BAB 2 LANDASAN TEORI

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Umum
2.1.1
Data
Menurut Conolly dan Begg (2010, p70), Data merupakan komponen yang
paling penting dalam Database Management System (DBMS), berasal dari sudut
pandang dari end-user. Data berperan sebagai penghubung antara mesin dengan
pengguna.
Menurut Romney (2009, p.27) Data adalah fakta-fakta yang dikumpulkan,
dicatat, disimpan, dan diproses oleh sistem informasi. Data biasanya mewakili
observasi atau pengukuran aktivitas bisnis yang penting bagi pengguna sistem
informasi.
Menurut Navathe dan Elmasri (2000,p4) Data adalah fakta yang dapat di
simpan dan memiliki arti.
Menurut Indrajani (2011, p2) Data adalah fakta atau obeservasi mentah
yang biasanya mengenai fenomena fisik atau transaksi bisnis. Lebih khusus lagi,
data adalah ukuran objektif atribut (karakteristik) dari entitas seperti orang-orang,
tempat, benda atau kejadian. Representasi fakta yang mewakili suatu objek seperti
pelanggan, karyawan, mahasiswa, dan lain-lain, yang di simpan dalam bentuk
angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, dan kombinasinya.
2.1.2
Database (Basis data)
Menurut Conolly dan Begg (2010, p65), Database merupakan sekumpulan
data yang berhubungan secara logikal dan dideskripsikan serta dirancang untuk
memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.
Menurut Kenneth C. Laudon (2005,p317) Database adalah koleksi data
yang terorganisasi untuk melayani beragam aplikasi pada saat yang bersamaan
dengan cara menyimpan dan mengelola data sehingga bisa tampak pada satu
lokasi secara efisien dengan mensentralisasi data dan meminimalisasi data
berlebih. Data pada teknologi database tidak lagi di simpan dalam file-file
terpisah untuk tiap aplikasi, melainkan disimpan secara fisik dalam satu lokasi.
Satu database bisa melayani beragam aplikasi.
Menurut Hoffer, Prescott, Topi (2009, p7), Database adalah sebuah
kumpulan yang terorganisir dari data yang berhubungan secara logika, yang
mungkin ukurannya berbagai jenis dan mempunyai.
Menurut Turban, Rainer, Potter (2005,p101) Database adalah sekumpulan
arsip (file), tabel, relasi, dan lain-lainnya yang saling berkaitan dan menyimpan
data serta berbagai hubungan diantaranya. Untuk membuat data lebih mudah di
akses , data operasional tingkat detail harus di ubah ke bentuk relasional atau
multidimensional, yang membuatnya lebih mudah untuk di proses secara analitis.
Basis data relasional menyimpan data dalam dua dimensi. Basis data
multidimensional umumnya menyimpan data secara tersusun, yang terdiri atas
minimal tiga dimensi bisnis.
Menurut Whitten, Bentley, and Dittman (2004, p518) Database adalah
kumpulan file yang saling terkait. Kata kuncinya adalah “saling terkait”. Database
tidak hanya merupakan kumpulan file. Record pada setiap file harus
memperbolehkan hubungan-hubungan untuk menyimpan file-file lain. Seperti
telah di deskripsikan file aplikasi khusus, stand alone, pernah mendominasi
sebagian besar sistem informasi; tetapi, secara perlahan tapi pasti file tersebut di
gantikan dengan database. Ingat bahwa database dapat dianggap sebagai satu set
file yang saling berelasi. Saling berelasi artinya record-record pada satu file dapat
di asosiasikan atau di hubungkan dengan record-record pada sebuah file yang
berbeda.
Menurut Brian K.Williams, dan Stacey C. Sawyer (2007, p464), Database
adalah kumpulan data yang saling berhubungan, yang diatur secara logis, yang
dirancang dan dibangun untuk tujuan khusus.
Menurut Kroenke, David M; Gray, C Donald dalam tulisannya yang
berjudul (Toward a Next Generation Data Modeling Facility: Neither the EntityRelationship Model nor UML Meet the Need, yang dimuat pada Journal of
Information Systems Education,Proquest Vol. 17, 2006) mengatakan Database
adalah model persepsi pengguna 'dari benda-benda di lingkungan bisnis mereka.
Database dikatakan berhasil atau gagal pada seberapa baik mereka sesuai persepsi
pengguna. Database desain yang tidak mendukung persepsi pengguna akan dinilai
menjadi "sulit untuk digunakan" atau "benar-benar bukan seperti apa yang saya
butuhkan."
2.1.2.1 Database untuk Analisis Sistem
•
Field
Menurut Whitten, Bentley, Dittman (2004, p520) Field merupakan
bagian umum pada file dan database. Field adalah implementasi
pada sebuah atribut data. Field adalah inti terkecil pada meaningful
yang telah disimpan pada sebuah file atau database. Ada empat
field yang dapat di simpan: primary key, secondary key, foreign
key dan descriptive field
1. Primary key adalah sebuah field yang nilai-nilainya
mengidentifikasikan satu dan hanya satu record pada
sebuah file.
2. Secondary key adalah sebuah pengidentifikasi alternatif
pada sebuah database. Nilai secondary key mungkin
mengidentifikasi sebuah record tunggal atau subset dari
semua record. Sebuah file tunggal pada sebuah database
dapat memiliki hanya satu primary key, tetapi juga dapat
memiliki beberapa secondary key.
3. Foreign key adalah field yang menunjuk kepada record
pada file lain pada sebuah database. Foreign key
memampukan database terhubung ke record-record dari
satu tipe ke record-record tipe lain.
4. Descriptive field adalah semua field lainnya yang
menyimpan data bisnis.
•
Record
Menurut Whitten, Bentley, Dittman (2004, p521) Record adalah
sebuah kumpulan field yang di susun pada format yang telah di
tentukan.
•
File dan Tabel
Menurut Whitten, Bentley, Dittman (2004, p521) Pada sistem
database, sebuah file sering di sebut tabel. File adalah kumpulan
dari semua kejadian dari struktur record yang di tentukan
sedangkan tabel adalah ekuivalent database relasional dari sebuah
file. Beberapa tipe file dan tabel konvesional antara lain:
1. Master file atau tabel berisi record-record yang secara
relatif bersifat tetap atau permanen.
2. Transactional file atau tabel yang terdiri dari record-record
yang mendeskripsikan kejadian-kejadian bisnis.
3. Documents files dan tabel berisi salinan tersimpan dari data
historis untuk memudahkan pemanggilan dan review ulang
tanpa mengeluarkan biaya tambahan untuk menghasilkan
dokumen.
4. Archival files dan tabel berisi record-record file master dan
transaksi yang telah di hapus dari penyimpanan online.
5. Table look-up files terdiri dari data yang relatif statis yang
dapat di pakai berbagai aplikasi untuk memelihara
konsistensi dan peningkatan performa.
6. Audit files adalah record-record pembaruan khusus untuk
file-file yang lain, khususnya file master dan transaksi.
2.1.2.2 Keuntungan dan kerugian Database
Keuntungan dan kelemahan pada database menurut Jeffery
L. Whitten, Lonnie D. Bentley, dan Kevin C. Dittman (2004, p519)
kelemahan yang umum mengenai pendekatan database adalah
bahwa anda dapat membangun sebuah super database yang terdiri
dari semua item data yang diperlukan oleh sebuah organisasi. Hal
tersebut justru akan membangun sebuah database yang kompleks.
