PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP HASIL PENJUALAN

advertisement
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2013, 1 (3): 225-239
ISSN 0000-0000, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id
© Copyright 2013
PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP HASIL PENJUALAN PADA
PT. MAHAKAM VISION NETWORK
DI SAMARINDA
HETTY NASTALIA1
ABSTRAK
Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi Y = -228,232 +
29,008 yang berarti bahwa setiap peningkatan Rp 1,00,- biaya promosi dapat
meningkatkan Rp 29,008 hasil penjualan, dimana penambahan biaya promosi
selalu diikuti dengan kenaikan hasil penjualan, demikian juga sebaliknya.
Pengaruh biaya promosi (X) terhadap hasil penjualan (Y) sangat kuat hal
ini ditunjukkan hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0,9699. Kuatnya hubungan
antara kedua varibel tersebut disebabkan karena promosi yang dilakukan oleh
perusahaan cukup efektif, akurat dan tepat sasaran, sehingga pesan yang
disampaikan dapat diterima dengan baik oleh konsumen dan konsumen
memutuskan untuk menggunakan produk jasa yang dugunakan oleh perusahaan.
Koefisien determinasi (R2) sebesar 0, 9407 menggambarkan besarnya
pengaruh biaya promosi (X) terhadap hasil penjualan (Y) sebesar 94,07 %,
sedangkan 5,93 % lainnya ditentukan oleh faktor lain diluar penelitian ini.
Pernyataan tersebut bermakna bahwa hasil penjualan tidak semata-mata
ditentukan oleh biaya promosi, namun ada beberapa faktor lain diluar penelitian
ini yang berpengaruh terhadap penjualan perusahaan.
Pengujian hipotesis diperoleh t hitung sebesar 5,2412 sedangkan t table sebesar
3,812, sehingga dapat disimpulkan bahwa t hitung > t table.
Kata Kunci : Pengaruh Biaya Promosi, Penjualan
1
Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: [email protected]
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 3, 2013: 225-239
Pendahuluan
Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan agar perusahaan
agar dapat berkembang, serta memperoleh laba yang maksimal. Strategi
pemasaran yang efektif perlu durencanakan dengan baik guna mencapai pangsa
pasar yang diharapkan. Pemasaran yang terkonsep harus memenuhi beberapa
faktor antara lain : bahwa perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi
pada konsumen, volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan
perusahaan, seluruh kegiatan perusahaan harus dikoordinir dan diintegrasikan
secara organisasional. (Swastha, 1992 : 17)
Sebagai perusahaan baru yang berkecimpung di bidang jasa siaran televisi,
pada awalnya perusahaan memperkenalkan serta menyampaikan keunggulan dari
produknya yang ditawarkan kepada para konsumen agar menggunakan jasa yang
ditawarkan perusahaan kepada konsumen. Kegiatan memperkenalkan produk
kepada konsumen dalam ilmu pemasaran disebut dengan promosi. Promosi yang
dilaksanakan perusahaan pada awalnya memperkenalkan produk jasa TV kabel
dengan menggunakan media cetak, dengan berjalannya waktu perusahaan lebih
menggunakan sistem personal selling yaitu sistem promosi yang langsung
bertemu dengan konsumen untuk menjelaskan kegunaan serta keunggulan dari
produk yang ditawarkan, Promosi dilakukan dengan harapan dapat menarik minat
konsumen agar mau menggunakan jasa yang ditawarkan, dengan kiat tersebut
diharapkan masyarakat dapat mengenal jasa yang ditawarkan, sehingga dapat
menimbulkan keinginan untuk menggunakan jasa yang dipasarkan, yang
kemudian diharapkan menjadi suatu permintaan atas barang.
Untuk melaksanakan kegiatan promosi perusahaan mengalokasikan biaya
untuk setiap kegiatan promosi. Kenyataannya, tingkat penjualan produk jasa PT.
