PT Saraswati Griya Lestari Tbk Laporan Tahunan 2012

advertisement
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
PT Saraswati Griya Lestari Tbk
Laporan Tahunan 2012
i
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
HALAMAN
DAFTAR ISI
ii
1
PROFIL PERSEROAN
1
-
Sekilas Perseroan
4
-
Visi dan Misi
5
-
Struktur Organisasi
6
-
Dewan Komisaris
7
-
Dewan Direksi
9
-
Komposisi Pemegang Saham
9
-
Kronologis Pencatatan Saham dan Waran
10
IKHTISAR DATA KEUANGAN
11
-
Informasi Keuangan
11
-
Informasi Saham
12
LAPORAN DEWAN KOMISARIS
13
LAPORAN DEWAN DIREKSI
15
DISKUSI DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
20
TATA KELOLA PERUSAHAAN
22
NAMA DAN ALAMAT LEMBAGA ATAU PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
25
PERNYATAAN MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN
27
LAPORAN KEUANGAN
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
iii
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
PROFIL PERSEROAN
Sekilas Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 05 tanggal 25 Maret 2006,
yang diubah dengan Akta Perubahan No. 04 tanggal 10 Agustus 2006, keduanya
dibuat di hadapan Rina Utami Djauhari, S.H., Notaris di Jakarta, dengan nama PT
Saraswati Griya Lestari. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan
dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. W7-02974 HT.01.01-TH.2007
tanggal 21 Maret 2007, dan telah didaftarkan di dalam Daftar Perusahaan di Kantor
Pendaftaran Perusahaan Kabupaten Magelang di bawah No. 26/BH.11-30/IV/2010
tanggal 14 April 2010, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 47 tanggal 21 Mei 2010, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia
No. 4547/2010.
Seluruh ketentuan anggaran dasar Perseroan telah diubah untuk disesuaikan
dengan UUPT, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham Di Luar RUPS No. 22 tanggal 29 Juli 2008, dibuat di hadapan
Rina Utami Djauhari, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari
Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-56269.AH.01.02.Tahun 2008
tertanggal 28 Agustus 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU0076917.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 28 Agustus 2008, serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41 tanggal 21 Mei 2010, Tambahan
Berita Negara Republik Indonesia No. 4548/2010.
Anggaran dasar Perseroan terakhir kali diubah dalam rangka Penawaran Umum
Perdana Saham Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 06
tanggal 16 Oktober 2012 yang dibuat di hadapan Dewi Sukardi, S.H., M.Kn., Notaris
di Kabupaten Tangerang, yang menyetujui untuk (i) meningkatkan modal dasar;
(ii) meningkatkan modal ditempatkan dan disetor; (iii) merubah susunan anggota
direksi dan dewan komisaris Perseroan; (iv) merubah seluruh Anggaran Dasar
Perseroan antara lain menyesuaikan dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor
IX.J.1 Lampiran Keputusan Ketuan Bapepam dan LK Nomor KEP-179/BL/2008
tanggal 14 Mei 2008, dan mengubah status Perseroan dari Perseroan Tertutup
menjadi Perseroan Terbuka sehingga nama Perseroan menjadi “PT Saraswati Griya
Lestari Tbk”; (v) penjualan saham baru dalam simpanan Perseroan sebanyakbanyaknya 1.000.000.000 (satu miliar) saham baru yang dikeluarkan dari portepel,
masing-masing saham tersebut dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah),
dengan atau tanpa disertai penerbitan Waran yang menyertai saham biasa atas
nama tersebut, yang ditawarkan kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum,
dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku termasuk peraturan
Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek yang berlaku di tempat dimana saham-saham
Perseroan dicatatkan; (vi) memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan: untuk
melaksanakan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan IPO (Initial
Publik Offering/Penawaran Umum Perdana Saham), termasuk tetapi tidak terbatas
pada menetapkan penggunaan dana atas dana yang diperoleh melalui Penawaran
Umum, mendaftarkan saham-saham Perseroan dalam Penitipan Kolektif sesuai
dengan peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia, mencatatkan seluruh saham
Perseroan yang merupakan saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh pada
Bursa Efek; dan (vii) memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk:
menentukan kepastian jumlah Saham yang dikeluarkan melalui Penawaran Umum
kepada masyarakat serta menyatakan dalam akta Notaris mengenai peningkatan
1
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan sebagai realisasi pengeluaran saham yang
telah dikeluarkan dalam Penawaran Umum, setelah Penawaran Umum selesai dilaksanakan.
Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menkunham berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-55211.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 25 Oktober 2012 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0093608.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 25
Oktober 2012, serta telah dicatat dalam Database Sisminbakum Departemen Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan (i) Surat No. AHU-AH.01.10-38837
tanggal 31 Oktober 2012 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
Perseroan dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0094699.AH.01.09.Tahun
2012 tanggal 31 Oktober 2012 (ii) Surat No. AHU-AH.01.10-38838 tanggal 31 Oktober 2012
perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dan telah didaftarkan dalam
Daftar Perseroan No. AHU-0094700.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 31 Oktober 2012.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan yaitu sebagaimana
dimuat dalam akta-akta sebagai berikut:
1. Akta No. 07 tanggal 22 Februari 2011, dibuat di hadapan Dewi Sukardi, S.H., M.Kn.,
Notaris di Kabupaten Tangerang, yang menyetujui untuk: (i) pengalihan saham; (ii)
peningkatan modal dasar; dan (iii) peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan
Surat Keputusan No. AHU-18030.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 11 April 2011 dan
telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0028731.AH.01.09.Tahun 2011
tanggal 11 April 2011 serta telah diterima dan dicatat dalam database Sismimbakum
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat No. AHU-AH.01.10-11204 tanggal
14 April 2011 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan serta
telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0030047.AH.01.09.Tahun 2011
tanggal 14 April 2011.
2. Akta No. 04 tanggal 2 November 2011, dibuat di hadapan Dewi Maya Rachmandani
Sobari S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang Selatan, yang menyetujui untuk meningkatkan
modal ditempatkan dan disetor. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan
dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-38629 tanggal
29 November 2011 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
Perseroan serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0097288.AH.01.09.
Tahun 2011 tanggal 29 November 2011.
3. Akta No. 11 tanggal 26 Juni 2012 jo. Akta No. 11 tanggal 26 Juli 2012, dibuat di
hadapan Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, yang menyetujui
untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor. Perubahan tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHUAH.01.10-33763 tanggal 17 September 2012 perihal Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No. AHU-0082758.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 17 September 2012.
Anggaran dasar Perseroan terakhir kali diubah dalam rangka Penawaran Umum Perdana
Saham Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 06 tanggal 16
Oktober 2012 yang dibuat di hadapan Dewi Sukardi, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten
Tangerang, yang menyetujui untuk (i) meningkatkan modal dasar; (ii) meningkatkan modal
ditempatkan dan disetor; (iii) merubah susunan anggota direksi dan dewan komisaris
Perseroan; (iv) merubah seluruh Anggaran Dasar Perseroan antara lain menyesuaikan
dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.J.1 Lampiran Keputusan Ketuan Bapepam
dan LK Nomor KEP-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008, dan mengubah status Perseroan
dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka sehingga nama Perseroan menjadi
“PT Saraswati Griya Lestari Tbk”; (v) penjualan saham baru dalam simpanan Perseroan
sebanyak-banyaknya 1.000.000.000 (satu miliar) saham baru yang dikeluarkan dari
portepel, masing-masing saham tersebut dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah),
dengan atau tanpa disertai penerbitan Waran yang menyertai saham biasa atas nama
tersebut, yang ditawarkan kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum, dengan
2
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal
dan Peraturan Bursa Efek yang berlaku di tempat dimana saham-saham Perseroan
dicatatkan; (vi) memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan: untuk melaksanakan
segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan IPO (Initial Publik Offering/
Penawaran Umum Perdana Saham), termasuk tetapi tidak terbatas pada menetapkan
penggunaan dana atas dana yang diperoleh melalui Penawaran Umum, mendaftarkan
saham-saham Perseroan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan peraturan Kustodian
Sentral Efek Indonesia, mencatatkan seluruh saham Perseroan yang merupakan saham
yang telah dikeluarkan dan disetor penuh pada Bursa Efek; dan (vii) memberikan kuasa
kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk: menentukan kepastian jumlah Saham yang
dikeluarkan melalui Penawaran Umum kepada masyarakat serta menyatakan dalam
akta Notaris mengenai peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan
sebagai realisasi pengeluaran saham yang telah dikeluarkan dalam Penawaran Umum,
setelah Penawaran Umum selesai dilaksanakan. Perubahan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menkunham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-55211.AH.01.02.
Tahun 2012 tanggal 25 Oktober 2012 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No. AHU-0093608.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 25 Oktober 2012, serta telah dicatat
dalam Database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan (i) Surat No. AHU-AH.01.10-38837 tanggal 31 Oktober 2012
perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0094699.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal
31 Oktober 2012 (ii) Surat No. AHU-AH.01.10-38838 tanggal 31 Oktober 2012 perihal
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dan telah didaftarkan dalam
Daftar Perseroan No. AHU-0094700.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 31 Oktober 2012.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha
dalam bidang usaha penyediaan akomodasi.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
a. Usaha Hotel;
b. Usaha Pondok Wisata;
c. Usaha Bumi Perkemahan;
d. Usaha Persinggahan Karavan;
e. Jasa Pengelolaan Properti (Apartemen, Kondominium).
Perseroan juga mendapatkan sertifikasi-sertifikasi dari pihak ketiga, yaitu antara lain
sebagai berikut:
-
Sertifikat dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah tertanggal 26 Juli 2007, yang
menyatakan bahwa telah dipenuhinya syarat legalitas usaha hotel untuk Saraswati
Borobudur.
-
Certificate of Excellence for The Year 0f 2012, Saraswati Borobudur.
3
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
VISI - MISI
VISI
Menjadi yang terbaik di industri pariwisata dengan
penggabungan strategi lokasi, desain yang spektakuler,
keaneka ragaman budaya dengan konsep go green
MISI
Menciptakan sarana akomodasi dengan membangun
hotel-hotel yang berkelas dengan jaringan operatoroperator hotel yang telah ternama didunia.
44
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
STRUKTUR ORGANISASI
KOMISARIS
KOMISARIS INDEPENDEN
DIREKTUR UTAMA
SEKRETARIS PERUSAHAAN
DIREKTUR
DIREKTUR
TIDAK TERAFILIASI
TIDAK TERAFILIASI
DIREKTUR
KEUANGAN & AKUNTANSI
KEPALA OPERASIONAL
(COO)
GENERAL MANAGER HOTEL
PROYEK
PENGEMBANGAN
USAHA
PENJUALAN &
MARKETING
MANAJER
KEUANGAN
DIREKTUR
FINANCE
EAM
EXT. CHEFF
MANAJER SDM
MANAJER SDM
5
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
DEWAN KOMISARIS DAN DEWAN DIREKSI
Elly Salim
Komisaris Utama
Warga Negara Indonesia, 41 tahun. Mendapat gelar Sarjana Teknik jurusan
Arsitektur dari Universitas Tarumanagara pada tahun 1996.
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2006.
Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris di PT Bangun Jaya Semesta
(2010-sekarang), Komisaris di PT Tiara Inti Mulia (2011-sekarang), Komisaris
Utama di PT Alam Bali International (2012-sekarang) Komisaris di PT Alam
Bali International (2011-2012), Direktur di PT Alam Bali Internaitional (20062011), Komisaris Utama di PT Bina Buana Sarana (2010-sekarang), Komisaris
di PT Cakrawala Mitra Usaha (2010-sekarang), Komisaris di PT Pratika Nugraha
(2010-sekarang), Komisrars Utama di PT Tiara Realty (2010-sekarang), Komisaris
Utama di PT Mitra Propertindo (2010-sekarang) Komisaris di PT Cakrawala
Usaha Nusantara (2009-sekarang), Direktur di PT Fikasa Bintang Cemerlang
(2008-sekarang), Komisaris di PT Pulau Kencana Raya (2007-sekarang),
Direktur di PT Solusi Kesehatan Indonesia (2007-sekarang), Komisaris Utama di
PT Seminyak Suite Development (2006-sekarang), Direktur di PT Bukit Cinere
Indah (2005-sekarang), Direktur di PT Alto Lelang (2005-sekarang), Direktur
di PT Tri Banyan Tirta Tbk (2003-sekarang), Direktur di PT Intiputra Fikasa
(2003-sekarang), Direktur di PT Fikasa Raya (2003-sekarang), dan Manager
Kustodian di PT Inti Fikasa Securindo (1996-sekarang). Sebelumnya menjabat
antara lain sebagai Direktur di PT Saraswati Griya Lestari (2006-2011).
Elizabeth Linandi
Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia, 39 tahun. Mendapat gelar Master of Law dari
Universitas Pelita Harapan pada tahun 2008, Master of Management dari
Universitas Indonesia pada tahun 1999 dan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi
dari Universitas Trisakti pada tahun 1996.
Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2012.
Saat ini juga menjabat sebagai Senior Manager General Treasury di PT
Omni Capital (2011-sekarang), Konselor di Trisakti School of Management
(2001-sekarang), dan Dosen Luar Biasa di Trisakti School of Management
(1999-sekarang). Sebelumnya menjabat antara lain sebagai Senior Manager
Corporate Finance/ Financial Controller di PT Omni Capital (2008-2011), Senior
Manager Internal Audit/Corporate Finance di PT Omni Capital (2006-2007),
Kepala Divisi Akuntansi dan Keuangan di PT Ramayana Makmur Sentosa
(2006), GM Akuntansi dan Keuangan di Royal Standard Group (2005-2006),
Manajer-Business Development di PT Mitra Investindo Multicorpora (20032005), Manajer Akuntansi dan Keuangan di PT Gema Grahasarana Tbk (20012002), Konsultan Senior di DME Consulting, Management, Tax and Financial
Consultant (2000-2001), Semi Senior Auditor di KAP Hans Tuanakotta &
Mustofa (member of Deloitte Touche Tohmatsu International) (1996-1998),
Dosen Luar Biasa di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (1997-2004).
6
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Frans Faizal Hasjim
Direktur Utama
Warga Negara Indonesia, 58 tahun. Mendapat gelar Master of Business
Administration dari McGill University, Montreal, Canada pada tahun 19771979 dan Bachelor of Science (Hons) dari York University, Toronto, Canada
pada tahun 1973-1976.Menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak
tahun 2011.
Saat ini juga menjabat sebagai Direktur di PT Pratika Nugraha (2011-sekarang),
Direktur Utama PT. Mitra Propertindo (2010-sekarang), Komisaris Utama
Bangun Jaya Semesta (2010-sekarang), Direktur Utama di PT Cakrawala
Realty (2010-sekarang), Direktur di PT Tiara Realty (2011-sekarang), Direktur
Utama di PT Cakrawala Mitra Usaha (2010-sekarang), Direktur di PT Cakrawala
Usaha Nusantara (2011-sekarang), Direktur Utama di PT Bina Buana Sarana
(2010-sekarang), Direktur di PT Tiara Inti Mulia (2008-sekarang) dan Direktur
di PT Kacemas (2001-sekarang). Sebelumnya menjabat antara lain sebagai
Direktur Utama di PT Tiara Realty (2010 – 2011), Direktur Utama di PT Cakrawala
Usaha Nusantara (2010 – 2011), Direktur Utama di PT Tiara Inti Mulia (2008
– 2011), Marketing Coordinator di PT Seminyak Suites (2005-2008), General
Manager (Marketing) di PT Gunung Agung (1985-1989), dan Deputy General
Manager di PT Sayang Heulang (1982-1985).
Bhakti Salim
Direktur
Warga Negara Indonesia, 46 tahun. Mendapat gelar Sarjana Akuntansi dari
Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1990.
Menjabat sebagai Direktur Keuangan Perseroan sejak tahun 2011.
Saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT Fikasa Raya
(1998-sekarang), Komisaris di PT Inti Fikasa Securindo (1989-sekarang),
Direktur Utama di PT Intiputra Fikasa (2003-sekarang), Direktur Utama PT
Tri Banyan Tirta Tbk (1997-sekarang), Direktur Utama di PT Alto Lelang
(2005-sekarang), Komisaris Utama di PT Bukit Cinere Indah (2005-sekarang),
Direktur di PT Seminyak Suite Development (2006-sekarang), Komisaris
di PT Solusi Kesehatan Indonesia (2007-sekarang), Komisaris di PT Fikasa
Bintang Cemerlang (2008-sekarang), Direktur di PT Bangun Jaya Semesta
(2010-sekarang), Direktur Utama di PT Mitra Propertindo (2010-sekarang),
Direktur di PT Cakrawala Realty (2010-sekarang), Direktur di PT Bina Buana
Sarana (2010-sekarang), Direktur di Cakrawala Mitra Usaha (2010-sekarang),
Direktur Utama di PT Tiara Inti Mulia (2011-sekarang), Direktur Utama di PT
Cakrawala Usaha Nusantara (2011-sekarang), Direktur Utama di PT Praktika
Nugraha (2011-sekarang), Direktur Utama di PT Tiara Realty (2011-sekarang).
Sebelumnya menjabat antara lain sebagai Direktur di Fikasa Raya (1988-1998)
Direktur di PT Intiputra Fikasa (1994-2003), Direktur di PT Miwon Indonesia
(1994-2000), Komisaris di PT Saraswati Griya Lestari (2006-2011).
7
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Ferry Setiawan
Direktur Tidak Terafiliasi
Warga Negara Indonesia, 41 tahun. Mendapat gelar S-2 Manajemen
Marketing dari Universitas Atmajaya pada tahun 2007 dan S-1 Manajemen
dari Universitas Atmajaya pada tahun 1995.
Menjabat sebagai Human Resource & Legal Director. Beliau juga menjabat
sebagai Direktur Tidak Terafiliasi Perseroan sejak tahun 2012.
Sebelumnya menjabat antara lain sebagai Komisaris Independen di PT
Kokoh Inti Arebama Tbk (2007-2011), Senior Store Plan and Franchise
Manager di PT Bangun Adi Perkasa (2010-2012), Senior Project Manager di
PT Bangun Adi Perkasa (2008-2010), Merchandising Manager di PT Bangun
Adi Perkasa (2007-2008), General Manager di Inspire Design (2005-2006),
General Manager di PT Lensa Spektrum Infotainment (2004-2004), General
Manager di PT Panca Selaras Mandiri (2001-2003), Marketing Manager di PT
Indofinance Perkasa (1997-2001), Marketing Manager Assistant di PT Modern
Photo Tbk (1997-1997), Bank Dagang Nasional Indonesia (1995-1997)
Darmawan Kusnadi
Sekretaris Perusahaan
Sehubungan dengan pemenuhan Peraturan Bapepam No. IX.I.4 lampiran
Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-63/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996
tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan juncto Keputusan Direksi PT Bursa
Efek Jakarta No. Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, berdasarkan Surat
Keputusan Direksi No. 00871/SGL/FH/X/2012 tanggal 16 Oktober 2012 tentang
Penunjukan Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary), Perseroan telah
mengangkat Darmawan Kusnadi sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate
Secretary). Penunjukan ini berlaku efektif sejak tanggal 16 Oktober 2012
8
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM
PERSENTASE KEPEMILIKAN
PT Tiara realty
97.00%
Tn. Bhakti Salim
1.50%
Tn. Frans Hasjim
1.00%
Tn. Agung Salim
0.50%
KRONOLOGIS PENCATATAN SAHAM DAN WARAN
TANGGAL
TINDAKAN KORPORASI
Initial Public Offering (IPO)
28 Desember 2012
Go Public dengan menawarkan sejumlah 550.000.000
Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp. 100,- perlembar saham
Sebanyak 275.000.000 Waran Seri I menyertai Saham Biasa Atas Nama
yang dikeluarkan dalam rangka IPO.
3-4 Januari 2013
Penawaran Umum dengan jumlah Rp. 101.750.000.000
10 Januari 2013
Pencatatan di BEI
9
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
IKHTISAR DATA KEUANGAN
POSISI KEUANGAN
(dalam Rupiah)
Aset Lancar
2012
2011
51.056.230.374
48.924.887.082
705.675.496.984
414.128.780.470
86.885.217.248
82.669.858.933
Jumlah Aset
843.616.944.606
545.723.526.485
Liabilitas Lancar
146.665.705.246
240.607.982.237
422.911.382.916
223.279.790.845
Ekuitas
274.039.856.444
81.835.753.403
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas
843.616.944.606
545.723.526.485
Modal Kerja Bersih
(95.609.474.872)
(191.683.095.155)
126.596.502.987
12.537.647.348
Laba (Rugi) Kotor
76.394.358.555
6.991.431.859
Laba (Rugi) Usaha
31.564.252.527
(28.858.869.230)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
23.058.591.497
(36.927.503.320)
17.125.821.349
(31.288.493.321)
16.960.927.499
(31.043.750.272)
1.920.000.000
1.101.916.667
8,83
(28,17)
42.944.954.894
(20.110.554.800)
Laba (Rugi) Kotor
60,34
55,76
Laba (Rugi) Usaha
24,93
(230,18)
Laba (Rugi) Bersih
13,53
(249,56)
Laba (Rugi) Terhadap Aset
2,03
(5,73)
Laba (Rugi) Terhadap Ekuitas
6,25
(38,23)
Aset Lancar Terhadap Liabilitas Lancar
34,81
20,33
Liabilitas Terhadap Asset
67,52
85,00
Liabilitas Tidak Lancar Terhadap Ekuitas
154,32
272,84
Pinjaman Terhadap Ekuitas
167,41
302,65
Aset Tetap-Net
Aset Lain Lain
Liabilitas Tidak Lancar
LABA RUGI
(dalam Rupiah, kecuali Laba Bersih per saham)
Pendapatan
Laba (Rugi) Bersih
Laba (Rugi) yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk
Jumlah Rata-rata tertimbang saham
Laba (Rugi) Bersih Per Saham
EBITDA
RASIO-RASIO (dalam Persen)
RASIO PERTUMBUHAN
RASIO USAHA
RASIO KEUANGAN
10
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
ASSET
(dalam Milyaran Rupiah)
LABA BERSIH
(dalam Milyaran Rupiah)
PENDAPATAN
(dalam Milyaran Rupiah)
LABA USAHA
(dalam Milyaran Rupiah)
17,13
2012
2011
2012
2011
(28,86)
(31,29)
LABA BERSIH PER SAHAM
8,83
2012
EBITDA
(dalam Milyaran Rupiah)
42,94
2011
2012
(28,17)
2011
(20,11)
11
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
LAPORAN DEWAN KOMISARIS
ELLY SALIM - Komisaris Utama
Para pemegang saham yang terhormat,
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas nama Dewan Direksi,
kami menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2012 dan menyongsong
tahun 2013 dengan lebih optimis, hal mana sudah tentu tidak terlepas dari semangat dan
kemampuan Perseroan dalam usahanya untuk dapat terus mempertahankan dan meningkatkan
kinerja usahanya, dimana dengan strategi yang tepat Direksi akan dapat mengoptimalkan
kinerja Perseroan sepanjang tahun 2013.
Perseroan secara resmi telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Januari 2013.
Usaha membawa Perseroan ke lantai bursa merupakan salah satu langkah untuk dapat
membentuk sebuah perusahaan yang fokus pada penyedia jasa akomodasi.
Pada saat ini perseroan telah membangun dan mengoperasikan Hotel Saraswati Borobudur
di Magelang, Hotel Best Western Kuta Beach di Kuta, Bali serta Hotel Anantara Uluwatu
di Uluwatu, Bali. Dua hotel lainnya yaitu Westin Ubud di Ubud, Bali serta Luxury Collection
Seminyak di Seminyak, Bali sedang dalam masa pembangunan dan diharapkan hotel-hotel ini
akan sudah mulai beroperasi di tahun ini.
Posisi keuangan perusahaan setelah melakukan penawaran saham perdana di bursa efek
memperlihatkan posisi yang sangat baik guna menunjang terlaksananya penyelesaian proyekproyek tersebut serta pengembangan proyek-proyek baru dimasa-masa yang akan datang.
Pada kesempatan yang baik ini tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas dukungan serta kepercayaan seluruh pemegang saham terhadap perseroan. Dukungan
serta kepercayaan tersebut sudah tentu kami harapkan pula untuk dapat diteruskan dalam
upaya Perseroan mewujudkan rencana-rencana yang telah dipersiapkannya.
Jakarta, 22 April 2013.
Untuk dan atas nama Dewan Komisaris,
Elly Salim
Komisaris Utama
12
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
LAPORAN DEWAN DIREKSI
FRANS FAIZAL HASJIM - Direktur Utama
Pemegang saham yang saya hormati,
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang karena
berkat rahmat dan kuasa-Nya PT Sarawasti Griya Lestari Tbk. telah berhasil melewati tahun
2012 dengan menunjukkan kinerja Perusahaan yang baik, sesuai dengan apa yang telah
direncanakan.
Kita patut bersyukur karena jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestic yang
berkunjung ke Bali, lokasi dimana sebagian besar hotel-hotel Perseroan berada saat ini terus
mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data-data yang diolah kembali dari Knight Frank, Feb
2012, Badan Pusat Statistik, 2012, serta Bali Tourism Board 2012, jumlah kunjungan wisatawan
ke Bali terus mengalami pertumbuhan dari tahun ketahunnya. Berdasarkan data-data
tersebut perkembangan jumlah wisatawan domestic adalah 2,05 juta (2008), 2,22 juta (2009),
2,67 juta (2010), 3,20 juta (2011), sedangkan perkembangan jumlah wisatawan mancanegara
adalah 2,08 juta ( 2008), 2,38 juta (2009), 2,55 juta (2010), 2,79 juta (2011) dan diperkirakan
pada tahun 2015 Bali akan kedatangan sampai 15 juta wisatawan. Kondisi ini merupakan
kondisi yang sangat baik bagi Perseroan yang usahanya bergerak dibidang penyediaan jasa
akomodasi.
Pendapatan Perseroan pada tahun 2012 mencapai Rp 126.596.502.987.- , jauh meningkat bila
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2011, yang berjumlah Rp 12.537.647.348.Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh telah dibukukan pendapatan penjualan
kondotel Best Western Kuta Beach dan Anantara Uluwatu. Selain itu juga disebabkan karena
adanya pendapatan tambahan karena telah dioperasikannya Hotel Anantara Uluwatu sejak
September 2012, disamping pendapatan dari dua hotel lainnya yang telah beroperasi lebih
dahulu yaitu Saraswati Borobudur di Magelang, Jawa Tengah serta Best Western Kuta Beach
di Kuta, Bali.
Peningkatan pendapatan tersebut mengakibatkan laba bersih Perusahaan tahun 2012
mencapai jumlah Rp 17.125.821.349.- , meningkat jauh bila dibandingkan dengan tahun
2011 dimana pada tahun tersebut perusahaan masih membukukan kerugian sebesar Rp
31.288.493.321.Pada tahun 2013, Perseroan akan terus berusaha untuk meningkatkan kinerja hotel-hotel nya
yang telah beroperasi yaitu, Saraswati Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Best Western
13
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Kuta Beach di Kuta, Bali serta Anantara Uluwatu di Uluwatu, Bali.
Disamping itu Perseroan juga berkomitmen untuk dapat menyelesaikan pembangunan
dua proyek hotel lainnya yang pada saat ini sedang dalam masa konstruksi yaitu Westin
Ubud di Ubud, Bali serta Luxury Collection Sarasvati, di Seminyak, Bali.