Karena pada kenyataannya sebagian besar organisasi membangun
beberapa sistem informasi. Jadi, aka nada beberapa redudansi
diantara database. Sedangkan keuntungan teknologi database
menawarkan penyimpanan data dalam format yang fleksibel. Hal
ini memungkinkan karena database didefinisikan secara terpisah
dari sistem informasi dan program-program aplikasi yang akan
menggunakan database.
2.1.3
Database Management System (DBMS)
Menurut Whitten, Bentley, and Dittman (2004, p518) Database
Management System adalah perangkat lunak komputer khusus yang disediakan
dari vendor-vendor komputer yang digunakan untuk membuat, mengakses,
mengontrol, dan mengelola database.
Menurut Hill and Irwin (2002, p222) Database Management System
adalah software utama dalam pendekatan manajemen database, karena software
tersebut mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan database
organisasi dan pemakai akhir.
Menurut Kenneth C. Laudon (2005,p317) Database Management System
adalah perangkat lunak yang memungkinkan organisasi untuk menstreralisaasi
data, mengelolanya secara efisien, dan menyediakan akses ke data yang di simpan
oleh program aplikasi. Perangkat lunak khusus untuk menciptakan dan
memelihara database dan memungkinkan masing-masing aplikasi bisnis untuk
mengambil data yang di perlukan tanpa perlu membuat file-file terpisah atau
definisi data dalam program komputernya.
Menurut Ramakrishnan and Gehkre (2003, p4) Database Management
System adalah desain software untuk memberikan kontribusi dalam maintaining
dan memperbaiki koleksi banyak data.
Menurut Conolly dan Begg (2010, p66), Database Management System
adalah
sistem
perangkat
lunak
yang
memungkinkan
pengguna
untuk
mendefinisikan, membuat membuat, dan memelihara, dan kontrol akses ke
database.
Menurut Anonymous dalam tulisannya yang berjudul (Research and
Markets: Global Data Base Management Systems (DBMS) Market 2009-2013 –
Now Available,Proquest 2010) mengatakan Database Management System
(DBMS) adalah program database yang mengelola data yang masuk, mengatur,
memelihara dan menyediakan metode yang efektif untuk memodifikasi dan
pengambilan data oleh pengguna.
2.1.3.1 Komponen DBMS
•
Perangkat Keras (Hardware)
DBMS dan kebutuhan aplikasi hardware untuk berjalan. Jarak
hardware bisa dari single personal computer, ke single mainframe, ke
sebuah network of computer. Khusus hardware bergantung pada
kebutuhan organisasi dan pemakaian DBMS.
•
Perangkat Lunak (Software)
Software komponen terdiri dari DBMS software itu sendiri dan
aplikasi progam, bersama-sama dengan operating system, termasuk di
dalamnya network software jika DBMS yang telah di pakai network
selesai.
•
Data
Mungkin banyak komponen penting yang ada di lingkungan
DBMS, tentu dari end-user’ point of view, adalah data
Sistem manajemen database memiliki tiga komponen:
1. Bahasa definisi data
Komponen
dari
sistem
manajemen
database
yang
mendefinisikan masing-masing elemen data sebagaimana
tampak dalam database.
2. Bahasa manipulasi data
Sebuah bahasa yang terasosiasi dengan sebuah sistem
manajemen database yang bisa di gunakan oleh pengguna
akhir dan progammer untuk manipulasi data dalam
database. Bahasa manipulasi data yang paling banyak di
gunakan dewasa ini adalah Strutured Query Language
(SQL).
3. Kamus data
Peranti terotomatisasi atau manual untuk menyimpan dan
mengorganisasi informasi mengenai data yang terdapat
pada database.
•
Prosedur
Procedur lebih dekat ke intsruksi dan ketentuan dari perintah di
desain dan pemakaian dari database. User dalam sistem dan staff itu
memanajemen kebutuhan database dokumentasi prosedur akan
bagaimana untuk memakai atau menjalankan sistem
2.1.3.2 Keuntungan dan Kerugian DBMS
Keuntungan DBMS adalah sebagai berikut;
Kontrol terhadap pengulangan data
Data konsisten
Lebih banyak infromasi dari jumlah data yang sama
Data dibagikan
Meningkatkan integritas data
Meningkatkan keamanan
Mengurangi biaya
Mempermudah pengoperasian data
Memperbaiki pengaksesan data dan hasilnya
Kerugian DBMS adalah sebagai berikut;
Kompleksitas
Ukuran data yang besar
Biaya dari DBMS
Tambahan biaya perangkat keras
2.1.4
Biaya keseluruhan
Kinerja
Dampak besar dari kesalahan
Model Relasional
Menurut Whitten, Bentley, and Dittman (2004, p525) Relational Database
adalah mengimplementasikan data pada satu seri tabel dua dimensi yang
“dihubungkan” satu dengan yang lain melalui foreign key. Setiap tabel (kadangkadang di sebut relation) terdiri dari kolom-kolom bernama/named coloum (yang
adalah field atau atribut) dan sejumlah baris yang tidak dinamakan (yang terkait
dengan record).
Menurut Kenneth C. Laudon (2005,p317) Relational Database adalah
mempresentasikan semua data dalam database sebagai tabel dua dimensi
sederhana yang di sebut relasi. Tabel-tabel itu serupa dengan file biasa, namun
informasi dalam lebih dari satu file bisa dengan mudah di ekstrak dan di
kombinasikan. Kadang kala tabel-tabel ini bisa di anggap sebagai file.
Menurut Connoly and Beg (2002,p71) Relational Database adalah
berrdasarkan dalam konsep matematika dari sebuah hubungan,
antara
presentasikan fisikal sebagai sebuah tabel. Codd, sebuah pengujian matematikan,
dipakai terminology pengambilan dari matematis, prinsip rangkaian teori and
prediksi logik. Berikut struktural dalam relational model:
•
Relational Data Structure
•
Database Relations
•
Relational Keys
•
Relational Integrity
Menurut Randall Weis and Tom Johnston dalam tulisannya yang berjudul
(Managing Time in Relational Database, Part 1,Proquest Vol. 17, 2007)
mengatakan Database relasional biasanya menyimpan data tentang keadaan saat
ini, tentang bagaimana hal-hal yang terjadi sekarang. Update memang terjadi,
tentu saja, tetapi ketika mereka melakukannya, mereka menimpa data yang telah
ada. Dengan demikian, sejarah hilang. Kita tidak bisa mengatakan bagaimana halhal yang dulu. Untuk memberitahu bagaimana hal-hal yang dulu, serta bagaimana
mereka sekarang mengharuskan kami memperkenalkan waktu ke database kami.
2.1.5
Entity-Relationship Modeling (E-R Modeling)
Menurut Whitten, Bentley, and Dittman (2004, p525) Entity-Relationship
Modeling adalah database yang mengimplementasikan data sebagai serangkaian
tabel dua dimensi yang dihubungkan melalui foreign key.setiap tabel (kadangkadang di sebut relation) terdiri dari kolom-kolom bernama/named coloum (yang
adalah field atau atribut) dan sejumlah baris yang tidak dinamakan (yang terkait
dengan record).