Mahakam Vision Network TV Cabel di Samarinda meningkat dari tahun 2009
sampai pada tahun 2011, Namun perusahaan belum mengetahui apakah dengan
mengeluarkan biaya-biaya untuk melakukan promosi berpengaruh secara
signifikan terhadap hasil penjualan pada PT. Mahakam Vision Network TV Cabel
di Samarinda.
Kerangka Dasar Teori
Manajemen Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan yang sangat utama dan harus
dilakukan oleh perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup
perusahaan dan menghasilkan laba yang sudah direncanakan. Berhasil tidaknya
suatu perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan tergantung pada strategi dan
persiapan yang mantap serta didukung oleh keahlian dalam bidang produksi,
keuangan maupun pemasaran suatu produk.
226
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan (Hetty Nastalia)
Swasta dan Irawan, (2000 : 5), mengemukakan definisi pemasaran
sebagaimana dikemukakan oleh Stanton adalah Suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan
kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
Sumarni dan Soeprihanto (1995:233 ) memberikan beberapa uraian tentang
konsep penjualan terkandung dasar pikiran :
a. Tugas utama perusahaan ialah mencapai volume penjualan setinggitingginya.
b. Para konsumen harus didorong untuk membeli dengan berbagai cara
peningkatan penjualan.
Para pembeli kemungkinan akan melakukan pembelian lagi dan kalau pun
tidak masih ada konsumen lain
Pemasaran Jasa
Pengertian jasa menurut Wilson (2002: 5) Jasa profesional adalah Jasa yang
dibeli oleh industri atau lembaga dan pribadi atau organisasi. Jasa itu dirancang
untuk menyempurnakan prestasi atau kesejahteraan organisasi pembeli dan
mengurangi ketidak pastian dengan menerapkan ketrampilan yang berasal dari
serangkaian pengetahuan yang resmi dan diakui, yang bisa bersifat antar disiplin,
dan yang memberikan tolok ukur penafsiran atas hasil penerapan jasa tersebut.
Jasa merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat umum
semua bentuk pekerjaan yang bukan pembikinan barang.
Marketing Mix
Konsep pengembangan strategi pemasaran yang berkaitan dengan masalah
bagaimana menetapkan bentuk penawaran pada segmen pasar tertentu, hal ini
dapat dipenuhi dengan penyediaan suatu sarana yang disebut marketing mix ini
merupakan inti dari sistem pemasaran.
Menurut Stanton yang dikutip oleh Swastha dan Irawan (2000 : 78) didefinisikan Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran, yakni : Produk, struktur harga, kegiatan
promosi dan sistem distribusi.
Keempat variabel yang terdapat dalam kombinasi tersebut dikenal dengan
singkatan 4P yang merupakan singkatan dari Product, Price, Promotion, Place.
Sementara Rismiati dan Suratno (2001: 276-277), menguraikan variabel
yang terdapat dalam kombinasi marketing mix tersebut sebagai berikut :
a. Product ( Produk).
Ada tiga aspek penting dari produk yang diperhatikan adaalah
kekhususan, merek dagang dan manajemen kapasitas.
1. Kekhususan produk. Perbedaan utama antara barang dan jasa adalah
bahwa jasa tidak dapat dipatenkan. Sebagai akibatnya keunggulan
suatu perusahaan jasa akan mudah ditiru oleh para pesaingnya.
227
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 3, 2013: 225-239
b.
c.
d.
e.
f.
2. Merek dagang, karena jasa merupakan barang tak berwujud, merek
dagamg menjadi sungguh penting bagi konsumen.
3. Manajemen kapasitas, karena sifat jasa yang tidak dapat dipisahkan
antara waktu menerima dan memberi jasa, maka perusahaan jasa
harus pandai-pandai mengelola kapasitasnya, saat musim puncak dan
saat musim sepi melalui pengaturan permintaan dan penawaran.
Price (Harga)
Dalam hal harga, menetapkan harga dan peranan harga merupakan
dua hal yang perlu diketahui.