Dimasa depan Perseroan mempunyai rencana untuk membangun hotel-hotel diluar
Bali, yaitu di kota-kota besar di Indonesia, dimana perseroan akan mengakuisisi lahanlahan potensial di lokasi-lokasi terbaik untuk pengembangan Perseroan di masa-masa
yang akan datang, dimana pendanaannya akan menggunakan dana internal serta juga
pinjaman dari pihak kreditur/bank.
PT Saraswati Griya Lestari Tbk. sebagai sebuah perusahaan publik, berkomitmen penuh
untuk selalu dapat mengembangkan dan menerapkan kebijakan serta praktek Tata
Kelola Perusahaan yang baik. Kami menyadari pentingnya prinsip Tata Kelola Perusahaan
yang baik (Good Corporate Governance) sebagai alat untuk meningkatkan kinerja
Perusahaan dan akuntabilitas kepada publik. Prinsip tersebut menyangkut perwujudan
akuntabilitas, keadilan, keterbukaan, independensi dan pemenuhan tanggung jawab
kepada stakeholder.
Akhir kata, pada kesempatan yang sangat baik ini, perkenankan kami untuk
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang
Saham dan Dewan Komisaris yang telah dan terus memberikan dukungan, pembinaan
serta kepercayaannya. Serta tak lupa pula kami sampaikan penghargaan dan terima
kasih kepada seluruh jajaran karyawan atas dedikasi, kerja keras serta semangat pantang
menyerah dalam memberikan yang terbaik bagi Perusahaan, serta kepada berbagai
pihak lain atas kerjasama dan dukungannya. Kami yakin dengan dukungan penuh dari
seluruh stakeholder, Perusahaan akan dapat memberikan nilai lebih bagi kita semua.
Jakarta, 22 April 2013
Untuk dan atas nama Dewan Direksi,
Frans Faizal Hasjim
Direktur Utama
14
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
DISKUSI DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Aset
Aset Perseroan pada tahun 2012 meningkat sebesar 54,58 % atau Rp 297.893.418.121.
bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 545.723.526.485. diakhir
tahun 2011 menjadi Rp 843.616.944.606. di akhir tahun 2012.
Peningkatan jumlah asset tersebut terutama disebabkan oleh karena faktor
Bangunan Dalam Penyelesaian, yaitu pembangunan atas proyek-proyek hotel
Entitas Anak yang pada tahun 2012 sedang dan masih dalam tahap pembangunan,
yaitu PT Tiara Inti Mulia (Anantara Uluwatu Uluwatu, Bali), PT Bina Buana Sarana
(Westin Ubud di Ubud, Bali) serta PT Pratika Nugraha (Luxury Collection Sarasvati di
Seminyak, Bali).
Kewajiban
Kewajiban Perseroan pada tahun 2012 meningkat sebesar 22,78 % atau Rp
105.689.315.000. bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp
463.887.773.082. di akhir tahun 2011 menjadi Rp 569.577.088.162. di akhir tahun 2012.
Peningkatan jumlah kewajiban tersebut terutama disebabkan karena Perseroan
memperoleh tambahan fasilitas pinjaman transaksi khusus dari PT Bank CIMB Niaga
Tbk sebesar Rp 115.000.000.000. untuk peningkatan modal disetor Entitas Anak.
Ekuitas
Ekuitas Perseroan pada tahun 2012 meningkat sebesar 234,86 % atau Rp
192.204.103.041. bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp
81.835.753.403. di akhir tahun 2011 menjadi Rp 274.039.856.444. di akhir tahun 2012.
Peningkatan jumlah ekuitas tersebut terutama disebabkan oleh karena factor
penambahan jumlah modal disetor, yaitu dari Rp 126.000.000.000. di akhir tahun
2011 menjadi Rp 300.000.000.000. di akhir tahun 2012.
15
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Pendapatan
Pendapatan Perseroan meningkat sebesar 909,73 % atau Rp 114.057.855.639. bila
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 12.537.647.348. di tahun
2011 menjadi Rp 126.596.502.987. di tahun 2012.
Kenaikan pendapatan Perseroan sebesar Rp 114.057.855.639. tersebut disebabkan
oleh factor-faktor sbb :
-
Penjualan kondominium Kamar
Lainnya
Total
Rp 82.143.069.686.
Rp 23.514.827.151.
Rp 8.400.958.802.
Rp 114.058.855.639.
-
-
Peningkatan jumlah penjualan kondominium disebabkan karena pengakuan
pendapatan atas penjualan kondominium Best Western Kuta Beach serta
Anantara Uluwatu dimana telah dilakukan serah terima atas unit yang terkait
kepada investor.
Peningkatan pendapatan dari kamar disebabkan antara lain karena sejak bulan
September 2012 Hotel Anantara Uluwatu telah mulai dioperasikan, dimana pada
tahun sebelumnya pendapatan Perseroan hanya diperoleh dari dua hotel lainnya
yang telah beroperasi yaitu Saraswati Borobudur serta Best Western Kuta Beach,
ke dua hotel ini sendiri juga mengalami peningkatan pendapatan bila dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.
Dengan dimulai beroperasinya Hotel Anantara Uluwatu dengan sendirinya juga
mengakibatkan kenaikan pendapatan lainnya, yaitu makanan dan minuman serta
pendapatan departemental lainnya.
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia
penjualan unit kondominium Best Western Kuta Beach yang dapat diakui adalah
sejumlah 26 (duapuluh enam) unit dengan total nilai penjualan sebesar Rp
64.179.777.184., sedangkan untuk kondominium Anantara Uluwatu Bali adalah
sejumlah 19 (sembilan belas) unit dengan total nilai penjualan sebesar Rp
64.179.777.184.
Hotel Saraswati Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Pendapatan Hotel Saraswati Borobudur di tahun 2012 meningkat 2,91 % atau
Rp 182.043.244. bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp
6.246.785.732. di tahun 2011 menjadi Rp 6.428.828.976. di tahun 2012.
Peningkatan tersebut antara lain disebabkan karena kenaikan tingkat hunian
hotel yaitu dari 72 % di tahun 2011 menjadi 76 % di tahun 2012. Namun demikian
kenaikan tingkat hunian tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan
dari restoran serta pendapatan lainnya, yaitu turun sebesar 8% atau Rp 151.221.263
yaitu dari Rp 1.800.921.182. di tahun 2011 menjadi Rp 1.649.699.919. di tahun 2012.
Hotel Best Western Kuta Beach, Kuta, Bali.
Pendapatan Hotel Best Western Kuta Beach meningkat sebesar 319,27 % atau
Rp 20.084.896.153. yaitu dari Rp 6.290.861.616. di tahun 2011 menjadi Rp
26.375.757.769. di tahun 2012.
Peningkatan yang sangat signifikan tersebut disebabkan karena pada tahun
2011 Hotel Best Western Kuta Beach baru beroperasi sejak tanggal 15 Agustus.
Disamping kenaikan tarif kamar rata-rata, tingkat hunian hotel juga mengalami
kenaikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari 62% di tahun 2011
menjadi 83 % di tahun 2012.
16
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Hotel Anantara Uluwatu, Uluwatu, Bali.
Hotel Anantara Uluwatu baru beroperasi sejak bulan September 2012,
total pendapatan selama tahun 2012 sejak dibukanya adalah sebesar Rp
11.648.846.556. dengan tingkat hunian hotel sebesar 42,29 %.
Beban Pokok Pendapatan
Beban Pokok Pendapatan di tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 805,16
% atau Rp 44.655.928.943. yaitu dari Rp 5.546.215.489 di tahun 2011 menjadi Rp
50.202.144.432. di tahun 2012.
Kenaikan beban pokok pendapatan ini berkorelasi dengan kenaikan pendapatan
perseroan, terutama disebabkan karena penjualan unit kondominium.
Laba Kotor
Laba kotor meningkat sebesar 992,68 % atau Rp 69.402.926.696. yaitu dari Rp
6.991.431.859, di tahun 2011 menjadi Rp 76.394.358.555. di tahun 2012.
Kenaikan laba kotor ini berkorelasi dengan peningkatan pendapatan usaha
Perseroan selam tahun 2012.
Beban Usaha
Beban usaha mengalami peningkatan sebesar 25,04 % atau Rp 8.979.804.939
bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 35.850.301.089. di
tahun 2011 menjadi Rp 44.830.106.028. di tahun 2012.
Kenaikan beban usaha ini berkaitan dengan kenaikan pendapatan hotel,
diantaranya juga disebabkan karena mulai beroperasinya Hotel Anantara
Uluwatu sejak bulan September 2012.
Penghasilan (Beban) Lain-lain
Penghasilan (beban) lain-lain secara total menunjukkan kenaikan beban sebesar
5,41 % atau Rp 437.026.940. bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu
dari Rp 8.068.634.090. di tahun 2011 menjadi Rp 8.505.661.030. di tahun 2012.
Kenaikan (beban) sebesar Rp 437.026.940. tersebut disebabkan karena pos-pos
berikut :
-
Pendapatan bunga deposito dan jasa giro
Rp
115.606.120
-
Penyesuaian atas perubahan kepemilikan
kepentingan non pengendali Rp 4.300.207.782
-
Beban bunga
(Rp 6.448.141.919)
-
Selisih kurs
Rp 1.526.223.493
-Lain-lain
Rp
69.077.584
-
Total
(Rp
437.026.940)
Penyesuaian atas perubahan kepemilikan kepentingan non pengendali
Penurunan beban penyesuaian atas perubahan kepemilikan kepentingan non
pengendali di tahun 2012 sebesar 100,57 % atau Rp 4.300.207.782 dari beban
sebesar Rp 4.275.489.474. di tahun 2011 menjadi penghasilan sebesar Rp
24.718.308. di tahun 2012 terutama disebabkan karena terjadinya penyesuaian
sehubungan dengan perubahan kepemilikan saham Perseroan di Entitas Anak,
yaitu PT Cakrawala Usaha Nusantara dari semula sebesar 99,24 % di akhir tahun
2011 menjadi sebesar 99 % di akhir tahun 2012.
17
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Beban bunga
Beban bunga ditahun 2012 naik sebesar 392,88 % atau Rp 6.448.141. bila
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 1.641.243.458. di tahun
2011 menjadi Rp 8.089.385.377. di tahun 2012.
Sejak Hotel Best Western Kuta Beach serta Hotel Anantara Uluwatu beroperasi
pada bulan Agustus 2011 dan September 2012, beban bunga atas pinjaman Entitas
Anak PT Cakrawala Usaha Nusantara (proyek Hotel Best Western Kuta Beach)
serta PT Tiara Inti Mulia (proyek Hotel Anantara Uluwatu) telah dibebankan
ke laporan laba rugi komprehensif dari yang sebelumnya dikapitalisasi kedalam
asset tetap sebagai bagian dari biaya konstruksi. Hal ini menyebabkan beban
bunga atas pinjaman jangka panjang tersebut meningkat Rp 6.448.141.919. bila
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selisih kurs
Rugi selisih kurs mengalami penurunan sebesar 70,94 % atau Rp 1.526.223.493. bila
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 2.151.357.149. di tahun 2011
menjadi Rp 625.133.656. di tahun 2012. Penurunan rugi selisih kurs ini terutama
disebabkan karena menurunnya kewajiban Perseroan dalam mata uang asing
dimana uang muka pelanggan untuk pembelian unit-unit kondominium telah
dicatat sebagai pendapatan usaha perseroan.
Laba (Rugi) Komprehensif
Laba (rugi) komprehensif mengalami kenaikan sebesar 154,73% atau Rp
48.414.314.670. yaitu dari rugi sebesar Rp 31.288.493.321. di tahun 2011 menjadi
laba sebesar Rp 17.125.821.349. di tahun 2012. Laba komprehensif ini berkorelasi
dengan pendapatan usaha perseroan di tahun 2012 yang jauh meningkat bila
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba komprehensif sebesar Rp
17.125.821.349. di tahun 2012 yang dapat diatribusikan adalah Rp 16.960.927.499
kepada pemilik entitas induk dan Rp 164.893.850. kepada kepentingan non
pengendali.
Aktivitas Operasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi selama tahun 2012 adalah
sebesar Rp 365.688.940. yang terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 76.182.638.593. dan digunakan untuk pembayaran kepada pemasok
dan karyawan sebesar Rp 68.879.975.701. serta pembayaran beban bunga dan
keuangan sebesar Rp 7.668.351.832. Sedangkan kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi selama tahun 2011 adalah sebesar Rp 36.882.913.956.
yang terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 43.884.565.029.,
pembayaran kepada pemasok dan karyawan sebesar Rp 42.794.968.738 serta
pembayaran beban bunga dan keuangan sebesar Rp 37.972.510.247. Dengan telah
beroperasinya Hotel Best Western Kuta Beach secara penuh di tahun 2012 serta
beroperasinya Hotel Anantara Uluwatu sejak September 2012, penerimaan kas
dari pelanggan selama periode tahun 2012 lebih tinggi bila dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya.
Aktivitas Investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi selama tahun 2012 adalah
sebesar Rp 311.783.466.686. yang terutama disebabkan karena perolehan aset
tetap berupa peningkatan progress pembangunan proyek-proyek milik Entitas
Anak yaitu PT Tiara Inti Mulia, PT Bina Buana Sarana serta PT Pratika Nugraha,
18
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
masing-masing untuk proyek Anantara Uluwatu, Westin Ubud serta Luxury
Collection Seminyak. Sedangkan kas bersih yang digunakan untuk investasi
selama tahun 2012 adalah sebesar Rp 221.804.026.436. yang terutama
disebabkan karena perolehan asset tetap berupa peningkatan progress
pembangunan proyek-proyek milik Entitas Anak yaitu PT Cakrawala Usaha
Nusantara, PT Tiara Inti Mulia serta PT Bina Buana Sarana masing-masing untuk
proyek Best Western Kuta Beach, Anantara Uluwatu serta Westin Ubud.
Aktivitas Pendanaan
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan selama tahun 2012 adalah
sebesar Rp 321.247.636.511. yang terutama disebabkan oleh peningkatan
modal ditempatkan dan disetor dari para pemegang saham Perseroan sebesar
Rp 174.000.000.000. serta penerimaan utang bank sebesar Rp 211.092.470.778.
yang digunakan untuk pembayaran utang kepada pihak berelasi sebesar Rp
63.947.908.035 serta pelunasan utang pembiayaan konsumen sebesar Rp
346.926.232. Sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
selama tahun 2011 adalah sebesar Rp 256.352.105.106. yang terutama diperoleh
dari peningkatan modal ditrempatkan dan disetor dari para pemegang saham
Perseroan sebesar Rp 124.000.000.000. serta penerimaan utang bank sebesar
Rp 137.785.060.079., yang diantaranya digunakan untuk pelunasan utang
kepada pihak berelasi sebesar Rp 4.633.401.109. serta untuk pelunasan utang
pembiayaan konsumen sebesar Rp 799.553.864.
19
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
TATA KELOLA PERUSAHAAN
DEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris merupakan organ Perseroan yang secara kolektif bertanggung jawab
melakukan tugas-tugas pengawasan secara umum dan atau khusus sesuai dengan Anggaran
Dasar serta memberikan nasihat kepada Direksi. Dewan Komisaris tidak turut serta dalam
mengambil keputusan operasional. Kedudukan masing-masing anggota Dewan Komisaris
termasuk Komisaris Utama adalah setara. Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter
pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
Sebagai kompensasi terhadap pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris berhak untuk
mendapatkan gaji yang jumlah maksimum pertahunnya ditetapkan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham.
Dalam melaksanakan tugas, Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada Rapat Umum
Pemegang Saham. Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada Rapat Umum Pemegang
Saham merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan
dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.
DEWAN DIREKSI
Direktur Utama
Direktur Utama dalam suatu Perusahaan memegang peranan penting, selaku Direktur
Utama memiliki tugas untuk mengambil keputusan yang final dalam pengelolaan
perusahaan, meneliti dan mempertimbangkan yang masuk dari semua anggota Direksi dan
memberikan persetujuan atas semua langkah yang diambil masing-masing anggota Direksi
dalam menjalankan roda perusahaan.
Tugas dan wewenang Direktur Utama adalah memimpin dan memastikan tercapainya
sasaran Perseroan berdasarkan maksud dan tujuan, Visi dan Misi serta Rencana Jangka
Panjang Perusahaan (RJPP), dan bertanggung jawab atas jalannya Perseroan, dan
terlaksananya pengelolaan dan pengendalian fungsi Sekretaris Perusahaan, fungsi
pengawasan intern dan fungsi manajemen risiko.
Direktur Keuangan
Dalam hal ini memiliki ruang lingkup pekerjaan yang menyangkut hal-hal yang berkaitan
dengan operasional keuangan dari perusahaan, memberikan informasi langsung kepada
Direktur Utama mengenai kondisi keuangan perusahaan, pengendali keuangan perusahaan
dan bertanggung jawab atas laporan keuangan perusahaan.
20
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
SEKRETARIS PERUSAHAN
Sekretaris Perusahaan memiliki peranan penting untuk memastikan aspek keterbukaan
dari Perusahaan. Dalam struktur organisasi Perusahaan, Sekretaris Perusahaan
bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama. Tugas dan tanggung
jawab pokok Sekretaris Perusahaan meliputi komunikasi internal dan eksternal,
hubungan investor dan kesekretariatan pimpinan perusahaan.
Keberadaan Sekretaris Perusahaan sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.4
tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan yang pada dasarnya adalah dalam
rangka meningkatkan pelayanan kepada investor bagi perusahaan publik.
KOMITE AUDIT
Sesuai dengan ketentuan butir III.1.7 Peraturan No I-A, perusahaan membentuk
Komite Audit sesuai dengan ketentuan selambat-lambatnya dalam jangka 6 (enam)
bulan terhitung sejak tanggal dimulainya pencatatan dan perdagangan saham
PT. Saraswati Griya Lestari Tbk di BAPEPAM-LK.
21
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
LEMBAGA DAN PROFESI
PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam Penawaran Umum ini
adalah sebagai berikut:
Kantor Akuntan Publik
KAP Tjahjadi & Tamara
Gedung Jaya Lantai 4, Jl. M.H. Thamrin no. 12, Jakarta 10340
Telp. : 62-21 3917 166
Faks. : 62-21 2300 586
No. STTD
Asosiasi profesi
Standar profesi
Surat Penunjukan
:
:
:
:
62/BL/STTD-AP/2009 atas nama Roy Tamara tanggal 20 Maret 2009
IAPI
Standar Profesional Akuntan Publik yang ditetapkan oleh IAPI
No. 145/RT/VII/2012 tanggal 24 Juli 2012
Tugas pokok akuntan publik adalah melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang
ditetapkan oleh IAPI. Standar tersebut mengharuskan akuntan publik untuk merencanakan
dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan
bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, buktibukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga
meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat
oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
Konsultan Hukum
SHM Partnership
Plaza Great River Lt. 14, Jl. H.R. Rasuna Said Kav.X-2 no. 1, Jakarta Selatan 12950
Telp. : 62-21 5793 8818 / 8819
Faks. : 62-21 5793 8820
No. STTD
: 475/PM/STTD-KH/2003 atas nama Wahyudi Susanto, S.H. tanggal 3
Februari 2003
No. Anggota HKHPM : Wahyudi Susanto, S.H. – 200231
Pedoman Kerja
: Standar Profesi Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal, lampiran
keputusan HKHPM No. PTJ.PANKUM/544-/PH/1999 tanggal 2
Februari 1999.
Surat Penunjukan
: No. 267/VII/shmp/ltr/2012 tertanggal 31 Juli 2012
Tugas utama dari Konsultan Hukum dalam rangka Penawaran Umum ini adalah melakukan
pemeriksaan dari segi hukum secara independen, sesuai dengan norma atau Standar Profesi
dan kode etik konsultan hukum dan memberikan laporan pemeriksaan dari segi hukum atas
fakta yang ada mengenai Perseroan yang disampaikan oleh Perseroan kepada Konsultan
Hukum. Hasil pemeriksaan Konsultan Hukum tersebut telah dimuat dalam Laporan Uji Tuntas
dari Segi Hukum yang merupakan penjelasan atas Perseroan dan menjadi dasar dan bagian
yang tidak terpisahkan dari Pendapat Hukum yang diberikan secara obyektif dan mandiri.
22
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Penilai
KJPP Herly, Ariawan & Rekan
Jl. Hayam Wuruk No. 4P, Jakarta Pusat 10120
Telp. : 62-21 3448 348, 3840 250
Faks. : 62-21 3480 630
No. STTD
: 12/BL/STTD-P/A/2006 atas nama Ir. Achmad Ariawan, MAPPI (Cert.)
tanggal 22 Desember 2006
No. Asosiasi MAPPI : 96-S-00727
Pedoman Kerja
: Standar Penilaian Indonesia (SPI – 2007) dan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI).
Surat Penunjukan
: No.
Pr.AV.394/HAR/SGL/VIII/12,
Pr.AV.395/HAR/TIM/VIII/12,
Pr.AV.396/ HAR/CN/VIII/12, Pr.AV.397/HAR/BBS/VIII/12, Pr.AV.398/
HAR/PN/VIII/12 dan Pr.AV.399/HAR/CMU/VIII/12 tanggal 03 Agustus
2012
Tugas utama dari Perusahaan Penilai dalam rangka Penawaran Umum ini sesuai dengan
Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi pemeriksaan secara
langsung pada lokasi-lokasi usaha Perseroan serta melakukan penilaian berdasarkan ”NILAI
PASAR” atas aktiva tetap yang dimiliki dan atau dikuasai Perseroan per tanggal 30 Juni
2012 yang terdiri atas: tanah, bangunan-bangunan, sarana pelengkap, mesin pelengkap
bangunan, peralatan hotel dan inventaris serta kendaraan yang terletak diberbagai wilayah
di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas penilaian untuk mengungkapkan Nilai Pasar,
perusahaan Penilai senantiasa mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI-2007) dan
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
Notaris
Dewi Sukardi, S.H., M.Kn.
Ruko Crystal 2 No.38, Jl.Kelapa Gading Selatan Gading Serpong, Tangerang 15810
Telp. : 62-21 5420 0084
Faks. : 62-21 5420 0084
No. STTD
: 319/BL/STTD-N/PM/2010 atas nama Dewi Sukardi, S.H., M.Kn
tanggal 14 Juni 2010
No. Asosiasi
: 013.001.74.071274
Pedoman Kerja
: Peraturan Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris
Surat Penunjukan
: No. 06/Not-DS/X/2012 tanggal 15 Oktober 2012
Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam Penawaran Umum antara lain
adalah menyiapkan dan membuatkan akta-akta sehubungan dengan Penawaran Umum,
antara lain perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan, Perjanjian Penjaminan Emisi dan
Perjanjian Pengelolaan Administrasi Efek.
23
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
Biro Administrasi Efek
PT Adimitra Transferindo
Komp. Pertokoan Pulomas Blok VIII no. 1 Jl. Perintis Kemerdekaan Jakarta 13210
Telp. : 62-21 4788 1515
Faks. : 62-21 4709 697
Asosiasi
: Anggota Asosiasi Biro Administrasi Efek Indonesia (ABI) berdasarkan
Surat Keterangan No. ABI/VII/2010-003
Pedoman Kerja
: Peraturan Pasar Modal dan Bapepam dan LK.
Surat Penunjukan
: Akta Pengelolaan Administrasi Saham No. 06 tanggal 12 November
2012
Pemberian izin usaha kepada PT Adimitra Transferindo berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia No. 1400/KMK.010/1990 tanggal 3 November 1990.
Ruang lingkup tugas BAE dalam rangka Penawaran Umum ini, sesuai dengan Standar Profesi
dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi penerimaan pemesanan saham berupa
Daftar Pemesanan Pembelian Saham (DPPS) dan Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham
(FPPS) yang telah dilengkapi dengan dokumen sebagaimana disyaratkan dalam pemesanan
pembelian saham dan telah mendapat persetujuan dari Penjamin Emisi sebagai pemesanan
yang diajukan untuk diberikan penjatahan saham, serta melakukan administrasi pemesanan
dan pembelian saham sesuai dengan aplikasi yang tersedia pada BAE. Penjamin Pelaksana
Emisi bersama-sama dengan BAE, memiliki hak untuk menolak pemesanan yang tidak
memenuhi persyaratan pemesanan yang berlaku. Dalam hal terjadinya pemesanan yang
melebihi jumlah saham yang ditawarkan, BAE melakukan proses penjatahan sesuai dengan
rumus penjatahan yang ditetapkan oleh Manajer Penjatahan, mencetak Formulir Konfirmasi
Penjatahan dan menyiapkan laporan penjatahan. BAE juga bertanggung jawab menerbitkan
Surat Kolektif Saham (SKS), apabila diperlukan, dan menyusun laporan Penawaran Umum
Perdana sesuai dengan peraturan yang berlaku.
24
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
ATAS LAPORAN TAHUNAN
SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk.
Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam
laporan tahunan PT Saraswati Griya Lestari, Tbk. tahun 2012 telah dimuat secara lengkap
dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran laporan tahunan perusahaan.
Demikian pernyataaan ini dibuat dengan sebenarnya.
Dewan Komisaris
Elizabeth Linandi
Komisaris Independen
Elly Salim
Komisaris Utama
Dewan Direksi
Frans Faizal Hasjim
Presiden Direktur
Bhakti Salim
Direktur
Ferry Setiawan
Direktur Tidak Terafiliasi
25
Halaman ini sengaja di kosongkan
Annual Report 2012 - PT Saraswati GriyaLestari Tbk.
Laporan Tahunan 2012
PT Saraswati Griya Lestari Tbk.
27
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.............…….……………….……………..…………….………… 1-3
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian....................……………………………………………… 4-5
Laporan Perubahan Ekuitas (Defisiensi Modal) Konsolidasian………………………………….………….
6
Laporan Arus Kas Konsolidasian..............……………………………………………………........................