Menurut Connoly and Beg (2010,p372) Entity-Relationship Modeling
adalah pendeketan top-down dalam perancangan database yang dimulai dengan
mengidentifikasi data-data penting yang disebut entitas dan hubungan
(relationship) antara data-data tersebut harus direpresentasikan dalam model.
Berikut ini dijelaskan konsep dasar dari ER Modelling, yaitu:
a. Tipe Entitas
Type Entitas adalah sebuah kelompok dalam objek dengan properti yang
sama, yang mana diidentifikasi oleh bisnis sebagai memiliki eksistensi
independen. Konsep dasar dalam ER model adalah tipe entitas, tipe entity
merepresentasikan kumpulan dari objek yang ada pada “dunia nyata” dengan
property yang sama. Sebuah tipe entity mempunyai keberadaan independen
dan biasa berbentuk objek dengan keberadaan fisik ataupun objek yang tidak
nyata. Tipe entity dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe, antara lain:
•
Strong Entity Type, yaitu entitas mandiri yang keberadaannya
tidak bergantung pada keberadaan entitas lain. Karakteristik dari
strong entity adalah setiap entitas dapat diidentifikaskan dengan
primary key dari tipe entitas tersebut.
•
Weak Entity Type, yaitu entitas yang keberadaannya bergantung
pada entitas lainnya. Karakteristik dari weak entity adalah atribut
yang terdapat pada entitas tersebut tidak dapat mengidentifikasikan
tipe entitas itu secara unik.
Pelanggan1
Lahan_Penyewaan
Gambar 2. 1 Entity Relationship
Modeling (Tipe Entitas)
b. Tipe Hubungan
Tipe Hubungan adalah sebuah sekumpulan asosiasi antara satu atau banyak
jenis entity yang terdapat. Yang mana tipe hubungan ini diberi sebuah nama
untuk mendeskripsikan fungsi itu. Setiap relationship type diberi nama sesuai
dengan fungsinya. Relationship occurence ialah sebuah asosiasi yang dapat
diidentifikasikan secara unik yang mencakup sebuah kejadian dari setiap tipe
entitas, berikut tipe hubungan yaitu;
•
Degree of relationship
Menyatakan jumlah entity yang berpatisipasi dalam relasi.
Entitas dengan dua tingkat dinamakan binary, sedangkan entitas
dengan tiga tingkat ternary, entitas dengan empat tingkat
dinamakan quaternary.
•
Recursive relationship
Merupakan tipe relasi dimana tipe entitas yang sama
berpatisipasi lebih dari satu kali dalam peran yang berbeda. Relasi
rekursif kadang disebut dengan unary.
Gambar 2. 2 Entity Relationship Modeling (Tipe Hubungan)
c. Atribut
Atribut adalah sebuah bagian dalam entitas atau tipe hubungan. Atribut
ini mempunyai nilai yang menggambarkan setiap entitas dan
merepresentasikan bagian utama dari data yang akan disimpan dalam
database. Setiap tipe entitas mempunyai satu set atribut. Tipe-tipe atribut
tersebut yaitu:
•
Domain Attribute
Merupakan
kumpulan
dari
nilai-nilai
yang
diperbolehkan satu atau lebih atribut.
•
Simple dan Composite Attribute
Simple Attribute adalah atribut yang terdiri dari satu
komponen tunggal (single) yang keberadaannya berdiri sendiri.
Atribut ini tidak dapat dipecah lagi menjadi atribut yang lebih
kecil, biasanya disebut dengan atomic attribute.
Composite Attribute adalah atribut yang terdiri dari
beberapa
komponen
yang
keberadaannya
berdiri
sendiri.
Composite attribute dapat dipecah lagi menjadi komponen-
komponen independent yang lebih kecil.
•
Single-Value dan Multi-Value Attribute
Single-Value Attribute adalah atribut yang mempunyai
nilai tunggal untuk setiap kejadian atau sebuah tipe entitas.
Multi-Value Attribute adalah atribut yang mempunyai
beberapa nilai untuk setiap kejadian atau sebuah tipe entitas.
•
Derived Attribute
Derived Attribute adalah atribut yang memiliki nilai yang
dihasilkan dari satu atau beberapa atribut lainnya dan tidak harus
berasal dari entitas yang sama.
•
Keys
a. Candidate Key, merupakan sejumlah kecil atribut dari
entitas yang mengidentifikasikan setiap kejadian dari
entitas tersebut secara unik.
b. Primary Key, merupakan candidate key yang dipilih
untuk mengidentifikasikan setiap kejadian dari entitas
secara unik.
c. Composite Key, merupakan candidate key yang terdiri dari
dua atau lebih atribut.
d. Foreign
Key,
merupakan
sebuah
atribut
atau
sekumpulan atribut pada suatu relasi yang sama dengan
candidate key dari beberapa relasi lainnya.
Gambar 2. 3 Entity Relationship Modeling (Atribut)
d. Structural Constraints
Constraints seharusnya mencerminkan batasan dari hubungan sebagai
suatu tanggapan dalam dunia nyata. Berikut adalah tipe utama dari constraint;
•
Multiplicity
Multiplicity adalah jumlah kejadian yang mungkin terjadi
pada sebuah tipe entitas yang berhubungan ke sebuah kejadian
dari tipe entitas lain pada suatu relasi. Tingkat relasi yang
umum antar entitas adalah binary. Berikut ini adalah relasi
binary yang sering terjadi:
1. Relasi one-to-one (1:1) yaitu relasi dimana setiap
entitas yang ada hanya dapat mempunyai maksimal
satu relasi dengan entitas yang lain.
2. Relasi one to many (1:*) yaitu relasi dimana setiap
entitas yang ada dapat mempunyai satu relasi lebih dari
satau relasi dengan entitas yang lain
3. Relasi many-to-many (*:*) yaitu relasi dimana
setiap entitas dapat mempunyai lebih dari satu relasi
dengan entitas lainnya.
•
Cardinality dan Participation Constraints
Cardinality
adalah
nilai
maksimum
dari
sebuah
relasi occurrence yang mungkin terjadi untuk sebuah entitas
yang ikut serta pada suatu relasi.
Participation menentukan apakah semua atau hanya
beberapa entitas yang ikut serta dalam sebuah relasi.
Gambar 2. 4 Entity Relationship Modeling (Structural Constraints)
2.1.6
Data Definition Language (DDL)
Menurut Whitten, Bentley, and Dittman (2004, p525) Data Definition
Language adalah sebuah bahasa yang digunakan oleh DBMS untuk menentukan
sebuah database atau melihat/view database. Digunakan oleh DBMS untuk
menetapkan secara fisik tipe, record, field dan hubungan struktural. Selain itu,
DDL menentukan view database. View tersebut membatasi bagian dari sebuah
database yang dapat digunakan atau di akses oleh pengguna program yang
berbeda.
Menurut Connoly and Beg (2010,p92) Data Definition Language adalah
sebuah bahasa itu mengizinkan DBA atau user untuk mendekripsikan dan nama
entitas, atribut, dan syarat relationship untuk sebuah aplikasi, bersama dengan
banyak asosiasi integrity dan security constraint. DDL telah digunakan untuk
definisi skema atau untuk modifikasi antara satu yang ada.