1. Menetapkan harga, dua metode yang umum digunakan dalam
perusahaan jasa adalah cost-plus pricing dan BEP analisis. Cost-plus
pricing banyak digunakan oleh organisasi profesional seperti halnya
hukum, pengobatan dan konsultan. Sedangkan BEP analisis banyak
digunakan oleh perusahaan jasa yang pada modal seperti halnya
penerbangan atau perlengkapan umum.
2. Peranan harga, harga mempunyai dua peranan yaitu untuk
mempengaruhi persepsi konsumen dan untuk digunakan daalam
manajemen kapasitas. Harga dapat mengindetifikasikan kualitas jasa,
selain itu perusahaan jasa banyak menggunakan tarif atau harga yang
berbeda pada musim/hari/minggu yang berbeda sesuai keadaan ramai
atau sepi.
Place ( Distribusi)
Karena sifatnya yang tidak terpisahkan dengan memproduksi jasa,
maka distribusi merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan
usaha jasa. Perantara perdagangan jarang digunakan dalam jenis usaha ini,
di mana banyak pengusaha dapat meyiasati hal ini dengan menggunakan
lokasi yang banyak untuk penyebaran jasa.
Promotion (Promosi)
Nilai dari promosi khususnya periklanan adalah memberitahu
konsumen atas manfaat yang diperoleh dengan menggunakan jasa tersebut
dapat dibagi dua jenis yaitu:
1. Publikasi adalah peralatan utama dalam promosi
2. Sikap yang negatif, Dahulu periklanan dipandang secara negatif oleh
para pengusaha jasa. Namun sekarang hal tersebut tidak berlaku lagi,
banyak periklanan melalui televisi digunakan profesional pada bidang
pengobatan maupun bidang-bidang lainnya.
Power (Kekuasaan/Kekuatan).
Dengan mempunyai kekuasaan maka perusahaan dapat
menentukan kebijaksanaan terutama dalam penguasaan pangsa
pasar.
Public Relation (Hubungan Masyarakat).
Dengan adanya public relation maka perusahaan dapat
mendekati konsumennya lebih mendalam, terutama untuk
228
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan (Hetty Nastalia)
mengetahui perilaku dan selera terhadap produk
ditawarkan
yang
Promosi
Salah satu variabel dalam marketing mix adalah promosi, yang sangat
penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam pemasaran barang atau jasanya.
Swastha (1992 : 349) mengatakan istilah promosi dapat diartikan
Sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk,
mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan dalam pemasaran.
Namun Kotler (1997 : 102) memberikan pengertian agak berbeda yaitu
Sebagai semua jenis kegiatan yang ditunjukkan untuk mendorong permintaan.
Strategi marketing dari promotion mix : Kombinasi strategi yang paling baik
dari variabel-variabel periklanan, personal selling dan alat promosi yang
lain, yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai program penjualan.
Pada pokoknya, variabel-variabel yang terdapat didalam promational
mix itu ada empat yaitu :
a. Periklanan.
Semua bentuk penyajian non personal promosi ide-ide, promosi barang
produk atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu yang dibayar.
b. Promosi penjualan
Mengarahkan pada intensif jangka pendek untuk merangsang pembelian
atau penjualan suatu produk atau jasa.
c. Publisitas
Adalah rangsangan permintaan bukan pribadi atas suatu produk, jasa atau
satuan bisnis dengan memasang berita khusus secara komersial tentang
produk, jasa atau satuan bisnis pada media cetak atau penyajian yang
menarik pada radio, televisi, atau panggung yang tidak dibayar oleh pihak
sponsor.