7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian..............……………………………….............................. 8-73
Informasi Keuangan Tambahan...............................................................................................................74-78
*********************
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
Beserta Laporan Auditor Independen
Pada Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada
Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
(Dengan Angka Perbandingan Pada Tanggal 1 Januari 2011/
31 Desember 2010 )
Halaman ini sengaja di kosongkan
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/
31 DESEMBER 2010)
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
Kami yang bertandatangan dibawah ini
1. Nama
Alamat kantor
Alamat domisili sesuai KTP
Atau kartu identitas lain/
Nomor Telepon
Jabatan
2. Nama
Alamat kantor
Alamat domisili sesuai KTP
Atau kartu identitas lain/
Nomor Telepon
Jabatan
: Frans Faizal Hasjim
: The Bellezza Shopping Arcade suite 130-131
Jl. Letjen. Soepeno No. 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta 12210
: Apt.Somerset Permata Hijau N 2902 Rt. 002/ 002
Kel. Grogol Utara Kec. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
: (021) 25675505
: Direktur Utama
: Bhakti Salim
: Jl. Panjang No. 10 Kebun Jeruk
Jakarta Barat 11530
: Taman Kebun Jeruk QVI/4 Rt.006 Rw. 006
Srengseng-Kembangan, Jakarta barat
: (021) 5300689
: Direktur
Menyatakan bahwa :
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
PT Saraswati Griya Lestari Tbk dan Entitas Anak;
2. Laporan keuangan konsolidasian PT Saraswati Griya Lestari Tbk dan Entitas Anak telah disusun dan
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian PT Saraswati Griya Lestari Tbk dan Entitas
Anak telah dimuat secara lengkap dan benar;
b. Laporan keuangan konsolidasian PT Saraswati Griya Lestari Tbk dan Entitas Anak tidak mengandung
informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta
material;
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal PT Saraswati Griya Lestari Tbk dan Entitas
Anak.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Atas nama dan mewakili Direksi
Frans Faizal Hasjim
Direktur Utama
Bhakti Salim
Direktur
Jakarta, 22 Maret 2013
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dengan Angka Perbandingan 1 Januari 2011/31 Desember 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
31 Desember 2012
1 Januari 2011/
31 Desember 2011 31 Desember 2010
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
2e,2l,2q,4,29,34
Piutang usaha
2f,2l,5,34
Pihak ketiga
Piutang non-usaha
2i,2l,6,34
Pihak ketiga
Pihak berelasi
8a
Persediaan
2g,3,7,18
Pajak dibayar di muka
2r,17a
Uang muka dan biaya dibayar di muka
2h,9
12.246.854.685
3.148.373.800
5.483.209.086
5.170.378.020
771.899.462
53.076.718
104.049.453
11.781.397.114
20.485.784.398
1.267.766.704
11.973.004
26.721.634.071
17.205.163.586
1.065.843.159
3.895.919
9.385.027.664
9.107.043
2.296.632.840
679.583.484
51.056.230.374
48.924.887.082
17.910.532.754
705.675.496.984
742.645.218
79.701.636.478
6.440.935.552
414.128.780.470
1.622.614.057
80.333.098.516
714.146.360
136.640.173.818
671.980.017
54.684.345.000
-
Jumlah Aset Tidak Lancar
792.560.714.232
496.798.639.403
191.996.498.835
JUMLAH ASET
843.616.944.606
545.723.526.485
209.907.031.589
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
sebesar Rp16.335.354.952 dan
Rp7.538.069.395 pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011, serta
Rp4.135.228.314 pada tanggal
31 Desember 2010
Aset pajak tangguhan
Sewa hak atas tanah
Aset lain-lain
3,10,25
2s,3,17d
2k,11
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
1
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dengan Angka Perbandingan 1 Januari 2011/31 Desember 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
31 Desember 2012
1 Januari 2011/
31 Desember 2011 31 Desember 2010
LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS JANGKA
PENDEK
Utang bank jangka pendek
2l,2o,2q,12,29,34
Utang kontraktor dan usaha
Pihak ketiga
2l,2n,13,34
Utang non-usaha
2l,2i,14,34
Pihak ketiga
Pihak berelasi
8b
Uang muka penjualan
2q,15,29
Biaya masih harus dibayar
2l,16,34
Utang pajak
2r,2s,17b
Bagian utang pembiayaan konsumen
yang jatuh tempo dalam satu tahun
2l,2o,19,34
Bagian utang bank jangka panjang
yang jatuh tempo dalam satu tahun
2l,2o,18,34
1.844.673.534
1.870.907.646
72.776.653
62.292.547.335
68.919.607.500
11.605.334.207
11.153.984.648
10.574.414.698
11.463.300.555
7.328.134.623
14.938.063.932
63.497.908.035
56.589.800.534
5.823.055.806
1.348.949.900
1.134.175.000
68.131.309.144
24.524.060.109
553.885.796
581.163.372
1.058.639.700
1.069.911.458
771.336.480
40.950.010.153
26.549.777.426
1.300.000.008
146.665.705.246
240.607.982.237
108.674.040.769
2l,2o,18,34
415.970.118.999
219.251.646.836
108.514.495.168
2l,2o,19,34
2p,20
703.915.514
6.237.348.403
1.039.569.988
2.988.574.021
1.177.054.276
842.159.737
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
422.911.382.916
223.279.790.845
110.533.709.181
JUMLAH LIABILITAS
569.577.088.162
463.887.773.082
219.207.749.950
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Utang pembiayaan konsumen setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dengan Angka Perbandingan 1 Januari 2011/31 Desember 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
31 Desember 2012
1 Januari 2011/
31 Desember 2011 31 Desember 2010
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal saham - nilai nominal
per saham Rp100 pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011, serta
Rp500.000 pada 31 Desember 2010
Modal dasar – 12.000.000.000 saham dan
4.700.000.000 saham pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011, serta 16.000
saham pada tanggal 31 Desember 2010
Modal ditempatkan dan disetor penuh
3.000.000.000 saham dan 1.260.000.000
saham pada tanggal 31 Desember 2012
dan 2011, serta 4.000 saham pada tanggal
31 Desember 2010
21
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
2d,31a
Proforma ekuitas dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali
2c
Defisit
300.000.000.000
126.000.000.000
(12.521.821.068)
(12.521.821.068)
(16.157.362.049)
(33.118.289.548)
(5.705.357.866)
(2.074.539.276)
271.320.816.883
80.359.889.384
(5.779.897.142)
2.719.039.561
1.475.864.019
(3.520.821.219)
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
274.039.856.444
81.835.753.403
(9.300.718.361)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
843.616.944.606
545.723.526.485
Sub-jumlah
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
2c,26
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
3
2.000.000.000
-
209.907.031.589
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
PENDAPATAN
2012
2011
2u,2w,22,30
126.596.502.987
12.537.647.348
2v,23
50.202.144.432
5.546.215.489
76.394.358.555
6.991.431.859
1.622.683.353
43.207.422.675
4.105.123.210
31.745.177.879
Jumlah Beban Usaha
44.830.106.028
35.850.301.089
LABA (RUGI) USAHA
31.564.252.527
(28.858.869.230)
BEBAN POKOK PENDAPATAN
LABA KOTOR
BEBAN USAHA
Pemasaran
Umum dan administrasi
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN
Pendapatan bunga deposito
Pendapatan jasa giro
Penyesuaian atas perubahan kepemilikan
kepentingan non-pengendali
Beban bunga
Rugi selisih kurs - bersih
Administrasi bank
Lain-lain- bersih
2v
24
25
106.602.184
49.703.636
40.699.700
24.718.308
(8.089.385.377 )
(625.133.656 )
(37.531.450 )
65.365.325
(4.275.489.474)
(1.641.243.458)
(2.151.357.149)
(45.295.182)
4.051.473
Jumlah Beban Lain-Lain – Bersih
(8.505.661.030)
(8.068.634.090)
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT
(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
23.058.591.497
MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN
Final
Kini
Tangguhan
2q
2r,2s,17c
Manfaat (beban) pajak
penghasilan - bersih
(4.404.944.393 )
(647.856.917 )
(879.968.838 )
(59.148.430)
950.634.040
(5.932.770.148 )
891.485.610
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
4
(36.927.503.320)
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN (lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2012
LABA (RUGI) SEBELUM RUGI ENTITAS
ANAK PRA-AKUISISI DARI
TRANSAKSI RESTRUKTURISASI
ENTITAS SEPENGENDALI
RUGI ENTITAS ANAK PRAAKUISISI DARI TRANSAKSI
RESTRUKTURISASI
ENTITAS SEPENGENDALI
31b
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan non-pengendali
2c,26
JUMLAH
LABA (RUGI) NETO PER SAHAM DASAR
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
2t,27
2011
17.125.821.349
(36.036.017.710)
-
4.747.524.389
17.125.821.349
(31.288.493.321)
-
-
17.125.821.349
(31.288.493.321)
16.960.927.499
164.893.850
(31.043.750.272)
(244.743.049)
17.125.821.349
(31.288.493.321)
8,83
(28,17)
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
5
-
(2.074.539.276)
Defisit
-
(31.043.750.272)
(12.521.821.068)
5.705.357.866
124.000.000.000
(5.779.897.142)
Sub-Jumlah
-
1.475.864.019
(244.743.049)
(61.061.187)
-
4.275.489.474
1.027.000.000
(3.520.821.219)
(24.718.308)
175.103.000.000
81.835.753.403
(31.288.493.321)
(12.582.882.255)
5.705.357.866
4.275.489.474
125.027.000.000
(9.300.718.361)
Jumlah Ekuitas
(Defisiensi
Modal)
-
-
80.359.889.384
1.103.000.000
17.125.821.349
Kepentingan NonPengendali
5.705.357.866
(31.043.750.272)
174.000.000.000
164.893.850
(24.718.308)
Proforma
Ekuitas
dari Transaksi
Restrukturisasi
antara
Entitas
Sepengendali
-
-
(33.118.289.548)
-
Selisih Nilai
Transaksi
Restrukturisasi
Entitas
Sepengendali
-
-
-
-
16.960.927.499
Modal Saham
Ditempatkan
dan Disetor
Penuh
-
(12.521.821.068)
-
-
124.000.000.000
-
(5.705.357.866)
-
-
-
16.960.927.499
-
-
(12.521.821.068)
-
2.000.000.000
126.000.000.000
-
-
-
174.000.000.000
-
271.320.816.883
274.039.856.444
-
(16.157.362.049)
2.719.039.561
-
300.000.000.000
(12.521.821.068)
-
-
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
21
Saldo, 31 Desember 2010
Penambahan modal disetor
21
2d,31a
2d
26
dari
transaksi
entitas
Penyesuaian atas perubahan
kepemilikan kepentingan
non-pengendali
Proforma ekuitas
restrukturisasi
sepengendali
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Rugi komprehensif tahun
2011
Penambahan modal disetor
26
Saldo, 31 Desember 2011
Penyesuaian atas perubahan
kepemilikan kepentingan
non-pengendali
Laba komprehensif tahun 2012
Saldo, 31 Desember 2012
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
Catatan
31 Desember 2012
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kembali untuk:
Pembayaran kas kepada
pemasok dan karyawan
Pembayaran beban bunga
dan keuangan
31 Desember 2011
76.182.638.593
43.884.565.029
(68.879.975.701 )
(42.794.968.738)
(7.668.351.832 )
(37.972.510.247)
Kas Bersih Digunakan
Untuk Aktivitas Operasi
(365.688.940 )
(36.882.913.956)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Perolehan aset tetap
Penjualan aset tetap
(311.796.293.911 )
12.827.225
(221.817.217.118)
13.190.682
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi
(311.783.466.686 )
(221.804.026.436)
(63.497.908.035 )
(4.633.401.109)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penurunan utang
kepada pihak berelasi
Peningkatan modal ditempatkan
dan disetor
Penerimaan utang bank
Pelunasan utang pembiayaan
konsumen
174.000.000.000
211.092.470.778
(346.926.232 )
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan
321.247.636.511
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS
124.000.000.000
137.785.060.079
(799.553.864)
256.352.105.106
9.098.480.885
(2.334.835.286)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
2e,4
3.148.373.800
5.483.209.086
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
2e,4
12.246.854.685
3.148.373.800
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
7
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a.
Pendirian Perusahaan
PT Saraswati Griya Lestari Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Rina Utami
Djauhari, S.H., notaris di Jakarta, No. 5 tanggal 23 Maret 2006, dan diubah berdasarkan akta
perubahan dari Akta Notaris yang sama No. 4 tanggal 10 Agustus 2006 mengenai maksud dan
tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan, modal dasar dan modal ditempatkan serta disetor
penuh serta susunan anggota Direksi dan Komisaris Perusahaan. Akta pendirian dan
perubahannya telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan No. W7-02974 HT.01.01-TH 2007 tanggal 21 Maret 2007.
Anggaran dasar Perusahaan telah diubah kembali berdasarkan Akta Notaris Rina Utami Djauhari,
S.H., No. 22 tanggal 29 Juli 2008 mengenai perubahan anggaran dasar Perusahaan untuk
memenuhi ketentuan Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007. Perubahan
anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-56269.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal
28 Agustus 2008 dan serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41
tanggal 21 Mei 2010, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 4548/2010.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, berdasarkan Akta
Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn., notaris di Tangerang No. 7 tanggal 22 Pebruari 2011 antara
lain, mengenai:
1. Menyetujui pengalihan seluruh saham milik PT Intiputra Fikasa kepada PT Tiara Realty;
2. Menyetujui peningkatan modal dasar dari semula Rp8.000.000.000 menjadi
Rp470.000.000.000;
3. Menyetujui peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan dari semula berjumlah
Rp2.000.000.000 menjadi Rp118.700.000.000, sebesar Rp116.700.000.000 telah diambil
bagian dan disetor penuh oleh PT Tiara Realty sebesar Rp113.439.000.000, Tn. Bhakti Salim
sebesar Rp1.555.500.000, Tn. Agung Salim sebesar Rp518.500.000 dan Tn. Frans Faizal
Hasjim sebesar Rp1.187.000.000;
4. Perubahan nilai nominal saham dari semula Rp500.000 menjadi Rp100;
5. Menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.
Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-18030.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal
11 April 2011, dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusannya No.AHU-AH.01.10-11204 tanggal 14 April 2011.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan diubah kembali, berdasarkan Akta Notaris Dewi Maya
Rachmandani Sobari, S.H., notaris di Tangerang Selatan No. 4 tanggal 2 Nopember 2011
sehubungan dengan peningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor yang semula
Rp118.700.000.000 menjadi Rp126.000.000.000. Sebesar Rp7.300.000.000 telah diambil bagian
dan disetor penuh oleh PT Tiara Realty. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia
berdasarkan
Surat
Keputusannya
No.
AHU-AH.01.10-38629
tanggal
29 Nopember 2011.
8
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a.
Pendirian Perusahaan (lanjutan)
Perubahan anggaran dasar Perusahaan diubah kembali, berdasarkan Akta Notaris Harry
Purnomo, S.H., M.H., M.Kn., notaris di Bekasi No. 11 tanggal 26 Juli 2012 sehubungan dengan
peningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor yang semula Rp126.000.000.000 menjadi
Rp216.000.000.000. Sebesar Rp90.000.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
PT Tiara Realty, Tn. Bhakti Salim, Tn. Agung Salim dan Tn. Frans Faizal Hasjim. Akta perubahan
ini telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya No. AHU-AH.01.1033763 tanggal 17 September 2012.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan terakhir, berdasarkan Akta Notaris Dewi Sukardi S.H.,
M.Kn., No. 6 tanggal 16 Oktober 2012, antara lain, mengenai:
(i).
(ii).
(iii).
(iv).
(v).
(vi).
(vii).
(viii).
Peningkatan
modal
dasar
dari
semula
Rp470.000.000.000
menjadi
Rp1.200.000.000.000;
Peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan dari semula berjumlah
Rp216.000.000.000 menjadi Rp300.000.000.000;
Perubahan maksud dan tujuan Perusahaan;
Perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris Perusahaan;
Perubahan anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan berdasarkan Peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. IX.J.1
sehubungan dengan prinsip-prinsip Anggaran Dasar bagi Perusahaan yang akan
melakukan Penawaran Umum Terbatas atas instrumen surat berharga dan Perusahaan
Publik, lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-179/BL/2008 tanggal
14 Mei 2008 dan perubahan status Perusahaan dari Perusahaan tertutup menjadi
Perusahaan Terbuka, sehingga nama Perusahaan menjadi PT Saraswati Griya Lestari
Tbk.;
Penjualan saham baru dalam simpanan Perusahaan sebanyak 1.000.000.000 saham
baru yang dikeluarkan dari portopel, masing-masing saham tersebut dengan nilai nominal
Rp100;
Memberikan kuasa kepada Direksi Perusahaan untuk melaksanakan tindakan yang
diperlukan sehubungan dengan IPO (Initial Public Offering atau Penawaran Umum
Perdana Saham);
Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris Perusahaan untuk menentukan kepastian
jumlah saham yang dikeluarkan melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dan
menyatakan akta notaris mengenai peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor
Perusahaan sebagai realisasi pengeluaran saham yang telah dikeluarkan dalam
Penawaran Umum setelah Penawaran Umum selesai.
Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-55211.AH.01.02 tanggal
25 Oktober 2012.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
usaha penyediaan akomodasi dengan segala fasilitas dan sarana penunjang lainnya, antara lain
perhotelan, pondok wisata, bumi perkemahan, persinggahan karavan dan jasa pengelolaan
properti seperti apartemen dan kondominium.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta dan kantornya berlokasi di The Belezza Shopping Arcade
Lt. 1 No. 130-131. Jl. Letjen Soepeno No. 34, Arteri Permata Hijau, Kelurahan Grogol Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12210. Perusahaan mengoperasikan Hotel
dengan nama “Hotel & Restoran Saraswati Borobudur” yang berlokasi di Jl. Balaputradewa
9
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a.
Pendirian Perusahaan (lanjutan)
No. 10 Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2006.
Entitas induk Perusahaan dalam kelompok usaha adalah PT Tiara Realty (TR) yang merupakan
pemegang saham, yang mempunyai kepemilikan saham sebesar 97,00% dan 97,17% pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. TR berkedudukan di Jakarta.
b.
Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 28 Desember 2012, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. S-14829/BL/2012
untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas 550.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp100 per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp185 dan menerbitkan sejumlah
275.000.000 Waran Seri I yang diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya
tercatat di Daftar Pemegang Saham Penjatahan secara cuma-cuma dengan ketentuan bahwa
setiap 2 lembar saham biasa berhak mendapatkan 1 Waran Seri I, yang ditawarkan kepada
masyarakat melalui Penawaran Umum, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp220. Pada
tanggal 10 Januari 2013, seluruh saham ini telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Sehubungan dengan Penawaran Umum Efek Perusahaan tersebut diatas masa perdagangan
saham perdana Perusahaan adalah dimulai sejak tanggal 10 Januari 2013 sedangkan masa
perdagangan Waran Seri I berlaku sejak tanggal 10 Januari 2013 sampai dengan 4 Januari
2018. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Desember 2012 belum terdapat penambahan modal
ditempatkan dan disetor penuh atas penjualan saham perdana dan Waran Seri I tersebut.
c.
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Berdasarkan Akta Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn., notaris di Tangerang No. 6 tanggal
16 Oktober 2012, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama
Komisaris Independen
: Ny. Elly Salim
: Ny. Elizabeth Linandi
Direktur Utama
Direktur
Direktur Tidak Terafiliasi
: Tn. Frans Faizal Hasjim
: Tn. Bhakti Salim
: Tn. Ferry Setiawan
Berdasarkan Akta Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn., notaris di Tangerang No. 7 tanggal
22 Pebruari 2011, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:
Komisaris
: Ny. Elly Salim
Direktur Utama
Direktur
: Tn. Frans Faizal Hasjim
: Tn. Bhakti Salim
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki masingmasing 259 dan 166 orang karyawan tetap (tidak diaudit).
10
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d.
Kepemilikan Entitas Anak
Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun Perusahaan dan Entitas Anak,
(selanjutnya disebut “Grup”), yang terdiri dari:
Persentase Pemilikan Langsung
Nama Perusahaan
Kegiatan usaha
Domisili
Tahun
Beroperasi
31 Desember
2012
31 Desember
2011
Jumlah Aset
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2012
31 Desember
2011
1) PT Tiara Inti Mulia
Properti
Jakarta
September 2012
99,00%
99,00%
352.378
230.011
2) PT Bina Buana Sarana
Properti
Jakarta
Belum beroperasi
99,00%
99,00%
239.779
178.466
3) PT Cakrawala Usaha
Nusantara
Properti
Jakarta
99,00%
99,25%
100.264
112.157
Properti
Jakarta
Belum beroperasi
99,00%
99,00%
130.712
16.081
Perhotelan
Bali
Agustus 2011 dan September 2012
99,00%
99,00%
15.791
4.267
4) PT Pratika Nugraha
5) PT Cakrawala Mitra Usaha Hotel Best Western dan
Anantara Resort & Spa
1)
Agustus 2011
PT Tiara Inti Mulia telah melakukan pembangunan kondominium di Uluwatu, Bali.
2)
PT Bina Buana Sarana sedang melakukan pembangunan hotel di Ubud, Bali.
3)
PT Cakrawala Usaha Nusantara telah melakukan pembangunan kondominium di Kuta, Bali.
4)
PT Pratika Nugraha sedang melakukan pembangunan gedung hotel di Seminyak, Bali.
5)
PT Cakrawala Mitra Usaha - Hotel Best Western dan Anantara Resort & Spa yang menyediakan akomodasi perhotelan.
* Proforma persentase kepemilikan
1)
PT Tiara Inti Mulia (TIM)
TIM didirikan berdasarkan Akta Notaris Sugito Tedjakusuma S.H., No. 18 tanggal 11 Oktober
2004. Akta pendirian ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-01092.AH.01.01 tanggal
8 Januari 2008.
Anggaran dasar TIM telah mengalami perubahan berdasarkan Akta Notaris Dewi Sukardi,
S.H., M.Kn. No. 11 tanggal 24 Pebruari 2011, Notaris di Jakarta sehubungan dengan :
1. Pengalihan seluruh saham milik PT Intiputra Fikasa sebesar Rp800.000.000 kepada
Perusahaan dan PT Kace Mas sebesar Rp450.000.000 kepada Tn. Bhakti Salim
sebesar Rp300.000.000 dan Tn. Frans Faizal Hasjim sebesar Rp150.000.000.
2. Menyetujui peningkatan modal dasar TIM dari semula sebesar Rp5.000.000.000
menjadi sebesar Rp246.000.000.000.
3. Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor TIM dari semula
Rp1.250.000.000 menjadi Rp61.500.000.000. Sebesar Rp60.250.000.000 telah diambil
bagian oleh seluruh pemegang saham TIM.
4. Perubahan nilai nominal saham dari semula Rp10.000 menjadi Rp1.000.
5. Menyetujui perubahan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.
Akta perubahan tersebut di atas telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi
Manusia
Republik
Indonesia
dalam
Surat
Keputusannya
No. AHU-18629.AH.01.02 tanggal 13 April 2011.
Anggaran dasar diubah kembali dengan Akta Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn.
No.10 tanggal 26 Juli 2012 yang menyatakan penegasan kembali atas perubahan anggaran
dasar TIM yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 10 tanggal 26 Juni 2012 dari
Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn. sehubungan dengan peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor TIM dari semula Rp61.500.000.000 menjadi
Rp102.500.000.000. Sebesar Rp41.000.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham TIM. Akta penegasan tersebut telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat No.AHU-AH.01.10-31266 tanggal 27 Agustus 2012.
11
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d.
Kepemilikan Entitas Anak (lanjutan)
1)
PT Tiara Inti Mulia (TIM) (lanjutan)
Anggaran dasar terakhir diubah berdasarkan dengan Akta Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn.
No. 08 tanggal 16 Oktober 2012 sehubungan dengan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor TIM dari semula Rp102.500.000.000 menjadi
Rp158.500.000.000. Sebesar Rp56.000.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham TIM. Perubahan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.10-38230 tanggal 24 Oktober 2012.
Ruang lingkup kegiatan usaha TIM adalah dalam bidang pembangunan, antara lain meliputi
pengembangan, pemborong dan pembangunan kondominium dan beserta seluruh
prasarana penunjang lainnya yang berkaitan dengan usaha ini.
TIM beralamat di The Belezza Shopping Arcade Lt. 1 No. 130-131. Jl. Letjend Soepeno
No. 34, Arteri Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
2)
PT Bina Buana Sarana (BBS)
BBS didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 06 April 2009 berdasarkan Akta Notaris
Musa Muamarta, S.H., No. 4. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-21690.AH.01.01 tanggal
19 Mei 2009.
Anggaran dasar BBS telah mengalami perubahan berdasarkan Akta Notaris Dewi Sukardi,
S.H., M.Kn. No. 8 tanggal 23 Pebruari 2011 sehubungan dengan:
1.
Pengalihan seluruh saham milik PT Intiputra Fikasa sebesar Rp320.000.000 kepada
Perusahaan dan PT Kace Mas sebesar Rp180.000.000 kepada Tn. Bhakti Salim
sebesar Rp120.000.000 dan Tn. Frans Faizal Hasjim Rp60.000.000.
2.
Menyetujui peningkatan modal dasar dari semula sebesar Rp1.000.000.000 menjadi
Rp80.000.000.000.
3.
Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor dari semula
Rp500.000.000 menjadi Rp20.000.000.000. Sebesar Rp19.500.000.000 telah diambil
bagian dan disetor penuh oleh Perusahaan dan Tn. Bhakti Salim masing-masing
sebesar Rp.19.480.000.000 dan Rp20.000.000.
4.
Perubahan nilai nominal saham dari semula Rp1.000.000 menjadi Rp1.000.
Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-18569.AH.01.02 tanggal
12 April 2011.
Anggaran dasar diubah kembali dengan Akta Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn.
No. 9 tanggal 26 Juli 2012 yang menyatakan penegasan kembali atas perubahan anggaran
dasar BBS yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 9 tanggal 26 Juni 2012 dari Notaris
Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn. sehubungan dengan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor BBS dari semula Rp20.000.000.000 menjadi
Rp48.000.000.000. Sebesar Rp28.000.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham BBS. Perubahan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-31172 tanggal 27 Agustus 2012.
12
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d.
Kepemilikan Entitas Anak (lanjutan)
2)
PT Bina Buana Sarana (BBS)
Ruang lingkup kegiatan usaha BBS adalah dalam bidang pembangunan, antara lain meliputi
pengembangan, pemborong dan pembangunan kondominium berserta seluruh prasarana
penunjang lainnya yang berkaitan dengan usaha ini.
BBS beralamat di The Belezza Shopping Arcade Lt. GF No. 30-31. Jl. Letjen Soepeno
No. 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta 12210.
3)
PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN)
CUN didirikan berdasarkan Akta Notaris Musa Muamarta, S.H., No. 23 tanggal 26 Mei 2008
dan telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-40045.AH.01.01, tanggal 10 Juli 2008.
Berdasarkan Akta Notaris No. 09 tertanggal 23 Pebruari 2011 yang dibuat di hadapan
Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, anggaran dasar CUN mengalami
perubahan sehubungan dengan:
a. Pemindahan saham-saham milik PT Intiputra Fikasa, sebanyak 320 lembar saham
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp320.000.000 kepada Perusahaan,
pemindahan saham-saham milik PT Kace Mas, sebanyak 180 lembar saham dengan
nilai nominal seluruhnya sebesar Rp180.000.000 kepada Tn. Bhakti Salim sebanyak 120
lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp120.000.000 dan Tn. Frans Faizal
Hasjim sebanyak 60 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp60.000.000.
b. Peningkatan modal dasar dari semula Rp1.000.000.000 menjadi Rp88.800.000.000.
c. Peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor dari semula Rp500.000.000 menjadi
Rp22.200.000.000. Sebesar Rp21.700.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh
oleh seluruh pemegang saham CUN.
d. Perubahan nilai nominal saham dari semula Rp1.000.000 menjadi Rp1.000.
Anggaran dasar CUN telah mengalami perubahan berdasarkan Akta Notaris Dewi Maya
Rachmandani Sobari, S.H., M.Kn. No. 03 tanggal 2 Nopember 2011 sehubungan dengan
menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor CUN dari semula
Rp22.200.000.000 menjadi Rp29.500.000.000. Sebesar Rp7.300.000.000 telah diambil
bagian dan disetor penuh oleh seluruh pemegang saham CUN. Perubahan akta ini telah
dilaporkan dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-38625
tanggal 29 Nopember 2011.
Anggaran dasar diubah kembali dengan Akta Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn.
No. 06 tanggal 15 Agustus 2012 sehubungan dengan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor CUN dari semula Rp29.500.000.000 menjadi
Rp38.100.000.000. Sebesar Rp8.600.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham CUN. Perubahan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-35196 tanggal 28 September 2012.
13
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d.