Menurut Eli Rohn dalam tulisannya yang berjudul (Generational analysis
of tension and entropy in data structures: impact on automatic data integration and
on the semantic web,Proquest 11 June 2010) Mengatakan Sebuah DDL
menentukan bagaimana mengatur dan interkoneksi dari potongan dasar data yang
terkait ke dalam struktur data yg bisa digunakan. Data Definition Languages
(DDLs) terbagi dalam tiga jenis yaitu terstruktur, (misalnya, COBOL, SQL),
semi-terstruktur (misalnya, halaman web, dokumen Word) dan tidak terstruktur
(misalnya, gambar, suara).
2.1.7
Data Manipulation Language (DML)
Menurut Whitten, Bentley, and Dittman (2004, p525) Data Manipulation
Language adalah bahasa DBMS yang digunakan untuk membuat membaca,
memperbarui, dan menghapus record-record pada sebuah database. Dan untuk
menjelajahi di antara record-record dan tipe-tipe record yang berbeda.
Menurut Connoly and Beg (2010,p92) Data Manipulation Language
sebuah bahasa itu memberikan sebuah set dalam operasi untuk mensupport
manipulasi basic data operasi dalam data diselenggarakan di database.
Manipulasi data operasi biasa berisi yang mengikuti:
•
Insert sebuah data baru kedalam database.
•
Modifikasi sebuah data stored dalam database.
•
Perbaikan sebuah data terkandung dalam database..
2.1.8
Siklus Hidup Basis Data (Database Lifecycle)
Gambar 2.18
2. 5 Database
Gambar
DatabaseLifecycle
Lifecycle
Tabel 1 : 2.1.8 Database Lifecycle
Stage
Main activities
Database planning
Merencanakan bagaimana urutan di dalam siklus hidup dapat di
realisasikan dengan sangat efektif dan efisien .
System definition
Menspesifikkan lingkungan dan batas di dalam aplikasi
database, user itu dan area aplikasi.
Requirements
Kumpulan dan analisa akan kebutuhan dari user dan area
collection and analysis
aplikasi.
Database design
Konsepsual, logikal, fisikal desain dari database.
DBMS
selection Menseleksi DBMS yang sesuai untuk database aplikasi.
(optional)
Application design
Mendesain sebuah user interface dan program aplikasi pakai
dan proses di database.
Prototyping (optional)
Membangun sebuah model perkerjaan dari aplikasi database,
mengizinkan antara desainer atau user untuk visualisasi dan
evaluasi bagaimana sistem akhir akan terlihat dan fungsional.
Implementation
Membuat eksternal, konsepsual, dan internal definisi database
dan program aplikasi.
Data conversion and Menunggu data dari sistem lama ke sistem baru.
loading
Testing
Aplikasi database telah di uji untuk kesalahan dan validasi
terhadap spesikasi kebutuhan dari user.
Operational maintance Aplikasi database telah di implementasi penuh. Sistem telah di
pantau dan perbaiki secara berlanjut. Bila seperlunya,
kebutuhan baru akan tergabung ke dalam aplikasi database
melewati urutan terdahulu dalam siklus hidup.
2.1.8.1
Perencanaan Basis Data (Database Planning)
Menurut Connoly and Beg (2010,p313) Database Planning adalah
aktivitas manajemen yang mengizinkan urutan dalam aplikasi database
untuk di realisasikan dengan efektif dan efektif secara mungkin. Database
planning harus terintegrasi dengan keseluruhan strategi
IS dalam
organisasi. Terdapat tiga pokok isu yang terlibat dalam formulasi strategi
IS, antara lain:
• Identifikasi rencana dan tujuan dalam bisnis dengan penentuan
selanjutnya dari informasi kebutuhan sistem.
• Evaluasi aliran dalam sistem informasi untuk mengetahui kekuatan
dan kelemahan yang ada.
• Penilaian dari keuntungan IT mungkin itu memberikan keuntungan
kompetitif.
2.1.8.2
Definisi Sistem (System Definition)
Menurut Connoly and Beg (2010,p316) Definisi Sistem adalah
mendeskripsikan jangkauan dan jarak dalam aplikasi database dan mayor
user view. Pertama kali identifikasi jarak dari sistem itu dapat di di
pertanyakan dan bagaimana anatarmuka itu dengan bagian lain dalam
sistem informasi organisasi. Yang terpenting jarak antara sistem tidak
hanya alur user dan area aplikasi, tapi juga masa depan user dan aplikasi.
menurut Fitriyani dalam tulisannya yang berjudul (PENERAPAN
AHP SEBAGAI MODEL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PEMILIHAN
RUMAH
BERSALIN
CONTOH
KASUS
KOTA
PANGKALPINANG, Mikroskil Vol. 13, oktober 2012) mengatakan
Pengertian Sistem adalah suatu kesatuan prosedur atau komponen yang
saling berkaitan satu dengan yang lainnya bekerja bersama sama sesuai
dengan aturan yang diterapkan sehingga membentuk suatu tujuan yang
sama. dimana dalam sebuah sistem bila terjadi satu bagian saja yang tidak
bekerja atau rusak maka suatu tujuan bisa terjadi kesalahan hasilnya atau
outputnya.
2.1.8.2.1
User View
Menurut Connoly and Beg (2010,p316) User Views adalah
definisi apa yang diharuskan dalam aplikasi database dari
perspektif yang partikular tugas perkerjaan (seperti Manager atau
Supervisor) atau area aplikasi bisnis (seperti Marketing, personnel,
atau stock control). Sebuah aplikasi database mungkin mempunyai
satu atau banyak user views. Mengidentifikasi user views adalah
aspek yang terpenting dalam membangun sebuah aplikasi database
karena membantu untuk memastikan tidak ada mayor user dalam
database yang terlupakan bila membangun kebutuhan untuk
aplikasi baru.
User view
6 (enam)
User view
1 (satu)
User view
5 (lima)
User view
2 (dua)
User view
4 (empat)
User view
3 (tiga)
Database
Database Aplication
Gambar 2. 6 User View
2.1.8.3
Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan (Requirement
Collection and Analysis)
Menurut Connoly and Beg (2010,p316) Requirement Collection
and Analysis adalah proses dari pengumpulan dan menganalisa informasi
tentang bagian yang ada di di organisasi itu untuk di jadikan pendukung
dari aplikasi database, dan mendukung informasi tersebut untuk
identifikasi kebutuhan user dengan sistem baru. Urutan yang melibatkan
pengumpulan dan analisa dari informasi tentang bagian dari bisnis untuk
bisa melayani dari database.
Beberapa teknik atau cara mendapatkan informasi adalah
dengan teknik fact finding. Fact finding adalah teknik yang digunakan
untuk mengidentifikas kebutuhan. Informasi yang dikumpulkan
mencakup:
1.
Deskripsi tentang data yang digunakan.
2.
Keterangan secara lengkap bagaimana data tersebut
digunakan.
3.
Kebutuhan tambahan lainnya untuk aplikasi data yang baru.
Terdapat lima teknik fact finding yang umum digunakan:
•
Pengkajian terhadap dokumentasi
Pengumpulan data yang diperlukan dan dibutuhkan untuk
menggali informasi dari berbagai sumber baik itu berbagai tulisan,
artikel, buku, dan sebagainya. Sumber ini akan di gunakan sebagai
pembantu atau jembatan dari pembahasan maupun penyusunan
dari skripsi yang di buat.
•
Wawancara
Merupakan sebuah pengumpulan data yang diperlukan
dengan melakukan sebuah percakapan antara dua orang atau lebih
yang biasanya dilakukan oleh pewancara dengan narasumber.