d. Penjualan Pribadi
Merupakan suatu penyajian lisan dalam suatu percakapan dengan satu atau
lebih pembeli yang potensial dengan sasaran tujuan untuk melakukan
penjualan. (Swastha 1992 : 350)
Metode Penelitian
Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian
ini adalah Regresi Sederhana, persamaan regresi yang digunakan berdasarkan
pola hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung dan model
persamaan
Regresi
Rumus: Y = a + bX
n XY - ΣXΣY
229
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 3, 2013: 225-239
b =
n ΣX 2 - (ΣX) 2
_
_
a = Y - bX
ΣY
Y =
n
ΣX
X =
n
Korelasi
Rumus:
n ΣXY - ΣX ΣY 2
r=
Rumus uji t
t
= r
r2 - 1
Hasil Penelitian
Persiapan Perhitungan Regresi Dan Korelasi
(Dalam Jutaan Rupiah)
Tahun
X
Y
XY
X2
Y2
2007
10
165
1.650
100
27.225
2008
23
267
6.141
529
71.289
2009
27
499
16.173
729
358.801
2010
35
754
26.390
1.225
568.516
2011
50
1.280
64.000
2500
1.638.400
230
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan (Hetty Nastalia)
Jumlah
145
3065
114.354
5083
2.664.321
Analisis regresi sederhana merupakan alat analisis untuk mengetahui
hubungan fungsional antara dua variabel yang dalam peneltian ini adalah
hasil penjualan dengan biaya promosi yang dikeluarkan oleh perusahaan
dalam usaha memasarkan produk-produknya.
Rumus: Y = a + bX
n XY - ΣXΣY
b =
n ΣX 2 - (ΣX) 2
_
_
a = Y - bX
ΣY
Y =
n
ΣX
X =
n
Keterangan:
Y = Hasil penjualan
X = Biaya promosi
a = Konstanta
b = Koefisien regresi
n = Banyaknya data
_
Y = Rata-rata Y
_
X = Rata-rata X
Dari data yang terdapat dalam Tabel 2, hasil dari masing-masing
unsur diketahui:
X =
145
Y
=
3.065
XY =
114,354
X2 =
5.083
2
Y
= 2664.231
231
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 3, 2013: 225-239
n
b
=
=
5
a + bX
n XY - ΣXΣY
=
n ΣX 2 - (ΣX) 2
5 (114,354) - 145 (3.065 )
=
5 (5.083) - (145) 2
571.770 – 444.425
=
25.415 - 21.025
127.345
=
4.390
=
_
X
29.0079
145
=
=
29
5
_
Y
3065
=
= 613
5
a =Y–bX
a = 613 - 29,008 (29)
= 613 – 841.232
= - 228,232
Jadi persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
Y = a + bX
Y = -228,232 + 29,008 (X)
232
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan (Hetty Nastalia)
Keterangan:
a = -228,232 adalah konstanta atau hasil penjualan yang tidak
dipengaruhi oleh perubahan biaya promosi.
b = 29,008 merupakan koefisien regresi yang mempengaruhi total
hasil penjualan sesuai dengan perubahan promosi, artinya bahwa
setiap penambahan/kenaikan biaya promosi sebesar Rp. 1,00 akan
menaikkan jumlah hasil penjualan sebesar Rp. 29,008 dan
sebaliknya jika biaya promosi dikurangi maka total hasil
penjualan juga akan berkurang.
Dari persamaan tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan
bahwa ada pengaruh yang positif antara biaya promosi dengan volume
penjualan. Jika biaya promosi ditingkatkan, maka hasil penjualan juga akan
mengalami kenaikan. Dan sebaliknya jika biaya promosi diturunkan maka
jumlah penjualan juga akan turun.
Analisis Korelasi Sederhana
Analisis Korelasi sederhana merupakan alat analisis yang digunakan untuk
mengetahui keeratan hubungan atau pengaruh antara biaya promosi dengan
hasil penjualan.
Rumus:
n ΣXY - ΣX ΣY 2
r=
5 (114,354) - 145 (3.065)
=
5 (114,354) - 145 (3.065)
=
571.770 - 444.425
=
233
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 3, 2013: 225-239
571.770 - 444.425
=
(66,257)
(1.981,648)
127.344
=
131.298,22
r=
0,9699
R2=
0,9407
Dalam table interpretasi koefisies korelasi menunjukan adanya
hubungan yang sangat kuat, Koefisien determinasi (r2) sebesar 0,9407
menggambarkan bahwa 0,9407 atau 94,07 % hasil penjualan ditentukan oleh
biaya promosi, sedangkan 5,93 % lainnya ditentukan oleh faktor lain diluar
penelitian ini. Dengan asumsi bahwa variabel lain diluar penelitian adalah
konstan.