Kepemilikan Entitas Anak (lanjutan)
3)
PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN)
Anggaran dasar terakhir diubah berdasarkan dengan Akta Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn.
No. 07 tanggal 16 Oktober 2012 sehubungan dengan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor CUN dari semula Rp38.100.000.000 menjadi
Rp42.500.000.000. Sebesar Rp4.400.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham CUN. Perubahan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-39478 tanggal 5 Nopember 2012.
Ruang lingkup kegiatan usaha CUN adalah dalam bidang pembangunan, antara lain meliputi
pengembangan, pemborong dan pembangunan kondominium dan berserta seluruh
prasarana penunjang lainnya yang berkaitan dengan usaha ini.
CUN beralamat di The Belezza Shopping Arcade Lt. GF No. 30-31. Jl. Letjen Soepeno
No. 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta 12210.
4)
PT Pratika Nugraha (PN)
PN didirikan berdasarkan Akta Notaris Jansehat Aritonang, S.H., No. 50 tanggal
26 Nopember 2009 dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya No. AHU-07342.AH.01.01,
tanggal 11 Pebruari 2010.
Anggaran dasar PN telah mengalami perubahan berdasarkan Akta Notaris Dewi Sukardi,
S.H., M.Kn. No.10 tanggal 24 Pebruari 2011 sehubungan dengan :
1. Pengalihan seluruh saham milik PT Intiputra Fikasa sebesar Rp96.000.000 kepada
PT Saraswati Griya Lestari dan PT Kace Mas sebesar Rp54.000.000 kepada Tn. Bhakti
Salim sebesar Rp27.000.000 dan Tn. Frans Faizal Hasjim sebesar Rp27.000.000.
2. Menyetujui peningkatan modal dasar PN dari semula sebesar Rp300.000.000 menjadi
sebesar Rp60.000.000.000.
3. Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor PN dari semula
Rp150.000.000 menjadi Rp15.000.000.000. Sebesar Rp14.850.000.000 telah diambil
bagian oleh seluruh pemegang saham PN.
4. Perubahan nilai nominal saham dari semula Rp100.000 menjadi Rp1.000.
5. Menyetujui perubahan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.
Akta perubahan tersebut diatas telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No.AHU-18046.AH.01.02
tanggal 11 April 2011.
Anggaran dasar diubah kembali dengan Akta Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn.
No. 08 tanggal 26 Juli 2012 yang menyatakan penegasan kembali atas perubahan anggaran
dasar PN yang telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 8 tanggal 26 Juni 2012 dari Notaris
Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn. sehubungan dengan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula Rp15.000.000.000 menjadi
Rp28.000.000.000. Sebesar Rp13.000.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham PN. Perubahan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-31265 tanggal 27 Agustus 2012.
14
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d.
Kepemilikan Entitas Anak (lanjutan)
4)
PT Pratika Nugraha (lanjutan)
Anggaran dasar diubah kembali dengan Akta Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn.
No. 07 tanggal 15 Agustus 2012 sehubungan dengan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor PN dari semula Rp28.000.000.000 menjadi
Rp48.000.000.000. Sebesar Rp20.000.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham PN. Perubahan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-35125 tanggal 28 September 2012.
Anggaran dasar diubah terakhir dengan Akta Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn.
No. 09 tanggal 16 Oktober 2012 sehubungan dengan menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor PN dari semula Rp48.000.000.000 menjadi
Rp49.000.000.000. Sebesar Rp1.000.000.000 telah diambil bagian dan disetor penuh oleh
seluruh pemegang saham PN. Perubahan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-39479 tanggal 5 Nopember 2012.
Ruang lingkup kegiatan usaha PN, Perusahaan terutama bergerak dalam bidang
pembangunan, antara lain meliputi pengembangan, pemborong dan pembangunan
kondominium dan beserta seluruh prasarana penunjang lainnya yang berkaitan dengan
usaha ini.
Kantor pusat PN beralamat di The Bellezza Shopping Arcade suite 130-131. Jl. Letjen.
Soepeno No. 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta.
5) PT Cakrawala Mitra Usaha
CMU didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 6 Juli 2010 berdasarkan Akta Notaris
Musa Muamarta, S.H., No. 06. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-37850.AH.01.01
tanggal 30 Juli 2010.
Anggaran dasar CMU telah mengalami perubahan, terakhir berdasarkan akta Notaris
Jansehat Aritonang, S.H. M.Kn., No. 20 pada tanggal 30 Mei 2011, Notaris di Jakarta
sehubungan dengan :
1. Perubahan nilai nominal saham dari semula Rp1.000.000 menjadi Rp100.000;
2. Menyetujui peningkatan modal dasar CMU dari semula sebesar Rp1.000.000.000
menjadi sebesar Rp2.000.000.000;
3. Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor CMU dari semula
Rp600.000.000 menjadi Rp2.000.000.000. Sebesar Rp1.400.000.000 telah diambil
bagian dan disetor penuh oleh oleh PT Intiputra Fikasa dan PT Kace Mas masingmasing sebesar Rp896.000.000 dan Rp504.000.000;
4. Pengalihan seluruh saham milik PT Kace Mas sebesar Rp720.000.000 kepada
PN;
15
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d.
Kepemilikan Entitas Anak (lanjutan)
5)
PT Cakrawala Mitra Usaha (lanjutan)
5. Pengalihan seluruh saham milik PT Intiputra Fikasa sebesar Rp1.280.000.000 kepada
Perusahaan, Tn. Frans Faizal Hasjim dan Tn. Bhakti Salim masing-masing sebesar
Rp1.260.000.000, Rp6.000.000 dan Rp14.000.000.
6. Menyetujui perubahan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.
Perubahan anggaran dasar CMU di atas telah ditegaskan kembali dengan Akta Notaris
Jansehat Aritonang, S.H. M.Kn., No. 7 tanggal 11 Juni 2012. Akta penegasan ini disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-48948.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 17 September 2012.
Ruang lingkup kegiatan usaha CMU adalah dalam bidang penyediaan akomodasi berupa
hotel, vila, bumi perkemahan, persinggahan karavan dan akomodasi lainnya yang dapat
digunakan untuk tujuan pariwisata.
Saat ini, CMU menjalankan penyediaan akomodasi berupa hotel yaitu Hotel Best Western
Kuta Beach, terletak di Kuta, Bali dan Hotel Anantara Bali Uluwatu Resort and Spa, terletak
di Uluwatu, Bali. Hotel Best Western Kuta Beach dan Hotel Anantara Bali Uluwatu Resort
and Spa sudah beroperasi secara komersial masing-masing sejak tanggal 15 Agustus 2011
dan 1 September 2012.
CMU beralamat di The Belezza Shopping Arcade Lt. GF No. 30-31. Jl. Letjen Soepeno
No. 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta 12210.
e.
Sekretaris Perusahaan
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan No. 00836/SGL/FH/IPO/X/2012 tanggal
15 Oktober 2012, Ketua Sekretaris Perusahaan adalah Darmawan Kusnadi sebagai Sekretaris
Perusahaan.
f.
Komite Audit
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :
Ketua
Anggota
: Elizabeth Linandi (Komisaris Independen)
: Tubagus Yudi Yuniardi
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Kebijakan akuntansi yang penting, yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan
konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan regulator pasar modal. Laporan keuangan
konsolidasian yang disusun sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan
yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-347BL/2012
tanggal 25 Juni 2012.
16
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan
konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan
penerimaan dan pengeluaran arus kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, bank,
dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan sejak tanggal perolehan,
sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas utang bank serta tidak dibatasi penggunaannya.
Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
memerlukan penggunaan estimasi akuntansi penting tertentu. Penyusunan laporan keuangan juga
mengharuskan manajemen untuk menggunakan pertimbangannya dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area-area yang memerlukan tingkat
pertimbangan yang kompleksitas yang tinggi, atau area dimana asumsi dan estimasi adalah
signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian, diungkapkan dalam Catatan 3.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah.
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan seluruh Entitas Anak yang
dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara
langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu
entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan
tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika Perusahaan memiliki
setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:
a)
b)
c)
d)
kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;
kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan
anggaran dasar atau perjanjian;
kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi dan dewan komisaris
atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut;
atau
kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat direksi dan dewan komisaris atau
organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi dan dewan komisaris atau
organ tersebut.
Biaya terkait akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal dimana pengendalian telah beralih kepada
Perusahaan dan tidak lagi dikonsolidasi sejak tanggal hilangnya pengendalian.
Laporan keuangan Entitas Anak telah disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang
sama dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Perusahaan untuk transaksi yang
serupa dan kejadian lain dalam keadaan yang serupa.
17
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
Kepentingan non-pengendali merupakan proporsi atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak
dimiliki Perusahaan dan disajikan secara tepisah dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, dipisahkan dengan
ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari ekuitas induk perusahaan. Laba atau rugi dari setiap komponen pendapatan
komprehensif lain dialokasikan kepada induk perusahaan dan kepentingan non-pengendali.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar perusahaan yang dikonsolidasikan telah
dieliminasi.
d. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
Transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dicatat sesuai dengan PSAK 38 (Revisi 2004)
tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”. Berdasarkan standar ini, transaksi
restrukturisasi antara entitas sepengendali yang dilakukan dalam rangka reorganisasi Perusahaan
yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan pemilikan
dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak dapat menimbulkan laba atau rugi
bagi seluruh kelompok Perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok Perusahaan
tersebut dan harus dicatat sesuai dengan nilai buku dengan menggunakan metode penyatuan
kepemilikan (pooling-of-interests method). Dalam metode penyatuan kepemilikan, laporan
keuangan dari Perusahaan yang direstrukturisasi disajikan sedemikian rupa seolah-olah
Perusahaan tersebut telah bergabung sejak permulaan tahun penyajian laporan keuangan.
Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku bersih Entitas Anak yang diakuisisi yang berasal
dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dicatat sebagai “Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali” pada bagian ekuitas (defisiensi modal).
e. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3
(tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, tidak digunakan sebagai jaminan dan
tidak dibatasi penggunaannya.
f.
Piutang Usaha
Pada saat pengakuan awal piutang usaha diukur sebesar nilai wajar dan setelah pengakuan awal
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif,
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
g. Persediaan
Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi
bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Grup menentukan
penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai, jika ada, berdasarkan hasil penelaahan
terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.
18
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus dan dibebankan pada
operasi selama masa manfaatnya.
i.
Transaksi Dengan Pihak-Pihak Berelasi
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, sebagaimana didefinisikan oleh PSAK
No.7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”. Transaksi signifikan dengan pihakpihak berelasi, baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal maupun tidak,
sebagaimana dilakukan dengan pihak diluar hubungan pihak yang berelasi, diungkapkan dalam
catatan yang bersangkutan.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Grup jika:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang
tersebut; (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan; (ii)
memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau (iii) Personil manajemen kunci
Perusahaan ;
suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan;
suatu pihak adalah ventura bersama dimana Perusahaan sebagai venture;
suatu pihak adalah anggota dari personel manajemen kunci Perusahaan atau kelompok
Perusahaan;
suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dengan individu yang diuraikan dalam butir (a)
atau (d);
suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi
signifikan oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung
maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau
suatu pihak adalah suatu program imbalan paska kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan
atau entitas yang terkait dengan Perusahaan.
Seluruh transaksi utama dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian.
j.
Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengukuran awal, aset
tetap diukur dengan model biaya dicatat pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan kerugian penurunan nilai. Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Bangunan dan prasarana
Kendaraan
Mesin (genset)
Perabotan dan peralatan
Tahun
20
4
8
4
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun berjalan
dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masingmasing aset tetap atau persediaan yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan
dan siap digunakan.
19
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j.
Aset Tetap (lanjutan)
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
pada saat terjadinya. Biaya penggantian komponen suatu aset dan biaya inspeksi yang signifikan
diakui dalam jumlah tercatat aset jika memenuhi kriteria untuk diakui sebagai bagian dari aset. Aset
tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang
terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun yang bersangkutan.
k. Sewa Hak atas Tanah
Sewa hak atas tanah dibayar di muka terdiri dari biaya sewa, pengurusan legal hak atas tanah
awal dan perpanjangan atau pembaruannya dan diamortisasi sesuai dengan umur hak sewa atas
tanah.
l.
Aset dan Liabilitas Keuangan
i. Aset Keuangan
Berdasarkan PSAK No. 55, aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, pinjaman yang diberikan
dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual.
Grup menentukan klasifikasi atas aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang non-usaha yang
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran
tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
ii. Liabilitas Keuangan
Berdasarkan PSAK No. 55, liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori nilai wajar melalui
laba rugi dan biaya perolehan diamortisasi. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat liabilitas
keuangan tersebut diperoleh. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan tersebut pada
saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan Grup meliputi utang kontraktor dan usaha, utang non-usaha, utang
pembiayaan konsumen, utang bank dan biaya masih harus dibayar (utang bunga) yang
diklasifikasikan sebagai kategori liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi .
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pada awalnya diakui
sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah
pengakuan awal, liabilitas keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
20
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l.
Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
iii. Saling Hapus Dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat
maksud untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar
akuntansi.
iv. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan
antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length
transaction) pada tanggal pengukuran.
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasi di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi
sewaktu-waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan
rutin dalam suatu transaksi yang wajar.
Jika pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Grup menentukan nilai wajar dengan
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini
yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami, berkeinginan, dan jika tersedia,
referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, penggunaan
analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan model penetapan harga opsi (option pricing
model).
v. Biaya Perolehan Diamortisasi Dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset
atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok,
ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku
bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi
penyisihan kerugian penurunan nilai.
vi. Penurunan Nilai Dari Aset Keuangan
Setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Grup mengevaluasi apakah terdapat
bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan
nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan
nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai
tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset
tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada
estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat
diestimasi secara handal.
21
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l.
Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
vi. Penurunan Nilai Dari Aset Keuangan (lanjutan)
Bukti penurunan nilai meliputi indikasi bahwa pihak pelanggan mengalami kesulitan keuangan
signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran piutang, terdapat kemungkinan bahwa
pihak pelanggan akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan data
yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi
arus kas masa datang, misalnya perubahan kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan
wanprestasi.
Grup pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual dan untuk aset keuangan yang
tidak signifikan secara individual terdapat bukti penurunan nilai secara kolektif. Jika Grup
menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang
dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Grup
memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik
Risiko yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang
penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau
tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian
tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa
datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi) yang
didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat
aset keuangan tersebut berkurang melalui penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan cadangan terkait, akan
dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa
mendatang.
Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah
atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka
kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambah atau dikurangi (dipulihkan) dengan
menyesuaikan akun cadangan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat
aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai
tidak diakui pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Jika penghapusan kemudian dipulihkan, maka
pemulihan tersebut diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
vii. Penghentian Pengakuan
Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak
kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan dan Entitas Anak
mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset kepada entitas lain. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang
ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perusahaan dan Entitas Anak diakui
sebagai aset atau liabilitas secara terpisah.
Dalam transaksi dimana Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial tidak memiliki atau
tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset keuangan, Perusahaan dan
Entitas Anak menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perusahaan dan Entitas Anak tidak
lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut.
22
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l.
Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
vii. Penghentian Pengakuan (lanjutan)
Hak dan kewajiban yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai
aset atau liabilitas. Dalam transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perusahaan
dan Entitas Anak mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan,
dimana tingkat keberlanjutan Perusahaan dan Entitas Anak dalam aset yang ditransfer adalah
sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer.
Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Nilai tercatat dari aset yang bukan aset keuangan milik Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali aset
pajak tangguhan, ditelaah setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat indikasi
penurunan nilai. Jika indikasi tersebut ada, maka nilai yang dapat dipulihkan dari aset tersebut akan
diestimasi.
Penyisihan penurunan nilai diakui jika nilai tercatat dari suatu aset melebihi nilai yang dapat
diperoleh kembali. Penyisihan penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian tahun berjalan.
Penyisihan penurunan nilai yang diakui pada tahun sebelumnya dinilai pada setiap tanggal
pelaporan untuk melihat adanya indikasi bahwa kerugian telah menurun atau tidak ada lagi.
Kerugian penurunan nilai dijurnal balik jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan dalam
menentukan nilai yang dapat dipulihkan.
Penyisihan kerugian penurunan nilai dijurnal balik hanya hingga nilai tercatat aset tidak melebihi
nilai tercatat yang telah ditentukan, dikurangi dengan depresiasi atau amortisasi, jika penyisihan
penurunan nilai tidak pernah diakui.
Sampai dengan tanggal Laporan Auditor Independen tidak ada penurunan nilai aset non keuangan.
n. Utang Kontraktor dan Usaha
Utang kontraktor dan usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah
diperoleh dari pemasok dalam kegiatan usaha biasa. Utang kontraktor dan usaha pada awalnya
diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur sebesar harga perolehan diamortisasi.
o. Pinjaman Yang Diterima
Pinjaman yang diterima pada awalnya diukur pada nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh liabilitas
keuangan tersebut, dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
23
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
s. Pajak Penghasilan Tidak Final
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan
Perusahaan menerapkan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja” untuk menentukan liabilitas imbalan kerja
sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret
2003. Sesuai PSAK No. 24, beban imbalan kerja berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan
menggunakan metode actuarial “Projected Unit Credit”. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui
sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang
belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara
10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal laporan posisi
keuangan. Keuntungan atau kerugian diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa
masa kerja karyawan yang diharapkan.
Beban jasa lalu yang terjadi ketika memperkenalkan program imbalan pasti atau mengubah
imbalan terutang pada program imbalan pasti yang ada, diamortisasi selama periode sampai
imbalan tersebut menjadi hak.
q. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal akhir tahun pelaporan, aset dan liabilitas dalam mata uang asing
disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan kurs terakhir atas mata uang asing yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tahun tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan
atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kurs yang digunakan untuk penjabaran pos-pos
moneter dalam mata uang asing didasarkan pada rata-rata kurs jual beli uang kertas asing yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
2012
1 Dolar Amerika Serikat/ Rupiah
1 EUR/Rupiah
r.
9.670
12.810
2011
9.068
11.738
Pajak Penghasilan Final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
berbeda dari dasar pengenaan pajaknya maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan. Beban pajak kini atas pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan
final diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada
tahun berjalan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan
sebagai beban pajak kini pada perhitungan laba rugi komprehensif konsolidasian diakui sebagai
pajak dibayar dimuka atau pajak yang masih harus dibayar.
24
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena
pajak pada masa datang.
Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum dikompensasikan (jika
ada) juga diakui sebagai aset pajak tangguhan sepanjang besar kemungkinan manfaat pajak
tersebut dapat direalisasi.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial
telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Perubahan atas pajak
tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Perubahan atas liabilitas pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau, jika banding
diajukan, ketika hasil banding diterima.
t.
Laba (Rugi) Per Saham
Laba (rugi) neto per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar
pada tahun berjalan.
u. Pengakuan Pendapatan
Pendapatan penjualan unit bangunan kondominium yang telah selesai proses pembangunannya
diakui dengan metode akrual penuh (Full Accrual method) apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi:
1.
2.
3.
4.
5.
Proses penjualan telah selesai dimana pengikatan jual beli atau perjanjian jual beli telah
berlaku;
Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain
yang akan diperoleh pembeli;
Harga jual akan tertagih; dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah
mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati;
Penjual telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli
melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi
berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut;
Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan secara keseluruhan dapat
diperkirakan secara wajar.
Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari
pembeli diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh
persyaratan tersebut dipenuhi.
Pendapatan kamar hotel diakui berdasarkan tingkat hunian sementara pendapatan hotel lainnya
diakui pada saat barang atau jasa telah diberikan kepada pelanggan.
25
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Pengakuan Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual).
w. Informasi Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan dan Entitas Anak yang terlibat baik dalam
menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa
dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan berbeda
dari segmen lainnya. Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan
internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk
mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan
strategis.
x. Perubahan Kebijakan Akuntansi
Berikut ini adalah standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari
2012 dan relevan dengan Grup:
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
PSAK No. 10 (Revisi 2010) “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
PSAK No. 13 (Revisi 2011) “Properti Investasi”
PSAK No. 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap”
PSAK No. 24 (Revisi 2010) “Imbalan Kerja”
PSAK No. 46 (Revisi 2010) “Pajak Penghasilan”
PSAK No. 50 (Revisi 2010) “Instrumen Keuangan: Penyajian”
PSAK No. 55 (Revisi 2011) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”
PSAK No. 56 (Revisi 2010) “Laba per Saham”
PSAK No. 60 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
ISAK No. 15 “PSAK No. 24 - Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan
Interaksinya”
ISAK No. 25 “Hak atas tanah”.
Penerapan standar dan interprestasi yang baru dan direvisi diatas tersebut, tidak menyebabkan
perubahan signifikan terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak dan tidak
berdampak material terhadap jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian tahun
berjalan atau tahun sebelumnya.
y. Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan
Peristiwa setelah akhir tahun yang memerlukan penyesuaian dan menyediakan informasi
tambahan tentang posisi Grup pada tanggal pelaporan (adjusting event) tercermin dalam laporan
keuangan konsolidasian.
Peristiwa setelah pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian, diungkapkan dalam laporan
keuangan konsolidasian apabila material.
26
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN
a. Pertimbangan
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan,
beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir tahun pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam tahun pelaporan berikutnya.
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 dipenuhi. Dengan
demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup
seperti diungkapkan pada Catatan 2.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Grup mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi
kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan
pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang
tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan
terhadap jumlah terutang untuk mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh
Grup.
Akun tertentu berupa provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan oleh Grup jika
tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai.
b. Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan
liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi
pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan
situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dan manajemen Grup dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, tingkat pengunduran diri
karyawan tahunan, tingkat mortalitas dan usia pensiun. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang
ditetapkan Grup yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan kerja pasti, ditangguhkan
dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Grup
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil
aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara
material. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 20.
27
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)
b. Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyusutan Aset Tetap
Beban perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset
tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan
teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset tetap dan karenanya
beban penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 10.
Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar
ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat
berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset
dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langung laba atau rugi Grup.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 34.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal.
Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat
tambahan pajak penghasilan badan.
Cadangan Penurunan Nilai Pasar Dan Keusangan Persediaan
Cadangan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki,
harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan.
Cadangan dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang
mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak
dan strategi perencanaan pajak masa depan.
Penurunan nilai aset non-keuangan
Penurunan nilai terjadi pada saat nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya, yaitu yang lebih
tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya.
28
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)
b. Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada data yang tersedia dari perjanjian
penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar
yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan
aset. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan
oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia. Perhitungan nilai pakai didasarkan
pada model arus kas yang didiskontokan.
4.
KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
2012
Kas
Kas kecil
Kas resto
Sub-jumlah
Bank
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Mayapada Tbk
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(USD121.318 pada tanggal 31 Desember 2012,
dan USD62.589 pada tanggal 31 Desember 2011)
PT Bank Central Asia Tbk
(USD60.896 pada tanggal 31 Desember 2012,
dan USD5.842 pada tanggal 31 Desember 2011)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(USD95 pada tanggal 31 Desember 2012)
Sub-jumlah
Deposito Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Jumlah
29
2011
229.602.940
110.666.730
128.321.500
165.866.650
340.269.670
294.188.150
7.116.056.350
2.126.799.088
155.820.014
111.804.464
2.300.000
1.690.631.524
514.303.634
29.112.641
-
1.173.146.704
567.166.675
588.862.579
52.971.176
915.652
-
11.275.704.851
2.854.185.650
630.880.164
-
12.246.854.685
3.148.373.800
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 seluruh kas dan setara kas tidak ada yang dijaminkan.
Pada tanggal 31 Desember 2012, tingkat suku bunga atas deposito berjangka dalam mata uang
rupiah masing-masing berkisar antara 4,25%-6,00%.
5.
PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha berdasarkan jenis piutang adalah sebagai berikut:
2012
Rupiah
Piutang Agen
Piutang Visa/ Master Card
Lain-lain
2011
1.262.262.581
709.255.155
90.808.002
283.336.255
124.819.371
363.743.836
2.062.325.738
771.899.462
3.108.052.282
-
Sub-jumlah
3.108.052.282
-
Jumlah
5.170.378.020
771.899.462
Sub-jumlah
Dolar
Kondominium (USD321.412)
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, semua piutang usaha memiliki umur piutang selama
1 bulan - 3 bulan.
Manajemen Grup berpendapat bahwa tidak ada cadangan kerugian penurunan yang dibentuk untuk
piutang usaha - pihak ketiga karena semua piutang dapat tertagih dan tidak turun nilainya pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
6.
PIUTANG NON-USAHA
Akun ini terdiri dari :
2012
Piutang supplier
Lain-lain
Jumlah
2011
96.520.164
7.529.289
11.973.004
104.049.453
11.973.004
Semua piutang non-usaha berasal dari pihak ketiga dan tidak memiliki syarat dan kondisi.
Manajemen Grup berpendapat bahwa tidak ada cadangan kerugian penurunan yang dibentuk untuk
piutang non-usaha karena semua piutang non usaha dapat tertagih dan tidak turun nilainya pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
30
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
2012
2011
Bangunan
Minuman
Makanan
Lain-lain
10.772.365.687
247.933.323
205.138.711
555.959.393
25.999.317.032
115.750.576
63.910.842
542.655.621
Jumlah
11.781.397.114
26.721.634.071
Rincian persediaan bangunan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Pemilik
Nama Hotel
PT Tiara Inti Mulia
Anantara Uluwatu
PT Cakrawala Usaha Nusantara
Best Western Kuta Beach
Jumlah Kondotel
Jumlah
Mutasi persediaan kondominium adalah sebagai berikut:
Saldo awal tahun
Reklasifikasi bangunan dalam penyelesaian (Catatan 10)
Pembebanan beban pokok penjualan (Catatan 23)
Saldo akhir tahun
Nilai
4
5.698.904.835
17
5.073.460.852
21
10.772.365.687
2012
2011
25.999.317.032
11.428.920.512
(26.655.871.857 )
25.999.317.032
-
10.772.365.687
25.999.317.032
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, manajemen Grup
berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai persediaan dan barang usang, sehingga tidak
perlu dibentuk penyisihan berkaitan dengan hal tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, persediaan bangunan hotel milik TIM dan CUN
dijadikan jaminan atas pinjaman yang diterima oleh TIM dan CUN dari Bank CIMB Niaga Tbk
(Catatan 18).
Estimasi nilai wajar persediaan bangunan CUN pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp8.996.352.968. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa
Penilai Publik Herly, Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal
14 Desember 2012.
Estimasi nilai wajar persediaan bangunan TIM pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp27.395.414.087. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa
Penilai Publik Herly, Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal
14 Desember 2012.
Persediaan bangunan dan aset tetap berupa bangunan dan prasarana atas Villa dan Kondotel
Anantara, Uluwatu-Bali, milik TIM diasuransikan kepada PT Mitra, Iswara & Rorimpandey (MIR),
pihak ketiga sebagai broker asuransi dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko
konstruksi (contractual risk) dengan jumlah pertanggungan sebesar USD13.500.000 pada tanggal
31 Desember 2012.
31
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
PERSEDIAAN (lanjutan)
Persediaan bangunan dan bangunan dalam penyelesaian atas Villa dan Kondotel Anantara,
Uluwatu-Bali, milik TIM diasuransikan kepada PT Mitra, Iswara & Rorimpandey (MIR), pihak ketiga
sebagai broker asuransi dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko konstruksi
(contractual risk) dengan jumlah pertanggungan sebesar USD13.500.000 pada tanggal 31
Desember 2011.