Narasumber merupakan objek atau orang yang paham dan
mengetahui akan sebuah informasi yang di berikan sedangkan
pewancara memberikan atau mengajukan beberapa pertanyaan
guna mendapatkan sebuah data.
•
Observasi
Cara-cara
yang
dilakukan
untuk
menganalisis
dan
mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai kebiasaan dan
mengamati langsung objek yang akan di analisa.
•
Penelitian
Penelitian merupakan penyelidikan suatu masalah secara
sistematis, kritis, ilmiah, dan lebih formal. Penelitian bertujuan
untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji kebenaran
suatu pengetahuan yang memiliki kemampuan deskripsi.
•
Kuesioner
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi
yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan,
perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam
organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau
oleh sistem yang sudah ada.
2.1.8.3.1
Pendekatan Centralize (Centralized Approach)
Menurut Connoly and Beg (2010,p318) Centralized
Appoarch adalah kebutuhan untuk setiap pengguna digabungkan
ke dalam sebuah single set dari kebutuhan untuk aplikasi database
baru. Biasanya, pendekatan ini lebih disukai bila secara signifikan
saling melingkupi dalam kebutuhan untuk setiap pengguna dan
aplikasi database tidak terlalu komplex.
2.1.8.3.2
Pendekatan
Integrasi
View
(View
Integration
Approach)
Menurut Connoly and Beg (2010,p318) View Integration
Approach adalah kebutuhan untuk setiap pengguna dipakai untuk
membangun sebuah model data terpisah untuk menunjukan
pengguna itu. Menghasilkan model data yang di gabung nantinya
dalam urutan database desain. Biasanya pendekatan ini lebih
disukai bila secara signifikan perbedaan antara pengguna dan
aplikasi database telah cukup komplex untuk membenarkan
pemisah kerja ke dalam banyak bagian dikelola.
2.1.8.4 Perancangan Basis Data (Database Design)
Menurut Connoly and Beg (2010,p320) Database Design adalah
proses perancangan sebuah desain database yang akan membantu
operasional bisnis dan target tujuannya.
2.1.8.4.1
Pendekatan Desain Database
Pendekatan yang biasa digunakan adalah top-down,
bottom-up, inside-out, dan mixed. Pada pendekatan bottom-up,
terdapat tiga tahap dalam aktivitas perancangan, meliputi
conceptual design, logical design, dan physical design.
2.1.8.4.2
Pemodelan Data
Ada dua tujuan utama dari Pemodelan Data adalah untuk
membantu mengerti dari pemikiran (semantik) dalam data dan
untuk
komunikasi
fasilitas
tentang
kebutuhan
infromasi.
Membangun model data kebutuhan menjawab pertanyaan tentang
entitas, relasi, dan atribut. Sebuah data model membuat itu mudah
untuk mengerti pemikiran dari data, ada tiga model data untuk
mengerti.
a. Setiap user perspektif dalam data.
b. Data
yang
asli
itu
sendiri,
representasi physical.
c. Data di pakai diseluruh pengguna.
Kriteria untuk model data:
independen
dalam
Tabel 2 : 2.1.8.4.2 Pemodelan Data
Structural validity
Konsisten dengan alur definisi bisnis dan informasi
organisasi.
Simplicity
Mempermudah dalam mengerti dari IS profesional dan nonteknikal user.
Expressibility
Kemampuan untuk membedakan antara data, antar hubungan
data, dan konstain.
Nonredudancy
Shareability
Extensibility
Integrity
Diagrammatic
represnetasion
Pengertian luar infomasi; dalam partikular, representasi
dalam satu potongan lebih dari informasi pasti.
2.1.8.4.3 F
Tidak spesifik untuk banyak aplikasi partikular atau
a
teknologi dan demikian banyak digunakan
s
Kemampuan untuk berkembang untuk kebutuhan baru
e
dengan minimal efek dengan user yang ada.
Konsisten dengan alur bisnis dan mengatur informasi.
D
Kemampuan untuk tampilan sebuah pemakaian model yang
e
memudahkan pengertian diagrammatic notation.
s
ain Database
Menurut Connoly and Beg (2010,p320) Desain Database
mempunyai 3 fase utama, yaitu konsepsual, logikal, fisikal desain.
I. Perancangan Database Konseptual
Menurut
Connoly
and
Beg
(2010,p467-p469)
Database
Konseptual adalah proses membangun model dari data yang digunakan
dalam sebuah perusahaan dan tidak tergantung pada pertimbangan fisik.
Menurut Connoly desain database konsepsual secara garis besar
perancangan ini terdiri dari 9 tahapan, yaitu:
a. Langkah pertama : Membuat local conceptual data model untuk setiap
pandangan yang spesifik
1. Mengidentifikasi beberapa tipe entitas
2. Mengidentifikasi beberapa tipe hubungan
3. Mengidentifikasi dan mengasosiasikan atribut dengan beberapa
tipe entitas dan hubungan
4. Menentukan beberapa domain atribut
5. Menentukan candidate key dan primary key tiap entitas
6. Mempertimbangkan penggunaan konsep-konsep pemodelan
yang disempurnakan (optional step)
7. Memeriksa model untuk redudansi
8. Memvalidasi model konseptual terhadap transaksi pengguna
9. Meninjau kembali model data konseptual dengan pengguna
II. Perancangan Database Logikal
Menurut Connoly and Beg (2010,p467-p469) Database Logikal
adalah proses membangun model dari informasi yang digunakan
dalam perusahan berdasarkan model data spesifik, dan terbebas dari
DBMS tertentu dan pertimbangan fisik lainnya. Hasil akhir dari
tahapan ini berupa sebuah kamus data yang berisi semua atribut
beserta key-nya (primary key, alternate key, dan foreign key) dan
Entity Relational Diagram (ERD). Pemodelan logikal dapat disampaikan
secara khusus, meliputi
b. Langkah kedua : membuat dan memvalidasi local logical data model
untuk setiap pandangan
1. Menghilangkan features yang tidak compatible dengan model
relasional (optional step)
2. Memperoleh relasi untuk local logical data model
3. Memvalidasi relasi dengan menggunakan normalisasi
4. Memvalidasi relasi dengan transaksi pengguna
5. Mendefinisikan Integrity Constraints
6. Melihat kembali local logical data model dengan pengguna
pengguna
6.1 Menggabungkan local logical data model menjadi global
model
6.2 Memvalidasi global logical data model
6.3 Melihat kembali global logical data model dengan
pengguna
7. Mengecek pertumbuhan yang akan datang.
III. Perancangan Database Fisikal
Menurut Connoly and Beg (2010,p467-p469) Database Logikal
adalah proses pembuatan deskripsi dari implementasi database pada
penyimpanan sekunder yang menjelaskan relasi dasar, organisasi file, dan
indeks yang digunakan untuk mencapai akses yang efisien ke data, dan
setiap integrity constraint yang saling berhubungan dan juga pengukuran
keamanan (security). Tujuan utama untuk relasional model ini meliputi:
1. Membuat tabel relasional dan constraint pada tabel tersebut
dan informasi yang didapatkan dalam model data logikal.
2. Mengidentifikasi struktur penyimpanan tertentu dan metode
akses terhadap data untuk mencapai performa optimal dari sistem
database.