Tabel Pedoman interpretasi koefisien korelasi
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00 - 0,199
Sangat rendah
0,20 - 0,399
Rendah
0,40 - 0,599
Sedang
0,60 - 0,799
Kuat
0,80 - 1,000
Sangat kuat
Pengujian Hipotesis
Untuk menjawab apakah hipotesis yang diajukan diterima maupun
ditolak, Hipotesis diuji dengan menggunakan uji t dengan formula sebagai
berikut :
t
= r
r2 - 1
234
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan (Hetty Nastalia)
0,9699
5 - 2
1
0,9699
- 0,9406
1.732050808
0.059310892
t
0,9699
29.20291283
0,9699
(5.403971949)
= 5.241265307
Pengujian hipotesis diperoleh t hitung sebesar 5,2412 sedangkan t tabel
sebesar 3,812 sehingga dapat disimpulkan bahwa t hitung > t tabel. Dengan
demikian hipotesis yang diajukan diterima,yang berarti bahwa biaya promosi
berpengaruh terhadap hasil penjualan PT.Mahakam vision network.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi Y = -228,232 +
29,008 (X) yang berarti bahwa setiap peningkatan Rp 1,00,- biaya promosi dapat
meningkatkan Rp 29,008 hasil penjualan. Sesuai dengan data biaya promosi dan
hasil penjualan yang diterima oleh perusahaan menunjukkan penambahan biaya
promosi selalu diikuti dengan kenaikan penjualan, demikian juga sebaliknya, hal
ini menunjukkan adanya hubungan antara biaya promosi dengan hasil penjualan.
Senada dengan yang dikatakan oleh Kotler (1995 : 102) yang mengatakan
promosi merupakan semua jenis kegiatan yang ditujukkan untuk mendorong
permintaan. Pendapat ini diaplikasi perusahaan dalam menjalankan usahanya
yaitu berusaha semaksimal mungkin untuk memperkenalkan produknya kepada
calon pelanggan agar mengenal produk jasa yang ditawarkan, menyukai
kemudian mendorong terjadinya permintaan akan jasa tersebut.
Pendapat diatas juga didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan
oleh Astianti (2004), Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan
Chemicals Pada CV. Wolio Sejahtera di Balikpapan. Yang menyimpulkan bahwa
kedua variabel mempunyai hubungan yang erat dan signifikan.
Mengacu pada fenomena tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan promosi
sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penjualan suatu produk, selain untuk
memperkenalkan barang atau jasa yang ditawarkan, promosi juga merupakan
suatu alat untuk meyakinkan pelanggan agar melakukan pembelian produk
235
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 3, 2013: 225-239
sebagai tujuan perusahaan. Promosi juga efektif untuk mengatasi persaingan dari
perusahaan jasa yang sejenis, kegiatan ini sangat perlu karena merupakan
alternatif bagi pelanggan untuk memilih produk jasa yang akan digunakan
Hubungan atau pengaruh biaya promosi (X) terhadap hasil penjualan (Y)
sangat kuat hal ini ditunjukkan hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0,9699.
Kuatnya hubungan antara kedua varibel tersebut disebabkan karena promosi yang
dilakukan oleh perusahaan cukup efektif, akurat dan tepat sasaran, sehingga pesan
yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh konsumen dan konsumen
memutuskan untuk menggunakan produk jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
Pendekatan pribadi juga sangat dibutuhkan oleh tenaga pemasar perusahaan
sebagai salah satu strategi pemasaran, seperti yang dikatakan oleh Swastha (1992
: 350) bahwa Penyajian lisan dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih
pembeli yang potensial dengan sasaran tujuan untuk melakukan penjualan.
Dalam penyajian lisan komunikasi dapat dilakukan secara dua arah, dimana
konsumen tidak hanya mendengarkan informasi dari perusahaan tapi dapat
berinteraksi atau menanyakan langsung mengenai keunggulan produk yang
ditawarkan.