Persediaan bangunan dan aset tetap berupa bangunan dan prasarana atas Kondotel Best Western
Kuta Beach, Kuta - Bali, milik CUN diasuransikan kepada PT Mitra, Iswara & Rorimpandey (MIR),
pihak ketiga sebagai broker asuransi dan PT Asuransi Indrapura terhadap risiko kebakaran,
kerusakan dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp72.500.000.000 masingmasing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut adalah cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas bangunan yang dipertanggungkan.
8. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Rincian saldo dengan pihak berelasi:
a. Piutang non-usaha kepada pihak berelasi
Pada tanggal 1 Januari 2008, PT Saraswati Griya Lestari Tbk (SGL) mengadakan perjanjian
dengan PT Bukit Cinere Indah dimana SGL memberikan pinjaman dengan jumlah tidak melebihi
Rp1.000.000.000 untuk keperluan modal kerja. Perjanjian ini mulai berlaku sejak tanggal
1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2012. Pemberian pinjaman ini tidak dikenakan
bunga dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak. Pada tahun 2011,
pinjaman tersebut telah dilunasi oleh PT Bukit Cinere Indah.
b. Utang non-usaha kepada pihak berelasi
31 Desember 2012
Jumlah
Persentase*)
PT Tiara Realty
Tn. Bhakti Salim
31 Desember 2011
Jumlah
Persentase*)
-
-
61.590.937.513
13,28%
-
-
953.904.494
0,21%
Tn. Frans Faizal Hasjim
-
-
635.586.968
0,14%
Tn. Agung Salim
-
-
317.479.060
0,07%
Jumlah
-
-
63.497.908.035
13,70%
**) persentase terhadap jumlah liabilitas konsolidasian
Pada tanggal 31 Desember 2012, tidak terdapat saldo atas utang non-usaha kepada pihak
berelasi.
Saldo utang kepada pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2011, tidak diatur jadwal
pembayaran yang tetap dan tidak dibebani bunga. Utang ini digunakan oleh Grup untuk
membayar sewa tanah di Bali dan biaya-biaya operasional Grup.
32
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Beban gaji dan tunjangan personil manajemen kunci
Persentase terhadap jumlah
beban usaha yang bersangkutan
Saldo
Beban gaji dan
tunjangan
Imbalan kerja jangka
pendek
Direksi
Komisaris
Imbalan kerja jangka
panjang
Direksi
Komisaris
Saldo beban gaji
dan tunjangan
31 Des 2012
31 Des 2011
31 Des 2012
31 Des 2011
6.991.599.602
2.563.736.739
4.340.443.570
2.244.629.389
15,60%
5,72%
12,11%
6,26%
-
-
-
-
9.555.336.341
6.585.072.959
21,32%
18,37%
**) persentase terhadap jumlah beban usaha konsolidasian.
Tidak terdapat transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi baik yang langsung atau tidak langsung
berhubungan dengan kegiatan usaha utama Perusahaan, yang didefinisikan sebagai transaksi
benturan kepentingan berdasarkan peraturan Bapepam-LK No. IX.E.1 “Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu”.
Berikut ini adalah sifat dari pihak-pihak yang berelasi:
Pihak Berelasi
Tn. Frans Faizal Hasjim
Hubungan
Sifat Transaksi
Utang pihak berelasi
Tn. Bhakti Salim
Direktur utama, pemegang
saham
Direktur, pemegang saham
Tn. Agung Salim
Pemegang saham
Utang pihak berelasi
PT Tiara Realty
Pemegang saham
Utang pihak berelasi
PT Bukit Cinere Indah
Memiliki manajemen kunci yang
sama
Piutang pihak berelasi
33
Utang pihak berelasi
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari :
2012
Uang muka
Lain-lain
Sub-jumlah
Biaya dibayar di muka
Asuransi
Sewa
Jamsostek
Lisensi
Lain-lain
Sub-jumlah
Jumlah
2011
626.525.126
717.956.908
626.525.126
717.956.908
424.140.244
3.000.000
1.394.500
22.495.001
190.211.833
108.231.551
234.654.700
5.000.000
641.241.578
347.886.251
1.267.766.704
1.065.843.159
Uang muka lain-lain merupakan uang muka atas pembayaran pemasok dan beban operasional
Perusahaan.
Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset dapat terealisasi seluruhnya. Oleh
karena itu, tidak diperlukan cadangan penurunan nilai aset.
10. ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Desember 2012
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Mesin (genset)
Peralatan dan perabotan
Kendaraan
Saldo Awal
Penambahan
Penyesuaian/
Reklasifikasi
Saldo Akhir
280.614.320.202
-
4.819.250.000
368.062.292.949
150.000.000
3.777.647.162
5.025.608.628
- (292.043.240.714)
340.176.053.197
Pengurangan
4.102.250.000
86.674.298.748
150.000.000
3.581.677.614
3.853.708.628
717.000.000
773.673.999
219.340.876
1.171.900.000
Bangunan dalam penyelesaian
323.304.914.875
308.914.379.036
Jumlah biaya perolehan
421.666.849.865
311.796.293.911
23.371.328
(11.428.920.512)
722.010.851.936
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Mesin (genset)
Peralatan dan perabotan
Kendaraan
3.440.312.379
150.000.000
2.955.346.048
992.410.968
7.492.388.510
256.210.110
1.059.231.040
10.544.103
-
-
10.932.700.889
150.000.000
3.201.012.055
2.051.642.008
Jumlah akumulasi penyusutan
7.538.069.395
8.807.829.660
10.544.103
-
16.335.354.952
Nilai Buku
414.128.780.470
23.371.328
-
705.675.496.984
34
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Saldo Awal
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Mesin (genset)
Peralatan dan perabotan
Kendaraan
4.102.250.000
4.748.829.316
150.000.000
3.204.652.811
2.755.180.015
391.614.803
1.099.415.340
14.590.000
886.727
81.925.469.432
-
4.102.250.000
86.674.298.748
150.000.000
3.581.677.614
3.853.708.628
Bangunan dalam penyelesaian
125.814.489.990
305.415.211.349
-
(107.924.786.464)
323.304.914.875
Jumlah biaya perolehan
140.775.402.132
306.906.241.492
15.476.727
(25.999.317.032)
421.666.849.865
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Mesin (genset)
Peralatan dan perabotan
Kendaraan
949.765.870
120.000.000
2.720.295.329
345.167.115
2.490.546.509
30.000.000
237.336.761
647.243.853
2.286.042
-
-
3.440.312.379
150.000.000
2.955.346.048
992.410.968
Jumlah akumulasi penyusutan
4.135.228.314
3.405.127.123
2.286.042
-
7.538.069.395
Nilai Buku
Penambahan
Penyesuaian/
Reklasifikasi
31 Desember 2011
Pengurangan
Saldo Akhir
136.640.173.818
414.128.780.470
1 Januari 2011/
31 Desember 2010
Saldo Awal
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Mesin (genset)
Peralatan dan perabotan
Kendaraan
861.750.000
4.748.829.316
150.000.000
2.801.351.829
176.024.591
3.240.500.000
403.300.982
2.579.155.424
-
-
4.102.250.000
4.748.829.316
150.000.000
3.204.652.811
2.755.180.015
Bangunan dalam penyelesaian
1.816.807.806
123.997.682.184
-
-
125.814.489.990
Jumlah biaya perolehan
10.554.763.542
130.220.638.590
-
-
140.775.402.132
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Mesin (genset)
Peralatan dan perabotan
Kendaraan
712.324.402
90.000.000
2.071.051.426
105.614.750
237.441.468
30.000.000
649.243.903
239.552.365
-
-
949.765.870
120.000.000
2.720.295.329
345.167.115
Jumlah akumulasi penyusutan
2.978.990.578
1.156.237.736
-
-
4.135.228.314
Nilai Buku
7.575.772.964
Penambahan
Pengurangan
Penyesuaian/
Saldo Akhir
Reklasifikasi
136.640.173.818
Biaya penyusutan aset tetap pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar Rp8.807.829.660
dan Rp3.405.127.123 dibebankan pada beban umum dan administrasi (Catatan 25).
Penurunan aset tetap untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 terutama
disebabkan oleh penjualan aset tetap dengan rincian sebagai berikut:
2012
Harga jual
Jumlah tercatat
Keuntungan penjualan aset tetap
35
2011
12.827.225
12.827.225
13.190.682
13.190.682
-
-
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, berdasarkan Sertifikat Hak
2
Milik No. 1437 dan No. 2137 serta Buku Tanah Hak Milik No. 1904, tanah dengan total luas 3.830 m ,
milik Perusahaan masih atas nama Agung Salim, S.H., pemegang saham. Tanah tersebut terletak di
Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Pada tanggal
6 Nopember 2012, tanah tersebut telah dibalik nama atas nama Perusahaan di Kantor Pertanahan
Nasional Kabupaten Magelang, dimana biaya terkait untuk proses balik nama sebesar
Rp717.000.000 dicatat sebagai bagian dari “Aset tetap-Tanah”.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, aset tetap bangunan dan prasarana merupakan
investasi pada bangunan berikut sarana penunjangnya pada Hotel Best Western Kuta Beach, Kuta Bali, milik CUN dan Anantara Resort & Spa Uluwatu-Bali, milik TIM. Bangunan dan prasarana ini
disewakan kepada PT Cakrawala Mitra Usaha, pihak berelasi, dimana pada tanggal 15 Agustus
2011 dan 1 September 2012, Hotel Best Western dan Anantara Resort & Spa telah beroperasi
secara komersial.
Pada tanggal 31 Desember 2012, bangunan dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan
kondotel milik PN dan BBS. Pada tanggal 31 Desember 2011, bangunan dalam penyelesaian
merupakan proyek pembangunan kondotel milik TIM, PN dan BBS. Pada tanggal 1 Januari 2011/31
Desember 2010, bangunan dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan kondotel milik
CUN, TIM, PN dan BBS.
Aset tetap bangunan dan prasarana dan persediaan bangunan hotel milik CUN diasuransikan
kepada PT Mitra, Iswara & Rorimpandey (MIR), pihak ketiga sebagai broker asuransi dan PT
Asuransi Indrapura terhadap risiko kebakaran, kerusakan dan risiko lainnya dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp72.500.000.000 pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas bangunan dan prasarana yang dipertanggungkan.
Aset tetap berupa, bangunan dan prasarana atas Hotel Best Western Kuta Beach, Kuta-Bali, milik
CUN diasuransikan kepada PT Mitra, Iswara & Rorimpandey (MIR), pihak ketiga sebagai broker
asuransi dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko konstruksi (contractual risk)
dengan jumlah pertanggungan sebesar USD4.000.000 pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember
2010.
Aset tetap berupa kendaraan milik CMU, CUN, BBS dan TIM telah diasuransikan terhadap segala
bentuk risiko kepada PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Raksa Pratikara dan PT Asuransi
Jaya Proteksi, seluruhnya pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar
Rp2.880.105.000, Rp3.320.120.000 dan Rp2.109.200.000 masing-masing pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010. Manajemen Entitas Anak berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul.
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, aset tetap milik
Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya
kepada PT Asuransi Wahana Tata, seluruhnya pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp13.500.000.000. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul.
Aset tetap berupa bangunan dan prasarana dan persediaan bangunan atas Villa dan Kondotel
Anantara Resort & Spa, Uluwatu-Bali, milik TIM diasuransikan kepada PT Mitra, Iswara &
Rorimpandey (MIR), pihak ketiga sebagai broker asuransi dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
terhadap risiko konstruksi (contractual risk) dengan jumlah pertanggungan sebesar USD13.500.000
pada tanggal 31 Desember 2012.
36
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Aset tetap berupa bangunan dalam penyelesaian dan persediaan bangunan atas Villa dan Kondotel
Anantara Resort & Spa, Uluwatu-Bali, milik TIM diasuransikan kepada PT Mitra, Iswara &
Rorimpandey (MIR), pihak ketiga sebagai broker asuransi dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
terhadap risiko konstruksi (contractual risk) dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar
USD13.500.000 pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010.
Manajemen Entitas Anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kerugian yang mungkin timbul.
Aset tetap berupa, bangunan dalam penyelesaian atas Hotel Best Westin Ubud-Bali, milik BBS
diasuransikan kepada PT Mitra, Iswara & Rorimpandey (MIR), pihak ketiga sebagai broker asuransi
dan PT MAA General Assurance, PT Asuransi Rama Satria Wibawa dan PT Asuransi Indrapura
terhadap risiko konstruksi (contractual risk) dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar
Rp185.633.562.000 pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010.
Manajemen Entitas Anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kerugian yang mungkin timbul.
Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap berupa bangunan dalam penyelesaian milik PN telah
diasuransikan terhadap risiko konstruksi kepada PT Asuransi Indrapura dan PT Asuransi Adira
Dinamika, seluruhnya pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp115.000.000.000 untuk
jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal 1 Januari 2012. Pada tanggal 31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010, aset tetap milik PN belum diasuransikan terhadap risiko
kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya. Manajemen Entitas Anak berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul.
Pada tahun 2010, BBS mengadakan Pengikatan Jual Beli tanah dengan rincian sebagai berikut:
a. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 5 tanggal 6 Oktober 2010 dari Notaris I Wayan Gede
Adiperana, S.H., Perusahaan membeli sebidang tanah Hak Milik Adat atas nama I Tanek, seluas
1.100 m2, terletak di Dusun Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar
dengan harga sebesar Rp450.000.000.
b. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 7 tanggal 6 Oktober 2010 dari Notaris I Wayan Gede
Adiperana, S.H., Perusahaan membeli sebidang tanah Hak Milik Adat atas nama I Jiwa, seluas
1.500 m2, terletak di Dusun Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar
dengan harga sebesar Rp553.500.000.
c. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 9 tanggal 6 Oktober 2010 dari Notaris I Wayan Gede
Adiperana, S.H., Perusahaan membeli sebidang tanah Hak Milik Adat atas nama I Peresta, seluas
900 m2, terletak di Dusun Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar
dengan harga sebesar Rp424.000.000.
d. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 11 tanggal 6 Oktober 2010 dari Notaris I Wayan Gede
Adiperana, S.H., Perusahaan membeli sebidang tanah Hak Milik Adat atas nama I Kenak, seluas
1.000 m2, terletak di Dusun Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar
dengan harga sebesar Rp328.500.000.
e. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 13 tanggal 6 Oktober 2010 dari Notaris I Wayan Gede
Adiperana, S.H., Perusahaan membeli sebidang tanah Hak Milik Adat atas nama Gst Ketut Enjar,
seluas 900 m2, terletak di Dusun Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten
Gianyar dengan harga sebesar Rp382.000.000.
37
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
f. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 15 tanggal 6 Oktober 2010 dari Notaris I Wayan Gede
Adiperana, S.H., Perusahaan membeli sebidang tanah Hak Milik Adat atas nama I Rekeg, seluas
1.400 m2, terletak di Dusun Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar
dengan harga sebesar Rp682.500.000
g. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 17 tanggal 6 Oktober 2010 dari Notaris I Wayan Gede
Adiperana, S.H., Perusahaan membeli sebidang tanah Hak Milik Adat atas nama I Degdeg, seluas
1.000 m2, terletak di Dusun Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar
dengan harga sebesar Rp420.000.000.
Tanah dan bangunan milik Perusahaan, dijadikan jaminan atas pinjaman kredit kepada PT Bank
Victoria International Tbk (Catatan 12 dan 18).
Aset tetap bangunan dan prasarana milik TIM dan CUN pada tanggal 31 Desember 2012 dan aset
tetap bangunan dan prasarana milik CUN pada tanggal 31 Desember 2011 dijaminkan sehubungan
dengan pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (Catatan 18).
Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap berupa bangunan dalam penyelesaian milik BBS dan
PN dijadikan jaminan atas pinjaman yang diterima oleh Entitas Anak dari PT Bank CIMB Niaga Tbk
(Catatan 18).
Pada tanggal 31 Desember 2011, aset tetap berupa bangunan dalam penyelesaian milik TIM, BBS
dan PN dijadikan jaminan atas pinjaman yang diterima oleh Entitas Anak dari PT Bank CIMB Niaga
Tbk (Catatan 18).
Pada tanggal 31 Desember 2010, aset tetap berupa bangunan dalam penyelesaian milik TIM dan
CUN dijadikan jaminan atas pinjaman yang diterima oleh Entitas Anak dari PT Bank CIMB Niaga Tbk
(Catatan 18).
Estimasi nilai wajar aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp20.997.000.000. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa
Penilai Publik Herly, Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14
Desember 2012.
Estimasi nilai wajar aset tetap CUN pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp91.350.647.032.
Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly,
Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14 Desember 2012.
Estimasi nilai wajar aset tetap TIM pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp249.622.585.913.
Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly,
Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14 Desember 2012.
Estimasi nilai wajar aset tetap BBS pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp178.820.200.000.
Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly,
Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14 Desember 2012.
Estimasi nilai wajar aset tetap PN pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp83.842.500.000.
Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly,
Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14 Desember 2012.
Estimasi nilai wajar aset tetap CMU pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp1.951.500.000.
Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly,
Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14 Desember 2012.
38
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Rincian dan progress bangunan dalam penyelesaian:
31 Desember 2012
Nilai
Bangunan dalam
Penyelesaian
PT Bina Buana Sarana
PT Pratika Nugraha
224.322.794.136
115.853.259.061
Persentase
Penyelesaian
Hotel
Hotel Westin Ubud
Hotel The Sarasvati Luxury Collection
93%
58%
Tanggal
Penyelesaian
Pebruari 2013
Juni 2013
Rincian akumulasi biaya provisi dan bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke bangunan dalam
penyelesaian:
2012
2011
PT Bina Buana Sarana
PT Pratika Nugraha
PT Tiara Inti Mulia
PT Cakrawala Usaha Nusantara
13.589.391.333
4.352.354.402
-
6.821.000.000
7.532.000.000
6.158.000.000
Jumlah
17.941.745.735
20.511.000.000
Berdasarkan penilaian manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
2010.
11. SEWA HAK ATAS TANAH
2012
2011
Saldo awal
Penambahan selama
tahun berjalan
Pengurangan selama
tahun berjalan
Amortisasi
80.333.098.516
54.684.345.000
-
25.799.700.000
Saldo akhir
79.701.636.478
(631.462.038 )
(150.946.484)
80.333.098.516
Mutasi Amortisasi:
2012
2011
Saldo awal
Penambahan
Pengurangan
150.946.484
631.462.038
-
150.946.484
-
Saldo akhir
782.408.522
150.946.484
39
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. SEWA HAK ATAS TANAH (lanjutan)
PT Tiara Inti Mulia (TIM)
Hak atas tanah milik TIM, Entitas Anak, merupakan tanah yang disewa oleh TIM berdasarkan Akta
Notaris Eddy Nyoman Winarta, S.H., No. 138 tanggal 27 Juli 2009, notaris di Kabupaten Daerah
Tingkat II Badung yang berkedudukan di Kuta, yang disewa dari Drs. Ketut Loper Winartha, M.Pd,
2
pihak ketiga. Berdasarkan akta tersebut tanah seluas 17.000 m merupakan bagian dari tanah SPPT
2
dan
tanah
SPPT
No.51.03.050.001.006-0014.0
seluas
kurang
lebih
9.500m
2
No.51.30.050.001.006-0015.0 seluas kurang lebih 18.200m . Perusahaan memperoleh Sertifikat
Hak Guna Bangunan (SHGB) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk Area tanah seluas
2
17.000 m yang terletak di Banjar Dinas Labuan Sait, Desa/ Kelurahan Pecatu, Kecamatan Kuta
Selatan, Kabupaten Badung, Propinsi Bali yang akan berakhir tahun 2033.
Jangka waktu sewa dimulai pada tanggal 1 September 2009 untuk jangka waktu 45 tahun dan
berakhir pada 1 September 2054. Nilai sewa menyewa tersebut sebesar Rp45.000.000.000. Biaya
yang timbul secara keseluruhan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing
sebesar Rp45.224.000.000.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, amortisasi hak atas tanah yang
dibebankan dalam beban pokok pendapatan adalah sebesar Rp269.190.476. Pada
tanggal 31 Desember 2011, TIM belum melakukan amortisasi hak atas tanah tersebut dikarenakan
TIM belum beroperasi secara komersial.
Estimasi nilai wajar hak atas tanah TIM pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp90.100.000.000. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa
Penilai Publik Herly, Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal
14 Desember 2012.
PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN)
a. Hak atas tanah milik CUN, Entitas Anak, merupakan tanah yang disewa oleh CUN berdasarkan
Akta Notaris J.S. Wibisono, S.H., No. 1 tanggal 1 Pebruari 2010, notaris di Denpasar. Tanah
tersebut disewa dari Tony Wijaya, pihak ketiga yaitu pihak yang lebih dahulu menyewa dari pemilik
tanah, melalui perjanjian sewa menyewa tanggal 11 April 2007 No. 7 yang dibuat di hadapan
Notaris J.S. Wibisono, S.H., untuk jangka waktu 20 tahun, terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2007
sampai dengan 31 Juli 2027. Berdasarkan akta tersebut, tanah yang disewa memiliki luas 1.915 m²
dari luas seluruhnya 5.915 m² berdasarkan surat ukur tanggal 15 Desember 2004
No. 1772/Kuta/2004 dengan sertifikat Hak Milik No. 9581/Kuta. Perusahaan memperoleh Sertifikat
Hak Guna Bangunan (SHGB) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk Area tanah seluas
1.850 m2 yang terletak dalam Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, Kelurahan Kuta
yang akan berakhir tahun 2027.
Jangka waktu sewa dimulai sejak tanggal 1 Pebruari 2010 untuk jangka waktu 17 tahun 6 bulan
yang akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2027. Nilai sewa menyewa tersebut sebesar
Rp6.000.000.000 dengan pembayaran awal sebesar Rp200.000.000 dan sebesar Rp300.000.000
dalam waktu 7 hari ketika memperoleh surat pernyataan dari pemilik tanah tentang kesediaannya
untuk memberikan Hak Guna Bangunan/Hak Pakai diatas tanah Hak Milik kepada CUN dan
sebesar Rp5.500.000.000 paling lambat 3 bulan sejak tanggal surat pernyataan dari pemilik tanah
tentang kesediaannya untuk memberikan Hak Guna Bangunan/Hak Pakai di atas tanah Hak Milik
kepada CUN.
Berdasarkan surat keterangan Notaris J.S. Wibisono, S.H., No. 26/ket/III/2010 tanggal 9 Maret
2010, notaris di Denpasar, bahwa setelah diadakan pengukuran dan pemecahan tanah yang
disewa adalah seluas 1.850 m² dari luas yang sebelumnya 1.915m² berdasarkan surat ukur tanggal
17 Pebruari 2010 No. 02599/Kuta/2010. Biaya yang timbul secara keseluruhan pada tanggal
30 Juni 2012, 31 Desember 2011 dan 2010 adalah masing-masing sebesar Rp5.796.345.000.
40
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. SEWA HAK ATAS TANAH (lanjutan)
PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN) (lanjutan)
b. Berdasarkan surat keterangan Notaris J.S. Wibisono, S.H., No. 12 tanggal 5 Mei 2010, notaris di
Denpasar, CUN mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan I Wayan Medi, pihak ketiga yaitu
pihak pemegang hak atas sebidang tanah hak milik seluas 1.850 m2, yang terletak di Provinsi Bali,
Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, Kelurahan Kuta, dengan nomor identifikasi tanah (NIB)
22.03.04.04.05995, untuk jangka waktu 17 tahun 2 bulan dan 26 hari, sejak tanggal 1 Pebruari
2010 sampai dengan 31 Juli 2027, dengan nilai sewa sebesar Rp2.000.000.000 sebagai uang
muka.
Akta tersebut telah diperbaharui, berdasarkan surat keterangan dari Notaris Luh Putu Darmayanti,
S.H., M.Kn No. 09 tanggal 8 April 2011, notaris di Denpasar, dimana telah dilakukan perjanjian
perpanjangan diri untuk melakukan pemberian hak guna bangunan atau hak pakai atas tanah hak
milik, sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
Tanah yang disewa memiliki luas 1.850 m² berdasarkan sertifikat hak guna hak guna bangunan
No.982/kuta.
Tanah tersebut terletak dalam Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, Kelurahan
Kuta, dengan sertipikat Hak Milik No. 10312/Kuta.
Tanah tersebut memiliki Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) 22.03.04.04.05995.
Jangka waktu sewa dimulai pada tanggal 1 Agustus 2027 untuk jangka waktu 15 tahun
sehingga berakhir pada tanggal 31 Juli 2042.
Nilai sewa dengan jumlah sebesar Rp15.000.000.000 pembayaran dilakukan secara bertahap,
dengan rincian imbalan atas tanah sebesar Rp2.000.000.000 dan imbalan untuk biaya
keamanan hotel, upacara adat bali dan pembersihan Rp13.000.000.000 dan memperoleh surat
pernyataan dari pemilik tanah tentang kesediaannya untuk memberikan Hak Guna
Bangunan/Hak Pakai diatas tanah Hak Milik kepada Frans Faizal Hasjim.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, biaya secara keseluruhan untuk hak atas tanah diatas
adalah sebesar Rp15.000.000.000 dimana masing-masing sebesar Rp8.750.000.00 dan
Rp12.812.500.000 masih terutang dan dicatat sebagai bagian dari utang non-usaha (Catatan 14).
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, amortisasi hak atas tanah
yang dibebankan dalam beban pokok pendapatan adalah masing-masing sebesar Rp362.271.562
dan Rp150.946.484. Akumulasi amortisasi hak atas tanah pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011 masing-masing sebesar Rp513.218.046 dan Rp150.946.484.
Estimasi nilai wajar hak atas tanah CUN pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp7.400.000.000. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa
Penilai Publik Herly, Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal
14 Desember 2012.
41
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. SEWA HAK ATAS TANAH (lanjutan)
PT Bina Buana Sarana (BBS)
a. Berdasarkan Surat Perjanjian Pemberian Hak Guna Bangunan atas Tanah Hak Milik No. 3 tanggal
27 September 2010, Notaris I Wayan Gede Adiperana, S.H., BBS memperoleh Hak Guna
Bangunan atas tanah hak milik selama 30 tahun dan bisa diperpanjang 20 tahun lagi, dengan
rincian tanah seluas 1.700 m² dan 1.210 m² dengan sertifikat hak milik No. 1314 dan No. 1509 dan
tercatat atas nama I Made Wirata dan I wayan Lantra. Tanah ini terletak di Desa Singakerta,
Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Atas hak ini BBS memberikan imbalan untuk jangka
waktu 30 tahun sebesar Rp785.700.000. Periode perjanjian ini terhitung mulai tanggal 25 Oktober
2010 sampai dengan 25 Oktober 2040.
b. Berdasarkan Surat Perjanjian Pemberian Hak Guna Bangunan atas Tanah Hak Milik No. 3 tanggal
27 September 2010, Notaris I Wayan Gede Adiperana, S.H., BBS memperoleh Hak Guna
Bangunan atas tanah hak milik selama 30 tahun dan bisa diperpanjang 20 tahun lagi, dengan
rincian tanah seluas 2.750 m2 dan 3.230 m2 dengan sertifikat hak milik No. 474 dan No. 1319 dan
tercatat atas nama Laba Pura Puseh Kengetan. Tanah ini terletak di Desa Singakerta, Kecamatan
Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Atas hak ini BBS memberikan imbalan untuk jangka waktu 30
tahun sebesar Rp1.794.000.000 dan terhitung mulai tanggal 25 Oktober 2010 sampai dengan
25 Oktober 2040.
BBS memperoleh Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk
Area tanah seluas 8.623 m2 yang terletak di Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar,
Bali yang akan berakhir tahun 2040.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, biaya secara keseluruhan yang dikeluarkan oleh BBS
untuk sewa hak-hak atas tanah tersebut di atas adalah sebesar Rp2.579.700.000 dan pada tanggal 31
Desember 2010 adalah sebesar Rp2.414.000.000. Selain biaya yang dikeluarkan untuk hak-hak atas
tanah tersebut, BBS juga mengeluarkan biaya atas pengurusan tanah sebesar Rp250.000.000.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, BBS belum melakukan amortisasi hak atas tanah tersebut
dikarenakan BBS belum beroperasi secara komersial.