3. Merancang proteksi keamanan untuk sistem.
c. Langkah ketiga : Menterjemahkan global logical data model
untuk target DBMS
1. Merancang basis relasional
2. Merancang representasi dari data yang diperoleh
3. Merancang general constraints
d. Langkah keempat : Merancang representasi fisikal
1. Menganalisis transaksi
2. Memilih file organisasi
3. Memilih indeks
4. Memperkirakan kebutuhan ruang penyimpanan
e. Langkah kelima : Merancang pandangan pengguna
f. Langkah keenam : Merancang keamanan
g. Langkah ketujuh : Mempertimbangkan pengenalan dan redudansi
control.
h. Langkah kedelapan : Memonitor dan memasang sistem operasi.
2.1.8.5
Pemilihan DBMS (DBMS Selection)
Menurut Connolly (2010,p325) DBMS Selection adalah pemilihan
DBMS dilakukan untuk memilih sebuah DBMS yang tepat untuk
mendukung aplikasi database. Pada tahap ini dilakukan pemilihan DBMS
yang cocok untuk mendukung aplikasi database. Pemilihan DBMS dapat
dilakukan kapanpun sebelum menuju perancangan logikal, asalkan
terdapat cukup informasi mengenai kebutuhan sistem.
Beberapa langkah-langkah tahapan utama dalam memilih DBMS
adalah sebagai berikut:
1. Mendefinisikan syarat-syarat sebagai referensi.
2. Daftar singkat dua atau tiga produk.
3. Evaluasi produk.
4. Merekomendasikan pilihan dan memproduksi laporan.
2.1.8.6
Perancangan Aplikasi (Application Design)
Menurut Connolly (2010,p329) Application Design adalah
perancangan antar muka pengguna dan aplikasi program yang akan
dipakai dan memproses database.
2.1.8.6.1
Transaction Design
Menurut Connolly (2002, p288) Transaction Design adalah suatu
aksi, atau rangkaian aksi yang dilakukan oleh pengguna atau program
aplikasi, antara mengakses atau mengubah isi yang ada di database.
Terdapat tiga tipe utama transaksi, yaitu:
•
Retrieval
Transaction,
digunakan
untuk
pemanggilan
data untuk ditampilkan di layar atau menghasilkan suatu
laporan. Contohnya
tampilan
detil
data
property
(data
ditampilkan dalam bentuk angka).
•
Update
Transaction,
digunakan
untuk
menambahkan
baris baru, menghapus baris lama, atau memodifikasi baris
yang sudah ada di dalam database. Contohnya operasi untuk
memasukkan detik data property baru ke dalam database.
•
Mixed Transaction, meliputi pemanggilan dan perubahan
data. Contohnya operasi untuk mencari detil
data
property, menampilkannya dan kemudian meng-update
nilainya.
Tujuan dari desain transaksi adalah untuk mendefinisikan dan
dokumen penting berkarakter dalam kebutuhan
transkasaksi
di
database, yang termasuk:
•
Data yang akan digunakan oleh transaksi.
•
Karakteristik fungsional dari suatu transaksi.
•
Output transaksi.
•
Keuntungannya bagi pengguna.
•
Tingkat kegunaan yang diharapkan.
2.1.8.6.2
User Interface Design Guildnes
Penggunaan pedoman untuk ikut bila membangun form atau
report adalah sebagai berikut:
•
Meaningful title
•
Comprehensible instructions
•
Logical grouping and sequencing of fields
•
Visually appealing layout of the form/report
•
Familiar field labels
•
Consistent terminology and abbreviations
•
Consistent use of color
•
Visible space and boundaries for data-entry fields
•
convenient cursor movement
•
Error correction for individual characters and entire fields
2.1.8.7
•
Error messages for unacceptable values
•
Optional fields marked clearly
•
Explanatory messages for fields
•
Completion signal
Prototipe (Prototyping)
Menurut Connolly (2010,p333) Prototyping adalah membangun
sebuah model perkerjaan dari aplikasi database. Umumnya sebuah
prototype model kerja tersebut akan memungkinkan perancang atau
pengguna untuk memvisualisasikan dan mengevaluasi bagaimana bentuk
dan fungsionalitas sistem akhir.
Tujuan utama dalam pengembangan prototype pada aplikasi
Database
adalah
untuk
memungkinkan
pengguna
menggunakan
prototype dan mengidentifikasi fitur-fitur sistem, baik yang bekerja
dengan baik maupun yang kurang baik, memungkinkan pengguna untuk
dapat mengusulkan perkembangan perbaikan-perbaikan dan penambahan
beberapa fitur baru untuk aplikasi database, serta evaluasi kemungkinan
yang terjadi dari perancangan sistem khusus.
Terdapat dua strategi prototyping yang biasa digunakan, yaitu:
1. Requirement
prototyping,
digunakan
untuk
menentukan
kebutuhan suatu aplikasi database yang diusulkan dan ketika
kebutuhan terhadap suatu aplikasi database tidak lengkap,
maka prototype tersebut tidak digunakan lagi.
2. Evolutionary
prototyping,
digunakan
untuk
tujuan
yang
sama, perbedaannya adalah bahwa prototype tidak dibuang
tetapi dengan pengembangan lebih lanjut, prototype tersebut
bekerja sama dengan aplikasi database.
2.1.8.8
Implementasi (Implementation)
Menurut Connolly (2010,p333), Implementation adalah realisasi
fisik dari database dan desain aplikasi. Implementasi database dapat
dicapai dengan menggunakan Data Definition Language (DDL) dari
DBMS yang dipilih. Pernyataan DDL digunakan untuk membuat struktur
database dan arsip database kosong.
2.1.8.9
Konversi dan Pemuatan Data (Data Conversion and
Loading)
Menurut Connolly (2010,p3334) Data Conversion and Loading
adalah proses pemindahan beberapa data yang sudah ada ke dalam
database baru dan mengubah aplikasi yang sudah ada untuk dapat
dijalankan pada database yang baru. Tahapan ini dibutuhkan ketika
sistem database baru menggantikan sistem yang lama.
2.1.8.10
Pengujian (Testing)
Menurut Connolly (2010,p334) Testing adalah suatu proses
mengeksekusi program aplikasi dengan maksud untuk menemukan
kesalahan. Beberapa keuntungan melakukan testing:
•
Menemukan error program aplikasi dan mungkin juga error struktur
database.
•
Testing
mendemonstrasikan
aplikasi dapat
berjalan
bahwa
sesuai
database
dengan
dan
program
kebutuhan
dan
spesifikasi yang diingingkan.
2.1.8.11
Pemeliharaan Operasional (Operational Maintenance)
Menurut Connolly (2010,p335), Operational Maintenance adalah
sebuah proses pemantauan dan pemeliharaan terhadap sistem setelah
diinstalasi.
Pada tahap sebelumnya, aplikasi database telah diimplementasikan
dan diuji. Setelah itu, sistem dapat memasuki tahap perawatan, yang
melibatkan aktivitas sebagai berikut:
•
Memantau hasil dari sistem. Jika hasil masih kurang dari harapan
yang diterima, maka perbaikan database akan dibutuhkan.
•
Memelihara dan melakukan upgrade pada aplikasi database (jika
dibutuhkan). Memasukkan kebutuhan baru ke dalam aplikasi
database dapat dilakukan melalui tahap dari daur hidup terlebih
dahulu.