Koefisien determinasi (R2) sebesar 0, 9407 menggambarkan besarnya
pengaruh biaya promosi (X) terhadap hasil penjualan (Y) sebesar 94,07 %,
sedangkan 5,93 % lainnya ditentukan oleh faktor lain diluar penelitian ini.
Pernyataan tersebut bermakna bahwa hasil penjualan tidak semata-mata
ditentukan oleh biaya promosi, namun ada beberapa faktor lain diluar penelitian
ini yang berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Dibutuhkan usaha dari
perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut agar dapat diperhatikan
dalam usaha memaksimalkan hasil penjualan perusahaan.
Pengujian hipotesis diperoleh t hitung sebesar 5,2412 sedangkan t tabel
sebesar 3,812 sehingga dapat disimpulkan bahwa t hitung > t tabel. Dengan
demikian hipotesis yang menyatakan “Diduga bahwa biaya promosi mempunyai
pengaruh terhadap hasil penjualan pada PT. Mahakam Vision Network TV Cabel
di Samarinda” signifikan dan dapat diterima.
Penutup
Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi Y = -228,232 +
29,008 (X) yang berarti bahwa setiap peningkatan Rp 1,00,- biaya promosi dapat
meningkatkan Rp 29,008 hasil penjualan, dimana penambahan biaya promosi
selalu diikuti dengan kenaikan hasil penjualan, demikian juga sebaliknya, hal ini
menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara biaya promosi dengan hasil
penjualan.
Hubungan biaya promosi (X) dengan hasil penjualan (Y) sangat kuat hal ini
ditunjukkan hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0,9699. Kuatnya hubungan antara
kedua varibel tersebut disebabkan karena promosi yang dilakukan oleh
236
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan (Hetty Nastalia)
perusahaan cukup efektif, akurat dan tepat sasaran, sehingga pesan yang
disampaikan dapat diterima dengan baik oleh konsumen dan konsumen
memutuskan untuk menggunakan produk jasa yang digunakan oleh perusahaan.
Koefisien determinasi (R2) sebesar 0, 9407 menggambarkan besarnya
pengaruh biaya promosi (X) terhadap hasil penjualan (Y) sebesar 94,07 %,
sedangkan 5,93 % lainnya ditentukan oleh faktor lain diluar penelitian ini.
Pernyataan tersebut bermakna bahwa hasil penjualan tidak semata-mata
ditentukan oleh biaya promosi, namun ada beberapa faktor lain diluar penelitian
ini yang berpengaruh terhadap penjualan perusahaan.
Pengujian hipotesis diperoleh t hitung sebesar 5,2412 sedangkan t table sebesar
3,812, sehingga dapat disimpulkan bahwa t hitung > t table. Dengan demikian
hipotesis yang menyatakan “Diduga bahwa biaya promosi mempunyai pengaruh
terhadap hasil penjualan pada PT. Mahakam Vision Network TV Cabel di
Samarinda” signifikan dan dapat diterima.
Melihat eratnya hubungan antara biaya promosi dengan hasil penjualan,
diharapkan perusahaan meningkatkan biaya promosi agar hasil penjualan dapat
ditingkatkan
Karena biaya promosi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi
penjualan, dibutuhkan usaha dari perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor
lain diluar biaya promosi seperti diliat dari harga,tempat dan produk, agar dapat
diperhatikan dalam usaha memaksimalkan hasil penjualan perusahaan.
Karena selama ini perusahaan hanya melakukan promosi dengan teknik
personal selling, Seyogyanya teknik promosi yang dilakukan lebih varatif agar
lebih menarik hati konsumen.
Daftar Pustaka
Adikoesoemah, RS. 2000, Biaya Dan Harga Pokok, Cetakan Pertama, Penerbit
Liberty, Yogyakarta.
Arikunto Suharsimi, 2000, Manajemen, Cetakan ke-5, Penerbit Rineka cipta,
Jakarta.
Asri Marwan, 1991, Marketing, Cetakan kedua, UPP-AMP YKPN, Yogyakarta.