Estimasi nilai wajar hak atas tanah BBS pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp10.572.800.000.
Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly,
Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14 Desember 2012.
PT Pratika Nugraha (PN)
PN mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan Tn. I Wayan Kanda, yang merupakan ahli waris
dari alm. Ny. Ni Nyoman Rambeg. Berdasarkan Akta Notaris Eddy Nyoman Winarta, S.H., atas
perjanjian sewa menyewa tanah No. 141 tanggal 19 Oktober 2010 atas sebidang tanah dengan
2
Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 3629, seluas 2.770 m , yang terletak di kelurahan Kuta, Kecamatan
Kuta, Kabupaten Daerah Tingkat II Badung, provinsi Daerah Tingkat I Bali.
Dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) tersebut di atas tertanggal 19 Agustus 1991 yang dikeluarkan oleh
pihak berwenang di Kabupaten Badung, tertera atas nama Ni Ketut Rimek dan Ni Nyoman Rambeg.
Periode sewa menyewa dimulai pada tanggal 15 Oktober 2010 dengan jangka waktu selama 25
tahun. Dan telah diperpanjang kembali untuk jangka waktu 5 tahun, sehingga sewa menyewa
seluruhnya berlaku selama 30 tahun yang berakhir pada tanggal 15 Oktober 2040. Nilai sewa
menyewa adalah sebesar Rp11.634.000.000. Pemilik tanah berjanji akan memberikan Sertifikat hak
Guna Bangunan untuk jangka waktu 30 tahun kepada PN apabila telah membayar lunas sewa tanah
tersebut.
42
Estimasi nilai wajar hak atas tanah PN pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp13.007.500.000.
Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan hasil penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly,
Ariawan & Rekan, penilai independen, sesuai dengan laporannya tertanggal 14 Desember 2012.
12. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Akun ini terdiri dari :
2012
Perusahaan
PT Bank Victoria International Tbk:
Pinjaman rekening koran
1.844.673.534
2011
1.870.907.646
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Dengan Memakai Jaminan No. 15 dan 16 masing-masing
tertanggal 15 Maret 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Fransisca Susi Setiawati, S.H., antara
Perusahaan dengan PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria), Bank Victoria setuju untuk
memberikan fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Rekening Koran sampai jumlah setinggi-tingginya
Rp250.000.000. Jangka waktu selambat-lambatnya 15 Maret 2011. Pinjaman ini dikenakan bunga
12% per tahun. Pinjaman ini kemudian diperpanjang berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit
No.15 Tanggal 16 Maret 2012.
Berdasarkan Akta Perubahan I Terhadap Perjanjian Kredit Dengan Memakai Jaminan No. 19 tanggal
6 Juli 2011 yang dibuat dihadapan Notaris Fransisca Susi Setiawati, S.H., antara Perusahaan
dengan PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria), Bank Victoria setuju untuk menambah
plafon fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp1.750.000.000 sehingga
menjadi setinggi-tingginya sebesar Rp2.000.000.000, dan memperpanjang jangka waktu pinjaman
menjadi tanggal 15 Maret 2012. Pada tanggal 15 Maret 2012, Perusahaan memperoleh surat
persetujuan dari Bank Victoria untuk memperpanjang jangka waktu pinjaman yang berakhir pada
tanggal 15 Maret 2013.
Fasilitas kredit tersebut diberikan untuk pembiayaan renovasi Hotel Saraswati Borobudur berikut
pembelian peralatan dan perlengkapannya, pelunasan pinjaman kepada pihak ketiga dan untuk
modal kerja Perusahaan.
Fasilitas kredit ini berlaku untuk jangka waktu 12 bulan dan dapat diperpanjang. Tingkat bunga
pinjaman sebesar 12% pertahun dibayar efektif per bulan dan sewaktu-waktu dapat berubah.
43
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
Jaminan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat pengganti hak milik nomor 1437/Borobudur
2
seluas 780 m atas nama Agung Salim S.H., salah satu pemegang saham Perusahaan;
- Sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat hak milik nomor 2137/Borobudur seluas 1.250
2
m atas nama Agung Salim S.H., salah satu pemegang saham Perusahaan;
- Sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat hak milik nomor 1904/Borobudur seluas 1.800
2
m atas nama Agung Salim S.H., salah satu pemegang saham Perusahaan;
- Mesin-mesin dan peralatan hotel dan peralatan lainnya;
- Inventaris peralatan hotel berikut perlengkapan-perlengkapannya;
- Jaminan Perusahaan dari PT Intiputra Fikasa, pihak yang berelasi;
- Jaminan pribadi dari Tn. Bhakti Salim, pemegang saham Perusahaan.
Dalam perjanjian dengan Bank Victoria terdapat pembatasan kepada Perusahaan yang mewajibkan
Perusahaan untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari Bank Victoria apabila akan melakukan
merger, reverse merger, akuisisi, pengambilalihan usaha, perubahan anggaran dasar dan susunan
struktur Perusahaan, merubah susunan pemegang saham utama, perolehan pinjaman dalam bentuk
apapun, membagikan dividen kecuali untuk memenuhi persyaratan Bapepam, menjual,
menyewakan, mengalihkan pendapatan atau aset tetap atau investasi Perusahaan, kecuali dalam
rangka usaha sehari-hari.
13. UTANG KONTRAKTOR DAN USAHA
Rincian utang kontraktor dan usaha berdasarkan nama supplier adalah sebagai berikut:
2012
Pihak ketiga
PT Graha Cipta Aditama
PT Tata Mulia Nusantara
PT Hardi Agung Perkasa
PT Jaya Kusuma Sarana
CV Mahesa Company Group
PT Bian Niaga Batuan
PT Dharmamas Putra Bali
PT Dapur Inspirasi
PT Nettocyber
PT Maktal
CV Lembah Jati
PT Duta Megah Matra
PT Panca Usaha Palopo Plywood
PT Sukses Kurnia Alam
PT Great Stone Int
PT Asta Anugerah
PT Idea Mandiri
PT Kobin Keramik Industri
PT Duta Cermat Mandiri
Zarade Bali
Suite Grey
PT Lodging
PT Space Matrix
PT Rotaryana
PT Lelco Trindo
PT Sinar Sejati
CV Dwi Putu
14.499.472.622
8.833.236.349
6.222.734.808
5.135.402.321
2.518.251.400
2.147.348.546
1.184.693.486
1.037.500.000
1.037.107.500
1.007.435.081
985.814.550
901.756.422
851.180.113
798.694.600
793.627.065
765.800.000
706.525.185
650.011.818
645.975.000
562.123.850
461.136.000
435.150.000
427.602.152
367.921.915
354.814.380
298.597.350
293.349.000
44
2011
23.461.139.115
10.310.673.385
4.427.320.989
647.148.626
4.707.027.202
901.756.422
2.006.452.837
19.305.000
1.167.932.159
645.975.000
1.541.560.000
367.921.915
322.085.605
-
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG KONTRAKTOR DAN USAHA (lanjutan)
2012
Pihak ketiga (lanjutan)
PT Batraco Raya
PT Duta Abadi Primantara
PT Kaison Prima
Langgeng Loundry
CV Hitakara
PT Balicipendale
Candra Basuki
Green Design
PT Space Matrix
PT Duta Kreasi Bersama Realtindo
PT Prima Surya Semen Serba Guna
PT Majamakmur Sukses Mandiri
PT Qulinary
Lain-lain dibawah Rp150.000.000,Jumlah
2011
289.506.327
284.232.448
271.199.499
253.016.293
220.000.000
207.396.260
205.280.000
169.309.760
169.225.000
161.596.747
6.138.523.488
570.162.501
690.174.063
435.074.062
150.083.945
220.000.000
829.480.745
3.232.265.631
2.001.632.729
2.153.845.172
722.086.102
7.388.504.295
62.292.547.335
68.919.607.500
Rincian utang kontraktor dan usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
2012
2011
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Euro
59.399.262.229
2.430.626.346
462.658.760
68.919.607.500
-
Jumlah
62.292.547.335
68.919.607.500
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, semua usaha kontraktor merupakan utang dari
pihak ketiga.
14. UTANG NON-USAHA
Akun ini terdiri dari:
2012
Pihak ketiga:
Sewa hak atas tanah (Catatan 11)
Utang atas pengembalian investasi
Service charge
Komisi agen
Lain-lain
Sub-jumlah
45
2011
8.750.000.000
143.465.667
122.658.342
81.401.069
2.056.459.570
14.186.500.000
89.415.468
662.148.464
11.153.984.648
14.938.063.932
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG NON-USAHA (lanjutan)
2012
Pihak berelasi:
PT Tiara Realty
Tn. Bhakti Salim
Tn. Frans Faizal Hasjim
Tn. Agus Salim
-
61.590.937.514
953.904.494
635.586.968
317.479.059
-
63.497.908.035
11.153.984.648
78.435.971.967
Sub-jumlah
Jumlah
2011
Utang non-usaha pihak berelasi merupakan utang ke PT Tiara Realty sehubungan dengan kegiatan
non-operasional Perusahaan. Utang tersebut tidak memiliki syarat dan kondisi.
Pada tanggal 31 Desember 2012, utang non-usaha atas sewa tanah merupakan utang kepada
I Wayan Medi atas sewa tanah di Provinsi Bali sebesar Rp8.750.000.000 (Catatan 11).
Pada tanggal 31 Desember 2011, utang non-usaha atas sewa tanah merupakan utang kepada
I Wayan Medi dan I Wayan Kanda atas sewa tanah di Provinsi Bali masing-masing sebesar
Rp12.812.500.000 dan Rp1.374.000.000 (Catatan 11).
15. UANG MUKA PENJUALAN
Akun ini merupakan penerimaan uang atas pembelian kondominium hotel milik TIM dan BBS pada
tanggal 31 Desember 2012 dan milik TIM, CUN, dan BBS pada tanggal 31 Desember 2011 dari
pelanggan yang sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian diterbitkan oleh
manajemen, proses penjualan belum selesai. TIM, CUN dan BBS akan melaporkan uang muka
sebagai penjualan setelah diselesaikannya perikatan jual beli atau pengikatan kredit dan dilakukan
serah terima kunci pada pelanggan.
Akun ini terdiri dari:
2012
Irwan Karim
Djoko Gazali
Budi Darmadi
Agustinus Lumboan
Amir Sambodo
Dapen CIMB Niaga
Hendrix Tee
Alfred Tandra
Harsono
Andrew W. Bennet
Lin Arifin
Ulung Wijaya/Juliana Halim
Ateng Suhendra
Jean Gie Choi
Bobby Dhanandjaja
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1.000.000.000)
Jumlah
46
2011
2.857.045.402
2.857.045.402
2.123.357.940
1.418.637.350
1.318.328.604
-
4.154.792.727
1.114.704.509
1.330.316.818
12.071.090.778
9.016.883.602
2.596.456.927
2.381.586.567
2.059.614.840
2.187.770.411
2.349.436.364
2.286.784.727
1.632.240.000
1.083.374.569
12.324.747.695
10.574.414.698
56.589.800.534
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UANG MUKA PENJUALAN (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, semua uang muka penjualan milik TIM, CUN dan BBS
merupakan uang muka dari pihak ketiga dalam mata uang asing.
Saldo uang muka penjualan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing
sebesar USD1.093.528 dan USD6.240.604.
16. BIAYA MASIH HARUS DI BAYAR
Akun ini terdiri dari:
2012
Tenaga ahli
Bunga pinjaman
Gaji
Management fee
Asuransi
Service charge
Pemasok
Jamsostek
Lain-lain
Jumlah
2011
4.326.671.184
3.001.975.110
1.002.016.595
567.008.194
331.593.788
243.927.036
193.446.573
44.077.360
1.752.584.715
124.834.259
2.190.990.571
1.182.581.000
1.701.988.652
270.949.584
72.328.458
279.383.282
11.463.300.555
5.823.055.806
17. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Di Muka
Akun ini terdiri dari :
2012
2011
Pajak Penghasilan:
Pasal 21
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 4 ayat 2
Pajak Pertambahan Nilai
5.447.994
20.480.336.404
2.378.511
185.249
249.300
17.202.350.526
Jumlah
20.485.784.398
17.205.163.586
47
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari :
2012
2011
Pajak penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 4(2)
Pasal 29
Pajak lainnya:
Pajak pembangunan 1
Pajak Final
510.455.980
52.783.762
682.045.225
647.856.917
541.190.689
23.642.847
112.403.826
-
1.330.048.346
4.104.944.393
671.712.538
-
Jumlah
7.328.134.623
1.348.949.900
c. Manfaat (beban) pajak penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
2012
2011
Pajak final - Entitas Anak
Pajak kini - Entitas Anak
(4.404.944.393 )
(647.856.917 )
(59.148.430)
-
Sub-jumlah
(5.052.801.310 )
(59.148.430)
Pajak tangguhan:
Perusahaan
Entitas anak
(209.675.605 )
(670.293.233 )
(186.712.480)
1.137.346.520
Sub-jumlah
(879.968.838 )
950.634.040
(5.932.770.148 )
891.485.610
Jumlah manfaat (beban) pajak
penghasilan - bersih
48
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
2012
2011
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian
Dikurangi:
Rugi sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan Entitas Anak
Penyesuaian atas perubahan kepemilikan
kepentingan non pengendali
Laba sebelum pajak
penghasilan Perusahaan
Beda temporer:
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Penyusutan aset tetap
Beda tetap:
Jamuan
Sumbangan
Penghasilan yang pajaknya bersifat final:
Pendapatan jasa giro
Pajak final atas jasa giro
Penghasilan Kena Pajak
23.058.591.497
(36.927.503.320)
(22.212.479.573 )
(33.437.447.919)
(24.718.308 )
4.275.489.474
821.393.616
785.434.073
154.122.941
(80.801.030 )
77.345.516
(35.484.566)
17.385.500
-
15.512.250
1.800.000
(10.861.216 )
2.195.454
903.435.265
(541.362)
77.919
844.143.830
Akumulasi rugi fiskal yang
dapat dikompensasikan:
Tahun 2007
Tahun 2008
Tahun 2009
(156.550.386 )
(962.693.359 )
(402.477.447 )
(1.000.694.216)
(962.693.359)
(402.477.447)
Akumulasi rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan pada akhir tahun
(618.285.927 )
(1.521.721.192)
Penghasilan kena pajak dan akumulasi rugi fiskal pada tanggal 31 Desember 2011 telah sesuai
dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak.
49
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan belum menyampaikan
SPT pajak penghasilan badan tahun 2012 kepada Kantor Pajak. Manajemen Perusahaan
menyatakan bahwa SPT pajak penghasilan badan tahun 2012 akan dilaporkan sesuai dengan
perhitungan pajak di atas.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 rincian dari akumulasi rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan milik Perusahaan terdiri dari:
2012
2011
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal :
31 Desember 2007
31 Desember 2008
31 Desember 2009
(215.808.480 )
(402.477.447 )
(156.550.386)
(962.693.359)
(402.477.447)
Jumlah
(618.285.927 )
(1.521.721.192)
Pada bulan September 2008, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyetujui
perubahan Undang-undang Pajak Penghasilan yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2009.
Salah satu perubahan tersebut sehubungan dengan tarif pajak penghasilan badan. Sebelumnya,
tarif pajak penghasilan badan bersifat progresif sebesar 10% dan 15% atas Rp50 juta
penghasilan kena pajak pertama dan kedua, dan berikutnya 30% atas penghasilan kena pajak
lebih dari Rp100 juta. Sesuai dengan perubahan Undang-undang Pajak Penghasilan, tarif pajak
penghasilan badan ditetapkan pada tarif tetap sebesar 28% dimulai sejak tanggal 1 Januari 2009
dan kemudian dikurangi menjadi 25% sejak tanggal 1 Januari 2010. Perhitungan pajak
penghasilan tangguhan telah menggunakan tarif pajak baru tersebut.
Manfaat (beban) pajak penghasilan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
2012
Perusahaan
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Rugi fiskal
Penyusutan aset tetap
Amortisasi biaya pra operasi
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Penyusutan aset tetap
Amortisasi biaya pra operasi
50
2011
34.304.485
(225.183.608 )
(18.796.481 )
-
19.336.379
(211.710.958)
5.662.099
-
302.769.616
18.129.547
(991.192.397 )
140.867.557
5.286.566
991.192.397
(879.968.838 )
950.634.040
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
2012
2011
Perusahaan
Rugi fiskal
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Penyusutan aset tetap
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Penyusutan aset tetap
Amortisasi biaya pra operasi
154.571.689
83.401.674
37.618.569
379.755.298
49.097.189
56.415.050
443.637.173
23.416.113
-
140.867.557
5.286.566
991.192.397
Jumlah
742.645.218
1.622.614.057
Manajemen Grup berpendapat bahwa aset pajak tangguhan tersebut di atas dapat dipulihkan
kembali melalui penghasilan kena pajak di masa yang akan datang.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan tidak diakui untuk kegiatan usaha Grup yang dikenai pajak
penghasilan final (butir ”f” di bawah).
e. Administrasi
Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Grup melaporkan atau menyetorkan pajak
berdasarkan prinsip self assessment. Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak
tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan yang berlaku.
f. Lainnya
Pada tanggal 28 Desember 2007, Presiden dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
menandatangani Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 2007 (PP 81/2007) tentang “Penurunan
Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan
Terbuka”. PP 81/2007 ini mengatur perseroan terbuka dalam negeri di Indonesia dapat
memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan sebesar 5% lebih rendah dari tarif tertinggi Pajak
Penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat 1b Undang-undang Pajak Penghasilan,
dengan memenuhi kriteria yang ditentukan, yaitu perseroan yang saham atau efek bersifat
ekuitas lainnya tercatat di Bursa Efek Indonesia yang jumlah kepemilikan saham publiknya 40%
atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor dan saham tersebut dimiliki paling sedikit oleh
300 pihak, masing-masing pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari 5% dari keseluruhan
saham yang disetor. Ketentuan sebagaimana dimaksud harus dipenuhi oleh perseroan terbuka
dalam waktu paling singkat enam bulan dalam jangka waktu satu tahun pajak. Pada tanggal 4
November 2008, Presiden dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani
Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2008 yang mengatur bahwa penghasilan wajib pajak yang
melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan akan dikenakan pajak yang
bersifat final efektif tanggal 1 Januari 2009.
51
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
Akun ini terdiri dari:
2012
2011
Rupiah
Perusahaan
PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
9.424.999.978
115.000.000.000
10.724.999.986
-
Entitas Anak
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mandiri Tbk
143.529.338.800
126.494.000.000
157.494.000.000
-
Dollar AS
Entitas Anak
PT Bank CIMB Niaga Tbk
62.471.790.374
77.582.424.276
456.920.129.152
245.801.424.262
1.300.000.008
1.300.000.008
Entitas Anak
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mandiri Tbk
16.388.888.880
3.000.000.000
6.249.996.010
-
Dollar AS
Entitas Anak
PT Bank CIMB Niaga Tbk
20.261.121.265
18.999.781.408
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu setahun
40.950.010.153
26.549.777.426
415.970.118.999
219.251.646.836
Jumlah
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Rupiah
Perusahaan
PT Bank Victoria International Tbk
Bagian jangka panjang
a. Pinjaman yang diperoleh Perusahaan, terdiri dari:
PT Bank Victoria International Tbk
Berdasarkan akta perjanjian kredit dengan memakai jaminan No.16 tanggal 15 Maret 2010 yang
dibuat dihadapan notaris Fransisca Susi Setiawati, S.H., antara Perusahaan dengan PT Bank
Victoria International Tbk (Bank Victoria), Bank Victoria setuju untuk memberikan fasilitas kredit
sebesar Rp13.000.000.000. Fasilitas kredit tersebut diberikan untuk pembiayaan renovasi hotel
Saraswati Borobudur berikut pembelian peralatan dan perlengkapannya, pelunasan pinjaman
kepada pihak ketiga dan untuk modal kerja Perusahaan. Jangka waktu pinjaman adalah 10 tahun
(120 bulan) atau selambat-lambatnya 15 Maret 2020. Tingkat bunga pinjaman sebesar 12% per
tahun dibayar efektif per bulan dan sewaktu-waktu dapat berubah.
Jaminan pemberian pinjaman tersebut adalah:
- Sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat pengganti hak milik nomor 1437/Borobudur
2
seluas 780 m atas nama Agung Salim S.H., salah satu pemegang saham Perusahaan.
- Sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat hak milik nomor 2137/Borobudur seluas
2
1.250 m atas nama Agung Salim S.H., salah satu pemegang saham Perusahaan.
- Sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat hak milik nomor 1904/Borobudur seluas
2
1.800 m atas nama Agung Salim S.H., salah satu pemegang saham Perusahaan.
52
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
a. Pinjaman yang diperoleh Perusahaan, terdiri dari: (lanjutan)
PT Bank Victoria International Tbk (lanjutan)
-
Inventaris peralatan hotel berikut perlengkapan-perlengkapannya.
Jaminan Perusahaan dari PT Intiputra Fikasa dan Tn. Bhakti Salim berdasarkan akta
Pemberian Jaminan Perusahaan No. 22 dan 23 dari Notaris Franscisca Susi Setiawati, S.H.,
Notaris di Jakarta.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Berdasarkan surat Offering Letter atas Pemberian Fasilitas Kredit Kepada Perusahaan atas
pemberian fasilitas kredit No. 427/NH/CBGI/X/2012 tanggal 6 Nopember 2012, dan telah
diaktakan berdasarkan akta notaris dan pejabat pembuat akta tanah No. 47 tanggal 22
Nopember 2012 dari Notaris E. Betty Budiyanti Moesigit, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas
pinjaman transaksi khusus dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) untuk keperluan pembiayaan
modal disetor Entitas Anak dengan jumlah maksimum sebesar Rp115.000.000.000. Fasilitas
kredit ini dikenai bunga sebesar 10,5% per tahun (dan bunga akan naik menjadi 12% apabila
dalam quarter pertama 2013 pelaksanaan Penawaran Perdana Saham Perusahaan belum
terlaksana). Provisi 0,5% dari jumlah maksimum fasilitas pinjaman dan dibayarkan pada saat
penandatanganan perjanjian kredit. Pinjaman ini jatuh tempo selama lima (5) tahun sejak
penarikan pertama. Jadwal angsuran pembayaran cicilan dilakukan secara bulanan dengan
rincian sebagai berikut:
a.
b.
Bulan ke 6 sebesar Rp37.500.000.000 atau 30% dari nilai Penawaran Umum Perdana
Saham, mana yang lebih besar
Bulan ke 7 - 60 sebesar Rp1.435.185.185 per bulan (dengan asumsi pelunasan bulan ke 6
sebesar Rp37.500.000.000)
Jaminan yang diberikan Perusahaan atas fasilitas ini adalah sebagai berikut:
1. APHT 3 atas tanah dan bangunan SHGB No. 967 (sewa) atas nama PT Tiara Inti Mulia
2
(TIM), Entitas Anak di atas SHM milik I Made Runteng dengan luas 17.000 m sebesar
Rp93.280.000.000;
2. Gadai saham atas saham non-publik Perusahaan dengan harga par sebesar
Rp60.000.000.000;
3. Personal guarantee dari Tn. Frans Hasjim dan Tn. Bhakti Salim;
4. Assignment cash flow dari TIM, PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN), PT Pratika Nugraha
(PN), masing-masing merupakan Entitas Anak;
5. Cross company guarantee dari TIM, CUN, PN, PT Cakrawala Mitra Usaha (CMU) masingmasing merupakan Entitas Anak; dan PT Intiputra Fikasa, pihak yang berelasi;
6. Pengikatan ulang atas gadai saham CUN (Rp29.000.000.000), TIM (Rp38.000.000.000), PN
(Rp13.000.000.000) yang dimiliki oleh Perusahaan dan berlaku assignment of voting rights
untuk CIMB.
Berdasarkan perjanjian dengan CIMB, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank,
Perusahaan, tidak akan menjual atau menyewakan seluruh atau sebagian aset, mengubah
susunan pengurus dan para pemegang saham kendali, membagikan dividen, dan mengubah
jenis usaha. Menjaga posisi keuangan Perusahaan dan 30% dana dari Penawaran Umum
Perdana Saham digunakan untuk pelunasan kredit.
53
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
b. Pinjaman yang diperoleh PT Tiara Inti Mulia (TIM) terdiri dari:
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Berdasarkan surat Perubahan atas Persetujuan Pemberian Fasilitas Kredit PT Tiara Inti Mulia (TIM)
atas pemberian fasilitas kredit No. 194/NH/LCBI/V/2012 tanggal 21 Mei 2012, TIM memperoleh
fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) untuk keperluan pembiayaan konstruksi
Hotel Anantara Uluwatu dengan jumlah maksimum sebesar Rp40.000.000.000. Fasilitas kredit ini
dikenai bunga sebesar 10,5% per tahun dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pinjaman ini jatuh
tempo selama lima (5) tahun sejak penarikan pertama dan dapat diperpanjang setiap tahun.
Pada tanggal 20 Januari 2010, TIM menerima fasilitas kredit pinjaman transaksi khusus dari
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) dengan maksimum kredit sebesar USD9.428.650. Tingkat suku
bunga pertahun sebesar 7,5% dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pinjaman ini akan jatuh tempo
selama tujuh (7) tahun sejak penarikan pertama dan diperpanjang setiap tahun. Jaminan yang
diberikan TIM atas fasilitas ini adalah hak tanggungan atas tanah dan bangunan hotel di Uluwatu,
Bali, jaminan Perusahaan (Company’s Guarantee) atas nama PT Intiputra Fikasa dan jaminan lain
dalam bentuk dan jumlah yang dapat diterima oleh Bank.
Jumlah saldo fasilitas pinjaman pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing
sebesar Rp102.471.790.374 (setara dengan USD6.460.371 dan Rp40.000.000.000), dan
Rp77.582.424.276 (setara dengan USD8.555.627).
Jaminan yang diberikan TIM atas fasilitas ini adalah sebagai berikut:
1. Akta Pemberian Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan Tamanpuri Permata Hijau Town
House Jl. Biduri 1 Kebayoran Lama atas SHGB No. 1888, 1893, 2979, 2029, 1899, 1896,
1959 Grogol utara dengan luas 14.965 m2 atas nama PT Intiputra Fikasa.
2. Akta Pemberian Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan atas SHGB No. 9678 (sewa) atas
nama PT Tiara Inti Mulia di atas SHM milik I Made Runteng dengan luas 17.000 m2.