2.1.9
Data Flow Diagram
DFD merupakan diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk
menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu
untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat
bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.
DFD didesain untuk menunjukkan sebuah sistem yang terbagi-bagi menjadi
berbagai bagian sub-sistem yang lebih kecil, yang kemudian dikembangkan agar
dapat melihat lebih rinci sehingga model-model yang terdapat di dalamnya dapat
terlihat.
2.1.10 Normalization (Normalisasi)
Menurut Connolly (2010,p415), Normalisasi adalah sebuah tehnik untuk
menghasilkan set dari hubungan dengan properti yang diinginkan sesuai dengan
kebutuhan data dari sebuah perusahaan.
2.1.10.1
Tahapan Normalisasi
Menurut Connolly (2010 p430-461), tahap-tahap proses normalisasi
adalah sebagai berikut:
1. UNF (Unnormalized form)
Sebuah tabel yang menampung satu atau lebih perulangan
dalam grup. Tahap ini merupakan proses memasukkan data dari
sumber, yang dimasukkan dalam baris dan kolom.
2. 1NF (First Normal Form)
Sebuah hubungan dimana setiap pembagian dari setiap baris dan
kolom hanya berisi satu dan hanya satu nilai.
3. 2NF (Secondary Normal Form)
Sebuah hubungan dari tahap 1NF dan setiap non-primary-key tidak
memiliki ketergantungan parsial.
4. 3NF (Third Normal Form)
Sebuah hubungan yang terdapat dalam 1NF dan 2NF, dan dimana
yang tidak memiliki primary key adalah bergantung secara transitif
dalam primary key.
5. BCNF (Boyce-Codd Normal Form)
Sebuah hubungan dengan BCNF, jika dan hanya jika setiap
keputusan adalah candidate key.
6.
4NF (Forth Normal Form)
Sebuah hubungan yang ada dalam BCNF dan tidak menampung
notrivial multi-valued dependency.
7. 5NF (Fifth Normal Form)
Sebuah hubungan yang sama sekali tidak memiliki join
dependency.
2.2 Teori Khusus
2.2.1
Pembayaran
Menurut Yunirman Rijan (2009:36), Pembayaran dalam arti sempit
adalah pelunasan hutang oleh debitur kepada kreditur yang bisa dilakukan
dalam bentuk yang maupun barang.
Pembayaran yang sudah dilaksanakan biasanya disertai bukti atau
tanda bukti pembayaran. Bukti pembayaran tersebut dapat berupa kuitansi
atau bukti pembayaran dari bank bila transaksi tersebut terjadi di bank.
Tujuan dari bentuk pembayaran itu adalah sebagai alat bukti di kemudian
hari apabila terjadi penyangkalan dari kedua belah pihak.
Pembayaran dalam arti luas dapat dikatakan sebagai pemenuhan
suatu prestasi. Hal ini berlaku bagi pihak yang menyerahkan uang sebagai
harga pembayaran, maupun bagi pihak yang menyerahkan benda sebagai
barang sebagaimana yang diperjanjikan. Dalam perjanjian jual beli,
pembayaran diartikan sebagai penyerahan uang bagi pihak yang satu
(pembeli) dan penyerahan barang bagi pihak lainnya (penjual).
2.2.1.1 Tipe-tipe pembayaran
1.
Pembayaran
Tunai
adalah
cash
payments;
cash
disbursements merupakan pembayaran yang dilakukan
pada saat transaksi terjadi.
2.
Kas adalah cash adalah uang kartal yang tersedia bagi suatu
usaha terdiri atas uang kertas bank dan uang logam. Kas
merupakan
alat
pembayaran
yang
sah;
dalam
perusahaan bukan Bank, cek, wesel, dan surat berharga
lain yang dapat segera dijadikan uang diperhitungkan
juga sebagai kas.
3.
Pembayaran Debit adalah pembayaran yang dilakukan
secara
eletronik
yang
diterbitkan
oleh
Bank.
Pembayaran ini dapat berfungsi sebagai pengganti
pembayaran dengan uang kas.
4.
Pembayaran Kredit adalah pembayaran yang dilakukan
secara bertahap dengan angsuran angsuran tertentu
sampai pada tahap hasil pelunasan atau penyelesaian
transaksi.
2.2.2
Web
Web didefinisikan sebagai sistem interkoneksi komputer-komputer
internet (disebut server) yang mendukung dokumen-dokumen berformat
multimedia (William dan Sawyer, 2007, p17)
Menurut Erikson Damanik dalam tulisannya yang berjudul
(PENGEMBANGAN
APLIKASI
RESERVASI
KAMAR
HOTEL
BERBASIS WEB, Mikroskil Vol. 12, oktober 2011) Mengatakan Web
merupakan sumber daya internet yang sangat popular dan dapat digunakan
untuk memperoleh informasi atau bahkan melakukan transaksi pembelian
barang.
2.2.2.1 Perancangan Web
Terdapat delapan aturan emas dalam merancang sebuah user
interface menurut (Scheneiderman, 1998) yaitu :
1. Konsisten
Konsisten dalam kesamaan terminology dalam
membuat menu, tampilan, font, dan help screen. Selain
itu, konsisten dalam warna, kapitalitas, dan tampilan
juga merupakan hal yang penting.
2. Memungkinkan
shortcut
pengguna
untuk
menggunakan
Ada kebutuhan dari pengguna yang sudah ahli
untuk meningkatkan kecepatan interaksi, sehingga
diperlukan
singkatan,
tombol
fungsi,
perintah
tersembunyi, dan fasilitas makro.
3. Memberikan umpan balik yang informatif
Untuk
setiap
tindakan
operator,
sebaiknya
disertakan suatu sistem umpan balik. Untuk tindakan
yang sering dilakukan dan sederhana, dapat diberikan
umpan balik yang sederhana. Tetapi ketika tindakan
merupakan hal yang penting, maka umpan balik
sebaiknya lebih substansial. Misalnya muncul suatu
suara ketika salah menekan tombol pada waktu input
data atau muncul pesan kesalahannya.
4. Merancang dialog untuk menghasilkan keadaan akhir
Bertujuan untuk membuat user merasa yakin dan
tenang dalam melakukan suatu tindakan dengan
memberikan gambaran hasil akhir dari suatu pilihan,
serta memberikan banyak option kepada user sehingga
bisa ikut mempengaruhi hasil akhir.
5. Memberikan penanganan kesalahan yang sederhana
Sedapat
mungkin
sitem
dirancang
sehingga
pengguna tidak datap melakukan kesalahan fatal. Jika
kesalahan terjadi, sistem dapat mendeteksi kesalahan
dengan cepat dan memberikan mekanisme yang
sederhana dan mudah dipahami untuk penanganan
kesalahan.
6. Mudah kembali ke tindakan sebelumnya
Hal ini dapat mengurangi kekuatiran pengguna
karena pengguna mengetahui kesalahan yang dilakukan
dapat dibatalkan, sehingga pengguna tidak takut untuk
mengeksplorasi pilihan-pilihan lain yang belum biasa
digunakan.
7. Mendukung tempat pengendalian internal (internal
locus of control)
Pengguna ingin menjadi pengontrol sistem, dan
sistem
akan
merespon
tindakan
yang
dilakukan
pengguna dari pada pengguna merasa bahwa sistem
mengontrol penggina. Sebaiknya sistem dirancang
sedemikian rupa sehingga pengguna menjadi inisiator
daripada responden.
8. Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Manusia tidak dapat mengingat banyak info pada
suatu waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, suatu
website harus dibuat sesederhana mungkin sehingga
tidak membuat user bingung karena terlalu banyak info
yang harus diingat.
2.2.3
PHP
Menurut Atkinson dan Suraski (2004, p10), PHP merupakan fitur
standar yang ditawarkan oleh kebanyakan perusahaan web hosting. PHP
digunakan sebagai alternative karena lebih cepat dalam pengkodean dan
lebih cepat untuk dieksekusi. PHP code dapat dijalankan pada berbagai
macam web server dan sistem iperasi. PHP dapat dijalankan pada UNIX,
Windows dan Machintosh OS X. PHP di desain untuk terintegrasi dengan
Apache Web Server. PHP dapat dimodifikasi karena PHP didesain untuk
memungkinkan adanya penambahan fungsi di masa yang akan datang.
Menurut Peranginangin (2006, p2), PHP singakatan dari PHP
Hypertext Preprocessor yang digunakan sebagai bahasa script server-side
dalam pengembangan web yang disisipkan pada dokumen HTML. PHP
merupakan piranti lunak Open Source yang memungkinkan web dapat
dibuat dinamis. Sehingga perawatan dari situs web tersebut menjadi lebih
mudah dan efisien.
Menurut Gunawan, Suwandi Halim dalam tulisannya yang
berjudul (PEMANFAATAN HIPHOP FOR PHP PADA WEB SERVER,
Mikroskil Vol. 12, 2011) mengatakan PHP merupakan singkatan dari PHP
Hypertext Preprocessor. PHP merupakan bahasa berbentuk skrip yang
ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasil dari pemrosesan
tersebut yang nantinya akan dikirimkan ke klien tempat pemakai
menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk
aplikasi web dinamis. Artinya, PHP dapat membentuk suatu tampilan
berdasarkan permintaan terkini.
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak
dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memprogram situs web
dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakai
lain.
2.2.4
Asynchronous JavaScript and XML (Ajax)
Ajax merupakan singkatan dari Asynchronous JavaScript and
XML yang memiliki pengertian sebuah teknologi berbasis client-side yang
menggunakan 2 (dua)komponen utama, yakni Javascript dan XML.
Penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan kinerja suatu aplikasi web
karena Ajax hanya mempertukarkan data antara client dan server bukan
suatu halaman web secara keseluruhan.
Kelebihan Ajax adalah objek XML HTTP Request karena dengan
menggunakan objek javascript ini, maka request data ke server dapat
dilakukan tanpa mengirimkan keseluruhan halaman.
2.2.5
Internet
Internet adalah jaringan yang menghubungkan secara bersamasama jaringan computer yang berada di seluruh dunia (Eaglestone dan
Ridley, 2001, p20)
Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang
mempunyai arti hubungan computer dengan berbagai tipe yang
membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan
computer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon,
radio link, satelit dan lainnya.
Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan ini digunakan
protocol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas
memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP
(Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu computer ke
computer lain. TCP/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik
transmisi data, memilih rute alternative jika suatu rute tidak dapat
digunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.
Dengan memanfaatkan internet, pemakaian computer di seluruh
dunia dimungkinkan untuk saling berkomunikasi dan pemakaian bersama
informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke computer
lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada
newsgroup dan lain-lain.
2.2.6
MySQL
Menurut Stendy B. Sakur(2005,p59), MySQL merupakan salah
satu sistem database yang sangat handal karena menggunakan sistem
SQL. Pada awalnya SQL berfungsi sebagai bahasa penghubung antara
program database dengan bahasa pemrograman yang kita gunakan.
Dengan adanya SQL maka para pemrogram jaringan dan aplikasi tidak
mengalami kesulitan sama sekali di dalam menghubungkan aplikasi yang
mereka buat. Setelah itu SQL dikembangkan lagi menjadi sistem database
dengan munculnya MySQL. MySQL merupakan database yang sangat
cepat, beberapa user dapat menggunakan secara bersamaan, dan lebih
lengkap dari SQL. MySQL merupakan salah satu software gratis yang
dapat
di-download
melalui
situsnya.
MySQL merupakan
sistem
manajemen database, relasional sistem database dan software open
source. Kalau SQL biasa kita sebut dengan SEQUEL karena pembuatnya
menyebutkan MySQL adalah “My Ess Que Ell”.
MySQL merupakan open source SQL database yang sangat
popular yang disediakan oleh MYSQL AB.
MySQL AB merupakan
perusahaan komersial yang berdiri untuk memberikan pelayanan seputar
MySQL database. MySQL AB berasal dari perusahaan Swedia yang
menjalankan aplikasi dasar MySQL dan merupakan developer utamanya.
2.3 Kerangka Pikir Pemecahan Masalah
Kerangka pikir pemecahan masalah dengan menggunakan dasar pemikiran pada
setiap penjelasan langkah-langkah yang akan dijabarkan pada penelitian ini atau
menggambarkan langkah-langkah yang akan dikerjakan pada penelitian.
Pada bab 1 telah dijelaskan setiap step-step yang akan dilakukan, guna dari
penelitian ini ialah untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, serta mendapatkan
solusi yang didapatkan. Maka pada kerangka pikir pemecahan masalah ini akan
menjelaskan dasar atas langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mendapatkan
sebuah solusi dari setiap masalah. Data yang diperoleh akan dihubungkan dengan
refrensi dan teori yang digunakan hingga adanya solusi.
Untuk mendapatkan langkah yang tepat untuk memecahkan masalah. Tentunya
akan dilihat dari masalah yang terjadi, berikut ini adalah identifikasi masalah yang
terjadi.
Tabel 3 : 2.3 Kerangka Pikir Pemecahan Masalah
1
Kriteria
Masalah
Database
Database yang sudah ada belom
Akibat
Kurangnya performa yang
berkerja dengan maksimal.
didapatkan pada database
yang ada.
2
Berkas-
Berkas berkas manual untuk
Kurang bergunanya database
berkas
penyimpanan masih banyak
yang sudah ada dan susahnya
dilakukan dalam perusahaan.
pencarian akan data yang
dibutuhkan dikarenakan
pencarian kertas-kertas yang
disimpan.
3
Integrasi
Integrasi database masih
Data yang dimiliki oleh
database
berhubungan dengan database pusat.
perusahaan hanya disimpan
oleh pusat yang
menyebabkan kurangnya data
pada perusahaan sendiri
sehingga setiap data yang
ingin diambil harus melalui
database yang ada di pusat..
4.
Bisnis
Efisiensi pada bisnis yang berjalan
Adanya keterlibatan
kurang maksimal.
konsumen yang terlalu jauh
pada sistem dalam
perusahaan.
5.
Efisiensi
Terlalu banyak waktu yang terbuang
Kurangnnya performa yang
karena pengolahan data yang kurang
maksimal pada perusahaan.
efektif.
6.
Aplikasi
Banyaknya kesalah pahaman antara
Proses yang terlalu memakan
Bagian Komersil dengan pelanggan
waktu lama serta banyaknya
pada aplikasi yang berjalan sekarang. kesalahpahaman antara pihak
perusahaan dengan
pelanggan.
Gambar 1 : 2.3 Kerangka Pikir Pemecahan Masalah
Download