Assauri Sofyan, 1996, Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi, PT.
Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Dajan Anto, 1996, Pengantar Statistik I, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Hadi Sutrisno, 2004, Metode Resarch, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Hadibroto, S, Dachnial Lubis, Sudardjat Sukadam, 2001, Dasar-Dasar
Akuntansi, Cetakan Ketiga, Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan
Ekonomi dan Sosial, Jakarta.
237
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 3, 2013: 225-239
Harnanto, 2003, Akuntansi Keuangan Intermedaite, Bagian Pertama, Edisi
Kedua, Penerbit Liberty, Yogyaarta.
Irawan Dkk, 1997. Pemasaran (Prinsip dan Kasus) Edisi Kedua, Cetakan Kedua,
BPFE, Yogyakarta.
Kartono Kartini, 1992, Pengantar Metodologi Research Sosial, Penerbit Alumni,
Bandung.
Koentjaraningrat, 1994, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Pustaka Utama.
Kotler Philip, 1997, Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi
dan Pengendalian, Edisi Indonesia, Jilid Satu, Alih Bahasa Hendra Tegu dan
Ronny A. Rusli, PT. Phrenhallindo, Jakarta.
Machfoedz, Mas'ud, 2001, Akuntansi Biaya, Edisi Revisi, Badan Penerbitan
Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta.
Melly Tan dan Koentjaraningrat, 1994, Metode Penelitian Sosial, Penerbit PT
Remaja Rosdakarya, Bandung.
Mulyadi, 2002, Akuntansi Biaya, Edisi Kelima, Bagian Penerbit STIE,
Yogyakarta.
Mursid M, 1993, Manajemen Pemasaran, Bumi Aksara Bekerjasama dengan
Pusat antar Universitas Indonesia, Jakarta.
Nasution, 2003, Metodologi Resarch (Penelitian Ilmiah), Bumi Askara, Jakarta.
S.H. Roweldt, J.D. Scott ; And M.R. Warshaw, 1995, .Stategi Promosi
Pemasaran, Rineka Cipta, Jakarta.
Siegel Sidney, 1992, Statistik Nonparametik Untuk Ilmi-Ilmu Sosial, Penerbit
Gramedia, Jakarta.
Soehartono Irawan, 2002, Metode Penelitian Sosial, Cetakan ke-4, Penerbit PT
Remaja rosdakarya, Bandung.
Soemarso S.R, 2000, Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi Keempat, Cetakan
Pertama, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Sonny Sumarsono, 2004,
Jakarta.
Pengantar Metodologi Research, Penerbit Askara,
Sugiyono, 2004, Pengantar Penelitian Ilmiah , Penerbit CV Tarsito, Bandung.
Supranto J, 2000, Statistik Teori Dan Aplikasi,Jilid 1, Edisi Keenam, Erlangga,
Jakarta.
Suratman, 2001, Studi Kelayakan Proyek (Teknik dan Prosedur Penyusunan
Laporan), Edisi Pertama, Cetakan Pertama, J&J Learning, Yogyakarta.
238
Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan (Hetty Nastalia)
Surchmad Winarno, 1990, Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Dan
Teknik, Penerbit CV Tarsito, Bandung.
Swastha Basu Dh, 1992, Manajemen Pemasaran, Liberty, Yogyakarta.
Swastha Basu. Dh, Dan Irawan, 2000, Manajemen Pemasaran Modern, Edisi
Kedua, Cetakan Kelima Liberty, Yogyakarta,
Tika Pabundu, 2006, Budaya Organisasi Dan Peningkatan Kinerja Perusahaan,
Penerbit Askara, Jakarta.
Widya Astianti, 2004, Pengaruh Biaya Pro mosi Terhadap Hasil Penjualan
Chemicals Pada CV. Wolio Sejahtera Di Balikpapan, Samarinda
Yuliana Boner, 2005, Hubungan Biaya Promosi Dan Hasil Penjualan Pada CV.
Chemicals Diesel Di Samarinda, Samarinda
239
Download