3. Personal guarantee dari Tn. Frans Hasjim, Tn. Bhakti Salim dan Tn. Agung Salim.
4. Corporate guarantee dari PT Intiputra Fikasa dan PT Cakrawala Mitra Usaha.
5. Fidusia atas piutang usaha dari penjualan unit kondo dan vila,
6. Proceed of Insurance,
7. Gadai saham PT Tiara Inti Mulia,
8. Assignment Proceed cashflow dari PT Intiputra Fikasa.
Berdasarkan perjanjian dengan CIMB, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank, TIM,
tidak akan menjual atau menyewakan seluruh atau sebagian aset, mengubah susunan pengurus
dan para pemegang saham kendali, membayar dividen, melakukan pengeluaran modal diatas
5 milyar, mengubah jenis usaha, dan mengubah rencana pembangunan/ peruntukan proyek.
c. Pinjaman yang diperoleh PT Bina Buana Sarana (BBS), terdiri dari:
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB)
Berdasarkan surat Persetujuan atas pemberian fasilitas kredit No. 858/NH/LCBI/XII/2010 tanggal
30 Desember 2010, BBS memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB)
untuk keperluan pembiayaan konstruksi Hotel Westin Ubud dengan jumlah maksimum sebesar
Rp129.500.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan belum melakukan penarikan
atas fasilitas kredit tersebut. Fasilitas kredit ini dikenai bunga sebesar 12% per tahun dan dapat
berubah sewaktu-waktu. Pinjaman ini jatuh tempo selama tujuh (7) tahun sejak penarikan
pertama dan diperpanjang setiap tahun. Jumlah saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2011
adalah sebesar Rp106.494.000.000.
54
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
c.
Pinjaman yang diperoleh PT Bina Buana Sarana (BBS), terdiri dari: (lanjutan)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) (lanjutan)
Jaminan yang diberikan BBS atas fasilitas ini adalah hak tanggungan atas tanah dan bangunan
di desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, jaminan Perusahaan
(Company’s Guarantee) atas nama PT Intiputra Fikasa dan PT Kace Mas, personal guarantee
dari Tn. Frans Faizal Hasjim dan Tn. Bhakti Salim, gadai saham milik Perusahaan, Proceed of
Cashflow dari PT Intiputra Fikasa, PT Tiara Inti Mulia dan PT Cakrawala Usaha Nusantara,
fidusia atas insurance proceed, proceed atas rekening koran di PT Bank CIMB Niaga Tbk dan
jaminan lain dalam bentuk dan jumlah yang dapat diterima oleh Bank.
Berdasarkan perjanjian utang, BBS harus mematuhi batasan-batasan tertentu, antara lain untuk
memperoleh persetujuan tertulis dari pemberi pinjaman sebelum melakukan transaksi-transaksi
tertentu seperti:
1. Menjual dan atau dengan cara lain mengalihkan hak milik atau menyewakan/menyerahkan
pemakaian seluruh atau sebagian kekayaan milik BBS baik barang bergerak maupun tidak
bergerak.
2. Menjaminkan/mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan BBS kepada orang
lain/pihak lain.
3. Mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban membayar kepada pihak ketiga,
termasuk memberikan jaminan secara langsung maupun tidak langsung atas kewajiban
pihak ketiga.
4. Memberikan pinjaman kepada atau menerima pinjaman dari pihak lain.
5. Mengubah susunan pengurus BBS.
6. Melakukan perubahan terhadap struktur permodalan BBS, antara lain peleburan,
penggabungan dan pengambilalihan.
7. Membagikan dividen/saham bonus kepada pemegang saham.
8. Selama pinjaman belum lunas maka kerjasama dengan operator hotel tidak boleh dibatalkan.
Berdasarkan surat keterangan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk tertanggal 25 September 2012
No. 353/NH/CBG I/IX/12 menyatakan bahwa seluruh kewajiban Perusahaan dari PT Bank CIMB
Niaga Tbk telah lunas.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berdasarkan surat Penawaran atas Pemberian Fasilitas Kredit No. CBC.DPS/SPPK/111/2012
tanggal 18 Juli 2012, BBS memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Investasi Umum (KIU) dari
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk keperluan pembiayaan konstruksi Hotel The Westin Ubud
Resort & Spa dan take over fasilitas kredit dari PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan jumlah
maksimum sebesar Rp129.500.000.000. Utang ini dikenai bunga sebesar 10,5% per tahun dan
dapat berubah sewaktu-waktu. Pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2018 termasuk
grace period angsuran pokok selama 12 bulan terhitung sejak penandatanganan Perjanjian
Kredit dan dapat diperpanjang setiap tahun.
Jaminan fasilitas ini adalah 11 Bidang tanah total luas 15.104 m2 atas nama BBS berikut
bangunan The Westin Ubud Resort & Spa di desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Bali, jaminan
perusahaan (Company’s Guarantee) atas nama PT Saraswati Griya Lestari Tbk (SGL),
pemegang saham, PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN) dan PT Tiara Inti Mulia (TIM) masingmasing pihak yang berelasi, Personal Guarantee dari Tn. Frans Faizal Hasjim dan Tn. Bhakti
Salim, Deficit Cashflow Notarial SGL, pemegang saham, CUN dan TIM, pihak yang berelasi,
bagian bangunan Condotel dan jaminan lain dalam bentuk dan jumlah yang dapat diterima oleh
Bank.
55
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
c. Pinjaman yang diperoleh PT Bina Buana Sarana (BBS), terdiri dari: (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (lanjutan)
Berdasarkan perjanjian dengan Mandiri, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank, BBS
tidak diperkenankan untuk merubah status hukum dan kepemilikan usaha, memperoleh fasilitas
kredit, dari bank lain, kecuali dalam transaksi usaha yang wajar, mengikat diri sebagai penjamin
utang atau menjaminkan harta kekayaan BBS kepada pihak lain, mengambil bagian keuntungan
atau modal untuk kepentingan di luar usaha dan kepentingan pribadi dan memindahkan barang
agunan.
Jumlah saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp126.494.000.000
d. Pinjaman yang diperoleh PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN), terdiri dari:
Pada tanggal 16 Juni 2010, CUN menerima fasilitas kredit pinjaman transaksi khusus dari
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) dengan maksimum kredit sebesar Rp51.000.000.000. Jangka
waktu selama tujuh (7) tahun dengan tingkat suku bunga per tahun sebesar 12% pada saat CUN
masih dalam tahap pengembangan dan 11% pada saat CUN sudah beroperasi secara komersial,
provisi sebesar 4% flat dibayar di muka pada saat setelah penandatanganan perjanjian dan 1% dari
outstanding pinjaman pada saat ulang tahun perjanjian kredit.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas ini adalah hak tanggungan atas tanah dan bangunan hotel di
Kuta, Bali, jaminan perusahaan (Company Guarantee) atas nama PT Intiputra Fikasa dan
PT Kace Mas serta jaminan lain dalam bentuk dan jumlah yang dapat diterima oleh Bank.
Berdasarkan perjanjian dengan CIMB, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank, CUN,
tidak akan menjual atau menyewakan seluruh atau sebagian aset, mengubah susunan pengurus
dan para pemegang saham kendali, membayar dividen, melakukan perubahan struktur
permodalan, dan mengubah rencana pembangunan/peruntukan proyek.
Jumlah saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar
Rp46.500.000.000 dan Rp51.000.000.000.
e. Pinjaman yang diperoleh PT Pratika Nugraha (PN), terdiri dari:
Pada tanggal 23 Desember 2011, PN menerima fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk
(Bank CIMB) dengan maksimum kredit sebesar Rp95.000.000.000 untuk tujuan pembiayaan
pembangunan Hotel Saraswati Seminyak, Bali. Jumlah fasilitas kredit yang telah diterima
Perusahaan sampai dengan 31 Desember 2012 sebesar Rp57.029.338.800. Pada tanggal 31
Desember 2011, PN belum melakukan penarikan atas fasilitas kredit tersebut. Tingkat suku bunga
per tahun sebesar 12% dan dapat berubah sewaktu-waktu dengan jangka waktu selama 7 tahun.
Utang bank ini di jaminkan dengan Akta Pemberian Hak Tanggungan atas SHGB (sewa) tanah
yang terletak dijalan Sarimande, Kuta Bali seluas 2800 m2, gadai saham PT Pratika Nugraha,
jaminan pribadi dari Tuan Frans Faizal Hasjim dan Tuan Bhakti Salim, jaminan perusahaan dari PT
Inti Fikasa Raya, PT Cakrawala Mitra Usaha, dan PT Saraswati Griya Lestari, pemegang saham
PN.
Sesuai dengan perjanjian pinjaman, PN diwajibkan mensyaratkan assignment proceed cash flow
dari PT Cakrawala Usaha Nusantara, PT Tiara Inti Mulia, PT Bina Buana Sarana, PT Inti Fikasa
Raya, PT Cakrawala Mitra Usaha, semuanya pihak-pihak yang berelasi atas utang bank kepada
Bank CIMB dan memenuhi batasan-batasan tertentu.
56
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
c.
Pinjaman yang diperoleh PT Pratika Nugraha (PN), terdiri dari: (lanjutan)
Sehubungan dengan pinjaman kepada CIMB Niaga, Perusahaan diwajibkan memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1. Tingkat leverage maksimal 4 kali pada tahun 2015, 3 kali pada tahun 2016 dan 2 kali pada
tahun 2017 tahun-tahun selanjutnya.
2. Tingkat EBTIDA utang bank maksimal 3 kali pada tahun 2014 dan 2 kali pada tahun 2015 dan
tahun-tahun selanjutnya.
3. Tingkat Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1 kali pada tahun 2014 dan tahuntahun selanjutnya.
19. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Akun ini merupakan utang atas fasilitas pembiayaan konsumen untuk pembelian kendaraan dengan
rincian sebagai berikut:
2012
PT BCA Finance
PT BII Finance
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
PT CIMB Niaga Finance
PT Balimor Finance
2011
554.022.086
512.507.738
454.616.647
214.103.822
27.304.921
1.253.275.735
47.143.946
680.762.653
128.299.112
Utang pembiayaan konsumen jangka panjang
sebelum dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun
1.762.555.214
2.109.481.446
Dikurangi bagian utang pembiayaan konsumen
yang jatuh tempo dalam satu tahun
1.058.639.700
1.069.911.458
703.915.514
1.039.569.988
Utang pembiayaan konsumen bagian jangka panjang
a. Utang pembiayaan yang diperoleh PT Tiara Inti Mulia (TIM):
TIM mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT BCA Finance dan PT BII Finance
dengan jumlah fasilitas pembiayaan yang diterima masing-masing sebesar Rp1.737.520.000 dan
Rp131.200.000 untuk membiayai pembelian kendaraan dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun yang
berakhir pada tahun 2013 dan 2014.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo utang pembiayaan konsumen dari
PT BCA Finance adalah masing-masing sebesar Rp436.863.638 dan Rp1.027.982.126,
sedangkan dari PT BII Finance adalah masing-masing sebesar Rp3.626.457 dan Rp47.143.946.
b. Utang pembiayaan yang diperoleh PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN):
CUN mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT Balimor Finance dan PT BCA
Finance dengan jumlah fasilitas pembiayaan yang diterima masing-masing sebesar Rp280.000.000
dan Rp221.520.000 untuk membiayai pembelian kendaraan dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun
yang berakhir pada tahun 2013 dan 2014.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo utang pembiayaan konsumen dari
PT Balimor Finance adalah masing-masing sebesar Rp27.304.921 dan Rp128.299.112, sedangkan
dari PT BCA Finance adalah masing-masing sebesar Rp72.455.480 dan Rp146.220.541.
57
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)
c. Utang pembiayaan yang diperoleh PT Bina Buana Sarana (BBS):
Pada tahun 2011, BBS mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan
PT BCA Finance dengan jumlah fasilitas pembiayaan yang diterima sebesar Rp106.080.000 untuk
membiayai pembelian kendaraan dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun yang berakhir pada tahun
2014.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo utang pembiayaan konsumen dari PT BCA
Finance adalah masing-masing sebesar Rp44.702.968 dan Rp79.073.068.
d. Utang pembiayaan yang diperoleh PT Cakrawala Mitra Usaha (CMU):
CMU mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
untuk membiayai pembelian kendaraan dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun yang berakhir pada
tahun 2013 dan 2014 dengan jumlah fasilitas pembiayaan yang diterima adalah sebesar
Rp740.000.000.
CMU mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT Bank International Indonesia
Tbk dan PT CIMB Niaga Auto Finance, untuk membiayai pembelian kendaraan dengan jangka
waktu 3 (tiga) tahun yang berakhir pada tahun 2015 dengan jumlah fasilitas pembiayaan yang
diterima masing-masing adalah sebesar Rp602.000.000 dan Rp245.708.200.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, saldo utang pembiayaan konsumen dari PT Mitsui
Leasing Capital Indonesia adalah masing-masing Rp454.616.647 dan Rp680.762.653.
Saldo utang pembiayaan konsumen dari PT BII Finance pada tanggal 31 Desember 2012 adalah
sebesar Rp508.881.281, sedangkan saldo utang pembiayaan konsumen dari PT CIMB Niaga
Finance adalah sebesar Rp214.103.822.
20. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
Perusahaan dihitung oleh aktuaris independen, PT Prima Bhaksana Lestari, dengan menggunakan
metode “Projected Unit Credit” yang laporannya masing-masing bertanggal 28 Januari 2013 dan
24 Pebruari 2012.
Asumsi aktuaria dan perhitungan yang digunakan oleh Perusahaan dalam menentukan beban dan
liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
2012
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Usia pensiun
Metode penilaian
6,77%
10%
55 tahun
Projected Unit Credit
2011
7,00%
10%
55 Tahun
Projected Unit Credit
Pada tanggal 31 Desember 2012, liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Entitas Anak,
dihitung oleh aktuaris independen, PT Prima Bhaksana Lestari, dengan menggunakan metode
“Projected Unit Credit” yang laporannya bertanggal 28 Januari 2013.
Pada tanggal 31 Desember 2011, liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Entitas Anak,
kecuali PT Pratika Nugraha, dihitung oleh aktuaris independen, PT Prima Bhaksana Lestari, dengan
menggunakan metode “Projected Unit Credit” yang laporannya masing-masing bertanggal 24 Pebruari
2012.
58
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2011, PN belum mencatat liabilitas imbalan kerja karyawan dikarenakan
PN belum memiliki karyawan tetap.
Asumsi aktuaria dan perhitungan yang digunakan oleh Entitas Anak dalam menentukan beban dan
liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
2012
Tingkat Diskonto
PT Tiara Inti Mulia
PT Cakrawala Usaha Nusantara
PT Bina Buana Sarana
PT Cakrawala Mitra Usaha
PT Pratika Nugraha
Tingkat kenaikan gaji
Usia pensiun
Tingkat kematian
Metode penilaian
5,87%
6,03%
6,24%
6,35%
5,77%
10,00%
55 Tahun
100 % TMI2011
Projected Unit Credit
2011
7,00%
7,00%
7,00%
7,00%
10,00%
55 Tahun
100 % TMI99
Projected Unit Credit
Rekonsiliasi liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, adalah sebagai berikut:
2012
2011
Liabilitas pada awal tahun
Beban liabilitas diestimasi (Catatan 25)
Pembayaran imbalan
2.988.574.021
3.265.679.382
(16.905.000 )
842.159.737
2.146.414.284
-
Liabilitas akhir tahun
6.237.348.403
2.988.574.021
Beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian adalah sebagai
berikut:
2012
2011
Biaya jasa kini
Beban bunga
Kerugian aktuaria
3.047.668.526
217.843.334
167.522
2.063.842.598
80.902.621
1.669.065
Jumlah beban imbalan kerja
3.265.679.382
2.146.414.284
Jumlah liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
2012
2011
Nilai kini liabilitas
Kerugian aktuarial yang belum diakui
6.162.093.193
75.255.210
3.012.099.700
(23.525.679)
Liabilitas akhir tahun
6.237.348.403
2.988.574.021
59
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham dan pemilikannya pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah
sebagai berikut:
31 Desember 2012
Pemegang Saham
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor penuh
Persentase
Pemilikan
Jumlah
PT Tiara Realty
Tn. Bhakti Salim
Tn. Frans Faizal Hasjim
Tn. Agung Salim
2.910.000.000
45.000.000
30.000.000
15.000.000
97,00%
1,50%
1,00%
0,50%
291.000.000.000
4.500.000.000
3.000.000.000
1.500.000.000
Jumlah
3.000.000.000
100,00%
300.000.000.000
31 Desember 2011
Pemegang Saham
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor penuh
Persentase
Pemilikan
Jumlah
PT Tiara Realty
Tn. Bhakti Salim
Tn. Frans Faizal Hasjim
Tn. Agung Salim
1.224.390.000
17.805.000
11.870.000
5.935.000
97,17%
1,41%
0,94%
0,48%
122.439.000.000
1.780.500.000
1.187.000.000
593.500.000
Jumlah
1.260.000.000
100,00%
126.000.000.000
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan pada tanggal 28 Januari 2011,
yang telah diakta berdasarkan Akta Notaris Dewi Sukardi, S.H., M.Kn., notaris di Tangerang Selatan
No. 7 tanggal 22 Pebruari 2011, para pemegang saham menyetujui antara lain:
a. Menyetujui pengalihan seluruh saham milik PT Intiputra Fikasa sejumlah 3.400 lembar saham atau
sebesar Rp1.700.000.000 kepada PT Tiara Realty.
b. Menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan dari semula Rp8.000.000.000 menjadi
Rp470.000.000.000.
c. Menyetujui peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan Perusahaan yang semula
Rp2.000.000.000 menjadi Rp118.700.000.000, peningkatan modal sebesar Rp116.700.000.000
telah diambil bagian dan disetor secara penuh sebesar Rp113.439.000.000 oleh PT Tiara Realty,
sebesar Rp1.555.500.000 oleh Tn. Bhakti Salim, sebesar Rp518.500.000 oleh Tn. Agung Salim,
dan sebesar Rp1.187.000.000 oleh Tn. Frans Faizal Hasjim.
d. Perubahan nilai nominal saham yang semula Rp500.000 menjadi Rp100.
Akta perubahan di atas telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan No. AHU-18030.AH.01.02.TAHUN 2011 tanggal 11 April 2011.
Berdasarkan Keputusan Rapat Para Pemegang Saham Perusahaan tanggal 25 Oktober 2011, yang
telah diaktakan berdasarkan Akta Notaris Dewi Maya Rachmandani Sobari, S.H., notaris di Tangerang
Selatan No. 4 tanggal 2 Nopember 2011, para pemegang saham menyetujui antara lain:
a. Peningkatkan modal di tempatkan dan modal disetor Perusahaan yang semula Rp118.700.000.000
yang terbagi atas 1.187.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 menjadi
Rp126.000.000.000, yang terbagi atas 1.260.000.000 lembar saham dengan nilai nominal yang
sama;
b. Penambahan saham baru sebesar Rp7.300.000.000 diambil secara penuh oleh PT Tiara Realty.
60
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya
No. AHU-AH.01.10-38629 tanggal 29 Nopember 2011.
Berdasarkan Akta Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn., No. 11 tanggal 26 Juni 2012
menyatakan penegasan kembali atas perubahan anggaran dasar Perusahaan yang telah diaktakan
dengan Akta Notaris No. 11 tanggal 26 Juli 2012 dari Notaris Harry Purnomo, S.H., M.H., M.Kn.
sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dari semula sebesar
Rp126.000.000.000 menjadi Rp216.000.000.000 dimana peningkatan sebesar Rp90.000.000.000
telah diambil bagian oleh seluruh pemegang saham Perusahaan. Akta penegasan tersebut telah
dilaporkan dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.10-33763 tanggal 17 September
2012.
Berdasarkan akta notaris Dewi Sukardi S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 16 Oktober 2012, antara lain,
mengenai peningkatan modal dasar dari semula Rp470.000.000.000 menjadi Rp1.200.000.000.000
dan peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan dari semula berjumlah Rp216.000.000.000
menjadi Rp300.000.000.000.
Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik
Indonesia
dalam
Surat
Keputusannya
No.AHU-55211.AH.01.02
tanggal
25 Oktober 2012.
22. PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari:
2012
Penjualan kondominium
Kamar
Makanan dan minuman
Departemental lainnya
Jumlah
2011
82.143.069.686
32.791.548.522
10.168.187.290
1.493.697.489
9.276.721.371
2.581.219.105
679.706.872
126.596.502.987
12.537.647.348
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi pada tahun 2012 dan 2011.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak ada transaksi
pendapatan kepada satu pelanggan pihak ketiga yang jumlah pendapatan kumulatif melebihi 10%
dari pendapatan usaha konsolidasian.
23. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari:
2012
Bangunan (Catatan 7)
Makanan dan minuman
Kamar
26.955.871.857
7.611.058.409
7.112.417.044
61
2011
1.766.495.970
1.671.734.175
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN POKOK PENDAPATAN (lanjutan)
Listrik, air, dan telekomunikasi
Tanah
Departemental lainnya
Jumlah
2012
2011
2.669.291.653
631.462.038
5.222.043.431
667.228.602
150.946.484
1.289.810.258
50.202.144.432
5.546.215.489
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 tidak ada transaksi pembelian
kepada satu pemasok pihak ketiga yang jumlah pendapatan kumulatif melebihi 10% dari pendapatan
usaha konsolidasian.
24. BEBAN USAHA - PEMASARAN
Akun ini terdiri dari:
2012
Iklan
Gaji dan tunjangan
Komisi penjualan
Perjalanan dinas
Keamanan dan kebersihan
Jamuan dan sumbangan
Listrik dan air
Lain-lain (dibawah Rp20juta)
Jumlah
2011
645.602.225
452.854.878
251.158.192
140.755.622
50.760.000
34.926.903
23.539.874
23.085.659
2.375.420.923
691.083.829
452.740.829
374.068.666
52.478.601
83.160.922
29.638.107
46.531.333
1.622.683.353
4.105.123.210
25. BEBAN USAHA - UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
2012
2011
Gaji dan tunjangan
Penyusutan aset tetap (Catatan 10)
Imbalan kerja karyawan (Catatan 20)
Biaya pra operasi
Jasa manajemen
Tenaga ahli
Perjalanan dinas
Sewa
Pajak dan perijinan
Perbaikan dan pemeliharaan
Cadangan pembelian aset tetap
Jamuan
Biaya jasa alih daya
Asuransi
Listrik, air dan telepon
Alat perlengkapan kantor
Keamanan dan kebersihan
Lain-lain (di bawah Rp50Juta)
14.973.696.742
8.807.829.660
3.265.679.382
2.572.872.707
2.566.523.525
2.259.483.600
1.429.167.618
1.415.375.313
736.667.915
729.787.390
658.692.529
497.895.361
476.286.933
439.058.711
220.779.517
126.251.251
90.485.601
1.940.888.920
11.148.111.341
3.405.127.123
2.146.414.284
5.256.064.450
3.157.416.168
1.430.106.025
1.254.594.073
1.010.228.308
84.822.619
277.657.197
518.226.003
348.404.312
246.105.281
130.102.032
285.198.526
1.046.600.137
Jumlah
43.207.422.675
31.745.177.879
62
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Perhitungan kepentingan non pengendali atas aset bersih Entitas Anak yang dikonsolidasi pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
2012
Kepentingan non pengendali
pada awal tahun
Penambahan uang muka
setoran modal
Penyesuaian atas perubahan
kepemilikan kepentingan
non-pengendali
Bagian kepentingan non pengendali
atas laba (rugi) bersih tahun berjalan
Selisih nilai transaksi Restrukturisasi
entitas sepengendali
2011
1.475.864.019
(3.520.821.219)
1.103.000.000
1.027.000.000
(24.718.308 )
Kepentingan non pengendali
4.275.489.474
164.893.850
(244.743.049)
-
(61.061.187)
2.719.039.561
1.475.864.019
27. LABA (RUGI) NETO PER SAHAM DASAR
Laba (rugi) neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) komprehensif tahun berjalan
yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar pada tahun berjalan.
2012
Laba (rugi) bersih
tahun berjalan yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Jumlah rata-rata tertimbang saham
Laba (rugi) neto per saham dasar
2011
16.960.927.499
1.920.000.000
(31.043.750.272)
1.101.916.667
8,83
(28,17)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN
Perikatan dan perjanjian dengan Perusahaan dan Entitas Anak sebagai berikut :
Dalam rangka pembangunan kondominium hotel di Uluwatu, Bali PT Tiara Inti Mulia (TIM) mengadakan
perikatan dan perjanjian dengan beberapa kontraktor/pemasok sebagai berikut :
a. Pada tanggal 11 Januari 2010, TIM telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 001/BAU-TATA/I/2010 dengan PT Tatamulia Nusantara Indah, pihak ketiga untuk pekerjaan
pembangunan vila dan kondominium serta lobby, public facility di Labuan Sait, Bali. Harga paket
pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp157.000.000.000. Jangka waktu pelaksanaan adalah 15
bulan sejak serah terima lapangan.
63
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
b. Perjanjian dengan Lodging Management (Labuan) Limited (LML) mengemukakan bahwa LML
akan memberikan jasa sehubungan dengan operasional hotel TIM. Sebagai kompensasi, TIM akan
membayar biaya manajemen bulanan yang terdiri dari biaya manajemen dasar sebesar 2,5% dari
pendapatan kotor, dan biaya insentif manajemen setinggi-tingginya sebesar 8% dari laba bruto
operasional hotel yang telah disesuaikan. Perjanjian ini berlaku selama 10 tahun sejak tanggal
efektifnya perjanjian yaitu 9 Januari 2009 kecuali terdapat penyelesaian lebih dini sesuai dengan
ketentuan dalam perjanjian tersebut. Perjanjian ini dapat diperpanjang selama 10 tahun berturutturut atas persetujuan kedua belah pihak. Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, Anantara
bali Uluwatu, Resort & Spa belum beroperasi, sehingga TIM belum membayar biaya manajemen
dan membebankan biaya lisensi pada operasional hotel.
c.
Perjanjian dengan Lodging Management (Labuan) Limited (LML) memberikan TIM ijin untuk
menggunakan nama “Anantara” termasuk logo, design, trademarks, service marks dan registrasi
sehubungan dengan Hotel. Perjanjian ini berlaku sepanjang Management Agreement dengan LML
masih berlaku, kecuali terdapat penyelesaian lebih dini sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dalam perjanjian tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 Anantara Bali Uluwatu,
Resort & Spa Uluwatu belum beroperasi, sehingga TIM belum membayar dan membebankan biaya
manajemen pada operasional hotel.
Dalam rangka pembangunan kondominium hotel di Kuta, Bali, PT Cakrawala Usaha Nusantara
(CUN) mengadakan perikatan dan perjanjian dengan beberapa kontraktor/pemasok sebagai berikut :
a. Pada tanggal 5 Agustus 2010, CUN telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 011/CU-ASH/JKS/VIII/10 dengan PT Jaya Kusuma Sarana untuk melaksanakan
pembangunan pekerjaan struktur - Proyek All Season di Kuta, Bali. Harga Paket pekerjaan
tersebut adalah sebesar Rp5.577.000.000. Jangka waktu pelaksanaan adalah 6 bulan terhitung
sejak tanggal 1 Juli 2010.
b. Pada tanggal 27 Agustus 2010, CUN telah menandatangani Surat perintah Kerja
No. 002/CUN-ASH/SMI/VIII/10 dengan PT Synergy Media Informasi, pihak ketiga untuk
melaksanakan pembangunan pekerjaan mekanik electrical plumbing - proyek All Season di Kuta,
Bali. Harga paket pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp13.070.180.000. Jangka waktu
pelaksanaan adalah 5 bulan terhitung sejak tanggal 1 September 2010.
c. Pada tanggal 4 Oktober 2010, CUN telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 003/CUN-ASH/X/2010 dengan PT Tiara Cipta Nirwana, pihak ketiga untuk melaksanakan
pekerjaan penyambungan listrik dengan daya 555.000 VA - Proyek All Season di Kuta, Bali.
