faktor
keterbatasan anggaran. Untuk alasan inilah perencana media harus
dapat melakukan penjadwalan atau scheduling yang tepat kapan
suatu iklan harus muncul di media massa. Tujuan utama dari
penjadwalan ini menurut Belch (2001) adalah “To time
promotional efforts so that they will coincide with the highest
potential buying time” (mengatur waktu berbagai kegiatan promosi
yang bertepatan dengan potensi waktu pembelian tertinggi).
commit to user
28
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Dalam hal ini, terdapat 3 metode penjadwalan yang dapat
digunakan perencana media yang terdiri atas: penjadwalan
berkelanjutan (continuity), penjadwalan dengan metode flighting,
dan penjadwalan dengan metode pulsing.
Tabel 1.1 : Keunggulan dan kelemahan strategi penjadwalan media
Continuity
Keunggulan
Flighting
a) Berfungsi
sebagai
pengingat bagi
konsumen
b) Mencakup
seluruh
siklus
pembelian dari
konsumen
a) Mendapat
prioritas
media.
Kelemahan
Pulsing
a) Penghematan
a) Mencakup
biaya
karena
seluruh
iklan muncul
keunggulan
hanya pada saat
dari
dua
siklus
metode
pembelian.
sebelumnya.
dari
a) Membutuhkan
biaya besar.
b) Potensi terjadi
overexposure.
c) Kemungkinan
ruang
media
terbatas.
a) Kesadaran dan
daya
tarik
konsumen yang
rendah
pada
saat tidak ada
iklan.
b) Memberikan
peluang
bagi
competitor
pada saat tidak
ada iklan.
c) Barang menjadi
cepat
rusak
karena
penyimpanan.
Sumber: (Morissan, 2010: 233)
commit to user
a) Tidak
disarankan
untuk produk
yang bersifat
musiman.
29
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
E. Peran Media Planner & Buyer
Perencanaan media dan pembelian media merupakan tugas dari divisi
media, dimana dalam suatu biro iklan kecil tugas tersebut ditangani oleh
hanya satu orang saja yang biasa disebut media planner & buyer.
Peran divisi media antara lain :
1. Memberi saran mengenai cara yang terbaik untuk menyampaikan
komunikasi / pesan pengiklan kepada khalayak sasaran.
2. Melaksanakan pembelian tempat dan pemasangan iklan di media
yang ditentukan.
3. Melaporkan hasil pemasangan iklan di media.
4. Memberi masukan kepada departemen kreatif mengenai bentukbentuk kreatif (iklan).
5. Membuat strategi media sesuai dengan tujuan iklan atau
permintaan suatu produk / perusahaan.
6. Melakukan negosiasi dengan pihak media untuk mendapatkan
harga yang sesuai.
7. Melakukan kerjasama yang positif dengan berbagai media baik
cetak maupun elektronik.
commit to user
Download