Harga paket pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp950.280.870. Jangka waktu pelaksanaan
adalah 90 hari terhitung sejak dikeluarkannya Surat Ijin Penyambungan dari PT PLN (Persero).
d. Pada tanggal 1 Desember 2010, CUN telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 005/CUN-ASH/DD/XII/10 dengan PT Dharma Djati, pihak ketiga untuk melaksanakan
pekerjaan pembuatan sumur bor beserta pengadaan dan pemasangan pompa submersible Proyek All Season di Kuta, Bali. Harga paket pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp569.030.000.
Jangka waktu pelaksanaan adalah 50 hari terhitung sejak Surat Perintah Kerja (SPK) dikeluarkan
dan penandatanganan kontrak kerja.
e. Pada tanggal 2 Desember 2010, CUN telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 004/CUN-ASH/JKS/XII/10 dengan PT Jaya Kusuma Sarana, pihak ketiga untuk
melaksanakan pembangunan pekerjaan arsitektur - Proyek All Season di Kuta, Bali. Harga paket
pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp14.684.000.000. Jangka waktu pelaksanaan adalah 5
bulan terhitung sejak tanggal 1 Nopember 2010.
64
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PERIKATAN DAN PERJANJIAN (lanjutan)
f.
Pada tanggal 12 Desember 2010, CUN telah menandatangani Surat Perintah Kerja No.
1210/CY/CUN/751 dengan PT Supranusa Sindata, pihak ketiga untuk pengadaan dan
implementasi software komputer Visual Hotel Program (VHP) – Proyek All Season di Kuta, Bali.
Harga paket pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp219.032.000. Jangka waktu pelaksanaan
adalah 12 hari kerja setelah Perusahaan telah memberikan data-data statis hotel seperti: data
kamar, departemen, artikel penjualan/pembayaran, daftar pemasok, Chart of Account.
Dalam rangka pembangunan kondominium hotel di Ubud, Bali, PT Bina Buana Sarana (BBS)
mengadakan perikatan dan perjanjian dengan beberapa kontraktor/pemasok sebagai berikut :
a. Pada tanggal 14 Januari 2011, BBS telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 001/WU/PR/I/2011 dengan PT Tatamulia Nusantara Indah, pihak ketiga untuk pekerjaan
pembangunan vila dan kondominium serta lobby, public facility Proyek Westin Ubud. Harga paket
pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp185.000.000.000. Jangka waktu pelaksanaan adalah 10
bulan sejak serah terima lapangan.
b. Pada tanggal 14 April 2011, BBS telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 009/WU/GCA/IV/2011 dengan PT Graha Cipta Aditama, pihak ketiga untuk pekerjaan
pembangunan vila dan kondominium serta lobby, public facility Proyek Westin Ubud. Harga paket
pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp28.860.000.0000. Jangka waktu pelaksanaan adalah 12
bulan sejak 24 April 2011.
c.
Pada tanggal 7 September 2011, BBS telah menandatangani Surat Perintah Kerja
No. 006/BBS/WU/TATA/IX/2011 dengan PT Tatamulia Nusantara Indah, pihak ketiga untuk
pekerjaan pembangunan vila dan kondominium serta lobby, public facility Proyek Westin Ubud.
Harga paket pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp2.120.000.0000. Jangka waktu pelaksanaan
adalah 3 bulan sejak 5 September 2011.
d. Perjanjian dengan Starwood Asia Pacific Hotels & Resorts Pte. Ltd (Starwoods) mengemukakan
bahwa Starwoods akan memberikan jasa sehubungan dengan operasional hotel BBS. Sebagai
kompensasi, BBS akan membayar biaya manajemen bulanan yang terdiri dari biaya manajemen
dasar sebesar 2,5% dari pendapatan kotor, dan biaya insentif manajemen sebesar 5% dari laba
bruto operasional hotel yang telah disesuaikan, sebagaimana dijelaskan dalam perjanjian tersebut.
Dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya sebagai operator hotel PT Cakrawala Mitra Usaha
(CMU) mengadakan perikatan dan perjanjian untuk kegiatan operasionalnya antara lain:
Perjanjian dengan PT Bangun Wahana Indah Indonesia dalam Internasional Best Western (BWII)
mengemukakan bahwa BWII akan memberikan jasa sehubungan dengan operasional hotel
Perusahaan. Sebagai kompensasi, CMU akan membayar biaya manajemen bulanan yang terdiri dari
biaya manajemen dasar sebesar 2,5% dari pendapatan kotor, dan biaya insentif manajemen sebesar
5% dari laba bruto operasional hotel yang telah disesuaikan. Perjanjian ini berlaku selama 10 tahun
sejak tanggal efektifnya perjanjian yaitu 30 Juni 2012 kecuali terdapat penyelesaian lebih dini sesuai
dengan ketentuan dalam perjanjian tersebut. Perjanjian ini dapat diperpanjang selama 3 periode 2
tahun berturut-turut atas persetujuan kedua belah pihak. Biaya jasa manajemen yang dibebankan
pada operasional hotel adalah masing-masing sebesar Rp1.655.580.585 dan Rp373.069.090 untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dicatat sebagai bagian dari akun
“Beban Umum dan Administrasi-Jasa Manajemen” pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
65
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 aset dan liabilitas moneter Grup dalam mata uang
asing adalah sebagai berikut:
31 Desember 2012
Aset keuangan
IDR
Ekuivalen
Mata uang asing
31 Desember 2011
Ekuivalen
Mata uang asing
IDR
Kas dan setara kas
1.762.924.935
USD182.309
620.137.851
USD68.431
Piutang usaha
3.108.052.282
USD 321.412
-
-
Jumlah Aset
4.870.977.217
620.137.851
Liabilitas
Utang kontraktor dan
usaha
2.430.626.346
USD251.357
-
-
462.658.760
EUR36.117
-
-
Utang bank
62.471.790.374
USD6.460.371
77.582.424.276
USD8.555.627
Uang muka penjualan
10.574.414.698
USD1.093.528
56.589.800.534
USD6.240.604
Jumlah Liabilitas
Liabilitas
dalam mata uang asing
bersih
75.939.490.178
134.172.224.810
(71.068.512.961)
(133.552.086.959)
Jika nilai denominasi liabilitas neto dari mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2012
ditampilkan dengan menggunakan nilai tukar yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal
22 Maret 2013 (tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian), yaitu Rp9.743 untuk 1 Dollar
AS dan Rp12.580 untuk 1 Euro, liabilitas neto moneter Grup akan meningkat sebesar
Rp524.694.404.
30. INFORMASI SEGMEN
Sesuai dengan PSAK No. 5, “Segmen Operasi”, informasi segmen di bawah ini dilaporkan
berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen
usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya.
a. Segmen operasi
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan (Catatan
1a), Perusahaan dan Entitas Anak memiliki usaha bidang penyediaan akomodasi dibidang
perhotelan dan properti.
66
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
b. Informasi menurut segmen operasi
Informasi tentang Perusahaan dan Entitas Anak menurut segmen usaha adalah sebagai berikut:
31 Desember 2012
Hotel
Properti
Jumlah
Eliminasi
Konsolidasian
Pendapatan
Pihak eksternal
44.453.433.301
85.143.069.686
129.596.502.987
(3.000.000.000)
126.596.502.987
Hasil segmen
18.538.622.764
57.855.735.791
76.394.358.555
-
76.394.358.555
Beban usaha
13.507.852.863
31.322.253.165
44.830.106.028
-
44.830.106.028
Hasil
Laba usaha
Beban lain-lain, bersih
Laba sebelum manfaat (beban) pajak
penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan
Laba sebelum rugi entitas anak praakusisi dari transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Rugi entitas anak pra-akusisi dari
transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali
Laba bersih tahun berjalan
Pendapatan komprehensif lain
Jumlah Laba komprehensif
5.030.769.901
26.533.482.626
31.564.252.527
-
31.564.252.527
(2.102.487.114)
(6.427.892.224)
(8.530.379.338)
(24.718.308)
(8.505.661.030)
2.928.282.787
20.105.590.402
23.033.873.189
24.718.308
23.058.591.497
(1.527.825.755)
(4.404.944.393)
(5.932.770.148)
-
(5.932.770.148)
1.400.457.032
15.700.646.009
17.101.103.041
24.718.308
17.125.821.349
-
-
-
-
-
1.400.457.032
15.700.646.009
17.101.103.041
24.718.308
17.125.821.349
-
-
-
-
-
1.400.457.032
15.700.646.009
17.101.103.041
24.718.308
17.125.821.349
452.164.478.400
823.133.710.937
1.275.298.189.337
(431.681.244.731)
843.616.944.606
154.307.659.567
549.950.673.326
704.258.332.893
(134.681.244.731)
569.577.088.162
Informasi lainnya
Aset segmen
Liabilitas segmen
67
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
b. Informasi menurut segmen operasi (lanjutan)
31 Desember 2011
Hotel
Properti
Jumlah
Eliminasi
Konsolidasian
Pendapatan
Pihak eksternal
12.537.647.348
591.484.298
13.129.131.646
(591.484.298)
12.537.647.348
Hasil segmen
6.550.894.045
440.537.814
6.991.431.859
-
6.991.431.859
Beban usaha
9.493.805.784
26.356.495.305
35.850.301.089
-
35.850.301.089
Rugi usaha
(2.942.911.739)
(25.915.957.491)
(28.858.869.230)
-
(28.858.869.230)
Beban lain-lain, bersih
(1.446.526.225)
(2.346.618.391)
(3.793.144.616)
(4.275.489.474)
(8.068.634.090)
Rugi sebelum manfaat (beban) pajak
penghasilan
(4.389.437.964)
(28.262.575.882)
(32.652.013.846)
(4.275.489.474)
(36.927.503.320)
Manfaat (beban) pajak penghasilan
950.634.040
(59.148.430)
891.485.610
-
891.485.610
Rugi sebelum rugi entitas anak praakusisi dari transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
(3.438.803.924)
(28.321.724.312)
(31.760.528.236)
(4.275.489.474)
(36.036.017.710)
-
-
-
4.747.524.389
4.747.524.389
(3.438.803.924)
(28.321.724.312)
(31.760.528.236)
472.034.915
(31.288.493.321)
-
-
-
-
-
(3.438.803.924)
(28.321.724.312)
(31.760.528.236)
472.034.915
(31.288.493.321)
205.516.844.687
536.716.058.980
742.232.903.667
(196.509.377.182)
545.723.526.485
83.060.482.887
382.233.667.377
465.294.150.264
(1.406.377.182)
463.887.773.082
Hasil
Rugi entitas anak pra-akusisi dari
transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali
Rugi bersih tahun berjalan
Pendapatan komprehensif lain
Rugi komprehensif
Informasi lainnya
Aset segmen
Liabilitas segmen
68
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. AKUISISI ANAK PERUSAHAAN
a. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
Pada bulan Pebruari 2011, Perusahaan membeli 64% kepemilikan PT Bina Buana Sarana (BBS),
PT Cakrawala Usaha Nusantara (CUN), PT Tiara Inti Mulia (TIM) dan PT Pratika Nugraha (PN)
yang dimiliki oleh PT Intiputra Fikasa (IF), pihak yang berelasi, dengan total nilai pembelian
sebesar Rp1.536.000.000. Kemudian pada bulan yang sama, Perusahaan melakukan setoran
modal kepada BBS, CUN, TIM dan PN sebesar Rp19.480.000.000, Rp28.958.000.000,
Rp60.085.000.000 dan Rp14.754.000.000. Atas penyertaan tersebut, Perusahaan memperoleh
99,25% kepemilikan saham pada CUN dan 99,00% kepemilikan saham pada BBS, TIM dan PN.
Total aset bersih semua Entitas Anak yang menjadi bagian Perusahaan pada tanggal akuisisi
dan penyertaan saham adalah sebesar (Rp9.290.349.742). Selisih antara nilai pembelian dengan
total aset bersih atas penyertaan saham Perusahaan di Entitas Anak tersebut sebesar
Rp10.826.349.742 dicatat dan dibukukan pada akun “Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali” pada Ekuitas (Defisiensi Modal) di Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.
Pada bulan Mei 2011, Perusahaan membeli 99,00% kepemilikan PT Cakrawala Mitra Usaha
(CMU) yang dimiliki oleh PT Intiputra Fikasa (IF) dan PT Kace Mas (KM), pihak yang berelasi,
dengan total nilai pembelian sebesar Rp1.980.000.000. Atas penyertaan tersebut, Perusahaan
memperoleh 99,00% kepemilikan saham pada CMU. Total aset bersih CMU yang menjadi bagian
Perusahaan pada tanggal akuisisi dan penyertaan saham adalah sebesar Rp284.528.674.
Selisih antara nilai pembelian dengan total aset bersih atas penyertaan saham Perusahaan di
CMU tersebut sebesar Rp1.695.471.326 dicatat dan dibukukan pada akun “Selisih nilai transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali” pada Ekuitas (Defisiensi Modal) di Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian.
PT Tiara Inti
Mulia (TIM)
Net Aset Bersih
Harga Akuisisi
Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas
Seepengendali
PT Bina Buana
Sarana (BBS)
PT Cakrawala
Usaha
Nusantara
(CUN)
PT Pratika
Nugraha (PN)
PT Cakrawala
Mitra Usaha
(CMU)
Jumlah
(6.400.569.469)
(596.057.258)
(2.318.601.155)
24.878.140
284.528.674
(9.005.821.068)
800.000.000
320.000.000
320.000.000
96.000.000
1.980.000.000
3.516.000.000
(7.200.569.469)
(916.057.258)
(2.638.601.155)
(71.121.860)
(1.695.471.326)
(12.521.821.068)
b. Rugi Anak Perusahaan Pra Akuisisi
Pada bulan Pebruari dan Mei 2011, Perusahaan melakukan akuisisi saham dan penyertaan
modal atas saham BBS, CUN, CMU, TIM dan PN. Rugi Entitas Anak tersebut untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2011 sebelum tanggal akuisisi tidak diperhitungkan sebagai bagian laba
komprehensif konsolidasian, dengan rincian sebagai berikut:
2011
CMU
TIM
CUN
BBS
PN
1.682.302.299
1.450.254.339
799.977.714
791.190.928
23.799.109
Jumlah
4.747.524.389
69
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. CADANGAN UMUM
Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No.1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret
1995, dan telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan pada bulan Agustus
2007, mengharuskan pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari
jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka
waktu untuk pembentukan penyisihan tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perusahaan belum membentuk cadangan umum
tersebut, dikarenakan Perusahaan masih mengalami saldo defisit.
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko kredit, risiko mata uang asing
dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen risiko Grup secara keseluruhan adalah untuk secara efektif
mengelola risiko-risiko tersebut dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja
keuangan Grup. Direksi mereview dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko,
termasuk juga risiko ekonomi dan risiko usaha Grup, yang dirangkum di bawah ini, dan juga
memantau risiko harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.
a. Risiko kredit
Aset keuangan Grup yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko kredit pada
dasarnya terdiri dari kas dan setara kas dan piutang usaha. Grup memiliki kebijakan kredit dan
prosedur untuk memastikan berlangsungnya evaluasi kredit dan pemantauan akun secara aktif.
Risiko kredit Grup timbul dari kegagalan bayar pihak lain, dengan risiko maksimum sama dengan
jumlah tercatat instrumen tersebut. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, tidak
terdapat konsentrasi risiko kredit secara signifikan.
Risiko kredit pelanggan dikelola dengan cara melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak
ketiga yang diakui dan kredibel. Grup memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan
melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit.
Risiko kredit maksimum Grup untuk komponen dalam laporan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah nilai tercatat seperti yang diilustrasikan dalam Catatan atas
laporan keuangan konsolidasian.
b. Risiko mata uang asing
Grup terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam Dolar Amerika
Serikat pada liabilitas yang timbul dari utang bank dan uang muka penjualan. Manajemen telah
membuat kebijakan untuk mengelola risiko mata uang asing terhadap mata uang fungsional
Grup. Untuk mengelola risiko nilai tukar mata uang asing, Grup hanya bertransaksi dengan
institusi keuangan terkemuka.
c. Risiko likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan setara kas yang
memadai untuk mendukung kegiatan bisnis secara tepat waktu. Grup menjaga keseimbangan
antara kesinambungan penagihan piutang serta melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank
dan pinjaman lainnya.
70
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Risiko likuiditas (lanjutan)
Grup juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal
jatuh tempo utang bank panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk
memelihara fleksibilitas pendanaan dengan cara menjaga ketersediaan komitmen fasilitas kredit.
Kegiatan ini meliputi pinjaman bank.
d. Manajemen modal
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan terpeliharanya rasio modal
yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
maupun proses selama tahun penyajian.
Kebijakan Grup adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
34. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut
dapat ditukar di dalam transaksi antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang
memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan
likuidasi.
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar masing-masing
kelompok dari instrumen keuangan Grup:
1. Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang non-usaha, utang kontraktor dan usaha - pihak
ketiga, utang non-usaha dan biaya masih harus dibayar (utang bunga) mendekati nilai
tercatatnya karena bersifat jangka pendek.
2. Nilai tercatat dari utang bank jangka pendek, utang jangka panjang berupa utang bank dan
utang pembiayaan konsumen, mendekati nilai wajarnya karena suku bunga mengambang dari
instrumen keuangan ini tergantung penyesuaian oleh pihak bank atau perusahaan pembiayaan.
3. Nilai wajar piutang pihak berelasi dan utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya historis karena
nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Tidak praktis untuk mengestimasi nilai wajar dari
piutang dan utang tersebut karena tidak ada jangka waktu pembayaran yang pasti walaupun
tidak diharapkan untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah tanggal laporan
keuangan konsolidasian diterbitkan oleh manajemen Perusahaan.
71
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
31 Desember 2012
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Piutang usaha - pihak
ketiga
31 Desember 2011
Nilai tercatat
Nilai wajar
Nilai tercatat
Nilai wajar
12.246.854.685
12.246.854.685
3.148.373.800
3.148.373.800
5.170.378.020
5.170.378.020
771.899.462
771.899.462
104.049.453
104.049.453
11.973.004
11.973.004
-
-
-
-
1.844.673.534
1.844.673.534
1.870.907.646
1.870.907.646
62.292.547.335
62.292.547.335
68.919.607.500
68.919.607.500
11.153.984.648
11.153.984.648
14.938.063.932
14.938.063.932
-
-
63.497.908.035
63.497.908.035
1.762.555.214
1.762.555.214
2.109.481.446
2.109.481.446
456.920.129.152
456.920.129.152
245.801.424.262
245.801.424.262
3.001.975.110
3.001.975.110
2.190.990.571
2.190.990.571
Piutang non-usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Liabilitas keuangan
Utang bank jangka pendek
Utang kontraktor dan
usaha
Utang non-usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pembiayaan
konsumen
Utang bank
Biaya masih harus
dibayar- utang bunga
35. KEJADIAN SETELAH TANGGAL PELAPORAN
Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan Perusahaan dalam Penawaran Umum pada
tanggal 10 Januari 2013, maka susunan modal saham dan pemegang saham Perusahaan sebelum
dan setelah Penawaran Umum ini, secara proforma menjadi sebagai berikut:
Keterangan
Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
1.
2.
3.
4.
5.
PT Tiara Realty
Bhakti Salim
Frans Faizal Hasjim
Agung Salim
Masyarakat
Jumlah Modal
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Jumlah
Saham
Sebelum Penawaran Umum
Nilai nominal
(Rp)
%
Setelah Penawaran Umum
Nilai nominal
Jumlah Saham
(Rp)
%
2.910.000.000
45.000.000
30.000.000
15.000.000
-
291.000.000.000
4.500.000.000
3.000.000.000
1.500.000.000
-
97,00
1,50
1,00
0,50
-
2.910.000.000
45.000.000
30.000.000
15.000.000
550.000.000
291.000.000.000
4.500.000.000
3.000.000.000
1.500.000.000
55.000.000.000
81,97
1,27
0,85
0,42
15,49
3.000.000.000
300.000.000.000
100,00
3.550.000.000
355.000.000.000
100,00
Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian diterbitkan oleh manajemen Perusahaan,
akta perubahan susunan modal saham dan pemegang saham Perusahaan sedang dalam proses
penyelesaian.
72
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DENGAN ANGKA PERBANDINGAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010)
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. REKLASIFIKASI AKUN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TAHUN 2011
Akun-akun tertentu dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010 telah direklasifikasi agar sesuai
dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2012, adalah
sebagai berikut:
1 Januari 2011/
31 Desember 2010
31 Desember 2011
Sebelum
Reklasifikasi
Sesudah
Reklasifikasi
Sesudah
Reklasifikasi
Sebelum
Reklasifikasi
Laporan posisi keuangan
Aset
Aset Tetap
Properti Investasi
334.456.416.079
414.128.780.470
-
-
79.672.364.391
-
-
-
37. PERKARA HUKUM DAN LIABILITAS BERSYARAT
Perusahaan tidak mempunyai perkara hukum yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa kewajiban atas gugatan hukum atau tuntutan
dari pihak ketiga tidak akan mempengaruhi posisi keuangan dan hasil operasi masa yang akan
datang secara signifikan.
38. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Manajemen Grup bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 22 Maret 2013.
73
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk
INDUK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Laporan keuangan induk Perusahaan berikut ini, dimana tidak termasuk saldo dari Entitas Anak, telah
disajikan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang konsisten dengan yang digunakan dalam laporan
keuangan konsolidasian Perusahaan, kecuali untuk investasi pada Entitas Anak disajikan sebesar harga
perolehan.
2012
ASET LANCAR
Kas dan bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Piutang non-usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Persediaan
Uang muka dan biaya dibayar di muka
Jumlah Aset Lancar
2011
3.839.436.901
260.105.969
104.998.870
22.433.355
2.991.890
123.784.070.691
11.599.608
2.827.914
207.520.339
7.888.500
127.743.097.960
500.776.077
297.000.000.000
68.310.000.000
126.793.000.000
4.913.990.448
275.591.932
6.440.935.552
4.446.299.924
485.267.537
714.146.360
Jumlah Aset Tidak Lancar
308.630.517.932
200.748.713.821
JUMLAH ASET
436.373.615.892
201.249.489.898
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka penyertaan saham
Penyertaan saham
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp4.465.199.538 pada
tanggal 31 Desember 2012 dan Rp4.215.890.062
pada tanggal 31 Desember 2011
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain
74
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk
INDUK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2012
2011
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi
Utang bank jangka pendek
Utang kontraktor
Pihak ketiga
Utang non-usaha
Pihak ketiga
Biaya masih harus dibayar
Utang pajak
Bagian utang bank jangka
panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
5.704.857.558
1.844.673.534
1.870.907.6463
-
-
102.564.187
4.734.826.767
92.186.844
101.930.427
312.821.4104
22.447.4887
1.300.000.008
1.300.000.0088
13.779.108.898
3.608.106.9793
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang – setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Utang kepada pihak berelasi
Liabilitas imbalan kerja karyawan
123.124.999.970
333.606.696
9.424.999.9786
63.495.811.869
196.388.7559
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
123.458.606.666
73.117.200.6025
Jumlah Liabilitas
137.237.715.564
76.725.307.5818
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
per saham Rp100 pada 31 Desember 2012
dan 2011
Modal dasar - 12.000.000.000 dan 4.700.000.000
saham pada 31 Desember 2012 dan 2011
Modal ditempatkan dan disetor penuh
3.000.000.000 dan1.260.000.000 saham
pada 31 Desember 2012 dan 2011
Defisit
300.000.000.000
(864.099.672)
126.000.000.000
(1.475.817.683)
Jumlah Ekuitas
299.135.900.328
124.524.182.317
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
436.373.615.892
201.249.489.898
75
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk
INDUK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2012
2011
PENDAPATAN
6.428.828.976
6.246.785.732
BEBAN POKOK PENDAPATAN
1.817.649.869
2.232.472.737
LABA BRUTO
4.611.179.107
4.014.312.995
BEBAN USAHA
Pemasaran
Umum dan administrasi
1.712.671.721
1.703.500
1.817.574.669
Jumlah Beban Usaha
1.712.671.721
1.819.278.169
LABA USAHA
2.898.507.386
2.195.034.826
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN
Pendapatan bunga
Pendapatan jasa giro
Beban bunga
Administrasi bank
Lain-lain- bersih
94.488.442
10.861.216
(2.168.952.024)
(3.647.445)
(9.863.958)
541.362
(1.386.709.549)
(21.835.368)
(1.597.198)
Jumlah Beban Lain-lain Bersih
(2.077.113.769)
(1.409.600.753)
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
LABA BERSIH
Pendapatan komprehensif lain
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF BERSIH
76
821.393.617
785.434.073
(209.675.606)
(186.712.480)
611.718.011
598.721.593
-
-
611.718.011
598.721.593
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
2012
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Penerimaan (pembayaran) kembali untuk:
Pembayaran kas kepada
pemasok dan karyawan
Pembayaran beban bunga dan keuangan
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi
2011
6.346.263.461
6.277.429.095
1.284.538.454
(2.038.874.642)
2.306.027.912
(1.355.815.885)
5.591.927.273
7.227.641.122
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap
(717.000.000)
(5.163.000)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi
(717.000.000)
(5.163.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (penurunan) utang
kepada pihak berelasi
Kenaikan (penurunan) piutang
kepada pihak berelasi
Investasi kepada entitas anak
Uang muka investasi
Peningkatan modal ditempatkan
dan disetor
Penerimaan utang bank
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan
(63.495.811.869)
63.495.811.869
(123.576.550.352)
(170.207.000.000)
68.310.000.000
(126.793.000.000)
(68.310.000.000)
174.000.000.000
113.673.765.880
124.000.000.000
498.130.985
(1.295.596.341)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN BANK
(7.109.057.146 )
3.579.330.932
113.420.976
KAS DAN BANK AWAL TAHUN
260.105.969
146.684.993
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN
3.839.436.901
260.105.969
77
PT SARASWATI GRIYA LESTARI Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
Modal Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Jumlah Ekuitas
(Defisiensi Modal)
Defisit
Saldo, 31 Desember 2010
2.000.000.000
(2.074.539.276)
(74.539.276)
Penambahan modal disetor
124.000.000.000
-
124.000.000.000
-
598.721.593
598.721.593
Saldo, 31 Desember 2011
126.000.000.000
(1.475.817.683)
124.524.182.317
Penambahan modal disetor
174.000.000.000
-
174.000.000.000
-
611.718.011
611.718.011
300.000.000.000
(864.099.672)
299.135.900.328
Laba komprehensif tahun 2011
Laba komprehensif tahun 2012
Saldo, 31 Desember 2012
78
PT. Saraswati Griya Lestari Tbk.
The Bellezza Shopping Arcade Suite GF No. 30-31
Jl. Letjen Soepeno Kav. 34 Arteri Permata Hijau
Jakarta Selatan 12210
Download